Keterangan :
| Suggest : BUY on Dip Area : 48650 - 48670 Target : 1) 48770 2) 48870 SL : 48550 Alternatif : Follow BUY jika tembus 48820 Alternative BUY : 48340-48540 Switch to SELL jika tembus 48300 Cermati perkembangan situasi geopolitik! |
Keterangan :
| Suggest : BUY on Dip Area : 25880.00 โ 25900.00 Target : 1) 26000.00 2) 26020.00 SL : 25780.00 Alternatif : Pertahankan BUY jika tembus 26100 Switch to SELL jika tembus 25600 Cermati perkembangan situasi geopolitik |
Keterangan :
| Suggest : BUY on Dip Area : 6970.00 โ 6990.00 Target : 1) 7020.00 2) 7050.00 SL : 6940.00 Alternatif : Pertahankan/follow BUY jika tembus 7020 Switch to SELL jika tembus 6900 Cermati perkembangan situasi geopolitik! Fokus PPI dan geopolitik |
Keterangan :
| Suggest : BUY on Dip Area : 58400 - 58420 Target : 1) 58520 2) 58620 SL : 58300 Alternatif : Follow BUY jika tembus 58900 Switch to SELL jika tembus 57900 Alternative BUY: 57910-58310 Tetap waspada dengan potensi โintervensi aktualโ yen |
Keterangan :
| Suggest : BUY on Dip Area : 26000 - 26020 Target : 1) 26120 2) 26220 SL : 25900 Alternatif : Follow/Pertahankan BUY jika tembus 26250 Alternative buy :25858-26090 Switch to SELL jika tembus 25500 |
Copyright ยฉ 2026 Agrodana Futures
Disclaimer:
Artikel ini berupa pandangan Agrodana Research, Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan atau menjual market tertentu. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
Research & Analysis Agrodana Futures
Keterangan :
| Suggest : BUY on Dip Area : 48270 - 48290 Target : 1) 48390 2) 48490 SL : 48170 Alternatif : Follow BUY jika tembus 48460 Alternative BUY : 47980-48225 Switch to SELL jika tembus 47950 Fokus PPI dan perkembangan geopolitik |
Keterangan :
| Suggest : BUY on Dip Area : 25420.00 โ 25440.00 Target : 1) 25540.00 2) 25640.00 SL : 25320.00 Alternatif : Pertahankan BUY jika tembus 25650 Switch to SELL jika tembus 25200 Fokus PPI dan geopolitik! |
Keterangan :
| Suggest : BUY on Dip Area : 6880.00 โ 6900.00 Target : 1) 6930.00 2) 6960.00 SL : 6850.00 Alternatif : Pertahankan/follow BUY jika tembus 6950 Switch to SELL jika tembus 6800 Fokus PPI dan geopolitik |
Keterangan :
| Suggest : BUY on Dip Area : 57900 - 57920 Target : 1) 58020 2) 58120 SL : 57800 Alternatif : Follow BUY jika tembus 58050 Switch to SELL jika tembus 57000 Alternative BUY: 57110-57400 Tetap waspada dengan potensi โintervensi aktualโ yen |
Keterangan :
| Suggest : BUY on Dip Area : 25700 - 25720 Target : 1) 25820 2) 25920 SL : 25600 Alternatif : Follow/Pertahankan BUY jika tembus 26050 Switch to SELL jika tembus 25500 |
Copyright ยฉ 2026 Agrodana Futures
Disclaimer:
Artikel ini berupa pandangan Agrodana Research, Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan atau menjual market tertentu. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
Research & Analysis Agrodana Futures
TOP GAINERS
| 1. Intel Corporation (INTC) +19.76% |
| 2. Amazon.com, Inc. (AMZN) +13.14% |
| 3. Advanced Micro Devices, Inc. (AMD) +12.63% |
| 4. Caterpillar Inc. (CAT) +9.69% |
| 5. GE Aerospace (GE) +9.64 |
TOP LOSERS
| 1. Salesforce, Inc. (CRM) -11.23% |
| 2. Adobe Inc. (ADBE) -6.63% |
| 3. International Business Machines (IBM) -6.6% |
| 4. Verizon Communications (VZ) -6.3% |
| 5. AT&T Inc. (T) -6.3% |
Minggu pertama April ini, pasar saham AS mencerminkan dengan jelas bagaimana satu perubahan geopolitik bisa membalik arah arus likuiditas secara masif. Gencatan senjata AS-Iran yang mengejutkan pasar memicu gelombang rotasi sektor yang tajam: modal mengalir deras keluar dari instrumen defensif dan masuk ke saham-saham siklikal serta teknologi yang selama ini tertekan oleh ketidakpastian. Di balik deretan angka hijau dan merah ini, ada cerita yang jauh lebih dalam dari sekadar pergerakan harga. Ada narasi tentang siapa yang diuntungkan ketika dunia memilih damai, dan siapa yang kehilangan daya tariknya begitu rasa takut mereda.

Next Earnings (Laporan Keuangan): 23 April 2026
Last Dividend Ex-Date: 7 Agustus 2024
52-Week Range: $18.25 - $63.39
Weekly Range: $52.12 - $62.42
Previous Close Price: $62.42 (10 April 2026)
Intel bukan sekadar saham yang ikut naik bersama euforia pasar minggu ini. Lonjakan 19.76% yang membawanya dari $52.12 ke $62.42 adalah puncak dari serangkaian katalis yang telah menumpuk selama berbulan-bulan. Bahkan menyentuh level tertinggi dalam lima tahun.
Segalanya dimulai pada awal April, ketika Intel mengumumkan pembelian kembali saham senilai USD 14,2 miliar atas fasilitas produksi Fab 34 di Irlandia dari mitra Apollo Global Management. Langkah ini bukan sekadar transaksi keuangan biasa, ini adalah pernyataan kepercayaan diri bahwa Intel siap mengelola penuh pabrik chip tercanggihnya tanpa ketergantungan pihak luar. Analis UBS langsung bereaksi: perusahaan tidak akan membeli kembali aset sebesar itu kalau tidak punya keyakinan penuh bahwa pelanggan foundry baru sudah mengantre.
Namun katalis terbesar datang beberapa hari kemudian, ketika Intel mengumumkan kemitraan strategis dengan proyek Terafab milik Elon Musk, sebuah usaha gabungan yang melibatkan Tesla, SpaceX, dan xAI untuk memproduksi chip AI dan robotika dalam skala masif menggunakan node 18A Intel. Pasar merespons dengan lonjakan 11% dalam satu sesi. Ini bukan lagi Intel yang terseok-seok. Ini adalah Intel yang kembali relevan di jantung infrastruktur AI global.
Pelengkap dari narasi kebangkitan ini adalah kemitraan multi tahun dengan Google untuk pengembangan infrastruktur AI dan cloud, termasuk ekspansi besar penggunaan prosesor Intel Xeon di seluruh Google Cloud. Node manufaktur 18A Intel (teknologi produksi chip paling canggih yang pernah dikembangkan di Amerika Serikat) kini sudah masuk fase produksi massal di Arizona dan Oregon, dengan pengiriman komersial prosesor Panther Lake yang menjadi bukti nyata kemampuan tersebut.
Gencatan senjata AS-Iran menjadi katalis terakhir yang menyempurnakan gambaran ini. Dengan mode risk-on yang aktif, saham teknologi pertumbuhan seperti Intel yang selama ini tertahan oleh ketidakpastian geopolitik dan sentimen negatif berbulan-bulan, mendapat dorongan besar dari arus modal yang masuk kembali ke sektor semikonduktor.

Next Earnings (Laporan Keuangan): 30 April 2026
Next Dividend Ex-Date: N/A (Amazon tidak membagikan dividen)
52-Week Range: $165.29 - $258.60
Weekly Range: $210.64 - $238.33
Previous Close Price: $238.33 (10 April 2026)
Amazon merayakan minggu ini dengan dua cerita yang berjalan bersamaan, dan keduanya sama-sama kuat.
Cerita pertama: fisik dan logistik. Dengan harga minyak mentah anjlok 13% dari level tertinggi sepanjang masa akibat gencatan senjata, biaya bahan bakar armada pengiriman Amazon seperti pesawat kargo, kapal kontainer, dan truk langsung menyusut drastis. Sebagai raksasa e-commerce dengan jaringan logistik terbesar di dunia, setiap satu dolar penurunan biaya energi langsung berdampak pada pelebaran margin keuntungan. Konsumen juga memiliki lebih banyak uang di kantong ketika harga bensin turun dan uang itu sebagian besar mengalir ke platform belanja Amazon.
Cerita kedua: digital dan cloud. AWS (Amazon Web Services) mencatat pertumbuhan tercepat dalam tiga tahun terakhir sebesar 24% pada akhir 2025, didorong oleh kebutuhan infrastruktur AI yang tidak pernah surut dari para klien korporat. CEO Andy Jassy memproyeksikan pendapatan AWS bisa menembus USD 600 miliar per tahun pada 2036. Sebuah angka yang terdengar ambisius, namun semakin masuk akal melihat laju pertumbuhannya saat ini.
Harga saham Amazon yang sempat turun 21% akibat kekhawatiran rencana belanja modal raksasa USD 200 miliar di 2026 kini justru dibaca pasar sebagai diskon yang menarik. Dengan mode risk-on yang menyala, dana yang sebelumnya bersembunyi di obligasi dan emas bergerak agresif masuk ke saham-saham dengan fundamental terkuat, dan Amazon adalah salah satu yang paling jelas memenuhi kriteria itu.

Next Earnings (Laporan Keuangan): 5 Mei 2026
Last Dividend Ex-Date: 27 April 1995
52-Week Range: $83.75 - $267.08
Weekly Range: $225.32 - $245.04
Previous Close Price: $245.04 (10 April 2026)
AMD melanjutkan perjalanannya menjadi kekuatan kedua yang semakin tidak bisa diabaikan di pasar chip AI global. Kenaikan 12.63% minggu ini bukan kebetulan, ini adalah konfirmasi dari serangkaian perkembangan fundamental yang telah mengubah cara pandang Wall Street terhadap perusahaan ini.
Analis Citi baru-baru ini menegaskan bahwa lonjakan permintaan chip yang didorong oleh "Agentic AI" yaitu sistem AI yang mampu bertindak secara otonom, sedang memperbesar kue pasar secara signifikan. Posisi AMD di pasar CPU server kini telah menembus 40% pangsa pasar, sebuah tonggak yang memberikan fondasi kuat untuk pertumbuhan pendapatan dan kekuatan penetapan harga ke depan.
Kemitraan AMD dengan Meta Platforms yang mencakup penyediaan kapasitas komputasi AI skala besar sebesar 6 gigawatt menempatkan AMD langsung di inti ekspansi infrastruktur AI hyperscaler terbesar dunia. Sementara itu, GPU seri MI350 AMD yang dibangun di atas arsitektur CDNA 4 di node 3nm TSMC sudah dalam pengiriman volume, sementara generasi penerus MI450 dan platform Helios rack-scale tengah dalam jalur untuk diluncurkan di semester kedua 2026.
Dalam konteks gencatan senjata ini, AMD diuntungkan dari dua sisi: pertama, sebagai growth stock teknologi yang langsung mendapat aliran dana dari rotasi risk-on; dan kedua, sebagai alternatif kuat dari NVIDIA yang tidak bisa memenuhi seluruh permintaan GPU dari para hyperscaler memaksa mereka beralih ke AMD sebagai pemasok kedua yang nilainya terus meningkat.

Next Earnings (Laporan Keuangan): 30 April 2026
Next Dividend Ex-Date: 20 April 2026 ($1.51)
52-Week Range: $282.46 - $797.85
Weekly Range: $720.45 - $790.26
Previous Close Price: $790.26 (10 April 2026)
Satu tahun yang lalu, tidak ada yang membeli Caterpillar dengan harapan mendapat eksposur ke industri AI. Namun begitulah cerita yang kini tertulis: CAT telah bertransformasi menjadi "pemain AI tidak sengaja" yang paling mengejutkan di pasar saham AS.
Kenaikan 9.69% minggu ini didorong oleh dua hal yang terjadi hampir bersamaan. Pertama, pengumuman dividen kuartalan sebesar USD 1,51 per saham menandakan sebuah sinyal stabilitas arus kas yang langsung disambut positif oleh investor institusional. Kedua, dan jauh lebih penting secara struktural: pasar terus mencerna laporan keuangan Q4 2025 yang luar biasa, di mana Caterpillar membukukan EPS USD 5,16 (melampaui estimasi USD 4,67) dan pendapatan USD 19,13 miliar (melampaui estimasi USD 17,81 miliar) dengan pertumbuhan 17,9% secara tahunan.
Di balik angka-angka itu, ada kenyataan yang semakin tidak bisa diabaikan: segmen Power & Energy kini menjadi mesin pertumbuhan terbesar Caterpillar. Penjualan pembangkit listrik di segmen ini melonjak 44% secara tahunan di Q4 2025, didorong sepenuhnya oleh permintaan generator dan turbin gas dari pusat data AI. Empat pesanan generator set di atas 1 gigawatt sekaligus, termasuk satu pesanan senilai 2 gigawatt untuk sebuah kampus komputasi, mencerminkan skala kebutuhan yang belum pernah ada sebelumnya dalam sejarah perusahaan.
Backlog (portofolio pesanan belum tereksekusi) Caterpillar mencapai rekor USD 51 miliar, naik 71% secara tahunan, dengan 62% di antaranya akan dikonversi menjadi pendapatan dalam 12 bulan ke depan. Ini bukan spekulasi, ini adalah kontrak tertulis yang sudah di tangan.
Gencatan senjata AS-Iran memperkuat narasi ini: dengan harga minyak yang turun, proyek konstruksi dan infrastruktur di seluruh dunia mendapat nafas lega untuk kembali berjalan, dan Caterpillar adalah yang pertama kebagian pesanan alat berat mereka.

Next Earnings (Laporan Keuangan): 21 April 2026
Next Dividend Ex-Date: 27 April 2026 ($0.47)
52-Week Range: $176.02 - $348.48
Weekly Range: $280.86 - $307.95
Previous Close Price: $307.95 (10 April 2026)
GE Aerospace melanjutkan perjalanan comeback-nya yang sungguh memukau โ dari reruntuhan konglomerasi raksasa General Electric yang sempat nyaris bangkrut, kini menjadi pemimpin global dalam mesin jet komersial dan pertahanan yang sahamnya telah meroket hampir 80% dalam satu tahun terakhir.
Kenaikan 9,91% minggu ini menjadi perpanjangan alami dari laporan keuangan Q4 2025 yang sangat kuat: pendapatan USD 42,3 miliar (tumbuh 21% secara tahunan), arus kas bebas USD 7,7 miliar (lebih dari dua kali lipat tahun sebelumnya), dan backlog pesanan sebesar USD 190 miliar yang tumbuh hampir USD 20 miliar dalam setahun. Manajemen juga memberikan panduan 2026 yang melampaui ekspektasi konsensus: EPS USD 7,10โ7,40 dengan target laba operasional USD 9,85โ10,25 miliar.
Konteks gencatan senjata menjadi katalis tersendiri bagi GE. Dengan Selat Hormuz kembali dibuka dan harga minyak turun drastis, maskapai penerbangan di seluruh dunia mendapat angin segar: avtur murah berarti biaya operasional turun, profitabilitas membaik, dan pesanan mesin baru yang sempat ditunda bisa kembali dilanjutkan. GE Aerospace adalah penyedia mesin untuk sekitar 75% pesawat narrow-body di seluruh dunia melalui usaha patungan CFM International โ menjadikannya semacam "jalan tol" di langit global.
Investasi USD 1 miliar di manufaktur AS yang diumumkan pada Maret 2026, kontrak pertahanan senilai USD 1,4 miliar, serta program buyback saham USD 15 miliar menjadi tiga pilar kepercayaan diri manajemen yang tidak bisa diabaikan oleh pasar.
[Baca Juga: 5 Saham AS Pilihan di Tengah Gencatan Senjata AS-Iran]

Next Earnings (Laporan Keuangan): 27 Mei 2026
Last Dividend Ex-Date: 9 April 2026 ($0.44)
52-Week Range: $163.52 - $296.05
Weekly Range: $185.62 - $164.77
Previous Close Price: $164.77 (10 April 2026)
Salesforce adalah korban terbesar dari rotasi minggu ini, dan penurunan 11,23% yang membawa harganya dari $185,62 ke $164,77 adalah cerminan dari sebuah ironi yang menyakitkan: saham yang selama ini dipeluk investor sebagai safe haven di tengah ketidakpastian kini dilepas justru ketika ketidakpastian itu mereda.
Kasus CRM adalah gambaran sempurna dari apa yang para analis sebut sebagai 'SaaSpocalypse'. Singkatnya, banyak saham perusahaan SaaS yang valuasinya sedang dikoreksi pasar akibat kekhawatiran akan disrupsi AI. Untuk mengatasi ini, Salesforce sebenarnya mengandalkan Agentforce, sebuah platform AI yang digadang-gadang menjadi mesin pertumbuhan baru mereka. Namun, tingkat adopsinya saat ini belum cukup untuk meyakinkan investor. Di sisi lain, para klien juga menunda ekspansi kontrak mereka karena tingginya biaya untuk mengimplementasikan teknologi AI tersebut.
Yang terjadi minggu ini adalah akselerasi dari tren yang sudah berjalan sepanjang 2026: begitu risk-on menyala dan dana yang "bersembunyi" di saham defensif mulai bergerak, Salesforce yang sudah turun lebih dari 40% dari 52-week high USD 296.05, menjadi salah satu yang pertama dilepas. Investor memilih untuk berotasi ke saham-saham dengan eksposur langsung ke penurunan harga minyak dan pemulihan ekonomi pasca-konflik.

Next Earnings (Laporan Keuangan): 11 Juni 2026
Last Dividend Ex-Date: 24 Maret 2005
52-Week Range: $224.13 - $422.95
Weekly Range: $241.19 - $225.21
Previous Close Price: $225.21 (10 April 2026)
Adobe menghadapi tahun 2026 dengan beban yang jauh lebih berat dari sekadar tekanan pasar biasa. Penurunan 6,63 minggu ini hanyalah episode terbaru dari penurunan saham yang mencapai lebih dari 26% sejak awal tahun, sebuah penurunan yang mencerminkan kegelisahan mendalam Wall Street tentang masa depan bisnis perangkat lunak kreatif di era kecerdasan buatan generatif.
Pertanyaannya sederhana namun mematikan: jika AI generatif semakin pintar membuat gambar, video, dan desain profesional, siapa yang masih akan membayar untuk Photoshop dan Premiere? Goldman Sachs menjawab pertanyaan itu dengan memberikan rating Jual pada saham Adobe, sebuah sikap langka yang langsung mengguncang sentimen pasar. HSBC memotong target harganya dari USD 388 menjadi USD 302.
Tekanan kompetitif datang dari segala arah: Microsoft dengan Copilot, OpenAI dengan generator gambar dan video, Midjourney, Canva, hingga model AI open-source yang semakin mudah diakses secara gratis. Platform AI internal Adobe, Firefly, memang sudah hadir โ namun pasar mempertanyakan apakah itu cukup untuk mempertahankan pricing power yang selama ini menjadi kekuatan utama Adobe.
Dalam konteks rotasi minggu ini, Adobe kehilangan daya tarik dari dua sisi: sebagai saham defensif yang dilepas karena risk-on, dan sebagai saham dengan narasi pertumbuhan yang dipertanyakan karena tekanan AI.

Next Earnings (Laporan Keuangan): 22 April 2026
Last Dividend Ex-Date: 10 Februari 2026
52-Week Range: $220.72 - $324.90
Weekly Range: $247.16 - $230.64
Previous Close Price: $230.64 (10 April 2026)
IBM menghadapi tekanan berlapis minggu ini. Dalam dua sesi berturut-turut, saham ini kehilangan hampir 7%, penurunan kumulatif yang mencerminkan kombinasi antara sentimen negatif analis, kekhawatiran menjelang laporan keuangan Q1 2026 pada 22 April, dan efek berlanjut dari narasi disrupsi AI yang menghantui segmen konsultasi teknologinya.
Katalis paling konkret adalah pemotongan target harga oleh Stifel Nicolaus dari USD 340 menjadi USD 290, dengan alasan headwinds kurs mata uang dan ketidakpastian geopolitik. JPMorgan sebelumnya juga telah memangkas targetnya dari USD 317 ke USD 283. Dengan harga saham yang sudah jauh di bawah moving average 200 hari di USD 277,20, IBM sedang berada dalam tekanan teknikal yang serius.
Yang menjadi beban lebih dalam bagi IBM adalah narasi yang mengakar sejak awal 2026: pengumuman bahwa Claude Code dari Anthropic mampu memodernisasi kode COBOL sebuah bahasa pemrograman lawas yang menjadi tulang punggung sistem perbankan dan pemerintahan global, dan selama ini adalah ladang bisnis utama layanan konsultasi IBM. Kabar itu memukul saham IBM dalam satu sesi dan menanamkan kekhawatiran jangka panjang: jika AI bisa menggantikan jasa konsultan yang dikirim IBM ke bank-bank besar, ke mana pertumbuhan IBM akan datang?
Akuisisi Confluent seharga USD 11 miliar untuk membangun arsitektur data real-time bagi agen AI adalah langkah strategis yang masuk akal namun pasar menuntut bukti eksekusi, bukan hanya visi, sebelum mau kembali membeli IBM secara agresif.

Next Earnings (Laporan Keuangan): 27 April 2026
Last Dividend Ex-Date: 10 April 2026 ($0.7075)
52-Week Range: $38.39 - $51.68
Weekly Range: $49.19 - $46.09
Previous Close Price: $46.09 (10 April 2026)
Verizon adalah tipikal saham yang menjadi "korban perdamaian." Selama berminggu-minggu ketegangan geopolitik, investor konservatif menyukai VZ: imbal hasil dividen 5,34% yang stabil, bisnis yang tidak sensitif terhadap siklus ekonomi, dan sifat defensifnya yang menjadi tempat berlindung di tengah badai. Namun begitu badai mereda dan mode risk-on aktif, uang itu pergi, mencari saham dengan potensi kenaikan yang lebih besar.
Tekanan pada VZ tidak berhenti di situ. Minggu ini, Motley Fool menerbitkan analisis tentang ancaman baru yang datang dari SpaceX: perusahaan Elon Musk itu baru saja mendaftar untuk berpartisipasi dalam lelang spektrum nirkabel AWS-3 FCC yang dimulai pada Juni. Jika SpaceX berhasil mendapatkan spektrum itu, Starlink akan memiliki kemampuan untuk bersaing langsung dengan jaringan darat Verizon di pasar telekomunikasi AS, sebuah ancaman eksistensial yang selama ini hanya dianggap sebagai kemungkinan jauh, namun kini semakin nyata.
Di atas itu semua, DBS Bank menurunkan peringkat VZ dari moderate buy menjadi hold, sinyal bahwa bahkan analis yang sebelumnya optimis pun mulai mempertanyakan apakah valuasi saat ini sudah memperhitungkan semua risiko yang ada.

Next Earnings (Laporan Keuangan): 22 April 2026
Last Dividend Ex-Date: 10 April 2026 ($0.2775)
52-Week Range: $22.95 - $29.79
Weekly Range: $28.32 - $26.53
Previous Close Price: $26.53 (10 April 2026)
AT&T mengalami nasib yang sama dengan Verizon: dilepas oleh investor yang bermigrasi dari saham defensif ke saham pertumbuhan seiring meredanya ketegangan geopolitik. Penurunan 6,4% dari $28,27 ke $26,46 adalah konsekuensi langsung dari rotasi sektor yang terjadi begitu gencatan senjata diumumkan.
Menariknya, secara fundamental AT&T sebenarnya sedang dalam kondisi yang jauh lebih sehat dibanding beberapa tahun lalu. Perusahaan aktif melakukan deleveraging atau mengurangi utang dengan rasio net debt-to-EBITDA (Earnings Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization) yang ditargetkan turun ke sekitar 3x pada akhir 2026. Target arus kas bebas sebesar USD 18 miliar atau lebih di 2026, dengan komitmen pengembalian modal kepada pemegang saham senilai USD 45 miliar antara 2026 hingga 2028, adalah angka-angka yang seharusnya menarik bagi investor dividen.
Namun dalam minggu ini, "seharusnya menarik" saja tidak cukup. Ketika pasar berada dalam mode risk-on penuh, saham dengan imbal hasil dividen yang bagus tapi pertumbuhan terbatas menjadi yang pertama dijual. Ancaman dari SpaceX yang juga membayangi AT&T sama seperti yang mengancam Verizon, turut menambah beban sentimen terhadap seluruh sektor telekomunikasi.
Minggu ini adalah pelajaran tentang bagaimana sentimen pasar bisa bergerak lebih cepat dari fundamental. Gencatan senjata AS-Iran tidak mengubah bisnis Intel, Boeing, atau Caterpillar secara instan, namun ia mengubah cara pandang investor terhadap risiko, dan perubahan persepsi itu cukup untuk menggerakkan miliaran dolar dalam hitungan jam. Di sisi lain, saham-saham yang selama ini menjadi tempat berlindung (telepon, perangkat lunak perusahaan, infrastruktur IT) menanggung beban dari uang yang pergi mencari kenaikan yang lebih besar.
Pertanyaan yang tersisa: apakah dua minggu gencatan senjata ini akan cukup untuk menjaga momentum risk-on tetap hidup? Atau kita akan melihat pembalikan arah begitu negosiasi di Islamabad menemui jalan buntu?
Jendela ini memang tidak akan terbuka selamanya.
Copyright ยฉ 2026 Agrodana Futures
Disclaimer:
Artikel ini berupa pandangan Agrodana Research, Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan atau menjual market tertentu. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
Research & Analysis Agrodana Futures

| Suggest : SELL on Rally Area : 47800 - 47820 Target : 1) 47700 2) 47600 SL : 47920 Alternatif : Follow SELL jika tembus 47500 Alternative SELL : 47898-48098 Switch to BUY jika tembus 48200 Cermati perkembangan geopolitik! |
| Suggest : SELL on Rally Area : 25100.00 โ 25120.00 Target : 1) 24900.00 2) 24800.00 SL : 25220.00 Alternatif : Pertahankan SELL jika tembus 24900 Switch to BUY jika tembus 25200 Cermati perkembangan geopolitik! |
| Suggest : SELL on Rally Area : 6810.00 โ 6830.00 Target : 1) 6780.00 2) 6750.00 SL : 6860.00 Alternatif : Pertahankan/follow SELL jika tembus 6770 Switch to BUY jika tembus 6860 Waspada perkembangan geopolitik! |
| Suggest : SELL on Rally Area : 56800 - 56820 Target : 1) 56700 2) 56600 SL : 56920 Alternatif : Follow SELL jika tembus 56100 Switch to BUY jika tembus 57300 Alternative SELL : 56900-57200 Tetap waspada dengan potensi โintervensi aktualโ yen |
| Suggest : SELL on Rally Area : 25750 - 25770 Target : 1) 25650 2) 25550 SL : 25870 Alternatif : Follow/Pertahankan SELL jika tembus 25600 Switch to BUY jika tembus 25900 |
Research & Analysis PT Agrodana Futures
Disclaimer: Artikel ini berupa pandangan Agrodana Research, Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan atau menjual market tertentu. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
Company Name: Advanced Micro Devices Inc
Ticker & Market: $AMD - NASDAQ
Sector & Industry: Technology - Semiconductor
Headquarters: Santa Clara, California, USA
Market Cap: $378.0B
Previous Close: $236.61 (9 April 2026)
Wall Street Analyst Consensus (April 2026 Update)
Morgan Stanley (Target: $255 - $260 | Hold)
Goldman Sachs (Target: $210 - $240 | Hold)
JPMorgan (Target: N/A | Hold)
Semakin memantapkan posisinya sebagai salah satu pemain utama di era kecerdasan buatan (AI) berkat lonjakan permintaan terhadap chip berkinerja tinggi, AMD kini telah berhasil merebut lebih dari 40% pangsa pasar untuk prosesor server, sebuah pencapaian yang memberikan keleluasaan bagi AMD untuk meningkatkan margin keuntungannya. Optimisme pasar juga semakin menguat dengan potensi masuknya kontrak bernilai raksasa dari pelanggan besar seperti Microsoft, yang akan melengkapi kemitraan kuat mereka dengan OpenAI dan Meta. Fundamental bisnis yang sangat kokoh dan valuasi harga yang masih tergolong wajar dibandingkan potensi pertumbuhannya, membuat banyak institusi Wall Street tetap percaya diri merekomendasikan AMD sebagai pilihan investasi jangka panjang yang menjanjikan.
Selain kekuatan bisnis inti, laju saham AMD saat ini juga mendapat dorongan positif dari meredanya ketegangan geopolitik global. Gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran berhasil menurunkan harga minyak dunia, yang pada akhirnya meredakan ancaman inflasi dan menciptakan kondisi ekonomi yang sangat ideal bagi pertumbuhan perusahaan teknologi. Meskipun prospeknya sangat cerah, investor tetap perlu mengelola risiko dengan bijak. Jika konflik global kembali memanas atau jika laporan keuntungan AMD pada kuartal mendatang meleset dari ekspektasi pasar yang sudah terlanjur tinggi, harga saham ini akan rentan mengalami penurunan dalam jangka pendek.
Berdasarkan data konsensus dari 40 analis Wall Street dalam 12 bulan terakhir, saham AMD mencatatkan peringkat yang solid pada kategori "Moderate Buy" (didukung oleh 30 peringkat Buy, 1 Strong Buy, dan 9 Hold). Keyakinan pasar ini divalidasi oleh rata-rata target harga 12 bulan ke depan yang dipatok pada level $290.19, mengimplikasikan potensi apresiasi (upside) sebesar 22.63% dari level harga saat ini di $236.64.




Keterangan :
| Skenario Nasabah Intraday / Jangka Pendek (Swing Trade) Fokus pada pemanfaatan momentum dorongan beli yang kuat saat ini, dengan mengincar konfirmasi penembusan (breakout) ke atas level MA 60 harian. Suggest: Buy on Breakout / Follow the Trend Area Entry: Pantau pergerakan di kisaran 215.00 โ 218.00 (Buy jika harga stabil berada di atas MA 60). Alternatif Buy on Dip dapat dilakukan di area 208.50 โ 211.00 (memanfaatkan koreksi intraday menuju area MA 20) jika penembusan awal gagal. Target: 1) 225.00 (Area resisten psikologis terdekat) 2) 235.00 (Target ekstensi jangka pendek). Stop Loss (SL): 207.00 (Cut loss ketat untuk mengamankan modal jika harga kembali tertekan dan ditutup di bawah MA 20 harian). Alternatif: Switch to Sell sangat spekulatif hanya jika harga mengalami rejection (penolakan) yang masif saat menyentuh area 215.00 dan berbalik turun menembus 208.00. |
| Skenario Jangka Panjang (3 Bulan ke Atas) Didukung oleh sentimen makro pemangkasan suku bunga (Risk-On) dan fundamental kontrak raksasa AI, koreksi wajar atau konsolidasi di area ini adalah peluang emas untuk memperbesar porsi kepemilikan sebelum harga melesat lebih jauh. Suggest: Strong Accumulate (Akumulasi Beli Bertahap) Area Akumulasi: 208.00 โ 215.00 (Manfaatkan area persilangan MA 10 dan MA 20 sebagai zona akumulasi yang sangat aman). Target Investasi: Target horizon menengah menembus kembali ke ekuilibrium psikologis di level 250.00. Untuk horizon 12 bulan, target menyelaraskan dengan rata-rata konsensus Wall Street di $290.19. Katalis Penahan (Risk Limit): Investor disarankan untuk meninjau ulang portofolionya hanya jika muncul perubahan fundamental drastis di sektor semikonduktor, atau jika secara teknikal harga breakdown dan ditutup di bawah level pertahanan major MA 200 harian (198.94). |
Disclaimer: Artikel ini berupa pandangan Agrodana Research, Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan atau menjual market tertentu. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
Research & Analysis PT Agrodana Futures

Selasa pagi 7 April 2026 Waktu Indonesia Barat (WIB), pasar keuangan global bereaksi terhadap perubahan besar dalam volatilitas geopolitik. Ketegangan meningkat ketika tenggat waktu kampanye pengeboman besar-besaran AS terhadap Iran tinggal kurang dari dua jam lagi. Namun upaya Pakistan meyakinkan kedua belah pihak untuk maju ke meja diplomasi mendapat persetujuan AS, dan divalidasi Iran, yang menghasilkan kesepakatan gencatan senjata kemanusiaan selama dua minggu. Pasar langsung merespons kabar baik ini: indeks Wall Street dibuka dengan lonjakan signifikan, sementara harga minyak mentah langsung turun 13% dari level tertinggi sepanjang masa di kisaran $114โ$126 per barel, kembali ke kisaran $92โ$96 per barel.
Perubahan geopolitik ini membuat psikologi pelaku pasar dengan cepat beralih ke mode Risk-On. Likuiditas yang sebelumnya tertahan di instrumen safe haven seperti emas dan obligasi kini mulai berotasi kembali ke pasar saham. Bagi nasabah dan investor CFD (Contract for Difference), dua minggu kedepan membuka jendela peluang taktis yang sangat menjanjikan. Namun, mengingat sentimen ini sangat dinamis dan bergantung pada hasil negosiasi lanjutan di Islamabad, pemilihan aset secara cermat menjadi hal yang sangat krusial. Memanfaatkan minat pasar yang kembali bergairah, berikut adalah lima saham AS teratas dengan struktur fundamental terkuat yang siap memanfaatkan rotasi sektor yang sedang berlangsung.

Next Earnings (Laporan Keuangan): 22 April 2026
Next Dividend Ex-Date: N/A (Boeing tidak membagikan dividen)
52-Week Range: $137.40 โ $254.35
Previous Close Price: $220.07 (9 April 2026)
Rabu malam WIB atau Rabu pagi waktu AS, saham Boeing melompat sebanyak 4,37% atau $9,18 dari harga penutupan Selasa 7 April waktu AS di level $210,09 ke level $219.27 di pembukaan market 8 April. lompatan ini merupakan respon langsung gencatan senjata antara AS-Israel dan Iran selama dua minggu.
Boeing adalah salah satu perusahaan yang paling langsung merasakan efek dari pembukaan kembali Selat Hormuz. Logikanya sederhana: ketika harga avtur meroket akibat blokade minyak, maskapai penerbangan di seluruh dunia meradang. Pesawat yang harusnya dipesan ditunda. Pesawat yang sudah dipesan bisa dibatalkan. Dengan turunnya harga minyak, seluruh ancaman itu seketika berkurang.
Boeing sedang dalam proses pemulihan yang panjang. Setelah bertahun-tahun dihantam krisis 737 MAX, pandemi, dan masalah produksi, laporan keuangan 2025 akhirnya menunjukkan cahaya: pendapatan USD 89,46 miliar (tertinggi sejak 2018) dan EPS yang kembali ke wilayah positif. Backlog pesanan senilai USD 682 miliar menjadi jaminan bahwa permintaan jangka panjang masih sangat besar. Angka ini mencerminkan permintaan yang sangat besar terhadap pesawat buatan Boeing di masa depan.

Next Earnings (Laporan Keuangan): 30 April 2026
Next Dividend Ex-Date: 21 May 2026 ($0.91)
52-Week Range: $165.29 - $258.60
Previous Close Price: $233.38 (9 April 2026)
Sebagai raksasa e-commerce, salah satu beban operasional terbesar Amazon adalah biaya pengiriman dan logistik global. Ketika ancaman perang mereda dan harga minyak mentah anjlok hingga 13%, biaya bahan bakar untuk pesawat kargo, kapal, dan truk pengiriman mereka otomatis menyusut drastis. Hal ini akan memperlebar margin keuntungan (profit margin) perusahaan di kuartal tersebut.
Amazon memiliki dua cerita yang berjalan bersamaan. Pertama, bisnis e-commerce dan logistik mereka langsung diuntungkan oleh turunnya harga minyak: biaya pengiriman lebih murah, margin ritel membaik, dan konsumen punya lebih banyak uang untuk dibelanjakan. Kedua, dan lebih penting dalam jangka panjang: AWS (Amazon Web Services) sedang tumbuh dengan kecepatan yang jarang terlihat bahkan untuk ukuran perusahaan sebesar Amazon.
Pada akhir 2025, bisnis cloud Amazon (AWS) mencetak rekor pertumbuhan tercepat dalam tiga tahun terakhir sebesar 24%. Tingginya kebutuhan teknologi AI dari berbagai perusahaan membuat keuntungan Amazon di sektor ini meroket tajam. CEO Andy Jassy bahkan sangat optimis pendapatan AWS bisa menembus USD 600 miliar per tahun pada 2036, sebuah target yang sangat mungkin tercapai melihat tren pesat saat ini.
Memang, harga saham Amazon sempat turun 21% karena investor khawatir dengan rencana perusahaan mengeluarkan modal raksasa sebesar USD 200 miliar di tahun 2026. Namun, penurunan harga ini justru menjadi "diskon" yang menarik. Secara grafik teknikal, pergerakan saham Amazon masih sangat sehat dan memiliki ruang yang luas untuk terus naik. Walaupun berdasarkan perhitungan dasar harganya saat ini terlihat agak mahal (tidak ada Margin of Safety), hal tersebut sangat wajar di tengah kondisi pasar yang sedang optimis. Saat ini, investor rela membayar lebih mahal untuk potensi keuntungan raksasa Amazon di masa depan.

Next Earnings (Laporan Keuangan): 30 April 2026
Next Dividend Ex-Date: N/A (Airbnb tidak membagikan dividen)
52-Week Range: $105.39 - $143.88
Previous Close Price: $129.17 (9 April 2026)
Industri pariwisata adalah sektor yang paling rentan terhadap perang. Gencatan senjata ini memberikan dua suntikan energi bagi Airbnb: pertama, kembalinya rasa aman bagi warga global untuk melakukan perjalanan internasional lintas negara. Kedua, penurunan harga minyak membuat harga tiket pesawat menjadi lebih terjangkau, yang pada akhirnya mendorong lonjakan pemesanan (booking) penginapan di platform Airbnb.
Airbnb adalah saham yang paling langsung mencerminkan sentimen psikologis pasar terhadap perdamaian. Ketika ancaman perang menghantui berita selama berminggu-minggu, orang-orang menunda rencana liburan internasional. Pemesanan melambat. Harga saham ikut tertekan. Sekarang, dengan cerita yang berbalik, pemesanan musim panas 2026 berpeluang mengalami lonjakan.
Dari sisi fundamental, Airbnb sebenarnya sangat sehat. Margin kotor mereka mencapai 82,5%, luar biasa untuk perusahaan di industri manapun. Revenue tumbuh sekitar 10% per tahun, dan manajemen baru saja mengelola neraca dengan sangat baik: menerbitkan obligasi USD 2,5 miliar untuk melunasi utang konversi yang jatuh tempo, sehingga DER (Debt to Equity Ratio) tetap terjaga di angka yang sangat rendah.
Yang menarik secara teknikal adalah kemerosotan yang terjadi akibat ketakutan perang. Harga ABNB sempat terperosok di bawah semua garis MA (Moving Average) harian, mendorong RSI mendekati zona jenuh jual.

Next Earnings (Laporan Keuangan): 27 May 2026
Next Dividend Ex-Date: N/A (Last dividend: $0.01)
52-Week Range: $95.04 - $212.19
Previous Close Price: $183.88 (9 April 2026)
Meskipun NVIDIA tidak berhubungan langsung dengan minyak atau perang Timur Tengah, saham ini sangat diuntungkan oleh psikologi pasar. Saat ancaman perang terjadi, investor ketakutan dan menarik uangnya dari saham teknologi untuk disimpan di aset aman (emas/obligasi). Ketika gencatan senjata diumumkan, dana raksasa tersebut keluar dari aset aman dan dipompa kembali ke saham-saham berisiko dan memiliki pertumbuhan tinggi (growth stocks) yang memimpin pasar, di mana NVIDIA sebagai raja AI adalah tujuan investasi utamanya.
NVIDIA bukan sekadar perusahaan chip, mereka adalah infrastruktur dari ledakan kecerdasan buatan global. Setiap kali perusahaan teknologi besar membangun pusat data AI, GPU NVIDIA adalah komponen yang tidak bisa diganti. Itulah sebabnya, meskipun pasar sempat bergejolak akibat ancaman perang, permintaan terhadap produk NVIDIA tidak pernah benar-benar goyah.
Di kuartal keempat FY2026, segmen Data Center NVIDIA saja menghasilkan USD 62,3 miliar, naik 75% dari tahun sebelumnya. Platform arsitektur baru mereka, Blackwell, sudah mulai berproduksi penuh, dan generasi penerusnya, Rubin, sudah di depan pintu. Ini bukan tren sesaat; ini adalah siklus investasi yang panjang.

Next Earnings (Laporan Keuangan): 13 April 2026
Next Dividend Ex-Date: N/A (Last dividend: $4.50)
52-Week Range: $447.11 - $984.70
Previous Close Price: $901.93 (9 April 2026)
Sebagai bank investasi raksasa, Goldman Sachs mencetak uang dari pergerakan uang kliennya. Ketidakpastian geopolitik biasanya membuat perusahaan-perusahaan menunda rencana bisnis mereka. Namun, dengan kembalinya stabilitas keamanan dan mode Risk-On, aktivitas di Wall Street kembali bergairah. Perusahaan kembali melakukan aksi korporasi seperti merger, akuisisi, dan penawaran saham perdana (IPO), dimana Goldman Sachs akan meraup keuntungan besar dari biaya jasa penasihat dan komisi transaksi (investment banking fees).
Bisnis Goldman Sachs tidak bergantung pada harga minyak atau chip semikonduktor. Bahan bakarnya adalah kepercayaan diri korporasi, dan kepercayaan diri itu baru saja kembali. Ketika ancaman perang melayang di atas pasar selama berminggu-minggu, banyak perusahaan yang menunda rencana IPO, merger, dan akuisisi mereka. Sekarang, dengan jendela perdamaian terbuka, semuanya berpeluang dieksekusi kembali.
Goldman Sachs adalah pemimpin global dalam aktivitas M&A dan leveraged loan. Mereka sudah memproyeksikan 2026 sebagai tahun 'Super Siklus Inovasi' โ di mana gelombang restrukturisasi perusahaan yang ingin beradaptasi dengan AI dan relaksasi regulasi permodalan akan mendorong ledakan transaksi korporasi. Estimasi EPS untuk Q1 2026 sudah di atas USD 16 per saham, dan jika angka aktual melampaui estimasi saat rilis 14 April, reaksi positif pasar bisa sangat signifikan.
Gencatan senjata AS-Iran adalah katalis yang langka. Sebuah perubahan narasi geopolitik yang terjadi dalam hitungan jam dan langsung menggerakkan triliunan dolar aset global. Namun jendela ini tidak akan terbuka selamanya.
Disclaimer: Artikel ini berupa pandangan Agrodana Research, Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan atau menjual market tertentu. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
Research & Analysis PT Agrodana Futures




