
Dolar berlanjut semakin menguat terhadap mata uang lain seiring dengan rencana Trump untuk mempertimbangkan akan memberlakukan kondisi darurat ekonomi yang memungkinkan agenda kenaikan tarif AS dengan persentase berapapun dapat berjalan dengan mulus tanpa perlu persetujuan dari Kongres AS. Media CNN melaporkan Trump mempertimbangkan hal tersebut untuk mendapatkan pengambilan keputusan yang mutlak dan sah secara hukum untuk menaikkan tarif impor terhadap mitra dagang, baik itu sekutu AS maupun dari pihak yang dianggap pesaing bagi AS. Pasar menilai jika Trump memberlakukan kondisi darurat ekonomi maka semua agenda ekonomi lainnya juga dapat berjalan selain yang disebutkan oleh Trump tersebut. Isu utama adalah agenda ekonomi tersebut, kesemuanya berpotensi untuk memicu inflasi kembali meningkat, baik kebijakan kenaikan tarif impor, pengurangan pajak maupun kebijakan imigrasi yang lebih ketat. Sehingga dengan demikian, Fed hampir dapat dipastikan tidak akan melanjutkan pemangkasan suku bunga acuannya dan kemungkinan akan tetap mempertahanakan suku bunga acuannya untuk lebih lama lagi. Ekspektasi pasar terhadap kemungkinan Fed meneruskan pemangkasan suku bunga acuan juga semakin menurun. Dengan hanya 1 kali pemangkasan di tahun ini dan juga pengunduran waktu dari bulan Juni ke bulan Juli yang akan datang. Dan hanya 60% peluang untuk pemangkasan berikutnya jika memang ada. Meski demikian, beberapa pejabat Fed masih optimis di antaranya Gubernur Fed - Christopher Waller mengatakan inflasi akan terus turun di tahun 2025 ini sehingga Fed dapat melanjutkan penurunan suku bunga acuannya. Waller menambahkan, inflasi masih akan turun meskipun dengan laju yang lebih tertata. Sedangkan sejumlah pejabat lainnya cenderung memberikan peringatan inflasi akan terus tertahan dengan potensi kembali naik lebih dominan seiring dengan agenda ekonomi Trump mendatang. Sementara data ekonomi di sektor tenaga kerja relatif mixed dengan data penambahan lapangan kerja swasta ADP mengalami penurunan dari 146K menjadi 122K yang lebih rendah dari perkiraan hanya turun 139K. Sedangkan laporan klaim pengangguran semakin membaik hingga level terendah dalam 11 bulan terakhir dari 211K dengan hanya sebanyak 201K yang lebih baik dari perkiraan naik 214K. Meskipun berbeda, namun sepertinya sektor tenaga kerja masih cukup sehat dan ekonomi AS secara keseluruhan juga tidak ada ancaman resesi. Data yang akan dirilis hari ini adalah data PHK dari Challenger meskipun hari ini US Market tutup memperingati Hari Berkabung Nasional mengenang kematian mantan presiden Jimmy Carter yang meningggal pada 29 Desember lalu di usia 100 tahun.
Yen berlanjut melemah terhadap dolar dan semakin mendekati level psikologis 160. Level dimana pemerintah Jepang diperkirakan akan melakukan intervensi guna menahan laju pelemahan mata uang Yen berlanjut. Di sisi lain, data tingkat upah di Jepang mengalami kenaikan terbesar dalam 32 tahun terakhir menjadi 3.0% yang kebih baik dari perkiraan naik 2.7%, meski data periode sebelumnya direvisi menurun dari 2.6% menjadi hanya 2.2%. Data ini yang ditunggu oleh Bank Sentral Jepang (BOJ) dan mendukung langkah untuk menaikkan suku bunga acuannya lagi.
Euro melemah semakin dalam terhadap dolar hingga mulai ramai diisukan mata uang Euro akan mencapai parity tidak lama lagi. Parity artinya 1 Euro senilai dengan 1 Dolar AS, bahkan bisa lebih rendah lagi. Data ekonomi masih menunjukkan ekonomi di Jerman terus mengalami penurunan dengan data Retail Sales di bulan Desember turun -0.6% yang jauh lebih rendah dari perkiraan meningkat +0.5%. Meskipun data periode sebelumnya direvisi membaik dari -1.5% menjadi hanya -0.3%. Sedangkan data factory order juga menurun tajam dari -1.5% menjadi -5.4% sangat jauh dari perkiraan membaik -0.3%. Hari ini akan dirilis data Retail Sales untuk Uni Eropa secara keseluruhan dengan perkiraan meningkat karena Desember bulan Natal yang sudah seharusnya di musim liburan belanja konsumen meningkat.
Poundsterling juga terpuruk terhadap dolar hingga level teredah dalam 8.5 bulan terakhir atau sejak 22 April tahun lalu. Potensi inflasi global yang meningkat dari agenda ekonomi Trump menyebabkan bank sentral mulai khawatir akan menjadi penghambat laju pertumbuhan ekonomi domestik, termasuk di Inggris. Sehingga diperkirakan Bank Sentral Inggris (BOE) akan kembali memangkas suku bunga acuan dalam waktu tidak lama lagi. Wakil Gubernur BOE - Sarah Breeden dijadwalkan akan memberikan pidato petang ini yang diharapkan akan memberikan sinyal langkah apa yang akan diambil oleh BOE nantinya.
Cek info lain di:
https://agrodana-futures.com/
https://t.me/AGROdanaOFFICIAL
https://instagram.com/agrodanafuturesofficial
https://www.youtube.com/c/agrodanafuturesofficial



