
Presiden Trump di 23 Mei menulis bahwa nota kesepahaman tentang kesepakatan damai dengan Iran sebagian besar sudah disepakati. Hal ini menandakan kemajuan dalam diplomasi kedua negara dan para mediator di Pakistan. Trump bahkan memposting dalam media sosialnya bahwa perjanjian yang sedang dibahas tersebut salah satunya adalah pembukaan kembali Selat Hormuz yang merupakan lalu-lintas vital untuk energi global. Jika tidak ada kendala, Trump diagendakan akan umumkan dalam waktu dekat!
Hormuz Dibuka, Tekanan Inflasi Reda?
Kekhawatiran terbesar pasar global sejauh ini adalah tekanan inflasi yang melonjak akibat gangguan pasokan selama Selat Hormuz ditutup karena dampak ketegangan di Timur Tengah. Namun, hal itu mungkin akan mulai melonggar saat Selat Hormuz benar-benar dibuka. Jika kesepakatan resmi diumumkan, maka bagian penting dari penyelesaian konflik tersebut adalah mengurai kembali pasokan energi yang tertunda akibat penutupan Selat Hormuz selama konflik.
US-Iran: Deals is Coming?
Minggu depan semua orang akan fokus dengan proses diplomasi AS dan Iran. Kabar baiknya, saat artikel disusun, Trump menuliskan di media sosialnya tentang draft kesepakatan yang sebagian besar sudah disetujui dan keterlibatan negara-negara Teluk bersama Pakistan yang sudah menjadi mediator sejak beberapa bulan terakhir. Jika informasi ini valid, maka Minggu malam waktu setempat, Trump mungkin akan mengumumkannya dan pembukaan Senin akan menjadi fase penting bagi Oil dan Emas!
PCE AS & Tokyo CPI
Kedua negara akan merilis laporan inflasi yang sama-sama menjadi titik data penting lainnya untuk pertimbangan kebijakan moneter dalam waktu dekat. PCE menjadi indikator inflasi yang paling disukai Fed, dan Tokyo CPI mengukur inflasi di kota terbesar Jepang sebagai tolok ukur BOJ. Meskipun Selat Hormuz diagendakan dibuka kembali, tapi data minggu depan adalah data bulan sebelumnya sehingga kemungkinan masih cenderung panas. Namun, ekspektasi pelonggaran kemungkinan akan direspons oleh pasar meski data tinggi
Untuk zona Inggris maupun Eropa, minggu depan bukanlah minggu dengan banyak data sehingga pasar diperkirakan akan relatif lebih sepi dibanding minggu sebelumnya. Eropa hanya akan mencermati pidato dari beberapa pejabat bank sentral, sampai akhirnya ditutup dengan data CPI Jerman yang akan dirilis di hari Jumat. Terlepas dari hal itu, pasar akan ikut mencermati pergerakan dolar AS dan juga keseluruhan proses perdamaian Iran-AS
Potential Stock Rally
Indeks saham AS bergerak agresif dalam beberapa hari terakhir di minggu lalu, sebagian besar didukung optimisme terhadap geopolitik, dan dorongan perusahaan-perusahaan teknologi yang berfokus pada AI. Sepertinya rally akan berlanjut jika memang kesepakatan AS-Iran tercapai. Aksi profit taking mungkin relatif terbatas, dan bahkan gangguan dari data GDP maupun PCE kelihatannya akan direspons terbatas, tertutup oleh euphoria kesepakatan damai AS-Iran, jika memang benar terwujud.


USÂ CB Consumer Confidence
26 Mei 2026
Conference Board (CB) consumer confidence mengukur level keyakinan konsumen terhadap aktivitas ekonomi. Biasanya digunakan untuk memperkirakan pengeluaran konsumen yang menjadi tolok ukur aktivitas ekonomi secara keseluruhan
ECB Press conference
28 Mei 2026
Press conference ECB biasanya dilakukan setiap bulan, sekitar 45 menit sampai 1 jam. Bagian pertama biasanya pembacaan pernyataan, diikuti sesi tanya jawab. Dalam presscon ini nantinya pasar bisa mengetahui faktor apa saja yang menentukan keputusan suku bunga ECB
US GDP & PCE
28 Mei 2026
Core PCE merupakan data inflasi yang mengecualikan dampak dari harga makanan dan energi, sehingga dianggap lebih stabil. Ini merupakan ukuran inflasi yang disukai Fed. Angka yang lebih tinggi akan mendorong kenaikan dolar dan memicu kekhawatiran kenaikan suku bunga Fed
Tokyo Core CPI
29 Mei 2026
Data ini merupakan indikator yang mengukur perubahan harga dari barang-barang dan jasa yang dibeli konsumen Tokyo, tapi tidak termasuk makanan. Angka yang lebih tinggi berpeluang mendorong kembali ekspektasi kenaikan suku bunga BOJ, dan mungkin menjadi solusi atas pelemahan yen
German CPI
29 Mei 2026
Sama halnya dengan CPI lainnya, data ini juga menjadi laporan yang ditunggu bank sentral. Untuk zona Eropa, inflasi Jerman mungkin bisa menjadi petunjuk karena Jerman merupakan ekonomi terbesar di zona Eropa. ECB berada di sisi dilema antara berjuang melawan inflasi atau mengatasi perlambatan ekonomi di Eropa.

Optimisme Trump tentang perang segera berakhir kemungkinan tidak lagi hanya optimisme, tapi segera terwujud. Trump bahkan disebut-sebut siap umumkan kesepakatan ini segera setelah draft kesepakatan selesai, dan paling cepat minggu malam waktu setempat. Jika benar dan kesepakatan segera tercapai, maka hal ini berpotensi membuat pasar relatif tenang. Salah satu poin dalam kesepakatan adalah dibukanya kembali Selat Hormuz dan jika hal itu terjadi, maka kecemasan terhadap inflasi mulai terurai, meski prosesnya bertahap. Kondisi ini berpeluang membuat emas dibuka gap up di hari Senin pagi. Dan selanjutnya jika kesepakatan benar-benar terwujud, berarti perang selesai sebelum Juni, lebih cepat dari perkiraan kami yang sempat kita ulas di live streaming hari Jumat kemarin di youtube @AgrodanaFuturesOfficial. Secara teknis, hal ini sekaligus mendukung pola falling wedge yang terdeteksi di H1, H4 maupun daily, dengan resistance utama 4645 yang akan memvalidasi reversal bullish yang kuat jika berhasil ditembus. Selanjutnya dorongan bullish diperkirakan akan memuluskan zona 4800 (MA100 Daily) ditembus. Sebaliknya, jika Trump berubah pikiran, trader wajib waspada tekanan di bawah 4350!
Daily Trend : Bearish
Weekly Trend :Â Bullish
(R) :Â 4750, 4995, 5225
(S) : 4453, 4350, 4020
Daily Trend : Bearish
Weekly Trend :Â Strong Bearish
(R) :Â 104.40, 110.85, 117.54
(S) : 87.90, 70.00, 55.70
Saat artikel disusun, Minggu pagi waktu Indonesia kabar menyebutkan bahwa kesepakatan AS dan Iran segera terjadi, dan Trump diharapkan segera umumkan secara resmi di hari Minggu malam waktu setempat. Kini draft final diharapkan segera dirilis, dan salah satu poin kesepakatan tersebut mencantumkan tentang pembukaan Selat Hormuz. Jika semua informasi ini valid, maka oil berpotensi dibuka gap down di hari Senin pagi, dan peluang penurunan sepertinya berlanjut, sesuai pernyataan Trump dalam beberapa hari terakhir yang cenderung melempar optimismenya bahwa perang segera berakhir dan minyak segera turun. Secara teknis, weekly candle ditutup turun sehingga peluang untuk penurunan pun saling mendukung di sisi teknis dan fundamental (jika memang informasi valid). Daily dengan pola symmetrical triangle kemungkinan segera mendapat jawaban. Support area di 91-92 kemungkinan dengan mudah ditembus didorong oleh pembukaan gap down. Reaksi berikutnya yang diharapkan adalah kita segera melihat zona 80-82 pun ditembus, dengan peluang besar berlanjut hingga zona di bawah 75. Sebaliknya, tetap waspada jika Trump berubah pikiran, maka minyak bisa saja gagal turun, dan justru berbalik naik dengan cepat. Situasi ini bisa membuat oil kembali naik ke $100

Candle weekly kembali ditutup bearish, dengan harga penutupan terakhir di hari Jumat berada di 1.15990, cukup dekat dengan EMA50 weekly yang ada di 1.15670. Kita mungkin bisa melihat rejection dari EMA50 seandainya dolar kembali melemah minggu depan, itu pun dengan catatan jika didukung kesepakatan antara AS dan Iran. Tapi skenario terburuk adalah tekanan menembus ke bawah EMA50 dan karena situasi yang tidak pasti dalam geopolitik akhirnya ikut memicu penurunan lebih lanjut hingga zona 1.14000. Pidato para pejabat ECB mungkin sedikit berdampak, tapi semua akan menunggu perkembangan AS dan Iran
Resistance : Â 1.16700, 1.18500, 1.20800
Support : 1.13667, 1.11450, 1.09250
Outlook : Bearish

Secara harian, Pound kurang mengesankan dengan pergerakan yang nyaris rata dan 2 candle terakhir ditutup doji. Tapi secara mingguan, pound lebih baik dari euro di mana weekly candle berhasil ditutup bullish, meskipun secara teknis masih ada 1 penghalang EMA20 di 1.34222 yang perlu diatasi. Posisi trendline support mingguan di 1.31400 juga tetap perlu diwaspadai. Kegagalan naik di atas zona 1.34222 akan mengancam zona support, terlebih jika situasi geopolitik kembali buntu dan menimbulkan kecemasan terhadap eskalasi militer. Dengan minimnya data ekonomi, pasar akan lebih mencermati perkembangan AS-Iran yang ikut pengaruhi kestabilan global
Resistance : 1.35880, 1.37800, 1.39200
Support : 1.33000, 1.31800, 1.30000
Outlook : Bullish

Kabar buruknya adalah yen tetap melemah meskipun ancaman intervensi tetap digaungkan Menteri Keuangan Katayama. Kabar baiknya, mungkin solusi dari diplomasi AS dan Iran bisa meredam pelemahan. Namun, kondisi ini masih harus menunggu sehingga peluang pelemahan yen sepertinya masih bisa berlanjut. Dengan harga kembali berada di zona 159, spekulan mungkin enggan bersikap terlalu agresif karena semakin meningkatnya ancaman intervensi, terutama di area mendekati 160-161. Data inflasi Jepang di hari Jumat bisa kembali menjadi tambahan pertimbangan bagi BOJ yang didesak untuk menaikkan suku bunga. Peluang pelemahan yen juga diperumit oleh program Takaichi yang ingin memberi subsidi atas kenaikan energi
Resistance : Â 160.710, 162.500, 163.000
Support : 157.500, 155.480, 154.395
Outlook : Bullish

Candle weekly ditutup doji yang biasanya menandakan peluang kenaikan yang mulai kehabisan tenaga. Tapi daily masih memiliki ruang untuk naik dengan pola double bottom yang tinggal menunggu tembus neckline yang berada di zona 99, tepat di area penutupan Jumat kemarin. Seandainya situasi geopolitik tidak membaik, dan Trump memilih mengakhiri perang dengan serangan militer, maka dolar kemungkinan bisa mengalami kenaikan cepat, sebelum akhirnya turun. Case 2025 adalah contoh di mana perang diakhiri dengan deklarasi gencatan senjata setelah serangan terakhir
Resistance : 100,55, 101.5, 102.300
Support : Â 98.000, 96.800, 95.200
Outlook : Limited Bullish

Candle weekly ditutup bullish dan kembali dekati ATH baru. Peluang kenaikan secara teori masih terbuka. Namun, secara teknis, pola bearish divergence berpotensi menghambat kenaikan tersebut. Meski demikian, ada harapan penurunan tersebut mungkin relatif terbatas. Zona support di kisaran 59685 dan 59335 adalah zona yang wajib diwaspadai dalam potensi penurunan! Jika tembus, maka kemungkinan terburuk kita akan melihat tekanan hingga 56200 (EMA20 Weekly). Tapi sama halnya dengan Nasdaq, jika geopolitik membaik (ditandai kesepakatan AS dan Iran), maka tekanan turun mungkin terbatas, dan rally berpotensi berlanjut
Resistance : 64000, 65500, 67000
Support : 61800, 60900, 59010
Outlook : Bearish

Weekly candle ditutup spinning tops, secara teori peluang bearish maupun bullish berimbang. Tapi masalahnya adalah indeks hang seng berada di bawah zona minggu sebelumnya, sehingga tekanan turun dikhawatirkan lebih besar daripada kenaikan. Kondisi ini diperparah jika support EMA50 weekly 25200 ditembus, dan mulai mengancam zona 24450. Jika situasi geopolitik semakin buruk, indeks global mengalami tekanan, dan Hang Seng kemungkinan lebih menderita di antara indeks lainnya. Tapi ekspektasi stimulus pemerintah China maupun PBOC kemungkinan bisa menahan tekanan tidak lebih terlalu tajam. Meski demikian, pasar perlu waspada dengan gelombang kejut berikutnya yang bisa muncul jika Trump memilih mengakhiri perang dengan serangan militer terakhir untuk menghancurkan nuklir Iran
Resistance : 26500, 27500, 28150
Support : 25000, 24450, 23600
Outlook : Bearish

Candle weekly ditutup bullish, tapi dengan bentuk candle yang mirip dengan hanging man. Secara teori ada tanda-tanda untuk terjadinya penurunan atau pun profit taking pasca rally berturut-turut yang mendominasi dalam 1 bulan terakhir. Bahkan daily candle ditutup shooting star dan potensi doble top sepertinya juga didukung oleh peluang bearish divergence. Kondisi ini akan bergantung pada perkembangan geopolitik, meskipun data PCE mungkin akan menjadi informasi tambahan bagi Fed. Waspadai penurunan di bawah 28800 jika situasi geopolitik memanas, dan resistance 29780 gagal ditembus! Sebaliknya, jika AS dan Iran mencapai kesepakatan, maka rally berpotensi lanjut dengan ATH baru siap tercipta!
Resistance : 30000, 31000, 32000
Support : 29100, 28500, 26500
Outlook : Bearish

Kabar baiknya adalah candle weekly berhasil ditutup bullish dan pola v-bottom kemungkinan terulang seperti periode 2025 saat bottom April berhasil naik bertahap hingga periode Juni, diikuti penembusan neckline di bulan Agutsus 2025. Posisi kali ini lebih menguntungkan karena cukup dekat dengan neckline 50600, bahkan penutupan Jumat berada di 50616. Secara teori sudah valid untuk dikatakan tembus. Tapi butuh 1 candle weekly yang konsisten ditutup di atas 50600. Kabar buruknya, daily candle ditutup shooting star dan dibayangi bearish divergence sehingga peluang turun juga membayangi. Fokus tidak hanya data tapi juga geopolitik
Resistance : 51200, 52000, 52500
Support :Â 50000, 49600, 48500
Outlook : Bullish
Disclaimer:
Seluruh pernyataan dan ekspresi yang disampaikan sebagai prakiraan dan analisa adalah semata-mata bertujuan informatif dan tidak dimaksudkan sebagai nasihat investasi. Pendapat yang disampaikan dapat berubah tanpa pemberitahuan. Pasar Valuta Asing, Kontrak Berjangka, Komoditi & CFD (Contract For Difference) bersifat volatile dan berisiko tinggi.



