

| Suggest : BUY on Dip Area : 1.18200– 1.18400 Target : 1) 1.19000 2) 1.19600 SL : 1.17600 Alternatif : - Pertahankan/follow BUY jika tembus 1.19200 - Switch to SELL jika tembus 1.17500 |


| Suggest : BUY on Dip Area : 1.36500– 1.36700 Target : 1) 1.37300 2) 1.36900 SL : 1.35900 Alternatif : - Pertahankan/follow BUY jika tembus 1.37500 - Switch to SELL jika tembus 1.35600 |


| Suggest : SELL on Rally Area : 155.200 – 155.400 Target : 1) 154.600 2) 154.000 SL : 156.000 Alternatif : - Pertahankan/Follow SELL jika tembus 154.400 - Switch to BUY jika tembus 156.400 |



| Suggest : BUY on Dip Area : 4640.00 – 4642.00 Target : 1) 4648.00 2) 4654.00 SL : 4634.00 (ideal 3-5 points di bawah 4632) Alternatif : Pertahankan/follow BUY jika tembus 4868 Switch to SELL jika tembus 4720 Opsi buy : FR0% (4689), 4458-4640 (merah), breakout 4868-4890 (biru) |
Disclaimer: Artikel ini berupa pandangan Agrodana Research, Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan atau menjual market tertentu. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
Research & Analysis PT Agrodana Futures

Imbal hasil obligasi AS tenor 10-tahun naik, dan dolar mengalami penguatan saat Trump menyebut mencapai kesepakatan dengan bipartisan untuk menghindari government shutdown. Situasi tersebut membuat emas kehilangan daya tarik sebagai safe haven sehingga turun tajam di sesi New York malam tadi.
Kondisi lainnya terkait pengumuman calon ketua Fed yang baru. Trump disebut-sebut akan mengumumkannya Jumat pagi waktu Washington (sekitar malam hari waktu Indonesia). Dan Kevin Warsh dirumorkan terpilih di banding Rick Rieder. Tapi informasi ini masih simpang siur.
Teknik Ulur Waktu Trump dan Calon Kandidat Ketua Fed
AS bisa bernafas lega setelah Trump mengumumkan sudah mencapai kesepakatan dengan kelompok Bipartisan untuk menghindari Government Shutdown jelang deadline 30 Januari 2026. Trump yang mengendus kemungkinan tidak sepakatnya Senat Demokrat dan Republik dalam menentukan UU pendanaan pemerintah, langsung turun tangan dengan melakukan pertemuan dengan kelompok Bipartisan, kelompok yang sebelumnya juga menjadi jalan tengah di November untuk akhiri shutdown pemerintah yang saat itu memasuki hari ke 40.
Dengan situasi tersebut, emas kehilangan daya tariknya, dan memicu aksi jual karena terhindar dari shutdown untuk beberapa waktu ke depan.
Di sisi lain, geopolitik juga kelihatannya mulai dimainkan. Trump mengulur waktu penyerangan AS ke Iran. Trump kembali tawarkan jalur diplomasi kepada Iran meskipun usaha sebelumnya ditolak mentah-mentah Iran. Situasi ini masih abu-abu. Diplomasi bisa saja kembali ditolak, dan Trump di sisi lain sudah menumpuk pasukan di perairan Iran, cara yang sama yang pernah dilakukannya pada Venezuela. Jika Iran tidak mau atau menolak diplomasi, maka AS bisa sewaktu-waktu menyerang Iran dan estimasi akhir pekan adalah waktu yang biasa dipakai untuk meredam gejolak market secara langsung. Tapi jika Iran menerima diplomasi, maka emas akan kembali koreksi tajam sampai zona gap yang pernah terjadi di 26 Januari 2026.
Faktor lain adalah pengumuman ketua Fed yang baru. Trump dijadwalkan akan umumkan malam ini (Jumat pagi waktu Washington). Figur yang disebut-sebut media adalah Kevin Warsh. Sebenarnya siapapun yang terpilih dipastikan adalah figure yang memang siap untuk lakukan pemangkasan suku bunga dan mendukung tujuan Trump. Namun, profil masa lampau Warsh membuat pasar ragu dan menyebut bahwa ada kemungkinan bertentangan dengan Trump saat menjabat. Warsh disebut lebih hawkish daripada Powell di masa lalu. Kekhawatiran ini yang diperhitungkan market sehingga emas mengalami tekanan cepat di pagi hari ini.
Namun, terlepas dari rumor yang ada, kami tetap mewaspadai kejutan di malam hari. Geopolitik masih abu-abu, diplomasi bisa gagal dan itu akan memicu pembalikan naik cepat untuk emas. Sebaliknya, profil Warsh ataupun Rieder masih terbuka untuk menjadi pilihan Trump, dan komitmen untuk memangkas suku bunga baru akan terlihat dari penunjukkan nantinya.

Fokus Malam ini
Terlepas data ekonomi yang muncul nanti malam seputar PPI, pasar kemungkinan ekstra waspada dengan perkembangan geopolitik akhir pekan sekaligus akhir bulan yang bisa memberi kejutan, termasuk pengumuman ketua Fed.
Sedangkan PPI yang lemah, tentunya akan menjadi dorongan berharga bagi emas. Tapi data yang lebih kuat, akan memicu penurunan kembali pada emas
Tetap waspadai kemungkinan-kemungkinan yang bisa terjadi nanti malam!
Concern lainnya adalah rencana intervensi “aktual” yen oleh Jepang yang diperkirakan juga cukup terbuka, mengingat bank sentral (Fed dan BOJ) sudah melakukan “rate check” di hari Jumat yang lalu, sehingga membuka peluang tekanan dolar berlanjut. “Rate Check” diartikan sebagai sinyal serius bahwa bank akan mengendalikan pergerakan forex yang dinilai tidak sesuai fundamental. History 2022 dan 2024 menunjukkan intervensi “aktual” datang 2 hari – 1 minggu setelah “rate check” dilakukan.
Note : Tetap waspada dengan volatilitas besar pada market yang sewaktu-waktu bisa tiba-tiba berubah!

Candlestick daily ditutup doji mirip high wave candle, biasanya menandakan peluang penurunan yang bisa terjadi setelah rally impresif di sesi Asia kemarin mendekati 5600. Volatilitas meningkat di sesi NY pasca ATH 5597 tidak lagi disentuh ataupun tembus. Koreksi tajam sentuh 5100, dan pagi ini pola tersebut terulang dengan penurunan sentuh 5112 dari level tertinggi 5450.
Secara teknis, hal ini menunjukkan kecurigaan kami kemarin tentang posisi RSI yang sudah overbought saat RSI berada di level 91%. Namun, penurunan tajam terjadi dipicu oleh risiko government shutdown yang berhasil dihindari, sedangkan pagi ini penurunan dipicu oleh upaya Trump mengedepankan diplomasi dengan Iran. Area 5100-5112 berpotensi kembali ditembus jika jalur diplomasi berhasil redam ketegangan geopolitik. Proyeksi kemungkinan lebih lanjut incar zona 5000 atau 4985, area gap yang terjadi di 26 Januari 2026.

Di H4, penurunan tajam yang terjadi di sesi NY tadi malam tertahan di zona ungu 5103-5157, dan harga berbalik rebound dengan cepat ke 5425. Pola tersebut terulang di pagi ini sesi Asia, di mana kenaikan tertahan di 5450, lalu turun sampai 5112, dan sejauh ini saat artikel ditulis masih kembali menahan penurunan dan rebound kembali ke zona 5220.
Secara teknis, ini masih dalam pola yang sesuai perhitungan Elliott wave kemarin. Kenaikan wave (3) berarti sudah selesai dengan puncak 5597, sehingga penurunan tadi malam adalah fase koreksi wave (4). Dan seperti juga yang diulas kemarin, tentang risiko penurunan (skenario #2) karena posisi RSI yang overbought saat itu. Dengan demikian, saat ini ada 2 kemungkinan yang bisa terjadi dengan koreksi wave (4).
Asumsi #1, bahwa koreksi wave (4) terjadi 1 tahap. Ini berarti tekanan turun tadi malam dan pagi ini bisa dianggap sebagai akhir dari penurunan wave (4), sehingga peluang rebound bertahap akan menandai peluang dimulainya fase wave (5). Jika ini yang terjadi, maka area 5100-5110 adalah zona buy yang ideal (zona ungu), atau bisa saja terjadi penurunan lebih rendah di zona coklat 5047-5103 sebelum mulai balik naik.Asumsi #2, bahwa koreksi wave (4) terjadi 3 tahap, yaitu koreksi wave ABC. Jika penurunan pagi ini ke 5112 sebagai wave A, maka rebound diharapkan sebagai wave B dengan asumsi tertahan di zona 5250-5300. Jika ini yang terjadi, maka masih ada penurunan lainnya yang terhitung sebagai wave C, dengan peluang lebih rendah dari zona coklat (di bawah 5047), dengan potensi melirik zona 4988-5005, yang merupakan gap yang terjadi di 26 Januari 2026 yang lalu. Skenario ini memungkinkan untuk SELL lebih dulu, sampai koreksi wave (4) benar-benar selesai, sambil memantau perkembangan geopolitik yang masih abu-abu.

Per jam 11.15 WIB, harga berada di 5211.60 dengan high 5450.70, dan low 5112.16. Jika Anda melihat rekomendasi sebelumnya di website Technical Analysis Forex, Gold (XAUUSD) 30 Januari 2026, rekomendasi sebelumnya (termasuk update 1) adalah buy. Namun kondisi ini akan ditentukan dari keberhasilan kenaikan di atas zona merah 5390-5450. Jika berhasil naik, maka skema buy sebelumnya kembali dominan. Itu berarti bahwa penurunan yang kedua kalinya pagi ini sampai 5112 merupakan zona support yang cukup kuat, dan ekspektasi double bottom cukup terbuka. Tapi pola ini hanya akan valid jika terjadi penembusan neckline 5450. Selama support 5112 tidak ditembus, maka peluang double bottom masih terbuka.
Sebaliknya, jika kenaikan gagal untuk balik naik, minimal di atas 5250, maka waspada retest berikutnya di zona support 5160 ataupun 5100-5112 akan berpotensi menekan lebih lanjut. Jika harga terus bertahan di bawah, trendline support 5200, maka tekanan turun diperkirakan masih akan dominan beberapa waktu ke depan.
Penembusan di bawah 5160 dan 5100 berpeluang tekan lebih lanjut, dan zona 5045-5050 menjadi target terdekat berikutnya. Sedangkan jika diplomasi AS-Iran berhasil, maka penurunan diperkirakan bisa menyentuh zona gap yang terjadi di 23-26 Januari 2026 yang lalu, kisaran 4985-5005.
Waspadai di sesi New York! Bisa saja terjadi gelombang pembalikan dan pergerakan yang cepat kembali mengingat situasi geopolitik masih jauh dari selesai, dan upaya diplomasi masih bisa gagal!
Untuk malam hari sebaiknya Anda fokus perhatikan catatan kami di grafik H4!
Trading Strategy:
Opsi SELL on Rally (updated jam 11.25 WIB)
Entry: 5250-5252
(atau cek di artikel untuk opsi lainnya)
Target/Reward : 5238 ($12 - $14)
(Alternatif Follow SELL jika tembus 5160, target terdekat 5150, terjauh 5130, sesuaikan stop loss dengan risk management masing-masing)
Stop Loss: 5258.00 ($6 - $8)
(ideal 3-5 poin di atas 5260.00)
Risk Reward: 1: 2
Opsi BUY on Dip
Entry : 4988.00 – 4990.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif )
Target/Reward: 5002.00 ($12 - $14)
Stop Loss: 4982.00 ($6 - $8)
(ideal SL 3-5 poin di bawah 4980)
Risk Reward: 1: 2
Disclaimer: Artikel ini berupa pandangan Agrodana Research, Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan atau menjual market tertentu. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
Research & Analysis PT Agrodana Futures


| Suggest : BUY on Dip Area : 1.18700– 1.18900 Target : 1) 1.19500 2) 1.20100 SL : 1.18100 Alternatif : - Pertahankan/follow BUY jika tembus 1.19800 - Switch to SELL jika tembus 1.18000 |


| Suggest : BUY on Dip Area : 1.36600– 1.36800 Target : 1) 1.37400 2) 1.38000 SL : 1.36000 Alternatif : - Pertahankan/follow BUY jika tembus 1.38300 - Switch to SELL jika tembus 1.35800 |


| Suggest : SELL on Rally Area : 154.400 – 154.600 Target : 1) 153.800 2) 153.200 SL : 155.200 Alternatif : - Pertahankan/Follow SELL jika tembus 153.200 - Switch to BUY jika tembus 155.400 |



| Suggest : SELL (2nd updated!) Area : 5250.00 – 5252.00 Target : 1) 5244.00 2) 5238.00 SL : 5258.00 (ideal 3-5 points di atas 5260) Alternatif : - Pertahankan/follow SELL jika tembus 5160 - Switch to BUY jika tembus 5260 - Opsi buy : 5157-5179 (orange), 5046-5050 (FR100%), 4985-5003 (Gap 26 Jan), 4810-4835 (support) |
Disclaimer: Artikel ini berupa pandangan Agrodana Research, Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan atau menjual market tertentu. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
Research & Analysis PT Agrodana Futures

Imbal hasil obligasi AS tenor 10-tahun naik, sedangkan dolar juga sempat naik setelah pidato Powell tadi malam dianggap netral. Tapi situasi ini berbalik sejak sesi Asia dimulai pagi tadi, di mana imbal hasil Treasury AS masih naik, sedangkan dolar berbalik melemah. Kondisi ini membuat pasar melihat situasi yang menguntungkan bagi emas sebagai safe haven.
Pasar sepertinya cenderung mengabaikan pernyataan Powell seiring mendekati akhir masa jabatannya. Powell tidak memberi indikasi tentang pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat, tapi di sisi lain juga tidak menutup tentang peluang tersebut, terutama jika proses disinflasi berlanjut.
Powell Netral, Investor Cemas Geopolitik
Dalam press conference, Powell menyoroti pengeluaran konsumen yang tetap tangguh tapi aktivitas perumahan melemah. Powell juga menyinggung dampak penutupan pemerintah yang diperkirakan akan berbalik di kuartal ini. Sebagian besar perlambatan di pasar tenaga kerja disebabkan oleh penurunan Angkatan kerja, meskipun permintaan tenaga kerja juga jelas melambat.
Terkait inflasi, Powell menyebut bahwa inflasi sudah mereda signific, tapi masih relatif tinggi. Powell memperkirakan inflasi akan bergerak menuju 2% setelah dampak inflasi tarif mereda. Dalam hal kebijakan moneter, Powell mempertegas bahwa kebijakan tidak mengikuti jalur yang sudah ditentukan sebelumnya, dan akan terus memantau data. Powell juga mempertegas tentang objektivitas dan integritas dalam memutuskan kebijakan.
Terkait suku bunga, Powell mempertegas bahwa tidak ada skenario untuk kenaikan suku bunga, meskipun dalam pertemuan kali ini lebih banyak yang mendukung suku bunga dipertahankan. Dalam kondisi ini, Powell dinilai dovish karena tidak membuka jalur untuk kenaikan suku bunga seperti yang dikhawatirkan beberapa pihak.
Powell tidak se-hawkish sebelumnya, tapi juga tidak terlalu dovish. Pasar sudah memperhitungkan pelonggaran sebesar 46 bps (setara dengan 2x penurunan 25 bps) sampai akhir tahun, dan dimulai Juni.
Di sisi lain, reaksi pasar di sesi Asia ini cenderung menunjukkan kekhawatiran bergeser pada risiko premium geopolitik, terutama mendekati akhir pekan. Dengan AS sudah mensiagakan armada besarnya di perairan Iran, pasar cemas bentrok hanya tinggal menunggu waktu. Apalagi Iran dikabarkan menolak diplomasi, kecuali jika menguntungkan kedua pihak. Hal ini mempertegas bahwa Iran akan terus dengan program nuklirnya, dan siap merespon serangan AS setiap saat. Bahkan Iran sudah mulai menutup Selat Hormuz sejak Trump menyebut USS Abraham Lincoln yang mengangkut jet tempur AS sudah berlayar ke perairan Iran.

Fokus Malam ini
Pasar hanya akan mencermati data initial jobless claims malam nanti di jam 20.30 WIB, selebihnya memperhatikan perkembangan geopolitik dan juga politik dalam negeri AS jelang deadline stopgap funding 30 Januari.
Data jobless claims diperkirakan naik dari 200K minggu lalu ke 206K. Data yang lebih tinggi akan membuat dolar melemah, sehingga kembali menguntungkan emas. Sebaliknya, data klaim pengangguran yang turun, akan membuat emas berpotensi terkoreksi turun.
Namun demikian, respon terhadap data diperkirakan tetap terbatas, mengingat pasar akan bergeser pada kekhawatiran utama di 2 hari sisa untuk akhir Januari ini:
Keduanya berpotensi membuat emas kembali naik sehingga terbuka untuk terjadinya ATH baru, dan kasus untuk tembus 5600 bisa terjadi lebih cepat dari perkiraan.
Concern lainnya adalah rencana intervensi “aktual” yen oleh Jepang yang diperkirakan juga cukup terbuka, mengingat bank sentral (Fed dan BOJ) sudah melakukan “rate check” di hari Jumat yang lalu, sehingga membuka peluang tekanan dolar berlanjut. “Rate Check” diartikan sebagai sinyal serius bahwa bank akan mengendalikan pergerakan forex yang dinilai tidak sesuai fundamental. History 2022 dan 2024 menunjukkan intervensi “aktual” datang 2 hari – 1 minggu setelah “rate check” dilakukan.
Note : Tetap waspada dengan volatilitas besar pada market yang sewaktu-waktu bisa tiba-tiba berubah!

Candlestick daily ditutup bullish pasca pernyataan Powell yang dianggap netral, dengan nada kehati-hatian, bahkan pasar cenderung mengabaikan. Level tertinggi setelah pernyataan Powell sentuh 5419. Tapi kemudian rekor tertinggi melesat di pembukaan sesi Asia pagi ini ke 5597, mendekati zona 5600-an. Sedangkan pembukaan pagi ini gap up di 5422 setelah penutupan sesi perdagangan Rabu di 5416.
Secara teknis, 5550 dan 5597 kini menjadi resistance krusial. Jika berhasil ditembus, maka kenaikan berlanjut. Sebaliknya, ancaman koreksi atau profit taking juga membayangi, mengingat kenaikan cepat di sesi Asia cukup mengejutkan, dan RSI daily berada di 91%, menandakan kondisi overbought. Area 5416-5422 menjadi support psikologis untuk hari ini.

Di H4, level 5157 bertahan sebagai level terendah sesi perdagangan Rabu, tanpa kembali di sentuh di sisa hari tersebut. Bahkan koreksi turun yang terjadi di sore hingga malam hari hanya tertahan di kisaran 5235-5238, diikuti dengan kenaikan berturut-turut nyaris tanpa jeda, termasuk pasca pernyataan Powell yang dianggap netral tadi malam.
Secara teknis, kenaikan wave (3) bisa dikatakan cukup tinggi, dan belum terlihat ada potensi untuk koreksi yang diharapkan. Tapi jika diasumsikan kenaikan sudah cukup tinggi, maka koreksi wave (4) bisa berjalan dalam beberapa waktu ke depan. Ini didukung oleh kondisi RSI yang juga memasuki overbought. Skenario ini mendukung kondisi di skenario #2 pada grafik, yaitu peluang koreksi turun. Secara teori, sell bisa dipertimbangkan, tapi gunakan stop loss yang ketat di atas 5560 karena belum bisa dipastikan apakah wave (3) dalam hal ini sudah selesai atau belum.
Dengan situasi geopolitik yang tidak menentu, maka yang relatif aman adalah mencari buy on dip. Itu sebabnya skenario #1 pada gambar memberi gambaran tentang area koreksi untuk peluang buy on dip. Zona biru di 5325-5422 adalah area yang potensial dan paling dekat untuk peluang koreksi wave (4) yang dimaksud. Sedangkan zona ungu 5235-5325 kemungkinan menjadi target potensial untuk koreksi turun sekaligus area demand yang lebih baik jika ingin lakukan buy.
Perpaduan koreksi jangka pendek dan geopolitik bisa mempertimbangkan sell jangka pendek untuk peluang koreksi wave (4), lalu mulai ubah menjadi buy saat koreksi diperkirakan mencukupi, atau dengan kata lain mendekati area support yang ditandai. Meski demikian, sell hanya jangka pendek dan dianggap terbatas, dengan risiko diantisipasi dengan stop loss untuk mengantisipasi jika ternyata wave (3) masih belum selesai dan tetap naik.

Per jam 10.35 WIB, harga berada di 5535.60 dengan high 5597.72, dan low 5422.93. Jika Anda melihat rekomendasi sebelumnya di website Technical Analysis Forex, Gold (XAUUSD) 29 Januari 2026, rekomendasi masih tetap sama karena kami melihat range pergerakan di sesi Asia yang sudah cukup besar sehingga belum melihat peluang untuk cetak ATH baru, ataupun turun panjang di bawah pembukaan hari ini. Tapi rekomendasi alternatif untuk buy on breakout saat tembus 5515 cukup berhasil karena beberapa kali harga setiap melewati area tersebut, berhasil naik hingga kisaran 5535-5548.
Secara umum, dengan range di pagi hari bergerak lebar dari sejak pembukaan 5422 sampai cetak ATH 5597, sekitar +$175, maka peluang koreksi di sesi Asia hingga Eropa sangat potensial, didukung oleh RSI yang overbought di kisaran 80%. Dengan demikian, sell jangka pendek bisa dipertimbangkan. Target terdekat adalah FR 23.6% 5467, terbukti dengan penurunan di pagi tadi sentuh 5445. Tapi dengan kondisi berbalik naik dengan cepat, maka hal ini menunjukkan bahwa pasar masih bergerak acak dan cukup liar sehingga risiko sell cukup besar jika tanpa gunakan stop loss.
Di sisi lain, buy di zona saat ini (5520-5530), juga cukup berisiko) sehingga peluang yang lebih baik adalah menunggu koreksi selesai. Secara teknis, FR 38.2% di 5387 adalah zona yang ideal. Tapi mengingat range di sesi Asia yang cukup besar, maka asumsi kami adalah minimal kita mendapatkan penurunan/koreksi ke kisaran 5467-5480 sebagai koreksi terdekat, atau 5416-5422 sebagai patokan tutup gap pagi ini.
Selama situasi geopolitik tidak menentu, maka sell diperkirakan relatif terbatas, sehingga itu juga yang menjadi dasar pertimbangan kekhawatiran kami untuk menyarankan sell sebagai strategi utama. Buy tetap menjadi rekomendasi utama, tapi lebih baik tunggu area koreksi turun mendekati zona yang ditandai, atau minimal mendekati swing low pagi tadi 5445-5455 atau FR 23.6% 5467. Alternatif lain, jika area koreksi yang dimaksud tidak kembali muncul, maka Anda bisa follow buy saat harga kembali naik dan tembus resistance 5597.
Waspadai di sesi New York! Kemungkinan data initial jobless claims di malam hari sedikit menghalangi. Tapi reaksi pasar diperkirakan terbatas, dan lebih fokus pada situasi geopolitik, terutama memasuki periode akhir bulan dan sekaligus akhir pekan. Konflik AS-Iran kemungkinan tidak terhindarkan dan paling besar kemungkinan terjadi di akhir pekan. Ditambah kekhawatiran government shutdown kembali terjadi jika DPR AS kembali gagal sepakati perpanjangan pendanaan sementara pemerintah AS.
Untuk malam hari sebaiknya Anda fokus perhatikan catatan kami di grafik H4!
Trading Strategy:
Opsi BUY on Dip
Entry: 5495.00 – 5497.00
(atau cek di artikel untuk opsi lainnya)
Target/Reward : 5509 ($12 - $14)
(Alternatif Follow BUY jika tembus 5550, target terdekat 5560, terjauh 5580, sesuaikan stop loss dengan risk management masing-masing)
Stop Loss: 5489.00 ($6 - $8)
(ideal 3-5 poin di bawah 5488.00)
Risk Reward: 1: 2
Opsi BUY on Dip
Entry : 5420.00 – 5422.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif )
Target/Reward: 5434.00 ($12 - $14)
Stop Loss: 5414.00 ($6 - $8)
(ideal SL 3-5 poin di bawah 5412)
Risk Reward: 1: 2
Disclaimer: Artikel ini berupa pandangan Agrodana Research, Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan atau menjual market tertentu. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
Research & Analysis PT Agrodana Futures


| Suggest : BUY on Dip Area : 1.19300– 1.19500 Target : 1) 1.20100 2) 1.20700 SL : 1.18700 Alternatif : - Pertahankan/follow BUY jika tembus 1.19800 - Switch to SELL jika tembus 1.18500 |


| Suggest : BUY on Dip Area : 1.37600– 1.37800 Target : 1) 1.38400 2) 1.39000 SL : 1.37000 Alternatif : - Pertahankan/follow BUY jika tembus 1.38500 - Switch to SELL jika tembus 1.36600 |


| Suggest : SELL on Rally Area : 153.400 – 153.600 Target : 1) 152.800 2) 152.200 SL : 154.200 Alternatif : - Pertahankan/Follow SELL jika tembus 152.500 - Switch to BUY jika tembus 155.000 |



| Suggest : BUY on Dip Area : 5420.00 – 5422.00 Target : 1) 5428.00 2) 5434.00 SL : 5414.00 (ideal 3-5 points di bawah 5412) Alternatif : Pertahankan/follow BUY jika tembus 5515 Switch to SELL jika tembus 5380 Opsi buy : 5391-5422 (hijau), 5268-5325 (merah), 5157-5179 (orange) |
Disclaimer: Artikel ini berupa pandangan Agrodana Research, Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan atau menjual market tertentu. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
Research & Analysis PT Agrodana Futures

Imbal hasil obligasi AS tenor 10-tahun naik, sedangkan dolar lanjutkan pelemahan. Hal ini kembali menunjukkan situasi di mana pasar cenderung melepas “semua tentang AS’. Obligasi pemerintah AS tidak lagi diincar sebagai aset safe haven karena keraguan investor pada kebijakan pemerintah, dan dolar semakin terpuruk. Kondisi sebaliknya, justru menguntungkan bagi emas.
Tekanan dolar berlanjut setelah Trump keluar dengan pernyataan bahwa dia memang menginginkan dolar melemah.
“What Trump Wants” Jadi Kunci Utama
Kami menilai apa yang terjadi saat ini adalah “semua yang diinginkan Trump” sebagai target yang harus diwujudkan. Seperti yang pernah kami bahasa dan ulas sebelumnya, Trump dengan lantang menyebut target yang diinginkan. Sejak pelantikan Januari 2025, Trump langsung mengungkap ingin harga minyak yang rendah supaya Rusia-Ukraina tidak lagi berperang karena Rusia dipastikan kekurangan dana jika minyak turun. Dan hal itu benar terealisasi dengan minyak saat itu turun dari $80 per barel menjadi $55 per barel, dan bahkan terus bertahan di bawah $60 per barel sampai awal tahun 2026.
Target berikutnya adalah suku bunga. Trump ingin suku bunga lebih rendah supaya biaya pinjaman relatif murah, dan pabrik-pabrik bisa kembali dibangun di AS. Tapi untuk hal ini, Trump belum mendapatkan target yang diinginkan. Meskipun Federal Reserve memangkas suku bunga 3 kali berturut-turut di September, Oktober, Desember 2025, tapi target suku bunga rendah belum terwujud sehingga Trump terus menekan Powel dan memojokan Powell dengan menyebutnya “Tuang Terlambat” dan sebutan kasar lainnya untuk menyerang Powell.
Terbaru, Trump dengan lantang menyebut bahwa dia memang ingin melihat dolar melemah, seperti yang disampaikannya saat awal-awal memerintah. Bagi Trump pelemahan dolar berarti barang-barang AS bisa bersaing dengan barang dari negara lainnya. Trump mencontohkan apa yang dilakukan Jepang dan China terhadap mata uangnya yang sengaja dilemahkan. Dalam wawancara tadi malam Trump menyebut bahwa dolar belum terlalu rendah, dan dia ingin melihat lebih rendah lagi. Hal ini memicu pelemahan dolar lebih lanjut, dan emas akhirnya tembus 5200-an hingga saat artikel ditulis.

Fokus Malam ini
Malam nanti akan menjadi malam yang panjang bagi para pelaku pasar. Trump akan kembali memberikan pernyataannya di jam 20.30 WIB, dilanjutkan dengan fokus utama yang ditunggu dari FOMC, yaitu press conference Powell. Reminder bahwa suku bunga hampir dipastikan akan dipertahankan tetap dalam FOMC Januari nanti malam sehingga pasar bergeser fokus ke pernyataan Powell.
Pasar akan mencermati apa penilaian Powell terkait ekonomi dengan situasi tingkat pengangguran yang kembali turun dari 4.6% ke 4.4%, dan inflasi yang tetap tinggi. Berulang kali Powell menyebut bahwa risiko pasar tenaga kerja dan inflasi mulai seimbang. Dan dengan data terakhir terkait tenaga kerja, maka Powell diyakini tidak terburu-buru memutuskan pemangkasan suku bunga dan lebih memilih berhati-hati, dan tetap bergantung data ekonomi.
Pernyataan Powell akan menjadi kunci utama dan berpotensi menggerakkan pasar :
Reaksi market : dolar akan menguat, dan hal ini negatif untuk emas
Reaksi market : dolar akan lanjut melemah, dan hal ini berpeluang mendorong emas lanjutkan kenaikannya.
Dengan situasi saat ini pasar dilanda ketidakpastian seputar geopolitik, maka kembali diingatkan bahwa respon atau reaksi pasar sangat mungkin relatif terbatas. Jika sikap hawkish disampaikan, emas berpeluang turun cepat, dengan estimasi 2-3 support di bawah, tapi kemudian demand dari institusi akan kembali dengan cepat mengincar zona buy lebih murah sehingga emas akan kembali naik pasca tekanan tersebut.
Sebaliknya, jika Powell cenderung dovish, maka emas mendapat tenaga tambahan untuk lanjutkan kenaikannya di tengah ketidakpastian global.
Concern lainnya dalam waktu dekat adalah ancaman government shutdown yang bisa kembali terjadi jika pendanaan sementara yang akan berakhir 30 Januari kembali tidak mendapat kesepakatan diperpanjang. Jangan lupakan juga tentang kandidat ketua Fed yang baru. Trump diagendakan akan umumkan di minggu ini.
Note : Tetap waspada dengan volatilitas besar pada market yang sewaktu-waktu bisa tiba-tiba berubah!

Candlestick daily ditutup bullish, seakan menolak untuk turun setelah sehari sebelumnya memberi aba-aba peluang terjadinya koreksi turun dari candle doji di hari Senin. Kondisi sebaliknya justru emas lanjutkan kenaikan hingga cetak ATH baru di 5190 tepat sebelum penutupan market AS. Dan pagi ini rekor itu berlanjut dengan emas di sesi Asia sentuh rekor ATH 5247.
Secara teknis, resistance 5160 pun ditembus, sehingga level ini menjadi support baru, sekaligus psikologis untuk beberapa waktu ke depan. Jika tembus, maka ruang untuk koreksi bisa berlanjut dengan support 5111 (ATH sebelumnya, high 26 Jan 2026), dan 5046 area low tadi malam. Zona-zona tersebut bisa tersentuh jika geopolitik reda dikombinasikan sikap Fed yang hawkish. Sedangkan situasi geopolitik yang tidak menentu akan menciptakan rekor ATH baru dengan resistance potensial 5300 dan 5340.

Di H4, sesuai perkiraan sebelumnya, bahwa penurunan akan cenderung terbatas, seperti yang terlihat tadi malam. Koreksi turun terhenti di 5046, dan bertahap emas dekati resistance. Dalam hitungan kami ada sekitar 3-5 kali area ini diuji coba, sampai akhirnya tembus dan cetak ATH baru.
Secara teknis, kenaikan wave (3) ternyata extend lebih panjang, sehingga koreksi wave (4) dianggap belum terjadi. Jika Fed hawkish nanti malam, maka bisa saja memicu koreksi wave (4) yang dibutuhkan. Tapi setelah itu situasi geopolitik yang tidak menentu, ketidakpastian kebijakan pemerintah, gangguan independensi bank sentral, kemungkinan akan kembali mendorong emas ke tren utama kenaikan, dan itu berarti waktunya lanjut dengan wave (5).
Secara umum, zona biru 5103-5150 adalah zona support terdekat untuk koreksi turun terbatas (diasumsikan reaksi pasar terhadap sikap Fed cenderung terbatas karena geopolitik yang masih membayangi). Zona ini dipertimbangkan sebagai zona buy untuk peluang kenaikan berikutnya.
Sedangkan zona ungu 5047-5103 ataupun zona coklat 4966-4989 mungkin tercapai dalam koreksi tajam jika sikap Fed “sangat hawkish” (ditandai tidak ada indikasi untuk lanjutkan cut rate tahun ini) dan situasi geopolitik menjadi kondusif (reda tanpa ada eskalasi dari AS ke Iran). Jika situasi terpenuhi (Fed hawkish + geopolitik reda), maka sell bisa dilakukan, sedangkan area buy menunggu sampai koreksi tajam selesai.
Dengan situasi yang saat ini terjadi (geopolitik, ketidakpastian kebijakan pemerintah, ancaman shutdown, risiko independensi bank sentral), maka penurunan diperkirakan relatif terbatas dan emas berpeluang kembali naik.

Per jam 11.15 WIB, harga berada di 5232.22 dengan high 5247.31, dan low 5157.34. Jika Anda melihat rekomendasi sebelumnya di website Technical Analysis Forex, Gold (XAUUSD) 28 Januari 2026, maka rekomendasi ini merupakan update terhadap rekomendasi sebelumnya. Rekomendasi sebelumnya buy utama di 5140-5142, dan saran alternatif adalah follow buy saat breakout 5190. Ternyata area utama yang diincar tidak sempat disentuh, dan harga langsung naik setelah berhasil tembus 5190. Dengan demikian area 5190 akan menjadi area support terdekat, sekaligus kembali menjadi pertimbangan area buy on dip jika terjadi koreksi turun terdekat.
Secara teknis, kenaikan tertahan di 5247, tepat di zona resistance yang ditandai. Ekspektasi kami swing low di peralihan sesi Asia ke Eropa, atau bisa juga di sore hari, dan zona-zona yang ditandai seperti zona coklat (5179-5201), zona ungu (5157-5179) adalah area koreksi terdekat yang diharapkan efektif menahan penurunan, sehingga opsi buy bisa dilakukan kembali di zona tersebut. Atau koreksi lebih lanjut ke zona merah 5099-5169 bisa juga menjadi koreksi turun terjauh yang bisa dimanfaatkan sebagai opsi buy.
Jika situasi geopolitik tidak reda dalam waktu dekat, maka skenario ini masih tetap berlaku. Sebaliknya, jika geopolitik reda, maka fokus pada pidato Powell nanti malam! Pidato hawkish akan membuat emas koreksi turun lebih lanjut, dan zona hijau 5080-5099 bisa saja ditembus. Dalam situasi ini (geopolitik reda + Powell hawkish), maka SELL lebih disarankan.
Secara keseluruhan, emas saat ini dalam posisi diincar sebagai proteksi, sehingga kekhawatiran atau ketidakpastian global akan tetap mempertahankan emas dari penurunan tajam dan berkelanjutan. Demand kemungkinan kembali mengembalikan emas ke jalur kenaikan.
Untuk malam hari sebaiknya Anda fokus perhatikan catatan kami di grafik H4!
Trading Strategy:
Opsi BUY on Dip (update jam 11.30 WIB!)
Entry: 5190.00 – 5192.00
(atau cek di artikel untuk opsi lainnya)
Target/Reward : 5204 ($12 - $14)
(Alternatif Follow BUY jika tembus 5250, target terdekat 5260, terjauh 5275, sesuaikan stop loss dengan risk management masing-masing)
Stop Loss: 5184.00 ($6 - $8)
(ideal 3-5 poin di bawah 5182.00)
Risk Reward: 1: 2
Opsi BUY on Dip
Entry : 5150.00 – 5152.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif )
Target/Reward: 5164.00 ($12 - $14)
Stop Loss: 5144.00 ($6 - $8)
(ideal SL 3-5 poin di bawah 5142)
Risk Reward: 1: 2
Disclaimer: Artikel ini berupa pandangan Agrodana Research, Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan atau menjual market tertentu. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
Research & Analysis PT Agrodana Futures



