logo agrodana futures official
Buka Akun

Dolar mulai pulih dan bergerak menguat terhadap mata uang lainnya dan menjauh dari level terendah akibat merosot tajam pekan lalu. Penundaan kenaikan tarif impor oleh Presiden Trump memberikan sedikit nafas lega di tengah kekhawatiran akan terjadinya resesi global yang akan terjadi jika agenda tersebut dijalankan. Setelah menunda kenaikan tarif, Presiden Trump berencana merombak lagi kenaikan tarif impor dengan pengecualian produk-produk semikonduktor. Ditambah lagi dengan rencana untuk mengubah kenaikan tarif produk otomotif yang saat ini diberlakukan kenaikan tarif impor sebanyak 25% terutama dari Kanada, Mexico dan sejumlah negara mitra dagang AS. Sementara dalam menghadapi perang tarif terhadap China yang meruncing, juru bicara Gedung Putih - Karoline Leavitt mengatakan Trump terbuka untuk bernegosiasi dengan China, tapi harus pihak China dulu yang memulai. Seperti diketahui AS pertama kali mengenakan kenaikan tarif impor kepada China sebanyak 34% kemudian dibalas China dengan kenaikan tarif sebanyak 84% dan diancam dengan kenaikan sebanyak 125% oleh AS dan dibalas lagi dengan kenaikan yang sama 125% dan untuk sementara diakhiri dengan kenaikan sebanyak 145%. Setelah itu China mulai melarang ekspor suku cadang untuk perusahaan Boeing dan sejumlah perusahaan AS lainnya sebagai langkah perlawanan terhadap perang tarif tersebut. Sejauh ini belum ada respon dari pihak China terkait dengan negosiasi tarif impor. Sementara perubahan sikap yang tiba-tiba dan tidak menentu dari Presiden Trump mengurangi kepercayaan pasar terhadap kemampuan mengelola pemerintahan. Meskipun Menteri Keungan AS - Scott Bessent kembali mengingatkan kebijakan pemerintah AS adalah strong dolar. Sama seperti yang disuarakan oleh 9 menteri keuangan pendahulunya sejak tahun 1995 lalu. Dengan strong dolar diharapkan inflasi akan dapat ditekan dan suku bunga menjadi rendah. Hal ini menggambarkan kepercayaan dunia atas pemerintahan AS. Namun saat ini kepercayaan tersebut mulai memudar bahwa AS bukan lagi poros ekonomi dunia seperti beberapa waktu silam. Gubernur Fed - Christopher Waller mengakui kebijakan tarif impor Presiden Trump merupakan goncangan terhadap ekonomi AS sehingga Fed perlu bertindak guna mengantisipasi mendahului potensi terjadinya resesi dengan memangkas suku bunga acauan lebih lanjut. Sementara Gubernur Fed Atlanta - Raphael Bostic menyarankan Fed untuk mempertahankan suku bunga acuan untuk sementara waktu sembari menunggu dampak langsung dari kenaikan tarif impor terhadap ekonomi di AS. Ekspektasi akan langkah pemangkasan suku bunga acuan Fed meningkat dari sebelumnya hanya di kisaran 60 bps menjadi mendekati 85 bps hingga akhir tahun nanti. Sementara untuk pertemuan moneter terdekat yang dijadwalkan pada awal Mei mendatang, Fed akan tetap mempertahankan suku bunganya karena belum ada kejelasan akan dampak kenaikan tarif impor tersebut. Setelah data indeks manufaktur di negara bagian New York yang membaik, hari ini akan dirilis data Retail Sales dengan perkiraan meningkat. Dan US Market akan libur pada hari Jumat nanti merayakan libur Good Friday.

Yen mengalami koreksi terhadap dolar meski masih belum terlalu jauh dari level tertinggi dalam 6 bulan terakhir. Pembahasan nilai tukar mata uang Yen menjadi pemicu penguatan setelah dibahas oleh Menteri Keuangan Jepang - Katsunobu Kato dengan Menteri Keuangan AS - Scott Bessent. Sementara Perdana Menteri Jepang - Shigeru Ishiba mengutus Menteri Ekonomi - Ryosei Akazawa berangkat ke Washington untuk melakukan negosiasi kenaikan tarif impor yang diterapkan oleh pemerintahan Presiden Trump. Jepang berharap AS mau menghapus kenaikan tarif tersebut dengan negosiasi kali ini. Meskipun Ishiba sebelumnya sempat mengatakan pemerintah Jepang tidak terburu-buru ingin melakukan negosiasi.

Euro juga mulai kembali melemah terhadap dolar, namun masih tidak terlalu jauh dari level tertinggi sejak Februari tahun 2022 yang terjadi pada pekan lalu. Pertemuan moneter Bank Sentral Eropa (ECB) akan dijadwalkan pada hari Kamis esok hari dengan perkiraan ECB akan kembali memangkas suku bunga acuannya guna mengantisipasi pelambatan ekonomi global akibat kenaikan tarif impor AS. Presiden ECB - Christine Lagarde menyatakan ECB siap melakukan apa saja untuk mempertahankan stabilitas finansial di kawasan ini. Data ekonomi cukup mixed dengan Industrial Production Uni Eropa mengalami peningkatan melampaui perkiraan, namun sentimen konsumen ZEW di Jerman justru menurun. Hari ini tidak ada data ekonomi yang dirilis.

Poundsterling masih tertahan terhadap dolar menjelang rilis data inflasi CPI siang ini. Sebelumnya data pertumbuhan ekonomi GDP di Inggris ternyata lebih baik dari yang diperkirakan membuat pemulihan ekonomi diharapkan akan terus berlanjut. Data inflasi siang ini diperkirakan akan mengalami penurunan sehingga terbuka peluang bagi Bank Sentral Inggris (BOE) untuk kembali melanjutkan pemangkasan suku bunga acuannya. Inggris hanya mendapat kenaikan tarif impor dengan nilai paling sedikit yaitu hanya 10% sehingga sepertinya tidak perlu membuat negosiasi lagi.

CHART TECHNICAL ANALYSIS CRUDE OIL

slide1

slide2

Suggest : SELL on Rally
Area : 61.80 – 62.00
Target : 1) 60.80 2) 59.80
SL : 65.00

Alternatif :
Pertahankan/follow SELL jika tembus 60.80
Switch to BUY jika tembus 63.20

CHART TECHNICAL ANALYSIS DOW JONES

slide3

slide4

Suggest : SELL on Rally
Area : 40490 - 40510
Target : 1) 40390 2) 40290
SL : 40610

Alternatif :
Follow/Pertahankan SELL jika tembus 40400
Switch to BUY jika tembus 41000
Ada potensi Double Top

CHART TECHNICAL ANALYSIS  S&P 500

slide5

slide6

Suggest : SELL on Rally
Area : 5400.00 – 5420.00
Target : 1) 5370.00 2) 5340.00
SL : 5450.00

Alternatif :
Pertahankan SELL jika tembus 5370
Switch to BUY jika tembus 5500
Ada peluang double top

CHART TECHNICAL ANALYSIS NASDAQ

slide7

slide8

Suggest : SELL on Rally
Area : 18730.00 – 18750.00
Target : 1) 18630.00 2) 18530.00
SL : 18850.00

Alternatif :
Pertahankan/Follow SELL jika tembus 18630
Switch to BUY jika tembus 19000
Ada peluang double top

CHART TECHNICAL ANALYSIS NIKKEI

slide9

slide10

Suggest : SELL on Rally
Area : 34220 - 34240
Target : 1) 34120 2) 34020
SL : 34340

Alternatif :

  • Follow/Pertahankan SELL jika tembus 34100
  • Switch to BUY jika tembus 34600

CHART TECHNICAL ANALYSIS HANGSENG

slide11

slide12

Suggest : BUY on Dip
Area : 21180 - 21200
Target : 1) 21300 2) 21400
SL : 21080

Alternatif :
Follow/Pertahankan BUY jika tembus 21400
Switch to SELL jika tembus 21000

Disclaimer: Artikel ini berupa pandangan Agrodana Research, Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan atau menjual market tertentu. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.

Research & Analysis PT Agrodana Futures

Dolar masih cenderung melemah terhadap mata uang lainnya setelah sebelumnya turun tajam terhadap mata uang lainnya seiring dengan perubahan-perubahan cepat dari kebijakan kenaikan tarif Presiden Trump. Setelah menunda kenaikan tarif reciprocal pekan lalu, Trump mengatakan akan meluncurkan kenaikan tarif terhadap produk semikonduktor pekan depan dengan beberapa pengecualian terhadap sejumlah perusahaan di sektor ini. Pada Jumat lalu, Gedung Putih membuat pengecualian kenaikan tarif impor terhadap produk telepon pintar, komputer dan sejumlah elektronik lainnya yang sebagian besar berasal dari China yang kemungkinan akan berubah lagi disesuaikan dengan kebijakan kenaikan tarif impor produk semikonduktor tersebut. Sebelumnya perang tarif antara AS dan China memuncak dengan saling menaikkan hingga mencapai puncaknya setelah AS menaikkan hingga 145% dan dibalas oleh China yang menaikkan tarif impor ke 125%. Akibatnya kekhawatiran akan terjadinya pelambatan global yang berpeluang terjadinya resesi semakin meningkat. Presiden Trump pada Senin kemarin mengatakan berencana untuk mengubah kebijakan dengan pengecualian pada produk otomotif yang sudah ditetapkan beberapa waktu lalu. Tidak konsistennya kebijakan kenaikan tarif membuat pasar menjadi semakin kehilangan kepercayaan. Meskipun rencana pengecualian terhadap produk teknologi sempat disambut baik di bursa saham-saham teknologi. Penundaan kenaikan tarif impor AS selama 90 hari juga diperkirakan masih berpotensi mendorong inflasi dan menahan laju pertumbuhan ekonomi. Dengan asumsi tersebut dan data inflasi yang dirilis pekan lalu, kemungkinan besar Fed akan memangkas suku bunga acuan dalam waktu dekat ini. Gubernur Fed - Christopher Waller semalam juga menyebut hal tersebut perlu dilakukan untuk mengantispasi kemungkinan resesi meski inflasi diperkirakan masih sulit turun. Fed New York melaporkan ekspektasi inflasi jangka pendek diperkirakan akan naik ke level tertinggi sejak musim gugur tahun 2023 lalu seiring dengan peluang mendapatkan pekerjaan layak yang semakin sulit dan pendapatan pribadi yang terus berkurang. Pasar masih menunggu data Retail Sales yang akan dirilis esok hari untuk mengetahui daya beli rakyat AS.

Yen juga masih cenderung menguat terhadap dolar bahkan sempat mencapai level tertinggi sejak September tahun lalu pada pekan lalu. Pembahasan nilai tukar mata uang Yen menjadi pemicu penguatan setelah Menteri Ekonomi - Ryosei Akazawa mengatakan persoalan nilai tukar ini akan dibahas oleh Menteri Keuangan Jepang - Katsunobu Kato dengan Menteri Keuangan AS - Scott Bessent. Sementara Perdana Menteri Jepang - Shigeru Ishiba mengatakan Jepang tidak terburu-buru menyelesaikan negosiasi kenaikan tarif impor yang diterapkan oleh pemerintahan Presiden Trump. Jepang mengajak kerjasama dengan negara G7 dan IMF untuk menciptakan stabilitas keuangan global yang tergoncang akibat kenaikan tarif impor AS.

Euro relatif flat terhadap dolar setelah sempat menguat tajam ke level tertinggi sejak Februari tahun 2022 pada pekan lalu, menjelang pertemuan moneter Bank Sentral Eropa (ECB) yang dijadwalkan pada hari Kamis ini. Diperkirakan ECB akan kembali memangkas suku bunga acuannya guna mengantisipasi pelambatan ekonomi global akibat kenaikan tarif impor AS. Meskipun kenaikan tarif impor dari AS yang lebih sedikit dari perkiraan membuat kondisi ekonomi di kawasan ini memberi dampak relatif tidak seburuk mitra dagang AS lainnya. ECB juga siap melakukan apa saja untuk mempertahankan stabilitas finansial di kawasan ini. Didukung oleh pernyataan Presiden ECB - Christine Lagarde pada Jumat lalu yang mengatakan siap mengeluarkan instrumen keuangan untuk menjaga stabilitas tersebut dan mempunyai catatan panjang keberhasilan mengatasi kesulitan saat kondisi ekonomi tidak menentu.

Poundsterling masih berlanjut menguat terhadap dolar setelah pertumbuhan ekonomi GDP di Inggris ternyata lebih baik dari yang diperkirakan sehingga pemulihan ekonomi diharapkan akan terus berlanjut. Meskipun demikian, Bank Sentral Inggris (BOE) masih belum yakin untuk melanjutkan pemangkasan suku bunga acuannya. Data inflasi CPI kemungkinan akan memberikan kejelasan langkah BOE selanjutnya. Hari ini akan dirilis data dari sektor tenaga kerja berupa klaim pengangguran, tingkat pengangguran dan upah rata-rata.

CHART TECHNICAL ANALYSIS CRUDE OIL

slide1

slide2

Suggest : BUY on Dip
Area : 60.50 – 60.70
Target : 1) 61.70 2) 62.70
SL : 59.50

Alternatif :
Pertahankan/follow BUY jika tembus 62.00
Switch to SELL jika tembus 59.20

CHART TECHNICAL ANALYSIS DOW JONES

slide3

slide4

Suggest : SELL on Rally
Area : 40780 - 40800
Target : 1) 40680 2) 40580
SL : 40900

Alternatif :
Follow/Pertahankan SELL jika tembus 40550
Switch to BUY jika tembus 41200

CHART TECHNICAL ANALYSIS  S&P 500

slide5

slide6

Suggest : BUY on Dip
Area : 5470.00 – 5490.00
Target : 1) 5440.00 2) 5410.00
SL : 5520.00

Alternatif :
Pertahankan SELL jika tembus 5400
Switch to BUY jika tembus 5540

CHART TECHNICAL ANALYSIS NASDAQ

slide7

slide8

Suggest : SELL on Rally
Area : 19000.00 – 19020.00
Target : 1) 18900.00 2) 18800.00
SL : 19120.00

Alternatif :
Pertahankan/Follow SELL jika tembus 18800
Switch to BUY jika tembus 19200

CHART TECHNICAL ANALYSIS NIKKEI

slide9

slide10

Suggest : SELL on Rally
Area : 34400 - 34420
Target : 1) 34300 2) 34200
SL : 34520

Alternatif :

  • Follow/Pertahankan SELL jika tembus 34100
  • Switch to BUY jika tembus 34900

CHART TECHNICAL ANALYSIS HANGSENG

slide11

slide12

Suggest : BUY on Dip
Area : 21380 - 21400
Target : 1) 21500 2) 21600
SL : 21280

Alternatif :
Follow/Pertahankan BUY jika tembus 21640
Switch to SELL jika tembus 21000

Disclaimer: Artikel ini berupa pandangan Agrodana Research, Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan atau menjual market tertentu. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.

Research & Analysis PT Agrodana Futures

Dolar semakin melemah terhadap mata uang lainnya hingga level terendah yang sudah lama tidak terlihat sebelumnya seiring dengan semakin meruncingnya perang dagang antara AS dengan China. Dolar melemah hingga level terendah dalam 10 tahun terakhir terhadap Swiss Franc dan dalam 3 tahun terakhir terhadap mata uang Euro. Setelah AS menaikkan tarif impor China menjadi 145%, China kembali melakukan perlawanan dengan menaikkan tarif impor sebanyak 125% dari sebelumnya 84% hari Jumat pekan lalu. China menjadi satu-satunya negara yang tidak mendapat penundaan kenaikan impor selain Kanada dan Mexico yang sudah diberlakukan terlebih dahulu. Dengan kebijakan tarif impor yang tarik ulur ini membuat tingginya ketidakpastian sehingga permintaan akan pengalihan aset safe haven menjadi meningkat. Dan cepatnya perubahan kebijakan kenaikan tarif membuat kepercayaan terhadap kredibiltas pemerintahan AS menurun tajam sehingga status dolar sebagai aset safe haven juga ikut turun. Perekonomian yang solid dan sistem keuangan yang stabil di AS belakangan ini berubah seiring dengan langkah yang diambil Presiden Trump, setelah merilis daftar kenaikan tarif reciprocal tak berselang lama dalam hitungan hari dilakukan penundaan dan hanya fokus terhadap China membuat kepercayaan akan kemampuan pengelolaan keuangan pemerintahan Trump menjadi diragukan. Meski demikian penundaan tersebut tidak menghilangkan potensi terjadinya melambatkan pertumbuhan ekonomi dan meningkatnya inflasi yang berujung pada peluang terjadinya resesi. Sementara data inflasi di AS yang menurun membuka ekspektasi akan langkah pemangkasan suku bunga acuan Fed lebih lanjut. Data ekonomi penting pekan ini adalah data Retail Sales yang akan dirilis pada hari Rabu dan juga pidato dari sejumlah pejabat Fed termasuk Ketua Fed - Jerome Powell pada hari Rabu lewat tengah malam.

Yen berlanjut menguat hingga level tertinggi sejak September tahun lalu seiring dengan mata uang dolar yang melemah tajam. Selain itu juga karena pengalihan aset safe haven yaitu mata uang yen dan Swiss Franc, Yen sendiri sebelumnya sudah menguat setelah terjadi pertemuan trilateral antara Menteri Keuangan, Otoritas Jasa Keuangan dan Bank Sentral Jepang (BOJ) yang hanya terjadi dalam keadaan genting. Pertemuan tersebut biasanya diadakan untuk mengantisipasi adanya aksi spekulatif terhadap mata uang yen. Dan hal ini dikonfirmasi oleh Wakil Menteri Keuangan Jepang untuk Hubungan Internasional - Atsushi Mimura. Selain itu, dalam pertemuan tersebut Jepang juga meminta kerjasama dengan negara G7 dan IMF untuk menciptakan stabilitas keuangan global yang tergoncang akibat kenaikan tarif impor AS.

Euro melonjak tajam terhadap dolar hingga level tertinggi sejak Februari tahun 2022 yang lalu. Selain karena pelemahan mata uang dolar, kenaikan tarif impor yang lebih sedikit membuat kondisi ekonomi di kawasan ini memberi dampak relatif tidak seburuk mitra dagang AS lainnya. Didukung oleh Bank Sentral Eropa (ECB) yang siap melakukan apa saja untuk mempertahankan stabilitas finansial di kawasan ini. Hal ini diungkapkan oleh Presiden ECB - Christine Lagarde pada Jumat lalu yang menyatakan siap mengeluarkan instrumen keuangan untuk menjaga stabilitas tersebut dan mempunyai catatan panjang keberhasilan mengatasi kesulitan saat kondisi ekonomi tidak menentu. Pekan ini ECB dijadwalkan akan mengadakan pertemuan moneter dengan perkiraan akan kembali memangkas suku bunga acuan guna mengansitipasi dampak dari kenaikan tarif impor AS nantinya.

Poundsterling juga berlanjut menguat seiring dengan melemahnya mata uang dolar meski sedikit tertahan oleh melonjaknya mata uang Euro. Data-data pertumbuhan ekonomi GDP yang dirilis Jumat lalu menunjukkan peningkatan yang signifikan menjadi 0.5% yang jauh lebih baik dari perkiraan hanya naik 0.1% dengan data periode sebelumnya juga direvisi membaik dari -0.1% menjadi 0.0%. Data industrial production dan manufacturing production juga meningkat melampaui perkiraan, meskipun defisit neraca perdagangan semakin membengkak. Dengan data-data ini masih belum memberikan kejelasan dan cukup meyakinkan bagi Bank Sentral Inggris (BOE) untuk melanjutkan pemangkasan suku bunga acuannya. Kekhawatiran akan ketidakstabilan ekonomi global dari agenda kenaikan tarif impor menjadi alasan utama BOE untuk lebih berhati-hati. Pekan ini akan dirilis data inflasi CPI yang kemungkinan akan memberikan kejelasan langkah BOE selanjutnya.

CHART TECHNICAL ANALYSIS CRUDE OIL

slide1

slide2

Suggest : BUY on Dip
Area : 60.30 – 60.50
Target : 1) 61.50 2) 62.50 SL : 59.30

Alternatif :
Pertahankan/follow BUY jika tembus 62.00
Switch to SELL jika tembus 59.00

CHART TECHNICAL ANALYSIS DOW JONES

slide3

slide4

Suggest : BUY on Dip
Area : 40420 - 40440
Target : 1) 40540 2) 40640
SL : 40320

Alternatif :
Follow/Pertahankan BUY jika tembus 40700
Switch to SELL jika tembus 40250

CHART TECHNICAL ANALYSIS  S&P 500

slide5

slide6

Suggest : BUY on Dip
Area : 5370.00 – 5390.00
Target : 1) 5420.00 2) 5460.00
SL : 5340.00

Alternatif :
Pertahankan BUY jika tembus 5450
Switch to SELL jika tembus 5250

CHART TECHNICAL ANALYSIS NASDAQ

slide7

slide8

Suggest : BUY on Dip
Area : 18860.00 – 18880.00
Target : 1) 18980.00 2) 20080.00
SL : 18760.00

Alternatif :
Pertahankan/Follow BUY jika tembus 19100
Switch to SELL jika tembus 18700

CHART TECHNICAL ANALYSIS NIKKEI

slide9

slide10

Suggest : BUY on Dip
Area : 33750 - 33770
Target : 1) 33870 2) 33970
SL : 33650

Alternatif :

  • Follow/Pertahankan BUY jika tembus 34350
  • Switch to SELL jika tembus 33500

CHART TECHNICAL ANALYSIS HANGSENG

slide11

slide12

Suggest : BUY on Dip
Area : 21140 - 21160
Target : 1) 21260 2) 21360
SL : 21040

Alternatif :
Follow/Pertahankan BUY jika tembus 21450
Switch to SELL jika tembus 21000

Disclaimer: Artikel ini berupa pandangan Agrodana Research, Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan atau menjual market tertentu. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.

Research & Analysis PT Agrodana Futures

Masih ragu dan memiliki pertanyaan lainnya ?

Kantor Pusat
Menara Batavia Lt. 3A
Jl. K.H. Mas Mansyur No.Kav. 126,
Karet Tengsin, Kec. Tanah Abang,
Kota Jakarta Pusat 10220
Telp: 021 - 57902535
Berlangganan Newsletter Agrodana:
Ikuti Kami
facebook agrodanayoutube agrodanainstagram agrodana
agrodana iosagrodana android
Berizin & Diawasi Oleh:
bappebti whitebi whiteojk white
Agrodana Futures adalah perusahaan Pialang berizin dan diawasi oleh Bappebti, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), dan merupakan anggota dari Bursa ICDX dan JFX dan Kliring House ICH dan KBI. Kami menerima klien Warga Negara Indonesia dan Asing yang memegang Kartu Izin Tinggal Terbatas di Indonesia kecuali warga negara Amerika Serikat, Kanada, Uni Eropa, Australia, Jepang, Iran dan Korea Utara. Transaksi ini memiliki leverage dan tingkat risiko yang tinggi terhadap modal, dan tidak selalu cocok untuk semua orang, pelajari dan pahami risikonya sebelum memulai transaksi.

Copyright @2025 Agrodana Futures
Waspada Penipuan
/ Kebijakan Privasi / Pengaduan Nasabah
Ikuti Kami
alt=""alt=""alt=""
Kantor Pusat
Menara Batavia Lt 3A
Jl. K.H. Mas Mansyur No.Kav. 126, Karet Tengsin, Kec. Tanah Abang, Kota Jakarta Pusat 10220
Telp: 021 - 57902535
Email:  [email protected]Whatsapp: +6281-988-3777
Berlangganan Newsletter Agrodana :
Berizin & Diawasi Oleh:
bappebti whitebi whiteojk white
Agrodana Futures adalah perusahaan Pialang berizin dan diawasi oleh Bappebti, Otoritas Jasa Keuangan dan Bank Indonesia, dan merupakan anggota dari Bursa ICDX dan JFX dan Kliring House ICH dan KBI. Kami menerima klien Warga Negara Indonesia dan Asing yang memegang Kartu Izin Tinggal Terbatas di Indonesia kecuali warga negara Amerika Serikat, Kanada, Uni Eropa, Australia, Jepang, Iran dan Korea Utara. Transaksi ini memiliki leverage dan tingkat risiko yang tinggi terhadap modal, dan tidak selalu cocok untuk semua orang, pelajari dan pahami risikonya sebelum memulai transaksi.

Copyright @2025 Agrodana Futures
Waspada Penipuan / Kebijakan Privasi / Pengaduan Nasabah
Whatsapp Non Klien
crossmenuchevron-down