Faktor pendukung bearish (potensi menahan kenaikan) : a. Trump ingin harga minyak lebih rendah b. ketidakpastian tarif memicu kekhawatiran melambatnya permintaan karena ekonomi yang melambat c. kekhawatiran resesi karena imbas melambatnya ekonomi d. OPEC+ mulai naikkan produksi per bulan April secara bertahap
Gangguan geopolitik kembali membayangi : a. Israel-Hamas -> Hamas disebut-sebut menolak perpanjang gencatan senjata b. AS tekan Iran untuk kesepakatan nuklir -> jika tidak merespon, akan ada aksi militer ke fasilitas nuklir Iran
Fundamental besar cenderung negatif, sehingga kenaikan kemungkinan masih bersifat terbatas (gangguan geopolitik)
Secara teknis, level psikologis saat ini berada di 65-66, kemungkinan target penurunan berikutnya sekaligus penentu -> potensi turun lebih tajam jika tembus support psikologis
Rebound jangka pendek area 68-70 akan menjadi resistance terdekat-> selama tidak ada kenaikan di atas zona 70, maka kenaikan terbatas (cenderung turun)
Suggest : SELL on Rally Area : 69.80 – 70.00 Target : 1) 68.80 2) 67.80 SL : 71.00
Alternatif : Pertahankan/follow SELL jika tembus 68.40 Switch to BUY jika tembus 70.80
CHART TECHNICAL ANALYSIS DOW JONES
KETERANGAN
US Treasury Yield ditutup bearish, dolar ditutup doji -> secara teori cenderung positif untuk saham
Indeks saham AS rata-rata ditutup bullish -> cenderung positif untuk saham
Tapi perlu waspada khusus DOW Jones, karena candle daily ditutup doji, dikhawatirkan kenaikan mulai terbatas
Terbaru, Trump menyebut akan berlakukan tarif impor untuk tembaga dalam beberapa minggu ke depan, di luar tarif resiprokal yang akan diumumkan 2 April mendatang -> negatif untuk saham Tapi pengumuman terbaru menyebut tarif yang awalnya timbal balik/resiprokal, kemungkinan akan lebih terarah dan lunak -> positif untuk saham
Ketidakpastian ekonomi akibat dampak tarif masih membayangi pasar dan cemas dengan pertumbuhan ekonomi yang melambat dan mengarah ke resesi -> potensi mematasi kenaijan saham
Data CB Consumer confidence lebih rendah dari ekspektasi, 92.9 vs 94.2, turun dari sebelumnya 100.1 -> negatif sentiment untuk saham
Fokus data Durable Goods order di jam 19.30 WIB a. Act > Exp = saham naik -> pertahankan BUY b. Act < Exp = saham turun -> switch to SELL
Secara teknis, bullish akan lebih kuat jika tembus 43020-> Pertahankan/follow Buy jika konfirm tembus
Switch to SELL jika tembus 42500
Suggest : BUY on Dip Area : 42780 - 42800 Target : 1) 42900 2) 43000 SL : 42680
Alternatif : Follow/Pertahankan BUY jika tembus 43020 Switch to SELL jika tembus 42500
CHART TECHNICAL ANALYSIS S&P 500
KETERANGAN
US Treasury Yield ditutup bearish, dolar ditutup doji -> secara teori cenderung positif untuk saham
Indeks saham AS rata-rata ditutup bullish -> cenderung positif untuk saham
Tapi perlu waspada khusus DOW Jones, karena candle daily ditutup doji, dikhawatirkan kenaikan mulai terbatas
Terbaru, Trump menyebut akan berlakukan tarif impor untuk tembaga dalam beberapa minggu ke depan, di luar tarif resiprokal yang akan diumumkan 2 April mendatang -> negatif untuk saham Tapi pengumuman terbaru menyebut tarif yang awalnya timbal balik/resiprokal, kemungkinan akan lebih terarah dan lunak -> positif untuk saham
Ketidakpastian ekonomi akibat dampak tarif masih membayangi pasar dan cemas dengan pertumbuhan ekonomi yang melambat dan mengarah ke resesi -> potensi mematasi kenaijan saham
Data CB Consumer confidence lebih rendah dari ekspektasi, 92.9 vs 94.2, turun dari sebelumnya 100.1 -> negatif sentiment untuk saham
Fokus data Durable Goods order di jam 19.30 WIB a. Act > Exp = saham naik -> pertahankan BUY b. Act < Exp = saham turun -> switch to SELL
Secara teknis, bullish akan lebih kuat jika tembus 5840-> Pertahankan/follow Buy jika konfirm tembus
Switch to SELL jika tembus 5700
Suggest : BUY on Dip Area : 5780.00 – 5810.00 Target : 1) 5840.00 2) 5870.00 SL : 5750.00
Alternatif : Pertahankan BUY jika tembus 5840 Switch to SELL jika tembus 5700
CHART TECHNICAL ANALYSIS NASDAQ
KETERANGAN
US Treasury Yield ditutup bearish, dolar ditutup doji -> secara teori cenderung positif untuk saham
Indeks saham AS rata-rata ditutup bullish -> cenderung positif untuk saham
Tapi perlu waspada khusus DOW Jones, karena candle daily ditutup doji, dikhawatirkan kenaikan mulai terbatas
Terbaru, Trump menyebut akan berlakukan tarif impor untuk tembaga dalam beberapa minggu ke depan, di luar tarif resiprokal yang akan diumumkan 2 April mendatang -> negatif untuk saham Tapi pengumuman terbaru menyebut tarif yang awalnya timbal balik/resiprokal, kemungkinan akan lebih terarah dan lunak -> positif untuk saham
Ketidakpastian ekonomi akibat dampak tarif masih membayangi pasar dan cemas dengan pertumbuhan ekonomi yang melambat dan mengarah ke resesi -> potensi mematasi kenaijan saham
Data CB Consumer confidence lebih rendah dari ekspektasi, 92.9 vs 94.2, turun dari sebelumnya 100.1 -> negatif sentiment untuk saham
Fokus data Durable Goods order di jam 19.30 WIB a. Act > Exp = saham naik -> pertahankan BUY b. Act < Exp = saham turun -> switch to SELL
Secara teknis, bullish akan lebih kuat jika tembus 20550-> Pertahankan/follow Buy jika konfirm tembus
Switch to SELL jika tembus 20300
Suggest : BUY on Dip Area : 20470.00 – 20490.00 Target : 1) 20590.00 2) 20690.00 SL : 20370.00
Alternatif : Pertahankan/Follow BUY jika tembus 20550 Switch to SELL jika tembus 20300
Indeks Nikkei ditutup doji, secara teori ada kemungkinan kenaikan mulai terhambat-> positif untuk Nikkei, tapi waspada kenaikan mulai terbatas
Secara umum, pergerakan masih relatif sideway di zona yang sama, dan belum ada inisiator perubahan tren secara signifikan sangat kuat untuk mendorong naik ataupun menekan turun
Secara teknis, 37875 akan menjadi pemicu kenaikan lebih tinggi, sampai saat ini belum berhasil ditembus. jika berhasil tembus, tapi juga bisa menekan turun selama tidak berhasil ditembus
Daily masih ada potensi penurunan ikuti wave 5 Elliott wave down tren, H4 ada kecenderungan bullish rectangle dan ditentukan dari resistance 37870 -> kenaikan berpotensi terbatas selama tidak tembus 37870
Kekhawatiran resesi masih membayangi pasar saham global-> negatif untuk saham global dan Nikkei, membatasi kenaikan
Bearish akan lebih kuat jika secara teknis berhasil tembus 37300-> switch to SELL
Sebaliknya, bullish akan dominan jika tembus 37880 -> pertahankan/follow BUY
Suggest : BUY on Dip Area : 37490 - 37510 Target : 1) 37610 2) 37710 SL : 37390
Alternatif :
Follow/Pertahankan BUY jika tembus 37880
Switch to SELL jika tembus 37300
CHART TECHNICAL ANALYSIS HANG SENG
KETERANGAN
Candle ditutup bearish, secara teori cenderung turun -> negatif untuk Hang Seng
Secara fundamental, target pertumbuhan yang optimis dari pemerintah China, kesiapan untuk menangani dampak tarif Trump, dan kebijakan longgar lainnya dari moneter maupun fiskal mendukung ekonomi -> positif untuk saham/Hang Seng medium term, penurunan kemungkinan terbatas
Sentimen masih sama, Saham global masih dibayangi kekhawatiran resesi ekonomi AS karena melambatnya ekonomi -> kemungkinan dampak pada Hang Seng relatif terbatas karena ekspektasi stimulus pemerintah China
Belum ada realisasi dari stimulus fiskal China sehingga kenaikan cenderung masih tertahan, tapi penurunan juga diperkirakan terbatas karena ekspektasi kebijakan longgar PBOC dan stimulus fiskal pemerintah yang tetap dinantikan
Medium term : bullish tetap terbuka karena pemerintah China targetkan pemulihan konsumsi domestik, PBOC juga tetap longgarkan kebijakan-> setiap penurunan adalah peluang untuk buy untuk strategi medium term
Bullish akan dominan jika mampu tembus 23600 -> pertahankan/follow BUY
Tekanan bearish akan lebih dominan jika tembus 23000 -> switch to SELL
Suggest : BUY on Dip Area : 23400 – 23420 Target : 1) 23520 2) 23620 SL : 23300
Alternatif : Follow/Pertahankan BUY jika tembus 23600 Switch to SELL jika tembus 23000 Penurunan kemungkinan hanya koreksi jangka pendek
Faktor pendukung bearish (potensi menahan kenaikan) : a. Trump ingin harga minyak lebih rendah b. ketidakpastian tarif memicu kekhawatiran melambatnya permintaan karena ekonomi yang melambat c. kekhawatiran resesi karena imbas melambatnya ekonomi d. OPEC+ mulai naikkan produksi per bulan April secara bertahap
Gangguan geopolitik kembali membayangi : a. Israel-Hamas -> Hamas disebut-sebut menolak perpanjang gencatan senjata b. AS tekan Iran untuk kesepakatan nuklir -> jika tidak merespon, akan ada aksi militer ke fasilitas nuklir Iran
Fundamental besar cenderung negatif, sehingga kenaikan kemungkinan masih bersifat terbatas (gangguan geopolitik)
Secara teknis, level psikologis saat ini berada di 65-66, kemungkinan target penurunan berikutnya sekaligus penentu -> potensi turun lebih tajam jika tembus support psikologis
Rebound jangka pendek area 68-70 akan menjadi resistance terdekat-> selama tidak ada kenaikan di atas zona 70, maka kenaikan terbatas (cenderung turun)
Suggest : BUY on Dip Area : 68.30 – 68.50 Target : 1) 69.50 2) 70.50 SL : 67.30
Alternatif : Pertahankan/follow BUY jika tembus 69.35 Switch to SELL jika tembus 67.00 atau jika gagal tembus 70.30
CHART TECHNICAL ANALYSIS DOW JONES
KETERANGAN
US Treasury Yield ditutup bullish, dolar ditutup menguat -> secara teori kenaikan berpotensi terbatas untuk saham
Indeks saham AS rata-rata ditutup bullish -> cenderung positif untuk saham
Trump singgung tidak ada tambahan tarif di tanggal 2 April, hanya fokus resiprokal dan fleksibel sehingga saat ini cenderung "menenangkan" market -> positif untuk saham
Tapi ketidakpastian ekonomi akibat dampak tarif masih membayangi pasar dan cemas dengan pertumbuhan ekonomi yang melambat dan mengarah ke resesi, dan hal ini menjadi faktor utama kenapa indeks saham rata-rata masih dibayangi sentimen negatif -> negatif untuk saham, kemungkinan masih membatasi kenaikan
Data PMI services lebih baik dari ekspektasi, 54.3 vs 51.2, dan tetap di area ekspansi (positif untuk ekonomi), tapi manufaktur lebih lemah 49.8 vs ekspektasi 51.9, di area kontraksi (negatif untuk ekonomi) -> mix sentiment untuk saham
Fokus data CB Consumer confidence di jam 21.00 WIB a. Act > Exp = saham naik -> pertahankan BUY b. Act < Exp = saham turun -> switch to SELL
Secara teknis, bullish akan lebih kuat jika tembus 42960-> Pertahankan/follow Buy jika konfirm tembus
Switch to SELL jika tembus 42400
Suggest : BUY on Dip Area : 42700 - 42720 Target : 1) 42820 2) 42920 SL : 42600
Alternatif : Follow/Pertahankan BUY jika tembus 42960 Switch to SELL jika tembus 42400
CHART TECHNICAL ANALYSIS S&P 500
KETERANGAN
US Treasury Yield ditutup bullish, dolar ditutup menguat -> secara teori kenaikan berpotensi terbatas untuk saham
Indeks saham AS rata-rata ditutup bullish -> cenderung positif untuk saham
Trump singgung tidak ada tambahan tarif di tanggal 2 April, hanya fokus resiprokal dan fleksibel sehingga saat ini cenderung "menenangkan" market -> positif untuk saham
Tapi ketidakpastian ekonomi akibat dampak tarif masih membayangi pasar dan cemas dengan pertumbuhan ekonomi yang melambat dan mengarah ke resesi, dan hal ini menjadi faktor utama kenapa indeks saham rata-rata masih dibayangi sentimen negatif -> negatif untuk saham, kemungkinan masih membatasi kenaikan
Data PMI services lebih baik dari ekspektasi, 54.3 vs 51.2, dan tetap di area ekspansi (positif untuk ekonomi), tapi manufaktur lebih lemah 49.8 vs ekspektasi 51.9, di area kontraksi (negatif untuk ekonomi) -> mix sentiment untuk saham
Fokus data CB Consumer confidence di jam 21.00 WIB a. Act > Exp = saham naik -> pertahankan BUY b. Act < Exp = saham turun -> switch to SELL
Secara teknis, bullish akan lebih kuat jika tembus 5825-> Pertahankan/follow Buy jika konfirm tembus
Switch to SELL jika tembus 5700
Suggest : BUY on Dip Area : 5740.00 – 5760.00 Target : 1) 5790.00 2) 5820.00 SL : 5710.00
Alternatif : Pertahankan BUY jika tembus 5825 Switch to SELL jika tembus 5700
CHART TECHNICAL ANALYSIS NASDAQ
KETERANGAN
US Treasury Yield ditutup bullish, dolar ditutup menguat -> secara teori kenaikan berpotensi terbatas untuk saham
Indeks saham AS rata-rata ditutup bullish -> cenderung positif untuk saham
Trump singgung tidak ada tambahan tarif di tanggal 2 April, hanya fokus resiprokal dan fleksibel sehingga saat ini cenderung "menenangkan" market -> positif untuk saham
Tapi ketidakpastian ekonomi akibat dampak tarif masih membayangi pasar dan cemas dengan pertumbuhan ekonomi yang melambat dan mengarah ke resesi, dan hal ini menjadi faktor utama kenapa indeks saham rata-rata masih dibayangi sentimen negatif -> negatif untuk saham, kemungkinan masih membatasi kenaikan
Data PMI services lebih baik dari ekspektasi, 54.3 vs 51.2, dan tetap di area ekspansi (positif untuk ekonomi), tapi manufaktur lebih lemah 49.8 vs ekspektasi 51.9, di area kontraksi (negatif untuk ekonomi) -> mix sentiment untuk saham
Fokus data CB Consumer confidence di jam 21.00 WIB a. Act > Exp = saham naik -> pertahankan BUY b. Act < Exp = saham turun -> switch to SELL
Secara teknis, bullish akan lebih kuat jika tembus 20400-> Pertahankan/follow Buy jika konfirm tembus
Switch to SELL jika tembus 20100
Suggest : BUY on Dip Area : 20250.00 – 20270.00 Target : 1) 20370.00 2) 20470.00 SL : 20150.00
Alternatif : Pertahankan/Follow BUY jika tembus 20400 Switch to SELL jika tembus 20100
Indeks Nikkei ditutup bullish, secara teori peluang naik -> positif untuk Nikkei
Secara umum, pergerakan masih relatif sideway di zona yang sama, dan belum ada inisiator perubahan tren secara signifikan sangat kuat untuk mendorong naik ataupun menekan turun
Secara teknis, 37875 akan menjadi pemicu kenaikan lebih tinggi jika berhasil tembus, tapi juga bisa menekan turun selama tidak berhasil ditembus
Daily masih ada potensi penurunan ikuti wave 5 Elliott wave down tren, H4 ada kecenderungan bullish rectangle -> kenaikan berpotensi terbatas
Kekhawatiran resesi masih membayangi pasar saham global-> negatif untuk saham global dan Nikkei, membatasi kenaikan
Bearish akan lebih kuat jika secara teknis berhasil tembus 37250-> switch to SELL
Sebaliknya, bullish akan dominan jika tembus 37880 -> pertahankan/follow BUY
Suggest : BUY on Dip Area : 37450 - 37470 Target : 1) 37570 2) 37670 SL : 37350
Alternatif :
Follow/Pertahankan BUY jika tembus 37880
Switch to SELL jika tembus 37250
CHART TECHNICAL ANALYSIS HANG SENG
KETERANGAN
Candle ditutup bullish, secara teori cenderung naik -> positif untuk Hang Seng
Secara fundamental, target pertumbuhan yang optimis dari pemerintah China, kesiapan untuk menangani dampak tarif Trump, dan kebijakan longgar lainnya dari moneter maupun fiskal mendukung ekonomi -> positif untuk saham/Hang Seng medium term, penurunan kemungkinan terbatas
Saham global masih dibayangi kekhawatiran resesi ekonomi AS karena melambatnya ekonomi -> kemungkinan dampak pada Hang Seng relatif terbatas karena ekspektasi stimulus pemerintah China
Belum ada realisasi dari stimulus fiskal China sehingga kenaikan cenderung masih tertahan, tapi penurunan juga diperkirakan terbatas karena ekspektasi kebijakan longgar PBOC dan stimulus fiskal pemerintah yang tetap dinantikan
Medium term : bullish tetap terbuka karena pemerintah China targetkan pemulihan konsumsi domestik, PBOC juga tetap longgarkan kebijakan-> setiap penurunan adalah peluang untuk buy untuk strategi medium term
Bullish akan dominan jika mampu tembus 23800 -> pertahankan/follow BUY
Tekanan bearish akan lebih dominan jika tembus 23000 -> switch to SELL
Suggest : BUY on Dip Area : 23200 – 23220 Target : 1) 23320 2) 23420 SL : 23100
Alternatif : Follow/Pertahankan BUY jika tembus 23800 Switch to SELL jika tembus 23000 Penurunan kemungkinan hanya koreksi jangka pendek
Dolar terus menguat terhadap mata uang lainnya seiring dengan perubahan sikap atas kenaikan tarif yang baru dari Presiden Trump dan juga data fundamental ekonomi berupa aktifitas bisnis yang meningkat di AS. Data PMI di sektor jasa meningkat tajam dari 51 menjadi 54.3 yang jauh lebih baik dari perkiraan hanya naik 51.2. Data di sektor jasa ini sekaligus mengdongkrak data di sektor manufaktur yang masih menurun dari 52.7 menjadi 49.8 yang lebih rendah dari perkiraan hanya turun 52.1. Sehingga secara komposit data PMI relatif masih baik yaitu meningkat dari 51.6 menjadi 53.5 yang lebih baik dari perkiraan sedikit menurun 51.5. Angka di atas ambang 50 menunjukkan aktifitas ekonomi dalam zona ekspansif. Disamping memang sektor jasa menyumbang pertumbuhan ekonomi di AS lebih besar hampir ¾ dari GDP. Sementara itu juga administratif Presiden Trump membuat pengecualian terhadap beberapa sektor yang akan terdampak oleh kenaikan tarif impor AS yang akan segera diberlakukan pekan depan. Tenggat waktu yang diberikan oleh Presiden Trump perihal negosiasi kenaikan tarif akan berakhir dan akan efektif berlaku pada 2 April mendatang. Perubahan sikap Presiden Trump membuat sedikit berkurang kekhawatiran tersebut walau belum sepenuhnya merasa lega. Sebelumnya agenda ekonomi tersebut dikhawatirkan akan memicu inflasi dan akan melambatkan pertumbuhan ekonomi global. Gubernur Fed Atlanta - Raphael Bostic memperkirakan hanya akan terjadi sedikit perubahan inflasi dalam beberapa bulan mendatang yang membuat spekulasi meningkat bahwa Fed hanya akan memangkas suku bunga acuan sebanyak 25 bps atau 1 kali hingga akhir tahun nanti. Meskipun dalam pertemuan moneter FOMC pekan lalu Fed masih memproyeksikan suku bunga acuan tetap akan dipangkas sebanyak 50 bps dalam 2 kali pertemuan hingga Desember nanti. Pada intinya Fed masih akan melihat dampak yang diakibatkan oleh agenda kenaikan tarif Presiden Trump terhadap inflasi dan pertumbuhan ekonomi hingga paruh kedua tahun ini untuk menentukan langkah moneter yang sesuai dengan kondisi ekonomi. Hari ini akan dirilis data Kepercayaan Konsumen dan data indeks manufaktur di negara bagian Richmond serta data-data di sektor perumahan.
Yen juga semakin melemah terhadap dolar seiring dengan masih belum pastinya Bank Sentral Jepang (BOJ) akan menaikkan suku bunga acuannya. Dalam pertemuan moneter BOJ pekan lalu tidak membuat perubahan suku bunga acuan meskipun inflasi masih jauh di atas target. Gubernur BOJ - Kazuo Ueda menyatakan menunggu dampak dari agenda kenaikan tarif impor AS. Setelah itu masih belum ada indikasi dari pejabat BOJ manapun yang berkomentar pasca pertemuan moneter pekan lalu. Hari ini akan dirilis data inflasi CPI dari internal BOJ.
Euro masih cenderung melemah terhadap dolar setelah data PMI di sektor jasa mengalami penurunan dari 50.6 menjadi 50.4 yang lebih jelek dari perkiraan meningkat 51.2. Sementara di sektor manufaktur meski meningkat dari 47.6 menjadi 48.7 yang lebih baik dari perkiraan hanya naik 48.3, namun masih di bawah ambang batas 50 yang menandakan kondisi sektor ini masih dalam zona kontraksi. Dengan kondisi ekonomi yang masih rentan dan ancaman kenaikan tarif impor dari AS menjadi sentimen negatif untuk aset-aset Eropa. Meskipun stimulus fiskal senilai €500 juta diharapkan dapat memicu pertumbuhan ekonomi yang lebih baik. Hari ini akan dirilis data iklim bisnis di Jerman dan Belgia.
Poundsterling bergerak menguat terhadap dolar selain karena data aktifitas bisnis di sektor jasa yang meningkat melampaui perkiraan. Data PMI di sektor jasa terus meningkat di Inggris menjadi 53.2 yang lebih baik dari perkiraan naik 51.2 dari periode sebelumnya 51.0. Meskipun di sektor manufaktur masih cenderung menurun menjadi 44.6 yang lebih rendah dari perkiraan naik 47.3 dan data periode sebelumnya direvisi membaik menjadi 46.9. Dengan sektor jasa menyumbang pertumbuhan ekonomi maka data di sektor manufaktur diabaikan karena secara global sektor manufaktur masih belum pulih dan masih mengalami kontraksi di bawah ambang batas 50. Selain itu pasar juga mengantisipasi update anggaran dari Menteri Keuangan Inggris - Rachel Reeves yang akan disampaikan di depan parlemen dalam pekan ini juga. Gubernur Bank Sentral Inggris (BOE) - Andrew Bailey semalam tidak menyinggung kebijakan moneter dalam pidatonya. Hari ini akan dirilis data Realized Sales.
Cek informasi lainnya di kanal resmi Agrodana Futures
Dolar masih cenderung menguat terhadap mata uang lainnya seiring dengan perubahan sikap Presiden Trump yang menyatakan akan lebih fleksibel perihal pengenaan tarif impor yang akan segera diberlakukan bulan depan. Setelah sejumlah bank sentral termasuk Fed, BOJ dan BOE mempertahankan suku bunga acuan sembari menunggu implementasi agenda ekonomi AS. Dengan Fed bersiap untuk melanjutkan pemangkasan suku bunga acuan, sedangkan Bank Sentral Jepang (BOJ) bersiap untuk menaikkan suku bunga acuan dan Bank Sentral Inggris (BOE) sepertinya masih belum tahu kapan akan mengubah suku bunga acuannya. Ketidakpastian akan kondisi ekonomi akibat agenda kenaikan tarif impor Presiden Trump serta kembalinya ketegangan geopolitik menjadi alasan pengalihan aset-aset beresiko tinggi. Israel kembali melakukan serangan udara di Gaza setelah perundingan damai fase 1 berakhir. Sementara pesawat nirawak Ukraina kembali melakukan serangan terhadap fasilitas militer udara Rusia membuat peluang terjadinya perdamaian semakin menipis. Dan menjadikan pengalihan ke aset safe haven termasuk mata uang dolar. Gubernur Fed Chicago - Austan Golsbee dan Gubernur Fed New York - John Williams sepakat bahwa terlalu dini menyimpulkan agenda ekonomi Presiden Trump dan Fed masih punya waktu yang cukup untuk menentukan langkah moneter yang tepat. Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Fed - Jerome Powell pasca pertemuan moneter pekan lalu. Masih menjadi pertanyaan apakah agenda ekonomi Presiden Trump tersebut akan berdampak kembali pada terjadinya inflasi dengan mempertimbangkan adanya pengurangan pajak, perlawanan dari mitra dagang AS dan faktor lain yang terkait, baik langsung maupun tidak terhadap kebijakan moneter yang akan diambil oleh Fed kemudian. Meski demikian pasar masih memperkirakan Fed akan memangkas suku bunga acuan sebanyak 50 bps hingga akhir tahun ini yang terbagi menjadi 2 bagian. Pekan ini ada data PMI di sektor manufaktur dan jasa, data durable goods order, kepercayaan konsumen, pertumbuhan ekonomi GDP dan yang terpenting adalah data Personal Consumption Expenditure (PCE) yang akan dirilis pada penghujung pekan ini.
Yen terus terkoreksi meski tipis terhadap dolar seiring dengan langkah Bank Sentral Jepang (BOJ) yang masih mempertahankan suku bunga acuannya pada pertemuan moneter pekan lalu. Seperti halnya Fed, BOJ menunggu dampak dari agenda kenaikan tarif impor AS yang akan diberlakukan pekan depan. Sementara data inflasi di Jepang sedikit menurun dari 3.2% menjadi 3.0%, namun masih cukup jauh dari target 2% sehingga BOJ diperkirakan masih akan menaikkan suku bunga acuan di tahun ini. Selain inflasi data di sektor tenaga kerja yang kuat juga menjadi alasan perlunya BOJ menaikkan suku bunga acuan karena upah eksekutif diperkirakan akan meningkat pesat dalam waktu dekat ini sehingga berpotensi mendongkrak inflasi.
Euro berlanjut melemah terhadap dolar seiring dengan ketegangan geopolitik yang kembali meningkat antara Ukraina dengan Rusia. Drone Ukraina di akhir pekan kemarin kembali melakukan serangan di pangkalan militer udara Rusia yang membuat potensi perundingan damai akan terhenti. Dan anggaran yang sudah disiapkan oleh Jerman dan juga sedang dibahas oleh Uni Eropa akan menjadi percuma jika tidak tercapai perdamaian di kawasan Eropa. Hari ini ada data PMI di sektor manufaktur dan jasa.
Poundsterling juga terus melemah terhadap dolar setelah Bank Sentral Inggris (BOE) mempertahankan suku bunga acuannnya pekan lalu. Dan BOE sendiri masih belum berencana untuk memangkas suku bunga acuan dalam waktu dekat ini bahkan hingga akhir tahun nanti. Hari ini ada data PMI di sektor manufaktur dan jasa, data yang penting pekan ini di Inggris adalah data inflasi CPI yang akan dirilis pada hari Rabu, sebelum itu Gubernur BOE - Andrew Bailey dijadwalkan akan memberikan pidato yang juga akan dicermati oleh pasar.
Cek informasi lainnya di kanal resmi Agrodana Futures
Faktor pendukung bearish (potensi menahan kenaikan) : a. Trump ingin harga minyak lebih rendah b. ketidakpastian tarif memicu kekhawatiran melambatnya permintaan karena ekonomi yang melambat c. kekhawatiran resesi karena imbas melambatnya ekonomi
Gangguan geopolitik kembali membayangi : a. Israel-Hamas -> Hamas disebut-sebut menolak perpanjang gencatan senjata b. AS tekan Iran untuk kesepakatan nuklir -> jika tidak merespon, akan ada aksi militer ke fasilitas nuklir Iran
Fundamental besar cenderung negatif, sehingga kenaikan kemungkinan masih bersifat terbatas
Selama tidak ada kenaikan di atas 68.40, maka penurunan tetap dominan. Jika tembus, maka waspadai kenaikan ke zona resistance 70.00-70.50 (area merah di grafik H4)
Secara teknis, level psikologis saat ini berada di 65-66, kemungkinan target penurunan berikutnya sekaligus penentu -> potensi turun lebih tajam jika tembus support psikologis
Rebound jangka pendek area 68-70 akan menjadi resistance terdekat-> selama tidak ada kenaikan di atas zona 70, maka kenaikan terbatas (cenderung turun)
Suggest : BUY on Dip Area : 67.00 – 67.20 Target : 1) 68.20 2) 69.20 SL : 66.00
Alternatif : Pertahankan/follow BUY jika tembus 68.80 Switch to SELL jika tembus 66.00
CHART TECHNICAL ANALYSIS DOW JONES
KETERANGAN
US Treasury Yield ditutup bullish, dolar ditutup hanging man> secara teori mix sentimen untuk saham
Indeks saham AS rata-rata ditutup rebound (hammer) -> cenderung positif untuk saham
Pernyataan Trump tentang tarif akan bersifat fleksibel berhasil tenangkan market (sementara waktu) sehingga berhasil mendorong saham rebound jelang penutupan Jumat -> positif untuk saham
Ketidakpastian tarif masih membayangi pasar dan cemas dengan pertumbuhan ekonomi yang melambat dan mengarah ke resesi, dan hal ini menjadi faktor utama kenapa indeks saham rata-rata masih dibayangi sentimen negatif -> negatif untuk saham, kemungkinan masih membatasi kenaikan
Fokus data PMI di jam 19.30 WIB a. Act > Exp = saham naik -> pertahankan BUY b. Act < Exp = saham turun -> switch to SELL
Secara teknis, bullish akan lebih kuat jika tembus 42699-> Pertahankan/follow Buy jika konfirm tembus
Switch to SELL jika tembus 42300
Suggest : BUY on Dip Area : 42450 - 42470 Target : 1) 42570 2) 42670 SL : 42350
Alternatif : Follow/Pertahankan BUY jika tembus 42600 Switch to SELL jika tembus 42300
CHART TECHNICAL ANALYSIS S&P 500
KETERANGAN
US Treasury Yield ditutup bullish, dolar ditutup hanging man> secara teori mix sentimen untuk saham
Indeks saham AS rata-rata ditutup rebound (hammer) -> cenderung positif untuk saham
Pernyataan Trump tentang tarif akan bersifat fleksibel berhasil tenangkan market (sementara waktu) sehingga berhasil mendorong saham rebound jelang penutupan Jumat -> positif untuk saham
Ketidakpastian tarif masih membayangi pasar dan cemas dengan pertumbuhan ekonomi yang melambat dan mengarah ke resesi, dan hal ini menjadi faktor utama kenapa indeks saham rata-rata masih dibayangi sentimen negatif -> negatif untuk saham, kemungkinan masih membatasi kenaikan
Fokus data PMI di jam 19.30 WIB a. Act > Exp = saham naik -> pertahankan BUY b. Act < Exp = saham turun -> switch to SELL
Secara teknis, bullish akan lebih kuat jika tembus 5770-> Pertahankan/follow Buy jika konfirm tembus
Switch to SELL jika tembus 5680
Suggest : BUY on Dip Area : 5730.00 – 5750.00 Target : 1) 5780.00 2) 5810.00 SL : 5700.00
Alternatif : Pertahankan BUY jika tembus 5770 Switch to SELL jika tembus 5680
CHART TECHNICAL ANALYSIS NASDAQ
KETERANGAN
US Treasury Yield ditutup bullish, dolar ditutup hanging man> secara teori mix sentimen untuk saham
Indeks saham AS rata-rata ditutup rebound (hammer) -> cenderung positif untuk saham
Pernyataan Trump tentang tarif akan bersifat fleksibel berhasil tenangkan market (sementara waktu) sehingga berhasil mendorong saham rebound jelang penutupan Jumat -> positif untuk saham
Ketidakpastian tarif masih membayangi pasar dan cemas dengan pertumbuhan ekonomi yang melambat dan mengarah ke resesi, dan hal ini menjadi faktor utama kenapa indeks saham rata-rata masih dibayangi sentimen negatif -> negatif untuk saham, kemungkinan masih membatasi kenaikan
Fokus data PMI di jam 19.30 WIB a. Act > Exp = saham naik -> pertahankan BUY b. Act < Exp = saham turun -> switch to SELL
Secara teknis, bullish akan lebih kuat jika tembus 20130-> Pertahankan/follow Buy jika konfirm tembus
Switch to SELL jika tembus 19890
Suggest : BUY on Dip Area : 20080.00 – 20100.00 Target : 1) 20200.00 2) 20300.00 SL : 19980.00
Alternatif : Pertahankan/Follow BUY jika tembus 20130 Switch to SELL jika tembus 19890
Indeks Nikkei ditutup bearish, secara teori peluang turun -> negatif untuk Nikkei
Secara umum, pergerakan relatif sideway di zona yang sama, dan belum ada inisiator perubahan tren secara signifikan
Daily masih ada potensi penurunan ikuti wave 5 Elliott wave down tren, H4 ada kecenderungan bullish rectangle -> kenaikan berpotensi terbatas
Kekhawatiran resesi masih membayangi pasar saham global-> negatif untuk saham global dan Nikkei, membatasi kenaikan
Secara teknis, bullish baru dianggap kembali menguat jika bisa tembus di atas 37875
Bearish akan lebih kuat jika secara teknis berhasil tembus 37100-> switch to SELL
Sebaliknya, bullish akan dominan jika tembus 37660 -> pertahankan/follow BUY
Suggest : BUY on Dip Area : 37300 - 37320 Target : 1) 37420 2) 37520 SL : 37200
Alternatif :
Follow/Pertahankan BUY jika tembus 37660
Switch to SELL jika tembus 37100
CHART TECHNICAL ANALYSIS HANG SENG
KETERANGAN
Candle ditutup bearish, secara teori cenderung turun -> negatif untuk Hang Seng
Secara fundamental, target pertumbuhan yang optimis dari pemerintah China, kesiapan untuk menangani dampak tarif Trump, dan kebijakan longgar lainnya dari moneter maupun fiskal mendukung ekonomi -> positif untuk saham/Hang Seng medium term, penurunan kemungkinan terbatas
Saham global masih dibayangi kekhawatiran resesi ekonomi AS karena melambatnya ekonomi -> kemungkinan dampak pada Hang Seng relatif terbatas karena ekspektasi stimulus pemerintah China
Medium term : bullish tetap terbuka karena pemerintah China targetkan pemulihan konsumsi domestik, PBOC juga tetap longgarkan kebijakan-> setiap penurunan adalah peluang untuk buy untuk strategi medium term
Bullish akan dominan jika mampu tembus 23800 -> pertahankan/follow BUY
Tekanan bearish akan lebih dominan jika tembus 23200 -> switch to SELL
Suggest : BUY on Dip Area : 23400 – 23420 Target : 1) 23520 2) 23620 SL : 23300
Alternatif : Follow/Pertahankan BUY jika tembus 23800 Switch to SELL jika tembus 23200 Penurunan kemungkinan hanya koreksi jangka pendek
Dolar rebound terhadap mata uang lainnya seiring dengan pelemahan mata uang Eropa setelah sejumlah bank sentral di sekitar kawasan ini bergerak menurunkan suku bunga acuannya. Sehari sebelumnya dolar tertekan karena Fed masih mempertahankan suku bunga acuan dan tidak akan melanjutkan pemangkasan suku bunga acuannya dalam waktu dekat ini. Ketua Fed - Jerome Powell secara tegas mengatakan Fed tidak perlu terburu-buru mengingat dampak dari agenda kenaikan tarif impor yang dicermati masih belum terjadi. Kebijakan kenaikan tarif baru akan efektif dilakukan pada awal bulan April mendatang. Pasar memperkirakan Fed baru akan menaikkan suku bunga acuan paling cepat pada bulan September dan kemungkinan bisa lebih mundur lagi seiring dengan seberapa keras perlawanan mitra dagang AS dalam menyikapi kenaikan tarif impor ini. Sehingga dalam proyeksi Fed terhadap pertumbuhan ekonomi di AS hingga akhir tahun ini direvisi menurun dari 2.1% menjadi hanya 1.7%. Dengan proyeksi inflasi yang meningkat dari 2.5% menjadi 2.7%. Walaupun di sektor tenaga kerja diproyeksikan masih lumayan menguat dari 4.3% menjadi 4.4%. Sehingga proyeksi suku bunga acuan masih memungkinkan untuk turun 2 kali masing-masing sebanyak 25 bps. Data ekonomi yang dirilis semalam berupa klaim pengangguran hanya meningkat sedikit dari 221K menjadi 223K yang sedikit di bawah perkiraan, namun masih menandakan kondisi sektor tenaga kerja yang relatif cukup stabil. Indeks manufaktur di negara bagian Philadelphia meski menurun dari 18.1 menjadi 12.5 namun tidak seburuk perkiraan turun hingga 8.8. Hari ini tidak ada data ekonomi yang akan dirilis, namun pasar masih menunggu jikalau ada aksi terbaru dari Presiden Trump.
Yen hanya melemah tipis terhadap dolar setelah Bank Sentral Jepang (BOJ) mendahului Fed dalam menetapkan untuk mempertahankan suku bunga acuannya. Dengan alasan yang sama juga karena masih menunggu dampak dari agenda kenaikan tarif impor AS terhadap ekonomi secara global. Dengan tidak terburu-buru mengambil langkah moneter diharapkan akan mengoptimalkan keputusan yang akan diambil di masa mendatang. Indikasi inflasi agak menurun dengan data inflasi Core CPI Jepang sedikit menurun dari 3.2% menjadi 3.0% walau tidak sebanyak perkiraan 2.9%. Meski demikian BOJ masih tetap berencana untuk menaikkan suku bunga acuannya seiring dengan sektor tenaga kerja yang kuat karena upah diperkirakan akan meningkat pesat dalam waktu dekat ini sehingga berpotensi mendongkrak inflasi.
Euro terus tertekan terhadap dolar seiring dengan kekhawatiran akan perang dagang AS dengan Uni Eropa. Presiden Bank Sentral Eropa (ECB) - Christine Lagarde dalam pidato semalam mengatakan kenaikan tarif dari AS sebanyak 25% akan memperlambat pertumbuhan ekonomi sebanyak 0.3% di tahun pertama dan akan terus meningkat sebanyak 0.5% jika terjadi perlawanan. Di sisi lain setelah Jerman mendapat lampu hijau untuk menjalankan stimulus fiskal senilai €500 juta, pejabat Uni Eropa - Robert Holzmann mengusulkan Uni Eropa ikut menganggarkan €800 juta untuk pertahanan dan mendukung Ukraina seiring dengan ditariknya dukungan militer AS. Sementara itu Sentral Bank Swiss (SNB) mendahului memangkas suku bunga acuan sebanyak 25 bps kemarin dengan pertimbangan mengurangi beban akibat perang dagang secara global. Sedangkan Bank Sentral Swedia masih tetap mempertahankan suku bunga acuannya.
Poundsterling juga menguat terhadap dolar pasca Bank Sentral Inggris (BOE) tetap mempertahankan suku bunga acuannya sesuai perkiraan dan juga menepis anggapan bahwa BOE siap sedia memangkas suku bunga menjelang ketidakpastian ekonomi global dan ekonomi Inggris khususnya. Dalam hasil voting 8 suara banding 1 suara memilih memangkas 25 bps melampaui perkiraan analis pasar memperkirakan hasil voting 7-2. Dalam konferensi pers Gubernur BOE - Andrew Bailey menyampaikan hal yang menjadi kekhawatiran yang sama terhadap dampak agenda kenaikan tarif AS. Terlebih akan rencana pemerintah Inggris yang berencana menaikkan suku bunga acuannya menambah tekanan akan inflasi kembali naik. Spekulasi akan langkah BOE untuk memangkas suku bunga acuan semakin berkurang hingga peluangnya di bawah 50%. Data di sektor tenaga kerja berupa klaim pengangguran mengalami peningkatan dan indeks upah rata-rata mengalami penurunan meskipun tingkat pengangguran relatif masih stabil.
Cek informasi lainnya di kanal resmi Agrodana Futures
Agrodana Futures adalah perusahaan Pialang berizin dan diawasi oleh Bappebti, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), dan merupakan anggota dari Bursa ICDX dan JFX dan Kliring House ICH dan KBI. Kami menerima klien Warga Negara Indonesia dan Asing yang memegang Kartu Izin Tinggal Terbatas di Indonesia kecuali warga negara Amerika Serikat, Kanada, Uni Eropa, Australia, Jepang, Iran dan Korea Utara. Transaksi ini memiliki leverage dan tingkat risiko yang tinggi terhadap modal, dan tidak selalu cocok untuk semua orang, pelajari dan pahami risikonya sebelum memulai transaksi.
Agrodana Futures adalah perusahaan Pialang berizin dan diawasi oleh Bappebti, Otoritas Jasa Keuangan dan Bank Indonesia, dan merupakan anggota dari Bursa ICDX dan JFX dan Kliring House ICH dan KBI. Kami menerima klien Warga Negara Indonesia dan Asing yang memegang Kartu Izin Tinggal Terbatas di Indonesia kecuali warga negara Amerika Serikat, Kanada, Uni Eropa, Australia, Jepang, Iran dan Korea Utara. Transaksi ini memiliki leverage dan tingkat risiko yang tinggi terhadap modal, dan tidak selalu cocok untuk semua orang, pelajari dan pahami risikonya sebelum memulai transaksi.