US Treasury Yield 10-tahun ditutup naik untuk hari kedua secara beruntun. Hal itu juga yang membuat dolar tetap menguat. Tapi yang menarik, emas tetap naik di tengah menguatnya dolar dan kenaikan imbal hasil Treasury AS. Posisi ini juga berlangsung di tengah risiko geopolitik yang sebenarnya masih belum menemukan kepastian.
Pasar masih terus dibayangi perkembangan geopolitik daripada data ekonomi di mana minggu ini memang relatif minim data ekonomi AS yang bisa menimbulkan perubahan sentiment. Sekedar pengingat, minggu sebelumnya pasar mendapat angin segar setelah data inflasi Juni menunjukkan pendinginan jauh di bawah ekspektasi, sehingga cukup optimis jika Fed tidak akan menaikkan suku bunga dalam waktu dekat. Tapi kemudian situasi menjadi tidak menentu karena kondisi geopolitik yang kembali tidak stabil sehingga memicu kenaikan harga minyak dan membuat kekhawatiran tentang lonjakan inflasi kembali dominan. Sejak saat itu pasar mencoba mencermati perkembangan geopolitik.
Seperti yang kita ulas sejak awal pekan ini, semua tertuju pada kondisi geopolitik yang kembali memanas, dan bahkan sudah hari ke-11 AS terus menyerang Iran tanpa henti, dengan alasan target mereka untuk mengurangi atau bahkan melumpuhkan kemampuan Iran untuk mengganggu pelayaran komersial di Selat Hormuz. Tapi sumber kecemasan minggu ini tidak terbatas pada Selat Hormuz, kami juga mewaspadai potensi penutupan serupa di Laut Merah, dengan fokus tertuju ke Selat Bab Al-Mandeb.
Jika keduanya ditutup, hal itu dikhawatirkan bisa mengganggu pasokan energi global, dan dampaknya adalah kenaikan harga minyak lebih tinggi dari saat perang skala penuh 28 Februari 2026 berjalan. Kondisi ini yang tidak diharapkan. Tapi jika terjadi, maka emas berpotensi tertekan karena gangguan pasokan memicu tekanan inflasi yang bisa membuat Fed akhirnya terpaksa menaikkan suku bunga.
Kabar baiknya, sejauh ini pasar belum melihat reaksi ketakutan berlebihan, meskipun di sisi lain, Tentara Houthi dikabarkan sudah melakukan penutupan zona Laut Merah tersebut, terutama untuk kapal dari dan menuju Arab Saudi. Belum ada lonjakan gangguan untuk sementara, tapi kecemasan akan tetap membayangi.
Di sisi lain, kondisi saat ini yang memicu kenaikan emas adalah harapan tentang upaya diplomasi yang terus berjalan di tengah serangan militer AS ke Iran dan respon balasan sebaliknya Iran terhadap semua kepentingan AS di negara-negara Teluk. Meskipun kabar lain menyebut bahwa Trump menolak usulan gencatan senjata 10 hari demi diplomasi, tapi di sisi lain kabar menyebut langkah Iran yang mau mengupayakan diplomasi atas dorongan mediator menjadi angin segar. Pasar membaca bahwa kedua pihak sebetulnya tidak ingin eskalasi perang skala penuh. Tapi Iran tetap tegas bahwa mereka tidak takut untuk meladeni AS jika memang menginginkan perang skala besar.
Selain itu, pasar juga mendapat kabar yang relatif menenangkan, yaitu polling yang dilakukan Reuters terhadap para ekonom yang menghasilkan perkiraan median yang menunjukkan Fed diperkirakan akan menahan suku bunganya tetap stabil untuk sisa 2026. Hal ini menjadi angin segar bagi pasar karena berarti kekhawatiran tentang kenaikan suku bunga di akhir tahun cenderung berkurang. Kondisi ini mirip dengan proyeksi Goldman Sachs yang memperkirakan tidak akan ada kenaikan suku bunga di 2026 dari Fed.
Pembelian bank sentral yang tetap kuat, dipimpin oleh China, juga diperkirakan membuat emas mendapatkan dukungan sehingga terlihat tekanan minggu lalu sampai hari ini relatif terbatas, meskipun secara angka pernah sentuh 3959 per 17 Juli 2026 yang lalu. Goldman Sachs bahkan mempertahankan proyeksi mereka untuk emas di $4900 per oz untuk akhir tahun 2026.
Sama dengan hari sebelumnya, kita masih belum akan berhadapan dengan data ekonomi AS yang bisa memberi pengaruh signifikan terhadap keputusan Fed. PMI services dan manufacture, dan new home sales AS baru dirilis di hari Jumat sehingga penekanan saat ini tetap berfokus pada situasi geopolitik. Dengan skenario yang sama, pandangan kami untuk skenario masih kami pertahankan seperti sebelumnya.
Risiko eskalasi meningkat ke perang skala penuh adalah hal yang tidak diharapkan terjadi sehingga peluang diplomasi lebih dikedepankan, di mana kedua pihak tidak menutup pintu untuk hal itu. Jika benar (mengarah ke diplomasi), maka risiko geopolitik reda, emas berpeluang naik.
Sebaliknya, risiko perang skala penuh dan juga penutupan Selat Hormuz maupun Bab Al-Mandeb, adalah risiko yang paling tinggi. Hal ini bisa terjadi jika AS terus lakukan serangannya dan juga Trump mewujudkan ancamannya terhadap fasilitas energi Iran minggu ini. Kondisi ini berpotensi membuat emas tertekan dan zona $3900 bahkan mungkin ditembus.
Berikut hal yang tetap perlu dicermati sepanjang minggu ini dari sisi geopolitik:
Note : Tetap waspada dengan volatilitas besar pada market yang sewaktu-waktu bisa tiba-tiba berubah!
Candlestick daily ditutup bullish dengan kenaikan berlanjut pagi ini hingga tembus zona 4100-an. Area tertinggi sementara berada di 4141, sedangkan level terendah sementara di 4076. Belum ada tanda-tanda koreksi turun terjadi sejak pembukaan sesi Asia pagi ini sampai saat artikel ditulis. Kondisi ini membuat emas rentan koreksi turun, tapi sentiment sejauh ini kemungkinan masih relatif bullish karena pasar melihat sisi lain dari geopolitik di mana ada harapan untuk tetap mengedepankan diplomasi.
Secara teknis, resistance terdekat saat ini berada di kisaran 4137 sehingga kenaikan sedikit terhambat sementara pagi ini di 4141. Jika berhasil tembus, maka resistance berikutnya yang akan dihadapi adalah 4183-4214. Dan zona ini yang akan menjadi resistance psikologis sehingga emas butuh realisasi dari diplomasi untuk bisa melaju dengan kuat di atas zona tersebut. Sebaliknya, risiko penurunan masih terbuka jika zona 4183-4214 gagal ditembus, atau bahkan koreksi turun ternyata lanjut dengan penembusan di bawah 4070. Hal ini akan memicu penurunan lebih lanjut sampai kisaran 4020-4040.

Di H4, zona kuning kisaran 4047-4080 berhasil ditembus, dan kenaikan lanjut dengan penembusan resistance 4108-4119 pagi ini sehingga mempermudah kenaikan hingga saat ini sentuh level tertinggi 4141. MA200 kemungkinan akan menjadi target potensial sekaligus resistance terdekat di 4160. Jika zona ini juga ditembus, maka emas akan lanjut naik lebih mudah dengan mendekati atau bahkan sentuh zona pink 4183-4214.
Potensi selanjutnya akan bergantung dari perkembangan geopolitik. Jika diplomasi berhasil diupayakan, maka akan meredam kekhawatiran konflik meluas dan hal itu lebih membuka peluang untuk kenaikan di atas 4214. Sebaliknya, jika diplomasi gagal, maka peluang kenaikannya akan rapuh dan bahkan cenderung berbalik turun dengan cepat, tidak hanya sentuh support zona 4080, bahkan cenderung tertekan sampai di bawah 4040 atau lebih ekstrim sampai zona abu-abu yang berada di 3960-3985.
Di sisi lain, zona kuning kini bertindak sebagai support baru. Swing low atau koreksi turun diharapkan retest zona ini lebih dulu sebelum akhirnya rebound dan lanjutkan kenaikannya dengan proyeksi berikutnya di atas MA200 @4160. Jika situasi geopolitik terus dianggap mendukung, maka kenaikan ini akan relatif lebih kuat sehingga swing low atau tekanan turunnya relatif lebih terbatas. Kondisi ini tidak akan berlaku jika akhirnya upaya diplomasi gagal dan AS โ Iran sama-sama meningkatkan serangannya.

Per jam 11.15 WIB, harga berada di 4128.70 dengan high 4141.64, dan low 4076.82. Jika Anda melihat rekomendasi sebelumnya di website Technical Analysis Commodity (Gold, Crude Oil) 22 Juli 2026 | PT. Agrodana Futures, strategi awalnya mengharapkan swing low lebih dulu sentuh 4055-4057, tapi hal itu tidak terjadi. Harga lanjut naik dan tembus resistance 4108-4119 sehingga strategi cadangan kami teraktivasi saat tembus 4119. Dan beruntung kenaikan tersebut cukup kuat sehingga kenaikan langsung sentuh TP2 dari strategi cadangan/alternatif di 4140.
Skenario diperbarui, dengan menganggap zona abu-abu 4085-4100 atau zona hijau 4101-4118 yang sebelumnya bertindak sebagai resistance, kini bertindak sebagai support. Dengan demikian buy bisa dipertimbangkan di salah satu zona tersebut. Jika situasi diplomasi tetap mendukung, maka rebound berikutnya kemungkinan membuka peluang untuk kenaikan lebih lanjut ke kisaran 4160 atau bahkan zona pink kisaran 4177-4201.
Alternatif lain, jika swing low terjadi cukup cepat dan lebih dari perkiraan kami (di bawah zona abu), maka zona orange di kisaran 4018-4035 bisa kembali dipertimbangkan. Namun, pantulan dari zona ini dikhawatirkan lebih terbatas karena secara struktur koreksi turun cenderung cukup jauh dan rentan membuat harga kembali ke jalur penurunan. Tapi tetap bisa dipertimbangkan buy, dengan catatan target kemungkinan terbatas di zona abu-abu 4085-4100.
Sebaliknya, sell bisa dipertimbangkan jika harga turun melewati zona abu kembali. Switch strategi menjadi sell saat tembus 4070 dengan peluang potensial ada di zona orange 4018-4035. Setelah itu, segera keluar untuk memastikan pantulan dari zona ini seperti yang disebut di baris sebelumnya. Dan jika skenario tersebut benar, maka Anda bisa kembali sell saat retest tertahan di zona abu.
Untuk malam hari sebaiknya Anda fokus perhatikan catatan kami di grafik H4!
Opsi BUY on Dip (update)
Entry: 4088.00 โ 4090.00
(atau cek di artikel untuk opsi lainnya)
Target/Reward : 4110.00 ($20 - $22)
(Alternatif Follow BUY jika tembus 4148, target terdekat 4158, terjauh 4170, sesuaikan stop loss dengan risk management masing-masing)
Stop Loss: 4078.00 ($10 - $12)
(ideal 7-8 poin di bawah 4076.00)
Risk Reward: 1: 2
Opsi SELL jika support tembus
(cek kondisi/syarat yang harus dipenuhi di artikel!)
Entry : 4068.00 โ 4070.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif )
Target/Reward: 4048.00 ($20 - $22)
Stop Loss: 4080.00 ($10 - $12)
(ideal SL 7-8 poin di atas 4078.00)
Risk Reward: 1: 2
Copyright ยฉ 2026 Agrodana Futures
Disclaimer:
Artikel ini berupa pandangan Agrodana Research, Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan atau menjual market tertentu. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
Research & Analysis Agrodana Futures



