TOP GAINERS
| 1. Meta Platforms Inc. (#META) +16.39 % |
| 2. Nvidia Corporation (#NVDA) +8.18% |
| 3. Cisco Systems, Inc.ย (#CSCO) +6.84% |
| 4. QUALCOMM Incorporatedย (#QCOM) +10.17% |
| 5. Chevron Corporationย (#CVX) +7.67% |
TOP LOSERS
| 1. Intel Corporationย (#INTC) -12.11% |
| 2. Netflix, Inc.ย (#NFLX) -4.86% |
| 3. PepsiCo Inc. (#PEP) -4.71% |
| 4. GE Aerospaceย (#GE) -4.70% |
| 5. Merck & Co., Inc.ย (3MRK) -4.50% |
Pekan ini pasar saham AS menunjukkan divergensi tajam antar sektor. Saham teknologi dan AI infrastructure jadi motor utama penguatan, dengan Meta, Nvidia, dan Cisco kompak melesat berkat ekspansi belanja modal AI dan proyeksi earnings yang solid. Di sisi lain, saham consumer defensive dan sektor yang terlalu mahal valuasinya justru tertekan, tercermin dari koreksi tajam Intel dan pelemahan Pepsi maupun Merck menjelang musim laporan keuangan berikutnya.

Next Earnings (Laporan Keuangan): 29 Juli 2026
Last Dividend Ex-Date: 15 Juni 2026 ($0.5250)
52-Week Range: $520.26 - $796.25
Weekly Range: $580.23 - $677.80
Previous Close Price: $668.70 (10 Juli 2026)
Meta melesat signifikan setelah mengumumkan rencana memproduksi chip AI sendiri untuk mengurangi ketergantungan pada Nvidia dan AMD, didukung investasi data center senilai CAD 9.1 miliar dan target kapasitas compute 14 GW pada 2027. Analis tetap bullish dengan target harga bervariasi antara $700 hingga $945, meski JP Morgan sempat melakukan downgrade dan tercatat aksi jual insider oleh COO Javier Olivan senilai lebih dari $3 juta.

Next Earnings (Laporan Keuangan): 26 Agustus 2026
Last Dividend Ex-Date: 11 Mei 2026 ($0.25)
52-Week Range: $162.02 - $236.54
Weekly Range: $191.09 - $210.84
Previous Close Price: $210.74 (10 Juli 2026)
Penguatan Nvidia ditopang permintaan AI infrastructure yang terus tumbuh, termasuk perluasan kemitraan dengan Palantir untuk pengembangan model AI custom. Valuasi saham ini justru makin menarik karena P/E ratio turun dari 48.89x menjadi 31.71x, sementara margin operasional tetap kuat di 64.02%, menegaskan efisiensi bisnis di tengah ekspansi agresif.

Next Earnings (Laporan Keuangan): 12 Agustus 2026
Last Dividend Ex-Date: 6 Juli 2026 ($0.42)
52-Week Range: $65.75 - $130.37
Weekly Range: $111.68 - $121.55
Previous Close Price: $121.37 (10 Juli 2026)
Cisco diuntungkan sentimen positif menjelang rilis laporan keuangan, dengan analis menaikkan estimasi earnings growth fiskal 2026 menjadi 12.3%. Kontrak senilai $230 juta dengan Angkatan Darat AS dan kemitraan dengan Rafay Systems untuk memperkuat infrastruktur AI cloud menjadi katalis tambahan yang memperkuat kepercayaan pasar.

Next Earnings (Laporan Keuangan): 29 Juli 2026
Next Dividend Ex-Date: 4 Juni 2026 ($0.92)
52-Week Range: $121.99 - $259.92
Weekly Range: $179.19 - $196.04
Previous Close Price: $189.23 (10 Juli 2026)
Qualcomm melanjutkan strategi diversifikasi ke sektor otomotif dan AI, dengan pendapatan otomotif mencapai $1.33 miliar pada Q2 FY2026, naik 38% year over year dan berambisi menembus $6 miliar annualized revenue. Valuasi saham juga makin murah setelah P/E ratio turun tajam dari 34.90x ke 13.67x, meski pertumbuhan earnings kuartalan sempat melambat.

Next Earnings (Laporan Keuangan): 31 Juli 2026
Last Dividend Ex-Date: 19 Mei 2026 ($1.78)
52-Week Range: $146.49 - $214.71
Weekly Range: $167.18 - $178.64
Previous Close Price: $176.37 (10 Juli 2026)
Kenaikan Chevron didorong lonjakan harga minyak akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah, ditambah kemitraan 20 tahun dengan Microsoft untuk proyek energi AI bertajuk Project Kilby. Namun perlu dicatat, ROA perusahaan justru turun ke 3.85% dari 5.39% dan payout ratio dividen sudah melampaui 122%, sinyal tekanan pada keberlanjutan pembagian dividen ke depan.

Next Earnings (Laporan Keuangan): 23 Juli 2026
Last Dividend Ex-Date: 7 Agustus 2024
52-Week Range: $18.97 - $142.35
Weekly Range: $104.42 - $127.36
Previous Close Price: $109.86 (10 Juli 2026)
Koreksi tajam Intel terjadi setelah reli luar biasa sepanjang 2026 membuat valuasinya jauh melampaui fundamental, saat ini diperdagangkan di 100 kali forward earnings dibanding TSMC yang hanya 27.5 kali. Skeptisisme pasar terhadap rencana turnaround senilai $200 miliar juga meningkat karena perusahaan masih belum profitable secara GAAP, memicu aksi profit taking besar-besaran dari investor.

Next Earnings (Laporan Keuangan): 16 Juli 2026
Next Dividend Ex-Date: N/A (Netflix Tidak Membagikan Dividen)
52-Week Range: $70.86 - $127.75
Weekly Range: $72.46 - $77.82
Previous Close Price: $73.33 (10 Juli 2026)
Pelemahan Netflix dipicu kekhawatiran soal retensi penonton, dengan laporan menunjukkan sejumlah serial andalan kehilangan 30 hingga 70% audiens antar musim. Manajemen dikabarkan mempertimbangkan bundling live TV dan streaming sebagai strategi baru, sementara ketidakpastian menjelang laporan keuangan Q2 pada 16 Juli turut menambah tekanan jual.

Next Earnings (Laporan Keuangan): 8 Oktober 2026
Last Dividend Ex-Date: 5 Juni 2026 ($1.84)
52-Week Range: $133.75 - $171.48
Weekly Range: $134.87 - $149.13
Previous Close Price: $137.43 (10 Juli 2026)
Pepsi tertekan setelah Citi menurunkan rating menjadi Neutral akibat pelemahan berkelanjutan di segmen North America Foods. Meski begitu, sejumlah bank besar seperti Deutsche Bank, UBS, dan JP Morgan tetap mempertahankan rating positif dengan alasan kinerja internasional Pepsi masih jadi penopang utama di tengah tantangan domestik.

Next Earnings (Laporan Keuangan): 16 Juli 2026
Last Dividend Ex-Date: 6 Juli 2026 ($0.47)
52-Week Range: $251.40 - $382.97
Weekly Range: $352.57 - $380.32
Previous Close Price: $359.41 (10 Juli 2026)
Pelemahan GE Aerospace pekan ini belum memiliki katalis spesifik yang terkonfirmasi dari sumber data yang tersedia. Secara historis, saham ini cenderung sensitif terhadap sentimen di rantai pasok penerbangan dan volatilitas pasar secara umum, sehingga penurunan kali ini kemungkinan lebih mencerminkan aksi profit taking pasca reli sebelumnya ketimbang perubahan fundamental bisnis.

Next Earnings (Laporan Keuangan): 4 Agustus 2026
Next Dividend Ex-Date: 15 Juni 2026 ($0.85)
52-Week Range: $76.66 - $130.29
Weekly Range: $122.91 - $129.73
Previous Close Price: $123.48 (10 Juli 2026)
Merck melemah menjelang laporan keuangan yang dijadwalkan rilis 4 Agustus 2026, dengan analis memproyeksikan EPS turun tajam 42.43% year over year. Di sisi lain, persetujuan FDA terbaru untuk KEYTRUDA sebagai terapi kanker kandung kemih invasif jadi katalis positif jangka panjang, meski risiko penurunan penjualan GARDASIL dan potensi hilangnya eksklusivitas KEYTRUDA tetap jadi perhatian analis ke depan.
Wall Street pekan ini kembali menegaskan bahwa narasi AI infrastructure masih jadi penggerak utama sentimen pasar, sementara saham dengan valuasi terlalu mahal atau menghadapi tekanan fundamental jangka pendek rentan dikoreksi tajam meski sektor secara umum menguat. Musim laporan keuangan yang akan datang berpotensi menjadi katalis penentu arah lanjutan, terutama bagi saham consumer defensive dan kesehatan yang tengah tertekan.
Semua saham yang disebutkan dalam artikel ini tersedia untuk diperdagangkan sebagai CFD di Agrodana Futures.
Copyright ยฉ 2026 Agrodana Futures
Disclaimer:
Artikel ini berupa pandangan Agrodana Research, Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan atau menjual market tertentu. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
Research & Analysis Agrodana Futures

TOP GAINERS
| 1. Cisco Systems, Inc. (CSCO) +22.68% |
| 2. Philip Morris International Inc. (PM) +8.6% |
| 3. Exxon Mobil Corporation (XOM) +7.53% |
| 4. Eli Lilly and Company (LLY) +5.94% |
| 5. NVIDIA Corporation (NVDA) +4.62% |
TOP LOSERS
| 1. Intel Corp (INTC) -16.38% |
| 2. QUALCOMM Incorporated (QCOM) -13.14% |
| 3. Advanced Micro Devices, Inc. (AMD) -8.88% |
| 4. The Boeing Company (BA) -7.67% |
| 5. Airbnb, Inc. (ABNB) -6.25% |
Wall Street menutup pekan ini dengan karakter yang terbagi cukup tajam. Pasar masih bergerak dalam bayangan kesepakatan tarif AS-China pekan sebelumnya, namun optimisme itu mulai diuji oleh sejumlah katalis baru yang datang bersamaan: kunjungan delegasi Trump ke Beijing bersama jajaran CEO kelas dunia membuka ekspektasi kesepakatan bisnis konkret, sementara data inflasi yang masih membandel memaksa pelaku pasar untuk kembali menghitung ulang kapan The Fed benar-benar akan memangkas, menahan, atau malah menaikkan suku bunga. Hasilnya bukan pasar yang seragam naik, melainkan pasar yang memilah dengan sangat selektif antara sektor yang punya katalis nyata dan yang tidak.

Next Earnings (Laporan Keuangan): 12 Agustus 2026
Next Dividend Ex-Date: 6 Juli 2026
52-Week Range: $62.30 - $119.36
Weekly Range: $96.20 - $119.40
Previous Close Price: $118.25 (15 Mei 2026)
Cisco menjadi saham dengan kenaikan paling dramatis pekan ini. Pemicunya adalah laporan keuangan kuartal terbaru yang sangat kuat: pendapatan mencapai $15,84 miliar atau tumbuh 12% dibanding tahun lalu, dan yang lebih mengejutkan pasar adalah angka pesanan infrastruktur AI yang masuk senilai $1,9 miliar hanya dalam satu kuartal. Cisco juga menaikkan target pesanan AI untuk keseluruhan tahun ini menjadi $9 miliar. Investor membaca ini sebagai sinyal bahwa Cisco bukan sekadar perusahaan jaringan lama yang stagnan, melainkan pemain serius di era AI. Analis dari HSBC langsung merespons dengan menaikkan rekomendasi saham ini ke posisi Beli dengan target harga $137. Di sisi lain, manajemen juga mengumumkan akan memangkas sekitar 4.000 posisi sebagai bagian dari fokus ulang bisnis mereka ke teknologi chip dan optik berbasis AI.

Next Earnings (Laporan Keuangan): 22 Juli 2026
Last Dividend Ex-Date: 19 Maret 2026 ($1.47)
52-Week Range: $142.11 - $192.95
Weekly Range: $174.35 - $193.13
Previous Close Price: $189.64 (15 Mei 2026)
Kabar baik dari regulator kesehatan Amerika (FDA) menjadi bahan bakar utama kenaikan saham Philip Morris pekan ini. FDA mengeluarkan panduan yang lebih bersahabat terhadap produk nikotin, dan ini langsung mengurangi ketidakpastian aturan yang selama ini membuat investor waswas. Selain itu, laporan keuangan kuartal pertama 2026 juga mendukung, dengan total pendapatan $10,15 miliar. Yang menarik untuk dicermati adalah fakta bahwa 43% dari pendapatan perusahaan kini sudah berasal dari produk bebas asap seperti IQOS, bukan lagi rokok konvensional. Ini menunjukkan bahwa Philip Morris sungguh-sungguh bertransformasi menjadi perusahaan yang berbeda dari yang dikenal publik selama ini, dan pasar mulai memberi penghargaan atas perubahan itu.

Last Earnings (Laporan Keuangan): 31 Juli 2026
Last Dividend Ex-Date: 15 Mei 2026 ($1.03)
52-Week Range: $101.19 - $176.41
Weekly Range: $146.14 - $158.01
Previous Close Price: $158.01 (15 Mei 2026)
Pekan yang baik untuk Exxon Mobil, didorong oleh tiga berita positif sekaligus. Pertama, pengadilan di Texas memutuskan bahwa Exxon tidak bersalah dalam sebuah gugatan hukum terkait iklim yang cukup besar. Ini penting karena kekhawatiran soal gugatan tersebut sempat membayangi kemampuan perusahaan untuk terus membagikan dividen kepada pemegang sahamnya. Kedua, harga minyak mentah dunia melonjak akibat meningkatnya ketegangan di kawasan Teluk Persia, yang secara langsung menguntungkan perusahaan energi seperti Exxon. Ketiga, pernyataan Trump bahwa China sepakat membeli minyak dan energi dari Amerika ikut mendorong optimisme di sektor ini. Meskipun detailnya belum resmi dikonfirmasi oleh pihak China, sinyal bahwa permintaan minyak AS dari pembeli terbesar di dunia bisa kembali terbuka memberikan dorongan sentimen yang nyata bagi harga energi secara keseluruhan, dan Exxon sebagai salah satu produsen minyak terbesar Amerika adalah salah satu yang paling langsung merasakan dampak positifnya. Tiga angin segar dalam satu pekan adalah kombinasi yang sulit dilawan, dan investor pun merespons dengan memborong saham ini.

Next Earnings (Laporan Keuangan): 5 Agustus 2026
Last Dividend Ex-Date: 15 Mei 2026 ($1.73)
52-Week Range: $623.78 - $1133.95
Weekly Range: $956.59 - $1022.65
Previous Close Price: $1004.70 (15 Mei 2026)
Eli Lilly kembali menunjukkan mengapa sahamnya tetap menjadi favorit di sektor kesehatan. Perusahaan asal Amerika ini melaporkan pendapatan kuartal pertama 2026 sebesar $19,8 miliar, naik 56% dibanding periode yang sama tahun lalu. Mesin pertumbuhannya adalah obat-obatan seri GLP-1 seperti Mounjaro, yang digunakan untuk diabetes dan obesitas, dan permintaannya dari pasar internasional terus melampaui perkiraan. Untuk memastikan pasokan tidak tertinggal dari permintaan, perusahaan berkomitmen menginvestasikan tambahan $4,5 miliar untuk membangun kapasitas produksi di Amerika. Target harga dari analis Cantor Fitzgerald di $1.230 dan Barclays di $1.400 menggambarkan betapa tingginya keyakinan institusi besar terhadap masa depan perusahaan ini.

Next Earnings (Laporan Keuangan): 20 Mei 2026
Last Dividend Ex-Date: 11 Maret 2026 ($0.01)
52-Week Range: $129.16 - $236.54
Weekly Range: $214.87 - $236.48
Previous Close Price: $225.30 (15 Mei 2026)
NVIDIA mencatat kenaikan yang lebih moderat dibanding pekan-pekan sebelumnya, namun tetap solid di tengah tekanan terhadap sektor chip secara keseluruhan. Nilai total perusahaan ini di bursa kini berada di kisaran $5,7 triliun, sebuah angka yang melampaui perkiraan Produk Domestik Bruto seluruh negara Jerman. Landasan fundamentalnya tetap kuat, dengan pendapatan kuartal terakhir yang tumbuh 73% secara tahunan dan laba bersih yang naik 94%. Satu hal yang juga menarik perhatian analis adalah harga saham NVIDIA yang dinilai semakin masuk akal jika dibandingkan dengan pertumbuhannya, membuat saham ini tidak lagi dianggap terlalu mahal oleh sebagian investor. Analis Cantor Fitzgerald masih mempertahankan target harga $350 untuk saham ini.

Next Earnings (Laporan Keuangan): 23 Juli 2026
Last Dividend Ex-Date: 7 Agustus 2024
52-Week Range: $18.97 - $132.75
Weekly Range: $106.78 - $130.49
Previous Close Price: $108.87 (15 Mei 2026)
Intel menjadi saham yang paling banyak ditinggalkan investor di antara para pembuat chip pekan ini, dan tekanan yang menerpa bukan sekadar sentimen sesaat. Kondisi bisnis perusahaan secara mendasar memang masih belum pulih: Intel masih merugi di tingkat operasional, artinya pengeluaran untuk menjalankan bisnis masih lebih besar dari pendapatannya. Di saat yang sama, investor terus membandingkan Intel dengan Nvidia yang tumbuh jauh lebih kencang, dan perbandingan itu tidak menguntungkan Intel sama sekali. Para analis pun belum satu suara soal kemana harga saham ini akan pergi, dengan kisaran target yang sangat lebar antara $25 hingga $80, mencerminkan betapa besarnya ketidakpastian yang masih menyelimuti masa depan perusahaan ini.

Next Earnings (Laporan Keuangan): 29 Juli 2026
Next Dividend Ex-Date: 4 Juni 2026
52-Week Range: $121.99 - $247.90
Weekly Range: $199.27 - $246.60
Previous Close Price: $201.52 (15 Mei 2026)
Qualcomm mengalami koreksi tajam pekan ini setelah sebelumnya sempat melonjak lebih dari 15% pasca laporan keuangan. Koreksi setelah kenaikan besar seperti ini sebetulnya lumrah terjadi, karena banyak investor yang memilih untuk mengunci keuntungan mereka terlebih dahulu. Namun ada tambahan tekanan yang memperburuk situasi: regulator Amerika (FTC) dikabarkan sedang menyelidiki Arm Holdings, sebuah perusahaan yang patennya digunakan oleh Qualcomm. Jika penyelidikan ini berujung pada perubahan aturan lisensi, Qualcomm bisa terdampak langsung. Investor memilih bersabar dan menunggu kejelasan, terutama menjelang acara besar Investor Day Qualcomm yang dijadwalkan 24 Juni 2026.

Next Earnings (Laporan Keuangan): 4 Agustus 2026
Last Dividend Ex-Date: 27 April 1995
52-Week Range: $107.67 - $469.22
Weekly Range: $423.44 - $469.24
Previous Close Price: $424.14 (15 Mei 2026)
Penurunan AMD pekan ini agak ironis, karena secara kinerja bisnis perusahaan ini sebenarnya sedang dalam kondisi yang cukup baik. Pendapatan dari segmen server dan pusat data mereka tumbuh 57% dibanding tahun lalu. Masalahnya, pasar sedang dalam mode hati-hati terhadap saham-saham yang berkaitan dengan AI setelah kenaikan panjang, dan AMD ikut terseret arus jual yang melanda sektor chip secara keseluruhan. Ini lebih merupakan cerita tentang sentimen pasar yang sedang mereda, bukan tentang bisnis AMD yang bermasalah. Bagi investor jangka panjang, koreksi seperti ini justru bisa dilihat sebagai kesempatan untuk mencermati kembali saham ini.

Next Earnings (Laporan Keuangan): 28 Juli 2026
Last Dividend Ex-Date: 13 Februari 2020
52-Week Range: $176.77 - $254.35
Weekly Range: $220.34 - $242.38
Previous Close Price: $220.61 (15 Mei 2026)
Boeing mengalami pekan yang mengecewakan justru di tengah momen yang semestinya jadi angin segar. Ketika delegasi Trump mengunjungi Beijing, pasar sudah berharap besar bahwa China akan memesan setidaknya 500 pesawat dari Boeing sebagai bagian dari negosiasi dagang. Kenyataannya, yang diumumkan hanyalah komitmen 200 unit, jauh dari harapan. Bagi pasar, selisih antara harapan dan kenyataan itu terlalu besar untuk diabaikan, dan harga saham Boeing pun langsung turun tajam. Analis dari Jefferies dan Freedom Broker masih optimis dengan memasang target harga di kisaran $290-295 dan memberikan rekomendasi Beli, namun pergerakan saham Boeing dalam waktu dekat kemungkinan akan sangat bergantung pada apakah negosiasi dengan China bisa menghasilkan angka pesanan yang lebih besar.

Next Earnings (Laporan Keuangan): 5 Agustus 2026
Next Dividend Ex-Date: N/A (Airbnb tidak membagikan dividen)
52-Week Range: $110.81 - $147.25
Weekly Range: $130.55 - $146.25
Previous Close Price: $132.88 (15 Mei 2026)
Airbnb sebenarnya membawa hasil yang cukup solid: pendapatan kuartal pertama 2026 tumbuh 18% dibanding tahun lalu menjadi $2,7 miliar. Namun ada satu angka yang membuat investor kecewa, yaitu laba per saham yang hanya $0,26 sementara pasar sudah memperkirakan $0,29. Selisihnya memang kecil, tapi di pasar saham, meleset dari ekspektasi seringkali dihukum tidak proporsional. Situasi itu diperparah oleh kabar bahwa salah satu pendiri perusahaan, Nathan Blecharczyk, menjual sahamnya senilai lebih dari $8,85 juta dalam sepekan terakhir. Ketika orang dalam perusahaan sendiri terlihat melepas saham dalam jumlah besar, investor ritel biasanya ikut waswas, terlepas dari alasan sebenarnya di balik penjualan tersebut.
Pekan 12-15 Mei 2026 sekali lagi membuktikan bahwa di pasar saham, ekspektasi adalah segalanya. Cisco meledak karena hasilnya jauh melampaui dugaan pasar. Boeing jatuh karena hasilnya jauh di bawah harapan. Sementara saham-saham chip seperti Intel dan AMD dihukum bukan semata karena bisnisnya buruk, melainkan karena pasar sedang dalam fase berhati-hati setelah periode kenaikan yang panjang. Pekan depan, arah pasar akan sangat ditentukan oleh perkembangan negosiasi dagang AS-China dan data ekonomi Amerika terbaru. Dua hal yang patut dicermati betul oleh siapapun yang aktif di pasar.
Semua saham yang disebutkan dalam artikel ini tersedia untuk diperdagangkan sebagai CFD di Agrodana Futures.
Copyright ยฉ 2026 Agrodana Futures
Disclaimer:
Artikel ini berupa pandangan Agrodana Research, Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan atau menjual market tertentu. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
Research & Analysis Agrodana Futures




