Faktor pendukung bearish (potensi menahan kenaikan) : a. Trump ingin harga minyak lebih rendah b. ketidakpastian tarif memicu kekhawatiran melambatnya permintaan karena ekonomi yang melambat c. kekhawatiran resesi karena imbas melambatnya ekonomi
Israel-Hamas kembali memanas, kemungkinan menjadi faktor kekhawatiran memasuki akhir pekan mengantisipasi eskalasi geopolitik terjadi di akhir pekan -> positif untuk minyak
Fundamental negatif, sehingga kenaikan kemungkinan masih bersifat terbatas
Selama tidak ada kenaikan di atas 68.40, maka penurunan tetap dominan. Jika tembus, maka waspadai kenaikan ke zona resistance 70.00-70.50 (area merah di grafik H4)
Secara teknis, level psikologis saat ini berada di 65-66, kemungkinan target penurunan berikutnya sekaligus penentu -> potensi turun lebih tajam jika tembus support psikologis
Rebound jangka pendek area 68-70 akan menjadi resistance terdekat-> selama tidak ada kenaikan di atas zona 70, maka kenaikan terbatas (cenderung turun)
Suggest : BUY on Dip Area : 67.50 – 67.70 Target : 1) 68.70 2) 69.70 SL : 66.50
Alternatif : Pertahankan/follow BUY jika tembus 68.80 Switch to SELL jika tembus 66.50
CHART TECHNICAL ANALYSIS DOW JONES
KETERANGAN
US Treasury Yield ditutup doji, dolar ditutup bullish-> secara teori mix sentimen untuk saham
Indeks saham AS rata-rata ditutup turun (hanging man) -> cenderung negatif untuk saham
Apple mengguncang jajaran eksekutif AI-nya saat mencoba untuk membalikkan kegagalan Siri pada iPhone-nya sehingga menekan sentimen di sektor teknologi -> negatif untuk saham, terutama Nasdaq dan S&P 500
Ketidakpastian tarif masih membayangi pasar dan cemas dengan pertumbuhan ekonomi yang melambat dan mengarah ke resesi, dan hal ini menjadi faktor utama kenapa indeks saham rata-rata masih dibayangi sentimen negatif -> negatif untuk saham, kemungkinan masih membatasi kenaikan
Secara teknis, bullish akan lebih kuat jika tembus 42570-> switch to BUY jika konfirm tembus
Pertahankan/Follow SELL jika tembus 42180
Suggest : SELL on Rally Area : 42320 - 42340 Target : 1) 42220 2) 42120 SL : 42440
Alternatif : Follow/Pertahankan SELL jika tembus 42180 Switch to BUY jika tembus 42570
CHART TECHNICAL ANALYSIS S&P 500
KETERANGAN
US Treasury Yield ditutup doji, dolar ditutup bullish-> secara teori mix sentimen untuk saham
Indeks saham AS rata-rata ditutup turun (hanging man) -> cenderung negatif untuk saham
Apple mengguncang jajaran eksekutif AI-nya saat mencoba untuk membalikkan kegagalan Siri pada iPhone-nya sehingga menekan sentimen di sektor teknologi -> negatif untuk saham, terutama Nasdaq dan S&P 500
Ketidakpastian tarif masih membayangi pasar dan cemas dengan pertumbuhan ekonomi yang melambat dan mengarah ke resesi, dan hal ini menjadi faktor utama kenapa indeks saham rata-rata masih dibayangi sentimen negatif -> negatif untuk saham, kemungkinan masih membatasi kenaikan
Secara teknis, bullish akan lebih kuat jika tembus 5800-> switch to BUY jika konfirm tembus
Pertahankan/Follow SELL jika tembus 5650
Suggest : SELL on Rally Area : 5730.00 – 5750.00 Target : 1) 5700.00 2) 5670.00 SL : 5780.00
Alternatif : Pertahankan SELL jika tembus 5650 Switch to BUY jika tembus 5800
CHART TECHNICAL ANALYSIS NASDAQ
KETERANGAN
US Treasury Yield ditutup doji, dolar ditutup bullish-> secara teori mix sentimen untuk saham
Indeks saham AS rata-rata ditutup turun (hanging man) -> cenderung negatif untuk saham
Apple mengguncang jajaran eksekutif AI-nya saat mencoba untuk membalikkan kegagalan Siri pada iPhone-nya sehingga menekan sentimen di sektor teknologi -> negatif untuk saham, terutama Nasdaq dan S&P 500
Ketidakpastian tarif masih membayangi pasar dan cemas dengan pertumbuhan ekonomi yang melambat dan mengarah ke resesi, dan hal ini menjadi faktor utama kenapa indeks saham rata-rata masih dibayangi sentimen negatif -> negatif untuk saham, kemungkinan masih membatasi kenaikan
Secara teknis, bullish akan lebih kuat jika tembus 20130-> switch to BUY jika konfirm tembus
Pertahankan/Follow SELL jika tembus 19850
Suggest : SELL on Rally Area : 19920.00 – 19940.00 Target : 1) 19820.00 2) 19720.00 SL : 20040.00
Alternatif : Pertahankan/Follow SELL jika tembus 19850 Switch to BUY jika tembus 20130
Indeks Nikkei ditutup bearish, secara teori peluang turun -> negatif untuk Nikkei
BOJ pertahankan suku bunga sesuai ekspektasi, tidak tergesa-gesa menaikkan (= saham naik), tapi tetap membuka peluang kenaikan suku bunga selama inflasi masih sesuai target BOJ -> berpeluang membatasi kenaikan Nikkei
Kekhawatiran resesi masih membayangi pasar saham global-> negatif untuk saham global dan Nikkei, membatasi kenaikan
H4 ada kemungkinan membentuk H&S jika tidak naik di atas 37875, tapi jika tembus, maka uptren berlanjut -> H&S konfirm jika tembus 37200, gagal jika tembus 37875
Secara teknis, bullish baru dianggap kembali menguat jika bisa tembus di atas 37875
Bearish akan lebih kuat jika secara teknis berhasil tembus 37300-> switch to SELL
Sebaliknya, bullish akan dominan jika tembus 37875 -> pertahankan/follow BUY
Suggest : BUY on Dip Area : 37600 - 37620 Target : 1) 37720 2) 37820 SL : 37500
Alternatif :
Follow/Pertahankan BUY jika tembus 37875
Switch to SELL jika tembus 37300
CHART TECHNICAL ANALYSIS HANG SENG
KETERANGAN
Candle ditutup bearish, secara teori cenderung turun -> negatif untuk Hang Seng
Secara fundamental, target pertumbuhan yang optimis dari pemerintah China, kesiapan untuk menangani dampak tarif Trump, dan kebijakan longgar lainnya dari moneter maupun fiskal mendukung ekonomi -> positif untuk saham/Hang Seng medium term, penurunan kemungkinan terbatas
Saham global masih dibayangi kekhawatiran resesi ekonomi AS karena melambatnya ekonomi -> kemungkinan dampak pada Hang Seng relatif terbatas karena ekspektasi stimulus pemerintah China
Pasar masih menunggu realisasi stimulus yang lebih konkrit selain pelonggaran yang diumumkan di akhir pekan kemarin -> membatasi kenaikan selama belum terwujud
Medium term : bullish tetap terbuka karena pemerintah China targetkan pemulihan konsumsi domestik, PBOC juga tetap longgarkan kebijakan-> setiap penurunan adalah peluang untuk buy untuk strategi medium term
Bullish akan dominan jika mampu tembus 24690 -> switch to BUY
Tekanan bearish akan lebih dominan jika tembus 24000 -> pertahankan SELL
Suggest : SELL on Rally Area : 24300 – 24320 Target : 1) 24200 2) 24100 SL : 24420
Alternatif : Follow/Pertahankan SELL jika tembus 24000 Switch to BUY jika tembus 24690 Penurunan kemungkinan koreksi jangka pendek
Faktor pendukung bearish (potensi menahan kenaikan) : a. Trump ingin harga minyak lebih rendah b. ketidakpastian tarif memicu kekhawatiran melambatnya permintaan karena ekonomi yang melambat c. kekhawatiran resesi karena imbas melambatnya ekonomi
Fed turunkan proyeksi pertumbuhan GDP, berarti mengakui adanya perlambatan pada ekonomi sehingga tingkat permintaan relatif lemah -> negatif untuk minyak
AS ultimatum Iran untuk segera mencapai kesepakatan nuklir dalam 2 bulan, jika tidak, maka aksi militer dari AS atau Israel akan mengincar fasilitas nuklir Iran -> belum menjadi ancaman serius, tapi jika eskalasi meningkat, maka minyak bisa saja naik lebih dulu (temporary)
Data inventori minyak versi EIA dirilis lebih tinggi, 1.74M vs exp 0.51M -> pasokan melimpah, pertanda permintaan yang lemah, negatif untuk minyak
Selama tidak ada kenaikan di atas 68.40, maka penurunan tetap dominan
Secara teknis, level psikologis saat ini berada di 65-66, kemungkinan target penurunan berikutnya sekaligus penentu -> potensi turun lebih tajam jika tembus support psikologis
Rebound jangka pendek area 68-70 akan menjadi resistance terdekat-> selama tidak ada kenaikan di atas zona 70, maka kenaikan terbatas (cenderung turun)
Suggest : SELL on Rally Area : 67.50 – 67.70 Target : 1) 66.50 2) 65.50 SL : 68.70
Alternatif : Pertahankan/follow SELL jika tembus 66.60 Switch to BUY jika tembus 69.00
CHART TECHNICAL ANALYSIS DOW JONES
KETERANGAN
US Treasury Yield ditutup bearish, dolar ditutup bullish-> secara teori mix sentimen untuk saham
Indeks saham AS rata-rata ditutup naik -> cenderung positif untuk saham
Poin penting keputusan FOMC : a. dot plot tetap menunjukkan 2x cut rate di 2025 -> positif untuk saham b. inflasi diperkirakan naik -> negatif untuk saham c. proyeksi GDP diturunkan, bukti adanya perlambatan ekonomi-> secara teori negatif untuk saham, tapi direspon positif karena ada harapan untuk Fed menurunkan suku bunga untuk atasi perlambatan ekonomi jika semakin serius d. Powell less hawkish (menekankan tetap bergantung data, bisa berubah sewaktu-waktu jika dibutuhkan, lebih memilih "menahan" atau "memangkas suku bunga" daripada "menaikkan") -> positif untuk saham
Ketidakpastian tarif masih membayangi pasar dan cemas dengan pertumbuhan ekonomi yang melambat dan mengarah ke resesi, dan hal ini menjadi faktor utama kenapa indeks saham rata-rata masih dibayangi sentimen negatif -> negatif untuk saham, kemungkinan masih membatasi kenaikan
Fokus data jobless claimes dan Philadelphia Fed manufacture index jam 19.30 WIB, Existing home sales jam 21.00 WIB a. Act > Exp = saham naik -> pertahankan buy b. Act < Exp = saham turun -> switch to sell
Secara teknis, bullish akan lebih kuat jika tembus 42500-> pertahankan/follow BUY jika konfirm tembus
switch to SELL jika tembus 42000
Suggest : BUY on Dip Area : 42300 - 42320 Target : 1) 42420 2) 42520 SL : 42200
Alternatif : Follow/Pertahankan BUY jika tembus 42500 Switch to SELL jika tembus 42000
CHART TECHNICAL ANALYSIS S&P 500
KETERANGAN
US Treasury Yield ditutup bearish, dolar ditutup bullish-> secara teori mix sentimen untuk saham
Indeks saham AS rata-rata ditutup naik -> cenderung positif untuk saham
Poin penting keputusan FOMC : a. dot plot tetap menunjukkan 2x cut rate di 2025 -> positif untuk saham b. inflasi diperkirakan naik -> negatif untuk saham c. proyeksi GDP diturunkan, bukti adanya perlambatan ekonomi-> secara teori negatif untuk saham, tapi direspon positif karena ada harapan untuk Fed menurunkan suku bunga untuk atasi perlambatan ekonomi jika semakin serius d. Powell less hawkish (menekankan tetap bergantung data, bisa berubah sewaktu-waktu jika dibutuhkan, lebih memilih "menahan" atau "memangkas suku bunga" daripada "menaikkan") -> positif untuk saham
Ketidakpastian tarif masih membayangi pasar dan cemas dengan pertumbuhan ekonomi yang melambat dan mengarah ke resesi, dan hal ini menjadi faktor utama kenapa indeks saham rata-rata masih dibayangi sentimen negatif -> negatif untuk saham, kemungkinan masih membatasi kenaikan
Fokus data jobless claimes dan Philadelphia Fed manufacture index jam 19.30 WIB, Existing home sales jam 21.00 WIB a. Act > Exp = saham naik -> pertahankan buy b. Act < Exp = saham turun -> switch to sell
Secara teknis, bullish akan lebih kuat jika tembus 5750-> pertahankan/follow BUY jika konfirm tembus
switch to SELL jika tembus 5680
Suggest : BUY on Dip Area : 5720.00 – 5740.00 Target : 1) 5770.00 2) 5600.00 SL : 5690.00
Alternatif : Pertahankan BUY jika tembus 5750 Switch to SELL jika tembus 5680
CHART TECHNICAL ANALYSIS NASDAQ
KETERANGAN
US Treasury Yield ditutup bearish, dolar ditutup bullish-> secara teori mix sentimen untuk saham
Indeks saham AS rata-rata ditutup naik -> cenderung positif untuk saham
Poin penting keputusan FOMC : a. dot plot tetap menunjukkan 2x cut rate di 2025 -> positif untuk saham b. inflasi diperkirakan naik -> negatif untuk saham c. proyeksi GDP diturunkan, bukti adanya perlambatan ekonomi-> secara teori negatif untuk saham, tapi direspon positif karena ada harapan untuk Fed menurunkan suku bunga untuk atasi perlambatan ekonomi jika semakin serius d. Powell less hawkish (menekankan tetap bergantung data, bisa berubah sewaktu-waktu jika dibutuhkan, lebih memilih "menahan" atau "memangkas suku bunga" daripada "menaikkan") -> positif untuk saham
Ketidakpastian tarif masih membayangi pasar dan cemas dengan pertumbuhan ekonomi yang melambat dan mengarah ke resesi, dan hal ini menjadi faktor utama kenapa indeks saham rata-rata masih dibayangi sentimen negatif -> negatif untuk saham, kemungkinan masih membatasi kenaikan
Fokus data jobless claimes dan Philadelphia Fed manufacture index jam 19.30 WIB, Existing home sales jam 21.00 WIB a. Act > Exp = saham naik -> pertahankan buy b. Act < Exp = saham turun -> switch to sell
Secara teknis, bullish akan lebih kuat jika tembus 20100-> pertahankan/follow BUY jika konfirm tembus
switch to SELL jika tembus 19700
Suggest : BUY on Dip Area : 19900.00 – 19920.00 Target : 1) 20020.00 2) 20120.00 SL : 19800.00
Alternatif : Pertahankan/Follow BUY jika tembus 20100 Switch to SELL jika tembus 19700
Indeks Nikkei ditutup doji seperti high wave candle, secara teori peluang turun -> negatif untuk Nikkei
BOJ pertahankan suku bunga sesuai ekspektasi, tidak tergesa-gesa menaikkan, tapi tetap membuka peluang kenaikan suku bunga selama inflasi masih sesuai target BOJ -> berpeluang membatasi kenaikan Nikkei
Kekhawatiran resesi masih membayangi pasar saham global-> negatif untuk saham global dan Nikkei, membatasi kenaikan
H4 ada kemungkinan membentuk H&S jika tidak naik di atas 37875 -> cenderung sell kalau terpenuhi syarat
Secara teknis, bullish baru dianggap kembali menguat jika bisa tembus di atas 37875
Bearish akan lebih kuat jika secara teknis berhasil tembus 37490-> pertahankan/follow SELL
Sebaliknya, bullish akan dominan jika tembus 37875 -> switch to BUY
Suggest : SELL on Rally Area : 37600 - 37620 Target : 1) 37500 2) 37400 SL : 37720
Alternatif :
Follow/Pertahankan SELL jika tembus 37490
Switch to BUY jika tembus 37875
CHART TECHNICAL ANALYSIS HANG SENG
KETERANGAN
Candle ditutup doji, secara teori cenderung membuka peluang untuk koreksi turun -> negatif untuk Hang Seng
Secara fundamental, target pertumbuhan yang optimis dari pemerintah China, kesiapan untuk menangani dampak tarif Trump, dan kebijakan longgar lainnya dari moneter maupun fiskal mendukung ekonomi -> positif untuk saham/Hang Seng, penurunan kemungkinan terbatas
Saham global masih dibayangi kekhawatiran resesi ekonomi AS karena melambatnya ekonomi -> kemungkinan dampak pada Hang Seng relatif terbatas karena ekspektasi stimulus pemerintah China
PBOC tahan suku bunga LPR sesuai ekspektasi -> negatif untuk Hang Seng
Pasar masih menunggu realisasi stimulus yang lebih konkrit selain pelonggaran yang diumumkan di akhir pekan kemarin -> membatasi kenaikan selama belum terwujud
Medium term : bullish tetap terbuka karena pemerintah China targetkan pemulihan konsumsi domestik, PBOC juga tetap longgarkan kebijakan-> setiap penurunan adalah peluang untuk buy untuk strategi medium term
Bullish akan dominan jika mampu tembus 24800 -> pertahankan BUY
Tekanan bearish akan lebih dominan jika tembus 24000 -> switch to SELL
Suggest : BUY on Dip Area : 24120 – 24140 Target : 1) 24240 2) 24340 SL : 24020
Alternatif : Follow/Pertahankan BUY jika tembus 24800 Switch to SELL jika tembus 24000 Penurunan kemungkinan mencoba tutup gap sebelumnya
Faktor pendukung bearish (potensi menahan kenaikan) : a. Trump ingin harga minyak lebih rendah b. ketidakpastian tarif memicu kekhawatiran melambatnya permintaan karena ekonomi yang melambat c. kekhawatiran resesi karena imbas melambatnya ekonomi
Rusia hanya sepakat untuk masalah energi dengan AS, sepakat untuk menahan diri tidak menyerang fasilitas energi Ukraina, dan menyerahkan prajurit yang terluka, tapi tidak untuk gencatan senjata yang diinginkan Ukraina-> good deal untuk minyak, tapi belum ada deal untuk perdamaian
Data inventori minyak versi API dirilis jauh lebih tinggi, 4.59M vs exp 1.17M -> pasokan melimpah, pertanda permintaan yang lemah, negatif untuk minyak
Selama tidak ada kenaikan di atas 68.40, maka penurunan tetap dominan
Secara teknis, level psikologis saat ini berada di 65-66, kemungkinan target penurunan berikutnya sekaligus penentu -> potensi turun lebih tajam jika tembus support psikologis
Rebound jangka pendek area 68-70 akan menjadi resistance terdekat-> selama tidak ada kenaikan di atas zona 70, maka kenaikan terbatas (cenderung turun)
Suggest : SELL on Rally Area : 67.20 – 67.40 Target : 1) 66.20 2) 65.20 SL : 68.40
Alternatif : Pertahankan/follow SELL jika tembus 66.00 Switch to BUY jika tembus 69.00
CHART TECHNICAL ANALYSIS DOW JONES
KETERANGAN
US Treasury Yield ditutup bearish, dolar ditutup turun-> secara teori positive sentimen untuk saham
Indeks saham AS rata-rata ditutup turun -> cenderung negatif untuk saham
Yield turun, saham turun menandakan kekhawatiran resesi masih membayangi pasar -> negatif untuk saham
Kesepakatan Rusia-AS hanya untuk masalah energi, tapi tidak untuk gencatan senjata 30 hari dengan Ukraina, Rusia juga sepakat untuk menahan diri dan tidak menyerang fasilitas energi Ukraina -> negatif untuk saham
Ketidakpastian tarif masih membayangi pasar dan cemas dengan pertumbuhan ekonomi yang melambat dan mengarah ke resesi, dan hal ini menjadi faktor utama kenapa indeks saham rata-rata masih dibayangi sentimen negatif -> negatif untuk saham, lebih dominan
Skenario FOMC a. suku bunga tetap, dot plot 2x (atau lebih) penurunan suku bunga, Powell dovish = Saham naik -> switch to BUY b. suku bunga tetap, dot plot 2x (atau kurang) penurunan suku bunga, Powell hawkish = Saham turun -> pertahankan/follow SELL
Secara teknis, bullish akan lebih kuat jika tembus 42050-> switch to BUY jika konfirm tembus
Pertahankan SELL jika tembus 41630
Suggest : SELL on Rally Area : 41820 - 41840 Target : 1) 41720 2) 41620 SL : 41940
Alternatif : Follow/Pertahankan SELL jika tembus 41630 Switch to BUY jika tembus 42050
CHART TECHNICAL ANALYSIS S&P 500
KETERANGAN
US Treasury Yield ditutup bearish, dolar ditutup turun-> secara teori positive sentimen untuk saham
Indeks saham AS rata-rata ditutup turun -> cenderung negatif untuk saham
Yield turun, saham turun menandakan kekhawatiran resesi masih membayangi pasar -> negatif untuk saham
Kesepakatan Rusia-AS hanya untuk masalah energi, tapi tidak untuk gencatan senjata 30 hari dengan Ukraina, Rusia juga sepakat untuk menahan diri dan tidak menyerang fasilitas energi Ukraina -> negatif untuk saham
Ketidakpastian tarif masih membayangi pasar dan cemas dengan pertumbuhan ekonomi yang melambat dan mengarah ke resesi, dan hal ini menjadi faktor utama kenapa indeks saham rata-rata masih dibayangi sentimen negatif -> negatif untuk saham, lebih dominan
Skenario FOMC a. suku bunga tetap, dot plot 2x (atau lebih) penurunan suku bunga, Powell dovish = Saham naik -> switch to BUY b. suku bunga tetap, dot plot 2x (atau kurang) penurunan suku bunga, Powell hawkish = Saham turun -> pertahankan/follow SELL
Secara teknis, bullish akan lebih kuat jika tembus 5750-> switch to BUY jika konfirm tembus
Pertahankan SELL jika tembus 5590
Suggest : SELL on Rally Area : 5680.00 – 5700.00 Target : 1) 5650.00 2) 5620.00 SL : 5730.00
Alternatif : Pertahankan SELL jika tembus 5590 Switch to BUY jika tembus 5750
CHART TECHNICAL ANALYSIS NASDAQ
KETERANGAN
US Treasury Yield ditutup bearish, dolar ditutup turun-> secara teori positive sentimen untuk saham
Indeks saham AS rata-rata ditutup turun -> cenderung negatif untuk saham
Yield turun, saham turun menandakan kekhawatiran resesi masih membayangi pasar -> negatif untuk saham
Kesepakatan Rusia-AS hanya untuk masalah energi, tapi tidak untuk gencatan senjata 30 hari dengan Ukraina, Rusia juga sepakat untuk menahan diri dan tidak menyerang fasilitas energi Ukraina -> negatif untuk saham
Ketidakpastian tarif masih membayangi pasar dan cemas dengan pertumbuhan ekonomi yang melambat dan mengarah ke resesi, dan hal ini menjadi faktor utama kenapa indeks saham rata-rata masih dibayangi sentimen negatif -> negatif untuk saham, lebih dominan
Skenario FOMC a. suku bunga tetap, dot plot 2x (atau lebih) penurunan suku bunga, Powell dovish = Saham naik -> switch to BUY b. suku bunga tetap, dot plot 2x (atau kurang) penurunan suku bunga, Powell hawkish = Saham turun -> pertahankan/follow SELL
Secara teknis, bullish akan lebih kuat jika tembus 19800-> switch to BUY jika konfirm tembus
Pertahankan SELL jika tembus 19500
Suggest : SELL on Rally Area : 19600.00 – 19620.00 Target : 1) 19500.00 2) 19400.00 SL : 19720.00
Alternatif : Pertahankan/Follow SELL jika tembus 19500 Switch to BUY jika tembus 19800
Indeks Nikkei ditutup bearish, secara teori peluang turun -> negatif untuk Nikkei
Kenaikan dipicu oleh USDJPY yang naik jelang pengumuman BOJ
BOJ kemungkinan pertahankan suku bunga di bulan Maret -> positif untuk Nikkei
Jika pernyataan Kazuo Ueda hawkish (membuka peluang kenaikan suku bunga di pertemuan berikutnya) -> negatif untuk Nikkei
Kekhawatiran resesi membayangi pasar saham global-> negatif untuk saham global dan Nikkei, membatasi kenaikan
Secara teknis, bullish baru dianggap kembali menguat jika bisa tembus di atas 37875
Bearish akan lebih kuat jika secara teknis berhasil tembus 37465-> switch to SELL
Sebaliknya, bullish akan dominan jika tembus 37875 -> pertahankan BUY
Suggest : BUY on Dip Area : 37700 - 37720 Target : 1) 37820 2) 37920 SL : 37600
Alternatif :
Follow/Pertahankan BUY jika tembus 37875
Switch to SELL jika tembus 37465
CHART TECHNICAL ANALYSIS HANG SENG
KETERANGAN
Candle ditutup bullish, secara teori cenderung naik -> positif untuk Hang Seng
Secara fundamental, target pertumbuhan yang optimis dari pemerintah China, kesiapan untuk menangani dampak tarif Trump, dan kebijakan longgar lainnya dari moneter maupun fiskal mendukung ekonomi -> positif untuk saham/Hang Seng
Saham global dibayangi kekhawatiran resesi ekonomi AS yang dikhawatirkan merembet ke semua negara -> kemungkinan dampak pada Hang Seng relatif terbatas karena ekspektasi stimulus pemerintah China
Sejauh ini belum ada perubahan sentimen untuk market China pasca pertemuan tahunan parlemen China
Medium term : bullish tetap terbuka karena pemerintah China targetkan pemulihan konsumsi domestik, PBOC juga tetap longgarkan kebijakan-> setiap penurunan adalah peluang untuk buy untuk strategi medium term
Bullish akan dominan jika mampu tembus 24800 -> pertahankan BUY
Tekanan bearish akan lebih dominan jika tembus 24400 -> switch to SELL
Suggest : BUY on Dip Area : 24560 – 24580 Target : 1) 24680 2) 24780 SL : 24460
Alternatif : Follow/Pertahankan BUY jika tembus 24800 Switch to SELL jika tembus 24400
Dolar kembali mengalami koreksi terhadap mata uang lainnya terutama terhadap Euro setelah parlemen Jerman menyetujui rancangan anggaran jumbo untuk pertahanan dan infrastruktur. Selain itu pasar menyambut baik hasil perundingan antara Presiden AS - Donald Trump dengan Presiden Rusia - Vladimir Putin yang sudah mencapai beberapa kata sepakat. Pihak Kremlin mengabarkan Presiden Putin setuju untuk tidak menargetkan infrastruktur energi di Ukraina, meskipun masih keberatan untuk menyetujui rencana gencatan senjata selama 30 hari. Setidaknya ini adalah langkah maju dalam menuju perdamaian pada perundingan selanjutnya. Walaupun ketegangan geopolitik di Timur Tengah mulai kembali memanas setelah Israel kembali meluncurkan rudal ke wilayah jalur Gaza yang menewaskan lebih dari 400 nyawa tewas. Serangan tersebut dilakukan setelah terjadi gencatan senjata yang sudah dimulai pada akhir Januari lalu. Israel menuduh pihak Hamas mengingkari isi perjanjian gencatan senjata dengan melakukan serangan tersebut. Namun untuk kepentingan pihak barat, maka perdamaian di Ukraina lebih menguntungkan dan lebih mudah untuk diselesaikan. Sehingga ketegangan Timur Tengah yang sudah berabad-abad berjalan akan sulit untuk ditengahi. Usulan yang diajukan oleh Presiden Trump untuk perdamaian Palestina beberapa waktu lalu dinilai tidak masuk akal. Sembari menunggu perkembangan geopolitik, pasar masih menunggu hasil pertemuan moneter dari Bank Sentral Jepang (BOJ) dan Fed hari ini serta Bank Sentral Inggris (BOE) pada esok hari. Pertemuan moneter BOJ maupun Fed diperkirakan masih akan tetap mempertahankan suku bunga acuannya seiring dengan kekhawatiran akan dampak agenda kenaikan tarif AS yang baru akan efektif bulan depan. Namun ekspektasi akan langkah moneter keduanya masih tetap ada dengan BOJ diharapkan akan menaikkan suku bunga acuannya sedangkan Fed diharapkan masih akan memangkas suku bunga acuannya lebih lanjut. Pasar akan mencermati pidato dari Gubernur masing-masing bank sentral tersebut untuk memperkirakan kapan terjadinya perubahan kebijakan moneter tersebut. Data ekonomi di sektor perumahan di AS masih meningkat begitu juga dengan sektor industri yang keduanya meningkat melampaui perkiraan lebih baik dari periode sebelumnya. Hasil pertemuan moneter FOMC akan diumumkan lewat tengah malam yaitu pada pukul 01.00 WIB dan akan dilanjutkan dengan pidato dari Ketua Fed - Jerome Powell.
Yen relatif stagnan meski sempat melemah terhadap dolar menjelang pertemuan moneter Bank Sentral Jepang (BOJ) siang ini. Diperkirakan BOJ masih akan tetap mempertahankan suku bunga acuannya dan pasar menunggu pidato dari Gubernur BOJ - Kazuo Ueda unutk mengetahui kapan BOJ akan melanjutkan rencana menaikkan suku bunga acuannya. Pejabat BOJ akan memperhitungkan resiko dari meningkatnya ketegangan baik ekonomi dari perang dagang yang dilancarkan AS dan ketegangan geopolitik yang sama-sama berpengaruh pada perdagangan global dan terutama pengaruhnya pada ekonomi domestik Jepang. Meski demikian ekspektasi akan langkah menaikkan suku bunga acuan BOJ semakin meningkat. Hasil pertemuan moneter BOJ tidak ditentukan akan diumumkan pada pukul berapa tergantung dari intensitas argumen dari masing-masing anggota voting BOJ.
Euro menguat tajam terhadap hampir semua mata uang setelah parlemen Jerman meloloskan rencana anggaran belanja pemerintahan yang baru sekaligus mengakhiri kebijakan fiskal yang terbatas dengan menyetujui anggaran senilai €500 juta untuk memicu pertumbuhan ekonomi terutama di bidang pertahanan dan infrastruktur. Dengan kondisi fundamental yang belum juga pulih serta ancaman kenaikan tarif impor dari AS membuat stimulus fiskal tersebut sangat diperlukan. Penguatan mata uang Euro juga didukung dari sentimen investor yang melonjak tajam hampir 2 kali lipat dari periode sebelumnya dan lebih baik dari perkiraan di Jerman dan data yang sama di Uni Eropa juga meningkat walau tidak sebanyak yang diperkirakan. Hari ini akan dirilis data inflasi CPI.
Poundsterling mengalami tekanan terutama terhadap penguatan mata uang Euro seiring dengan stimulus fiskal jumbo pemerintah Jerman. Meski ekonomi di Inggris tidak seburuk di Uni Eropa dan tekanan inflasi yang relatif moderat membuat peluang Bank Sentral Inggris (BOE) kemungkinan besar masih akan mempertahankan suku bunga acuannya. Petemuan moneter MPC - BOE dijadwalkan esok hari dengan data di sektor tenaga kerja akan dirilis beberapa saat sebelum pertemuan moneter dimulai. Hari ini tidak ada data ekonomi yang akan dirilis.
Cek informasi lainnya di kanal resmi Agrodana Futures
Faktor pendukung bearish (potensi menahan kenaikan) : a. Trump ingin harga minyak lebih rendah b. ketidakpastian tarif memicu kekhawatiran melambatnya permintaan karena ekonomi yang melambat c. kekhawatiran resesi karena imbas melambatnya ekonomi
Status geopolitik masih sama, menunggu perundingan damai Rusia-Ukraina, jika benar terwujud, maka minyak akan cenderung tertekan turun-> masih menunggu kepastian, tapi jika done, maka potensi negatif untuk oil
Selama tidak ada kenaikan di atas 68.40, maka penurunan tetap dominan
Secara teknis, level psikologis saat ini berada di 65-66, kemungkinan target penurunan berikutnya sekaligus penentu -> potensi turun lebih tajam jika tembus support psikologis
Rebound jangka pendek area 68-70 akan menjadi resistance terdekat-> selama tidak ada kenaikan di atas zona 70, maka kenaikan terbatas (cenderung turun)
Suggest : SELL on Rally Area : 68.00 – 68.20 Target : 1) 67.00 2) 66.00 SL : 69.20
Alternatif : Pertahankan/follow SELL jika tembus 67.00 Switch to BUY jika tembus 69.00, maxium target potential 70.40
CHART TECHNICAL ANALYSIS DOW JONES
KETERANGAN
US Treasury Yield ditutup doji, dolar ditutup turun-> secara teori positive sentimen untuk saham
Indeks saham AS rata-rata ditutup naik -> cenderung positif secara teori untuk saham
Kenaikan masih dipicu oleh terhindarnya pemerintah dari shutdown tapi masih terbatas, sementara ekspektasi perdamaian Rusia-Ukraina yang masih menunggu juga kemungkinan menjadi salah satu alasan penurunan tidak terlalu tajam -> masih mewaspadai kenaikan terbatas/sementara
Ketidakpastian tarif membuat pasar cemas dengan pertumbuhan ekonomi yang melambat dan mengarah ke resesi, dan hal ini menjadi faktor utama kenapa indeks saham rata-rata masih dibayangi sentimen negatif -> negatif untuk saham, lebih dominan
Fokus minggu ini : Trump tarif, FOMC Meeting
Retail sales AS ditutup lebih rendah dari ekspektasi, juga dengan NY Empire state manufacture index yang ditutup negatif sehingga membebani indeks saham
Pasar kemungkinan juga masih menunggu FOMC meeting yang baru diumumkan besok malam (Kamis dinihari waktu Indonesia)
Secara teknis, bullish akan lebih kuat jika tembus 42050-> switch to BUY jika konfirm tembus
Pertahankan SELL jika tembus 41630
Suggest : SELL on Rally Area : 41820 - 41840 Target : 1) 41720 2) 41620 SL : 41940
Alternatif : Follow/Pertahankan SELL jika tembus 41630 Switch to BUY jika tembus 42050
CHART TECHNICAL ANALYSIS S&P 500
KETERANGAN
US Treasury Yield ditutup doji, dolar ditutup turun-> secara teori positive sentimen untuk saham
Indeks saham AS rata-rata ditutup naik -> cenderung positif secara teori untuk saham
Kenaikan masih dipicu oleh terhindarnya pemerintah dari shutdown tapi masih terbatas, sementara ekspektasi perdamaian Rusia-Ukraina yang masih menunggu juga kemungkinan menjadi salah satu alasan penurunan tidak terlalu tajam -> masih mewaspadai kenaikan terbatas/sementara
Ketidakpastian tarif membuat pasar cemas dengan pertumbuhan ekonomi yang melambat dan mengarah ke resesi, dan hal ini menjadi faktor utama kenapa indeks saham rata-rata masih dibayangi sentimen negatif -> negatif untuk saham, lebih dominan
Fokus minggu ini : Trump tarif, FOMC Meeting
Retail sales AS ditutup lebih rendah dari ekspektasi, juga dengan NY Empire state manufacture index yang ditutup negatif sehingga membebani indeks saham
Pasar kemungkinan juga masih menunggu FOMC meeting yang baru diumumkan besok malam (Kamis dinihari waktu Indonesia)
Secara teknis, bullish akan lebih kuat jika tembus 5750-> switch to BUY jika konfirm tembus
Pertahankan SELL jika tembus 5640
Suggest : SELL on Rally Area : 5680.00 – 5700.00 Target : 1) 5650.00 2) 5620.00 SL : 5730.00
Alternatif : Pertahankan SELL jika tembus 5640 Switch to BUY jika tembus 5750
CHART TECHNICAL ANALYSIS NASDAQ
KETERANGAN
US Treasury Yield ditutup doji, dolar ditutup turun-> secara teori positive sentimen untuk saham
Indeks saham AS rata-rata ditutup naik -> cenderung positif secara teori untuk saham
Kenaikan masih dipicu oleh terhindarnya pemerintah dari shutdown tapi masih terbatas, sementara ekspektasi perdamaian Rusia-Ukraina yang masih menunggu juga kemungkinan menjadi salah satu alasan penurunan tidak terlalu tajam -> masih mewaspadai kenaikan terbatas/sementara
Ketidakpastian tarif membuat pasar cemas dengan pertumbuhan ekonomi yang melambat dan mengarah ke resesi, dan hal ini menjadi faktor utama kenapa indeks saham rata-rata masih dibayangi sentimen negatif -> negatif untuk saham, lebih dominan
Fokus minggu ini : Trump tarif, FOMC Meeting
Retail sales AS ditutup lebih rendah dari ekspektasi, juga dengan NY Empire state manufacture index yang ditutup negatif sehingga membebani indeks saham
Pasar kemungkinan juga masih menunggu FOMC meeting yang baru diumumkan besok malam (Kamis dinihari waktu Indonesia)
Secara teknis, bullish akan lebih kuat jika tembus 19900-> pertahankan/follow BUY jika konfirm tembus
Switch to SELL jika tembus 19500
Suggest : BUY on Dip Area : 19600.00 – 19620.00 Target : 1) 19720.00 2) 19820.00 SL : 19500.00
Alternatif : Pertahankan/Follow BUY jika tembus 19900 Switch to SELL jika tembus 19500
Indeks Nikkei ditutup bullish, secara teori peluang naik -> positif untuk Nikkei
Kenaikan dipicu oleh Wall Street yang ditutup bullish dan USDJPY yang rebound jelang pertemuan BOJ
BOJ kemungkinan pertahankan suku bunga di bulan Maret, tapi pernyataan Kazuo Ueda akan menjadi penentu saat pengumuman besok-> positif untuk Nikkei, tapi waspadai pernyataan Ueda besok pagi
Kekhawatiran resesi membayangi pasar saham global-> negatif untuk saham global dan Nikkei, membatasi kenaikan
Secara teknis, bullish baru dianggap kembali menguat jika bisa tembus di atas 37875
Bearish akan lebih kuat jika secara teknis berhasil tembus 37400-> switch to SELL
Sebaliknya, bullish akan dominan jika tembus 37875 -> pertahankan BUY
Suggest : BUY on Dip Area : 37520 - 37540 Target : 1) 37640 2) 37740 SL : 37420
Alternatif :
Follow/Pertahankan BUY jika tembus 37875
Switch to SELL jika tembus 37400
CHART TECHNICAL ANALYSIS HANG SENG
KETERANGAN
Candle ditutup doji, secara teori cenderung turun -> negatif untuk Hang Seng
Pagi ini dibuka gap up dibantu oleh : Wall Street kembali ditutup naik, dan stimulus/pelonggaran kebijakan China di minggu ini
Secara fundamental, target pertumbuhan yang optimis dari pemerintah China, kesiapan untuk menangani dampak tarif Trump, dan kebijakan longgar lainnya dari moneter maupun fiskal mendukung ekonomi -> positif untuk saham/Hang Seng
Saham global dibayangi kekhawatiran resesi ekonomi AS yang dikhawatirkan merembet ke semua negara -> kemungkinan dampak pada Hang Seng relatif terbatas karena ekspektasi stimulus pemerintah China
Medium term : bullish tetap terbuka karena pemerintah China targetkan pemulihan konsumsi domestik, PBOC juga tetap longgarkan kebijakan-> setiap penurunan adalah peluang untuk buy untuk strategi medium term
Bullish akan dominan jika mampu tembus 24700 -> pertahankan BUY
Tekanan bearish akan lebih dominan jika tembus 24000 -> switch to SELL
Suggest : BUY on Dip Area : 24400 – 24420 Target : 1) 24520 2) 24620 SL : 24300
Alternatif : Follow/Pertahankan BUY jika tembus 24700 Switch to SELL jika tembus 24000
Dolar masih cenderung terkoreksi terhadap mata uang lainnya, meskipun berhasil menghindar dari kemungkinan penutupan pemerintahan AS menjelang akhir pekan kemarin dan peluang Fed untuk tetap mempertahankan suku bunga acuan untuk waktu yang lebih lama lagi. Dengan data inflasi yang sudah dirilis pekan lalu menunjukkan tanda-tanda inflasi cenderung menurun, namun kekhawatiran akan dampak negatif dari agenda kenaikan tarif impor pemerintah AS yang memicu perlawanan dari mitra dagangnya menjadikan perang dagang kembali memanas. Pemerintah AS menaikkan tarif impor produk logam dan aluminum dari Eropa sebanyak 25% hari Rabu pekan lalu dan Uni Eropa membalas dengan rencana kenaikan tarif impor produk-produk dari AS senilai $28 juta pada bulan depan. Dan Trump bereaksi dengan rencana membalas dengan mengenakan kenaikan tarif impor produk miras dari Eropa sebanyak 200%. Jika perang dagang meningkat, maka hampir dapat dipastikan akan mengganggu pertumbuhan ekonomi global dan bahkan bisa menjadi pemicu terjadinya resesi. Data ekonomi yang dirilis di akhir pekan lalu berupa sentimen konsumen mengalami penurunan mendekati level terendah dalam 2.5 tahun terakhir dan ekspektasi inflasi juga diperkirakan melonjak akibat agenda ekonomi Presiden Trump tersebut diatas. Pekan ini Federal Reserve dijadwalkan akan mengadakan pertemuan moneter FOMC 2 hari yang akan berakhir pada hari Kamis nanti. Meski diperkirakan Fed masih akan mempertahankan suku bunga acuannya, tapi pasar akan mencermati peluang kapan pemangkasan berikutnya akan dilakukan. Dan juga update proyeksi ekonomi yang akan dirilis nanti. Sebelum itu hari ini akan dirilis data Retail Sales dengan perkiraan meningkat dan indeks manufaktur di negara bagian New York.
Yen stabil terhadap dolar seiring dengan rencana Bank Sentral Jepang (BOJ) yang masih berpeluang akan menaikan suku bunga acuan. Walaupun dalam pertemuan moneter yang dijadwalkan pada pekan ini juga diperkirakan BOJ masih akan mempertahankan suku bunga acuan. Seperti yang diungkapkan oleh Gubernur BOJ - Kazuo Ueda yang mengkhawatirkan akan dampak global dari agenda kenaikan tarif impor AS yang baru akan efektif pada bulan depan sehingga dampaknya saat ini belum dirasakan atau belum terdampak. Meskipun inflasi masih terus meningkat karena Ueda juga memperkirakan upah akan terus naik. Hal ini dikonfirmasi oleh perusahaan besar di Jepang yang sudah sepakat dengan serikat pekerja sebelumnya.
Euro terus menguat terhadap dolar setelah pemerintahan baru Jerman berhasil mendapatkan dukungan dari Partai Hijau dan mengamankan rencana anggaran untuk militer dan infrastruktur. Sebelumnya Partai Hijau berencana menghalangi rancangan tersebut dan berhasil diyakinkan oleh partai konservatif bahwa anggaran tersebut diperlukan untuk memicu pertumbuhan di Uni Eropa sebagai bagian dari penggerak ekonomi global. Dengan demikian rancangan militer dan infrastruktur senilai €500 juta dipastikan akan lolos pada pertemuan parlemen pekan depan. Data inflasi CPI di Jerman masih stagnan. Pekan ini hanya ada data minor yang mungkin kurang berpengaruh pada pergerakan pasar.
Poundsterling masih tertekan terhadap dolar seiring dengan fundamental ekonomi yang masih cenderung menurun. Data GDP yang dirilis di penghujung pekan ini menunjukkan penurunan dari 0.4% menjadi -0.1% yang lebih rendah dari perkiraan hanya turun 0.1%. Hal ini semakin memperkuat peluang Bank Sentral Inggris (BOE) akan tetap mempertahankan suku bunga acuan pada pertemuan moneter MPC pekan ini. Setelah itu ada juga data hutang sektor publik yang dirilis setelah pertemuan moneter tersebut.
Cek informasi lainnya di kanal resmi Agrodana Futures
Agrodana Futures adalah perusahaan Pialang berizin dan diawasi oleh Bappebti, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), dan merupakan anggota dari Bursa ICDX dan JFX dan Kliring House ICH dan KBI. Kami menerima klien Warga Negara Indonesia dan Asing yang memegang Kartu Izin Tinggal Terbatas di Indonesia kecuali warga negara Amerika Serikat, Kanada, Uni Eropa, Australia, Jepang, Iran dan Korea Utara. Transaksi ini memiliki leverage dan tingkat risiko yang tinggi terhadap modal, dan tidak selalu cocok untuk semua orang, pelajari dan pahami risikonya sebelum memulai transaksi.
Agrodana Futures adalah perusahaan Pialang berizin dan diawasi oleh Bappebti, Otoritas Jasa Keuangan dan Bank Indonesia, dan merupakan anggota dari Bursa ICDX dan JFX dan Kliring House ICH dan KBI. Kami menerima klien Warga Negara Indonesia dan Asing yang memegang Kartu Izin Tinggal Terbatas di Indonesia kecuali warga negara Amerika Serikat, Kanada, Uni Eropa, Australia, Jepang, Iran dan Korea Utara. Transaksi ini memiliki leverage dan tingkat risiko yang tinggi terhadap modal, dan tidak selalu cocok untuk semua orang, pelajari dan pahami risikonya sebelum memulai transaksi.