Faktor pendukung bearish (potensi menahan kenaikan) : a. Trump ingin harga minyak lebih rendah b. ketidakpastian tarif memicu kekhawatiran melambatnya permintaan karena ekonomi yang melambat c. kekhawatiran resesi karena imbas melambatnya ekonomi
Proses perundingan damai Rusia-Ukraina sepertinya masih butuh waktu, tapi jika benar terwujud, maka minyak akan cenderung tertekan turun-> masih menunggu kepastian, tapi jika done, maka potensi negatif untuk oil
Selama tidak ada kenaikan di atas 68.40, maka penurunan tetap dominan
Secara teknis, level psikologis saat ini berada di 65-66, kemungkinan target penurunan berikutnya sekaligus penentu -> potensi turun lebih tajam jika tembus support psikologis
Rebound jangka pendek area 68-70 akan menjadi resistance terdekat-> selama tidak ada kenaikan di atas zona 70, maka kenaikan terbatas (cenderung turun)
Suggest : SELL on Rally Area : 68.00 – 68.20 Target : 1) 67.00 2) 66.00 SL : 69.20
Alternatif : Pertahankan/follow SELL jika tembus 67.50 Switch to BUY jika tembus 69.00, maxium target potential 70.40
CHART TECHNICAL ANALYSIS DOW JONES
KETERANGAN
US Treasury Yield ditutup naik, dolar ditutup turun-> secara teori mix sentimen untuk saham
Indeks saham AS rata-rata ditutup naik -> cenderung positif secara teori untuk saham
Kenaikan dipicu oleh terhindarnya pemerintahan AS dari shutdown, tapi kemungkinan kenaikan relatif terbatas karena kekhawatiran resesi akibat kebijakan tarif masih membayangi -> kenaikan terbatas
Ketidakpastian tarif membuat pasar cemas dengan pertumbuhan ekonomi yang melambat dan mengarah ke resesi -> negatif untuk saham
Fokus minggu ini : Retail Sales, Trump tarif, FOMC Meeting
Fokus data retail sales AS jam 19.30 WIB a. Act > Exp = saham naik -> switch to BUY b. Act < Exp = saham turun -> pertahankan SELL
Proses perdamaian Rusia-Ukraina masih butuh waktu untuk terealisasi meskipun Putin pada dasarnya setuju untuk gencatan senjata, tapi menginginkan perdamaian jangka panjang -> masih wait and see
Secara teknis, bullish akan lebih kuat jika tembus 42050-> switch to BUY jika konfirm tembus
Pertahankan SELL jika tembus 41300
Suggest : SELL on Rally Area : 41520 - 41540 Target : 1) 41420 2) 41320 SL : 41640
Alternatif : Follow/Pertahankan SELL jika tembus 41300 Switch to BUY jika tembus 42050
CHART TECHNICAL ANALYSIS S&P 500
KETERANGAN
US Treasury Yield ditutup naik, dolar ditutup turun-> secara teori mix sentimen untuk saham
Indeks saham AS rata-rata ditutup naik -> cenderung positif secara teori untuk saham
Kenaikan dipicu oleh terhindarnya pemerintahan AS dari shutdown, tapi kemungkinan kenaikan relatif terbatas karena kekhawatiran resesi akibat kebijakan tarif masih membayangi -> kenaikan terbatas
Ketidakpastian tarif membuat pasar cemas dengan pertumbuhan ekonomi yang melambat dan mengarah ke resesi -> negatif untuk saham
Fokus minggu ini : Retail Sales, Trump tarif, FOMC Meeting
Fokus data retail sales AS jam 19.30 WIB a. Act > Exp = saham naik -> switch to BUY b. Act < Exp = saham turun -> pertahankan SELL
Proses perdamaian Rusia-Ukraina masih butuh waktu untuk terealisasi meskipun Putin pada dasarnya setuju untuk gencatan senjata, tapi menginginkan perdamaian jangka panjang -> masih wait and see
Secara teknis, bullish akan lebih kuat jika tembus 5720-> switch to BUY jika konfirm tembus
Pertahankan SELL jika tembus 5590
Suggest : SELL on Rally Area : 5650.00 – 5660.00 Target : 1) 5620.00 2) 5590.00 SL : 5690.00
Alternatif : Pertahankan SELL jika tembus 5590 Switch to BUY jika tembus 5720
CHART TECHNICAL ANALYSIS NASDAQ
KETERANGAN
US Treasury Yield ditutup naik, dolar ditutup turun-> secara teori mix sentimen untuk saham
Indeks saham AS rata-rata ditutup naik -> cenderung positif secara teori untuk saham
Kenaikan dipicu oleh terhindarnya pemerintahan AS dari shutdown, tapi kemungkinan kenaikan relatif terbatas karena kekhawatiran resesi akibat kebijakan tarif masih membayangi -> kenaikan terbatas
Ketidakpastian tarif membuat pasar cemas dengan pertumbuhan ekonomi yang melambat dan mengarah ke resesi -> negatif untuk saham
Fokus minggu ini : Retail Sales, Trump tarif, FOMC Meeting
Fokus data retail sales AS jam 19.30 WIB a. Act > Exp = saham naik -> switch to BUY b. Act < Exp = saham turun -> pertahankan SELL
Proses perdamaian Rusia-Ukraina masih butuh waktu untuk terealisasi meskipun Putin pada dasarnya setuju untuk gencatan senjata, tapi menginginkan perdamaian jangka panjang -> masih wait and see
Secara teknis, bullish akan lebih kuat jika tembus 19900-> switch to BUY jika konfirm tembus
Pertahankan SELL jika tembus 19500
Suggest : SELL on Rally Area : 19660.00 – 19680.00 Target : 1) 19560.00 2) 19460.00 SL : 19780.00
Alternatif : Pertahankan/Follow SELL jika tembus 19500 Switch to BUY jika tembus 19900
Indeks Nikkei ditutup bullish, secara teori peluang naik -> positif untuk Nikkei
Kenaikan dipicu oleh Wall Street yang ditutup rebound dan USDJPY yang rebound jelang pertemuan BOJ
Jepang masih dibayangi ekspektasi kenaikan suku bunga BOJ sehingga kenaikan saham relatif terbatas untuk saat ini -> negatif untuk Nikkei
Kekhawatiran resesi membayangi pasar saham global-> negatif untuk saham global dan Nikkei
Secara teknis, bullish baru dianggap kembali menguat jika bisa tembus di atas 37800
Bearish akan lebih kuat jika secara teknis berhasil tembus 36920 atau jika gagal tembus 37465-> switch to SELL
Sebaliknya, bullish akan dominan jika tembus 37330 -> pertahankan BUY
Suggest : BUY on Dip Area : 37100 - 37120 Target : 1) 37220 2) 37320 SL : 37000
Alternatif :
Follow/Pertahankan BUY jika tembus 37330
Switch to SELL jika tembus 36920 atau jika gagal tembus 37465
CHART TECHNICAL ANALYSIS HANG SENG
KETERANGAN
Candle ditutup bullish, secara teori cenderung naik -> positif untuk Hang Seng
Pagi ini dibuka gap up dibantu oleh : Wall Street ditutup naik, dan ekspektasi stimulus/pelonggaran kebijakan China di minggu ini
Secara fundamental, target pertumbuhan yang optimis dari pemerintah China, kesiapan untuk menangani dampak tarif Trump, dan kebijakan longgar lainnya dari moneter maupun fiskal mendukung ekonomi -> positif untuk saham/Hang Seng
Kekhawatiran resesi membayangi pasar saham global -> kemungkinan dampak pada Hang Seng relatif terbatas karena ekspektasi stimulus pemerintah China
Di akhir pekan, Shenzen umumkan pelonggaran pembiayan perumahan untuk memicu permintaan domestik -> bullish untuk ekuitas China dan Hong Kong
Medium term : bullish tetap terbuka karena pemerintah China targetkan pemulihan konsumsi domestik, PBOC juga tetap longgarkan kebijakan-> setiap penurunan adalah peluang untuk buy untuk strategi medium term
Bullish akan dominan jika mampu tembus 24350 -> pertahankan BUY
Tekanan bearish akan lebih dominan jika tembus 23800 -> switch to SELL
Suggest : BUY on Dip Area : 24080 – 24100 Target : 1) 24200 2) 24300 SL : 23980
Alternatif : Follow/Pertahankan BUY jika tembus 24350 Switch to SELL jika tembus 23800
Faktor pendukung bearish (potensi menahan kenaikan) : a. Trump ingin harga minyak lebih rendah b. ketidakpastian tarif memicu kekhawatiran melambatnya permintaan karena ekonomi yang melambat c. kekhawatiran resesi karena imbas melambatnya ekonomi
Putin pada prinsipnya setuju dengan perdamaian, tapi ingin perdamaian jangka panjang, tidak hanya sementara, dan ingin memastikan beberapa poin dalam proposal yang diajukan Ukraina pada Trump lebih dulu -> masih dalam proses, dan masih menunggu kepastian, tapi jika done, maka potensi negatif untuk oil
Selama tidak ada kenaikan di atas 68, maka penurunan tetap dominan
Secara teknis, level psikologis saat ini berada di 65-66, kemungkinan target penurunan berikutnya sekaligus penentu -> potensi turun lebih tajam jika tembus support psikologis
Rebound jangka pendek area 68-70 akan menjadi resistance terdekat-> selama tidak ada kenaikan di atas zona 70, maka kenaikan terbatas (cenderung turun)
Suggest : SELL on Rally Area : 67.40 – 67.60 Target : 1) 66.40 2) 65.40 SL : 68.60
Alternatif : Pertahankan/follow SELL jika tembus 65.25 Switch to BUY jika tembus 69.00
CHART TECHNICAL ANALYSIS DOW JONES
KETERANGAN
US Treasury Yield ditutup turun, dolar ditutup rebound-> secara teori mix sentimen untuk saham
Indeks saham AS rata-rata ditutup turun -> cenderung negatif untuk saham
Ketidakpastian tarif membuat pasar cemas dengan pertumbuhan ekonomi yang melambat dan mengarah ke resesi -> negatif untuk saham
Data PPI lebih lunak, mendukung ekspektasi penurunan suku bunga Fed lebih lanjut, tapi tidak cukup untuk mendorong saham karena dibayangi kekhawatiran resesi -> SELL on Rally atau sell saat rebound dekati resistance
Proses perdamaian Rusia-Ukraina masih butuh waktu untuk terealisasi meskipun Putin pada dasarnya setuju untuk gencatan senjata, tapi menginginkan perdamaian jangka panjang -> masih wait and see
Secara teknis, bullish akan lebih kuat jika tembus 41400-> switch to BUY jika konfirm tembus
Pertahankan SELL jika tembus 41000
Suggest : SELL on Rally Area : 41100 - 41120 Target : 1) 41000 2) 40900 SL : 41220
Alternatif : Follow/Pertahankan SELL jika tembus 41000 Switch to BUY jika tembus 41400
CHART TECHNICAL ANALYSIS S&P 500
KETERANGAN
US Treasury Yield ditutup turun, dolar ditutup rebound-> secara teori mix sentimen untuk saham
Indeks saham AS rata-rata ditutup turun -> cenderung negatif untuk saham
Ketidakpastian tarif membuat pasar cemas dengan pertumbuhan ekonomi yang melambat dan mengarah ke resesi -> negatif untuk saham
Data PPI lebih lunak, mendukung ekspektasi penurunan suku bunga Fed lebih lanjut, tapi tidak cukup untuk mendorong saham karena dibayangi kekhawatiran resesi -> SELL on Rally atau sell saat rebound dekati resistance
Proses perdamaian Rusia-Ukraina masih butuh waktu untuk terealisasi meskipun Putin pada dasarnya setuju untuk gencatan senjata, tapi menginginkan perdamaian jangka panjang -> masih wait and see
Secara teknis, bullish akan lebih kuat jika tembus 5660-> switch to BUY jika konfirm tembus
Pertahankan SELL jika tembus 5500
Suggest : SELL on Rally Area : 5580.00 – 5600.00 Target : 1) 5550.00 2) 5520.00 SL : 5630.00
Alternatif : Pertahankan SELL jika tembus 5500 Switch to BUY jika tembus 5660
CHART TECHNICAL ANALYSIS NASDAQ
KETERANGAN
US Treasury Yield ditutup turun, dolar ditutup rebound-> secara teori mix sentimen untuk saham
Indeks saham AS rata-rata ditutup turun -> cenderung negatif untuk saham
Ketidakpastian tarif membuat pasar cemas dengan pertumbuhan ekonomi yang melambat dan mengarah ke resesi -> negatif untuk saham
Data PPI lebih lunak, mendukung ekspektasi penurunan suku bunga Fed lebih lanjut, tapi tidak cukup untuk mendorong saham karena dibayangi kekhawatiran resesi -> SELL on Rally atau sell saat rebound dekati resistance
Proses perdamaian Rusia-Ukraina masih butuh waktu untuk terealisasi meskipun Putin pada dasarnya setuju untuk gencatan senjata, tapi menginginkan perdamaian jangka panjang -> masih wait and see
Secara teknis, bullish akan lebih kuat jika tembus 19700-> switch to BUY jika konfirm tembus
Pertahankan SELL jika tembus 19330
Suggest : SELL on Rally Area : 19440.00 – 19460.00 Target : 1) 19340.00 2) 19240.00 SL : 19560.00
Alternatif : Pertahankan/Follow SELL jika tembus 19330 Switch to BUY jika tembus 19700
Indeks Nikkei ditutup bearish, secara teori peluang turun -> negatif untuk Nikkei
Secara keseluruhan, Nikkei masih tertahan di zona yang sama 37000 - 35960, tapi kenaikan masih relatif terbatas karena fundamental yang menekan, dan juga pasar global yang dibayangi kekhawatiran resesi
Jepang masih dibayangi ekspektasi kenaikan suku bunga BOJ sehingga kenaikan saham relatif terbatas untuk saat ini -> negatif untuk Nikkei
Kekhawatiran resesi membayangi pasar saham global-> negatif untuk saham global dan Nikkei
Secara teknis, bullish baru dianggap kembali menguat jika bisa tembus di atas 37800
Bearish akan lebih kuat jika secara teknis berhasil tembus 36900 -> pertahankan SELL
Sebaliknya, bullish akan dominan jika tembus 36410 -> switch to BUY
Suggest : SELL on Rally Area : 36650 - 36680 Target : 1) 36550 2) 36450 SL : 36780
Alternatif :
Follow/Pertahankan SELL jika tembus 36410
Switch to BUY jika tembus 36900
CHART TECHNICAL ANALYSIS HANG SENG
KETERANGAN
Candle ditutup hammer, secara teori cenderung naik -> positif untuk Hang Seng
Pagi ini dibuka gap up, dan sempat turun menutupi gap up lalu rebound
Secara fundamental, target pertumbuhan yang optimis dari pemerintah China, kesiapan untuk menangani dampak tarif Trump, dan kebijakan longgar lainnya dari moneter maupun fiskal mendukung ekonomi -> positif untuk saham/Hang Seng
Kekhawatiran resesi membayangi pasar saham global -> kemungkinan dampak pada Hang Seng relatif terbatas karena ekspektasi stimulus pemerintah China
Pasar masih dibayangi oleh dampak tarif, dan khusus China, pasar menunggu detail dan realisasi kebijakan longgar
Medium term : bullish tetap terbuka karena pemerintah China targetkan pemulihan konsumsi domestik, PBOC juga tetap longgarkan kebijakan-> setiap penurunan adalah peluang untuk buy untuk strategi medium term
Bullish akan dominan jika mampu tembus 23800 -> pertahankan BUY
Tekanan bearish akan lebih dominan jika tembus 23200 -> switch to SELL
Suggest : BUY on Dip Area : 23400 – 23420 Target : 1) 23520 2) 23620 SL : 23300
Alternatif : Follow/Pertahankan BUY jika tembus 23800 Switch to SELL jika tembus 23200
Faktor pendukung bearish (potensi menahan kenaikan) : a. Trump ingin harga minyak lebih rendah b. ketidakpastian tarif memicu kekhawatiran melambatnya permintaan karena ekonomi yang melambat c. kekhawatiran resesi karena imbas melambatnya ekonomi
Kekhawatiran resesi semakin menguat, menekan permintaan -> negatif untuk minyak
Selama tidak ada kenaikan di atas 68, maka penurunan tetap dominan
Secara teknis, level psikologis saat ini berada di 65-66, kemungkinan target penurunan berikutnya sekaligus penentu -> potensi turun lebih tajam jika tembus support psikologis
Rebound jangka pendek area 68-70 akan menjadi resistance terdekat-> selama tidak ada kenaikan di atas zona 70, maka kenaikan terbatas (cenderung turun)
Suggest : SELL on Rally Area : 68.00 – 68.20 Target : 1) 67.00 2) 66.00 SL : 69.20
Alternatif : Pertahankan/follow SELL jika tembus 67.00 Switch to BUY jika tembus 69.00
CHART TECHNICAL ANALYSIS DOW JONES
KETERANGAN
US Treasury Yield dolar ditutup rebound-> secara teori negatif untuk saham
Indeks saham AS rata-rata ditutup turun -> cenderung negatif untuk saham
Ketidakpastian tarif membuat pasar cemas dengan pertumbuhan ekonomi yang melambat dan mengarah ke resesi -> negatif untuk saham
Saham AS sempat rebound pasca rilis data CPI yang menunjukkan proses disinflasi berlanjut, tapi gagal naik lebih lanjut karena kekhawatiran tarif dan resesi tetap dominan -> SELL on Rally atau sell saat rebound dekati resistance
Sektor teknologi masih tunggu hasil pertemuan Trump dengan CEO teknologi, bisa berdampak positif untuk sektor teknologi, sehingga Nasdaq potensi lebih dulu rebound daripada Dow Jones -> switch to BUY jika terwujud, khususnya Nasdaq
Fokus PPI jam 19.30 WIB a. Act > Exp = saham turun -> pertahankan SELL b. Act < Exp = saham naik -> Switch to BUY
Secara teknis, bullish akan lebih kuat jika tembus 42150-> switch to BUY jika konfirm tembus
Pertahankan SELL jika tembus 41400
Suggest : SELL on Rally Area : 41520 - 41540 Target : 1) 41420 2) 41320 SL : 41640
Alternatif : Follow/Pertahankan SELL jika tembus 41400 Switch to BUY jika tembus 42150
CHART TECHNICAL ANALYSIS S&P 500
KETERANGAN
US Treasury Yield dolar ditutup rebound-> secara teori negatif untuk saham
Indeks saham AS rata-rata ditutup turun -> cenderung negatif untuk saham
Ketidakpastian tarif membuat pasar cemas dengan pertumbuhan ekonomi yang melambat dan mengarah ke resesi -> negatif untuk saham
Saham AS sempat rebound pasca rilis data CPI yang menunjukkan proses disinflasi berlanjut, tapi gagal naik lebih lanjut karena kekhawatiran tarif dan resesi tetap dominan -> SELL on Rally atau sell saat rebound dekati resistance
Sektor teknologi masih tunggu hasil pertemuan Trump dengan CEO teknologi, bisa berdampak positif untuk sektor teknologi, sehingga Nasdaq potensi lebih dulu rebound daripada Dow Jones -> switch to BUY jika terwujud, khususnya Nasdaq
Fokus PPI jam 19.30 WIB a. Act > Exp = saham turun -> pertahankan SELL b. Act < Exp = saham naik -> Switch to BUY
Secara teknis, bullish akan lebih kuat jika tembus 5720-> switch to BUY jika konfirm tembus
Pertahankan SELL jika tembus 5530
Suggest : SELL on Rally Area : 5620.00 – 5640.00 Target : 1) 5590.00 2) 5560.00 SL : 5670.00
Alternatif : Pertahankan SELL jika tembus 5530 Switch to BUY jika tembus 5720
CHART TECHNICAL ANALYSIS NASDAQ
KETERANGAN
US Treasury Yield dolar ditutup rebound-> secara teori negatif untuk saham
Indeks saham AS rata-rata ditutup turun -> cenderung negatif untuk saham
Ketidakpastian tarif membuat pasar cemas dengan pertumbuhan ekonomi yang melambat dan mengarah ke resesi -> negatif untuk saham
Saham AS sempat rebound pasca rilis data CPI yang menunjukkan proses disinflasi berlanjut, tapi gagal naik lebih lanjut karena kekhawatiran tarif dan resesi tetap dominan -> SELL on Rally atau sell saat rebound dekati resistance
Sektor teknologi masih tunggu hasil pertemuan Trump dengan CEO teknologi, bisa berdampak positif untuk sektor teknologi, sehingga Nasdaq potensi lebih dulu rebound daripada Dow Jones -> switch to BUY jika terwujud, khususnya Nasdaq
Fokus PPI jam 19.30 WIB a. Act > Exp = saham turun -> pertahankan SELL b. Act < Exp = saham naik -> Switch to BUY
Secara teknis, bullish akan lebih kuat jika tembus 19900-> switch to BUY jika konfirm tembus
Pertahankan SELL jika tembus 19450
Suggest : SELL on Rally Area : 19700.00 – 19720.00 Target : 1) 19620.00 2) 19520.00 SL : 19820.00
Alternatif : Pertahankan/Follow SELL jika tembus 19450 Switch to BUY jika tembus 19900
Indeks Nikkei ditutup bullish, secara teori peluang rebound -> positif untuk Nikkei
Jepang masih dibayangi ekspektasi kenaikan suku bunga BOJ sehingga kenaikan saham relatif terbatas untuk saat ini -> negatif untuk Nikkei
Kekhawatiran resesi membayangi pasar saham global-> negatif untuk saham global dan Nikkei
Secara teknis, bullish baru dianggap kembali menguat jika bisa tembus di atas 37800
Bearish akan lebih kuat jika secara teknis berhasil tembus 36700 atau jika gagal tembus 37200 -> switch to SELL
Sebaliknya, bullish akan dominan jika tembus 37000 -> pertahankan BUY
Suggest : BUY on Dip Area : 36850 - 36870 Target : 1) 36970 2) 37070 SL : 36750
Alternatif :
Follow/Pertahankan BUY jika tembus 37000
Switch to SELL jika tembus 36700 atau jika gagal tembus 37200
CHART TECHNICAL ANALYSIS HANG SENG
KETERANGAN
Candle ditutup bearish, secara teori cenderung turun -> negatif untuk Hang Seng
Secara fundamental, target pertumbuhan yang optimis dari pemerintah China, kesiapan untuk menangani dampak tarif Trump, dan kebijakan longgar lainnya dari moneter maupun fiskal mendukung ekonomi -> positif untuk saham/Hang Seng
Kekhawatiran resesi membayangi pasar saham global -> negatif untuk saham global, juga waspada berdampak pada Hang Seng, meskipun diharapkan dampaknya relatif terbatas karena fundamental domestik cenderung lebih baik
Pasar masih dibayangi oleh dampak tarif, dan khusus China, pasar menunggu detail dan realisasi kebijakan longgar
Medium term : bullish tetap terbuka karena pemerintah China targetkan pemulihan konsumsi domestik, PBOC juga tetap longgarkan kebijakan-> setiap penurunan adalah peluang untuk buy untuk strategi medium term
Bullish akan dominan jika mampu tembus 23800 -> switch to BUY
Tekanan bearish akan lebih dominan jika tembus 23380 -> pertahankan SELL
Suggest : SELL on Rally Area : 23600 – 23620 Target : 1) 23500 2) 23400 SL : 23720
Alternatif : Follow/Pertahankan SELL jika tembus 23380 Switch to BUY jika tembus 23800
Dolar rebound terhadap mata uang lainnya mengakhiri penurunan dalam 7 hari perdagangan terakhir seiring data inflasi yang menurun di bawah perkiraan yang selaras dengan yang diharapkan Fed. Data inflasi CPI yang dirilis semalam menunjukkan inflasi mengalami penurunan dari 0.5% menjadi 0.2% yang lebih rendah dari perkiraan hanya turun 0.3% dibandingkan bulan sebelumnya. Dengan data Core CPI yang tidak menyertakan komponen BBM dan bahan pangan juga menurun dari 0.4% menjadi 0.2% yang juga lebih rendah dari perkiraan hanya turun 0.3%. Dan jika dibandingkan dengan data yang sama setahun sebelumnya, CPI mengalami penurunan dari 3.0% menjadi 2.8% yang juga lebih rendah dari perkiraan hanya turun 0.9%. Sedangkan data Core CPI-nya juga turun dari 3.3% menjadi 3.1% yang lebih rendah dari perkiraan hanya turun 3.2%. Dengan data-data ini membuat Fed sedikit mengurangi kekhawatiran akan inflasi meningkat akibat agenda ekonomi Presiden Trump yang akan datang. Meskipun data-data ini cukup melegakan, namun karena agenda kenaikan tarif impor AS belum diimplementasikan membuat data ini kurang memberikan kemana arah kebijakan moneter Fed yang akan datang. Karena juga data inflasi ini masih jauh di atas target 2% sehingga kemungkinan Fed masih akan tetap mempertahankan suku bunga acuannya dalam waktu yang lebih lama. Sementara itu ketegangan akan perang dagang semakin meningkat seiring dengan perlawanan dari mitra dagang AS akan kenaikan tarif impor tersebut. Setelah sehari sebelumnya pemerintahan provinsi Ontario - Kanada menaikkan tarif listrik yang disalurkan ke AS sebanyak 25%, membuat Presiden Trump melawan dengan rencana kenaikan tarif impor yang lebih keras yaitu menggandakannya menjadi 50%. Meskipun pada akhirnya ditunda menunggu negosiasi antara kedua belah pihak. Semalam pihak Uni Eropa menjawab kenaikan tarif impor AS dengan rencana menaikkan tarif impor produk-produk dari AS senilai €26 juta atau ekuivalen $28 juta. Setelah Presiden Trump mengajukan kenaikan tarif impor sebanyak 25% terhadap semua produk baja dan aluminium dari Eropa. Presiden Trump berjanji akan membalas lagi jika Eropa benar-benar melakukan balasan tersebut. Ketegangan dan ketidakpastian akan perang dagang AS dengan mitra dagangnya masih menjadi faktor utama kekhawatiran akan terjadinya inflasi tinggi dan pelambatan ekonomi yang akan berujung pada terjadinya resesi yang tidak diinginkan semua pihak. Satu-satunya sentimen positif adalah peluang terciptanya perdamaian di Ukraina setelah perundingan damai antara Ukraina dan Rusia kembali berlanjut di Arab Saudi. Hari ini ada data inflasi dari sisi produsen PPI dan laporan mingguan klaim pengangguran.
Yen melemah seiring dengan mata uang dolar yang rebound dan juga sikap hati-hati dari pejabat Bank Sentral Jepang (BOJ) yang mengkhawatirkan akan terjadinya pelambatan ekonomi global akibat agenda kenaikan tarif dari pemerintah AS. Meskipun tanda-tanda inflasi masih terus meningkat, BOJ memilih untuk menunggu sekaligus mengawasi situasi ekonomi dunia terlebih dahulu akan dampak dari agenda kenaikan tarif AS sebelum memutuskan akan mengambil tindakan. Walaupun BOJ diperkirakan masih akan menaikkan suku bunga acuan berikutnya, namun tidak dalam waktu dekat ini.
Euro juga melemah terhadap dolar seiring dengan kekhawatiran akan imbas dari kenaikan tarif impor dari AS yang diumumkan oleh Presiden Trump dengan kenaikan sebanyak 25% terhadap produk baja dan aluminium. Komisi Eropa melakukan perlawanan dengan akan mengenakan kenaikan produk-produk impor dari AS seperti mulai dari kebutuhan toiletries, miras hingga permata senilai €26 juta atau ekuivalen $28 juta. Presiden Trump menanggapi perlawanan ini dengan berjanji akan melakukan pembalasan, namun belum mengungkapkan seperti apa. Sementara itu perubahan kebijakan fiskal Jerman yang berencana menganggarkan €500 juta untuk belanja militer dan infrastruktur yang diharapkan akan memacu perekonomian dan stabilitas keamanan di kawasan ini sepertinya menghadapi gannjalan dari Partai Hijau di parlemen. Hari ini ada data industrial production untuk Uni Eropa secara keseluruhan dan data tingkat pengangguran di Italia.
Poundsterling juga mengalami koreksi terhadap dolar setelah sempat menguat hingga level tertinggi dalam 4 bulan terakhir. Fundamental ekonomi Inggris sendiri sebelumnya juga cenderung menurun sehingga diperkirakan Bank Sentral Inggris (BOE) masih akan mempertahankan suku bunga acuan pada pertemuan moneter yang dijadwalkan pekan depan. Hari ini ada data indeks harga perumahan dan data penting berikutnya akan dirilis esok hari berupa data pertumbuhan ekonomi GDP dengan perkiraan terus menurun
Cek informasi lainnya di kanal resmi Agrodana Futures
Dolar terus melemah terhadap mata uang lainnya, masih dengan ancaman resesi di AS serta dampak kenaikan tarif impor terhadap pertumbuhan ekonomi global yang masih menjadi kekhawatiran di pasar. Ketidakpastian perang dagang akibat perubahan mendadak kenaikan tarif impor dan juga prospek tercapainya gencatan senjata di Ukraina juga ikut mempengaruhi pasar. Kekhawatiran akan terjadinya erupsi pertumbuhan ekonomi global meningkat setelah Presiden Trump berencana untuk menggandakan kenaikan tarif impor baja dan aluminium dari Kanada sebanyak 50% dari sebelumnya yang hanya 25% setelah provinsi Ontario menaikkan tarif listrik sebanyak 25% yang disalurkan ke AS. Meskipun pada akhirnya Gubernur provinsi Ontario menunda rencana kenaikan tersebut dan akan merundingkan lebih lanjut dengan pemerintah AS dalam pekan ini. Kejadian ini menunjukkan bahwa ketegangan perang dagang dapat terjadi kapan saja dengan saling membalas dengan kenaikan tarif yang hampir dapat dipastikan akan merugikan perdagangan global. Sementara itu Ukraina menerima proposal gencatan senjata 30 hari dari AS selama diadakannya perundingan damai di Arab Saudi, meski pihak Rusia belum memberikan respon. Data ekonomi berupa indeks bisnis UKM mengalami penurunan dalam 3 bulan berturut-turut menghapus seluruh kepercayaan terhadap pemerintahan AS yang baru. Sedangkan jumlah lowongan kerja dari JOLTS mengalami peningkatan menjadi 7.74M yang lebih banyak dari perkiraan 7.65M meskipun data periode sebelumnya direvisi menurun dari 7.60M menjadi hanya 7.51M. Hari ini akan dirilis data inflasi dari sisi konsumen CPI dengan perkiraan mengalami penurunan setelah terjadi kenaikan pada periode sebelumnya.
Yen masih terus cenderung menguat terhadap dolar dengan data pertumbuhan ekonomi yang mengalami penurunan, namun tekanan inflasi masih cenderung naik. Data GDP di Jepang kuartal ini mengalami penurunan menjadi 0.6% lebih rendah dari perkiraan stabil sama seperti periode sebelumnya 0.7%. Namun indeks harga dari data GDP tersebut mengalami peningkatan menjadi 2.9% yang lebih tinggi dari perkiraan stabil sama seperti periode sebelumnya 2.8%. Hal ini mengindikasikan potensi inflasi kembali meningkat sehingga membuat Bank Sentral Jepang (BOJ) perlu menaikkan lagi suku bunga acuannya. Namun BOJ kemungkinan akan menunggu hingga ketidakpastian akan dampak agenda kenaikan tarif impor terhadap ekonomi seccara global dapat diantisipasi. Pejabat BOJ juga diperkirakan akan masih mempertahankan suku bunga acuannya saat ini pada pertemuan moneter mereka di pekan depan.
Euro terus menguat terhadap dolar seiring dengan prospek tercapainya gencatan senjata di Ukraina menjelang lanjutan perundingan damai yang diadakan di Arab Saudi. Ukraina sepakat dengan rencana AS untuk melakukan gencatan senjata selama 30 hari dan bersedia melanjutkan perundingan damai yang diinisiasi oleh AS dengan pihak Rusia. Menteri Luar Negeri - Marco Rubio kemudian akan mengajukan hal yang sama kepada Rusia dan pihak Rusia belum memberikan respon. Tercapainya perdamaian di Ukraina akan menjamin keamanan di kawasan Uni Eropa yang bersebelahan langsung. Sementara itu pemerintah Jerman juga melakukan reformasi fiskal dengan membatalkan pembatasan anggaran dan berencana menganggarkan senilai €500 juta untuk belanja militer dan infrastruktur yang diharapkan akan memacu perekonomian dan stabilitas keamanan di kawasan ini. Walaupun ada wacana Partai Hijau berencana untuk menggagalkan rancangan ini di parlemen dan berencana untuk mengajukan gagasan yang berbeda. Namun sepertinya hal ini tidak mendapat tanggapan dari pasar karena gagasan yang tidak dijelaskan belum tentu lebih baik. Sementara itu tidak ada data ekonomi yang akan dirilis dan Presiden Bank Sentral Eropa (ECB) - Christine Lagarde juga tidak menyinggung perihal kebijakan moneter dalam pidato semalam. Malam ini Gubernur Bank Sentral Jerman (BundesBank) - Joachim Nagel dijadwalkan akan memberikan pidato.
Poundsterling rebound terhadap dolar, namun masih terus melemah terhadap Euro seiring dengan prospek perdamaian di Ukraina dengan dilanjutkannya perundingan damai di Arab Saudi. Walaupun kondisi ekonomi di Inggris sendiri juga tidak terlalu baik dengan data Leading Indeks yang mengalami penurunan -0.3% meskipun periode sebelumnya direvisi membaik dari -0.1% menjadi 0.0%. Data-data ekonomi sebelumnya juga cenderung menurun sehingga diperkirakan Bank Sentral Inggris (BOE) masih akan mempertahankan suku bunga acuan pada pertemuan moneter yang dijadwalkan pekan depan. Hari ini tidak ada data penting yang akan dirilis
Cek informasi lainnya di kanal resmi Agrodana Futures
Faktor pendukung bearish (potensi menahan kenaikan) : a. Trump ingin harga minyak lebih rendah b. ketidakpastian tarif memicu kekhawatiran melambatnya permintaan karena ekonomi yang melambat c. kekhawatiran resesi karena imbas melambatnya ekonomi
Harga minyak rebound karena Kanada mengancam membatasi ekspor setelah tarif yang diberlakukan AS -> short term rebound, diperkirakan kenaikan terbatas
Kekhawatiran resesi semakin menguat, menekan permintaan -> negatif untuk minyak
Selama tidak ada kenaikan di atas 68, maka penurunan tetap dominan
Secara teknis, level psikologis saat ini berada di 65-66, kemungkinan target penurunan berikutnya sekaligus penentu -> potensi turun lebih tajam jika tembus support psikologis
Rebound jangka pendek area 68-79 akan menjadi resistance terdekat-> selama tidak ada kenaikan di atas zona 70, maka kenaikan terbatas (cenderung turun)
Suggest : SELL on Rally Area : 67.00 – 67.20 Target : 1) 66.00 2) 65.00 SL : 68.20
Alternatif : Pertahankan/follow SELL jika tembus 66.00 Switch to BUY jika tembus 68.40
CHART TECHNICAL ANALYSIS DOW JONES
KETERANGAN
US Treasury Yield rebound dan dolar ditutup turun -> secara teori mix sentiment untuk saham
Indeks saham AS rata-rata ditutup turun -> cenderung negatif untuk saham
Ketidakpastian tarif membuat pasar cemas dengan pertumbuhan ekonomi yang melambat dan mengarah ke resesi -> negatif untuk saham
Berita perdamaian Rusia-Ukraina bisa berdampak positif untuk risk asset, tapi kekhawatiran resesi saat ini mendominasi sehingga cenderung membatasi kenaikan -> SELL on Rally atau sell saat rebound dekati resistance
Pertemuan Trump dengan CEO teknologi malam nanti, bisa berdampak positif untuk sektor teknologi, dan membantu saham secara keseluruhan meredam kekhawatiran resesi -> switch to BUY jika terwujud, khususnya Nasdaq
Fokus CPI jam 19.30 WIB a. Act > Exp = saham turun -> pertahankan SELL b. Act < Exp = saham naik -> Switch to BUY
Secara teknis, bullish akan lebih kuat jika tembus 42150-> switch to BUY jika konfirm tembus
Pertahankan SELL jika tembus 41450
Suggest : SELL on Rally Area : 41600 - 41620 Target : 1) 41500 2) 41300 SL : 41720
Alternatif : Follow/Pertahankan SELL jika tembus 41450 Switch to BUY jika tembus 42150
CHART TECHNICAL ANALYSIS S&P 500
KETERANGAN
US Treasury Yield rebound dan dolar ditutup turun -> secara teori mix sentiment untuk saham
Indeks saham AS rata-rata ditutup turun -> cenderung negatif untuk saham
Ketidakpastian tarif membuat pasar cemas dengan pertumbuhan ekonomi yang melambat dan mengarah ke resesi -> negatif untuk saham
Berita perdamaian Rusia-Ukraina bisa berdampak positif untuk risk asset, tapi kekhawatiran resesi saat ini mendominasi sehingga cenderung membatasi kenaikan -> SELL on Rally atau sell saat rebound dekati resistance
Pertemuan Trump dengan CEO teknologi malam nanti, bisa berdampak positif untuk sektor teknologi, dan membantu saham secara keseluruhan meredam kekhawatiran resesi -> switch to BUY jika terwujud, khususnya Nasdaq
Fokus CPI jam 19.30 WIB a. Act > Exp = saham turun -> pertahankan SELL b. Act < Exp = saham naik -> Switch to BUY
Secara teknis, bullish akan lebih kuat jika tembus 5700-> switch to BUY jika konfirm tembus
Pertahankan SELL jika tembus 5530
Suggest : SELL on Rally Area : 5620.00 – 5640.00 Target : 1) 5590.00 2) 5560.00 SL : 5670.00
Alternatif : Pertahankan SELL jika tembus 5530 Switch to BUY jika tembus 5700
CHART TECHNICAL ANALYSIS NASDAQ
KETERANGAN
US Treasury Yield rebound dan dolar ditutup turun -> secara teori mix sentiment untuk saham
Indeks saham AS rata-rata ditutup turun -> cenderung negatif untuk saham
Ketidakpastian tarif membuat pasar cemas dengan pertumbuhan ekonomi yang melambat dan mengarah ke resesi -> negatif untuk saham
Berita perdamaian Rusia-Ukraina bisa berdampak positif untuk risk asset, tapi kekhawatiran resesi saat ini mendominasi sehingga cenderung membatasi kenaikan -> SELL on Rally atau sell saat rebound dekati resistance
Pertemuan Trump dengan CEO teknologi malam nanti, bisa berdampak positif untuk sektor teknologi, dan membantu saham secara keseluruhan meredam kekhawatiran resesi -> switch to BUY jika terwujud, khususnya Nasdaq
Fokus CPI jam 19.30 WIB a. Act > Exp = saham turun -> pertahankan SELL b. Act < Exp = saham naik -> Switch to BUY
Secara teknis, bullish akan lebih kuat jika tembus 19700-> switch to BUY jika konfirm tembus
Pertahankan SELL jika tembus 19350
Suggest : SELL on Rally Area : 19500.00 – 19520.00 Target : 1) 19420.00 2) 19320.00 SL : 19620.00
Alternatif : Pertahankan/Follow SELL jika tembus 19350 Switch to BUY jika tembus 19700
CHART TECHNICAL ANALYSIS NIKKEI
KETERANGAN
Indeks Saham AS (terutama Nasdaq) ditutup turun -> Nikkei berpotensi ikuti Nasdaq
Indeks Nikkei ditutup doji, secara teori peluang rebound -> positif untuk Nikkei
Jepang masih dibayangi ekspektasi kenaikan suku bunga BOJ sehingga kenaikan saham relatif terbatas untuk saat ini -> negatif untuk Nikkei Short term rebound pada mata uang yen sehingga berdampak positif juga secara teknis untuk Nikkei, tapi waspada karena kenaikan diperkirakan terbatas-> buy short term only
Kekhawatiran resesi membayangi pasar saham global-> negatif untuk Nikkei
Secara teknis, bullish baru dianggap kembali menguat jika bisa tembus di atas 40300
Bearish akan lebih kuat jika secara teknis berhasil tembus 36350 atau jika gagal tembus 37000 -> switch to SELL
Sebaliknya, bullish akan dominan jika tembus 36700 -> pertahankan BUY
Suggest : BUY on Dip Area : 36500 - 36520 Target : 1) 36620 2) 36720 SL : 36400
Alternatif :
Follow/Pertahankan BUY jika tembus 36700
Switch to SELL jika tembus 36350 atau jika gagal tembus 37000
CHART TECHNICAL ANALYSIS HANG SENG
KETERANGAN
Candle ditutup bullish, secara teori cenderung naik -> positif untuk Hang Seng
Secara fundamental, target pertumbuhan yang optimis dari pemerintah China, kesiapan untuk menangani dampak tarif Trump, dan kebijakan longgar lainnya dari moneter maupun fiskal mendukung ekonomi -> positif untuk saham/Hang Seng
Kekhawatiran resesi membayangi pasar saham global -> negatif untuk saham global, juga waspada berdampak pada Hang Seng, meskipun diharapkan dampaknya relatif terbatas karena fundamental domestik cenderung lebih baik
Medium term : bullish tetap terbuka karena pemerintah China targetkan pemulihan konsumsi domestik, PBOC juga tetap longgarkan kebijakan-> setiap penurunan adalah peluang untuk buy untuk strategi medium term
Bullish akan dominan jika mampu tembus 24000 -> pertahankan BUY
Tekanan bearish akan lebih dominan jika tembus 23500 -> switch to SELL
Suggest : BUY on Dip Area : 23750 – 23770 Target : 1) 23870 2) 23970 SL : 23650
Alternatif : Follow/Pertahankan BUY jika tembus 24000 Switch to SELL jika tembus 23500
Agrodana Futures adalah perusahaan Pialang berizin dan diawasi oleh Bappebti, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), dan merupakan anggota dari Bursa ICDX dan JFX dan Kliring House ICH dan KBI. Kami menerima klien Warga Negara Indonesia dan Asing yang memegang Kartu Izin Tinggal Terbatas di Indonesia kecuali warga negara Amerika Serikat, Kanada, Uni Eropa, Australia, Jepang, Iran dan Korea Utara. Transaksi ini memiliki leverage dan tingkat risiko yang tinggi terhadap modal, dan tidak selalu cocok untuk semua orang, pelajari dan pahami risikonya sebelum memulai transaksi.
Agrodana Futures adalah perusahaan Pialang berizin dan diawasi oleh Bappebti, Otoritas Jasa Keuangan dan Bank Indonesia, dan merupakan anggota dari Bursa ICDX dan JFX dan Kliring House ICH dan KBI. Kami menerima klien Warga Negara Indonesia dan Asing yang memegang Kartu Izin Tinggal Terbatas di Indonesia kecuali warga negara Amerika Serikat, Kanada, Uni Eropa, Australia, Jepang, Iran dan Korea Utara. Transaksi ini memiliki leverage dan tingkat risiko yang tinggi terhadap modal, dan tidak selalu cocok untuk semua orang, pelajari dan pahami risikonya sebelum memulai transaksi.