Awal tahun 2026 ini tak hanya emas yang kian populer karna kenaikannya yang terus menerus semenjak 2025. Namun Silver juga saat ini tidak bisa dipandang sebelah mata
Sama seperti emas, kenaikan harga silver ini juga ikut dipengaruhi adanya ketegangan geopolitik, dan investor juga yang cenderung mencari aset alternatif selain emas. Sejak Januari 2026 hingga 11 Februari 2026, Silver sempat menyentuh harga tertinggi di $118,437.
Silver ini bisa jadi alternatif bagi Anda yang saat ini mencari alternatif di tengah sulitnya melakukan pembelian emas fisik.
Silver (SILVID) adalah logam mulia yang digunakan dalam berbagai sektor, termasuk industri, investasi dan perhiasan. Silver juga saat ini merupakan aset yang cukup populer di kalangan investor, terutama dalam kondisi ekonomi yang tidak stabil.
Sebenarnya jika dilihat dari perbedaan silver fisik dan trading silver tidak ada perbedaan yang terlalu signifikan karna keduanya sama-sama mengikuti pergerakan harga silver dunia.
Berikut adalah perbedaan silver fisik VS trading silver
| Kriteria | Silver Fisik | Trading Silver |
| Kepemilikan | Ada bentuk fisiknya | Tidak ada fisiknya |
| Tujuan | Investasi jangka panjang | Trading |
| Likuiditas | Lebih rendah | Sangat tinggi |
| Biaya Tambahan | Storage & keamanan | Spread/Swap |
| Fleksibilitas | Terbatas | Bisa Long/short |
Untuk penggerak harga Silver ini tidak jauh berbeda dengan emas karna silver ini biasa juga disebut sebagai “adik dari emas”. Harga silver dapat bergerak oleh berbagai macam faktor seperti kondisi geopolitik atau kekhawatiran resesi karna silver juga bisa menjadi safe haven meskipun tidak sebesar gold. rendahnya suku bunga juga bisa membuat silver alami kenaikan, dan adanya pelemahan atau penguatan Dollar AS juga bisa mempengaruhi harga Silver ini. Faktor lainnya seperti permintaan investasi, pasokan pertambangan, dan tingkat daur ulang juga dapat mempengaruhi harganya.
Pertama, harga silver relatif lebih terjangkau jika dibandingkan dengan emas. Apalagi dalam trading investor bisa menggunakan leverage untuk melakukan pembelian. Oleh karena itu Silver bisa jadi pilihan bagi investor yang ingin melakukan diversifikasi aset.
Kedua, Silver punya permintaan industri yang cukup tinggi. Saat ini hampir setiap perangkat elektronik, panel surya, kendaraan listrik sampai alat medis modern membutuhkan silver karena sifat konduktivitas listrik dan daya tahan korosinya yang sangat baik.
Ketiga, Silver juga punya fungsi lindungi nilai terhadap inflasi seperti emas. Nilai silver cenderung bisa bertahan ketika daya beli terhadap mata uang melemah. Sebagai trader silver bisa jadi proteksi aset yang perlu dipertimbangkan agar meminimalisir kerugian.
Sebenarnya tidak jauh berbeda dengan invetasi/trading emas, saham atau forex, trading silver bisa dimulai dengan :

1. Pilih Broker yang Terpercaya
Pastikan Anda memilih broker yang secara regulasi sudah jelas. Cari broker yang sudah memiliki izin resmi dan diawasi oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI), Bank Indonesia (BI), dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) seperti Agrodana Futures. Selain itu juga pastikan biaya spread, swap dan lainnya sesuai dengan perjanjian dan tidak ada biaya tersembunyi. Platform trading juga perlu di pertimbangkan saat akan membuka aku dan pastikan broker juga bisa memberikan edukasi dan support Anda saat trading.
2. Gunakan akun demo lebih dulu
Untuk Anda seorang trader, apalagi trader pemula, memulai dari akun demo ini penting karena dengan akun demo, Anda bisa melakukan simulasi trading tanpa perlu khawatir soal risiko keuangan. Tidak hanya itu dengan akun demo juga Anda bisa melatih strategi dan tentunya menerapkan manajemen risiko.
3. Belajar Analisa Dasar Silver
Pahami bagaimana cara penggunaan support dan resistance pada candlestick Silver. Selain itu, juga pelajari pola-pola candlestick lainnya, jika memang sebelumnya Anda belum pernah trading.
4. Gunakan risk management dan hindari overtrading
Sama seperti trading pada emas, forex atau CFD saham US, sangat disarankan menggunakan manajemen risiko untuk memperkecil potensi kerugian yang mungkin timbul dari aktivitas trading. Terlalu sering membuka posisi dapat meningkatkan eksposur terhadap risiko dan menyebabkan kelelahan mental.
Pada dasarnya, baik Silver fisik ataupun digital, instrumennya sama, namun berbeda secara mekanisme transaksinya.
Agrodana Futures memberikan kemudahan bagi investor seperti Anda untuk mengakses pasar Silver secara lebih fleksibel, terkontrol, dan efisien. Melalui Agrodana Futures, transaksi Silver dapat dilakukan secara digital dengan:
Ayo pelajari mekanisme transaksi Silver dan uji strategi Anda menggunakan dana virtual tanpa risiko dengan akun demo gratis.



