
Para pejabat AS di hari Jumat mengatakan bahwa Iran diperkirakan akan mengeluarkan pernyataan publik dalam beberapa hari mendatang untuk membuka semua saluran melalui Selat Hormuz, dan juga pasukan Iran akan berhenti menembaki kapal-kapal yang melewati jalur Hormuz. Juru runding Iran menyebut serangan drone terhadap kapal-kapal yang melintas dilakukan oleh unit-unit korup dari IRGC yang berusaha melemahkan MoU yang ditandatangani bulan lalu.
Negosiasi AS-Iran Berlanjut!
Pasca pernyataannya di KTT NATO tentang berakhirnya MoU AS-Iran, Trump di hari Jumat memposting di Truth Social bahwa negosiasi akan terus berlanjut, meskipun gencatan senjata antara keduanya berakhir. AS kini menekankan kesepakatan nuklir akhir tidak akan tercapai, kecuali Iran menyerahkan ke AS apa yang disebut sebagai “debu nuklir” yang nantinya diencerkan sehingga tidak bisa dipakai sebagai senjata. Belum jelas apakah ada rencana pembicaraan lebih lanjut, tapi kesepakatan akhir harus dicapai di pertengahan Agustus
Emas di antara CPI dan Testimoni Warsh
Pasca minim data yang signifikan minggu lalu, kalender ekonomi minggu depan akan kembali seru. Laporan CPI Juni dan testimoni pertama ketua Fed yang baru Kevin Warsh di depan Komite Jasa Keuangan DPR menjadi sorotan utama di antar data ekonomi lain. Keduanya akan dirilis di hari Selasa, 14 Juli 2026. Inflasi akan memberi petunjuk yang bisa menggerakkan sentimen pasar, bisa menjadi kabar baik maupun kabar buruk terutama bagi emas. Di sisi lain, Warsh juga akan memberi dampak, meski belum tentu testimoni mengarah ke arah forward guidance terkait kebijakan moneter
Bank Sentral Global Makin Intens Beli Emas
Bulan lalu, 2 survei bank sentral memberi pesan yang jelas. World Gold Council mengatakan rekor 45% bank sentral memperkirakan akan meningkatkan cadangan emas mereka sendiri dalam 12 bulan ke depan. Survei tahunan OMFIF menunjukkan pengelola terus menempatkan emas di antara aset cadangan pilihan di dalam sistem keuangan global yang terfragmentasi. Data-data ini menunjukkan bahwa bank sentral tidak hanya menegaskan kepercayaan pada emas, tapi juga bertindak berdasarkan keyakinan mereka
Beberapa event minggu depan berpotensi menggerakkan pasar akan dimulai Selasa mendatang dengan angka inflasi Juni dan laporan pendapatan Q2 dari 4 bank dan perusahaan investasi terbesar di Wall Street akan dirilis. Inflasi sendiri bulan lalu berada di kisaran yang sangat tinggi 4.2% (CPI utama) dan 2.9% (core CPI), tertinggi dalam lebih dari 3 tahun. Tapi pasar bisa melihat dari core CPI bahwa sebagian besar disebabkan harga energi. Dengan harga minyak berangsur turun di bawah $80 per barel, apakah ini berarti inflasi CPI AS juga akan mereda?
Sementara hasil pendapatan Q2 akan dirilis di hari Selasa, dari JPMorgan, Citigroup, Goldman Sachs dan Wells Fargo. Dari keempat bank, hanya Goldman Sachs yang saat ini berada di kondisi beli secara peringkat, sedangkan yang lainnya cenderung bertahan. Kemudian Rabu akan merilis laporan pendapatan dari Morgan Stanley dan BlackRock, dan dilanjutkan di hari Kamis dari Netflix dan Taiwan Semiconductor. Laporan-laporan yang menguat seharusnya memberi peluang bagi Wall Street untuk naik, kecuali jika CPI membebani sentimen


US CPI
14 Juli 2026
Pasar akan menanti laporan inflasi terbaru dengan CPI utama diharapkan turun dari 0.5% ke -0.1% m/m dan core CPI naik tipis dari 0.2 % ke 0.3% m/m. Dengan turunnya harga minyak mentah, diharapkan angka CPI tahunan juga turun dari 4.2% y/y ke 4.0%, dan core CPI diperkirakan tetap stabil di 2.9% y/y
CNY GDP
15 Juli 2026
Laporan GDP akan menunjukkan apakah target pertumbuhan yang diharapkan pemerintah China tercapai. Laporan ini bisa mempengaruhi target stimulus yang dikucurkan karena pemerintah China berupaya untuk mendorong aktivitas ekonomi dalam negeri
UK GDP
16 Juli 2026
Pertumbuhan GDP Inggris sebelumnya -0.1% m/m. Sedangkan bank sentral kemungkinan mempertimbangkan laju pertumbuhan sebelum memutuskan apakah diperlukan kenaikan suku bunga. Semakin lambat ekonomi, bank sentral kemungkinan tidak tergesa-gesa menaikkan suku bunganya
US Retail Sales
16 Juli 2026
Laporan ini mengukur daya beli konsumen AS. Bulan sebelumnya tercatat di 0.9%, diharapkan turun ke 0.3% m/m. Core retail sales diperkirakan turun dari 0.8% ke -0.1% m/m. Data yang lemah akan menghambat peluang kenaikan suku bunga Fed.
EUR CPI
17 Juli 2026
Angka inflasi Inggris diperkirakan tetap stabil di kisaran 2.8% y/y dan core CPI di 2.4% y/y. ECB mungkin masih mempertimbangkan 1 kali kenaikan suku bunga. Tapi inflasi yang lebih rendah kemungkinan bisa membuat ECB harus menunda

Meski ditutup naik di atas 4100, tapi secara teknis bullish belum sepenuhnya aman. Secara teknis, daily menunjukkan EMA50 dan EMA200 kini berhimpitan. Biasanya jika dua EMA berdempetan seperti ini sama halnya dua resistance berada di zona yang sama, dan itu menandakan resistance yang sangat tangguh. Area tersebut berada di 4330. Sebaliknya, zona support 3943-3950 akan tetap menjadi support yang perlu diwaspadai. Sebelum bicara resistance 4330, emas masih perlu hadapi resistance 4202 dan 4240. Jika keduanya berhasil dilewati, maka peluang 4330 cukup terbuka. Tapi untuk tembus, dibutuhkan inflasi lebih rendah, Warsh yang netral (tetap konsisten dengan “tanpa forward guidance”) dan geopolitik yang mereda. Jika ketiganya konfirm, ini menjadi senjata untuk emas tembus resistance tangguh. Sebaliknya, jika CPI panas, Warsh secara gamblang ungkap peluang kenaikan suku bunga, dan situasi geopolitik tidak segera membaik, maka emas dalam tekanan turun, dan bukan mustahil tembus di bawah 3900 minggu depan untuk melirik 3886 atau lebih jauh.
Daily Trend : Bullish
Weekly Trend : Bullish
(R) : 4240, 4330, 4430
(S) : 4020, 3943, 3886
Daily Trend : Limited Bullish
Weekly Trend : Bearish
(R) : 73.10, 76.40, 81.00
(S) : 65.20, 62.00, 54.00
Rebound yang terjadi cepat di hari Rabu dan Kamis setelah Trump deklarasikan berakhirnya MoU dengan Iran sempat membuat pasar cemas. Minyak segera naik dengan cepat dan sempat sentuh zona $76 per barel setelah 3 hari beruntun tetap diam di kisaran $67-68. Namun, kenaikan tidak berlanjut. Minyak justru kembali turun hingga ditutup di zona 71 minggu lalu. Kondisi ini membuat peluang turun di bawah $67 kembali terbuka, terutama setelah EMA20 berhasil menahan kenaikan di grafik daily. EMA20 daily saat ini di 74.45. Selama zona ini tidak ditembus, secara teknis peluang turun akan lebih dominan. Sebaliknya kenaikan di atas EMA200 ini justru bisa memicu kenaikan lebih lanjut dengan zona 81-83 sebagai peluang terbesar mengingat ada gap Juni yang belum ditutup di zona tersebut. Situasinya akan bergantung pada Selat Hormuz. Iran diharapkan akan umumkan pembukaan Selat Hormuz dalam beberapa hari ke depan. Jika konfirm, kondisi ini bisa memicu aksi jual kembali. Sebaliknya, jika Iran menunda atau bahkan skenario paling fatal perang kembali berkecamuk, maka kenaikan tidak tertahankan

Head & Shoulders weekly chart kembali terbuka setelah candle minggu lalu ditutup dominan turun karena tekanan turun terakhir di hari Jumat membuat kenaikan sebelumnya menjadi rapuh. Posisi ini bisa berarti potensi turun yang belum selesai, dan bahkan memperkuat kasus untuk head & shoulders weekly yang sudah tertahan 3 minggu terakhir. Jika area 1.14000 resmi ditembus, termasuk zona 1.13600, maka tekanan turun tidak tertahankan. Terlebih jika dolar tetap kuat sehingga tekanan bagi Euro semakin terakumulasi. Sebaliknya, tekanan akan relatif berkurang jika USD melemah pasca CPI AS atau pasca kepastian diplomasi AS-Iran.
Resistance : 1.14729, 1.16400, 1.18000
Support : 1.13400, 1.11450, 1.09250
Outlook : Limited Bullish

Weekly candle ditutup bullish, tapi lebih cenderung disimpulkan sebagai shooting star, yang berarti peluang naik mulai berkurang, sedangkan ancaman turun cukup terbuka. Shooting star yang juga muncul tepat di zona EMA20 Weekly yang merupakan resistance menandakan bahwa resistance masih terlalu kuat. Hal ini juga berpotensi mengancam menggagalkan pola candle minggu sebelumnya morning star doji untuk peluang kenaikan lebih lanjut. Tapi kasus kenaikan tetap terbuka dan tidak sepenuhnya tertutup. Hanya saja kenaikan ini perlu berhasil tembus dan bertahan di atas 1.34500. Jika tidak, maka pembalikan turun akan lebih kuat.
Resistance : 1.34600, 1.35880, 1.37800
Support : 1.32000, 1.30000, 1.29400
Outlook : Bullish

Kabar baiknya, daily maupun weekly mendukung penurunan di mana daily terbuka peluang double top yang didukung oleh bearish divergence, sedangkan weekly didukung oleh 2 candle weekly yang merupakan doji (hanging man dan shooting star). Double top daily hanya akan valid jika harga mampu tembus di bawah neckline 160.480, atau jauh lebih kuat jika tembus di bawah EMA50 daily 160.460. Hal ini juga akan ikut menambah dukungan untuk weekly sehingga minimal mampu mendekati 159.400, atau bahkan tembus jika USD dan US Treasury Yield turun setelah data CPI AS dirilis Selasa depan. Sebaliknya, jika keduanya menguat setelah data, maka ini akan menjadi risiko pelemahan bagi USDJPY. Zona 163-164 akan sangat dicermati, dan dicurigai memicu tindakan nyata dari Jepang
Resistance : 162.500, 163.000, 165.000
Support : 160.300, 158.910, 157.500
Outlook : Limited Bullish

Weekly candle berakhir imbang, dengan candle berbentuk spinning tops yang biasanya memberi indikasi tentang peluang yang sama antara bullish dan bearish. Cukup wajar mengingat pasar akan menunggu data inflasi CPI yang akan dirilis minggu depan, dan kemungkinan menjadi penyebab pasar tidak terlalu aktif minggu lalu. Secara teknis, penurunan di bawah 100 dibutuhkan untuk validasi penurunan lebih lanjut. Sebaliknya, kenaikan di atas 101 sangat berpeluang jika CPI AS secara mengejutkan kembali melonjak. Testimoni Warsh di DPR juga menjadi faktor lainnya, selain perkembangan AS-Iran
Resistance : 101.500, 102.000, 102.700
Support : 100,000, 99.000, 98.000
Outlook : Bearish

Baik weekly maupun daily memberi angin segar bagi Nikkei yang sebelumnya mengalami tekanan berturut-turut 1 minggu terakhir. Daily butuh kenaikan minim di atas 69900 untuk membuat pola yang dicurigai sebagai falling wedge resmi tembus resistance sehingga mendukung reversal bullish. Sebaliknya, risiko penurunan di bawah 68500 mungkin juga tetap membebani, dan bahkan berpeluang kembali memberi efek tekanan lebih lanjut. Status carry trade Yen mungkin ikut membantu menahan penurunan. Tapi jika Yen menguat karena intervensi, maka trader perlu waspada dengan penurunan yang bisa menghambat Nikkei, meskipun dampaknya diperkirakan terbatas.
Resistance : 69800, 70500, 72315
Support : 69000, 68785, 66000
Outlook : Bearish

Hang Seng mungkin akan menghadapi hambatan lebih dulu di zona 24490 karena EMA50 cukup dekat dari penutupan Jumat. Tapi hal ini bisa terhindari jika Senin berhasil dibuka gap up sehingga peluang kenaikan akan berlanjut. Namun, jika tidak terjadi gap, atau bahkan jika sampai dibuka gap down, maka ini membuktikan EMA 50 masih terlalu kuat. Di sisi lain, tidak ada eskalasi militer diharapkan di Selat Hormuz di akhir pekan ini sehingga indeks saham global, termasuk Hang Seng diharapkan dibuka positif dan lanjutkan kenaikannya. Khusus Hang Seng, semua akan mencermati juga data China yang dirilis minggu depan. Secara weekly, kenaikan punya ruang berkembang lebih lanjut, dan zona 25000 sebagai target potensial terdekat. Jika berhasil tembus, maka kenaikan akan berlanjut
Resistance : 24450, 25500, 26000
Support : 23600, 22500, 22000
Outlook : Bullish

Penutupan Jumat positif, dan candle weekly juga ditutup naik secara keseluruhan. Morning star doji di minggu sebelumnya berhasil direspons dengan penutupan naik di hari Jumat, tapi risiko penurunan sama halnya dengan Dow Jones, juga mengancam. Kondisi ini bisa terjadi jika CPI lebih tinggi, Warsh hawkish, dan geopolitik kembali memanas. Bantuan mungkin datang dari sektor teknologi yang terbukti ampuh menahan gelombang tekanan minggu lalu, di tengah ancaman eskalasi geopolitik di pertengahan pekan kemarin. Situasi bisa berbeda jika USD melemah pasca data ekonomi, dan kenaikan di atas 30500 cukup terbuka. Sebaliknya, tekanan di bawah 29300 berpotensi memberi tekanan lebih lanjut
Resistance : 30320, 30800, 31500
Support : 29300, 28950, 27900,
Outlook : Bullish

Kabar baiknya penurunan di hari Kamis dan Jumat tertahan di atas EMA20, dan penutupan Jumat yang bullish memberi harapan untuk kenaikan lebih lanjut di hari Senin saat pembukaan. Kabar buruknya, candle Weekly ditutup doji yang menandakan peluang turun juga cukup terbuka dan tidak bisa dianggap remeh. CPI yang kuat, Warsh yang hawkish, geopolitik yang panas adalah faktor-faktor yang bisa menekan indeks saham. Sedangkan earnings 4 bank besar kemungkinan membantu menahan tekanan terlalu tajam. Support psikologis 52000-52200 akan menjadi petunjuk. Selama tidak ditembus, maka akan ada harapan untuk rebound teknis di zona ini.
Resistance : 53500, 54000, 54500
Support : 52500, 52000, 51400
Outlook : Limited Bearish
Disclaimer:
Seluruh pernyataan dan ekspresi yang disampaikan sebagai prakiraan dan analisa adalah semata-mata bertujuan informatif dan tidak dimaksudkan sebagai nasihat investasi. Pendapat yang disampaikan dapat berubah tanpa pemberitahuan. Pasar Valuta Asing, Kontrak Berjangka, Komoditi & CFD (Contract For Difference) bersifat volatile dan berisiko tinggi.



