US Treasury Yield 10-tahun ditutup turun di hari Jumat, dan dolar pun berakhir dengan penguatan yang mulai terbatas. Seharusnya kedua hal ini menjadi kabar bagus untuk emas sehingga secara teknis mendukung kenaikan. Tapi situasi geopolitik yang tidak menentu membuat pasar cenderung goyah dan kenaikan emas yang terjadi saat ini relatif rapuh. Artinya, emas bisa saja berbalik turun dengan cepat jika eskalasi geopolitik terus meningkat.
Di sisi lain, inflasi yang melonggar, retail sales yang lemah mendukung untuk Fed tidak menaikkan suku bunga dalam waktu dekat. Dan hal itu menjadi pondasi yang cukup baik untuk kenaikan emas ke depan. Tapi seiring waktu, pasar akan mencermati situasi geopolitik ke depan yang sejauh ini cenderung dibayangi risiko eskalasi atau bahkan kembali ke perang skala penuh.
Terlepas dari data inflasi yang mereda di bulan Juni, kenyataannya harga minyak kembali berada di atas $80 per barel sejak hari Jumat, 17 Juli 2026. Hal ini memicu reaksi ekstra waspada bagi para investor karena kenaikan lebih lanjut dari harga minyak global berpotensi memicu kekhawatiran kembalinya ancaman inflasi global. Dan hal itu berpotensi membuat Fed kembali dalam mempertimbangkan kenaikan suku bunga di akhir tahun 2026.
Pandangan kami kali ini tidak hanya tertuju pada Selat Hormuz saja, melainkan Selat Bab Al-Mandeb yang berada di Laut Merah juga berisiko menjadi tantangan baru untuk pelayaran komersial maupun pasokan energi global. Hal ini mengacu pada ancaman Iran minggu lalu saat merespon pernyataan Trump yang mengancam akan mengincar fasilitas energi Iran di minggu ini jika Iran terus mengganggu pelayaran di Selat Hormuz dan tetap bersikukuh mengenakan bayaran pada setiap kapal yang transit.
Iran meminta Houthi di Yaman untuk menutup Selat Bab Al-Mandeb jika AS benar-benar melaksanakan ancamannya terhadap fasilitas energi Iran. Houtih pun menyetujui dan bersiap untuk melakukan penutupan. Di sisi lain, Trump terus berdiskusi dengan para penasihat keamanannya tentang rencana serangan berikutnya.
Sebagai catatan, AS sudah menyerang Iran untuk hari ke-9 secara berturut-turut, dan serangan terakhir mengutip alasan tewasnya 3 pasukan mereka saat bertugas. Iran di sisi lain tidak tinggal diam, mereka pun menyerang base militer AS yang ada di Kuwait dan Bahrain, juga beberapa negara Teluk lainnya.
Data ekonomi cenderung terbatas pada PMI services dan manufacture, dan new home sales AS di hari Jumat. Sementara data tingkat tinggi lainnya hanya berkutat pada kebijakan ECB di hari Kamis, dan data inflasi Inggris di hari Rabu. Namun, concern kami saat ini cenderung mengarah ke situasi geopolitik sepanjang minggu ini.
Risiko eskalasi meningkat ke perang skala penuh adalah hal yang tidak diharapkan terjadi sehingga peluang diplomasi lebih dikedepankan, di mana kedua pihak tidak menutup pintu untuk hal itu. Jika benar (mengarah ke diplomasi), maka risiko geopolitik reda, emas berpeluang naik.
Sebaliknya, risiko perang skala penuh dan juga penutupan Selat Hormuz maupun Bab Al-Mandeb, adalah risiko yang paling tinggi. Hal ini bisa terjadi jika AS terus lakukan serangannya dan juga Trump mewujudkan ancamannya terhadap fasilitas energi Iran minggu ini. Kondisi ini berpotensi membuat emas tertekan dan zona $3900 bahkan mungkin ditembus.
Berikut hal yang tetap perlu dicermati sepanjang minggu ini dari sisi geopolitik:
Note : Tetap waspada dengan volatilitas besar pada market yang sewaktu-waktu bisa tiba-tiba berubah!
Candlestick daily ditutup bullish setelah zona support 3943-3960 kembali berhasil menahan tekanan turun yang terjadi sepanjang Jumat. Secara teori seharusnya emas mulai rebound bertahap di zona ini, dan kondisi berikutnya menunggu kenaikan tembus resistance daily 4082-4114. Namun, situasi geopolitik yang memanas di akhir pekan, dan bahkan pagi ini, emas akhirnya dibuka gap down sehingga kami melihat situasi tersebut tidak menguntungkan bagi emas.
Reaksi sesaat adalah emas naik sebagai safe haven. Tapi kekhawatiran gangguan pasokan yang membuat minyak kembali naik, lama kelamaan berpotensi memicu kekhawatiran pasar terhadap inflasi sehingga memicu juga kekhawatiran kenaikan suku bunga Fed. Kondisi ini yang membuat emas rentan turun kembali. Tapi pembelian bank sentral yang semakin intens baru-baru ini kemungkinan menjadi pondasi dasar bagi emas sehingga tidak diharapkan penurunan yang terlalu tajam sentuh lebih dari 3886-3900.
Di H4, zona kuning kisaran 4047-4080 akan kembali menjadi resistance potensial, sekaligus diperkirakan menjadi area supply yang mungkin akan menahan kenaikan. Sebagai catatan, zona tersebut sudah 2 kali diuji dan keduanya berakhir dengan rejection yang cukup kuat sehingga emas hanya mampu naik di 4103 dan terakhir 4080 lalu turun hingga 3959, level terendah sejauh ini sejak 2 rejection tersebut. Ini berarti jika terjadi kenaikan berikutnya, maka peluang rejection diperkirakan bisa kembali terjadi, terutama selama risiko geopolitik masih membebani pasar.
Sebaliknya, risiko penembusan resistance kuning juga cukup terbuka. Jika dorongan kenaikan cukup kuat, dipicu oleh meredanya eskalasi geopolitik, maka ini akan menjadi peluang untuk kenaikan cepat berikutnya dan melanjutkan hingga kisaran 4119 atau 4137 (high 9 Jul 2026). Dan jika kedua pihak (AS-Iran) kembali ke meja perundingan, maka kondisi ini bisa mendukung kenaikan lebih lanjut untuk menguji zona 4200.
Secara teknis, kami masih pertahankan opsi sell saat ini sampai beberapa waktu kedepan mengingat situasi geopolitik yang masih belum reda sepenuhnya. Segala bentuk tindakan militer di Selat Hormuz berpotensi mengganggu jalur pasokan, sehingga berpotensi memicu kekhawatiran tekanan inflasi baru yang membuat Fed semakin dekat dengan kenaikan suku bunga, akan menjadi alasan kuat untuk tetap incar sell.
Sebaliknya, jika risiko perang skala penuh berhasil dihindari, maka hal itu bisa menjadi peredam kekhawatiran pasar terhadap potensi kenaikan suku bunga Fed, sehingga akan ikut memulihkan kepercayaan pasar. Emas akan bereaksi turun terbatas, diikuti kenaikan yang cepat kembali di jalur kenaikan jika skenario ini yang terjadi. Dalam kondisi ini, trader disarankan buang posisi sell, lalu ubah kembali menjadi buy.
Per jam 10.50 WIB, harga berada di 3997.20 dengan high 4008.61, dan low 3970.88. Jika Anda melihat rekomendasi sebelumnya di website Technical Analysis Commodity (Gold, Crude Oil) 20 Juli 2026 | PT. Agrodana Futures, strategi sell masih aktif, meskipun harga sentuh tertinggi 4028, tapi jika mengacu pada stop loss ideal yang dianjurkan (7-8 poin di atas 4022), maka stop loss belum disentuh. Secara teknis, kami masih melihat tekanan bearish belum selesai dan masih membebani untuk beberapa waktu ke depan, terkait situasi geopolitik.
Dengan demikian, sell tetap masih disarankan, kecuali jika harga berhasil tembus resistance zona 4035-4040. Tapi untuk switch strategi menjadi buy perlu memastikan kondisi geopolitik mereda lebih dulu karena jika belum mereda, kemungkinan kenaikan masih relatif terbatas. Tapi secara teknis, penembusan di atas 4040 berpeluang mendorong harga hingga kisaran resistance kuat berikutnya di kisaran 4070-4080. Trader punya kesempatan untuk melakukan buy jika tembus 4040 dengan catatan hanya untuk memanfaatkan kenaikan terbatas tersebut, kecuali jika risiko geopolitik mulai mereda.
Jika geopolitik mereda, maka emas kemungkinan tembus zona 40304-4038 sehingga strategi buy bisa dipertimbangkan saat tembus 4040, dengan perkiraan emas bisa lanjutkan rebound ke zona 4055-4062 (resistance terdekat berikutnya), dan zona 4073-4080 sebagai potensi resistance berikutnya.
Di sisi lain, jika risiko geopolitik tetap mengintai, maka trader bisa kembali incar sell di zona resistance 4073-4082. Ini disarankan hanya jika strategi sell pertama di 4010-4012 akhirnya sentuh Stop Loss (asumsi 4028-4030 stop loss yang dianggap ideal). Jika sama sekali stop loss tidak disentuh, atau bahkan resistance pertama tidak ditembus, maka tidak perlu melakukan strategi alternatif ini.
Untuk malam hari sebaiknya Anda fokus perhatikan catatan kami di grafik H4!
Opsi SELL on Rally
Entry: 4018.00 โ 4020.00
(atau cek di artikel untuk opsi lainnya)
Target/Reward : 3998.00 ($20 - $22)
(Alternatif Follow BUY jika tembus 3940, target terdekat 3930, terjauh 3920, sesuaikan stop loss dengan risk management masing-masing)
Stop Loss: 4030.00 ($10 - $12)
(ideal 7-8 poin di atas 4032.00)
Risk Reward: 1: 2
Opsi BUY jika geopolitik mereda
(cek kondisi/syarat yang harus dipenuhi di artikel!)
Entry : 3886.00 โ 3888.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif )
Target/Reward: 3908.00 ($20 - $22)
Stop Loss: 3876.00 ($10 - $12)
(ideal SL 7-8 poin di bawah 3875.00)
Risk Reward: 1: 2
Copyright ยฉ 2026 Agrodana Futures
Disclaimer:
Artikel ini berupa pandangan Agrodana Research, Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan atau menjual market tertentu. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
Research & Analysis Agrodana Futures





