
Situasi geopolitik yang tidak menentu membuat harga minyak mentah global kembali naik. Brent crude bahkan tembus angka $100 per barel minggu ini, dan WTI sentuh $93 per barel. Lonjakan ini membuat semua kenyamanan yang muncul sejak AS dan Iran sepakati MoU di bulan Juni pudar setelah Menlu AS Rubio mengatakan sudah tidak berlaku lagi. Di tengah cadangan global yang menipis, cadangan darurat dan penurunan permintaan minyak mentah dari China membantu meredam dampak dari perkiraan hilangnya pasokan 11.1 juta barel sejak dimulainya perang Iran
Minyak Bisa Tembus $120?
Ini adalah peringatan dari Goldman Sachs di mana gangguan pasokan di Teluk Persia yang berkelanjutan bisa membuat harga minyak kembali melonjak sampai $120 per barel. Alasannya sederhana. Jika cadangan persediaan dunia habis, maka $120 per barel merupakan harga yang bisa memicu turunnya permintaan yang cukup untuk menyeimbangkan kembali pasokan dan permintaan global.
FOMC Meeting: Unchanged, Tunggu JHS!
Minggu depan adalah momen yang juga ditunggu oleh para pelaku pasar global untuk mendengarkan keputusan suku bunga Federal Reserve yang akan diumumkan 29 Juli. Fed secara luas diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuan tetap di kisaran 3.50%-3.75%, dan perhatian akan tertuju pada pernyataan bank sentral. Namun, Warsh kami perkirakan akan tetap bersikap tertutup tentang peluang perubahan suku bunga, setidaknya sampai Jackson Hole Symposium 29 Agustus mendatang. Meski demikian, pasar saat ini memperhitungkan peluang kenaikan suku bunga pertama di September 2026.
BOE Lebih Rumit dibandingkan Fed!
Bank of England berikutnya, pengumuman dijadwalkan hari Kamis, 30 Juli dan semua mata akan tertuju pada Komite Kebijakan Moneter (MPC) dan tanggapan para anggota terhadap tekanan ekonomi domestik, konflik Timur Tengah dan juga PM dan Menkeu yang baru. Inflasi yang lebih tinggi menjadi alasan untuk suku bunga tetap tinggi. Tapi menariknya, elemen pertumbuhan upah yang melambat dan pengangguran yang meningkat membuat BOE juga bisa pertimbangkan untuk penurunan suku bunga
Sekedar mengingatkan, minggu depan bukan saatnya market tenang. Menuju akhir bulan dengan situasi geopolitik yang belum pasti akan membuat volatilitas tetap tinggi, terutama kembali diwarnai dengan data ekonomi tingkat tinggi tidak hanya AS, tapi juga kawasan lainnya. Inflasi PCE dan GDP AS, CPI dan GDP zona Euro, akan bersanding dengan pengumuman 3 bank sentral utama: FOMC Fed, BOE dan BOJ. Ketiganya akan menjadi penggerak utama selain tentunya geopolitik. Fed tujuan utama semua pelaku pasar yang menanti keputusan terhadap kebijakan moneter di tengah kondisi geopolitik yang kembali tidak menentu.
Federal Reserve kemungkinan besar mempertahankan suku bunga, tapi perhatian tertuju pada sikap Ketua Kevin Warsh. Dengan harga minyak yang kembali naik, pasar khawatir Fed semakin kuat untuk menaikkan suku bunga. Jika itu terjadi, selisih suku bunga Fed dan BOJ kembali melebar, dan hal itu semakin mempersulit Jepang dengan mata uang yang semakin melemah. Trader harus waspadai kemungkinan kedua bank sentral memberi kejutan minggu depan!


US Consumer Confidence
29 Juli 2026
Bulan sebelumnya data berada di level 91.2, dan diperkirakan naik menjadi 92.1. Data ini bisa memperkirakan pengeluaran konsumen yang memiliki peran besar terhadap aktivitas ekonomi secara keseluruhan. Angka yang lebih tinggi menunjukkan optimisme konsumen yang lebih tinggi
FOMC Meeting
30 Juli 2026
Federal Reserve secara luas diperkirakan akan tetap mempertahankan suku bunga di 3.5%-3.75% di pertemuan Juli. Pasar akan mencermati petunjuk dari Kevin Warsh dalam press conference. Tapi besar kemungkinan Warsh akan tetap minim petunjuk, dan peluang terbesar kemungkinan menunggu Jackson Hole Symposium
BOE Meeting
30 Juli 2026
BOE diperkirakan akan mempertahankan suku bunga di 3.75%, sejalan dengan petunjuk dari Gubernur BOE Andrew Bailey sebelumnya. Menariknya, BOE juga dinilai tetap terbuka untuk memangkas suku bunga mengingat melambatnya pertumbuhan upah dan meningkatnya pengangguran. Pasar akan mencari petunjuk dari BOE
US PCE & GDP
30 Juli 2026
Setelah CPI dan PPI menunjukkan pelemahan, pasar menunggu petunjuk serupa dari inflasi PCE minggu depan. Fokus tertuju pada angka core PCE tahunan dan bulanan. GDP kuartal kedua juga menjadi sorotan, jika lebih lambat dari kuartal sebelumnya, bisa menjadi pertimbangan bagi Fed untuk tidak tergesa-gesa menaikkan suku bunga
BOJ Meeting
31 Juli 2026
BOJ secara luas diperkirakan akan kembali menahan suku bunganya di pertemuan minggu depan. Meski inflasi naik, tapi masih terlalu rendah dari yang diharapkan di 2%. Tapi situasi akan berbeda karena kali ini dihadapkan pada pelemahan Yen yang berlarut-larut. BOJ bisa saja memberi kejutan menaikkan suku bunga dengan pertimbangan menyelamatkan mata uang dari pelemahan lebih lanjut

Ini akan menjadi minggu yang paling padat dari semua lini. Kami tidak terlalu khawatir dengan PCE karena data ini memunculkan inflasi Juni yang kemungkinan turun mengikuti CPI dan PPI yang sudah dirilis lebih dulu. Fed mungkin 50-50 bisa sebabkan pergerakan signifikan, tapi suku bunga sepenuhnya diantisipasi tidak berubah. Kevin Warsh mungkin jadi petunjuk. Tapi geopolitik adalah hal lain yang mungkin akan sebabkan volatilitas tambahan sejak Selat Bab Al-Mandeb di Laut Merah ikut ditutup oleh kelompok Houthi untuk menghalau kapal dari dan menuju Arab Saudi. Hal ini memicu kemarahan Trump. Secara teknis, weekly ditutup inverse hammer sehingga membuka kesempatan untuk terjadinya rebound atau naik minggu depan. Kemungkinan PCE yang lemah dan hawkish Fed yang “sudah diantisipasi” akan menjadi sumber utama yang mendukung rebound (kecuali jika Fed tiba-tiba menaikkan suku bunga). Sedangkan geopolitik hanya akan membuat emas naik jika situasinya mereda. Eskalasi perang justru malah akan membebani emas dan zona 3886 maupun 3760 cukup terbuka untuk disentuh jika 3900 ditembus. Sebaliknya, peluang naik lebih kuat jika mampu tembus 4165.
Daily Trend : Bearish
Weekly Trend : Bullish
(R) : 4165, 4240, 4330
(S) : 3943, 3886, 3717
Daily Trend : Bearish
Weekly Trend : Bullish
(R) : 93.40, 97.00, 104.40
(S) : 85.70, 80.00, 77.40
Geopolitik belum menunjukkan tanda-tanda akan mereda dalam waktu dekat. Beberapa isu muncul bahwa Iran menolak proposal yang ditawarkan AS, tapi kemudian kabar berikutnya datang dari Iran yang menyangkal berita tersebut. Di sisi lain, Trump terus mengklaim bahwa pihak Iran terus menghubungi untuk diplomasi, tapi menilai bahwa Iran belum siap dengan kesepakatan. Faktor lain juga cukup menyita perhatian pasar di saat tentara Houthi menutup Selat Bab Al-Mandeb untuk kapal-kapal dari dan menuju Arab Saudi, memicu kekhawatiran gangguan pasokan kembali membayangi. Situasi ini membuat harga minyak berpeluang tetap naik. Resistance 95.40 atau bahkan level 97.00 kemungkinan dicapai minggu depan, atau bahkan dengan mudah langsung ditembus jika situasi terus memanas. Bahkan penembusan ini akan membuat peluang pola V-bottom lebih kuat di weekly chart sehingga kenaikan pun berisiko tembus kembali level $105. Sebaliknya, jika diplomasi berhasil meredam kekhawatiran konflik yang lebih besar, maka minyak berpeluang turun kembali dan dengan cepat tembus di bawah $83 atau bahkan di bawah $80 per barel. Pertemuan OPEC mungkin hanya akan menahan kenaikan sementara dan terbatas selama geopolitik masih tidak menentu

Tekanan turun diperkirakan masih dominan. Peluang Head & Shoulders dari grafik weekly maupun bearish flag dari daily sama-sama memberikan tekanan secara teknis. Penurunan juga berpeluang lebih kuat jika tembus di bawah 1.13200. Jika data ekonomi Eropa lebih lemah, maka hal ini akan turut mendukung pelemahan lebih lanjut. Di sisi lain, ketakutan pasar tentang situasi Timur Tengah yang memburuk juga bisa membuat tekanan semakin besar untuk Euro. Solusinya adalah diplomasi di Timur Tengah sehingga Euro punya kesempatan untuk pulih. Tapi selama memanas, maka tekanan tetap dominan.
Resistance : 1.14729, 1.16400, 1.18000
Support : 1.13300, 1.11450, 1.09250
Outlook : Strong Bearish

Daily candle memberi peluang untuk rebound setelah penutupan Jumat kemarin membentuk candle inverted hammer. Tapi kondisi ini belum menjamin GBP akan naik lebih tinggi karena di sisi lain, candle juga cenderung bisa diartikan rejection kuat di zona resistance saat mencoba rebound di hari Jumat dan tertahan di 1.33480. Di sisi lain, weekly candle justru ditutup dengan bearish engulfing sehingga peluang penurunan diperkirakan akan dominan. Situasi ini juga diperparah oleh geopolitik yang memanas. Sedangkan untuk BOE diharapkan tidak memberi kejutan apapun karena bank sentral diperkirakan akan tetap menahan suku bunga tinggi sedikit lebih lama dari perkiraan
Resistance : 1.34000, 1.35000, 1.36000
Support : 1.32000, 1.30000, 1.29000
Outlook : Bearish

Nasib Yen terus melemah di tengah konflik Timur Tengah yang kembali memanas dan dikhawatirkan memicu perang skala penuh. Kondisi ini berpotensi lebih parah jika BOJ akhirnya memutuskan untuk tetap mempertahankan suku bunganya di pertemuan minggu depan. Hal ini membuat Yen terus digempur oleh tekanan faktor eksternal terlebih jika Fed tetap mempertahankan nada hawkish, meski suku bunga Juli kemungkinan dipertahankan tetap. Weekly ditutup bulliish, dan daily belum memberi indikasi lelah. Jalur pendakian terdekat menunjukkan area 165 dan terburuk 168 bisa terjadi jika semua faktor mendukung. Tapi Jepang diperkirakan tidak akan tinggal diam, apalagi jika Yen terus mengalami tekanan melemah terhadap USD.
Resistance : 164.000, 165.000, 167.00
Support : 162.800, 161.300, 160.300
Outlook : Bullish

Weekly candle ditutup bullish setelah ketegangan geopolitik kembali membuat investor memburu dolar sebagai safe haven. Kondisi ini diuntungkan oleh kenaikan imbal hasil Treasury AS. Jika ketegangan berlanjut, maka penguatan dolar berpotensi lanjut di atas 102. Sebaliknya, jika geopolitik mereda, dolar akan turun lebih cepat. Situasi juga akan bergantung pada data PCE di mana inflasi yang lemah akan mendukung penurunan dolar. Zona 100 dan 99 cukup terbuka jika geopolitik mereda dan inflasi PCE dirilis lemah. FOMC Meeting tidak diharapkan terjadi kejutan karena Fed akan menunda sampai September
Resistance : 102.000, 102.700, 130.500
Support : 100.500, 100,000, 99.600
Outlook : Bullish

Tekanan sektor teknologi juga pengaruhi kinerja Nikkei. Peluang turun membayangi setelah sebelumnya gagal naik di atas 66000. Situasi bisa lebih memburuk jika kinerja Nasdaq juga tertekan. Posisi carry trade seharusnya mendukung Nikkei bergerak menguat, tapi kondisi ini tidak selalu mendukung kenaikan cepat. Ditambah situasi geopolitik yang juga panas, membuat kenaikan harga minyak pengaruhi ekonomi Jepang sehingga indeks Nikkei dikhawatirkan terbebani. Secara teknis, perhatikan zona 64200! Zona ini kemungkinan menjadi neckline support dari pola yang dicurigai membentuk head & shoulders di grafik daily. Tapi jika geopolitik mereda, maka Nikkei berpeluang ikut rebound dengan Wall Street
Resistance : 65500, 66000, 67812
Support : 64000, 63000, 62000
Outlook : Bearish

Awalnya berjalan begitu meyakinkan untuk pembentukan pola V-bottom pada grafik daily. Bahkan sempat optimis saat indeks tembus di atas 25280. Sayangnya situasi tidak berlanjut, dan 25280 tidak bertahan lama, bahkan akhirnya ditutup di bawah 25000 kembali. Situasi bisa memburuk minggu depan jika harga tertekan di bawah 24500. Peluang ini semakin besar jika geopolitik terus memanas sehingga Hang Seng ikut terbebani bersama Wall Street. Di sisi lain, stimulus pemerintah mungkin bisa memberi harapan dan membuka peluang untuk menahan dari penurunan berkelanjutan. Secara teknis, butuh kenaikan minimal di atas 25200 kembali untuk membuatnya kembali ke jalur kenaikan. Tapi penurunan di bawah 24500 berpeluang menekan lebih dulu dan 24000 akan terancam!
Resistance : 25000, 25500, 26000
Support : 24500, 24060, 22720
Outlook : Bearish

Dalam beberapa kesempatan, sektor teknologi sempat memberi bantuan meredakan tekanan turun pada indeks saham AS secara keseluruhan. Tapi di sisi lain juga kadang menjadi alasan untuk tekanan turun. Secara teknis, posisi daily tetap dalam risiko penurunan lebih lanjut, terutama jika lanjut turun di bawah 28300. Weekly EMA20 di 28220 juga menjadi penentunya. Jika Kedua zona ini ditembus, maka semakin besar peluang penurunan tersebut berlanjut minggu depan. Apalagi jika situasi geopolitik tidak segera pulih. Risiko eskalasi masih terbuka sehingga peluang penurunan dominan dari sisi geopolitik daripada FOMC maupun data ekonomi. Tapi situasi bisa saja semakin buruk jika FOMC naikkan suku bunga tiba-tiba dan data ekonomi menguat signifikan
Resistance : 29000, 30000, 30800
Support : 28220, 27500, 27000
Outlook : Bearish

Kabar baiknya, daily candle ditutup inverted hammer dan EMA50 menahan penurunan sementara waktu. Kabar buruknya, kenaikan kemungkinan masih relatif terbatas dibawah bayang-bayang situasi geopolitik yang tidak menentu dan berisiko membuat Fed tetap dalam sikap hawkish, meskipun suku bunga Juli diperkirakan tetap bertahan. Weekly candle bahkan ditutup bearish sehingga secara teknis berpeluang menekan lebih lanjut dengan zona 51800 berpotensi menjadi pertaruhan. Jika sampai ditembus, maka peluang berikutnya mungkin menuju 51200, menutupi gap 12 Juni. Tapi situasi bisa berubah jika geopolitik mereda.
Resistance : 53500, 54000, 54500
Support : 52000, 51400, 50600
Outlook : Bearish
Disclaimer:
Seluruh pernyataan dan ekspresi yang disampaikan sebagai prakiraan dan analisa adalah semata-mata bertujuan informatif dan tidak dimaksudkan sebagai nasihat investasi. Pendapat yang disampaikan dapat berubah tanpa pemberitahuan. Pasar Valuta Asing, Kontrak Berjangka, Komoditi & CFD (Contract For Difference) bersifat volatile dan berisiko tinggi.



