
US Treasury Yield 10-tahun ditutup rebound, dan pagi ini baik Yield maupun USD dibuka gap up dengan ketegangan baru AS-Iran yang memanas. Kondisi ini membuat emas yang awalnya sempat balik naik di atas 4100 di penutupan Jumat, terpaksa harus kembali di bawah 4100.
Iran memperluas serangannya ke Qatar dan UAE untuk pertama kalinya dalam 1 bulan, sambil juga menghantam Yordania, Kuwait dan Oman. Hal itu sebagai balasan atas serangan AS ke fasilitas-fasilitas infrastruktur Iran di akhir pekan, sampai Senin pagi waktu Indonesia.
Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan pasukannya menyerang lebih dari 300 sasaran militer Iran dalam 3 malam terakhir, termasuk 140 sasaran yang dilaporkan hari Sabtu, menurut laporan Reuters.
Media Axios juga menambahkan, berdasarkan info dari seorang pejabat senior AS, bahwa AS juga menyerang sistem rudal dan pertahanan udara Iran serta kapal cepat IRGC di sekitar Selat Hormuz. Seorang warga India dilaporkan hilang pasca serangan terhadap kapal container GFS Galaxy di lepas Pantai Oman. Oman melaporkan 23 awak kapal sudah diselamatkan.
Kekhawatiran geopolitik tidak berhenti disitu. Rumor terbaru terkait balas dendam atas kematian Ayatollah Khamenei juga memicu kekhawatiran eskalasi besar-besaran. Pemimpin Tertinggi baru Iran, Mojtaba Khamenei, yang merupakan penerus sekaligus anak dari Ayatollah Khamenei dikabarkan mengeluarkan pernyataan tertulis yang bersumpah akan membalas dendam atas pembunuhan ayahnya dalam serangan 28 Februari. Hal ini perlu dikonfirmasi lebih lanjut. Jika benar, maka situasi geopolitik bisa lebih buruk dan kembali ke periode perang besar 28 Februari 2026, hal yang sangat tidak diharapkan oleh semua pihak.
Di sisi lain, AS mengklaim Selat Hormuz tetap bisa dilalui dan sekitar 20 kapal melintasi Selat Hormuz atas koordinasi dengan militer AS dalam kurun waktu 24 jam. Beberapa kapal lain juga bergerak secara mandiri. Angka yang diklaim pihak AS tersebut dibantah oleh perusahaan pelacak kapal, dan disebut-sebut bahwa jumlah kapal yang melintas justru jauh lebih sedikit, pasca IRGC menutup Selat Hormuz.
Fokus Minggu ini!
Banyak hal selain geopolitik yang akan menyita perhatian pasar minggu ini. Data inflasi sebagai yang terdepan, dan juga testimony Kevin Warsh dihadapan Komite Jasa Keuangan DPR AS di hari yang sama, Selasa, 14 Juli 2026. Retail Sales dan PPI berikutnya bergantian akan memicu pergerakan pasar. Dan tentunya risiko geopolitik saat ini berfokus pada perkembangan Selat Hormuz dan hubungan AS-Iran.
Goldman Sachs memperkirakan core CPI Juni turun ke 2.8% y/y, dengan melunaknya otomotif dan juga perumahan yang melemah karena indeks inflasi keseluruhan yang didorong sektor energi. GS juga memperkirakan core CPI bulanan naik ke 0.17% m/m, di bawah konsensus 0.2% m/m.
Sedangkan testimony Warsh minggu ini kemungkinan akan kembali menyoroti inflasi, dengan risiko dan ekspektasi keduanya mengalami penurunan. Warsh akan memberi kesaksian di hari Selasa, di hadapan Komite Jasa Keuangan DPR AS, dan hari Rabu di depan Senat AS.
Dan untuk geopolitik. beberapa hal yang perlu dicermati minggu ini dan potensi skenario yang mungkin terjadi:
Jika poin 2 yang terjadi, maka pasar akan beralih fokus ke data CPI AS hari Selasa, dan testimony Warsh di hari Selasa dan Rabu!
Note : Tetap waspada dengan volatilitas besar pada market yang sewaktu-waktu bisa tiba-tiba berubah!
Candlestick daily ditutup hanging man setelah kenaikan kembali tertahan di zona 4134, sedikit lebih rendah dibanding high sehari sebelumnya 4137. Kondisi ini ditambah dengan pembukaan gap down pagi ini di zona 4076 setelah ketegangan Selat Hormuz kembali terjadi di akhir pekan. Bahkan serangan tersebut berlanjut hingga Minggu malam waktu Washington atau Senin pagi waktu Indonesia.
Jalur kenaikan kembali mendapat hambatan, dan risiko penurunan mengancam 4050 pagi ini di sesi Asia. Meski belum tembus, tapi risiko penembusan cukup terbuka, apalagi situasi geopolitik belum menunjukkan tanda-tanda akan mereda dalam waktu dekat. Zona 3943-3960 terancam muncul jika tekanan berlanjut di bawah 4050 dan 4021. Situasi bisa lebih buruk jika kedua pihak mendeklarasikan perang besar-besaran. Sebaliknya, jika situasi mereda, harga berpeluang balik naik dengan resistance 4183-4214 sebagai area yang potensial untuk dikejar.

Di H4, zona kuning 4054-4084 kembali diuji. Bahkan saat artikel ditulis, harga bergerak sedikit lebih rendah di 4050-4053. Jika dalam 2-3 jam ke depan harga ditutup di bawah 4054, maka penurunan cenderung dominan beberapa waktu ke depan, dengan zona 5020-5022 sebagai target terdekat. Namun, peluang penurunan cenderung mengarah ke zona abu-abu 3960-3985, karena situasi geopolitik yang membayangi.
Trader bisa manfaatkan penurunan sebagai peluang sell selama harga tidak mampu naik di atas 5100-5114, atau jika dalam 2-3 jam ke depan harga tetap berada di bawah 4060-4080. Namun, hentikan sell jika harga sudah turun lebih cepat ke zona abu-abu 3960-3985.
Sedangkan buy juga tidak disarankan terburu-buru dilakukan, kecuali jika zona abu tidak ditembus, dan rsi mulai menunjukkan tanda-tanda oversold. Tapi tunggu sampai ada reversal candle mirip doji (inverted hammer, hammer, ataupun bullish harami maupun bullish engulfing) tepat di zona support. Hal lain yang wajib dipenuhi adalah bahwa situasi geopolitik mulai tenang atau mereda. Kondisi ini akan memudahkan rebound lebih cepat terjadi saat zona abu disentuh.
Sebaliknya, risiko penurunan lebih lanjut tetap potensial, terutama jika geopolitik tidak menunjukkan tanda-tanda mereda, dan zona abu-abu lanjut ditembus. Dalam skenario ini, tren turun jauh lebih kuat. Jika sudah terlanjur buy di zona ini, pastikan stop loss dipasang untuk hindari penurunan cepat di luar skenario! Dan jika tekanan berturut-turut tembus 3930-3940, maka trader bisa kembali pertimbangkan sell untuk peluang 3900 atau paling ekstrim diperkirakan zona 3886 (low 28 Okt 2025). Zona ini tidak akan muncul jika geopolitik mereda!

Per jam 10.50 WIB, harga berada di 4121.36 dengan high 4134.76, dan low 4108.96. Jika Anda melihat rekomendasi sebelumnya di website Analisis Teknikal Emas & Crude Oil Hari Ini July 13, 2026 | Agrodana Futures, strategi utama mengincar buy dengan zona lebih rendah dibanding 2 hari terakhir. Kami melihat situasi geopolitik yang tidak menentu akibat serangan AS ke Iran di akhir pekan, dan sebaliknya balasan Iran ke base militer AS di negara-negara Teluk membuat peluang penurunan bisa berlanjut menguji zona 3960 dalam waktu dekat. Namun, penurunan lebih lanjut di bawah 3960 tidak diharapkan sehingga zona buy untuk kali ini mengincar zona yang masih cukup dekat dengan area support 3960-3978 (zona kuning).
Meskipun zona orange di 4054-4067 sempat menahan penurunan (terbukti sempat rebound hingga 4072), tapi area ini masih terlalu riskan sehingga tidak terlalu disarankan. Kalaupun Anda melakukan buy di zona ini, sebaiknya target pendek saja, belum waktunya untuk dipertahankan, kecuali jika geopolitik mereda dengan cepat.
Di sisi lain, kabar baiknya rsi mulai memasuki zona oversold, atau setidaknya mulai berada cukup dekat dengan zona yang diyakini area oversold (standar di bawah 30%, ideal di bawah 20%). Secara teori, area di bawah 20% akan lebih mendukung bagi trader untuk mulai incar buy. Tapi kondisi lain juga perlu untuk validasi, diantaranya : candle reversal (hammer/inverted hammer, atau bisa juga bullish engulfing).
Namun, kami melihat zona kuning di kisaran 3960-3978 sebagai zona paling potensial untuk melakukan buy. Zona ini dianggap sebagai area demand yang lebih baik dibanding zona orange 4054-4078. RSI juga diharapkan sudah mulai melandai, bukan hanya di bawah 20%, tapi mulai memberikan tanda-tanda โsangat jenuhโ sehingga peluang biasanya akan lebih baik.
Meski demikian, trader juga tetap perlu waspada dengan kemungkinan penurunan lebih tajam. Ini bisa terjadi jika geopolitik semakin memanas, ditandai dengan eskalasi militer lebih besar dibanding sebelumnya. Jika ini yang terjadi, maka switch strategi menjadi sell untuk peluang turun mendekati 3920-3930, atau bahkan zona 3886 (low 28 Okt 2025). Sebaliknya, jika geopolitik mereda, maka idealnya harga tidak turun lebih lanjut, melainkan mulai naik bertahap.
Untuk malam hari sebaiknya Anda fokus perhatikan catatan kami di grafik H4!
Opsi BUY on Dip
Entry: 3985.00 โ 3987.00
(atau cek di artikel untuk opsi lainnya)
Target/Reward : 4007.00 ($20 - $22)
(Alternatif Follow BUY jika tembus 4097 (updated!), target terdekat 4107, terjauh 4120, sesuaikan stop loss dengan risk management masing-masing)
Stop Loss: 3975.00 ($10 - $12)
(ideal 7-8 poin di bawah 4080.00)
Risk Reward: 1: 2
Opsi SELL jika geopolitik tetap memanas
Entry : 4050.00 โ 4052.00 (activated!)
(atau cek di artikel untuk area alternatif )
Target/Reward: 4030.00 ($20 - $22)
Stop Loss: 4062.00 ($10 - $12)
(ideal SL 7-8 poin di atas 4060.00)
Risk Reward: 1: 2
Copyright ยฉ 2026 Agrodana Futures
Disclaimer:
Artikel ini berupa pandangan Agrodana Research, Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan atau menjual market tertentu. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
Research & Analysis Agrodana Futures



