
Harga minyak kembali naik di hari Jumat ke level $76 per barel karena investor mencerna informasi tentang perjanjian perdamaian AS-Iran yang rapuh, termasuk kabar yang menyebut bahwa Selat Hormuz kembali ditutup setelah 1 hari sebelumnya resmi dibuka pasca penandatanganan MoU secara digital. Laporan tersebut timbul setelah bentrokan mematikan antara Israel dan Hizbullah. Iran berkali-kali menegaskan bahwa front Lebanon juga termasuk dalam bagian dari MoU
Gencatan Senjata Israel-Lebanon
Pertemuan AS dan Iran di Swiss akhirnya ditunda karena konflik Israel dan Hizbullah yang masih berlangsung. Hal itu juga membuat Trump marah dan mendesak Israel untuk hentikan serangan. Israel dan Hizbullah kemudian dikabarkan setuju untuk lakukan gencatan senjata dimulai jam 4 sore waktu setempat di hari Jumat. Kabar tersebut setidaknya sedikit meredam kekhawatiran batalnya MoU AS-Iran untuk sementara waktu. AS dan Iran akan menjadwalkan kembali pertemuan.
Goldman Sachs Turunkan Proyeksi Emas!
Pertemuan perdana Ketua Fed Kevin Warsh, memberi sinyal bahwa bank sentral mungkin akan menaikkan suku bunga secepatnya di bulan September jika inflasi tetap tinggi. Pengumuman itu membuat emas anjlok karena biaya pinjaman yang lebih tinggi membuat aset-aset yang tidak memberikan imbal hasil seperti emas kurang menarik bagi investor. Goldman Sachs pun memangkas proyeksinya menjadi $4,900 dari $5400 untuk akhir 2026. Skenario terburuk emas mungkin turun ke $4,400 di akhir tahun menurut Goldman Sachs
Inflasi Jadi Kunci Utama bagi Fed
Data inflasi PCE AS akan dipantau dengan cermat pasca Fed baru-baru ini memberi isyarat tentang kemungkinan menaikkan suku bunga jika inflasi tetap tinggi. PCE akan dirilis hari Kamis. Penurunan harga minyak baru-baru ini pasca MoU perdamaian sementara AS-Iran menurunkan ekspektasi suku bunga untuk sebagian negara, tapi tidak untuk Fed. Angka inflasi core PCE yang tinggi berpotensi memperkuat alasan kenaikan suku bunga Fed yang lebih cepat. Sebaliknya, inflasi yang rendah bisa menahan ekspektasi tersebut
PMI manufaktur dan jasa Inggris untuk bulan Juni akan dirilis di hari Selasa. Laporan ini dirilis di minggu yang tenang setelah BOE memutuskan untuk tetap per-tahankan suku bunga di 3.75% minggu lalu, dan sebagian besar pembuat kebijakan enggan untuk menaikkan suku bunga. Analis bahkan menyebut BOE bisa saja memangkas suku bunga dalam beberapa bulan ke depan karena kondisi ekonomi Inggris yang rapuh. Tapi risiko inflasi juga tidak bisa dikesampingkan sebagai pertimbangan untuk BOE menaikkan suku bunga di September 2026
Pernyataan Kazuo Ueda
Di tengah spekulasi tentang kenaikan suku bunga tambahan di akhir tahun, investor akan mencermati pernyataan Gubernur BOJ Kazuo Ueda di salah satu event di Tokyo, hari Rabu. Sejalan dengan komentar anggota BoJ, pasar melihat sepertinya BOJ saat ini terfokus pada risiko kenaikan harga daripada kekhawatiran pertumbuhan. Data pemerintah tentang CPI untuk Tokyo akan dirilis Jumat, kemungkinan akan membantu menunjukkan kekuatan tekanan inflasi yang dihadapi Jepang sebelum kembali menaikkan suku bunga


EUR Services & Manufacture PMI
23 Juni 2026
Purchasing Manager Index untuk sektor jasa dan manufaktur di zona Euro. Sektor Jasa sebelumnya di 47.7 dan manufaktur di 51.6. Angka di atas 50 menunjukkan ekspansi, dan di bawah 50 menandakan kontraksi. Data lebih tinggi mendukung penguatan, dan data lebih lemah mendukung pelemahan mata uang
UK Services & Manufacture PMI
23 Juni 2026
Purchasing Manager Index untuk sektor jasa dan manufaktur di Inggris. Sektor Jasa sebelumnya di 49.3 dan manufaktur di 53.9. Angka di atas 50 menunjukkan ekspansi, dan di bawah 50 menandakan kontraksi. Data lebih tinggi mendukung penguatan, dan data lebih lemah mendukung pelemahan mata uang
US Manufacture & Services PMI
23 Juni 2026
Purchasing Manager Index untuk sektor jasa dan manufaktur di AS. Sektor Jasa sebelumnya di 50.7 dan manufaktur di 55.1. Angka di atas 50 menunjukkan ekspansi, dan di bawah 50 menandakan kontraksi. Data lebih tinggi mendukung penguatan, dan data lebih lemah mendukung pelemahan mata uang
US Core PCE
25 Juni 2026
Data Core PCE mengukur indeks PCE yang lebih sedikit volatile karena tidak memperhitungkan harga energi dan makanan ke dalamnya. Angka inflasi yang naik berpotensi mendorong kenaikan suku bunga dan penguatan mata uang. Di sisi lain, selama resesi, kenaikan inflasi juga bisa mendorong resesi sehingga mata uang melemah
US GDP Q1
25 Juni 2026
Laporan ini mengukur lajur pertumbuhan ekonomi dan menjadi indikator utama kesehatan ekonomi. Ada 3 versi GDP yang dirilis setiap bulannya (advance, preliminary dan final GDP). Semakin kecil angka GDP berarti ekonomi melambat, dan negatif untuk mata uang

Sikap hawkish Fed membuat emas sulit untuk kembali ke jalur kenaikan utamanya, meskipun ada harapan dari penandatanganan MoU AS dan Iran minggu lalu. Tapi kondisi tersebut tidak cukup, karena pasar perlu melihat tindakan selanjutnya dari MoU. Pembukaan Selat Hormuz harusnya bisa membantu mengurai gangguan pasokan sehingga inflasi secara bertahap mereda. Salah satu pernyataan dari Warsh adalah Fed mungkin akan menaikkan suku bunga (September) jika inflasi tetap tinggi. Ini menandakan fokus bergeser ke Inflasi sehingga tidak ada hal lain selain inflasi yang lebih rendah untuk menghalau kenaikan suku bunga tersebut. PCE minggu depan akan menjadi salah satu penentu selain tentunya pembukaan Selat Hormuz. Secara teknis, daily berpeluang membentuk double bottom jika 4020 tidak ditembus, dan neckline akan berada di 4382 untuk mengkonfirmasi. Sebaliknya, tekanan bearish weekly mendukung tekanan di bawah 4000, dan zona 3886 (low 28 Okt 2025) maupun zona 3700 berpotensi muncul jika tekanan terus dominan.
Daily Trend : Bearish
Weekly Trend :Â Bearish
(R) :Â 4420, 4640, 4750
(S) : 4020, 3860, 3700
Daily Trend : Bullish
Weekly Trend :Â Bearish
(R) :Â 83.24, 87.00, 90.00
(S) : 73.50, 68.60, 62.00
Iran menunda pertemuan dengan AS yang seharusnya dijadwalkan di hari Jumat. Bahkan kabar sempat menyebut bahwa Selat Hormuz kembali ditutup setelah pembukaan kembali sehari sebelumnya pasca penandatanganan MoU secara digital resmi dilakukan. Hal ini disebabkan serangan yang masih terus dilakukan Israel ke Lebanon padahal sudah berulang kali ditegaskan bahwa Lebanon termasuk dalam MoU untuk hentikan perang di semua front. Situasi ini membuat harga minyak sempat melonjak ke 76 dan membuat pasar kembali cemas jika MoU batal dan geopolitik kembali memanas. Namun, kabar terakhir menyebut Israel dan Lebanon sepakat untuk lakukan genatan senjata yang dimulai di hari Jumat, jam 4 sore waktu setempat, dan AS meminta pertemuan segera dijadwalkan ulang. Secara teknis, daily candle ditutup hammer dan RSI juga cukup rendah sehingga memungkinkan untuk terjadi rebound teknis. Tapi kenaikan ini diperkirakan terbatas dengan zona resistance 81-84 diharapkan sebagai resistance psikologis yang kuat. Sedangkan penurunan di bawah 73 menjadi kunci untuk mengembalikan minyak mentah ke jalur penurunan yang diharapkan.

Head & Shoulders pada grafik weekly kembali terbuka. Hal ini disebabkan kenaikan minggu lalu gagal membawa perubahan signifikan pada euro, dan penutupan grafik mingguan berakhir lebih lemah dibanding minggu sebelumnya. Secara teknis, support neckline di 1.14000 benar-benar terancam. Jika tembus, maka peluang penurunan berlanjut, dan target maksimal dari pola H&S tersebut berada cukup jauh di 1.07170. Meskipun ECB menaikkan suku bunga 25 bps di pertemuan minggu sebelumnya, tapi tidak cukup untuk membuat Euro menguat lebih lanjut. Tekanan juga semakin besar pasca sikap hawkish yang ditunjukkan Fed di FOMC Juni.
Resistance : 1.16400, 1.18000, 1.20800
Support : 1.14000, 1.11450, 1.09250
Outlook : Bearish

Kabar buruknya adalah candle weekly ditutup bearish dengan real body panjang menandakan tekanan bearish yang lebih besar dibanding minggu sebelumnya. Kabar baiknya, penurunan masih tertahan di zona trendline support 1.31900 meski sempat sentuh 1.31617. Rebound jangka pendek juga diharapkan terjadi di pembukaan Senin karena candle terakhir Jumat ditutup hammer tepat di zona support. Meski demikian, dengan dolar yang masih dominan menguat, sepertinya kenaikan GBP pun relatif masih terbatas. Zona 1.33000 dan 1.33500 kemungkinan resistance utama dan jika tidak tembus, maka berpotensi kembali berbalik turun
Resistance : Â 1.33500, 1.35880, 1.37800
Support : 1.31400, 1.29400, 1.27440
Outlook : Bearish

Butuh kabar kuat lebih dari sekedar ancaman intervensi dari Menteri Keuangan Katayama untuk membuat Yen menguat di bawah 159 kembali. Kondisi ini sepertinya sulit terjadi selama BOJ tidak memberi kepastian apakah mereka akan tetap di jalur kenaikan suku bunga, atau akan kembali menahan suku bunga di pertemuan Desember. Pidato Kazuo Ueda bisa menjadi petunjuk. Namun, risiko pelemahan mengancam. Jika tidak ada realisasi dari ancaman Katayama, maka yen berpotensi tembus di atas zona 162, dan area 165 menjadi ancaman nyata di depan mata. Sebaliknya, jika Ueda hawkish atau realisasi intervensi benar terjadi, maka ada harapan USDJPY untuk kembali turun minimal dibawah 159.000.
Resistance : Â 162.500, 163.000, 165.000
Support : 160.300, 158.910, 157.500
Outlook : Limited Bullish

Kabar baiknya adalah candle Jumat ditutup shooting star sehingga peluang pelemahan sementara diharapkan di pembukaan Senin. Namun kabar buruknya, candle weekly ditutup bullish yang sangat kuat sehingga potensi penurunan sepertinya relatif terbatas. Kita akan memastikan dari 2 kabar yang ditunggu, yaitu pertemuan AS-Iran sebagai tindak lanjut dari MoU yang sudah ditandatangani sebelumnya dan juga data core PCE yang menjadi fokus utama minggu depan. PCE lebih rendah berpotensi hambat kenaikan dolar, demikian juga jika AS-Iran kembali negosiasi. Kondisi sebaliknya akan membuat dolar menguat.
Resistance : Â 101.500, 102.000, 102.700
Support : Â 100,000, 99.000, 98.000
Outlook : Bullish

Posisi weekly berhasil ditutup bullish yang cukup meyakinkan sehingga secara teori seharusnya memberi peluang untuk kenaikan lebih lanjut dan peluang cetak ATH baru lagi setelah minggu lalu berhasil sentuh 72315 sebagai ATH baru. Namun, posisi daily cukup berisiko. Bearish divergence berpotensi menghambat kenaikan, dan posisi geopolitik belum sepenuhnya aman untuk menekan harga minyak. Jepang merupakan importir energi sehingga pembukaan kembali Selat Hormuz akan mendukung kenaikan indeks. Sebaliknya, jika tetap ditutup, maka indeks berpotensi kembali tertekan. Jangan lupakan imbas dari intervensi Yen yang juga mengancam jika dilakukan
Resistance : 72315, 72900, 73500
Support : 70315, 68785, 66000
Outlook : Bullish

Candle weekly ditutup bearish, tekanan mengancam kembali zona support 23600. Belum adanya tindakan resmi terkait stimulus menjadi salah satu alasan kenapa Hang Seng lebih rentan turun dibanding indeks saham lainnya untuk saat ini. Meski juga dipengaruhi oleh dampak penurunan Wall Street, tapi secara domestik konsumsi China masih terlalu lemah sehingga membuat pasar menunggu realisasi stimulus tahap 3 (program trade-in) yang diagendakan akan dirilis akhir Juni. Secara teknis, penurunan di bawah 23600 berpeluang mengancam zona support 22530. Sebaliknya, kenaikan butuh penembusan minimal di atas resistance 24444 agar membuka kembali jalur kenaikan sebelumnya.
Resistance : 24444, 25500, 26500
Support : 23600, 23000, 22500
Outlook : Bearish

Kabar baiknya adalah sektor teknologi tetap ditutup kuat pasca pengumuman Fed yang hawkish. Kabar buruknya, secara teknis kami mendeteksi potensi bearish divergence baik pada weekly maupun daily yang berpotensi mengakibatkan tekanan turun minggu depan. Terlebih gap minggu lalu belum ditutup sehingga peluang penurunan di bawah 30000 kembali mengancam, dengan gap 29800 kemungkinan berpotensi dikejar. Daily juga dicurigai membentuk double top besar dengan neckline cukup jauh di kisaran 28264. Butuh efforts lebih untuk bisa menekan di bawah neckline, tapi data PCE yang melonjak bisa menjadi pemicu. Sebaliknya, jika PCE mengejutkan melunak, maka ada kesempatan untuk indeks kembali naik
Resistance : 30800, 31500, 32000
Support : 29530, 28950, 27810
Outlook : Limited Bearish

Candle weekly berakhir dengan rejection kuat setelah cetak ATH baru 52727, dengan pola candle mirip shooting star. Pola ini biasanya memberi tanda akan terjadinya koreksi turun minggu depan. Hal ini kemungkinan semakin valid jika data PCE AS dirilis lebih kuat dari ekspektasi, yang berarti mendukung kenaikan suku bunga Fed lebih cepat dari perkiraan. Support 50600 berpotensi diincar jika tekanan tersebut berlanjut di bawah 51000. Tapi selama support 51400 tidak ditembus, maka penurunan diperkirakan berpotensi terbatas. Di sisi lain, pasar juga tetap mengharapkan pembicaraan AS-Iran berlanjut dan membawa angin segar terkait Hormuz
Resistance : 52000, 52500, 53000
Support :Â 51400, 51000, 50500
Outlook : Limited Bearish
Disclaimer:
Seluruh pernyataan dan ekspresi yang disampaikan sebagai prakiraan dan analisa adalah semata-mata bertujuan informatif dan tidak dimaksudkan sebagai nasihat investasi. Pendapat yang disampaikan dapat berubah tanpa pemberitahuan. Pasar Valuta Asing, Kontrak Berjangka, Komoditi & CFD (Contract For Difference) bersifat volatile dan berisiko tinggi.



