

| Suggest : SELL on Rally Area : 1.16500 – 1.16700 Target : 1) 1.15900 2) 1.15300 SL : 1.17300 Alternatif : - Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.15800 - Switch to BUY jika tembus 1.17500 |


| Suggest : SELL on Rally Area : 1.34100– 1.34300 Target : 1) 1.33500 2) 1.32900 SL : 1.34900 Alternatif : - Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.33500 - Switch to BUY jika tembus 1.35000 |


| Suggest : SELL on Rally Area : 157.000 – 157.200 Target : 1) 156.400 2) 155.800 SL : 157.800 Alternatif : - Pertahankan/Follow SELL jika tembus 156.300 - Switch to BUY jika tembus 157.900 |


| Suggest : BUY on Dip Area : 74.50 – 74.60 Target : 1) 75.60 2) 76.60 SL : 73.50 Alternatif : Pertahankan/follow BUY jika tembus 76.50 Switch to SELL jika tembus 69.00 Tetap waspadai perkembangan geopolitik! |



| Suggest : BUY on Dip Area : 5140.00 – 5142.00 Target : 1) 5148.00 2) 5154.00 SL : 5134.00 (ideal 3-5 points di atas 5132) Alternatif : Pertahankan/follow BUY jika tembus 5182 Switch to SELL jika tembus 5080 Opsi buy : 5082-5110 (ungu), 4961-4975 (abu), 4842-4882 (biru), tembus 5185-5190 |
Disclaimer: Artikel ini berupa pandangan Agrodana Research, Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan atau menjual market tertentu. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
Research & Analysis PT Agrodana Futures

Imbal hasil Treasury AS 10 dan dolar berhasil lanjutkan kenaikan, meski sempat turun menjelang penutupan sesi NY. Namun, hal ini cukup membuat emas terbebani sepanjang sesi perdagangan hari Selasa, 3 Mar 2026. Pasar tidak mendapati eskalasi ketegangan baru dari situasi geopolitik sehingga memutuskan untuk melakukan aksi profit taking karena kenaikan emas yang sudah berlangsung 3 hari terakhir (include gap Senin).
Di sisi lain, emas juga turun akibat pasar mulai pesimis dengan pemangkasan suku bunga Fed karena lonjakan harga minyak sempat membuat khawatir tentang lonjakan inflasi yang berpotensi membuat Fed batal menurunkan suku bunga. Tapi pernyataan Trump yang muncul berhasil meredam kekhawatiran tersebut, dan emas rebound jelang penutupan.
Perang Belum Berakhir, Tapi Tidak Ada Eskalasi Baru
Salah satu faktor yang membuat emas enggan lanjutkan kenaikan adalah situasi geopolitik yang cenderung stagnan sejak serangan akhir pekan. Emas sudah naik sejak hari Kamis dan Jumat, akhir bulan Februari saat pasar mencerna informasi bahwa potensi serangan kepada Iran bisa terjadi di akhir pekan. Dan saat serangan muncul di akhir pekan, pasar mulai memperhitungkan hal tersebut di pembukaan hari Senin dengan posisi gap up.
Meski terjadi aksi balasan dari Iran sejak terbunuhnya pemimpin mereka Ayatollah Khamenei, hampir tidak ditemukan ancaman yang terlalu signifikan yang membuat situasi ketegangan meningkat. Hal ini membuat pasar cenderung melakukan aksi profit taking sehingga emas terhenti sementara waktu, dan penurunan cepat hingga 4996 terjadi di malam hari.
Namun, kondisi geopolitik yang masih tidak menentu tetap dianggap sebagai peluang untuk kenaikan emas berikutnya. Israel dan AS mengancam serangan besar belum dilakukan, dan bisa terjadi segera. Hal ini kemungkinan yang ditunggu pasar sehingga cenderung membatasi penurunan emas di sisi lain.
AS keluarkan perintah untuk mengevakuasi warganya yang masih tertahan di Timur Tengah untuk segera kembali ke AS dengan jalur komersil. Tapi belakangan militer dikerahkan untuk mengevakuasi. Jika dirunut pada kejadian minggu lalu, maka ini merupakan sinyal bahwa AS kemungkinan mulai siapkan serangan besar lainnya dan kemungkinan besar kembali dikerahkan di akhir pekan. Jika benar, maka penurunan emas di hari Selasa dan mungkin Rabu, kemungkinan hanya bersifat sementara dan mulai terbatas.

Data terbaru dari World Gold Council menunjukkan bank sentral membeli kurang dari 20% dari rata-rata permintaan bulanan dari tahun 2025 ke bulan Januari. Tapi “pemain baru” juga masuk pasar sehingga hal ini menunjukkan bahwa basis permintaan untuk akumulasi cadangan emas semakin meluas.
Momentum pembelian emas bank sentral boleh saja mereda di awal tahun 2026, jika dibandingkan dengan rata-rata 12 bulan sebelumnya sebesar 27 ton. Tapi WGC mengatakan geopolitik kemungkinan akan terus berlanjut sampai 2026 dan seterusnya. WGC percaya bahwa meluasnya permintaan dari Kumpulan bank sentral yang lebih luas bisa menjadi tema utama di tahun 2026.
Fokus Malam ini
Saat geopolitik cenderung stabil tanpa ada eskalasi yang signifikan, trader sebaiknya fokus dengan data ekonomi lebih dulu. Data ADP dan ISM services dari AS di jam 20.14 WIB dan 22.00 WIB menjadi fokus utama malam nanti. Data ADP diperkirakan naik dari 22K menjadi 50K, sedangkan ISM services diperkirakan turun dari 53.8 menjadi 53.5.
Data yang lebih lemah dari perkiraan akan membuat emas mampu kembali naik di malam hari. Sebaliknya, jika data dirilis lebih kuat, maka penurunan diperkirakan akan kembali membebani emas.
Sedangkan di sisi geopolitik, pasar tetap harus mewaspadai jika terjadi eskalasi ketegangan yang signifikan. Kunci utamanya adalah diplomasi dan gencatan senjata. Jika itu yang terjadi, maka emas dominan turun selain oleh data ekonomi yang lebih kuat. Tapi selama belum ada arah diplomasi ataupun gencatan senjata, maka pasar menganggap situasi geopolitik masih tidak menentu, dan sewaktu-waktu bisa kembali memanas, sehingga emas di sisi lain masih bisa kembali bullish.
Untuk sementara, kami melihat AS dan Israel sedang mempersiapkan evakuasi warganya dari Timur Tengah, sehingga kondisi ini dianggap pasar masih terlihat stabil.
Note : Tetap waspada dengan volatilitas besar pada market yang sewaktu-waktu bisa tiba-tiba berubah!

Candlestick daily ditutup bearish dengan real body panjang, memberi indikasi bahwa koreksi turun relatif lebih kuat dari perkiraan. Secara umum, profit taking membayangi pasar karena minimnya eskalasi ketegangan yang signifikan sejak serangan akhir pekan, dan emas sudah naik lebih dulu sejak Jumat peringatan tentang serangan hingga gap yang terjadi di hari Senin. Meski demikian, penurunan cenderung mulai menemukan bottom yang menahan untuk sementara waktu.
Secara struktural, tren utama masih bullish, sentiment utama geopolitik belum berakhir, hanya saja tidak adanya eskalasi ketegangan yang baru membuat pasar cenderung mengalihkan sementara fokus mereka ke data ekonomi. Support 4996-5000 akan menjadi area psikologis, dan sejauh ini penurunan tertahan di zona tersebut. Sebaliknya, resistance 5185-5200 untuk sementara menahan kenaikan, sampai didapat pemicu baru yang lebih segar ataupun kuat.

Di H4, tampak penurunan sempat tembus trendline support 5080, dan berlanjut hingga 4996. Tapi kemudian candle berikutnya ditutup kembali di atas trendline. Hal ini menunjukkan MA 200 saat itu di 5006 cenderung masih kuat sehingga terjadi rejection yang mendorong harga kembali di atas 5100, sekaligus menunjukkan tren utama bullish yang masih tetap dominan setelah 2 hari beruntun ditekan turun.
Secara hitungan, wave (iii) ternyata selesai lebih cepat dari perkiraan. Sebelumnya kami memperkirakan wave (iii) baru akan selesai saat sentuh zona coklat 5470-5549), tapi ternyata kenaikan terakhir tertahan di 5419, dan penurunan dengan cepat tembus 2 support di bawahnya, yaitu 5249 dan 5140. Namun, kenaikan kembali di atas 5140 seharusnya menjadi pertanda positif. Tapi di sisi lain, ini menjadi ancaman baru untuk tekanan berikutnya, jika harga tidak mampu tembus di atas 5190-5200 dalam waktu dekat.
Skenario berikutnya yang diharapkan terbagi 2, yaitu : #1 bullish terus mendorong naik sejak harga tidak tembus MA 200 (5006), atau #2 bullish belum terlalu kuat, harga masih bisa retest 4996-5000 atau bahkan jauh lebih rendah ke zona pink 4854-4907.
Skenario #1 menunjukkan peluang bullish yang tetap dominan. Asumsi 1 adalah bahwa harga tetap berada di atas 5110-5140. Jika dalam 4-6 jam ke depan terus berlaku seperti ini, maka buyer kemungkinan kembali masuk dan mendorong harga naik lebih tinggi, kembali di atas 5200-an. Atau, asumsi 2, akan terjadi swing low lebih dulu, setidaknya menguji kembali area MA 200 yang saat ini ada di zona 5011. Jika ini yang terjadi, maka trader bisa mempertimbangkan mulai buy di zona tersebut (dekat MA 200). Bullish akan lebih kuat jika didukung data ekonomi yang lebih lemah dari perkiraan, dan terjadi eskalasi ketegangan geopolitik yang signifikan.
Sebaliknya, “asumsi 2” pada skenario #1 bisa berkembang lebih lanjut sebagai peluang sell jika MA 200 ditembus. Ini berarti akan menekan harga hingga kisaran support berikutnya 4854-4907. Seller akan mendominasi selama harga tidak tembus 5190 dan berpeluang lebih kuat jika tembus 5000. Kondisi ini akan dominan jika didukung data ekonomi yang lebih kuat dan jalur diplomasi dari Iran dan AS.

Per jam 10.50 WIB, harga berada di 5166.02 dengan high 5190.74, dan low 5083.66. Jika Anda melihat rekomendasi sebelumnya di website Technical Analysis Commodity (Gold, Crude Oil) 4 Maret 2026, strategi sell jangka pendek tetap dipertahankan, tapi area diperluas sampai kisaran 5185. Terlihat bahwa harga sempat naik ke 5190, tapi kemudian mengalami rejection dan harga ditutup di 5154, dan candle berbentuk bearish bisa dianggap piercing line (2 candle terakhir bullish + bearish).
Zona merah yang sebelumnya bertindak sebagai support di 5168-5180 kini berperan sebagai resistance. Selama harga belum mampu naik dan ditutup stabil di atas zona ini, maka tekanan turun diperkirakan masih bisa terjadi sehingga sell tetap bisa dilakukan. Namun, potensi target ataupun area support perlu diwaspadai. Dalam hal ini, zona ungu di kisaran 5082-5110 kemungkinan sebagai support yang diperkirakan cukup kuat untuk beberapa waktu ke depan.
Jika dalam 2-3 jam ke depan harga tetap di bawah 5190, maka strategi sell tetap dipertahankan, dengan peluang target terdekat 5140, atau terjauh kisaran 5083-5090 yang menjadi area low sementara di sesi Asia hari ini. Dan jika tembus 5083, maka tren cenderung berlanjut dengan dominan turun hingga sesi NY (sisanya tergantung data ekonomi).
Sebaliknya, buyer bisa pertimbangkan untuk entry jika : 1) zona ungu 5082-5110 tidak ditembus, atau bisa saja terdapat false breakout; 2) harga tembus dan stabil di atas zona merah atau di atas 5190. Dan jika berhasil tembus 5190, maka tren cenderung berlanjut dengan dominan naik hingga sesi NY kembali bergantung pada data ekonomi.
Untuk malam hari sebaiknya Anda fokus perhatikan catatan kami di grafik H4!
Trading Strategy:
Opsi SELL on Rally (updated jam 11.00 WIB)
Entry: 5178.00 – 5180.00
(atau cek di artikel untuk opsi lainnya)
Target/Reward : 5166 ($12 - $14)
(Alternatif Follow BUY jika tembus 5380, target terdekat 5390, terjauh 5410, sesuaikan stop loss dengan risk management masing-masing)
Stop Loss: 5186.00 ($6 - $8)
(ideal 3-5 poin di atas 5185.00)
Risk Reward: 1: 2
Opsi BUY on Dip
Entry : 5090.00 – 5092.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif )
Target/Reward: 5104.00 ($12 - $14)
Stop Loss: 5084.00 ($6 - $8)
(ideal SL 3-5 poin di bawah 5083)
Risk Reward: 1: 2
Disclaimer: Artikel ini berupa pandangan Agrodana Research, Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan atau menjual market tertentu. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
Research & Analysis PT Agrodana Futures


| Suggest : SELL on Rally Area : 1.16000 – 1.16200 Target : 1) 1.15400 2) 1.14800 SL : 1.16800 Alternatif : - Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.15700 - Switch to BUY jika tembus 1.17000 |


| Suggest : SELL on Rally Area : 1.33400– 1.33600 Target : 1) 1.32800 2) 1.32200 SL : 1.34200 Alternatif : - Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.33000 - Switch to BUY jika tembus 1.35000 |


| Suggest : BUY on Dip Area : 156.800 – 157.000 Target : 1) 157.600 2) 158.200 SL : 156.200 Alternatif : - Pertahankan/Follow BUY jika tembus 157.800 - Switch to SELL jika tembus 156.000 atau jika terjadi intervensi |


| Suggest : BUY on Dip Area : 72.50 – 72.70 Target : 1) 73.70 2) 74.70 SL : 71.50 Alternatif : Pertahankan/follow BUY jika tembus 75.50 Switch to SELL jika tembus 69.00 Tetap waspadai perkembangan geopolitik! |



| Suggest : SELL on Rally (updated!) Area : 5178.00 – 5180.00 Target : 1) 5172.00 2) 5166.00 SL : 5185.00 (ideal 3-5 points di atas 5185) Alternatif : Pertahankan/follow SELL jika tembus 5140 (updated!) Switch to BUY jika tembus 5195 (updated!) Opsi buy : 5082-5110 (ungu) (updated!), 4961-4975 (abu), 4842-4882 (biru), tembus 5185-5190 |
Disclaimer: Artikel ini berupa pandangan Agrodana Research, Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan atau menjual market tertentu. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
Research & Analysis PT Agrodana Futures

Forex atau Foreign Exchange adalah sebuah kegiatan jual beli mata uang asing yang dilakukan oleh bank, institusi keuangan, hedge fund, hingga bank sentral di seluruh dunia. Pasar ini bersifat over-the-counter (OTC), sehingga tidak memiliki bursa terpusat. Trader ritel tidak dapat bertransaksi secara langsung di pasar antar bank, tetapi dapat bertransaksi secara online melalui sebuah perantara atau broker perdagangan berjangka.
Menurut data dari Bank for International Settlements (BIS), transaksi forex setiap harinya bisa mencapai $9,6 triliun. Volume transaksi yang besar ini menjadikan transaksi forex sebagai transaksi paling likuid di dunia dan membuat investor semakin tertarik terhadap pasar forex.
Catatan penting, trading forex ini sifatnya selalu berpasangan. Artinya, ketika trader membeli satu mata uang, pada saat yang sama ia menjual mata uang lainnya. Hal ini karena nilai suatu mata uang tidak bisa berdiri sendiri, melainkan selalu dibandingkan dengan mata uang lain. Pelaku yang melakukan aktivitas ini dinamakan trader forex.
Dalam forex ada 3 jenis pair mata uang:
Dari banyaknya mata uang di dunia, berikut ini adalah 7 mata uang asing yang populer saat ini di forex.

Mata uang paling dominan di dunia, terlibat dalam hampir 90% transaksi forex dan menjadi dasar dari hampir semua major pair.
Contoh pair: EUR/USD, USD/JPY
Mata uang terpopuler kedua yang mewakili negara-negara zona Eropa. Pasangan EUR/USD adalah yang paling banyak diperdagangkan secara global.
Contoh:EUR/USD, EUR/GBP, EUR/JPY
Sering digunakan sebagai safe-haven currency (mata uang aman) dan salah satu yang paling aktif diperdagangkan di Asia.
Contoh: USD/JPY, AUD/JPY, EUR/JPY, GBP/JPY
Mata uang utama yang mewakili Inggris, dikenal sangat volatil dan populer di kalangan trader profesional.
Contoh: GBP/USD, EUR/GBP, GBP/JPY
Mata uang komoditas utama yang pergerakannya dipengaruhi oleh ekspor bahan mentah (tambang) dan ekonomi China.
Contoh: AUD/USD, AUD/JPY
Sering disebut sebagai "Loonie", mata uang komoditas yang nilainya sangat dipengaruhi oleh harga minyak dunia.
Contoh: USD/CAD
Dikenal sebagai safe-haven terkuat bersama Yen, sering diincar saat terjadi ketidakpastian ekonomi global.
Contoh: USD/CHF, CHF/JPY
Dalam dunia trading forex saat ini terdapat 3 pair yaitu:
Major pair ini biasanya banyak melibatkan USD untuk transaksinya
Contoh: EUR/USD, USD/JPY, GBP/USD, dll.
Untuk minor pair ini dalam transaksinya tidak melibatkan USD
Contoh: EUR/GBP, EUR/JPY, dll.
Exotic pairs ini dalam proses tradingnya biasa melibatkan mata uang negara berkembang, maka dari itu exotic pair ini masih belum umum dan memiliki spread yang lebih lebar, likuiditas yang lebih rendah, dan volatilitas lebih tinggi jika dibandingkan dengan major pairs atau minor pairs
Contoh: USD/IDR, EUR/TRY, USD/THB, dll.
Dalam trading forex, penting bagi seorang trader untuk menentukan mata uang yang akan ditradingkan, karena akan berpengaruh terhadap strategi trading, potensi keuntungan dan kerugian, serta volatilitas dari mata uang tersebut. Adapun faktor-faktor lainnya yang perlu dipertimbangkan dalam memilih mata uang untuk trading adalah:
Untuk seorang pemula, memilih pair mata uang yang akan ditradingkan tentu tidak mudah karena tidak hanya mencari “pair yang menguntungkan”, tetapi juga pair mata uang yang mencakup stabilitas pergerakan, spread rendah, dan kemudahan dalam analisis. Berikut ini kriteria pentingnya.
Likuiditas tinggi ini berarti banyaknya volume perdagangan yang terjadi pada pair tersebut. Biasanya semakin tingginya likuiditas, semakin kecil lonjakan harga yang tak terduga.
Spread adalah selisih antara harga beli (ask) dan harga jual (bid). Semakin rendah spread, maka biaya transaksinya akan lebih minim. Sekadar informasi, biasanya major pair memiliki biaya spread paling rendah karena banyaknya volume transaksi.
Pilihlah pasangan mata uang yang memiliki volatilitas yang cenderung stabil, agar pergerakan pasarnya lebih terprediksi dan slippage-nya jauh lebih kecil dibandingkan dengan exotic pair.
Pada trading forex, setiap pair mempunyai waktu aktif atau sesi perdagangan yang paling ramai. Sebagai contohnya, pair EUR/USD lebih aktif di sesi Eropa dan Amerika. Sesuaikan juga waktu trading Anda. jika memang hanya bisa di malam hari, pilihlah pair yang memang aktif di waktu tersebut.
Kunci sukses trading forex bukan hanya soal memilih mata uang yang populer, tetapi memahami karakter pergerakannya dan menyesuaikannya dengan strategi serta manajemen risiko yang tepat. Dengan pemilihan pair yang sesuai dan disiplin dalam trading plan, peluang untuk meraih hasil yang konsisten akan semakin terbuka.



