Desember cenderung identik dengan musim liburan sampai Januari sehingga ada kemungkinan permintaan minyak meningkat -> positif untuk minyak, setidaknya untuk Desember-Januari bisa dimanfaatkan
Oil bergerak lebih tinggi sejak hari Selasa dipicu oleh permintaan musiman untuk bahan bakar transportasi, fenomena tahunan saat memasuki puncak musim liburan -> positif untuk minyak
Secara teknis area 65-67 merupakan support psikologis dan cukup dekat dengan harga saat ini (68/69) -> sejauh ini area 65-66 masih cukup kuat a. Penembusan di bawah 65 akan menekan lebih lanjut hingga support kisaran $60/62 terancam -> penurunan lebih lanjut, pertahankan SELL b. Jika tidak tembus di bawah 65, ada kemungkinan rebound -> switch to BUY, sebaiknya pasang SL di bawah 65 jika melakukan buy di zona 65-67!
Sementara area 71/72 sejauh ini menjadi resistance psikologis -> masih gagal tembus, sehingga cenderung negatif
Waspada zona support psikologis 60-63 dan resistance psikologis 72-73
Suggest : BUY on Dip Area : 69.40 – 69.60 Target : 1) 70.60 2) 71.60 SL : 68.40
Alternatif : Pertahankan/follow BUY jika tembus 70.60 Switch to SELL jika tembus 67.50
CHART TECHNICAL ANALYSIS DOW JONES
KETERANGAN
US Treasury Yield dan dolar AS ditutup doji, biasanya indikasi adanya potensi penurunan/koreksi-> positif sentimen untuk saham
Indeks Saham AS berhasil naik jelang memasuki libur Natal, indikasi Santa Claus Rally kemungkinan sudah mulai muncul dan diharapkan berlanjut sampai beberapa hari pertama Januari 2025 -> positif untuk saham
Untuk memanfaatkan potensi Santa Claus Rally : Swing low = kesempatan cari buy lebih murah
Fokus data Initial Jobless Claims jam 20.30 WIB a. Act > Exp = Saham turun -> Switch to SELL b. Act < Exp = Saham naik -> Pertahankan BUY
Bullish kemungkinan tetap dominan selama geopolitik reda/tidak memanas, sekaligus peluang Santa Claus Rally mendominasi
Secara teknis, bullish akan kembali kuat jika tembus 43660 -> pertahankan BUY jika konfirm
Pertahankan SELL jika tembus 43200 (short term correction expected)
Suggest : BUY on Dip Area : 43540 - 43560 Target : 1) 43660 2) 43760 SL : 43440
Alternatif : Follow/Pertahankan BUY jika tembus 43660 Switch to SELL jika tembus 43200
CHART TECHNICAL ANALYSIS S&P 500
KETERANGAN
US Treasury Yield dan dolar AS ditutup doji, biasanya indikasi adanya potensi penurunan/koreksi-> positif sentimen untuk saham
Indeks Saham AS berhasil naik jelang memasuki libur Natal, indikasi Santa Claus Rally kemungkinan sudah mulai muncul dan diharapkan berlanjut sampai beberapa hari pertama Januari 2025 -> positif untuk saham
Untuk memanfaatkan potensi Santa Claus Rally : Swing low = kesempatan cari buy lebih murah
Fokus data Initial Jobless Claims jam 20.30 WIB a. Act > Exp = Saham turun -> Switch to SELL b. Act < Exp = Saham naik -> Pertahankan BUY
Bullish kemungkinan tetap dominan selama geopolitik reda/tidak memanas, sekaligus peluang Santa Claus Rally mendominasi
Secara teknis, bullish akan kembali kuat jika tembus 6100 -> pertahankan BUY jika konfirm
Pertahankan SELL jika tembus 6000 (short term correction expected)
Suggest : BUY on Dip Area : 6070.00 – 6090.00 Target : 1) 6120.00 2) 6150.00 SL : 6040.00
Alternatif : Switch to SELL jika tembus 6000 Pertahankan/follow BUY jika tembus 6100
CHART TECHNICAL ANALYSIS NASDAQ
KETERANGAN
US Treasury Yield dan dolar AS ditutup doji, biasanya indikasi adanya potensi penurunan/koreksi-> positif sentimen untuk saham
Indeks Saham AS berhasil naik jelang memasuki libur Natal, indikasi Santa Claus Rally kemungkinan sudah mulai muncul dan diharapkan berlanjut sampai beberapa hari pertama Januari 2025 -> positif untuk saham
Untuk memanfaatkan potensi Santa Claus Rally : Swing low = kesempatan cari buy lebih murah
Fokus data Initial Jobless Claims jam 20.30 WIB a. Act > Exp = Saham turun -> Switch to SELL b. Act < Exp = Saham naik -> Pertahankan BUY
Bullish kemungkinan tetap dominan selama geopolitik reda/tidak memanas, sekaligus peluang Santa Claus Rally mendominasi
Secara teknis, bullish akan kembali kuat jika tembus 22100 -> pertahankan BUY jika konfirm
Pertahankan SELL jika tembus 21700 (short term correction expected)
Suggest : BUY on Dip Area : 21930.00 – 21950.00 Target : 1) 22050.00 2) 22150.00 SL : 21830.00
Alternatif : Pertahankan/Follow BUY jika tembus 22100 Switch to SELL jika tembus 21700
CHART TECHNICAL ANALYSIS NIKKEI
KETERANGAN
Indeks Nasdaq ditutup naik jelang libur Natal, mengindikasikan Santa Claus Rally mulai menghampiri -> Nikkei potensi ikut naik
Pernyataan Gubernur BOJ Kazuo Ueda kemarin mengindikasikan akan tetap dalam jalur kenaikan suku bunga jika inflasi dan pertumbuhan ekonomi berjalan sesuai ekspektasi -> waspada hambatan untuk bullish
Fokus Jepang minggu ini tertuju ke inflasi Tokyo di hari Jumat, 27 Des 2024 untuk petunjuk tambahan apakah BOJ akan menaikkan suku bunga paling cepat di Januari
Bearish akan kembali lebih kuat jika secara teknis berhasil tembus 38900 -> switch to SELL
Sebaliknya, bullish akan dominan jika tembus 39360 -> pertahankan BUY
Suggest : BUY on Dip Area : 39200– 39220 Target : 1) 39320 2) 39320 SL : 39100
Alternatif : Follow/Pertahankan BUY jika tembus 39360 Switch to SELL jika tembus 38900 (Cek Keterangan!)
Desember cenderung identik dengan musim liburan sampai Januari sehingga ada kemungkinan permintaan minyak meningkat -> positif untuk minyak, setidaknya untuk Desember-Januari bisa dimanfaatkan
Rumor menyebut Yaman menyatakan perang terbuka pada AS, mempersiapkan senjata dan menargetkan Tel Aviv menjadi medan perang -> positif untuk minyak jika eskalasi meningkat
Secara teknis area 65-67 merupakan support psikologis dan cukup dekat dengan harga saat ini (68/69) -> sejauh ini area 65-66 masih cukup kuat a. Penembusan di bawah 65 akan menekan lebih lanjut hingga support kisaran $60/62 terancam -> penurunan lebih lanjut, pertahankan SELL b. Jika tidak tembus di bawah 65, ada kemungkinan rebound -> switch to BUY, sebaiknya pasang SL di bawah 65 jika melakukan buy di zona 65-67!
Sementara area 71/72 sejauh ini menjadi resistance psikologis -> masih gagal tembus, sehingga cenderung negatif
Waspada zona support psikologis 60-63 dan resistance psikologis 72-73
Suggest : BUY on Dip Area : 69.00 – 69.20 Target : 1) 70.20 2) 71.20 SL : 68.00
Alternatif : Pertahankan/follow BUY jika tembus 70.20 Switch to SELL jika tembus 67.50
CHART TECHNICAL ANALYSIS DOW JONES
KETERANGAN
US Treasury Yield dan dolar AS ditutup naik-> negatif sentimen untuk saham
Indeks Saham AS kembali rebound meskipun dolar dan imbal hasil Treasury naik, sentimen akhir Desember (Natal dan Tahun Baru) kemungkinan tetap kuat untuk peluang Santa Claus Rally -> positif untuk saham
Consumer Confidence melemah sehingga sempat menekan saham, tapi sentimen akhir tahun cukup kuat sehingga penurunan terbatas
Minggu ini relatif minim data ekonomi dengan operasional market cenderung terbatas di minggu ini sehingga bisa menjadi kesempatan untuk Santa Claus Rally muncul di minggu terakhir Desember sampai awal Januari -> setiap dip/correction adalah kesempatan BUY
Fokus data Durable Goods jam 20.30 WIB a. Act > Exp = Saham naik -> pertahankan BUY b. Act < Exp = Saham turun -> switch to SELL
Bullish kemungkinan kembali dominan selama geopolitik reda/tidak memanas dan resistance berhasil ditembus
Secara teknis, bullish akan kembali kuat jika tembus 43380 -> pertahankan BUY jika konfirm
Pertahankan SELL jika tembus 43070 (short term correction expected)
Suggest : BUY on Dip Area : 43280 - 43300 Target : 1) 43400 2) 43500 SL : 43180
Alternatif : Follow/Pertahankan BUY jika tembus 43380 Switch to SELL jika tembus 43070
CHART TECHNICAL ANALYSIS S&P 500
KETERANGAN
US Treasury Yield dan dolar AS ditutup naik-> negatif sentimen untuk saham
Indeks Saham AS kembali rebound meskipun dolar dan imbal hasil Treasury naik, sentimen akhir Desember (Natal dan Tahun Baru) kemungkinan tetap kuat untuk peluang Santa Claus Rally -> positif untuk saham
Consumer Confidence melemah sehingga sempat menekan saham, tapi sentimen akhir tahun cukup kuat sehingga penurunan terbatas
Minggu ini relatif minim data ekonomi dengan operasional market cenderung terbatas di minggu ini sehingga bisa menjadi kesempatan untuk Santa Claus Rally muncul di minggu terakhir Desember sampai awal Januari -> setiap dip/correction adalah kesempatan BUY
Fokus data Durable Goods jam 20.30 WIB a. Act > Exp = Saham naik -> pertahankan BUY b. Act < Exp = Saham turun -> switch to SELL
Bullish kemungkinan kembali dominan selama geopolitik reda/tidak memanas dan resistance berhasil ditembus
Secara teknis, bullish akan kembali kuat jika tembus 6100 -> pertahankan BUY jika konfirm
Pertahankan SELL jika tembus 5900 (short term correction expected)
Suggest : BUY on Dip Area : 6000.00 – 6020.00 Target : 1) 6050.00 2) 6080.00 SL : 5970.00
Alternatif : Switch to SELL jika tembus 5900 Pertahankan/follow BUY jika tembus 6100
CHART TECHNICAL ANALYSIS NASDAQ
KETERANGAN
US Treasury Yield dan dolar AS ditutup naik-> negatif sentimen untuk saham
Indeks Saham AS kembali rebound meskipun dolar dan imbal hasil Treasury naik, sentimen akhir Desember (Natal dan Tahun Baru) kemungkinan tetap kuat untuk peluang Santa Claus Rally -> positif untuk saham
Consumer Confidence melemah sehingga sempat menekan saham, tapi sentimen akhir tahun cukup kuat sehingga penurunan terbatas
Minggu ini relatif minim data ekonomi dengan operasional market cenderung terbatas di minggu ini sehingga bisa menjadi kesempatan untuk Santa Claus Rally muncul di minggu terakhir Desember sampai awal Januari -> setiap dip/correction adalah kesempatan BUY
Fokus data Durable Goods jam 20.30 WIB a. Act > Exp = Saham naik -> pertahankan BUY b. Act < Exp = Saham turun -> switch to SELL
Bullish kemungkinan kembali dominan selama geopolitik reda/tidak memanas dan resistance berhasil ditembus
Secara teknis, bullish akan kembali kuat jika tembus 21810 -> pertahankan BUY jika konfirm
Pertahankan SELL jika tembus 21300 (short term correction expected)
Suggest : BUY on Dip Area : 21670.00 – 21690.00 Target : 1) 21790.00 2) 21890.00 SL : 21570.00
Alternatif : Pertahankan/Follow BUY jika tembus 21810 Switch to SELL jika tembus 21300
CHART TECHNICAL ANALYSIS NIKKEI
KETERANGAN
Indeks Nasdaq berhasil rebound setelah sempat tertekan lebih dulu saat data ekonomi dirilis -> Nikkei ikut naik
BOJ Minutes menunjukkan mayoritas pejabat mendukung kenaikan gradual jika didukung oleh inflasi yang naik sesuai ekspektasi
Fokus Jepang minggu ini tertuju ke inflasi Tokyo di hari Jumat, 27 Des 2024 untuk petunjuk tambahan apakah BOJ akan menaikkan suku bunga paling cepat di Januari
Bearish akan kembali lebih kuat jika secara teknis berhasil tembus 38500 -> switch to SELL
Sebaliknya, bullish akan dominan jika tembus 39360 -> pertahankan BUY
Suggest : BUY on Dip Area : 39030– 39050 Target : 1) 39150 2) 39250 SL : 38930
Alternatif : Follow/Pertahankan BUY jika tembus 39360 Switch to SELL jika tembus 38500 (Cek Keterangan!)
CHART TECHNICAL ANALYSIS HANG SENG
KETERANGAN
Candle ditutup hanging man sehingga ada potensi penurunan, tapi bisa gagal jika berhasil tembus high kemarin 19959 -> cenderung turun
Hang Seng dibuka gap up karena Wall Street yang kembali naik
Belum ada perubahan sentimen sejauh ini mengingat PBOC belum juga umumkan terkait RRR
Waspada dengan zona 19300! Jika ditembus, maka pola cup & handle gagal, dan bearish berpotensi lanjut menguji 18960!-> switch to SELL jika tembus 19300
Medium term : bullish tetap terbuka karena pemerintah China targetkan pemulihan konsumsi domestik, PBOC juga tetap longgarkan kebijakan-> setiap penurunan adalah peluang untuk buy untuk strategi medium term
Bullish akan lebih kuat jika mampu tembus 20030-> pertahankan BUY
Tekanan bearish akan lebih dominan jika tembus 19300 -> switch to SELL
Suggest : BUY on Dip Area : 19830 - 19850 Target : 1) 19950 2) 20050 SL : 19730
Alternatif : Follow/Pertahankan BUY jika tembus 20030 Switch to SELL jika tembus 19440 Cup & Handle gagal jika tembus 19300!
Dolar mengalami rebound terhadap semua mata uang di tengah minimnya volume perdagangan menjelang libur Natal dan adanya keraguan akan langkah Fed mendatang setelah data inflasi di AS yang menurun. Selain itu pasar juga tidak lagi khawatir akan tutupnya sebagian pemerintahan AS setelah tercapainya kesepakatan tambahan anggaran oleh Kongres pada hari Sabtu lalu. Sementara itu data ekonomi menunjukkan Durable Goods Order mengalami penurunan -1.1% yang lebih rendah dari perkiraan turun -0.3% meski data periode sebelumnya direvisi membaik dari 0.2% menjadi 0.3%. Sedangkan data Core yang tidak menyertakan sektor transportasi juga menurun -0.1% yang lebih rendah dari perkiraan naik 0.3% meski data periode sebelumnya juga direvisi membaik dari 0.1% menjadi 0.2%. Data Kepercayaan Konsumen juga mengalami penurunan ke 104.7 yang lebih rendah dari perkiraan naik ke 112.9 dan data periode sebelumnya juga direvisi membaik dari 111.7 menjadi 112.8. Kepercayaan konsumen menurun setelah berakhirnya pemilu lalu yang menjanjikan perubahan berakhir dan menantikan kemungkinan terburuk yang akan terjadi dari perubahan yang akan datang. Pekan lalu Fed menurunkan proyeksi pengurangan suku bunga acuan dari sebelumnya 4x menjadi hanya 2x untuk tahun 2025 mendatang. Perubahan tersebut ditengarai disebabkan oleh data inflasi CPI yang cenderung naik lagi namun data PCE yang dirilis Jumat lalu menunjukkan indikasi inflasi justru menurun. Hal ini membuat sedikit keraguan diantara pelaku pasar akan proyeksi Fed tersebut. Bagaimanapun inflasi masih diatas target Fed 2% dan masih ada waktu cukup banyak yang memungkinkan bagi Fed untuk mengubah kembali proyeksi tersebut disesuaikan dengan data inflasi terbaru yang akan datang. Menurut CME's FedWatch Tool, pelaku pasar memperkirakan Fed hanya akan memangkas suku bunga acuan sebanyak 33 bps lebih rendah dari perkiraan 2x sebanyak 25 bps dan peluang pertama akan dilakukan pada pertemuan moneter di bulan Mei hanya sebanyak 50%. Terlebih dengan agenda ekonomi dari Presiden Trump yang baru akan dilantik pada Januari mendatang. Sehari lagi pasar keuangan akan tutup merayakan hari Natal dan sebagian pelaku sudah meninggalkan pasar untuk mempersiapkannya sehingga diperkirakan perdagangan akan sangat terbatas pekan ini. Data ekonomi juga tidak ada yang krusial.
Yen juga ikut terkoreksi selain karena penguatan mata uang dolar namun juga masih dengan menipisnya peluang Bank Sentral Jepang (BOJ) untuk menaikkan suku bunga acuan dalam waktu dekat ini. Gubernur BOJ - Kazuo Ueda dalam konferensi pers juga menurunkan ekspektasi akan menaikkan suku bunga acuan di bulan Januari mendatang. Kombinasi faktor ini membuat mata uang Yen menjadi kurang menarik. Satu-satunya peluang adalah kemungkinan otoritas keuangan Jepang melakukan intervensi jika Yen terus melemah mendekati level tertentu. Namun itu juga kemungkinannya sangat kecil dilakukan di akhir tahun seperti ini karena masih banyak ketidakpastian di tahun depan yang hanya sebentar lagi.
Euro juga terkoreksi terhadap dolar selain karena kondisi ekonomi yang kurang baik ditambah dengan ancaman dari Presiden Trump yang menilai neraca perdagangan dengan Uni Eropa tidak seimbang. Sementara itu Presiden Bank Sentral Eropa (ECB) - Christine Lagarde dalam interview mengatakan target inflasi jarak menengah di Uni Eropa sudah hampir tercapai. Ini diartikan bahwa suku bunga acuan dapat terus ditekan guna kembali memicu pertumbuhan ekonomi yang belum pulih saat ini. Hari ini sebagian besar negara di wilayah Uni Eropa sudah libur merayakan hari Natal sehingga selama 3 hari ke depan diperkirakan perdagangan akan sangat terbatas.
Poundsterling juga melemah karena penguatan mata uang dolar ditambah dengan data fundamental ekonomi yang menurun di Inggris. Data pertumbuhan ekonomi GDP kuartal 3 tahun ini dirilis 0%, lebih rendah dari perkiraan 0.1% dan data periode sebelumnya direvisi menurun tajam dari 0.5% menjadi hanya 0.1%. Data lain berupa investasi bisnis meningkat 1.9% yang lebih baik dari perkiraan naik hanya 1.2% dan data periode sebelumnya juga direvisi menurun dari 1.4% menjadi hanya 1.2%. Dari data yang sama diketahui tingkat kepercayaan bisnis turun hingga level terendah di tahun ini. Pekan lalu Bank Sentral Inggris (BOE) mempertahankan suku bunga acuannnya. Namun jumlah voter yang memilih untuk memangkas suku bunga acuan bertambah dari 1 orang menjadi 3 orang sehingga diperkirakan pada pertemuan selanjutnya peluang BOE untuk memangkas suku bunga acuan semakin besar. Hari ini Inggris masih buka normal seperti biasa dan tidak ada data ekonomi yang akan dirilis.
Cek info lain di:
https://agrodana-futures.com/
https://t.me/AGROdanaOFFICIAL
https://instagram.com/agrodanafuturesofficial
https://www.youtube.com/c/agrodanafuturesofficial
CHART TECHNICAL ANALYSIS CRUDE OIL
KETERANGAN
Desember cenderung identik dengan musim liburan sampai Januari sehingga ada kemungkinan permintaan minyak meningkat -> positif untuk minyak, setidaknya untuk Desember-Januari bisa dimanfaatkan
Kekhawatiran pertumbuhan sedikit berkurang setelah data PCE AS dirilis di bawah ekspektasi, menunjukkan pendinginan inflasi tetap berjalan -> positif untuk Minyak mentah
Secara teknis area 65-67 merupakan support psikologis dan cukup dekat dengan harga saat ini (68/69) -> sejauh ini area 65-66 masih cukup kuat a. Penembusan di bawah 65 akan menekan lebih lanjut hingga support kisaran $60/62 terancam -> penurunan lebih lanjut, pertahankan SELL b. Jika tidak tembus di bawah 65, ada kemungkinan rebound -> switch to BUY, sebaiknya pasang SL di bawah 65 jika melakukan buy di zona 65-67!
Sementara area 71/72 sejauh ini menjadi resistance psikologis -> masih gagal tembus, sehingga cenderung negatif
Waspada zona support psikologis 60-63 dan resistance psikologis 72-73
Suggest : BUY on Dip Area : 68.60 – 68.80 Target : 1) 69.80 2) 70.80 SL : 67.60
Alternatif : Pertahankan/follow BUY jika tembus 70.20 Switch to SELL jika tembus 67.50
CHART TECHNICAL ANALYSIS DOW JONES
KETERANGAN
US Treasury Yield dan dolar AS ditutup turun-> positif sentimen untuk saham
Indeks Saham AS ditutup rebound setelah data PCE AS dirilis lebih rendah dari ekspektasi, menunjukkan proses pendinginan yang masih berjalan -> positif untuk saham
Data PCE yang lebih rendah meredam kekhawatiran kenaikan suku bunga Fed tahun depan sehingga ekspektasi penurunan suku bunga Fed masih bisa berlanjut
Minggu ini relatif minim data ekonomi dengan operasional market cenderung terbatas di minggu ini sehingga bisa menjadi kesempatan untuk Santa Claus Rally muncul di minggu terakhir Desember sampai awal Januari -> setiap dip/correction adalah kesempatan BUY
Fokus data CB Consumer Confidence jam 22.00 WIB a. Act > Exp = Saham naik -> pertahankan BUY b. Act < Exp = Saham turun -> switch to SELL
Bullish kemungkinan kembali dominan selama geopolitik reda/tidak memanas dan resistance berhasil ditembus
Secara teknis, bullish akan kembali kuat jika tembus 43530 -> pertahankan BUY jika konfirm
Pertahankan SELL jika tembus 43070 (short term correction expected)
Suggest : BUY on Dip Area : 43250 - 43270 Target : 1) 43370 2) 43470 SL : 43150
Alternatif : Follow/Pertahankan BUY jika tembus 43530 Switch to SELL jika tembus 43070
CHART TECHNICAL ANALYSIS S&P 500
KETERANGAN
US Treasury Yield dan dolar AS ditutup turun-> positif sentimen untuk saham
Indeks Saham AS ditutup rebound setelah data PCE AS dirilis lebih rendah dari ekspektasi, menunjukkan proses pendinginan yang masih berjalan -> positif untuk saham
Data PCE yang lebih rendah meredam kekhawatiran kenaikan suku bunga Fed tahun depan sehingga ekspektasi penurunan suku bunga Fed masih bisa berlanjut
Minggu ini relatif minim data ekonomi dengan operasional market cenderung terbatas di minggu ini sehingga bisa menjadi kesempatan untuk Santa Claus Rally muncul di minggu terakhir Desember sampai awal Januari -> setiap dip/correction adalah kesempatan BUY
Fokus data CB Consumer Confidence jam 22.00 WIB a. Act > Exp = Saham naik -> pertahankan BUY b. Act < Exp = Saham turun -> switch to SELL
Bullish kemungkinan kembali dominan selama geopolitik reda/tidak memanas dan resistance berhasil ditembus
Secara teknis, bullish akan kembali kuat jika tembus 6100 -> pertahankan BUY jika konfirm
Pertahankan SELL jika tembus 5900 (short term correction expected)
Suggest : BUY on Dip Area : 5980.00 – 6000.00 Target : 1) 6030.00 2) 6060.00 SL : 5950.00
Alternatif : Switch to SELL jika tembus 5900 Pertahankan/follow BUY jika tembus 6100
CHART TECHNICAL ANALYSIS NASDAQ
KETERANGAN
US Treasury Yield dan dolar AS ditutup turun-> positif sentimen untuk saham
Indeks Saham AS ditutup rebound setelah data PCE AS dirilis lebih rendah dari ekspektasi, menunjukkan proses pendinginan yang masih berjalan -> positif untuk saham
Data PCE yang lebih rendah meredam kekhawatiran kenaikan suku bunga Fed tahun depan sehingga ekspektasi penurunan suku bunga Fed masih bisa berlanjut
Minggu ini relatif minim data ekonomi dengan operasional market cenderung terbatas di minggu ini sehingga bisa menjadi kesempatan untuk Santa Claus Rally muncul di minggu terakhir Desember sampai awal Januari -> setiap dip/correction adalah kesempatan BUY
Fokus data CB Consumer Confidence jam 22.00 WIB a. Act > Exp = Saham naik -> pertahankan BUY b. Act < Exp = Saham turun -> switch to SELL
Bullish kemungkinan kembali dominan selama geopolitik reda/tidak memanas dan resistance berhasil ditembus
Secara teknis, bullish akan kembali kuat jika tembus 21700 -> pertahankan BUY jika konfirm
Pertahankan SELL jika tembus 21300 (short term correction expected)
Suggest : BUY on Dip Area : 21580.00 – 21600.00 Target : 1) 21700.00 2) 21800.00 SL : 21480.00
Alternatif : Pertahankan/Follow BUY jika tembus 21700 Switch to SELL jika tembus 21300
CHART TECHNICAL ANALYSIS NIKKEI
KETERANGAN
Indeks Nasdaq berhasil rebound di hari Jumat pasca data PCE yang lebih rendah dari perkiraan -> Nikkei ikut naik
Kenaikan NIKKEI lebih utama didukung karena keputusan BOJ mempertahankan suku bunga -> positif untuk NIKKEI
Fokus Jepang minggu ini tertuju ke inflasi Tokyo di hari Jumat, 27 Des 2024 untuk petunjuk tambahan apakah BOJ akan menaikkan suku bunga paling cepat di Januari
Bearish akan kembali lebih kuat jika secara teknis berhasil tembus 38500 -> switch to SELL
Sebaliknya, bullish akan dominan jika tembus 39130 -> pertahankan BUY
Suggest : BUY on Dip Area : 38900– 38920 Target : 1) 39020 2) 39120 SL : 38800
Alternatif : Follow/Pertahankan BUY jika tembus 39130 Switch to SELL jika tembus 38500 (Cek Keterangan!)
CHART TECHNICAL ANALYSIS HANG SENG
KETERANGAN
Candle ditutup inverted hammer sehingga cenderung bullish
Hang Seng dibuka gap up karena Wall Street yang kembali naik
Belum ada pengumuman terkait RRR dari PBOC sehingga market masih dibayangi tekanan jika tidak ada pelonggaran moneter tambahan dari PBOC
Di sisi lain, minggu ini juga menjadi kesempatan terakhir bagi Hang Seng untuk menunjukkan apakah cenderung rally akhir tahun atau tidak
Optimisme pasar terhadap stimulus fiskal kemungkinan baru tumbuh di 2025 (Januari atau Maret)
Waspada dengan zona 19300! Jika ditembus, maka pola cup & handle gagal, dan bearish berpotensi lanjut menguji 18960!-> switch to SELL jika tembus 19300
Medium term : bullish tetap terbuka karena pemerintah China targetkan pemulihan konsumsi domestik, PBOC juga tetap longgarkan kebijakan-> setiap penurunan adalah peluang untuk buy untuk strategi medium term
Bullish akan lebih kuat jika mampu tembus 20000-> pertahankan BUY
Tekanan bearish akan lebih dominan jika tembus 19440 -> switch to SELL
Suggest : BUY on Dip Area : 19780 - 19800 Target : 1) 19900 2) 20000 SL : 19680
Alternatif : Follow/Pertahankan BUY jika tembus 20000 Switch to SELL jika tembus 19440 Cup & Handle gagal jika tembus 19300!
Dolar berlanjut terkoreksi terhadap mata uang lain setelah menyentuh level tertinggi dalam 2 tahun terakhir. Pekan lalu Fed memangkas suku bunga acuan sebanyak 25 bps sesuai perkiraan namun mengurangi peluang untuk melanjutkan pemangkasan berikutnya dari 4 kali menjadi hanya 2 kali melalui proyeksi dot plot-nya. Langkah ini diambil mengingat tekanan inflasi yang belakangan ini kembali cenderung meningkat. Sementara data Personal Consumption Expenditure (PCE) yang dirilis pada hari Jumat lalu menunjukkan tekanan inflasi mengalami penurunan menjadi 0.1% yang lebih rendah dari perkiraan sama seperti periode sebelumnya 0.2%. Sedangkan data Core PCE justru menurun dari 0.3% menjadi 0.1% yang lebih rendah dari perkiraan turun 0.2%. Dan jika dibandingkan dengan data yang sama setahun sebelumnya PCE mengalami kenaikan dari 2.3% menjadi 2.4% yang lebih rendah dari perkiraan naik hingga 2.5% serta data Core PCE relatif stagnan sama seperti periode sebelumnya 2.8% yang juga lebih rendah dari perkiraan sedikit naik 2.9%. Data-data ini berlawanan dengan proyeksi Fed yang membuat pasar merujuk pada agenda ekonomi Presiden Trump nanti yang beresiko berdampak pada kenaikan inflasi. Turunnya mata uang dolar sebenarnya normal mengingat beberapa waktu sebelum FOMC sudah menguat cukup lama sehingga lonjakan paska FOMC digunakan sebagai momen untuk profit taking. Selain itu juga dipicu oleh kemungkinan pemerintah AS menutup sebagian kegiatannya jika Kongres AS tidak meloloskan penambahan anggaran hingga hari Jumat ini. Sebelumnya penambahan anggaran tertolak di DPR AS hari Kamis pekan lalu. Pekan ini pasar akan terbatas dengan tutupnya sebagian besar pusat keuangan dunia karena merayakan Natal dan Tahun Baru di pekan depan. Yang artinya peluang dolar untuk rebound juga akan tertahan sehingga pelemahan dolar masih lebih dominan. Pekan ini sebelum libur di hari Rabu akan dirilis data Chicago PMI dan Kepercayaan Konsumen malam ini serta data Durable Goods Order esok hari.
Yen bergerak menguat seiring dengan koreksi mata uang dolar setelah pertemuan moneter Bank Sentral Jepang (BOJ) pekan lalu yang mempertahankan suku bunga acuannya sesuai perkiraan. Spekulasi sebelumnya perkiraan langkah BOJ adalah menaikkan suku bunga acuannya seiring dengan laju inflasi yang terus naik. Namun kondisi ekonomi global yang masih beresiko tinggi serta akan adanya kemungkinan perubahan struktur upah di Jepang membuat BOJ menunda kenaikan suku bunga pada pertemuan kemarin. Komentar dari Gubernur BOJ - Kazuo Ueda dalam konferensi pers juga sedikit mengecewakan pasar. Alih-alih memberikan petunjuk untuk langkah yang akan diambil pada pertemuan moneter berikutnya, Ueda mengatakan BOJ perlu lebih banyak lagi waktu dan data ekonomi untuk mengambil keputusan berikutnya dan juga antispasi dari implikasi agenda pemerintahan AS yang baru. Sehingga tidak ada kepastian akan langkah BOJ berikutnya dalam pertemuan moneter di bulan Januari nanti.
Euro juga menguat terhadap dolar dan juga terangkat oleh penguatan terhadap mata uang GBP yang gagal memanfaatkan momentum pertemuan moneter Bank Sentral Inggris (BOE) pekan lalu yang menetapkan untuk mempertahankan suku bunga acuannya. Selain itu sejumlah negara tetangga terdekat Uni Eropa juga mengumumkan hasil pertemuan moneter yang bervariasi. Bank Sentral Swedia (Riksbank) mempertahankan suku bunga acuan untuk saat ini. Sementara Bank Sentral Norwegia (Norges Bank) sesuai perkiraan memangkas suku bunga acuannya sebanyak 25 bps kemarin menyusul langkah Bank Sentral Eropa (ECB) pekan lalu. Data ekonomi juga cukup positif dengan Kepercayaan Konsumen di Jerman dari GfK meningkat dari -23.1 menjadi -21.3 yang lebih baik dari perkiraan hanya naik -22.5. Sedangkan Bisnis Sentimen di Prancis masih stagnan 97 sama seperti periode sebelumnya yang lebih dari perkiraan menurun 96. Ini merupakan data bulan lalu dimana kisruh politik di Prancis belum memuncak sehingga kondisi ekonomi masih kondusif.
Poundsterling relatif tertahan meski dolar cenderung melemah hari Jumat lalu dan juga tekanan dari mata uang Euro. Pekan lalu, Bank Sentral Inggris (BOE) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuannya sesuai perkiraan. Hasil voting anggota MPC menunjukkan adanya 3 orang pejabat BOE yang memilih untuk memangkas suku bunga acuan dari 9 anggota seluruhnya yang cukup mengejutkan karena sebelumnya diperkirakan hanya ada 1 orang yang melakukannya. Dengan demikian ekspektasi akan langkah BOE pada pertemuan moneter berikutnya akan memangkas suku bunga acuan menjadi lebih besar peluangnya. Hal ini juga didukung oleh komentar dari Gubernur BOE - Andrew Bailey yang mengatakan ekspektasi pasar tersebut cukup beralasan untuk dilaksanakan pada pertemuan moneter berikutnya di bulan Februari mendatang, namun BOE tidak serta merta memastikan lebih rinci perihal kebijakan moneter sepanjang tahun 2025 mendatang.
Desember cenderung identik dengan musim liburan sampai Januari sehingga ada kemungkinan permintaan minyak meningkat -> positif untuk minyak, setidaknya untuk Desember-Januari bisa dimanfaatkan
Kekhawatiran pertumbuhan menekan permintaan setelah pengumuman Fed berlanjut menekan minyak -> negatif untuk Minyak mentah
Waspada dan cermati perkembangan geopolitik di sekitar Rusia-Ukraina! Jika memanas, bisa mendukung untuk rebound
Secara teknis area 65-67 merupakan support psikologis dan cukup dekat dengan harga saat ini (68/69) -> sejauh ini area 65-66 masih cukup kuat a. Penembusan di bawah 65 akan menekan lebih lanjut hingga support kisaran $60/62 terancam -> penurunan lebih lanjut, pertahankan SELL b. Jika tidak tembus di bawah 65, ada kemungkinan rebound -> switch to BUY, sebaiknya pasang SL di bawah 65 jika melakukan buy di zona 65-67!
Sementara area 71/72 sejauh ini menjadi resistance psikologis -> masih gagal tembus, sehingga cenderung negatif
Waspada zona support psikologis 60-63 dan resistance psikologis 72-73
Suggest : SELL on Rally Area : 69.40 – 69.60 Target : 1) 68.40 2) 67.40 SL : 70.60
Alternatif : Pertahankan/follow SELL jika tembus 68.50 Switch to BUY jika tembus 71.00
CHART TECHNICAL ANALYSIS DOW JONES
KETERANGAN
US Treasury Yield dan dolar AS kembali naik-> negatif sentimen untuk saham
Dow Jones turun, meskipun berhasil menghentikan penurunan beruntun dalam 10 hari terakhir, tapi kondisi bullish belum pulih sepenuhnya, juga untuk Nasdaq dan S&P500
Data GDP AS dirilis lebih baik dari ekspektasi 3.1% vs 2.8% -> seharusnya positif untuk ekonomi, berarti mendukung saham naik, tapi kenaikan terbebani penguatan dolar
Klaim pengangguran mingguan menunjukkan penurunan, 220K vs ekspektasi 230K, dan turun dibanding minggu sebelumnya 242K -> positif untuk saham
Santa Claus Rally kemungkinan tetap berpeluang meskipun diperkirakan hanya akan berjalan di minggu terakhir Desember sampai minggu pertama Januari -> cari buy on dip saat terjadi koreksi berikutnya (kemungkinan menutup gap atau tergantung data)
Fokus data PCE jam 20.30 WIB a. Act > Exp = Saham naik -> switch to BUY b. Act < Exp = Saham turun -> pertahankan SELL
Waspada hari ini mungkin saja swing low terakhir sebelum memasuki peluang terakhir dari munculnya Santa Claus Rally di minggu terakhir Desember (mulai minggu depan), sehingga bottom setelah PCE bisa saja menjadi incaran buy on dip
Bullish kemungkinan kembali dominan selama geopolitik reda/tidak memanas dan resistance berhasil ditembus
Secara teknis, bullish akan kembali kuat jika tembus 43150 -> switch to BUY jika konfirm
Pertahankan SELL jika tembus 42550 (short term correction expected)
Suggest : SELL on Rally Area : 42700 - 42720 Target : 1) 42600 2) 42500 SL : 42820
Alternatif : Follow/Pertahankan SELL jika tembus 42550 Switch to BUY jika tembus 43150
CHART TECHNICAL ANALYSIS S&P 500
KETERANGAN
US Treasury Yield dan dolar AS kembali naik-> negatif sentimen untuk saham
Dow Jones turun, meskipun berhasil menghentikan penurunan beruntun dalam 10 hari terakhir, tapi kondisi bullish belum pulih sepenuhnya, juga untuk Nasdaq dan S&P500
Data GDP AS dirilis lebih baik dari ekspektasi 3.1% vs 2.8% -> seharusnya positif untuk ekonomi, berarti mendukung saham naik, tapi kenaikan terbebani penguatan dolar
Klaim pengangguran mingguan menunjukkan penurunan, 220K vs ekspektasi 230K, dan turun dibanding minggu sebelumnya 242K -> positif untuk saham
Santa Claus Rally kemungkinan tetap berpeluang meskipun diperkirakan hanya akan berjalan di minggu terakhir Desember sampai minggu pertama Januari -> cari buy on dip saat terjadi koreksi berikutnya (kemungkinan menutup gap atau tergantung data)
Fokus data PCE jam 20.30 WIB a. Act > Exp = Saham naik -> switch to BUY b. Act < Exp = Saham turun -> pertahankan SELL
Waspada hari ini mungkin saja swing low terakhir sebelum memasuki peluang terakhir dari munculnya Santa Claus Rally di minggu terakhir Desember (mulai minggu depan), sehingga bottom setelah PCE bisa saja menjadi incaran buy on dip
Bullish kemungkinan kembali dominan selama geopolitik reda/tidak memanas dan resistance berhasil ditembus
Secara teknis, bullish akan kembali kuat jika tembus 6000 -> switch to BUY jika konfirm
Pertahankan SELL jika tembus 5900 (short term correction expected)
Suggest : SELL on Rally Area : 5930.00 – 5950.00 Target : 1) 5900.00 2) 5870.00 SL : 5980.00
Alternatif : Switch to BUY jika tembus 6000 Pertahankan/follow SELL jika tembus 5900
CHART TECHNICAL ANALYSIS NASDAQ
KETERANGAN
US Treasury Yield dan dolar AS kembali naik-> negatif sentimen untuk saham
Dow Jones turun, meskipun berhasil menghentikan penurunan beruntun dalam 10 hari terakhir, tapi kondisi bullish belum pulih sepenuhnya, juga untuk Nasdaq dan S&P500
Data GDP AS dirilis lebih baik dari ekspektasi 3.1% vs 2.8% -> seharusnya positif untuk ekonomi, berarti mendukung saham naik, tapi kenaikan terbebani penguatan dolar
Klaim pengangguran mingguan menunjukkan penurunan, 220K vs ekspektasi 230K, dan turun dibanding minggu sebelumnya 242K -> positif untuk saham
Santa Claus Rally kemungkinan tetap berpeluang meskipun diperkirakan hanya akan berjalan di minggu terakhir Desember sampai minggu pertama Januari -> cari buy on dip saat terjadi koreksi berikutnya (kemungkinan menutup gap atau tergantung data)
Fokus data PCE jam 20.30 WIB a. Act > Exp = Saham naik -> switch to BUY b. Act < Exp = Saham turun -> pertahankan SELL
Waspada hari ini mungkin saja swing low terakhir sebelum memasuki peluang terakhir dari munculnya Santa Claus Rally di minggu terakhir Desember (mulai minggu depan), sehingga bottom setelah PCE bisa saja menjadi incaran buy on dip
Bullish kemungkinan kembali dominan selama geopolitik reda/tidak memanas dan resistance berhasil ditembus
Secara teknis, bullish akan kembali kuat jika tembus 21500 -> switch to BUY jika konfirm
Pertahankan SELL jika tembus 21200 (short term correction expected)
Suggest : SELL on Rally Area : 21350.00 – 21370.00 Target : 1) 21250.00 2) 21150.00 SL : 21470.00
Alternatif : Pertahankan/Follow SELL jika tembus 21200 Switch to BUY jika tembus 21500
CHART TECHNICAL ANALYSIS NIKKEI
KETERANGAN
Indeks Nasdaq kembali turun -> Nikkei kembali dibuka gap down mengikuti penurunan Wall Street
BOJ menahan suku bunga di 0.25% sesuai ekspektasi dan pernyataan Ueda belum memberikan indikasi untuk potensi kenaikan suku bunga dalam waktu dekat -> positif untuk Saham
Secara umum tren bullish karena keputusan BOJ mendukung kenaikan, penurunan dibayangi oleh turunnya Nasdaq AS atau indeks saham AS secara keseluruhan sehingga-> cenderung naik, meskipun terbatas
Bearish akan kembali lebih kuat jika secara teknis berhasil tembus 38500 -> switch to SELL
Sebaliknya, bullish akan dominan jika tembus 38800 -> pertahankan BUY
Suggest : BUY on Dip Area : 38680– 38700 Target : 1) 38800 2) 38900 SL : 38580
Alternatif :
Follow/Pertahankan BUY jika tembus 38800
Switch to SELL jika tembus 38500
(Cek Keterangan!)
CHART TECHNICAL ANALYSIS HANG SENG
KETERANGAN
Candle ditutup shooting stars sehingga cenderung bearish
Hang Seng dibuka gap down karena Wall Street yang kembali ditutup turun
PBOC pertahankan suku bunga LPR, investor tunggu janji pemangkasan RRR di bulan Desember -> jika ya, maka Hang Seng bullish..jika tidak ada, maka Hang Seng berpotensi kembali turun
Waspada dengan zona 19300! Jika ditembus, maka pola cup & handle gagal, dan bearish berpotensi lanjut menguji 18960!-> switch to SELL jika tembus 19300
Medium term : bullish tetap terbuka karena pemerintah China targetkan pemulihan konsumsi domestik, PBOC juga tetap longgarkan kebijakan-> setiap penurunan adalah peluang untuk buy untuk strategi medium term
Bullish akan lebih kuat jika mampu tembus 19830-> pertahankan BUY
Tekanan bearish akan lebih dominan jika tembus 19380 -> switch to SELL
Suggest : BUY on Dip Area : 19630 - 19650 Target : 1) 19750 2) 19850 SL : 19530
Alternatif : Follow/Pertahankan BUY jika tembus 19830 Switch to SELL jika tembus 19380 Cup & Handle gagal jika tembus 19300!
Agrodana Futures adalah perusahaan Pialang berizin dan diawasi oleh Bappebti, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), dan merupakan anggota dari Bursa ICDX dan JFX dan Kliring House ICH dan KBI. Kami menerima klien Warga Negara Indonesia dan Asing yang memegang Kartu Izin Tinggal Terbatas di Indonesia kecuali warga negara Amerika Serikat, Kanada, Uni Eropa, Australia, Jepang, Iran dan Korea Utara. Transaksi ini memiliki leverage dan tingkat risiko yang tinggi terhadap modal, dan tidak selalu cocok untuk semua orang, pelajari dan pahami risikonya sebelum memulai transaksi.
Agrodana Futures adalah perusahaan Pialang berizin dan diawasi oleh Bappebti, Otoritas Jasa Keuangan dan Bank Indonesia, dan merupakan anggota dari Bursa ICDX dan JFX dan Kliring House ICH dan KBI. Kami menerima klien Warga Negara Indonesia dan Asing yang memegang Kartu Izin Tinggal Terbatas di Indonesia kecuali warga negara Amerika Serikat, Kanada, Uni Eropa, Australia, Jepang, Iran dan Korea Utara. Transaksi ini memiliki leverage dan tingkat risiko yang tinggi terhadap modal, dan tidak selalu cocok untuk semua orang, pelajari dan pahami risikonya sebelum memulai transaksi.