Faktor pendukung negatif saat ini : a. Geopolitik tenang b. Masih lemahnya permintaan minyak China
Faktor pendukung positif/bullish ke depan : a. belum jelas durasi konflik/ketegangan geopolitik (ketidakpastian) b. OPEC sepakat tunda sementara rencana peningkatan produksi c. Trump anti dengan green energy, sehingga berpeluang kembali ke bahan bakar fosil, lebih positif ke permintaan ke depan-> masih menunggu program yang akan dijalankan Trump saat memerintah per Januari 2025
Secara teknis area 65-67 merupakan support psikologis dan cukup dekat dengan harga saat ini (68/69) -> sejauh ini area 65-66 masih cukup kuat a. Penembusan di bawah 65 akan menekan lebih lanjut hingga support kisaran $60/62 terancam -> penurunan lebih lanjut, switch to SELL b. Jika tidak tembus di bawah 65, ada kemungkinan rebound -> switch to BUY, sebaiknya pasang SL di bawah 65 jika melakukan buy di zona 65-67!
Sementara area 71/72 sejauh ini menjadi resistance psikologis. -> masih gagal tembus, sehingga cenderung negatif
Waspada zona support psikologis 60-63 dan resistance psikologis 72-73
Suggest : BUY on Dip Area : 68.00 – 68.20 Target : 1) 69.20 2) 70.20 SL : 67.00
Alternatif : Pertahankan/follow BUY jika tembus 69.50 Switch to SELL jika tembus 66.50
CHART TECHNICAL ANALYSIS DOW JONES
KETERANGAN
US Treasury Yield terkoreksi turun, diikuti Dolar yang juga turun -> positif untuk saham
Indeks saham utama kemungkinan masih dibayangi profit taking setelah berturut-turut mengalami kenaikan
Penurunan kemungkinan masih bisa terjadi meskipun ada kenaikan yang sempat terjadi di S&P500 maupun Nasdaq, tapi kenaikan cenderung terbatas -> market masih menunggu laporan earnings dari Nvidia besok malam
Fokus minggu ini tertuju ke data Initial Jobless claims, PMI Manufacture dan Services
Bullish kemungkinan bisa kembali dominan selama geopolitik reda/tidak memanas
Secara teknis, bullish akan kembali kuat jika tembus 43950 -> switch to BUY jika berhasil ditembus
Pertahankan/follow SELL jika tembus 43390 (short term correction expected)
Suggest : SELL on Rally Area : 43530 - 43550 Target : 1) 43430 2) 43330 SL : 43650
Alternatif : Follow/Pertahankan SELL jika tembus 43390 Switch to BUY jika tembus 43950
CHART TECHNICAL ANALYSIS S&P 500
KETERANGAN
US Treasury Yield terkoreksi turun, diikuti Dolar yang juga turun -> positif untuk saham
Indeks saham utama kemungkinan masih dibayangi profit taking setelah berturut-turut mengalami kenaikan
Penurunan kemungkinan masih bisa terjadi meskipun ada kenaikan yang sempat terjadi di S&P500 maupun Nasdaq, tapi kenaikan cenderung terbatas -> market masih menunggu laporan earnings dari Nvidia besok malam
Fokus minggu ini tertuju ke data Initial Jobless claims, PMI Manufacture dan Services
Bullish kemungkinan bisa kembali dominan selama geopolitik reda/tidak memanas
Secara teknis, bullish akan kembali kuat jika tembus 6000 -> switch to BUY jika berhasil ditembus
Pertahankan/follow SELL jika tembus 5880 (short term correction expected)
Suggest : SELL on Rally Area : 5930.00 – 5950.00 Target : 1) 5900.00 2) 5870.00 SL : 5980.00
Alternatif : Switch to BUY jika tembus 6000 Pertahankan/follow SELL jika tembus 5880
CHART TECHNICAL ANALYSIS NASDAQ
KETERANGAN
US Treasury Yield terkoreksi turun, diikuti Dolar yang juga turun -> positif untuk saham
Indeks saham utama kemungkinan masih dibayangi profit taking setelah berturut-turut mengalami kenaikan
Penurunan kemungkinan masih bisa terjadi meskipun ada kenaikan yang sempat terjadi di S&P500 maupun Nasdaq, tapi kenaikan cenderung terbatas -> market masih menunggu laporan earnings dari Nvidia besok malam
Fokus minggu ini tertuju ke data Initial Jobless claims, PMI Manufacture dan Services
Bullish kemungkinan bisa kembali dominan selama geopolitik reda/tidak memanas
Secara teknis, bullish akan kembali kuat jika tembus 20800 -> switch to BUY jika berhasil ditembus
Pertahankan/follow SELL jika tembus 20520 (short term correction expected)
Suggest : SELL on Rally Area : 20640.00 – 20660.00 Target : 1) 20540.00 2) 20440.00 SL : 20760.00
Alternatif : Pertahankan/Follow SELL jika tembus 20520 Switch to BUY jika tembus 20800
CHART TECHNICAL ANALYSIS NIKKEI
KETERANGAN
Wall Street masih koreksi turun sehingga saham Asia berpotensi cenderung ikut turun -> negatif untuk saham
Pernyataan Kazuo Ueda kemarin tidak terlalu hawkish karena tidak memberi indikasi jelas tentang kenaikan suku bunga Desember, tapi secara umum dia memberi keyakinan bahwa BOJ masih tetap di jalur kenaikan suku bunga -> naik terbatas, cenderung turun
Bearish akan lebih kuat jika secara teknis berhasil tembus 38225 -> pertahankan SELL
Sebaliknya, bullish akan dominan jika tembus support 38600 -> switch to BUY
Suggest : SELL on Rally Area : 38350– 38370 Target : 1) 38250 2) 38150 SL : 38470
Alternatif : Follow/Pertahankan SELL jika tembus 38225 Switch to BUY jika tembus 38600
CHART TECHNICAL ANALYSIS HANG SENG
KETERANGAN
Jangka pendek kemungkinan masih dalam bayang-bayang penurunan yang masih dipicu oleh kekecewaan market terhadap stimulus fiskal pemerintah kurang besar
Faktor negatif saat ini yang membebani market : a. Stimulus fiskal tidak cukup besar -> market masih mencari petunjuk untuk potensi lebih besar b. ancaman kenaikan tarif saat Trump resmi menjabat -> baru berlaku Januari setelah dilantik, tapi kekhawatiran mulai membayangi
Faktor positif yang berpotensi mendukung kenaikan: a. Kebijakan moneter longgar dari PBOC -> sulit jika tanpa dukungan kebijakan fiskal yang kuat b. Seasonal event (akhir tahun dan awal tahun) semakin dekat
Media Nasional China menyebut bahwa PBOC kemungkinan akan memangkas RRR lebih lanjut tahun ini (tidak disebut spesifik waktunya) -> positif untuk saham
Medium term : bullish tetap terbuka karena pemerintah China targetkan pemulihan konsumsi domestik, PBOC juga tetap longgarkan kebijakan-> setiap penurunan adalah peluang untuk buy untuk strategi medium term
Bullish akan lebih kuat jika mampu tembus 19880-> pertahankan BUY
Tekanan bearish akan lebih dominan jika tembus 19450 -> switch to SELL
Suggest : BUY on Dip Area : 19600 - 19620 Target : 1) 19720 2) 19820 SL : 19500
Alternatif : Follow/Pertahankan BUY jika tembus 19880 Switch to SELL jika tembus 19450
Dolar terus bergerak menguat terhadap mata uang lainnya seiring dengan peluang Fed menahan diri dari pemangkasan suku bunga acuan lebih lanjut. Ketua Fed – Jerome Powell dalam pidato Jumat dini hari mengatakan Fed tidak perlu terburu-buru untuk melanjutkan memangkas suku bunga acuan dan jika memang perlu harus dilakukan secara berhati-hati. Powell menyinggung soal pertumbuhan ekonomi yang masih sehat, sektor tenaga kerja yang solid dan inflasi yang masih di atas target Fed 2%. Pendapat tersebut juga dikaitkan dengan prospek inflasi yang kembali naik karena agenda ekonomi dari Donald Trump yang akan kembali menduduki jabatan Presiden untuk kedua kalinya. Agenda Trump diperkirakan akan mempersempit ruang Fed untuk meneruskan langkah pelonggaran moneter yang selama ini sudah digadang-gadangkan akan memangkas suku bunga acuan yang agresif sepanjang tahun 2025 yang mengalami pengurangan drastis menjadi hanya 1 kali mendekati hari pelantikan secara resmi Presiden AS yang baru. Langkah ini perlu dilakukan agar Fed mempunyai ruang untuk kembali menaikkan suku bunga acuan jika inflasi betul-betul kembali naik. Senada dengan Powell, Gubernur Fed Chicago - Austan Goolsbee pada Jumat lalu mengatakan sudah sewajarnya Fed memperlambat laju penurunan suku bunga acuan karena pejabat Fed masih belum sepakat di level berapa suku bunga dianggap netral. Sedangkan Gubernur Fed Boston - Susan Collins malah menyarankan untuk menghentikan pemangkasan sepenuhnya pada pertemuan moneter di bulan Desember mendatang sesuai dengan data inflasi dan sektor tenaga kerja yang akan dirilis nanti. Sementara data ekonomi di sektor ritel dengan data Retail Sales yang naik 0.4% lebih tinggi dari perkiraan 0.3% dan data periode sebelumnya juga direvisi membaik dari 0.4% menjadi 0.8%. Dengan data Core Retail Sales yang tidak menyertakan sektor otomotif mengalami penurunan dari 0.3% menjadi 0.1% yang lebih jelek dari perkiraan naik 1.0%. Sedangkan jika dibandingkan dengan data yang sama periode setahun yang lalu Retail Sales mengalami kenaikan tajam 2.8% yang melampaui perkiraan 1.9% dari periode sebelumnya 2.0%. Data ini semakin memberikan ruang bagi Fed untuk melakukan pemangkasan suku bunga sebelum angka inflasi kembali naik nantinya. Probabilitas pemangkasan suku bunga acuan kembali menurun menjadi 55% setelah sebelumnya sempat naik lagi mendekati 73% merespon komentar dari pejabat Fed tersebut. Pekan ini tidak banyak data ekonomi yang akan dirilis kecuali pada hari Jumat nanti berupa data PMI di sektor manufaktur dan jasa serta pidato dari sejumlah pejabat Fed di sejumlah peristiwa dan tempat yang berbeda-beda.Â
Yen bergerak menguat terhadap dolar setelah sempat melemah hingga level 156 untuk pertama kalinya sejak Juli lalu. Penguatan ini dipicu oleh spekulasi akan diambilnya langkah strategis oleh pemerintah Jepang guna menahan laju pelemahan mata uang Yen. Hari ini Gubernur Bank Sentral Jepang (BOJ) - Kazuo Ueda dijadwalkan akan memberikan pidato yang akan dicermati pasar untuk mengetahui peluang BOJ kembali menaikkan suku bunga acuan mengingat angka inflasi yang terus meningkat di Jepang. Data ekonomi berupa machinary order di Jepang juga membaik dari -1.9% meniadi -0.7% walau tidak sebaik yang diperkirakan +1.4%. Pekan ini selain pidato dari Ueda hanya akan dirilis data neraca perdagangan.  Â
Euro tertahan laju penurunan terhadap dolar dan menjauh dari level terendah sebelumnya yang merupakan level terendah sejak Oktober 2023 yang lalu. Meskipun tekanan bagi Bank Sentral Eropa (ECB) untuk agresif malakukan pemangkasan suku bunga acuan semakin tinggi. Gubernur Bank Sentral Italia - Piero Cipollone sekaligus anggota voting ECB menyarankan hal tersebut guna mendukung pemulihan ekonomi secepatnya menjelang adanya agenda kenaikan tarif impor di AS yang akan datang. Cipollone mengatakan menurunkan suku bunga acuan akan merupakan stimulus bagi investasi dan diharapkan akan mendorong produktifitas. Sejumlah pejabat ECB mengkhawatirkan agenda proteksi yang akan diambil AS akan menghalangi pertumbuhan ekonomi global dan pembatasan impor akan memperburuk situasi ini. ECB diperkirakan akan kembali memangkas suku bunga acuan untuk keempat kalinya dalam pertemuan moneter pada 12 Desember mendatang. Hari ini tidak ada data yang akan dirilis, hanya pidato dari Gubernur Bank Sentral Jerman (BundesBank) - Joachim Nagel. .
Poundsterling masih melemah tajam terhadap dolar seiring dengan data pertumbuhan ekonomi GDP di Inggris yang menurun dari 0.2% menjadi -0.1%. Begitu pula dengan data kuartalan yang juga turun dari 0.5% menjadi 0.1% yang lebih rendah dari perkiraan turun 0.2%. Defisit neraca perdagangan juga bertambah begitu pula dengan industrial/manufacturing production mengalami penurunan. Kondisi ekonomi yang melemah ini akan mendorong Bank Sentral Inggris (BOE) untuk kembali memangkas suku bunga acuan pada pertemuan di bulan Desember mendatang. Pekan ini akan dirilis sejumlah data inflasi seperti CPI, PPI, RPI, WPI yang akan memberikan kejelasan apakah BOE akan menurunkan suku bunga acuan lebih lanjut atau akan mempertahankan suku bunga acuan saat ini. Selain itu juga akan dirilis data Hutang sektor publik dan Kepercayaan Konsumen. Â
Cek info lain di:
https://agrodana-futures.com/
https://instagram.com/agrodanafuturesofficial
https://www.youtube.com/c/agrodanafuturesofficial
CHART TECHNICAL ANALYSIS CRUDE OIL
KETERANGAN
Faktor pendukung negatif saat ini : a. Geopolitik tenang b. Masih lemahnya permintaan minyak China
Faktor pendukung positif/bullish ke depan : a. belum jelas durasi konflik/ketegangan geopolitik (ketidakpastian) b. OPEC sepakat tunda sementara rencana peningkatan produksi c. Trump anti dengan green energy, sehingga berpeluang kembali ke bahan bakar fosil, lebih positif ke permintaan ke depan-> masih menunggu program yang akan dijalankan Trump saat memerintah per Januari 2025
Secara teknis area 65-67 merupakan support psikologis dan cukup dekat dengan harga saat ini (68/69) a. Penembusan di bawah 65 akan menekan lebih lanjut hingga support kisaran $60/62 terancam -> penurunan lebih lanjut, switch to SELL b. Jika tidak tembus di bawah 65, ada kemungkinan rebound -> switch to BUY, sebaiknya pasang SL di bawah 65 jika melakukan buy di zona 65-67!
Sementara area 71/72 sejauh ini menjadi resistance psikologis. -> masih gagal tembus, sehingga cenderung negatif
Waspada zona support psikologis 60-63 dan resistance psikologis 72-73
Suggest : SELL on Rally Area : 67.40 – 67.60 Target : 1) 66.40 2) 65.40 SL : 68.60
Alternatif : Pertahankan/follow SELL jika tembus 66.50 Switch to BUY jika tembus 69.10
CHART TECHNICAL ANALYSIS DOW JONES
KETERANGAN
US Treasury Yield kembali naik, juga Dolar masih kuat -> negatif untuk saham
Retail Sales dirilis lebih baik dari perkiraan, 0.4% vs exp 0.3%, data bulan sebelumnya direvisi lebih tinggi dari 0.1% menjadi 0.8% -> belanja konsumen tetap tangguh jelang musim liburan meski suku bunga tinggi
Indeks saham utama kemungkinan masih dibayangi profit taking setelah berturut-turut mengalami kenaikan
Tekanan juga berasal dari berkurangnya peluang penurunan suku bunga Fed setelah Powell mengindikasikan "bank tidak buru-buru memangkas suku bunga" -> negatif untuk saham, tapi peluang suku bunga berikutnya tetap bergantung data ekonomi
Fokus minggu ini tertuju ke data PMI Manufacture dan Services
Bullish kemungkinan bisa kembali dominan selama geopolitik reda/tidak memanas
Secara teknis, bullish akan kembali kuat jika tembus 43950 -> switch to BUY jika berhasil ditembus
Pertahankan/follow SELL jika tembus 43500 (short term correction expected)
Suggest : SELL on Rally Area : 43650 - 43670 Target : 1) 43550 2) 43450 SL : 43770
Alternatif : Follow/Pertahankan SELL jika tembus 43500 Switch to BUY jika tembus 43950
CHART TECHNICAL ANALYSIS S&P 500
KETERANGAN
US Treasury Yield kembali naik, juga Dolar masih kuat -> negatif untuk saham
Retail Sales dirilis lebih baik dari perkiraan, 0.4% vs exp 0.3%, data bulan sebelumnya direvisi lebih tinggi dari 0.1% menjadi 0.8% -> belanja konsumen tetap tangguh jelang musim liburan meski suku bunga tinggi
Indeks saham utama kemungkinan masih dibayangi profit taking setelah berturut-turut mengalami kenaikan
Tekanan juga berasal dari berkurangnya peluang penurunan suku bunga Fed setelah Powell mengindikasikan "bank tidak buru-buru memangkas suku bunga" -> negatif untuk saham, tapi peluang suku bunga berikutnya tetap bergantung data ekonomi
Fokus minggu ini tertuju ke data PMI Manufacture dan Services
Bullish kemungkinan bisa kembali dominan selama geopolitik reda/tidak memanas
Secara teknis, bullish akan kembali kuat jika tembus 6000 -> switch to BUY jika berhasil ditembus
Pertahankan/follow SELL jika tembus 5880 (short term correction expected)
Suggest : SELL on Rally Area : 5940.00 – 5960.00 Target : 1) 5910.00 2) 5880.00 SL : 5990.00
Alternatif : Switch to BUY jika tembus 6000 Pertahankan/follow SELL jika tembus 5880
CHART TECHNICAL ANALYSIS NASDAQ
KETERANGAN
US Treasury Yield kembali naik, juga Dolar masih kuat -> negatif untuk saham
Retail Sales dirilis lebih baik dari perkiraan, 0.4% vs exp 0.3%, data bulan sebelumnya direvisi lebih tinggi dari 0.1% menjadi 0.8% -> belanja konsumen tetap tangguh jelang musim liburan meski suku bunga tinggi
Indeks saham utama kemungkinan masih dibayangi profit taking setelah berturut-turut mengalami kenaikan
Tekanan juga berasal dari berkurangnya peluang penurunan suku bunga Fed setelah Powell mengindikasikan "bank tidak buru-buru memangkas suku bunga" -> negatif untuk saham, tapi peluang suku bunga berikutnya tetap bergantung data ekonomi
Fokus minggu ini tertuju ke data PMI Manufacture dan Services
Bullish kemungkinan bisa kembali dominan selama geopolitik reda/tidak memanas
Secara teknis, bullish akan kembali kuat jika tembus 20800 -> switch to BUY jika berhasil ditembus
Pertahankan/follow SELL jika tembus 20520 (short term correction expected)
Suggest : SELL on Rally Area : 20670.00 – 20690.00 Target : 1) 20570.00 2) 20470.00 SL : 20790.00
Alternatif : Pertahankan/Follow SELL jika tembus 20520 Switch to BUY jika tembus 20800
CHART TECHNICAL ANALYSIS NIKKEI
KETERANGAN
Wall Street kembali ditutup turun sehingga saham Asia berpotensi cenderung ikut turun -> negatif untuk saham
Machinery Order Jepang untuk bulan September dirilis -0.7% m/m, lebih rendah dari ekspektasi +1.9%, bulan sebelumnya -1.9% dan sepanjang Juli-September data cenderung turun 1.3% q/q -> negatif untuk saham
Investor akan mencermati pidato Kazuo Ueda hari ini (pidato jam 8.00 WIB, QnA jam 11.45 WIB) untuk mencari petunjuk tentang suku bunga a. indikasi kenaikan suku bunga lebih cepat (Desember/Januari) -> negatif untuk Nikkei b. tidak ada indikasi kenaikan suku bunga -> positif untuk Nikkei
Bearish akan lebih kuat jika secara teknis berhasil tembus 38225 -> pertahankan SELL
Sebaliknya, bullish akan dominan jika tembus support 38600 -> switch to BUY
Suggest : SELL on Rally Area : 38400– 38420 Target : 1) 38300 2) 38200 SL : 38520
Alternatif : Follow/Pertahankan SELL jika tembus 38225 Switch to BUY jika tembus 38600
CHART TECHNICAL ANALYSIS HANG SENG
KETERANGAN
Jangka pendek kemungkinan masih dalam bayang-bayang penurunan yang dipicu oleh kekecewaan market terhadap stimulus fiskal pemerintah kurang besar
Faktor negatif saat ini yang membebani market : a. Stimulus fiskal tidak cukup besar -> market masih mencari petunjuk untuk potensi lebih besar b. ancaman kenaikan tarif saat Trump resmi menjabat -> baru berlaku Januari setelah dilantik, tapi kekhawatiran mulai membayangi
Faktor positif yang berpotensi mendukung kenaikan: a. Kebijakan moneter longgar dari PBOC -> sulit jika tanpa dukungan kebijakan fiskal yang kuat b. Seasonal event (akhir tahun dan awal tahun) semakin dekat
Jika tidak ada kebijakan fiskal ataupun moneter yang berupaya menenangkan pasar, maka peluang kenaikan kemungkinan masih terbatas
Medium term : bullish tetap terbuka karena pemerintah China targetkan pemulihan konsumsi domestik, PBOC juga tetap longgarkan kebijakan-> setiap penurunan adalah peluang untuk buy untuk strategi medium term
Bullish akan lebih kuat jika mampu tembus 19800-> pertahankan BUY
Tekanan bearish akan lebih dominan jika tembus 19250 -> switch to SELL
Suggest : BUY on Dip Area : 19450 - 19470 Target : 1) 19570 2) 19670 SL : 19350
Alternatif : Follow/Pertahankan BUY jika tembus 19800 Switch to SELL jika tembus 19250
Faktor pendukung negatif saat ini : a. Geopolitik tenang b. Lemahnya permintaan minyak China
Faktor pendukung positif/bullish ke depan : a. belum jelas durasi konflik/ketegangan geopolitik (ketidakpastian) b. OPEC sepakat tunda sementara rencana peningkatan produksi c. Jika Trump menang, akan lebih banyak pengeboran, lebih mendukung bahan bakar fosil-> masih menunggu program yang akan dijalankan Trump saat memerintah per Januari 2025
Inventori minyak versi EIA menunjukkan supply yang masih lebih tinggi dari perkiraan, 2089K vs exp 750K, meskipun relatif berkurang dibanding sebelumnya 2149K -> berarti konsumsi/permintaan rendah, negatif untuk minyak
Secara teknis area 65-67 merupakan support psikologis dan cukup dekat dengan harga saat ini (68/69) a. Penembusan di bawah 65 akan menekan lebih lanjut hingga support kisaran $60/62 terancam -> penurunan lebih lanjut, switch to SELL b. Jika tidak tembus di bawah 65, ada kemungkinan rebound -> switch to BUY, sebaiknya pasang SL di bawah 65 jika melakukan buy di zona 65-67!
Sementara area 71/72 sejauh ini menjadi resistance psikologis. -> masih gagal tembus, sehingga cenderung negatif
Waspada zona support psikologis 60-63 dan resistance psikologis 72-73
Suggest : SELL on Rally Area : 69.50 – 69.70 Target : 1) 68.50 2) 67.50 SL : 70.70
Alternatif : Pertahankan/follow SELL jika tembus 68.00 Switch to BUY jika tembus 71.00
CHART TECHNICAL ANALYSIS DOW JONES
KETERANGAN
US Treasury Yield kembali naik, juga Dolar masih kuat -> negatif untuk saham
Indeks Saham utama AS ditutup turun setelah Powell mengatakan bahwa bank tidak perlu buru-buru menurunkan suku bunga dan mencermati lebih banyak data berikutnya yang masuk, dan CME Fed Watch tools menunjukkan peluang 80% pemangkasan suku bunga Desember turun menjadi 60% -> negatif untuk saham
Fokus data retail sales AS jam 20.30 WIB a. Act > Exp = saham naik -> switch to BUY b. Act < Exp = saham turun -> pertahankan SELL
Bullish kemungkinan bisa kembali dominan selama geopolitik reda/tidak memanas
Secara teknis, bullish akan kembali kuat jika tembus 44050 -> switch to BUY jika berhasil ditembus
Pertahankan/follow SELL jika tembus 43770 (short term correction expected)
Suggest : SELL on Rally Area : 43880 - 43900 Target : 1) 43780 2) 43680 SL : 44000
Alternatif : Follow/Pertahankan SELL jika tembus 43770 Switch to BUY jika tembus 44050
CHART TECHNICAL ANALYSIS S&P 500
KETERANGAN
US Treasury Yield kembali naik, juga Dolar masih kuat -> negatif untuk saham
Indeks Saham utama AS ditutup turun setelah Powell mengatakan bahwa bank tidak perlu buru-buru menurunkan suku bunga dan mencermati lebih banyak data berikutnya yang masuk, dan CME Fed Watch tools menunjukkan peluang 80% pemangkasan suku bunga Desember turun menjadi 60% -> negatif untuk saham
Fokus data retail sales AS jam 20.30 WIB a. Act > Exp = saham naik -> switch to BUY b. Act < Exp = saham turun -> pertahankan SELL
Bullish kemungkinan bisa kembali dominan selama geopolitik reda/tidak memanas
Secara teknis, bullish akan kembali kuat jika tembus 6050 -> switch to BUY jika berhasil ditembus
Pertahankan/follow SELL jika tembus 5950 (short term correction expected)
Suggest : SELL on Rally Area : 5970.00 – 5990.00 Target : 1) 5940.00 2) 5910.00 SL : 6020.00
Alternatif : Switch to BUY jika tembus 6050 Pertahankan/follow SELL jika tembus 5950
CHART TECHNICAL ANALYSIS NASDAQ
KETERANGAN
US Treasury Yield kembali naik, juga Dolar masih kuat -> negatif untuk saham
Indeks Saham utama AS ditutup turun setelah Powell mengatakan bahwa bank tidak perlu buru-buru menurunkan suku bunga dan mencermati lebih banyak data berikutnya yang masuk, dan CME Fed Watch tools menunjukkan peluang 80% pemangkasan suku bunga Desember turun menjadi 60% -> negatif untuk saham
Fokus data retail sales AS jam 20.30 WIB a. Act > Exp = saham naik -> switch to BUY b. Act < Exp = saham turun -> pertahankan SELL
Bullish kemungkinan bisa kembali dominan selama geopolitik reda/tidak memanas
Secara teknis, bullish akan kembali kuat jika tembus 21100 -> switch to BUY jika berhasil ditembus
Pertahankan/follow SELL jika tembus 20830 (short term correction expected)
Suggest : SELL on Rally Area : 20960.00 – 20980.00 Target : 1) 20860.00 2) 20760.00 SL : 21080.00
Alternatif : Pertahankan/Follow SELL jika tembus 20830 Switch to BUY jika tembus 21100
CHART TECHNICAL ANALYSIS NIKKEI
KETERANGAN
Wall Street ditutup melemah sehingga saham Asia berpotensi ikut turun -> negatif untuk saham
Nikkei cenderung mirip dengan Nasdaq
Data GDP Q3 Jepang dirilis 0.2% sesuai ekspektasi, turun dibanding periode sebelumnya 0.7% -> ekonomi melambat, negatif untuk saham
Secara teknis, support sudah ditembus sehingga kenaikan dianggap pullback untuk peluang SELL
Bearish akan lebih kuat jika secara teknis berhasil tembus 38800 -> pertahankan SELL
Sebaliknya, bullish akan dominan jika tembus support 39000 -> switch to BUY
Suggest : SELL on Rally Area : 38900– 38920 Target : 1) 38800 2) 38700 SL : 39020
Alternatif : Follow/Pertahankan SELL jika tembus 38800 Switch to BUY jika tembus 39000
CHART TECHNICAL ANALYSIS HANG SENG
KETERANGAN
Jangka pendek kemungkinan masih koreksi turun dipicu juga oleh kekecewaan market terhadap stimulus fiskal pemerintah yang baru diumumkan Jumat kemarin
Faktor negatif saat ini yang membebani market : a. Stimulus fiskal tidak cukup besar -> market masih mencari petunjuk untuk potensi lebih besar b. ancaman kenaikan tarif saat Trump resmi menjabat -> baru berlaku Januari setelah dilantik, tapi kekhawatiran mulai membayangi
Faktor positif yang berpotensi mendukung kenaikan: a. Kebijakan moneter longgar dari PBOC -> sulit jika tanpa dukungan kebijakan fiskal yang kuat b. Seasonal event (akhir tahun dan awal tahun) semakin dekat
Jika tidak ada kebijakan fiskal ataupun moneter yang berupaya menenangkan pasar, maka peluang penurunan bisa berlanjut
Medium term : bullish tetap terbuka karena pemerintah China targetkan pemulihan konsumsi domestik, PBOC juga tetap longgarkan kebijakan-> setiap penurunan adalah peluang untuk buy untuk strategi medium term
Bullish akan lebih kuat jika mampu tembus 19900-> Switch to BUY
Tekanan bearish akan lebih dominan jika tembus 19400 -> pertahankan SELL
Suggest : SELL on Rally Area : 19670 - 19690 Target : 1) 19570 2) 19470 SL : 19790
Alternatif : Follow/Pertahankan SELL jika tembus 19400 Switch to BUY jika tembus 19900
Faktor pendukung negatif saat ini : a. Geopolitik tenang b. Lemahnya permintaan minyak China
Faktor pendukung positif/bullish ke depan : a. belum jelas durasi konflik/ketegangan geopolitik (ketidakpastian) b. OPEC sepakat tunda sementara rencana peningkatan produksi c. Jika Trump menang, akan lebih banyak pengeboran, lebih mendukung bahan bakar fosil-> masih menunggu program yang akan dijalankan Trump saat memerintah per Januari 2025
Inventori minyak versi API menunjukkan penurunan di -0.777M, lebih rendah dari ekspektasi 1M, dan penurunan cukup besar jika dibandingkan bulan sebelumnya 3.132M -> inventori berkurang banyak berarti konsumsi/permintaan tinggi, positif untuk minyak
Secara teknis area 65-67 merupakan support psikologis dan cukup dekat dengan harga saat ini (68/69) a. Penembusan di bawah 65 akan menekan lebih lanjut hingga support kisaran $60/62 terancam -> penurunan lebih lanjut, switch to SELL b. Jika tidak tembus di bawah 65, ada kemungkinan rebound -> switch to BUY, sebaiknya pasang SL di bawah 65 jika melakukan buy di zona 65-67!
Sementara area 71/72 sejauh ini menjadi resistance psikologis. -> masih gagal tembus, sehingga cenderung negatif
Waspada zona support psikologis 60-63 dan resistance psikologis 72-73
Suggest : BUY on Dip Area : 67.40 – 67.60 Target : 1) 68.60 2) 69.60 SL : 66.40
Alternatif : Pertahankan/follow BUY jika tembus 68.85 Switch to SELL jika tembus 66.00
CHART TECHNICAL ANALYSIS DOW JONES
KETERANGAN
US Treasury Yield kembali naik, juga Dolar masih kuat -> negative sentiment untuk saham
Indeks Saham utama AS berbalik naik setelah data inflasi dirilis sesuai ekspektasi, dan CME Fed Watch tools menunjukkan peluang 80% pemangkasan suku bunga Desember (lebih tinggi dibanding sebelum data dirilis, 54%)-> positif untuk saham
Partai Republik konfirm melakukan "sapu bersih" (Red Sweep) setelah memastikan mengamankan suara mayoritas di DPR -> positif untuk saham karena program Trump untuk pangkas pajak perusahaan semakin terbuka untuk segera diberlakukan setelah Trump resmi dilantik
Fokus data inflasi PPI AS dan initial jobless claims jam 20.30 WIB a. Act > Exp = saham naik -> switch to BUY b. Act < Exp = saham turun -> pertahankan SELL
Bullish kemungkinan bisa kembali dominan selama geopolitik reda/tidak memanas
Secara teknis, bullish akan kembali kuat jika tembus 44190 -> pertahankan/follow BUY jika berhasil ditembus
switch to SELL jika tembus 43900 (short term correction expected)
Suggest : BUY on Dip Area : 44070 - 44090 Target : 1) 44190 2) 44290 SL : 43970
Alternatif : Follow/Pertahankan BUY jika tembus 44190 Switch to SELL jika tembus 43900
CHART TECHNICAL ANALYSIS S&P 500
KETERANGAN
US Treasury Yield kembali naik, juga Dolar masih kuat -> negative sentiment untuk saham
Indeks Saham utama AS berbalik naik setelah data inflasi dirilis sesuai ekspektasi, dan CME Fed Watch tools menunjukkan peluang 80% pemangkasan suku bunga Desember (lebih tinggi dibanding sebelum data dirilis, 54%)-> positif untuk saham
Partai Republik konfirm melakukan "sapu bersih" (Red Sweep) setelah memastikan mengamankan suara mayoritas di DPR -> positif untuk saham karena program Trump untuk pangkas pajak perusahaan semakin terbuka untuk segera diberlakukan setelah Trump resmi dilantik
Fokus data inflasi PPI AS dan initial jobless claims jam 20.30 WIB a. Act > Exp = saham naik -> switch to BUY b. Act < Exp = saham turun -> pertahankan SELL
Bullish kemungkinan bisa kembali dominan selama geopolitik reda/tidak memanas
Secara teknis, bullish akan kembali kuat jika tembus 6050 -> pertahankan/follow BUY jika berhasil ditembus
switch to SELL jika tembus 5970 (short term correction expected)
Suggest : BUY on Dip Area : 6000.00 – 6020.00 Target : 1) 6050.00 2) 6080.00 SL : 5970.00
Alternatif : Switch to SELL jika tembus 5970 Pertahankan/follow BUY jika tembus 6050
CHART TECHNICAL ANALYSIS NASDAQ
KETERANGAN
US Treasury Yield kembali naik, juga Dolar masih kuat -> negative sentiment untuk saham
Indeks Saham utama AS berbalik naik setelah data inflasi dirilis sesuai ekspektasi, dan CME Fed Watch tools menunjukkan peluang 80% pemangkasan suku bunga Desember (lebih tinggi dibanding sebelum data dirilis, 54%)-> positif untuk saham
Partai Republik konfirm melakukan "sapu bersih" (Red Sweep) setelah memastikan mengamankan suara mayoritas di DPR -> positif untuk saham karena program Trump untuk pangkas pajak perusahaan semakin terbuka untuk segera diberlakukan setelah Trump resmi dilantik
Fokus data inflasi PPI AS dan initial jobless claims jam 20.30 WIB a. Act > Exp = saham naik -> switch to BUY b. Act < Exp = saham turun -> pertahankan SELL
Bullish kemungkinan bisa kembali dominan selama geopolitik reda/tidak memanas
Secara teknis, bullish akan kembali kuat jika tembus 21170 -> pertahankan/follow BUY jika berhasil ditembus
switch to SELL jika tembus 21000 (short term correction expected)
Suggest : BUY on Dip Area : 21100.00 – 21120.00 Target : 1) 21220.00 2) 21320.00 SL : 21000.00
Alternatif : Pertahankan/Follow BUY jika tembus 21170 Switch to SELL jika tembus 21000
CHART TECHNICAL ANALYSIS NIKKEI
KETERANGAN
Wall Street ditutup menguat karena data inflasi masih mendukung Fed untuk tetap cut rate di bulan Desember -> positif untuk saham
Saham Asia berpotensi naik mengikuti optimisme Wall Street
Namun penurunan juga masih membayangi Nikkei karena kekhawatiran intervensi mata uang Yen membayangi -> kemungkinan relatif kecil untuk intervensi jika data US tetap kuat
Secara teknis, support sudah ditembus sehingga kenaikan dianggap pullback untuk peluang SELL
Bearish akan lebih kuat jika secara teknis berhasil tembus 38880 -> pertahankan SELL
Sebaliknya, bullish akan dominan jika tembus support 39300 -> switch to BUY
Suggest : SELL on Rally Area : 39000– 39020 Target : 1) 38900 2) 38800 SL : 39120
Alternatif : Follow/Pertahankan SELL jika tembus 38880 Switch to BUY jika tembus 39300
CHART TECHNICAL ANALYSIS HANG SENG
KETERANGAN
Market masih kecewa dengan angka stimulus hanya 10 triliun yuan dari yang sempat dijanjikan bisa lebih besar jika Trump menang -> negatif untuk saham
Jangka pendek kemungkinan masih koreksi turun dipicu juga oleh kekecewaan market terhadap stimulus fiskal pemerintah yang baru diumumkan Jumat kemarin
Kekhawatiran dari diberlakukannya tarif impor terhadap barang China mulai berdampak meskipun Trump belum mulai memerintah (pelantikan Januari 2025), terutama setelah Partai Republik secara resmi mengamankan mayoritas di DPR sehingga resmi melakukan Red Sweep (sapu bersih)
Medium term : bullish tetap terbuka karena pemerintah China targetkan pemulihan konsumsi domestik, PBOC juga tetap longgarkan kebijakan-> setiap penurunan adalah peluang untuk buy untuk strategi medium term
Bullish akan lebih kuat jika mampu tembus 20000-> Switch to BUY
Tekanan bearish akan lebih dominan jika tembus 19700 -> pertahankan SELL
Suggest : SELL on Rally Area : 19870 - 19890 Target : 1) 19770 2) 19670 SL : 19990
Alternatif : Follow/Pertahankan SELL jika tembus 19700 Switch to BUY jika tembus 20000
Dolar terus menguat terhadap mata uang lainnya hingga level tertinggi dalam 7 bulan terakhir atau sejak 16 April lalu seiring dengan data inflasi yang kembali naik sesuai perkiraan yang akan menahan langkah Fed untuk kembali memangkas suku bunga acuannya. Departemen tenaga kerja AS melaporkan inflasi CPI bulan Oktober masih stagnan 0.2% sama seperti periode bulan sebelumnya dan sesuai perkiraan. Begitu pula dengan data Core CPI yang tidak menyerakan komponen BBM dan bahan pangan masih stagnan 0.3% sesuai perkiraan. Sementara jika dibandingkan dengan periode setahun yang lalu terjadi kenaikan dari 2.4% menjadi 2.6% sesuai perkiraan, sedangkan data Core CPI masih stagnan 3.3% sesuai perkiraan. Inflasi dikhawatirkan akan terus naik seiring dengan agenda ekonomi dari Donald Trump yang akan kembali menduduki jabatan kepresidenan secara resmi pada Januari mendatang. Potensi inflasi kembali naik akan menahan langkah Fed untuk menjalankan rencana pemangkasan suku bunga di akhir tahun ini dan sepanjang tahun 2025 mendatang. Ekspektasi akan Fed melanjutkan pemangkasan suku bunga diperkirakan akan berhenti pada Januari 2025 tepat sebelum pelantikan Trump. Hal tersebut semakin ditegaskan oleh komentar dari Gubernur Fed St. Louis - Alberto Musalem yang mengatakan Fed berada di titik akhir melawan inflasi meski data terbaru memunculkan resiko inflasi akan melambat atau bahkan akan kembali berbalik. Agenda ekonomi utama Trump berupa kenaikan tarif impor, pengurangan pajak dan pelonggaran aturan industri diperkirakan akan kembali memicu inflasi. Dengan Partai Republik menguasai Kongres AS akan semakin memuluskan agenda tersebut. Setelah menguasai mayoritas di Senat, akhirnya Partai Republik mendapatkan 218 kursi sebagai syarat minimum mayoritas di DPR AS dan masih bisa bertambah, sementara Partai Demokrat tetap bertahan dengan hanya 208 kursi. Meski inflasi kembali naik, Gubernur Fed Minneapolis – Neel Kashkari masih cukup yakin bahwa inflasi akan mencapai target Fed. Selain itu Kashkari juga mengkhawatirkan agenda aturan imigrasi yang ketat dapat berdampak buruk pada sektor tenaga kerja. Sebaliknya Gubernur Fed Dallas – Lorie Logan meminta Fed untuk lebih berhati-hati akan langkah pemangkasan suku bunga lebih lanjut untuk menjaga inflasi tetap terkendali. Hari ini akan dirilis data inflasi dari sisi produsen PPI dan juga laporan mingguan klaim pengangguran. Bitcoin akhirnya menembus level $90.000 membuat rekor tertinggi baru hingga $93.404,95 seiring dengan euphoria akan rencana Trump menjadikan AS sebagai ibukota crypto.
Yen masih cenderung melemah seiring dengan penguatan dolar terhadap semua mata uang dunia. Terpilihnya Perdana Menteri Shigeru Ishiba untuk meneruskan masa kepemimpinan di Jepang membuat keraguan akan rencana BOJ untuk kembali menaikkan suku bunga acuannya. Hal ini juga tercermin pada nota pertemuan moneter bulan lalu yang baru-baru ini dirilis yang menunjukkan sejumlah pejabat BOJ sendiri juga ragu seiring dengan kembalinya Trump terpilih menjadi Presiden AS berikutnya. Gubernur Bank Sentral Jepang (BOJ) – Kazuo Ueda paska pertemuan moneter pekan lalu mengatakan terdapat ruang bagi kenaikan pada pertemuan moneter berikutnya. Data inflasi dari sisi produsen PPI menunjukkan potensi inflasi terus bergerak naik membuat peluang tersebut terbuka. Inflasi PPI bulan lalu naik 0.2% yang lebih tinggi dari perkiraan 0% dan data periode sebelumnya direvisi naik dari 0.0% menjadi 0.3%. Dan jika dibandingkan dengan data setahun sebelumnya juga terjadi kenaikan menjadi 3.4% yang jauh lebih tinggi dari perkiraan 2.9% dan data periode sebelumnya juga direvisi naik dari 2.8% menjadi 3.1%. Namun dengan kembalinya Ishiba yang beberapa waktu lalu meminta BOJ untuk menunda kenaikan suku bunga, akan mengulang kembali permintaan tersebut.
Euro berlanjut melemah terhadap penguatan mata uang dolar dan masih dibayangi akan terjadinya pelambatan ekonomi seiring dengan agenda Trump untuk menaikkan tarif impor ke AS sebanyak 10% untuk semua negara asing dan 60% terhadap China. Hal ini dinilai oleh Gubernur Bank Sentral Jerman (BundesBank) – Joachim Nagel akan mengakibatkan output ekonomi Jerman setidaknya sebanyak 1% dan berpotensi lebih parah dengan kemungkinan pertumbuhan ekonomi yang negatif. Gubernur Bank Sentral Austria (OeNB) - Robert Holzmann mengatakan Eropa harus bersiap menghadapi kebijakan tersebut yang kemungkinan berakibat lebih buruk daripada masa kepemimpinan Trump sebelumnya. Trump pernah memberikan peringatan kepada Uni Eropa yang dinilai tidak cukup seimbang dalam neraca perdagangan dengan AS terutama menyerap mobil-mobil buatan AS. Suasana politik di Jerman juga semakin tidak menentu dengan sisa waktu hingga jadwal pemilu dini yaitu pada 23 Februari mendatang. Keputusan Kanselir Jerman - Olaf Scholz untuk mengadakan pemilu dini ini terjadi untuk membuktikan tingkat kepercayaan terhadap kepemimpinan Kanselir Scholz. Hari ini sejumlah data akan dirilis yaitu data dari sektor tenaga kerja dan data pertumbuhan ekonomi GDP. Presiden Bank Sentral Eropa (ECB) - Christine Lagarde dijadwalkan akan memberikan pidato malam nanti
Poundsterling juga berlanjut melemah terhadap mata uang dolar hingga level terendah sejak Agustus lalu selain karena penguatan dollar namun juga karena data di sektor tenaga kerja di Inggris yang melemah. Sedangkan data inflasi yang terus menurun semakin memperbesar peluang Bank Sentral Inggris (BOE) untuk melanjutkan pemangkasan suku bunga acuannya. Pekan lalu BOE melakukan pemangkasan untuk kedua kalinya dan masih membuka peluang untuk melakukan pemangkasan berikutnya pada pertemuan moneter MPC di bulan Desember mendatang. Menteri Keuangan – Rachel Reeves dijadwalkan akan memberikan pidato pertamanya di depan pelaku bisnis dan industri keuangan hari ini di Mansion House. Selain itu Gubernur BOE - Andrew Bailey dijadwalkan akan memberikan pidato malam ini.
Agrodana Futures adalah perusahaan Pialang berizin dan diawasi oleh Bappebti, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), dan merupakan anggota dari Bursa ICDX dan JFX dan Kliring House ICH dan KBI. Kami menerima klien Warga Negara Indonesia dan Asing yang memegang Kartu Izin Tinggal Terbatas di Indonesia kecuali warga negara Amerika Serikat, Kanada, Uni Eropa, Australia, Jepang, Iran dan Korea Utara. Transaksi ini memiliki leverage dan tingkat risiko yang tinggi terhadap modal, dan tidak selalu cocok untuk semua orang, pelajari dan pahami risikonya sebelum memulai transaksi.
Agrodana Futures adalah perusahaan Pialang berizin dan diawasi oleh Bappebti, Otoritas Jasa Keuangan dan Bank Indonesia, dan merupakan anggota dari Bursa ICDX dan JFX dan Kliring House ICH dan KBI. Kami menerima klien Warga Negara Indonesia dan Asing yang memegang Kartu Izin Tinggal Terbatas di Indonesia kecuali warga negara Amerika Serikat, Kanada, Uni Eropa, Australia, Jepang, Iran dan Korea Utara. Transaksi ini memiliki leverage dan tingkat risiko yang tinggi terhadap modal, dan tidak selalu cocok untuk semua orang, pelajari dan pahami risikonya sebelum memulai transaksi.