Keterangan :
| Suggest : BUY on Dip Area : 89.20 โ 89.40 Target : 1) 90.40 2) 91.40 SL : 88.20 Alternatif : Follow BUY jika tembus 92.00 Switch to SELL jika tembus 84.00 Alternatif SELL: 101-104 Pantau geopolitik AS-Iran! |



Keterangan :
| Suggest : SELL on Rally Area : 4746.00 โ 4748.00 Target : 1) 4736.00 2) 4726.00 SL : 4758.00 (ideal 7-8 points di atas 4756) Alternatif : Pertahankan/follow SELL jika tembus 4737 Switch to BUY jika tembus 4768 Opsi buy : 4644-4671 (coklat), 4554-4608 (orange) |
Copyright ยฉ 2026 Agrodana Futures
Disclaimer:
Artikel ini berupa pandangan Agrodana Research, Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan atau menjual market tertentu. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
Research & Analysis Agrodana Futures


Imbal hasil Treasury AS 10 tahun ditutup turun, dan dolar pun kembali melemah. Kondisi ini secara umum memberi keuntungan bagi emas sehingga tetap di jalur kenaikan sampai penutupan sesi perdagangan Senin.
Satu-satunya yang bisa disimpulkan dalam sesi NY tadi malam adalah bahwa situasi di Iran tidak menjadi lebih buruk dari yang dikhawatirkan, meskipun di sisi lain masih banyak pertanyaan terbuka terkait kelanjutan diplomasi AS dan Iran, termasuk juga nasib gencatan senjata yang akan habis waktu di 22 April.
Setidaknya ada 3 pertanyaan utama yang mengganggu market saat ini sehingga sulit mendapatkan dorongan maupun tekanan bagi emas untuk lanjutkan pergerakan. Beberapa pertanyaan tersebut mengarah ke: apakah Iran benar-benar akan menghadiri pertemuan di Pakistan? Apakah akan ada kesepakatan? Apakah Selat Hormuz akan dibuka sebelum diplomasi berlangsung?
Wakil Presiden AS JD Vance dikabarkan sudah dalam perjalanan menuju Pakistan dan diperkirakan berangkat di hari Selasa. Itu berarti pertemuan baru akan terjadi di hari Selasa atau Rabu waktu setempat. Vance kembali mewakili AS dan memimpin delegasi AS. Sedangkan pihak Iran sendiri masih belum dipastikan, meskipun mereka menyambut positif terkait upaya Panglima Angkatan Darat Pakistan yang mencoba membujuk Trump untuk hentikan blokade karena dikhawatirkan menjadi kendala utama kenapa pertemuan putaran 2 di Pakistan sulit diwujudkan. Tapi Pakistan mengatakan mengutip pejabat Iran bahwa kemungkinan mereka akan hadir untuk lanjutkan diplomasi.
Terkait kesepakatan, Trump terus melontarkan beberapa cuitan dengan berbagai retorika, termasuk mengklaim bahwa kesepakatan yang dilakukan dengan pemerintahannya adalah kesepakatan yang lebih baik daripada JCPOA (Joint Comprehensive Plan of Action = Rencana Aksi Komprehensif Bersama).
Sementara terkait Selat Hormuz, ini tampaknya menjadi titik krusial sampai saat ini. Jika kedua belah pihak menghentikan blokade sebelum pembicaraan, maka hal tersebut akan menjadi pertanda positif.
Di malam nanti, investor akan lebih dulu mencermati data retail sales AS di jam 19.30 WIB. Data diperkirakan naik dari 0.6% menjadi 1.4% m/m, dan core retail sales diperkirakan naik dari 0.5% menjadi 1.3% m/m. Data yang lebih baik dari ekspektasi akan memicu koreksi turun bagi emas. Sebaliknya, data yang lebih lemah berpeluang membuat emas kembali naik.
Namun, karena geopolitik belum stabil, maka ada kemungkinan respon market terhadap data ekonomi relatif terbatas karena pasar terfokus pada perkembangan geopolitik. Untuk geopolitik, kami tetap mencermati beberapa potensi risiko yang bisa terjadi, termasuk beberapa skenario yang sudah kami tampilkan 3 hari terakhir.
Risiko geopolitik tetap sensitif sampai hari Rabu saat deadline 22 April berakhir. Beberapa skenario yang diperkirakan bisa membuat market volatile, sebagai berikut:
Skenario 1 akan membuat emas berbalik turun dengan cepat, dan turun tajam kemungkinan berlanjut bahkan menjelang akhir pekan karena kekhawatiran eskalasi geopolitik di akhir pekan kembali terbuka. Segera ubah strategi menjadi SELL jika ini terjadi!
Skenario 2 maupun 3 cenderung di sisi aman, dan emas masih berpeluang naik. Tapi skenario paling bullish adalah skenario 3 yang akan mendorong emas naik lebih lanjut, bahkan sangat terbuka untuk mengakhiri akhir pekan ini di atas 4850, bahkan tembus zona 5000-an. Sedangkan skenario 2 hanya akan membuka peluang kenaikan ke 4900-an, tapi kemungkinan tidak sekuat skenario 3.
Note : Tetap waspada dengan volatilitas besar pada market yang sewaktu-waktu bisa tiba-tiba berubah!
Candlestick daily ditutup bullish, meski belum sampai menutupi gap sepenuhnya di 4846. Bahkan pagi ini kenaikan baru sampai 4832 dan diikuti penurunan hingga di bawah 4800. Retail Sales dan perkembangan geopolitik menjadi pemicu utama hari ini, dengan fokus utama diperkirakan cenderung ke arah geopolitik.
MA100 daily di 4726 kemungkinan support psikologis. Selama zona ini tidak ditembus, maka buyer kemungkinan tetap dominan, terutama jika didukung oleh kesepakatan AS-Iran. Kenaikan diharapkan mulai bertahap mendekati atau bahkan tutupi gap di 4846 tersebut untuk membuka jalur kenaikan yang kuat. Sebaliknya, jika tidak ada kesepakatan AS-Iran, maka MA100 daily rentan ditembus, dan proyeksi tekanan berlanjut ke support 4624 yang merupakan FR 61.8% Daily.

H4 menunjukkan kenaikan terhambat sementara di 4832 per pagi ini di sesi Asia, dan saat artikel ditulis sedang menguji kembali MA200 yang hari ini berada di 4804. Swing low tercatat saat artikel ditulis 4798 dengan terendah di 4793. Secara struktural, bullish tetap dominan, tapi dalam jangka pendek diperkirakan terjadi koreksi turun, meskipun penurunan tersebut diharapkan terbatas.
Secara area, zona orange di kisaran 4746-4776 adalah zona support terdekat, sekaligus juga support dari rising wedge di H4. Jika dalam 1-2 jam ke depan harga berhasil bertahan di zona orange ataupun dekat MA200, maka strategi buy tetap dipertahankan sesuai plan awal pagi ini. Potensi kenaikan berikutnya diharapkan bertahap mulai menutup gap yang tersisa, di mana closing price Jumat di 4846 sebagai target utama. Dan jika berhasil tembus 4846, maka bullish cenderung menjadi lebih kuat.
Sebaliknya, trader juga perlu waspada penurunan lebih lanjut, terutama jika support rising wedge di 4760, atau pemicu penurunan jika zona orange ditembus (itu berarti tembus di bawah 4746), maka bearish akan mendominasi sementara waktu. Trader bisa pertimbangkan ubah strategi menjadi sell lebih dulu, minimal sampai data ekonomi retail sales dirilis, atau kepastian dari pertemuan AS-Iran.
Jika AS-Iran tetap batal bertemu, dan deadline gencatan senjata tidak diperpanjang, maka tekanan diperkirakan berlanjut, dan sell bisa dipertahankan minimal ke zona pink 4607-4686, atau paling jauh zona hijau kisaran 4420-4499.
Sebaliknya, jika ternyata Iran dan AS jadi bertemu, dan kemungkinan terbuka untuk mencapai kesepakatan (asumsi tanpa ada perpanjangan gencatan senjata), maka hentikan posisi sell, pertimbangkan kembali buy, karena penurunan diperkirakan mulai terbatas jika pertemuan mengarah ke kesepakatan.

Per jam 11.05 WIB, harga berada di 4792.87 dengan high 4814.34, dan low 4737.25. Jika Anda melihat rekomendasi sebelumnya di website Technical Analysis Commodity (Gold, Crude Oil) 21 April 2026 | PT. Agrodana Futures, strategi buy dipertahankan di zona 4783-4785 karena rising wedge kecil yang terdeteksi pagi tadi baru saja konfirm terjadi penurunan di bawah 4800. Secara teori, area buy yang lebih ideal (lower risk) berada di zona merah 4746-4759 atau dekat trendline support 4745. Dengan demikian, alternatifnya trader bisa menunggu penurunan sampai mendekati atau sentuh zona merah tersebut untuk mendapat zona demand yang dianggap lebih baik.
Tapi jika zona merah tembus, maka jangka pendek bisa ubah strategi menjadi sell saat konfirm tembus low kemarin 4737 dengan potensi target terdekat 4725 atau kisaran 4715. Sedangkan tekanan paling jauh yang diperkirakan cukup potensial kemungkinan berada di zona coklat kisaran 4644-4671. Dan skenario terburuk, jika geopolitik memanas karena Iran dan AS batal bertemu dan gagal menemukan kesepakatan, maka zona orange di kisaran 4554-4608 sebagai zona paling potensial jika terjadi tekanan ekstrim yang cepat.
Di sisi lain, buyer bisa kembali muncul dan pertimbangkan saat harga sudah sentuh zona coklat ataupun skenario terjauh zona orange. Ini dengan pertimbangan bahwa situasi mungkin tidak akan lebih buruk dari sebelumnya, saat awal perang 29 Feb 2026 sehingga tekanan ekstrim kemungkinan mulai terbatas.
Market saat ini memperkirakan pertemuan AS dan Iran tetap terjadi, dan meskipun Trump tidak memperpanjang gencatan senjata, tapi kedua pihak diperkirakan sama-sama menginginkan kesepakatan sehingga tekanan turun berpotensi mulai terbatas. Itu berarti penurunan belum tentu terlalu jauh hingga zona orange, melainkan maksimum zona coklat, atau terdekat zona merah. Dan secara teknis, baik zona merah maupun coklat merupakan area yang diperkirakan sebagai demand yang cukup baik.
Untuk malam hari sebaiknya Anda fokus perhatikan catatan kami di grafik H4!
Opsi BUY on Dip
Entry: 4783.00 โ 4785.00
(atau cek di artikel untuk opsi lainnya)
Target/Reward : 4805.00 ($20 - $22)
(Alternatif Follow BUY jika tembus 4838, target terdekat 4848, terjauh 4860, sesuaikan stop loss dengan risk management masing-masing)
Stop Loss: 4773.00 ($10 - $12)
(ideal 7-8 poin di bawah 4770.00)
Risk Reward: 1: 2
Opsi SELL jika support ditembus
Entry : 4735.00 โ 4737.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif )
Target/Reward: 4715.00 ($20 - $22)
Stop Loss: 4747.00 ($10 - $12)
(ideal SL 7-8 poin di atas 4745)
Risk Reward: 1: 2
Copyright ยฉ 2026 Agrodana Futures
Disclaimer:
Artikel ini berupa pandangan Agrodana Research, Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan atau menjual market tertentu. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
Research & Analysis Agrodana Futures
Keterangan :
| Suggest : BUY on Dip Area : 85.20 โ 85.40 Target : 1) 86.40 2) 87.40 SL : 84.20 Alternatif : Follow BUY jika tembus 88.70 Switch to SELL jika tembus 80.00 Alternatif BUY: 80.55-84.68 Pantau geopolitik AS-Iran! |



Keterangan :
| Suggest : BUY on Dip Area : 4783.00 โ 4785.00 Target : 1) 4795.00 2) 4805.00 SL : 4773.00 (ideal 7-8 points di bawah 4770) Alternatif : Pertahankan/follow BUY jika tembus 4838 Switch to SELL jika tembus 4737 Opsi buy : 4746-4759 (merah), 4644-4671 (coklat), 4554-4608 (orange) |
Copyright ยฉ 2026 Agrodana Futures
Disclaimer:
Artikel ini berupa pandangan Agrodana Research, Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan atau menjual market tertentu. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
Research & Analysis Agrodana Futures


TOP GAINERS
| 1. Oracle Corporation (#ORCL)ย +24.56% |
| 2. Tesla, Inc. (#TSLA)ย +14.78% |
| 3. Advanced Micro Devices, Inc. (#AMD)ย +13.54% |
| 4. Microsoft Corporation (#MSFT)ย +13.54% |
| 5. Airbnb, Inc. (#ABNB)ย +13.54% |
TOP LOSERS
| 1. Netflix, Inc. (#NFLX)ย -5.52% |
| 2. Exxon Mobil Corporation (#XOM)ย -4.91% |
| 3. Chevron Corporation (#CVX)ย -3.78% |
| 4. Wells Fargo & Company (#WFC)ย -3.78% |
| 5. Abbott Laboratories (#ABT)ย -2.7% |
Pekan kemarin, bursa saham ibarat timbangan raksasa. Di satu sisi, harapan akan terciptanya perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran membuat saham-saham perusahaan teknologi (seperti Microsoft dan Tesla) melonjak gembira setelah sempat lesu di awal tahun. Namun di sisi lain timbangan, saham-saham perusahaan minyak raksasa seperti Exxon dan Chevron justru terjun bebas. Kenapa? Karena selama ini harga saham mereka 'menumpang' pada ketakutan pasar akan perang. Ketika aroma damai mulai tercium, harga minyak dunia pun merosot tajam, membawa serta keuntungan perusahaan-perusahaan tersebut.

Next Earnings (Laporan Keuangan): 10 Juni 2026
Last Dividend Ex-Date: 9 April 2026 ($0.50 per kuartal)
52-Week Range: $121.24 - $345.72
Weekly Range: $140.04 - $184.55
Previous Close Price: $175.01 (17 April 2026)
September 2025, Oracle memiliki kontrak backlog (nilai total pesanan pelanggan yang belum terselesaikan) yang sangat besar (sekitar $450 - $550 miliar) dan separuhnya adalah dari OpenAI. Saham ORCL sempat naik 60% ke level harga tertinggi $328 - $346, ketika kerjasama pembangunan data center AI dengan OpenAI, Meta, Nvidia, dll. Terjalin saat itu.
Kemudian di awal Februari 2026, saham sempat turun hingga hampir 58 - 60% dari level tersebut (harga turun ke kisaran $136 - $160) karena Kekhawatiran โAI bubbleโ dan risiko jika OpenAI kesulitan bayar (OpenAI masih merugi sampai sekarang).
Kenaikan minggu ini telah membantu mempersempit penurunan tersebut menjadi sekitar 46%, dengan beberapa kesepakatan baru, produk AI, dan upaya untuk memangkas biaya membantu meredakan beberapa kekhawatiran yang telah membebani saham tersebut.
ORCL sendiri sempat melejit hampir 13% dalam satu hari pada Senin, 13 April karena rebound sektor software & tech secara keseluruhan, serta pengumuman AI-powered offerings di Customer Edge Summit. Oracle menyoroti kemampuan AI baru mereka, terutama untuk sektor utilitas (listrik & gas). Salah satu highlightnya adalah program AI Oracle (melalui platform Opower) yang membantu pelanggan residensial menghemat $369 juta pada tagihan listrik dan gas sepanjang tahun 2025. Pengumuman ini memperkuat persepsi bahwa AI bukan hanya ancaman, melainkan juga peluang bisnis nyata yang sudah memberikan hasil terukur.
Walaupun ORCL ditutup merah di hari Jumat 17 April, secara performance mingguan ORCL tetap mengalami lonjakan spektakuler sekitar 24 - 25%. Saham ini berhasil rebound tajam sejak awal pekan, terutama setelah pengumuman AI untuk sektor utilitas dan perluasan kerjasama infrastruktur data center.

Next Earnings (Laporan Keuangan): 22 April 2026
Dividend Ex-Date: N/A (Tesla tidak membagikan dividen)
52-Week Range: $222.79 - $498.83
Weekly Range: $348.41 - $409.13
Previous Close Price: $400.42 (17 April 2026)
Pada Kamis malam, Reuters melaporkan bahwa Tesla berencana merekrut insinyur chip (chip engineer) di Taiwan untuk mempercepat pembangunan pabrik chip AI sendiri yang disebut Terafab. Hal ini menjadi penting karena mayoritas talenta berpengalaman di bidang fabrikasi chip canggih (advanced chipmaking) berada di Taiwan, dan sebagian besar berasal dari TSMC (atau perusahaan dalam ekosistem TSMC), perusahaan pembuat chip kontrak terbesar di dunia yang berbasis di sana.
Pengumuman ini muncul setelah saham Tesla melonjak sepanjang minggu ini, didorong optimisme di sektor chip. Pada Rabu pagi 15 April waktu setempat, CEO Elon Musk mengklaim bahwa tim desain chip Tesla telah berhasil โtaping outโ AI5, tahap akhir proses desain chip generasi berikutnya. Chip AI5 ini dirancang untuk mendukung kendaraan listrik masa depan, klaster pelatihan AI skala besar, serta robot Optimus. Saham TSLA mengalami lonjakan signifikan setelah mengalami delapan minggu berturut-turut mengalami penurunan.
Meski beberapa analis menilai lonjakan tersebut masih bersifat teknikal dan sentiment-driven (karena desain chip belum masuk tahap produksi massal), momentum positif ini berhasil membawa Tesla berpotensi mengakhiri losing streak delapan minggunya dan ditutup lebih tinggi di akhir pekan ini. Selain itu, pasar juga mulai menantikan laporan keuangan kuartal pertama Tesla yang akan dirilis pada 22 April 2026, di mana investor berharap mendapat update lebih lanjut mengenai kemajuan FSD, rencana peluncuran Robotaxi di kota-kota baru, serta produksi Cybercab.

Next Earnings (Laporan Keuangan): 5 Mei 2026
Last Dividend Ex-Date: 27 April 1995
52-Week Range: $83.75 - $280.05
Weekly Range: $242.08 - $280.10
Previous Close Price: $278.23 (17 April 2026)
Pada Kamis 16 April lalu, analis Bernstein (Bernstein Research) meningkatkan target harga saham AMD dari $235 menjadi $265, sambil menyatakan bahwa mereka semakin โwarmingโ kepada perusahaan ini. Alasannya, AMD diuntungkan oleh kekuatan bisnis server CPU (terutama EPYC), termasuk kesepakatan baru dengan Meta untuk infrastruktur AI, meski rating tetap dijaga di level Market Perform.
AMD dan perusahaan chip AI lainnya diuntungkan dari sinyal bullish yang dikirim TSMC lewat laporan laba mereka 16 April lalu. Berita bagus dari hasil laporan keuangan Q1 TSMC tersebut berhasil mendorong kenaikan saham AMD sebesar 3.6% dalam sehari dan total kenaikan mingguan sebesar 15.53%.
2 poin penting yang juga turut mendorong lonjakan performa saham AMD adalah inference (penyimpulan) dan agentic AI (AI yang bisa bertindak secara mandiri). GPU flagship mendatang AMD, MI450, diharapkan menjadi lompatan besar bagi perusahaan, khususnya di bidang inference. AMD menggunakan desain chiplet yang memungkinkan kapasitas memori jauh lebih besar. Hal ini tidak hanya menekan biaya, tetapi juga meningkatkan performa inference secara signifikan. Dari segi agentic AI, ROCm (Radeon Open Compute), platform software open-source milik AMD, merupakan jawaban langsung dari CUDA, closed-source software platform milik Nvidia. Keunggulan utama ROCm adalah sifatnya yang fully open-source (dari driver sampai library) membuatnya bisa dimodifikasi, transparan, dan tidak bergantung vendor tunggal.
AMD juga memiliki peluang sangat besar di segmen data center CPU. Server rack yang ditujukan untuk agentic AI memerlukan rasio CPU-to-GPU yang jauh lebih tinggi, karena CPU dibutuhkan untuk menangani logika sequential dan interaksi dunia nyata yang kompleks. AMD adalah pemimpin di area ini dan sedang mengembangkan CPU berperforma tinggi khusus untuk kebutuhan agentic AI.

Next Earnings (Laporan Keuangan): 29 April 2026
Next Dividend Ex-Date: 21 Mei 2026
52-Week Range: $420.69 - $431.58
Weekly Range: $371.10 - $431.64
Previous Close Price: $422.76 (17 April 2026)
Sebenarnya selain Tesla, Microsoft adalah salah satu dari dua saham Magnificent Seven dengan performa terburuk sepanjang 2026, keduanya turun lebih dari 20% sejak awal tahun. Tapi justru itulah yang membuatnya menarik minggu ini. CEO Satya Nadella mengatakan bahwa bisnis AI perusahaan sudah "lebih besar daripada beberapa waralaba terbesar kamiโ.
Dengan fundamental yang sangat kuat dan peluang pertumbuhan jangka panjang yang menjanjikan di bidang AI, saham Microsoft (MSFT) tetap menjadi salah satu saham teknologi unggulan terbaik untuk dimiliki investor.
Saat ini, saham Microsoft diperdagangkan pada sekitar 24โ26 kali laba per saham (trailing P/E), yang relatif sejalan dengan rata-rata valuasi pasar secara keseluruhan. Valuasi ini jauh lebih menarik dibandingkan level premium yang biasanya dibayar untuk Microsoft di tahun-tahun sebelumnya. Stellantis dan Microsoft menandatangani kemitraan strategis 5 tahun untuk mempercepat transformasi digital Stellantis melalui AI, cybersecurity, dan engineering. Selain rebound teknikal & relief rally di sektor tech, kerjasama dengan Stellantis ini memberi katalis tambahan karena menunjukkan Azure dan AI Microsoft terus mendapatkan adopsi di industri otomotif skala besar.
Baru-baru ini Louisbourg Investments meningkatkan kepemilikan saham Microsoft sebesar 5% pada kuartal keempat menjadi 33.247 saham (sekitar $16,08 juta), menjadikan MSFT sebagai kepemilikan terbesar kedua perusahaan tersebut dengan sekitar 3% dari portofolionya. Microsoft kini diperdagangkan di valuasi terendah dalam hampir satu dekade berdasarkan trailing earnings, kesempatan langka yang menurut analis tidak akan datang sering. The Motley Fool Dengan Azure terus tumbuh dan earnings dijadwalkan 29 April 2026, pasar mulai melihat ulang saham ini sebagai deep value play di tengah rally risk-on. Motley Fool bahkan menyebut prediksi: "MSFT stock will soar after April 29."

Next Earnings (Laporan Keuangan): 30 April 2026
Next Dividend Ex-Date: N/A (Airbnb tidak membagikan dividen)
52-Week Range: $105.39 - $143.88
Weekly Range: $124.84 - $143.27
Previous Close Price: $141.57 (17 April 2026)
Laporan terbaru Airbnb memberi sinyal yang campuran tapi cenderung sehat: pendapatan tumbuh kuat, panduan pendapatan ke depan juga lebih baik dari perkiraan, tetapi laba per saham sempat meleset karena investasi dan biaya yang lebih tinggi.
Pertumbuhan nights booked dan experiences booked masih mendukung kenaikan pendapatan tanpa harus menaikkan biaya akuisisi pelanggan terlalu besar. Airbnb juga menampilkan margin EBITDA yang sehat dan free cash flow yang kuat, menjadikan model bisnisnya masih termasuk efisien. Selain itu, ekspansi produk seperti airport pickup, experiences, dan kemitraan layanan lain menunjukkan strategi untuk membuat pengguna lebih sering memakai aplikasi.
Secara fundamental, Airbnb menunjukkan potensi kuat dengan free cash flow margin 37,7%, dan earnings yang dijadwalkan 7 Mei 2026 diproyeksikan mencatatkan kenaikan EPS 25% year-over-year. Yahoo Finance Di lingkungan risk-on seperti minggu ini, saham consumer discretionary dengan pertumbuhan solid seperti ABNB menjadi sasaran favorit perputaran modal.
Saham Airbnb melompat di tengah membaiknya sentimen pasar, setelah Meta memperluas kemitraannya dengan Broadcom untuk chip AI, dan laporan rencana akuisisi Globalstar oleh Amazon memberikan sinyal bullish bagi industri internet secara luas. Lompatan saham bukan karena Airbnb mempunyai hubungan kerjasama langsung terkait teknologi apapun baik dengan Broadcom, Amazon ataupun Meta, melainkan karena pasar sedang masuk mode risk-on. Kabar kerjasama Meta - Broadcom memperkuat keyakinan bahwa belanja AI masih besar, sehingga investor lebih berani masuk ke saham teknologi secara umum. Airbnb sering diperlakukan sebagai saham platform internet/travel tech, jadi ketika sektor internet membaik, ABNB bisa ikut terdorong walau tidak ada berita khusus tentang perusahaan Airbnb sendiri.

Next Earnings (Laporan Keuangan): 16 Juli 2026
Next Dividend Ex-Date: N/A (Netflix tidak membagikan dividen)
52-Week Range: $75.01 - $134.12
Weekly Range: $95.05 - $108.91
Previous Close Price: $97.27 (17 April 2026)
Saham Netflix turun 9.7% di penutupan hari jumat kemarin karena pasar lebih fokus ke panduan kuartal 2 yang lebih lemah dari ekspektasi daripada hasil kuartal 1 yang sebenarnya bagus. Ironisnya, hal ini terjadi justru setelah Netflix melaporkan kinerja kuartal pertama yang sangat fantastis: mencetak pendapatan $12,25 miliar, jauh melampaui ekspektasi analis Wall Street. Pendapatan dan EPS Q1 melampaui perkiraan, tetapi proyeksi revenue, EPS, dan operating income untuk Q2 berada di bawah konsensus, sehingga investor membaca adanya perlambatan momentum.
Di pasar saham, ekspektasi masa depan seringkali lebih memengaruhi harga daripada kesuksesan di masa lalu. Netflix memproyeksikan pendapatan dan keuntungan untuk kuartal kedua nanti berada di bawah harapan pasar. Hal ini langsung memicu kekhawatiran investor mengenai melambatnya momentum pertumbuhan perusahaan. Netflix juga baru saja memutuskan menaikkan harga paket langganannya. Meski kurang menyenangkan bagi pelanggan, analis pasar melihat ini sebagai bentuk kepercayaan diri Netflix yang sangat tinggi terhadap kekuatan konten mereka.

Next Earnings (Laporan Keuangan): 1 Mei 2026
Last Dividend Ex-Date: 12 Februari 2026 ($1.03 per kuartal)
52-Week Range: $101.19 - $176.41
Weekly Range: $141.98 - $154.68
Previous Close Price: $146.51 (17 April 2026)
Menurut catatan dari Morgan Stanley pada 17 April, sektor energi (eksplorasi dan produksi) saat ini sedang "mengembalikan seluruh keuntungan yang mereka dapatkan di bulan Maret", dimana itu berarti banyak investor yang sudah untung bulan lalu memutuskan untuk menjual sahamnya secara bersamaan (profit taking) menjelang rilis laporan keuangan kuartal pertama perusahaan.
Meskipun saat ini ada ketegangan geopolitik di Selat Hormuz akibat konflik Iran, pasar merasa harga saham XOM sudah terlalu mahal. Beberapa analis (seperti BNP Paribas dan TD Cowen) menilai bahwa risiko pasokan dan tingginya harga minyak akibat perang sudah sepenuhnya tercermin dalam harga saham saat ini. Karena investor merasa tidak ada lagi "kejutan harga" ke atas, mereka memilih menarik dananya.
Secara spesifik, tepat pada hari Rabu (17 April), Morgan Stanley memangkas rekomendasi target harga untuk Exxon Mobil dari $172 turun menjadi $171. Penurunan target dari institusi besar ini seringkali memicu kepanikan kecil di kalangan investor ritel sehingga mereka ikut-ikutan menjual sahamnya. Ada juga berita bahwa pemerintah AS berencana menangguhkan "Jones Act" selama 30 hari. Kebijakan ini akan mengizinkan kapal tanker asing untuk mengangkut bahan bakar antar pelabuhan di Amerika Serikat. Hal ini merusak status quo pengiriman barang dan memengaruhi kondisi harga jual produsen energi domestik seperti Exxon Mobil.

Next Earnings (Laporan Keuangan): 1 Mei 2026
Last Dividend Ex-Date: 17 Februari 2026 ($1.78 per kuartal)
52-Week Range: $132.33 - $214.71
Weekly Range: $177.74 - $192.67
Previous Close Price: $183.99 (17 April 2026)
Reli sektor energi yang sebelumnya didorong oleh "premi perang" di Timur Tengah kini tampaknya sudah berakhir, di mana investor yang sempat menikmati rekor harga saham tertinggi pada Chevron (CVX) memutuskan untuk melakukan aksi ambil untung (profit taking) secara masif. Berakhirnya ketegangan geopolitik setelah Menteri Luar Negeri Iran mengumumkan pembukaan kembali Selat Hormuz membuat harga minyak mentah dunia (WTI) langsung anjlok lebih dari 10% ke level $84,68 per barel. Karena investor menyadari bahwa ancaman kelangkaan pasokan sudah hilang dan tidak ada lagi "premi ketakutan" yang bisa mendorong harga minyak lebih tinggi, mereka memilih untuk segera menarik dananya dari sektor ini.
Secara spesifik, pengumuman dibukanya kembali jalur perdagangan vital tersebut pada hari Jumat memicu kepanikan di kalangan investor ritel sehingga mereka ikut-ikutan melepas sahamnya. Situasi ini diperparah oleh berita bahwa pemerintah AS secara mendadak memberikan pelonggaran (waiver) sanksi selama satu bulan yang mengizinkan pembelian minyak Rusia yang sudah berada di laut. Kebijakan ini secara instan membanjiri pasar global dengan tambahan pasokan minyak, yang pada akhirnya memberikan tekanan ganda pada penurunan harga minyak dunia dan mengancam potensi pendapatan produsen energi raksasa seperti Chevron.

Next Earnings (Laporan Keuangan): 14 Juli 2026
Last Dividend Ex-Date: 6 Februari 2026 ($0.45 per kuartal)
52-Week Range: $63.40 - $97.76
Weekly Range: $80.14 - $86.71
Previous Close Price: $81.45 (17 April 2026)
Harapan tinggi investor terhadap raksasa perbankan menjelang rilis laporan keuangan kuartal pertama kini tampaknya harus pupus, di mana pemegang saham Wells Fargo (WFC) memutuskan untuk melakukan aksi jual masif yang membuat sahamnya anjlok 5%. Rilis kinerja pada hari Selasa menunjukkan bahwa bank ini gagal memenuhi ekspektasi Wall Street, dengan Pendapatan Bunga Bersih (NII) yang hanya tercatat $12,1 miliar (di bawah estimasi $12,3 miliar) dan total pendapatan yang juga meleset dari target. Karena investor menyadari bahwa margin keuntungan bank ternyata menipis di tengah suku bunga yang masih tinggi, mereka memilih untuk segera menarik dananya dari saham ini.
Secara spesifik, rilis kinerja yang berada di bawah ekspektasi tersebut memicu kepanikan di kalangan investor ritel sehingga mereka ikut-ikutan melepas sahamnya, sama sekali mengabaikan sentimen positif dari berhasil ditutupnya sanksi pengawasan (consent order) terakhir perusahaan oleh regulator. Situasi ini diperparah oleh peringatan langsung dari manajemen bahwa konflik Timur Tengah telah membuat pengeluaran konsumen untuk bensin melonjak 25% hingga 30%. Sentimen ini secara instan memicu ketakutan akan melemahnya daya beli masyarakat dalam beberapa bulan ke depan, yang pada akhirnya memberikan tekanan ganda pada prospek bisnis Wells Fargo mengingat lebih dari 40% pendapatan mereka sangat bergantung pada kesehatan finansial konsumen.

Next Earnings (Laporan Keuangan): 16 Juli 2026
Last Dividend Ex-Date: 15 April 2026 ($0.63 per kuartal)
52-Week Range: $93.92 - $139.06
Weekly Range: $93.87 - $102.43
Previous Close Price: $96.89 (17 April 2026)
Meskipun baru saja mencetak kinerja yang cukup memuaskan dengan meraup pendapatan sebesar $11,2 miliar di kuartal pertama, sedikit di atas estimasi analis, pemegang saham Abbott Laboratories (ABT) justru merespons dengan kekecewaan dan langsung melepas sahamnya hingga anjlok 6% pada hari Kamis. Penurunan ini didorong oleh kenyataan pahit bahwa manajemen perusahaan terpaksa memangkas target keuntungan (EPS) mereka untuk tahun 2026, turun signifikan dari estimasi awal $5,55 - $5,80 menjadi hanya $5,38 - $5,58 per saham. Investor menyadari bahwa penurunan target laba ini merupakan imbas langsung dari aksi akuisisi raksasa senilai kurang lebih $21 miliar terhadap perusahaan diagnostik kanker Exact Sciences.
Secara spesifik, penutupan kesepakatan akuisisi yang ternyata terjadi lebih cepat dari jadwal memaksa Abbott untuk menanggung utang lebih awal dari yang direncanakan. Hal ini secara instan memicu kekhawatiran karena akuisisi tersebut mengakibatkan efek dilusi saham sekitar $0,20 per lembar, yang berarti porsi keuntungan bagi para pemegang saham ritel saat ini menjadi "terencerkan" (berkurang). Situasi ini diperparah oleh melambatnya permintaan di segmen diagnostik virus pernapasan (turun 10%) dan tantangan volume penjualan pada segmen nutrisi, yang pada akhirnya memberikan tekanan ganda pada Abbott. Investor tampaknya lebih memilih untuk segera mengamankan dana mereka di tengah ketidakpastian proses integrasi ini, mengabaikan fakta bahwa akuisisi tersebut sebenarnya dirancang untuk memperkuat bisnis diagnostik kanker mereka di masa depan.
Pekan lalu sejatinya adalah cerminan sempurna dari pasar yang sedang belajar membaca ulang peta risiko globalnya. Reli tajam di kubu teknologi yang dipimpin Oracle, Tesla, AMD, Microsoft, dan Airbnb bukan semata-mata karena fundamental yang tiba-tiba berubah dalam seminggu, melainkan karena pasar sedang melepaskan tekanan yang selama ini menghimpit valuasi mereka. Sementara di sisi berlawanan, kejatuhan sektor energi dan beberapa saham defensif mengingatkan kita bahwa "premi ketakutan" yang menopang harga bisa menguap secepat berita damai itu sendiri muncul.
Copyright ยฉ 2026 Agrodana Futures
Disclaimer:
Artikel ini berupa pandangan Agrodana Research, Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan atau menjual market tertentu. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
Research & Analysis Agrodana Futures

Keterangan :
| Suggest : BUY on Dip Area : 85.00 โ 85.20 Target : 1) 86.20 2) 87.20 SL : 84.00 Alternatif : Follow BUY jika tembus 89.20 Switch to SELL jika tembus 80.00 Alternatif BUY: 80.55-84.68 Pantau geopolitik AS-Iran! |



Keterangan :
| Suggest : BUY on Dip (updates) Area : 4770.00 โ 4772.00 Target : 1) 4782.00 2) 4792.00 SL : 4760.00 (ideal 7-8 points di bawah 4758) Alternatif : Pertahankan/follow BUY jika tembus 4815 (updates) Switch to SELL jika tembus 4710 Opsi buy : 4710-4725 (trendline), 4554-4608 (coklat), 4350-4377 (orange) |
Copyright ยฉ 2026 Agrodana Futures
Disclaimer:
Artikel ini berupa pandangan Agrodana Research, Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan atau menjual market tertentu. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
Research & Analysis Agrodana Futures


Imbal hasil Treasury AS 10 tahun lanjut rebound, dan kali ini diikuti dengan USD yang juga menguat.ย Kondisi ini kurang menguntungkan bagi emas yang akhirnya menyerah dengan penutupan di bawah $4800.ย Premi risiko geopolitik sepertinya lebih cenderung membebani saat ini karena simpang siurnya informasi terkait diplomasi AS dan Iran, meskipun diakui beberapa poin sudah mencapai kesepakatan tertentu.ย Poin yang paling mendasar, yaitu senjata nuklir Iran justru masih berbeda pandangan sehingga akan sulit untuk dipenuhi.
Headline tentang geopolitik terus bergulir, dan informasi yang muncul cenderung beragam. Tanda-tanda awal redanya ketegangan juga diimbangi dengan risiko yang masih mengancam terhadap rute-rute pelayaran utama.
Copyright ยฉ 2026 Agrodana Futures
Disclaimer:
Artikel ini berupa pandangan Agrodana Research, Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan atau menjual market tertentu. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
Research & Analysis Agrodana Futures



