
Dolar mengalami koreksi terhadap mata uang lainnya setelah Bank Sentral Eropa (ECB) memangkas suku bunga acuan untuk kedua kalinya kemarin. Namun ECB sedikit mematahkan ekspektasi pasar yang mengharapkan langkah agresif berikutnya dengan mengatakan keputusan selanjutnya tergantung pada data ekonomi berikutnya. Sehingga ekspektasi pasar yang mengharapkan ECB akan segera memangkas suku bunga berikutnya sepertinya tidak akan terjadi dalam waktu dekat ini. Dengan tren penurunan suku bunga acuan dari bank sentral maka pelaku pasar mulai mengalihkan asetnya dari mata uang kepada komoditi Emas sehingga harga emas melonjak tajam mencapai rekor tertinggi. Dan sebagian pelaku pasar mulai berani beralih ke aset yang lebih beresiko dengan kembali membeli aset yang sudah mereka jual sebelumnya. Sementara itu data ekonomi di AS juga mengindikasikan masih adanya resiko inflasi dengan data dari sisi produsen PPI yang kembali meningkat sehingga hampir dapat dipastikan Fed akan memangkas suku bunga acuan dengan hanya 25 bps. Data PPI bulan lalu meningkat 0.2% yang lebih tinggi dari perkiraan 0.1% dan data periode sebelumnya direvisi menurun dari 0.1% menjadi 0.0%. Data Core PPI yang tidak menyertakan komponen BBM dan bahan pangan juga meningkat menjadi 0.3% melampaui perkiraan 0.2% dan data periode sebelumnya juga direvisi menurun dari 0.0% menjadi -0.2%. Meskipun jika dibandingkan dengan data setahun lalu (year-on-year) PPI mengalami penurunan dari 2.1% menjadi 1.7% yang lebih rendah dari perkiraan turun 1.8% dan data Core PPI masih stabil 2.4% sama seperti periode sebelumnya namun lebih rendah dari perkiraan sedikit meningkat 2.5%. Sedangkan di sektor tenaga kerja angka klaim pengangguran juga sedikit meningkat dari 228K menjadi 230K sesuai perkiraan. Sehingga rata-rata dalam 4 pekan terakhir hanya terjadi kenaikan dari 230.25K menjadi 230.75K. Dengan data-data ini semakin memperkuat peluang Fed hanya akan memangkas 25 bps untuk pertama kali pada pertemuan moneter FOMC pekan depan. Hari ini hanya ada data dari University of Michigan berupa Sentimen Konsumen dan Ekspektasi Inflasi.
Yen juga berlanjut menguat terhadap dolar seiring dengan semakin santernya pejabat Bank Sentral Jepang (BOJ) menyuarakan perlunya menaikkan suku bunga acuannya. Setelah sebelumnya Pejabat BOJ - Junko Nakagawa menyebutkan resiko inflasi di Jepang yang cenderung kembali naik sehingga perlu langkah tersebut. Sejawatnya pejabat BOJ - Naoki Tamura secara lugas kemarin mengatakan BOJ setidaknya perlu menaikkan suku bunga acuan sebanyak 100 bps atau 1% hingga paruh kedua tahun depan. Dengan catatan kenaikannya akan dilakukan secara bertahap dan dalam beberapa kali pertemuan moneter. Sehingga ekspektasi pasar akan langkah BOJ menaikkan suku bunga acuan semakin besar meskipun diperkirakan BOJ baru akan menaikkan suku bunga pertemuan moneter di bulan Oktober mendatang.
Euro rebound terhadap dolar setelah Bank Sentral Eropa (ECB) kembali memangkas suku bunga acuan untuk kedua kali pada pertemuan moneter kemarin. Sesuai perkiraan ECB menurunkan suku bunga acuannya sebanyak 25 bps seiring dengan inflasi yang semakin menurun dan juga pertumbuhan ekonomi yang melambat. Suku bunga deposit diturunkan dari 3.75% menjadi 3.25% sesuai perkiraan, namun suku bunga operasional bank diturunkan lebih besar yaitu sebanyak 60 bps dari 4.25% menjadi 3.65%. Meski demikian ekspektasi pasar akan langkah moneter berikutnya dipatahkan setelah Presiden ECB - Christine Lagarde dalam konferensi pers mengatakan langkah moneter ECB berikutnya akan tergantung pada data ekonomi yang berlaku. Sehingga perkiraan akan ECB memangkas suku bunga acuan berikutnya tidak akan terjadi pada bulan Oktober melainkan pada bulan November mendatang walaupun itu juga masih belum pasti. Hari ini akan dirilis data Industrial Production untuk Uni Eropa secara keseluruhan dan inflasi CPI di Prancis.
Poundsterling juga ikut menguat terhadap dolar setelah sempat melemah ke level terendah sejak 20 Agustus yang lalu. Bank Sentral Inggris (BOE) dijadwalkan akan mengadakan pertemuan moneter pekan depan sehari setelah FOMC. Namun berbeda dengan Fed yang hampir pasti akan memangkas suku bunga, BOE diperkirakan masih akan mempertahankan suku bunga acuannya saat ini. Setidaknya menunggu data inflasi yang juga akan dirilis pekan depan namun kondisi ekonomi yang masih stagnan akan menahan BOE untuk mengambil keputusan menurunkan suku bunga lebih lanjut mengingat BOE baru saja menurunkan suku bunga pada pertemuan moneter di bulan Agustus lalu yang terlalu berdekatan waktunya. Namun masih terbuka peluang pemangkasan akan dilakukan pada pertemuan di bulan November mendatang. Hari ini akan dirilis data Ekspektasi Inflasi dari sisi konsumen.
Cek info lain di
https://agrodana-futures.com/
https://instagram.com/agrodanafuturesofficial
https://www.youtube.com/c/agrodanafuturesofficial



