Dolar mulai pulih dan bergerak menguat terhadap mata uang lainnya dan menjauh dari level terendah akibat merosot tajam pekan lalu. Penundaan kenaikan tarif impor oleh Presiden Trump memberikan sedikit nafas lega di tengah kekhawatiran akan terjadinya resesi global yang akan terjadi jika agenda tersebut dijalankan. Setelah menunda kenaikan tarif, Presiden Trump berencana merombak lagi kenaikan tarif impor dengan pengecualian produk-produk semikonduktor. Ditambah lagi dengan rencana untuk mengubah kenaikan tarif produk otomotif yang saat ini diberlakukan kenaikan tarif impor sebanyak 25% terutama dari Kanada, Mexico dan sejumlah negara mitra dagang AS. Sementara dalam menghadapi perang tarif terhadap China yang meruncing, juru bicara Gedung Putih - Karoline Leavitt mengatakan Trump terbuka untuk bernegosiasi dengan China, tapi harus pihak China dulu yang memulai. Seperti diketahui AS pertama kali mengenakan kenaikan tarif impor kepada China sebanyak 34% kemudian dibalas China dengan kenaikan tarif sebanyak 84% dan diancam dengan kenaikan sebanyak 125% oleh AS dan dibalas lagi dengan kenaikan yang sama 125% dan untuk sementara diakhiri dengan kenaikan sebanyak 145%. Setelah itu China mulai melarang ekspor suku cadang untuk perusahaan Boeing dan sejumlah perusahaan AS lainnya sebagai langkah perlawanan terhadap perang tarif tersebut. Sejauh ini belum ada respon dari pihak China terkait dengan negosiasi tarif impor. Sementara perubahan sikap yang tiba-tiba dan tidak menentu dari Presiden Trump mengurangi kepercayaan pasar terhadap kemampuan mengelola pemerintahan. Meskipun Menteri Keungan AS - Scott Bessent kembali mengingatkan kebijakan pemerintah AS adalah strong dolar. Sama seperti yang disuarakan oleh 9 menteri keuangan pendahulunya sejak tahun 1995 lalu. Dengan strong dolar diharapkan inflasi akan dapat ditekan dan suku bunga menjadi rendah. Hal ini menggambarkan kepercayaan dunia atas pemerintahan AS. Namun saat ini kepercayaan tersebut mulai memudar bahwa AS bukan lagi poros ekonomi dunia seperti beberapa waktu silam. Gubernur Fed - Christopher Waller mengakui kebijakan tarif impor Presiden Trump merupakan goncangan terhadap ekonomi AS sehingga Fed perlu bertindak guna mengantisipasi mendahului potensi terjadinya resesi dengan memangkas suku bunga acauan lebih lanjut. Sementara Gubernur Fed Atlanta - Raphael Bostic menyarankan Fed untuk mempertahankan suku bunga acuan untuk sementara waktu sembari menunggu dampak langsung dari kenaikan tarif impor terhadap ekonomi di AS. Ekspektasi akan langkah pemangkasan suku bunga acuan Fed meningkat dari sebelumnya hanya di kisaran 60 bps menjadi mendekati 85 bps hingga akhir tahun nanti. Sementara untuk pertemuan moneter terdekat yang dijadwalkan pada awal Mei mendatang, Fed akan tetap mempertahankan suku bunganya karena belum ada kejelasan akan dampak kenaikan tarif impor tersebut. Setelah data indeks manufaktur di negara bagian New York yang membaik, hari ini akan dirilis data Retail Sales dengan perkiraan meningkat. Dan US Market akan libur pada hari Jumat nanti merayakan libur Good Friday.
Yen mengalami koreksi terhadap dolar meski masih belum terlalu jauh dari level tertinggi dalam 6 bulan terakhir. Pembahasan nilai tukar mata uang Yen menjadi pemicu penguatan setelah dibahas oleh Menteri Keuangan Jepang - Katsunobu Kato dengan Menteri Keuangan AS - Scott Bessent. Sementara Perdana Menteri Jepang - Shigeru Ishiba mengutus Menteri Ekonomi - Ryosei Akazawa berangkat ke Washington untuk melakukan negosiasi kenaikan tarif impor yang diterapkan oleh pemerintahan Presiden Trump. Jepang berharap AS mau menghapus kenaikan tarif tersebut dengan negosiasi kali ini. Meskipun Ishiba sebelumnya sempat mengatakan pemerintah Jepang tidak terburu-buru ingin melakukan negosiasi.
Euro juga mulai kembali melemah terhadap dolar, namun masih tidak terlalu jauh dari level tertinggi sejak Februari tahun 2022 yang terjadi pada pekan lalu. Pertemuan moneter Bank Sentral Eropa (ECB) akan dijadwalkan pada hari Kamis esok hari dengan perkiraan ECB akan kembali memangkas suku bunga acuannya guna mengantisipasi pelambatan ekonomi global akibat kenaikan tarif impor AS. Presiden ECB - Christine Lagarde menyatakan ECB siap melakukan apa saja untuk mempertahankan stabilitas finansial di kawasan ini. Data ekonomi cukup mixed dengan Industrial Production Uni Eropa mengalami peningkatan melampaui perkiraan, namun sentimen konsumen ZEW di Jerman justru menurun. Hari ini tidak ada data ekonomi yang dirilis.
Poundsterling masih tertahan terhadap dolar menjelang rilis data inflasi CPI siang ini. Sebelumnya data pertumbuhan ekonomi GDP di Inggris ternyata lebih baik dari yang diperkirakan membuat pemulihan ekonomi diharapkan akan terus berlanjut. Data inflasi siang ini diperkirakan akan mengalami penurunan sehingga terbuka peluang bagi Bank Sentral Inggris (BOE) untuk kembali melanjutkan pemangkasan suku bunga acuannya. Inggris hanya mendapat kenaikan tarif impor dengan nilai paling sedikit yaitu hanya 10% sehingga sepertinya tidak perlu membuat negosiasi lagi.
CHART TECHNICAL ANALYSIS CRUDE OIL
KETERANGAN
Candle ditutup doji, secara teori cenderung turun
Secara teknis, range pergerakan cenderung terbatas dan belum ada perubahan signifikan terlihat
Secara fundamental cenderung bearish dipicu oleh: a. Keputusan OPEC+ mulai menambah produksi di bulan April b. Kebijakan Tarif memicu kekhawatiran melambatnya ekonomi sehingga memicu lemahnya permintaan c. Trump menargetkan harga minyak yang lebih rendah
EIA juga menurunkan proyeksi pertumbuhan permintaan minyak mentah global, mengutip alasan kebijakan tarif AS -> negatif untuk minyak
Pola inverse H&S di H4 berpotensi gagal karena belum terlihat kenaikan di atas 63 dan cenderung kembali turun di bawah 62
Penurunan di bawah 59 berpotensi memicu penurunan lanjutan
Sejauh ini support psikologis di 55/57 cukup efektif -> penembusan di bawah 55 akan memicu penurunan lebih lanjut, dan kembali ke sisi bearish
Resistance psikologis saat ini area 64/65, sejauh ini sulit ditembus -> jika tembus, maka cenderung berubah tren ke arah kenaikan
Suggest : SELL on Rally Area : 61.80 – 62.00 Target : 1) 60.80 2) 59.80 SL : 65.00
Alternatif : Pertahankan/follow SELL jika tembus 60.80 Switch to BUY jika tembus 63.20
CHART TECHNICAL ANALYSIS DOW JONES
KETERANGAN
Candle ditutup shooting star, secara teori pertanda penurunan-> negatif untuk saham
H4 menunjukkan potensi terjadinya double top karena sejauh ini resistance 41130, neckline 39090, tapi pola ini gagal jika resistance tembus 41100
Secara fundamental, kekhawatiran perang dagang AS-China masih kuat, belum ada pertanda kedua negara lakukan pertemuan ataupun kesepakatan -> cenderung turun
Saham-saham teknologi kembali tertekan setelah Trump mengatakan akan tetap kenakan tarif 20% untuk semikondutor
Fokus minggu ini : hubungan AS-China, retail sales, Powell speaks
Fokus retail sales AS jam 19.30 WIB a. Act > Exp = saham naik -> switch to BUY b. Act < Exp = saham turun -> pertahankan/follow SELL
Fokus pidato Powell jam 00.15 WIB a. Hawkish (= belum/tidak ada urgensi turunkan suku bunga) = saham turun -> pertahankan SELL b. Dovish (= terbuka untuk penurunan suku bunga) = saham naik -> switch to BUY
Selama belum ada pertanda untuk negosiasi antara AS-China, maka kenaikan cenderung terhambat dan tekanan masih mendominasi
Bullish lebih kuat jika tembus 41000 -> switch to BUY
Bearish lebih dominan jika tembus 40400 -> pertahankan/follow SELL
Suggest : SELL on Rally Area : 40490 - 40510 Target : 1) 40390 2) 40290 SL : 40610
Alternatif : Follow/Pertahankan SELL jika tembus 40400 Switch to BUY jika tembus 41000 Ada potensi Double Top
CHART TECHNICAL ANALYSIS S&P 500
KETERANGAN
Candle ditutup shooting star, secara teori pertanda penurunan-> negatif untuk saham
H4 menunjukkan potensi terjadinya double top, cenderung turun
Secara fundamental, kekhawatiran perang dagang AS-China masih kuat, belum ada pertanda kedua negara lakukan pertemuan ataupun kesepakatan -> cenderung turun
Saham-saham teknologi kembali tertekan setelah Trump mengatakan akan tetap kenakan tarif 20% untuk semikondutor
Fokus minggu ini : hubungan AS-China, retail sales, Powell speaks
Fokus retail sales AS jam 19.30 WIB a. Act > Exp = saham naik -> switch to BUY b. Act < Exp = saham turun -> pertahankan/follow SELL
Fokus pidato Powell jam 00.15 WIB a. Hawkish (= belum/tidak ada urgensi turunkan suku bunga) = saham turun -> pertahankan SELL b. Dovish (= terbuka untuk penurunan suku bunga) = saham naik -> switch to BUY
Selama belum ada pertanda untuk negosiasi antara AS-China, maka kenaikan cenderung terhambat dan tekanan masih mendominasi
Bullish lebih kuat jika tembus 5500 -> switch to BUY
Bearish lebih dominan jika tembus 5370 -> pertahankan/follow SELL
Suggest : SELL on Rally Area : 5400.00 – 5420.00 Target : 1) 5370.00 2) 5340.00 SL : 5450.00
Alternatif : Pertahankan SELL jika tembus 5370 Switch to BUY jika tembus 5500 Ada peluang double top
CHART TECHNICAL ANALYSIS NASDAQ
KETERANGAN
Candle ditutup shooting star, secara teori pertanda penurunan-> negatif untuk saham
H4 menunjukkan potensi terjadinya double top, cenderung turun
Secara fundamental, kekhawatiran perang dagang AS-China masih kuat, belum ada pertanda kedua negara lakukan pertemuan ataupun kesepakatan -> cenderung turun
Saham-saham teknologi kembali tertekan setelah Trump mengatakan akan tetap kenakan tarif 20% untuk semikondutor
Fokus minggu ini : hubungan AS-China, retail sales, Powell speaks
Fokus retail sales AS jam 19.30 WIB a. Act > Exp = saham naik -> switch to BUY b. Act < Exp = saham turun -> pertahankan/follow SELL
Fokus pidato Powell jam 00.15 WIB a. Hawkish (= belum/tidak ada urgensi turunkan suku bunga) = saham turun -> pertahankan SELL b. Dovish (= terbuka untuk penurunan suku bunga) = saham naik -> switch to BUY
Selama belum ada pertanda untuk negosiasi antara AS-China, maka kenaikan cenderung terhambat dan tekanan masih mendominasi
Bullish lebih kuat jika tembus 19000 -> switch to BUY
Bearish lebih dominan jika tembus 18630 -> pertahankan/follow SELL
Suggest : SELL on Rally Area : 18730.00 – 18750.00 Target : 1) 18630.00 2) 18530.00 SL : 18850.00
Alternatif : Pertahankan/Follow SELL jika tembus 18630 Switch to BUY jika tembus 19000 Ada peluang double top
CHART TECHNICAL ANALYSIS NIKKEI
KETERANGAN
Candle ditutup hanging man, secara teori cenderung turun -> negatif untuk NIKKEI
Kenaikan Wall Street terlihat mulai terhambat, dan Nasdaq ditutup shooting star dan berpotensi turun -> Nikkei cenderung ada kemiripan dengan Nasdaq sehingga pagi ini dibuka gap down
Pasar masih fokus dengan tarif, dan ketidakpastian membayangi sehingga peluang turun lebih terbuka
Secara teknis, H4 menunjukkan range pergerakan yang terbatas, dan dalam potensi pola bearish flag sehingga diperkirakan kenaikan mulai tertahan -> incar sell dekat resistance
Bullish lebih kuat jika tembus 34600 -> switch to BUY
Bearish lebih dominan jika tembus 34100 -> pertahankan/follow SELL
Suggest : SELL on Rally Area : 34220 - 34240 Target : 1) 34120 2) 34020 SL : 34340
Alternatif :
Follow/Pertahankan SELL jika tembus 34100
Switch to BUY jika tembus 34600
CHART TECHNICAL ANALYSIS HANGSENG
KETERANGAN
Candle ditutup doji, secara teori cenderung turun
Kenaikan Wall Street terlihat mulai terhambat dan ditutup turun karena kekhawatiran tarif semikonduktor yang kemungkinan juga akan memasukkan elektronik di dalam bagiannya setelah exemption dari tarif resiprokal kemarin -> negatif untuk saham
Pasar masih tunggu realisasi dari stimulus fiskal dan moneter dari pemerintah China dan PBOC untuk mendorong konsumsi domestik dan mengatasi dampak dari tarif AS -> cenderung naik jika terealisasi
Secara teknis, 21600 dan 21400 adalah area tengah dan bullish butuh kenaikan di atas 21600, sedangkan bearish cenderung turun jika tembus di bawah 21000
Bullish lebih kuat jika tembus 21400 -> pertahankan/follow BUY
Bearish lebih dominan jika tembus 21000 -> switch to SELL
Suggest : BUY on Dip Area : 21180 - 21200 Target : 1) 21300 2) 21400 SL : 21080
Alternatif : Follow/Pertahankan BUY jika tembus 21400 Switch to SELL jika tembus 21000
Disclaimer: Artikel ini berupa pandangan Agrodana Research, Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan atau menjual market tertentu. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
Dolar masih cenderung melemah terhadap mata uang lainnya setelah sebelumnya turun tajam terhadap mata uang lainnya seiring dengan perubahan-perubahan cepat dari kebijakan kenaikan tarif Presiden Trump. Setelah menunda kenaikan tarif reciprocal pekan lalu, Trump mengatakan akan meluncurkan kenaikan tarif terhadap produk semikonduktor pekan depan dengan beberapa pengecualian terhadap sejumlah perusahaan di sektor ini. Pada Jumat lalu, Gedung Putih membuat pengecualian kenaikan tarif impor terhadap produk telepon pintar, komputer dan sejumlah elektronik lainnya yang sebagian besar berasal dari China yang kemungkinan akan berubah lagi disesuaikan dengan kebijakan kenaikan tarif impor produk semikonduktor tersebut. Sebelumnya perang tarif antara AS dan China memuncak dengan saling menaikkan hingga mencapai puncaknya setelah AS menaikkan hingga 145% dan dibalas oleh China yang menaikkan tarif impor ke 125%. Akibatnya kekhawatiran akan terjadinya pelambatan global yang berpeluang terjadinya resesi semakin meningkat. Presiden Trump pada Senin kemarin mengatakan berencana untuk mengubah kebijakan dengan pengecualian pada produk otomotif yang sudah ditetapkan beberapa waktu lalu. Tidak konsistennya kebijakan kenaikan tarif membuat pasar menjadi semakin kehilangan kepercayaan. Meskipun rencana pengecualian terhadap produk teknologi sempat disambut baik di bursa saham-saham teknologi. Penundaan kenaikan tarif impor AS selama 90 hari juga diperkirakan masih berpotensi mendorong inflasi dan menahan laju pertumbuhan ekonomi. Dengan asumsi tersebut dan data inflasi yang dirilis pekan lalu, kemungkinan besar Fed akan memangkas suku bunga acuan dalam waktu dekat ini. Gubernur Fed - Christopher Waller semalam juga menyebut hal tersebut perlu dilakukan untuk mengantispasi kemungkinan resesi meski inflasi diperkirakan masih sulit turun. Fed New York melaporkan ekspektasi inflasi jangka pendek diperkirakan akan naik ke level tertinggi sejak musim gugur tahun 2023 lalu seiring dengan peluang mendapatkan pekerjaan layak yang semakin sulit dan pendapatan pribadi yang terus berkurang. Pasar masih menunggu data Retail Sales yang akan dirilis esok hari untuk mengetahui daya beli rakyat AS.
Yen juga masih cenderung menguat terhadap dolar bahkan sempat mencapai level tertinggi sejak September tahun lalu pada pekan lalu. Pembahasan nilai tukar mata uang Yen menjadi pemicu penguatan setelah Menteri Ekonomi - Ryosei Akazawa mengatakan persoalan nilai tukar ini akan dibahas oleh Menteri Keuangan Jepang - Katsunobu Kato dengan Menteri Keuangan AS - Scott Bessent. Sementara Perdana Menteri Jepang - Shigeru Ishiba mengatakan Jepang tidak terburu-buru menyelesaikan negosiasi kenaikan tarif impor yang diterapkan oleh pemerintahan Presiden Trump. Jepang mengajak kerjasama dengan negara G7 dan IMF untuk menciptakan stabilitas keuangan global yang tergoncang akibat kenaikan tarif impor AS.
Euro relatif flat terhadap dolar setelah sempat menguat tajam ke level tertinggi sejak Februari tahun 2022 pada pekan lalu, menjelang pertemuan moneter Bank Sentral Eropa (ECB) yang dijadwalkan pada hari Kamis ini. Diperkirakan ECB akan kembali memangkas suku bunga acuannya guna mengantisipasi pelambatan ekonomi global akibat kenaikan tarif impor AS. Meskipun kenaikan tarif impor dari AS yang lebih sedikit dari perkiraan membuat kondisi ekonomi di kawasan ini memberi dampak relatif tidak seburuk mitra dagang AS lainnya. ECB juga siap melakukan apa saja untuk mempertahankan stabilitas finansial di kawasan ini. Didukung oleh pernyataan Presiden ECB - Christine Lagarde pada Jumat lalu yang mengatakan siap mengeluarkan instrumen keuangan untuk menjaga stabilitas tersebut dan mempunyai catatan panjang keberhasilan mengatasi kesulitan saat kondisi ekonomi tidak menentu.
Poundsterling masih berlanjut menguat terhadap dolar setelah pertumbuhan ekonomi GDP di Inggris ternyata lebih baik dari yang diperkirakan sehingga pemulihan ekonomi diharapkan akan terus berlanjut. Meskipun demikian, Bank Sentral Inggris (BOE) masih belum yakin untuk melanjutkan pemangkasan suku bunga acuannya. Data inflasi CPI kemungkinan akan memberikan kejelasan langkah BOE selanjutnya. Hari ini akan dirilis data dari sektor tenaga kerja berupa klaim pengangguran, tingkat pengangguran dan upah rata-rata.
CHART TECHNICAL ANALYSIS CRUDE OIL
KETERANGAN
Candle ditutup spinning tops, secara teori cenderung imbang antara bullish dan bearish
Secara teknis, range pergerakan cenderung terbatas dan belum ada perubahan signifikan terlihat
Secara fundamental cenderung bearish dipicu oleh: a. Keputusan OPEC+ mulai menambah produksi di bulan April b. Kebijakan Tarif memicu kekhawatiran melambatnya ekonomi sehingga memicu lemahnya permintaan c. Trump menargetkan harga minyak yang lebih rendah
OPEC menurunkan proyeksi pertumbuhan permintaan dari 1.45 juta bph menjadi 1.3 juta bph, mengutip alasan kebijakan tarif AS -> negatif untuk minyak
H4 masih terbuka untuk terbentuknya pola inverse H&S dengan neckline area 63/64, jika tembus cenderung naik, jika gagal tembus, maka berpotensi berbalik turun
Penurunan di bawah 59 berpotensi memicu penurunan lanjutan
Sejauh ini support psikologis di 55/57 cukup efektif -> penembusan di bawah 55 akan memicu penurunan lebih lanjut, dan kembali ke sisi bearish
Resistance psikologis saat ini area 64/65, sejauh ini sulit ditembus -> jika tembus, maka cenderung berubah tren ke arah kenaikan
Suggest : BUY on Dip Area : 60.50 – 60.70 Target : 1) 61.70 2) 62.70 SL : 59.50
Alternatif : Pertahankan/follow BUY jika tembus 62.00 Switch to SELL jika tembus 59.20
CHART TECHNICAL ANALYSIS DOW JONES
KETERANGAN
Candle ditutup bullish tapi dengan tail bawah yang lebih panjang dari tail atas, mirip hanging man -> secara teori cenderung menunjukkan kenaikan yang mulai melemah
H4 menunjukkan potensi terjadinya double top jika resistance 41130 gagal ditembus sehingga peluang penurunan cenderung lebih dominan daripada kenaikan, tapi pola ini gagal jika resistance tembus
Secara fundamental, pasar masih mendapat sisi positif dari exemption sebelumnya di sektor teknologi, tapi kenaikan mulai terbatas karena Trump siapkan tarif terpisah untuk sektor teknologi -> kenaikan berpotensi terbatas, cenderung turun
Fokus minggu ini : hubungan AS-China, retail sales, Powell speaks
Selama belum ada pertanda untuk negosiasi antara AS-China, maka kenaikan cenderung terhambat dan tekanan masih mendominasi
Bullish lebih kuat jika tembus 41200 -> switch to BUY
Bearish lebih dominan jika tembus 40550 -> pertahankan/follow SELL
Suggest : SELL on Rally Area : 40780 - 40800 Target : 1) 40680 2) 40580 SL : 40900
Alternatif : Follow/Pertahankan SELL jika tembus 40550 Switch to BUY jika tembus 41200
CHART TECHNICAL ANALYSIS S&P 500
KETERANGAN
Candle ditutup bullish tapi dengan tail atas yang lebih panjang dari tail atas, mirip shooting star -> secara teori cenderung menunjukkan kenaikan yang mulai melemah
H4 menunjukkan potensi terjadinya double top jika resistance 41130 gagal ditembus sehingga peluang penurunan cenderung lebih dominan daripada kenaikan, tapi pola ini gagal jika resistance tembus
Secara fundamental, pasar masih mendapat sisi positif dari exemption sebelumnya di sektor teknologi, tapi kenaikan mulai terbatas karena Trump siapkan tarif terpisah untuk sektor teknologi -> kenaikan berpotensi terbatas, cenderung turun
Fokus minggu ini : hubungan AS-China, retail sales, Powell speaks
Selama belum ada pertanda untuk negosiasi antara AS-China, maka kenaikan cenderung terhambat dan tekanan masih mendominasi
Bullish lebih kuat jika tembus 5540 -> switch to BUY
Bearish lebih dominan jika tembus 5400 -> pertahankan/Follow SELL
Suggest : BUY on Dip Area : 5470.00 – 5490.00 Target : 1) 5440.00 2) 5410.00 SL : 5520.00
Alternatif : Pertahankan SELL jika tembus 5400 Switch to BUY jika tembus 5540
CHART TECHNICAL ANALYSIS NASDAQ
KETERANGAN
Candle ditutup doji, mirip hanging man, secara teori cenderung menunjukkan potensi turun -> negatif untuk saham
H4 menunjukkan potensi terjadinya double top jika resistance 41130 gagal ditembus sehingga peluang penurunan cenderung lebih dominan daripada kenaikan, tapi pola ini gagal jika resistance tembus
Secara fundamental, pasar masih mendapat sisi positif dari exemption sebelumnya di sektor teknologi, tapi kenaikan mulai terbatas karena Trump siapkan tarif terpisah untuk sektor teknologi -> kenaikan berpotensi terbatas, cenderung turun
Fokus minggu ini : hubungan AS-China, retail sales, Powell speaks
Selama belum ada pertanda untuk negosiasi antara AS-China, maka kenaikan cenderung terhambat dan tekanan masih mendominasi
Bullish lebih kuat jika tembus 19200 -> switch to BUY
Bearish lebih dominan jika tembus 18800 -> pertahankan/Follow SELL
Suggest : SELL on Rally Area : 19000.00 – 19020.00 Target : 1) 18900.00 2) 18800.00 SL : 19120.00
Alternatif : Pertahankan/Follow SELL jika tembus 18800 Switch to BUY jika tembus 19200
CHART TECHNICAL ANALYSIS NIKKEI
KETERANGAN
Candle ditutup bullish, secara teori cenderung naik -> positif untuk NIKKEI
Kenaikan Wall Street terlihat mulai terhambat, dan Nasdaq ditutup doji dan berpotensi turun -> Nikkei cenderung ada kemiripan dengan Nasdaq sehingga kenaikan berpotensi terhambat
Pasar masih fokus dengan tarif, dan ketidakpastian membayangi sehingga peluang turun cukup terbuka
Secara teknis, H4 menunjukkan range pergerakan yang terbatas, dan dalam potensi pola bearish flag sehingga diperkirakan kenaikan mulai tertahan -> incar sell dekat resistance
Bullish lebih kuat jika tembus 34900 -> switch to BUY
Bearish lebih dominan jika tembus 34100 -> pertahankan/follow SELL
Suggest : SELL on Rally Area : 34400 - 34420 Target : 1) 34300 2) 34200 SL : 34520
Alternatif :
Follow/Pertahankan SELL jika tembus 34100
Switch to BUY jika tembus 34900
CHART TECHNICAL ANALYSIS HANGSENG
KETERANGAN
Candle ditutup spinning tops, secara teori imbang antara kenaikan dan penurunan -> tren ditentukan dari penutupan candle hari ini
Kenaikan Wall Street terlihat mulai terhambat karena tarif semikonduktor yang kemungkinan juga akan memasukkan elektronik di dalam bagiannya setelah exemption dari tarif resiprokal kemarin -> negatif untuk saham
Pasar masih tunggu realisasi dari stimulus fiskal dan moneter dari pemerintah China dan PBOC untuk mendorong konsumsi domestik dan mengatasi dampak dari tarif AS -> cenderung naik jika terealisasi
Secara teknis, 21600 dan 21400 adalah area tengah dan bullish butuh kenaikan di atas 21600, sedangkan bearish cenderung turun jika tembus di bawah 21000
Bullish lebih kuat jika tembus 21640 -> pertahankan/follow BUY
Bearish lebih dominan jika tembus 21000 -> switch to SELL
Suggest : BUY on Dip Area : 21380 - 21400 Target : 1) 21500 2) 21600 SL : 21280
Alternatif : Follow/Pertahankan BUY jika tembus 21640 Switch to SELL jika tembus 21000
Disclaimer: Artikel ini berupa pandangan Agrodana Research, Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan atau menjual market tertentu. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
Dolar semakin melemah terhadap mata uang lainnya hingga level terendah yang sudah lama tidak terlihat sebelumnya seiring dengan semakin meruncingnya perang dagang antara AS dengan China. Dolar melemah hingga level terendah dalam 10 tahun terakhir terhadap Swiss Franc dan dalam 3 tahun terakhir terhadap mata uang Euro. Setelah AS menaikkan tarif impor China menjadi 145%, China kembali melakukan perlawanan dengan menaikkan tarif impor sebanyak 125% dari sebelumnya 84% hari Jumat pekan lalu. China menjadi satu-satunya negara yang tidak mendapat penundaan kenaikan impor selain Kanada dan Mexico yang sudah diberlakukan terlebih dahulu. Dengan kebijakan tarif impor yang tarik ulur ini membuat tingginya ketidakpastian sehingga permintaan akan pengalihan aset safe haven menjadi meningkat. Dan cepatnya perubahan kebijakan kenaikan tarif membuat kepercayaan terhadap kredibiltas pemerintahan AS menurun tajam sehingga status dolar sebagai aset safe haven juga ikut turun. Perekonomian yang solid dan sistem keuangan yang stabil di AS belakangan ini berubah seiring dengan langkah yang diambil Presiden Trump, setelah merilis daftar kenaikan tarif reciprocal tak berselang lama dalam hitungan hari dilakukan penundaan dan hanya fokus terhadap China membuat kepercayaan akan kemampuan pengelolaan keuangan pemerintahan Trump menjadi diragukan. Meski demikian penundaan tersebut tidak menghilangkan potensi terjadinya melambatkan pertumbuhan ekonomi dan meningkatnya inflasi yang berujung pada peluang terjadinya resesi. Sementara data inflasi di AS yang menurun membuka ekspektasi akan langkah pemangkasan suku bunga acuan Fed lebih lanjut. Data ekonomi penting pekan ini adalah data Retail Sales yang akan dirilis pada hari Rabu dan juga pidato dari sejumlah pejabat Fed termasuk Ketua Fed - Jerome Powell pada hari Rabu lewat tengah malam.
Yen berlanjut menguat hingga level tertinggi sejak September tahun lalu seiring dengan mata uang dolar yang melemah tajam. Selain itu juga karena pengalihan aset safe haven yaitu mata uang yen dan Swiss Franc, Yen sendiri sebelumnya sudah menguat setelah terjadi pertemuan trilateral antara Menteri Keuangan, Otoritas Jasa Keuangan dan Bank Sentral Jepang (BOJ) yang hanya terjadi dalam keadaan genting. Pertemuan tersebut biasanya diadakan untuk mengantisipasi adanya aksi spekulatif terhadap mata uang yen. Dan hal ini dikonfirmasi oleh Wakil Menteri Keuangan Jepang untuk Hubungan Internasional - Atsushi Mimura. Selain itu, dalam pertemuan tersebut Jepang juga meminta kerjasama dengan negara G7 dan IMF untuk menciptakan stabilitas keuangan global yang tergoncang akibat kenaikan tarif impor AS.
Euro melonjak tajam terhadap dolar hingga level tertinggi sejak Februari tahun 2022 yang lalu. Selain karena pelemahan mata uang dolar, kenaikan tarif impor yang lebih sedikit membuat kondisi ekonomi di kawasan ini memberi dampak relatif tidak seburuk mitra dagang AS lainnya. Didukung oleh Bank Sentral Eropa (ECB) yang siap melakukan apa saja untuk mempertahankan stabilitas finansial di kawasan ini. Hal ini diungkapkan oleh Presiden ECB - Christine Lagarde pada Jumat lalu yang menyatakan siap mengeluarkan instrumen keuangan untuk menjaga stabilitas tersebut dan mempunyai catatan panjang keberhasilan mengatasi kesulitan saat kondisi ekonomi tidak menentu. Pekan ini ECB dijadwalkan akan mengadakan pertemuan moneter dengan perkiraan akan kembali memangkas suku bunga acuan guna mengansitipasi dampak dari kenaikan tarif impor AS nantinya.
Poundsterling juga berlanjut menguat seiring dengan melemahnya mata uang dolar meski sedikit tertahan oleh melonjaknya mata uang Euro. Data-data pertumbuhan ekonomi GDP yang dirilis Jumat lalu menunjukkan peningkatan yang signifikan menjadi 0.5% yang jauh lebih baik dari perkiraan hanya naik 0.1% dengan data periode sebelumnya juga direvisi membaik dari -0.1% menjadi 0.0%. Data industrial production dan manufacturing production juga meningkat melampaui perkiraan, meskipun defisit neraca perdagangan semakin membengkak. Dengan data-data ini masih belum memberikan kejelasan dan cukup meyakinkan bagi Bank Sentral Inggris (BOE) untuk melanjutkan pemangkasan suku bunga acuannya. Kekhawatiran akan ketidakstabilan ekonomi global dari agenda kenaikan tarif impor menjadi alasan utama BOE untuk lebih berhati-hati. Pekan ini akan dirilis data inflasi CPI yang kemungkinan akan memberikan kejelasan langkah BOE selanjutnya.
CHART TECHNICAL ANALYSIS CRUDE OIL
KETERANGAN
Faktor pendukung bearish (potensi menahan kenaikan) : a. Trump ingin harga minyak lebih rendah b. kebijakan tarif memicu kekhawatiran melambatnya permintaan karena ekonomi yang melambat c. kekhawatiran resesi karena imbas melambatnya ekonomi d. OPEC+ mulai naikkan produksi per bulan April dan berlanjut di bulan Mei
Putaran pertama pertemuan Iran-AS dilaporkan lancar, dan mengarah pada pertemuan putaran kedua, hari Sabtu, 19 April 2025 di Roma a. jika sepakat, maka pasokan berpotensi meningkat -> minyak turun b. jika deadlock, maka pasokan tetap -> minyak naik, tapi kemungkinan terbatas karena faktor lain yang dominan terutama melambatnya ekonomi akibat tarif berdampak pada lemahnya permintaan
Pasar masih menunggu perkembangan tarif AS-China yang masih belum ada kontak keduanya
Fundamental besar masih negatif, sehingga kenaikan akibat geopolitik (militer)kemungkinan masih bersifat terbatas
Secara teknis, level psikologis saat ini di 55-57 dan sejauh ini efektif penurunan tertahan di 55 dan terjadi rebound hingga 62 -> kemungkinan rebound teknis yang wajar
Resistance 64-65, kemungkinan masih terlalu kuat untuk ditembus karena kebijakan OPEC+ mulai berjalan per April untuk meningkatkan produksi
Suggest : BUY on Dip Area : 60.30 – 60.50 Target : 1) 61.50 2) 62.50 SL : 59.30
Alternatif : Pertahankan/follow BUY jika tembus 62.00 Switch to SELL jika tembus 59.00
CHART TECHNICAL ANALYSIS DOW JONES
KETERANGAN
US Treasury Yield ditutup naik, dolar ditutup melemah -> secara teori negatif untuk saham
Indeks saham AS rata-rata ditutup bullish -> positif untuk saham
Pendukung kenaikan : a. Data PPI dirilis lebih lemah dari ekspektasi, menaikkan ekspektasi penurunan suku bunga Fed b. "exemption" untuk smarthphone, komputer dan elektronik dorong saham teknologi naik
Di sisi lain, "exemption" barang-barang elektronik ternyata hanya sementara, dan Trump mengatakan masih tetap akan dikenakan 20% bersama sektoral lainnya, ditargetkan 1-2 bulan berikutnya -> waspada kenaikan terbatas
Fokus minggu ini : Retail Sales, Powell speaks, Philadelphia Fed Manufacture Index, dan perkembangan hubungan dagang AS-China
Fokus data NY Fed consumer inflation expectations malam ini jam 22.00 WIB a. Act > Exp = Saham turun -> pertahankan/follow SELL b. Act < Exp = saham naik -> switch to BUY
Secara teknis, bullish akan lebih kuat jika tembus 40700-> pertahankan/follow Buy jika konfirm tembus
Switch to Sell jika tembus 40250
Suggest : BUY on Dip Area : 40420 - 40440 Target : 1) 40540 2) 40640 SL : 40320
Alternatif : Follow/Pertahankan BUY jika tembus 40700 Switch to SELL jika tembus 40250
CHART TECHNICAL ANALYSIS S&P 500
KETERANGAN
US Treasury Yield ditutup naik, dolar ditutup melemah -> secara teori negatif untuk saham
Indeks saham AS rata-rata ditutup bullish -> positif untuk saham
Pendukung kenaikan : a. Data PPI dirilis lebih lemah dari ekspektasi, menaikkan ekspektasi penurunan suku bunga Fed b. "exemption" untuk smarthphone, komputer dan elektronik dorong saham teknologi naik
Di sisi lain, "exemption" barang-barang elektronik ternyata hanya sementara, dan Trump mengatakan masih tetap akan dikenakan 20% bersama sektoral lainnya, ditargetkan 1-2 bulan berikutnya -> waspada kenaikan terbatas
Fokus minggu ini : Retail Sales, Powell speaks, Philadelphia Fed Manufacture Index, dan perkembangan hubungan dagang AS-China
Fokus data NY Fed consumer inflation expectations malam ini jam 22.00 WIB a. Act > Exp = Saham turun -> pertahankan/follow SELL b. Act < Exp = saham naik -> switch to BUY
Secara teknis, bullish akan lebih kuat jika tembus 5450-> pertahankan/follow Buy jika konfirm tembus
Switch to Sell jika tembus 5250
Suggest : BUY on Dip Area : 5370.00 – 5390.00 Target : 1) 5420.00 2) 5460.00 SL : 5340.00
Alternatif : Pertahankan BUY jika tembus 5450 Switch to SELL jika tembus 5250
CHART TECHNICAL ANALYSIS NASDAQ
KETERANGAN
US Treasury Yield ditutup naik, dolar ditutup melemah -> secara teori negatif untuk saham
Indeks saham AS rata-rata ditutup bullish -> positif untuk saham
Pendukung kenaikan : a. Data PPI dirilis lebih lemah dari ekspektasi, menaikkan ekspektasi penurunan suku bunga Fed b. "exemption" untuk smarthphone, komputer dan elektronik dorong saham teknologi naik
Di sisi lain, "exemption" barang-barang elektronik ternyata hanya sementara, dan Trump mengatakan masih tetap akan dikenakan 20% bersama sektoral lainnya, ditargetkan 1-2 bulan berikutnya -> waspada kenaikan terbatas
Fokus minggu ini : Retail Sales, Powell speaks, Philadelphia Fed Manufacture Index, dan perkembangan hubungan dagang AS-China
Fokus data NY Fed consumer inflation expectations malam ini jam 22.00 WIB a. Act > Exp = Saham turun -> pertahankan/follow SELL b. Act < Exp = saham naik -> switch to BUY
Secara teknis, bullish akan lebih kuat jika tembus 19100-> pertahankan/follow Buy jika konfirm tembus
Switch to Sell jika tembus 18700
Suggest : BUY on Dip Area : 18860.00 – 18880.00 Target : 1) 18980.00 2) 20080.00 SL : 18760.00
Alternatif : Pertahankan/Follow BUY jika tembus 19100 Switch to SELL jika tembus 18700
Indeks Nikkei ditutup doji, secara teori cenderung naik-> positif untuk Nikkei
Indeks saham global rebound, terutama sektor teknologi yang didorong oleh exemption tariff untuk barang-barang elektronik oleh Trump
Tapi kenaikan dikhawatirkan terbatas karena exemption hanya bersifat sementara -> waspada kenaikan terbatas, dan berbalik turun
Tetap waspada perkembangan lebih lanjut tentang tarif, terutama hubungan dagang AS-China
Ekspektasi kenaikan suku bunga BOJ juga tetap terbuka -> potensi membatasi kenaikan
Bearish akan lebih kuat jika secara teknis berhasil tembus 33500-> switch to SELL
Sebaliknya, bullish akan dominan jika tembus 34350 -> pertahankan/follow BUY
Suggest : BUY on Dip Area : 33750 - 33770 Target : 1) 33870 2) 33970 SL : 33650
Alternatif :
Follow/Pertahankan BUY jika tembus 34350
Switch to SELL jika tembus 33500
CHART TECHNICAL ANALYSIS HANGSENG
KETERANGAN
Candle ditutup bullish, secara teori peluang naik -> positif untuk Hang Seng
Pagi ini dibuka gap up karena Wall Street ditutup naik -> positif untuk saham
Secara fundamental, target pertumbuhan yang optimis dari pemerintah China, kesiapan untuk menangani dampak tarif Trump, dan kebijakan longgar lainnya dari moneter maupun fiskal mendukung ekonomi -> positif untuk saham/Hang Seng medium term, penurunan kemungkinan terbatas
Ketegangan hubungan dagang AS-China masih membayangi -> negatif sentiment untuk saham
Pasar masih menunggu realisasi kebijakan fiskal/stimulus dari Pemerintah China untuk atasi dampak tarif, jika muncul dengan angka lebih besar dari 10 triliun yuan, maka potensi bullish untuk saham -> potensi membatasi penurunan, tapi butuh detail angka stimulus untuk mendorong naik lebih tinggi
Pasar juga menunggu perkembangan hubungan dagang AS-China
Medium term : bullish tetap terbuka karena pemerintah China targetkan pemulihan konsumsi domestik, PBOC juga tetap longgarkan kebijakan-> setiap penurunan adalah peluang untuk buy untuk strategi medium term
Bullish akan dominan jika mampu tembus 21450 -> pertahankan/follow BUY
Tekanan bearish akan lebih dominan jika tembus 21000 -> Switch to SELL
Suggest : BUY on Dip Area : 21140 - 21160 Target : 1) 21260 2) 21360 SL : 21040
Alternatif : Follow/Pertahankan BUY jika tembus 21450 Switch to SELL jika tembus 21000
Disclaimer: Artikel ini berupa pandangan Agrodana Research, Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan atau menjual market tertentu. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
Agrodana Futures adalah perusahaan Pialang berizin dan diawasi oleh Bappebti, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), dan merupakan anggota dari Bursa ICDX dan JFX dan Kliring House ICH dan KBI. Kami menerima klien Warga Negara Indonesia dan Asing yang memegang Kartu Izin Tinggal Terbatas di Indonesia kecuali warga negara Amerika Serikat, Kanada, Uni Eropa, Australia, Jepang, Iran dan Korea Utara. Transaksi ini memiliki leverage dan tingkat risiko yang tinggi terhadap modal, dan tidak selalu cocok untuk semua orang, pelajari dan pahami risikonya sebelum memulai transaksi.
Agrodana Futures adalah perusahaan Pialang berizin dan diawasi oleh Bappebti, Otoritas Jasa Keuangan dan Bank Indonesia, dan merupakan anggota dari Bursa ICDX dan JFX dan Kliring House ICH dan KBI. Kami menerima klien Warga Negara Indonesia dan Asing yang memegang Kartu Izin Tinggal Terbatas di Indonesia kecuali warga negara Amerika Serikat, Kanada, Uni Eropa, Australia, Jepang, Iran dan Korea Utara. Transaksi ini memiliki leverage dan tingkat risiko yang tinggi terhadap modal, dan tidak selalu cocok untuk semua orang, pelajari dan pahami risikonya sebelum memulai transaksi.