Faktor pendukung bearish (potensi menahan kenaikan) : a. Trump ingin harga minyak lebih rendah b. ketidakpastian tarif memicu kekhawatiran melambatnya permintaan karena ekonomi yang melambat c. kekhawatiran resesi karena imbas melambatnya ekonomi d. OPEC+ mulai naikkan produksi per bulan April dan berlanjut di bulan Mei
Gangguan geopolitik kembali membayangi (kemungkinan jangka pendek) : a. Israel-Hamas -> Hamas disebut-sebut menolak perpanjang gencatan senjata b. AS tekan Iran untuk kesepakatan nuklir -> jika tidak merespon, akan ada aksi militer ke fasilitas nuklir Iran
Pengumuman tarif Trump mengancam memperlambat pertumbuhan ekonomi sehingga permintaan diperkirakan melemah -> negatif untuk minyak
Fundamental besar cenderung negatif, sehingga kenaikan kemungkinan masih bersifat terbatas (gangguan geopolitik)
Secara teknis, level psikologis saat ini berada di 65-66, kemungkinan target penurunan berikutnya sekaligus penentu -> potensi turun lebih tajam jika tembus support psikologis
Resistance 72-74 target rebound berikutnya, tapi waspada jika OPEC+ sesuai rencana mulai menaikkan produksi per April, maka peluang kenaikan relatif terbatas karena permintaan yang masih lemah
Suggest : SELL on Rally Area : 67.00 – 67.20 Target : 1) 66.00 2) 65.00 SL : 68.20
Alternatif : Pertahankan/follow SELL jika tembus 65.80 Switch to BUY jika tembus 69.00
CHART TECHNICAL ANALYSIS DOW JONES
KETERANGAN
US Treasury Yield dan dolar ditutup melemah -> secara teori positif untuk saham
Indeks saham AS rata-rata ditutup bearish -> negatif untuk saham
Kebijakan tarif Trump picu kekhawatiran melambatnya ekonomi sehingga dikhawatirkan memicu resesi -> negatif untuk saham
Data ISM services dirilis lebih rendah dari ekspektasi -> negatif untuk saham
Fokus data NFP dan Unemployment rate jam 19.30 WIB a. Act > Exp = saham naik -> pertahankan BUY b. Act < Exp = saham turun -> switch to SELL
Khusus unemployment rate, angka lebih tinggi menandakan lebih banyak pengangguran dan berdampak jelek untuk saham. (berlaku sebaliknya untuk angka yang menurun)
Fokus Pidato Powell jam 22.25 WIB a. Hawkish (tidak ada penurunan suku bunga/tidak melihat tanda-tanda resesi) = saham rebound/naik -> switch to BUY, tapi waspada kenaikan mungkin relatif tetap terbatas, terutama jika data ekonomi tetap melemah b. Dovish (mengakui melambatnya ekonomi, tetap bergantung data ekonomi) = saham turun -> pertahankan SELL
Secara teknis, bullish akan lebih kuat jika tembus 41000-> switch to Buy jika konfirm tembus
Pertahankan/follow SELL jika tembus 40600
Suggest : SELL on Rally Area : 40720 - 40740 Target : 1) 40620 2) 40520 SL : 40840
Alternatif : Follow/Pertahankan SELL jika tembus 40600 Switch to BUY jika tembus 41000
CHART TECHNICAL ANALYSIS S&P 500
KETERANGAN
US Treasury Yield dan dolar ditutup melemah -> secara teori positif untuk saham
Indeks saham AS rata-rata ditutup bearish -> negatif untuk saham
Kebijakan tarif Trump picu kekhawatiran melambatnya ekonomi sehingga dikhawatirkan memicu resesi -> negatif untuk saham
Data ISM services dirilis lebih rendah dari ekspektasi -> negatif untuk saham
Fokus data NFP dan Unemployment rate jam 19.30 WIB a. Act > Exp = saham naik -> pertahankan BUY b. Act < Exp = saham turun -> switch to SELL
Khusus unemployment rate, angka lebih tinggi menandakan lebih banyak pengangguran dan berdampak jelek untuk saham. (berlaku sebaliknya untuk angka yang menurun)
Fokus Pidato Powell jam 22.25 WIB a. Hawkish (tidak ada penurunan suku bunga/tidak melihat tanda-tanda resesi) = saham rebound/naik -> switch to BUY, tapi waspada kenaikan mungkin relatif tetap terbatas, terutama jika data ekonomi tetap melemah b. Dovish (mengakui melambatnya ekonomi, tetap bergantung data ekonomi) = saham turun -> pertahankan SELL
Secara teknis, bullish akan lebih kuat jika tembus 5500-> switch to Buy jika konfirm tembus
Pertahankan/follow SELL jika tembus 5400
Suggest : SELL on Rally Area : 5430.00 – 5450.00 Target : 1) 5400.00 2) 5370.00 SL : 5480.00
Alternatif : Pertahankan SELL jika tembus 5400 Switch to BUY jika tembus 5500
CHART TECHNICAL ANALYSIS NASDAQ
KETERANGAN
US Treasury Yield dan dolar ditutup melemah -> secara teori positif untuk saham
Indeks saham AS rata-rata ditutup bearish -> negatif untuk saham
Kebijakan tarif Trump picu kekhawatiran melambatnya ekonomi sehingga dikhawatirkan memicu resesi -> negatif untuk saham
Data ISM services dirilis lebih rendah dari ekspektasi -> negatif untuk saham
Fokus data NFP dan Unemployment rate jam 19.30 WIB a. Act > Exp = saham naik -> pertahankan BUY b. Act < Exp = saham turun -> switch to SELL
Khusus unemployment rate, angka lebih tinggi menandakan lebih banyak pengangguran dan berdampak jelek untuk saham. (berlaku sebaliknya untuk angka yang menurun)
Fokus Pidato Powell jam 22.25 WIB a. Hawkish (tidak ada penurunan suku bunga/tidak melihat tanda-tanda resesi) = saham rebound/naik -> switch to BUY, tapi waspada kenaikan mungkin relatif tetap terbatas, terutama jika data ekonomi tetap melemah b. Dovish (mengakui melambatnya ekonomi, tetap bergantung data ekonomi) = saham turun -> pertahankan SELL
Secara teknis, bullish akan lebih kuat jika tembus 19000-> switch to Buy jika konfirm tembus
Pertahankan/follow SELL jika tembus 18600
Suggest : SELL on Rally Area : 18720.00 – 18740.00 Target : 1) 18620.00 2) 18520.00 SL : 18840.00
Alternatif : Pertahankan/Follow SELL jika tembus 18600 Switch to BUY jika tembus 19000
Indeks Nikkei ditutup bearish, secara teori cenderung turun-> negatif untuk Nikkei
Daily masih terlihat turun ikuti wave 5 Elliott wave down tren-> kemungkinan saat ini masih bagian dari wave 5, dan mencari peluang untuk rebound wave ABC
Pengumuman tarif Trump memicu kekhawatiran perang dagang global sehingga menekan sentimen aset berisiko -> negatif untuk saham global dan Nikkei, membatasi kenaikan
Pasar menunggu reaksi dan respon masing-masing negara yang dikenakan tarif, menimbulkan ketidakpastian -> negatif untuk saham
Bearish akan lebih kuat jika secara teknis berhasil tembus 33750-> pertahankan/follow SELL
Sebaliknya, bullish akan dominan jika tembus 34400 -> switch to BUY
Suggest : SELL on Rally Area : 34100 - 34120 Target : 1) 34000 2) 33900 SL : 34220
Faktor pendukung bearish (potensi menahan kenaikan) : a. Trump ingin harga minyak lebih rendah b. ketidakpastian tarif memicu kekhawatiran melambatnya permintaan karena ekonomi yang melambat c. kekhawatiran resesi karena imbas melambatnya ekonomi d. OPEC+ mulai naikkan produksi per bulan April secara bertahap
Gangguan geopolitik kembali membayangi (kemungkinan jangka pendek) : a. Israel-Hamas -> Hamas disebut-sebut menolak perpanjang gencatan senjata b. AS tekan Iran untuk kesepakatan nuklir -> jika tidak merespon, akan ada aksi militer ke fasilitas nuklir Iran
Trump sudah umumkan tarif resiprokal untuk 60 negara, dan tarif lebih tinggi akan mulai berlaku 9 April -> negatif untuk minyak
Pengumuman tarif Trump mengancam memperlambat pertumbuhan ekonomi sehingga permintaan diperkirakan melemah -> negatif untuk minyak
Fundamental besar cenderung negatif, sehingga kenaikan kemungkinan masih bersifat terbatas (gangguan geopolitik)
Secara teknis, level psikologis saat ini berada di 65-66, kemungkinan target penurunan berikutnya sekaligus penentu -> potensi turun lebih tajam jika tembus support psikologis
Resistance 72-74 target rebound berikutnya, tapi waspada jika OPEC+ sesuai rencana mulai menaikkan produksi per April, maka peluang kenaikan relatif terbatas karena permintaan yang masih lemah
Suggest : SELL on Rally Area : 70.00 – 70.20 Target : 1) 69.00 2) 68.00 SL : 71.20
Alternatif : Pertahankan/follow SELL jika tembus 69.00 Switch to BUY jika tembus 71.50
CHART TECHNICAL ANALYSIS DOW JONES
KETERANGAN
US Treasury Yield ditutup bearish, dolar ditutup melemah -> secara teori positif untuk saham
Indeks saham AS rata-rata ditutup bearish -> negatif untuk saham
Trump umumkan tarif dasar untuk semua impor ke AS 10% dan tarif resiprokal lebih tinggi untuk negara-negara lain, termasuk mitra dagang utama China 34% (total 54%) dan sekutu dagang Uni Eropa 20%, memicu kekhawatiran perang dagang yang lebih luas -> saham/risk asset cenderung turun
Data ADP dirilis lebih baik dari ekspektasi, 155K vs 118K, tapi tidak cukup untuk mempertahankan kenaikan saham karena fokus pada kekhawatiran perang dagang pasca pengumuman tarif resiprokal -> negatif untuk saham
Fokus data Initial jobless claims jam 19.30 WIB, dan ISM services PMI jam 21.00 WIB a. Act > Exp = saham naik -> pertahankan BUY b. Act < Exp = saham turun -> switch to SELL
Khusus jobless claims, angka lebih tinggi menandakan lebih banyak pengangguran dan berdampak jelek untuk saham. (berlaku sebaliknya untuk angka yang menurun)
Secara teknis, bullish akan lebih kuat jika tembus 41950-> switch to Buy jika konfirm tembus
Pertahankan/follow SELL jika tembus 41400
Suggest : SELL on Rally Area : 41650 - 41670 Target : 1) 41550 2) 41450 SL : 41770
Alternatif : Follow/Pertahankan SELL jika tembus 41400 Switch to BUY jika tembus 41950
CHART TECHNICAL ANALYSIS S&P 500
KETERANGAN
US Treasury Yield ditutup bearish, dolar ditutup melemah -> secara teori positif untuk saham
Indeks saham AS rata-rata ditutup bearish -> negatif untuk saham
Trump umumkan tarif dasar untuk semua impor ke AS 10% dan tarif resiprokal lebih tinggi untuk negara-negara lain, termasuk mitra dagang utama China 34% (total 54%) dan sekutu dagang Uni Eropa 20%, memicu kekhawatiran perang dagang yang lebih luas -> saham/risk asset cenderung turun
Data ADP dirilis lebih baik dari ekspektasi, 155K vs 118K, tapi tidak cukup untuk mempertahankan kenaikan saham karena fokus pada kekhawatiran perang dagang pasca pengumuman tarif resiprokal -> negatif untuk saham
Fokus data Initial jobless claims jam 19.30 WIB, dan ISM services PMI jam 21.00 WIB a. Act > Exp = saham naik -> pertahankan BUY b. Act < Exp = saham turun -> switch to SELL
Khusus jobless claims, angka lebih tinggi menandakan lebih banyak pengangguran dan berdampak jelek untuk saham. (berlaku sebaliknya untuk angka yang menurun)
Secara teknis, bullish akan lebih kuat jika tembus 5650-> switch to Buy jika konfirm tembus
Pertahankan/follow SELL jika tembus 5500
Suggest : SELL on Rally Area : 5560.00 – 5580.00 Target : 1) 5530.00 2) 5500.00 SL : 5610.00
Alternatif : Pertahankan SELL jika tembus 5500 Switch to BUY jika tembus 5650
CHART TECHNICAL ANALYSIS NASDAQ
KETERANGAN
US Treasury Yield ditutup bearish, dolar ditutup melemah -> secara teori positif untuk saham
Indeks saham AS rata-rata ditutup bearish -> negatif untuk saham
Trump umumkan tarif dasar untuk semua impor ke AS 10% dan tarif resiprokal lebih tinggi untuk negara-negara lain, termasuk mitra dagang utama China 34% (total 54%) dan sekutu dagang Uni Eropa 20%, memicu kekhawatiran perang dagang yang lebih luas -> saham/risk asset cenderung turun
Data ADP dirilis lebih baik dari ekspektasi, 155K vs 118K, tapi tidak cukup untuk mempertahankan kenaikan saham karena fokus pada kekhawatiran perang dagang pasca pengumuman tarif resiprokal -> negatif untuk saham
Fokus data Initial jobless claims jam 19.30 WIB, dan ISM services PMI jam 21.00 WIB a. Act > Exp = saham naik -> pertahankan BUY b. Act < Exp = saham turun -> switch to SELL
Khusus jobless claims, angka lebih tinggi menandakan lebih banyak pengangguran dan berdampak jelek untuk saham. (berlaku sebaliknya untuk angka yang menurun)
Secara teknis, bullish akan lebih kuat jika tembus 19300-> switch to Buy jika konfirm tembus
Pertahankan/follow SELL jika tembus 18970
Suggest : SELL on Rally Area : 19110.00 – 19130.00 Target : 1) 19010.00 2) 18910.00 SL : 19230.00
Alternatif : Pertahankan/Follow SELL jika tembus 18970 Switch to BUY jika tembus 19300
Indeks Nikkei ditutup doji, secara teori cenderung turun-> negatif untuk Nikkei
Daily sesuai ekspektasi, turun ikuti wave 5 Elliott wave down tren-> kemungkinan saat ini masih bagian dari wave 5, dan mencari peluang untuk rebound wave ABC
Trump resmi umumkan tarif resiprokal untuk 60 negara, termasuk Jepang, dan mulai berlaku 9 April-> negatif untuk saham global dan Nikkei, membatasi kenaikan
Pasar menunggu reaksi dan respon masing-masing negara yang dikenakan tarif, menimbulkan ketidakpastian -> negatif untuk saham
Bearish akan lebih kuat jika secara teknis berhasil tembus 34460-> pertahankan/follow SELL
Sebaliknya, bullish akan dominan jika tembus 35000 -> switch to BUY
Suggest : SELL on Rally Area : 34660 - 34680 Target : 1) 34560 2) 34460 SL : 34780
Alternatif :
Follow/Pertahankan SELL jika tembus 34460
Switch to BUY jika tembus 35000
CHART TECHNICAL ANALYSIS HANG SENG
KETERANGAN
Candle ditutup doji, secara teori peluang turun -> negatif untuk Hang Seng
Secara fundamental, target pertumbuhan yang optimis dari pemerintah China, kesiapan untuk menangani dampak tarif Trump, dan kebijakan longgar lainnya dari moneter maupun fiskal mendukung ekonomi -> positif untuk saham/Hang Seng medium term, penurunan kemungkinan terbatas
Pengumuman tarif resiprokal membuat kecemasan perang dagang dan membebani pasar saham global, termasuk Hang Seng yang dibuka gap down pagi ini
Tarif resiprokal untuk China 34%, sehingga total tarif impor yang dikenakan untuk China sebesar 54%, menjadi faktor tekanan dan kekhawatiran perang dagang -> dibuka gap down
Realisasi dari stimulus fiskal China kemungkinan masih menunggu respon China terhadap pengumuman terbaru tarif resiprokal AS sehingga kenaikan cenderung masih tertahan, tapi penurunan juga diperkirakan terbatas karena ekspektasi kebijakan longgar PBOC dan stimulus fiskal pemerintah yang tetap dinantikan -> incar buy jika konfirm stimulus meluncur
Medium term : bullish tetap terbuka karena pemerintah China targetkan pemulihan konsumsi domestik, PBOC juga tetap longgarkan kebijakan-> setiap penurunan adalah peluang untuk buy untuk strategi medium term
Bullish akan dominan jika mampu tembus 22815 -> pertahankan/follow BUY
Tekanan bearish akan lebih dominan jika tembus 22350 -> switch to SELL
Suggest : BUY on Dip Area : 22550 - 22570 Target : 1) 22670 2) 22770 SL : 22450
Alternatif : Follow/Pertahankan BUY jika tembus 22815 Switch to SELL jika tembus 22350
Faktor pendukung bearish (potensi menahan kenaikan) : a. Trump ingin harga minyak lebih rendah b. ketidakpastian tarif memicu kekhawatiran melambatnya permintaan karena ekonomi yang melambat c. kekhawatiran resesi karena imbas melambatnya ekonomi d. OPEC+ mulai naikkan produksi per bulan April secara bertahap
Gangguan geopolitik kembali membayangi (kemungkinan jangka pendek) : a. Israel-Hamas -> Hamas disebut-sebut menolak perpanjang gencatan senjata b. AS tekan Iran untuk kesepakatan nuklir -> jika tidak merespon, akan ada aksi militer ke fasilitas nuklir Iran
AS akan umumkan tarif secondary untuk Venezuela, mengancam semua negara yang membeli minyak Venezuela akan dikenakan tarif -> positif untuk minyak
Pengumuman tarif Trump mengancam memperlambat pertumbuhan ekonomi sehingga permintaan diperkirakan melemah -> negatif untuk minyak
Fundamental besar cenderung negatif, sehingga kenaikan kemungkinan masih bersifat terbatas (gangguan geopolitik)
Secara teknis, level psikologis saat ini berada di 65-66, kemungkinan target penurunan berikutnya sekaligus penentu -> potensi turun lebih tajam jika tembus support psikologis
Resistance 72-74 target rebound berikutnya, tapi waspada jika OPEC+ sesuai rencana mulai menaikkan produksi per April, maka peluang kenaikan relatif terbatas karena permintaan yang masih lemah
Suggest : BUY on Dip Area : 70.40 – 70.60 Target : 1) 71.60 2) 72.60 SL : 69.40
Alternatif : Pertahankan/follow BUY jika tembus 72.40 Switch to SELL jika tembus 69.00
CHART TECHNICAL ANALYSIS DOW JONES
KETERANGAN
US Treasury Yield ditutup bearish, dolar ditutup doji -> secara teori positif untuk saham
Indeks saham AS rata-rata ditutup doji -> kenaikan terbatas
Ketidakpastian ekonomi akibat dampak tarif masih membayangi pasar, diperkirakan masih akan terus dominan sampai pengumuman tarif resiprokal jam 4.00 WIB (Kamis subuh waktu Indonesia) -> potensi membatasi kenaikan saham, cenderung turun
Tarif resiprokal (yang diantisipasi pasar 9-10%): a. jika tarif lebih besar dari yang diantisipasi (20%), maka saham berpotensi turun -> pertahankan SELL b. jika tarif lebih kecil dari yang diantisipasi (9-10%), maka saham berpotensi naik -> switch to BUY
Data ISM manufacture dirilis lebih rendah dari ekspektasi, 49.0 vs 49.5, dan turun dibanding bulan sebelumya 50.3, dan laporan JOLTS job openings juga turun dari 7.762M menjadi 7.568M -> negatif untuk saham
Fokus data ADP jam 19.15 WIB a. Act > Exp = saham naik -> pertahankan BUY b. Act < Exp = saham turun -> switch to SELL
Secara teknis, bullish akan lebih kuat jika tembus 42700-> switch to Buy jika konfirm tembus
Pertahankan/follow SELL jika tembus 42180
Suggest : SELL on Rally Area : 42240 - 42260 Target : 1) 42140 2) 42040 SL : 42360
Alternatif : Follow/Pertahankan SELL jika tembus 42180 Switch to BUY jika tembus 42700
CHART TECHNICAL ANALYSIS S&P 500
KETERANGAN
US Treasury Yield ditutup bearish, dolar ditutup doji -> secara teori positif untuk saham
Indeks saham AS rata-rata ditutup doji -> kenaikan terbatas
Ketidakpastian ekonomi akibat dampak tarif masih membayangi pasar, diperkirakan masih akan terus dominan sampai pengumuman tarif resiprokal jam 4.00 WIB (Kamis subuh waktu Indonesia) -> potensi membatasi kenaikan saham, cenderung turun
Tarif resiprokal (yang diantisipasi pasar 9-10%): a. jika tarif lebih besar dari yang diantisipasi (20%), maka saham berpotensi turun -> pertahankan SELL b. jika tarif lebih kecil dari yang diantisipasi (9-10%), maka saham berpotensi naik -> switch to BUY
Data ISM manufacture dirilis lebih rendah dari ekspektasi, 49.0 vs 49.5, dan turun dibanding bulan sebelumya 50.3, dan laporan JOLTS job openings juga turun dari 7.762M menjadi 7.568M -> negatif untuk saham
Fokus data ADP jam 19.15 WIB a. Act > Exp = saham naik -> pertahankan BUY b. Act < Exp = saham turun -> switch to SELL
Secara teknis, bullish akan lebih kuat jika tembus 5750-> switch to Buy jika konfirm tembus
Pertahankan/follow SELL jika tembus 5650
Suggest : SELL on Rally Area : 5680.00 – 5700.00 Target : 1) 5650.00 2) 5620.00 SL : 5730.00
Alternatif : Pertahankan SELL jika tembus 5650 Switch to BUY jika tembus 5750
CHART TECHNICAL ANALYSIS NASDAQ
KETERANGAN
US Treasury Yield ditutup bearish, dolar ditutup doji -> secara teori positif untuk saham
Indeks saham AS rata-rata ditutup doji -> kenaikan terbatas
Ketidakpastian ekonomi akibat dampak tarif masih membayangi pasar, diperkirakan masih akan terus dominan sampai pengumuman tarif resiprokal jam 4.00 WIB (Kamis subuh waktu Indonesia) -> potensi membatasi kenaikan saham, cenderung turun
Tarif resiprokal (yang diantisipasi pasar 9-10%): a. jika tarif lebih besar dari yang diantisipasi (20%), maka saham berpotensi turun -> pertahankan SELL b. jika tarif lebih kecil dari yang diantisipasi (9-10%), maka saham berpotensi naik -> switch to BUY
Data ISM manufacture dirilis lebih rendah dari ekspektasi, 49.0 vs 49.5, dan turun dibanding bulan sebelumya 50.3, dan laporan JOLTS job openings juga turun dari 7.762M menjadi 7.568M -> negatif untuk saham
Fokus data ADP jam 19.15 WIB a. Act > Exp = saham naik -> pertahankan BUY b. Act < Exp = saham turun -> switch to SELL
Secara teknis, bullish akan lebih kuat jika tembus 19950-> switch to Buy jika konfirm tembus
Pertahankan/follow SELL jika tembus 19510
Suggest : SELL on Rally Area : 19620.00 – 19640.00 Target : 1) 19520.00 2) 19420.00 SL : 19740.00
Alternatif : Pertahankan/Follow SELL jika tembus 19510 Switch to BUY jika tembus 19950
Indeks Nikkei ditutup bearish, secara teori cenderung turun-> negatif untuk Nikkei
Daily sesuai ekspektasi, turun ikuti wave 5 Elliott wave down tren-> kemungkinan saat ini masih bagian dari wave 5, dan mencari peluang untuk rebound wave ABC
Ketidakpastian seputar tarif dan kekhawatiran resesi masih membayangi pasar saham global-> negatif untuk saham global dan Nikkei, membatasi kenaikan
Bearish akan lebih kuat jika secara teknis berhasil tembus 35400-> pertahankan/follow SELL
Sebaliknya, bullish akan dominan jika tembus 36000 -> switch to BUY
Suggest : SELL on Rally Area : 35700 - 35720 Target : 1) 35600 2) 35500 SL : 35820
Alternatif :
Follow/Pertahankan SELL jika tembus 35400
Switch to BUY jika tembus 36000
CHART TECHNICAL ANALYSIS HANG SENG
KETERANGAN
Candle ditutup doji, secara teori peluang turun -> negatif untuk Hang Seng
Secara fundamental, target pertumbuhan yang optimis dari pemerintah China, kesiapan untuk menangani dampak tarif Trump, dan kebijakan longgar lainnya dari moneter maupun fiskal mendukung ekonomi -> positif untuk saham/Hang Seng medium term, penurunan kemungkinan terbatas
Pasar akan menantikan pengumuman tarif resiprokal AS yang akan diumumkan jam 04.00 WIB (subuh, Kamis waktu Indonesia), dan sejauh ini kecemasan masih membayangi -> negatif untuk saham global
Realisasi dari stimulus fiskal China kemungkinan masih menunggu resiprokal AS sehingga kenaikan cenderung masih tertahan, tapi penurunan juga diperkirakan terbatas karena ekspektasi kebijakan longgar PBOC dan stimulus fiskal pemerintah yang tetap dinantikan
Medium term : bullish tetap terbuka karena pemerintah China targetkan pemulihan konsumsi domestik, PBOC juga tetap longgarkan kebijakan-> setiap penurunan adalah peluang untuk buy untuk strategi medium term
Bullish akan dominan jika mampu tembus 23400 -> switch to BUY
Tekanan bearish akan lebih dominan jika tembus 23000 -> pertahankan/follow SELL
Suggest : SELL on Rally Area : 23150 – 23170 Target : 1) 23050 2) 22950 SL : 23270
Alternatif : Follow/Pertahankan SELL jika tembus 23000 Switch to BUY jika tembus 23400
Faktor pendukung bearish (potensi menahan kenaikan) : a. Trump ingin harga minyak lebih rendah b. ketidakpastian tarif memicu kekhawatiran melambatnya permintaan karena ekonomi yang melambat c. kekhawatiran resesi karena imbas melambatnya ekonomi d. OPEC+ mulai naikkan produksi per bulan April secara bertahap
Gangguan geopolitik kembali membayangi (kemungkinan jangka pendek) : a. Israel-Hamas -> Hamas disebut-sebut menolak perpanjang gencatan senjata b. AS tekan Iran untuk kesepakatan nuklir -> jika tidak merespon, akan ada aksi militer ke fasilitas nuklir Iran
Ukraina mengklaim punya bukti bahwa Rusia melanggar gencatan senjata, kemungkinan akan membuat hubungan Rusia-Ukraina tetap naik-turun -> belum pengaruh banyak selama tidak ada reaksi berlebih dari Rusia, tapi waspada sanksi AS ke Rusia bisa membuat minyak naik
Fundamental besar cenderung negatif, sehingga kenaikan kemungkinan masih bersifat terbatas (gangguan geopolitik)
Secara teknis, level psikologis saat ini berada di 65-66, kemungkinan target penurunan berikutnya sekaligus penentu -> potensi turun lebih tajam jika tembus support psikologis
Rebound jangka pendek area 68-70 akan menjadi resistance terdekat-> selama tidak ada kenaikan di atas zona 70, maka kenaikan terbatas (cenderung turun)
Suggest : BUY on Dip Area : 69.30 – 69.50 Target : 1) 70.50 2) 71.50 SL : 68.30
Alternatif : Pertahankan/follow BUY jika tembus 70.20 Switch to SELL jika tembus 68.00
CHART TECHNICAL ANALYSIS DOW JONES
KETERANGAN
US Treasury Yield ditutup bullish, dolar ditutup melemah -> secara teori mix sentiment untuk saham
Indeks saham AS rata-rata ditutup bearish -> cenderung negatif untuk saham
Ketidakpastian ekonomi akibat dampak tarif masih membayangi pasar, diperkirakan masih akan terus dominan sampai minggu depan saat diumumkan tarif resiprokal -> potensi membatasi kenaikan saham, cenderung turun
Data GDP dirilis 2.4% y/y vs exp 2.3%, turun dibanding Q3 2.8%, cenderung memberi indikasi tentang melambatnya pertumbuhan AS, meskipun tidak di bawah 0 -> saham melemah
Fokus data PCE dan personal spending jam 19.30 WIB, Michigan consumer sentiment 21.00 WIB a. Act > Exp = saham naik -> pertahankan BUY b. Act < Exp = saham turun -> switch to SELL
Secara teknis, bullish akan lebih kuat jika tembus 42900-> switch to Buy jika konfirm tembus
Pertahankan/follow SELL jika tembus 42560
Suggest : SELL on Rally Area : 42680 - 42700 Target : 1) 42580 2) 42480 SL : 42800
Alternatif : Follow/Pertahankan SELL jika tembus 42560 Switch to BUY jika tembus 42900
CHART TECHNICAL ANALYSIS S&P 500
KETERANGAN
US Treasury Yield ditutup bullish, dolar ditutup melemah -> secara teori mix sentiment untuk saham
Indeks saham AS rata-rata ditutup bearish -> cenderung negatif untuk saham
Ketidakpastian ekonomi akibat dampak tarif masih membayangi pasar, diperkirakan masih akan terus dominan sampai minggu depan saat diumumkan tarif resiprokal -> potensi membatasi kenaikan saham, cenderung turun
Data GDP dirilis 2.4% y/y vs exp 2.3%, turun dibanding Q3 2.8%, cenderung memberi indikasi tentang melambatnya pertumbuhan AS, meskipun tidak di bawah 0 -> saham melemah
Fokus data PCE dan personal spending jam 19.30 WIB, Michigan consumer sentiment 21.00 WIB a. Act > Exp = saham naik -> pertahankan BUY b. Act < Exp = saham turun -> switch to SELL
Secara teknis, bullish akan lebih kuat jika tembus 5830-> switch to Buy jika konfirm tembus
Pertahankan/follow SELL jika tembus 5730
Suggest : SELL on Rally Area : 5760.00 – 5780.00 Target : 1) 5730.00 2) 5700.00 SL : 5810.00
Alternatif : Pertahankan SELL jika tembus 5730 Switch to BUY jika tembus 5830
CHART TECHNICAL ANALYSIS NASDAQ
KETERANGAN
US Treasury Yield ditutup bullish, dolar ditutup melemah -> secara teori mix sentiment untuk saham
Indeks saham AS rata-rata ditutup bearish -> cenderung negatif untuk saham
Ketidakpastian ekonomi akibat dampak tarif masih membayangi pasar, diperkirakan masih akan terus dominan sampai minggu depan saat diumumkan tarif resiprokal -> potensi membatasi kenaikan saham, cenderung turun
Data GDP dirilis 2.4% y/y vs exp 2.3%, turun dibanding Q3 2.8%, cenderung memberi indikasi tentang melambatnya pertumbuhan AS, meskipun tidak di bawah 0 -> saham melemah
Fokus data PCE dan personal spending jam 19.30 WIB, Michigan consumer sentiment 21.00 WIB a. Act > Exp = saham naik -> pertahankan BUY b. Act < Exp = saham turun -> switch to SELL
Secara teknis, bullish akan lebih kuat jika tembus 20200-> switch to Buy jika konfirm tembus
Pertahankan/follow SELL jika tembus 19900
Suggest : SELL on Rally Area : 20050.00 – 20070.00 Target : 1) 19950.00 2) 19850.00 SL : 20170.00
Alternatif : Pertahankan/Follow SELL jika tembus 19900 Switch to BUY jika tembus 20200
Indeks Nikkei ditutup doji, secara teori cenderung turun-> negatif untuk Nikkei
Secara teknis, 37875 masih terlalu kuat, sehingga Nikkei berbalik turun dan potensi double Top di h4 chart saat ini sedang menguji neckline 37090. jika berhasil tembus neckline 37090, maka berpotensi turun lebih lanjut -> pertahankan SELL
Daily masih ada potensi penurunan ikuti wave 5 Elliott wave down tren-> kemungkinan saat ini sedang mencoba penurunan wave 5 bertahap
Ketidakpastian seputar tarif dan kekhawatiran resesi masih membayangi pasar saham global-> negatif untuk saham global dan Nikkei, membatasi kenaikan
Bearish akan lebih kuat jika secara teknis berhasil tembus 37040-> pertahankan/follow SELL
Sebaliknya, bullish akan dominan jika tembus 37400 -> switch to BUY
Suggest : SELL on Rally Area : 37140 - 37160 Target : 1) 37040 2) 36940 SL : 37260
Alternatif :
Follow/Pertahankan SELL jika tembus 37040
Switch to BUY jika tembus 37400
CHART TECHNICAL ANALYSIS HANG SENG
KETERANGAN
Candle ditutup inverted hammer, secara teori peluang naik -> positif untuk Hang Seng
Secara fundamental, target pertumbuhan yang optimis dari pemerintah China, kesiapan untuk menangani dampak tarif Trump, dan kebijakan longgar lainnya dari moneter maupun fiskal mendukung ekonomi -> positif untuk saham/Hang Seng medium term, penurunan kemungkinan terbatas
Melunaknya Trump untuk tarif ke China sejauh ini direspon positif oleh market, terlepas hanya trik untuk membuat China melepas TikTok-> cenderung positif untuk China dan Hong Kong
Belum ada realisasi dari stimulus fiskal China sehingga kenaikan cenderung masih tertahan, tapi penurunan juga diperkirakan terbatas karena ekspektasi kebijakan longgar PBOC dan stimulus fiskal pemerintah yang tetap dinantikan
Medium term : bullish tetap terbuka karena pemerintah China targetkan pemulihan konsumsi domestik, PBOC juga tetap longgarkan kebijakan-> setiap penurunan adalah peluang untuk buy untuk strategi medium term
Bullish akan dominan jika mampu tembus 23900 -> pertahankan/follow BUY
Tekanan bearish akan lebih dominan jika tembus 23000 -> switch to SELL
Suggest : BUY on Dip Area : 23560 – 23580 Target : 1) 23680 2) 23780 SL : 23460
Alternatif : Follow/Pertahankan BUY jika tembus 23900 Switch to SELL jika tembus 23000
Dolar bergerak menguat terhadap mata uang lainnya setelah Presiden Trump mengumumkan akan menaikkan tarif impor produk otomotif sebanyak 25% pagi ini. Kenaikan tarif ini akan segera efektif bersamaan dengan kenaikan tarif impor lainnya yaitu pada 2 April pekan depan. Keputusan ini semakin meningkatkan ketegangan perang tarif global di sektor industri otomobil yang akan berdampak akan menaikkan harga mobil dan menurunkan produksi. Dengan kenaikan tarif impor ini diharapkan akan meningkatkan pendapatan negara seiring dengan tidak seimbangnya neraca perdagangan dengan mitranya. AS diketahui mengimpor produk otomotif di tahun 2024 senilai $474 miliar dengan senilai $220 miliar merupakan mobil penumpang. Dengan mitra penyedia terbesarnya yaitu Mexico, Jepang, Korea Selatan, Kanada dan Jerman. Presiden Trump memberi pengecualian jika produsen membuat kendaraan secara domestik maka tidak akan dikenakan tarif impor. Pasar masih mengharapkan pemberlakuan kenaikan tarif impor yang sebelumnya akan berubah dengan aturan yang lebih fleksibel pada saat diberlakukan 2 April nanti. Namun perlu diingat juga bahwa Presiden Trump yang dulu disebut Tariff Man tidak mudah menyerah sehingga bisa saja harapan pasar tersebut akan berakhir kecewa. Dan agenda kenaikan tarif impor ini akan memperlambat pertumbuhan ekonomi dan memicu inflasi kembali meningkat. Sehingga sebagian investor memilih untuk mengantisipasi dengan mengalihkan asetnya pada safe haven termasuk mata uang dolar. Gubernur Fed Minneapolis – Neel Kashkari semalam mengatakan ketidakpastian seputar kenaikan tarif impor berpotensi menaikkan harga-harga dan memicu inflasi sehingga Fed perlu untuk mempertahankan suku bunga acuannya lebih lama lagi. Sejawatnya Gubernur Fed St. Louis - Alberto Musalem di tempat berbeda mengatakan resiko inflasi akan terus di atas target 2% Fed semakin tinggi dan bahwa bisa naik lagi seiring dengan kenaikan tarif impor AS. Spekulasi akan pemangkasan suku bunga acuan semakin menurun hingga di bawah 15% dengan hanya 13.6% dari pekan lalu yang mendekati 20% menurut CME FedWatch Tools. Data ekonomi berupa Durable Goods Order meski menurun dari periode sebelumnya 3.2% menjadi hanya 0.9%, namun masih lebih baik dari perkiraan turun -1.1%. Sedangkan data Core Durable Goods Order yang tidak menyertakan komponen dari sektor transportasi yang menyumbangkan persentasi terbesar mengalami peningkatan tajam dari 0.1% menjadi 0.7% yang jauh lebih baik dari perkiraan hanya naik 0.2%. Peningkatan tajam ini disebabkan oleh pesanan yang melimpah untuk menghindari rencana kenaikan tarif impor Presiden Trump yang baru saja diumumkan tadi pagi. Hari ini ada data pertumbuhan ekonomi GDP kuartalan dan neraca perdagangan serta laporan mingguan klaim pengangguran.
Yen terus melemah terhadap dolar meskipun Bank Sentral Jepang (BOJ) masih berencana untuk kembali menaikkan suku bunga acuan. Dalam nota pertemuan moneter sebelumnya hal ini juga menjadi bahasan utama. Dan Gubernur BOJ - Kazuo Ueda kemarin mengatakan ada kewajiban untuk menaikkan lagi suku bunga acuan jika inflasi terus naik. Meskipun menurut Ueda ekspektasi inflasi dari sisi konsumen merupakan indikator yang lemah dari angka inflasi yang sesungguhnya, namun BOJ tidak mudah mengabaikan angka tersebut. Pejabat BOJ yang baru - Junko Koeda mengatakan suku bunga acuan saat ini terlalu rendah guna mengimbangi kenaikan inflasi yang didukung oleh upah yang meningkat tajam. Meski demikian kedua pejabat BOJ tersebut tidak menjelaskan kapan akan menaikkan suku bunga acuan. Spekulasi di pasar memperkirakan BOJ akan menaikkan suku bunga acuan pada pertemuan moneter di bulan Juli mendatang.
Euro terus melemah terhadap dolar menjelang diberlakukannya kenaikan tarif impor AS pekan depan. Uni Eropa menjadi target utama Presiden Trump karena neraca perdagangan yang tidak seimbang dengan menguntungkan pihak Uni Eropa. Presiden Trump menargetkan kenaikan tarif impor sebanyak 25%. Utusan dari komisi perdagangan Uni Eropa - Maros Sefcovic bertemu dengan Presiden Trump pada hari Selasa kemarin untuk menghindari kenaikan tarif impor yang terlalu banyak. Uni Eropa melakukan perlawanan akan kenaikan tarif impor AS dengan akan mengenakan kenaikan serupa terhadap produk-produk dari AS. Namun hingga saat ini masih belum ada hasil dari pertemuan tersebut. Hari ini ada data prakiraan ekonomi dari Komite Eropa.
Poundsterling juga melemah terhadap dolar setelah Menteri Keuangan - Rachel Reeves memangkas anggaran belanja agar tidak melampaui batas anggaran yang diperbolehkan. Sebelum itu data inflasi di Inggris mengalami penurunan menjadi 2.8% yang lebih rendah dari perkiraan stabil 3.0% sama seperti periode sebelumnya. Dengan suku bunga acuan yang menurun, maka Bank Sentral Inggris (BOE) semakin tidak perlu menurunkan suku bunga acuannya. Terlebih dalam pemaparan proyeksi ekonomi Menteri Reeves menurunkan perkiraan pertumbuhan ekonomi GDP tahun ini hanya menjadi 1.0%. Meskipun diperkirakan inflasi bisa naik lagi secara global akibat dari agenda kenaikan tarif impor AS. Hari ini tidak ada data ekonomi.
CHART TECHNICAL ANALYSIS CRUDE OIL
KETERANGAN
Faktor pendukung bearish (potensi menahan kenaikan) : a. Trump ingin harga minyak lebih rendah b. ketidakpastian tarif memicu kekhawatiran melambatnya permintaan karena ekonomi yang melambat c. kekhawatiran resesi karena imbas melambatnya ekonomi d. OPEC+ mulai naikkan produksi per bulan April secara bertahap
Gangguan geopolitik kembali membayangi (kemungkinan jangka pendek) : a. Israel-Hamas -> Hamas disebut-sebut menolak perpanjang gencatan senjata b. AS tekan Iran untuk kesepakatan nuklir -> jika tidak merespon, akan ada aksi militer ke fasilitas nuklir Iran
Fundamental besar cenderung negatif, sehingga kenaikan kemungkinan masih bersifat terbatas (gangguan geopolitik)
Secara teknis, level psikologis saat ini berada di 65-66, kemungkinan target penurunan berikutnya sekaligus penentu -> potensi turun lebih tajam jika tembus support psikologis
Rebound jangka pendek area 68-70 akan menjadi resistance terdekat-> selama tidak ada kenaikan di atas zona 70, maka kenaikan terbatas (cenderung turun)
Suggest : BUY on Dip Area : 68.80 – 69.00 Target : 1) 70.00 2) 71.00 SL : 67.80
Alternatif : Pertahankan/follow BUY jika tembus 70.20 Switch to SELL jika tembus 67.50
CHART TECHNICAL ANALYSIS DOW JONES
KETERANGAN
US Treasury Yield ditutup bullish, dolar ditutup menguat -> secara teori cenderung negatif untuk saham
Indeks saham AS rata-rata ditutup bearish -> cenderung negatif untuk saham
Trump umumkan tarif impor otomotif yang dibuat di luar AS dan juga kembali ingatkan tentang resiprokal yang berlaku 2 April-> negatif untuk saham
Ketidakpastian ekonomi akibat dampak tarif masih membayangi pasar dan cemas dengan pertumbuhan ekonomi yang melambat dan mengarah ke resesi -> potensi membatasi kenaikan saham
Data Durable goods menunjukkan angka yang lebih baik dari ekspektasi, 0.9% vs -1.1% meskipun turun dibanding bulan sebelumnya 3.3% -> positif sentiment untuk saham, tapi kenaikan relatif terbatas karena data yang melemah dibanding bulan sebelumnya
Fokus data GDP jam 19.30 WIB a. Act > Exp = saham naik -> pertahankan BUY b. Act < Exp = saham turun -> switch to SELL
Secara teknis, bullish akan lebih kuat jika tembus 42900-> switch to Buy jika konfirm tembus
Pertahankan/follow SELL jika tembus 42600
Suggest : SELL on Rally Area : 42780 - 42800 Target : 1) 42680 2) 42580 SL : 42900
Alternatif : Follow/Pertahankan SELL jika tembus 42600 Switch to BUY jika tembus 42900
CHART TECHNICAL ANALYSIS S&P 500
KETERANGAN
US Treasury Yield ditutup bullish, dolar ditutup menguat -> secara teori cenderung negatif untuk saham
Indeks saham AS rata-rata ditutup bearish -> cenderung negatif untuk saham
Trump umumkan tarif impor otomotif yang dibuat di luar AS dan juga kembali ingatkan tentang resiprokal yang berlaku 2 April-> negatif untuk saham
Ketidakpastian ekonomi akibat dampak tarif masih membayangi pasar dan cemas dengan pertumbuhan ekonomi yang melambat dan mengarah ke resesi -> potensi membatasi kenaikan saham
Data Durable goods menunjukkan angka yang lebih baik dari ekspektasi, 0.9% vs -1.1% meskipun turun dibanding bulan sebelumnya 3.3% -> positif sentiment untuk saham, tapi kenaikan relatif terbatas karena data yang melemah dibanding bulan sebelumnya
Fokus data GDP jam 19.30 WIB a. Act > Exp = saham naik -> pertahankan BUY b. Act < Exp = saham turun -> switch to SELL
Secara teknis, bullish akan lebih kuat jika tembus 5830-> switch to Buy jika konfirm tembus
Pertahankan/follow SELL jika tembus 5730
Suggest : SELL on Rally Area : 5760.00 – 5780.00 Target : 1) 5730.00 2) 5700.00 SL : 5810.00
Alternatif : Pertahankan SELL jika tembus 5730 Switch to BUY jika tembus 5830
CHART TECHNICAL ANALYSIS NASDAQ
KETERANGAN
US Treasury Yield ditutup bullish, dolar ditutup menguat -> secara teori cenderung negatif untuk saham
Indeks saham AS rata-rata ditutup bearish -> cenderung negatif untuk saham
Trump umumkan tarif impor otomotif yang dibuat di luar AS dan juga kembali ingatkan tentang resiprokal yang berlaku 2 April-> negatif untuk saham
Ketidakpastian ekonomi akibat dampak tarif masih membayangi pasar dan cemas dengan pertumbuhan ekonomi yang melambat dan mengarah ke resesi -> potensi membatasi kenaikan saham
Data Durable goods menunjukkan angka yang lebih baik dari ekspektasi, 0.9% vs -1.1% meskipun turun dibanding bulan sebelumnya 3.3% -> positif sentiment untuk saham, tapi kenaikan relatif terbatas karena data yang melemah dibanding bulan sebelumnya
Fokus data GDP jam 19.30 WIB a. Act > Exp = saham naik -> pertahankan BUY b. Act < Exp = saham turun -> switch to SELL
Secara teknis, bullish akan lebih kuat jika tembus 20300-> switch to Buy jika konfirm tembus
Pertahankan/follow SELL jika tembus 19900
Suggest : SELL on Rally Area : 20100.00 – 20120.00 Target : 1) 20000.00 2) 19900.00 SL : 20220.00
Alternatif : Pertahankan/Follow SELL jika tembus 19900 Switch to BUY jika tembus 20300
Indeks Nikkei ditutup bearish, secara teori cenderung turun-> negatif untuk Nikkei
Secara umum, pergerakan masih relatif sideway di zona yang sama, dan belum ada inisiator perubahan tren secara signifikan sangat kuat untuk mendorong naik ataupun menekan turun
Secara teknis, 37875 kembali menahan kenaikan, sehingga Nikkei berbalik turun (potensi double Top di h4 chart). jika berhasil tembus neckline 37090, maka berpotensi turun sebagai pola double top
Daily masih ada potensi penurunan ikuti wave 5 Elliott wave down tren-> kenaikan terbukti tetap tertahan di resistance dan gagal tembus 37870
Kekhawatiran resesi masih membayangi pasar saham global-> negatif untuk saham global dan Nikkei, membatasi kenaikan
Bearish akan lebih kuat jika secara teknis berhasil tembus 37250-> pertahankan/follow SELL
Sebaliknya, bullish akan dominan jika tembus 37600 -> switch to BUY
Suggest : SELL on Rally Area : 37440 - 37460 Target : 1) 37340 2) 37240 SL : 37560
Alternatif :
Follow/Pertahankan SELL jika tembus 37250
Switch to BUY jika tembus 37600
CHART TECHNICAL ANALYSIS HANG SENG
KETERANGAN
Candle ditutup doji, secara teori ada peluang mulai rebound -> positif untuk Hang Seng
Secara fundamental, target pertumbuhan yang optimis dari pemerintah China, kesiapan untuk menangani dampak tarif Trump, dan kebijakan longgar lainnya dari moneter maupun fiskal mendukung ekonomi -> positif untuk saham/Hang Seng medium term, penurunan kemungkinan terbatas
Trump umumkan tarif otomotif, tapi juga mempertimbangkan turunkan tarif untuk China guna merayu China melepas TikTok -> cenderung positif untuk China dan Hong Kong
Belum ada realisasi dari stimulus fiskal China sehingga kenaikan cenderung masih tertahan, tapi penurunan juga diperkirakan terbatas karena ekspektasi kebijakan longgar PBOC dan stimulus fiskal pemerintah yang tetap dinantikan
Medium term : bullish tetap terbuka karena pemerintah China targetkan pemulihan konsumsi domestik, PBOC juga tetap longgarkan kebijakan-> setiap penurunan adalah peluang untuk buy untuk strategi medium term
Bullish akan dominan jika mampu tembus 23650 -> pertahankan/follow BUY
Tekanan bearish akan lebih dominan jika tembus 23000 -> switch to SELL
Suggest : BUY on Dip Area : 23330 – 23350 Target : 1) 23450 2) 23550 SL : 23230
Alternatif : Follow/Pertahankan BUY jika tembus 23650 Switch to SELL jika tembus 23000 Penurunan kemungkinan hanya koreksi jangka pendek
Agrodana Futures adalah perusahaan Pialang berizin dan diawasi oleh Bappebti, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), dan merupakan anggota dari Bursa ICDX dan JFX dan Kliring House ICH dan KBI. Kami menerima klien Warga Negara Indonesia dan Asing yang memegang Kartu Izin Tinggal Terbatas di Indonesia kecuali warga negara Amerika Serikat, Kanada, Uni Eropa, Australia, Jepang, Iran dan Korea Utara. Transaksi ini memiliki leverage dan tingkat risiko yang tinggi terhadap modal, dan tidak selalu cocok untuk semua orang, pelajari dan pahami risikonya sebelum memulai transaksi.
Agrodana Futures adalah perusahaan Pialang berizin dan diawasi oleh Bappebti, Otoritas Jasa Keuangan dan Bank Indonesia, dan merupakan anggota dari Bursa ICDX dan JFX dan Kliring House ICH dan KBI. Kami menerima klien Warga Negara Indonesia dan Asing yang memegang Kartu Izin Tinggal Terbatas di Indonesia kecuali warga negara Amerika Serikat, Kanada, Uni Eropa, Australia, Jepang, Iran dan Korea Utara. Transaksi ini memiliki leverage dan tingkat risiko yang tinggi terhadap modal, dan tidak selalu cocok untuk semua orang, pelajari dan pahami risikonya sebelum memulai transaksi.