Musim Liburan Akhir Tahun berhasil mendorong kenaikan Oil karena permintaan bahan bakar yang tinggi dan ditutup bullish -> positif untuk minyak
Ketatnya persediaan cenderung mendorong harga minyak naik
Kondisi Akhir Tahun kemungkinan berlanjut di awal tahun, tapi perlu waspada dengan area-area psikologis di sisi teknikal!
Secara teknis area 65-67 merupakan support psikologis dan cukup dekat dengan harga saat ini (68/69) -> sejauh ini area 65-66 masih cukup kuat a. Penembusan di bawah 65 akan menekan lebih lanjut hingga support kisaran $60/62 terancam -> penurunan lebih lanjut, pertahankan SELL b. Jika tidak tembus di bawah 65, ada kemungkinan rebound -> switch to BUY, sebaiknya pasang SL di bawah 65 jika melakukan buy di zona 65-67!
Sementara area 71/72 sejauh ini menjadi resistance psikologis -> waspada jika kembali gagal tembus, berpotensi berbalik turun
Waspada zona support psikologis 60-63 dan resistance psikologis 72-73
Suggest : BUY on Dip Area : 70.80 – 71.00 Target : 1) 72.00 2) 73.00 SL : 69.80
Alternatif : Pertahankan/follow BUY jika tembus 72.80 (terlalu berisiko) Switch to SELL jika tembus 69.50
CHART TECHNICAL ANALYSIS DOW JONES
KETERANGAN
US Treasury Yield dan dolar AS ditutup naik-> sentimen negatif untuk saham
Saham-saham utama kembali ditutup turun di hari terakhir 2024, dipicu oleh penurunan di sektor teknologi -> negatif untuk saham
Santa Claus Rally biasanya berlangsung sejak setelah Natal sampai beberapa hari pertama bulan Januari -> kesempatan pembuktian January effect akan bergantung di pergerakan 2 hari pertama Januari!
Hari pertama 2025, diperkirakan beberapa investor mulai kembali aktif sehingga range pergerakan bisa saja melebar
Fokus data initial jobless claims jam 20.30 WIB dan PMI Manufacture jam 20.45 WIB a. Act > Exp = Saham naik -> switch to BUY b. Act < Exp = Saham turun -> pertahankan SELL
Khusus jobless claims, angka yang lebih rendah berarti sentimen positif untuk saham -> switch to BUY
Secara teknis, bullish akan kembali kuat jika tembus 43100-> switch to BUY jika konfirm
Pertahankan SELL jika tembus 42850 (short term correction expected)
Suggest : SELL on Rally Area : 42900 - 42920 Target : 1) 42800 2) 42700 SL : 43020
Alternatif : Follow/Pertahankan SELL jika tembus 42850 Switch to BUY jika tembus 43100
CHART TECHNICAL ANALYSIS S&P 500
KETERANGAN
US Treasury Yield dan dolar AS ditutup naik-> sentimen negatif untuk saham
Saham-saham utama kembali ditutup turun di hari terakhir 2024, dipicu oleh penurunan di sektor teknologi -> negatif untuk saham
Santa Claus Rally biasanya berlangsung sejak setelah Natal sampai beberapa hari pertama bulan Januari -> kesempatan pembuktian January effect akan bergantung di pergerakan 2 hari pertama Januari!
Hari pertama 2025, diperkirakan beberapa investor mulai kembali aktif sehingga range pergerakan bisa saja melebar
Fokus data initial jobless claims jam 20.30 WIB dan PMI Manufacture jam 20.45 WIB a. Act > Exp = Saham naik -> switch to BUY b. Act < Exp = Saham turun -> pertahankan SELL
Khusus jobless claims, angka yang lebih rendah berarti sentimen positif untuk saham -> switch to BUY
Secara teknis, bullish akan kembali kuat jika tembus 6000-> switch to BUY jika konfirm
Pertahankan SELL jika tembus 5900 (short term correction expected)
Suggest : SELL on Rally Area : 5940.00 – 5960.00 Target : 1) 5910.00 2) 5880.00 SL : 5990.00
Alternatif : Switch to BUY jika tembus 6000 Pertahankan/follow SELL jika tembus 5900
CHART TECHNICAL ANALYSIS NASDAQ
KETERANGAN
US Treasury Yield dan dolar AS ditutup naik-> sentimen negatif untuk saham
Saham-saham utama kembali ditutup turun di hari terakhir 2024, dipicu oleh penurunan di sektor teknologi -> negatif untuk saham
Santa Claus Rally biasanya berlangsung sejak setelah Natal sampai beberapa hari pertama bulan Januari -> kesempatan pembuktian January effect akan bergantung di pergerakan 2 hari pertama Januari!
Hari pertama 2025, diperkirakan beberapa investor mulai kembali aktif sehingga range pergerakan bisa saja melebar
Fokus data initial jobless claims jam 20.30 WIB dan PMI Manufacture jam 20.45 WIB a. Act > Exp = Saham naik -> switch to BUY b. Act < Exp = Saham turun -> pertahankan SELL
Khusus jobless claims, angka yang lebih rendah berarti sentimen positif untuk saham -> switch to BUY
Secara teknis, bullish akan kembali kuat jika tembus 21500-> switch to BUY jika konfirm
Pertahankan SELL jika tembus 21150 (short term correction expected)
Suggest : SELL on Rally Area : 21280.00 – 21300.00 Target : 1) 21180.00 2) 21080.00 SL : 21400.00
Alternatif : Pertahankan/Follow SELL jika tembus 21150 Switch to BUY jika tembus 21500
CHART TECHNICAL ANALYSIS NIKKEI
KETERANGAN
Indeks Saham AS (terutama Nasdaq) ditutup turun di hari terakhir 2024 -> Nikkei potensi searah dengan Nasdaq
Market Jepang tetap tutup untuk libur Tahun Baru, yang dikenal dengan Oshogatsu (family gatherings dan kunjungan ke kuil dan candi) sehingga pergerakan saham Nikkei diperkirakan relatif terbatas
Libur panjang di Jepang dimulai 28 Desember - 5 Januari membuat warga Jepang memilih perjalanan wisata ke tempat lebih jauh, berpotensi mendorong kenaikan permintaan tiket pesawat dan reservasi hotel -> berpotensi positif pada sektor jasa dan ritel, bisa mendorong kenaikan saham sektor tersebut
Bearish akan lebih kuat jika secara teknis berhasil tembus 39250 -> pertahankan SELL
Sebaliknya, bullish akan dominan jika tembus 39650 -> switch to BUY
Suggest : SELL on Rally Area : 39380– 39400 Target : 1) 39280 2) 39180 SL : 39500
Alternatif : Follow/Pertahankan SELL jika tembus 39250 Switch to BUY jika tembus 39650
CHART TECHNICAL ANALYSIS HANG SENG
KETERANGAN
Candle ditutup bullish sehingga secara teori cenderung naik -> positif untuk Hang Seng
Fokus data PMI Manufacture Caixin di jam 8.45 WIB a. Act > Exp = Hang Seng naik -> pertahankan BUY b. Act < Exp = Hang Seng turun -> switch to SELL
Investor kembali menunggu sinyal dari pemerintah atau pembuat kebijakan negara tersebut tentang stimulus fiskal untuk mendukung ekonomi -> masih wait and see!
Waspada dengan zona 19300! Jika ditembus, maka pola cup & handle gagal, dan bearish berpotensi lanjut menguji 18960!-> switch to SELL jika tembus 19300
Medium term : bullish tetap terbuka karena pemerintah China targetkan pemulihan konsumsi domestik, PBOC juga tetap longgarkan kebijakan-> setiap penurunan adalah peluang untuk buy untuk strategi medium term
Bullish akan lebih kuat jika mampu tembus 20100-> pertahankan/Follow BUY
Tekanan bearish akan lebih dominan jika tembus 19650 -> switch to SELL
Suggest : BUY on Dip Area : 19800 - 19820 Target : 1) 19920 2) 20020 SL : 19700
Alternatif : Follow/Pertahankan BUY jika tembus 20100 Switch to SELL jika tembus 19650 Cup & Handle gagal jika tembus 19300!
Desember cenderung identik dengan musim liburan sampai Januari sehingga ada kemungkinan permintaan minyak meningkat -> positif untuk minyak, setidaknya untuk Desember-Januari bisa dimanfaatkan
Ketatnya persediaan cenderung mendorong harga minyak naik
Secara teknis area 65-67 merupakan support psikologis dan cukup dekat dengan harga saat ini (68/69) -> sejauh ini area 65-66 masih cukup kuat a. Penembusan di bawah 65 akan menekan lebih lanjut hingga support kisaran $60/62 terancam -> penurunan lebih lanjut, pertahankan SELL b. Jika tidak tembus di bawah 65, ada kemungkinan rebound -> switch to BUY, sebaiknya pasang SL di bawah 65 jika melakukan buy di zona 65-67!
Sementara area 71/72 sejauh ini menjadi resistance psikologis -> waspada jika kembali gagal tembus, berpotensi berbalik turun
Waspada zona support psikologis 60-63 dan resistance psikologis 72-73
Suggest : BUY on Dip Area : 70.30 – 70.50 Target : 1) 71.50 2) 72.50 SL : 69.30
Alternatif : Pertahankan/follow BUY jika tembus 71.50 Switch to SELL jika tembus 69.00
CHART TECHNICAL ANALYSIS DOW JONES
KETERANGAN
US Treasury Yield ditutup turun dan dolar AS ditutup doji-> mix sentimen untuk saham
Saham-saham sektor teknologi kembali turun dan berdampak signifikan pada saham secara keseluruhan -> negatif untuk saham
Santa Claus Rally biasanya berlangsung sejak setelah Natal sampai beberapa hari pertama bulan Januari -> waspada rally mulai terancam!
Jika melihat minggu lalu jelang libur Natal, di hari Selasa (malam natal) saham rata-rata mengalami rebound di sesi NY malam hari hingga jelang penutupan market -> jika kembali terulang, maka switch strategi menjadi buy di malam hari bisa dipertimbangkan!
Untuk memanfaatkan potensi Santa Claus Rally : Swing low = kesempatan cari buy lebih murah
Penurunan kemungkinan juga didukung profit taking jelang libur tahun baru, tapi bisa mengancam nasib Santa Claus Rally jika level support berikutnya (42000) ditembus!
Secara teknis, bullish akan kembali kuat jika tembus 43050 atau tidak tembus 42000 -> switch to BUY jika konfirm
Pertahankan SELL jika tembus 42850 (short term correction expected)
Suggest : SELL on Rally Area : 42900 - 42920 Target : 1) 42800 2) 42700 SL : 43020
Alternatif : Follow/Pertahankan SELL jika tembus 42850 Switch to BUY jika tembus 43050 atau tidak tembus 42000
CHART TECHNICAL ANALYSIS S&P 500
KETERANGAN
US Treasury Yield ditutup turun dan dolar AS ditutup doji-> mix sentimen untuk saham
Saham-saham sektor teknologi kembali turun dan berdampak signifikan pada saham secara keseluruhan -> negatif untuk saham
Santa Claus Rally biasanya berlangsung sejak setelah Natal sampai beberapa hari pertama bulan Januari -> waspada rally mulai terancam!
Jika melihat minggu lalu jelang libur Natal, di hari Selasa (malam natal) saham rata-rata mengalami rebound di sesi NY malam hari hingga jelang penutupan market -> jika kembali terulang, maka switch strategi menjadi buy di malam hari bisa dipertimbangkan!
Untuk memanfaatkan potensi Santa Claus Rally : Swing low = kesempatan cari buy lebih murah
Penurunan kemungkinan juga didukung profit taking jelang libur tahun baru, tapi bisa mengancam nasib Santa Claus Rally jika level support berikutnya (42000) ditembus!
Secara teknis, bullish akan kembali kuat jika tembus 6050 atau tidak tembus 5840-> switch to BUY jika konfirm
Pertahankan SELL jika tembus 5920 (short term correction expected)
Suggest : SELL on Rally Area : 5960.00 – 5980.00 Target : 1) 5930.00 2) 5900.00 SL : 6010.00
Alternatif : Switch to BUY jika tembus 6050 atau jika tidak tembus 5840 Pertahankan/follow SELL jika tembus 5920
CHART TECHNICAL ANALYSIS NASDAQ
KETERANGAN
US Treasury Yield ditutup turun dan dolar AS ditutup doji-> mix sentimen untuk saham
Saham-saham sektor teknologi kembali turun dan berdampak signifikan pada saham secara keseluruhan -> negatif untuk saham
Santa Claus Rally biasanya berlangsung sejak setelah Natal sampai beberapa hari pertama bulan Januari -> waspada rally mulai terancam!
Jika melihat minggu lalu jelang libur Natal, di hari Selasa (malam natal) saham rata-rata mengalami rebound di sesi NY malam hari hingga jelang penutupan market -> jika kembali terulang, maka switch strategi menjadi buy di malam hari bisa dipertimbangkan!
Untuk memanfaatkan potensi Santa Claus Rally : Swing low = kesempatan cari buy lebih murah
Penurunan kemungkinan juga didukung profit taking jelang libur tahun baru, tapi bisa mengancam nasib Santa Claus Rally jika level support berikutnya (42000) ditembus!
Secara teknis, bullish akan kembali kuat jika tembus 21600 atau tidak tembus 21000 -> switch to BUY jika konfirm
Pertahankan SELL jika tembus 21250 (short term correction expected)
Suggest : SELL on Rally Area : 21400.00 – 21420.00 Target : 1) 21300.00 2) 21200.00 SL : 21520.00
Alternatif : Pertahankan/Follow SELL jika tembus 21250 Switch to BUY jika tembus 21600 atau tidak tembus 21000
CHART TECHNICAL ANALYSIS NIKKEI
KETERANGAN
Indeks Nasdaq bergerak lanjut turun di hari Senin sehingga berpotensi membuat tekanan pada saham Asia -> Nikkei potensi searah dengan Nasdaq
Penurunan USDJPY juga berdampak negatif pada Nikkei -> negatif untuk Nikkei
Santa Claus Rally berpotensi terancam jika penurunan berlanjut di bawah 39000, tapi bisa berbalik Naik jika dipicu oleh kenaikan di Wall Street AS
Bearish akan kembali lebih kuat jika secara teknis berhasil tembus 39250 -> pertahankan SELL
Sebaliknya, bullish akan dominan jika tembus 39650 atau tidak tembus 39000 -> switch to BUY
Suggest : SELL on Rally Area : 39390– 39410 Target : 1) 39290 2) 39190 SL : 39510
Alternatif : Follow/Pertahankan SELL jika tembus 39250 Switch to BUY jika tembus 39650 (Cek Keterangan!)
CHART TECHNICAL ANALYSIS HANG SENG
KETERANGAN
Candle ditutup shooting star sehingga secara teori cenderung turun -> cenderung negatif untuk Hang Seng
Belum ada tanda-tanda pemangkasan RRR hingga hari ini -> negatif untuk Hang Seng
Akhir tahun hanya dibuka 1 sesi sehingga pergerakan diperkirakan terbatas
Waspada dengan zona 19300! Jika ditembus, maka pola cup & handle gagal, dan bearish berpotensi lanjut menguji 18960!-> switch to SELL jika tembus 19300
Medium term : bullish tetap terbuka karena pemerintah China targetkan pemulihan konsumsi domestik, PBOC juga tetap longgarkan kebijakan-> setiap penurunan adalah peluang untuk buy untuk strategi medium term
Bullish akan lebih kuat jika mampu tembus 20200-> switch to BUY
Tekanan bearish akan lebih dominan jika tembus 19900 -> pertahankan SELL
Suggest : SELL on Rally Area : 20000 - 20020 Target : 1) 19900 2) 19800 SL : 20120
Alternatif : Follow/Pertahankan SELL jika tembus 19900 Switch to BUY jika tembus 20200 Cup & Handle gagal jika tembus 19300!
Dolar sedikit pulih terhadap mata uang lainnya kecuali terhadap Yen di akhir tahun ini. Prospek pertumbuhan ekonomi yang pesat di tahun 2025 di bawah agenda ekonomi Trump yang akan menjadi presiden AS untuk kedua kalinya dikhawatirkan akan kembali memicu inflasi kembali naik. Sehingga Federal Reserve dalam pertemuan moneter terakhirnya mengurangi proyeksi penurunan suku bunga acuannya menjadi setengahnya dari 4 kali atau sebanyak 100 bps menjadi hanya 2 kali sebanyak 50 bps di tahun 2025 nanti. Bahkan pelaku pasar meyakini Fed hanya akan memangkas suku bunga acuan sebanyak 35 bps dan bukan 50 bps guna mengendalikan inflasi tersebut. Sementara di belahan dunia lainnya prospek ekonomi justru memburuk seiring dengan akan dikenakan kenaikan tarif impor oleh pemerintah AS dan kemungkinan kebijakan lain yang berpeluang menghambat laju pertumbuhan ekonomi sehingga bank sentral akan terus menurunkan suku bunga acuan guna mendongkrak perekonomian. Perbedaan prospek kebijakan moneter tersebut menjadi penggerak pasar di tahun 2025 nanti yang secara jelas menjadi daya tarik mata uang dolar. Data ekonomi jelang tutup tahun cukup mixed dengan data indeks manufaktur PMI negara bagian Chicago yang turun tajam dari 40.2 menjadi 36.9 yang lebih buruk dari perkiraan naik 42.7. Sektor manufaktur masih belum pulih sejak pandemi berakhir. Sementara data sektor perumahan positif dengan angka penjualan rumah yang tertunda mengalami kenaikan 2.2% yang jauh melampaui perkiraan turun 0.9% meski data periode sebelumnya direvisi menurun dari 2.0% menjadi hanya 1.8%. Hari ini merupakan hari terakhir di tahun ini dan diperkirakan volume perdagangan semakin menuurun dengan hanya ada data indeks harga perumahan.
Yen berlanjut menguat terhadap dolar seiring dengan spekulasi akan dilakukannya langkah intervensi oleh pemerintah Jepang. Pada akhir pekan lalu Menteri Keuangan Jepang - Katsunobu Kato menyampaikan pandangannya terhadap mata uang Yen yang kembali cenderung melemah dengan mengatakan jika pemerintah Jepang siap beraksi jika pergerakan mata uang Yen terlalu cepat dan tidak menggambarkan kondisi fundamental ekonomi di Jepang. Pernyataan ini diduga ada kemungkinan pemerintah Jepang akan melakukan intervensi di saat pasar sepi seperti di akhir tahun saat ini. Selain itu juga semakin santernya isu seputar prospek Bank Sental Jepang (BOJ) yang akan segera menaikkan suku bunga acuannya dalam waktu tidak lama lagi. Hal ini tercermin dalam nota pertemuan moneter BOJ pekan lalu yang menunjukkan sejumlah pejabat BOJ menghendaki kenaikan suku bunga acuan secepatnya guna mengantisipasi angka inflasi yang cenderung naik.
Euro masih cenderung melemah terhadap dolar seiring dengan sentimen negatif seputar kondisi politik, ekonomi dan ancaman perdagangan dengan AS mendatang. Kondisi ekonomi yang terus menurun membuat Bank Sentral Eropa (ECB) diperkirakan masih akan terus menurunkan suku bunga acuan guna memicu pertumbuhan ekonomi agar menjadi lebih baik. Setelah memangkas suku bunga acuan sebanyak 4 kali di tahun ini, ECB diperkirakan masih akan memangkas serupa di tahun depan. Cukup jauhnya perbedaan proyeksi pemangkasan dibandingkan dengan Fed membuat sentimen negatif terhadap aset-aset Euro. Sementara kondis politik di Jerman masih akan terus mewarnai pergerakan mata uang Euro setidaknya hingga pemilu dini di bulan Februari mendatang. Sedangkan di Prancis pengangkatan Perdana Mentari yang baru masih belum menjamin stabilitas politik seiring dengan posisi oposisi yang sangat kritis di bawah pimpinan Marine Le Pen yang menjadi rival utama Presiden Macron dalam pemilu Prancis lalu. Hari ini tidak ada data ekonomi yang akan dirilis.
Poundsterling sedikit melemah terhadap dolar seiring dengan performa ekonomi yang lumayan baik dan langkah Bank Sentral Inggris (BOE) yang terus mempertahankan suku bunga acuannya. Inflasi di Inggris yang terus membandel membuat BOE menjadi bank sentral yang paling sedikit memangkas suku bunga acuan di antara negara G10 selain Jepang. Sehingga membuat Goldman Sachs mengecualikan Inggris dari bank sentral yang terus bergerak menyesuaikan dengan inflasi. Hal ini dikarenakan inflasi yang relatif stabil dan kecenderungan naik terutama di sektor jasa yang terus diawasi oleh BOE. Dan perbedaan suku bunga masih menjadi daya tarik bagi pelaku pasar menjelang ketidakpastian ekonomi global karena agenda ekonomi pemerintah AS yang baru nanti. Meski demikian Bank Sentral Inggris (BOE) diperkirakan akan segera menurunkan suku bunga acuan kembali, terlebih setelah anggota voting untuk pemangkasan bertambah dari 1 orang menjadi 3 orang. Kemungkinan besar jumlah voting akan semakin bertambah. Hari ini tidak ada data ekonomi.
Desember cenderung identik dengan musim liburan sampai Januari sehingga ada kemungkinan permintaan minyak meningkat -> positif untuk minyak, setidaknya untuk Desember-Januari bisa dimanfaatkan
Persediaan global lebih ketat dari yang diperkirakan beberapa komentar, dan OPEC+ menahan banyak kapasitas cadangan -> positif untuk Minyak
Secara teknis area 65-67 merupakan support psikologis dan cukup dekat dengan harga saat ini (68/69) -> sejauh ini area 65-66 masih cukup kuat a. Penembusan di bawah 65 akan menekan lebih lanjut hingga support kisaran $60/62 terancam -> penurunan lebih lanjut, pertahankan SELL b. Jika tidak tembus di bawah 65, ada kemungkinan rebound -> switch to BUY, sebaiknya pasang SL di bawah 65 jika melakukan buy di zona 65-67!
Sementara area 71/72 sejauh ini menjadi resistance psikologis -> masih gagal tembus, sehingga cenderung negatif
Waspada zona support psikologis 60-63 dan resistance psikologis 72-73
Suggest : BUY on Dip Area : 69.60 – 69.80 Target : 1) 70.80 2) 71.80 SL : 68.60
Alternatif : Pertahankan/follow BUY jika tembus 70.70 Switch to SELL jika tembus 68.00
CHART TECHNICAL ANALYSIS DOW JONES
KETERANGAN
US Treasury Yield ditutup naik dan dolar AS ditutup turun-> mix sentimen untuk saham
Saham-saham sektor teknologi dan konsumen menurun sehingga berdampak pada pasar saham AS secara keseluruhan -> negatif untuk saham
Santa Claus Rally diperkirakan berlangsung sejak setelah Natal sampai beberapa hari pertama bulan Januari -> penurunan adalah kesempatan untuk kembali buy
Untuk memanfaatkan potensi Santa Claus Rally : Swing low = kesempatan cari buy lebih murah
Penurunan kemungkinan juga didukung profit taking di akhir pekan kemarin (Jumat), tapi mengancam nasib Santa Claus Rally jika level support ditembus!
Secara teknis, bullish akan kembali kuat jika tembus 43200 -> switch to BUY jika konfirm
Pertahankan SELL jika tembus 43200 (short term correction expected)
Suggest : SELL on Rally Area : 43300 - 43320 Target : 1) 43200 2) 43100 SL : 43420
Alternatif : Follow/Pertahankan SELL jika tembus 43200 Switch to BUY jika tembus 43450 atau tidak tembus 42500
CHART TECHNICAL ANALYSIS S&P 500
KETERANGAN
US Treasury Yield ditutup naik dan dolar AS ditutup turun-> mix sentimen untuk saham
Saham-saham sektor teknologi dan konsumen menurun sehingga berdampak pada pasar saham AS secara keseluruhan -> negatif untuk saham
Santa Claus Rally diperkirakan berlangsung sejak setelah Natal sampai beberapa hari pertama bulan Januari -> penurunan adalah kesempatan untuk kembali buy
Untuk memanfaatkan potensi Santa Claus Rally : Swing low = kesempatan cari buy lebih murah
Penurunan kemungkinan juga didukung profit taking di akhir pekan kemarin (Jumat), tapi mengancam nasib Santa Claus Rally jika level support ditembus!
Secara teknis, bullish akan kembali kuat jika tembus 6100 -> switch to BUY jika konfirm
Pertahankan SELL jika tembus 6000 (short term correction expected)
Suggest : SELL on Rally Area : 6040.00 – 6060.00 Target : 1) 6010.00 2) 5980.00 SL : 6090.00
Alternatif : Switch to BUY jika tembus 6100 atau jika tidak tembus 5900 Pertahankan/follow SELL jika tembus 6000
CHART TECHNICAL ANALYSIS NASDAQ
KETERANGAN
US Treasury Yield ditutup naik dan dolar AS ditutup turun-> mix sentimen untuk saham
Saham-saham sektor teknologi dan konsumen menurun sehingga berdampak pada pasar saham AS secara keseluruhan -> negatif untuk saham
Santa Claus Rally diperkirakan berlangsung sejak setelah Natal sampai beberapa hari pertama bulan Januari -> penurunan adalah kesempatan untuk kembali buy
Untuk memanfaatkan potensi Santa Claus Rally : Swing low = kesempatan cari buy lebih murah
Penurunan kemungkinan juga didukung profit taking di akhir pekan kemarin (Jumat), tapi mengancam nasib Santa Claus Rally jika level support ditembus!
Secara teknis, bullish akan kembali kuat jika tembus 21650 -> switch to BUY jika konfirm
Pertahankan SELL jika tembus 21300 (short term correction expected)
Suggest : SELL on Rally Area : 21730.00 – 21750.00 Target : 1) 21650.00 2) 21550.00 SL : 21850.00
Alternatif : Pertahankan/Follow SELL jika tembus 21650 Switch to BUY jika tembus 21900 atau tidak tembus 21300
CHART TECHNICAL ANALYSIS NIKKEI
KETERANGAN
Indeks Nasdaq bergerak turun di hari Jumat sehingga berpotensi membuat tekanan pada saham Asia -> Nikkei potensi searah dengan Nasdaq
PMI Manufacture Jepang bulan Desember dirilis 49.6, naik dari 49.0 di bulan lalu, tapi masih dalam zona kontraksi -> negatif untuk Nikkei
Santa Claus Rally berpotensi terancam jika penurunan berlanjut di bawah 39400, tapi bisa berbalik Naik jika dipicu oleh kenaikan di Wall Street AS
Bearish akan kembali lebih kuat jika secara teknis berhasil tembus 40000 -> pertahankan SELL
Sebaliknya, bullish akan dominan jika tembus 40250 atau tidak tembus 39400 -> switch to BUY
Suggest : SELL on Rally Area : 40100– 40120 Target : 1) 40000 2) 39900 SL : 40220
Alternatif : Follow/Pertahankan SELL jika tembus 40000 Switch to BUY jika tembus 40250 atau tidak tembus 39400 (Cek Keterangan!)
CHART TECHNICAL ANALYSIS HANG SENG
KETERANGAN
Candle Jumat ditutup bearish sehingga seacara teori cenderung turun -> cenderung negatif untuk Hang Seng
Gubernur PBOC Pan Gongsheng mengatakan bahwa penyesuaian kebijakan moneter harus diintensifkan, dan memberi indikasi tenang ruang untuk penyesuaian kebijakan moneter masih terbuka mengingat reserve ratio China hanya sekitar 6.6%, lebih rendah dibanding bank-bank sentral negara-negara besar lainnya -> positif sentimen untuk Hang Seng
Namun pemangkasan suku bunga buka diperkirakan tidak akan terlalu cepat karena saat ini concern bank masih terhadap penurunan yuan -> negatif untuk saham China dan Hang Seng
Waspada dengan zona 19300! Jika ditembus, maka pola cup & handle gagal, dan bearish berpotensi lanjut menguji 18960!-> switch to SELL jika tembus 19300
Medium term : bullish tetap terbuka karena pemerintah China targetkan pemulihan konsumsi domestik, PBOC juga tetap longgarkan kebijakan-> setiap penurunan adalah peluang untuk buy untuk strategi medium term
Bullish akan lebih kuat jika mampu tembus 20280-> pertahankan BUY
Tekanan bearish akan lebih dominan jika tembus 19800 -> switch to SELL
Suggest : BUY on Dip Area : 19960 - 19980 Target : 1) 20080 2) 20180 SL : 19860
Alternatif : Follow/Pertahankan BUY jika tembus 20280 Switch to SELL jika tembus 19800 Cup & Handle gagal jika tembus 19300!
Dolar mengalami koreksi terhadap mata uang lainnya masih dengan kondisi pasar yang masih sepi menjelang akhir tahun. Dengan pelaku pasar yang absen dan menunggu agenda ekonomi pemerintahan baru Presiden Trump untuk periode kedua kalinya di bulan depan. Pengurangan pajak individu maupun korporasi diharapkan akan memacu pertumbuhan ekonomi lebih cepat, namun di sisi lain juga berpotensi dapat memicu inflasi kembali naik. Sehingga Fed dalam pertemuan moneter lalu selain memangkas suku bunga acuan sebanyak 25 bps, namun juga menurunkan proyeksi suku bunga acuan di tahun 2025 mendatang menjadi hanya 2 kali dari proyeksi sebelumnya sebanyak 4 kali. Ketua Fed – Jerome Powell juga mengkonfirmasi hal tersebut dengan mengatakan Fed akan lebih cermat dan berhati-hati lagi untuk kembali memangkas suku bunga acuan di masa depan. Bahkan spekulasi di pasar, Fed akan memangkas suku bunga acuan sebanyak 2 kali dengan hanya total keseluruhan 37 bps dan bukan 2 kali 25 bps. Ekspektasi penurunan suku bunga acuan yang terbatas membuat mata uang dolar lebih menarik dibandingkan mata uang lainnya dimana bank sentral lainnya cenderung lebih agresif memangkas suku bunga acuannya, guna memacu pemulihan ekonomi yang terancam dengan kenaikan tarif impor dari kebijakan moneter pemerintah AS yang akan datang. Dengan pengecualian Bank Sentral Jepang (BOJ) yang berpeluang akan segera menaikkan suku bunga acuannya. Data ekonomi juga tidak cukup penting yang akan dirilis pekan depan, hanya data-data PMI di sektor manufaktur. Sedangkan data sektor tenaga kerja yang sangat penting baru akan dirilis di pekan kedua bulan Januari mendatang.
Yen bergerak menguat terhadap dolar seiring dengan rilis nota pertemuan moneter Bank Sentral Jepang (BOJ) pekan lalu. Dalam nota pertemuan tersebut sejumlah pejabat BOJ cukup yakin perlunya segera menaikkan suku bunga acuan meski kalah suara dalam pemungutan suara dalam pertemuan lalu. Seiring dengan sejumlah pejabat lainnya yang mempertimbangkan perlunya menunggu dampak dari agenda ekonomi dari pemerintah AS yang tidak lama lagi akan dijalankan dan juga struktur upah yang diperkirakan juga segera berubah dalam waktu dekat ini. Gubernur BOJ - Kazuo Ueda juga sepakat perlu lebih banyak data ekonomi untuk mengambil keputusan yang tepat menghadapi situasi yang tidak menentu setelah Trump menjadi presiden untuk kedua kalinya nanti. Di sisi lain pemerintah Jepang juga terus mengawasi pergerakan mata uang Yen yang terus melemah tanpa dasar fundamental ekonomi yang riil. Selain itu BOJ juga mulai melakukan tapering dengan mengurangi pembelian obligasi pemerintah mulai bulan Januari mendatang secara bertahap. Agenda BOJ di bulan Januari dimulai dari laporan ekonomi regional pada 9 Januari lalu diikuti oleh pidato resmi dari Wakil Gubernur BOJ - Ryozo Himino yang kemungkinan akan memberikan sinyal langkah moneter yang akan diambil oleh BOJ dan pertemuan moneter BOJ dijadwalkan pada 23-24 Januari.
Euro hanya naik tipis terhadap dolar dan relatif tertahan di kisaran level terendah dalam 2 tahun terakhir. Selain kondisi politik di Jerman dan Prancis yang masih menghadapi krisis, kondisi ekonomi juga tidak cukup baik dan malah cenderung menurun. Serta prospek akan pemangkasan suku bunga acuan lebih lanjut dari Bank Sentral Eropa (ECB) ditambah dengan kemungkinan tekanan setelah beberapa waktu lalu Trump mengungkit neraca perdagangan AS yang lebih banyak menguntungkan Uni Eropa dan meminta untuk menyeimbangkannya yang merupakan tantangan yang sulit bagi Uni Eropa. Sentimen negatif tersebut semakin membebani mata uang Euro. Tidak ada data penting pekan ini hanya PMI sektor manufaktur di Jerman.
Poundsterling juga sedikit menguat terhadap dolar, namun penguatannya juga tertahan karena volume perdagangan yang rendah di akhir tahun. Di antara mata uang negara G7, hanya GBP yang relatif bertahan terhadap penguatan mata uang dolar. Seiring dengan langkah moneter Bank Sentral Inggris (BOE) yang paling sedikit dalam menurunkan suku bunga acuannya dengan kondisi ekonomi yang juga lebih stabil jika kondisi Inggris dibandingkan dengan negara-negara lainnya. Kondisi ekonomi fiskal sebenarnya juga tidak jauh dari negara tetangganya yang berjuang untuk memenuhi keperluan anggarannya. Namun keunggulan di politik yang lebih stabil menjadi sentimen positif bagi GBP. Pekan ini juga tidak ada data penting hanya PMI di sektor manufaktur.
Desember cenderung identik dengan musim liburan sampai Januari sehingga ada kemungkinan permintaan minyak meningkat -> positif untuk minyak, setidaknya untuk Desember-Januari bisa dimanfaatkan
Israel serang Tentara Houthi yang berbasis di Yaman, menyerang bandara dan sumber tenaga listrik di Yaman, belum terlihat dampak terhadap pasokan minyak, tapi jika memanas, maka harga minyak potensi naik
Secara teknis area 65-67 merupakan support psikologis dan cukup dekat dengan harga saat ini (68/69) -> sejauh ini area 65-66 masih cukup kuat a. Penembusan di bawah 65 akan menekan lebih lanjut hingga support kisaran $60/62 terancam -> penurunan lebih lanjut, pertahankan SELL b. Jika tidak tembus di bawah 65, ada kemungkinan rebound -> switch to BUY, sebaiknya pasang SL di bawah 65 jika melakukan buy di zona 65-67!
Sementara area 71/72 sejauh ini menjadi resistance psikologis -> masih gagal tembus, sehingga cenderung negatif
Waspada zona support psikologis 60-63 dan resistance psikologis 72-73
Suggest : BUY on Dip Area : 69.40 – 69.60 Target : 1) 70.60 2) 71.60 SL : 68.40
Alternatif : Pertahankan/follow BUY jika tembus 70.60 Switch to SELL jika tembus 67.50
CHART TECHNICAL ANALYSIS DOW JONES
KETERANGAN
US Treasury Yield dan dolar AS kembali ditutup doji, indikasi dimulainya potensi penurunan/koreksi wave ABC pada daily chart keduanya-> positif sentimen untuk saham
Sektor teknologi dan layanan kesehatan bergerak stabil, mayoritas indeks bergerak naik meskipun sempat terlihat beberapa penurunan, tapi berhasil kembali ditutup naik -> positif untuk saham
Santa Claus Rally diperkirakan berlangsung sejak setelah Natal sampai beberapa hari pertama bulan Januari -> penurunan adalah kesempatan untuk kembali buy
Untuk memanfaatkan potensi Santa Claus Rally : Swing low = kesempatan cari buy lebih murah
Bullish kemungkinan tetap dominan selama geopolitik reda/tidak memanas, sekaligus peluang Santa Claus Rally tetap mendominasi
Secara teknis, bullish akan kembali kuat jika tembus 43740 -> pertahankan BUY jika konfirm
Pertahankan SELL jika tembus 43200 (short term correction expected)
Suggest : BUY on Dip Area : 43540 - 43560 Target : 1) 43660 2) 43760 SL : 43440
Alternatif : Follow/Pertahankan BUY jika tembus 43740 Switch to SELL jika tembus 43200
CHART TECHNICAL ANALYSIS S&P 500
KETERANGAN
US Treasury Yield dan dolar AS kembali ditutup doji, indikasi dimulainya potensi penurunan/koreksi wave ABC pada daily chart keduanya-> positif sentimen untuk saham
Sektor teknologi dan layanan kesehatan bergerak stabil, mayoritas indeks bergerak naik meskipun sempat terlihat beberapa penurunan, tapi berhasil kembali ditutup naik -> positif untuk saham
Santa Claus Rally diperkirakan berlangsung sejak setelah Natal sampai beberapa hari pertama bulan Januari -> penurunan adalah kesempatan untuk kembali buy
Untuk memanfaatkan potensi Santa Claus Rally : Swing low = kesempatan cari buy lebih murah
Bullish kemungkinan tetap dominan selama geopolitik reda/tidak memanas, sekaligus peluang Santa Claus Rally tetap mendominasi
Secara teknis, bullish akan kembali kuat jika tembus 6100 -> pertahankan BUY jika konfirm
Pertahankan SELL jika tembus 6000 (short term correction expected)
Suggest : BUY on Dip Area : 6040.00 – 6060.00 Target : 1) 6090.00 2) 6120.00 SL : 6010.00
Alternatif : Switch to SELL jika tembus 6000 Pertahankan/follow BUY jika tembus 6100
CHART TECHNICAL ANALYSIS NASDAQ
KETERANGAN
US Treasury Yield dan dolar AS kembali ditutup doji, indikasi dimulainya potensi penurunan/koreksi wave ABC pada daily chart keduanya-> positif sentimen untuk saham
Sektor teknologi dan layanan kesehatan bergerak stabil, mayoritas indeks bergerak naik meskipun sempat terlihat beberapa penurunan, tapi berhasil kembali ditutup naik -> positif untuk saham
Santa Claus Rally diperkirakan berlangsung sejak setelah Natal sampai beberapa hari pertama bulan Januari -> penurunan adalah kesempatan untuk kembali buy
Untuk memanfaatkan potensi Santa Claus Rally : Swing low = kesempatan cari buy lebih murah
Bullish kemungkinan tetap dominan selama geopolitik reda/tidak memanas, sekaligus peluang Santa Claus Rally tetap mendominasi
Secara teknis, bullish akan kembali kuat jika tembus 22100 -> pertahankan BUY jika konfirm
Pertahankan SELL jika tembus 21700 (short term correction expected)
Suggest : BUY on Dip Area : 21830.00 – 21850.00 Target : 1) 21950.00 2) 22050.00 SL : 21730.00
Alternatif : Pertahankan/Follow BUY jika tembus 22100 Switch to SELL jika tembus 21700
CHART TECHNICAL ANALYSIS NIKKEI
KETERANGAN
Indeks Nasdaq bergerak stabil, sedikit terkoreksi meskipun secara keseluruhan tetap naik -> Nikkei potensi searah dengan Nasdaq
Data CPI Tokyo dirilis 2.4% y/y vs ekspektasi 2.5%, tapi naik dibanding bulan sebelumnya 2.2%, cenderung mendukung untuk kenaikan suku bunga "gradual" dari BOJ di pertemuan berikutnya -> kemungkinan bisa menahan kenaikan indeks Nikkei jika BOJ menaikkan suku bunga di bulan Januari
Namun fokus investor saat ini adalah akhir tahun di mana rally Santa Claus mendukung untuk saham AS, dan memicu kenaikan di saham Asia
Bearish akan kembali lebih kuat jika secara teknis berhasil tembus 39330 -> switch to SELL
Sebaliknya, bullish akan dominan jika tembus 40000 -> pertahankan BUY
Suggest : BUY on Dip Area : 39720– 39740 Target : 1) 39840 2) 39940 SL : 39620
Alternatif : Follow/Pertahankan BUY jika tembus 40000 Switch to SELL jika tembus 39330 (Cek Keterangan!)
CHART TECHNICAL ANALYSIS HANG SENG
KETERANGAN
Candle 2 hari lalu ditutup bullish sehingga seacara teori cenderung naik -> positif untuk Hang Seng
Belum ada perubahan sentimen sejauh ini mengingat PBOC belum juga umumkan terkait RRR
Kabar positif datang tentang usaha pemerintah untuk tetap mendukung properti dan juga beberapa langkah stimulus untuk mendorong konsumsi domestik -> positif sentimen untuk Hang Seng
Waspada dengan zona 19300! Jika ditembus, maka pola cup & handle gagal, dan bearish berpotensi lanjut menguji 18960!-> switch to SELL jika tembus 19300
Medium term : bullish tetap terbuka karena pemerintah China targetkan pemulihan konsumsi domestik, PBOC juga tetap longgarkan kebijakan-> setiap penurunan adalah peluang untuk buy untuk strategi medium term
Bullish akan lebih kuat jika mampu tembus 20280-> pertahankan BUY
Tekanan bearish akan lebih dominan jika tembus 19800 -> switch to SELL
Suggest : BUY on Dip Area : 19900 - 19920 Target : 1) 20020 2) 20120 SL : 19800
Alternatif : Follow/Pertahankan BUY jika tembus 20280 Switch to SELL jika tembus 19800 Cup & Handle gagal jika tembus 19300!
Agrodana Futures adalah perusahaan Pialang berizin dan diawasi oleh Bappebti, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), dan merupakan anggota dari Bursa ICDX dan JFX dan Kliring House ICH dan KBI. Kami menerima klien Warga Negara Indonesia dan Asing yang memegang Kartu Izin Tinggal Terbatas di Indonesia kecuali warga negara Amerika Serikat, Kanada, Uni Eropa, Australia, Jepang, Iran dan Korea Utara. Transaksi ini memiliki leverage dan tingkat risiko yang tinggi terhadap modal, dan tidak selalu cocok untuk semua orang, pelajari dan pahami risikonya sebelum memulai transaksi.
Agrodana Futures adalah perusahaan Pialang berizin dan diawasi oleh Bappebti, Otoritas Jasa Keuangan dan Bank Indonesia, dan merupakan anggota dari Bursa ICDX dan JFX dan Kliring House ICH dan KBI. Kami menerima klien Warga Negara Indonesia dan Asing yang memegang Kartu Izin Tinggal Terbatas di Indonesia kecuali warga negara Amerika Serikat, Kanada, Uni Eropa, Australia, Jepang, Iran dan Korea Utara. Transaksi ini memiliki leverage dan tingkat risiko yang tinggi terhadap modal, dan tidak selalu cocok untuk semua orang, pelajari dan pahami risikonya sebelum memulai transaksi.