
Dolar relatif tidak banyak bergerak terhadap mata uang lainnya di tengah sepinya pasar karena US Market tutup merayakan Thanksgiving dan kondisi ini diperkirakan masih akan berlanjut karena di penghujung pekan ini US Market hanya buka setengah hari saja. Sentimen pasar masih di seputar langkah moneter yang akan diambil oleh Fed setelah indikator inflasi dari sisi personal yang kemarin dirilis. Di mana inflasi walau sudah mendekati target, namun sepertinya masih belum berlanjut turun. Sementara aktifitas ekonomi juga stagnan dan sektor manufaktur dan industri cenderung menurun. Namun sektor tenaga kerja masih solid dengan tingkat upah yang terus meningkat. Sehingga dengan data-data ini membuat spekulasi akan perlunya Fed kembali memangkas suku bunga acuan meningkat guna terus memicu aktifitas ekonomi. Spekulasi akan langkah Fed memangkas suku bunga pada pertemuan moneter di bulan Desember meningkat dari sebelumnya yang di kisaran 58% naik menjadi 70% menurut data CME Group's FedWatch tool terakhir. Selain itu pasar juga mewaspadai resiko akan langkah presiden terpilih, Trump melanjutkan perang dagangnya dengan menaikkan tarif impor. Hari ini tidak ada data yang akan dirilis karena seperti dijelaskan di atas, pasar hanya buka setengah hari yang kemungkinan akan membatasi perdagangan dengan pelaku pasar yang terbatas juga.
Yen terus menguat terhadap dolar seiring dengan semakin besarnya peluang Bank Sentral Jepang (BOJ) untuk menaikkan suku bunga acuan pada pertemuan moneter dalam beberapa pekan mendatang. Spekulasi di pasar memperkirakan BOJ akan melakukan hal tersebut dengan peluang mencapai 53%. Data Core inflasi CPI meningkat dari 1.8% menjadi 2.2% yang lebih tinggi dari perkiraan hanya naik 2.0%. Meskipun data di sektor tenaga kerja sedikit menurun dengan tingkat pengangguran yang meningkat dari 2.4% menjadi 2.5% sesuai perkiraan. Sementara parlemen juga sudah menyetujui stimulus fiskal pemerintah Jepang sebanyak $141 miliar yang diharapkan akan memicu aktifitas ekonomi. Dengan stimulus ini potensi inflasi juga meningkat yang harus diimbangi dengan kenaikan suku bunga acuan.
Euro masih cenderung tertekan meski mata uang dolar mengalami koreksi sejak kemarin. Peluang pemangkasan lebih lanjut bahkan dengan ukuruan jumbo oleh Bank Sentral Eropa (ECB) membuat mata uang Euro menjadi kurang menarik. Anggota Dewan Eksekutif ECB - Isabel Schnabel juga mendukung argumen tersebut dalam wawancara semalam. Kekhawatiran akan agenda ekonomi Trump berupa kenaikan tarif impor akan sangat memukul ekonomi di kawasan ini. Sementara gejolak politik di Jerman dan Prancis juga menjadi sentimen negatif untuk perdagangan instrumen keuangan. Hari ini akan dirilis data estimasi inflasi CPI untuk Uni Eropa secara keseluruhan dengan perkiraan meningkat.
Poundsterling cukup tertahan dengan masih sedikit menguat terhadap mata uang dolar. Meski demikian ekspektasi akan langkah moneter Bank Sentral Inggris (BOE) berikutnya adalah memangkas suku bunga acuan untuk ketiga kalinya semakin meningkat. Dengan data PMI turun di bawah ambang batas 50 yang menandakan aktifitas di sektor ini masuk dalam kategori kontraksi. Ditambah dari dari sektor ritel yang menunjukkan daya beli rakyat Inggris yang menurun drastis. Hal ini dikaitkan dengan tingginya suku bunga acuan BOE saat ini. Pasar juga akan mencermati pidato dari Gubernur BOE - Andrew Bailey yang dijadwalkan pada malam ini.
Cek info lain di:



