logo agrodana futures official
Buka Akun

TOP GAINERS

TOP LOSERS

Pekan 29 Juni sampai 3 Juli 2026 menunjukkan bahwa pasar saham sering bergerak bukan karena laporan keuangan, melainkan karena berita yang muncul tiba-tiba di tengah pekan. Di jajaran penguat, IBM, Adobe, dan Apple naik ditopang kombinasi investasi strategis, aksi beli insider, dan dukungan tokoh publik seperti Jim Cramer. Di sisi lain, AT&T dan Verizon sama-sama ambruk bukan karena masalah bisnis mereka sendiri, melainkan karena ancaman baru dari SpaceX yang berencana masuk lebih dalam ke pasar telekomunikasi lewat Starlink. Sementara itu Caterpillar dan Qualcomm menjadi contoh bagaimana satu berita spesifik, mulai dari short position Michael Burry sampai bantahan Elon Musk di media sosial, bisa memicu pergerakan tajam dalam hitungan hari.

1. Adobe Inc. (#ADBE) ย +12.33%

logo adobe 1280x300

Next Earnings (Laporan Keuangan): 10 September 2026
Last Dividend Ex-Date: 24 Maret 2005
52-Week Range: $190.12 - $386.60
Weekly Range: $201.13 - $222.05
Previous Close Price: $219.59 (3 Juli 2026)

Adobe melonjak setelah direktur perusahaan David Ricks membeli 10.000 saham senilai sekitar $1,95 juta, menaikkan kepemilikannya sebesar 130 persen. Aksi beli insider sebesar ini biasanya dibaca pasar sebagai sinyal kuat bahwa orang dalam perusahaan yakin sahamnya undervalued. Kepercayaan ini diperkuat analis Richard Windsor yang menyebut aksi jual saham software AI belakangan ini sudah berlebihan, dengan Adobe sebagai salah satu contoh saham yang harganya terlalu murah dibanding fundamentalnya. Akuisisi Topaz Labs untuk memperkuat kemampuan AI di bidang editing video dan gambar turut menambah optimisme, meski beberapa analis seperti Phillip Securities tetap berhati hati dan memangkas target harga karena melihat tantangan pertumbuhan jangka panjang.

2. Apple Inc. (#AAPL) +12.17%

logo apple 1280x300

Next Earnings (Laporan Keuangan): 30 Juli 2026
Last Dividend Ex-Date: 11 Mei 2026 ($0.27)
52-Week Range: $201.50 - $317.40
Weekly Range: $279.85 - $309.47
Previous Close Price: $308.49 (3 Juli 2026)

Apple naik tajam di tengah sektor teknologi yang justru melemah 2,71 persen pekan ini. Pendorong utamanya adalah pernyataan Jim Cramer di acara Mad Money yang menyoroti potensi Apple dan mendesak regulator mendukung rantai pasoknya, sebuah dukungan publik yang langsung mendongkrak minat investor. Apple juga tercatat menjadi salah satu saham paling banyak dicari investor pekan ini, tanda minat beli yang sedang tinggi. Konsensus EPS untuk kuartal mendatang diperkirakan $1,88, naik 19,8 persen dari tahun lalu, memberi dasar fundamental yang mendukung optimisme tersebut, meski kelangkaan chip memori global sempat menjadi kekhawatiran soal kenaikan biaya komponen di seluruh industri elektronik konsumen.

3. International Business Machines Corporation (#IBM) +11.71%

logo ibm 1280x300

Next Earnings (Laporan Keuangan): 22 Juli 2026
Last Dividend Ex-Date: 8 Mei 2026 ($1.69)
52-Week Range: $212.34 - $332.46
Weekly Range: $269.11 - $294.56
Previous Close Price: $289.26 (3 Juli 2026)

IBM kembali menjadi salah satu saham terkuat pekan ini setelah menegaskan komitmen investasi lebih dari $10 miliar untuk riset dan manufaktur kuantum di Amerika. Investor merespons positif di tengah sektor teknologi yang tertekan 2,71 persen, menandakan IBM dipandang sebagai pengecualian yang punya katalis nyata. Dari sisi kinerja, pendapatan tumbuh 6 persen dengan segmen software naik 8 persen dan infrastruktur naik 12 persen, menunjukkan bisnis inti IBM tetap solid. Kerja sama dengan Stagwell untuk menyelaraskan strategi brand global turut memperkuat citra IBM sebagai pemain serius di era AI dan komputasi kuantum, bukan sekadar perusahaan teknologi lawas.

4. Mastercard Incorporated (#MA) +10.17%

logo mastercard 1280x300

Next Earnings (Laporan Keuangan): 30 Juli 2026
Next Dividend Ex-Date: 9 Juli 2026 ($0.87)
52-Week Range: $464.52 - $601.77
Weekly Range: $501.97 - $539.29
Previous Close Price: $538.27 (3 Juli 2026)

Mastercard naik signifikan setelah UBS mempertahankan target harga optimis $640 dan menyoroti peluncuran Agent Pay for Machines, layanan pembayaran otomatis untuk transaksi antar mesin yang dinilai bisa jadi sumber pertumbuhan baru. Kemitraan dengan ZEN.COM untuk memperluas fitur Click to Pay juga menambah momentum positif di tengah S&P 500 yang justru melemah tipis. Rasio P/E Mastercard turun ke 28,57 kali, level yang oleh sebagian investor dianggap lebih menarik dibanding sebelumnya. Satu hal yang perlu dicatat, dari sembilan transaksi insider senilai $14,7 juta awal Juli, tiga di antaranya adalah aksi jual senilai $11,1 juta atau sekitar 75 persen dari total nilai transaksi, sinyal yang sebaiknya tetap diperhatikan meski tidak mengubah arah tren mingguan.

5. NIKE, Inc. (#NKE) +7.67%

logo nike 1280x300

Next Earnings (Laporan Keuangan): 29 September 2026
Last Dividend Ex-Date: 1 Juni 2026 ($0.41)
52-Week Range: $40.00 - $80.17
Weekly Range: $40.18 - $45.10
Previous Close Price: $44.18 (3 Juli 2026)

Nike naik setelah lembaga riset 24/7 Wall St memproyeksikan potensi rebound hingga 25 persen, didukung laporan EPS kuartal terakhir sebesar $0,72 yang melampaui ekspektasi. Perlu digarisbawahi, sebagian besar EPS ini berasal dari pemulihan tarif senilai $986 juta yang sifatnya satu kali, bukan perbaikan operasional yang berkelanjutan. Program buyback saham turut menopang sentimen positif pekan ini. Di balik kenaikan tersebut, tantangan nyata masih ada: saham Nike masih turun 30 persen sepanjang tahun berjalan, pendapatan dari China anjlok 17 persen, dan perusahaan menghadapi gugatan merek dagang dari 7-Eleven terkait desain Air Max 95 yang akan diluncurkan

1. ย QUALCOMM Incorporated (#QCOM) -12.56%

logo qualcomm 1280x300

Next Earnings (Laporan Keuangan): 29 Juli 2026
Last Dividend Ex-Date: 4 Juni 2026 ($0.92)
52-Week Range: $121.99 - $259.92
Weekly Range: $172.14 - $193.72
Previous Close Price: $176.36 (3 Juli 2026)

Qualcomm tertekan setelah laporan Wall Street Journal yang menyebut SpaceX sedang menjajaki perangkat AI berbasis chip Snapdragon milik Qualcomm langsung dibantah keras oleh Elon Musk lewat platform X, yang menyebut laporan itu sepenuhnya tidak benar. Bantahan ini membuat harga saham bergejolak tajam dalam beberapa sesi setelah sempat naik akibat spekulasi awal. Volatilitas ini menambah beban di atas tekanan fundamental yang sudah ada sejak laporan kuartal terakhir, di mana pendapatan turun 2,2 persen secara tahunan, panduan kinerja ke depan melemah, dan sejumlah analis melakukan revisi turun proyeksi laba akibat kekhawatiran inventori dan persaingan ketat di pasar smartphone.

2. AT&T Inc. (#T) -8.32%

logo at&t 1280x300

Next Earnings (Laporan Keuangan): 22 Juli 2026
Last Dividend Ex-Date: 10 Juli 2026 ($0.2775)
52-Week Range: $19.89 - $29.79
Weekly Range: $19.90 - $22.10
Previous Close Price: $20.60 (3 Juli 2026)

AT&T mencatat pekan terburuknya sejak 2022 setelah kekhawatiran investor terhadap ancaman SpaceX lewat layanan internet satelit Starlink kembali menguat. Analis Oppenheimer, Timothy Horan, menurunkan rating AT&T menjadi Perform karena menilai industri telekomunikasi meremehkan risiko masuknya satelit ke pasar wireless. Tekanan bertambah setelah muncul kabar SpaceX sedang menjajaki kemitraan dengan Charter Communications untuk layanan mobile langsung ke konsumen, yang berpotensi membuka jangkauan Starlink ke jutaan rumah tangga. AT&T sendiri sudah menegaskan satelit hanya cocok untuk wilayah pedesaan yang minim opsi lain, namun pernyataan ini belum cukup meredakan kekhawatiran pasar.ย 

3. Verizon Communications Inc. (#VZ) ย -7.79%

logo verizon 1280x300

Next Earnings (Laporan Keuangan): 24 Juli 2026
Last Dividend Ex-Date: 10 Juli 2026 ($0.7075)
52-Week Range: $38.39 - $51.68
Weekly Range: $40.77 - $45.00
Previous Close Price: $42.60 (3 Juli 2026)

Verizon ikut ambruk dalam pekan terburuknya sejak Oktober 2025, terseret sentimen negatif yang sama dengan AT&T terkait ancaman ekspansi SpaceX ke pasar wireless. CEO Verizon, Daniel Schulman, sempat menegaskan bahwa layanan satelit hanya bersifat pelengkap bagi 95 persen pelanggan mereka, namun pernyataan ini tidak cukup untuk menahan tekanan jual. Kekhawatiran pasar juga tertuju pada lelang spektrum upper C-Band yang dijadwalkan tahun depan, yang menurut sejumlah analis bisa menelan biaya puluhan miliar dolar bagi operator telekomunikasi untuk mempertahankan posisinya. Selama ancaman SpaceX ini belum mereda, tekanan terhadap sektor telekomunikasi kemungkinan masih akan berlanjut.

4. Oracle Corporation (#ORCL) ย -6.52%

logo oracle 1280x300

Next Earnings (Laporan Keuangan): 9 September 2026
Next Dividend Ex-Date: 10 Juli 2026 ($0.50)
52-Week Range: $134.57 - $345.72
Weekly Range: $138.83 - $154.48
Previous Close Price: $140.46 (3 Juli 2026)

Oracle tertekan akibat kekhawatiran investor terhadap besarnya belanja modal untuk infrastruktur AI dan dampaknya terhadap arus kas perusahaan. Persaingan dari Cisco yang sahamnya sudah naik 46 persen sepanjang tahun turut menambah tekanan sentimen. Padahal dari sisi bisnis, Oracle memproyeksikan pertumbuhan pendapatan cloud sebesar 58 hingga 64 persen, angka yang cukup kuat, namun pasar lebih fokus pada margin kotor yang turun ke 65,82 persen dari 69,66 persen pada kuartal sebelumnya sebagai tanda tekanan profitabilitas di tengah ekspansi agresif tersebut.

5. Caterpillar Inc. (#CAT) ย -4.27%

logo caterpillar 1280x300

Next Earnings (Laporan Keuangan): 4 Agustus 2026
Next Dividend Ex-Date: 20 Juli 2026 ($1.63)
52-Week Range: $388.09 - $1,073.46
Weekly Range: $947.25 - $1073.05
Previous Close Price: $963.65 (3 Juli 2026)

Caterpillar jatuh tajam setelah investor kondang Michael Burry mengumumkan telah membuka short position pertamanya terhadap saham ini tepat sehari setelah harga mencetak rekor tertinggi sepanjang masa di $1.064,90. Burry menilai rasio harga terhadap penjualan Caterpillar sudah berada di level tertinggi dalam 30 tahun terakhir, dan mengaitkannya dengan kekhawatiran lebih besar soal gelembung valuasi di saham saham yang terhubung dengan tema AI. Di sisi lain, analis Freedom Broker menilai kenaikan Caterpillar bukan sekadar hype AI, melainkan didorong permintaan nyata terhadap sistem pembangkit listrik untuk pusat data yang sedang menjamur. Terlepas dari perdebatan itu, saham Caterpillar tetap turun tajam begitu berita short position ini menyebar ke pasar.


Pekan 29 Juni sampai 3 Juli 2026 menegaskan bahwa risiko pasar tidak selalu datang dari laporan keuangan kuartalan. AT&T dan Verizon membuktikan bagaimana ancaman kompetitif dari pemain baru seperti SpaceX bisa menghantam satu sektor secara bersamaan, sementara Caterpillar dan Qualcomm menunjukkan betapa cepatnya satu berita spesifik, baik dari investor kenamaan maupun tokoh publik seperti Elon Musk, bisa mengubah arah harga dalam hitungan hari. Pekan depan, perhatian pasar kemungkinan masih akan tertuju pada perkembangan lebih lanjut soal rencana SpaceX di pasar telekomunikasi serta arah kebijakan suku bunga The Fed yang tetap menjadi penentu sentimen besar Wall Street.

Semua saham yang disebutkan dalam artikel ini tersedia untuk diperdagangkan sebagai CFD di Agrodana Futures.


cfd saham us 1920x1080 (1)

TOP GAINERS

TOP LOSERS

Pekan perdagangan 8-12 Juni 2026 memperlihatkan bahwa narasi seputar investasi kecerdasan buatan (AI) dan restrukturisasi bisnis menjadi motor penggerak paling dominan di Wall Street. Di satu sisi, sektor semikonduktor kembali bersinar berkat meredanya ketegangan geopolitik dan tingginya permintaan perangkat keras pendukung AI yang mendorong aksi beli masif. Namun di sisi lain, pasar mulai menghukum secara tegas perusahaan-perusahaan raksasa yang membakar terlalu banyak modal demi infrastruktur AI atau yang tengah menghadapi ketidakpastian di tingkat manajemen eksekutif. Indeks bergerak sangat selektif; investor kini tidak lagi sekadar membeli narasi masa depan, melainkan menuntut bukti ketahanan arus kas dan efisiensi operasional hari ini.

1. Intel Corporation (#INTC) ย 15.15%

logo intel 1280x300

Next Earnings (Laporan Keuangan): 23 Juli 2026
Last Dividend Ex-Date: 7 Agustus 2024
52-Week Range: $18.97 - $132.75
Weekly Range: $99.44 - $127.68
Previous Close Price: $124.67 (12 Juni 2026)

Saham Intel melesat memimpin barisan gainers pekan ini berkat peningkatan peringkat (double upgrade) dari Bank of America yang menaikkan target harga mereka ke $135. Optimisme ini didorong oleh proyeksi meledaknya permintaan CPU server berbasis AI yang pasarnya diperkirakan menembus $170 miliar pada tahun 2030, diiringi oleh meredanya risiko geopolitik yang membebani sektor semikonduktor secara makro. Meskipun Intel masih memiliki pekerjaan rumah berupa marjin operasional yang negatif di angka -9,39%, keyakinan analis terhadap potensi ekspansi jangka panjang perusahaan sukses menutupi kekhawatiran jangka pendek tersebut.

2. Starbucks Corporation (#SBUX) +8.44%

logo starbucks 1280x300

Next Earnings (Laporan Keuangan): 28 Juli 2026
Last Dividend Ex-Date: 15 Mei 2026 ($0.62)
52-Week Range: $77.99 - $108.88
Weekly Range: $94.41 - $103.70
Previous Close Price: $103.08 (12 Juni 2026)

Di tengah lesunya indeks pasar konsumen secara umum, Starbucks berhasil mencuri perhatian melalui strategi ekspansi dan efisiensi yang agresif. Perusahaan mendapat respons positif setelah mengumumkan rencana pembukaan 5.000 gerai format kecil di Amerika Serikat serta menjajaki penjualan saham unit bisnisnya di Jepang yang dinilai sebagai langkah perampingan operasional yang cerdas. Sentimen pembeli semakin kuat berkat valuasi saham Starbucks yang dipandang undervalued, sekitar 7% di bawah harga wajarnya, serta rekam jejak pertumbuhan arus kas bebas yang melonjak hingga lebih dari 114%.

3. The Home Depot, Inc. (#HD) +6.25%

logo hd 1280x300

Next Earnings (Laporan Keuangan): 18 Agustus 2026
Last Dividend Ex-Date: 4 Juni 2026 ($2.33)
52-Week Range: $289.10 - $426.75
Weekly Range: $307.81 - $330.19
Previous Close Price: $328.19 (12 Juni 2026)

Ketika pasar perumahan dan tren swakriya (DIY) sedang mengalami perlambatan, Home Depot dengan sigap mengubah arah kemudinya untuk membidik pasar kontraktor profesional (Pro) yang bernilai sangat masif, yakni sekitar $700 miliar. Pergeseran strategi terfokus ini berhasil meyakinkan investor, didukung pula oleh lonjakan arus kas bebas perusahaan yang sangat fantastis hingga menembus 521%. Walaupun marjin laba dan pertumbuhan pendapatan utamanya masih terlihat melambat, ketegasan Home Depot dalam mencari sumber pendapatan baru di sektor profesional memberikan dorongan fundamental yang positif pada pergerakan harga sahamnya.

4. Verizon Communications Inc. (#VZ) +5.77%

logo verizon 1280x300

Next Earnings (Laporan Keuangan): 24 Juli 2026
Last Dividend Ex-Date: 10 Juli 2026 ($0.7075)
52-Week Range: $38.39 - $51.68
Weekly Range: $44.79 - $48.26
Previous Close Price: $48.16 (12 Juni 2026)

Verizon menjadi primadona utama pekan ini bagi investor konservatif yang memburu kepastian pendapatan di tengah ketidakstabilan sektor teknologi. Perusahaan mencetak arus kas bebas mencapai $20,3 miliar dalam setahun terakhir, sebuah bantalan dana yang sangat kokoh untuk mengamankan posisi imbal hasil dividennya di angka 6%. Di samping metrik keuangan yang sangat defensif tersebut, inovasi terbaru Verizon dalam meluncurkan perangkat tanggap darurat berbasis AI menjelang musim badai turut menambah keyakinan pasar terhadap keunggulan dan ketahanan operasional jaringan mereka.

5. Advanced Micro Devices, Inc.ย (#AMD) +5.77%

logo amd 1280x300

Next Earnings (Laporan Keuangan): 4 Agustus 2026
Last Dividend Ex-Date: 27 April 1995
52-Week Range: $117.78 - $546.44
Weekly Range: $436.91 - $521.72
Previous Close Price: $512.36 (12 Juni 2026)

Mengekor momentum positif di sektor chip, saham AMD melanjutkan tren penguatannya setelah mendapatkan upgrade rekomendasi menjadi "Buy" dari Citi dengan target harga agresif di $575. Sentimen positif ini dipicu oleh tingginya permintaan terhadap chip AI kustom buatan mereka, terutama setelah mengamankan kesepakatan pasokan bernilai besar dengan raksasa teknologi, Meta. Aliran dana terus masuk karena pasar melihat posisi AMD yang semakin matang bukan sekadar sebagai penantang, melainkan sebagai pemasok utama yang sangat kredibel di tengah perlombaan infrastruktur kecerdasan buatan global.

1. Adobe Inc. (#ADBE) -17.19%

logo adobe 1280x300

Next Earnings (Laporan Keuangan): 10 September 2026
Last Dividend Ex-Date: 24 Maret 2025
52-Week Range: $196.90 - $405.00
Weekly Range: $196.85 - $248.47
Previous Close Price: $204.07 (12 Juni 2026)

Adobe harus rela menerima koreksi mingguan paling tajam akibat sentimen negatif berlapis yang menyelimuti manajemen perusahaan. Meskipun perusahaan sebenarnya sukses melaporkan rekor pendapatan sebesar $6,62 miliar di kuartal kedua, kepergian yang tiba-tiba dari Direktur Keuangannya, Dan Durn, langsung memicu kepanikan investor terkait stabilitas kepemimpinan. Situasi diperburuk oleh keputusan Adobe memangkas proyeksi pertumbuhan tahun 2026 serta keraguan analis terhadap langkah transisi mereka menuju model bisnis freemium, yang dikhawatirkan akan menekan laju monetisasi ke depannya.ย 

2. Oracle Corporation (#ORCL) -13.52%

logo oracle 1280x300

Next Earnings (Laporan Keuangan): 9 September 2026
Last Dividend Ex-Date: 10 Juli 2026 ($0.50)
52-Week Range: $134.57 - $345.72
Weekly Range: $175.45 - $220.43
Previous Close Price: $183.95 (12 Juni 2026)

Pergerakan harga Oracle pekan ini adalah bukti nyata bahwa pertumbuhan pendapatan eksponensial dari AI tidak akan direspons positif jika harus ditebus dengan ongkos kapital yang terlampau mahal. Walau melaporkan lonjakan pendapatan cloud sebesar 21% yang ditopang oleh kontrak infrastruktur AI baru bernilai $67 miliar, investor seketika mundur teratur setelah melihat arus kas bebas Oracle berbalik negatif hingga $23,7 miliar. Besarnya belanja modal yang dibutuhkan perusahaan, ditambah dengan rencana mencari pembiayaan tambahan sebesar $40 miliar, memunculkan kekhawatiran serius mengenai tekanan likuiditas jangka pendek. ย 

3. Salesforce, Inc. (#CRM)ย -9.01%

salesforce logo 1280x300

Next Earnings (Laporan Keuangan): 2 September 2026
Next Dividend Ex-Date: 11 Juni 2026
52-Week Range: $161.28 - $276.80
Weekly Range: $161.28 - $184.85
Previous Close Price: $165.92 (12 Juni 2026)

Salesforce sedang melewati fase transisi yang direspons dengan penuh kehati-hatian oleh para pelaku pasar. Rentetan kabar mengenai pemutusan hubungan kerja (PHK) yang beriringan dengan manuver akuisisi perusahaan untuk menggenjot sistem harga berbasis penggunaan (usage-based pricing), menimbulkan pertanyaan di kalangan investor mengenai kelancaran eksekusi dan moral internal karyawan. Lebih jauh, sengitnya persaingan integrasi AI dengan penyedia perangkat lunak Software-as-a-Service (SaaS) lainnya membuat pasar memilih bersikap menunggu dan melihat (wait and see).

4. Apple Inc. (#AAPL) ย -7.11%

logo apple 1280x300

Next Earnings (Laporan Keuangan): 30 Juli 2026
Last Dividend Ex-Date: 11 Mei 2026 ($0.27)
52-Week Range: $195.07 - $317.40
Weekly Range: $287.41 - $317.48
Previous Close Price: $291.26 (12 Juni 2026)

Raksasa teknologi asal Cupertino ini menghadapi tekanan jual karena bayang-bayang membengkaknya beban operasional produksi mereka. Walaupun segmen Services milik Apple terus mencatatkan rekor pendapatan yang brilian dan arus kas bebas menyentuh angka $129,1 miliar, peringatan dari pihak manajemen mengenai lonjakan tajam pada biaya komponen memori langsung memicu kekhawatiran soal penyusutan marjin laba di kuartal mendatang. Selain itu, mundurnya Apple dari megaproyek mobil swakemudi (Project Titan) membuat sebagian investor menyesuaikan kembali ekspektasi mereka terhadap ruang pertumbuhan baru bagi perusahaan.

5. Microsoft, Inc. (MSFT) ย -5.02%

Microsoft

Next Earnings (Laporan Keuangan): 29 Juli 2026
Last Dividend Ex-Date: 21 Mei 2026 ($0.91)
52-Week Range: $356.28 - $555.45
Weekly Range: $382.28 - $413.92
Previous Close Price: $390.80 (12 Juni 2026)

Koreksi ringan pada saham Microsoft pekan ini lebih banyak dipengaruhi oleh sentimen domestik dari dalam divisinya, khususnya kekhawatiran atas performa unit gaming, Xbox. Marjin keuntungan dari divisi tersebut dilaporkan anjlok drastis ke level 3%, yang memantik wacana di bursa bahwa Microsoft mungkin perlu melakukan restrukturisasi besar-besaran atau bahkan memisahkan unit tersebut secara independen (spin-off). Walaupun analis pasar masih menilai saham Microsoft memiliki valuasi yang atraktif untuk jangka panjang, ketidakpastian di lini gaming menjadi beban yang menahan laju sahamnya sepanjang pekan ini.


Dinamika pekan kedua Juni 2026 ini kembali menegaskan sebuah realitas fundamental di Wall Street: yang menentukan pergerakan harga bukanlah sekadar narasi teknologi baru, melainkan kedisiplinan sebuah perusahaan dalam mengelola neraca keuangannya. Emiten seperti Intel dan AMD menikmati lonjakan apresiasi karena memiliki arah ekspansi komersial yang rasional, sementara Oracle dan Adobe harus menanggung tekanan jual akibat lonjakan belanja modal serta gejolak kepemimpinan. Memasuki pekan depan, fokus pasar diprediksi akan terus terpusat pada bagaimana para eksekutif menyeimbangkan agresivitas investasi infrastruktur masa depan dengan tuntutan investor akan imbal hasil dan arus kas yang nyata hari ini.

Semua saham yang disebutkan dalam artikel ini tersedia untuk diperdagangkan sebagai CFD di Agrodana Futures.


cfd saham us 1920x1080 (1)

Masih ragu dan memiliki pertanyaan lainnya ?

Kantor Pusat
Menara Batavia Lt. 3A
Jl. K.H. Mas Mansyur No.Kav. 126,
Karet Tengsin, Kec. Tanah Abang,
Kota Jakarta Pusat 10220
Telp: 021 - 57902535
Berlangganan Newsletter Agrodana:
Ikuti Kami
facebook agrodanayoutube agrodanainstagram agrodana
agrodana iosagrodana android
Berizin & Diawasi Oleh:
bappebti whitebi whiteojk white
Agrodana Futures adalah perusahaan Pialang berizin dan diawasi oleh Bappebti, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), dan merupakan anggota dari Bursa ICDX dan JFX dan Kliring House ICH dan KBI. Kami menerima klien Warga Negara Indonesia dan Asing yang memegang Kartu Izin Tinggal Terbatas di Indonesia kecuali warga negara Amerika Serikat, Kanada, Uni Eropa, Australia, Jepang, Iran dan Korea Utara. Transaksi ini memiliki leverage dan tingkat risiko yang tinggi terhadap modal, dan tidak selalu cocok untuk semua orang, pelajari dan pahami risikonya sebelum memulai transaksi.

Copyright @2025 Agrodana Futures
Waspada Penipuan
/ Kebijakan Privasi / Pengaduan Nasabah
Ikuti Kami
alt=""alt=""alt=""
Kantor Pusat
Menara Batavia Lt 3A
Jl. K.H. Mas Mansyur No.Kav. 126, Karet Tengsin, Kec. Tanah Abang, Kota Jakarta Pusat 10220
Telp: 021 - 57902535
Email:  [email protected]Whatsapp: +6281-988-3777
Berlangganan Newsletter Agrodana :
Berizin & Diawasi Oleh:
bappebti whitebi whiteojk white
Agrodana Futures adalah perusahaan Pialang berizin dan diawasi oleh Bappebti, Otoritas Jasa Keuangan dan Bank Indonesia, dan merupakan anggota dari Bursa ICDX dan JFX dan Kliring House ICH dan KBI. Kami menerima klien Warga Negara Indonesia dan Asing yang memegang Kartu Izin Tinggal Terbatas di Indonesia kecuali warga negara Amerika Serikat, Kanada, Uni Eropa, Australia, Jepang, Iran dan Korea Utara. Transaksi ini memiliki leverage dan tingkat risiko yang tinggi terhadap modal, dan tidak selalu cocok untuk semua orang, pelajari dan pahami risikonya sebelum memulai transaksi.

Copyright @2025 Agrodana Futures
Waspada Penipuan / Kebijakan Privasi / Pengaduan Nasabah
Whatsapp Non Klien
crossmenuchevron-down