logo agrodana futures official
Buka Akun

CHART TECHNICAL ANALYSIS CRUDE OIL

slide1

slide2

Suggest : BUY on Dip
Area : 70.80 – 71.00
Target : 1) 72.00 2) 73.00
SL : 69.80

Alternatif :
Pertahankan/follow BUY jika tembus 72.80 (terlalu berisiko)
Switch to SELL jika tembus 69.50

CHART TECHNICAL ANALYSIS DOW JONES

slide3

slide4

Suggest : SELL on Rally
Area : 42900 - 42920
Target : 1) 42800 2) 42700
SL : 43020

Alternatif :
Follow/Pertahankan SELL jika tembus 42850
Switch to BUY jika tembus 43100

CHART TECHNICAL ANALYSIS  S&P 500

slide5

slide6

Suggest : SELL on Rally
Area : 5940.00 – 5960.00
Target : 1) 5910.00 2) 5880.00
SL : 5990.00

Alternatif :
Switch to BUY jika tembus 6000
Pertahankan/follow SELL jika tembus 5900

CHART TECHNICAL ANALYSIS NASDAQ

slide7
slide8

Suggest : SELL on Rally
Area : 21280.00 – 21300.00
Target : 1) 21180.00 2) 21080.00
SL : 21400.00

Alternatif :
Pertahankan/Follow SELL jika tembus 21150
Switch to BUY jika tembus 21500

CHART TECHNICAL ANALYSIS NIKKEI

slide9

slide6

Suggest : SELL on Rally
Area : 39380– 39400
Target : 1) 39280 2) 39180
SL : 39500

Alternatif :
Follow/Pertahankan SELL jika tembus 39250
Switch to BUY jika tembus 39650

CHART TECHNICAL ANALYSIS HANG SENG

slide11

slide12

Suggest : BUY on Dip
Area : 19800 - 19820
Target : 1) 19920 2) 20020
SL : 19700

Alternatif :
Follow/Pertahankan BUY jika tembus 20100
Switch to SELL jika tembus 19650
Cup & Handle gagal jika tembus 19300!

CHART TECHNICAL ANALYSIS CRUDE OIL

slide1

slide2

Suggest : BUY on Dip
Area : 70.30 – 70.50
Target : 1) 71.50 2) 72.50
SL : 69.30

Alternatif :
Pertahankan/follow BUY jika tembus 71.50
Switch to SELL jika tembus 69.00

CHART TECHNICAL ANALYSIS DOW JONES

slide3

slide4

Suggest : SELL on Rally
Area : 42900 - 42920
Target : 1) 42800 2) 42700
SL : 43020

Alternatif :
Follow/Pertahankan SELL jika tembus 42850
Switch to BUY jika tembus 43050 atau tidak tembus 42000

CHART TECHNICAL ANALYSIS  S&P 500

slide5

slide6

Suggest : SELL on Rally
Area : 5960.00 – 5980.00
Target : 1) 5930.00 2) 5900.00
SL : 6010.00

Alternatif :
Switch to BUY jika tembus 6050 atau jika tidak tembus 5840
Pertahankan/follow SELL jika tembus 5920

CHART TECHNICAL ANALYSIS NASDAQ

slide7
slide8

Suggest : SELL on Rally
Area : 21400.00 – 21420.00
Target : 1) 21300.00 2) 21200.00
SL : 21520.00

Alternatif :
Pertahankan/Follow SELL jika tembus 21250
Switch to BUY jika tembus 21600 atau tidak tembus 21000

CHART TECHNICAL ANALYSIS NIKKEI

slide9

slide10

Suggest : SELL on Rally
Area : 39390– 39410
Target : 1) 39290 2) 39190
SL : 39510

Alternatif :
Follow/Pertahankan SELL jika tembus 39250
Switch to BUY jika tembus 39650
(Cek Keterangan!)

CHART TECHNICAL ANALYSIS HANG SENG

slide11

slide12

Suggest : SELL on Rally
Area : 20000 - 20020
Target : 1) 19900 2) 19800
SL : 20120

Alternatif :
Follow/Pertahankan SELL jika tembus 19900
Switch to BUY jika tembus 20200
Cup & Handle gagal jika tembus 19300!

Dolar sedikit pulih terhadap mata uang lainnya kecuali terhadap Yen di akhir tahun ini. Prospek pertumbuhan ekonomi yang pesat di tahun 2025 di bawah agenda ekonomi Trump yang akan menjadi presiden AS untuk kedua kalinya dikhawatirkan akan kembali memicu inflasi kembali naik. Sehingga Federal Reserve dalam pertemuan moneter terakhirnya mengurangi proyeksi penurunan suku bunga acuannya menjadi setengahnya dari 4 kali atau sebanyak 100 bps menjadi hanya 2 kali sebanyak 50 bps di tahun 2025 nanti. Bahkan pelaku pasar meyakini Fed hanya akan memangkas suku bunga acuan sebanyak 35 bps dan bukan 50 bps guna mengendalikan inflasi tersebut. Sementara di belahan dunia lainnya prospek ekonomi justru memburuk seiring dengan akan dikenakan kenaikan tarif impor oleh pemerintah AS dan kemungkinan kebijakan lain yang berpeluang menghambat laju pertumbuhan ekonomi sehingga bank sentral akan terus menurunkan suku bunga acuan guna mendongkrak perekonomian. Perbedaan prospek kebijakan moneter tersebut menjadi penggerak pasar di tahun 2025 nanti yang secara jelas menjadi daya tarik mata uang dolar. Data ekonomi jelang tutup tahun cukup mixed dengan data indeks manufaktur PMI negara bagian Chicago yang turun tajam dari 40.2 menjadi 36.9 yang lebih buruk dari perkiraan naik 42.7. Sektor manufaktur masih belum pulih sejak pandemi berakhir. Sementara data sektor perumahan positif dengan angka penjualan rumah yang tertunda mengalami kenaikan 2.2% yang jauh melampaui perkiraan turun 0.9% meski data periode sebelumnya direvisi menurun dari 2.0% menjadi hanya 1.8%. Hari ini merupakan hari terakhir di tahun ini dan diperkirakan volume perdagangan semakin menuurun dengan hanya ada data indeks harga perumahan.

Yen berlanjut menguat terhadap dolar seiring dengan spekulasi akan dilakukannya langkah intervensi oleh pemerintah Jepang. Pada akhir pekan lalu Menteri Keuangan Jepang - Katsunobu Kato menyampaikan pandangannya terhadap mata uang Yen yang kembali cenderung melemah dengan mengatakan jika pemerintah Jepang siap beraksi jika pergerakan mata uang Yen terlalu cepat dan tidak menggambarkan kondisi fundamental ekonomi di Jepang. Pernyataan ini diduga ada kemungkinan pemerintah Jepang akan melakukan intervensi di saat pasar sepi seperti di akhir tahun saat ini. Selain itu juga semakin santernya isu seputar prospek Bank Sental Jepang (BOJ) yang akan segera menaikkan suku bunga acuannya dalam waktu tidak lama lagi. Hal ini tercermin dalam nota pertemuan moneter BOJ pekan lalu yang menunjukkan sejumlah pejabat BOJ menghendaki kenaikan suku bunga acuan secepatnya guna mengantisipasi angka inflasi yang cenderung naik.

Euro masih cenderung melemah terhadap dolar seiring dengan sentimen negatif seputar kondisi politik, ekonomi dan ancaman perdagangan dengan AS mendatang. Kondisi ekonomi yang terus menurun membuat Bank Sentral Eropa (ECB) diperkirakan masih akan terus menurunkan suku bunga acuan guna memicu pertumbuhan ekonomi agar menjadi lebih baik. Setelah memangkas suku bunga acuan sebanyak 4 kali di tahun ini, ECB diperkirakan masih akan memangkas serupa di tahun depan. Cukup jauhnya perbedaan proyeksi pemangkasan dibandingkan dengan Fed membuat sentimen negatif terhadap aset-aset Euro. Sementara kondis politik di Jerman masih akan terus mewarnai pergerakan mata uang Euro setidaknya hingga pemilu dini di bulan Februari mendatang. Sedangkan di Prancis pengangkatan Perdana Mentari yang baru masih belum menjamin stabilitas politik seiring dengan posisi oposisi yang sangat kritis di bawah pimpinan Marine Le Pen yang menjadi rival utama Presiden Macron dalam pemilu Prancis lalu. Hari ini tidak ada data ekonomi yang akan dirilis.

Poundsterling sedikit melemah terhadap dolar seiring dengan performa ekonomi yang lumayan baik dan langkah Bank Sentral Inggris (BOE) yang terus mempertahankan suku bunga acuannya. Inflasi di Inggris yang terus membandel membuat BOE menjadi bank sentral yang paling sedikit memangkas suku bunga acuan di antara negara G10 selain Jepang. Sehingga membuat Goldman Sachs mengecualikan Inggris dari bank sentral yang terus bergerak menyesuaikan dengan inflasi. Hal ini dikarenakan inflasi yang relatif stabil dan kecenderungan naik terutama di sektor jasa yang terus diawasi oleh BOE. Dan perbedaan suku bunga masih menjadi daya tarik bagi pelaku pasar menjelang ketidakpastian ekonomi global karena agenda ekonomi pemerintah AS yang baru nanti. Meski demikian Bank Sentral Inggris (BOE) diperkirakan akan segera menurunkan suku bunga acuan kembali, terlebih setelah anggota voting untuk pemangkasan bertambah dari 1 orang menjadi 3 orang. Kemungkinan besar jumlah voting akan semakin bertambah. Hari ini tidak ada data ekonomi.

Cek info lain di:
https://agrodana-futures.com/
https://t.me/AGROdanaOFFICIAL
https://instagram.com/agrodanafuturesofficial
https://www.youtube.com/c/agrodanafuturesofficial

CHART TECHNICAL ANALYSIS CRUDE OIL

slide1

slide2

Suggest : BUY on Dip
Area : 69.60 – 69.80
Target : 1) 70.80 2) 71.80
SL : 68.60

Alternatif :
Pertahankan/follow BUY jika tembus 70.70
Switch to SELL jika tembus 68.00

CHART TECHNICAL ANALYSIS DOW JONES

slide3

slide4

Suggest : SELL on Rally
Area : 43300 - 43320
Target : 1) 43200 2) 43100
SL : 43420

Alternatif :
Follow/Pertahankan SELL jika tembus 43200
Switch to BUY jika tembus 43450 atau tidak tembus 42500

CHART TECHNICAL ANALYSIS  S&P 500

slide5

slide6

Suggest : SELL on Rally
Area : 6040.00 – 6060.00
Target : 1) 6010.00 2) 5980.00
SL : 6090.00

Alternatif :
Switch to BUY jika tembus 6100 atau jika tidak tembus 5900
Pertahankan/follow SELL jika tembus 6000

CHART TECHNICAL ANALYSIS NASDAQ

slide7
slide8

Suggest : SELL on Rally
Area : 21730.00 – 21750.00
Target : 1) 21650.00 2) 21550.00
SL : 21850.00

Alternatif :
Pertahankan/Follow SELL jika tembus 21650
Switch to BUY jika tembus 21900 atau tidak tembus 21300

CHART TECHNICAL ANALYSIS NIKKEI

slide9

slide10

Suggest : SELL on Rally
Area : 40100– 40120
Target : 1) 40000 2) 39900
SL : 40220

Alternatif :
Follow/Pertahankan SELL jika tembus 40000
Switch to BUY jika tembus 40250 atau tidak tembus 39400
(Cek Keterangan!)

CHART TECHNICAL ANALYSIS HANG SENG

slide11

slide12

Suggest : BUY on Dip
Area : 19960 - 19980
Target : 1) 20080 2) 20180
SL : 19860

Alternatif :
Follow/Pertahankan BUY jika tembus 20280
Switch to SELL jika tembus 19800
Cup & Handle gagal jika tembus 19300!

Dolar mengalami koreksi terhadap mata uang lainnya masih dengan kondisi pasar yang masih sepi menjelang akhir tahun. Dengan pelaku pasar yang absen dan menunggu agenda ekonomi pemerintahan baru Presiden Trump untuk periode kedua kalinya di bulan depan. Pengurangan pajak individu maupun korporasi diharapkan akan memacu pertumbuhan ekonomi lebih cepat, namun di sisi lain juga berpotensi dapat memicu inflasi kembali naik. Sehingga Fed dalam pertemuan moneter lalu selain memangkas suku bunga acuan sebanyak 25 bps, namun juga menurunkan proyeksi suku bunga acuan di tahun 2025 mendatang menjadi hanya 2 kali dari proyeksi sebelumnya sebanyak 4 kali. Ketua Fed – Jerome Powell juga mengkonfirmasi hal tersebut dengan mengatakan Fed akan lebih cermat dan berhati-hati lagi untuk kembali memangkas suku bunga acuan di masa depan. Bahkan spekulasi di pasar, Fed akan memangkas suku bunga acuan sebanyak 2 kali dengan hanya total keseluruhan 37 bps dan bukan 2 kali 25 bps. Ekspektasi penurunan suku bunga acuan yang terbatas membuat mata uang dolar lebih menarik dibandingkan mata uang lainnya dimana bank sentral lainnya cenderung lebih agresif memangkas suku bunga acuannya, guna memacu pemulihan ekonomi yang terancam dengan kenaikan tarif impor dari kebijakan moneter pemerintah AS yang akan datang. Dengan pengecualian Bank Sentral Jepang (BOJ) yang berpeluang akan segera menaikkan suku bunga acuannya. Data ekonomi juga tidak cukup penting yang akan dirilis pekan depan, hanya data-data PMI di sektor manufaktur. Sedangkan data sektor tenaga kerja yang sangat penting baru akan dirilis di pekan kedua bulan Januari mendatang.

Yen bergerak menguat terhadap dolar seiring dengan rilis nota pertemuan moneter Bank Sentral Jepang (BOJ) pekan lalu. Dalam nota pertemuan tersebut sejumlah pejabat BOJ cukup yakin perlunya segera menaikkan suku bunga acuan meski kalah suara dalam pemungutan suara dalam pertemuan lalu. Seiring dengan sejumlah pejabat lainnya yang mempertimbangkan perlunya menunggu dampak dari agenda ekonomi dari pemerintah AS yang tidak lama lagi akan dijalankan dan juga struktur upah yang diperkirakan juga segera berubah dalam waktu dekat ini. Gubernur BOJ - Kazuo Ueda juga sepakat perlu lebih banyak data ekonomi untuk mengambil keputusan yang tepat menghadapi situasi yang tidak menentu setelah Trump menjadi presiden untuk kedua kalinya nanti. Di sisi lain pemerintah Jepang juga terus mengawasi pergerakan mata uang Yen yang terus melemah tanpa dasar fundamental ekonomi yang riil. Selain itu BOJ juga mulai melakukan tapering dengan mengurangi pembelian obligasi pemerintah mulai bulan Januari mendatang secara bertahap. Agenda BOJ di bulan Januari dimulai dari laporan ekonomi regional pada 9 Januari lalu diikuti oleh pidato resmi dari Wakil Gubernur BOJ - Ryozo Himino yang kemungkinan akan memberikan sinyal langkah moneter yang akan diambil oleh BOJ dan pertemuan moneter BOJ dijadwalkan pada 23-24 Januari.

Euro hanya naik tipis terhadap dolar dan relatif tertahan di kisaran level terendah dalam 2 tahun terakhir. Selain kondisi politik di Jerman dan Prancis yang masih menghadapi krisis, kondisi ekonomi juga tidak cukup baik dan malah cenderung menurun. Serta prospek akan pemangkasan suku bunga acuan lebih lanjut dari Bank Sentral Eropa (ECB) ditambah dengan kemungkinan tekanan setelah beberapa waktu lalu Trump mengungkit neraca perdagangan AS yang lebih banyak menguntungkan Uni Eropa dan meminta untuk menyeimbangkannya yang merupakan tantangan yang sulit bagi Uni Eropa. Sentimen negatif tersebut semakin membebani mata uang Euro. Tidak ada data penting pekan ini hanya PMI sektor manufaktur di Jerman.

Poundsterling juga sedikit menguat terhadap dolar, namun penguatannya juga tertahan karena volume perdagangan yang rendah di akhir tahun. Di antara mata uang negara G7, hanya GBP yang relatif bertahan terhadap penguatan mata uang dolar. Seiring dengan langkah moneter Bank Sentral Inggris (BOE) yang paling sedikit dalam menurunkan suku bunga acuannya dengan kondisi ekonomi yang juga lebih stabil jika kondisi Inggris dibandingkan dengan negara-negara lainnya. Kondisi ekonomi fiskal sebenarnya juga tidak jauh dari negara tetangganya yang berjuang untuk memenuhi keperluan anggarannya. Namun keunggulan di politik yang lebih stabil menjadi sentimen positif bagi GBP. Pekan ini juga tidak ada data penting hanya PMI di sektor manufaktur.

Cek info lain di:
https://agrodana-futures.com/
https://t.me/AGROdanaOFFICIAL
https://instagram.com/agrodanafuturesofficial
https://www.youtube.com/c/agrodanafuturesofficial

CHART TECHNICAL ANALYSIS CRUDE OIL

slide1

slide2

Suggest : BUY on Dip
Area : 69.40 – 69.60
Target : 1) 70.60 2) 71.60
SL : 68.40

Alternatif :
Pertahankan/follow BUY jika tembus 70.60
Switch to SELL jika tembus 67.50

CHART TECHNICAL ANALYSIS DOW JONES

slide3

slide4

Suggest : BUY on Dip
Area : 43540 - 43560
Target : 1) 43660 2) 43760
SL : 43440

Alternatif :
Follow/Pertahankan BUY jika tembus 43740
Switch to SELL jika tembus 43200

CHART TECHNICAL ANALYSIS  S&P 500

slide5

slide6

Suggest : BUY on Dip
Area : 6040.00 – 6060.00
Target : 1) 6090.00 2) 6120.00
SL : 6010.00

Alternatif :
Switch to SELL jika tembus 6000
Pertahankan/follow BUY jika tembus 6100

CHART TECHNICAL ANALYSIS NASDAQ

slide7
slide8

Suggest : BUY on Dip
Area : 21830.00 – 21850.00
Target : 1) 21950.00 2) 22050.00
SL : 21730.00

Alternatif :
Pertahankan/Follow BUY jika tembus 22100
Switch to SELL jika tembus 21700

CHART TECHNICAL ANALYSIS NIKKEI

slide9

slide10

Suggest : BUY on Dip
Area : 39720– 39740
Target : 1) 39840 2) 39940
SL : 39620

Alternatif :
Follow/Pertahankan BUY jika tembus 40000
Switch to SELL jika tembus 39330
(Cek Keterangan!)

CHART TECHNICAL ANALYSIS HANG SENG

slide11

slide12

Suggest : BUY on Dip
Area : 19900 - 19920
Target : 1) 20020 2) 20120
SL : 19800

Alternatif :
Follow/Pertahankan BUY jika tembus 20280
Switch to SELL jika tembus 19800
Cup & Handle gagal jika tembus 19300!

Masih ragu dan memiliki pertanyaan lainnya ?

Kantor Pusat
Menara Batavia Lt. 3A
Jl. K.H. Mas Mansyur No.Kav. 126,
Karet Tengsin, Kec. Tanah Abang,
Kota Jakarta Pusat 10220
Telp: 021 - 57902535
Berlangganan Newsletter Agrodana:
Ikuti Kami
facebook agrodanayoutube agrodanainstagram agrodana
agrodana iosagrodana android
Berizin & Diawasi Oleh:
bappebti whitebi whiteojk white
Agrodana Futures adalah perusahaan Pialang berizin dan diawasi oleh Bappebti, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), dan merupakan anggota dari Bursa ICDX dan JFX dan Kliring House ICH dan KBI. Kami menerima klien Warga Negara Indonesia dan Asing yang memegang Kartu Izin Tinggal Terbatas di Indonesia kecuali warga negara Amerika Serikat, Kanada, Uni Eropa, Australia, Jepang, Iran dan Korea Utara. Transaksi ini memiliki leverage dan tingkat risiko yang tinggi terhadap modal, dan tidak selalu cocok untuk semua orang, pelajari dan pahami risikonya sebelum memulai transaksi.

Copyright @2025 Agrodana Futures
Waspada Penipuan
/ Kebijakan Privasi / Pengaduan Nasabah
Ikuti Kami
alt=""alt=""alt=""
Kantor Pusat
Menara Batavia Lt 3A
Jl. K.H. Mas Mansyur No.Kav. 126, Karet Tengsin, Kec. Tanah Abang, Kota Jakarta Pusat 10220
Telp: 021 - 57902535
Email:  [email protected]Whatsapp: +6281-988-3777
Berlangganan Newsletter Agrodana :
Berizin & Diawasi Oleh:
bappebti whitebi whiteojk white
Agrodana Futures adalah perusahaan Pialang berizin dan diawasi oleh Bappebti, Otoritas Jasa Keuangan dan Bank Indonesia, dan merupakan anggota dari Bursa ICDX dan JFX dan Kliring House ICH dan KBI. Kami menerima klien Warga Negara Indonesia dan Asing yang memegang Kartu Izin Tinggal Terbatas di Indonesia kecuali warga negara Amerika Serikat, Kanada, Uni Eropa, Australia, Jepang, Iran dan Korea Utara. Transaksi ini memiliki leverage dan tingkat risiko yang tinggi terhadap modal, dan tidak selalu cocok untuk semua orang, pelajari dan pahami risikonya sebelum memulai transaksi.

Copyright @2025 Agrodana Futures
Waspada Penipuan / Kebijakan Privasi / Pengaduan Nasabah
Whatsapp Non Klien
crossmenuchevron-down