Imbal hasil Treasury AS 10 tahun mengalami rebound di sesi perdagangan hari Rabu, tapi dollar tetap dalam posisi lemah. Kondisi ini ikut menghambat emas yang terpaksa terhenti di 4871, dan rebound di malam hari pun belum mampu untuk melewati zona 4871 kembali. Namun, kondisi ini tidak menggagalkan bias bullish yang sampai saat ini terlihat masih cukup kuat.
Jelang pertemuan AS-Iran di Pakistan hari Kamis, situasi cenderung lebih konstruktif di pasar sepanjang sesi NY, dengan kabar-kabar seputar geopolitik cenderung memunculkan optimisme hati-hati, meskipun risiko mendasar tetap tinggi. Kemungkinan kondisi ini yang membuat pasar cenderung tidak bertindak terlalu agresif, sambil melakukan beberapa profit taking pasca kenaikan impresif sejak hari Senin di pekan ini.
Trump kembali memberi pernyataan yang mengobarkan optimisme. Kali ini postingan Trump tentang kemungkinan gencatan senjata Israel-Lebanon dengan memuji Israel, dan mengatakan bahwa hal itu akan terjadi besok (hari ini).
Financial Times melaporkan bahwa gencatan senjata antara Israel dan Lebanon kemungkinan akan segera terwujud, mengutip pernyataan dari pejabat Lebanon.
Di waktu yang bersamaan, laporan dari Fox mengatakan Iran mungkin menggunakan satelit China untuk memantau pangkalan-pangkalan AS sehingga menambah keruwetan di pasar yang berpotensi memicu eskalasi dalam konflik Timur Tengah, dengan implikasi terhadap hubungan AS-China. Tapi Beijing membantah terlibat.
Kabar lain dari Iran menyebut bahwa Iran mengusulkan pembukaan kembali sebagian Selat Hormuz bagi kapal-kapal melalui perairan Oman, dan menekankan tergantung kesepakatan dengan AS. Usulan tersebut menandakan berkurangnya gangguan pasokan, tapi akan bergantung dari negosiasi dengan AS. Meski demikian, lalu lintas pelayaran belum pulih sepenuhnya dengan volume yang masih jauh di bawah tingkat sebelum perang. Ada ratusan kapal dan sekitar 20,000 awak kapal yang masih tertahan.
Data ekonomi seperti initial jobless claims dan Philadelphia Fed Manufacture index malam nanti mungkin bisa sedikit diabaikan. Meski harga akan bergerak sesuai respon data, tapi diperkirakan reaksi pasar cenderung terbatas karena fokus utama tertuju pada pertemuan AS-Iran yang dijadwalkan hari ini di Pakistan. Kemungkinan imbasnya akan terasa hingga akhir pekan mendatang karena minggu ini juga menjadi minggu terakhir dari gencatan senjata yang disepakati 8 April yang lalu untuk 2 minggu, terhitung deadline di 22 April 2026.
Sempat beredar kabar tentang kemungkinan perpanjangan masa gencatan senjata sampai 2 minggu lebih lanjut, tapi kedua pihak membantah sehingga pasar akan diwarnai kecemasan jika ternyata kesepakatan dari diplomasi tersebut tidak menghasilkan kesepakatan yang diharapkan, termasuk potensi perdamaian di Timur Tengah.
Beberapa skenario yang diperkirakan bisa membuat market volatile, sebagai berikut:
Skenario 1 akan membuat emas berbalik turun dengan cepat, dan turun tajam kemungkinan berlanjut bahkan menjelang akhir pekan karena kekhawatiran eskalasi geopolitik di akhir pekan kembali terbuka. Segera ubah strategi menjadi SELL jika ini terjadi!
Skenario 2 maupun 3 cenderung di sisi aman, dan emas masih berpeluang naik. Tapi skenario paling bullish adalah skenario 3 yang akan mendorong emas naik lebih lanjut, bahkan sangat terbuka untuk mengakhiri akhir pekan ini di atas 4850, bahkan tembus zona 5000-an. Sedangkan skenario 2 hanya akan membuka peluang kenaikan ke 4900-an, tapi kemungkinan tidak sekuat skenario 3.
Note : Tetap waspada dengan volatilitas besar pada market yang sewaktu-waktu bisa tiba-tiba berubah!
Candlestick daily ditutup bearish, kenaikan tertahan di 4871, masih dalam zona resistance yang ditandai di 4855-4870 sehingga bullish masih harus berjuang keras untuk bisa tembus zona tersebut. Di sisi lain, level terendah tetap bertahan di 4786 sampai penutupan, nyaris tidak pernah sentuh kembali level tersebut. Dan di malam hari beberapa kali harga sempat rebound sampai 4816 dan tertinggi ke 4830.
Meski demikian, kami tidak melihat adanya perubahan signifikan terhadap sentimen market dan struktural. Saat ini bias bullish masih cukup kuat, sehingga tidak diharapkan terjadi penurunan ekstrim di bawah support 4750 yang dianggap support terdekat. Pasar masih menunggu hasil pertemuan AS-Iran yang diagendakan hari ini. Hanya ketidaksepakatan dan tidak adanya perpanjangan gencatan senjata yang diperkirakan berpotensi mengubah bias bullish menjadi bearish secara signifikan!

H4 masih sesuai skenario yang diharapkan. Terlihat penurunan pun tetap bertahan di zona orange yang ditandai di kisaran 4751-4803, dan sesuai ulasan di video teknikal analisis di youtube @AgrodanaFuturesOfficial kemarin, bahwa penurunan di berapapun tetap sebagai peluang buy juga terpenuhi. Namun, bullish belum bisa bernafas lega. MA 200 H4 kini di 4844 akan menjadi penghambat jika kembali gagal tembus, tapi sekaligus juga membuka peluang untuk kenaikan yang lebih tinggi jika berhasil ditembus.
Perhatikan 3 candle terakhir di zona orange! Bearish candle โ doji-bullish candle, ketiganya membentuk formasi yang disebut sebagai morning star doji. Biasanya pola ini memberi indikasi kenaikan yang lebih kuat. Apalagi jika muncul di zona support yang kebetulan zona orange ditandai sebagai support terdekat sejak 2 hari terakhir. Artinya, peluang naik secara teori cenderung lebih terbuka. Tapi, syarat mutlak dari pola morning star adalah tembus resistance dari candle bearish di 4830. Meski sempat spike (naik cepat) sampai 4837 pagi ini, tapi penentunya datang dari candle berikutnya yang saat artikel ditulis sedang bergerak di 4825.
Jika dalam 1-2 jam ke depan harga secara bertahap berhasil konsisten naik di atas 4830 (tetap bertahan di atas 4830), maka peluang kenaikan itu semakin terbuka. Tapi trigger atau pemicu kenaikan yang lebih kuat adalah tembus di atas MA 200, dan itu berarti harus tembus 4844. Jika kedua syarat terpenuhi, trader bisa lanjutkan posisi buy terdekat sampai 4855, atau peluang lebih lanjut ke zona ungu kisaran 4898-4977.
Karena market sedang dalam mode โwait and seeโ hasil pertemuan AS-Iran terbaru di Pakistan hari ini, maka headline โkesepakatan tercapaiโ atau โdeadline gencatan senjata diperpanjangโ akan mendukung kenaikan lebih lanjut, bahkan tembus zona 5000-an dalam waktu dekat.
Sebaliknya, jika MA 200 gagal ditembus, lalu diikuti tekanan turun sampai 4750, trader perlu waspada dengan potensi reversal bearish jangka pendek! Penurunan berpotensi berlanjut jika tembus 4750. Dan peluang tekanan diperkirakan berlanjut melirik zona pink kisaran 4607-4686. Pada kondisi ini, trader bisa pertimbangkan ubah strategi menjadi sell, tapi dengan catatan hanya untuk jangka pendek sehingga target relatif terbatas, dan zona pink diperkirakan akan kembali diincar sebagai zona buy.
Tapi pada kondisi geopolitik di mana โtidak tercapai kesepakatanโ dan โgencatan senjata tidak diperpanjangโ, maka trader bisa lanjut pertahankan sell tersebut sampai kisaran terdekat 4554-4567, atau paling ekstrim zona hijau 4420-4499. Kondisi ini akan menimbulkan keresahan market karena eskalasi geopolitik dikhawatirkan meningkat di akhir pekan.

Per jam 11.05 WIB, harga berada di 4826.10 dengan high 4837.64, dan low 4791.23. Jika Anda melihat rekomendasi sebelumnya di website Technical Analysis Commodity (Gold, Crude Oil) 16 April 2026, strategi buy di 4811-4813 berhasil sentuh TP 2 di 4825, dan sampai artikel ini ditulis harga masih bertahan di zona 4824-4826. Asumsi double bottom juga dipertahankan karena masih tetap terbuka selama tidak ada penurunan di bawah zona merah 4786-4798.
Level terendah sejak pembukaan pagi tadi tetap bertahan di 4791, diikuti kenaikan sampai 4837, dan saat itu terkoreksi turun dengan cepat hingga 4811.31 sehingga zona buy yang diharapkan pada strategi pagi tadi disentuh.
Skenario bullish berlanjut jika 1-2 jam ke depan harga berhasil naik di atas 4830 dan stabil di atas 4830. Jika ini yang terjadi, lanjutkan pertahankan strategi buy, dengan potensi terdekat 4845 dan 4855 sebagai zona paling potensial, atau 4870 (dekat high kemarin) yang juga cukup terbuka.
Tapi, jika dalam 1-2 jam ke depan harga gagal tembus 4830, lalu kembali turun di bawah 4820, maka sebaiknya hindari buy di zona yang sama (4811-4813). Sebaiknya turunkan zona buy ke zona merah kisaran 4786-4798 yang dianggap sebagai support terdekat, sekaligus peluang untuk membentuk triple bottom.
Sedangkan zona orange 4746-4759 bisa dipertimbangkan sebagai zona buy lebih ideal jika 4786 ditembus. Namun, zona ini diperkirakan baru tersentuh jika kondisi geopolitik kembali tidak stabil, dan pertemuan AS-Iran dikhawatirkan gagal memenuhi ekspektasi Trump yang optimis bisa mencapai kesepakatan.
Ubah strategi menjadi sell hanya jika terjadi penurunan di bawah 4740, dan jika didukung dengan gagalnya kesepakatan AS-Iran dari pertemuan hari ini, dan tidak adanya perpanjangan gencatan senjata. Kondisi ini akan memicu penurunan lebih lanjut ke 4700 ataupun terjauh 4640. Tapi jika syarat-syarat bearish tidak terpenuhi, maka utamakan strategi buy on dip!
Untuk malam hari sebaiknya Anda fokus perhatikan catatan kami di grafik H4!
Trading Strategy:ย
Opsi BUY on Dip (update jam 11.15 WIB)
Entry: 4811.00 โ 4813.00
(atau cek di artikel untuk opsi lainnya)
Target/Reward :ย 4825.00 ($12 - $14)ย
(Alternatif Follow BUY jika tembus 4835, target terdekat 4845, terjauh 4875, sesuaikan stop loss dengan risk management masing-masing)
Stop Loss: 4805.00 ($6 - $8)
(ideal 3-5 poin di bawah 4804.00)
Risk Reward: 1: 2ย
Opsi BUY jika support tidak ditembus
Entry : 4755.00 โ 4757.00ย
(atau cek di artikel untuk area alternatif )
Target/Reward: 4769.00 ($12 - $14)
Stop Loss: 4749.00 ($6 - $8)
(ideal SL 3-5 poin di bawah 4747)
Risk Reward: 1: 2
Copyright ยฉ 2026 Agrodana Futures
Disclaimer:
Artikel ini berupa pandangan Agrodana Research, Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan atau menjual market tertentu. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
Research & Analysis Agrodana Futures
Earnings Calendar
| TANGGAL | NAMA SAHAM |
| Kamis, 23 April 2026 | American Express, Comcast, Honeywell, IBM, Tesla |
| Jumat, 24 April 2026 | Intel, Procter & Gamble |
Memasuki paruh kedua pekan kedua laporan keuangan kuartal pertama (Q1), pusat perhatian Wall Street kini bergeser dari sektor industri manufaktur menuju barisan raksasa teknologi dan layanan konsumen yang lebih volatil. Setelah diuji oleh kinerja emiten alat berat dan kedirgantaraan di awal pekan, pasar kini bersiap membedah kesehatan daya beli masyarakat serta arah inovasi teknologi global. Bagi para trader CFD, periode ini sangat krusial karena melibatkan saham-saham kategori growth stocks yang pergerakan harganya sangat sensitif terhadap setiap detail proyeksi laba masa depan.
Panggung utama pada hari Kamis 23 April akan langsung dipanaskan oleh laporan kinerja Tesla (TSLA) dan IBM yang menjadi kompas bagi sektor teknologi, bersamaan dengan American Express (AXP), Comcast (CMCSA), serta Honeywell (HON). Momentumnya kemudian akan ditutup pada hari Jumat 24 April melalui pembuktian efisiensi dari Intel (INTC) serta raksasa barang konsumsi Procter & Gamble (PG). Sebelum lonjakan volatilitas ini menciptakan peluang profit, mari kita bedah satu per satu peta kekuatan fundamental dari deretan emiten blue-chip penutup pekan depan.

Company Name: American Express Company (AXP)
Ticker & Market: $AXP - NYSE
Sector & Industry: Financials - Credit Services
Headquarters: New York City, New York, USA
Market Cap: US$222.07B
Trailing P/E (valuasi berdasarkan laba 12 bulan terakhir): $21.05
Forward P/E (valuasi berdasarkan proyeksi laba 12 bulan ke depan): $18.48
P/E Growth Ratio (5yr expected): $1.66
Membuka panggung volatilitas di hari Kamis 23 April, raksasa layanan keuangan American Express (AXP) membawa narasi ekspansi komersial yang sangat agresif. Perusahaan baru saja merilis Graphite Business Cash Unlimited Card yang dibekali integrasi perangkat lunak manajemen pengeluaran berbasis AI, menandai peluncuran lini produk bisnis terbesarnya dalam sejarah Amex baru-baru ini. Secara fundamental, mesin kas perusahaan masih berputar sangat kencang. AXP sukses mencatatkan lonjakan pendapatan 10,5% secara tahunan (year-over-year) dan bahkan memberikan sinyal optimisme dengan menaikkan dividen kuartalannya menjadi $0.95 per saham. Tren makroekonomi juga berpihak pada mereka; kuatnya gairah belanja konsumen di sektor perjalanan udara baru-baru ini menjadi katalis pendorong transaksi kartu kredit AXP.
Namun, di balik agresivitas bisnis tersebut, pergerakan saham AXP saat ini sedang diuji oleh sentimen kehati-hatian dari Wall Street. Melihat metrik valuasinya, angka PEG Ratio di level 1.66 menunjukkan bahwa saham AXP saat ini dihargai dengan angka yang cukup premium dibandingkan proyeksi pertumbuhannya. Keraguan pasar semakin membesar setelah lembaga keuangan raksasa seperti JPMorgan memangkas tajam target harga AXP dari $375 menjadi $325 dan menurunkan peringkatnya menjadi netral.
Sikap pesimistis dari para analis ini anehnya sejalan dengan manuver pihak internal perusahaan (insider selling). Dalam tiga bulan terakhir, jajaran eksekutif Amex tercatat merealisasikan aksi ambil untung dengan melepas kepemilikan saham senilai lebih dari $26,1 juta. Dengan konsensus analis yang kini mayoritas menahan diri di peringkat "Hold" pada rata-rata target harga $351.20, rilis laporan keuangan pekan depan akan menjadi momen pembuktian yang sangat menegangkan. Laba dan panduan bisnis AXP harus tampil sempurna untuk menepis keraguan pasar; jika tidak, tekanan jual dari institusi bisa memicu koreksi teknikal yang cukup dalam.

Company Name: Comcast Corporation (CMCSA)
Ticker & Market: $CMCSA - NASDAQ
Sector & Industry: Communication Services - Telecom Services
Headquarters: Philadelphia, Pennsylvania, USA
Market Cap: US$100.92B
Trailing P/E (valuasi berdasarkan laba 12 bulan terakhir): $5.20
Forward P/E (valuasi berdasarkan proyeksi laba 12 bulan ke depan): $7.65
EBITDA (Pendapatan sebelum Bunga, Pajak, Depresiasi, dan Amortisasi): $4.10
Mengambil panggung pada hari Kamis 23 April, raksasa media dan telekomunikasi Comcast hadir dengan membawa narasi bisnis yang sedang berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, model bisnis lama mereka di sektor TV kabel terus tergerus oleh masifnya tren peralihan penonton ke layanan streaming (cord-cutting). Namun, Comcast masih memiliki pondasi yang sangat solid melalui layanan internet broadband berkecepatan tinggi (Xfinity). Kekuatan mesin operasional ini terbukti mampu mengalahkan estimasi analis pada kuartal lalu dengan mencetak Laba Per Saham (EPS) $0.84. Untuk perusahaan beraset padat seperti Comcast, kemampuan mencetak tingkat EBITDA yang sehat menjadi indikator krusial bahwa arus kas mereka tetap tangguh. Ditambah dengan komitmen dividen yang memberikan imbal hasil (yield) 4,7%, saham Comcast menawarkan pelindung nilai yang menarik bagi investor.
Meski dibekali benteng kas yang kuat, pelaku pasar dihadapkan pada realitas tantangan transisi bisnis yang mahal. Valuasi saham saat ini, yang tercermin dari angka Trailing P/E 5.20 dan bergeser ke Forward P/E 7.65, menunjukkan bahwa pasar sedang menekan ekspektasi pertumbuhan Comcast. Investor bersikap skeptis terhadap besarnya beban modal yang harus terus dibakar perusahaan untuk membesarkan platform streaming Peacock demi bertahan melawan dominasi Netflix dan Disney.Keraguan ini makin dipertegas oleh pergerakan arus modal institusional. Firma besar seperti Cambiar Investors tercatat telah memangkas lebih dari 32% kepemilikan sahamnya. Sentimen ini kian terbebani oleh langkah sang CEO, Michael Cavanagh, yang merealisasikan aksi ambil untung senilai $1,89 juta di tengah ketidakpastian ini. Dengan konsensus analis yang mayoritas menahan diri di peringkat "Hold", rilis laporan keuangan pekan depan tidak hanya tentang seberapa besar laba yang didapat, melainkan pembuktian apakah Comcast mampu menyeimbangkan beban ekspansi streaming tanpa mengorbankan margin bisnis intinya.

Company Name: Honeywell International Inc (#HON)
Ticker & Market: $HON - NASDAQ
Sector & Industry: Industrials - Conglomerates
Headquarters: Charlotte, North Carolina, USA
Market Cap: US$148.05B
Trailing P/E (valuasi berdasarkan laba 12 bulan terakhir): $33.67
Forward P/E (valuasi berdasarkan proyeksi laba 12 bulan ke depan): $22.08
P/E Growth Ratio (5yr expected): $2.12
Turut meramaikan rilis laporan keuangan di hari Kamis, raksasa konglomerasi industri Honeywell (HON) hadir dengan pondasi bisnis yang sangat kokoh. Lini bisnis mereka yang terdiversifikasi mulai dari otomatisasi bangunan hingga material kinerja tinggi memberikan perlindungan yang sangat baik terhadap siklus ekonomi. Namun, motor penggerak utama mereka saat ini ada pada segmen kedirgantaraan (aerospace). Seiring pulihnya industri penerbangan global, permintaan akan komponen mesin, sistem avionik, dan layanan pemeliharaan prediktif Honeywell melonjak tajam. Kekuatan operasional ini tercermin jelas dari rekam jejak mereka yang impresif; Honeywell secara konsisten berhasil mengalahkan estimasi laba Wall Street dalam dua kuartal terakhir dengan rata-rata kejutan positif (earnings surprise) sebesar 6,26%.
Meski dibekali fundamental bisnis yang tahan banting, saham HON tidak bisa dibilang murah. Angka Trailing P/E yang berada di level 33.67 dipadukan dengan PEG Ratio 2.12 menunjukkan bahwa saham ini dihargai dengan angka premium oleh pasar. Kabar baiknya, ekspektasi laba ke depan terlihat sangat menjanjikan, terindikasi dari Forward P/E yang turun signifikan ke level 22.08.
Menjelang rilis kuartal ini, sentimen analis cenderung positif. Indikator kuantitatif seperti Earnings ESP (Expected Surprise Prediction) dari Zacks berada di angka +0.64%, yang sering kali menjadi sinyal kuat bahwa perusahaan bersiap kembali merilis laba di atas konsensus. Meskipun demikian, investor tetap harus memantau potensi risiko dari hambatan rantai pasokan di sektor penerbangan yang bisa menekan margin jangka pendek. Jika Honeywell mampu membuktikan efisiensinya dalam menavigasi biaya logistik dan inflasi di rilis hari Kamis depan, saham ini berpotensi melanjutkan tren positifnya sebagai aset defensif sekaligus saham pertumbuhan (growth) di portofolio para pelaku pasar.

Company Name: International Business Machines Corporation (IBM)
Ticker & Market: $IBM - NYSE
Sector & Industry: Information Technology Services - Telecom Services
Headquarters: Armonk, New York, USA
Market Cap: US$223.17B
Trailing P/E (valuasi berdasarkan laba 12 bulan terakhir): $21.35
Forward P/E (valuasi berdasarkan proyeksi laba 12 bulan ke depan): $19.23
P/E Growth Ratio (5yr expected): $2.22Company Name: International Business Machines
Melanjutkan parade laporan keuangan di hari Kamis, International Business Machines (IBM) tampil dengan pijakan fundamental yang sangat meyakinkan. Perusahaan ini terus memperkuat taringnya di arena kecerdasan buatan (AI) kelas enterprise, dan baru-baru ini diakui sebagai salah satu pemimpin dalam pasar platform evaluasi model AI, bersanding dengan raksasa seperti AWS, Google, dan Microsoft. Optimisme pasar juga didorong oleh penutupan awal akuisisi Confluent yang diproyeksikan langsung menyumbang tambahan pendapatan sekitar $50 juta pada kuartal pertama ini. Berkaca pada kuartal sebelumnya di mana IBM sukses melampaui estimasi dengan EPS $4.52 dan lonjakan pendapatan 12,2%, kepercayaan pasar kini semakin tebal. Hal ini terlihat jelas dari akumulasi saham secara masif oleh institusi raksasa seperti Vanguard dan State Street, yang juga diikuti oleh aksi beli dari jajaran direktur internal perusahaan.
Namun, laju saham IBM bukannya tanpa hambatan. Secara valuasi, saham ini diperdagangkan pada Trailing P/E 21.35 dengan metrik PEG Ratio di level 2.22. Angka PEG di atas 2 ini mengindikasikan bahwa harga saham IBM saat ini tergolong premium jika disandingkan dengan ekspektasi laju pertumbuhannya. Hal ini memicu kehati-hatian yang cukup kentara di kalangan analis. Firma riset Needham baru-baru ini memangkas target harganya menjadi $290, mengutip tekanan geopolitik dan hambatan nilai tukar mata uang asing (currency headwinds) yang berpotensi membebani segmen perangkat lunak dan layanan. Morgan Stanley juga mempertahankan peringkat "Hold" dengan alasan terbatasnya ruang untuk apresiasi valuasi lanjutan.
Selain hambatan makroekonomi, IBM juga menghadapi kerikil sentimen tata kelola (ESG) menyusul kesepakatan denda $17 juta dengan Departemen Kehakiman AS (DOJ) terkait penyelidikan praktik DEI perusahaan. Meskipun nilainya sangat kecil untuk ukuran neraca IBM, sorotan media memberikan beban reputasi tersendiri. Oleh karena itu, pada rilis laporan keuangannya nanti, IBM memikul tugas berat: mereka harus membuktikan bahwa monetisasi dari adopsi AI terbukti mampu menambal seluruh tekanan makroekonomi dan membenarkan valuasi premiumnya di mata investor.

Company Name: Tesla, Inc. (TSLA)
Ticker & Market: $TSLA - NASDAQ
Sector & Industry: Consumer Discretionary - Auto Manufacturers
Headquarters: Austin, Texas, USA
Market Cap: US$1.37T
Trailing P/E (valuasi berdasarkan laba 12 bulan terakhir): $337.22
Forward P/E (valuasi berdasarkan proyeksi laba 12 bulan ke depan): $172.41
P/E Growth Ratio (5yr expected): $4.97
Mengambil panggung utama pada hari Kamis 23 April, Tesla (TSLA) membawa dinamika pergerakan harga yang paling unik di Wall Street. Jika kita hanya melihat fundamental bisnis otomotifnya, Tesla sedang berada dalam tekanan berat; angka pengiriman mobil kuartal pertama (Q1 deliveries) meleset dari ekspektasi dengan hanya mencapai kisaran 358 ribu unit di tengah melemahnya permintaan di China. Namun, daya tarik Tesla tidak pernah sekadar tentang berjualan mobil. Saham ini bergerak kuat berdasarkan narasi masa depan yang dibangun oleh Elon Musk. Sinyal positif terkait persetujuan regulasi Full Self-Driving (FSD) di Eropa, serta rumor kebangkitan proyek mobil listrik murah "Model Q", menjadi katalis kuat yang menahan harga sahamnya. Narasi inilah yang membuat institusi raksasa seperti Massachusetts Financial Services (MFS), Vanguard, dan State Street tetap percaya diri mengakumulasi saham TSLA pada kuartal terakhir.
Bagi para trader dan investor, tantangan terbesar Tesla saat ini adalah mengukur kelayakan valuasinya yang sangat ekstrem. Dengan angka Trailing P/E menembus 337.22 dan PEG Ratio di level 4.97, harga saham TSLA saat ini telah memasukkan seluruh ekspektasi kesempurnaan eksekusi teknologi otonom di masa depan. Menariknya, di saat valuasi bertahan di level setinggi ini, kalangan internal perusahaan justru menunjukkan sinyal kewaspadaan. Jajaran eksekutif, termasuk CFO Vaibhav Taneja dan Direktur Kathleen Wilson-Thompson, tercatat telah merealisasikan aksi jual (insider selling) senilai lebih dari $20,8 juta sepanjang kuartal lalu.
Oleh karena itu, pada rilis laporan keuangan hari Kamis 23 April nanti, pandangan pasar akan terbelah. Investor tidak akan terlalu memusingkan margin kotor penjualan mobil, melainkan menunggu cerita baru dari sang CEO. Fokus utama akan tertuju pada kejelasan peta jalan inovasi Robotaxi, peluncuran Optimus, dan panduan belanja modal (CapEx) raksasa untuk infrastruktur AI mereka. Bagi para trader, TSLA akan menyajikan volatilitas luar biasa, mengingat pergerakan sahamnya sangat bergantung pada kemampuan manajemen dalam menjaga "iman" para investor di tengah panasnya sentimen geopolitik global saat ini.

Company Name: Intel Corp (INTC)
Ticker & Market: $INTC - NASDAQ
Sector & Industry: Technology - Semiconductors
Headquarters: Santa Clara, California, USA
Market Cap: US$327.27B
Trailing P/E (valuasi berdasarkan laba 12 bulan terakhir): $904.17
Forward P/E (valuasi berdasarkan proyeksi laba 12 bulan ke depan): $128.21
EBITDA (Pendapatan sebelum Bunga, Pajak, Depresiasi, dan Amortisasi): $23.44
Menjelang penutupan pekan di hari Jumat, sorotan tajam akan mengarah pada kebangkitan dramatis raksasa semikonduktor, Intel (INTC). Perusahaan ini baru saja mencetak sejarah pergerakan harganya dengan reli meroket hingga 58% dalam sembilan hari perdagangan beruntun. Euforia ini tidak datang dari ruang hampa; pasar sedang merayakan narasi "Fabs Over Figures" (Fokus pada Fabrikasi). Intel secara agresif bertransformasi menjadi pabrik chip (Foundry) untuk perusahaan raksasa lain. Mulai dari kemitraan strategis dengan Google untuk CPU Xeon 6, potensi suntikan dana dari Nvidia, hingga keterlibatan Intel dalam mega-proyek "Terafab" bersama entitas milik Elon Musk (SpaceX, Tesla, xAI). Langkah strategis ini memposisikan Intel sebagai alternatif utama pabrikan chip di tanah AS untuk menyaingi dominasi TSMC.
Namun, layaknya roket yang melesat terlalu cepat, tarikan gravitasi tak bisa dihindari. Rantai kemenangan sembilan hari Intel baru saja terputus oleh aksi ambil untung (profit taking) yang menekan harganya turun 2,2%. Bagi trader CFD, volatilitas ini adalah arena unjuk gigi. Jika kita membedah valuasinya, saham INTC saat ini dihargai dengan sangat ekstrem. Angka Trailing P/E yang menyentuh level 904.17 dan Forward P/E di 128.21 menunjukkan bahwa harga saham saat ini sepenuhnya didorong oleh ekspektasi dan sentimen masa depan, bukan laba riil saat ini.
Di sisi lain, untuk menopang ambisi foundry tersebut, Intel dihadapkan pada realitas kebutuhan modal dan risiko eksekusi yang tinggi. Dengan rasio EBITDA yang berada di level 23.44x, konsensus analis Wall Street mayoritas masih merapatkan barisan pada peringkat "Hold", menyoroti besarnya beban modal yang harus dipikul perusahaan. Rilis laporan keuangan hari Jumat nanti akan menjadi ujian krusial; Intel dituntut untuk memberikan panduan yang kuat bahwa rentetan kemitraan fantastis tersebut dapat mengamankan arus kas jangka panjang mereka. Jika panduan bisnisnya terdengar pesimistis, hal itu berpotensi memicu gelombang aksi jual lanjutan dari investor yang ingin mengamankan keuntungan luar biasa mereka.

Company Name: The Procter & Gamble Company (PG)
Ticker & Market: $PG - NYSE
Sector & Industry: Consumer Staples - Household & Personal Products
Headquarters: Cincinnati, Ohio, USA
Market Cap: US$335.54B
Trailing P/E (valuasi berdasarkan laba 12 bulan terakhir): $21.39
Forward P/E (valuasi berdasarkan proyeksi laba 12 bulan ke depan): $19.68
P/E Growth Ratio (5yr expected): $3.94
Menutup pekan yang penuh volatilitas di hari Jumat 24 April, panggung Wall Street beralih ke sektor defensif sejati dengan hadirnya raksasa barang konsumsi, Procter & Gamble (PG). Di tengah fluktuasi saham-saham teknologi, PG bertindak sebagai jangkar stabilitas melalui komitmen pengembalian modal yang masif senilai $15 Miliar kepada pemegang saham (kombinasi dividen dan buyback), ditopang oleh imbal hasil (yield) dividen sebesar 2,9%. Secara operasional, mesin pertumbuhan internasional PG sedang berakselerasi kuat, terutama di Amerika Latin dan China. Untuk menambal pelemahan di pasar domestik AS, manajemen tengah mengeksekusi peluncuran produk inovatif berskala nasional, seperti peluncuran ulang Olay dan Tide evo. Fundamental profitabilitas mereka juga tetap solid, terbukti dari Laba Per Saham (EPS) kuartal lalu yang menyentuh $1.88 berkat program efisiensi margin yang disiplin.
Namun, predikatnya sebagai saham defensif kelas atas tidak membuat PG kebal dari koreksi. Saham PG saat ini bergerak tertekan akibat melemahnya permintaan konsumen di kawasan Amerika Utara. Valuasinya pun menjadi sorotan; meskipun metrik Forward P/E berada di angka 19.68 yang tergolong wajar, rasio PEG di angka 3.94 mengindikasikan bahwa laju pertumbuhan labanya dinilai terlalu lambat untuk membenarkan harga saat ini. Kondisi ini memicu gelombang pemangkasan target harga dari berbagai institusi raksasa, mulai dari Barclays, Piper Sandler, hingga Goldman Sachs.
Skeptisisme pasar ini kian diperberat oleh masifnya aksi ambil untung dari pihak internal perusahaan (insider selling). Dalam 90 hari terakhir, jajaran eksekutifโtermasuk Chairman Jon R. Moellerโtercatat telah melepas lebih dari 348 ribu lembar saham dengan nilai total menembus $55,4 juta. Oleh karena itu, rilis laporan pendapatan pekan depan akan menjadi titik pembuktian yang sangat kritikal bagi manajemen PG. Pasar menanti bukti nyata apakah inovasi produk baru mereka benar-benar mampu menghentikan penurunan pangsa pasar di AS. Jika hasilnya mengecewakan, saham pelindung nilai ini berpotensi melanjutkan tren penurunannya.
Pekan kedua dari musim rilis laporan keuangan kuartal pertama ini menegaskan satu pelajaran penting bagi para pelaku pasar: fundamental masa lalu tidak lagi cukup untuk menopang harga yang sudah terlampau mahal. Mulai dari ekspansi agresif American Express, ancaman Value Trap pada Comcast dan hambatan makro IBM, hingga volatilitas narasi masa depan Tesla dan taruhan raksasa Intel di sektor foundry. Kesemua emiten ini menghadapi tantangan yang sama: Wall Street tidak lagi memberikan toleransi pada janji manis tanpa eksekusi nyata.
Bagi para trader CFD, deretan laporan keuangan di hari Kamis dan Jumat pekan depan ini menyajikan ladang volatilitas yang sangat subur. Saham-saham ini berada di titik kritis antara mempertahankan valuasi premiumnya atau terkoreksi tajam menyesuaikan realitas. Pastikan Anda disiplin dalam menerapkan manajemen risiko, cermati setiap panduan bisnis (forward guidance) yang dirilis, dan manfaatkan setiap lonjakan harga dengan objektif. Selamat bertransaksi!
Copyright ยฉ 2026 Agrodana Futures
Disclaimer:
Artikel ini berupa pandangan Agrodana Research, Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan atau menjual market tertentu. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
Research & Analysis Agrodana Futures

Keterangan :
| Suggest : BUY on Dip Area : 48650 - 48670 Target : 1) 48770 2) 48870 SL : 48550 Alternatif : Follow BUY jika tembus 48900 Alternative BUY : 48340-48540 Switch to SELL jika tembus 48000 Fokus diplomasi AS-Iran! |
Keterangan :
| Suggest : BUY on Dip Area : 26180.00 โ 26200.00 Target : 1) 26300.00 2) 26400.00 SL : 26080.00 Alternatif : Pertahankan BUY jika tembus 26450 Switch to SELL jika tembus 25600 Fokus diplomasi AS-Iran! |
Keterangan :
| Suggest : BUY on Dip Area : 6980.00 โ 7000.00 Target : 1) 7030.00 2) 7060.00 SL : 6950.00 Alternatif : Pertahankan/follow BUY jika tembus 7090 Switch to SELL jika tembus 6950 Fokus pertemuan AS-Iran! |
Keterangan :
| Suggest : BUY on Dip Area : 58950 - 58970 Target : 1) 59070 2) 59170 SL : 58850 Alternatif : Follow BUY jika tembus 59200 Switch to SELL jika tembus 58500 Alternative BUY: 57910-58310 Tetap waspada dengan potensi โintervensi aktualโ yen |
Keterangan :
| Suggest : BUY on Dip Area : 25950 - 25970 Target : 1) 26070 2) 26170 SL : 25850 Alternatif : Follow/Pertahankan BUY jika tembus 26250 Alternative buy : 25858-26090 Switch to SELL jika tembus 25500 |
Copyright ยฉ 2026 Agrodana Futures
Disclaimer:
Artikel ini berupa pandangan Agrodana Research, Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan atau menjual market tertentu. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
Research & Analysis Agrodana Futures
Keterangan :
| Suggest : SELL on Rally Area : 92.80 โ 93.00 Target : 1) 91.80 2) 90.80 SL : 96.20 Alternatif : Follow SELL jika tembus 90.00 Switch to BUY jika tembus 98.50 Alternatif SELL : 95.75-97.97 Fokus pertemuan AS-Iran! |



Keterangan :
| Suggest : BUY on Dip Area : 4811.00 โ 4813.00 Target : 1) 4819.00 2) 4825.00 SL : 4805.00 (ideal 3-5 points di bawah 4804) Alternatif : Pertahankan/follow BUY jika tembus 4832 Switch to SELL jika tembus 4740 Opsi buy : 4786-4798 (merah), 4746-4759 (orange), 4554-4608 (coklat), 4400-4420 |
Copyright ยฉ 2026 Agrodana Futures
Disclaimer:
Artikel ini berupa pandangan Agrodana Research, Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan atau menjual market tertentu. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
Research & Analysis Agrodana Futures


Imbal hasil Treasury AS 10 tahun kembali ditutup turun, dan dolar juga lanjut ikut melemah. Hasilnya emas mampu tetap bertahan di atas 4800-an untuk pertama kalinya sejak 8 April 2026 yang lalu. Saat itu emas hanya sempat sentuh 4855 sebelum akhirnya terkoreksi turun kembali.
Wakil Presiden AS JD Vance mengatakan bahwa pembicaraan dengan Iran masih terus berlanjut dan gencatan senjata pun masih berjalan memasuki hari ke-7 dari total 2 minggu yang disepakati. Ada kesepakatan besar yang lebih luas sedang dibahas sehingga hal itu mendorong pada optimisme pasar.
Dua poin utama yang mungkin akan menjadi topik bahasan segera di pertemuan berikutnya yang dijadwalkan hari Kamis, yaitu : memperpanjang gencatan senjata dan kesepakatan besar lainnya.
Kita memasuki minggu pertama gencatan senjata dari target 2 minggu yang disepakati sejak 8 April yang lalu. Itu artinya hanya menyisakan 1 minggu ke depan dan kelihatannya kedua pihak sepakat untuk membuat gencatan senjata tersebut diperpanjang. Hal ini guna memastikan poin-poin yang menemukan kendala dalam pertemuan, dikhawatirkan akan membutuhkan waktu sehingga gencatan senjata dimungkinkan dibahas untuk diperpanjang. Alasan lainnya adalah agar menghindari meningkatnya ancaman tindakan militer lebih luas yang bisa menimbulkan perang yang lebih luas dan berkelanjutan.
Wakil Presiden AS JD Vance mengatakan meski masih ada perbedaan pendapat yang signifikan, tapi terdapat komunikasi di antara kedua negara untuk pembahasan yang lebih luas, termasuk โkesepakatan besarโ yang akan dituju. Vance menambahkan jika Iran berkomitmen tidak mengembangkan senjata nuklir, maka AS akan mendukung reintegrasi ekonomi Iran. Sekaligus Vance mempertegas kembali garis merah yang diinginkan AS, yaitu bahwa AS tidak akan pernah membiarkan Iran memiliki senjata nuklir. Poin ini yang menemukan kendala di putaran sebelumnya akhir pekan kemarin.
Ada kabar bahwa Iran mempertimbangkan untuk menghentikan pengayaan uranium selama 5 tahun ke depan, yang seharusnya menjadi pertanda positif karena berarti Iran mau melonggarkan keputusannya tentang kepemilikan senjata nuklir. Tapi kabar kurang sedap menyebut bahwa Trump menuntut 20 tahun. Kondisi ini yang mungkin akan menjadi kendala ke depan jika tidak segera menemukan titik tengah. Namun, kabar terbaru menyebut Trump dalam wawancara terbaru mengklarifikasi tentang tuntutan 20 tahun tersebut. Belum diketahui apakah ini berarti AS akan tetap fleksibel tentang waktu yang dimaksud, atau justru menekankan penghentian pengayaan uranium total tanpa kompromi.
Dalam wawancara terbaru dengan Fox pagi tadi, Trump mengatakan perang hampir selesai, dan jika AS menarik pasukan sekarang, Iran akan butuh setidaknya 20 tahun untuk membangun kembali negara tersebut. Trump menambahkan bahwa dia berpikir Iran sangat menginginkan kesepakatan.
Hanya data NY Empire State manufacturing Index di jam 19.30 WIB yang kemungkinan memberi dampak pada market. Data diperkirakan membaik, dari -0.20 menjadi 0.60. Jika data dirilis lebih baik, maka emas berpeluang koreksi turun lebih dulu. Jika data dirilis lebih lemah, maka emas kemungkinan tidak goyah, dan membuka peluang kenaikan lebih lanjut.
Tapi efek data kemungkinan relatif terbatas, sehingga pasar masih terus memantau perkembangan lebih lanjut situasi geopolitik, terutama persiapan menjelang pertemuan AS-Iran di Pakistan hari Kamis.
Dengan kata lain, kemungkinan tekanan turun untuk emas relatif terbatas selama tidak ada konflik geopolitik yang membatalkan gencatan senjata yang disepakati minggu lalu.
Note : Tetap waspada dengan volatilitas besar pada market yang sewaktu-waktu bisa tiba-tiba berubah!
Candlestick daily ditutup bullish, dan pertama kalinya ditutup di atas 4800 pasca kenaikan terakhir 8 April 2026 yang lalu sempat tertahan di 4855 dan diikuti penurunan saat itu. Secara teknis, kenaikan berpeluang berlanjut jika harga berhasil lanjut naik dan bertahan di atas 4855. Pagi ini level tertinggi sementara sentuh 4871, tapi belum bisa dipastikan apakah kenaikan akan berlanjut atau justru ditutup lebih rendah seperti 8 April yang lalu.
Support terdekat saat ini berada di 4775, dan MA 100 di 4699 sebagai proyeksi terjauh jika terjadi swing low atau penurunan. Dan jika situasi geopolitik berbalik memburuk, kemungkinan tembus MA 100 sangat terbuka dengan potensi support 4624 maupun 4554 sebagai area yang paling potensial dituju. Sebaliknya, jika tidak ada perubahan dan rencana pertemuan AS-Iran semakin memperkuat jalur diplomasi, maka penurunan diperkirakan terbatas, dan high 4871 mungkin bukan terakhir, justru semakin terbuka untuk lanjut naik ke 4950 ataupun 5000.

H4 sejauh ini menunjukkan pergerakan yang sesuai dengan ekspektasi, yaitu mendekat atau bahkan menguji zona 4855. Saat artikel ditulis, level high 4871 untuk sementara tercatat sebagai level tertinggi sementara waktu. MA 200 H4 saat ini di 4855 ikut menahan kenaikan tersebut. Artinya di area 4855 terdapat 2 resistance yang bertumpuk di level yang sama sehingga bisa diartikan sebagai resistance kuat untuk sementara waktu. Itu sebabnya kenaikan terhenti sementara waktu, dan swing low terjadi.
Secara struktural, kami masih melihat bias bullish masih kuat, didukung rsi yang berada di 63%, menandakan tren naik masih kuat. Namun secara area, kami melihat peluang swing low memang seharusnya terjadi lebih dulu. Dengan demikian 4855-4871 saat ini akan bertindak sebagai resistance psikologis. Jika trial berikutnya menguji kembali zona ini, maka bisa diharapkan breakout resistance psikologis, diikuti tembusan kuat mendorong hingga zona ungu kisaran 4898-4977, dan berikutnya stabil di zona tersebut, atau bisa lebih tinggi jika ekspektasi diplomasi AS-Iran di hari Kamis terus menguat.
Ekspektasi skenario, dalam 1-2 jam ke depan diharapkan swing low tetap bertahan di kisaran 4803-4831 sehingga bisa menjadi pertimbangan untuk lakukan buy. Namun, idealnya swing low diharapkan di zona orange, kisaran 4751-4803 yang dianggap area demand yang lebih ideal (lower risk), tapi tidak diharapkan lebih rendah. Penurunan ini dianggap wajar, swing low cepat, di tengah optimisme pasar terhadap diplomasi AS-Iran hari Kamis mendatang. Dengan demikian, trader bisa pertimbangkan kedua zona tersebut sebagai zona buy hari ini.
Sedangkan zona pink kisaran 4607-4686 kemungkinan baru disentuh jika pasar mengantisipasi gagalnya perundingan AS-Iran hari Kamis (bisa saja perubahan mood Trump menyebabkan pertemuan batal). Atau lebih ekstrim lagi penurunan bisa menjangkau zona hijau kisaran 4420-4499 yang dianggap penurunan terjauh. Area ini dimungkinkan jika ketegangan meningkat dan membatalkan pertemuan AS-Iran putaran berikutnya di hari Kamis.
Tapi secara teknis, zona hijau juga akan menjadi zona demand yang bisa dipertimbangkan karena demand diperkirakan paling kuat akan berada di zona tersebut, sekaligus zona yang dicurigai sebagai Golden Zone dari Fibonacci retracement. Dengan catatan : Jika memang disentuh! Selama optimisme diplomasi terus digaungkan, dan sinyal dari AS maupun Iran tetap positif, maka penurunan terjauh diperkirakan bertahan di zona orange.

Per jam 11.00 WIB, harga berada di 4822.10 dengan high 4871.42, dan low 4817.07. Jika Anda melihat rekomendasi sebelumnya di website Technical Analysis Commodity (Gold, Crude Oil) 15 April 2026Technical Analysis Commodity (Gold, Crude Oil) 15 April 2026, strategi buy masih dipertahankan di 4799-4801, dan sejauh ini belum disentuh, dan zona ini masih layak ditunggu untuk potensi koreksi turun yang bisa terjadi dalam beberapa jam ke depan.
Di sisi lain, terdapat 2 area alternatif yang sejauh ini berhasil memberikan dampak. Yang pertama adalah saat spike pertama kali tembus 4855. Target 1 di 4865 berhasil disentuh karena emas sempat naik sampai 4871. Harga kemudian turun sampai 4817, dan ini berarti memicu area alternatif yang terdekat di kisaran 4791-4816 (zona merah), kemudian rebound ke 4829.
Yang harus diperhatikan berikutnya, rsi saat ini masih di 59%, menandakan tren naik masih cukup kuat. Kalaupun dalam 1-2 jam ke depan terjadi penurunan, maka selama tetap di atas 50%, harga diperkirakan tidak turun terlalu jauh, dan cenderung stabil mengarah ke atas. Ini artinya setiap penurunan adalah koreksi turun wajar, bukan reversal. Seperti halnya H4, kita akan melihat dua zona yang dianggap potensial untuk zona buy, yaitu 4816-4831 (area di atas zona merah) dan 4791-4816 (zona merah). Trader bisa pertimbangkan salah satu zona.
Trader bisa juga memastikan momentum buy dengan penutupan candle di 1-2 jam ke depan. Jika muncul dengan candle doji (hammer dengan tail bawah yang panjang, atau inverted hammer dengan tail atas yang panjang) atau bahkan reversal candle lain (misal bullish engulfing, bullish harami),di zona merah, maka peluang buy kemungkinan mulai lebih kuat.
Zona alternatif lainnya bisa dipertimbangkan di zona orange kisaran 4746-4759, karena area ini merupakan area yang sebelumnya sebagai resistance psikologis, sehingga saat ini berperan sebagai support psikologis sejak terjadi breakout.
Sebaliknya, SELL hanya disarankan jika terjadi penurunan di bawah 4738-4740. Zona ini dianggap penurunan akan relatif lebih kuat daripada zona 4775 maupun 4750. Dan akan jauh lebih kuat menekan turun jika pertemuan AS-Iran di hari Kamis dibatalkan.
Untuk malam hari sebaiknya Anda fokus perhatikan catatan kami di grafik H4!
Trading Strategy:ย
Opsi BUY on Dip (update jam 11.15 WIB)
Entry: 4811.00 โ 4812.00
(atau cek di artikel untuk opsi lainnya)
Target/Reward :ย 4824.00 ($12 - $14)ย
(Alternatif Follow BUY jika tembus 4840, target terdekat 4850, terjauh 4870, sesuaikan stop loss dengan risk management masing-masing)
Stop Loss: 4805.00 ($6 - $8)
(ideal 3-5 poin di bawah 4803.00)
Risk Reward: 1: 2ย
Opsi BUY jika support tidak ditembus
Entry : 4775.00 โ 4777.00ย
(atau cek di artikel untuk area alternatif )
Target/Reward: 4789.00 ($12 - $14)
Stop Loss: 4672.00 ($6 - $8)
(ideal SL 3-5 poin di bawah 4670)
Risk Reward: 1: 2
Copyright ยฉ 2026 Agrodana Futures
Disclaimer:
Artikel ini berupa pandangan Agrodana Research, Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan atau menjual market tertentu. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
Research & Analysis Agrodana Futures
Keterangan :
| Suggest : BUY on Dip Area : 48650 - 48670 Target : 1) 48770 2) 48870 SL : 48550 Alternatif : Follow BUY jika tembus 48820 Alternative BUY : 48340-48540 Switch to SELL jika tembus 48300 Cermati perkembangan situasi geopolitik! |
Keterangan :
| Suggest : BUY on Dip Area : 25880.00 โ 25900.00 Target : 1) 26000.00 2) 26020.00 SL : 25780.00 Alternatif : Pertahankan BUY jika tembus 26100 Switch to SELL jika tembus 25600 Cermati perkembangan situasi geopolitik |
Keterangan :
| Suggest : BUY on Dip Area : 6970.00 โ 6990.00 Target : 1) 7020.00 2) 7050.00 SL : 6940.00 Alternatif : Pertahankan/follow BUY jika tembus 7020 Switch to SELL jika tembus 6900 Cermati perkembangan situasi geopolitik! Fokus PPI dan geopolitik |
Keterangan :
| Suggest : BUY on Dip Area : 58400 - 58420 Target : 1) 58520 2) 58620 SL : 58300 Alternatif : Follow BUY jika tembus 58900 Switch to SELL jika tembus 57900 Alternative BUY: 57910-58310 Tetap waspada dengan potensi โintervensi aktualโ yen |
Keterangan :
| Suggest : BUY on Dip Area : 26000 - 26020 Target : 1) 26120 2) 26220 SL : 25900 Alternatif : Follow/Pertahankan BUY jika tembus 26250 Alternative buy :25858-26090 Switch to SELL jika tembus 25500 |
Copyright ยฉ 2026 Agrodana Futures
Disclaimer:
Artikel ini berupa pandangan Agrodana Research, Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan atau menjual market tertentu. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
Research & Analysis Agrodana Futures



