logo agrodana futures official
Buka Akun

TOP GAINERS

TOP LOSERS

Pekan ini pasar saham AS menunjukkan divergensi tajam antar sektor. Saham teknologi dan AI infrastructure jadi motor utama penguatan, dengan Meta, Nvidia, dan Cisco kompak melesat berkat ekspansi belanja modal AI dan proyeksi earnings yang solid. Di sisi lain, saham consumer defensive dan sektor yang terlalu mahal valuasinya justru tertekan, tercermin dari koreksi tajam Intel dan pelemahan Pepsi maupun Merck menjelang musim laporan keuangan berikutnya.

1. Meta Platforms, Inc.ย (#META) ย +16.39%

logo meta 1280x300

Next Earnings (Laporan Keuangan): 29 Juli 2026
Last Dividend Ex-Date: 15 Juni 2026 ($0.5250)
52-Week Range: $520.26 - $796.25
Weekly Range: $580.23 - $677.80
Previous Close Price: $668.70 (10 Juli 2026)

Meta melesat signifikan setelah mengumumkan rencana memproduksi chip AI sendiri untuk mengurangi ketergantungan pada Nvidia dan AMD, didukung investasi data center senilai CAD 9.1 miliar dan target kapasitas compute 14 GW pada 2027. Analis tetap bullish dengan target harga bervariasi antara $700 hingga $945, meski JP Morgan sempat melakukan downgrade dan tercatat aksi jual insider oleh COO Javier Olivan senilai lebih dari $3 juta.

2. Nvidia Corporation (#NVDA) +8.18%

logo nvidia 1280x300

Next Earnings (Laporan Keuangan): 26 Agustus 2026
Last Dividend Ex-Date: 11 Mei 2026 ($0.25)
52-Week Range: $162.02 - $236.54
Weekly Range: $191.09 - $210.84
Previous Close Price: $210.74 (10 Juli 2026)

Penguatan Nvidia ditopang permintaan AI infrastructure yang terus tumbuh, termasuk perluasan kemitraan dengan Palantir untuk pengembangan model AI custom. Valuasi saham ini justru makin menarik karena P/E ratio turun dari 48.89x menjadi 31.71x, sementara margin operasional tetap kuat di 64.02%, menegaskan efisiensi bisnis di tengah ekspansi agresif.

3. Cisco Systems, Inc.ย (#CSCO) +6.84%

logo cisco 1280x300

Next Earnings (Laporan Keuangan): 12 Agustus 2026
Last Dividend Ex-Date: 6 Juli 2026 ($0.42)
52-Week Range: $65.75 - $130.37
Weekly Range: $111.68 - $121.55
Previous Close Price: $121.37 (10 Juli 2026)

Cisco diuntungkan sentimen positif menjelang rilis laporan keuangan, dengan analis menaikkan estimasi earnings growth fiskal 2026 menjadi 12.3%. Kontrak senilai $230 juta dengan Angkatan Darat AS dan kemitraan dengan Rafay Systems untuk memperkuat infrastruktur AI cloud menjadi katalis tambahan yang memperkuat kepercayaan pasar.

4. QUALCOMM Incorporatedย (#QCOM) +10.17%

logo qualcomm 1280x300

Next Earnings (Laporan Keuangan): 29 Juli 2026
Next Dividend Ex-Date: 4 Juni 2026 ($0.92)
52-Week Range: $121.99 - $259.92
Weekly Range: $179.19 - $196.04
Previous Close Price: $189.23 (10 Juli 2026)

Qualcomm melanjutkan strategi diversifikasi ke sektor otomotif dan AI, dengan pendapatan otomotif mencapai $1.33 miliar pada Q2 FY2026, naik 38% year over year dan berambisi menembus $6 miliar annualized revenue. Valuasi saham juga makin murah setelah P/E ratio turun tajam dari 34.90x ke 13.67x, meski pertumbuhan earnings kuartalan sempat melambat.

5. Chevron Corporationย (#CVX) +7.67%

logo chevron 1280x300

Next Earnings (Laporan Keuangan): 31 Juli 2026
Last Dividend Ex-Date: 19 Mei 2026 ($1.78)
52-Week Range: $146.49 - $214.71
Weekly Range: $167.18 - $178.64
Previous Close Price: $176.37 (10 Juli 2026)

Kenaikan Chevron didorong lonjakan harga minyak akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah, ditambah kemitraan 20 tahun dengan Microsoft untuk proyek energi AI bertajuk Project Kilby. Namun perlu dicatat, ROA perusahaan justru turun ke 3.85% dari 5.39% dan payout ratio dividen sudah melampaui 122%, sinyal tekanan pada keberlanjutan pembagian dividen ke depan.

1. Intel Corporationย (#INTC) -12.11%

logo intel 1280x300

Next Earnings (Laporan Keuangan): 23 Juli 2026
Last Dividend Ex-Date: 7 Agustus 2024
52-Week Range: $18.97 - $142.35
Weekly Range: $104.42 - $127.36
Previous Close Price: $109.86 (10 Juli 2026)

Koreksi tajam Intel terjadi setelah reli luar biasa sepanjang 2026 membuat valuasinya jauh melampaui fundamental, saat ini diperdagangkan di 100 kali forward earnings dibanding TSMC yang hanya 27.5 kali. Skeptisisme pasar terhadap rencana turnaround senilai $200 miliar juga meningkat karena perusahaan masih belum profitable secara GAAP, memicu aksi profit taking besar-besaran dari investor.

2. Netflix, Inc.ย (#NFLX) -4.86%

logo netflix 1280x300

Next Earnings (Laporan Keuangan): 16 Juli 2026
Next Dividend Ex-Date: N/A (Netflix Tidak Membagikan Dividen)
52-Week Range: $70.86 - $127.75
Weekly Range: $72.46 - $77.82
Previous Close Price: $73.33 (10 Juli 2026)

Pelemahan Netflix dipicu kekhawatiran soal retensi penonton, dengan laporan menunjukkan sejumlah serial andalan kehilangan 30 hingga 70% audiens antar musim. Manajemen dikabarkan mempertimbangkan bundling live TV dan streaming sebagai strategi baru, sementara ketidakpastian menjelang laporan keuangan Q2 pada 16 Juli turut menambah tekanan jual.

3. PepsiCo Inc. (#PEP) ย -4.71%

logo pepsi 1280x300

Next Earnings (Laporan Keuangan): 8 Oktober 2026
Last Dividend Ex-Date: 5 Juni 2026 ($1.84)
52-Week Range: $133.75 - $171.48
Weekly Range: $134.87 - $149.13
Previous Close Price: $137.43 (10 Juli 2026)

Pepsi tertekan setelah Citi menurunkan rating menjadi Neutral akibat pelemahan berkelanjutan di segmen North America Foods. Meski begitu, sejumlah bank besar seperti Deutsche Bank, UBS, dan JP Morgan tetap mempertahankan rating positif dengan alasan kinerja internasional Pepsi masih jadi penopang utama di tengah tantangan domestik.

4. GE Aerospaceย (#GE) ย -4.70%

logo ge aerospace 1280x300

Next Earnings (Laporan Keuangan): 16 Juli 2026
Last Dividend Ex-Date: 6 Juli 2026 ($0.47)
52-Week Range: $251.40 - $382.97
Weekly Range: $352.57 - $380.32
Previous Close Price: $359.41 (10 Juli 2026)

Pelemahan GE Aerospace pekan ini belum memiliki katalis spesifik yang terkonfirmasi dari sumber data yang tersedia. Secara historis, saham ini cenderung sensitif terhadap sentimen di rantai pasok penerbangan dan volatilitas pasar secara umum, sehingga penurunan kali ini kemungkinan lebih mencerminkan aksi profit taking pasca reli sebelumnya ketimbang perubahan fundamental bisnis.

5. Merck & Co., Inc.ย (#MRK) ย -4.50%

logo merck 1280x300

Next Earnings (Laporan Keuangan): 4 Agustus 2026
Next Dividend Ex-Date: 15 Juni 2026 ($0.85)
52-Week Range: $76.66 - $130.29
Weekly Range: $122.91 - $129.73
Previous Close Price: $123.48 (10 Juli 2026)

Merck melemah menjelang laporan keuangan yang dijadwalkan rilis 4 Agustus 2026, dengan analis memproyeksikan EPS turun tajam 42.43% year over year. Di sisi lain, persetujuan FDA terbaru untuk KEYTRUDA sebagai terapi kanker kandung kemih invasif jadi katalis positif jangka panjang, meski risiko penurunan penjualan GARDASIL dan potensi hilangnya eksklusivitas KEYTRUDA tetap jadi perhatian analis ke depan.


Wall Street pekan ini kembali menegaskan bahwa narasi AI infrastructure masih jadi penggerak utama sentimen pasar, sementara saham dengan valuasi terlalu mahal atau menghadapi tekanan fundamental jangka pendek rentan dikoreksi tajam meski sektor secara umum menguat. Musim laporan keuangan yang akan datang berpotensi menjadi katalis penentu arah lanjutan, terutama bagi saham consumer defensive dan kesehatan yang tengah tertekan.

Semua saham yang disebutkan dalam artikel ini tersedia untuk diperdagangkan sebagai CFD di Agrodana Futures.


cfd saham us 1920x1080 (1)

TOP GAINERS

TOP LOSERS

Pekan 15 - 19 Juni di Wall Street kembali menyoroti betapa kuatnya pengaruh narasi kecerdasan buatan (AI) dan dinamika sektor teknologi, namun dengan penyebaran sentimen yang mulai terpecah. Di satu sisi, produsen cip dan infrastruktur perangkat keras panen sentimen positif berkat kabar kemitraan strategis dan kuatnya permintaan pasar. Di sisi lain, beberapa raksasa perangkat lunak dan sektor energi justru mendapat tekanan jual akibat kekhawatiran seputar valuasi, retensi talenta, hingga fluktuasi harga komoditas. Pasar saat ini bergerak sangat cermat, memberikan penghargaan tinggi pada perusahaan dengan kejelasan katalis pertumbuhan, dan langsung menghukum emiten yang dibayangi ketidakpastian jangka pendek.

1. Intel Corporation (#INTC) ย 14.08%

logo intel 1280x300

Next Earnings (Laporan Keuangan): 23 Juli 2026
Last Dividend Ex-Date: 7 Agustus 2024
52-Week Range: $18.97 - $135.52
Weekly Range: $117.04 - $135.52
Previous Close Price: $133.96 (19 Juni 2026)

Saham Intel melonjak tajam memimpin deretan gainers pekan lalu, didorong oleh pengumuman dari Presiden Trump mengenai potensi kemitraan manufaktur cip dengan Apple. Kabar strategis ini, ditambah dengan sentimen positif atas kemajuan teknologi cip 18A-P milik Intel yang diklaim memiliki peningkatan performa 9%, berhasil mendongkrak optimisme investor secara masif. Apresiasi dari pengamat pasar mengenai penyelesaian masalah di unit manufaktur (foundry) juga semakin memperkuat keyakinan bahwa Intel siap mengkapitalisasi tingginya permintaan pasar.

2. QUALCOMM Incorporated (#QCOM) +12.16%

logo qualcomm 1280x300

Next Earnings (Laporan Keuangan): 29 Juli 2026
Last Dividend Ex-Date: 4 Juni 2026 ($0.92)
52-Week Range: $121.99 - $259.92
Weekly Range: $212.62 - $231.08
Previous Close Price: $226.40 (19 Juni 2026)

Qualcomm mencatatkan kenaikan impresif sejalan dengan menguatnya sektor semikonduktor secara keseluruhan. Peluncuran platform Snapdragon C yang menargetkan pasar laptop kelas pemula (entry-level) berhasil memicu ketertarikan investor terhadap potensi ekspansi perusahaan di luar cip ponsel pintar. Meskipun sejumlah analis memberi peringatan mengenai potensi valuasi yang sudah terlampau tinggi dan proyeksi penurunan pendapatan kuartalan, momentum positif dari tingginya permintaan perangkat keras AI di pasar masih menjadi pendorong utama aksi beli saham ini.

3. Caterpillar Inc. (#CAT) +8.41%

logo caterpillar 1280x300

Next Earnings (Laporan Keuangan): 4 Agustus 2026
Next Dividend Ex-Date: 20 Juli 2026 ($1.63)
52-Week Range: 357.73 - $994.49
Weekly Range: $927.95 - $993.98
Previous Close Price: $981.24 (19 Juni 2026)

Meski lebih dikenal sebagai perusahaan alat berat konvensional, Caterpillar sukses menarik minat beli pekan lalu berkat posisinya yang tak terduga diuntungkan oleh tren teknologi. Pertumbuhan saham ini ditopang oleh rekor antrian pesanan (backlog) senilai $63 miliar, yang pertumbuhannya ikut didorong oleh tingginya permintaan infrastruktur pembangunan pusat data (data center). Walaupun ada peringatan analis mengenai valuasi yang mahal, momentum harga yang kuat menunjukkan bahwa investor sangat mengapresiasi efisiensi dan posisi dominan Caterpillar di sektor industri.

4. Airbnb, Inc. (#ABNB) +7.50%

logo airbnb 1280x300

Next Earnings (Laporan Keuangan): 5 Agustus 2026
Last Dividend Ex-Date: N/A - (AirBnb tidak membagikan dividen)
52-Week Range: $110.81 - $147.25
Weekly Range: $135.85 - $143.81
Previous Close Price: $142.06 (19 Juni 2026)

Jelang rilis laporan keuangan terbarunya, saham Airbnb bergerak positif didorong oleh antisipasi investor terhadap kuatnya pertumbuhan perusahaan, dengan proyeksi laba per saham (EPS) yang diperkirakan naik lebih dari 15%. Walaupun perusahaan saat ini sedang dihadapkan pada tantangan pengetatan regulasi sewa jangka pendek di tingkat pemerintahan kota, sentimen pemesanan yang kuat membuat pasar tetap optimis. Kenaikan harga ini mencerminkan keyakinan investor terhadap dominasi model bisnis Airbnb meskipun valuasinya dinilai cukup premium.

5. Advanced Micro Devices, Inc.ย (#AMD) +7.42%

logo amd 1280x300

Next Earnings (Laporan Keuangan): 4 Agustus 2026
Last Dividend Ex-Date: 27 April 1995
52-Week Range: $126.82 - $558.37
Weekly Range: $507.38 - $558.37
Previous Close Price: $536.80 (19 Juni 2026)

Saham AMD terus menunjukkan keperkasaannya dengan merespons positif laporan pendapatan dari mitra manufaktur utamanya, TSMC, yang mencetak lonjakan pendapatan tahunan sebesar 41%. Selain sentimen dari TSMC, langkah AMD mengamankan kemitraan dengan Rackspace Technology untuk membangun komputasi AI berkapasitas 30 megawatt semakin memperkokoh posisi perusahaan di pasar cip AI. Kuatnya minat beli ini sukses menutupi kekhawatiran sebagian pihak mengenai tingginya rasio harga saham terhadap laba (P/E) yang kini berada di angka 169 kali.

1. ย International Business Machines Corporation (#IBM) -10.47%

logo ibm 1280x300

Next Earnings (Laporan Keuangan): 22 Juli 2026
Last Dividend Ex-Date: 8 Mei 2026 ($1.69)
52-Week Range: $212.34 - $332.46
Weekly Range: $243.66 - $276.66
Previous Close Price: $249.73 (19 Juni 2026)

IBM memimpin pelemahan pekan kemarin setelah mengalami rentetan aksi jual akibat perdebatan pasar mengenai valuasi sahamnya. Walaupun perusahaan memiliki fundamental yang cukup solid, meluncurkan alat keamanan siber baru, dan mencatat pertumbuhan pendapatan hampir 10% di kuartal pertama, banyak investor memilih untuk mengamankan keuntungan (profit taking). Penurunan tajam ini lebih mencerminkan sikap kehati-hatian pelaku pasar terhadap harga sahamnya saat ini, meski prospek jangka panjang IBM di ranah hybrid cloud dan AI masih dipandang cerah.

2. Salesforce, Inc. (#CRM) -7.87%

salesforce logo 1280x300

Next Earnings (Laporan Keuangan): 2 September 2026
Last Dividend Ex-Date: 11 Juni 2026 ($0.44)
52-Week Range: $149.75 - $276.80
Weekly Range: $149.75 - $169.75
Previous Close Price: $151.76 (19 Juni 2026)

Raksasa perangkat lunak Salesforce harus melewati pekan yang berat setelah keputusannya mengakuisisi perusahaan AI, Fin, senilai $3,6 miliar memicu kekhawatiran investor terkait potensi tertekannya marjin keuntungan operasional. Sentimen negatif ini semakin diperburuk oleh kabar hilangnya hampir 100 karyawan bertalenta mereka yang dibajak oleh perusahaan pesaing seperti OpenAI dan Anthropic. Kondisi tersebut membuat pasar memfokuskan perhatian pada tingginya risiko retensi talenta dan ketatnya persaingan integrasi AI di ranah layanan perangkat lunak.

3. Comcast Corporation (#CMCSA)ย -6.30%

logo comcast corporation 1280x300

Next Earnings (Laporan Keuangan): 23 Juli 2026
Next Dividend Ex-Date: 1 Juli 2026 ($0.33)
52-Week Range: $22.40 - $34.36
Weekly Range: $22.40 - $24.70
Previous Close Price: $22.49 (19 Juni 2026)

Berbeda dengan indeks saham yang mayoritas menguat, Comcast justru tertekan oleh lesunya tren pelanggan layanan internet broadband domestik mereka yang memicu keraguan pasar terhadap kemampuan perusahaan mencetak arus kas bebas. Meskipun Comcast mencoba berekspansi dengan meluncurkan layanan keamanan siber untuk bisnis kecil dengan tarif berlangganan bulanan, sentimen pasar menjelang rilis laporan laba rugi yang diprediksi mencatatkan penurunan pendapatan, membuat investor bersikap defensif dan melepas kepemilikan saham mereka.

4. Chevron Corporation (#CVX) ย -6.14%

logo chevron 1280x300

Next Earnings (Laporan Keuangan): 31 Juli 2026
Last Dividend Ex-Date: 19 Mei 2026 ($1.78)
52-Week Range: $142.40 - $214.71
Weekly Range: $172.24 - $181.73
Previous Close Price: $173.70 (19 Juni 2026)

Pergerakan harga Chevron terseret oleh sentimen negatif yang melanda sektor energi secara luas akibat meredanya ketegangan geopolitik (khususnya di Selat Hormuz) yang berisiko menstabilkan dan menekan harga minyak dunia. Menariknya, koreksi harga saham ini terjadi justru pada saat Chevron mengumumkan langkah strategis mengakuisisi 70% hak partisipasi di Blok 10 Yunani untuk memperluas eksplorasi laut dalam. Pasar tampaknya lebih bereaksi pada ketakutan terhadap dinamika harga komoditas energi jangka pendek dibandingkan prospek ekspansi perusahaan.

5. Eli Lilly and Company (#LLY) ย -5.51%

eli lilly logo 1280x300

Next Earnings (Laporan Keuangan): 5 Agustus 2026
Last Dividend Ex-Date: 15 Mei 2026 ($1.73)
52-Week Range: $623.78 - $1182.73
Weekly Range: $1087.84 - $1145.86
Previous Close Price: $1100.76 (19 Juni 2026)

Saham perusahaan farmasi Eli Lilly mengalami pelemahan seiring dengan munculnya kekhawatiran investor mengenai potensi kebijakan pengetatan harga obat-obatan jelang rilis laporan kuartal kedua mereka. Ketergantungan besar perusahaan pada kesuksesan obat penurun berat badan (GLP-1), yang menyumbang 65% dari pendapatan kuartal pertama mereka, membuat saham ini sangat sensitif terhadap isu regulasi. Meskipun perusahaan baru saja menaikkan target pedoman pendapatan tahunannya, koreksi harga ini adalah murni langkah antisipasi pasar terhadap risiko kebijakan di sektor kesehatan.


Dinamika pasar pekan ketiga bulan Juni ini memberikan pandangan yang jelas bahwa sentimen makroekonomi tidak selalu direspons secara seragam oleh semua lini bisnis. Emiten pembuat perangkat keras seperti Intel dan AMD mendapatkan limpahan dana yang sangat besar berkat permintaan utilitas kecerdasan buatan, sementara perusahaan besar di sektor perangkat lunak dan energi seperti Salesforce dan Chevron justru dihukum pasar karena kekhawatiran efisiensi biaya dan isu operasional. Ke depannya, pergerakan indeks akan sangat bergantung pada seberapa transparan emiten dalam menjaga stabilitas arus kas di tengah agresifnya tren belanja inovasi teknologi.

Semua saham yang disebutkan dalam artikel ini tersedia untuk diperdagangkan sebagai CFD di Agrodana Futures.


cfd saham us 1920x1080 (1)

TOP GAINERS

TOP LOSERS

Pekan perdagangan 8-12 Juni 2026 memperlihatkan bahwa narasi seputar investasi kecerdasan buatan (AI) dan restrukturisasi bisnis menjadi motor penggerak paling dominan di Wall Street. Di satu sisi, sektor semikonduktor kembali bersinar berkat meredanya ketegangan geopolitik dan tingginya permintaan perangkat keras pendukung AI yang mendorong aksi beli masif. Namun di sisi lain, pasar mulai menghukum secara tegas perusahaan-perusahaan raksasa yang membakar terlalu banyak modal demi infrastruktur AI atau yang tengah menghadapi ketidakpastian di tingkat manajemen eksekutif. Indeks bergerak sangat selektif; investor kini tidak lagi sekadar membeli narasi masa depan, melainkan menuntut bukti ketahanan arus kas dan efisiensi operasional hari ini.

1. Intel Corporation (#INTC) ย 15.15%

logo intel 1280x300

Next Earnings (Laporan Keuangan): 23 Juli 2026
Last Dividend Ex-Date: 7 Agustus 2024
52-Week Range: $18.97 - $132.75
Weekly Range: $99.44 - $127.68
Previous Close Price: $124.67 (12 Juni 2026)

Saham Intel melesat memimpin barisan gainers pekan ini berkat peningkatan peringkat (double upgrade) dari Bank of America yang menaikkan target harga mereka ke $135. Optimisme ini didorong oleh proyeksi meledaknya permintaan CPU server berbasis AI yang pasarnya diperkirakan menembus $170 miliar pada tahun 2030, diiringi oleh meredanya risiko geopolitik yang membebani sektor semikonduktor secara makro. Meskipun Intel masih memiliki pekerjaan rumah berupa marjin operasional yang negatif di angka -9,39%, keyakinan analis terhadap potensi ekspansi jangka panjang perusahaan sukses menutupi kekhawatiran jangka pendek tersebut.

2. Starbucks Corporation (#SBUX) +8.44%

logo starbucks 1280x300

Next Earnings (Laporan Keuangan): 28 Juli 2026
Last Dividend Ex-Date: 15 Mei 2026 ($0.62)
52-Week Range: $77.99 - $108.88
Weekly Range: $94.41 - $103.70
Previous Close Price: $103.08 (12 Juni 2026)

Di tengah lesunya indeks pasar konsumen secara umum, Starbucks berhasil mencuri perhatian melalui strategi ekspansi dan efisiensi yang agresif. Perusahaan mendapat respons positif setelah mengumumkan rencana pembukaan 5.000 gerai format kecil di Amerika Serikat serta menjajaki penjualan saham unit bisnisnya di Jepang yang dinilai sebagai langkah perampingan operasional yang cerdas. Sentimen pembeli semakin kuat berkat valuasi saham Starbucks yang dipandang undervalued, sekitar 7% di bawah harga wajarnya, serta rekam jejak pertumbuhan arus kas bebas yang melonjak hingga lebih dari 114%.

3. The Home Depot, Inc. (#HD) +6.25%

logo hd 1280x300

Next Earnings (Laporan Keuangan): 18 Agustus 2026
Last Dividend Ex-Date: 4 Juni 2026 ($2.33)
52-Week Range: $289.10 - $426.75
Weekly Range: $307.81 - $330.19
Previous Close Price: $328.19 (12 Juni 2026)

Ketika pasar perumahan dan tren swakriya (DIY) sedang mengalami perlambatan, Home Depot dengan sigap mengubah arah kemudinya untuk membidik pasar kontraktor profesional (Pro) yang bernilai sangat masif, yakni sekitar $700 miliar. Pergeseran strategi terfokus ini berhasil meyakinkan investor, didukung pula oleh lonjakan arus kas bebas perusahaan yang sangat fantastis hingga menembus 521%. Walaupun marjin laba dan pertumbuhan pendapatan utamanya masih terlihat melambat, ketegasan Home Depot dalam mencari sumber pendapatan baru di sektor profesional memberikan dorongan fundamental yang positif pada pergerakan harga sahamnya.

4. Verizon Communications Inc. (#VZ) +5.77%

logo verizon 1280x300

Next Earnings (Laporan Keuangan): 24 Juli 2026
Last Dividend Ex-Date: 10 Juli 2026 ($0.7075)
52-Week Range: $38.39 - $51.68
Weekly Range: $44.79 - $48.26
Previous Close Price: $48.16 (12 Juni 2026)

Verizon menjadi primadona utama pekan ini bagi investor konservatif yang memburu kepastian pendapatan di tengah ketidakstabilan sektor teknologi. Perusahaan mencetak arus kas bebas mencapai $20,3 miliar dalam setahun terakhir, sebuah bantalan dana yang sangat kokoh untuk mengamankan posisi imbal hasil dividennya di angka 6%. Di samping metrik keuangan yang sangat defensif tersebut, inovasi terbaru Verizon dalam meluncurkan perangkat tanggap darurat berbasis AI menjelang musim badai turut menambah keyakinan pasar terhadap keunggulan dan ketahanan operasional jaringan mereka.

5. Advanced Micro Devices, Inc.ย (#AMD) +5.77%

logo amd 1280x300

Next Earnings (Laporan Keuangan): 4 Agustus 2026
Last Dividend Ex-Date: 27 April 1995
52-Week Range: $117.78 - $546.44
Weekly Range: $436.91 - $521.72
Previous Close Price: $512.36 (12 Juni 2026)

Mengekor momentum positif di sektor chip, saham AMD melanjutkan tren penguatannya setelah mendapatkan upgrade rekomendasi menjadi "Buy" dari Citi dengan target harga agresif di $575. Sentimen positif ini dipicu oleh tingginya permintaan terhadap chip AI kustom buatan mereka, terutama setelah mengamankan kesepakatan pasokan bernilai besar dengan raksasa teknologi, Meta. Aliran dana terus masuk karena pasar melihat posisi AMD yang semakin matang bukan sekadar sebagai penantang, melainkan sebagai pemasok utama yang sangat kredibel di tengah perlombaan infrastruktur kecerdasan buatan global.

1. Adobe Inc. (#ADBE) -17.19%

logo adobe 1280x300

Next Earnings (Laporan Keuangan): 10 September 2026
Last Dividend Ex-Date: 24 Maret 2025
52-Week Range: $196.90 - $405.00
Weekly Range: $196.85 - $248.47
Previous Close Price: $204.07 (12 Juni 2026)

Adobe harus rela menerima koreksi mingguan paling tajam akibat sentimen negatif berlapis yang menyelimuti manajemen perusahaan. Meskipun perusahaan sebenarnya sukses melaporkan rekor pendapatan sebesar $6,62 miliar di kuartal kedua, kepergian yang tiba-tiba dari Direktur Keuangannya, Dan Durn, langsung memicu kepanikan investor terkait stabilitas kepemimpinan. Situasi diperburuk oleh keputusan Adobe memangkas proyeksi pertumbuhan tahun 2026 serta keraguan analis terhadap langkah transisi mereka menuju model bisnis freemium, yang dikhawatirkan akan menekan laju monetisasi ke depannya.ย 

2. Oracle Corporation (#ORCL) -13.52%

logo oracle 1280x300

Next Earnings (Laporan Keuangan): 9 September 2026
Last Dividend Ex-Date: 10 Juli 2026 ($0.50)
52-Week Range: $134.57 - $345.72
Weekly Range: $175.45 - $220.43
Previous Close Price: $183.95 (12 Juni 2026)

Pergerakan harga Oracle pekan ini adalah bukti nyata bahwa pertumbuhan pendapatan eksponensial dari AI tidak akan direspons positif jika harus ditebus dengan ongkos kapital yang terlampau mahal. Walau melaporkan lonjakan pendapatan cloud sebesar 21% yang ditopang oleh kontrak infrastruktur AI baru bernilai $67 miliar, investor seketika mundur teratur setelah melihat arus kas bebas Oracle berbalik negatif hingga $23,7 miliar. Besarnya belanja modal yang dibutuhkan perusahaan, ditambah dengan rencana mencari pembiayaan tambahan sebesar $40 miliar, memunculkan kekhawatiran serius mengenai tekanan likuiditas jangka pendek. ย 

3. Salesforce, Inc. (#CRM)ย -9.01%

salesforce logo 1280x300

Next Earnings (Laporan Keuangan): 2 September 2026
Next Dividend Ex-Date: 11 Juni 2026
52-Week Range: $161.28 - $276.80
Weekly Range: $161.28 - $184.85
Previous Close Price: $165.92 (12 Juni 2026)

Salesforce sedang melewati fase transisi yang direspons dengan penuh kehati-hatian oleh para pelaku pasar. Rentetan kabar mengenai pemutusan hubungan kerja (PHK) yang beriringan dengan manuver akuisisi perusahaan untuk menggenjot sistem harga berbasis penggunaan (usage-based pricing), menimbulkan pertanyaan di kalangan investor mengenai kelancaran eksekusi dan moral internal karyawan. Lebih jauh, sengitnya persaingan integrasi AI dengan penyedia perangkat lunak Software-as-a-Service (SaaS) lainnya membuat pasar memilih bersikap menunggu dan melihat (wait and see).

4. Apple Inc. (#AAPL) ย -7.11%

logo apple 1280x300

Next Earnings (Laporan Keuangan): 30 Juli 2026
Last Dividend Ex-Date: 11 Mei 2026 ($0.27)
52-Week Range: $195.07 - $317.40
Weekly Range: $287.41 - $317.48
Previous Close Price: $291.26 (12 Juni 2026)

Raksasa teknologi asal Cupertino ini menghadapi tekanan jual karena bayang-bayang membengkaknya beban operasional produksi mereka. Walaupun segmen Services milik Apple terus mencatatkan rekor pendapatan yang brilian dan arus kas bebas menyentuh angka $129,1 miliar, peringatan dari pihak manajemen mengenai lonjakan tajam pada biaya komponen memori langsung memicu kekhawatiran soal penyusutan marjin laba di kuartal mendatang. Selain itu, mundurnya Apple dari megaproyek mobil swakemudi (Project Titan) membuat sebagian investor menyesuaikan kembali ekspektasi mereka terhadap ruang pertumbuhan baru bagi perusahaan.

5. Microsoft, Inc. (MSFT) ย -5.02%

Microsoft

Next Earnings (Laporan Keuangan): 29 Juli 2026
Last Dividend Ex-Date: 21 Mei 2026 ($0.91)
52-Week Range: $356.28 - $555.45
Weekly Range: $382.28 - $413.92
Previous Close Price: $390.80 (12 Juni 2026)

Koreksi ringan pada saham Microsoft pekan ini lebih banyak dipengaruhi oleh sentimen domestik dari dalam divisinya, khususnya kekhawatiran atas performa unit gaming, Xbox. Marjin keuntungan dari divisi tersebut dilaporkan anjlok drastis ke level 3%, yang memantik wacana di bursa bahwa Microsoft mungkin perlu melakukan restrukturisasi besar-besaran atau bahkan memisahkan unit tersebut secara independen (spin-off). Walaupun analis pasar masih menilai saham Microsoft memiliki valuasi yang atraktif untuk jangka panjang, ketidakpastian di lini gaming menjadi beban yang menahan laju sahamnya sepanjang pekan ini.


Dinamika pekan kedua Juni 2026 ini kembali menegaskan sebuah realitas fundamental di Wall Street: yang menentukan pergerakan harga bukanlah sekadar narasi teknologi baru, melainkan kedisiplinan sebuah perusahaan dalam mengelola neraca keuangannya. Emiten seperti Intel dan AMD menikmati lonjakan apresiasi karena memiliki arah ekspansi komersial yang rasional, sementara Oracle dan Adobe harus menanggung tekanan jual akibat lonjakan belanja modal serta gejolak kepemimpinan. Memasuki pekan depan, fokus pasar diprediksi akan terus terpusat pada bagaimana para eksekutif menyeimbangkan agresivitas investasi infrastruktur masa depan dengan tuntutan investor akan imbal hasil dan arus kas yang nyata hari ini.

Semua saham yang disebutkan dalam artikel ini tersedia untuk diperdagangkan sebagai CFD di Agrodana Futures.


cfd saham us 1920x1080 (1)

TOP GAINERS

TOP LOSERS

Rotasi Modal Agresif Menekan Sektor Teknologi, Finansial Jadi Pelabuhan

Pasar saham pekan ini diwarnai oleh rotasi modal yang tajam pasca rilis laporan pekerjaan bulan Mei yang jauh lebih kuat dari perkiraan, dengan penambahan 172.000 pekerjaan. Data ini kembali memicu kekhawatiran Wall Street akan suku bunga acuan yang tinggi dan berkepanjangan, sehingga memicu aksi jual secara masif pada saham-saham sektor teknologi (growth stocks). Sebaliknya, aliran dana bergeser drastis mencari keamanan dan valuasi yang lebih menarik pada sektor finansial dan perawatan kesehatan, yang terbukti berhasil menunjukkan resiliensi luar biasa di tengah gejolak makroekonomi saat ini.

1. Wells Fargo & Company (WFC) ย +6.23%

logo wells fargo 1280x300

Next Earnings (Laporan Keuangan): 14 Juli 2026
Last Dividend Ex-Date: 8 Mei 2026 ($0.45)
52-Week Range: $71.93 - $97.76
Weekly Range: $76.97 - $82.52
Previous Close Price: $82.00 (5 Juni 2026)

Saham WFC memimpin penguatan sektor finansial berkat optimisme kuat dari pandangan positif CEO Charlie Scharf serta katalis pencabutan batas aset regulasi. WFC dinilai memiliki daya tarik valuasi yang sangat kuat dengan diskon intrinsik mencapai 37% dari nilai wajarnya, serta proyeksi pertumbuhan pendapatan menjelang rilis kinerja kuartalan pada pertengahan Juli 2026 yang diantisipasi akan mencapai $21,65 miliar.

2. Abbott Laboratories (ABT) +6.15%

logo abbott 1280x300

Next Earnings (Laporan Keuangan): 16 Juli 2026
Last Dividend Ex-Date: 15 April 2026 ($0.63)
52-Week Range: $81.97 - $139.06
Weekly Range: $85.52 - $92.81
Previous Close Price: $91.09 (5 Juni 2026)

Di tengah pasar yang fluktuatif, ABT menunjukkan posisi defensif yang solid berkat inovasi di sektor teknologi perawatan diabetes, khususnya melalui peluncuran sensor Libre Duo. Ekspansi kemitraan strategis dengan MiniMed dan proyeksi pertumbuhan jangka panjang di pasar perangkat pemantauan jantung berhasil menarik minat investor untuk masuk, memanfaatkan posisi saham yang dinilai masih undervalued.

3. Bank of America (BAC) +5.46%

logo bofa 1280x300

Next Earnings (Laporan Keuangan): 14 Juli 2026
Last Dividend Ex-Date: 5 Juni 2026 ($0.28)
52-Week Range: $43.66 - $57.55
Weekly Range: $51.15 - $54.39
Previous Close Price: $53.86 (5 Juni 2026)

Momentum positif BAC didorong oleh langkah inovatif perusahaan dalam meluncurkan solusi pembayaran real-time lintas batas bagi klien korporat. Valuasi yang sangat atraktif dengan P/B rasio di 1.27x dan P/E di 11.56x memberikan bantalan kuat bagi saham ini dari tekanan pasar, ditambah adanya perombakan kepemimpinan yang memperkuat penetrasi mereka di pasar lokal.

4. Caterpillar (CAT) +5.06%

logo caterpillar 1280x300

Next Earnings (Laporan Keuangan): 4 Agustus 2026
Last Dividend Ex-Date: 20 April 2026ย ($1.51)
52-Week Range: $345.85 - $936.71
Weekly Range: $853.06 - $946.55
Previous Close Price: $903.75 (5 Juni 2026)

Performa hijau Caterpillar ditopang oleh fundamental kuartal pertama yang impresif, di mana perusahaan mencetak pendapatan $17,4 miliar, naik 22% secara tahunan dan rekor backlog pesanan sebesar $63 miliar. Permintaan dari sektor infrastruktur dan energi yang tetap tinggi memicu keyakinan kuat dari investor akan potensi pendapatan di masa depan, meskipun sempat muncul kekhawatiran minor terkait tarif.

5. JP Morgan (JPM) +4.98%

jp morgan logo 1280x300

Next Earnings (Laporan Keuangan): 14 Juli 2026
Next Dividend Ex-Date: 6 Juli 2026 ($1.50)
52-Week Range: $260.31 - $337.25
Weekly Range: $295.24 - $313.83
Previous Close Price: $312.54 (22 Mei 2026)

Saham JPM menguat seiring dorongan sentimen media yang menyebutnya sebagai "bank terbaik di dunia", mempertegas posisi dominannya di sektor keuangan. Proyeksi laba yang optimistis menjelang kuartal berikutnya, dipadukan dengan langkah inisiatif visioner perusahaan dalam membangun jaringan deposit yang ditokenisasi (tokenized deposit network), membuat JPM menjadi pilihan utama investasi blue-chip minggu ini.

1. International Business Machines (IBM) -11.68%

logo ibm 1280x300

Next Earnings (Laporan Keuangan): 22 Juli 2026
Last Dividend Ex-Date: 8 Mei 2026 ($1.69)
52-Week Range: $212.34 - $332.51
Weekly Range: $281.87 - $332.51
Previous Close Price: $284.86 (5 Juni 2026)

IBM menjadi salah satu korban utama dari aksi jual sektor teknologi yang dipicu oleh sentimen makro, meski fundamental bisnisnya baru saja mencatat lonjakan laba kuartal pertama sebesar 94,34%. Kondisi pasar yang memprioritaskan keamanan jangka pendek membuat investor mengabaikan sejenak katalis positif yang dimiliki IBM, termasuk integrasi kemitraan AI dan komputasi kuantum bersama Google Cloud.

2. Microsoft, Inc. (MSFT) -9.53%

Microsoft

Next Earnings (Laporan Keuangan): 29 Juli 2026
Last Dividend Ex-Date: 21 Mei 2026 ($0.91)
52-Week Range: $356.28 - $555.45
Weekly Range: $414.42 - $466.39
Previous Close Price: $416.76 (5 Juni 2026)

MSFT terseret arus pelemahan sektor teknologi secara luas di tengah bayang-bayang ketatnya pengawasan regulasi terhadap beban kerja AI di masa depan. Selain tekanan dari laporan ketenagakerjaan yang kuat, sentimen negatif minggu ini juga diperparah oleh mundurnya anggota dewan Reid Hoffman yang memicu keraguan pasar atas arah strategis perusahaan di tengah fokus mendalam mereka terhadap kecerdasan buatan.

3. ย Intel Corporation (INTC)ย -9.31%

logo intel 1280x300

Next Earnings (Laporan Keuangan): 23 Juli 2026
Next Dividend Ex-Date: 7 Agustus 2024
52-Week Range: $18.97 - $132.75
Weekly Range: $98.33 - $117.46
Previous Close Price: $98.98 (5 Juni 2026)

Tekanan beruntun dari sentimen makroekonomi dan panduan kinerja yang mengecewakan dari Broadcom memicu efek domino aksi jual tajam pada industri semikonduktor yang langsung memukul INTC. Lompatan valuasi EV/EBITDA yang melonjak menjadi 23,73x dipadukan dengan tantangan margin operasi yang masih negatif (-9,39%) membuat investor lebih memilih untuk melakukan penghindaran risiko pada saham ini.

4. Honeywell (HON) ย -9.00%

honeywell 1280x300

Next Earnings (Laporan Keuangan): 23 Juli 2026
Last Dividend Ex-Date: 15 Mei 2026 ($1.19)
52-Week Range: $186.76 - $248.18
Weekly Range: $231.15 - $239.32
Previous Close Price: $214.00 (5 Juni 2026)

Koreksi signifikan saham HON terjadi setelah jajaran direksi menetapkan tanggal pencatatan (record date) untuk spin-off divisi Honeywell Aerospace pada 29 Juni 2026. Meskipun analis seperti Goldman Sachs baru saja menaikkan target harganya menjadi $276, aksi korporasi yang disertai rencana reverse stock split 1-banding-2 memicu ketidakpastian jangka pendek sehingga investor memilih melakukan aksi ambil untung.

5. Tesla Inc. (TSLA) ย -7.85%

logo tesla 1280x300

Next Earnings (Laporan Keuangan): 22 Juli 2026
Next Dividend Ex-Date: N/A | (Tesla tidak membagikan dividen)
52-Week Range: $273.21 - $498.83
Weekly Range: $388.38 - $433.42
Previous Close Price: $390.73 (5 Juni 2026)

Penundaan demo generasi terbaru Roadster ke bulan Agustus menjadi katalis negatif utama yang memicu tekanan jual tajam pada TSLA, menutupi langkah upgrade target harga dari JPMorgan. Tekanan ini semakin diperparah oleh kekhawatiran pasar terhadap tren penurunan pendapatan dalam dua kuartal berturut-turut serta risiko potensial hilangnya kredit pajak kendaraan listrik (EV) di pasar Amerika Serikat.


Secara keseluruhan, pergerakan Wall Street sepanjang minggu ini sangat didominasi oleh pergeseran arus modal yang dipicu oleh rilis data ketenagakerjaan yang melampaui ekspektasi. Kuatnya data tersebut memicu kekhawatiran akan tingginya suku bunga, yang secara langsung menekan saham-saham berorientasi pertumbuhan di sektor teknologi dan semikonduktor, tercermin dari koreksi tajam pada IBM, Microsoft, dan Intel. Di sisi lain, tekanan ini justru membawa berkah bagi sektor finansial dan perawatan kesehatan. Emiten-emiten dengan valuasi atraktif dan fundamental solid seperti Wells Fargo, Bank of America, hingga Abbott Laboratories berhasil unjuk gigi dan menjadi penopang utama, membuktikan resiliensinya di tengah volatilitas makroekonomi yang sedang berlangsung.

Semua saham yang disebutkan dalam artikel ini tersedia untuk diperdagangkan sebagai CFD di Agrodana Futures.


cfd saham us 1920x1080 (1)

TOP GAINERS

TOP LOSERS

Wall Street menutup pekan ini dengan karakter yang terbagi cukup tajam. Pasar masih bergerak dalam bayangan kesepakatan tarif AS-China pekan sebelumnya, namun optimisme itu mulai diuji oleh sejumlah katalis baru yang datang bersamaan: kunjungan delegasi Trump ke Beijing bersama jajaran CEO kelas dunia membuka ekspektasi kesepakatan bisnis konkret, sementara data inflasi yang masih membandel memaksa pelaku pasar untuk kembali menghitung ulang kapan The Fed benar-benar akan memangkas, menahan, atau malah menaikkan suku bunga. Hasilnya bukan pasar yang seragam naik, melainkan pasar yang memilah dengan sangat selektif antara sektor yang punya katalis nyata dan yang tidak.

1. Cisco Systems, Inc. (#CSCO) ย +22.68%

logo cisco 1280x300

Next Earnings (Laporan Keuangan): 12 Agustus 2026
Next Dividend Ex-Date: 6 Juli 2026
52-Week Range: $62.30 - $119.36
Weekly Range: $96.20 - $119.40
Previous Close Price: $118.25 (15 Mei 2026)

Cisco menjadi saham dengan kenaikan paling dramatis pekan ini. Pemicunya adalah laporan keuangan kuartal terbaru yang sangat kuat: pendapatan mencapai $15,84 miliar atau tumbuh 12% dibanding tahun lalu, dan yang lebih mengejutkan pasar adalah angka pesanan infrastruktur AI yang masuk senilai $1,9 miliar hanya dalam satu kuartal. Cisco juga menaikkan target pesanan AI untuk keseluruhan tahun ini menjadi $9 miliar. Investor membaca ini sebagai sinyal bahwa Cisco bukan sekadar perusahaan jaringan lama yang stagnan, melainkan pemain serius di era AI. Analis dari HSBC langsung merespons dengan menaikkan rekomendasi saham ini ke posisi Beli dengan target harga $137. Di sisi lain, manajemen juga mengumumkan akan memangkas sekitar 4.000 posisi sebagai bagian dari fokus ulang bisnis mereka ke teknologi chip dan optik berbasis AI.

2. Philip Morris International Inc. (#PM) +8.6%

logo philip morris internasional 1280x300

Next Earnings (Laporan Keuangan): 22 Juli 2026
Last Dividend Ex-Date: 19 Maret 2026 ($1.47)
52-Week Range: $142.11 - $192.95
Weekly Range: $174.35 - $193.13
Previous Close Price: $189.64 (15 Mei 2026)

Kabar baik dari regulator kesehatan Amerika (FDA) menjadi bahan bakar utama kenaikan saham Philip Morris pekan ini. FDA mengeluarkan panduan yang lebih bersahabat terhadap produk nikotin, dan ini langsung mengurangi ketidakpastian aturan yang selama ini membuat investor waswas. Selain itu, laporan keuangan kuartal pertama 2026 juga mendukung, dengan total pendapatan $10,15 miliar. Yang menarik untuk dicermati adalah fakta bahwa 43% dari pendapatan perusahaan kini sudah berasal dari produk bebas asap seperti IQOS, bukan lagi rokok konvensional. Ini menunjukkan bahwa Philip Morris sungguh-sungguh bertransformasi menjadi perusahaan yang berbeda dari yang dikenal publik selama ini, dan pasar mulai memberi penghargaan atas perubahan itu.

3. Exxon Mobil Corporation (#XOM) +7.53%

logo exxon mobile 1280x300

Last Earnings (Laporan Keuangan): 31 Juli 2026
Last Dividend Ex-Date: 15 Mei 2026 ($1.03)
52-Week Range: $101.19 - $176.41
Weekly Range: $146.14 - $158.01
Previous Close Price: $158.01 (15 Mei 2026)

Pekan yang baik untuk Exxon Mobil, didorong oleh tiga berita positif sekaligus. Pertama, pengadilan di Texas memutuskan bahwa Exxon tidak bersalah dalam sebuah gugatan hukum terkait iklim yang cukup besar. Ini penting karena kekhawatiran soal gugatan tersebut sempat membayangi kemampuan perusahaan untuk terus membagikan dividen kepada pemegang sahamnya. Kedua, harga minyak mentah dunia melonjak akibat meningkatnya ketegangan di kawasan Teluk Persia, yang secara langsung menguntungkan perusahaan energi seperti Exxon. Ketiga, pernyataan Trump bahwa China sepakat membeli minyak dan energi dari Amerika ikut mendorong optimisme di sektor ini. Meskipun detailnya belum resmi dikonfirmasi oleh pihak China, sinyal bahwa permintaan minyak AS dari pembeli terbesar di dunia bisa kembali terbuka memberikan dorongan sentimen yang nyata bagi harga energi secara keseluruhan, dan Exxon sebagai salah satu produsen minyak terbesar Amerika adalah salah satu yang paling langsung merasakan dampak positifnya. Tiga angin segar dalam satu pekan adalah kombinasi yang sulit dilawan, dan investor pun merespons dengan memborong saham ini.

4. Eli Lilly and Company (#LLY) +5.94%

eli lilly logo 1280x300

Next Earnings (Laporan Keuangan): 5 Agustus 2026
Last Dividend Ex-Date: 15 Mei 2026 ($1.73)
52-Week Range: $623.78 - $1133.95
Weekly Range: $956.59 - $1022.65
Previous Close Price: $1004.70 (15 Mei 2026)

Eli Lilly kembali menunjukkan mengapa sahamnya tetap menjadi favorit di sektor kesehatan. Perusahaan asal Amerika ini melaporkan pendapatan kuartal pertama 2026 sebesar $19,8 miliar, naik 56% dibanding periode yang sama tahun lalu. Mesin pertumbuhannya adalah obat-obatan seri GLP-1 seperti Mounjaro, yang digunakan untuk diabetes dan obesitas, dan permintaannya dari pasar internasional terus melampaui perkiraan. Untuk memastikan pasokan tidak tertinggal dari permintaan, perusahaan berkomitmen menginvestasikan tambahan $4,5 miliar untuk membangun kapasitas produksi di Amerika. Target harga dari analis Cantor Fitzgerald di $1.230 dan Barclays di $1.400 menggambarkan betapa tingginya keyakinan institusi besar terhadap masa depan perusahaan ini.

5. NVIDIA Corporation (#NVDA) +4.62%

logo nvidia 1280x300

Next Earnings (Laporan Keuangan): 20 Mei 2026
Last Dividend Ex-Date: 11 Maret 2026 ($0.01)
52-Week Range: $129.16 - $236.54
Weekly Range: $214.87 - $236.48
Previous Close Price: $225.30 (15 Mei 2026)

NVIDIA mencatat kenaikan yang lebih moderat dibanding pekan-pekan sebelumnya, namun tetap solid di tengah tekanan terhadap sektor chip secara keseluruhan. Nilai total perusahaan ini di bursa kini berada di kisaran $5,7 triliun, sebuah angka yang melampaui perkiraan Produk Domestik Bruto seluruh negara Jerman. Landasan fundamentalnya tetap kuat, dengan pendapatan kuartal terakhir yang tumbuh 73% secara tahunan dan laba bersih yang naik 94%. Satu hal yang juga menarik perhatian analis adalah harga saham NVIDIA yang dinilai semakin masuk akal jika dibandingkan dengan pertumbuhannya, membuat saham ini tidak lagi dianggap terlalu mahal oleh sebagian investor. Analis Cantor Fitzgerald masih mempertahankan target harga $350 untuk saham ini.

1. Intel Corp (#INTC) -16.38%

logo intel 1280x300

Next Earnings (Laporan Keuangan): 23 Juli 2026
Last Dividend Ex-Date: 7 Agustus 2024
52-Week Range: $18.97 - $132.75
Weekly Range: $106.78 - $130.49
Previous Close Price: $108.87 (15 Mei 2026)

Intel menjadi saham yang paling banyak ditinggalkan investor di antara para pembuat chip pekan ini, dan tekanan yang menerpa bukan sekadar sentimen sesaat. Kondisi bisnis perusahaan secara mendasar memang masih belum pulih: Intel masih merugi di tingkat operasional, artinya pengeluaran untuk menjalankan bisnis masih lebih besar dari pendapatannya. Di saat yang sama, investor terus membandingkan Intel dengan Nvidia yang tumbuh jauh lebih kencang, dan perbandingan itu tidak menguntungkan Intel sama sekali. Para analis pun belum satu suara soal kemana harga saham ini akan pergi, dengan kisaran target yang sangat lebar antara $25 hingga $80, mencerminkan betapa besarnya ketidakpastian yang masih menyelimuti masa depan perusahaan ini.

2. QUALCOMM Incorporated (#QCOM) -13.14%

logo qualcomm 1280x300

Next Earnings (Laporan Keuangan): 29 Juli 2026
Next Dividend Ex-Date: 4 Juni 2026
52-Week Range: $121.99 - $247.90
Weekly Range: $199.27 - $246.60
Previous Close Price: $201.52 (15 Mei 2026)

Qualcomm mengalami koreksi tajam pekan ini setelah sebelumnya sempat melonjak lebih dari 15% pasca laporan keuangan. Koreksi setelah kenaikan besar seperti ini sebetulnya lumrah terjadi, karena banyak investor yang memilih untuk mengunci keuntungan mereka terlebih dahulu. Namun ada tambahan tekanan yang memperburuk situasi: regulator Amerika (FTC) dikabarkan sedang menyelidiki Arm Holdings, sebuah perusahaan yang patennya digunakan oleh Qualcomm. Jika penyelidikan ini berujung pada perubahan aturan lisensi, Qualcomm bisa terdampak langsung. Investor memilih bersabar dan menunggu kejelasan, terutama menjelang acara besar Investor Day Qualcomm yang dijadwalkan 24 Juni 2026.

3. ย Advanced Micro Devices, Inc. (#AMD) ย -8.88%

logo amd 1280x300

Next Earnings (Laporan Keuangan): 4 Agustus 2026
Last Dividend Ex-Date: 27 April 1995
52-Week Range: $107.67 - $469.22
Weekly Range: $423.44 - $469.24
Previous Close Price: $424.14 (15 Mei 2026)

Penurunan AMD pekan ini agak ironis, karena secara kinerja bisnis perusahaan ini sebenarnya sedang dalam kondisi yang cukup baik. Pendapatan dari segmen server dan pusat data mereka tumbuh 57% dibanding tahun lalu. Masalahnya, pasar sedang dalam mode hati-hati terhadap saham-saham yang berkaitan dengan AI setelah kenaikan panjang, dan AMD ikut terseret arus jual yang melanda sektor chip secara keseluruhan. Ini lebih merupakan cerita tentang sentimen pasar yang sedang mereda, bukan tentang bisnis AMD yang bermasalah. Bagi investor jangka panjang, koreksi seperti ini justru bisa dilihat sebagai kesempatan untuk mencermati kembali saham ini.

4. The Boeing Company (#BA) ย -7.67%

logo boeing 1280x300

Next Earnings (Laporan Keuangan): 28 Juli 2026
Last Dividend Ex-Date: 13 Februari 2020
52-Week Range: $176.77 - $254.35
Weekly Range: $220.34 - $242.38
Previous Close Price: $220.61 (15 Mei 2026)

Boeing mengalami pekan yang mengecewakan justru di tengah momen yang semestinya jadi angin segar. Ketika delegasi Trump mengunjungi Beijing, pasar sudah berharap besar bahwa China akan memesan setidaknya 500 pesawat dari Boeing sebagai bagian dari negosiasi dagang. Kenyataannya, yang diumumkan hanyalah komitmen 200 unit, jauh dari harapan. Bagi pasar, selisih antara harapan dan kenyataan itu terlalu besar untuk diabaikan, dan harga saham Boeing pun langsung turun tajam. Analis dari Jefferies dan Freedom Broker masih optimis dengan memasang target harga di kisaran $290-295 dan memberikan rekomendasi Beli, namun pergerakan saham Boeing dalam waktu dekat kemungkinan akan sangat bergantung pada apakah negosiasi dengan China bisa menghasilkan angka pesanan yang lebih besar.

5. Airbnb, Inc. (#ABNB) ย -6.25%

logo airbnb 1280x300

Next Earnings (Laporan Keuangan): 5 Agustus 2026
Next Dividend Ex-Date: N/A (Airbnb tidak membagikan dividen)
52-Week Range: $110.81 - $147.25
Weekly Range: $130.55 - $146.25
Previous Close Price: $132.88 (15 Mei 2026)

Airbnb sebenarnya membawa hasil yang cukup solid: pendapatan kuartal pertama 2026 tumbuh 18% dibanding tahun lalu menjadi $2,7 miliar. Namun ada satu angka yang membuat investor kecewa, yaitu laba per saham yang hanya $0,26 sementara pasar sudah memperkirakan $0,29. Selisihnya memang kecil, tapi di pasar saham, meleset dari ekspektasi seringkali dihukum tidak proporsional. Situasi itu diperparah oleh kabar bahwa salah satu pendiri perusahaan, Nathan Blecharczyk, menjual sahamnya senilai lebih dari $8,85 juta dalam sepekan terakhir. Ketika orang dalam perusahaan sendiri terlihat melepas saham dalam jumlah besar, investor ritel biasanya ikut waswas, terlepas dari alasan sebenarnya di balik penjualan tersebut.


Pekan 12-15 Mei 2026 sekali lagi membuktikan bahwa di pasar saham, ekspektasi adalah segalanya. Cisco meledak karena hasilnya jauh melampaui dugaan pasar. Boeing jatuh karena hasilnya jauh di bawah harapan. Sementara saham-saham chip seperti Intel dan AMD dihukum bukan semata karena bisnisnya buruk, melainkan karena pasar sedang dalam fase berhati-hati setelah periode kenaikan yang panjang. Pekan depan, arah pasar akan sangat ditentukan oleh perkembangan negosiasi dagang AS-China dan data ekonomi Amerika terbaru. Dua hal yang patut dicermati betul oleh siapapun yang aktif di pasar.

Semua saham yang disebutkan dalam artikel ini tersedia untuk diperdagangkan sebagai CFD di Agrodana Futures.


cfd saham us 1920x1080 (1)

TOP GAINERS

TOP LOSERS

Kebangkitan Semikonduktor dan Rotasi Besar Wall Street

Pekan ini, Wall Street menutup perdagangan dengan sebuah narasi yang akan lama dikenang oleh para pelaku pasar: rotasi modal berskala masif yang memindahkan miliaran dolar dari sektor-sektor yang dianggap "usang" menuju infrastruktur kecerdasan buatan (AI) yang tengah mendidih. Indeks S&P 500 mencatat kenaikan moderat 0,83%, tetapi angka itu sama sekali tidak menggambarkan drama sesungguhnya yang terjadi di balik pergerakan pasar. Sebab, di bawah permukaan ketenangan indeks tersebut, terjadi perpindahan dana yang luar biasa: sektor semikonduktor melonjak 3,44% dalam sehari, sementara saham-saham energi dan keuangan tradisional tertinggal jauh di belakang.

Katalis utama yang menyulut seluruh pergerakan ini bukan satu, melainkan rentetan berita besar yang datang bertubi-tubi. Laporan keuangan AMD yang memukau, kabar perjanjian manufaktur chip antara Apple dan Intel, hingga upgrade target harga Qualcomm oleh Argus, semuanya meledak hampir bersamaan dan menciptakan efek domino yang menyapu seluruh sektor teknologi. Ditambah dengan meredanya sebagian ketegangan dagang antara Amerika Serikat dan China yang turut memompa selera risiko (risk-on) investor secara global, kondisi tersebut menjadi resep sempurna bagi chip stocks untuk terbang tinggi. Di sisi berlawanan, saham-saham perbankan seperti Wells Fargo, raksasa media seperti Comcast, dan emiten energi seperti Exxon Mobil harus rela menjadi korban dari arus keluar dana yang dialihkan ke sektor yang lebih seksi. Pekan ini bukan sekadar soal saham naik atau turun. Ini adalah pernyataan tegas dari pasar tentang ke mana arah modal dunia akan mengalir dalam beberapa tahun ke depan.

1. Advanced Micro Devices, Inc. (#AMD)ย +27.82%

logo amd 1280x300

Next Earnings (Laporan Keuangan): 4 Agustus 2026
Last Dividend Ex-Date: 27 April 1995
52-Week Range: $106.98 - $456.29
Weekly Range: $338.75 - $456.28
Previous Close Price: $455.17 (8 Mei 2026)

Saham AMD meledak ke posisi puncak daftar pemenang pekan ini setelah perusahaan merilis laporan keuangan kuartal pertama (Q1 2026) yang jauh melampaui ekspektasi Wall Street, dipimpin oleh lonjakan signifikan pada penjualan chip server CPU dan GPU khusus kecerdasan buatan (AI). Yang benar-benar membakar optimisme investor adalah pernyataan langsung dari CEO Lisa Su, yang memproyeksikan pertumbuhan bisnis server CPU sebesar 70% secara tahunan di kuartal kedua, sekaligus merevisi naik proyeksi pertumbuhan jangka panjang perusahaan dari 18% menjadi 35% per tahun. Momentum ini semakin kencang karena diperkuat oleh reli besar-besaran di seluruh sektor semikonduktor, membuat AMD tampil sebagai salah satu saham dengan kenaikan paling agresif di Wall Street sepanjang minggu ini.

2. Intel Corp (#INTC) +27.20%

logo intel 1280x300

Next Earnings (Laporan Keuangan): 23 Juli 2026
Last Dividend Ex-Date: 7 Agustus 2024
52-Week Range: $18.97 - $130.63
Weekly Range: $95.60 - $130.63
Previous Close Price: $124.84 (8 Mei 2026)

Intel (INTC) menjadi bintang kejutan minggu ini setelah Wall Street Journal melaporkan bahwa Apple dan Intel telah mencapai kesepakatan awal di mana Intel akan memproduksi sejumlah chip untuk perangkat Apple. Berita ini adalah suntikan kepercayaan diri yang masif bagi investor karena membuktikan bahwa strategi Intel untuk bangkit kembali sebagai perusahaan manufaktur chip kelas dunia mulai menunjukkan hasil nyata. Intel bahkan mencetak rekor intraday empat hari berturut-turut dalam sepekan ini, melanjutkan lonjakan yang sudah dimulai sejak bulan April lalu di mana sahamnya naik hingga 100% dalam sebulan, sebuah pencapaian terbaik dalam sejarah perusahaan.

3. QUALCOMM Incorporated (#QCOM) +11.32%

logo qualcomm 1280x300

Last Earnings (Laporan Keuangan): 29 April 2026
Next Dividend Ex-Date: 4 Juni 2026
52-Week Range: $21.99 - $228.06
Weekly Range: $164.71 - $228.06
Previous Close Price: $219.08 (8 Mei 2026)

Qualcomm (QCOM) melesat signifikan pekan ini didorong oleh dua katalis sekaligus: hasil laporan keuangan fiskal kuartal kedua (Q2 FY2026) yang melampaui target meskipun pendapatan dari segmen ponsel turun 13%, serta keputusan lembaga riset Argus yang secara resmi menaikkan target harga saham Qualcomm dari $180 menjadi $225. Argus secara khusus menyoroti pertumbuhan pesat Qualcomm di luar bisnis ponselnya, terutama dari segmen otomotif yang kini telah melampaui $5 miliar pendapatan tahunan dan rencana ekspansi agresif ke pasar chip AI untuk pusat data. Langkah strategis Qualcomm yang berhasil mendiversifikasi bisnisnya inilah yang membuat pasar bereaksi sangat positif.

4. Oracle Corporation (#ORCL) +10.40%

logo oracle 1280x300

Next Earnings (Laporan Keuangan): 10 Juni 2026
Last Dividend Ex-Date: 9 April 2026 ($0.50)
52-Week Range: $134.57 - $345.72
Weekly Range: $177.44 - $200.19
Previous Close Price: $195.89 (8 Mei 2026)

Oracle (ORCL) ikut terseret dalam gelombang besar reli sektor teknologi minggu ini yang dipicu oleh euforia kecerdasan buatan, dengan sahamnya mencatat kenaikan sekitar 14% dalam sepekan. Investor semakin yakin dengan posisi Oracle sebagai salah satu pemain infrastruktur AI dan cloud yang serius, didukung oleh deretan analis dengan target harga ambisius, mulai dari $229 (Cantor Fitzgerald) hingga $400 (Guggenheim). Meskipun perusahaan sempat dibayangi sentimen negatif akibat kabar pemutusan hubungan kerja massal sebanyak 20.000 hingga 30.000 karyawan, pasar memilih untuk fokus pada narasi besar pertumbuhan AI dan pusat data Oracle yang dinilai jauh lebih kuat.

5. Tesla, Inc. (#TSLA) +10.25%

logo tesla 1280x300

Next Earnings (Laporan Keuangan): 22 Juli 2026
Next Dividend Ex-Date: N/A (Tesla tidak membagikan dividen)
52-Week Range: $273.21 - $498.83
Weekly Range: $384.71 - $431.04
Previous Close Price: $428.04 (8 Mei 2026)

Tesla (TSLA) memimpin kenaikan di sektor kendaraan listrik pekan ini setelah mengumumkan perolehan pesanan komersial terbesar dalam sejarah bisnis truk listriknya, yakni kontrak senilai $100 juta untuk pengiriman 370 unit Tesla Semi dari perusahaan logistik WattEV. Pesanan berskala raksasa ini menjadi bukti nyata bahwa pasar truk listrik komersial mulai bergerak serius, dan Tesla berada di posisi terdepan untuk memenangkan segmen tersebut. Di tengah berbagai tekanan yang menghimpit Tesla belakangan ini, termasuk berbagai tantangan hukum yang melibatkan Elon Musk, berita kontrak besar ini menjadi angin segar yang langsung disambut antusias oleh para pelaku pasar.

1. Wells Fargo & Company (#WFC) -5.95%

logo meta 1280x300

Next Earnings (Laporan Keuangan): 14 Juli 2026
Last Dividend Ex-Date: 8 Mei 2026
52-Week Range: $71.90 - $97.76
Weekly Range: $75.55 - $81.53
Previous Close Price: $75.65 (8 Mei 2026)

Wells Fargo (WFC) menjadi saham yang paling tertekan di antara kelompok perbankan pekan ini, dengan harga yang kini telah anjlok sekitar 15% sejak awal tahun 2026. Kekhawatiran utama investor berpusat pada pertanyaan apakah bank ini mampu mempertahankan pembayaran dividennya di tengah kondisi pasar yang penuh ketidakpastian dan lingkungan suku bunga yang masih tinggi, meskipun secara teknis rasio pembayaran dividen mereka masih tergolong konservatif di angka 27%. Kondisi ini diperparah oleh kinerja sektor keuangan secara keseluruhan yang tertinggal dari pasar lebih luas, membuat investor memilih untuk mengurangi eksposur mereka terhadap saham-saham perbankan tradisional.

2. Comcast Corporation (#CMCSA) -5.78%

logo comcast corporation 1280x300

Next Earnings (Laporan Keuangan): 30 Juli 2026
Last Dividend Ex-Date: 1 April 2026 ($0.33)
52-Week Range: $24.13 - $34.36
Weekly Range: $25.36 - $27.23
Previous Close Price: $25.43 (8 Mei 2026)

Comcast (CMCSA) terus mendapat tekanan jual pekan ini seiring meningkatnya kekhawatiran investor atas ketatnya persaingan di bisnis inti broadband mereka, terutama dari T-Mobile yang semakin agresif merebut pelanggan internet rumahan. Kondisi ini semakin diperburuk oleh proyeksi laba per saham (EPS) untuk kuartal berjalan yang diperkirakan turun 20,8% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, sebuah sinyal jelas bahwa pertumbuhan bisnis Comcast sedang mengalami perlambatan yang cukup serius. Meski banyak analis menilai valuasi Comcast saat ini sudah sangat murah, pasar tampaknya belum melihat katalis nyata yang cukup kuat untuk membalik arah penurunan saham ini dalam waktu dekat.

3. ย Abbott Laboratories (#ABT) ย -5.76%

logo abbott 1280x300

Next Earnings (Laporan Keuangan): 16 Juli 2026
Last Dividend Ex-Date: 15 April 2026 ($0.63)
52-Week Range: $283.47 - $341.75
Weekly Range: $84.08 - $139.06
Previous Close Price: $84.26 (8 Mei 2026)

Abbott Laboratories (ABT) mengalami tekanan jual yang cukup berat pekan ini karena sahamnya sudah diperdagangkan di sekitar level terendah dalam 52 minggu terakhir, mencerminkan kekhawatiran investor terhadap penurunan margin operasional perusahaan yang signifikan dari 16,3% menjadi hanya 12% pada kuartal pertama 2026. Meskipun pendapatan Abbott secara keseluruhan masih tumbuh 7,8% secara tahunan menjadi $11,16 miliar, penyempitan margin ini menjadi sinyal bahwa biaya operasional sedang membebani profitabilitas perusahaan, terutama di segmen nutrisi dan perangkat diabetes mereka. Uniknya, di tengah tekanan harga ini, pihak internal perusahaan (insider) justru tercatat melakukan pembelian saham, yang oleh sebagian analis dimaknai sebagai keyakinan bahwa penurunan ini bersifat sementara.

4. Exxon Mobil Corporation (#XOM) ย -5.56%

logo exxon mobile 1280x300

Last Earnings (Laporan Keuangan): 1 Mei 2026
Last Dividend Ex-Date: 12 Februari 2026 ($1.03 per kuartal)
52-Week Range: $101.19 - $176.41
Weekly Range: $143.93 - $155.38
Previous Close Price: $144.45 (8 Mei 2026)

Exxon Mobil (XOM) tergerus bersama hampir seluruh saham energi pekan ini seiring melemahnya harga minyak mentah global yang menjadi "bahan bakar" utama keuntungan perusahaan-perusahaan di sektor ini. Investor juga mencatat adanya gangguan operasional akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang menciptakan ketidakpastian terhadap keberlangsungan jalur suplai Exxon. Meskipun lembaga riset Argus baru saja menaikkan target harga XOM menjadi $169 dengan alasan prospek produksi yang lebih kuat dari aset-aset di Permian Basin dan Guyana, penurunan harga minyak yang berlangsung bersamaan dengan reli pasar yang dipimpin sektor teknologi membuat investor beramai-ramai mengalihkan dananya keluar dari saham-saham energi.

5. Netflix, Inc. (#NFLX) ย -4.79%

logo netflix 1280x300

Next Earnings (Laporan Keuangan): 16 Juli 2026
Next Dividend Ex-Date: N/A (Netflix tidak membagikan dividen)
52-Week Range: $75.01 - $134.12
Weekly Range: $86.61 - $92.26
Previous Close Price: $87.42 (8 Mei 2026)

Netflix (NFLX) mengakhiri pekan di zona merah setelah perusahaan merilis panduan bisnis untuk kuartal kedua (Q2 2026) yang dinilai terlalu berhati-hati oleh pasar, memicu kekhawatiran tentang kemampuan Netflix mempertahankan laju pertumbuhannya di tengah meningkatnya biaya produksi konten dan persaingan yang semakin ketat. Kondisi ini semakin diperburuk setelah lembaga riset Erste Group secara resmi menurunkan peringkat saham Netflix dari "Buy" menjadi "Hold" dengan alasan valuasi yang sudah terlampau tinggi dibandingkan prospek pertumbuhannya ke depan. Meskipun Netflix berhasil mencatat pendapatan Q1 sebesar $12,25 miliar atau tumbuh 16,2% secara tahunan dan mengumumkan program pembelian kembali saham senilai $25 miliar, pasar tampaknya memilih untuk terlebih dahulu melihat bukti nyata dari eksekusi strategi monetisasi baru mereka sebelum kembali mengakumulasi saham ini.


Pekan ini membuktikan bahwa rotasi sektoral bisa bergerak sangat cepat dan sangat brutal. Mereka yang sudah lebih dulu memposisikan diri di saham-saham semikonduktor menikmati keuntungan puluhan persen hanya dalam hitungan hari, sementara yang terlambat membaca arah pergerakan modal terpaksa hanya bisa menyaksikan dari pinggir lapangan. Namun kenaikan sebesar 27% dalam sepekan juga membawa peringatan tersendiri, karena euforia yang datang terlalu cepat seringkali diikuti oleh koreksi yang sama cepatnya.

Memasuki pekan depan, ada beberapa hal yang wajib masuk radar pemantauan trader CFD: perkembangan negosiasi dagang AS-China (14-15 Mei) yang masih sangat dinamis, jadwal rilis laporan keuangan emiten-emiten besar berikutnya, serta data ekonomi Amerika Serikat yang berpotensi menggerakkan ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan suku bunga The Fed (CPI, PPI | 12-13 Mei). Peluang selalu ada, baik ketika pasar sedang naik maupun turun. Yang membedakan trader sukses dari yang lainnya bukan hanya kemampuan menangkap momentum, tetapi juga kedisiplinan untuk tidak terbawa arus di saat pasar sedang bergerak paling liar.

Semua saham yang disebutkan dalam artikel ini tersedia untuk diperdagangkan sebagai CFD di Agrodana Futures.


cfd saham us 1920x1080 (1)

Masih ragu dan memiliki pertanyaan lainnya ?

Kantor Pusat
Menara Batavia Lt. 3A
Jl. K.H. Mas Mansyur No.Kav. 126,
Karet Tengsin, Kec. Tanah Abang,
Kota Jakarta Pusat 10220
Telp: 021 - 57902535
Berlangganan Newsletter Agrodana:
Ikuti Kami
facebook agrodanayoutube agrodanainstagram agrodana
agrodana iosagrodana android
Berizin & Diawasi Oleh:
bappebti whitebi whiteojk white
Agrodana Futures adalah perusahaan Pialang berizin dan diawasi oleh Bappebti, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), dan merupakan anggota dari Bursa ICDX dan JFX dan Kliring House ICH dan KBI. Kami menerima klien Warga Negara Indonesia dan Asing yang memegang Kartu Izin Tinggal Terbatas di Indonesia kecuali warga negara Amerika Serikat, Kanada, Uni Eropa, Australia, Jepang, Iran dan Korea Utara. Transaksi ini memiliki leverage dan tingkat risiko yang tinggi terhadap modal, dan tidak selalu cocok untuk semua orang, pelajari dan pahami risikonya sebelum memulai transaksi.

Copyright @2025 Agrodana Futures
Waspada Penipuan
/ Kebijakan Privasi / Pengaduan Nasabah
Ikuti Kami
alt=""alt=""alt=""
Kantor Pusat
Menara Batavia Lt 3A
Jl. K.H. Mas Mansyur No.Kav. 126, Karet Tengsin, Kec. Tanah Abang, Kota Jakarta Pusat 10220
Telp: 021 - 57902535
Email:  [email protected]Whatsapp: +6281-988-3777
Berlangganan Newsletter Agrodana :
Berizin & Diawasi Oleh:
bappebti whitebi whiteojk white
Agrodana Futures adalah perusahaan Pialang berizin dan diawasi oleh Bappebti, Otoritas Jasa Keuangan dan Bank Indonesia, dan merupakan anggota dari Bursa ICDX dan JFX dan Kliring House ICH dan KBI. Kami menerima klien Warga Negara Indonesia dan Asing yang memegang Kartu Izin Tinggal Terbatas di Indonesia kecuali warga negara Amerika Serikat, Kanada, Uni Eropa, Australia, Jepang, Iran dan Korea Utara. Transaksi ini memiliki leverage dan tingkat risiko yang tinggi terhadap modal, dan tidak selalu cocok untuk semua orang, pelajari dan pahami risikonya sebelum memulai transaksi.

Copyright @2025 Agrodana Futures
Waspada Penipuan / Kebijakan Privasi / Pengaduan Nasabah
Whatsapp Non Klien
crossmenuchevron-down