TOP GAINERS
| 1. Intel Corporation (#INTC) +15.15% |
| 2. Starbucks Corporationย (#SBUX) +8.44% |
| 3. The Home Depot, Inc.ย (#HD) +6.25% |
| 4. Verizon Communications Inc.ย (#VZ) +5.77% |
| 5. Advanced Micro Devices, Inc.ย (#AMD) +5.77% |
TOP LOSERS
| 1. Adobe Inc. (#ADBE) -17.19% |
| 2. Oracle Corporationย (#ORCL) -13.52% |
| 3. Salesforce, Inc.ย (#CRM) -9.01% |
| 4. Apple Inc.ย (#AAPL) -7.11% |
| 5. Microsoft Corporationย (#MSFT) -5.02% |
Pekan perdagangan 8-12 Juni 2026 memperlihatkan bahwa narasi seputar investasi kecerdasan buatan (AI) dan restrukturisasi bisnis menjadi motor penggerak paling dominan di Wall Street. Di satu sisi, sektor semikonduktor kembali bersinar berkat meredanya ketegangan geopolitik dan tingginya permintaan perangkat keras pendukung AI yang mendorong aksi beli masif. Namun di sisi lain, pasar mulai menghukum secara tegas perusahaan-perusahaan raksasa yang membakar terlalu banyak modal demi infrastruktur AI atau yang tengah menghadapi ketidakpastian di tingkat manajemen eksekutif. Indeks bergerak sangat selektif; investor kini tidak lagi sekadar membeli narasi masa depan, melainkan menuntut bukti ketahanan arus kas dan efisiensi operasional hari ini.

Next Earnings (Laporan Keuangan): 23 Juli 2026
Last Dividend Ex-Date: 7 Agustus 2024
52-Week Range: $18.97 - $132.75
Weekly Range: $99.44 - $127.68
Previous Close Price: $124.67 (12 Juni 2026)
Saham Intel melesat memimpin barisan gainers pekan ini berkat peningkatan peringkat (double upgrade) dari Bank of America yang menaikkan target harga mereka ke $135. Optimisme ini didorong oleh proyeksi meledaknya permintaan CPU server berbasis AI yang pasarnya diperkirakan menembus $170 miliar pada tahun 2030, diiringi oleh meredanya risiko geopolitik yang membebani sektor semikonduktor secara makro. Meskipun Intel masih memiliki pekerjaan rumah berupa marjin operasional yang negatif di angka -9,39%, keyakinan analis terhadap potensi ekspansi jangka panjang perusahaan sukses menutupi kekhawatiran jangka pendek tersebut.

Next Earnings (Laporan Keuangan): 28 Juli 2026
Last Dividend Ex-Date: 15 Mei 2026 ($0.62)
52-Week Range: $77.99 - $108.88
Weekly Range: $94.41 - $103.70
Previous Close Price: $103.08 (12 Juni 2026)
Di tengah lesunya indeks pasar konsumen secara umum, Starbucks berhasil mencuri perhatian melalui strategi ekspansi dan efisiensi yang agresif. Perusahaan mendapat respons positif setelah mengumumkan rencana pembukaan 5.000 gerai format kecil di Amerika Serikat serta menjajaki penjualan saham unit bisnisnya di Jepang yang dinilai sebagai langkah perampingan operasional yang cerdas. Sentimen pembeli semakin kuat berkat valuasi saham Starbucks yang dipandang undervalued, sekitar 7% di bawah harga wajarnya, serta rekam jejak pertumbuhan arus kas bebas yang melonjak hingga lebih dari 114%.

Next Earnings (Laporan Keuangan): 18 Agustus 2026
Last Dividend Ex-Date: 4 Juni 2026 ($2.33)
52-Week Range: $289.10 - $426.75
Weekly Range: $307.81 - $330.19
Previous Close Price: $328.19 (12 Juni 2026)
Ketika pasar perumahan dan tren swakriya (DIY) sedang mengalami perlambatan, Home Depot dengan sigap mengubah arah kemudinya untuk membidik pasar kontraktor profesional (Pro) yang bernilai sangat masif, yakni sekitar $700 miliar. Pergeseran strategi terfokus ini berhasil meyakinkan investor, didukung pula oleh lonjakan arus kas bebas perusahaan yang sangat fantastis hingga menembus 521%. Walaupun marjin laba dan pertumbuhan pendapatan utamanya masih terlihat melambat, ketegasan Home Depot dalam mencari sumber pendapatan baru di sektor profesional memberikan dorongan fundamental yang positif pada pergerakan harga sahamnya.

Next Earnings (Laporan Keuangan): 24 Juli 2026
Last Dividend Ex-Date: 10 Juli 2026 ($0.7075)
52-Week Range: $38.39 - $51.68
Weekly Range: $44.79 - $48.26
Previous Close Price: $48.16 (12 Juni 2026)
Verizon menjadi primadona utama pekan ini bagi investor konservatif yang memburu kepastian pendapatan di tengah ketidakstabilan sektor teknologi. Perusahaan mencetak arus kas bebas mencapai $20,3 miliar dalam setahun terakhir, sebuah bantalan dana yang sangat kokoh untuk mengamankan posisi imbal hasil dividennya di angka 6%. Di samping metrik keuangan yang sangat defensif tersebut, inovasi terbaru Verizon dalam meluncurkan perangkat tanggap darurat berbasis AI menjelang musim badai turut menambah keyakinan pasar terhadap keunggulan dan ketahanan operasional jaringan mereka.

Next Earnings (Laporan Keuangan): 4 Agustus 2026
Last Dividend Ex-Date: 27 April 1995
52-Week Range: $117.78 - $546.44
Weekly Range: $436.91 - $521.72
Previous Close Price: $512.36 (12 Juni 2026)
Mengekor momentum positif di sektor chip, saham AMD melanjutkan tren penguatannya setelah mendapatkan upgrade rekomendasi menjadi "Buy" dari Citi dengan target harga agresif di $575. Sentimen positif ini dipicu oleh tingginya permintaan terhadap chip AI kustom buatan mereka, terutama setelah mengamankan kesepakatan pasokan bernilai besar dengan raksasa teknologi, Meta. Aliran dana terus masuk karena pasar melihat posisi AMD yang semakin matang bukan sekadar sebagai penantang, melainkan sebagai pemasok utama yang sangat kredibel di tengah perlombaan infrastruktur kecerdasan buatan global.

Next Earnings (Laporan Keuangan): 10 September 2026
Last Dividend Ex-Date: 24 Maret 2025
52-Week Range: $196.90 - $405.00
Weekly Range: $196.85 - $248.47
Previous Close Price: $204.07 (12 Juni 2026)
Adobe harus rela menerima koreksi mingguan paling tajam akibat sentimen negatif berlapis yang menyelimuti manajemen perusahaan. Meskipun perusahaan sebenarnya sukses melaporkan rekor pendapatan sebesar $6,62 miliar di kuartal kedua, kepergian yang tiba-tiba dari Direktur Keuangannya, Dan Durn, langsung memicu kepanikan investor terkait stabilitas kepemimpinan. Situasi diperburuk oleh keputusan Adobe memangkas proyeksi pertumbuhan tahun 2026 serta keraguan analis terhadap langkah transisi mereka menuju model bisnis freemium, yang dikhawatirkan akan menekan laju monetisasi ke depannya.ย

Next Earnings (Laporan Keuangan): 9 September 2026
Last Dividend Ex-Date: 10 Juli 2026 ($0.50)
52-Week Range: $134.57 - $345.72
Weekly Range: $175.45 - $220.43
Previous Close Price: $183.95 (12 Juni 2026)
Pergerakan harga Oracle pekan ini adalah bukti nyata bahwa pertumbuhan pendapatan eksponensial dari AI tidak akan direspons positif jika harus ditebus dengan ongkos kapital yang terlampau mahal. Walau melaporkan lonjakan pendapatan cloud sebesar 21% yang ditopang oleh kontrak infrastruktur AI baru bernilai $67 miliar, investor seketika mundur teratur setelah melihat arus kas bebas Oracle berbalik negatif hingga $23,7 miliar. Besarnya belanja modal yang dibutuhkan perusahaan, ditambah dengan rencana mencari pembiayaan tambahan sebesar $40 miliar, memunculkan kekhawatiran serius mengenai tekanan likuiditas jangka pendek. ย

Next Earnings (Laporan Keuangan): 2 September 2026
Next Dividend Ex-Date: 11 Juni 2026
52-Week Range: $161.28 - $276.80
Weekly Range: $161.28 - $184.85
Previous Close Price: $165.92 (12 Juni 2026)
Salesforce sedang melewati fase transisi yang direspons dengan penuh kehati-hatian oleh para pelaku pasar. Rentetan kabar mengenai pemutusan hubungan kerja (PHK) yang beriringan dengan manuver akuisisi perusahaan untuk menggenjot sistem harga berbasis penggunaan (usage-based pricing), menimbulkan pertanyaan di kalangan investor mengenai kelancaran eksekusi dan moral internal karyawan. Lebih jauh, sengitnya persaingan integrasi AI dengan penyedia perangkat lunak Software-as-a-Service (SaaS) lainnya membuat pasar memilih bersikap menunggu dan melihat (wait and see).

Next Earnings (Laporan Keuangan): 30 Juli 2026
Last Dividend Ex-Date: 11 Mei 2026 ($0.27)
52-Week Range: $195.07 - $317.40
Weekly Range: $287.41 - $317.48
Previous Close Price: $291.26 (12 Juni 2026)
Raksasa teknologi asal Cupertino ini menghadapi tekanan jual karena bayang-bayang membengkaknya beban operasional produksi mereka. Walaupun segmen Services milik Apple terus mencatatkan rekor pendapatan yang brilian dan arus kas bebas menyentuh angka $129,1 miliar, peringatan dari pihak manajemen mengenai lonjakan tajam pada biaya komponen memori langsung memicu kekhawatiran soal penyusutan marjin laba di kuartal mendatang. Selain itu, mundurnya Apple dari megaproyek mobil swakemudi (Project Titan) membuat sebagian investor menyesuaikan kembali ekspektasi mereka terhadap ruang pertumbuhan baru bagi perusahaan.

Next Earnings (Laporan Keuangan): 29 Juli 2026
Last Dividend Ex-Date: 21 Mei 2026 ($0.91)
52-Week Range: $356.28 - $555.45
Weekly Range: $382.28 - $413.92
Previous Close Price: $390.80 (12 Juni 2026)
Koreksi ringan pada saham Microsoft pekan ini lebih banyak dipengaruhi oleh sentimen domestik dari dalam divisinya, khususnya kekhawatiran atas performa unit gaming, Xbox. Marjin keuntungan dari divisi tersebut dilaporkan anjlok drastis ke level 3%, yang memantik wacana di bursa bahwa Microsoft mungkin perlu melakukan restrukturisasi besar-besaran atau bahkan memisahkan unit tersebut secara independen (spin-off). Walaupun analis pasar masih menilai saham Microsoft memiliki valuasi yang atraktif untuk jangka panjang, ketidakpastian di lini gaming menjadi beban yang menahan laju sahamnya sepanjang pekan ini.
Dinamika pekan kedua Juni 2026 ini kembali menegaskan sebuah realitas fundamental di Wall Street: yang menentukan pergerakan harga bukanlah sekadar narasi teknologi baru, melainkan kedisiplinan sebuah perusahaan dalam mengelola neraca keuangannya. Emiten seperti Intel dan AMD menikmati lonjakan apresiasi karena memiliki arah ekspansi komersial yang rasional, sementara Oracle dan Adobe harus menanggung tekanan jual akibat lonjakan belanja modal serta gejolak kepemimpinan. Memasuki pekan depan, fokus pasar diprediksi akan terus terpusat pada bagaimana para eksekutif menyeimbangkan agresivitas investasi infrastruktur masa depan dengan tuntutan investor akan imbal hasil dan arus kas yang nyata hari ini.
Semua saham yang disebutkan dalam artikel ini tersedia untuk diperdagangkan sebagai CFD di Agrodana Futures.
Copyright ยฉ 2026 Agrodana Futures
Disclaimer:
Artikel ini berupa pandangan Agrodana Research, Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan atau menjual market tertentu. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
Research & Analysis Agrodana Futures

Ex-Date Dividend
| TANGGAL | NAMA PERUSAHAAN |
| Kamis, 21 Mei 2026 | Microsoft ($0.91) |
Earnings Calendar
| TANGGAL | NAMA PERUSAHAAN |
| Selasa, 19 Mei 2026 | Home Depot |
| Rabu, 20 Mei 2026 | Nvidia |
| Kamis, 21 Mei 2026 | Walmart |
Pekan ini, Wall Street tidak akan banyak bicara tentang tarif atau diplomasi. Setelah pasar saham AS mencatat reli tajam pasca-peredaan ketegangan dagang Washington-Beijing, giliran angka-angka nyata bicara. Selasa hingga Kamis, tiga raksasa akan naik ke panggung laporan keuangan: Home Depot, Nvidia, dan Walmart. Bukan kebetulan, ketiganya secara kolektif mewakili tiga lapisan ekonomi Amerika yang paling fundamental: daya beli konsumen, infrastruktur kecerdasan buatan, dan ketahanan konsumsi rumah tangga.
Yang membuat pekan ini semakin menarik, konteks makro sedang berada di persimpangan krusial. Ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed terus bergeser mundur, pasar perumahan AS masih tertekan biaya pinjaman yang tinggi, namun selera risiko investor tetap solid. Di tengah semua itu, Nvidia akan memikul ekspektasi pasar yang sangat berat dengan konsensus pendapatan mendekati USD 79 miliar, sementara Home Depot harus membuktikan diri di tengah tekanan tarif yang berpotensi membebani biaya material bangunan. Ditambah lagi, pemegang saham Microsoft mendapat kepastian tersendiri: ex-date dividen sebesar $0.91 per saham jatuh tepat pada hari Kamis 21 Mei, bertepatan dengan hari rilis keuangan Walmart.

Company Name : Microsoft Corporation
Ticker & Market : $MFT - NASDAQ
Sector & Industry : Technology - Software Infrastructure
Headquarters : Redmond, Washington, USA
Market Cap : US$3.08T
Next Dividend Payment (Tanggal Pembayaran Dividen): 11 Juni
Pertumbuhan Dividen Tahunan Selama 5 Tahun: 10.24%
Rasio Pembayaran Dividen: 21.67%
Di tengah pasar yang penuh kejutan, Microsoft justru hadir dengan sesuatu yang sangat berbeda: rutinitas yang tidak pernah putus. Kamis 21 Mei, ex-date dividen kuartalan $0.91 per saham resmi berlaku, melanjutkan tradisi pembayaran yang sudah berjalan tanpa jeda selama 23 tahun berturut-turut sejak 2003. Yield tahunannya sekitar 0.9%, memang tidak terlihat besar di permukaan. Tapi bagi investor, yang jauh lebih penting bukan seberapa besar angka dividennya, melainkan seberapa aman dan seberapa pasti ia akan terus tumbuh setiap tahun. Bayangkan Microsoft sebagai mesin kas yang hampir tidak pernah mogok: perusahaan hanya menggunakan sekitar seperlima dari total laba bersihnya untuk membayar dividen ini, sehingga meski kondisi pasar memburuk sekalipun, pembayaran ini hampir tidak pernah terancam. Selama 23 tahun berturut-turut, Microsoft tidak pernah sekali pun memotong atau melewatkan pembayaran dividennya. Kenaikan terakhir hampir 10% dilakukan pada September 2025 ketika angkanya naik dari $0.83 ke $0.91 per kuartal. Di balik kepastian ini, bisnis Microsoft terus tumbuh kencang: layanan cloud Azure naik 40% dalam setahun terakhir, dan pendapatan dari produk kecerdasan buatan kini telah melampaui $37 miliar per tahun, tumbuh lebih dari dua kali lipat dalam waktu singkat. Bagi trader CFD Single stock MSFT, momen ex-date biasanya memicu pergerakan harga yang dapat diprediksi dan layak dijadikan referensi entry yang terukur.

Company Name : The Home Depot, Inc.
Ticker & Market : $HD - NYSE
Sector & Industry : Consumer Discretionary - Home Improvement Retail
Headquarters : Atlanta, Georgia, USA
Market Cap : US$316.19B
Trailing P/E (valuasi berdasarkan laba 12 bulan terakhir): 22.31
Forward P/E (valuasi berdasarkan proyeksi laba 12 bulan ke depan): 21.19
P/E Growth Ratio (5yr expected): 2.90
Selasa 19 Mei ini, Home Depot akan melaporkan labanya dengan kondisi yang lebih berat dari biasanya. Jaringan toko material bangunan dan renovasi terbesar di Amerika ini menghadapi dua masalah sekaligus. Pertama, suku bunga pinjaman di AS masih tinggi sehingga lebih sedikit orang yang berani mengambil kredit rumah baru atau memulai proyek renovasi besar. Kedua, tarif impor dari China berpotensi membuat harga material bangunan yang dijualnya ikut naik dan menekan keuntungan. Dampaknya terlihat langsung di proyeksi para analis: laba per saham kuartal ini diperkirakan turun sekitar 3.9% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, dengan estimasi di kisaran $3.42-$3.61 dan target pendapatan sekitar $41.5 miliar. Dari catatan empat kuartal terakhir, HD hanya sekali berhasil melampaui ekspektasi pasar, sementara tiga kuartal lainnya meleset tipis. Bahkan CFO perusahaan sendiri tercatat menjual sebagian sahamnya pada Maret lalu, sinyal internal yang patut dicermati. Di sisi lain, harga saham HD saat ini di kisaran $311 sudah sangat jauh di bawah rata-rata target 33 analis Wall Street yang berada di $410.86, dengan Morgan Stanley mematok angka paling optimis di $420. Artinya, jika laporan nanti muncul dengan angka yang bahkan sedikit saja lebih baik dari ekspektasi yang sudah rendah ini, potensi rebound harga bisa cukup signifikan bagi trader yang masuk di level yang tepat.

Company Name : NVIDIA Corporation
Ticker & Market : $NVDA - NASDAQ
Sector & Industry : Technology - Semiconductors
Headquarters : Santa Clara, California, USA
Market Cap : US$5.23T
Trailing P/E (valuasi berdasarkan laba 12 bulan terakhir): 43.92
Forward P/E (valuasi berdasarkan proyeksi laba 12 bulan ke depan): 26.53
P/E Growth Ratio (5yr expected): 0.68
Rabu 20 Mei setelah penutupan bursa, Nvidia membawa pertanyaan yang paling ditunggu-tunggu pasar. Perusahaan yang chip-nya menjadi "otak" dari hampir seluruh infrastruktur kecerdasan buatan global ini diekspektasikan membukukan pendapatan $78-80 miliar hanya dalam satu kuartal, sebuah angka yang bahkan tiga tahun lalu terdengar seperti fiksi ilmiah. Untuk konteks sederhananya: tidak banyak perusahaan di muka bumi yang bisa membukukan angka sebesar itu dalam 90 hari, dan Nvidia adalah salah satunya. Yang membuat laporan ini lebih menarik lagi adalah rekam jejak yang sudah terbentuk: dalam 12 kuartal terakhir, hanya tiga kali Nvidia gagal melampaui proyeksi pasar dengan margin yang berarti. Kuartal terakhir saja mereka membukukan pendapatan $68.13 miliar, melampaui estimasi $65.56 miliar. CEO Jensen Huang bahkan menyatakan peluang bisnis dari produk-produk unggulan mereka bisa menembus $1 triliun hingga 2027. Risikonya tetap nyata: pembatasan penjualan chip ke China oleh pemerintah AS, persaingan dari perusahaan teknologi besar yang mulai membuat chip sendiri, dan kemungkinan proyeksi bisnis ke depan yang tidak sekeras ekspektasi pasar. Secara valuasi, Nvidia sebenarnya tidak semahal yang terlihat jika ditimbang terhadap laju pertumbuhannya yang luar biasa. Bagi trader CFD single stock NVDA, ini bukan sekadar earnings biasa, melainkan momen volatilitas tertinggi di pekan ini, dan arahnya sangat bergantung pada seberapa optimis manajemen berbicara tentang masa depan, bukan hanya angka kuartal yang sudah berlalu.

Company Name : Walmart Inc.
Ticker & Market : $WMT - NASDAQ
Sector & Industry : Consumer Staples - Discount Stores
Headquarters : Bentonville, Arkansas, USA
Market Cap : US$1.04T
Trailing P/E (valuasi berdasarkan laba 12 bulan terakhir): 47.78
Forward P/E (valuasi berdasarkan proyeksi laba 12 bulan ke depan): 44.05
P/E Growth Ratio (5yr expected): 4.86
Kamis 21 Mei, Walmart akan melaporkan keuangan mereka sebagai pemain yang paling jarang mengecewakan. Walmart adalah jaringan ritel terbesar di dunia, dengan lebih dari 230 juta orang yang berbelanja di toko atau website mereka setiap minggu. Tapi cerita Walmart pada 2026 sudah jauh melampaui gambaran toko diskon dengan rak-rak penuh produk murah. Dalam diam, Walmart sedang bertransformasi menjadi perusahaan teknologi yang kebetulan juga menjual bahan makanan: layanan belanja online mereka tumbuh 27% dalam setahun terakhir, bisnis iklan digital naik 41%, dan program keanggotaan berbayar Walmart+ terus mencetak rekor anggota baru. Morgan Stanley yang baru saja bertemu langsung dengan manajemen Walmart menyatakan mesin pertumbuhan digital perusahaan ini berputar lebih kencang dari yang terlihat di laporan keuangannya, dan mempertahankan target harga $140. Untuk kuartal yang dilaporkan hari ini, laba per saham diproyeksikan di kisaran $0.56-$0.61, dan dari catatan delapan kuartal terakhir, Walmart hanya sekali meleset dari target. Ada satu peringatan yang perlu disimak: investor saat ini rela membayar hampir 44 kali lipat dari proyeksi laba tahunannya untuk memegang saham ini, valuasi yang tidak menyisakan banyak toleransi jika ada kabar mengecewakan soal tekanan biaya akibat tarif impor. Bagi trader CFD, WMT adalah pilihan paling aman di pekan ini, namun justru karena itu pula potensi lonjakan harganya paling terbatas dibandingkan HD maupun NVDA.
Tiga laporan keuangan dalam tiga hari berturut-turut, ditutup dengan ex-date dividen Microsoft, menjadikan pekan ini sebagai salah satu pekan paling padat katalis sepanjang musim earnings Q1 2026. Setiap rilis bukan sekadar angka kuartalan, melainkan sinyal nyata tentang ke mana arah konsumen, korporasi, dan kapital institusional bergerak selanjutnya. Sebelum pasar bergerak duluan, pastikan Anda sudah membaca peta fundamentalnya terlebih dahulu.
Semua saham yang disebutkan dalam artikel ini tersedia untuk diperdagangkan sebagai CFD di Agrodana Futures.
Copyright ยฉ 2026 Agrodana Futures
Disclaimer:
Artikel ini berupa pandangan Agrodana Research, Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan atau menjual market tertentu. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
Research & Analysis Agrodana Futures

TOP GAINERS
| 1. Intel Corp. (INTC) +17.25% |
| 2. QUALCOMM Incorporated (QCOM) +11.32% |
| 3. Alphabet Inc. (GOOG) +12.47% |
| 4. Eli Lilly and Company (LLY) +9.27% |
| 5. Starbucks Corporation (SBUX) +7.25% |
TOP LOSERS
| 1. Meta Platforms, Inc. (META) -9.81% |
| 2. NVIDIA Corporation (NVDA) -5.83% |
| 3. McDonald's Corporation (MCD) -3.75% |
| 4. The Home Depot, Inc. (HD) -3.72% |
| 5. Pfizer Inc. (PFE) -2.36% |
Satu pekan kemarin (27 April - 1 Mei) Wall Street seolah mengadakan dua pesta di gedung yang sama, tapi di ruangan yang berbeda. Di satu ruangan, euforia Big Tech earnings meledak: Intel masih menikmati ekor panjang dari kejutan Q1 minggu sebelumnya, Alphabet membuktikan bahwa AI Cloud bukan sekadar narasi dengan membukukan revenue Google Cloud sebesar $20 miliar untuk pertama kalinya, dan Qualcomm diam-diam merilis angka yang mengingatkan pasar mengapa chip itu tetap krusial di luar data center. Eli Lilly dan Starbucks masing-masing menghadirkan kejutan yang tidak kecil, menambah keramaian di sisi hijau.
Di ruangan seberang, Meta membukukan pertumbuhan revenue tercepat sejak 2021, tapi pasar memilih memberikan punishment rencana belanja capex yang melonjak hingga $145 miliar.Nvidia terseret isu persaingan dari chip in-house Amazon dan Google. McDonald's, Home Depot, dan Pfizer tidak punya berita buruk. Tapi tidak punya berita buruk pun sudah cukup menjadi alasan untuk ditinggalkan, ketika semua uang sedang berlari ke arah yang sama: earnings yang sudah terbukti, AI yang sudah menghasilkan, dan angka yang sudah bicara.

Next Earnings (Laporan Keuangan): 23 Juli 2026
Last Dividend Ex-Date: 7 Agustus 2024
52-Week Range: $18.97 - $100.45
Weekly Range: $80.95 - $100.49
Previous Close Price: $99.71 (1 Mei 2026)
Minggu ini Intel bukan lagi underdog, melainkan momentum trade yang belum selesai. Setelah membukukan EPS Q1 sebesar $0,29 versus estimasi $0,0 yang menjadi kejutan terbesar dalam sejarah modern Intel, aliran beli masih terus masuk selama sepekan penuh. Tigress Financial menaikkan target harga menjadi $118 pada 30 April, sementara Freedom Broker mengupgrade saham ini ke Buy dengan target $100 pada 28 April, menambah deretan panjang analis yang mulai merevisi ulang pandangan mereka terhadap perusahaan yang setahun lalu dianggap sekarat.
Intel juga mengumumkan penerbitan obligasi senilai $6,5 miliar untuk membiayai rencana pembelian kembali kepemilikan penuh fasilitas fabrikasi Fab 34 di Irlandia senilai $14,2 miliar. Sinyal bahwa manajemen serius membangun infrastruktur jangka panjang, bukan sekadar mengejar sentimen pasar sesaat. Secara kumulatif dalam sebulan terakhir, saham Intel sudah naik lebih dari 125%, dan pasar kini mulai mengajukan pertanyaan yang berbeda: bukan lagi "apakah Intel bisa bertahan", tapi "seberapa jauh Intel masih bisa naik".

Last Earnings (Laporan Keuangan): 29 April 2026
Next Dividend Ex-Date: 4 Juni 2026
52-Week Range: $121.99 - $205.95
Weekly Range: $145.21 - $186.93
Previous Close Price: $177.09 (1 Mei 2026)
Qualcomm melaporkan pendapatan Q2 senilai $10,6 miliar dengan non-GAAP (Generally Accepted Accounting Principles)ย EPS $2,6, tepat di batas atas panduan manajemen sendiri dan pasar menyambut dengan kenaikan dua digit yang mencerminkan ekspektasi yang sudah lama tertahan. Segmen Automotive mencetak rekor baru dengan pendapatan tahunan melampaui $5 miliar untuk pertama kalinya, dan manajemen memproyeksikan run rate di atas $6 miliar pada akhir tahun ini, didorong oleh platform Snapdragon Digital Chassis generasi keempat yang merambah sistem infotainment, konektivitas, dan ADAS sekaligus.
Di sisi modal, Qualcomm menyelesaikan $5,4 miliar buyback di paruh pertama fiskal 2026 dan mengumumkan otorisasi baru senilai $20 miliar, angka yang sulit diabaikan oleh investor yang mencari kombinasi valuasi murah dan komitmen pengembalian modal. Satu-satunya catatan yang sedikit mengganjal adalah guidance Q3 yang lebih konservatif, dengan proyeksi revenue $9,2 - $10,0 miliar akibat tekanan pasokan memori yang masih berlanjut. Namun pasar memilih berpegang pada rekam jejak Qualcomm dalam melampaui guidancenya sendiri dan itu terasa seperti panduan yang lebih jujur.

Next Earnings (Laporan Keuangan): 23 Juli 2026
Next Dividend Ex-Date: 8 Juni 2026
52-Week Range: $149.49 - $383.39
Weekly Range: $340.78 - $383.39
Previous Close Price: $383.39 (1 Mei 2026)
Alphabet melaporkan Q1 2026 dengan total pendapatan $109,9 miliar, naik 22% YoY dan menandai kuartal pertumbuhan double-digit ke-11 berturut-turut, sementara laba per saham melonjak 82% menjadi $5,11. Tapi angka yang paling membuat pasar bersemangat bukan berasal dari Search.
Google Cloud membukukan pendapatan $20,03 miliar, melonjak 63% YoY, dengan backlog yang hampir menggandakan diri menjadi $460 miliar dari kuartal ke kuartal. Ini bukan pertumbuhan biasa, ini adalah konfirmasi bahwa Alphabet tidak sekadar bertahan di era AI, melainkan sedang memimpin bagian yang paling berharga darinya. Waymo bahkan melampaui 500.000 perjalanan otonom penuh per minggu, menambah dimensi lain pada cerita perusahaan yang selama ini sering dianggap terlalu terdiversifikasi.
Dewan Direktur menaikkan dividen kuartalan 5% menjadi $0,22 per saham, gestur kecil yang menyiratkan keyakinan besar bahwa arus kas yang deras ini bukan siklus, melainkan tren.

Last Earnings (Laporan Keuangan): 30 April 2026
Last Dividend Ex-Date: 13 Februari 2026 ($1.73)
52-Week Range: $623.78 - $1133.95
Weekly Range: $850.45 - $984.50
Previous Close Price: $963.76 (1 Mei 2026)
Eli Lilly melaporkan Q1 2026 dengan pendapatan $19,8 miliar, naik 56% YoY, jauh di atas estimasi analis sebesar $17,62 miliar, sementara EPS adjusted $8,55 menggilas konsensus $6,66 dengan selisih yang tidak bisa diabaikan. Mounjaro membukukan pendapatan global $8,66 miliar dengan pertumbuhan 125%, melampaui ekspektasi Wall Street sebesar $7,26 miliar. Zepbound tumbuh 79% menjadi $4,1 miliar.
Di tengah laporan yang sudah luar biasa itu, Lilly menambahkan satu katalis ekstra: persetujuan FDA untuk Foundayo, pil GLP-1 oral pertama di dunia yang bisa dikonsumsi kapan saja tanpa batasan makanan dan minuman, membuka segmen pengguna yang selama ini enggan menggunakan suntikan. Manajemen menaikkan panduan pendapatan FY2026 menjadi $82 - $85 miliar (naik dari $80 - $83 miliar), dengan proyeksi EPS adjusted $35,50 - $37,00.
Bagi investor yang meragukan daya tahan Lilly setelah tekanan harga GLP-1 di pasar AS, laporan ini memberikan jawaban yang tegas: volume mengalahkan harga, dan Lilly masih jauh dari titik jenuh.

Next Earnings (Laporan Keuangan): 28 Juli 2026
Next Dividend Ex-Date: 15 Mei 2026
52-Week Range: $77.99 - $107.52
Weekly Range: $96.45 - $107.64
Previous Close Price: $106.00 (1 Mei 2026)
CEO Brian Niccol menyebut Q2 ini sebagai tonggak penting, momen pertama dalam lebih dari dua tahun Starbucks membukukan pertumbuhan di sisi atas dan bawah laporan keuangan secara bersamaan. Revenue konsolidasi Q2 mencapai $9,5 miliar, naik 9% YoY, dengan global comparable sales tumbuh 6,2%, sementara EPS $0,50 naik 22% YoY.
Yang lebih meyakinkan: seluruh 10 pasar internasional teratas, termasuk China, mencatatkan comparable sales positif untuk pertama kalinya dalam sembilan kuartal, sinyal bahwa turnaround Niccol bukan sekadar kisah Amerika. Manajemen menaikkan panduan pertumbuhan same-store sales global menjadi minimal 5% untuk FY2026 (naik dari proyeksi sebelumnya 3%), dan merevisi EPS guidance ke $2,25 - $2,45.
Starbucks memang masih menanggung utang besar dan margin yang tipis dibandingkan valuasinya. Tapi ketika seorang CEO yang baru bergabung belum genap dua tahun sudah berhasil membalikkan tren secara menyeluruh, pasar cenderung memberi hadiah lebih dulu dan bertanya belakangan.

Next Earnings (Laporan Keuangan): 22 Juli 2026
Next Dividend Ex-Date: 8 Mei 2026
52-Week Range: $520.26 - $796.25
Weekly Range: $600.00 - $682.52
Previous Close Price: $608.81 (1 Mei 2026)
Meta melaporkan Q1 2026 dengan revenue $56,31 miliar, naik 33% YoY, menjadi pertumbuhan kuartalan tercepat sejak 2021 dengan EPS adjusted $7,31 mengalahkan konsensus $6,79. Di atas kertas, laporan ini hampir sempurna.
Yang membuat pasar bereaksi sebaliknya bukan angkanya, melainkan rencana yang datang bersama angka itu. Meta merevisi panduan capex 2026 menjadi $125 - $145 miliar, naik dari proyeksi sebelumnya $115 - $135 miliar, dengan alasan kenaikan harga komponen dan biaya data center tambahan untuk mendukung kapasitas masa depan. Satu detail kecil yang memperburuk sentimen: Daily Active People hanya mencapai 3,56 miliar, di bawah proyeksi 3,62 miliar, sebagian karena gangguan internet di Iran dan pembatasan WhatsApp di Rusia.
Bagi investor yang sudah was-was dengan banjir belanja infrastruktur AI tanpa garis waktu monetisasi yang jelas, laporan ini terasa seperti konfirmasi atas kekhawatiran mereka, bukan bantahan.

Next Earnings (Laporan Keuangan): 23 Juli 2026
Last Dividend Ex-Date: 27 Februari 2026 ($1.19)
52-Week Range: $10.82 - $216.83
Weekly Range: $197.07 - $216.76
Previous Close Price: $198.47 (1 Mei 2026)
Pekan ini NVDA tersandung bukan karena bisnis intinya goyah, tapi karena ekosistem di sekelilingnya mulai bergerak. Amazon dalam earnings call-nya menyebutkan bahwa bisnis chip in-house mereka tumbuh pesat, sementara Alphabet mengumumkan rencana untuk menjual Tensor Processing Unit (TPU) miliknya kepada pelanggan tertentu yang akan memasang chip tersebut di data center mereka sendiri. Kedua berita itu muncul hampir bersamaan, dan pasar menafsirkannya sebagai pertanda bahwa hyperscaler terbesar sedang merintis jalur alternatif dari Nvidia.
Selain itu, pengetatan pengawasan terhadap penyelundupan chip di China telah mendorong harga server B300 Nvidia mendekati $1 juta per unit, mengurangi keterjangkauan dan berpotensi mendorong pelanggan China untuk mencari alternatif lokal.
Yang ironis: semua hyperscaler yang disebut sebagai "ancaman" itu masih merupakan pelanggan terbesar Nvidia, dan konsensus analis masih memasang rating Strong Buy dengan target rata-rata $266. Tapi pasar sedang menimbang skenario, bukan kepastian, dan ketidakpastian itu cukup mahal untuk dibeli pekan ini.

Last Earnings (Laporan Keuangan): 23 April 2026
Last Dividend Ex-Date: 1 April 2026 ($0.33)
52-Week Range: $283.47 - $341.75
Weekly Range: $286.39 - $298.37
Previous Close Price: $286.85 (1 Mei 2026)
McDonald's tidak punya berita buruk pekan ini, dan justru itulah bagian dari masalahnya. Earnings Q1 baru dijadwalkan pada 7 Mei 2026, dengan proyeksi EPS $2,75 dan pendapatan $6,48 miliar, sehingga tidak ada katalis segar yang bisa menggerakkan saham ini ke atas.
Di tengah minggu di mana hampir semua perhatian dan uang bergerak ke arah Big Tech earnings, saham konsumer seperti McDonald's menjadi target pengurangan posisi untuk dirotasikan ke arah yang lebih panas. Tidak ada yang salah secara fundamental dengan McDonald's, valuasinya masih wajar dan model franchise-nya masih salah satu yang paling defensif di pasar. Tapi dalam minggu yang dipenuhi earnings beat dari teknologi, menjadi saham tanpa katalis adalah alasan yang cukup untuk masuk ke daftar losers.

Next Earnings (Laporan Keuangan): 19 Mei 2026
Last Dividend Ex-Date: 12 Maret 2026 ($2.33)
52-Week Range: $315.31 - 426.75
Weekly Range: $318.95 - $337.29
Previous Close Price: $323.32 (1 Mei 2026)
Mitra merek Home Depot, Wren Kitchens, mengajukan kebangkrutan Chapter 7 pada 29 April 2026, dan berita itu langsung menekan saham yang memang sudah dalam tekanan struktural lebih lama dari itu. Investor masih mencerna data fiskal 2025 yang menunjukkan pertumbuhan comparable sales hanya 0,3%, sementara manajemen sendiri mengakui bahwa permintaan untuk proyek besar tertahan oleh ketidakpastian konsumen dan tekanan di sektor perumahan.
Earnings Q1 2026 baru akan dirilis 19 Mei, dengan proyeksi EPS $3,42 yang justru mencerminkan penurunan 3,93% YoY. Strategi Home Depot kini bertumpu pada dominasi rantai pasok dan segmen Pro, dengan akuisisi SIMPL Automation di 2026 yang ditujukan untuk mempercepat fulfillment melalui teknologi AI di gudang. Itu adalah taruhan jangka panjang yang masuk akal, tapi pasar sedang tidak sabar pekan ini.

Next Earnings (Laporan Keuangan): 5 Mei 2026
Next Dividend Ex-Date: 8 Mei 2026
52-Week Range: $21.97 - $28.75
Weekly Range: $26.21 - $27.41
Previous Close Price: $26.37 (1 Mei 2026)
Saham Pfizer ditutup di $26,48 pada akhir pekan, turun sekitar 3% dalam tujuh hari terakhir. Untuk memahami mengapa, cukup lihat apa yang terjadi persis di sebelah lain sektor kesehatan: Eli Lilly baru saja membukukan earnings beat terbesar tahun ini. Kontras itu melukai Pfizer lebih dari angka mana pun.
Earnings Q1 Pfizer dijadwalkan pada 5 Mei 2026, dengan konsensus memproyeksikan EPS $0,74, mencerminkan penurunan 19,57% YoY. Angka yang tidak memberi banyak ruang untuk optimisme. Di latar belakang masih ada bayangan patent cliff: sejumlah produk utama akan kehilangan perlindungan paten dalam beberapa tahun ke depan, sementara pendapatan dari produk COVID terus menyusut.
Akuisisi Metsera senilai $10 miliar untuk masuk kembali ke segmen obesitas adalah langkah yang berani. Tapi di pekan di mana Lilly sudah memiliki dua obat GLP-1 yang masing-masing mencetak miliaran dolar, baru memasuki arena itu terasa seperti terlambat satu ronde.
Jika ada satu tema yang menghubungkan semua pergerakan pekan ini, temanya adalah verifikasi. Setelah minggu sebelumnya diwarnai kejutan Intel yang bersifat single-event, pekan ini pasar membutuhkan konfirmasi yang lebih luas dan Big Tech memberikannya.
Alphabet membuktikan bahwa AI Cloud sudah menghasilkan, bukan sekadar narasi. Eli Lilly membuktikan bahwa GLP-1 masih jauh dari jenuh. Starbucks membuktikan bahwa turnaround yang baik memang membutuhkan waktu, tapi hasilnya bisa tiba sekaligus. Qualcomm dan Intel membuktikan bahwa era agentic AI tidak hanya tentang GPU, tapi tentang seluruh ekosistem komputasi.
Di sisi sebaliknya, Meta membuktikan bahwa earnings beat tidak cukup jika belanja masa depan dianggap terlalu berani. Nvidia, McDonald's, Home Depot, dan Pfizer membuktikan bahwa dalam pasar yang berselera tinggi seperti ini, tidak punya katalis baru sama buruknya dengan punya berita buruk.
Pekan depan, pasar akan mulai mencerna hasil yang sudah masuk sambil menunggu rilis berikutnya, termasuk laporan Pfizer dan McDonald's, dua nama yang masih belum membuktikan apa-apa.
Copyright ยฉ 2026 Agrodana Futures
Disclaimer:
Artikel ini berupa pandangan Agrodana Research, Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan atau menjual market tertentu. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
Research & Analysis Agrodana Futures




