
Setelah NFP yang mengejutkan minggu lalu, pasar kini beralih dengan inflasi di tanggal 10 Juni. Masalahnya data ini akan menjadi petunjuk utama bagi Fed di pertemuan 16-17 Juni mendatang yang sekaligus merupakan ujian perdana Kevin Warsh sebagai Ketua Fed. Pasar diwarnai kecemasan bahwa inflasi akan tetap tinggi karena situasi perang yang belum selesai. Tapi ada kabar baik. Harga minyak sudah relatif melonggar di zona $90. Tapi, apakah cukup untuk mendinginkan inflasi?
Situasi Geopolitik Naik-Turun
Sampai jelang penutupan sesi perdagangan hari Jumat kemarin, pasar masih cukup optimis jika AS dan Iran akan segera mencapai kesepakatan seperti yang disampaikan Trump. Tapi hal itu tidak terjadi. Sampai artikel ini ditulis, baik Iran maupun AS belum menunjukkan tanda-tanda akan duduk bersama untuk meredakan ketegangan. Iran masih menuntut pencairan terhadap aset yang dibekukan sebelum melanjutkan pembahasan ke arah konsesi nuklir. Jelas ini akan mempersulit Fed jelang FOMC Juni
Badai Inflasi Ancam Wall Street
Setelah data NFP Jumat yang mengejutkan lebih tinggi dari perkiraan, minggu depan pasar masih harus berjuang menghadapi data inflasi terbaru AS. Pasar kini sepenuhnya memperhitungkan kenaikan suku bunga 25 bps dari Fed di bulan Desember karena data NFP yang kuat sehingga Wall Street bertumbangan. Kondisi ini mungkin berlanjut jika inflasi CPI AS minggu depan juga memberi kejutan lebih tinggi. Bahkan hal ini bisa menjadi rambu-rambu karena seminggu kemudian Fed akan melakukan pertemuan di 16-17 Juni
+25 bps ECB “Sudah Diantisipasi”?
Pasar secara luas memperkirakan ECB akan mulai menaikkan suku bunga di pertemuan 11 Juni mendatang. Ini akan menjadi pertama kalinya bagi ECB, lebih cepat dari BOE maupun Fed. Sejak 2 pertemuan terakhir, para pejabat ECB mayoritas bersikap hawkish. Namun, keputusan tetap bergantung pada data ekonomi seperti yang ditegaskan Lagarde. Minggu depan adalah waktu yang tepat menurut sebagian besar ekonom. Namun, kemungkinan besar 25 bps sudah diantisipasi pasar sehingga Euro belum tentu menguat banyak
Tidak hanya AS, China juga akan merilis laporan inflasi konsumen (CPI) dan produsen (PPI) di hari Rabu. Data tersebut bisa menjadi indikasi apakah ekonomi China benar-benar sehat atau tidak. Jika inflasi tumbuh sesuai ekspektasi, maka Hang Seng mungkin akan bergerak naik. Tapi tidak semudah itu. Inflasi yang tinggi berarti pemerintah maupun PBOC akhirnya tidak akan merilis stimulus untuk merangsang pertumbuhan ekonominya. Dan hal itu bisa berarti tekanan untuk Hang Seng yang mengharapkan pelonggaran fiskal maupun moneter.
GDP Jepang
Laporan pertumbuhan GDP Jepang akan dirilis di hari Senin. Laporan jni akan memberi petunjuk tambahan yang diperlukan BOJ sebelum memutuskan apakah harus menaikkan suku bunga atau kembali menundanya di pertemuan BOJ 2 pekan ke depan. Dalam pidatonya Ueda menekankan bahwa bank sentral tetap akan berada di jalur kenaikan suku bunga, asalkan inflasi naik karena permintaan domestik yang pulih, dan indikator pertumbuhan ekonomi cenderung membaik sebagai pertanda aktivitas ekonomi Jepang mulai tumbuh.


JPY GDP Q1
8 Juni 2026
Data ini bisa menjadi petunjuk tambahan bagi BOJ sebelum pertemuan mendatang. Laju pertumbuhan ekonomi yang meningkat berpotensi mendukung BOJ untuk kenaikan suku bunga berikutnya sehingga Yen berpeluang menguat
CNY CPI
10 Juni 2026
Laporan inflasi China akan dirilis beberapa jam sebelum data AS. Inflasi sebelumnya di 1.2%, diperkirakan naik ke 1.3%. Angka yang lebih tinggi akan membuat pasar optimis ekonomi China membaik. Tapi hal itu juga memperkecil peluang stimulus untuk ekonomi
US CPI
10 Juni 2026
Angka inflasi sebelumnya sudah melonjak ke 3.8% sebagai dampak dari perang Iran yang mulai dirasakan di bulan April. Laporan Mei diperkirakan naik ke 4.2%, dan jika kondisi ini berlanjut, maka ekspektasi pemangkasan suku bunga Fed semakin kecil peluangnya dan mendorong kenaikan suku bunga Fed
ECB Interest Rate Decision
11 Juni 2026
ECB secara luas diperkirakan akan menaikkan suku bunga 25 bps dari 2.15% ke 2.40% dan deposit facility dari 2.00% menjadi 2.25%. Pasar kemungkinan sudah memperkirakan sepenuhnya kenaikan tersebut sehingga “Buy on Rumor, Sell on Fact” kemungkinan bisa terjadi pada EURUSD
UK GDP
12 Juni 2026
Laju pertumbuhan ekonomi Inggris sebelumnya tercatat di 0.3% m/m. Jika pertumbuhan menguat, maka BOE diperkirakan akan menyusul ECB untuk menaikkan suku bunga di pertemuan berikutnya. Tapi melambatnya ekonomi akan menghambat BOE untuk menaikkan suku bunganya

Meski sempat bertahan berkali-kali dari tekanan, akhirnya harga emas tembus MA200 untuk pertama kalinya sejak rejection pertama kali di Maret 2026. Kondisi ini disebabkan data NFP yang mengejutkan lebih baik dari ekspektasi di hari Jumat sehingga membuat pasar memperhitungkan sepenuhnya kenaikan suku bunga Desember 2026. Situasi ini diperkirakan belum akan selesai dalam waktu dekat karena pasar akan menunggu data inflasi AS yang baru dirilis di hari Rabu, 10 Juni. Meski harga minyak cenderung turun di hari Jumat, namun risiko geopolitik yang tidak menentu membuat penurunan minyak cenderung rapuh sehingga kekhawatiran tentang inflasi kembali melanda. Secara teknis, area 4274 dan 4100 adalah zona support terdekat berikutnya yang mungkin terjadi. Jika CPI AS secara mengejutkan kembali melonjak di atas 4%, maka risiko tekanan kemungkinan melebar hingga di bawah $4000. Tapi jika CPI lebih rendah dari perkiraan, maka emas punya kesempatan kembali rebound, meski kenaikannya relatif terbatas sampai dekati FOMC 18 Juni, kecuali jika Iran dan AS muncul dengan berita menenangkan dari 2 pihak.
Daily Trend : Bearish
Weekly Trend : Strong Bearish
(R) : 4480, 4660, 4750
(S) : 4274, 4090, 3886
Daily Trend : Bearish
Weekly Trend : Limited Bullish
(R) : 98.24, 110.85, 117.54
(S) : 87.57, 85.90, 80.06
Meski WTI menutup sesi perdagangan Jumat dengan harga yang relatif rendah, $90.20, tapi serangan-serangan terbaru terhadap Kuwait dan Oman meredupkan harapan akan meredanya ketegangan antara AS dan Iran sehingga membuat pasar minyak tetap waspada dan para pelaku pasar meragukan kemajuan diplomasi. Kondisi tersebut membuat pengumuman dari pemerintahan Trump semakin dianggap hanya sebagai sinyal harga taktis daripada kemajuan diplomatik yang berarti. Ke depan, pasar membutuhkan tindakan nyata daripada sekedar retorika yang diklaim sepihak sebagai progres diplomasi yang berhasil. Secara teknis, minyak ditutup turun di 2 hari terakhir minggu lalu sehingga candle weekly ditutup shooting star, hampir menutupi semua kenaikan yang sempat terjadi di awal pekan lalu. Kondisi ini tentunya membuat daily symmetrical triangle dicurigai masih dominan dan cukup potensial untuk lanjutkan tekanan turun. Support zona 85-87 akan menjadi penentunya. Sebaliknya, dengan situasi akhir pekan yang justru menunjukkan risiko eskalasi, maka kami mewaspadai pembukaan gap up di hari Senin, termasuk potensi retest zona 96-98 yang berujung pada risiko kenaikan lebih lanjut di atas $100 jika situasi geopolitik terus membebani.

Kita masih menghadapi ancaman dari pola head & shoulders pada grafik weekly dan penutupan candle minggu lalu yang bearish semakin membuka peluang pola tersebut bisa terkonfirmasi. Apalagi jika ECB minggu depan tetap pertahankan suku bunga. Sebenarnya EUR bisa saja menguat jika ECB menaikkan suku bunga, tapi 25 bps saja tidak cukup karena setelah NFP kemarin, pasar saat ini sepenuhnya memperhitungkan kenaikan suku bunga 25 bps Fed di akhir tahun sehingga kondisi ini memberi angin segar bagi USD, dan EUR tertekan. Waspada neckline 1.14000! Jika ditembus, maka penurunan berpotensi berlanjut
Resistance : 1.16400, 1.18000, 1.20800
Support : 1.14000, 1.11450, 1.09250
Outlook : Bearish

Pound juga berisiko terancam dalam tekanan yang berkelanjutan minggu depan. Meski secara teknis sedikit lebih baik dari EUR, tapi risiko penguatan USD minggu depan diperkirakan berlanjut karena CPI AS diperkirakan akan terus menunjukkan kenaikan sebagai dampak perang Iran yang tidak berkesudahan. Hal ini akan membuat Pound terancam lanjutkan tekanan hingga zona 1.31400. Bahkan jika CPI AS benar-benar mengalami lonjakan tinggi, maka tekanan pada Pound berpotensi berlanjut di bawah 1.31000. Ini juga berarti ascending triangle yang ada pada weekly chart berpotensi gagal karena risiko tekanan mengancam penembusan support 1.31400
Resistance : 1.35880, 1.37800, 1.39200
Support : 1.32000, 1.31400, 1.29400
Outlook : Bearish

Ancaman Katayama tidak terbukti, dan Yen terus menunjukkan pelemahan. Bahkan kali ini berisiko tembus zona 161. Tapi kali ini bukan karena minyak, melainkan karena kejutan data NFP AS di hari Jumat membuat pasar mulai memperhitungkan sepenuhnya kenaikan suku bunga Fed 25 bps di bulan Desember 2026. Hal ini kemungkinan akan terus mengancam karena minggu depan AS akan mencermati data CPI. Jika inflasi terus menunjukkan kenaikan, maka pasar akan semakin melihat peluang kenaikan suku bunga Fed semakin dekat sehingga Yen terancam lanjut melemah. Kita mungkin akan melihat zona 162 hingga 164 berpeluang muncul sebelum BOJ Meeting 2 minggu ke depan. Apakah Katayama akan merealisasikan intervensi?
Resistance : 160.720, 162.500, 163.000
Support : 158.910, 157.500, 155.480
Outlook : Bullish

Candle weekly ditutup bullish setelah penutupan Jumat berhasil naik lebih tinggi pasca data NFP yang mengejutkan sangat kuat. Kondisi tersebut membuat pasar mulai memperhitungkan sepenuhnya kenaikan suku bunga Fed di akhir tahun 2026. Risiko ini belum selesai. CPI AS minggu depan akan menjadi badai berikutnya dan berpotensi mendukung penguatan lebih lanjut jika CPI dirilis lebih tinggi dari perkiraan. Peluang kenaikan bisa berlanjut hingga tembus 101, atau bahkan lebih. Tapi jika inflasi tidak sepanas yang dikhawatirkan, atau AS-Iran mencapai kesepakatan, penguatan bisa saja mereda
Resistance : 100,550, 101.500, 102.000
Support : 99.300, 98.000, 97.300
Outlook : Bullish

Candle weekly ditutup shooting star setelah tekanan yang terjadi di hari Jumat terjadi cukup tajam. Kondisi ini bisa bertambah buruk karena Wall Street berakhir negatif di hari Jumat sehingga pembukaan hari Senin berpotensi gap down. Hal ini berpotensi memicu tekanan hingga di bawah 64000, bahkan zona 63635-63795 berpotensi ditembus jika Wall Street terus terdepresiasi. Situasi ini membuat indeks Nikkei berpotensi menguji EMA50 daily yang berada di 61240. Tapi jika Wall Street pulih setelah CPI AS, maka Nikkei juga memiliki peluang untuk rebound. Namun, waspada karena secara internal, Jepang pun berhadapan dengan risiko intervensi Yen karena pelemahan yang terjadi
Resistance : 66000, 67000, 68500
Support : 64500, 63635, 61240
Outlook : Bearish

Kenaikan gagal berlanjut setelah penurunan 3 hari berturut-turut membebani kinerja Hang Seng. Bahkan situasi kemungkinan memburuk di pembukaan hari Senin dengan risiko terdampak tekanan dari Wall Street yang berakhir negatif di Jumat malam. Zona 24400 bahkan 24000 kemungkinan terancam, terutama oleh risiko gap down di hari Senin. Jika benar, maka perlu waspada risiko tekanan lebih lanjut di bawah 24000. Area 23600 kemungkinan menjadi target. Dan risiko tekanan ke 22500-23000 sangat terbuka, apalagi jika Wall Street terus tertekan pasca CPI AS hari Rabu. Sebaliknya, jika data CPI AS tidak sepanas yang ditakutkan, maka Wall Street berpeluang rebound, sehingga Hang Seng kemungkinan bisa kembali rebound di hari berikutnya
Resistance : 25500, 26500, 27500
Support : 24450, 23600, 22500
Outlook : Bearish

Nasdaq terpukul lebih tajam dibanding Dow setelah data NFP di hari Jumat dirilis mengejutkan lebih tinggi dari perkiraan. Kondisi tersebut memicu kekhawatiran kenaikan suku bunga Fed dengan pasar saat ini memperhitungkan sepenuhnya kenaikan suku bunga Fed bulan Desember 2026. Secata teknis, tekanan ini kemungkinan berlanjut di pembukaan Senin dan zona EMA50 weekly di 28188 berpotensi diuji. Bahkan situasi geopolitik yang tidak menentu di akhir pekan bisa juga menambah beban bagi indeks. Dan badai belum selesai karena minggu depan indeks akan sensitif pada CPI. Weekly candle ditutup bearish engulfing sehingga risiko tekanan turun bisa berlanjut di bawah 28000 jika konflik Iran berlanjut dan CPI dirilis lebih tinggi dari ekspektasi
Resistance : 29700, 30800, 31500
Support : 28500, 27200, 26400
Outlook : Bearish

Data NFP yang mengejutkan sangat kuat membuat indeks Dow Jones tertekan di hari Jumat sejak rilis data hingga penutupan sesi perdagangan. Kondisi ini membuat risiko tekanan di pembukaan Senin berpotensi berlanjut. Apalagi jika ditambah dengan risiko inflasi yang tidak menentu di akhir pekan, maka potensi gap down bisa saja terjadi hari Senin. EMA50 daily berada di 49670 terancam disentuh, atau bahkan lebih tajam tertekan karena data CPI di hari Rabu juga menjadi ancaman. Jika inflasi melonjak tinggi, lalu konflik Iran tetap gagal capai kesepakatan, risiko tekanan diperkirakan berlanjut mengancam zona 49000
Resistance : 51200, 52000, 52500
Support : 49600, 49000, 48500
Outlook : Bearish
Disclaimer:
Seluruh pernyataan dan ekspresi yang disampaikan sebagai prakiraan dan analisa adalah semata-mata bertujuan informatif dan tidak dimaksudkan sebagai nasihat investasi. Pendapat yang disampaikan dapat berubah tanpa pemberitahuan. Pasar Valuta Asing, Kontrak Berjangka, Komoditi & CFD (Contract For Difference) bersifat volatile dan berisiko tinggi.



