Suggest : SELL on Rally
Area : 69.20 – 69.40
Target : 1) 68.20 2) 67.20
SL : 70.40
Alternatif :
Pertahankan/follow SELL jika tembus 68.00
Switch to BUY jika tembus 71.00
Suggest : SELL on Rally
Area : 44910 - 44930
Target : 1) 44810 2) 44710
SL : 45010
Alternatif :
Follow/Pertahankan SELL jika tembus 44785
Switch to BUY jika tembus 45100
Suggest : SELL on Rally
Area : 6020.00 – 6040.00
Target : 1) 5990.00 2) 5960.00
SL : 6070.00
Alternatif :
Switch to BUY jika tembus 6070
Pertahankan/follow SELL jika tembus 5970
Suggest : SELL on Rally
Area : 20860.00 – 20880.00
Target : 1) 20760.00 2) 20660.00
SL : 20980.00
Alternatif :
Pertahankan/Follow SELL jika tembus 20800
Switch to BUY jika tembus 21000
Suggest : SELL on Rally
Area : 38150– 38170
Target : 1) 38050 2) 37950
SL : 38270
Alternatif :
Follow/Pertahankan SELL jika tembus 37970
Switch to BUY jika tembus 38350
Suggest : SELL on Rally
Area : 19700 - 19720
Target : 1) 19600 2) 19500
SL : 19820
Alternatif :
Follow/Pertahankan SELL jika tembus 19400
Switch to BUY jika tembus 19850
Dolar berlanjut menguat terhadap mata uang lainnya seiring dengan keputusan Presiden terpilih Trump menandatangani kenaikan tarif baru terhadap Kanada, Mexico dan China. Kekhawatiran akan pengenaan kenaikan tarif impor dari negara-negara lain mitra dagang AS yang belum disebutkan menjadi sentimen negatif untuk mata uang lainnya dan sebaliknya menjadi positif untuk mata uang dolar. Kenaikan tarif impor untuk produk barang dan jasa dari Kanada dan Mexico diputuskan oleh Trump dikaitkan dengan semakin maraknya imigran gelap dan perdagangan narkoba masuk ke wilayah AS. Sedangkan produk China hanya dikenakan kenaikan tarif sebanyak 10% jauh di bawah ancaman Trump sebelumnya yang pada awalnya akan menaikkan hingga 60%. Sebelumnya Trump menunjuka Scott Bessent sebagai calon menteri keuangan diterima baik oleh pasar karena posisi sebelumnya sebagai veteran pelaku pasar dapat mengakomodir keinginan dan harapan pasar akan kebijakan fiskal yang terbuka guna dapat melakukan langkah antisipasi yang diperlukan. Sehingga dapat mengurangi dampak negatif dari kebijakan agenda ekonomi Trump yang akan dijalankan nantinya jika bertentangan dengan ekspektasi pasar. Dengan memasuki pekan terakhir sebelum memasuki bulan Desember, pasar masih belum mendapat kepastian akan langkah Fed dalam pertemuan moneter FOMC di bulan depan. Dalam nota minuta pertemuan FOMC sebelumnya yang dirilis semalam pejabat Fed anggota voting masih belum sepakat perihal seberapa jauh Fed akan melonggarkan kebijakan moneternya, seberapa banyak Fed akan memangkas suku bunga acuannya. Tapi dapat dipastikan pejabat Fed kali ini akan melakukan pendekatan yang lebih berhati-hati dalam mengambil langkah moneter untuk kedepannya. Sementara aktifitas geopolitik di Timur Tengah diharapkan segera mereda dengan dicapainya kesepakatan damai antar Israel dan Lebanon dengan penengah AS dan Prancis. Berbeda halnya dengan geopolitik di Ukraina, setelah dikhabarkan Ukraina meluncurkan rudal ATCMS buatan AS untuk kedua kalinya. Keputusan Ukraina ini akan menjadi pemicu naiknya ketegangan jika Rusia melancarkan serangan balasan. Dari fundamental ekonomi domestik AS, sektor manufaktur masih menjadi hambatan bagi pertumbuhan ekonomi dengan data indeks manufaktur di negara bagian Richmond masih stagnan -14 yang lebih jelek dari perkiraan sedikit membaik -11. Sedangkan indeks kepercayaan konsumen meningkat 111.7 sedikit dibawah perkiraan 111.8 dari periode sebelumnya yang juga direvisi membaik dari 108.7 menjadi 109.6. Hari ini akan dirilis sejumlah data penting mulai dari data pertumbuhan ekonomi GDP, durable good order dan data inflasi PCE. Sejumlah data tersebut dirilis bersamaan karena esok hari US Market libur merayakan Thanksgiving. Bank Sentral New Zealand (RBNZ) akan mengadakan pertemuan moneter hari ini dengan perkiraan akan memangkas suku bunga acuan sebanyak 50 bps unutk pertama kali setelah melakukan 2x pemangkasan sebanyak 25 bps sebelumnya.
Yen juga masih berlanjut menguat seiring dengan semakin besarnya ekspektasi akan kenaikan suku bunga acuan oleh Bank Sentral Jepang (BOJ) dalam pertemuan moneter bulan depan. Dengan inflasi yang masih cenderung naik diatas target 2%, setelah data CPI yang naik menjadi 2.3%. Disusul dengan data inflasi dari sisi produsen di sektor jasa yang naik 2.9% jauh diatas perkiraan 2.5% dan bahkan data periode sebelumnya juga direvisi naik dari 2.6% menjadi 2.8%. Hal ini semakin membuka lebar langkah BOJ unutk menaikkan suku bunga acuan ditambah dengan mata uang Yen yang terus tertekan sehingga momen sangat tepat untuk mencegah pelemahan mata yang Yen berlanjut. Hari ini tidak ada data ekonomi yang akan dirilis.
Euro masih terus tertekan terhadap dolar seiring dengan peluang akan langkah Bank Sentral Eropa (ECB) untuk kembali menurunkan suku bunga acuannya setelah data aktifitas ekonomi menurun drastis menuju zona kontraksi. ECB diperkirakan akan memangkas suku bunga acuan lebih agresif sebanyak 50 bps pada pertemuan moneter beberapa pekan mendatang. Data inflasi CPI baru akan dirilis di hari Jumat di penghujung pekan ini yang akan mengkonfirmasi apakan perkiraan tersebut kemungkinan dapat terjadi. Hari ini tidak ada data ekonomi yang akan dirilis.
Poundsterling sedikit tertahan terhadap peguatan mata uang dolar meskipun data ekonomi masih cenderung menurun. Data di sektor ritel masih menurun setelah Retail Sales pekan lalu,kemarin data Realized Sales juga turun drastis dari -6 menjadi -16 yang jauh dibawah perkiraan -14. Seperti terlihat daya beli rakyat Inggris sudah diperkirakan menurun namun tidak sebanyak angka tersebut. Berkurangnya daya beli ini dikaitkan dengan tingginya suku bunga acuan sehingga Bank Sentral Inggris (BOE) ditekan terus untuk segera melakukan pemangkasan suku bunga acuan lebih lanjut. BOE menjadi bank sentral yang paling sedikit melakukan pemangkasan diantara negara maju lainnya. Hari ini tidak ada data ekonomi yang akan dirilis.
Cek info lain di:
https://agrodana-futures.com/
https://instagram.com/agrodanafuturesofficial
https://www.youtube.com/c/agrodanafuturesofficial
Suggest : SELL on Rally
Area : 69.40 – 69.60
Target : 1) 68.40 2) 67.40
SL : 70.60
Alternatif :
Pertahankan/follow SELL jika tembus 68.00
Switch to BUY jika tembus 71.00
Suggest : BUY on Dip
Area : 44910 - 44930
Target : 1) 45030 2) 45130
SL : 44810
Alternatif :
Follow/Pertahankan BUY jika tembus 45000
Switch to SELL jika tembus 44800
Suggest : BUY on Dip
Area : 6000.00 – 6020.00
Target : 1) 6050.00 2) 6080.00
SL : 5970.00
Alternatif :
Switch to SELL jika tembus 5950
Pertahankan/follow BUY jika tembus 6055
Suggest : BUY on Dip
Area : 20930.00 – 20950.00
Target : 1) 21050.00 2) 21150.00
SL : 20830.00
Alternatif :
Pertahankan/Follow BUY jika tembus 21030
Switch to SELL jika tembus 20800
Suggest : SELL on Rally
Area : 38450– 38470
Target : 1) 38350 2) 38250
SL : 38570
Alternatif :
Follow/Pertahankan SELL jika tembus 38200
Switch to BUY jika tembus 38600
Suggest : SELL on Rally
Area : 19300 - 19320
Target : 1) 19200 2) 19100
SL : 19420
Alternatif :
Follow/Pertahankan SELL jika tembus 18900
Switch to BUY jika tembus 19500
Dolar masih cenderung menguat terhadap mata uang lainnya dengan dipilihnya Scott Bessent sebagai calon menteri keuangan di kabinet Trump mendatang. Kehadiran Bessent diterima baik oleh pasar karena posisi sebelumnya sebagai veteran pelaku pasar yaitu sebagai pendiri Key Square Group dapat mengerti keinginan dan harapan pasar akan kebijakan fiskal yang terbuka guna dapat melakukan langkah antisipasi yang diperlukan. Bessent juga diharapkan dapat pengurangi dampak negatif dari kebijakan agenda ekonomi Trump yang akan dijalankan nantinya. Selain itu Bessent juga dikenal secara terbuka mendukung strong dolar dan ikut mendukung rencana kenaikan tarif impor. Pemilihan Bessent ini memberikan angin segar di tengah ketidakpastian akan kandidat lain sebelumnya. Faktor resiko akan dampak agenda ekonomi Trump yang drastis dapat dihindarkan. Semalam Trump juga menurunkan target agenda kenaikan tarif impor dengan mengatakan hanya akan mengenakan kenaikan 25% produk dari Kanada dan Mexico. Kenaikan 25% terhadap Kanada dan Mexico dilakukan sekaligus untuk membatasi perdagangan di perbatasan dengan kedua negara tersebut. Sementara itu pembicaraan akan gencatan senjata di Timur Tengah antara Israel dan Lebanon yang sepakat akan menghentikan perseteruan Israel - Hamas sudah semakin mendekati final dalam pertemuan kedua pihak disertai penengah AS dan Prancis. Menyisakan geopolitik antara Rusia - Ukraina yang setelah sempat memanas belum ada lagi perkembangan yang signifikan. Hari ini akan dirilis data Kepercayaan Konsumen dan indeksmanufaktur di negara bagian Richmond. Lewat tengah malam nanati Fed akan merilis nota minuta pertemuan moneter bulan lalu yang akan memberikan pandangan akan pejabat Fed perihal langkah moneter yang akan diambil pada pertemuan moneter berikutnya di bulan Desember mendatang. Data penting berikutnya baru akan dirilis esok hari berupa pertumbuhan ekonomi GDP.
Yen terus menguat terhadap dolar seiring dengan semakin besarnya peluang Bank Sentral Jepang (BOJ) untuk kembali menaikkan suku bunga acuan pada pertemuan moneter mereka bulan depan. Gubernur BOJ - Kazuo Ueda dalam pidato terakhirnya mengatakan peluang kenaikan suku bunga acuan sangat terbuka. Terlebih didukung oleh data ekonomi berupa inflasi yang kembali naik di atas 2% dan tekanan karena melemahnya mata uang Yen akhir-akhir ini yang akan berdampak buruk pada ekonomi secara keseluruhan. Sementara tekanan dari pemerintahan Perdana Menteri - Shigeru Ishiba yang meminta untuk menunda kenaikan tersebut kemungkinan akan diabaikan oleh BOJ.
Euro masih cenderung melemah terhadap dolar meski sempat menguat sesaat dari level terendah sebelumnya. Tekanan terhadap Bank Sentral Eropa (ECB) untuk kembali menurunkan suku bunga acuan setelah data aktifitas ekonomi menurun drastis menuju zona kontraksi. Dengan menurunnya aktifitas ekonomi ini diperkirakan ECB akan memangkas suku bunga acuan lebih agresif sebanyak 50 bps pada pertemuan moneter beberapa pekan mendatang. Data ekonomi berupa iklim bisnis di Jerman turun drastis dari 86.5 menjadi 85.7 yang lebih rendah dari perkiraan hanya turun 86.1. Data inflasi baru akan dirilis di hari Jumat di penghujung pekan ini yang akan mengkonfirmasi apakah perkiraan tersebut kemungkinan dapat terjadi. Hari ini tidak ada data ekonomi yang akan dirilis.
Poundsterling juga masih cenderung tertekan terhadap dolar setelah data aktifitas ekonomi di Inggris juga turun walau tidak seburuk di kawasan Eropa lainnya. Hanya di sektor ritel yang turun drastis yang menggambarkan rendahnya daya beli konsumen periode bulan sebelumnya. Hal ini dapat diartikan bahwa Bank Sentral Inggris (BOE) juga diperkirakan akan kembali memangkas suku bunga acuannya guna memicu kembali aktifitas ekonomi di Inggris yang cenderung menurun saat ini. Data ekonomi yang akan dirilis hari ini juga diperkirakan cenderung negatif.
Cek info lain di:
https://instagram.com/agrodanafuturesofficial
https://www.youtube.com/c/agrodanafuturesofficial
Dolar masih cenderung menguat terhadap mata uang lainnya dengan eskalasi geopolitik antara Rusia dengan pihak barat yang semakin memanas dan juga data data ekonomi di wilayah Eropa yang memburuk. Rusia melakukan serangan balasan setelah Ukraina meluncurkan 2 rudal AS dan Inggris ke wilayahnya. Rusia memberikan peringatan bahwa akan kembali menyerang jika masih diperlukan. Sebaliknya fundamental ekonomi di AS yang masih terus positif serta terpilihnya calon menteri keuangan baru pilihan Trump membuat pasar sedikit lega karena hilangnya 1 faktor resiko dalam investasi. Trump hari Jumat lalu mengumumkan pilihannya, Scott Bessent yang akan menduduki jabatan menteri keuangan dalam kabinetnya nanti dan akan bertanggung jawab pada masalah ekonomi, regulasi dan hubungan internasional. Menurut Trump, Scott adalah sosok yang disegani oleh investor internsional dan pakar ekonomi dan geoplitik. Sebelumnya banyak nama yang tersiar di media seperti mantan pejabat Fed - Kevin Warsh dan Ketua Eksekutif Apollo Global Management - Marc Rowan. Scott sebelumnya dikenal tidak terlalu mendukung kenaikan tarif sehingga dengan terpilihnya sebagai menteri keuangan maka peluang akan kenaikan tarif impor yang agresif kemungkinan akan berkurang. Hal ini membuat sebagian mitra dagang AS bisa tidak terlalu khawatir akan kenaikan tarif impor yang tajam nantinya. Sementara itu data ekonomi berupa PMI di sektor manufaktur naik 48.8 sesuai perkiraan dan data periode sebelumnya direvisi membaik jadi 48.5. Data PMI di sektor jasa malah lebih baik lagi dengan meningkat dari 55.0 menjadi 57 yang jauh melampaui perkiraan hanya naik 55.2. Sehingga secara komposit data PMI meningkat menjadi 55.3 yang merupakan level tertinggi sejak April 2022 yang lalu. Optimisme dengan adanya pemimpin baru di tahun 2025 mendatang membawa harapan akan ekonomi yang lebih baik lagi. Optimisme yang sama membuat bitcoin melonjak hampir menembus level $100.000 yaitu di level $99.697,17/1 BTC. Dengan itu juga ekspektasi akan langkah Fed untuk meneruskan memangkas suku bunga semakin surut dengan perkiraan hanya mencapai 52.7% dari beberapa hari sebelumnya yang di atas 55% menurut CME's FedWatch Tool. Hari ini tidak ada data ekonomi, namun pekan ini akan dirilis data pertumbuhan ekonomi GDP, Durable Goods Order dan data PCE serta nota minuta pertemuan moneter FOMC bulan lalu. Pekan ini menjadi pendek karena AS libur di penghujung pekan ini merayakan Thanksgiving mulai hari Kamis malam yang akan datang.
Yen menguat terhadap dolar seiring dengan peluang Bank Sentral Jepang (BOJ) untuk kembali menaikkan suku bunga acuan pada pertemuan moneter mereka di bulan Desember mendatang. Dengan angka inflasi yang kembali naik 2.3% dari beberapa waktu lalu yang sempat turun di bawah 2.0%. Hal ini juga dikonfirmasi oleh Gubernur - Kazuo Ueda dalam pidato terakhirnya yang membuka peluang akan diambilnya langkah tersebut. Selain karena inflasi, BOJ juga mendapat tekanan oleh melemahnya mata uang Yen akhir-akhir ini yang akan berdampak buruk pada ekonomi secara keseluruhan dan hanya memberikan manfaat kepada eskportir.
Euro melemah terhadap dolar hingga level terendah dalam 2 tahun terakhir paska dirilisnya data PMI di kawasan ini. Data PMI di sektor jasa yang turun di bawah ambang 50 menandakan kondisi ekonomi di Uni Eropa mengalami degradasi dari ekspansi menjadi kontraksi. PMI di sektor jasa turun menjadi 49.2 yang jauh di bawah perkiraan 51.6 meskipun data periode sebelumnya direvisi membaik menjadi 51.6. Sedangkan di sektor manufaktur juga turun menjadi 45.2 yang juga lebih rendah dari perkiraan stabil sama seperti periode sebelumnya 46.0. Data pertumbuhan ekonomi GDP di Jerman juga menurun menjadi 0.1% yang lebih rendah dari perkiraan stagnan sama seperti periode sebelumnya 0.2%. Dengan data ini dan juga prospek pengenaan kenaikan tarif impor dari AS yang akan datang membuat prospek ekonomi di kawasan ini semakin redup. Hal ini semakin menekan Bank Sentral Eropa (ECB) untuk menurunkan suku bunga acuan lebih lanjut. Hari ini akan dirilis data Iklim Bisnis dari IFO dan data penting yang akan dirilis pekan ini adalah data inflasi CPI.
Poundsterling juga tertekan terhadap dolar seiring dengan data PMI yang juga turun ke zona kontraksi dari ekspansif seperti halnya di kawasan Eropa. Data PMI di sektor manufaktur turun 48.6 yang jauh lebih rendah dari perkiraan 50 dan bahkan data periode sebelumnya juga direvisi menurun menjadi 49.9 yang di bawah ambang batas 50. Sedangkan di sektor jasa juga menurun dari 52.0 menjadi tepat 50 yang jauh lebih rendah dari perkiraan hanya turun 51.9. Rencana kenaikan pajak bisnis menjadi penyebab utama turunnya angka PMI ini. Selain itu di sektor ritel juga mengalami penuruan drastis dengan data Retail Sales menjadi -0.7% yang jauh di bawah perkiraan hanya turun -0.3% dan periode sebelumnya juga direvisi menurun menjadi +0.1% saja. Seperti halnya ECB, Bank Sentral Inggris (BOE) juga diperkirakan akan kembali memangkas suku bunga acuannya guna memicu kembali aktifitas ekonomi di Inggris yang cenderung menurun saat ini. Pekan ini tidak ada data penting yang akan dirilis.
Cek info lain di:
https://instagram.com/agrodanafuturesofficial
https://www.youtube.com/c/agrodanafuturesofficial
Dolar berlanjut menguat seiring dengan eskalasi geopolitik antara Rusia dengan pihak barat dan juga data di sektor tenaga kerja yang masih solid. Setelah 2 kali Ukraina meluncurkan rudal buatan AS dan Inggris menembus wilayahnya, Rusia melakukan serangan balasan dengan meluncurkan rudal yang menurut Ukraina adalah rudal balistik antarbenua (ICBM) ke wilayah Ukraina. Serangan Rusia ini ditargetkan pada perusahaan dan infrastruktur di wilayah Dnipro yang merupakan pusat industri rudal di era Uni Soviet dahulu. Presiden Putin mengatakan Rusia hanya menggunakan rudal balistik jarak menengah saja dan masih akan mengirimkan rudal yang lainnya jika terpaksa. Apapun jenis rudal yang digunakan tetap akan menjadi ancaman keamanan global dan berpotensi menguncang stabilitas ekonomi dunia jika ketegangan tersebut semakin meningkat. Kondisi ini membuat pelaku pasar mengalihkan aset beresiko mereka menjadi aset safe haven. Permintaan akan mata uang dolar, yen, swiss franc dan emas meningkat tajam. Sementara itu fundamental ekonomi di AS juga masih solid dengan laporan klaim pengangguran di AS mengalami penurunan menjadi 213K yang merupakan level terendah dalam 7 bulan terakhir dan lebih rendah dari perkiraan 224K meski data periode sebelumnya direvisi meningkat dari 217K menjadi 219K. Data ini menunjukkan mulai pulihnya sektor tenaga kerja yang berangsur membaik paska 2 badai dan aksi mogok kerja yang terjadi di bulan lalu. Jika data di sektor tenaga kerja terus membaik semestinya memberi ruang bagi Fed untuk melanjutkan pemangkasan suku bunga acuan. Sementara pejabat Fed masih berbeda pendapat perihal langkah moneter yang akan diambil Fed pada pertemuan moneter di bulan Desember mendatang. Gubernur Fed – Michelle Bowman mengingatkan Fed untuk waspada dalam mengambil keputusannya karena inflasi masih di atas target Fed dan cenderung stagnan akhir-akhir ini. Gubernur Fed San Fransisco – Thomas Barkin juga mengatakan ekonomi AS masih rentan terhadap kemungkinan inflasi naik lagi dengan peluang yang lebih besar dibandingkan dari sebelumnya. Sedangkan Gubernur Fed – Lisa Cook meski tidak mengatakan secara eksplisit mendukung pemangkasan suku bunga acuan, namun masih optimis inflasi akan terus turun dilihat dari data-data di sektor perumahan yang menguat belakangan ini. Senada dengan itu, Gubernur Fed Boston - Susan Collins dan Gubernur Fed New York - John Williams keduanya masih optimis mendukung pemangkasan suku bunga acuan seiring dengan semakin berkurangnya tekanan inflasi. Agenda Trump untuk mengurangi pajak dan menaikkan tarif impor menjadi penghalang langkah Fed karena berpotensi kembali ke inflasi tinggi. Trump belum juga mengumumkan siapa yang akan menjadi menteri keuangan dan menteri perdagangan dalam kabinetnya nanti. Sedangkan bitcoin terus menguat menuju $100.000 oleh euforia atas kemenangan Trump yang menjanjikan akan menjadikan AS sebagai ibukota cryptocurrency. Hari ini akan dirilis data PMI di sektor manufaktur dan jasa serta hasil survey dari University of Michigan perihal sentimen konsumen dan ekspektasi inflasi.
Yen kembali menguat terhadap dolar seiring dengan data inflasi yang mendukung langkah Bank Sentral Jepang (BOJ) untuk kembali menaikkan suku bunga acuan dalam waktu dekat ini. Data inflasi di Jepang masih di atas 2% yaitu 2.3% yang lebih tinggi dari perkiraan 2.2% meski periode sebelumnya lebih tinggi lagi 2.5%. Dengan inflasi yang terus tertahan di atas 2%, selaras dengan rencana BOJ untuk kembali menaikkan suku bunga acuan seperti yang diungkapkan Gubernur BOJ - Kazuo Ueda dalam 2 kesempatan pidato terakhir kemarin. Selain itu pemerintah Jepang juga sedang mempertimbangkan stimulus ekonomi termasuk dengan upah. Jika disetujui maka stimulus ini juga berpotensi menaikkan angka inflasi selain dari agenda kenaikan tarif dari AS tahun depan.
Euro berlanjut melemah selain karena permintaan aset safe haven yang meningkat, namun juga karena hampir dapat dipastikan Bank Sentral Eropa (ECB) akan kembali menurunkan suku bunga acuannya. Tekanan untuk hal tersebut semakin meningkat dan datang dari pejabat ECB sendiri. Semalam giliran Gubernur Bank Sentral Prancis - Francois Villeroy de Galhau yang masih percaya inflasi di Eropa tidak akan banyak berubah setelah Trump menjadi presiden AS nanti. Ini bisa artinya ECB dapat melanjutkan pelonggaran moneter tanpa memperdulikan inflasi dalam waktu dekat ini. Sementara kekhawatiran akan agenda ekonomi Trump karena berpotensi akan menahan pertumbuhan ekonomi di Uni Eropa menjadi negatif. Data ekonomi berupa kepercayaan konsumen di Uni Eropa juga semakin menurun menjadi -14 dari perkiraan stabil sama seperti periode sebelumnya -13. Hari ini akan dirilis data pertumbuhan ekonomi GDP di Jerman dan data PMI.
Poundsterling juga masih cenderung melemah karena penguatan mata uang dolar. Selain itu juga karena sentimen negatif dari data ekonomi di Inggris yang memburuk. Data Hutang sektor publik meningkat 17.4B jauh melampaui perkiraan 13.0B. Meski data periode sebelumnya direvisi sedikit membaik dari 16.6B menjadi 16.1B. Ini akan berakibat pada defisit anggaran yang akan mempengaruhi kemampuan pemerintah untuk membangun infrastruktur. Hari ini akan dirilis data Retail Sales dengan perkiraan menurun sehingga kemungkinan GBP akan semakin terpuruk.
Cek info lain di:



