
Memasuki bulan Juni dengan situasi geopolitik yang belum jelas. Tapi kabar baiknya adalah bahwa MoU gencatan senjata 60 hari sudah rampung, hanya tinggal menunggu persetujuan Trump. Meski sempat umumkan pencabutan blokade atas Iran, tapi pernyataan Trump tentang nuklir membuat Iran kembali membantah dan hasil rapat Trump dengan para penasihatnya tidak menghasilkan keputusan apapun. Minggu depan keputusan ini akan krusial dan menentukan apakah gencatan senjata segera berlaku
Fed Speakers: Waller, Powell, Kashkari
Minggu depan juga menjadi kemunculan perdana Powell bukan sebagai ketua Fed, tapi sebagai Gubernur Fed. Powell akan silih berganti dengan Christopher Waller dan Neel Kashkari memberi pandangannya minggu depan. Ketiganya akan memberi pernyataan yang bisa pengaruhi sentimen. Dan minggu depan adalah kesempatan mereka sebelum memasuki periode “blackout” menjelang FOMC Juni di tanggal 17-18 Juni. Pasar diperkirakan akan fluktuatif.
Nasib “Ceasefire” Di Tangan Trump
Di hari Jumat, Trump menyebut dalam medsosnya bahwa Iran harus menyetujui bahwa mereka tidak akan pernah memiliki senjata nuklir atau bom nuklir. Selat Hormuz harus segera dibuka tanpa pungutan apa pun untuk lalu lintas pelayaran tanpa hambaran. Semua ranjau laut (jika ada) akan dihapus. Trump juga menyebut blokade laut oleh AS akan dicabut. Tapi sayangnya Iran menolak poin tentang nuklir dan aset yang dibekukan. Kondisi ini akan mempersulit harapan diplomasi jika Trump menolak menyetujui MoU.
NFP Diperkirakan Melunak
Di sisi lain, data NFP kelihatannya sedikit melunak. Angka sebelumnya 115K, dan ekonom memperkirakan terjadi penurunan ke 95K. Meski demikian, para pejabat Fed sebelumnya mengatakan pasar tenaga kerja yang relatif solid sehingga fokus mulai bergeser ke inflasi yang disebabkan gangguan pasokan sebagai dampak dari perang. Namun, kejutan lemah tentunya akan dihargai oleh pasar sehingga Fed mungkin harus pertimbangkan kembali tentang pasar tenaga kerja dalam pertemuan FOMC Juni mendatang
Angka flash CPI zona Euro di bulan April sedikit lebih tinggi dari perkiraan tingkat inflasi umum 3.0% y/y, sedangkan sektor jasa melambat menjadi 3.0% (sebelumnya 3.2%) dan sebagian besar tekanan tersebut tetap terkonsentrasi pada sektor energi. Untuk bulan Mei, data dari Prancis, Jerman, Italia dan Spanyol menunjukkan angka utama sejalan atau sedikit lebih rendah dari sebelumnya. Meski demikian, angka 3.0% y/y tidak akan membuat pasar beralih dari narasi kenaikan suku bunga oleh ECB di pertemuan Juni mendatang
ISM Manufacture PMI
Laporan manufaktur dari ISM akan menjadi data lainnya yang juga perlu diperhatikan dari AS. Sebagai indikator, PMI manufaktur versi S&P Global naik menjadi 55.3 di bulan Mei dari 54.5, level tertinggi dalam 48 bulan. Indeks produksi juga menguat menjadi 56.2, tertinggi dalam 49 bulan. Masuknya pesanan baru yang signifikan sekali lagi didorong oleh penimbunan stok sebagai tindakan pencegahan oleh klien, bukan karena permintaan. Jika ini sejalan, maka data versi ISM mungkin akan dirilis lebih baik dari perkiraan.


US ISM Manufacture PMI
1 Juni 2026
Laporan sebelumnya berada di 52.7, sedangkan bulan Mei diperkirakan naik ke 53.3. Angka yang lebih tinggi akan memicu penguatan dolar dan semakin mengikis peluang pelonggaran moneter Fed. Angka yang lebih rendah akan membuat dolar melemah
EUR CPI
2 Juni 2026
ECB menunggu laporan terbaru tentang inflasi di zona Eropa sebelum memutuskan perlu menaikkan atau tidak terhadap suku bunganya. Angka yang lebih tinggi akan membuat peluang kenaikan suku bunga semakin terbuka. Angka yang rendah akan meredam ekspektasi tersebut
US ADP Employment
3 Juni 2026
Laporan diperkirakan naik tipis dari sebelumnya 109K ke 110K. Meski sering dikorelasikan terhadap NFP, tapi tidak ditemukan korelasi positif antara keduanya. Tapi pasar akan mendapat gambaran tentang pasar tenaga kerja dari ADP yang sering dianggap versi swasta dari NFP
US ISM Non Manufacture PMI
3 Juni 2026
ISM services atau non manufacture juga akan menjadi data penting lainnya. Bulan sebelumnya berada di 53.6, dan bulan Mei diperkirakan tetap. Angka yang lebih tinggi akan membuat dolar menguat. Sebaliknya, data yang lebih lemah akan membuat dolar melemah
US Non Farm Payrolls
5 Juni 2026
Laporan paling ditunggu di hari Jumat. Diperkirakan turun dari 115K ke 95K. Angka yang lebih rendah akan membuat dolar melemah, sedangkan angka yang lebih tinggi akan memicu penguatan dolar. Meski Fed sudah bergeser fokus ke Inflasi, tapi laporan yang melunak dari NFP akan membantu meredam kekhawatiran pasar terhadap potensi pengetatan kebijakan moneter Fed

Geopolitik tetap yang terdepan, tapi kali ini juga akan sensitif dengan data NFP di hari Jumat. Situasi Iran dan AS sebenarnya sudah lebih baik dengan draft MoU Gencatan Senjata 60 hari yang sudah rampung tinggal menunggu persetujuan Trump untuk dijalankan. Namun, situasi itu sepertinya tetap rumit karena poin kesepakatan apapun dianggap tidak memuaskan Trump untuk Iran memusnahkan uraniumnya untuk mencegah mereka memiliki senjata nuklir. Setiap kesepakatan hampir terwujud, Trump terus mendesak Iran harus setuju musnahkan lebih dulu uranium. Terlepas dari itu, NFP yang lunak akan membantu emas. Tapi NFP yang tinggi akan mempersulit emas. Support level saat ini berada di zona 4366 dan dianggap support yang paling riskan dari tekanan turun lebih lanjut. Jika geopolitik gagal mencapai kesepakatan, tekanan ke 4366 bisa memberi ancaman serius sehingga tekanan di bawah 4300 kemungkinan bisa terjadi dengan target maksimal 4100. Tapi jika Trump setuju, lalu Selat Hormuz mulai dibuka, dan blokade AS atas Iran dicabut, maka resistance 4660 kemungkinan bisa dicapai. Dan situasi yang membaik akan mendorong hingga potensi kisaran 4700-4800
Daily Trend : Bullish
Weekly Trend : Limited Bearish
(R) : 4665, 4750, 4850
(S) : 4420, 4350, 4090
Daily Trend : Bearish
Weekly Trend : Strong Bearish
(R) : 95.00, 110.85, 117.54
(S) : 83.21, 73.80, 67.80
MoU gencatan senjata 60 hari sudah rampung, tapi keputusan di tangan Trump. Begitu kesepakatan disetujui, maka dilanjut dengan penandatanganan kedua pihak dan proses berikutnya akan melalui 2 tahap yang semakin membuka lebar untuk harapan mengakhiri perang. Trump sempat mengumumkan blokade laut di Selat Hormuz dicabut dan menyebut bahwa Iran sepakat untuk memusnahkan uranium yang diperkaya. Hal itu membuat Iran membantah pernyataan Trump sehingga harapan untuk persetujuan Trump menjadi sirna. Risiko ini akan kembali mengintai minggu depan. Secara teknis, peluang penurunan kemungkinan semakin terbuka setelah harga berhasil turun hingga ditutup di bawah $90. Support $85-87 diuji dan jika tembus, maka besar kemungkinan harga minyak segera mendekati area 77-78 kembali. Namun, jika Trump terus memancing ketidaksenangan Iran, maka hal itu bisa kembali memicu tindakan militer, dan ketegangan yang berlanjut. Kondisi ini bisa membuat minyak kembali naik dan penembusan di atas $101 kembali terbuka. Bahkan skenario terburuk, harga bisa kembali tembus $115 dalam waktu dekat jika eskalasi militer terjadi. Sedangkan skenario terbaik, proses pembukaan Selat Hormuz akan memudahkan pasokan kembali terurai, dan minyak potensi turun di bawah $75

Kabar baiknya adalah bahwa harga tetap bertahan di atas EMA50 weekly di 1.15600, dan untuk sementara waktu terhindar dari tekanan lebih lanjut. Tapi kabar buruknya, risiko penurunan masih mengintai dan sewaktu-waktu bisa berbalik dominan jika kenaikan gagal bangkitkan Euro di atas 1.17960. Risiko ini bisa terjadi jika Trump menolak menyetujui MOU gencatan senjata 60 hari. Situasi bisa memburuk dan menekan Euro hingga di bawah 1.14000 jika geopolitik memanas. Tapi jika Trump setuju dan gencatan senjata mulai berjalan, maka ada harapan untuk Euro lanjutkan penguatan tersebut.
Resistance : 1.18000, 1.20800, 1.22000
Support : 1.14000, 1.11450, 1.09250
Outlook : Bullish

Kita masih melihat pergerakan yang relatif sama dengan minggu sebelumnya, dan rebound minggu lalu juga bukan hal yang mengesankan bagi Pound. Situasi ini mungkin berlanjut minggu depan, dan bisa saja lebih parah jika geopolitik kembali memanas. Candle weejky ditutup doji. Kondisi ini akan bergantung pada EMA50 weekly 1.33500. Jika ditembus, maka tekanan turun mendominasi. Jika tidak tembus, peluang rebound cukup terbuka, tapi bullish baru lebih kuat jika tembus resistance 1.36250. Market menunggu persetujuan Trump tentang proses selanjutnya dari MoU Gencatan senjata MoU!
Resistance : 1.35880, 1.37800, 1.39200
Support : 1.33000, 1.31800, 1.30000
Outlook : Bullish

Yen nyaris tidak bergerak banyak di 2 minggu berturut-turut. Harga bertahan di zona 158-159, tanpa ada kejelasan. Namun, kabar baiknya di 2 hari terakhir minggu lalu yen mulai sedikit menguat, meskipun masih tipis dan secara umum tidak terlihat turun banyak. Kita masih harus menunggu pemicu utama dan hal itu mungkin datang dari keputusan Menkeu Jepang apakah terus memantau mata uang atau menyerahkan ke BOJ untuk mulai bertindak. Satu-satunya cara paling aman adalah tetap incar sell karena ada kekhawatiran intervensi di zona-zona 159-160, termasuk 161. Namun, jangan berharap turun banyak selama risiko geopolitik tetap terbuka, dan juga belum ada tindakan nyata dari Jepang terhadap pelemahan mata uangnya
Resistance : 160.710, 162.500, 163.000
Support : 157.500, 155.480, 154.395
Outlook : Bearish

Candle weekly ditutup shooting star, yang menandakan peluang turun kemungkinan mendominasi minggu depan. Hal ini menjadi pendukung positif dari harapan tercapainya kesepakatan antara AS dan Iran jika MoU gencatan senjata 60 hari disetujui Trump. Jika benar, maka DXY berpeluang turun hingga zona 98.000, dan jika Selat Hormuz mulai dibuka, tekanan kemungkinan berlanjut hingga zona 97.000. Sebaliknya, jika Trump menolak untuk MoU, trader wajib waspada karena DXY berpotensi balik naik dengan cepat dan memicu kenaikan hingga tembus kembali 99.300
Resistance : 99.300, 100,550, 101.500
Support : 98.000, 97.300, 96.000
Outlook : Bearish

Candle weekly ditutup bullish setelah kembali mencetak ATH baru di 66650. Namun, kabar buruknya adalah RSI mengindikasikan formasi bearish divergence yang berarti ada peluang untuk turun, entah koreksi maupun reversal. Meski demikian, situasinya akan bergantung pada kesepakatan gencatan senjata 60 hari AS-Iran yang sampai saat ini belum ada persetujuan Trump. Jika geopolitik memanas, Nikkei bersama Wall Street kemungkinan ikut tertekan. Trader perlu waspadai support 63800 (low minggu lalu) yang kemungkinan terancam. Jika tembus, peluang tekanan turun melirik zona 62000. Sebaliknya, jika geopolitik rendah, maka bersiap untuk cetak ATH baru!
Resistance : 67000, 68500, 70300
Support : 65000, 64000, 61800
Outlook : Bullish

Weekly candle ditutup bearish setelah minggu lalu ditutup spinning tops. Ini bukan pertanda yang bagus untuk Hang Seng. Kondisi ini menyiratkan peluang tekanan turun berlanjut, dan itu berarti support 24170 terancam ditembus. Zona 23000 dan 22500 kemungkinan target potensial. Tapi jika 24170 tidak ditembus, mungkin kita akan melihat upaya rejection dari zona tersebut, dan kemudian membuka peluang untuk terbentuknya double bottom. Meski demikian, pola ini perlu waktu untuk bisa dianggap valid karena neckline akan berada di 26850. Sebagai langkah awal kita butuh candle berikutnya ditutup hammer supaya membuka ruang untuk terbentuknya double bottom tersebut. Jika tidak, maka tekanan turun cenderung mendominasi beberapa waktu ke depan.
Resistance : 26500, 27500, 28150
Support : 24450, 23600, 22500
Outlook : Bearish

Weekly candle ditutup bullish sehingga secara teori seharusnya membuka peluang untuk kenaikan lebih lanjut. Kabar buruknya, baik daily maupun H4 terdeteksi membentuk pola bearish divergence yang secara teknis memberi petunjuk tentang peluang koreksi turun maupun profit taking dalam waktu dekat. Support 30000 adalah zona potensial, dan jika tekanan berlanjut, maka trader perlu waspadai zona 29800. Sebaliknya, jika 30000 tetap efektif, demand mungkin mendorong lebih kuat untuk kembali ke jalur kenaikan. Tapi risiko geopolitik tetap menjadi ancaman, selain tentunya di hari Jumat akan diakhiri dengan rilis data non farm payrolls yang juga dinantikan.
Resistance : 31000, 32000, 33000
Support : 29100, 28500, 26500
Outlook : Bullish

Kabar baiknya weekly berhasil tembus resistance 50600 yang merupakan resistance sekaligus sebagai neckline dari pola yang dicurigai sebagai V-bottom. Secara teori ini menandakan ruang kenaikan masih sangat terbuka untuk lanjut cetak ATH baru. Kabar buruknya adalah kenaikan tersebut masih rapuh, dan Dow bisa turun kembali di bawah 30600 sewaktu-waktu. Posisi RSI weekly menunjukkan puncak kedua yang lebih rendah dibanding puncak pertama sehingga memberi kewaspadaan tersebut. Minggu depan pasar tunggu kejelasan gencatan senjata 60 hari dan juga non farm payrolls di hari Jumat.
Resistance : 51200, 52000, 52500
Support : 50600, 49600, 48500
Outlook : Bullish
Disclaimer:
Seluruh pernyataan dan ekspresi yang disampaikan sebagai prakiraan dan analisa adalah semata-mata bertujuan informatif dan tidak dimaksudkan sebagai nasihat investasi. Pendapat yang disampaikan dapat berubah tanpa pemberitahuan. Pasar Valuta Asing, Kontrak Berjangka, Komoditi & CFD (Contract For Difference) bersifat volatile dan berisiko tinggi.



