Kondisi Timur Tengah relatif reda, menyisakan konflik Rusia - Ukraina yang belum pasti
Ketidakpastian geopolitik dari Rusia-Ukraina masih membayangi-> waspadai jika memanas sewaktu-waktu, maka minyak bisa berbalik naik
Selama ketegangan geopolitik reda, maka market akan kembali fokus ke tingkat permintaan
OPEC+ meeting ditunda, dari 1 Desember menjadi 5 Desember, rumor menyebut rencana pemangkasan produksi diperpanjang sampai Q1 2025 -> tunggu konfirmasi 5 Desember
Secara teknis area 65-67 merupakan support psikologis dan cukup dekat dengan harga saat ini (68/69) -> sejauh ini area 65-66 masih cukup kuat a. Penembusan di bawah 65 akan menekan lebih lanjut hingga support kisaran $60/62 terancam -> penurunan lebih lanjut, switch to SELL b. Jika tidak tembus di bawah 65, ada kemungkinan rebound -> switch to BUY, sebaiknya pasang SL di bawah 65 jika melakukan buy di zona 65-67!
Sementara area 71/72 sejauh ini menjadi resistance psikologis. -> masih gagal tembus, sehingga cenderung negatif
Waspada zona support psikologis 60-63 dan resistance psikologis 72-73
Suggest : SELL on Rally Area : 68.60 – 68.80 Target : 1) 67.60 2) 66.60 SL : 69.80
Alternatif : Pertahankan/follow SELL jika tembus 68.00 Switch to BUY jika tembus 70.00
CHART TECHNICAL ANALYSIS DOW JONES
KETERANGAN
US Treasury Yield dan Dolar masih ditutup melemah -> positif untuk saham
Ketidakpastian geopolitik masih menyisakan Rusia-Ukraina sehingga masih perlu waspada -> berpotensi membatasi kenaikan saham
Ekspektasi penurunan suku bunga Fed bulan Desember mendukung untuk rally akhir tahun sehingga penurunan kemungkinan relatif terbatas (jangka pendek)
Bullish kemungkinan dominan selama geopolitik reda/tidak memanas
Investor akan mencermati data penjualan "Black Friday" untuk patokan untuk Santa Claus Rally Desember
Fokus utama minggu ini data pekerjaan AS : ISM Manufacture, ISM Services, JOLTS, ADP, Jobless Claims, NFP, Unemployment Rate
Fokus data ISM Manufacture jam 22.00 WIB a. Act > Exp = Saham naik -> switch to BUY b. Act < Exp = saham turun -> pertahankan SELL
Secara teknis, bullish akan kembali kuat jika tembus 45120 atau tidak tembus 44600 -> switch to BUY jika konfirm
Pertahankan SELL jika tembus 44900 (short term correction expected)
Suggest : SELL on Rally Area : 45000 - 45020 Target : 1) 44900 2) 44800 SL : 45120
Alternatif : Follow/Pertahankan SELL jika tembus 44900 Switch to BUY jika tembus 45120 atau tidak tembus 44600
CHART TECHNICAL ANALYSIS S&P 500
KETERANGAN
US Treasury Yield dan Dolar masih ditutup melemah -> positif untuk saham
Ketidakpastian geopolitik masih menyisakan Rusia-Ukraina sehingga masih perlu waspada -> berpotensi membatasi kenaikan saham
Ekspektasi penurunan suku bunga Fed bulan Desember mendukung untuk rally akhir tahun sehingga penurunan kemungkinan relatif terbatas (jangka pendek)
Bullish kemungkinan dominan selama geopolitik reda/tidak memanas
Investor akan mencermati data penjualan "Black Friday" untuk patokan untuk Santa Claus Rally Desember
Fokus utama minggu ini data pekerjaan AS : ISM Manufacture, ISM Services, JOLTS, ADP, Jobless Claims, NFP, Unemployment Rate
Fokus data ISM Manufacture jam 22.00 WIB a. Act > Exp = Saham naik -> switch to BUY b. Act < Exp = saham turun -> pertahankan SELL
Secara teknis, bullish akan kembali kuat jika tembus 6120 -> switch to BUY jika konfirm
Pertahankan SELL jika tembus 6000 (short term correction expected)
Suggest : SELL on Rally Area : 6050.00 – 6070.00 Target : 1) 6020.00 2) 5990.00 SL : 6100.00
Alternatif : Switch to BUY jika tembus 6120 Pertahankan/follow SELL jika tembus 6000
CHART TECHNICAL ANALYSIS NASDAQ
KETERANGAN
US Treasury Yield dan Dolar masih ditutup melemah -> positif untuk saham
Ketidakpastian geopolitik masih menyisakan Rusia-Ukraina sehingga masih perlu waspada -> berpotensi membatasi kenaikan saham
Ekspektasi penurunan suku bunga Fed bulan Desember mendukung untuk rally akhir tahun sehingga penurunan kemungkinan relatif terbatas (jangka pendek)
Bullish kemungkinan dominan selama geopolitik reda/tidak memanas
Investor akan mencermati data penjualan "Black Friday" untuk patokan untuk Santa Claus Rally Desember
Fokus utama minggu ini data pekerjaan AS : ISM Manufacture, ISM Services, JOLTS, ADP, Jobless Claims, NFP, Unemployment Rate
Fokus data ISM Manufacture jam 22.00 WIB a. Act > Exp = Saham naik -> switch to BUY b. Act < Exp = saham turun -> pertahankan SELL
Secara teknis, bullish akan kembali kuat jika tembus 21030 -> switch to BUY jika konfirm
Pertahankan SELL jika tembus 20890 (short term correction expected)
Suggest : SELL on Rally Area : 20940.00 – 20960.00 Target : 1) 20840.00 2) 20740.00 SL : 21060.00
Alternatif : Pertahankan/Follow SELL jika tembus 20890 Switch to BUY jika tembus 21030
CHART TECHNICAL ANALYSIS NIKKEI
KETERANGAN
Wall Street ditutup naik, tapi tidak menunjukkan kenaikan yang terlalu tinggi
Sentimen masih sama, penurunan dominan karena menguatnya spekulasi kenaikan suku bunga BOJ di pertemuan Desember
Secara teknis selama tidak terjadi kenaikan di atas 38600, maka opsi SELL diperkirakan masih berpotensi dominan
Bearish akan lebih kuat jika secara teknis berhasil tembus 37970 -> pertahankan SELL
Sebaliknya, bullish akan dominan jika tembus support 38350 -> switch to BUY
Suggest : SELL on Rally Area : 38050– 38070 Target : 1) 37950 2) 37850 SL : 38170
Alternatif : Follow/Pertahankan SELL jika tembus 37970 Switch to BUY jika tembus 38350
CHART TECHNICAL ANALYSIS HANG SENG
KETERANGAN
Belum ada perubahan sentimen secara signifikan untuk Hang Seng
Dampak market belum akan terlihat, kecuali pemerintah China mulai menyusun target stimulus fiskal dalam waktu dekat untuk dukung ekonomi dan menanggapi tarif Trump
Spekulasi tentang stimulus fiskal pemerintah China kembali menguat sehingga berpotensi mendorong saham China dan Hong Kong -> jika tidak ada kabar positif tentang stimulus, Hang Seng kembali turun
Market menunggu PBOC untuk kembali memangkas RRR sebagai bagian dari kebijakan moneter longgar -> seharusnya positif untuk saham
Fokus Caixin Manufacture PMI jam 8.45 WIB a. Act > Exp = saham naik -> pertahankan BUY b. Act < Exp = saham turun -> switch to SELL
Medium term : bullish tetap terbuka karena pemerintah China targetkan pemulihan konsumsi domestik, PBOC juga tetap longgarkan kebijakan-> setiap penurunan adalah peluang untuk buy untuk strategi medium term
Bullish akan lebih kuat jika mampu tembus 19650-> pertahankan BUY
Tekanan bearish akan lebih dominan jika tembus 19100 -> switch to SELL
Suggest : BUY on Dip Area : 19380 - 19400 Target : 1) 19500 2) 19600 SL : 19280
Alternatif : Follow/Pertahankan BUY jika tembus 19650 Switch to SELL jika tembus 19100
Dolar relatif tidak banyak bergerak terhadap mata uang lainnya di tengah sepinya pasar karena US Market tutup merayakan Thanksgiving dan kondisi ini diperkirakan masih akan berlanjut karena di penghujung pekan ini US Market hanya buka setengah hari saja. Sentimen pasar masih di seputar langkah moneter yang akan diambil oleh Fed setelah indikator inflasi dari sisi personal yang kemarin dirilis. Di mana inflasi walau sudah mendekati target, namun sepertinya masih belum berlanjut turun. Sementara aktifitas ekonomi juga stagnan dan sektor manufaktur dan industri cenderung menurun. Namun sektor tenaga kerja masih solid dengan tingkat upah yang terus meningkat. Sehingga dengan data-data ini membuat spekulasi akan perlunya Fed kembali memangkas suku bunga acuan meningkat guna terus memicu aktifitas ekonomi. Spekulasi akan langkah Fed memangkas suku bunga pada pertemuan moneter di bulan Desember meningkat dari sebelumnya yang di kisaran 58% naik menjadi 70% menurut data CME Group's FedWatch tool terakhir. Selain itu pasar juga mewaspadai resiko akan langkah presiden terpilih, Trump melanjutkan perang dagangnya dengan menaikkan tarif impor. Hari ini tidak ada data yang akan dirilis karena seperti dijelaskan di atas, pasar hanya buka setengah hari yang kemungkinan akan membatasi perdagangan dengan pelaku pasar yang terbatas juga.
Yen terus menguat terhadap dolar seiring dengan semakin besarnya peluang Bank Sentral Jepang (BOJ) untuk menaikkan suku bunga acuan pada pertemuan moneter dalam beberapa pekan mendatang. Spekulasi di pasar memperkirakan BOJ akan melakukan hal tersebut dengan peluang mencapai 53%. Data Core inflasi CPI meningkat dari 1.8% menjadi 2.2% yang lebih tinggi dari perkiraan hanya naik 2.0%. Meskipun data di sektor tenaga kerja sedikit menurun dengan tingkat pengangguran yang meningkat dari 2.4% menjadi 2.5% sesuai perkiraan. Sementara parlemen juga sudah menyetujui stimulus fiskal pemerintah Jepang sebanyak $141 miliar yang diharapkan akan memicu aktifitas ekonomi. Dengan stimulus ini potensi inflasi juga meningkat yang harus diimbangi dengan kenaikan suku bunga acuan.
Euro masih cenderung tertekan meski mata uang dolar mengalami koreksi sejak kemarin. Peluang pemangkasan lebih lanjut bahkan dengan ukuruan jumbo oleh Bank Sentral Eropa (ECB) membuat mata uang Euro menjadi kurang menarik. Anggota Dewan Eksekutif ECB - Isabel Schnabel juga mendukung argumen tersebut dalam wawancara semalam. Kekhawatiran akan agenda ekonomi Trump berupa kenaikan tarif impor akan sangat memukul ekonomi di kawasan ini. Sementara gejolak politik di Jerman dan Prancis juga menjadi sentimen negatif untuk perdagangan instrumen keuangan. Hari ini akan dirilis data estimasi inflasi CPI untuk Uni Eropa secara keseluruhan dengan perkiraan meningkat.
Poundsterling cukup tertahan dengan masih sedikit menguat terhadap mata uang dolar. Meski demikian ekspektasi akan langkah moneter Bank Sentral Inggris (BOE) berikutnya adalah memangkas suku bunga acuan untuk ketiga kalinya semakin meningkat. Dengan data PMI turun di bawah ambang batas 50 yang menandakan aktifitas di sektor ini masuk dalam kategori kontraksi. Ditambah dari dari sektor ritel yang menunjukkan daya beli rakyat Inggris yang menurun drastis. Hal ini dikaitkan dengan tingginya suku bunga acuan BOE saat ini. Pasar juga akan mencermati pidato dari Gubernur BOE - Andrew Bailey yang dijadwalkan pada malam ini.
AS, Prancis, Mesir targetkan kesepakatan gencatan senjata Israel - Hamas pasca kesepakatan Israel-Lebanon -> jika terwujud, negatif untuk minyak
Ketidakpastian geopolitik dari Rusia-Ukraina masih membayangi-> waspadai jika memanas sewaktu-waktu, maka minyak bisa berbalik naik
Lemahnya permintaan China juga secara fundamental masih menekan harga -> negatif untuk minyak
Selama ketegangan geopolitik reda, maka market akan kembali fokus ke tingkat permintaan
OPEC+ meeting ditunda, dari 1 Desember menjadi 5 Desember, rumor menyebut rencana pemangkasan produksi diperpanjang sampai Q1 2025
Secara teknis area 65-67 merupakan support psikologis dan cukup dekat dengan harga saat ini (68/69) -> sejauh ini area 65-66 masih cukup kuat a. Penembusan di bawah 65 akan menekan lebih lanjut hingga support kisaran $60/62 terancam -> penurunan lebih lanjut, switch to SELL b. Jika tidak tembus di bawah 65, ada kemungkinan rebound -> switch to BUY, sebaiknya pasang SL di bawah 65 jika melakukan buy di zona 65-67!
Sementara area 71/72 sejauh ini menjadi resistance psikologis. -> masih gagal tembus, sehingga cenderung negatif
Waspada zona support psikologis 60-63 dan resistance psikologis 72-73
Suggest : BUY on Dip Area : 66.20 – 66.40 Target : 1) 67.40 2) 68.40 SL : 65.20
Alternatif : Pertahankan/follow BUY jika tembus 69.70 Switch to SELL jika tembus 65.00
CHART TECHNICAL ANALYSIS DOW JONES
KETERANGAN
US Treasury Yield dan Dolar masih ditutup melemah -> positif untuk saham
Ketidakpastian geopolitik masih menyisakan Rusia-Ukraina sehingga masih perlu waspada -> berpotensi membatasi kenaikan saham
Investor kemungkinan membatasi transaksi mengingat masih dalam suasana Thanksgiving sehingga profit taking di akhir bulan dan akhir minggu lebih dominan
Bullish kemungkinan bisa kembali dominan selama geopolitik reda/tidak memanas
Data penjualan Black Friday akan menjadi patokan untuk Santa Claus Rally Desember
Secara teknis, bullish akan kembali kuat jika tembus 45120 atau tidak tembus 44600 -> switch to BUY jika konfirm
Pertahankan SELL jika tembus 44785 (short term correction expected)
Suggest : SELL on Rally Area : 44910 - 44930 Target : 1) 44810 2) 44710 SL : 45010
Alternatif : Follow/Pertahankan SELL jika tembus 44785 Switch to BUY jika tembus 45120 atau tidak tembus 44600
CHART TECHNICAL ANALYSIS S&P 500
KETERANGAN
US Treasury Yield dan Dolar masih ditutup melemah -> positif untuk saham
Ketidakpastian geopolitik masih menyisakan Rusia-Ukraina sehingga masih perlu waspada -> berpotensi membatasi kenaikan saham
Investor kemungkinan membatasi transaksi mengingat masih dalam suasana Thanksgiving sehingga profit taking di akhir bulan dan akhir minggu lebih dominan
Bullish kemungkinan bisa kembali dominan selama geopolitik reda/tidak memanas
Data penjualan Black Friday akan menjadi patokan untuk Santa Claus Rally Desember
Secara teknis, bullish akan kembali kuat jika tembus 6070-> switch to BUY jika konfirm
Pertahankan SELL jika tembus 6000 (short term correction expected)
Suggest : SELL on Rally Area : 6020.00 – 6040.00 Target : 1) 5990.00 2) 5960.00 SL : 6070.00
Alternatif : Switch to BUY jika tembus 6070 Pertahankan/follow SELL jika tembus 6000
CHART TECHNICAL ANALYSIS NASDAQ
KETERANGAN
US Treasury Yield dan Dolar masih ditutup melemah -> positif untuk saham
Ketidakpastian geopolitik masih menyisakan Rusia-Ukraina sehingga masih perlu waspada -> berpotensi membatasi kenaikan saham
Investor kemungkinan membatasi transaksi mengingat masih dalam suasana Thanksgiving sehingga profit taking di akhir bulan dan akhir minggu lebih dominan
Bullish kemungkinan bisa kembali dominan selama geopolitik reda/tidak memanas
Data penjualan Black Friday akan menjadi patokan untuk Santa Claus Rally Desember
Secara teknis, bullish akan kembali kuat jika tembus 21000-> switch to BUY jika konfirm
Pertahankan SELL jika tembus 20800 (short term correction expected)
Suggest : SELL on Rally Area : 20840.00 – 20860.00 Target : 1) 20740.00 2) 20640.00 SL : 20960.00
Alternatif : Pertahankan/Follow SELL jika tembus 20800 Switch to BUY jika tembus 21000
CHART TECHNICAL ANALYSIS NIKKEI
KETERANGAN
Wall Street sideway sehingga tidak terlihat pergerakan yang terlalu signifikan pada NIKKEI
Penurunan dominan karena menguatnya spekulasi kenaikan suku bunga BOJ di pertemuan Desember mendatang
Secara teknis sudah berada di bawah 38100 sehingga opsi SELL lebih cenderung dominan daripada kenaikan
Data Inflasi Tokyo dirilis menguat, 2.6% y/y vs 1.8%, semakin menguatkan spekulasi kenaikan suku bunga BOJ
Market AS libur Thanksgiving sehingga potensi pergerakan di malam hari cenderung terbatas, dan indeks saham cenderung profit taking juga pengaruhi saham Nikkei
Bearish akan lebih kuat jika secara teknis berhasil tembus 37970 -> pertahankan SELL
Sebaliknya, bullish akan dominan jika tembus support 38350 -> switch to BUY
Suggest : SELL on Rally Area : 38050– 38070 Target : 1) 37950 2) 37850 SL : 38170
Alternatif : Follow/Pertahankan SELL jika tembus 37970 Switch to BUY jika tembus 38350
CHART TECHNICAL ANALYSIS HANG SENG
KETERANGAN
Belum ada perubahan sentimen secara signifikan untuk Hang Seng
Market masih menunggu kebijakan stimulus fiskal pemerintah China untuk dukung ekonomi dan mengatasi tarif Trump -> kemungkinan paling cepat Desember, paling lambat Januari pasca Trump dilantik
Dampak market belum akan terlihat, kecuali pemerintah China mulai menyusun target stimulus fiskal dalam waktu dekat untuk dukung ekonomi dan menanggapi tarif Trump
Market juga menunggu PBOC untuk kembali memangkas RRR sebagai bagian dari kebijakan moneter longgar -> seharusnya positif untuk saham
Medium term : bullish tetap terbuka karena pemerintah China targetkan pemulihan konsumsi domestik, PBOC juga tetap longgarkan kebijakan-> setiap penurunan adalah peluang untuk buy untuk strategi medium term
Bullish akan lebih kuat jika mampu tembus 19650-> switch to BUY
Tekanan bearish akan lebih dominan jika tembus 19350 -> pertahankan SELL
Suggest : SELL on Rally Area : 19450 - 19470 Target : 1) 19350 2) 19250 SL : 19570
Alternatif : Follow/Pertahankan SELL jika tembus 19350 Switch to BUY jika tembus 19650
Dolar mengalami koreksi terhadap mata uang lainnya di tengah sepinya perdagangan instrumen keuangan menjelang libur Thanksgiving di AS mulai malam nanti. Di tengah aktifitas ekonomi yang solid dengan daya beli domestik yang meningkat dari periode sebelumnya sementara inflasi juga masih sulit turun. Data pertumbuhan ekonomi GDP di AS cenderung stagnan di angka 2.8% sesuai dengan perkiraan. Indikator inflasi berupa data Personal Consumption Expenditure juga masih stagnan 0.3% sesuai perkiraan sama seperti periode sebelumnya. Dan bahkan jika dibandingkan dengan data setahun sebelumnya justru mengalami kenaikan dari 2.7% menjadi 2.8% sesuai perkiraan. Sedangkan data personal income naik 0.6% atau 2 kali perkiraan sama seperti periode sebelumnya 0.3%. Dan data personal spending sedikit turun 0.4% sesuai perkiraan walau data periode sebelumnya direvisi membaik dari 0.5% menjadi 0.6%. Di sektor industri, data Durable Goods Order meski dari -0.7% naik menjadi 0.2%, namun masih di bawah perkiraan naik 0.4%. Dengan data Core-nya yang tidak menyertakan sektor transportasi justru turun menjadi hanya 0.1% yang juga lebih rendah dari perkiraan 0.2% meski data periode sebelumnya direvisi membaik dari 0.4% menjadi 0.5%. Selain itu, data Chicago PMI juga turun dari 41.6 menjadi 40.2 yang jauh lebih buruk dari perkiraan naik 44.9. Dengan data-data ini membuat spekulasi akan perlunya Fed kembali memangkas suku bunga acuan meningkat guna memicu aktifitas ekonomi. Spekulasi akan langkah Fed memangkas suku bunga pada pertemuan moneter di bulan Desember kembali meningkat dari sebelumnya yang di bawah 60% meningkat menjadi 70% menurut CME Group's FedWatch tool. Selain itu pasar juga mewaspadai resiko akan langkah presiden terpilih Trump melanjutkan perang dagangnya dengan menaikkan tarif impor setelah sebelumnya mengenakan kenaikan terhadap negara Kanada dan Mexico namun melunak terhadap China. Meskipun sejumlah analis memperkirakan Trump juga mempertimbangkan resiko inflasi dari kenaikan tarif impor dan rencana pengurangan pajak akan mencegahnya dari tindakan yang gegabah. Hari ini US Market tutup merayakan libur Thanskgiving dan hanya buka setengah hari pada keseokan harinya.
Yen masih terus menguat hingga level tertinggi dalam 5 pekan terakhir terlebih setelah mata uang dolar terkoreksi dengan ekspektasi akan langkah Bank Sentral Jepang (BOJ) untuk menaikkan suku bunga acuan pada pertemuan moneter di bulan Desember nanti. Dan sebagian juga karena Jepang tidak termasuk dalam daftar negara yang dikenakan agenda kenaikan tarif impor dari Trump. Jepang merupakan pihak asing pemegang obligasi AS terbanyak serta pelaku investasi langsung di AS terbesar sehingga menjadikan Jepang sebagai mitra dagang yang penting bagi AS.
Euro bergerak menguat dengan terkoreksinya mata uang dolar meski beberapa data fundamental yang dirilis belakangan ini masih cenderung menurun. Sementara Bank Sentral Eropa (ECB) juga terus ditekan oleh pejabat ECB sendiri untuk melanjutkan pemangkasan suku bunga acuan dalam pertemuan moneter beberapa pekan mendatang. Terlebih adanya kekhawatiran akan agenda Trump untuk menaikkan tarif impor terhadap Uni Eropa yang dipastikan akan berdampak negatif terhadap pertumbuhan ekonomi di kawasan ini. Tidak ada data ekonomi yang akan dirilis hari ini.
Poundsterling juga rebound seiring dengan koreksi mata uang dolar meski Bank Sentral Inggirs (BOE) juga diperkirakan akan memangkas suku bunga acuannya. Dengan daya beli rakyat Inggris yang menurun drastis yang dikaitkan dengan tingginya suku bunga acuan. BOE menjadi bank sentral di antara negara maju lainnya yang paling sedikit melakukan pemangkasan. Sehingga BOE mempunyai banyak ruang untuk melakukan pemangkasan yang hanya baru 2 kali dilakukan dalam 2 tahun terakhir ini. Hari ini tidak ada data ekonomi yang akan dirilis.
Rumor menyebutkan Hamas siap untuk pembahasan gencatan senjata pasca kesepakatan gencatan senjata Israel-Lebanon berlaku -> negatif untuk minyak
Ketidakpastian geopolitik dari Rusia-Ukraina masih membayangi-> waspadai jika memanas sewaktu-waktu, maka minyak bisa berbalik naik
Lemahnya permintaan China juga secara fundamental masih menekan harga -> negatif untuk minyak
Selama ketegangan geopolitik reda, maka market akan kembali fokus ke tingkat permintaan
Data inventori versi EIA menunjukkan pengurangan lebih besar dari perkiraan, -1.8M vs exp -1.3M -> positif untuk minyak, namun kenaikan sepertinya masih terbatas karena reaksi terhadap geopolitik
Secara teknis area 65-67 merupakan support psikologis dan cukup dekat dengan harga saat ini (68/69) -> sejauh ini area 65-66 masih cukup kuat a. Penembusan di bawah 65 akan menekan lebih lanjut hingga support kisaran $60/62 terancam -> penurunan lebih lanjut, switch to SELL b. Jika tidak tembus di bawah 65, ada kemungkinan rebound -> switch to BUY, sebaiknya pasang SL di bawah 65 jika melakukan buy di zona 65-67!
Sementara area 71/72 sejauh ini menjadi resistance psikologis. -> masih gagal tembus, sehingga cenderung negatif
Waspada zona support psikologis 60-63 dan resistance psikologis 72-73
Suggest : SELL on Rally Area : 69.20 – 69.40 Target : 1) 68.20 2) 67.20 SL : 70.40
Alternatif : Pertahankan/follow SELL jika tembus 68.00 Switch to BUY jika tembus 71.00
CHART TECHNICAL ANALYSIS DOW JONES
KETERANGAN
US Treasury Yield dan Dolar ditutup melemah -> positif untuk saham
Hamas mengatakan siap bahas gencatan senjata, menyusul kesepakatan gencatan senjata Israel-Lebanon -> positif untuk saham
Ketidakpastian geopolitik masih menyisakan Rusia-Ukraina sehingga masih perlu waspada -> berpotensi membatasi kenaikan saham
Secara keseluruhan data ekonomi AS dirilis solid, terutama untuk jobless claims yang berkurang. Sementara GDP relatif melemah dibanding periode sebelumnya, dan PCE yang naik tipis -> tapi tidak mengurangi alasan Fed untuk tetap menurunkan suku bunga Desember
Bullish kemungkinan bisa kembali dominan selama geopolitik reda/tidak memanas
Profit taking kemungkinan membayangi karena market AS libur Thanksgiving Day dan indeks saham ditutup lebih cepat hari ini (01.00 WIB) sehingga kemungkinan kenaikan pun relatif terbatas, dan profit taking menekan harga lebih dulu -> penurunan di pasar saham
Secara teknis, bullish akan kembali kuat jika tembus 45100 -> switch to BUY jika berhasil ditembus
Pertahankan SELL jika tembus 44785 (short term correction expected)
Suggest : SELL on Rally Area : 44910 - 44930 Target : 1) 44810 2) 44710 SL : 45010
Alternatif : Follow/Pertahankan SELL jika tembus 44785 Switch to BUY jika tembus 45100
CHART TECHNICAL ANALYSIS S&P 500
KETERANGAN
US Treasury Yield dan Dolar ditutup melemah -> positif untuk saham
Hamas mengatakan siap bahas gencatan senjata, menyusul kesepakatan gencatan senjata Israel-Lebanon -> positif untuk saham
Ketidakpastian geopolitik masih menyisakan Rusia-Ukraina sehingga masih perlu waspada -> berpotensi membatasi kenaikan saham
Secara keseluruhan data ekonomi AS dirilis solid, terutama untuk jobless claims yang berkurang. Sementara GDP relatif melemah dibanding periode sebelumnya, dan PCE yang naik tipis -> tapi tidak mengurangi alasan Fed untuk tetap menurunkan suku bunga Desember
Bullish kemungkinan bisa kembali dominan selama geopolitik reda/tidak memanas
Profit taking kemungkinan membayangi karena market AS libur Thanksgiving Day dan indeks saham ditutup lebih cepat hari ini (01.00 WIB) sehingga kemungkinan kenaikan pun relatif terbatas, dan profit taking menekan harga lebih dulu -> penurunan di pasar saham
Secara teknis, bullish akan kembali kuat jika tembus 6070 -> switch to BUY jika berhasil ditembus
Pertahankan SELL jika tembus 5970 (short term correction expected)
Suggest : SELL on Rally Area : 6020.00 – 6040.00 Target : 1) 5990.00 2) 5960.00 SL : 6070.00
Alternatif : Switch to BUY jika tembus 6070 Pertahankan/follow SELL jika tembus 5970
CHART TECHNICAL ANALYSIS NASDAQ
KETERANGAN
US Treasury Yield dan Dolar ditutup melemah -> positif untuk saham
Hamas mengatakan siap bahas gencatan senjata, menyusul kesepakatan gencatan senjata Israel-Lebanon -> positif untuk saham
Ketidakpastian geopolitik masih menyisakan Rusia-Ukraina sehingga masih perlu waspada -> berpotensi membatasi kenaikan saham
Secara keseluruhan data ekonomi AS dirilis solid, terutama untuk jobless claims yang berkurang. Sementara GDP relatif melemah dibanding periode sebelumnya, dan PCE yang naik tipis -> tapi tidak mengurangi alasan Fed untuk tetap menurunkan suku bunga Desember
Bullish kemungkinan bisa kembali dominan selama geopolitik reda/tidak memanas
Profit taking kemungkinan membayangi karena market AS libur Thanksgiving Day dan indeks saham ditutup lebih cepat hari ini (01.00 WIB) sehingga kemungkinan kenaikan pun relatif terbatas, dan profit taking menekan harga lebih dulu -> penurunan di pasar saham
Secara teknis, bullish akan kembali kuat jika tembus 21000 -> switch to BUY jika berhasil ditembus
Pertahankan SELL jika tembus 20800 (short term correction expected)
Suggest : SELL on Rally Area : 20860.00 – 20880.00 Target : 1) 20760.00 2) 20660.00 SL : 20980.00
Alternatif : Pertahankan/Follow SELL jika tembus 20800 Switch to BUY jika tembus 21000
CHART TECHNICAL ANALYSIS NIKKEI
KETERANGAN
Wall Street berhasil rebound sehingga berdampak positif juga untuk Nikkei, meskipun rata-rata ditutup melemah sehingga peluang koreksi hari ini cenderung dominan
Yen lanjut menguat karena semakin kuatnya rumor BOJ menaikkan suku bunga di pertemuan 18-19 Desember, kemungkinan menjadikan kenaikan Nikkei cenderung terbatas
Secara teknis sudah berada di bawah 38100 sehingga opsi SELL lebih cenderung dominan daripada kenaikan
Investor akan mencermati data Tokyo CPI hari Jumat untuk petunjuk tambahan untuk rencana suku bunga BOJ berikutnya
Market AS libur Thanksgiving sehingga potensi pergerakan di malam hari cenderung terbatas, dan indeks saham cenderung profit taking juga pengaruhi saham Nikkei
Bearish akan lebih kuat jika secara teknis berhasil tembus 37970 -> pertahankan SELL
Sebaliknya, bullish akan dominan jika tembus support 38350 -> switch to BUY
Suggest : SELL on Rally Area : 38150– 38170 Target : 1) 38050 2) 37950 SL : 38270
Alternatif : Follow/Pertahankan SELL jika tembus 37970 Switch to BUY jika tembus 38350
CHART TECHNICAL ANALYSIS HANG SENG
KETERANGAN
Jangka pendek kemungkinan masih dalam bayang-bayang penurunan yang masih dipicu oleh kekecewaan market terhadap stimulus fiskal pemerintah kurang besar
Market masih menunggu kebijakan stimulus fiskal pemerintah China untuk dukung ekonomi dan mengatasi tarif Trump -> kemungkinan paling cepat Desember, paling lambat Januari pasca Trump dilantik
Dampak market belum akan terlihat, kecuali pemerintah China mulai menyusun target stimulus fiskal dalam waktu dekat untuk dukung ekonomi dan menanggapi tarif Trump
Market juga menunggu PBOC untuk kembali memangkas RRR sebagai bagian dari kebijakan moneter longgar -> seharusnya positif untuk saham
Medium term : bullish tetap terbuka karena pemerintah China targetkan pemulihan konsumsi domestik, PBOC juga tetap longgarkan kebijakan-> setiap penurunan adalah peluang untuk buy untuk strategi medium term
Bullish akan lebih kuat jika mampu tembus 19850-> switch to BUY
Tekanan bearish akan lebih dominan jika tembus 19400 -> pertahankan SELL
Suggest : SELL on Rally Area : 19700 - 19720 Target : 1) 19600 2) 19500 SL : 19820
Alternatif : Follow/Pertahankan SELL jika tembus 19400 Switch to BUY jika tembus 19850
Dolar berlanjut menguat terhadap mata uang lainnya seiring dengan keputusan Presiden terpilih Trump menandatangani kenaikan tarif baru terhadap Kanada, Mexico dan China. Kekhawatiran akan pengenaan kenaikan tarif impor dari negara-negara lain mitra dagang AS yang belum disebutkan menjadi sentimen negatif untuk mata uang lainnya dan sebaliknya menjadi positif untuk mata uang dolar. Kenaikan tarif impor untuk produk barang dan jasa dari Kanada dan Mexico diputuskan oleh Trump dikaitkan dengan semakin maraknya imigran gelap dan perdagangan narkoba masuk ke wilayah AS. Sedangkan produk China hanya dikenakan kenaikan tarif sebanyak 10% jauh di bawah ancaman Trump sebelumnya yang pada awalnya akan menaikkan hingga 60%. Sebelumnya Trump menunjuka Scott Bessent sebagai calon menteri keuangan diterima baik oleh pasar karena posisi sebelumnya sebagai veteran pelaku pasar dapat mengakomodir keinginan dan harapan pasar akan kebijakan fiskal yang terbuka guna dapat melakukan langkah antisipasi yang diperlukan. Sehingga dapat mengurangi dampak negatif dari kebijakan agenda ekonomi Trump yang akan dijalankan nantinya jika bertentangan dengan ekspektasi pasar. Dengan memasuki pekan terakhir sebelum memasuki bulan Desember, pasar masih belum mendapat kepastian akan langkah Fed dalam pertemuan moneter FOMC di bulan depan. Dalam nota minuta pertemuan FOMC sebelumnya yang dirilis semalam pejabat Fed anggota voting masih belum sepakat perihal seberapa jauh Fed akan melonggarkan kebijakan moneternya, seberapa banyak Fed akan memangkas suku bunga acuannya. Tapi dapat dipastikan pejabat Fed kali ini akan melakukan pendekatan yang lebih berhati-hati dalam mengambil langkah moneter untuk kedepannya. Sementara aktifitas geopolitik di Timur Tengah diharapkan segera mereda dengan dicapainya kesepakatan damai antar Israel dan Lebanon dengan penengah AS dan Prancis. Berbeda halnya dengan geopolitik di Ukraina, setelah dikhabarkan Ukraina meluncurkan rudal ATCMS buatan AS untuk kedua kalinya. Keputusan Ukraina ini akan menjadi pemicu naiknya ketegangan jika Rusia melancarkan serangan balasan. Dari fundamental ekonomi domestik AS, sektor manufaktur masih menjadi hambatan bagi pertumbuhan ekonomi dengan data indeks manufaktur di negara bagian Richmond masih stagnan -14 yang lebih jelek dari perkiraan sedikit membaik -11. Sedangkan indeks kepercayaan konsumen meningkat 111.7 sedikit dibawah perkiraan 111.8 dari periode sebelumnya yang juga direvisi membaik dari 108.7 menjadi 109.6. Hari ini akan dirilis sejumlah data penting mulai dari data pertumbuhan ekonomi GDP, durable good order dan data inflasi PCE. Sejumlah data tersebut dirilis bersamaan karena esok hari US Market libur merayakan Thanksgiving. Bank Sentral New Zealand (RBNZ) akan mengadakan pertemuan moneter hari ini dengan perkiraan akan memangkas suku bunga acuan sebanyak 50 bps unutk pertama kali setelah melakukan 2x pemangkasan sebanyak 25 bps sebelumnya.
Yen juga masih berlanjut menguat seiring dengan semakin besarnya ekspektasi akan kenaikan suku bunga acuan oleh Bank Sentral Jepang (BOJ) dalam pertemuan moneter bulan depan. Dengan inflasi yang masih cenderung naik diatas target 2%, setelah data CPI yang naik menjadi 2.3%. Disusul dengan data inflasi dari sisi produsen di sektor jasa yang naik 2.9% jauh diatas perkiraan 2.5% dan bahkan data periode sebelumnya juga direvisi naik dari 2.6% menjadi 2.8%. Hal ini semakin membuka lebar langkah BOJ unutk menaikkan suku bunga acuan ditambah dengan mata uang Yen yang terus tertekan sehingga momen sangat tepat untuk mencegah pelemahan mata yang Yen berlanjut. Hari ini tidak ada data ekonomi yang akan dirilis.
Euro masih terus tertekan terhadap dolar seiring dengan peluang akan langkah Bank Sentral Eropa (ECB) untuk kembali menurunkan suku bunga acuannya setelah data aktifitas ekonomi menurun drastis menuju zona kontraksi. ECB diperkirakan akan memangkas suku bunga acuan lebih agresif sebanyak 50 bps pada pertemuan moneter beberapa pekan mendatang. Data inflasi CPI baru akan dirilis di hari Jumat di penghujung pekan ini yang akan mengkonfirmasi apakan perkiraan tersebut kemungkinan dapat terjadi. Hari ini tidak ada data ekonomi yang akan dirilis.
Poundsterling sedikit tertahan terhadap peguatan mata uang dolar meskipun data ekonomi masih cenderung menurun. Data di sektor ritel masih menurun setelah Retail Sales pekan lalu,kemarin data Realized Sales juga turun drastis dari -6 menjadi -16 yang jauh dibawah perkiraan -14. Seperti terlihat daya beli rakyat Inggris sudah diperkirakan menurun namun tidak sebanyak angka tersebut. Berkurangnya daya beli ini dikaitkan dengan tingginya suku bunga acuan sehingga Bank Sentral Inggris (BOE) ditekan terus untuk segera melakukan pemangkasan suku bunga acuan lebih lanjut. BOE menjadi bank sentral yang paling sedikit melakukan pemangkasan diantara negara maju lainnya. Hari ini tidak ada data ekonomi yang akan dirilis.
Agrodana Futures adalah perusahaan Pialang berizin dan diawasi oleh Bappebti, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), dan merupakan anggota dari Bursa ICDX dan JFX dan Kliring House ICH dan KBI. Kami menerima klien Warga Negara Indonesia dan Asing yang memegang Kartu Izin Tinggal Terbatas di Indonesia kecuali warga negara Amerika Serikat, Kanada, Uni Eropa, Australia, Jepang, Iran dan Korea Utara. Transaksi ini memiliki leverage dan tingkat risiko yang tinggi terhadap modal, dan tidak selalu cocok untuk semua orang, pelajari dan pahami risikonya sebelum memulai transaksi.
Agrodana Futures adalah perusahaan Pialang berizin dan diawasi oleh Bappebti, Otoritas Jasa Keuangan dan Bank Indonesia, dan merupakan anggota dari Bursa ICDX dan JFX dan Kliring House ICH dan KBI. Kami menerima klien Warga Negara Indonesia dan Asing yang memegang Kartu Izin Tinggal Terbatas di Indonesia kecuali warga negara Amerika Serikat, Kanada, Uni Eropa, Australia, Jepang, Iran dan Korea Utara. Transaksi ini memiliki leverage dan tingkat risiko yang tinggi terhadap modal, dan tidak selalu cocok untuk semua orang, pelajari dan pahami risikonya sebelum memulai transaksi.