Dolar kembali cenderung menguat terhadap mata uang lainnya seiring dengan sentimen negatif di luar AS meskipun data ekonomi domestik relatif menurun. Data terisinya lapangan kerja swasta dari ADP mengalami penurunan menjadi hanya 146K yang lebih rendah dari perkiraan 150K dan data periode sebelumnya juga direvisi menurun dari 233K menjadi hanya 184K. Sementara data PMI di sektor jasa dari ISM juga mengalami penurunan dari rekor tertinggi sebelumnya sejak Agustus 2022 yang lalu yaitu 56.0 turun drastis menjadi 52.1 yang jauh di bawah perkiraan hanya turun 55.5. Komponen tenaga kerja dari data PMI juga mengalami penurunan menjadi 51.5 dari periode sebelumnya 53.0. Sebelumnya data dari JOLTS juga menunjukkan aktifitas di sektor tenaga kerja memberikan sinyal mulai menurun. Sehingga ekspektasi akan langkah Fed untuk kembali menurunkan suku bunga acuan pada pertemuan moneter pekan depan semakin meningkat. Gubernur Fed St. Louis - Alberto Musalem semalam mengharapkan Fed akan kembali memangkas suku bunga acuan meski masih terbuka untuk opsi lain. Musalem belum menjadi anggota voting pertemuan moneter FOMC kali ini dan baru akan aktif pada tahun 2025 nanti. Sementara Ketua Fed - Jerome Powell semalam juga memberikan sinyal Fed akan kembali memangkas suku bunga acuan dan menyambut baik penunjukkan Scott Bessent sebagai Menteri Keuangan yang akan datang. Powell menyebutkan tingkat pengangguran yang cukup rendah dan inflasi juga cenderung menurun menuju target Fed serta kondisi ekonomi masih kondusif sehingga tidak ada alasan Fed untuk tidak melanjutkan pelonggaran kebijakan moneter. Jalan menuju suku bunga yang netral masih cukup panjang dan resiko ekonomi melemah semakin berkurang. Peluang akan langkah Fed memangkas lagi suku bunga acuan pada 2 pekan mendatang semakin meningkat dari sebelumnya 73% menjadi 78% dan peluang untuk mempertahankan semakin menurun dari 27% menjadi hanya 22% menurut CME FedWatch Tool. Hari ini akan dirilis data di sektor tenaga kerja lain berupa laporan mingguan Jobless Claim dan esok hari baru akan dirilis data penting yaitu Non-Farm Payroll (NFP).
Yen melemah terhadap dolar dengan tersebarnya laporan dari media yang meragukan ekspektasi pasar akan langkah moneter yang akan diambil oleh Bank Sentral Jepang (BOJ) untuk menaikkan suku bunga acuan di bulan ini. BOJ diperkirakan baru akan menaikkan suku bunga acuan pada Januari mendatang guna memastikan data inflasi benar-benar naik setelah kenaikan data inflasi bulan lalu. Serta akan memantau dampak ekonomi dari stimulus pemerintah Jepang sebanyak $141 miliar yang dirilis bulan lalu. Sementara itu di Korea Selatan, President Yoon Suk Yeol menghadapi permakzulan setelah sebelumnya secara tidak terduga mengumumkan darurat militer meski beberapa jam kemudian mencabut deklarasi tersebut.
Euro melemah tajam terhadap dolar seiring dengan goncangan politik di Prancis. Mosi tidak percaya akan kepemimpinan Perdana Menteri - Michel Barnier paska mengajukan rencana kenaikan pajak dan pemotongan anggaran guna menutup defisit anggaran pemerintah Prancis. Rencana tersebut mendapat tentangan dari Parlemen baik partai oposisi maupun partai pendukungnya dengan mayoritas 331 suara. Barnier diminta untuk segera menyerahkan surat pengunduran diri dan memaksa Presiden - Emmanuel Macron untuk menunjuk perdana menteri baru. Hal ini menimbulkan ketidakstabilan politik di negara terbesar kedua di wilayah Uni Eropa ini. Sementara itu Presiden Bank Sentral Eropa (ECB) - Christine Lagarde dalam dengar pendapat dengan parlemen kemarin mengatakan masih akan melanjutkan pemangkasan suku bunga acuan, namun tidak menyebutkan seberapa laju akan diturunkan. ECB diperkirakan akan menurunkan suku bunga acuan pada pertemuan moneter pekan depan untuk ke-empat kalinya di tahun ini sebanyak 25 bps.
Poundsterling bergerak menguat terhadap dolar dan terangkat oleh cross rate terhadap Euro seiring dengan kondisi politik di Uni Eropa yang tidak stabil. Ekonomi di Inggris sendiri relatif lebih stabil dan lebih baik dibandingkan wilayah tetangganya itu. Tidak seperti Bank Sentral Eropa (ECB) yang sepertinya diharuskan memangkas suku bunga acuan pada pertemuan moneternya, Bank Sentral Inggris (BOE) relatif hanya diharapkan akan memangkas suku bunga acuannya lebih moderat dan bahkan ada peluang akan tetap mempertahankan jika memang kondisi memungkinkan.
Selama ketegangan geopolitik reda, maka market fokus ke tingkat permintaan
Desember cenderung identik dengan musim liburan sampai Januari sehingga ada kemungkinan permintaan minyak meningkat -> positif untuk minyak, setidaknya untuk Desember-Januari bisa dimanfaatkan
Data inventori versi EIA menunjukkan pasokan yang berkurang banyak menandakan konsumsi/permintaan minyak meningkat -> positif untuk minyak
OPEC+ meeting hari ini. rumor menyebut sepakat untuk extend pemangkasan produksi sampai Q1-2025, beberapa rumor menyebut juga tentang rencana extend 6 bulan (sampai Q2-2025), tapi terdapat perbedaan pendapat karena dianggap tidak efektif jika extend 6 bulan
Fokus OPEC+ meeting a. Extend cut sampai Q1 2025 = Oil naik -> pertahankan BUY b. Extend cut sampai Q2-2025 = Oil turun -> switch to SELL
Secara teknis area 65-67 merupakan support psikologis dan cukup dekat dengan harga saat ini (68/69) -> sejauh ini area 65-66 masih cukup kuat a. Penembusan di bawah 65 akan menekan lebih lanjut hingga support kisaran $60/62 terancam -> penurunan lebih lanjut, switch to SELL b. Jika tidak tembus di bawah 65, ada kemungkinan rebound -> switch to BUY, sebaiknya pasang SL di bawah 65 jika melakukan buy di zona 65-67!
Sementara area 71/72 sejauh ini menjadi resistance psikologis. -> masih gagal tembus, sehingga cenderung negatif
Waspada zona support psikologis 60-63 dan resistance psikologis 72-73
Suggest : BUY on Dip Area : 68.20 – 68.40 Target : 1) 69.40 2) 70.40 SL : 67.20
Alternatif : Pertahankan/follow BUY jika tembus 69.30 Switch to SELL jika tembus 67.00
CHART TECHNICAL ANALYSIS DOW JONES
KETERANGAN
US Treasury Yield ditutup turun, dan Dolar kembali melemah -> positif sentimen untuk saham
Ekspektasi penurunan suku bunga Fed bulan Desember mendukung untuk rally akhir tahun sehingga penurunan kemungkinan relatif terbatas (jangka pendek)
Pidato Powell dianggap hawkish, tapi pernyataan tentang ekonomi yang solid membuat saham merespons positif dan kebijakan Fed tetap menunggu data ekonomi -> positif untuk saham
Data ISM Services dan ADP dirilis lebih rendah dari ekspektasi, membuka peluang untuk cut rate Desember -> positif untuk saham
Bullish kemungkinan dominan selama geopolitik reda/tidak memanas
Fokus utama minggu ini data pekerjaan AS : ISM Manufacture, ISM Services, JOLTS, ADP, Jobless Claims, NFP, Unemployment Rate
Fokus data Initial Jobless claims jam 20.30 WIB a. Act > Exp = Saham naik -> pertahankan BUY b. Act < Exp = saham turun -> switch to SELL
Secara teknis, bullish akan kembali kuat jika tembus 45120 -> pertahankan BUY jika konfirm
Switch to SELL jika tembus 44700 (short term correction expected)
Suggest : BUY on Dip Area : 44950 - 44970 Target : 1) 45070 2) 45170 SL : 44850
Alternatif : Follow/Pertahankan BUY jika tembus 45120 Switch to SELL jika tembus 44700
CHART TECHNICAL ANALYSIS S&P 500
KETERANGAN
US Treasury Yield ditutup turun, dan Dolar kembali melemah -> positif sentimen untuk saham
Ekspektasi penurunan suku bunga Fed bulan Desember mendukung untuk rally akhir tahun sehingga penurunan kemungkinan relatif terbatas (jangka pendek)
Pidato Powell dianggap hawkish, tapi pernyataan tentang ekonomi yang solid membuat saham merespons positif dan kebijakan Fed tetap menunggu data ekonomi -> positif untuk saham
Data ISM Services dan ADP dirilis lebih rendah dari ekspektasi, membuka peluang untuk cut rate Desember -> positif untuk saham
Bullish kemungkinan dominan selama geopolitik reda/tidak memanas
Fokus utama minggu ini data pekerjaan AS : ISM Manufacture, ISM Services, JOLTS, ADP, Jobless Claims, NFP, Unemployment Rate
Fokus data Initial Jobless claims jam 20.30 WIB a. Act > Exp = Saham naik -> pertahankan BUY b. Act < Exp = saham turun -> switch to SELL
Secara teknis, bullish akan kembali kuat jika tembus 6120 -> pertahankan BUY jika konfirm
Switch to SELL jika tembus 5950 (short term correction expected)
Suggest : BUY on Dip Area : 6040.00 – 6060.00 Target : 1) 6090.00 2) 6120.00 SL : 6010.00
Alternatif : Switch to SELL jika tembus 5950 Pertahankan/follow BUY jika tembus 6120
CHART TECHNICAL ANALYSIS NASDAQ
KETERANGAN
US Treasury Yield ditutup turun, dan Dolar kembali melemah -> positif sentimen untuk saham
Ekspektasi penurunan suku bunga Fed bulan Desember mendukung untuk rally akhir tahun sehingga penurunan kemungkinan relatif terbatas (jangka pendek)
Pidato Powell dianggap hawkish, tapi pernyataan tentang ekonomi yang solid membuat saham merespons positif dan kebijakan Fed tetap menunggu data ekonomi -> positif untuk saham
Data ISM Services dan ADP dirilis lebih rendah dari ekspektasi, membuka peluang untuk cut rate Desember -> positif untuk saham
Bullish kemungkinan dominan selama geopolitik reda/tidak memanas
Fokus utama minggu ini data pekerjaan AS : ISM Manufacture, ISM Services, JOLTS, ADP, Jobless Claims, NFP, Unemployment Rate
Fokus data Initial Jobless claims jam 20.30 WIB a. Act > Exp = Saham naik -> pertahankan BUY b. Act < Exp = saham turun -> switch to SELL
Secara teknis, bullish akan kembali kuat jika tembus 21550 -> pertahankan BUY jika konfirm
Switch to SELL jika tembus 21250 (short term correction expected)
Suggest : BUY on Dip Area : 21380.00 – 21400.00 Target : 1) 21500.00 2) 21600.00 SL : 21280.00
Alternatif : Pertahankan/Follow BUY jika tembus 21550 Switch to SELL jika tembus 21250
CHART TECHNICAL ANALYSIS NIKKEI
KETERANGAN
Indeks Nasdaq naik sehingga mendukung kenaikan pada Nikkei yang secara mayoritas dihuni sektor teknologi
Sentimen masih sama, spekulasi kenaikan suku bunga BOJ semakin kuat sehingga berpotensi menahan kenaikan Nikkei dalam jangka pendek
Jepang menunggu data Average Cash earnings hari Jumat untuk petunjuk tambahan apakah mendukung kenaikan suku bunga BOJ atau tidak
Secara teknis kenaikan di atas 39800 akan mendukung strong bullish, sebaliknya penurunan di bawah 39200 cenderung membuka peluang penurunan
Bearish akan lebih kuat jika secara teknis berhasil tembus 39200 -> switch to SELL
Sebaliknya, bullish akan dominan jika tembus 39800 -> pertahankan BUY
Suggest : BUY on Dip Area : 39380– 39400 Target : 1) 39500 2) 39600 SL : 39280
Alternatif : Follow/Pertahankan BUY jika tembus 39800 Switch to SELL jika tembus 39200
CHART TECHNICAL ANALYSIS HANG SENG
KETERANGAN
Spekulasi tentang stimulus fiskal pemerintah China kembali menguat sehingga berpotensi mendorong saham China dan Hong Kong -> jika tidak ada kabar positif tentang stimulus, Hang Seng kembali turun
Investor masih menunggu pengumuman PBOC (rumor pangkas RRR Desember) dan pertemuan Politbiro (rumor membahas kembali peluang stimulus)
Potensi pola inverse Head & Shoulders di grafik H4, konfirm jika tembus 19850, gagal jika turun di bawah 19300 -> masih berlaku
Medium term : bullish tetap terbuka karena pemerintah China targetkan pemulihan konsumsi domestik, PBOC juga tetap longgarkan kebijakan-> setiap penurunan adalah peluang untuk buy untuk strategi medium term
Bullish akan lebih kuat jika mampu tembus 19850-> pertahankan BUY
Tekanan bearish akan lebih dominan jika tembus 19250 -> switch to SELL
Suggest : BUY on Dip Area : 19350 - 19370 Target : 1) 19470 2) 19570 SL : 19250
Alternatif : Follow/Pertahankan BUY jika tembus 19700 Switch to SELL jika tembus 19200
Selama ketegangan geopolitik reda, maka market akan kembali fokus ke tingkat permintaan
Desember cenderung identik dengan musim liburan sampai Januari sehingga ada kemungkinan permintaan minyak meningkat -> positif untuk minyak
Data inventori versi API menunjukkan kelebihan pasokan sehingga berdampak turun pada minyak, minyak sempat turun karena data tersebut, tapi terbatas
Fokus data inventory versi EIA jam 22.30 WIB a. Act > Exp = Oil naik -> pertahankan BUY b. Act < Exp = oil turun -> switch to SELL
Secara teknis area 65-67 merupakan support psikologis dan cukup dekat dengan harga saat ini (68/69) -> sejauh ini area 65-66 masih cukup kuat a. Penembusan di bawah 65 akan menekan lebih lanjut hingga support kisaran $60/62 terancam -> penurunan lebih lanjut, switch to SELL b. Jika tidak tembus di bawah 65, ada kemungkinan rebound -> switch to BUY, sebaiknya pasang SL di bawah 65 jika melakukan buy di zona 65-67!
Sementara area 71/72 sejauh ini menjadi resistance psikologis. -> masih gagal tembus, sehingga cenderung negatif
Waspada zona support psikologis 60-63 dan resistance psikologis 72-73
Suggest : BUY on Dip Area : 68.90 – 69.10 Target : 1) 70.10 2) 71.10 SL : 67.90
Alternatif : Pertahankan/follow BUY jika tembus 70.30 Switch to SELL jika tembus 67.50
CHART TECHNICAL ANALYSIS DOW JONES
KETERANGAN
US Treasury Yield ditutup naik, tapi Dolar ditutup melemah -> mix sentimen untuk saham
Ekspektasi penurunan suku bunga Fed bulan Desember mendukung untuk rally akhir tahun sehingga penurunan kemungkinan relatif terbatas (jangka pendek)
Darurat Militer di Korea Selatan sempat menekan pasar ekuitas global, tapi dampak terbatas setelah kondisi tersebut dicabut beberapa jam setelah diberlakukan
Bullish kemungkinan dominan selama geopolitik reda/tidak memanas
Fokus utama minggu ini data pekerjaan AS : ISM Manufacture, ISM Services, JOLTS, ADP, Jobless Claims, NFP, Unemployment Rate
Fokus data ADP jam 20.30 WIB dan ISM Services jam 22.00 WIB a. Act > Exp = Saham naik -> pertahankan BUY b. Act < Exp = saham turun -> switch to SELL
Secara teknis, bullish akan kembali kuat jika tembus 45000 -> pertahankan BUY jika konfirm
Switch to SELL jika tembus 44550 (short term correction expected)
Suggest : BUY on Dip Area : 44770 - 44790 Target : 1) 44890 2) 44990 SL : 44670
Alternatif : Follow/Pertahankan BUY jika tembus 45000 Switch to SELL jika tembus 44550
CHART TECHNICAL ANALYSIS S&P 500
KETERANGAN
US Treasury Yield ditutup naik, tapi Dolar ditutup melemah -> mix sentimen untuk saham
Ekspektasi penurunan suku bunga Fed bulan Desember mendukung untuk rally akhir tahun sehingga penurunan kemungkinan relatif terbatas (jangka pendek)
Darurat Militer di Korea Selatan sempat menekan pasar ekuitas global, tapi dampak terbatas setelah kondisi tersebut dicabut beberapa jam setelah diberlakukan
Bullish kemungkinan dominan selama geopolitik reda/tidak memanas
Fokus utama minggu ini data pekerjaan AS : ISM Manufacture, ISM Services, JOLTS, ADP, Jobless Claims, NFP, Unemployment Rate
Fokus data ADP jam 20.30 WIB dan ISM Services jam 22.00 WIB a. Act > Exp = Saham naik -> pertahankan BUY b. Act < Exp = saham turun -> switch to SELL
Secara teknis, bullish akan kembali kuat jika tembus 6100 -> pertahankan BUY jika konfirm
Switch to SELL jika tembus 5950 (short term correction expected)
Suggest : BUY on Dip Area : 6020.00 – 6040.00 Target : 1) 6070.00 2) 6100.00 SL : 5990.00
Alternatif : Switch to SELL jika tembus 5950 Pertahankan/follow BUY jika tembus 6100
CHART TECHNICAL ANALYSIS NASDAQ
KETERANGAN
US Treasury Yield ditutup naik, tapi Dolar ditutup melemah -> mix sentimen untuk saham
Ekspektasi penurunan suku bunga Fed bulan Desember mendukung untuk rally akhir tahun sehingga penurunan kemungkinan relatif terbatas (jangka pendek)
Darurat Militer di Korea Selatan sempat menekan pasar ekuitas global, tapi dampak terbatas setelah kondisi tersebut dicabut beberapa jam setelah diberlakukan
Bullish kemungkinan dominan selama geopolitik reda/tidak memanas
Fokus utama minggu ini data pekerjaan AS : ISM Manufacture, ISM Services, JOLTS, ADP, Jobless Claims, NFP, Unemployment Rate
Fokus data ADP jam 20.30 WIB dan ISM Services jam 22.00 WIB a. Act > Exp = Saham naik -> pertahankan BUY b. Act < Exp = saham turun -> switch to SELL
Secara teknis, bullish akan kembali kuat jika tembus 21340 -> pertahankan BUY jika konfirm
Switch to SELL jika tembus 21050 (short term correction expected)
Suggest : BUY on Dip Area : 21240.00 – 21260.00 Target : 1) 21360.00 2) 21460.00 SL : 21140.00
Alternatif : Pertahankan/Follow BUY jika tembus 21340 Switch to SELL jika tembus 21050
CHART TECHNICAL ANALYSIS NIKKEI
KETERANGAN
Indeks Nasdaq naik sehingga mendukung kenaikan pada Nikkei yang secara mayoritas dihuni sektor teknologi
Sentimen masih sama, spekulasi kenaikan suku bunga BOJ semakin kuat sehingga kenaikan Nikkei kemungkinan bersifat terbatas
Secara teknis kenaikan di atas 39420 akan mendukung strong bullish, sebaliknya penurunan di bawah 38800 terindikasi potensi double top jika gagal tembus 39420
Bearish akan lebih kuat jika secara teknis berhasil tembus 38800 -> switch to SELL
Sebaliknya, bullish akan dominan jika tembus 39420 -> pertahankan BUY
Suggest : BUY on Dip Area : 39060– 39080 Target : 1) 39180 2) 39280 SL : 38960
Alternatif : Follow/Pertahankan BUY jika tembus 39420 Switch to SELL jika tembus 38800
CHART TECHNICAL ANALYSIS HANG SENG
KETERANGAN
Spekulasi tentang stimulus fiskal pemerintah China kembali menguat sehingga berpotensi mendorong saham China dan Hong Kong -> jika tidak ada kabar positif tentang stimulus, Hang Seng kembali turun
Investor masih menunggu pengumuman PBOC (rumor pangkas RRR Desember) dan pertemuan Politbiro (rumor membahas kembali peluang stimulus)
Potensi pola inverse Head & Shoulders di grafik H4, konfirm jika tembus 19850, gagal jika turun di bawah 19300
Medium term : bullish tetap terbuka karena pemerintah China targetkan pemulihan konsumsi domestik, PBOC juga tetap longgarkan kebijakan-> setiap penurunan adalah peluang untuk buy untuk strategi medium term
Bullish akan lebih kuat jika mampu tembus 19850-> pertahankan BUY
Tekanan bearish akan lebih dominan jika tembus 19250 -> switch to SELL
Suggest : BUY on Dip Area : 19600 - 19620 Target : 1) 19720 2) 19820 SL : 19500
Alternatif : Follow/Pertahankan BUY jika tembus 19850 Switch to SELL jika tembus 19250
Dolar kembali menguat terhadap mata uang lainnya kecuali terhadap Yen dengan pasar kembali normal di AS. Kombinasi akan peritiwa-peristiwa terkini cenderung positif untuk mata uang dolar. Mulai dari ancaman Trump akan mengenakan kenaikan tarif impor 100% terhadap negara-negara anggota BRICS, kisruh politik di Prancis yang berpotensi memicu pemilu darurat dan juga spekulasi akan stimulus pemerintah China yang ingin mata uang yuan melemah sebelum dijalankannya kenaikan tarif impor dari agenda Trump tahun depan. Aliansi dagang BRICS yang diinisialisasi oleh Brazil, Rusia, India, China dan Afrika Selatan mengalami penambahan anggota tetap yaitu Iran, Mesir, Ethiopia dan Uni Emirat Arab dan masih berniat mengajak negara lain untuk bergabung dalam kesepakatannya berencana menggantikan penggunaan mata uang dolar dalam transaksinya dengan mata uang lain. Dalam media sosialnya, Donald Trump menyampaikan ancaman tersebut yang mendapat respon dingin dari Rusia. Sebenarnya penggunaan mata uang lain untuk traksaksi perdagangan sah-sah saja dan ini berbeda dengan cadangan devisa. Namun Trump hanya menginginkan supremasi dolar untuk tetap dipertahankan sehingga ancaman ini menjadi sentimen positif untuk dolar. Sementara defisit anggaran berpotensi menyeret ekonomi di Prancis menjadi seperti kejadian yang dialami Yunani beberapa waktu lalu. Sedangkan data PMI China yang melampaui perkiraan membuka jalan untuk stimulus ekonomi berikutnya. Dan ini diharapkan memicu pelemahan mata uang Yuan lebih lanjut yang akan memberika keuntungan jika agenda kenaikan tarif impor Trump efektif mulai dijalankan. Fundamental ekonomi domestik AS sendiri di sektor manufaktur juga membaik dengan data PMI naik menjadi 49.7 yang lebih baik dari perkiraan stagnan sama seperti periode sebelumnya 48.8. Data yang sama dari ISM juga meningkat dari 46.5 menjadi 48.4 melampaui perkiraan hanya naik 47.7. Meskipun indeks harga mengalami penurunan dari 54.3 menjadi 50.3 jauh dibawah perkiraan naik 55.2. Data-data ini semakin membuka peluang bagi Fed untuk kembali memangkas suku bunga acuannya pada pertemuan moneter beberapa pekan mendatang. Gubernur Fed - Christopher Waller juga mendukung hal tersebut dengan mengatakan inflasi akan segera mencapai target 2% sehingga memungkinkan Fed untuk kembali memangkas suku bunga acuan. Ekspektasi akan langkah Fed memangkas sebanyak 25 bps pada pertemuan moneter nanti meningkat menjadi 75% dari sebelumnya 66%. Hari ini akan dirilis data sektor tenaga kerja berupa data tersedianya lowongan kerja dari JOLTS.
Yen masih cenderung menguat di tengah sentimen positif mata uang dolar. Peluang Bank Sentral Jepang (BOJ) untuk menaikkan suku bunga acuan yang semakin meningkat menjadi pemicu penguatan tersebut. Stimulus fiskal yang disetujui parlemen pekan lalu dan data inflasi yang naik melampaui perkiraan membuat peluang tersebut semakin besar. Gubernur BOJ - Kazuo Ueda di akhir pekan lalu juga memberikan petunjuk dengan mengatakan kenaikan suku bunga berikutnya selaras dengan data ekonomi yang sudah sejalan. Selain kenaikan suku bunga pada pertemuan moneter pada 18-19 Desember nanti, BOJ juga diperkirakan masih menaikkan suku bunga acuan lebih lanjut pada pertemuan moneter di bulan Januari mendatang.
Euro melemah tajam selain karena penguatan mata uang dolar, namun juga karena kondisi politik di Prancis yang semakin memburuk. Defisit anggaran menjadi perdebatan serius hingga memicu mosi tidak percaya akan kepemimpinan Perdana Menteri - Michel Barnier yang dapat menyebabkan terjadinya pemilu darurat untuk menggantikannya. Defisit anggaran yang serius dapat berpotensi mengalami kejadian serupa di Yunani beberapa waktu yang lalu. Namun reaksi pasar masih tertuju pada tekanan terhadap Bank Sentral Eropa (ECB) untuk memangkas suku bunga acuannya lebih lanjut. Dengan spekulasi di pasar kembali akan langkah ECB memangkas suku bunga jumbo sebanyak 50 bps pada pertemuan moneter 12 Desember mendatang kembali meningkat. Setelah pejabat ECB - Francois Villeroy de Galhau pada Kamis lalu mengatakan ECB masih terus membuka peluang untuk pemangkasan suku bunga acuan yang lebih besar.
Poundsterling cukup tertahan oleh penguatan mata uang dolar karena mengalami penguatan terhadap mata uang Euro. Meskipun absennya fundamental ekonomi tidak membuat spekulasi ekspektasi akan langkah moneter Bank Sentral Inggris (BOE) berikutnya adalah memangkas suku bunga acuan untuk ketiga kalinya masih sama. Gubernur BOE - Andrew Bailey masih mengkhawatirkan resiko akan meningkatnya ketegangan geopolitik yang masih menjadi ancaman akan stabilitas dan pertumbuhan ekonomi.
Ketidakpastian geopolitik dari Rusia-Ukraina masih membayangi-> waspadai jika memanas sewaktu-waktu, maka minyak bisa berbalik naik
Selama ketegangan geopolitik reda, maka market akan kembali fokus ke tingkat permintaan
Desember cenderung identik dengan musim liburan sampai Januari sehingga ada kemungkinan permintaan minyak meningkat -> positif untuk minyak
OPEC+ meeting ditunda, dari 1 Desember menjadi 5 Desember, rumor menyebut rencana pemangkasan produksi diperpanjang sampai Q1 2025 -> tunggu konfirmasi 5 Desember
Secara teknis area 65-67 merupakan support psikologis dan cukup dekat dengan harga saat ini (68/69) -> sejauh ini area 65-66 masih cukup kuat a. Penembusan di bawah 65 akan menekan lebih lanjut hingga support kisaran $60/62 terancam -> penurunan lebih lanjut, switch to SELL b. Jika tidak tembus di bawah 65, ada kemungkinan rebound -> switch to BUY, sebaiknya pasang SL di bawah 65 jika melakukan buy di zona 65-67!
Sementara area 71/72 sejauh ini menjadi resistance psikologis. -> masih gagal tembus, sehingga cenderung negatif
Waspada zona support psikologis 60-63 dan resistance psikologis 72-73
Suggest : BUY on Dip Area : 66.80 – 67.00 Target : 1) 68.00 2) 69.00 SL : 65.80
Alternatif : Pertahankan/follow BUY jika tembus 69.80 Switch to SELL jika tembus 65.00
CHART TECHNICAL ANALYSIS DOW JONES
KETERANGAN
US Treasury Yield ditutup turun, tapi Dolar ditutup menguat -> mix sentimen untuk saham
Ketidakpastian geopolitik masih menyisakan Rusia-Ukraina sehingga masih perlu waspada -> berpotensi membatasi kenaikan saham
Ekspektasi penurunan suku bunga Fed bulan Desember mendukung untuk rally akhir tahun sehingga penurunan kemungkinan relatif terbatas (jangka pendek)
Bullish kemungkinan dominan selama geopolitik reda/tidak memanas
Penjualan ritel saat "Black Friday" tembus level tertinggi baru, transaksi $10.8 miliar, naik 10% dibanding tahun sebelumnya -> konfirm tanda-tanda untuk Santa Claus Rally (rally akhir tahun) -> positif untuk saham
Fokus utama minggu ini data pekerjaan AS : ISM Manufacture, ISM Services, JOLTS, ADP, Jobless Claims, NFP, Unemployment Rate
Fokus data JOLTS Job Openings jam 22.00 WIB a. Act > Exp = Saham naik -> pertahankan BUY b. Act < Exp = saham turun -> switch to SELL
Secara teknis, bullish akan kembali kuat jika tembus 44960 -> pertahankan BUY jika konfirm
Switch to SELL jika tembus 44550 (short term correction expected)
Suggest : BUY on Dip Area : 44750 - 44770 Target : 1) 44870 2) 44970 SL : 44650
Alternatif : Follow/Pertahankan BUY jika tembus 44960 Switch to SELL jika tembus 44550
CHART TECHNICAL ANALYSIS S&P 500
KETERANGAN
US Treasury Yield ditutup turun, tapi Dolar ditutup menguat -> mix sentimen untuk saham
Ketidakpastian geopolitik masih menyisakan Rusia-Ukraina sehingga masih perlu waspada -> berpotensi membatasi kenaikan saham
Ekspektasi penurunan suku bunga Fed bulan Desember mendukung untuk rally akhir tahun sehingga penurunan kemungkinan relatif terbatas (jangka pendek)
Bullish kemungkinan dominan selama geopolitik reda/tidak memanas
Penjualan ritel saat "Black Friday" tembus level tertinggi baru, transaksi $10.8 miliar, naik 10% dibanding tahun sebelumnya -> konfirm tanda-tanda untuk Santa Claus Rally (rally akhir tahun) -> positif untuk saham
Fokus utama minggu ini data pekerjaan AS : ISM Manufacture, ISM Services, JOLTS, ADP, Jobless Claims, NFP, Unemployment Rate
Fokus data JOLTS Job Openings jam 22.00 WIB a. Act > Exp = Saham naik -> pertahankan BUY b. Act < Exp = saham turun -> switch to SELL
Secara teknis, bullish akan kembali kuat jika tembus 6100 -> pertahankan BUY jika konfirm
Switch to SELL jika tembus 5950 (short term correction expected)
Suggest : BUY on Dip Area : 6020.00 – 6040.00 Target : 1) 6070.00 2) 6100.00 SL : 5990.00
Alternatif : Switch to SELL jika tembus 5950 Pertahankan/follow BUY jika tembus 6100
CHART TECHNICAL ANALYSIS NASDAQ
KETERANGAN
US Treasury Yield ditutup turun, tapi Dolar ditutup menguat -> mix sentimen untuk saham
Ketidakpastian geopolitik masih menyisakan Rusia-Ukraina sehingga masih perlu waspada -> berpotensi membatasi kenaikan saham
Ekspektasi penurunan suku bunga Fed bulan Desember mendukung untuk rally akhir tahun sehingga penurunan kemungkinan relatif terbatas (jangka pendek)
Bullish kemungkinan dominan selama geopolitik reda/tidak memanas
Penjualan ritel saat "Black Friday" tembus level tertinggi baru, transaksi $10.8 miliar, naik 10% dibanding tahun sebelumnya -> konfirm tanda-tanda untuk Santa Claus Rally (rally akhir tahun) -> positif untuk saham
Fokus utama minggu ini data pekerjaan AS : ISM Manufacture, ISM Services, JOLTS, ADP, Jobless Claims, NFP, Unemployment Rate
Fokus data JOLTS Job Openings jam 22.00 WIB a. Act > Exp = Saham naik -> pertahankan BUY b. Act < Exp = saham turun -> switch to SELL
Secara teknis, bullish akan kembali kuat jika tembus 21250 -> pertahankan BUY jika konfirm
Switch to SELL jika tembus 21000 (short term correction expected)
Suggest : BUY on Dip Area : 21140.00 – 21160.00 Target : 1) 21260.00 2) 21360.00 SL : 21040.00
Alternatif : Pertahankan/Follow BUY jika tembus 21250 Switch to SELL jika tembus 21000
CHART TECHNICAL ANALYSIS NIKKEI
KETERANGAN
Wall Street ditutup naik, dan kali ini diperkuat dengan kenaikan pada sektor teknologi di mana Nasdaq naik lebih tinggi sehingga Nikkei ikut naik
Sentimen masih sama, spekulasi kenaikan suku bunga BOJ semakin kuat sehingga kenaikan Nikkei kemungkinan bersifat terbatas
Secara teknis 38600 berhasil ditembus, sehingga cenderung naik, dan akan jauh lebih kuat jika 39070 berhasil ditembus
Bearish akan lebih kuat jika secara teknis berhasil tembus 38700 -> switch to SELL
Sebaliknya, bullish akan dominan jika tembus support 39070 -> pertahankan BUY
Suggest : BUY on Dip Area : 38800– 38820 Target : 1) 38920 2) 39020 SL : 38700
Alternatif : Follow/Pertahankan BUY jika tembus 39070 Switch to SELL jika tembus 38700
CHART TECHNICAL ANALYSIS HANG SENG
KETERANGAN
Spekulasi tentang stimulus fiskal pemerintah China kembali menguat sehingga berpotensi mendorong saham China dan Hong Kong -> jika tidak ada kabar positif tentang stimulus, Hang Seng kembali turun
Investor menunggu pertemuan Politbiro yang diperkirakan akan dilakukan di minggu ke-2 Desember 2024 untuk mendengar potensi rencana stimulus terbaru
Market menunggu PBOC untuk kembali memangkas RRR sebagai bagian dari kebijakan moneter longgar -> seharusnya positif untuk saham
Medium term : bullish tetap terbuka karena pemerintah China targetkan pemulihan konsumsi domestik, PBOC juga tetap longgarkan kebijakan-> setiap penurunan adalah peluang untuk buy untuk strategi medium term
Bullish akan lebih kuat jika mampu tembus 19650-> pertahankan BUY
Tekanan bearish akan lebih dominan jika tembus 19100 -> switch to SELL
Suggest : BUY on Dip Area : 19500 - 19520 Target : 1) 19620 2) 19720 SL : 19400
Alternatif : Follow/Pertahankan BUY jika tembus 19650 Switch to SELL jika tembus 19100
Dolar sedikit terkoreksi terhadap mata uang lainnya terutama terhadap Yen paska semi long weekend di AS karena libur Thanksgiving di akhir pekan lalu. Pekan ini perhatian pasar akan tertuju pada data di sektor tenaga kerja dengan laporan Non-Farm Payroll dengan perkiraan meningkat tajam dari periode sebelumnya. Sektor ini diperkirakan sudah pulih dan kembali normal setelah pada periode sebelumnya anjlok karena 2 badai dan mogok kerja yang terjadi bersamaan dalam periode 1 bulan tersebut. Meski demikian perkiraan tingkat pengangguran justru meningkat sehingga semakin membuka peluang bagi Fed untuk memangkas suku bunga acuan pada pertemuan moneter dalam 2 pekan mendatang. Ekspektasi akan pemangkasan suku bunga acuan sebanyak 25 bps pada pertemuan tersebut semakin meningkat dari pekan lalu yang sempat di bawah 53% naik menjadi 66% di akhir pekan lalu. Dan hanya 17% peluang untuk pemangkasan pada pertemuan moneter selanjutnya di bulan Januari mendatang. Agenda ekonomi dari Trump yang akan dilantik pada Januari mendatang berupa pengurangan pajak dan kenaikan tarif impor justru diperkirakan akan memicu inflasi sehingga Fed diperkirakan akan tetap mempertahankan suku bunga acuan dan berpeluang tipis akan kembali menaikkan suku bunga jika memang diperlukan. Selain data di sektor tenaga kerja, pekan ini juga akan dirilis data PMI dari ISM di sektor manufaktur dan jasa dengan perkiraan sektor manufaktur masih di zona kontraksi di bawah ambang 50 dan sektor jasa relatif masih membaik berada di zona ekspansif. Selain itu pekan ini banyak pejabat Fed juga akan memberikan pidato pada beberapa peristiwa di berbeda tempat termasuk Ketua Fed - Jerome Powell pada hari Kamis dini hari.
Yen semakin menguat terhadap dolar seiring dengan peluang Bank Sentral Jepang (BOJ) untuk menaikkan suku bunga acuan yang juga semakin meningkat. Kombinasi stimulus fiskal dan data inflasi yang naik melampaui perkiraan membuat peluang tersebut semakin besar. Pemerintah Jepang pekan lalu meloloskan stimulus fiskal senilai $141 miliar untuk memicu aktifitas ekonomi. Sementara inflasi juga naik dari 1.8% menjadi 2.2% yang lebih tinggi dari perkiraan hanya naik 2.1%. Dan di akhir pekan kemarin Gubernur BOJ - Kazuo Ueda mengatakan kenaikan suku bunga berikutnya selaras dengan data ekonomi yang sudah sejalan. Spekulasi kenaikan suku bunga pada pertemuan moneter BOJ pada 18-19 Desember nanti meningkat menjadi 56%. Dan masih memungkinkan untuk dilanjutkan pada pertemuan moneter di bulan Januari mendatang.
Euro meski sedikit terangkat terhadap dolar namun masih dibayangi oleh tekanan terhadap Bank Sentral Eropa (ECB) untuk memangkas suku bunga acuannya lebih lanjut. Data inflasi di Jerman cenderung stagnan dan di Prancis naik sesuai perkiraan. Pejabat ECB sekaligus Gubernur Bank Sentral Prancis - Francois Villeroy de Galhau, Kamis lalu mengatakan ECB masih terus membuka peluang untuk pemangkasan suku bunga acuan yang lebih besar. Ini berlawanan dengan komentar dari pejabat ECB sebelumnya - Isabel Schnabel yang menyarankan ECB untuk berhati-hati dalam pemangkasan suku bunga acuan berikutnya. Spekulasi di pasar kembali akan langkah ECB memangkas suku bunga jumbo sebanyak 50 bps pada pertemuan moneter 12 Desember mendatang kembali meningkat. Sementara gejolak politik di Prancis juga membebani ekonomi di kawasan ini seputar tidak sepakatnya dana anggaran. Jika terjadi defisit anggaran, maka Prancis akan mengalami kondisi ekonomi yang mirip dengan kasus Yunani beberapa tahun lalu. Dan akan berdampak pada mosi tidak percaya terhadap kepemimpinan Perdana Menteri - Michel Barnier. Ini menjadi sentimen negatif sehingga investor menjauhi segala bentuk investasi dengan aset Uni Eropa.
Poundsterling masih cenderung melemah terhadap mata uang dolar. Seiring dengan ekspektasi akan langkah moneter Bank Sentral Inggris (BOE) berikutnya adalah memangkas suku bunga acuan untuk ketiga kalinya semakin meningkat. Dalam pidato Gubernur BOE - Andrew Bailey Jumat lalu masih yakin dengan kondisi ekonomi baik dari sisi personal maupun perusahaan. Meski demikian resiko akan meningkatnya ketegangan geopolitik masih menjadi ancaman akan stabilitas dan pertumbuhan ekonomi. Bailey tidak menyinggung langkah moneter yang akan diambil pada pertemuan moneter 2 pekan mendatang.
Agrodana Futures adalah perusahaan Pialang berizin dan diawasi oleh Bappebti, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), dan merupakan anggota dari Bursa ICDX dan JFX dan Kliring House ICH dan KBI. Kami menerima klien Warga Negara Indonesia dan Asing yang memegang Kartu Izin Tinggal Terbatas di Indonesia kecuali warga negara Amerika Serikat, Kanada, Uni Eropa, Australia, Jepang, Iran dan Korea Utara. Transaksi ini memiliki leverage dan tingkat risiko yang tinggi terhadap modal, dan tidak selalu cocok untuk semua orang, pelajari dan pahami risikonya sebelum memulai transaksi.
Agrodana Futures adalah perusahaan Pialang berizin dan diawasi oleh Bappebti, Otoritas Jasa Keuangan dan Bank Indonesia, dan merupakan anggota dari Bursa ICDX dan JFX dan Kliring House ICH dan KBI. Kami menerima klien Warga Negara Indonesia dan Asing yang memegang Kartu Izin Tinggal Terbatas di Indonesia kecuali warga negara Amerika Serikat, Kanada, Uni Eropa, Australia, Jepang, Iran dan Korea Utara. Transaksi ini memiliki leverage dan tingkat risiko yang tinggi terhadap modal, dan tidak selalu cocok untuk semua orang, pelajari dan pahami risikonya sebelum memulai transaksi.