logo agrodana futures official
Buka Akun

TOP GAINERS

TOP LOSERS

Pekan ini pasar saham AS menunjukkan divergensi tajam antar sektor. Saham teknologi dan AI infrastructure jadi motor utama penguatan, dengan Meta, Nvidia, dan Cisco kompak melesat berkat ekspansi belanja modal AI dan proyeksi earnings yang solid. Di sisi lain, saham consumer defensive dan sektor yang terlalu mahal valuasinya justru tertekan, tercermin dari koreksi tajam Intel dan pelemahan Pepsi maupun Merck menjelang musim laporan keuangan berikutnya.

1. Meta Platforms, Inc.ย (#META) ย +16.39%

logo meta 1280x300

Next Earnings (Laporan Keuangan): 29 Juli 2026
Last Dividend Ex-Date: 15 Juni 2026 ($0.5250)
52-Week Range: $520.26 - $796.25
Weekly Range: $580.23 - $677.80
Previous Close Price: $668.70 (10 Juli 2026)

Meta melesat signifikan setelah mengumumkan rencana memproduksi chip AI sendiri untuk mengurangi ketergantungan pada Nvidia dan AMD, didukung investasi data center senilai CAD 9.1 miliar dan target kapasitas compute 14 GW pada 2027. Analis tetap bullish dengan target harga bervariasi antara $700 hingga $945, meski JP Morgan sempat melakukan downgrade dan tercatat aksi jual insider oleh COO Javier Olivan senilai lebih dari $3 juta.

2. Nvidia Corporation (#NVDA) +8.18%

logo nvidia 1280x300

Next Earnings (Laporan Keuangan): 26 Agustus 2026
Last Dividend Ex-Date: 11 Mei 2026 ($0.25)
52-Week Range: $162.02 - $236.54
Weekly Range: $191.09 - $210.84
Previous Close Price: $210.74 (10 Juli 2026)

Penguatan Nvidia ditopang permintaan AI infrastructure yang terus tumbuh, termasuk perluasan kemitraan dengan Palantir untuk pengembangan model AI custom. Valuasi saham ini justru makin menarik karena P/E ratio turun dari 48.89x menjadi 31.71x, sementara margin operasional tetap kuat di 64.02%, menegaskan efisiensi bisnis di tengah ekspansi agresif.

3. Cisco Systems, Inc.ย (#CSCO) +6.84%

logo cisco 1280x300

Next Earnings (Laporan Keuangan): 12 Agustus 2026
Last Dividend Ex-Date: 6 Juli 2026 ($0.42)
52-Week Range: $65.75 - $130.37
Weekly Range: $111.68 - $121.55
Previous Close Price: $121.37 (10 Juli 2026)

Cisco diuntungkan sentimen positif menjelang rilis laporan keuangan, dengan analis menaikkan estimasi earnings growth fiskal 2026 menjadi 12.3%. Kontrak senilai $230 juta dengan Angkatan Darat AS dan kemitraan dengan Rafay Systems untuk memperkuat infrastruktur AI cloud menjadi katalis tambahan yang memperkuat kepercayaan pasar.

4. QUALCOMM Incorporatedย (#QCOM) +10.17%

logo qualcomm 1280x300

Next Earnings (Laporan Keuangan): 29 Juli 2026
Next Dividend Ex-Date: 4 Juni 2026 ($0.92)
52-Week Range: $121.99 - $259.92
Weekly Range: $179.19 - $196.04
Previous Close Price: $189.23 (10 Juli 2026)

Qualcomm melanjutkan strategi diversifikasi ke sektor otomotif dan AI, dengan pendapatan otomotif mencapai $1.33 miliar pada Q2 FY2026, naik 38% year over year dan berambisi menembus $6 miliar annualized revenue. Valuasi saham juga makin murah setelah P/E ratio turun tajam dari 34.90x ke 13.67x, meski pertumbuhan earnings kuartalan sempat melambat.

5. Chevron Corporationย (#CVX) +7.67%

logo chevron 1280x300

Next Earnings (Laporan Keuangan): 31 Juli 2026
Last Dividend Ex-Date: 19 Mei 2026 ($1.78)
52-Week Range: $146.49 - $214.71
Weekly Range: $167.18 - $178.64
Previous Close Price: $176.37 (10 Juli 2026)

Kenaikan Chevron didorong lonjakan harga minyak akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah, ditambah kemitraan 20 tahun dengan Microsoft untuk proyek energi AI bertajuk Project Kilby. Namun perlu dicatat, ROA perusahaan justru turun ke 3.85% dari 5.39% dan payout ratio dividen sudah melampaui 122%, sinyal tekanan pada keberlanjutan pembagian dividen ke depan.

1. Intel Corporationย (#INTC) -12.11%

logo intel 1280x300

Next Earnings (Laporan Keuangan): 23 Juli 2026
Last Dividend Ex-Date: 7 Agustus 2024
52-Week Range: $18.97 - $142.35
Weekly Range: $104.42 - $127.36
Previous Close Price: $109.86 (10 Juli 2026)

Koreksi tajam Intel terjadi setelah reli luar biasa sepanjang 2026 membuat valuasinya jauh melampaui fundamental, saat ini diperdagangkan di 100 kali forward earnings dibanding TSMC yang hanya 27.5 kali. Skeptisisme pasar terhadap rencana turnaround senilai $200 miliar juga meningkat karena perusahaan masih belum profitable secara GAAP, memicu aksi profit taking besar-besaran dari investor.

2. Netflix, Inc.ย (#NFLX) -4.86%

logo netflix 1280x300

Next Earnings (Laporan Keuangan): 16 Juli 2026
Next Dividend Ex-Date: N/A (Netflix Tidak Membagikan Dividen)
52-Week Range: $70.86 - $127.75
Weekly Range: $72.46 - $77.82
Previous Close Price: $73.33 (10 Juli 2026)

Pelemahan Netflix dipicu kekhawatiran soal retensi penonton, dengan laporan menunjukkan sejumlah serial andalan kehilangan 30 hingga 70% audiens antar musim. Manajemen dikabarkan mempertimbangkan bundling live TV dan streaming sebagai strategi baru, sementara ketidakpastian menjelang laporan keuangan Q2 pada 16 Juli turut menambah tekanan jual.

3. PepsiCo Inc. (#PEP) ย -4.71%

logo pepsi 1280x300

Next Earnings (Laporan Keuangan): 8 Oktober 2026
Last Dividend Ex-Date: 5 Juni 2026 ($1.84)
52-Week Range: $133.75 - $171.48
Weekly Range: $134.87 - $149.13
Previous Close Price: $137.43 (10 Juli 2026)

Pepsi tertekan setelah Citi menurunkan rating menjadi Neutral akibat pelemahan berkelanjutan di segmen North America Foods. Meski begitu, sejumlah bank besar seperti Deutsche Bank, UBS, dan JP Morgan tetap mempertahankan rating positif dengan alasan kinerja internasional Pepsi masih jadi penopang utama di tengah tantangan domestik.

4. GE Aerospaceย (#GE) ย -4.70%

logo ge aerospace 1280x300

Next Earnings (Laporan Keuangan): 16 Juli 2026
Last Dividend Ex-Date: 6 Juli 2026 ($0.47)
52-Week Range: $251.40 - $382.97
Weekly Range: $352.57 - $380.32
Previous Close Price: $359.41 (10 Juli 2026)

Pelemahan GE Aerospace pekan ini belum memiliki katalis spesifik yang terkonfirmasi dari sumber data yang tersedia. Secara historis, saham ini cenderung sensitif terhadap sentimen di rantai pasok penerbangan dan volatilitas pasar secara umum, sehingga penurunan kali ini kemungkinan lebih mencerminkan aksi profit taking pasca reli sebelumnya ketimbang perubahan fundamental bisnis.

5. Merck & Co., Inc.ย (#MRK) ย -4.50%

logo merck 1280x300

Next Earnings (Laporan Keuangan): 4 Agustus 2026
Next Dividend Ex-Date: 15 Juni 2026 ($0.85)
52-Week Range: $76.66 - $130.29
Weekly Range: $122.91 - $129.73
Previous Close Price: $123.48 (10 Juli 2026)

Merck melemah menjelang laporan keuangan yang dijadwalkan rilis 4 Agustus 2026, dengan analis memproyeksikan EPS turun tajam 42.43% year over year. Di sisi lain, persetujuan FDA terbaru untuk KEYTRUDA sebagai terapi kanker kandung kemih invasif jadi katalis positif jangka panjang, meski risiko penurunan penjualan GARDASIL dan potensi hilangnya eksklusivitas KEYTRUDA tetap jadi perhatian analis ke depan.


Wall Street pekan ini kembali menegaskan bahwa narasi AI infrastructure masih jadi penggerak utama sentimen pasar, sementara saham dengan valuasi terlalu mahal atau menghadapi tekanan fundamental jangka pendek rentan dikoreksi tajam meski sektor secara umum menguat. Musim laporan keuangan yang akan datang berpotensi menjadi katalis penentu arah lanjutan, terutama bagi saham consumer defensive dan kesehatan yang tengah tertekan.

Semua saham yang disebutkan dalam artikel ini tersedia untuk diperdagangkan sebagai CFD di Agrodana Futures.


cfd saham us 1920x1080 (1)

TOP GAINERS

TOP LOSERS

Pekan 29 Juni sampai 3 Juli 2026 menunjukkan bahwa pasar saham sering bergerak bukan karena laporan keuangan, melainkan karena berita yang muncul tiba-tiba di tengah pekan. Di jajaran penguat, IBM, Adobe, dan Apple naik ditopang kombinasi investasi strategis, aksi beli insider, dan dukungan tokoh publik seperti Jim Cramer. Di sisi lain, AT&T dan Verizon sama-sama ambruk bukan karena masalah bisnis mereka sendiri, melainkan karena ancaman baru dari SpaceX yang berencana masuk lebih dalam ke pasar telekomunikasi lewat Starlink. Sementara itu Caterpillar dan Qualcomm menjadi contoh bagaimana satu berita spesifik, mulai dari short position Michael Burry sampai bantahan Elon Musk di media sosial, bisa memicu pergerakan tajam dalam hitungan hari.

1. Adobe Inc. (#ADBE) ย +12.33%

logo adobe 1280x300

Next Earnings (Laporan Keuangan): 10 September 2026
Last Dividend Ex-Date: 24 Maret 2005
52-Week Range: $190.12 - $386.60
Weekly Range: $201.13 - $222.05
Previous Close Price: $219.59 (3 Juli 2026)

Adobe melonjak setelah direktur perusahaan David Ricks membeli 10.000 saham senilai sekitar $1,95 juta, menaikkan kepemilikannya sebesar 130 persen. Aksi beli insider sebesar ini biasanya dibaca pasar sebagai sinyal kuat bahwa orang dalam perusahaan yakin sahamnya undervalued. Kepercayaan ini diperkuat analis Richard Windsor yang menyebut aksi jual saham software AI belakangan ini sudah berlebihan, dengan Adobe sebagai salah satu contoh saham yang harganya terlalu murah dibanding fundamentalnya. Akuisisi Topaz Labs untuk memperkuat kemampuan AI di bidang editing video dan gambar turut menambah optimisme, meski beberapa analis seperti Phillip Securities tetap berhati hati dan memangkas target harga karena melihat tantangan pertumbuhan jangka panjang.

2. Apple Inc. (#AAPL) +12.17%

logo apple 1280x300

Next Earnings (Laporan Keuangan): 30 Juli 2026
Last Dividend Ex-Date: 11 Mei 2026 ($0.27)
52-Week Range: $201.50 - $317.40
Weekly Range: $279.85 - $309.47
Previous Close Price: $308.49 (3 Juli 2026)

Apple naik tajam di tengah sektor teknologi yang justru melemah 2,71 persen pekan ini. Pendorong utamanya adalah pernyataan Jim Cramer di acara Mad Money yang menyoroti potensi Apple dan mendesak regulator mendukung rantai pasoknya, sebuah dukungan publik yang langsung mendongkrak minat investor. Apple juga tercatat menjadi salah satu saham paling banyak dicari investor pekan ini, tanda minat beli yang sedang tinggi. Konsensus EPS untuk kuartal mendatang diperkirakan $1,88, naik 19,8 persen dari tahun lalu, memberi dasar fundamental yang mendukung optimisme tersebut, meski kelangkaan chip memori global sempat menjadi kekhawatiran soal kenaikan biaya komponen di seluruh industri elektronik konsumen.

3. International Business Machines Corporation (#IBM) +11.71%

logo ibm 1280x300

Next Earnings (Laporan Keuangan): 22 Juli 2026
Last Dividend Ex-Date: 8 Mei 2026 ($1.69)
52-Week Range: $212.34 - $332.46
Weekly Range: $269.11 - $294.56
Previous Close Price: $289.26 (3 Juli 2026)

IBM kembali menjadi salah satu saham terkuat pekan ini setelah menegaskan komitmen investasi lebih dari $10 miliar untuk riset dan manufaktur kuantum di Amerika. Investor merespons positif di tengah sektor teknologi yang tertekan 2,71 persen, menandakan IBM dipandang sebagai pengecualian yang punya katalis nyata. Dari sisi kinerja, pendapatan tumbuh 6 persen dengan segmen software naik 8 persen dan infrastruktur naik 12 persen, menunjukkan bisnis inti IBM tetap solid. Kerja sama dengan Stagwell untuk menyelaraskan strategi brand global turut memperkuat citra IBM sebagai pemain serius di era AI dan komputasi kuantum, bukan sekadar perusahaan teknologi lawas.

4. Mastercard Incorporated (#MA) +10.17%

logo mastercard 1280x300

Next Earnings (Laporan Keuangan): 30 Juli 2026
Next Dividend Ex-Date: 9 Juli 2026 ($0.87)
52-Week Range: $464.52 - $601.77
Weekly Range: $501.97 - $539.29
Previous Close Price: $538.27 (3 Juli 2026)

Mastercard naik signifikan setelah UBS mempertahankan target harga optimis $640 dan menyoroti peluncuran Agent Pay for Machines, layanan pembayaran otomatis untuk transaksi antar mesin yang dinilai bisa jadi sumber pertumbuhan baru. Kemitraan dengan ZEN.COM untuk memperluas fitur Click to Pay juga menambah momentum positif di tengah S&P 500 yang justru melemah tipis. Rasio P/E Mastercard turun ke 28,57 kali, level yang oleh sebagian investor dianggap lebih menarik dibanding sebelumnya. Satu hal yang perlu dicatat, dari sembilan transaksi insider senilai $14,7 juta awal Juli, tiga di antaranya adalah aksi jual senilai $11,1 juta atau sekitar 75 persen dari total nilai transaksi, sinyal yang sebaiknya tetap diperhatikan meski tidak mengubah arah tren mingguan.

5. NIKE, Inc. (#NKE) +7.67%

logo nike 1280x300

Next Earnings (Laporan Keuangan): 29 September 2026
Last Dividend Ex-Date: 1 Juni 2026 ($0.41)
52-Week Range: $40.00 - $80.17
Weekly Range: $40.18 - $45.10
Previous Close Price: $44.18 (3 Juli 2026)

Nike naik setelah lembaga riset 24/7 Wall St memproyeksikan potensi rebound hingga 25 persen, didukung laporan EPS kuartal terakhir sebesar $0,72 yang melampaui ekspektasi. Perlu digarisbawahi, sebagian besar EPS ini berasal dari pemulihan tarif senilai $986 juta yang sifatnya satu kali, bukan perbaikan operasional yang berkelanjutan. Program buyback saham turut menopang sentimen positif pekan ini. Di balik kenaikan tersebut, tantangan nyata masih ada: saham Nike masih turun 30 persen sepanjang tahun berjalan, pendapatan dari China anjlok 17 persen, dan perusahaan menghadapi gugatan merek dagang dari 7-Eleven terkait desain Air Max 95 yang akan diluncurkan

1. ย QUALCOMM Incorporated (#QCOM) -12.56%

logo qualcomm 1280x300

Next Earnings (Laporan Keuangan): 29 Juli 2026
Last Dividend Ex-Date: 4 Juni 2026 ($0.92)
52-Week Range: $121.99 - $259.92
Weekly Range: $172.14 - $193.72
Previous Close Price: $176.36 (3 Juli 2026)

Qualcomm tertekan setelah laporan Wall Street Journal yang menyebut SpaceX sedang menjajaki perangkat AI berbasis chip Snapdragon milik Qualcomm langsung dibantah keras oleh Elon Musk lewat platform X, yang menyebut laporan itu sepenuhnya tidak benar. Bantahan ini membuat harga saham bergejolak tajam dalam beberapa sesi setelah sempat naik akibat spekulasi awal. Volatilitas ini menambah beban di atas tekanan fundamental yang sudah ada sejak laporan kuartal terakhir, di mana pendapatan turun 2,2 persen secara tahunan, panduan kinerja ke depan melemah, dan sejumlah analis melakukan revisi turun proyeksi laba akibat kekhawatiran inventori dan persaingan ketat di pasar smartphone.

2. AT&T Inc. (#T) -8.32%

logo at&t 1280x300

Next Earnings (Laporan Keuangan): 22 Juli 2026
Last Dividend Ex-Date: 10 Juli 2026 ($0.2775)
52-Week Range: $19.89 - $29.79
Weekly Range: $19.90 - $22.10
Previous Close Price: $20.60 (3 Juli 2026)

AT&T mencatat pekan terburuknya sejak 2022 setelah kekhawatiran investor terhadap ancaman SpaceX lewat layanan internet satelit Starlink kembali menguat. Analis Oppenheimer, Timothy Horan, menurunkan rating AT&T menjadi Perform karena menilai industri telekomunikasi meremehkan risiko masuknya satelit ke pasar wireless. Tekanan bertambah setelah muncul kabar SpaceX sedang menjajaki kemitraan dengan Charter Communications untuk layanan mobile langsung ke konsumen, yang berpotensi membuka jangkauan Starlink ke jutaan rumah tangga. AT&T sendiri sudah menegaskan satelit hanya cocok untuk wilayah pedesaan yang minim opsi lain, namun pernyataan ini belum cukup meredakan kekhawatiran pasar.ย 

3. Verizon Communications Inc. (#VZ) ย -7.79%

logo verizon 1280x300

Next Earnings (Laporan Keuangan): 24 Juli 2026
Last Dividend Ex-Date: 10 Juli 2026 ($0.7075)
52-Week Range: $38.39 - $51.68
Weekly Range: $40.77 - $45.00
Previous Close Price: $42.60 (3 Juli 2026)

Verizon ikut ambruk dalam pekan terburuknya sejak Oktober 2025, terseret sentimen negatif yang sama dengan AT&T terkait ancaman ekspansi SpaceX ke pasar wireless. CEO Verizon, Daniel Schulman, sempat menegaskan bahwa layanan satelit hanya bersifat pelengkap bagi 95 persen pelanggan mereka, namun pernyataan ini tidak cukup untuk menahan tekanan jual. Kekhawatiran pasar juga tertuju pada lelang spektrum upper C-Band yang dijadwalkan tahun depan, yang menurut sejumlah analis bisa menelan biaya puluhan miliar dolar bagi operator telekomunikasi untuk mempertahankan posisinya. Selama ancaman SpaceX ini belum mereda, tekanan terhadap sektor telekomunikasi kemungkinan masih akan berlanjut.

4. Oracle Corporation (#ORCL) ย -6.52%

logo oracle 1280x300

Next Earnings (Laporan Keuangan): 9 September 2026
Next Dividend Ex-Date: 10 Juli 2026 ($0.50)
52-Week Range: $134.57 - $345.72
Weekly Range: $138.83 - $154.48
Previous Close Price: $140.46 (3 Juli 2026)

Oracle tertekan akibat kekhawatiran investor terhadap besarnya belanja modal untuk infrastruktur AI dan dampaknya terhadap arus kas perusahaan. Persaingan dari Cisco yang sahamnya sudah naik 46 persen sepanjang tahun turut menambah tekanan sentimen. Padahal dari sisi bisnis, Oracle memproyeksikan pertumbuhan pendapatan cloud sebesar 58 hingga 64 persen, angka yang cukup kuat, namun pasar lebih fokus pada margin kotor yang turun ke 65,82 persen dari 69,66 persen pada kuartal sebelumnya sebagai tanda tekanan profitabilitas di tengah ekspansi agresif tersebut.

5. Caterpillar Inc. (#CAT) ย -4.27%

logo caterpillar 1280x300

Next Earnings (Laporan Keuangan): 4 Agustus 2026
Next Dividend Ex-Date: 20 Juli 2026 ($1.63)
52-Week Range: $388.09 - $1,073.46
Weekly Range: $947.25 - $1073.05
Previous Close Price: $963.65 (3 Juli 2026)

Caterpillar jatuh tajam setelah investor kondang Michael Burry mengumumkan telah membuka short position pertamanya terhadap saham ini tepat sehari setelah harga mencetak rekor tertinggi sepanjang masa di $1.064,90. Burry menilai rasio harga terhadap penjualan Caterpillar sudah berada di level tertinggi dalam 30 tahun terakhir, dan mengaitkannya dengan kekhawatiran lebih besar soal gelembung valuasi di saham saham yang terhubung dengan tema AI. Di sisi lain, analis Freedom Broker menilai kenaikan Caterpillar bukan sekadar hype AI, melainkan didorong permintaan nyata terhadap sistem pembangkit listrik untuk pusat data yang sedang menjamur. Terlepas dari perdebatan itu, saham Caterpillar tetap turun tajam begitu berita short position ini menyebar ke pasar.


Pekan 29 Juni sampai 3 Juli 2026 menegaskan bahwa risiko pasar tidak selalu datang dari laporan keuangan kuartalan. AT&T dan Verizon membuktikan bagaimana ancaman kompetitif dari pemain baru seperti SpaceX bisa menghantam satu sektor secara bersamaan, sementara Caterpillar dan Qualcomm menunjukkan betapa cepatnya satu berita spesifik, baik dari investor kenamaan maupun tokoh publik seperti Elon Musk, bisa mengubah arah harga dalam hitungan hari. Pekan depan, perhatian pasar kemungkinan masih akan tertuju pada perkembangan lebih lanjut soal rencana SpaceX di pasar telekomunikasi serta arah kebijakan suku bunga The Fed yang tetap menjadi penentu sentimen besar Wall Street.

Semua saham yang disebutkan dalam artikel ini tersedia untuk diperdagangkan sebagai CFD di Agrodana Futures.


cfd saham us 1920x1080 (1)

TOP GAINERS

TOP LOSERS

Pekan 15 - 19 Juni di Wall Street kembali menyoroti betapa kuatnya pengaruh narasi kecerdasan buatan (AI) dan dinamika sektor teknologi, namun dengan penyebaran sentimen yang mulai terpecah. Di satu sisi, produsen cip dan infrastruktur perangkat keras panen sentimen positif berkat kabar kemitraan strategis dan kuatnya permintaan pasar. Di sisi lain, beberapa raksasa perangkat lunak dan sektor energi justru mendapat tekanan jual akibat kekhawatiran seputar valuasi, retensi talenta, hingga fluktuasi harga komoditas. Pasar saat ini bergerak sangat cermat, memberikan penghargaan tinggi pada perusahaan dengan kejelasan katalis pertumbuhan, dan langsung menghukum emiten yang dibayangi ketidakpastian jangka pendek.

1. Intel Corporation (#INTC) ย 14.08%

logo intel 1280x300

Next Earnings (Laporan Keuangan): 23 Juli 2026
Last Dividend Ex-Date: 7 Agustus 2024
52-Week Range: $18.97 - $135.52
Weekly Range: $117.04 - $135.52
Previous Close Price: $133.96 (19 Juni 2026)

Saham Intel melonjak tajam memimpin deretan gainers pekan lalu, didorong oleh pengumuman dari Presiden Trump mengenai potensi kemitraan manufaktur cip dengan Apple. Kabar strategis ini, ditambah dengan sentimen positif atas kemajuan teknologi cip 18A-P milik Intel yang diklaim memiliki peningkatan performa 9%, berhasil mendongkrak optimisme investor secara masif. Apresiasi dari pengamat pasar mengenai penyelesaian masalah di unit manufaktur (foundry) juga semakin memperkuat keyakinan bahwa Intel siap mengkapitalisasi tingginya permintaan pasar.

2. QUALCOMM Incorporated (#QCOM) +12.16%

logo qualcomm 1280x300

Next Earnings (Laporan Keuangan): 29 Juli 2026
Last Dividend Ex-Date: 4 Juni 2026 ($0.92)
52-Week Range: $121.99 - $259.92
Weekly Range: $212.62 - $231.08
Previous Close Price: $226.40 (19 Juni 2026)

Qualcomm mencatatkan kenaikan impresif sejalan dengan menguatnya sektor semikonduktor secara keseluruhan. Peluncuran platform Snapdragon C yang menargetkan pasar laptop kelas pemula (entry-level) berhasil memicu ketertarikan investor terhadap potensi ekspansi perusahaan di luar cip ponsel pintar. Meskipun sejumlah analis memberi peringatan mengenai potensi valuasi yang sudah terlampau tinggi dan proyeksi penurunan pendapatan kuartalan, momentum positif dari tingginya permintaan perangkat keras AI di pasar masih menjadi pendorong utama aksi beli saham ini.

3. Caterpillar Inc. (#CAT) +8.41%

logo caterpillar 1280x300

Next Earnings (Laporan Keuangan): 4 Agustus 2026
Next Dividend Ex-Date: 20 Juli 2026 ($1.63)
52-Week Range: 357.73 - $994.49
Weekly Range: $927.95 - $993.98
Previous Close Price: $981.24 (19 Juni 2026)

Meski lebih dikenal sebagai perusahaan alat berat konvensional, Caterpillar sukses menarik minat beli pekan lalu berkat posisinya yang tak terduga diuntungkan oleh tren teknologi. Pertumbuhan saham ini ditopang oleh rekor antrian pesanan (backlog) senilai $63 miliar, yang pertumbuhannya ikut didorong oleh tingginya permintaan infrastruktur pembangunan pusat data (data center). Walaupun ada peringatan analis mengenai valuasi yang mahal, momentum harga yang kuat menunjukkan bahwa investor sangat mengapresiasi efisiensi dan posisi dominan Caterpillar di sektor industri.

4. Airbnb, Inc. (#ABNB) +7.50%

logo airbnb 1280x300

Next Earnings (Laporan Keuangan): 5 Agustus 2026
Last Dividend Ex-Date: N/A - (AirBnb tidak membagikan dividen)
52-Week Range: $110.81 - $147.25
Weekly Range: $135.85 - $143.81
Previous Close Price: $142.06 (19 Juni 2026)

Jelang rilis laporan keuangan terbarunya, saham Airbnb bergerak positif didorong oleh antisipasi investor terhadap kuatnya pertumbuhan perusahaan, dengan proyeksi laba per saham (EPS) yang diperkirakan naik lebih dari 15%. Walaupun perusahaan saat ini sedang dihadapkan pada tantangan pengetatan regulasi sewa jangka pendek di tingkat pemerintahan kota, sentimen pemesanan yang kuat membuat pasar tetap optimis. Kenaikan harga ini mencerminkan keyakinan investor terhadap dominasi model bisnis Airbnb meskipun valuasinya dinilai cukup premium.

5. Advanced Micro Devices, Inc.ย (#AMD) +7.42%

logo amd 1280x300

Next Earnings (Laporan Keuangan): 4 Agustus 2026
Last Dividend Ex-Date: 27 April 1995
52-Week Range: $126.82 - $558.37
Weekly Range: $507.38 - $558.37
Previous Close Price: $536.80 (19 Juni 2026)

Saham AMD terus menunjukkan keperkasaannya dengan merespons positif laporan pendapatan dari mitra manufaktur utamanya, TSMC, yang mencetak lonjakan pendapatan tahunan sebesar 41%. Selain sentimen dari TSMC, langkah AMD mengamankan kemitraan dengan Rackspace Technology untuk membangun komputasi AI berkapasitas 30 megawatt semakin memperkokoh posisi perusahaan di pasar cip AI. Kuatnya minat beli ini sukses menutupi kekhawatiran sebagian pihak mengenai tingginya rasio harga saham terhadap laba (P/E) yang kini berada di angka 169 kali.

1. ย International Business Machines Corporation (#IBM) -10.47%

logo ibm 1280x300

Next Earnings (Laporan Keuangan): 22 Juli 2026
Last Dividend Ex-Date: 8 Mei 2026 ($1.69)
52-Week Range: $212.34 - $332.46
Weekly Range: $243.66 - $276.66
Previous Close Price: $249.73 (19 Juni 2026)

IBM memimpin pelemahan pekan kemarin setelah mengalami rentetan aksi jual akibat perdebatan pasar mengenai valuasi sahamnya. Walaupun perusahaan memiliki fundamental yang cukup solid, meluncurkan alat keamanan siber baru, dan mencatat pertumbuhan pendapatan hampir 10% di kuartal pertama, banyak investor memilih untuk mengamankan keuntungan (profit taking). Penurunan tajam ini lebih mencerminkan sikap kehati-hatian pelaku pasar terhadap harga sahamnya saat ini, meski prospek jangka panjang IBM di ranah hybrid cloud dan AI masih dipandang cerah.

2. Salesforce, Inc. (#CRM) -7.87%

salesforce logo 1280x300

Next Earnings (Laporan Keuangan): 2 September 2026
Last Dividend Ex-Date: 11 Juni 2026 ($0.44)
52-Week Range: $149.75 - $276.80
Weekly Range: $149.75 - $169.75
Previous Close Price: $151.76 (19 Juni 2026)

Raksasa perangkat lunak Salesforce harus melewati pekan yang berat setelah keputusannya mengakuisisi perusahaan AI, Fin, senilai $3,6 miliar memicu kekhawatiran investor terkait potensi tertekannya marjin keuntungan operasional. Sentimen negatif ini semakin diperburuk oleh kabar hilangnya hampir 100 karyawan bertalenta mereka yang dibajak oleh perusahaan pesaing seperti OpenAI dan Anthropic. Kondisi tersebut membuat pasar memfokuskan perhatian pada tingginya risiko retensi talenta dan ketatnya persaingan integrasi AI di ranah layanan perangkat lunak.

3. Comcast Corporation (#CMCSA)ย -6.30%

logo comcast corporation 1280x300

Next Earnings (Laporan Keuangan): 23 Juli 2026
Next Dividend Ex-Date: 1 Juli 2026 ($0.33)
52-Week Range: $22.40 - $34.36
Weekly Range: $22.40 - $24.70
Previous Close Price: $22.49 (19 Juni 2026)

Berbeda dengan indeks saham yang mayoritas menguat, Comcast justru tertekan oleh lesunya tren pelanggan layanan internet broadband domestik mereka yang memicu keraguan pasar terhadap kemampuan perusahaan mencetak arus kas bebas. Meskipun Comcast mencoba berekspansi dengan meluncurkan layanan keamanan siber untuk bisnis kecil dengan tarif berlangganan bulanan, sentimen pasar menjelang rilis laporan laba rugi yang diprediksi mencatatkan penurunan pendapatan, membuat investor bersikap defensif dan melepas kepemilikan saham mereka.

4. Chevron Corporation (#CVX) ย -6.14%

logo chevron 1280x300

Next Earnings (Laporan Keuangan): 31 Juli 2026
Last Dividend Ex-Date: 19 Mei 2026 ($1.78)
52-Week Range: $142.40 - $214.71
Weekly Range: $172.24 - $181.73
Previous Close Price: $173.70 (19 Juni 2026)

Pergerakan harga Chevron terseret oleh sentimen negatif yang melanda sektor energi secara luas akibat meredanya ketegangan geopolitik (khususnya di Selat Hormuz) yang berisiko menstabilkan dan menekan harga minyak dunia. Menariknya, koreksi harga saham ini terjadi justru pada saat Chevron mengumumkan langkah strategis mengakuisisi 70% hak partisipasi di Blok 10 Yunani untuk memperluas eksplorasi laut dalam. Pasar tampaknya lebih bereaksi pada ketakutan terhadap dinamika harga komoditas energi jangka pendek dibandingkan prospek ekspansi perusahaan.

5. Eli Lilly and Company (#LLY) ย -5.51%

eli lilly logo 1280x300

Next Earnings (Laporan Keuangan): 5 Agustus 2026
Last Dividend Ex-Date: 15 Mei 2026 ($1.73)
52-Week Range: $623.78 - $1182.73
Weekly Range: $1087.84 - $1145.86
Previous Close Price: $1100.76 (19 Juni 2026)

Saham perusahaan farmasi Eli Lilly mengalami pelemahan seiring dengan munculnya kekhawatiran investor mengenai potensi kebijakan pengetatan harga obat-obatan jelang rilis laporan kuartal kedua mereka. Ketergantungan besar perusahaan pada kesuksesan obat penurun berat badan (GLP-1), yang menyumbang 65% dari pendapatan kuartal pertama mereka, membuat saham ini sangat sensitif terhadap isu regulasi. Meskipun perusahaan baru saja menaikkan target pedoman pendapatan tahunannya, koreksi harga ini adalah murni langkah antisipasi pasar terhadap risiko kebijakan di sektor kesehatan.


Dinamika pasar pekan ketiga bulan Juni ini memberikan pandangan yang jelas bahwa sentimen makroekonomi tidak selalu direspons secara seragam oleh semua lini bisnis. Emiten pembuat perangkat keras seperti Intel dan AMD mendapatkan limpahan dana yang sangat besar berkat permintaan utilitas kecerdasan buatan, sementara perusahaan besar di sektor perangkat lunak dan energi seperti Salesforce dan Chevron justru dihukum pasar karena kekhawatiran efisiensi biaya dan isu operasional. Ke depannya, pergerakan indeks akan sangat bergantung pada seberapa transparan emiten dalam menjaga stabilitas arus kas di tengah agresifnya tren belanja inovasi teknologi.

Semua saham yang disebutkan dalam artikel ini tersedia untuk diperdagangkan sebagai CFD di Agrodana Futures.


cfd saham us 1920x1080 (1)

TOP GAINERS

TOP LOSERS

Pekan 18-22 Mei 2026 diwarnai oleh dua narasi besar yang menarik perhatian pasar secara bersamaan. Di satu sisi, gelombang investasi pemerintah Amerika di teknologi masa depan mendorong sejumlah saham teknologi melesat ke level tertinggi dalam beberapa bulan terakhir. Di sisi lain, sejumlah perusahaan besar harus menghadapi kenyataan bahwa rencana bisnis mereka belum cukup meyakinkan di mata investor. Hasilnya, pasar kembali memilah dengan sangat selektif: saham dengan katalis nyata melesat, sementara yang dibayangi ketidakpastian mendapat tekanan cukup signifikan.

1. International Business Machines (IBM) ย +15.95%

logo ibm 1280x300

Next Earnings (Laporan Keuangan): 22 Juli 2026
Last Dividend Ex-Date: 8 Mei 2026 ($1.69)
52-Week Range: $212.34 - $324.90
Weekly Range: $216.49 - $263.84
Previous Close Price: $253.80 (22 Mei 2026)

IBM menjadi saham dengan kenaikan paling mencolok pekan ini, dan pemicunya sangat konkret. Pemerintah Amerika mengumumkan investasi senilai $2 miliar untuk pengembangan teknologi komputasi kuantum, dan IBM sendiri berkomitmen menambahkan $1 miliar untuk membangun pabrik chip kuantum. Bagi pasar, ini adalah sinyal serius bahwa IBM bukan sekadar perusahaan teknologi lama yang hidup dari warisan masa lalu, melainkan kandidat pemain utama di era komputasi berikutnya. Analis dari Wedbush langsung menyebut investasi pemerintah ini sebagai katalis pertumbuhan baru bagi IBM. Perlu dicatat, sebagian analis masih skeptis dan memperkirakan manfaat komersial besarnya baru akan terasa sekitar tahun 2030, namun untuk saat ini, optimisme pasar jelas lebih mendominasi.

2. QUALCOMM Incorporated (QCOM) +14.87%

logo qualcomm 1280x300

Next Earnings (Laporan Keuangan): 29 Juli 2026
Next Dividend Ex-Date: 4 Juni 2026
52-Week Range: $121.99 - $247.90
Weekly Range: $191.09 - $242.96
Previous Close Price: $238.27 (22 Mei 2026)

Qualcomm mencetak kenaikan besar setelah melaporkan hasil keuangan kuartal kedua yang melampaui ekspektasi pasar: total pendapatan $10,6 miliar, dengan penjualan di segmen otomotif yang memecahkan rekor sepanjang masa senilai $1,33 miliar atau tumbuh 38% dibanding tahun lalu. Ini adalah kuartal keempat berturut-turut Qualcomm berhasil melampaui estimasi analis Wall Street. Yang semakin menambah semangat investor adalah pengumuman pembelian kembali saham senilai $20 miliar, sebuah tanda kepercayaan diri dari manajemen bahwa bisnis mereka dalam kondisi prima. Analis dari Benchmark memasang target harga $225, sementara TD Cowen berada di $200. Dua angka itu sebenarnya berada di bawah harga pasar saat ini di $238, yang menandakan sebagian analis menilai kenaikan minggu ini sudah melampaui valuasi wajar mereka. Sementara itu, konsensus target dari mayoritas analis berada di kisaran $268, yang masih memberi ruang kenaikan sekitar 13% dari harga penutupan pekan ini.

3. Merck & Co., Inc. (MRK) +10.07%

logo merck 1280x300

Last Earnings (Laporan Keuangan): 4 Agustus 2026
Last Dividend Ex-Date: 16 Maret 2026 ($0.85)
52-Week Range: $75.40 - $125.14
Weekly Range: $110.99 - $122.71
Previous Close Price: $122.55 (22 Mei 2026)

Merck melonjak lebih dari 10% didorong oleh kabar positif dari Eropa: badan pengawas kesehatan Uni Eropa memberikan rekomendasi positif untuk obat kanker andalan mereka, Keytruda, dalam kombinasi dengan Padcev untuk pengobatan kanker kandung kemih. Ini membuka jalan bagi persetujuan resmi yang bisa memperluas jangkauan pasar Merck secara signifikan di benua Eropa. Di tengah euforia ini, ada satu catatan yang tidak bisa diabaikan: penjualan vaksin Gardasil mereka turun 22% menjadi $1,07 miliar di kuartal pertama akibat permintaan yang lemah, dan manajemen sendiri tidak memproyeksikan pemulihan untuk sepanjang tahun 2026. Namun pasar pekan ini memilih untuk merayakan Keytruda terlebih dahulu, dan itu cukup untuk mendorong saham Merck naik tajam.

4. Advanced Micro Devices, Inc. (AMD) +7.60%

logo amd 1280x300

Next Earnings (Laporan Keuangan): 4 Agustus 2026
Last Dividend Ex-Date: 27 April 1995
52-Week Range: $107.67 - $469.22
Weekly Range: $393.49 - $477.27
Previous Close Price: $467.89 (22 Mei 2026)

AMD mencatat kenaikan solid setelah mengumumkan komitmen investasi lebih dari $10 miliar di Taiwan untuk memperkuat infrastruktur kecerdasan buatan mereka, termasuk pengembangan teknologi pengemasan chip generasi berikutnya. Nilai perusahaan di bursa kini melampaui $750 miliar, dan CEO Lisa Su secara terbuka memproyeksikan pertumbuhan pasar prosesor sebesar 35% per tahun. Benchmark baru-baru ini menaikkan rekomendasi dengan target di $485. Di balik semua kabar positif ini, ada satu hal yang patut dicermati: ada aksi jual saham dari pihak internal perusahaan senilai sekitar $13,4 juta dalam rentang 8-15 Mei. Jumlahnya relatif kecil dibandingkan total nilai perusahaan, namun investor yang jeli biasanya selalu memperhatikan sinyal semacam ini.

5. GE Aerospace (GE) +6.91%

logo ge aerospace 1280x300

Next Earnings (Laporan Keuangan): 16 Juli 2026
Last Dividend Ex-Date: 9 Maret 2026 ($0.47)
52-Week Range: $232.24 - $348.48
Weekly Range: $282.18 - $304.68
Previous Close Price: $302.65 (22 Mei 2026)

GE Aerospace menutup pekan dengan kenaikan hampir 7%, ditopang oleh kombinasi laporan keuangan yang kuat dan kontrak baru dari militer Amerika. Dalam kuartal pertama 2026, GE mencatat lonjakan pesanan sebesar 87% menjadi $23 miliar, dengan pesanan dari segmen komersial naik 93%. Pendapatan tumbuh 29% menjadi $11,61 miliar dengan margin keuntungan operasional hampir 20%. Di pertengahan pekan, harga saham sempat bergoyang akibat kekhawatiran soal harga minyak dan kenaikan imbal hasil obligasi Amerika, namun berhasil ditutup positif setelah pengumuman kontrak dengan Angkatan Udara AS untuk pengembangan mesin jet generasi baru GE426.

1. Walmart Inc. (WMT) -8.43%

walmart logo 1280x300

Next Earnings (Laporan Keuangan): 20 Agustus 2026
Last Dividend Ex-Date: 21 Agustus 2026
52-Week Range: $93.43 - $135.16
Weekly Range: $118.92 - $135.22
Previous Close Price: $120.38 (22 Mei 2026)

Menjadi saham yang paling dalam koreksinya di antara para Losers pekan ini, hal tersebut terasa agak ironis bagi Walmart. Bisnis Walmart sebenarnya masih berjalan baik: pangsa pasar mereka tumbuh dan bisnis belanja online terus menanjak. Masalahnya datang dari pemangkasan panduan keuangan ke depan oleh manajemen, yang disebabkan oleh naiknya biaya bahan bakar yang mulai menekan keuntungan. Ada satu data dari CFO Walmart yang menarik perhatian pasar: para pelanggan mereka kini mengisi bahan bakar kendaraan dengan kurang dari 10 galon per kunjungan, sesuatu yang tidak pernah terjadi sejak 2022. Angka kecil itu mencerminkan tekanan nyata yang dirasakan konsumen Amerika saat ini. Meski begitu, analis dari JPMorgan justru melihat penurunan ini sebagai peluang beli, dengan keyakinan bahwa Walmart tetap akan menjadi pemenang jangka panjang di industri ritel.

2. Nvidia Corporation (NVDA) -5.36%

logo nvidia 1280x300

Last Earnings (Laporan Keuangan): 20 Mei 2026
Last Dividend Ex-Date: 11 Maret 2026 ($0.01)
52-Week Range: $132.92 - 236.54
Weekly Range: $214.84 - $227.56
Previous Close Price: $215.22 (22 Mei 2026)

Penurunan Nvidia pekan ini terasa paradoks mengingat laporan keuangan mereka yang baru dirilis pada 20 Mei sangat kuat: pendapatan $81,6 miliar dengan pertumbuhan 92% di segmen pusat data. Namun koreksi setelah kenaikan besar adalah hal yang sangat lumrah di pasar saham. Yang menambah tekanan adalah pengumuman kesepakatan Nvidia dengan Corning senilai $3,2 miliar untuk kebutuhan optik pusat data AI, yang memunculkan kekhawatiran investor soal kemampuan keuangan Corning untuk memenuhi komitmen tersebut. Kemitraan Nvidia dengan Uber untuk pengembangan teknologi kendaraan tanpa pengemudi tetap menjadi cerita menarik untuk jangka panjang, namun untuk pekan ini, investor lebih memilih mengunci keuntungan setelah periode kenaikan yang cukup panjang.

3. ย Uber Technologies, Inc. (UBER)ย -3.68%

logo uber 1280x300

Next Earnings (Laporan Keuangan): 4 Agustus 2026
Next Dividend Ex-Date: N/A (Uber tidak membagikan dividen)
52-Week Range: $68.46 - $101.99
Weekly Range: $71.29 - $76.00
Previous Close Price: $71.84 (22 Mei 2026)

Uber mendapat tekanan dari berita rencana pengambilalihan penuh terhadap Delivery Hero, sebuah platform pengiriman makanan besar yang beroperasi di berbagai negara. Bagi investor, rencana ini memunculkan dua kekhawatiran sekaligus: risiko dari sisi regulasi, dan besarnya dana yang harus dikeluarkan Uber untuk mewujudkannya. Di saat yang sama, Uber juga tengah berkomitmen menginvestasikan $10 miliar untuk kendaraan otonom. Ketika sebuah perusahaan terlihat mengejar begitu banyak ambisi besar secara bersamaan, wajar jika sebagian investor memilih bersabar dan menunggu kejelasan arah. Bisnis Uber sendiri sebenarnya masih tumbuh solid dengan peningkatan total nilai pemesanan sebesar 25% di kuartal pertama, namun berita akuisisi ini lebih mendominasi sentimen pasar pekan ini.

4. Starbucks Corporation (SBUX) ย -3.67%

logo starbucks 1280x300

Next Earnings (Laporan Keuangan): 28 Juli 2026
Last Dividend Ex-Date: 15 Mei 2026 ($0.62)
52-Week Range: $77.99 - $108.88
Weekly Range: $102.40 - $108.15
Previous Close Price: $103.11 (22 Mei 2026)

Starbucks menghadapi pekan yang cukup berat, bukan karena bisnisnya kolaps, melainkan karena serangkaian berita yang menciptakan kesan bahwa operasional perusahaan sedang dalam masa transisi yang penuh tantangan. Yang paling mengejutkan adalah pengumuman bahwa mereka telah menghentikan penggunaan alat manajemen inventaris berbasis AI setelah sembilan bulan berjalan, karena sistem tersebut terlalu sering salah menghitung stok produk dan mendapat banyak keluhan dari karyawan. Perusahaan kembali ke cara manual. Bersamaan dengan itu, mereka juga mengumumkan pemangkasan 300 posisi sebagai bagian dari rencana penghematan biaya senilai $2 miliar. Meski pendapatan kuartal ini masih tumbuh hampir 6%, laba per saham turun tajam lebih dari 52%, mengindikasikan tekanan profitabilitas yang belum sepenuhnya teratasi.

5. Alphabet Inc. (GOOG) ย -3.75%

google logo 1280x300

Next Earnings (Laporan Keuangan): 23 Juli 2026
Next Dividend Ex-Date: 8 Juni 2026
52-Week Range: $149.49 - $383.39
Weekly Range: $378.25 - $404.50
Previous Close Price: $379.42 (22 Mei 2026)

Alphabet, perusahaan induk Google, menutup pekan sebagai salah satu saham yang terkoreksi, meski secara fundamental bisnis mereka masih dalam kondisi sangat sehat: margin keuntungan operasional di atas 32% dan rasio utang yang sangat rendah di angka 0,16. Tekanan utama datang dari kekhawatiran investor atas besarnya pengeluaran modal perusahaan, termasuk investasi $15 miliar untuk pusat data berbasis AI di Missouri. Di mata sebagian investor, pengeluaran besar semacam ini memang diperlukan untuk bersaing di era AI, namun pertanyaan soal kapan investasi tersebut akan mulai menghasilkan keuntungan nyata belum terjawab dengan jelas. Dari sisi valuasi, koreksi ini sebenarnya membuat saham Alphabet semakin menarik: rasio harga terhadap laba turun dari 28,58 kali menjadi 21,71 kali hanya dalam satu kuartal.


Pekan 18-22 Mei 2026 kembali membuktikan bahwa di pasar saham, yang paling sering menentukan arah harga bukan seberapa bagus kinerja bisnis sebuah perusahaan hari ini, melainkan seberapa jauh hasilnya berbeda dari apa yang sudah diperkirakan pasar sebelumnya. IBM dan Qualcomm melonjak karena ada katalis konkret yang melampaui ekspektasi. Walmart dan Nvidia terkoreksi bukan karena bisnis mereka bermasalah, melainkan karena ada celah antara harapan pasar dan kenyataan yang disampaikan manajemen. Pekan depan, perhatian pelaku pasar akan tertuju pada perkembangan negosiasi dagang AS dan sinyal terbaru dari The Fed soal arah suku bunga. Dua faktor itu masih akan menjadi penentu utama sentimen Wall Street dalam waktu dekat

Semua saham yang disebutkan dalam artikel ini tersedia untuk diperdagangkan sebagai CFD di Agrodana Futures.


cfd saham us 1920x1080 (1)

TOP GAINERS

TOP LOSERS

Wall Street menutup pekan ini dengan karakter yang terbagi cukup tajam. Pasar masih bergerak dalam bayangan kesepakatan tarif AS-China pekan sebelumnya, namun optimisme itu mulai diuji oleh sejumlah katalis baru yang datang bersamaan: kunjungan delegasi Trump ke Beijing bersama jajaran CEO kelas dunia membuka ekspektasi kesepakatan bisnis konkret, sementara data inflasi yang masih membandel memaksa pelaku pasar untuk kembali menghitung ulang kapan The Fed benar-benar akan memangkas, menahan, atau malah menaikkan suku bunga. Hasilnya bukan pasar yang seragam naik, melainkan pasar yang memilah dengan sangat selektif antara sektor yang punya katalis nyata dan yang tidak.

1. Cisco Systems, Inc. (#CSCO) ย +22.68%

logo cisco 1280x300

Next Earnings (Laporan Keuangan): 12 Agustus 2026
Next Dividend Ex-Date: 6 Juli 2026
52-Week Range: $62.30 - $119.36
Weekly Range: $96.20 - $119.40
Previous Close Price: $118.25 (15 Mei 2026)

Cisco menjadi saham dengan kenaikan paling dramatis pekan ini. Pemicunya adalah laporan keuangan kuartal terbaru yang sangat kuat: pendapatan mencapai $15,84 miliar atau tumbuh 12% dibanding tahun lalu, dan yang lebih mengejutkan pasar adalah angka pesanan infrastruktur AI yang masuk senilai $1,9 miliar hanya dalam satu kuartal. Cisco juga menaikkan target pesanan AI untuk keseluruhan tahun ini menjadi $9 miliar. Investor membaca ini sebagai sinyal bahwa Cisco bukan sekadar perusahaan jaringan lama yang stagnan, melainkan pemain serius di era AI. Analis dari HSBC langsung merespons dengan menaikkan rekomendasi saham ini ke posisi Beli dengan target harga $137. Di sisi lain, manajemen juga mengumumkan akan memangkas sekitar 4.000 posisi sebagai bagian dari fokus ulang bisnis mereka ke teknologi chip dan optik berbasis AI.

2. Philip Morris International Inc. (#PM) +8.6%

logo philip morris internasional 1280x300

Next Earnings (Laporan Keuangan): 22 Juli 2026
Last Dividend Ex-Date: 19 Maret 2026 ($1.47)
52-Week Range: $142.11 - $192.95
Weekly Range: $174.35 - $193.13
Previous Close Price: $189.64 (15 Mei 2026)

Kabar baik dari regulator kesehatan Amerika (FDA) menjadi bahan bakar utama kenaikan saham Philip Morris pekan ini. FDA mengeluarkan panduan yang lebih bersahabat terhadap produk nikotin, dan ini langsung mengurangi ketidakpastian aturan yang selama ini membuat investor waswas. Selain itu, laporan keuangan kuartal pertama 2026 juga mendukung, dengan total pendapatan $10,15 miliar. Yang menarik untuk dicermati adalah fakta bahwa 43% dari pendapatan perusahaan kini sudah berasal dari produk bebas asap seperti IQOS, bukan lagi rokok konvensional. Ini menunjukkan bahwa Philip Morris sungguh-sungguh bertransformasi menjadi perusahaan yang berbeda dari yang dikenal publik selama ini, dan pasar mulai memberi penghargaan atas perubahan itu.

3. Exxon Mobil Corporation (#XOM) +7.53%

logo exxon mobile 1280x300

Last Earnings (Laporan Keuangan): 31 Juli 2026
Last Dividend Ex-Date: 15 Mei 2026 ($1.03)
52-Week Range: $101.19 - $176.41
Weekly Range: $146.14 - $158.01
Previous Close Price: $158.01 (15 Mei 2026)

Pekan yang baik untuk Exxon Mobil, didorong oleh tiga berita positif sekaligus. Pertama, pengadilan di Texas memutuskan bahwa Exxon tidak bersalah dalam sebuah gugatan hukum terkait iklim yang cukup besar. Ini penting karena kekhawatiran soal gugatan tersebut sempat membayangi kemampuan perusahaan untuk terus membagikan dividen kepada pemegang sahamnya. Kedua, harga minyak mentah dunia melonjak akibat meningkatnya ketegangan di kawasan Teluk Persia, yang secara langsung menguntungkan perusahaan energi seperti Exxon. Ketiga, pernyataan Trump bahwa China sepakat membeli minyak dan energi dari Amerika ikut mendorong optimisme di sektor ini. Meskipun detailnya belum resmi dikonfirmasi oleh pihak China, sinyal bahwa permintaan minyak AS dari pembeli terbesar di dunia bisa kembali terbuka memberikan dorongan sentimen yang nyata bagi harga energi secara keseluruhan, dan Exxon sebagai salah satu produsen minyak terbesar Amerika adalah salah satu yang paling langsung merasakan dampak positifnya. Tiga angin segar dalam satu pekan adalah kombinasi yang sulit dilawan, dan investor pun merespons dengan memborong saham ini.

4. Eli Lilly and Company (#LLY) +5.94%

eli lilly logo 1280x300

Next Earnings (Laporan Keuangan): 5 Agustus 2026
Last Dividend Ex-Date: 15 Mei 2026 ($1.73)
52-Week Range: $623.78 - $1133.95
Weekly Range: $956.59 - $1022.65
Previous Close Price: $1004.70 (15 Mei 2026)

Eli Lilly kembali menunjukkan mengapa sahamnya tetap menjadi favorit di sektor kesehatan. Perusahaan asal Amerika ini melaporkan pendapatan kuartal pertama 2026 sebesar $19,8 miliar, naik 56% dibanding periode yang sama tahun lalu. Mesin pertumbuhannya adalah obat-obatan seri GLP-1 seperti Mounjaro, yang digunakan untuk diabetes dan obesitas, dan permintaannya dari pasar internasional terus melampaui perkiraan. Untuk memastikan pasokan tidak tertinggal dari permintaan, perusahaan berkomitmen menginvestasikan tambahan $4,5 miliar untuk membangun kapasitas produksi di Amerika. Target harga dari analis Cantor Fitzgerald di $1.230 dan Barclays di $1.400 menggambarkan betapa tingginya keyakinan institusi besar terhadap masa depan perusahaan ini.

5. NVIDIA Corporation (#NVDA) +4.62%

logo nvidia 1280x300

Next Earnings (Laporan Keuangan): 20 Mei 2026
Last Dividend Ex-Date: 11 Maret 2026 ($0.01)
52-Week Range: $129.16 - $236.54
Weekly Range: $214.87 - $236.48
Previous Close Price: $225.30 (15 Mei 2026)

NVIDIA mencatat kenaikan yang lebih moderat dibanding pekan-pekan sebelumnya, namun tetap solid di tengah tekanan terhadap sektor chip secara keseluruhan. Nilai total perusahaan ini di bursa kini berada di kisaran $5,7 triliun, sebuah angka yang melampaui perkiraan Produk Domestik Bruto seluruh negara Jerman. Landasan fundamentalnya tetap kuat, dengan pendapatan kuartal terakhir yang tumbuh 73% secara tahunan dan laba bersih yang naik 94%. Satu hal yang juga menarik perhatian analis adalah harga saham NVIDIA yang dinilai semakin masuk akal jika dibandingkan dengan pertumbuhannya, membuat saham ini tidak lagi dianggap terlalu mahal oleh sebagian investor. Analis Cantor Fitzgerald masih mempertahankan target harga $350 untuk saham ini.

1. Intel Corp (#INTC) -16.38%

logo intel 1280x300

Next Earnings (Laporan Keuangan): 23 Juli 2026
Last Dividend Ex-Date: 7 Agustus 2024
52-Week Range: $18.97 - $132.75
Weekly Range: $106.78 - $130.49
Previous Close Price: $108.87 (15 Mei 2026)

Intel menjadi saham yang paling banyak ditinggalkan investor di antara para pembuat chip pekan ini, dan tekanan yang menerpa bukan sekadar sentimen sesaat. Kondisi bisnis perusahaan secara mendasar memang masih belum pulih: Intel masih merugi di tingkat operasional, artinya pengeluaran untuk menjalankan bisnis masih lebih besar dari pendapatannya. Di saat yang sama, investor terus membandingkan Intel dengan Nvidia yang tumbuh jauh lebih kencang, dan perbandingan itu tidak menguntungkan Intel sama sekali. Para analis pun belum satu suara soal kemana harga saham ini akan pergi, dengan kisaran target yang sangat lebar antara $25 hingga $80, mencerminkan betapa besarnya ketidakpastian yang masih menyelimuti masa depan perusahaan ini.

2. QUALCOMM Incorporated (#QCOM) -13.14%

logo qualcomm 1280x300

Next Earnings (Laporan Keuangan): 29 Juli 2026
Next Dividend Ex-Date: 4 Juni 2026
52-Week Range: $121.99 - $247.90
Weekly Range: $199.27 - $246.60
Previous Close Price: $201.52 (15 Mei 2026)

Qualcomm mengalami koreksi tajam pekan ini setelah sebelumnya sempat melonjak lebih dari 15% pasca laporan keuangan. Koreksi setelah kenaikan besar seperti ini sebetulnya lumrah terjadi, karena banyak investor yang memilih untuk mengunci keuntungan mereka terlebih dahulu. Namun ada tambahan tekanan yang memperburuk situasi: regulator Amerika (FTC) dikabarkan sedang menyelidiki Arm Holdings, sebuah perusahaan yang patennya digunakan oleh Qualcomm. Jika penyelidikan ini berujung pada perubahan aturan lisensi, Qualcomm bisa terdampak langsung. Investor memilih bersabar dan menunggu kejelasan, terutama menjelang acara besar Investor Day Qualcomm yang dijadwalkan 24 Juni 2026.

3. ย Advanced Micro Devices, Inc. (#AMD) ย -8.88%

logo amd 1280x300

Next Earnings (Laporan Keuangan): 4 Agustus 2026
Last Dividend Ex-Date: 27 April 1995
52-Week Range: $107.67 - $469.22
Weekly Range: $423.44 - $469.24
Previous Close Price: $424.14 (15 Mei 2026)

Penurunan AMD pekan ini agak ironis, karena secara kinerja bisnis perusahaan ini sebenarnya sedang dalam kondisi yang cukup baik. Pendapatan dari segmen server dan pusat data mereka tumbuh 57% dibanding tahun lalu. Masalahnya, pasar sedang dalam mode hati-hati terhadap saham-saham yang berkaitan dengan AI setelah kenaikan panjang, dan AMD ikut terseret arus jual yang melanda sektor chip secara keseluruhan. Ini lebih merupakan cerita tentang sentimen pasar yang sedang mereda, bukan tentang bisnis AMD yang bermasalah. Bagi investor jangka panjang, koreksi seperti ini justru bisa dilihat sebagai kesempatan untuk mencermati kembali saham ini.

4. The Boeing Company (#BA) ย -7.67%

logo boeing 1280x300

Next Earnings (Laporan Keuangan): 28 Juli 2026
Last Dividend Ex-Date: 13 Februari 2020
52-Week Range: $176.77 - $254.35
Weekly Range: $220.34 - $242.38
Previous Close Price: $220.61 (15 Mei 2026)

Boeing mengalami pekan yang mengecewakan justru di tengah momen yang semestinya jadi angin segar. Ketika delegasi Trump mengunjungi Beijing, pasar sudah berharap besar bahwa China akan memesan setidaknya 500 pesawat dari Boeing sebagai bagian dari negosiasi dagang. Kenyataannya, yang diumumkan hanyalah komitmen 200 unit, jauh dari harapan. Bagi pasar, selisih antara harapan dan kenyataan itu terlalu besar untuk diabaikan, dan harga saham Boeing pun langsung turun tajam. Analis dari Jefferies dan Freedom Broker masih optimis dengan memasang target harga di kisaran $290-295 dan memberikan rekomendasi Beli, namun pergerakan saham Boeing dalam waktu dekat kemungkinan akan sangat bergantung pada apakah negosiasi dengan China bisa menghasilkan angka pesanan yang lebih besar.

5. Airbnb, Inc. (#ABNB) ย -6.25%

logo airbnb 1280x300

Next Earnings (Laporan Keuangan): 5 Agustus 2026
Next Dividend Ex-Date: N/A (Airbnb tidak membagikan dividen)
52-Week Range: $110.81 - $147.25
Weekly Range: $130.55 - $146.25
Previous Close Price: $132.88 (15 Mei 2026)

Airbnb sebenarnya membawa hasil yang cukup solid: pendapatan kuartal pertama 2026 tumbuh 18% dibanding tahun lalu menjadi $2,7 miliar. Namun ada satu angka yang membuat investor kecewa, yaitu laba per saham yang hanya $0,26 sementara pasar sudah memperkirakan $0,29. Selisihnya memang kecil, tapi di pasar saham, meleset dari ekspektasi seringkali dihukum tidak proporsional. Situasi itu diperparah oleh kabar bahwa salah satu pendiri perusahaan, Nathan Blecharczyk, menjual sahamnya senilai lebih dari $8,85 juta dalam sepekan terakhir. Ketika orang dalam perusahaan sendiri terlihat melepas saham dalam jumlah besar, investor ritel biasanya ikut waswas, terlepas dari alasan sebenarnya di balik penjualan tersebut.


Pekan 12-15 Mei 2026 sekali lagi membuktikan bahwa di pasar saham, ekspektasi adalah segalanya. Cisco meledak karena hasilnya jauh melampaui dugaan pasar. Boeing jatuh karena hasilnya jauh di bawah harapan. Sementara saham-saham chip seperti Intel dan AMD dihukum bukan semata karena bisnisnya buruk, melainkan karena pasar sedang dalam fase berhati-hati setelah periode kenaikan yang panjang. Pekan depan, arah pasar akan sangat ditentukan oleh perkembangan negosiasi dagang AS-China dan data ekonomi Amerika terbaru. Dua hal yang patut dicermati betul oleh siapapun yang aktif di pasar.

Semua saham yang disebutkan dalam artikel ini tersedia untuk diperdagangkan sebagai CFD di Agrodana Futures.


cfd saham us 1920x1080 (1)

TOP GAINERS

TOP LOSERS

Kebangkitan Semikonduktor dan Rotasi Besar Wall Street

Pekan ini, Wall Street menutup perdagangan dengan sebuah narasi yang akan lama dikenang oleh para pelaku pasar: rotasi modal berskala masif yang memindahkan miliaran dolar dari sektor-sektor yang dianggap "usang" menuju infrastruktur kecerdasan buatan (AI) yang tengah mendidih. Indeks S&P 500 mencatat kenaikan moderat 0,83%, tetapi angka itu sama sekali tidak menggambarkan drama sesungguhnya yang terjadi di balik pergerakan pasar. Sebab, di bawah permukaan ketenangan indeks tersebut, terjadi perpindahan dana yang luar biasa: sektor semikonduktor melonjak 3,44% dalam sehari, sementara saham-saham energi dan keuangan tradisional tertinggal jauh di belakang.

Katalis utama yang menyulut seluruh pergerakan ini bukan satu, melainkan rentetan berita besar yang datang bertubi-tubi. Laporan keuangan AMD yang memukau, kabar perjanjian manufaktur chip antara Apple dan Intel, hingga upgrade target harga Qualcomm oleh Argus, semuanya meledak hampir bersamaan dan menciptakan efek domino yang menyapu seluruh sektor teknologi. Ditambah dengan meredanya sebagian ketegangan dagang antara Amerika Serikat dan China yang turut memompa selera risiko (risk-on) investor secara global, kondisi tersebut menjadi resep sempurna bagi chip stocks untuk terbang tinggi. Di sisi berlawanan, saham-saham perbankan seperti Wells Fargo, raksasa media seperti Comcast, dan emiten energi seperti Exxon Mobil harus rela menjadi korban dari arus keluar dana yang dialihkan ke sektor yang lebih seksi. Pekan ini bukan sekadar soal saham naik atau turun. Ini adalah pernyataan tegas dari pasar tentang ke mana arah modal dunia akan mengalir dalam beberapa tahun ke depan.

1. Advanced Micro Devices, Inc. (#AMD)ย +27.82%

logo amd 1280x300

Next Earnings (Laporan Keuangan): 4 Agustus 2026
Last Dividend Ex-Date: 27 April 1995
52-Week Range: $106.98 - $456.29
Weekly Range: $338.75 - $456.28
Previous Close Price: $455.17 (8 Mei 2026)

Saham AMD meledak ke posisi puncak daftar pemenang pekan ini setelah perusahaan merilis laporan keuangan kuartal pertama (Q1 2026) yang jauh melampaui ekspektasi Wall Street, dipimpin oleh lonjakan signifikan pada penjualan chip server CPU dan GPU khusus kecerdasan buatan (AI). Yang benar-benar membakar optimisme investor adalah pernyataan langsung dari CEO Lisa Su, yang memproyeksikan pertumbuhan bisnis server CPU sebesar 70% secara tahunan di kuartal kedua, sekaligus merevisi naik proyeksi pertumbuhan jangka panjang perusahaan dari 18% menjadi 35% per tahun. Momentum ini semakin kencang karena diperkuat oleh reli besar-besaran di seluruh sektor semikonduktor, membuat AMD tampil sebagai salah satu saham dengan kenaikan paling agresif di Wall Street sepanjang minggu ini.

2. Intel Corp (#INTC) +27.20%

logo intel 1280x300

Next Earnings (Laporan Keuangan): 23 Juli 2026
Last Dividend Ex-Date: 7 Agustus 2024
52-Week Range: $18.97 - $130.63
Weekly Range: $95.60 - $130.63
Previous Close Price: $124.84 (8 Mei 2026)

Intel (INTC) menjadi bintang kejutan minggu ini setelah Wall Street Journal melaporkan bahwa Apple dan Intel telah mencapai kesepakatan awal di mana Intel akan memproduksi sejumlah chip untuk perangkat Apple. Berita ini adalah suntikan kepercayaan diri yang masif bagi investor karena membuktikan bahwa strategi Intel untuk bangkit kembali sebagai perusahaan manufaktur chip kelas dunia mulai menunjukkan hasil nyata. Intel bahkan mencetak rekor intraday empat hari berturut-turut dalam sepekan ini, melanjutkan lonjakan yang sudah dimulai sejak bulan April lalu di mana sahamnya naik hingga 100% dalam sebulan, sebuah pencapaian terbaik dalam sejarah perusahaan.

3. QUALCOMM Incorporated (#QCOM) +11.32%

logo qualcomm 1280x300

Last Earnings (Laporan Keuangan): 29 April 2026
Next Dividend Ex-Date: 4 Juni 2026
52-Week Range: $21.99 - $228.06
Weekly Range: $164.71 - $228.06
Previous Close Price: $219.08 (8 Mei 2026)

Qualcomm (QCOM) melesat signifikan pekan ini didorong oleh dua katalis sekaligus: hasil laporan keuangan fiskal kuartal kedua (Q2 FY2026) yang melampaui target meskipun pendapatan dari segmen ponsel turun 13%, serta keputusan lembaga riset Argus yang secara resmi menaikkan target harga saham Qualcomm dari $180 menjadi $225. Argus secara khusus menyoroti pertumbuhan pesat Qualcomm di luar bisnis ponselnya, terutama dari segmen otomotif yang kini telah melampaui $5 miliar pendapatan tahunan dan rencana ekspansi agresif ke pasar chip AI untuk pusat data. Langkah strategis Qualcomm yang berhasil mendiversifikasi bisnisnya inilah yang membuat pasar bereaksi sangat positif.

4. Oracle Corporation (#ORCL) +10.40%

logo oracle 1280x300

Next Earnings (Laporan Keuangan): 10 Juni 2026
Last Dividend Ex-Date: 9 April 2026 ($0.50)
52-Week Range: $134.57 - $345.72
Weekly Range: $177.44 - $200.19
Previous Close Price: $195.89 (8 Mei 2026)

Oracle (ORCL) ikut terseret dalam gelombang besar reli sektor teknologi minggu ini yang dipicu oleh euforia kecerdasan buatan, dengan sahamnya mencatat kenaikan sekitar 14% dalam sepekan. Investor semakin yakin dengan posisi Oracle sebagai salah satu pemain infrastruktur AI dan cloud yang serius, didukung oleh deretan analis dengan target harga ambisius, mulai dari $229 (Cantor Fitzgerald) hingga $400 (Guggenheim). Meskipun perusahaan sempat dibayangi sentimen negatif akibat kabar pemutusan hubungan kerja massal sebanyak 20.000 hingga 30.000 karyawan, pasar memilih untuk fokus pada narasi besar pertumbuhan AI dan pusat data Oracle yang dinilai jauh lebih kuat.

5. Tesla, Inc. (#TSLA) +10.25%

logo tesla 1280x300

Next Earnings (Laporan Keuangan): 22 Juli 2026
Next Dividend Ex-Date: N/A (Tesla tidak membagikan dividen)
52-Week Range: $273.21 - $498.83
Weekly Range: $384.71 - $431.04
Previous Close Price: $428.04 (8 Mei 2026)

Tesla (TSLA) memimpin kenaikan di sektor kendaraan listrik pekan ini setelah mengumumkan perolehan pesanan komersial terbesar dalam sejarah bisnis truk listriknya, yakni kontrak senilai $100 juta untuk pengiriman 370 unit Tesla Semi dari perusahaan logistik WattEV. Pesanan berskala raksasa ini menjadi bukti nyata bahwa pasar truk listrik komersial mulai bergerak serius, dan Tesla berada di posisi terdepan untuk memenangkan segmen tersebut. Di tengah berbagai tekanan yang menghimpit Tesla belakangan ini, termasuk berbagai tantangan hukum yang melibatkan Elon Musk, berita kontrak besar ini menjadi angin segar yang langsung disambut antusias oleh para pelaku pasar.

1. Wells Fargo & Company (#WFC) -5.95%

logo meta 1280x300

Next Earnings (Laporan Keuangan): 14 Juli 2026
Last Dividend Ex-Date: 8 Mei 2026
52-Week Range: $71.90 - $97.76
Weekly Range: $75.55 - $81.53
Previous Close Price: $75.65 (8 Mei 2026)

Wells Fargo (WFC) menjadi saham yang paling tertekan di antara kelompok perbankan pekan ini, dengan harga yang kini telah anjlok sekitar 15% sejak awal tahun 2026. Kekhawatiran utama investor berpusat pada pertanyaan apakah bank ini mampu mempertahankan pembayaran dividennya di tengah kondisi pasar yang penuh ketidakpastian dan lingkungan suku bunga yang masih tinggi, meskipun secara teknis rasio pembayaran dividen mereka masih tergolong konservatif di angka 27%. Kondisi ini diperparah oleh kinerja sektor keuangan secara keseluruhan yang tertinggal dari pasar lebih luas, membuat investor memilih untuk mengurangi eksposur mereka terhadap saham-saham perbankan tradisional.

2. Comcast Corporation (#CMCSA) -5.78%

logo comcast corporation 1280x300

Next Earnings (Laporan Keuangan): 30 Juli 2026
Last Dividend Ex-Date: 1 April 2026 ($0.33)
52-Week Range: $24.13 - $34.36
Weekly Range: $25.36 - $27.23
Previous Close Price: $25.43 (8 Mei 2026)

Comcast (CMCSA) terus mendapat tekanan jual pekan ini seiring meningkatnya kekhawatiran investor atas ketatnya persaingan di bisnis inti broadband mereka, terutama dari T-Mobile yang semakin agresif merebut pelanggan internet rumahan. Kondisi ini semakin diperburuk oleh proyeksi laba per saham (EPS) untuk kuartal berjalan yang diperkirakan turun 20,8% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, sebuah sinyal jelas bahwa pertumbuhan bisnis Comcast sedang mengalami perlambatan yang cukup serius. Meski banyak analis menilai valuasi Comcast saat ini sudah sangat murah, pasar tampaknya belum melihat katalis nyata yang cukup kuat untuk membalik arah penurunan saham ini dalam waktu dekat.

3. ย Abbott Laboratories (#ABT) ย -5.76%

logo abbott 1280x300

Next Earnings (Laporan Keuangan): 16 Juli 2026
Last Dividend Ex-Date: 15 April 2026 ($0.63)
52-Week Range: $283.47 - $341.75
Weekly Range: $84.08 - $139.06
Previous Close Price: $84.26 (8 Mei 2026)

Abbott Laboratories (ABT) mengalami tekanan jual yang cukup berat pekan ini karena sahamnya sudah diperdagangkan di sekitar level terendah dalam 52 minggu terakhir, mencerminkan kekhawatiran investor terhadap penurunan margin operasional perusahaan yang signifikan dari 16,3% menjadi hanya 12% pada kuartal pertama 2026. Meskipun pendapatan Abbott secara keseluruhan masih tumbuh 7,8% secara tahunan menjadi $11,16 miliar, penyempitan margin ini menjadi sinyal bahwa biaya operasional sedang membebani profitabilitas perusahaan, terutama di segmen nutrisi dan perangkat diabetes mereka. Uniknya, di tengah tekanan harga ini, pihak internal perusahaan (insider) justru tercatat melakukan pembelian saham, yang oleh sebagian analis dimaknai sebagai keyakinan bahwa penurunan ini bersifat sementara.

4. Exxon Mobil Corporation (#XOM) ย -5.56%

logo exxon mobile 1280x300

Last Earnings (Laporan Keuangan): 1 Mei 2026
Last Dividend Ex-Date: 12 Februari 2026 ($1.03 per kuartal)
52-Week Range: $101.19 - $176.41
Weekly Range: $143.93 - $155.38
Previous Close Price: $144.45 (8 Mei 2026)

Exxon Mobil (XOM) tergerus bersama hampir seluruh saham energi pekan ini seiring melemahnya harga minyak mentah global yang menjadi "bahan bakar" utama keuntungan perusahaan-perusahaan di sektor ini. Investor juga mencatat adanya gangguan operasional akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang menciptakan ketidakpastian terhadap keberlangsungan jalur suplai Exxon. Meskipun lembaga riset Argus baru saja menaikkan target harga XOM menjadi $169 dengan alasan prospek produksi yang lebih kuat dari aset-aset di Permian Basin dan Guyana, penurunan harga minyak yang berlangsung bersamaan dengan reli pasar yang dipimpin sektor teknologi membuat investor beramai-ramai mengalihkan dananya keluar dari saham-saham energi.

5. Netflix, Inc. (#NFLX) ย -4.79%

logo netflix 1280x300

Next Earnings (Laporan Keuangan): 16 Juli 2026
Next Dividend Ex-Date: N/A (Netflix tidak membagikan dividen)
52-Week Range: $75.01 - $134.12
Weekly Range: $86.61 - $92.26
Previous Close Price: $87.42 (8 Mei 2026)

Netflix (NFLX) mengakhiri pekan di zona merah setelah perusahaan merilis panduan bisnis untuk kuartal kedua (Q2 2026) yang dinilai terlalu berhati-hati oleh pasar, memicu kekhawatiran tentang kemampuan Netflix mempertahankan laju pertumbuhannya di tengah meningkatnya biaya produksi konten dan persaingan yang semakin ketat. Kondisi ini semakin diperburuk setelah lembaga riset Erste Group secara resmi menurunkan peringkat saham Netflix dari "Buy" menjadi "Hold" dengan alasan valuasi yang sudah terlampau tinggi dibandingkan prospek pertumbuhannya ke depan. Meskipun Netflix berhasil mencatat pendapatan Q1 sebesar $12,25 miliar atau tumbuh 16,2% secara tahunan dan mengumumkan program pembelian kembali saham senilai $25 miliar, pasar tampaknya memilih untuk terlebih dahulu melihat bukti nyata dari eksekusi strategi monetisasi baru mereka sebelum kembali mengakumulasi saham ini.


Pekan ini membuktikan bahwa rotasi sektoral bisa bergerak sangat cepat dan sangat brutal. Mereka yang sudah lebih dulu memposisikan diri di saham-saham semikonduktor menikmati keuntungan puluhan persen hanya dalam hitungan hari, sementara yang terlambat membaca arah pergerakan modal terpaksa hanya bisa menyaksikan dari pinggir lapangan. Namun kenaikan sebesar 27% dalam sepekan juga membawa peringatan tersendiri, karena euforia yang datang terlalu cepat seringkali diikuti oleh koreksi yang sama cepatnya.

Memasuki pekan depan, ada beberapa hal yang wajib masuk radar pemantauan trader CFD: perkembangan negosiasi dagang AS-China (14-15 Mei) yang masih sangat dinamis, jadwal rilis laporan keuangan emiten-emiten besar berikutnya, serta data ekonomi Amerika Serikat yang berpotensi menggerakkan ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan suku bunga The Fed (CPI, PPI | 12-13 Mei). Peluang selalu ada, baik ketika pasar sedang naik maupun turun. Yang membedakan trader sukses dari yang lainnya bukan hanya kemampuan menangkap momentum, tetapi juga kedisiplinan untuk tidak terbawa arus di saat pasar sedang bergerak paling liar.

Semua saham yang disebutkan dalam artikel ini tersedia untuk diperdagangkan sebagai CFD di Agrodana Futures.


cfd saham us 1920x1080 (1)

Masih ragu dan memiliki pertanyaan lainnya ?

Kantor Pusat
Menara Batavia Lt. 3A
Jl. K.H. Mas Mansyur No.Kav. 126,
Karet Tengsin, Kec. Tanah Abang,
Kota Jakarta Pusat 10220
Telp: 021 - 57902535
Berlangganan Newsletter Agrodana:
Ikuti Kami
facebook agrodanayoutube agrodanainstagram agrodana
agrodana iosagrodana android
Berizin & Diawasi Oleh:
bappebti whitebi whiteojk white
Agrodana Futures adalah perusahaan Pialang berizin dan diawasi oleh Bappebti, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), dan merupakan anggota dari Bursa ICDX dan JFX dan Kliring House ICH dan KBI. Kami menerima klien Warga Negara Indonesia dan Asing yang memegang Kartu Izin Tinggal Terbatas di Indonesia kecuali warga negara Amerika Serikat, Kanada, Uni Eropa, Australia, Jepang, Iran dan Korea Utara. Transaksi ini memiliki leverage dan tingkat risiko yang tinggi terhadap modal, dan tidak selalu cocok untuk semua orang, pelajari dan pahami risikonya sebelum memulai transaksi.

Copyright @2025 Agrodana Futures
Waspada Penipuan
/ Kebijakan Privasi / Pengaduan Nasabah
Ikuti Kami
alt=""alt=""alt=""
Kantor Pusat
Menara Batavia Lt 3A
Jl. K.H. Mas Mansyur No.Kav. 126, Karet Tengsin, Kec. Tanah Abang, Kota Jakarta Pusat 10220
Telp: 021 - 57902535
Email:  [email protected]Whatsapp: +6281-988-3777
Berlangganan Newsletter Agrodana :
Berizin & Diawasi Oleh:
bappebti whitebi whiteojk white
Agrodana Futures adalah perusahaan Pialang berizin dan diawasi oleh Bappebti, Otoritas Jasa Keuangan dan Bank Indonesia, dan merupakan anggota dari Bursa ICDX dan JFX dan Kliring House ICH dan KBI. Kami menerima klien Warga Negara Indonesia dan Asing yang memegang Kartu Izin Tinggal Terbatas di Indonesia kecuali warga negara Amerika Serikat, Kanada, Uni Eropa, Australia, Jepang, Iran dan Korea Utara. Transaksi ini memiliki leverage dan tingkat risiko yang tinggi terhadap modal, dan tidak selalu cocok untuk semua orang, pelajari dan pahami risikonya sebelum memulai transaksi.

Copyright @2025 Agrodana Futures
Waspada Penipuan / Kebijakan Privasi / Pengaduan Nasabah
Whatsapp Non Klien
crossmenuchevron-down