logo agrodana futures official
Buka Akun

TOP GAINERS

TOP LOSERS

Pekan ini pasar saham AS menunjukkan divergensi tajam antar sektor. Saham teknologi dan AI infrastructure jadi motor utama penguatan, dengan Meta, Nvidia, dan Cisco kompak melesat berkat ekspansi belanja modal AI dan proyeksi earnings yang solid. Di sisi lain, saham consumer defensive dan sektor yang terlalu mahal valuasinya justru tertekan, tercermin dari koreksi tajam Intel dan pelemahan Pepsi maupun Merck menjelang musim laporan keuangan berikutnya.

1. Meta Platforms, Inc.ย (#META) ย +16.39%

logo meta 1280x300

Next Earnings (Laporan Keuangan): 29 Juli 2026
Last Dividend Ex-Date: 15 Juni 2026 ($0.5250)
52-Week Range: $520.26 - $796.25
Weekly Range: $580.23 - $677.80
Previous Close Price: $668.70 (10 Juli 2026)

Meta melesat signifikan setelah mengumumkan rencana memproduksi chip AI sendiri untuk mengurangi ketergantungan pada Nvidia dan AMD, didukung investasi data center senilai CAD 9.1 miliar dan target kapasitas compute 14 GW pada 2027. Analis tetap bullish dengan target harga bervariasi antara $700 hingga $945, meski JP Morgan sempat melakukan downgrade dan tercatat aksi jual insider oleh COO Javier Olivan senilai lebih dari $3 juta.

2. Nvidia Corporation (#NVDA) +8.18%

logo nvidia 1280x300

Next Earnings (Laporan Keuangan): 26 Agustus 2026
Last Dividend Ex-Date: 11 Mei 2026 ($0.25)
52-Week Range: $162.02 - $236.54
Weekly Range: $191.09 - $210.84
Previous Close Price: $210.74 (10 Juli 2026)

Penguatan Nvidia ditopang permintaan AI infrastructure yang terus tumbuh, termasuk perluasan kemitraan dengan Palantir untuk pengembangan model AI custom. Valuasi saham ini justru makin menarik karena P/E ratio turun dari 48.89x menjadi 31.71x, sementara margin operasional tetap kuat di 64.02%, menegaskan efisiensi bisnis di tengah ekspansi agresif.

3. Cisco Systems, Inc.ย (#CSCO) +6.84%

logo cisco 1280x300

Next Earnings (Laporan Keuangan): 12 Agustus 2026
Last Dividend Ex-Date: 6 Juli 2026 ($0.42)
52-Week Range: $65.75 - $130.37
Weekly Range: $111.68 - $121.55
Previous Close Price: $121.37 (10 Juli 2026)

Cisco diuntungkan sentimen positif menjelang rilis laporan keuangan, dengan analis menaikkan estimasi earnings growth fiskal 2026 menjadi 12.3%. Kontrak senilai $230 juta dengan Angkatan Darat AS dan kemitraan dengan Rafay Systems untuk memperkuat infrastruktur AI cloud menjadi katalis tambahan yang memperkuat kepercayaan pasar.

4. QUALCOMM Incorporatedย (#QCOM) +10.17%

logo qualcomm 1280x300

Next Earnings (Laporan Keuangan): 29 Juli 2026
Next Dividend Ex-Date: 4 Juni 2026 ($0.92)
52-Week Range: $121.99 - $259.92
Weekly Range: $179.19 - $196.04
Previous Close Price: $189.23 (10 Juli 2026)

Qualcomm melanjutkan strategi diversifikasi ke sektor otomotif dan AI, dengan pendapatan otomotif mencapai $1.33 miliar pada Q2 FY2026, naik 38% year over year dan berambisi menembus $6 miliar annualized revenue. Valuasi saham juga makin murah setelah P/E ratio turun tajam dari 34.90x ke 13.67x, meski pertumbuhan earnings kuartalan sempat melambat.

5. Chevron Corporationย (#CVX) +7.67%

logo chevron 1280x300

Next Earnings (Laporan Keuangan): 31 Juli 2026
Last Dividend Ex-Date: 19 Mei 2026 ($1.78)
52-Week Range: $146.49 - $214.71
Weekly Range: $167.18 - $178.64
Previous Close Price: $176.37 (10 Juli 2026)

Kenaikan Chevron didorong lonjakan harga minyak akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah, ditambah kemitraan 20 tahun dengan Microsoft untuk proyek energi AI bertajuk Project Kilby. Namun perlu dicatat, ROA perusahaan justru turun ke 3.85% dari 5.39% dan payout ratio dividen sudah melampaui 122%, sinyal tekanan pada keberlanjutan pembagian dividen ke depan.

1. Intel Corporationย (#INTC) -12.11%

logo intel 1280x300

Next Earnings (Laporan Keuangan): 23 Juli 2026
Last Dividend Ex-Date: 7 Agustus 2024
52-Week Range: $18.97 - $142.35
Weekly Range: $104.42 - $127.36
Previous Close Price: $109.86 (10 Juli 2026)

Koreksi tajam Intel terjadi setelah reli luar biasa sepanjang 2026 membuat valuasinya jauh melampaui fundamental, saat ini diperdagangkan di 100 kali forward earnings dibanding TSMC yang hanya 27.5 kali. Skeptisisme pasar terhadap rencana turnaround senilai $200 miliar juga meningkat karena perusahaan masih belum profitable secara GAAP, memicu aksi profit taking besar-besaran dari investor.

2. Netflix, Inc.ย (#NFLX) -4.86%

logo netflix 1280x300

Next Earnings (Laporan Keuangan): 16 Juli 2026
Next Dividend Ex-Date: N/A (Netflix Tidak Membagikan Dividen)
52-Week Range: $70.86 - $127.75
Weekly Range: $72.46 - $77.82
Previous Close Price: $73.33 (10 Juli 2026)

Pelemahan Netflix dipicu kekhawatiran soal retensi penonton, dengan laporan menunjukkan sejumlah serial andalan kehilangan 30 hingga 70% audiens antar musim. Manajemen dikabarkan mempertimbangkan bundling live TV dan streaming sebagai strategi baru, sementara ketidakpastian menjelang laporan keuangan Q2 pada 16 Juli turut menambah tekanan jual.

3. PepsiCo Inc. (#PEP) ย -4.71%

logo pepsi 1280x300

Next Earnings (Laporan Keuangan): 8 Oktober 2026
Last Dividend Ex-Date: 5 Juni 2026 ($1.84)
52-Week Range: $133.75 - $171.48
Weekly Range: $134.87 - $149.13
Previous Close Price: $137.43 (10 Juli 2026)

Pepsi tertekan setelah Citi menurunkan rating menjadi Neutral akibat pelemahan berkelanjutan di segmen North America Foods. Meski begitu, sejumlah bank besar seperti Deutsche Bank, UBS, dan JP Morgan tetap mempertahankan rating positif dengan alasan kinerja internasional Pepsi masih jadi penopang utama di tengah tantangan domestik.

4. GE Aerospaceย (#GE) ย -4.70%

logo ge aerospace 1280x300

Next Earnings (Laporan Keuangan): 16 Juli 2026
Last Dividend Ex-Date: 6 Juli 2026 ($0.47)
52-Week Range: $251.40 - $382.97
Weekly Range: $352.57 - $380.32
Previous Close Price: $359.41 (10 Juli 2026)

Pelemahan GE Aerospace pekan ini belum memiliki katalis spesifik yang terkonfirmasi dari sumber data yang tersedia. Secara historis, saham ini cenderung sensitif terhadap sentimen di rantai pasok penerbangan dan volatilitas pasar secara umum, sehingga penurunan kali ini kemungkinan lebih mencerminkan aksi profit taking pasca reli sebelumnya ketimbang perubahan fundamental bisnis.

5. Merck & Co., Inc.ย (#MRK) ย -4.50%

logo merck 1280x300

Next Earnings (Laporan Keuangan): 4 Agustus 2026
Next Dividend Ex-Date: 15 Juni 2026 ($0.85)
52-Week Range: $76.66 - $130.29
Weekly Range: $122.91 - $129.73
Previous Close Price: $123.48 (10 Juli 2026)

Merck melemah menjelang laporan keuangan yang dijadwalkan rilis 4 Agustus 2026, dengan analis memproyeksikan EPS turun tajam 42.43% year over year. Di sisi lain, persetujuan FDA terbaru untuk KEYTRUDA sebagai terapi kanker kandung kemih invasif jadi katalis positif jangka panjang, meski risiko penurunan penjualan GARDASIL dan potensi hilangnya eksklusivitas KEYTRUDA tetap jadi perhatian analis ke depan.


Wall Street pekan ini kembali menegaskan bahwa narasi AI infrastructure masih jadi penggerak utama sentimen pasar, sementara saham dengan valuasi terlalu mahal atau menghadapi tekanan fundamental jangka pendek rentan dikoreksi tajam meski sektor secara umum menguat. Musim laporan keuangan yang akan datang berpotensi menjadi katalis penentu arah lanjutan, terutama bagi saham consumer defensive dan kesehatan yang tengah tertekan.

Semua saham yang disebutkan dalam artikel ini tersedia untuk diperdagangkan sebagai CFD di Agrodana Futures.


cfd saham us 1920x1080 (1)

TOP GAINERS

TOP LOSERS

Pekan 15 - 19 Juni di Wall Street kembali menyoroti betapa kuatnya pengaruh narasi kecerdasan buatan (AI) dan dinamika sektor teknologi, namun dengan penyebaran sentimen yang mulai terpecah. Di satu sisi, produsen cip dan infrastruktur perangkat keras panen sentimen positif berkat kabar kemitraan strategis dan kuatnya permintaan pasar. Di sisi lain, beberapa raksasa perangkat lunak dan sektor energi justru mendapat tekanan jual akibat kekhawatiran seputar valuasi, retensi talenta, hingga fluktuasi harga komoditas. Pasar saat ini bergerak sangat cermat, memberikan penghargaan tinggi pada perusahaan dengan kejelasan katalis pertumbuhan, dan langsung menghukum emiten yang dibayangi ketidakpastian jangka pendek.

1. Intel Corporation (#INTC) ย 14.08%

logo intel 1280x300

Next Earnings (Laporan Keuangan): 23 Juli 2026
Last Dividend Ex-Date: 7 Agustus 2024
52-Week Range: $18.97 - $135.52
Weekly Range: $117.04 - $135.52
Previous Close Price: $133.96 (19 Juni 2026)

Saham Intel melonjak tajam memimpin deretan gainers pekan lalu, didorong oleh pengumuman dari Presiden Trump mengenai potensi kemitraan manufaktur cip dengan Apple. Kabar strategis ini, ditambah dengan sentimen positif atas kemajuan teknologi cip 18A-P milik Intel yang diklaim memiliki peningkatan performa 9%, berhasil mendongkrak optimisme investor secara masif. Apresiasi dari pengamat pasar mengenai penyelesaian masalah di unit manufaktur (foundry) juga semakin memperkuat keyakinan bahwa Intel siap mengkapitalisasi tingginya permintaan pasar.

2. QUALCOMM Incorporated (#QCOM) +12.16%

logo qualcomm 1280x300

Next Earnings (Laporan Keuangan): 29 Juli 2026
Last Dividend Ex-Date: 4 Juni 2026 ($0.92)
52-Week Range: $121.99 - $259.92
Weekly Range: $212.62 - $231.08
Previous Close Price: $226.40 (19 Juni 2026)

Qualcomm mencatatkan kenaikan impresif sejalan dengan menguatnya sektor semikonduktor secara keseluruhan. Peluncuran platform Snapdragon C yang menargetkan pasar laptop kelas pemula (entry-level) berhasil memicu ketertarikan investor terhadap potensi ekspansi perusahaan di luar cip ponsel pintar. Meskipun sejumlah analis memberi peringatan mengenai potensi valuasi yang sudah terlampau tinggi dan proyeksi penurunan pendapatan kuartalan, momentum positif dari tingginya permintaan perangkat keras AI di pasar masih menjadi pendorong utama aksi beli saham ini.

3. Caterpillar Inc. (#CAT) +8.41%

logo caterpillar 1280x300

Next Earnings (Laporan Keuangan): 4 Agustus 2026
Next Dividend Ex-Date: 20 Juli 2026 ($1.63)
52-Week Range: 357.73 - $994.49
Weekly Range: $927.95 - $993.98
Previous Close Price: $981.24 (19 Juni 2026)

Meski lebih dikenal sebagai perusahaan alat berat konvensional, Caterpillar sukses menarik minat beli pekan lalu berkat posisinya yang tak terduga diuntungkan oleh tren teknologi. Pertumbuhan saham ini ditopang oleh rekor antrian pesanan (backlog) senilai $63 miliar, yang pertumbuhannya ikut didorong oleh tingginya permintaan infrastruktur pembangunan pusat data (data center). Walaupun ada peringatan analis mengenai valuasi yang mahal, momentum harga yang kuat menunjukkan bahwa investor sangat mengapresiasi efisiensi dan posisi dominan Caterpillar di sektor industri.

4. Airbnb, Inc. (#ABNB) +7.50%

logo airbnb 1280x300

Next Earnings (Laporan Keuangan): 5 Agustus 2026
Last Dividend Ex-Date: N/A - (AirBnb tidak membagikan dividen)
52-Week Range: $110.81 - $147.25
Weekly Range: $135.85 - $143.81
Previous Close Price: $142.06 (19 Juni 2026)

Jelang rilis laporan keuangan terbarunya, saham Airbnb bergerak positif didorong oleh antisipasi investor terhadap kuatnya pertumbuhan perusahaan, dengan proyeksi laba per saham (EPS) yang diperkirakan naik lebih dari 15%. Walaupun perusahaan saat ini sedang dihadapkan pada tantangan pengetatan regulasi sewa jangka pendek di tingkat pemerintahan kota, sentimen pemesanan yang kuat membuat pasar tetap optimis. Kenaikan harga ini mencerminkan keyakinan investor terhadap dominasi model bisnis Airbnb meskipun valuasinya dinilai cukup premium.

5. Advanced Micro Devices, Inc.ย (#AMD) +7.42%

logo amd 1280x300

Next Earnings (Laporan Keuangan): 4 Agustus 2026
Last Dividend Ex-Date: 27 April 1995
52-Week Range: $126.82 - $558.37
Weekly Range: $507.38 - $558.37
Previous Close Price: $536.80 (19 Juni 2026)

Saham AMD terus menunjukkan keperkasaannya dengan merespons positif laporan pendapatan dari mitra manufaktur utamanya, TSMC, yang mencetak lonjakan pendapatan tahunan sebesar 41%. Selain sentimen dari TSMC, langkah AMD mengamankan kemitraan dengan Rackspace Technology untuk membangun komputasi AI berkapasitas 30 megawatt semakin memperkokoh posisi perusahaan di pasar cip AI. Kuatnya minat beli ini sukses menutupi kekhawatiran sebagian pihak mengenai tingginya rasio harga saham terhadap laba (P/E) yang kini berada di angka 169 kali.

1. ย International Business Machines Corporation (#IBM) -10.47%

logo ibm 1280x300

Next Earnings (Laporan Keuangan): 22 Juli 2026
Last Dividend Ex-Date: 8 Mei 2026 ($1.69)
52-Week Range: $212.34 - $332.46
Weekly Range: $243.66 - $276.66
Previous Close Price: $249.73 (19 Juni 2026)

IBM memimpin pelemahan pekan kemarin setelah mengalami rentetan aksi jual akibat perdebatan pasar mengenai valuasi sahamnya. Walaupun perusahaan memiliki fundamental yang cukup solid, meluncurkan alat keamanan siber baru, dan mencatat pertumbuhan pendapatan hampir 10% di kuartal pertama, banyak investor memilih untuk mengamankan keuntungan (profit taking). Penurunan tajam ini lebih mencerminkan sikap kehati-hatian pelaku pasar terhadap harga sahamnya saat ini, meski prospek jangka panjang IBM di ranah hybrid cloud dan AI masih dipandang cerah.

2. Salesforce, Inc. (#CRM) -7.87%

salesforce logo 1280x300

Next Earnings (Laporan Keuangan): 2 September 2026
Last Dividend Ex-Date: 11 Juni 2026 ($0.44)
52-Week Range: $149.75 - $276.80
Weekly Range: $149.75 - $169.75
Previous Close Price: $151.76 (19 Juni 2026)

Raksasa perangkat lunak Salesforce harus melewati pekan yang berat setelah keputusannya mengakuisisi perusahaan AI, Fin, senilai $3,6 miliar memicu kekhawatiran investor terkait potensi tertekannya marjin keuntungan operasional. Sentimen negatif ini semakin diperburuk oleh kabar hilangnya hampir 100 karyawan bertalenta mereka yang dibajak oleh perusahaan pesaing seperti OpenAI dan Anthropic. Kondisi tersebut membuat pasar memfokuskan perhatian pada tingginya risiko retensi talenta dan ketatnya persaingan integrasi AI di ranah layanan perangkat lunak.

3. Comcast Corporation (#CMCSA)ย -6.30%

logo comcast corporation 1280x300

Next Earnings (Laporan Keuangan): 23 Juli 2026
Next Dividend Ex-Date: 1 Juli 2026 ($0.33)
52-Week Range: $22.40 - $34.36
Weekly Range: $22.40 - $24.70
Previous Close Price: $22.49 (19 Juni 2026)

Berbeda dengan indeks saham yang mayoritas menguat, Comcast justru tertekan oleh lesunya tren pelanggan layanan internet broadband domestik mereka yang memicu keraguan pasar terhadap kemampuan perusahaan mencetak arus kas bebas. Meskipun Comcast mencoba berekspansi dengan meluncurkan layanan keamanan siber untuk bisnis kecil dengan tarif berlangganan bulanan, sentimen pasar menjelang rilis laporan laba rugi yang diprediksi mencatatkan penurunan pendapatan, membuat investor bersikap defensif dan melepas kepemilikan saham mereka.

4. Chevron Corporation (#CVX) ย -6.14%

logo chevron 1280x300

Next Earnings (Laporan Keuangan): 31 Juli 2026
Last Dividend Ex-Date: 19 Mei 2026 ($1.78)
52-Week Range: $142.40 - $214.71
Weekly Range: $172.24 - $181.73
Previous Close Price: $173.70 (19 Juni 2026)

Pergerakan harga Chevron terseret oleh sentimen negatif yang melanda sektor energi secara luas akibat meredanya ketegangan geopolitik (khususnya di Selat Hormuz) yang berisiko menstabilkan dan menekan harga minyak dunia. Menariknya, koreksi harga saham ini terjadi justru pada saat Chevron mengumumkan langkah strategis mengakuisisi 70% hak partisipasi di Blok 10 Yunani untuk memperluas eksplorasi laut dalam. Pasar tampaknya lebih bereaksi pada ketakutan terhadap dinamika harga komoditas energi jangka pendek dibandingkan prospek ekspansi perusahaan.

5. Eli Lilly and Company (#LLY) ย -5.51%

eli lilly logo 1280x300

Next Earnings (Laporan Keuangan): 5 Agustus 2026
Last Dividend Ex-Date: 15 Mei 2026 ($1.73)
52-Week Range: $623.78 - $1182.73
Weekly Range: $1087.84 - $1145.86
Previous Close Price: $1100.76 (19 Juni 2026)

Saham perusahaan farmasi Eli Lilly mengalami pelemahan seiring dengan munculnya kekhawatiran investor mengenai potensi kebijakan pengetatan harga obat-obatan jelang rilis laporan kuartal kedua mereka. Ketergantungan besar perusahaan pada kesuksesan obat penurun berat badan (GLP-1), yang menyumbang 65% dari pendapatan kuartal pertama mereka, membuat saham ini sangat sensitif terhadap isu regulasi. Meskipun perusahaan baru saja menaikkan target pedoman pendapatan tahunannya, koreksi harga ini adalah murni langkah antisipasi pasar terhadap risiko kebijakan di sektor kesehatan.


Dinamika pasar pekan ketiga bulan Juni ini memberikan pandangan yang jelas bahwa sentimen makroekonomi tidak selalu direspons secara seragam oleh semua lini bisnis. Emiten pembuat perangkat keras seperti Intel dan AMD mendapatkan limpahan dana yang sangat besar berkat permintaan utilitas kecerdasan buatan, sementara perusahaan besar di sektor perangkat lunak dan energi seperti Salesforce dan Chevron justru dihukum pasar karena kekhawatiran efisiensi biaya dan isu operasional. Ke depannya, pergerakan indeks akan sangat bergantung pada seberapa transparan emiten dalam menjaga stabilitas arus kas di tengah agresifnya tren belanja inovasi teknologi.

Semua saham yang disebutkan dalam artikel ini tersedia untuk diperdagangkan sebagai CFD di Agrodana Futures.


cfd saham us 1920x1080 (1)

Sorotan utama di Wall Street Jumat pekan depan adalah Raksasa Teknologi dan Energi. Para pelaku pasar menantikan rilis kinerja kuartal pertama tahun 2026 dari perusahaan-perusahaan berkapitalisasi raksasa tersebut. Pada akhir April hingga awal Mei ini, perhatian tertuju pada dua sektor yang memiliki dinamika bertolak belakang: teknologi dan energi. Apple Inc. (AAPL) akan melaporkan kinerjanya di tengah transisi kepemimpinan dan perlombaan infrastruktur kecerdasan buatan (AI), sementara Chevron Corporation (CVX) dan ExxonMobil Corporation (XOM) bersiap merilis laporan di tengah volatilitas harga minyak mentah global yang dipicu oleh ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Bagi para trader CFD, momen rilis laporan keuangan ini bukan sekadar tentang angka laba atau rugi masa lalu, melainkan tentang panduan (guidance) ke depan yang sering kali memicu pergerakan harga yang signifikan. Sektor teknologi saat ini sedang diuji oleh valuasi yang tinggi dan ekspektasi pertumbuhan AI yang masif, sedangkan sektor energi mendapat angin segar dari kenaikan harga minyak Brent yang sempat menyentuh level $103 per barel akibat kekhawatiran gangguan pasokan di Selat Hormuz. Rotasi modal antara saham growth dan value membuat kuartal ini menjadi arena yang sangat dinamis. Artikel ini akan membedah analisis fundamental dari keempat emiten tersebut secara berimbang, menyoroti katalis positif maupun risiko yang membayangi.

1. Apple Inc. (#AAPL)

logo apple 1280x300

Company Name: Caterpillar Inc. (CAT)
Ticker & Market: $CAT - NYSE
Sector & Industry: Technology - Consumer Electronics
Headquarters: Cupertino, California, USA
Market Cap: US$3.91T
Trailing P/E (valuasi berdasarkan laba 12 bulan terakhir): 33.69
Forward P/E (valuasi berdasarkan proyeksi laba 12 bulan ke depan): 31.15
P/E Growth Ratio (5yr expected): 2.40

Apple memasuki periode laporan keuangan kuartal kedua tahun fiskal 2026 dengan sorotan utama pada transisi kepemimpinan bersejarah. Tim Cook telah mengumumkan rencananya untuk mundur sebagai CEO pada 1 September 2026 dan beralih menjadi Executive Chairman, menyerahkan tongkat estafet kepada John Ternus, kepala rekayasa perangkat keras Apple saat ini. Pasar merespons transisi ini dengan cukup positif, mengingat Ternus dianggap sebagai sosok yang tepat untuk menjaga kontinuitas inovasi produk. Dari sisi kinerja, konsensus analis memperkirakan Apple akan mencetak Laba Per Saham (EPS) sebesar $1.94, yang mencerminkan pertumbuhan lebih dari 17% secara tahunan, didorong oleh siklus penjualan iPhone 17 yang kuat serta pertumbuhan pendapatan layanan (services) yang stabil di kisaran 14%.

Namun, di balik optimisme tersebut, Apple menghadapi sejumlah tantangan fundamental yang tidak bisa diabaikan. Saham AAPL telah mengalami koreksi sekitar 13.8% dari level tertingginya di bulan Desember, sebagian besar disebabkan oleh persepsi bahwa perusahaan ini tertinggal dari para pesaingnya dalam memonetisasi kecerdasan buatan (AI). Selain itu, valuasi Apple saat ini tergolong premium dengan rasio P/E di atas 34x, yang membuatnya rentan terhadap aksi jual jika panduan ke depan mengecewakan. Ketidakpastian makroekonomi, masalah rantai pasokan, serta ketegangan geopolitik yang dapat mempengaruhi penjualan di pasar utama seperti Tiongkok, tetap menjadi risiko downside yang membayangi pergerakan harga sahamnya menjelang rilis laporan pada 30 April mendatang.

2. Chevron Corporation (#CVX)

logo chevron 1280x300

Company Name: Caterpillar Inc. (CAT)
Ticker & Market: $CAT - NYSE
Sector & Industry: Energy - Oil & Gas Integrated
Headquarters: Houston, Texas, USA
Market Cap: US$370.45B
Trailing P/E (valuasi berdasarkan laba 12 bulan terakhir): 28.05
Forward P/E (valuasi berdasarkan proyeksi laba 12 bulan ke depan): 19.38
P/E Growth Ratio (5yr expected): 1.15

Chevron bersiap merilis laporan keuangan kuartal pertamanya pada 1 Mei dengan fundamental jangka panjang yang sangat solid. Perusahaan energi raksasa ini berhasil mencetak rekor produksi di cekungan Permian yang mencapai 1 juta barel setara minyak per hari, serta terus menikmati margin tinggi dari proyek-proyek strategis seperti Tengiz di Kazakhstan dan akuisisi Hess yang membuka akses ke blok Stabroek di Guyana. Selain itu, program efisiensi biaya Chevron berjalan melampaui ekspektasi, dengan target penghematan yang ditingkatkan menjadi $3 hingga $4 miliar pada akhir 2026. Sebagai Dividend Aristocrat yang telah menaikkan dividen selama 39 tahun berturut-turut, imbal hasil dividen Chevron yang mendekati 3.9% memberikan bantalan pengaman yang menarik bagi investor di tengah ketidakpastian pasar.

Kendati demikian, prospek jangka pendek Chevron dibayangi oleh sejumlah kendala operasional dan volatilitas komoditas. Manajemen telah memberikan panduan awal bahwa kuartal pertama 2026 akan terdampak oleh efek waktu (timing effects) negatif sebesar $2.7 hingga $3.7 miliar pada pendapatan, serta arus kas keluar modal kerja hingga $4 miliar. Insiden kerusakan fasilitas Wheatstone LNG di Australia akibat siklon tropis pada awal April juga menyoroti risiko operasional yang dapat menekan margin. Meskipun harga minyak mentah Brent sempat melonjak akibat ketegangan di Timur Tengah, koreksi harga minyak yang tajam dapat dengan cepat menggerus proyeksi arus kas bebas perusahaan, mengingat sifat bisnisnya yang sangat bergantung pada siklus komoditas.

3. Exxon Mobil Corporation (#XOM)

logo exxon mobile 1280x300

Company Name: ExxonMobil Corporation (XOM)
Ticker & Market: $XOM - NYSE
Sector & Industry: Energy - Oil & Gas Integrated
Headquarters: Spring, Texas, USA
Market Cap: US$613.84B
Trailing P/E (valuasi berdasarkan laba 12 bulan terakhir): 22.04
Forward P/E (valuasi berdasarkan proyeksi laba 12 bulan ke depan): 14.49
P/E Growth Ratio (5yr expected): 1.35

ExxonMobil memasuki musim laporan keuangan dengan rekam jejak produksi yang luar biasa. Pada tahun sebelumnya, perusahaan mencatatkan tingkat produksi tertinggi dalam lebih dari 40 tahun, mencapai 4.7 juta barel setara minyak per hari, didorong oleh rekor di cekungan Permian dan pertumbuhan pesat di Guyana. Sinergi dari integrasi akuisisi Pioneer Natural Resources terbukti sangat sukses, menghasilkan penghematan tahunan sekitar $4 miliar, dua kali lipat dari estimasi awal. Dengan aset-aset utama yang berada di ujung bawah kurva biaya global, ExxonMobil memiliki kemampuan untuk menghasilkan arus kas bebas yang kuat bahkan jika harga minyak mengalami moderasi. Lonjakan harga minyak mentah baru-baru ini akibat konflik geopolitik juga diperkirakan akan memberikan dorongan signifikan pada laba kuartal pertama yang akan dirilis pada 1 Mei.

Namun, laporan kuartal pertama ini tidak lepas dari tantangan. ExxonMobil memperkirakan adanya penurunan produksi kuartalan sekitar 6% akibat gangguan di Timur Tengah, yang mempengaruhi sekitar 20% dari total output global perusahaan. Selain itu, fluktuasi harga komoditas yang tajam pada awal tahun diperkirakan akan menciptakan efek waktu negatif sebesar $3.5 hingga $4.9 miliar pada segmen Produk Energi, yang dapat menekan hasil pelaporan standar (GAAP). Valuasi saham yang telah menguat lebih dari 57% dalam 12 bulan terakhir juga membuat XOM rentan terhadap aksi ambil untung (profit taking) jika manajemen memberikan panduan produksi atau belanja modal yang kurang memuaskan bagi ekspektasi pasar.


Jumat, 1 Mei nanti akan menjadi hari yang lumayan padat di Wall Street. Apple membawa kisah transisi kepemimpinan dan pertaruhan AI-nya, sementara Chevron dan ExxonMobil datang dengan amunisi produksi rekor namun tetap tersandera volatilitas komoditas. Satu benang merah yang menghubungkan ketiganya: guidance ke depan akan jauh lebih menentukan pergerakan harga daripada angka laba itu sendiri. Bagi trader CFD, momen ini adalah peluang sekaligus medan ranjau volatilitas tinggi membuka ruang profit, tapi juga memperbesar risiko jika posisi tidak dikelola dengan disiplin.


Informasi dalam artikel ini disusun untuk tujuan edukasi dan analisis pasar, bukan merupakan rekomendasi investasi. Pergerakan harga saham CFD sangat dipengaruhi oleh kondisi pasar yang dinamis, termasuk hasil laporan keuangan dan sentimen global. Pastikan setiap keputusan trading Anda didasarkan pada analisis mandiri dan manajemen risiko yang terukur.


cfd saham us 1920x1080 (1)

TOP GAINERS

TOP LOSERS

Pekan kemarin, bursa saham ibarat timbangan raksasa. Di satu sisi, harapan akan terciptanya perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran membuat saham-saham perusahaan teknologi (seperti Microsoft dan Tesla) melonjak gembira setelah sempat lesu di awal tahun. Namun di sisi lain timbangan, saham-saham perusahaan minyak raksasa seperti Exxon dan Chevron justru terjun bebas. Kenapa? Karena selama ini harga saham mereka 'menumpang' pada ketakutan pasar akan perang. Ketika aroma damai mulai tercium, harga minyak dunia pun merosot tajam, membawa serta keuntungan perusahaan-perusahaan tersebut.

1. Oracle Corporation (#ORCL)ย  +24.56%

logo oracle 1280x300

Next Earnings (Laporan Keuangan): 10 Juni 2026
Last Dividend Ex-Date: 9 April 2026 ($0.50 per kuartal)
52-Week Range: $121.24 - $345.72
Weekly Range: $140.04 - $184.55
Previous Close Price: $175.01 (17 April 2026)

September 2025, Oracle memiliki kontrak backlog (nilai total pesanan pelanggan yang belum terselesaikan) yang sangat besar (sekitar $450 - $550 miliar) dan separuhnya adalah dari OpenAI. Saham ORCL sempat naik 60% ke level harga tertinggi $328 - $346, ketika kerjasama pembangunan data center AI dengan OpenAI, Meta, Nvidia, dll. Terjalin saat itu.
Kemudian di awal Februari 2026, saham sempat turun hingga hampir 58 - 60% dari level tersebut (harga turun ke kisaran $136 - $160) karena Kekhawatiran โ€œAI bubbleโ€ dan risiko jika OpenAI kesulitan bayar (OpenAI masih merugi sampai sekarang).
Kenaikan minggu ini telah membantu mempersempit penurunan tersebut menjadi sekitar 46%, dengan beberapa kesepakatan baru, produk AI, dan upaya untuk memangkas biaya membantu meredakan beberapa kekhawatiran yang telah membebani saham tersebut.

ORCL sendiri sempat melejit hampir 13% dalam satu hari pada Senin, 13 April karena rebound sektor software & tech secara keseluruhan, serta pengumuman AI-powered offerings di Customer Edge Summit. Oracle menyoroti kemampuan AI baru mereka, terutama untuk sektor utilitas (listrik & gas). Salah satu highlightnya adalah program AI Oracle (melalui platform Opower) yang membantu pelanggan residensial menghemat $369 juta pada tagihan listrik dan gas sepanjang tahun 2025. Pengumuman ini memperkuat persepsi bahwa AI bukan hanya ancaman, melainkan juga peluang bisnis nyata yang sudah memberikan hasil terukur.

Walaupun ORCL ditutup merah di hari Jumat 17 April, secara performance mingguan ORCL tetap mengalami lonjakan spektakuler sekitar 24 - 25%. Saham ini berhasil rebound tajam sejak awal pekan, terutama setelah pengumuman AI untuk sektor utilitas dan perluasan kerjasama infrastruktur data center.

2. Tesla, Inc. (#TSLA) +14.78%

logo tesla 1280x300

Next Earnings (Laporan Keuangan): 22 April 2026
Dividend Ex-Date: N/A (Tesla tidak membagikan dividen)
52-Week Range: $222.79 - $498.83
Weekly Range: $348.41 - $409.13
Previous Close Price: $400.42 (17 April 2026)

Pada Kamis malam, Reuters melaporkan bahwa Tesla berencana merekrut insinyur chip (chip engineer) di Taiwan untuk mempercepat pembangunan pabrik chip AI sendiri yang disebut Terafab. Hal ini menjadi penting karena mayoritas talenta berpengalaman di bidang fabrikasi chip canggih (advanced chipmaking) berada di Taiwan, dan sebagian besar berasal dari TSMC (atau perusahaan dalam ekosistem TSMC), perusahaan pembuat chip kontrak terbesar di dunia yang berbasis di sana.
Pengumuman ini muncul setelah saham Tesla melonjak sepanjang minggu ini, didorong optimisme di sektor chip. Pada Rabu pagi 15 April waktu setempat, CEO Elon Musk mengklaim bahwa tim desain chip Tesla telah berhasil โ€œtaping outโ€ AI5, tahap akhir proses desain chip generasi berikutnya. Chip AI5 ini dirancang untuk mendukung kendaraan listrik masa depan, klaster pelatihan AI skala besar, serta robot Optimus. Saham TSLA mengalami lonjakan signifikan setelah mengalami delapan minggu berturut-turut mengalami penurunan.

Meski beberapa analis menilai lonjakan tersebut masih bersifat teknikal dan sentiment-driven (karena desain chip belum masuk tahap produksi massal), momentum positif ini berhasil membawa Tesla berpotensi mengakhiri losing streak delapan minggunya dan ditutup lebih tinggi di akhir pekan ini. Selain itu, pasar juga mulai menantikan laporan keuangan kuartal pertama Tesla yang akan dirilis pada 22 April 2026, di mana investor berharap mendapat update lebih lanjut mengenai kemajuan FSD, rencana peluncuran Robotaxi di kota-kota baru, serta produksi Cybercab.

3. Advanced Micro Devices, Inc. (#AMD) +13.54%

Cover AMD

Next Earnings (Laporan Keuangan): 5 Mei 2026
Last Dividend Ex-Date: 27 April 1995
52-Week Range: $83.75 - $280.05
Weekly Range: $242.08 - $280.10
Previous Close Price: $278.23 (17 April 2026)

Pada Kamis 16 April lalu, analis Bernstein (Bernstein Research) meningkatkan target harga saham AMD dari $235 menjadi $265, sambil menyatakan bahwa mereka semakin โ€œwarmingโ€ kepada perusahaan ini. Alasannya, AMD diuntungkan oleh kekuatan bisnis server CPU (terutama EPYC), termasuk kesepakatan baru dengan Meta untuk infrastruktur AI, meski rating tetap dijaga di level Market Perform.
AMD dan perusahaan chip AI lainnya diuntungkan dari sinyal bullish yang dikirim TSMC lewat laporan laba mereka 16 April lalu. Berita bagus dari hasil laporan keuangan Q1 TSMC tersebut berhasil mendorong kenaikan saham AMD sebesar 3.6% dalam sehari dan total kenaikan mingguan sebesar 15.53%.
2 poin penting yang juga turut mendorong lonjakan performa saham AMD adalah inference (penyimpulan) dan agentic AI (AI yang bisa bertindak secara mandiri). GPU flagship mendatang AMD, MI450, diharapkan menjadi lompatan besar bagi perusahaan, khususnya di bidang inference. AMD menggunakan desain chiplet yang memungkinkan kapasitas memori jauh lebih besar. Hal ini tidak hanya menekan biaya, tetapi juga meningkatkan performa inference secara signifikan. Dari segi agentic AI, ROCm (Radeon Open Compute), platform software open-source milik AMD, merupakan jawaban langsung dari CUDA, closed-source software platform milik Nvidia. Keunggulan utama ROCm adalah sifatnya yang fully open-source (dari driver sampai library) membuatnya bisa dimodifikasi, transparan, dan tidak bergantung vendor tunggal.

AMD juga memiliki peluang sangat besar di segmen data center CPU. Server rack yang ditujukan untuk agentic AI memerlukan rasio CPU-to-GPU yang jauh lebih tinggi, karena CPU dibutuhkan untuk menangani logika sequential dan interaksi dunia nyata yang kompleks. AMD adalah pemimpin di area ini dan sedang mengembangkan CPU berperforma tinggi khusus untuk kebutuhan agentic AI.

4. Microsoft Corporation (#MSFT) +13.54%

Microsoft

Next Earnings (Laporan Keuangan): 29 April 2026
Next Dividend Ex-Date: 21 Mei 2026
52-Week Range: $420.69 - $431.58
Weekly Range: $371.10 - $431.64
Previous Close Price: $422.76 (17 April 2026)

Sebenarnya selain Tesla, Microsoft adalah salah satu dari dua saham Magnificent Seven dengan performa terburuk sepanjang 2026, keduanya turun lebih dari 20% sejak awal tahun. Tapi justru itulah yang membuatnya menarik minggu ini. CEO Satya Nadella mengatakan bahwa bisnis AI perusahaan sudah "lebih besar daripada beberapa waralaba terbesar kamiโ€.
Dengan fundamental yang sangat kuat dan peluang pertumbuhan jangka panjang yang menjanjikan di bidang AI, saham Microsoft (MSFT) tetap menjadi salah satu saham teknologi unggulan terbaik untuk dimiliki investor.

Saat ini, saham Microsoft diperdagangkan pada sekitar 24โ€“26 kali laba per saham (trailing P/E), yang relatif sejalan dengan rata-rata valuasi pasar secara keseluruhan. Valuasi ini jauh lebih menarik dibandingkan level premium yang biasanya dibayar untuk Microsoft di tahun-tahun sebelumnya. Stellantis dan Microsoft menandatangani kemitraan strategis 5 tahun untuk mempercepat transformasi digital Stellantis melalui AI, cybersecurity, dan engineering. Selain rebound teknikal & relief rally di sektor tech, kerjasama dengan Stellantis ini memberi katalis tambahan karena menunjukkan Azure dan AI Microsoft terus mendapatkan adopsi di industri otomotif skala besar.

Baru-baru ini Louisbourg Investments meningkatkan kepemilikan saham Microsoft sebesar 5% pada kuartal keempat menjadi 33.247 saham (sekitar $16,08 juta), menjadikan MSFT sebagai kepemilikan terbesar kedua perusahaan tersebut dengan sekitar 3% dari portofolionya. Microsoft kini diperdagangkan di valuasi terendah dalam hampir satu dekade berdasarkan trailing earnings, kesempatan langka yang menurut analis tidak akan datang sering. The Motley Fool Dengan Azure terus tumbuh dan earnings dijadwalkan 29 April 2026, pasar mulai melihat ulang saham ini sebagai deep value play di tengah rally risk-on. Motley Fool bahkan menyebut prediksi: "MSFT stock will soar after April 29."

5. Airbnb, Inc. (#ABNB) +12.4%

logo airbnb 1280x300

Next Earnings (Laporan Keuangan): 30 April 2026
Next Dividend Ex-Date: N/A (Airbnb tidak membagikan dividen)
52-Week Range: $105.39 - $143.88
Weekly Range: $124.84 - $143.27
Previous Close Price: $141.57 (17 April 2026)

Laporan terbaru Airbnb memberi sinyal yang campuran tapi cenderung sehat: pendapatan tumbuh kuat, panduan pendapatan ke depan juga lebih baik dari perkiraan, tetapi laba per saham sempat meleset karena investasi dan biaya yang lebih tinggi.
Pertumbuhan nights booked dan experiences booked masih mendukung kenaikan pendapatan tanpa harus menaikkan biaya akuisisi pelanggan terlalu besar. Airbnb juga menampilkan margin EBITDA yang sehat dan free cash flow yang kuat, menjadikan model bisnisnya masih termasuk efisien. Selain itu, ekspansi produk seperti airport pickup, experiences, dan kemitraan layanan lain menunjukkan strategi untuk membuat pengguna lebih sering memakai aplikasi.

Secara fundamental, Airbnb menunjukkan potensi kuat dengan free cash flow margin 37,7%, dan earnings yang dijadwalkan 7 Mei 2026 diproyeksikan mencatatkan kenaikan EPS 25% year-over-year. Yahoo Finance Di lingkungan risk-on seperti minggu ini, saham consumer discretionary dengan pertumbuhan solid seperti ABNB menjadi sasaran favorit perputaran modal.

Saham Airbnb melompat di tengah membaiknya sentimen pasar, setelah Meta memperluas kemitraannya dengan Broadcom untuk chip AI, dan laporan rencana akuisisi Globalstar oleh Amazon memberikan sinyal bullish bagi industri internet secara luas. Lompatan saham bukan karena Airbnb mempunyai hubungan kerjasama langsung terkait teknologi apapun baik dengan Broadcom, Amazon ataupun Meta, melainkan karena pasar sedang masuk mode risk-on. Kabar kerjasama Meta - Broadcom memperkuat keyakinan bahwa belanja AI masih besar, sehingga investor lebih berani masuk ke saham teknologi secara umum. Airbnb sering diperlakukan sebagai saham platform internet/travel tech, jadi ketika sektor internet membaik, ABNB bisa ikut terdorong walau tidak ada berita khusus tentang perusahaan Airbnb sendiri.

1. Netflix, Inc. (#NFLX) -5.52%

logo netflix 1280x300

Next Earnings (Laporan Keuangan): 16 Juli 2026
Next Dividend Ex-Date: N/A (Netflix tidak membagikan dividen)
52-Week Range: $75.01 - $134.12
Weekly Range: $95.05 - $108.91
Previous Close Price: $97.27 (17 April 2026)

Saham Netflix turun 9.7% di penutupan hari jumat kemarin karena pasar lebih fokus ke panduan kuartal 2 yang lebih lemah dari ekspektasi daripada hasil kuartal 1 yang sebenarnya bagus. Ironisnya, hal ini terjadi justru setelah Netflix melaporkan kinerja kuartal pertama yang sangat fantastis: mencetak pendapatan $12,25 miliar, jauh melampaui ekspektasi analis Wall Street. Pendapatan dan EPS Q1 melampaui perkiraan, tetapi proyeksi revenue, EPS, dan operating income untuk Q2 berada di bawah konsensus, sehingga investor membaca adanya perlambatan momentum.

Di pasar saham, ekspektasi masa depan seringkali lebih memengaruhi harga daripada kesuksesan di masa lalu. Netflix memproyeksikan pendapatan dan keuntungan untuk kuartal kedua nanti berada di bawah harapan pasar. Hal ini langsung memicu kekhawatiran investor mengenai melambatnya momentum pertumbuhan perusahaan. Netflix juga baru saja memutuskan menaikkan harga paket langganannya. Meski kurang menyenangkan bagi pelanggan, analis pasar melihat ini sebagai bentuk kepercayaan diri Netflix yang sangat tinggi terhadap kekuatan konten mereka.

2. Exxon Mobil Corporation (#XOM) -4.91%

logo exxon mobile 1280x300

Next Earnings (Laporan Keuangan): 1 Mei 2026
Last Dividend Ex-Date: 12 Februari 2026 ($1.03 per kuartal)
52-Week Range: $101.19 - $176.41
Weekly Range: $141.98 - $154.68
Previous Close Price: $146.51 (17 April 2026)

Menurut catatan dari Morgan Stanley pada 17 April, sektor energi (eksplorasi dan produksi) saat ini sedang "mengembalikan seluruh keuntungan yang mereka dapatkan di bulan Maret", dimana itu berarti banyak investor yang sudah untung bulan lalu memutuskan untuk menjual sahamnya secara bersamaan (profit taking) menjelang rilis laporan keuangan kuartal pertama perusahaan.
Meskipun saat ini ada ketegangan geopolitik di Selat Hormuz akibat konflik Iran, pasar merasa harga saham XOM sudah terlalu mahal. Beberapa analis (seperti BNP Paribas dan TD Cowen) menilai bahwa risiko pasokan dan tingginya harga minyak akibat perang sudah sepenuhnya tercermin dalam harga saham saat ini. Karena investor merasa tidak ada lagi "kejutan harga" ke atas, mereka memilih menarik dananya.

Secara spesifik, tepat pada hari Rabu (17 April), Morgan Stanley memangkas rekomendasi target harga untuk Exxon Mobil dari $172 turun menjadi $171. Penurunan target dari institusi besar ini seringkali memicu kepanikan kecil di kalangan investor ritel sehingga mereka ikut-ikutan menjual sahamnya. Ada juga berita bahwa pemerintah AS berencana menangguhkan "Jones Act" selama 30 hari. Kebijakan ini akan mengizinkan kapal tanker asing untuk mengangkut bahan bakar antar pelabuhan di Amerika Serikat. Hal ini merusak status quo pengiriman barang dan memengaruhi kondisi harga jual produsen energi domestik seperti Exxon Mobil.

3. Chevron Corporation (#CVX)ย -3.78%

logo chevron 1280x300

Next Earnings (Laporan Keuangan): 1 Mei 2026
Last Dividend Ex-Date: 17 Februari 2026 ($1.78 per kuartal)
52-Week Range: $132.33 - $214.71
Weekly Range: $177.74 - $192.67
Previous Close Price: $183.99 (17 April 2026)

Reli sektor energi yang sebelumnya didorong oleh "premi perang" di Timur Tengah kini tampaknya sudah berakhir, di mana investor yang sempat menikmati rekor harga saham tertinggi pada Chevron (CVX) memutuskan untuk melakukan aksi ambil untung (profit taking) secara masif. Berakhirnya ketegangan geopolitik setelah Menteri Luar Negeri Iran mengumumkan pembukaan kembali Selat Hormuz membuat harga minyak mentah dunia (WTI) langsung anjlok lebih dari 10% ke level $84,68 per barel. Karena investor menyadari bahwa ancaman kelangkaan pasokan sudah hilang dan tidak ada lagi "premi ketakutan" yang bisa mendorong harga minyak lebih tinggi, mereka memilih untuk segera menarik dananya dari sektor ini.
Secara spesifik, pengumuman dibukanya kembali jalur perdagangan vital tersebut pada hari Jumat memicu kepanikan di kalangan investor ritel sehingga mereka ikut-ikutan melepas sahamnya. Situasi ini diperparah oleh berita bahwa pemerintah AS secara mendadak memberikan pelonggaran (waiver) sanksi selama satu bulan yang mengizinkan pembelian minyak Rusia yang sudah berada di laut. Kebijakan ini secara instan membanjiri pasar global dengan tambahan pasokan minyak, yang pada akhirnya memberikan tekanan ganda pada penurunan harga minyak dunia dan mengancam potensi pendapatan produsen energi raksasa seperti Chevron.

4. Wells Fargo & Company (#WFC)ย -3.78%

logo wells fargo 1280x300

Next Earnings (Laporan Keuangan): 14 Juli 2026
Last Dividend Ex-Date: 6 Februari 2026 ($0.45 per kuartal)
52-Week Range: $63.40 - $97.76
Weekly Range: $80.14 - $86.71
Previous Close Price: $81.45 (17 April 2026)

Harapan tinggi investor terhadap raksasa perbankan menjelang rilis laporan keuangan kuartal pertama kini tampaknya harus pupus, di mana pemegang saham Wells Fargo (WFC) memutuskan untuk melakukan aksi jual masif yang membuat sahamnya anjlok 5%. Rilis kinerja pada hari Selasa menunjukkan bahwa bank ini gagal memenuhi ekspektasi Wall Street, dengan Pendapatan Bunga Bersih (NII) yang hanya tercatat $12,1 miliar (di bawah estimasi $12,3 miliar) dan total pendapatan yang juga meleset dari target. Karena investor menyadari bahwa margin keuntungan bank ternyata menipis di tengah suku bunga yang masih tinggi, mereka memilih untuk segera menarik dananya dari saham ini.
Secara spesifik, rilis kinerja yang berada di bawah ekspektasi tersebut memicu kepanikan di kalangan investor ritel sehingga mereka ikut-ikutan melepas sahamnya, sama sekali mengabaikan sentimen positif dari berhasil ditutupnya sanksi pengawasan (consent order) terakhir perusahaan oleh regulator. Situasi ini diperparah oleh peringatan langsung dari manajemen bahwa konflik Timur Tengah telah membuat pengeluaran konsumen untuk bensin melonjak 25% hingga 30%. Sentimen ini secara instan memicu ketakutan akan melemahnya daya beli masyarakat dalam beberapa bulan ke depan, yang pada akhirnya memberikan tekanan ganda pada prospek bisnis Wells Fargo mengingat lebih dari 40% pendapatan mereka sangat bergantung pada kesehatan finansial konsumen.

5. Abbott Laboratories (#ABT)ย -2.7%

logo abbott 1280x300

Next Earnings (Laporan Keuangan): 16 Juli 2026
Last Dividend Ex-Date: 15 April 2026 ($0.63 per kuartal)
52-Week Range: $93.92 - $139.06
Weekly Range: $93.87 - $102.43
Previous Close Price: $96.89 (17 April 2026)

Meskipun baru saja mencetak kinerja yang cukup memuaskan dengan meraup pendapatan sebesar $11,2 miliar di kuartal pertama, sedikit di atas estimasi analis, pemegang saham Abbott Laboratories (ABT) justru merespons dengan kekecewaan dan langsung melepas sahamnya hingga anjlok 6% pada hari Kamis. Penurunan ini didorong oleh kenyataan pahit bahwa manajemen perusahaan terpaksa memangkas target keuntungan (EPS) mereka untuk tahun 2026, turun signifikan dari estimasi awal $5,55 - $5,80 menjadi hanya $5,38 - $5,58 per saham. Investor menyadari bahwa penurunan target laba ini merupakan imbas langsung dari aksi akuisisi raksasa senilai kurang lebih $21 miliar terhadap perusahaan diagnostik kanker Exact Sciences.

Secara spesifik, penutupan kesepakatan akuisisi yang ternyata terjadi lebih cepat dari jadwal memaksa Abbott untuk menanggung utang lebih awal dari yang direncanakan. Hal ini secara instan memicu kekhawatiran karena akuisisi tersebut mengakibatkan efek dilusi saham sekitar $0,20 per lembar, yang berarti porsi keuntungan bagi para pemegang saham ritel saat ini menjadi "terencerkan" (berkurang). Situasi ini diperparah oleh melambatnya permintaan di segmen diagnostik virus pernapasan (turun 10%) dan tantangan volume penjualan pada segmen nutrisi, yang pada akhirnya memberikan tekanan ganda pada Abbott. Investor tampaknya lebih memilih untuk segera mengamankan dana mereka di tengah ketidakpastian proses integrasi ini, mengabaikan fakta bahwa akuisisi tersebut sebenarnya dirancang untuk memperkuat bisnis diagnostik kanker mereka di masa depan.


Pekan lalu sejatinya adalah cerminan sempurna dari pasar yang sedang belajar membaca ulang peta risiko globalnya. Reli tajam di kubu teknologi yang dipimpin Oracle, Tesla, AMD, Microsoft, dan Airbnb bukan semata-mata karena fundamental yang tiba-tiba berubah dalam seminggu, melainkan karena pasar sedang melepaskan tekanan yang selama ini menghimpit valuasi mereka. Sementara di sisi berlawanan, kejatuhan sektor energi dan beberapa saham defensif mengingatkan kita bahwa "premi ketakutan" yang menopang harga bisa menguap secepat berita damai itu sendiri muncul.


cfd saham us 1920x1080 (1)

1. Advanced Micro Devices (#AMD)

Nama Perusahaan : Advanced Micro Devices (AMD)
Symbol Perusahaan : #AMD
Rekomendasi : SELL
Target : Sell on Rally 160.00 โ€“ 161.00
ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย  Alternatif sell on breakout support 153.00
TP : (1) 155.00, (2) 150.00
SL : 164.50

Alasan :

Potensi Positif :

  1. Level terendah daily dekati support 153 yang diperkirakan cukup kuat, ada peluang rebound secara teknikal
  2. Kenaikan di H1 melebihi FR 61.8% 168.45, dan menutupi gap yang terjadi di 16 Juli ke 17 Juli 2024
  3. Jika pembatasan ekspor Chip ke China dibatalkan, maka peluang penurunan bisa berakhir

Potensi Negatif :

  1. Daily candle bearish dengan real body yang panjang, menandakan potensi penurunan masih bisa berlanjut
  2. Rebound di H1 diharap terbatas, dengan potensi FR ditarik dari puncak 177.92 ke bottom 153.14, pantulan diharapkan di kisaran FR 23.6% 158.99, FR 38.2% 162.61, atau maksimum FR 50% 165.53, kemudian kembali turun dan retest support 153 berikutnya diperkirakan lanjut turun lebih rendah
  3. Potensi pembatasan ekspor membuat saham produsen Chip anjlok. ASML, Nvidia dan AMD mengalami aksi jual yang cukup besar

Technical Analysis

2. Chevron Corporation (#CVX)

Nama Perusahaan : Chevron Corporation
Symbol Perusahaan : #CVX
Rekomendasi : BUY
Target : BUY on Dip 160.00 - 161.00
ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย  Alternatif: BUY on Breakout resistance 164.20
TP : (1) 166.00, (2) 171.00
SL : 158.40

Alasan :

Potensi Positif :

  1. Double Bottom di Daily chart berhasil tembus neckline 159.60, target potensial lirik 166.50
  2. Penurunan jangka pendek di H1 sebagai koreksi, dengan FR 38.2% 161.09, dan FR 50% 160.14 dianggap area cukup ideal untuk lakukan BUY, dengan SL di bawah FR 61.8% 159.19
  3. QatarEnergy dikabarkan akan ambil bagian di blok lepas Pantai Suriname yang diperasikan Chevron
  4. Saham perusahan minyak sebelumnya sudah naik 5.15% selama sebulan terakhir, melampaui kerugian sektor Minyak-Energi sebesar 7.83% dan kenaikan S&P 500 sebesar 2.14% di periode tersebut

Potensi Negatif :

  1. Candlestick daily ditutup shooting star meski real body putih agak panjang tapi memiliki tail atas lebih panjang dari tail bawah sehingga double bottom bisa saja terhenti
  2. H1 tembus di bawah FR 61.8% 159.19 akan mengubah tren jangka pendek menjadi bearish
  3. Perselisihan Exxon dengan Chevron sedang bertarung di arbitrase untuk memperebutkan penemuan minyak terbesar di dunia dalam hampir 2 dekade terakhir di lepas Pantai Guyana. Penyelesaiannya akan bergantung pada perubahan kendali atas aset Hess di Guyana

Disclaimer: Seluruh pernyataan yang disampaikan sebagai prakiraan dan analisa adalah semata-mata bertujuan informatif dan bukan merupakan nasihat investasi untuk buy atau sell suatu instrumen. Pendapat yang disampaikan dapat berubah tanpa pemberitahuan. Pasar Valuta Asing, Kontrak Berjangka, Komoditi & CFD memiliki risiko yang sangat tinggi.

Masih ragu dan memiliki pertanyaan lainnya ?

Kantor Pusat
Menara Batavia Lt. 3A
Jl. K.H. Mas Mansyur No.Kav. 126,
Karet Tengsin, Kec. Tanah Abang,
Kota Jakarta Pusat 10220
Telp: 021 - 57902535
Berlangganan Newsletter Agrodana:
Ikuti Kami
facebook agrodanayoutube agrodanainstagram agrodana
agrodana iosagrodana android
Berizin & Diawasi Oleh:
bappebti whitebi whiteojk white
Agrodana Futures adalah perusahaan Pialang berizin dan diawasi oleh Bappebti, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), dan merupakan anggota dari Bursa ICDX dan JFX dan Kliring House ICH dan KBI. Kami menerima klien Warga Negara Indonesia dan Asing yang memegang Kartu Izin Tinggal Terbatas di Indonesia kecuali warga negara Amerika Serikat, Kanada, Uni Eropa, Australia, Jepang, Iran dan Korea Utara. Transaksi ini memiliki leverage dan tingkat risiko yang tinggi terhadap modal, dan tidak selalu cocok untuk semua orang, pelajari dan pahami risikonya sebelum memulai transaksi.

Copyright @2025 Agrodana Futures
Waspada Penipuan
/ Kebijakan Privasi / Pengaduan Nasabah
Ikuti Kami
alt=""alt=""alt=""
Kantor Pusat
Menara Batavia Lt 3A
Jl. K.H. Mas Mansyur No.Kav. 126, Karet Tengsin, Kec. Tanah Abang, Kota Jakarta Pusat 10220
Telp: 021 - 57902535
Email:  [email protected]Whatsapp: +6281-988-3777
Berlangganan Newsletter Agrodana :
Berizin & Diawasi Oleh:
bappebti whitebi whiteojk white
Agrodana Futures adalah perusahaan Pialang berizin dan diawasi oleh Bappebti, Otoritas Jasa Keuangan dan Bank Indonesia, dan merupakan anggota dari Bursa ICDX dan JFX dan Kliring House ICH dan KBI. Kami menerima klien Warga Negara Indonesia dan Asing yang memegang Kartu Izin Tinggal Terbatas di Indonesia kecuali warga negara Amerika Serikat, Kanada, Uni Eropa, Australia, Jepang, Iran dan Korea Utara. Transaksi ini memiliki leverage dan tingkat risiko yang tinggi terhadap modal, dan tidak selalu cocok untuk semua orang, pelajari dan pahami risikonya sebelum memulai transaksi.

Copyright @2025 Agrodana Futures
Waspada Penipuan / Kebijakan Privasi / Pengaduan Nasabah
Whatsapp Non Klien
crossmenuchevron-down