Imbal hasil obligasi AS tenor 10-tahun naik, dan dolar mengalami penguatan saat Trump menyebut mencapai kesepakatan dengan bipartisan untuk menghindari government shutdown. Situasi tersebut membuat emas kehilangan daya tarik sebagai safe haven sehingga turun tajam di sesi New York malam tadi.
Kondisi lainnya terkait pengumuman calon ketua Fed yang baru. Trump disebut-sebut akan mengumumkannya Jumat pagi waktu Washington (sekitar malam hari waktu Indonesia). Dan Kevin Warsh dirumorkan terpilih di banding Rick Rieder. Tapi informasi ini masih simpang siur.
Teknik Ulur Waktu Trump dan Calon Kandidat Ketua Fed
AS bisa bernafas lega setelah Trump mengumumkan sudah mencapai kesepakatan dengan kelompok Bipartisan untuk menghindari Government Shutdown jelang deadline 30 Januari 2026. Trump yang mengendus kemungkinan tidak sepakatnya Senat Demokrat dan Republik dalam menentukan UU pendanaan pemerintah, langsung turun tangan dengan melakukan pertemuan dengan kelompok Bipartisan, kelompok yang sebelumnya juga menjadi jalan tengah di November untuk akhiri shutdown pemerintah yang saat itu memasuki hari ke 40.
Dengan situasi tersebut, emas kehilangan daya tariknya, dan memicu aksi jual karena terhindar dari shutdown untuk beberapa waktu ke depan.
Di sisi lain, geopolitik juga kelihatannya mulai dimainkan. Trump mengulur waktu penyerangan AS ke Iran. Trump kembali tawarkan jalur diplomasi kepada Iran meskipun usaha sebelumnya ditolak mentah-mentah Iran. Situasi ini masih abu-abu. Diplomasi bisa saja kembali ditolak, dan Trump di sisi lain sudah menumpuk pasukan di perairan Iran, cara yang sama yang pernah dilakukannya pada Venezuela. Jika Iran tidak mau atau menolak diplomasi, maka AS bisa sewaktu-waktu menyerang Iran dan estimasi akhir pekan adalah waktu yang biasa dipakai untuk meredam gejolak market secara langsung. Tapi jika Iran menerima diplomasi, maka emas akan kembali koreksi tajam sampai zona gap yang pernah terjadi di 26 Januari 2026.
Faktor lain adalah pengumuman ketua Fed yang baru. Trump dijadwalkan akan umumkan malam ini (Jumat pagi waktu Washington). Figur yang disebut-sebut media adalah Kevin Warsh. Sebenarnya siapapun yang terpilih dipastikan adalah figure yang memang siap untuk lakukan pemangkasan suku bunga dan mendukung tujuan Trump. Namun, profil masa lampau Warsh membuat pasar ragu dan menyebut bahwa ada kemungkinan bertentangan dengan Trump saat menjabat. Warsh disebut lebih hawkish daripada Powell di masa lalu. Kekhawatiran ini yang diperhitungkan market sehingga emas mengalami tekanan cepat di pagi hari ini.
Namun, terlepas dari rumor yang ada, kami tetap mewaspadai kejutan di malam hari. Geopolitik masih abu-abu, diplomasi bisa gagal dan itu akan memicu pembalikan naik cepat untuk emas. Sebaliknya, profil Warsh ataupun Rieder masih terbuka untuk menjadi pilihan Trump, dan komitmen untuk memangkas suku bunga baru akan terlihat dari penunjukkan nantinya.

Fokus Malam ini
Terlepas data ekonomi yang muncul nanti malam seputar PPI, pasar kemungkinan ekstra waspada dengan perkembangan geopolitik akhir pekan sekaligus akhir bulan yang bisa memberi kejutan, termasuk pengumuman ketua Fed.
Sedangkan PPI yang lemah, tentunya akan menjadi dorongan berharga bagi emas. Tapi data yang lebih kuat, akan memicu penurunan kembali pada emas
Tetap waspadai kemungkinan-kemungkinan yang bisa terjadi nanti malam!
Concern lainnya adalah rencana intervensi “aktual” yen oleh Jepang yang diperkirakan juga cukup terbuka, mengingat bank sentral (Fed dan BOJ) sudah melakukan “rate check” di hari Jumat yang lalu, sehingga membuka peluang tekanan dolar berlanjut. “Rate Check” diartikan sebagai sinyal serius bahwa bank akan mengendalikan pergerakan forex yang dinilai tidak sesuai fundamental. History 2022 dan 2024 menunjukkan intervensi “aktual” datang 2 hari – 1 minggu setelah “rate check” dilakukan.
Note : Tetap waspada dengan volatilitas besar pada market yang sewaktu-waktu bisa tiba-tiba berubah!

Candlestick daily ditutup doji mirip high wave candle, biasanya menandakan peluang penurunan yang bisa terjadi setelah rally impresif di sesi Asia kemarin mendekati 5600. Volatilitas meningkat di sesi NY pasca ATH 5597 tidak lagi disentuh ataupun tembus. Koreksi tajam sentuh 5100, dan pagi ini pola tersebut terulang dengan penurunan sentuh 5112 dari level tertinggi 5450.
Secara teknis, hal ini menunjukkan kecurigaan kami kemarin tentang posisi RSI yang sudah overbought saat RSI berada di level 91%. Namun, penurunan tajam terjadi dipicu oleh risiko government shutdown yang berhasil dihindari, sedangkan pagi ini penurunan dipicu oleh upaya Trump mengedepankan diplomasi dengan Iran. Area 5100-5112 berpotensi kembali ditembus jika jalur diplomasi berhasil redam ketegangan geopolitik. Proyeksi kemungkinan lebih lanjut incar zona 5000 atau 4985, area gap yang terjadi di 26 Januari 2026.

Di H4, penurunan tajam yang terjadi di sesi NY tadi malam tertahan di zona ungu 5103-5157, dan harga berbalik rebound dengan cepat ke 5425. Pola tersebut terulang di pagi ini sesi Asia, di mana kenaikan tertahan di 5450, lalu turun sampai 5112, dan sejauh ini saat artikel ditulis masih kembali menahan penurunan dan rebound kembali ke zona 5220.
Secara teknis, ini masih dalam pola yang sesuai perhitungan Elliott wave kemarin. Kenaikan wave (3) berarti sudah selesai dengan puncak 5597, sehingga penurunan tadi malam adalah fase koreksi wave (4). Dan seperti juga yang diulas kemarin, tentang risiko penurunan (skenario #2) karena posisi RSI yang overbought saat itu. Dengan demikian, saat ini ada 2 kemungkinan yang bisa terjadi dengan koreksi wave (4).
Asumsi #1, bahwa koreksi wave (4) terjadi 1 tahap. Ini berarti tekanan turun tadi malam dan pagi ini bisa dianggap sebagai akhir dari penurunan wave (4), sehingga peluang rebound bertahap akan menandai peluang dimulainya fase wave (5). Jika ini yang terjadi, maka area 5100-5110 adalah zona buy yang ideal (zona ungu), atau bisa saja terjadi penurunan lebih rendah di zona coklat 5047-5103 sebelum mulai balik naik.Asumsi #2, bahwa koreksi wave (4) terjadi 3 tahap, yaitu koreksi wave ABC. Jika penurunan pagi ini ke 5112 sebagai wave A, maka rebound diharapkan sebagai wave B dengan asumsi tertahan di zona 5250-5300. Jika ini yang terjadi, maka masih ada penurunan lainnya yang terhitung sebagai wave C, dengan peluang lebih rendah dari zona coklat (di bawah 5047), dengan potensi melirik zona 4988-5005, yang merupakan gap yang terjadi di 26 Januari 2026 yang lalu. Skenario ini memungkinkan untuk SELL lebih dulu, sampai koreksi wave (4) benar-benar selesai, sambil memantau perkembangan geopolitik yang masih abu-abu.

Per jam 11.15 WIB, harga berada di 5211.60 dengan high 5450.70, dan low 5112.16. Jika Anda melihat rekomendasi sebelumnya di website Technical Analysis Forex, Gold (XAUUSD) 30 Januari 2026, rekomendasi sebelumnya (termasuk update 1) adalah buy. Namun kondisi ini akan ditentukan dari keberhasilan kenaikan di atas zona merah 5390-5450. Jika berhasil naik, maka skema buy sebelumnya kembali dominan. Itu berarti bahwa penurunan yang kedua kalinya pagi ini sampai 5112 merupakan zona support yang cukup kuat, dan ekspektasi double bottom cukup terbuka. Tapi pola ini hanya akan valid jika terjadi penembusan neckline 5450. Selama support 5112 tidak ditembus, maka peluang double bottom masih terbuka.
Sebaliknya, jika kenaikan gagal untuk balik naik, minimal di atas 5250, maka waspada retest berikutnya di zona support 5160 ataupun 5100-5112 akan berpotensi menekan lebih lanjut. Jika harga terus bertahan di bawah, trendline support 5200, maka tekanan turun diperkirakan masih akan dominan beberapa waktu ke depan.
Penembusan di bawah 5160 dan 5100 berpeluang tekan lebih lanjut, dan zona 5045-5050 menjadi target terdekat berikutnya. Sedangkan jika diplomasi AS-Iran berhasil, maka penurunan diperkirakan bisa menyentuh zona gap yang terjadi di 23-26 Januari 2026 yang lalu, kisaran 4985-5005.
Waspadai di sesi New York! Bisa saja terjadi gelombang pembalikan dan pergerakan yang cepat kembali mengingat situasi geopolitik masih jauh dari selesai, dan upaya diplomasi masih bisa gagal!
Untuk malam hari sebaiknya Anda fokus perhatikan catatan kami di grafik H4!
Trading Strategy:
Opsi SELL on Rally (updated jam 11.25 WIB)
Entry: 5250-5252
(atau cek di artikel untuk opsi lainnya)
Target/Reward : 5238 ($12 - $14)
(Alternatif Follow SELL jika tembus 5160, target terdekat 5150, terjauh 5130, sesuaikan stop loss dengan risk management masing-masing)
Stop Loss: 5258.00 ($6 - $8)
(ideal 3-5 poin di atas 5260.00)
Risk Reward: 1: 2
Opsi BUY on Dip
Entry : 4988.00 – 4990.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif )
Target/Reward: 5002.00 ($12 - $14)
Stop Loss: 4982.00 ($6 - $8)
(ideal SL 3-5 poin di bawah 4980)
Risk Reward: 1: 2
Disclaimer: Artikel ini berupa pandangan Agrodana Research, Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan atau menjual market tertentu. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
Research & Analysis PT Agrodana Futures



