logo agrodana futures official
Buka Akun

TOP GAINERS

TOP LOSERS

Pekan ini pasar saham AS menunjukkan divergensi tajam antar sektor. Saham teknologi dan AI infrastructure jadi motor utama penguatan, dengan Meta, Nvidia, dan Cisco kompak melesat berkat ekspansi belanja modal AI dan proyeksi earnings yang solid. Di sisi lain, saham consumer defensive dan sektor yang terlalu mahal valuasinya justru tertekan, tercermin dari koreksi tajam Intel dan pelemahan Pepsi maupun Merck menjelang musim laporan keuangan berikutnya.

1. Meta Platforms, Inc.ย (#META) ย +16.39%

logo meta 1280x300

Next Earnings (Laporan Keuangan): 29 Juli 2026
Last Dividend Ex-Date: 15 Juni 2026 ($0.5250)
52-Week Range: $520.26 - $796.25
Weekly Range: $580.23 - $677.80
Previous Close Price: $668.70 (10 Juli 2026)

Meta melesat signifikan setelah mengumumkan rencana memproduksi chip AI sendiri untuk mengurangi ketergantungan pada Nvidia dan AMD, didukung investasi data center senilai CAD 9.1 miliar dan target kapasitas compute 14 GW pada 2027. Analis tetap bullish dengan target harga bervariasi antara $700 hingga $945, meski JP Morgan sempat melakukan downgrade dan tercatat aksi jual insider oleh COO Javier Olivan senilai lebih dari $3 juta.

2. Nvidia Corporation (#NVDA) +8.18%

logo nvidia 1280x300

Next Earnings (Laporan Keuangan): 26 Agustus 2026
Last Dividend Ex-Date: 11 Mei 2026 ($0.25)
52-Week Range: $162.02 - $236.54
Weekly Range: $191.09 - $210.84
Previous Close Price: $210.74 (10 Juli 2026)

Penguatan Nvidia ditopang permintaan AI infrastructure yang terus tumbuh, termasuk perluasan kemitraan dengan Palantir untuk pengembangan model AI custom. Valuasi saham ini justru makin menarik karena P/E ratio turun dari 48.89x menjadi 31.71x, sementara margin operasional tetap kuat di 64.02%, menegaskan efisiensi bisnis di tengah ekspansi agresif.

3. Cisco Systems, Inc.ย (#CSCO) +6.84%

logo cisco 1280x300

Next Earnings (Laporan Keuangan): 12 Agustus 2026
Last Dividend Ex-Date: 6 Juli 2026 ($0.42)
52-Week Range: $65.75 - $130.37
Weekly Range: $111.68 - $121.55
Previous Close Price: $121.37 (10 Juli 2026)

Cisco diuntungkan sentimen positif menjelang rilis laporan keuangan, dengan analis menaikkan estimasi earnings growth fiskal 2026 menjadi 12.3%. Kontrak senilai $230 juta dengan Angkatan Darat AS dan kemitraan dengan Rafay Systems untuk memperkuat infrastruktur AI cloud menjadi katalis tambahan yang memperkuat kepercayaan pasar.

4. QUALCOMM Incorporatedย (#QCOM) +10.17%

logo qualcomm 1280x300

Next Earnings (Laporan Keuangan): 29 Juli 2026
Next Dividend Ex-Date: 4 Juni 2026 ($0.92)
52-Week Range: $121.99 - $259.92
Weekly Range: $179.19 - $196.04
Previous Close Price: $189.23 (10 Juli 2026)

Qualcomm melanjutkan strategi diversifikasi ke sektor otomotif dan AI, dengan pendapatan otomotif mencapai $1.33 miliar pada Q2 FY2026, naik 38% year over year dan berambisi menembus $6 miliar annualized revenue. Valuasi saham juga makin murah setelah P/E ratio turun tajam dari 34.90x ke 13.67x, meski pertumbuhan earnings kuartalan sempat melambat.

5. Chevron Corporationย (#CVX) +7.67%

logo chevron 1280x300

Next Earnings (Laporan Keuangan): 31 Juli 2026
Last Dividend Ex-Date: 19 Mei 2026 ($1.78)
52-Week Range: $146.49 - $214.71
Weekly Range: $167.18 - $178.64
Previous Close Price: $176.37 (10 Juli 2026)

Kenaikan Chevron didorong lonjakan harga minyak akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah, ditambah kemitraan 20 tahun dengan Microsoft untuk proyek energi AI bertajuk Project Kilby. Namun perlu dicatat, ROA perusahaan justru turun ke 3.85% dari 5.39% dan payout ratio dividen sudah melampaui 122%, sinyal tekanan pada keberlanjutan pembagian dividen ke depan.

1. Intel Corporationย (#INTC) -12.11%

logo intel 1280x300

Next Earnings (Laporan Keuangan): 23 Juli 2026
Last Dividend Ex-Date: 7 Agustus 2024
52-Week Range: $18.97 - $142.35
Weekly Range: $104.42 - $127.36
Previous Close Price: $109.86 (10 Juli 2026)

Koreksi tajam Intel terjadi setelah reli luar biasa sepanjang 2026 membuat valuasinya jauh melampaui fundamental, saat ini diperdagangkan di 100 kali forward earnings dibanding TSMC yang hanya 27.5 kali. Skeptisisme pasar terhadap rencana turnaround senilai $200 miliar juga meningkat karena perusahaan masih belum profitable secara GAAP, memicu aksi profit taking besar-besaran dari investor.

2. Netflix, Inc.ย (#NFLX) -4.86%

logo netflix 1280x300

Next Earnings (Laporan Keuangan): 16 Juli 2026
Next Dividend Ex-Date: N/A (Netflix Tidak Membagikan Dividen)
52-Week Range: $70.86 - $127.75
Weekly Range: $72.46 - $77.82
Previous Close Price: $73.33 (10 Juli 2026)

Pelemahan Netflix dipicu kekhawatiran soal retensi penonton, dengan laporan menunjukkan sejumlah serial andalan kehilangan 30 hingga 70% audiens antar musim. Manajemen dikabarkan mempertimbangkan bundling live TV dan streaming sebagai strategi baru, sementara ketidakpastian menjelang laporan keuangan Q2 pada 16 Juli turut menambah tekanan jual.

3. PepsiCo Inc. (#PEP) ย -4.71%

logo pepsi 1280x300

Next Earnings (Laporan Keuangan): 8 Oktober 2026
Last Dividend Ex-Date: 5 Juni 2026 ($1.84)
52-Week Range: $133.75 - $171.48
Weekly Range: $134.87 - $149.13
Previous Close Price: $137.43 (10 Juli 2026)

Pepsi tertekan setelah Citi menurunkan rating menjadi Neutral akibat pelemahan berkelanjutan di segmen North America Foods. Meski begitu, sejumlah bank besar seperti Deutsche Bank, UBS, dan JP Morgan tetap mempertahankan rating positif dengan alasan kinerja internasional Pepsi masih jadi penopang utama di tengah tantangan domestik.

4. GE Aerospaceย (#GE) ย -4.70%

logo ge aerospace 1280x300

Next Earnings (Laporan Keuangan): 16 Juli 2026
Last Dividend Ex-Date: 6 Juli 2026 ($0.47)
52-Week Range: $251.40 - $382.97
Weekly Range: $352.57 - $380.32
Previous Close Price: $359.41 (10 Juli 2026)

Pelemahan GE Aerospace pekan ini belum memiliki katalis spesifik yang terkonfirmasi dari sumber data yang tersedia. Secara historis, saham ini cenderung sensitif terhadap sentimen di rantai pasok penerbangan dan volatilitas pasar secara umum, sehingga penurunan kali ini kemungkinan lebih mencerminkan aksi profit taking pasca reli sebelumnya ketimbang perubahan fundamental bisnis.

5. Merck & Co., Inc.ย (#MRK) ย -4.50%

logo merck 1280x300

Next Earnings (Laporan Keuangan): 4 Agustus 2026
Next Dividend Ex-Date: 15 Juni 2026 ($0.85)
52-Week Range: $76.66 - $130.29
Weekly Range: $122.91 - $129.73
Previous Close Price: $123.48 (10 Juli 2026)

Merck melemah menjelang laporan keuangan yang dijadwalkan rilis 4 Agustus 2026, dengan analis memproyeksikan EPS turun tajam 42.43% year over year. Di sisi lain, persetujuan FDA terbaru untuk KEYTRUDA sebagai terapi kanker kandung kemih invasif jadi katalis positif jangka panjang, meski risiko penurunan penjualan GARDASIL dan potensi hilangnya eksklusivitas KEYTRUDA tetap jadi perhatian analis ke depan.


Wall Street pekan ini kembali menegaskan bahwa narasi AI infrastructure masih jadi penggerak utama sentimen pasar, sementara saham dengan valuasi terlalu mahal atau menghadapi tekanan fundamental jangka pendek rentan dikoreksi tajam meski sektor secara umum menguat. Musim laporan keuangan yang akan datang berpotensi menjadi katalis penentu arah lanjutan, terutama bagi saham consumer defensive dan kesehatan yang tengah tertekan.

Semua saham yang disebutkan dalam artikel ini tersedia untuk diperdagangkan sebagai CFD di Agrodana Futures.


cfd saham us 1920x1080 (1)

Company Name: Philip Morris International Inc. (PM)
Ticker & Market: $PM โ€“ NYSE
Sector & Industry: Consumer Staples โ€“ Tobacco
Headquarters: Stamford, Connecticut, USA
Market Cap: $284.08B
Previous Close: $187.19 (8 Juli 2026)

Wall Street Analyst Consensus (July 2026 Update)
UBS Group (Target: $182, direvisi naik dari $168 | Neutral)
Morgan Stanley (Target: $190 โ€“ $200 | Overweight)
Bank of America (Target: N/A | Buy)

Philip Morris International terus mempercepat transformasinya dari perusahaan rokok konvensional menjadi pemain smoke-free bermargin tinggi. Menjelang laporan kuartal kedua yang dijadwalkan pada 22 Juli 2026, analis memproyeksikan EPS sebesar $2.03, naik 6.3% dari $1.91 tahun lalu, ditopang oleh kontribusi produk bebas asap seperti IQOS dan ZYN yang kini menyumbang 41% hingga 43% dari total pendapatan kuartal pertama. Perusahaan juga baru mengantongi otorisasi FDA untuk 20 varian nicotine pouch ZYN dengan klaim risiko lebih rendah, memperkuat posisi regulasi lini bisnis pertumbuhannya. Secara valuasi, saham PM saat ini diperdagangkan di $187.19 dengan target harga konsensus $194.63 dari 12 analis Wall Street, mengindikasikan potensi upside sekitar 3.9%. Menariknya, revisi UBS pada 2 Juli yang menaikkan target 8% (dari $168 ke $182) sambil tetap mempertahankan rating Neutral menunjukkan bahkan analis yang skeptis mulai mengakui perbaikan fundamental, meski belum cukup yakin untuk upgrade rating penuh. Dari sisi insider, aktivitas yang tercatat hanya berupa transaksi pembayaran pajak rutin oleh salah satu eksekutif senilai $3,739.56, bukan aksi jual signifikan, sehingga belum ada sinyal negatif dari internal perusahaan.

whatsapp image 2026 07 09 at 10.17.10 am

Saham Philip Morris (PM) tersedia untuk diperdagangkan sebagai CFD di Agrodana Futures.


CHART TECHNICAL ANALYSIS PHILIP MORRIS (PM)

whatsapp image 2026 07 09 at 10.41.02 am
whatsapp image 2026 07 09 at 10.42.15 am
whatsapp image 2026 07 09 at 10.43.48 am

Keterangan :

  • Tren Major: Pada grafik bulanan, PM berada dalam tren naik jangka panjang yang solid sejak 2023, dengan harga secara konsisten berada di atas struktur EMA bulanan. RSI(14) Monthly di level 64.98 mengkonfirmasi momentum bullish jangka panjang yang masih kuat tanpa tanda exhaustion.
  • Momentum Jangka Pendek: Pada grafik harian, candle terakhir dibuka di 186.18, sempat menyentuh tinggi 189.73, sebelum ditutup di 187.19. Upper wick sepanjang 2.54 poin dari level penutupan mengindikasikan sedikit tekanan jual di area tinggi, namun harga tetap bertahan di atas struktur EMA jangka pendek secara visual. RSI(14) Daily di 59.45, zona bullish netral dengan ruang kenaikan yang masih terbuka sebelum overbought di 70.
  • Area Kritis: Resisten terdekat berada di 193.13 (FR 0.0% Daily, area swing high/rekor tertinggi). Support terdekat berada di 181.10 (FR 23.6% Daily).
  • Indikator Momentum: RSI Daily 59.45, RSI Weekly 59.58, RSI Monthly 64.98, ketiganya selaras di zona bullish tanpa divergensi antar timeframe, mengonfirmasi momentum naik yang konsisten dari jangka pendek hingga jangka panjang.
  • FR Daily: Swing low 142.15 ke swing high 193.13. Harga saat ini (187.19) berada di antara FR 0.0% (193.13) dan FR 23.6% (181.10), lebih dekat ke area resisten.
  • FR Weekly: Swing low 87.82 ke swing high 193.08. Jarak yang jauh antara harga saat ini dengan FR 23.6% Weekly (168.24) mengonfirmasi bahwa struktur kenaikan mingguan masih jauh dari area jenuh beli struktural.
Skenario Intraday / Jangka Pendek (Swing Trade)
Fokus pada pemanfaatan pullback ke area support dinamis untuk masuk mengikuti tren utama yang masih bullish.

Suggest: Buy on Dip
Area Entry: 181.10 (FR 23.6% Daily) hingga 184.50
Target: 1) 189.73  2) 193.13 (FR 0.0% Daily / ATH)
Stop Loss (SL): 173.66 (FR 38.2% Daily)

Alternatif BUY on Breakout: Disarankan jika harga breakout dan bertahan di atas 193.13 dengan volume kuat, menargetkan area ekstensi baru di kisaran 200.00 (mendekati target tertinggi analis Morgan Stanley)

Alternatif SWITCH to SELL: Jika harga breakdown di bawah 173.66 (FR 38.2% Daily), berpotensi menuju 167.64 (FR 50.0% Daily) hingga 161.62 (FR 61.8% Daily)
Skenario Jangka Panjang (3 Bulan ke Atas)
Ditujukan bagi investor yang ingin mengakumulasi PM sebagai bagian dari portofolio jangka panjang, memanfaatkan pelemahan harga sebagai titik masuk bertahap.

Suggest: Accumulate on Weakness
Area Entry: 173.66 (FR 38.2% Daily) hingga 181.10 (FR 23.6% Daily)
Target Investasi: 1) 194.63 (target konsensus 12 analis) 2) 210.00 (target tertinggi analis)



Katalis Penahan (Risk Limit):
Investor disarankan meninjau ulang portofolionya jika terjadi salah satu dari kondisi berikut:

1. Laporan Q2 2026 (22 Juli) mencatat EPS di bawah estimasi $2.03, mengindikasikan perlambatan momentum transisi ke produk smoke-free.
2. Terjadi hambatan atau penundaan regulasi lanjutan terhadap ekspansi klaim risiko-rendah ZYN dan IQOS di pasar utama.
3. Muncul peningkatan signifikan aktivitas jual insider dari pola saat ini yang minim (hanya tercatat transaksi pajak rutin).
4. Harga breakdown dan bertahan di bawah 152.87 (FR 38.2% Weekly), yang akan membatalkan struktur uptrend jangka menengah-panjang.

Transaksi makin cuan dengan 1 PIP Fixed Spread

Company Name: Wells Fargo & Company (#WFC)
Ticker & Market: $WFC - NYSE
Sector & Industry: Banks - Diversified
Headquarters: San Francisco, California, USA
Market Cap: $250.75B
Previous Close: $82.09 (9 Juni 2026)

Wall Street Analyst Consensus (June 2026 Update)
Phillip Securities (Target: Moderate Buy to Strong Buy | Upgrade)
Barclays (Target: $108 - $113 | Overweight)
JP Morgan (Target: $86.50 - $91 | Neutral)

Wells Fargo (WFC) menunjukkan potensi pemulihan fundamental yang kuat menjelang laporan pendapatannya pada 14 Juli 2026. Bank ini diproyeksikan mencetak pertumbuhan EPS sebesar 11% secara tahunan (year-over-year) dengan ekspektasi pendapatan kuartalan mencapai $21.65 miliar. Lebih jauh lagi, langkah strategis Wells Fargo bergabung dalam konsorsium pengembangan jaringan deposit berbasis token (tokenized deposit network) yang ditargetkan meluncur pada 2027 menunjukkan komitmen kuat untuk memodernisasi infrastruktur pembayaran di tengah ketatnya persaingan dengan stablecoin. Dari sisi nilai, saham WFC saat ini diperdagangkan di level $81.03, yang tergolong undervalued dengan forward P/E 11.97, berada di bawah rata-rata industri sebesar 13.39. Konsensus dari 26 analis Wall Street memberikan rating "Moderate Buy" dengan rata-rata target harga di $97.53, bahkan ada yang memprediksi harga tertinggi mencapai $113.00. Ini berarti ada potensi keuntungan sekitar 20.48% dari harga sekarang. Meskipun terdapat aktivitas penjualan saham oleh pihak internal (insider selling) senilai sekitar $10 juta, hal tersebut didominasi oleh pemberian penghargaan ekuitas rutin, sehingga fundamental WFC tetap dipandang kokoh untuk menopang pemulihan harga.

wfc consensus

Saham Wells Fargo (WFC) tersedia untuk diperdagangkan sebagai CFD di Agrodana Futures.


CHART TECHNICAL ANALYSIS WELLS FARGO (WFC)

slide1
slide2
slide3
wfc double bottom

Keterangan :

  • Tren Major: Secara makro, pergerakan WFC mulai menunjukkan konsolidasi. Pada grafik bulanan, harga berada di atas struktur semua EMA (20, 50,100, 200). Posisi ini mengindikasikan bahwa fase akumulasi makro masih kuat.
  • Momentum Jangka Pendek: Pada grafik harian, harga berada di atas EMA 20 dan 50, namun sedikit di bawah EMA 100 dan 200. Penembusan di atas EMA 200 akan mengkonfirmasi pembalikan tren jangka pendek.
  • Area Kritis: Terdapat indikasi pembentukan pola Double Bottom pada grafik harian, sinyal reversal bullish. Area neckline di sekitar level 86.85 menjadi resisten yang harus ditembus untuk validasi pola. Sebaliknya, area support di kisaran 73.48 (FR 61.8%) hingga 78.13 (FR 50.0%) menjadi pertahanan penting bagi buyer.
  • Indikator Momentum: RSI(14) harian berada di level 59.12, zona bullish. Pada grafik mingguan dan bulanan, RSI berada di kisaran netral (49.44 dan 56.68), memberikan ruang yang cukup untuk kenaikan.
  • FR Daily: Swing low 58.42 ke swing high 97.84. Harga saat ini dekat dengan resisten FR 38.2% (82.78). Keberhasilan harga menembus FR 38.2% akan memvalidasi berlanjutnya momentum beli menuju neckline Double Bottom.
  • FR Weekly & Monthly: Pada struktur tren yang lebih besar, harga telah memantul dari area support FR 61.8% (59.12) dan saat ini mencoba menembus FR 38.2% (73.90).
Skenario Intraday / Jangka Pendek (Swing Trade)
Fokus pada konfirmasi pola pembalikan arah (Double Bottom) dan penembusan resisten dinamis EMA 100/200 harian sebelum mengambil posisi beli yang agresif.

Suggest: Buy on Dip
Area Entry: Pantau pergerakan di kisaran 78.18 hingga 79.26 (area EMA 20 dan 50 harian) untuk eksekusi Buy on Dip.
Target: 1) 82.78 (FR 38.2% Daily) 2) 86.90 (Neckline Double Bottom)
Stop Loss (SL): 72.00 (Cut loss jika harga breakdown di bawah support FR 61.8% Daily).


Alternatif BUY on Breakout: Jika harga mampu melewati FR 38.2% Daily di 82.78.
Target: 1) 86.90 (Neckline Double Bottom) 2) 88.54 (FR 23.6% Daily)
Stop Loss (SL): 79.20 (EMA 50 Daily)

Switch to Sell dapat dilakukan jika harga gagal menembus resisten 82.78 (FR 38.2%) dan mengalami rejection yang kuat, dengan target penurunan kembali menuju 78.13 (FR 50.0%).
Skenario Jangka Panjang (3 Bulan ke Atas)
Dengan valuasi yang masih terdiskon (forward P/E 11.97) dan ekspektasi pertumbuhan EPS yang kuat, level harga saat ini dapat dipandang sebagai peluang akumulasi yang menarik bagi institusi.

Suggest: Accumulate on Weakness (Akumulasi Beli Saat Koreksi)
Area Akumulasi: Manfaatkan rentang harga 75.00 hingga 78.00 sebagai zona akumulasi bertahap yang sangat ideal apabila terjadi koreksi sehat.
Target Investasi: Target menengah adalah penyelesaian pola Double Bottom dengan menembus neckline 86.90 menuju area 90.00. Untuk horizon 12 bulan, target rata-rata konsensus Wall Street di level 97.53, dengan akselerasi hingga target tertinggi Barclays di 113.00.

Katalis Penahan (Risk Limit): Investor disarankan meninjau ulang portofolionya jika terjadi salah satu dari kondisi berikut:
1) Laporan pendapatan pada 14 Juli 2026 gagal memenuhi ekspektasi konsensus EPS $1.71 atau panduan pendapatan setahun penuh direvisi turun secara signifikan;
2) Penundaan atau hambatan regulasi terkait inisiatif jaringan deposit token (tokenized deposit network) yang dapat menghambat modernisasi infrastruktur bank;
3) Peningkatan lebih lanjut pada aktivitas penjualan saham oleh pihak internal (insider selling) yang mengindikasikan hilangnya kepercayaan manajemen terhadap prospek perusahaan;
4) Harga breakdown dan ditutup secara konsisten di bawah level krusial $66.43 (EMA 50 Monthly).

Transaksi makin cuan dengan 1 PIP Fixed Spread

Company Name: Wells Fargo & Company (#WFC)
Ticker & Market: $WFC - NYSE
Sector & Industry: Banks - Diversified
Headquarters: San Francisco, California, USA
Market Cap: $250.75B
Previous Close: $82.09 (9 Juni 2026)

Wall Street Analyst Consensus (June 2026 Update)
Phillip Securities (Target: Moderate Buy to Strong Buy | Upgrade)
Barclays (Target: $108 - $113 | Overweight)
JP Morgan (Target: $86.50 - $91 | Neutral)

Wells Fargo (WFC) menunjukkan potensi pemulihan fundamental yang kuat menjelang laporan pendapatannya pada 14 Juli 2026. Bank ini diproyeksikan mencetak pertumbuhan EPS sebesar 11% secara tahunan (year-over-year) dengan ekspektasi pendapatan kuartalan mencapai $21.65 miliar. Lebih jauh lagi, langkah strategis Wells Fargo bergabung dalam konsorsium pengembangan jaringan deposit berbasis token (tokenized deposit network) yang ditargetkan meluncur pada 2027 menunjukkan komitmen kuat untuk memodernisasi infrastruktur pembayaran di tengah ketatnya persaingan dengan stablecoin. Dari sisi nilai, saham WFC saat ini diperdagangkan di level $81.03, yang tergolong undervalued dengan forward P/E 11.97, berada di bawah rata-rata industri sebesar 13.39. Konsensus dari 26 analis Wall Street memberikan rating "Moderate Buy" dengan rata-rata target harga di $97.53, bahkan ada yang memprediksi harga tertinggi mencapai $113.00. Ini berarti ada potensi keuntungan sekitar 20.48% dari harga sekarang. Meskipun terdapat aktivitas penjualan saham oleh pihak internal (insider selling) senilai sekitar $10 juta, hal tersebut didominasi oleh pemberian penghargaan ekuitas rutin, sehingga fundamental WFC tetap dipandang kokoh untuk menopang pemulihan harga.

wfc consensus

Saham Wells Fargo (WFC) tersedia untuk diperdagangkan sebagai CFD di Agrodana Futures.


CHART TECHNICAL ANALYSIS WELLS FARGO (WFC)

slide1
slide2
slide3
wfc double bottom

Keterangan :

  • Tren Major: Secara makro, pergerakan WFC mulai menunjukkan konsolidasi. Pada grafik bulanan, harga berada di atas struktur semua EMA (20, 50,100, 200). Posisi ini mengindikasikan bahwa fase akumulasi makro masih kuat.
  • Momentum Jangka Pendek: Pada grafik harian, harga berada di atas EMA 20 dan 50, namun sedikit di bawah EMA 100 dan 200. Penembusan di atas EMA 200 akan mengkonfirmasi pembalikan tren jangka pendek.
  • Area Kritis: Terdapat indikasi pembentukan pola Double Bottom pada grafik harian, sinyal reversal bullish. Area neckline di sekitar level 86.85 menjadi resisten yang harus ditembus untuk validasi pola. Sebaliknya, area support di kisaran 73.48 (FR 61.8%) hingga 78.13 (FR 50.0%) menjadi pertahanan penting bagi buyer.
  • Indikator Momentum: RSI(14) harian berada di level 59.12, zona bullish. Pada grafik mingguan dan bulanan, RSI berada di kisaran netral (49.44 dan 56.68), memberikan ruang yang cukup untuk kenaikan.
  • FR Daily: Swing low 58.42 ke swing high 97.84. Harga saat ini dekat dengan resisten FR 38.2% (82.78). Keberhasilan harga menembus FR 38.2% akan memvalidasi berlanjutnya momentum beli menuju neckline Double Bottom.
  • FR Weekly & Monthly: Pada struktur tren yang lebih besar, harga telah memantul dari area support FR 61.8% (59.12) dan saat ini mencoba menembus FR 38.2% (73.90).
Skenario Intraday / Jangka Pendek (Swing Trade)
Fokus pada konfirmasi pola pembalikan arah (Double Bottom) dan penembusan resisten dinamis EMA 100/200 harian sebelum mengambil posisi beli yang agresif.

Suggest: Buy on Dip
Area Entry: Pantau pergerakan di kisaran 78.18 hingga 79.26 (area EMA 20 dan 50 harian) untuk eksekusi Buy on Dip.
Target: 1) 82.78 (FR 38.2% Daily) 2) 86.90 (Neckline Double Bottom)
Stop Loss (SL): 72.00 (Cut loss jika harga breakdown di bawah support FR 61.8% Daily).


Alternatif BUY on Breakout: Jika harga mampu melewati FR 38.2% Daily di 82.78.
Target: 1) 86.90 (Neckline Double Bottom) 2) 88.54 (FR 23.6% Daily)
Stop Loss (SL): 79.20 (EMA 50 Daily)

Switch to Sell dapat dilakukan jika harga gagal menembus resisten 82.78 (FR 38.2%) dan mengalami rejection yang kuat, dengan target penurunan kembali menuju 78.13 (FR 50.0%).
Skenario Jangka Panjang (3 Bulan ke Atas)
Dengan valuasi yang masih terdiskon (forward P/E 11.97) dan ekspektasi pertumbuhan EPS yang kuat, level harga saat ini dapat dipandang sebagai peluang akumulasi yang menarik bagi institusi.

Suggest: Accumulate on Weakness (Akumulasi Beli Saat Koreksi)
Area Akumulasi: Manfaatkan rentang harga 75.00 hingga 78.00 sebagai zona akumulasi bertahap yang sangat ideal apabila terjadi koreksi sehat.
Target Investasi: Target menengah adalah penyelesaian pola Double Bottom dengan menembus neckline 86.90 menuju area 90.00. Untuk horizon 12 bulan, target rata-rata konsensus Wall Street di level 97.53, dengan akselerasi hingga target tertinggi Barclays di 113.00.

Katalis Penahan (Risk Limit): Investor disarankan meninjau ulang portofolionya jika terjadi salah satu dari kondisi berikut:
1) Laporan pendapatan pada 14 Juli 2026 gagal memenuhi ekspektasi konsensus EPS $1.71 atau panduan pendapatan setahun penuh direvisi turun secara signifikan;
2) Penundaan atau hambatan regulasi terkait inisiatif jaringan deposit token (tokenized deposit network) yang dapat menghambat modernisasi infrastruktur bank;
3) Peningkatan lebih lanjut pada aktivitas penjualan saham oleh pihak internal (insider selling) yang mengindikasikan hilangnya kepercayaan manajemen terhadap prospek perusahaan;
4) Harga breakdown dan ditutup secara konsisten di bawah level krusial $66.43 (EMA 50 Monthly).

Transaksi makin cuan dengan 1 PIP Fixed Spread

Company Name: Wells Fargo & Company (#WFC)
Ticker & Market: $WFC - NYSE
Sector & Industry: Banks - Diversified
Headquarters: San Francisco, California, USA
Market Cap: $250.75B
Previous Close: $82.09 (9 Juni 2026)

Wall Street Analyst Consensus (June 2026 Update)
Phillip Securities (Target: Moderate Buy to Strong Buy | Upgrade)
Barclays (Target: $108 - $113 | Overweight)
JP Morgan (Target: $86.50 - $91 | Neutral)

Wells Fargo (WFC) menunjukkan potensi pemulihan fundamental yang kuat menjelang laporan pendapatannya pada 14 Juli 2026. Bank ini diproyeksikan mencetak pertumbuhan EPS sebesar 11% secara tahunan (year-over-year) dengan ekspektasi pendapatan kuartalan mencapai $21.65 miliar. Lebih jauh lagi, langkah strategis Wells Fargo bergabung dalam konsorsium pengembangan jaringan deposit berbasis token (tokenized deposit network) yang ditargetkan meluncur pada 2027 menunjukkan komitmen kuat untuk memodernisasi infrastruktur pembayaran di tengah ketatnya persaingan dengan stablecoin. Dari sisi nilai, saham WFC saat ini diperdagangkan di level $81.03, yang tergolong undervalued dengan forward P/E 11.97, berada di bawah rata-rata industri sebesar 13.39. Konsensus dari 26 analis Wall Street memberikan rating "Moderate Buy" dengan rata-rata target harga di $97.53, bahkan ada yang memprediksi harga tertinggi mencapai $113.00. Ini berarti ada potensi keuntungan sekitar 20.48% dari harga sekarang. Meskipun terdapat aktivitas penjualan saham oleh pihak internal (insider selling) senilai sekitar $10 juta, hal tersebut didominasi oleh pemberian penghargaan ekuitas rutin, sehingga fundamental WFC tetap dipandang kokoh untuk menopang pemulihan harga.

wfc consensus

Saham Wells Fargo (WFC) tersedia untuk diperdagangkan sebagai CFD di Agrodana Futures.


CHART TECHNICAL ANALYSIS WELLS FARGO (WFC)

slide1
slide2
slide3
wfc double bottom

Keterangan :

  • Tren Major: Secara makro, pergerakan WFC mulai menunjukkan konsolidasi. Pada grafik bulanan, harga berada di atas struktur semua EMA (20, 50,100, 200). Posisi ini mengindikasikan bahwa fase akumulasi makro masih kuat.
  • Momentum Jangka Pendek: Pada grafik harian, harga berada di atas EMA 20 dan 50, namun sedikit di bawah EMA 100 dan 200. Penembusan di atas EMA 200 akan mengkonfirmasi pembalikan tren jangka pendek.
  • Area Kritis: Terdapat indikasi pembentukan pola Double Bottom pada grafik harian, sinyal reversal bullish. Area neckline di sekitar level 86.85 menjadi resisten yang harus ditembus untuk validasi pola. Sebaliknya, area support di kisaran 73.48 (FR 61.8%) hingga 78.13 (FR 50.0%) menjadi pertahanan penting bagi buyer.
  • Indikator Momentum: RSI(14) harian berada di level 59.12, zona bullish. Pada grafik mingguan dan bulanan, RSI berada di kisaran netral (49.44 dan 56.68), memberikan ruang yang cukup untuk kenaikan.
  • FR Daily: Swing low 58.42 ke swing high 97.84. Harga saat ini dekat dengan resisten FR 38.2% (82.78). Keberhasilan harga menembus FR 38.2% akan memvalidasi berlanjutnya momentum beli menuju neckline Double Bottom.
  • FR Weekly & Monthly: Pada struktur tren yang lebih besar, harga telah memantul dari area support FR 61.8% (59.12) dan saat ini mencoba menembus FR 38.2% (73.90).
Skenario Intraday / Jangka Pendek (Swing Trade)
Fokus pada konfirmasi pola pembalikan arah (Double Bottom) dan penembusan resisten dinamis EMA 100/200 harian sebelum mengambil posisi beli yang agresif.

Suggest: Buy on Dip
Area Entry: Pantau pergerakan di kisaran 78.18 hingga 79.26 (area EMA 20 dan 50 harian) untuk eksekusi Buy on Dip.
Target: 1) 82.78 (FR 38.2% Daily) 2) 86.90 (Neckline Double Bottom)
Stop Loss (SL): 72.00 (Cut loss jika harga breakdown di bawah support FR 61.8% Daily).


Alternatif BUY on Breakout: Jika harga mampu melewati FR 38.2% Daily di 82.78.
Target: 1) 86.90 (Neckline Double Bottom) 2) 88.54 (FR 23.6% Daily)
Stop Loss (SL): 79.20 (EMA 50 Daily)

Switch to Sell dapat dilakukan jika harga gagal menembus resisten 82.78 (FR 38.2%) dan mengalami rejection yang kuat, dengan target penurunan kembali menuju 78.13 (FR 50.0%).
Skenario Jangka Panjang (3 Bulan ke Atas)
Dengan valuasi yang masih terdiskon (forward P/E 11.97) dan ekspektasi pertumbuhan EPS yang kuat, level harga saat ini dapat dipandang sebagai peluang akumulasi yang menarik bagi institusi.

Suggest: Accumulate on Weakness (Akumulasi Beli Saat Koreksi)
Area Akumulasi: Manfaatkan rentang harga 75.00 hingga 78.00 sebagai zona akumulasi bertahap yang sangat ideal apabila terjadi koreksi sehat.
Target Investasi: Target menengah adalah penyelesaian pola Double Bottom dengan menembus neckline 86.90 menuju area 90.00. Untuk horizon 12 bulan, target rata-rata konsensus Wall Street di level 97.53, dengan akselerasi hingga target tertinggi Barclays di 113.00.

Katalis Penahan (Risk Limit): Investor disarankan meninjau ulang portofolionya jika terjadi salah satu dari kondisi berikut:
1) Laporan pendapatan pada 14 Juli 2026 gagal memenuhi ekspektasi konsensus EPS $1.71 atau panduan pendapatan setahun penuh direvisi turun secara signifikan;
2) Penundaan atau hambatan regulasi terkait inisiatif jaringan deposit token (tokenized deposit network) yang dapat menghambat modernisasi infrastruktur bank;
3) Peningkatan lebih lanjut pada aktivitas penjualan saham oleh pihak internal (insider selling) yang mengindikasikan hilangnya kepercayaan manajemen terhadap prospek perusahaan;
4) Harga breakdown dan ditutup secara konsisten di bawah level krusial $66.43 (EMA 50 Monthly).

Transaksi makin cuan dengan 1 PIP Fixed Spread

Earnings Calendar

  • Notes: BMO: Before Market Opens, AMC: After Market Close

Musim laporan keuangan kuartal kedua 2026 memasuki fase penting pada pekan 15-16 Juli, dengan lima emiten dari sektor yang sangat berbeda tampil bergantian di panggung yang sama. BlackRock akan membuka narasi dari sisi keuangan dan eksposur terhadap tema investasi AI, disusul Johnson & Johnson yang membawa cerita farmasi dan dividen jangka panjang. Sehari setelahnya, giliran Abbott Laboratories dari sektor alat kesehatan, GE Aerospace yang punya rekam jejak earnings beat konsisten, dan Netflix yang laporannya paling dinanti pasar karena menyangkut arah bisnis iklan dan margin di paruh kedua tahun ini. Kombinasi sektor yang beragam ini membuat volatilitas berpotensi menyebar ke berbagai indeks sekaligus, bukan hanya terkonsentrasi di satu sektor saja.

BlackRock, Inc. (#BLK)

logo blackrock 1280x300

Company Name : BlackRock, Inc.
Ticker & Market : $BLK - NYSE
Sector & Industry : Financials - Asset Management
Headquarters : New York City, New York, USA
Market Cap : US$154.33B
Trailing P/E (valuasi berdasarkan laba 12 bulan terakhir): 25.06
Forward P/E (valuasi berdasarkan proyeksi laba 12 bulan ke depan): 18.69
P/E Growth Ratio (5yr expected): 1.26

BlackRock masuk musim laporan keuangan dengan narasi utama seputar eksposurnya terhadap tema investasi AI, bukan lewat pendapatan intinya sebagai manajer aset, melainkan lewat portofolio kepemilikan saham yang dikelolanya di perusahaan seperti AMD, Marvell Technology, dan Broadcom. Ketiga saham ini belakangan mendapat sorotan setelah analis menaikkan target harga AMD ke 615 dolar dan Marvell ke 340 dolar, sementara Broadcom terus memperluas lini produk AI-nya. Karena BlackRock pada dasarnya adalah bisnis fee-based yang pendapatannya bergantung pada nilai aset yang dikelola atau assets under management, kenaikan harga saham-saham teknologi besar ini secara tidak langsung ikut mengangkat nilai portofolio yang mereka kelola, sehingga sentimen positif di sektor semikonduktor bisa tercermin di laporan keuangan BlackRock sendiri. Forward P/E BlackRock yang berada di 18.69, jauh lebih rendah dari Trailing P/E 25.06, menunjukkan pasar sudah memperhitungkan ekspektasi pertumbuhan laba ke depan yang lebih tinggi dibanding kinerja setahun terakhir. Investor perlu mencermati apakah momentum tema AI ini benar benar berkontribusi pada pertumbuhan fee-based revenue BlackRock secara nyata, atau hanya sentimen jangka pendek yang ikut terseret optimisme pasar terhadap saham teknologi secara umum. Dengan kapitalisasi pasar mencapai 154.33 miliar dolar, BlackRock tetap menjadi salah satu pemain kunci yang pergerakannya kerap dijadikan indikator kesehatan industri manajemen aset global menjelang laporan kuartal kedua ini.

Johnson & Johnson (JNJ)

logo jnj 1280x300

Company Name : Johnson & Johnson
Ticker & Market : $JNJ - NYSE
Sector & Industry : Healthcare - Drug Manufacturers (General)
Headquarters : New Brunswick, New Jersey, USA
Market Cap : US$633.19B
Trailing P/E (valuasi berdasarkan laba 12 bulan terakhir):30.48
Forward P/E (valuasi berdasarkan proyeksi laba 12 bulan ke depan): 22.73
P/E Growth Ratio (5yr expected): 5.05

Johnson & Johnson menjelang laporan keuangan didukung data yang menjanjikan dari pengobatan imunologi IMAAVY, yang berpotensi memperkuat posisinya di segmen penyakit autoimun kompleks, area yang selama ini menjadi salah satu sumber pertumbuhan jangka panjang perusahaan farmasi besar. Namun tekanan kompetitif nyata datang dari Eli Lilly yang mencatat pertumbuhan pendapatan kuartal pertama sebesar 55.5 persen, jauh melampaui laju pertumbuhan JNJ, sehingga pasar akan mencermati apakah JNJ mampu mempertahankan pangsa pasarnya di tengah agresivitas kompetitor tersebut. Konsensus analis cukup terpecah menjelang laporan ini, dengan target harga mulai dari 214 dolar oleh UBS hingga 274 dolar oleh Citigroup, sementara Morgan Stanley baru saja menaikkan rating menjadi Overweight dengan target 267 dolar. Harga saat ini berada di 253.98 dolar, berada di tengah rentang proyeksi tersebut. Dari sisi valuasi, rasio P/E JNJ naik dari 18.66 kali di kuartal keempat 2025 menjadi 27.54 kali di kuartal pertama 2026, mengindikasikan ekspektasi investor yang meningkat terhadap kinerja mendatang. Pertumbuhan pendapatan membaik ke 7.87 persen, namun EBITDA dan EPS masing masing turun 1.92 persen dan 4.00 persen, sinyal bahwa tekanan margin masih membayangi meski top line tumbuh. Aktivitas insider berupa pemberian saham kepada tiga direktur, yaitu Eugene Woods, Marillyn Hewson, dan Daniel Pinto, senilai total 118 ribu dolar pada awal Juni tercatat sebagai transaksi rutin tanpa indikasi kekhawatiran bagi investor.

Abbott Laboratories (#ABT)

logo abbott 1280x300

Company Name : Abbott Laboratories
Ticker & Market : $ABT - NYSE
Sector & Industry : Healthcare - Medical Devices
Headquarters : Abbott Park, Illinois, USA
Market Cap : US$166.17B
Trailing P/E (valuasi berdasarkan laba 12 bulan terakhir): 26.72
Forward P/E (valuasi berdasarkan proyeksi laba 12 bulan ke depan): 17.42
P/E Growth Ratio (5yr expected): 1.42

Abbott menjelang laporan keuangan berada di posisi yang cukup menarik untuk dicermati. Perusahaan baru saja menuntaskan akuisisi Exact Sciences pada Maret 2026 untuk memperkuat lini diagnostik kanker, langkah ekspansi yang sejalan dengan strategi diversifikasi Abbott di luar bisnis alat kesehatan konvensional. Namun akuisisi ini turut menambah beban utang hingga sekitar 20 miliar dolar, yang membuat perusahaan lebih sensitif terhadap perubahan suku bunga dan berpotensi mengurangi fleksibilitas keuangan dalam beberapa tahun ke depan. Kabar baiknya, DOJ resmi menutup investigasi pidana terkait pabrik susu formula bayi Abbott dan kini fokus ke ranah denda perdata, yang mengurangi ketidakpastian hukum jangka panjang meski belum sepenuhnya menghilangkan risiko finansial dari kasus tersebut. Dari sisi kinerja, pendapatan FY2025 mencapai 44.3 miliar dolar, tumbuh 5.7 persen, dengan margin bersih sekitar 14.7 persen dan arus kas bebas 7.4 miliar dolar, menunjukkan fondasi operasional yang tetap solid. Status Abbott sebagai salah satu Dividend King, dengan kenaikan dividen 6.8 persen dan yield 2.69 persen, tetap menjadi daya tarik utama bagi investor yang mencari kombinasi stabilitas dan pendapatan pasif. Analis memproyeksikan target harga 121 dolar didukung pertumbuhan dari peluncuran produk baru, dengan estimasi kenaikan pendapatan 12.43 persen tahun ke tahun, meski investor tetap perlu memantau bagaimana beban utang akuisisi memengaruhi neraca ke depan.

GE Aerospace (#GE)

logo ge aerospace 1280x300

Company Name : GE Aerospace
Ticker & Market : $GE - NYSE
Sector & Industry : Industrials - Aerospace & Defense
Headquarters : Evendale, Ohio, USA
Market Cap : US$393.88B
Trailing P/E (valuasi berdasarkan laba 12 bulan terakhir): 46.90
Forward P/E (valuasi berdasarkan proyeksi laba 12 bulan ke depan): 50.76
P/E Growth Ratio (5yr expected): 9.09

GE Aerospace masuk musim laporan dengan rekam jejak yang meyakinkan, mencatat rata rata kejutan laba positif 12.28 persen dalam dua kuartal terakhir, dengan realisasi EPS 1.86 dolar melampaui estimasi 1.61 dolar pada laporan terakhir. Zacks Earnings ESP yang berada di level positif 3.20 persen turut memperkuat indikasi bahwa perusahaan berpotensi kembali mengalahkan ekspektasi pasar saat laporan dirilis 16 Juli mendatang, meski Zacks Rank saat ini masih di level 3 atau Hold, bukan level tertinggi yang biasa mengindikasikan keyakinan penuh analis. Dari sisi operasional, GE Aerospace mengantongi 650 pesanan mesin komersial baru pada kuartal pertama dan mencatat pertumbuhan pendapatan 34 persen menjadi 8.92 miliar dolar, dengan backlog pesanan menembus 210 miliar dolar, angka yang menunjukkan permintaan jangka panjang tetap kuat. Konsensus analis juga bervariasi, dengan Jefferies memasang target agresif 455 dolar sementara RBC Capital dan Barclays lebih konservatif di 355 dan 295 dolar. Meski begitu, ada dua sinyal yang perlu diwaspadai investor. Pertama, penurunan tajam arus kas bebas sebesar 34.76 persen yang mengindikasikan tantangan dalam konversi laba menjadi kas riil. Kedua, valuasi Forward P/E yang sudah berada di level tinggi 50.76, jauh di atas Trailing P/E 46.90, yang berarti pasar sudah memberi harga premium terhadap ekspektasi pertumbuhan GE Aerospace ke depan.

Netflix, Inc. (#NFLX)

logo netflix 1280x300

Company Name : Netflix, Inc.
Ticker & Market : $NFLX - NYSE
Sector & Industry : Communication Services - Entertainment
Headquarters : Los Gatos, California, USA
Market Cap : US$326.97B
Trailing P/E (valuasi berdasarkan laba 12 bulan terakhir): 25.05
Forward P/E (valuasi berdasarkan proyeksi laba 12 bulan ke depan): 24.21
P/E Growth Ratio (5yr expected): 1.53

Netflix menjadi laporan yang paling dinanti pasar pekan ini setelah sahamnya tertekan turun 39.6 persen dalam 52 minggu terakhir, jauh di bawah level tertinggi 134.12 dolar, dengan penurunan yang bahkan sempat berakselerasi 21.3 persen dalam tiga bulan terakhir. Sorotan utama akan tertuju pada bisnis iklan yang sudah menjangkau 250 juta pengguna aktif bulanan, naik dari 190 juta di akhir 2025, dan ditargetkan menghasilkan hampir 3 miliar dolar pendapatan tahun ini menuju target jangka panjang 9 miliar dolar pada 2030. Perkembangan konten olahraga langsung seperti NFL dan WWE mulai dijadikan alat monetisasi iklan baru lewat teknologi dynamic ad insertion, sebuah langkah strategis mengingat konten langsung biasanya sulit dilewati penonton sehingga nilai jual ke pengiklan lebih tinggi. Investor juga akan mencermati panduan margin operasi kuartal kedua yang diproyeksikan turun ke 32.6 persen dari 34.1 persen tahun lalu akibat beban amortisasi konten yang menumpuk di paruh pertama tahun, termasuk dampak dari biaya terminasi kesepakatan dengan Warner Bros Discovery yang sempat mendongkrak laba kuartal sebelumnya. Konsensus analis tetap optimis dengan target harga rata rata 113.55 dolar, mengindikasikan potensi kenaikan sekitar 46 persen dari harga saat ini, meski laporan ini juga akan menjadi ajang pembuktian arah perusahaan pasca kabar pergantian kepemimpinan di dewan komisaris, klaim yang sebaiknya dikonfirmasi ulang sebelum publikasi.


Kelima laporan keuangan ini menawarkan gambaran yang jarang terjadi dalam satu pekan, di mana sektor keuangan, farmasi, alat kesehatan, industri, dan hiburan digital sama sama diuji secara bersamaan. Bagi trader CFD, momentum ini bisa dimanfaatkan untuk mengambil posisi di berbagai instrumen berbeda dalam waktu berdekatan, namun tetap perlu diwaspadai bahwa laporan yang mengecewakan dari salah satu emiten berpotensi menyeret sentimen ke saham sejenis di sektor yang sama.

Semua saham yang disebutkan dalam artikel ini tersedia untuk diperdagangkan sebagai CFD di Agrodana Futures.


cfd saham us 1920x1080 (1)

TOP GAINERS

TOP LOSERS

Pekan 29 Juni sampai 3 Juli 2026 menunjukkan bahwa pasar saham sering bergerak bukan karena laporan keuangan, melainkan karena berita yang muncul tiba-tiba di tengah pekan. Di jajaran penguat, IBM, Adobe, dan Apple naik ditopang kombinasi investasi strategis, aksi beli insider, dan dukungan tokoh publik seperti Jim Cramer. Di sisi lain, AT&T dan Verizon sama-sama ambruk bukan karena masalah bisnis mereka sendiri, melainkan karena ancaman baru dari SpaceX yang berencana masuk lebih dalam ke pasar telekomunikasi lewat Starlink. Sementara itu Caterpillar dan Qualcomm menjadi contoh bagaimana satu berita spesifik, mulai dari short position Michael Burry sampai bantahan Elon Musk di media sosial, bisa memicu pergerakan tajam dalam hitungan hari.

1. Adobe Inc. (#ADBE) ย +12.33%

logo adobe 1280x300

Next Earnings (Laporan Keuangan): 10 September 2026
Last Dividend Ex-Date: 24 Maret 2005
52-Week Range: $190.12 - $386.60
Weekly Range: $201.13 - $222.05
Previous Close Price: $219.59 (3 Juli 2026)

Adobe melonjak setelah direktur perusahaan David Ricks membeli 10.000 saham senilai sekitar $1,95 juta, menaikkan kepemilikannya sebesar 130 persen. Aksi beli insider sebesar ini biasanya dibaca pasar sebagai sinyal kuat bahwa orang dalam perusahaan yakin sahamnya undervalued. Kepercayaan ini diperkuat analis Richard Windsor yang menyebut aksi jual saham software AI belakangan ini sudah berlebihan, dengan Adobe sebagai salah satu contoh saham yang harganya terlalu murah dibanding fundamentalnya. Akuisisi Topaz Labs untuk memperkuat kemampuan AI di bidang editing video dan gambar turut menambah optimisme, meski beberapa analis seperti Phillip Securities tetap berhati hati dan memangkas target harga karena melihat tantangan pertumbuhan jangka panjang.

2. Apple Inc. (#AAPL) +12.17%

logo apple 1280x300

Next Earnings (Laporan Keuangan): 30 Juli 2026
Last Dividend Ex-Date: 11 Mei 2026 ($0.27)
52-Week Range: $201.50 - $317.40
Weekly Range: $279.85 - $309.47
Previous Close Price: $308.49 (3 Juli 2026)

Apple naik tajam di tengah sektor teknologi yang justru melemah 2,71 persen pekan ini. Pendorong utamanya adalah pernyataan Jim Cramer di acara Mad Money yang menyoroti potensi Apple dan mendesak regulator mendukung rantai pasoknya, sebuah dukungan publik yang langsung mendongkrak minat investor. Apple juga tercatat menjadi salah satu saham paling banyak dicari investor pekan ini, tanda minat beli yang sedang tinggi. Konsensus EPS untuk kuartal mendatang diperkirakan $1,88, naik 19,8 persen dari tahun lalu, memberi dasar fundamental yang mendukung optimisme tersebut, meski kelangkaan chip memori global sempat menjadi kekhawatiran soal kenaikan biaya komponen di seluruh industri elektronik konsumen.

3. International Business Machines Corporation (#IBM) +11.71%

logo ibm 1280x300

Next Earnings (Laporan Keuangan): 22 Juli 2026
Last Dividend Ex-Date: 8 Mei 2026 ($1.69)
52-Week Range: $212.34 - $332.46
Weekly Range: $269.11 - $294.56
Previous Close Price: $289.26 (3 Juli 2026)

IBM kembali menjadi salah satu saham terkuat pekan ini setelah menegaskan komitmen investasi lebih dari $10 miliar untuk riset dan manufaktur kuantum di Amerika. Investor merespons positif di tengah sektor teknologi yang tertekan 2,71 persen, menandakan IBM dipandang sebagai pengecualian yang punya katalis nyata. Dari sisi kinerja, pendapatan tumbuh 6 persen dengan segmen software naik 8 persen dan infrastruktur naik 12 persen, menunjukkan bisnis inti IBM tetap solid. Kerja sama dengan Stagwell untuk menyelaraskan strategi brand global turut memperkuat citra IBM sebagai pemain serius di era AI dan komputasi kuantum, bukan sekadar perusahaan teknologi lawas.

4. Mastercard Incorporated (#MA) +10.17%

logo mastercard 1280x300

Next Earnings (Laporan Keuangan): 30 Juli 2026
Next Dividend Ex-Date: 9 Juli 2026 ($0.87)
52-Week Range: $464.52 - $601.77
Weekly Range: $501.97 - $539.29
Previous Close Price: $538.27 (3 Juli 2026)

Mastercard naik signifikan setelah UBS mempertahankan target harga optimis $640 dan menyoroti peluncuran Agent Pay for Machines, layanan pembayaran otomatis untuk transaksi antar mesin yang dinilai bisa jadi sumber pertumbuhan baru. Kemitraan dengan ZEN.COM untuk memperluas fitur Click to Pay juga menambah momentum positif di tengah S&P 500 yang justru melemah tipis. Rasio P/E Mastercard turun ke 28,57 kali, level yang oleh sebagian investor dianggap lebih menarik dibanding sebelumnya. Satu hal yang perlu dicatat, dari sembilan transaksi insider senilai $14,7 juta awal Juli, tiga di antaranya adalah aksi jual senilai $11,1 juta atau sekitar 75 persen dari total nilai transaksi, sinyal yang sebaiknya tetap diperhatikan meski tidak mengubah arah tren mingguan.

5. NIKE, Inc. (#NKE) +7.67%

logo nike 1280x300

Next Earnings (Laporan Keuangan): 29 September 2026
Last Dividend Ex-Date: 1 Juni 2026 ($0.41)
52-Week Range: $40.00 - $80.17
Weekly Range: $40.18 - $45.10
Previous Close Price: $44.18 (3 Juli 2026)

Nike naik setelah lembaga riset 24/7 Wall St memproyeksikan potensi rebound hingga 25 persen, didukung laporan EPS kuartal terakhir sebesar $0,72 yang melampaui ekspektasi. Perlu digarisbawahi, sebagian besar EPS ini berasal dari pemulihan tarif senilai $986 juta yang sifatnya satu kali, bukan perbaikan operasional yang berkelanjutan. Program buyback saham turut menopang sentimen positif pekan ini. Di balik kenaikan tersebut, tantangan nyata masih ada: saham Nike masih turun 30 persen sepanjang tahun berjalan, pendapatan dari China anjlok 17 persen, dan perusahaan menghadapi gugatan merek dagang dari 7-Eleven terkait desain Air Max 95 yang akan diluncurkan

1. ย QUALCOMM Incorporated (#QCOM) -12.56%

logo qualcomm 1280x300

Next Earnings (Laporan Keuangan): 29 Juli 2026
Last Dividend Ex-Date: 4 Juni 2026 ($0.92)
52-Week Range: $121.99 - $259.92
Weekly Range: $172.14 - $193.72
Previous Close Price: $176.36 (3 Juli 2026)

Qualcomm tertekan setelah laporan Wall Street Journal yang menyebut SpaceX sedang menjajaki perangkat AI berbasis chip Snapdragon milik Qualcomm langsung dibantah keras oleh Elon Musk lewat platform X, yang menyebut laporan itu sepenuhnya tidak benar. Bantahan ini membuat harga saham bergejolak tajam dalam beberapa sesi setelah sempat naik akibat spekulasi awal. Volatilitas ini menambah beban di atas tekanan fundamental yang sudah ada sejak laporan kuartal terakhir, di mana pendapatan turun 2,2 persen secara tahunan, panduan kinerja ke depan melemah, dan sejumlah analis melakukan revisi turun proyeksi laba akibat kekhawatiran inventori dan persaingan ketat di pasar smartphone.

2. AT&T Inc. (#T) -8.32%

logo at&t 1280x300

Next Earnings (Laporan Keuangan): 22 Juli 2026
Last Dividend Ex-Date: 10 Juli 2026 ($0.2775)
52-Week Range: $19.89 - $29.79
Weekly Range: $19.90 - $22.10
Previous Close Price: $20.60 (3 Juli 2026)

AT&T mencatat pekan terburuknya sejak 2022 setelah kekhawatiran investor terhadap ancaman SpaceX lewat layanan internet satelit Starlink kembali menguat. Analis Oppenheimer, Timothy Horan, menurunkan rating AT&T menjadi Perform karena menilai industri telekomunikasi meremehkan risiko masuknya satelit ke pasar wireless. Tekanan bertambah setelah muncul kabar SpaceX sedang menjajaki kemitraan dengan Charter Communications untuk layanan mobile langsung ke konsumen, yang berpotensi membuka jangkauan Starlink ke jutaan rumah tangga. AT&T sendiri sudah menegaskan satelit hanya cocok untuk wilayah pedesaan yang minim opsi lain, namun pernyataan ini belum cukup meredakan kekhawatiran pasar.ย 

3. Verizon Communications Inc. (#VZ) ย -7.79%

logo verizon 1280x300

Next Earnings (Laporan Keuangan): 24 Juli 2026
Last Dividend Ex-Date: 10 Juli 2026 ($0.7075)
52-Week Range: $38.39 - $51.68
Weekly Range: $40.77 - $45.00
Previous Close Price: $42.60 (3 Juli 2026)

Verizon ikut ambruk dalam pekan terburuknya sejak Oktober 2025, terseret sentimen negatif yang sama dengan AT&T terkait ancaman ekspansi SpaceX ke pasar wireless. CEO Verizon, Daniel Schulman, sempat menegaskan bahwa layanan satelit hanya bersifat pelengkap bagi 95 persen pelanggan mereka, namun pernyataan ini tidak cukup untuk menahan tekanan jual. Kekhawatiran pasar juga tertuju pada lelang spektrum upper C-Band yang dijadwalkan tahun depan, yang menurut sejumlah analis bisa menelan biaya puluhan miliar dolar bagi operator telekomunikasi untuk mempertahankan posisinya. Selama ancaman SpaceX ini belum mereda, tekanan terhadap sektor telekomunikasi kemungkinan masih akan berlanjut.

4. Oracle Corporation (#ORCL) ย -6.52%

logo oracle 1280x300

Next Earnings (Laporan Keuangan): 9 September 2026
Next Dividend Ex-Date: 10 Juli 2026 ($0.50)
52-Week Range: $134.57 - $345.72
Weekly Range: $138.83 - $154.48
Previous Close Price: $140.46 (3 Juli 2026)

Oracle tertekan akibat kekhawatiran investor terhadap besarnya belanja modal untuk infrastruktur AI dan dampaknya terhadap arus kas perusahaan. Persaingan dari Cisco yang sahamnya sudah naik 46 persen sepanjang tahun turut menambah tekanan sentimen. Padahal dari sisi bisnis, Oracle memproyeksikan pertumbuhan pendapatan cloud sebesar 58 hingga 64 persen, angka yang cukup kuat, namun pasar lebih fokus pada margin kotor yang turun ke 65,82 persen dari 69,66 persen pada kuartal sebelumnya sebagai tanda tekanan profitabilitas di tengah ekspansi agresif tersebut.

5. Caterpillar Inc. (#CAT) ย -4.27%

logo caterpillar 1280x300

Next Earnings (Laporan Keuangan): 4 Agustus 2026
Next Dividend Ex-Date: 20 Juli 2026 ($1.63)
52-Week Range: $388.09 - $1,073.46
Weekly Range: $947.25 - $1073.05
Previous Close Price: $963.65 (3 Juli 2026)

Caterpillar jatuh tajam setelah investor kondang Michael Burry mengumumkan telah membuka short position pertamanya terhadap saham ini tepat sehari setelah harga mencetak rekor tertinggi sepanjang masa di $1.064,90. Burry menilai rasio harga terhadap penjualan Caterpillar sudah berada di level tertinggi dalam 30 tahun terakhir, dan mengaitkannya dengan kekhawatiran lebih besar soal gelembung valuasi di saham saham yang terhubung dengan tema AI. Di sisi lain, analis Freedom Broker menilai kenaikan Caterpillar bukan sekadar hype AI, melainkan didorong permintaan nyata terhadap sistem pembangkit listrik untuk pusat data yang sedang menjamur. Terlepas dari perdebatan itu, saham Caterpillar tetap turun tajam begitu berita short position ini menyebar ke pasar.


Pekan 29 Juni sampai 3 Juli 2026 menegaskan bahwa risiko pasar tidak selalu datang dari laporan keuangan kuartalan. AT&T dan Verizon membuktikan bagaimana ancaman kompetitif dari pemain baru seperti SpaceX bisa menghantam satu sektor secara bersamaan, sementara Caterpillar dan Qualcomm menunjukkan betapa cepatnya satu berita spesifik, baik dari investor kenamaan maupun tokoh publik seperti Elon Musk, bisa mengubah arah harga dalam hitungan hari. Pekan depan, perhatian pasar kemungkinan masih akan tertuju pada perkembangan lebih lanjut soal rencana SpaceX di pasar telekomunikasi serta arah kebijakan suku bunga The Fed yang tetap menjadi penentu sentimen besar Wall Street.

Semua saham yang disebutkan dalam artikel ini tersedia untuk diperdagangkan sebagai CFD di Agrodana Futures.


cfd saham us 1920x1080 (1)

Earnings Calendar

  • Notes: BMO: Before Market Opens, AMC: After Market Close

Wall Street memasuki musim laporan keuangan Q2 2026 dengan dominasi Big Banks di dua pekan pertama Juli. Berbeda dari periode sebelumnya yang didominasi kejutan sektor teknologi, panggung kali ini sepenuhnya dikuasai oleh sektor konsumer dan finansial. Pembuka sesi jatuh pada Rabu 9 Juli ketika PepsiCo (PEP) merilis laporan kuartalan yang akan berfungsi sebagai cermin pertama kondisi daya beli konsumen AS, sebelum pasar beralih ke ujian yang lebih besar di pertengahan bulan: empat raksasa perbankan JPMorgan Chase (JPM), Goldman Sachs (GS), Bank of America (BAC), dan Wells Fargo (WFC) yang semuanya melaporkan kinerja mereka dalam rentang waktu berdekatan. Bagi para trader CFD single stock, konfigurasi ini menciptakan ladang volatilitas berlapis yang sangat jarang terbentuk dalam satu pekan perdagangan: satu laporan yang mengecewakan dari salah satu bank besar berpotensi memicu tekanan jual yang merembet ke seluruh sektor finansial, sementara kejutan positif pada angka kunci seperti net interest income atau guidance bisa membuka peluang reli sektoral yang agresif dan menciptakan momentum di kedua arah pasar.

PepsiCo, Inc. (#PEP)

logo pepsi 1280x300

Company Name : PepsiCo, Inc.
Ticker & Market : $PEP - NYSE
Sector & Industry : Consumer Staples - Non-Alcoholic Beverages
Headquarters : Purchase, New York, USA
Market Cap : US$193.25B
Trailing P/E (valuasi berdasarkan laba 12 bulan terakhir) : 22.20
Forward P/E (valuasi berdasarkan proyeksi laba 12 bulan ke depan) : 16.45
P/E Growth Ratio (5yr expected) : 1.52

Membuka musim laporan keuangan Juli pada Rabu 9 Juli, PepsiCo (PEP) datang dengan beban tekanan yang tidak ringan. Bank of America telah lebih dulu memangkas estimasi EPS Q2 menjadi $2,18 dan menurunkan target harga dari $173 menjadi $164 sambil mempertahankan rating Neutral, sementara Jefferies mengikuti dengan target $162 dan rating Hold, keduanya sepakat bahwa luka terdalam berasal dari segmen PepsiCo Foods North America (PFNA). Data NielsenIQ mengonfirmasi kekhawatiran tersebut secara konkret: pertumbuhan penjualan ritel PFNA terkontraksi dari +0,6% di Q1 menjadi -1,0% di Q2, dengan tekanan yang merata di hampir seluruh merek andalan mulai dari Lay's, Doritos, Tostitos, Cheetos, hingga Ruffles, sementara divisi minuman menghadapi dilema serupa karena Pepsi terus kehilangan pangsa pasar dan Mountain Dew tercatat underperform di kategorinya. Di sisi yang berlawanan, PepsiCo justru mengencangkan mesin pemasaran dengan serangkaian kampanye besar: kolaborasi Gordon Ramsay untuk Doritos Loaded di gelaran Formula 1, bundel heritage can Mountain Dew di TikTok Shop, hingga sweepstakes cruise Alaska bersama Captain D's. Ironinya, analis menilai serangan marketing yang mahal ini tidak cukup kuat untuk membalikkan tren negatif PFNA dalam waktu dekat, dan justru berpotensi menekan margin lebih lanjut jika konversi penjualan tidak mengikuti. Dengan proyeksi pertumbuhan organik full-year yang dipangkas ke 3,0% dan pasar berharap manajemen mengkonfirmasi kembali panduan tahunan mereka, laporan 9 Juli akan menjadi penentu apakah pemulihan PFNA benar-benar dimulai di paruh kedua 2026, atau terus mundur menjadi harapan yang tidak kunjung tiba.

Bank of America (#BAC)

logo bofa 1280x300

Company Name : Bank of America Corporation
Ticker & Market : $BAC - NYSE
Sector & Industry : Financials - Diversified Banks
Headquarters : Charlotte, North Carolina, USA
Market Cap : US$410.75B
Trailing P/E (valuasi berdasarkan laba 12 bulan terakhir) : 14.36
Forward P/E (valuasi berdasarkan proyeksi laba 12 bulan ke depan) : 13.02
P/E Growth Ratio (5yr expected) : 1.03

Di antara empat raksasa perbankan yang bersiap merilis kinerja di pertengahan Juli, Bank of America (BAC) tampil dengan proposisi nilai yang paling menarik dari sisi valuasi. Diperdagangkan di kisaran $57,88 dan diestimasi masih berada sekitar 18,1% di bawah nilai wajarnya, BAC menawarkan kombinasi antara diskon harga yang signifikan dengan Forward P/E yang sangat rendah di 13,02x, menjadikannya big bank paling "murah" secara valuasi relatif di antara sesama pemain utama sektor ini. Hasil Q1 2026 pun cukup meyakinkan dengan ROE 10,64% dan net margin 27,56% yang mencerminkan profitabilitas yang terus membaik. BAC juga menggencarkan langkah-langkah strategis yang memperluas potensi fee income ke depan: peluncuran solusi pembayaran lintas batas secara real-time untuk klien korporat melalui platform SWIFT dan CashPro yang mengincar lonjakan transaksi P2P dan B2C global, serta status sebagai bank resmi FIFA World Cup 2026 yang membuka jalur akuisisi nasabah baru dalam skala sangat masif. Kepercayaan analis pun mulai menguat, ditandai dengan Truist yang menaikkan target harga ke $64 dari $61 berdasarkan optimisme terhadap pertumbuhan trading dan ekspansi solusi pembayaran baru. Satu hal yang tetap perlu dicermati adalah aksi penjualan saham oleh CEO Brian T. Moynihan dalam dua transaksi senilai lebih dari $1,9 juta, sebuah pola yang tidak selalu menjadi sinyal negatif definitif, namun tetap layak untuk dipantau di tengah narasi pemulihan sektor yang sedang dibangun manajemen.

Goldman Sachs (#GS)

logo goldman sachs 1280x300

Company Name : The Goldman Sachs Group, Inc.
Ticker & Market : $GS - NYSE
Sector & Industry : Financials - Capital Markets
Headquarters : New York City, New York, USA
Market Cap : US$300.79B
Trailing P/E (valuasi berdasarkan laba 12 bulan terakhir) : 18.62
Forward P/E (valuasi berdasarkan proyeksi laba 12 bulan ke depan) : 17.33
P/E Growth Ratio (5yr expected) : 1.58

Goldman Sachs (GS) memasuki musim laporan Q2 dengan warisan kinerja Q1 yang sangat solid, di mana perusahaan mencetak EPS $17,55 yang melampaui estimasi konsensus $15,92 secara signifikan, diiringi pendapatan $17,23 miliar yang tumbuh 14,4% secara tahunan. Kepercayaan diri manajemen terhadap kesehatan neraca sendiri dikomunikasikan secara tegas lewat keputusan menaikkan dividen kuartalan sebesar 11% menjadi $5,00 per saham, sebuah sinyal kuat yang tidak lazim dilakukan oleh perusahaan yang merasa kondisi modalnya tidak cukup nyaman. Namun di balik narasi bullish ini, terdapat satu sinyal yang menuntut kecermatan lebih: antara awal hingga pertengahan Mei 2026, para insider Goldman Sachs tercatat melakukan 11 transaksi penjualan saham dengan total nilai melampaui $20 juta, di mana penjualan terbesar dilakukan oleh Chief Accounting Officer yang melepas sekitar 8.166 saham senilai hampir $7,6 juta. Aksi jual internal yang masif ini kontras dengan posisi publik manajemen yang sangat optimistis, termasuk proyeksi bullish terhadap saham AI seperti Klaviyo dan Braze yang diproyeksikan berpotensi naik 60% dalam setahun ke depan. Dengan Trailing P/E di 18,62x dan Forward P/E di 17,33x yang menempatkan GS pada valuasi lebih premium dibandingkan bank diversified lainnya di daftar ini, laporan Q2 akan menjadi pembuktian kritis: apakah momentum luar biasa dari lini trading dan advisory di Q1 mencerminkan akselerasi struktural yang berkelanjutan, atau sekadar kilatan siklikal yang tidak akan terulang di kuartal berikutnya.

JPMorgan (#JPM)

jp morgan logo 1280x300

Company Name : JPMorgan Chase & Co.
Ticker & Market : $JPM - NYSE
Sector & Industry : Financials - Diversified Banks
Headquarters : New York City, New York, USA
Market Cap : US881.69B
Trailing P/E (valuasi berdasarkan laba 12 bulan terakhir) : 15.75
Forward P/E (valuasi berdasarkan proyeksi laba 12 bulan ke depan) : 15.02
P/E Growth Ratio (5yr expected) : 1.75

Sebagai bank terbesar di Amerika Serikat sekaligus penentu nada awal bagi seluruh sektor perbankan, laporan Q2 JPMorgan Chase (JPM) akan menjadi katalis paling dinantikan di musim pelaporan kali ini. Fokus analis tertuju pada tiga variabel utama: ketangguhan net interest income (NII) di tengah lingkungan suku bunga tinggi yang diperpanjang, kontribusi fee-based income dari lini trading dan investment banking yang selama ini menjadi mesin pendapatan pelengkap JPM, serta sinyal manajemen tentang kesehatan kredit konsumer yang menjadi ujian paling nyata atas kondisi ekonomi riil AS. JPM sendiri telah meletakkan fondasi narasi positif dengan memproyeksikan potensi pemulihan di sektor konsumer, terutama di segmen barang mewah dan perjalanan yang didorong oleh meningkatnya kepercayaan konsumen, seiring komitmen sosial senilai hampir $40 juta melalui American Dream Initiative yang menargetkan penciptaan sekitar 6.000 lapangan kerja baru. Di luar angka-angka keuangan, perubahan kepemimpinan yang baru ditetapkan dengan penunjukan Doug Petno dan Troy Rohrbaugh sebagai co-presiden sementara Jamie Dimon memperpanjang masa jabatannya akan menjadi sorotan tersendiri, karena menandai babak transisi kepemimpinan yang krusial di institusi yang mengelola aset bernilai triliunan dolar ini. Bagi trader CFD, laporan JPM yang melampaui estimasi akan berperan sebagai pemantik reli sektoral yang agresif, sementara panduan konservatif atau peringatan kualitas kredit berpotensi memicu gelombang tekanan jual yang merembet ke saham bank lain di hari perdagangan berikutnya.

Wells Fargo (#WFC)

logo wells fargo 1280x300

Company Name : Wells Fargo & Company
Ticker & Market : $WFC - NYSE
Sector & Industry : Financials - Diversified Banks
Headquarters : San Francisco, California, USA
Market Cap : US256.63B
Trailing P/E (valuasi berdasarkan laba 12 bulan terakhir) : 12.96
Forward P/E (valuasi berdasarkan proyeksi laba 12 bulan ke depan) : 11.92
P/E Growth Ratio (5yr expected) : 1.49

Menutup parade laporan big banks pada Senin 14 Juli, Wells Fargo (WFC) datang dengan amunisi fundamental paling konkret di antara sesama bank yang melaporkan kinerja di pekan ini. Hanya beberapa hari sebelum rilis, WFC berhasil melewati uji tekanan Federal Reserve 2026 dengan stress capital buffer yang tidak berubah di angka 2,5%, konfirmasi resmi dari regulator bahwa kesehatan neraca bank ini cukup kuat untuk menghadapi skenario ekonomi paling buruk sekalipun. Kekuatan modal ini langsung ditindaklanjuti dengan pengumuman rencana kenaikan dividen kuartalan sebesar 11% menjadi $0,50 per saham (tertunda persetujuan dewan direksi pada Juli), sebuah langkah yang secara tegas mengkomunikasikan kepercayaan diri manajemen kepada pasar. Konsensus analis untuk laporan Q2 ini juga terukur dengan cukup optimistis: estimasi EPS di $1,74, yang jika tercapai akan mencerminkan pertumbuhan 12,99% secara tahunan dan mengkonfirmasi bahwa jalur pemulihan profitabilitas WFC pasca-pembatasan aset regulatori sedang berjalan pada koridor yang benar. Dengan Trailing P/E di 12,96x dan Forward P/E di 11,92x yang menempatkannya sebagai big bank dengan valuasi paling rendah di daftar ini, WFC menawarkan bantalan downside yang relatif lebih tebal. Bagi trader CFD, kombinasi antara koreksi harga terbaru (-1,04% ke kisaran $83,86), valuasi yang kompetitif, dan momentum rencana kenaikan dividen menciptakan setup taktis yang layak dicermati dengan seksama menjelang dan sesaat setelah rilis laporan.


Dua pekan pembuka Juli 2026 menempatkan lima emiten kelas satu di bawah tekanan pembuktian yang tidak main-main. PepsiCo membuka babak ini sebagai barometer daya beli konsumen AS, dan hasilnya akan membentuk ekspektasi pasar untuk seluruh sektor consumer staples. Setelahnya, parade laporan dari JPMorgan, Goldman Sachs, Bank of America, dan Wells Fargo akan menggambar peta besar kesehatan sektor keuangan global di tengah era suku bunga tinggi yang diperpanjang. Bagi para trader CFD di Agrodana Futures, musim laporan ini adalah medan di mana kesiapan analisis jauh lebih menentukan dari sekadar momentum pasar sesaat: satu laporan yang mengecewakan dari salah satu pemain utama berpotensi memicu tekanan jual yang merembet melampaui sektornya, sementara kejutan positif pada angka kunci seperti NII, trading revenue, atau panduan ke depan bisa membuka peluang reli yang sangat agresif. Disiplin, kecepatan membaca data real-time, dan perencanaan level entry-exit yang matang akan menjadi penentu siapa yang berhasil memanen volatilitas pekan paling padat musim ini.

Semua saham yang disebutkan dalam artikel ini tersedia untuk diperdagangkan sebagai CFD di Agrodana Futures.


cfd saham us 1920x1080 (1)

TOP GAINERS

TOP LOSERS

Pekan ini, Wall Street menjadi saksi terjadinya rotasi dana investor dari sektor teknologi menuju sektor defensif, khususnya kesehatan (healthcare). Di satu sisi, euforia kecerdasan buatan (AI) mulai menemui jalan terjal; investor mulai mencemaskan valuasi yang terlalu mahal, lonjakan biaya operasional, serta lambatnya monetisasi dari investasi infrastruktur AI yang jor-joran. Sebagai gantinya, arus dana mengalir deras ke perusahaan-perusahaan farmasi dan kesehatan yang menawarkan kepastian inovasi produk, persetujuan regulasi yang positif, serta stabilitas arus kas. Pasar pekan ini memberikan pesan tegas: ketika janji masa depan teknologi mulai dipertanyakan, investor akan kembali berlindung pada saham dengan fundamental yang teruji hari ini.

1. Merck & Co., Inc. (#MRK) ย 12.46%

logo merck 1280x300

Next Earnings (Laporan Keuangan): 4 Agustus 2026
Last Dividend Ex-Date: 15 Juni 2026 ($0.85)
52-Week Range: $76.66 - $128.78
Weekly Range: $113.00 - $128.85
Previous Close Price: $128.06 (26 Juni 2026)

Merck memimpin reli luar biasa di sektor kesehatan pekan ini, didorong oleh rotasi dana investor yang mencari perlindungan di saham-saham defensif berkapitalisasi besar. Di tengah anjloknya sektor teknologi, posisi Merck sebagai raksasa farmasi dengan portofolio obat-obatan andalan dan jalur distribusi global yang kuat menjadikannya tempat berlabuh yang sangat aman bagi para investor yang mulai menghindari risiko tinggi di pasar saham.

2. Johnson & Johnson (#JNJ) +10.46%

logo jnj 1280x300

Next Earnings (Laporan Keuangan): 15 Juli 2026
Last Dividend Ex-Date: 26 Mei 2026 ($1.34)
52-Week Range: $151.01 - $255.11
Weekly Range: $228.59 - $255.24
Previous Close Price: $254.24 (26 Juni 2026)

Saham Johnson & Johnson melesat setelah mempresentasikan data pengujian yang sangat menjanjikan untuk obat IMAAVY dalam menangani penyakit autoimun langka (myasthenia gravis). Prospek intervensi medis yang lebih dini ini, ditambah dengan pembaruan peringkat saham menjadi "Overweight" dari analis Morgan Stanley, sukses memicu aksi beli. Pasar melihat bahwa JNJ saat ini memiliki valuasi yang terdiskon (undervalued) namun terus menghasilkan inovasi medis yang menguntungkan.

3.International Business Machines Corporation (#IBM) +10.03%

logo ibm 1280x300

Next Earnings (Laporan Keuangan): 22 Juli 2026
Last Dividend Ex-Date: 8 Mei 2026 ($1.69)
52-Week Range: $212.34 - $332.46
Weekly Range: $243.88 - $273.39
Previous Close Price: $271.81 (26 Juni 2026)

Di saat mayoritas saham teknologi bertumbangan, IBM tampil sebagai anomali berkat pengumuman terobosan revolusionernya: teknologi cip sub-1 nanometer pertama di dunia. Inovasi yang menjanjikan lonjakan performa hingga 50% dan efisiensi energi 70% lebih baik ini membuat pasar terkesima. Terobosan fundamental ini sukses menghapus keraguan analis terhadap lambatnya pertumbuhan pendapatan IBM belakangan ini, membuktikan bahwa perusahaan ini masih menjadi pionir inovasi semikonduktor global.

4. Eli Lilly and Company (#LLY) +9.13

eli lilly logo 1280x300

Next Earnings (Laporan Keuangan): 5 Agustus 2026
Last Dividend Ex-Date: 15 Mei 2026 ($1.73)
52-Week Range: $623.78 - $1182.73
Weekly Range: $1087.84 - $1145.86
Previous Close Price: $1100.76 (19 Juni 2026)

Eli Lilly mencetak rekor harga tertinggi baru di 52-minggu (menembus $1.206) berkat dua katalis raksasa sekaligus. Pertama, komite pengawas obat Eropa (EMA) memberikan rekomendasi positif untuk obat kanker mereka, Jaypirca. Kedua, adanya program baru dari Medicare yang akan memberikan subsidi biaya bagi obat penurun berat badan (GLP-1) andalan mereka. Kombinasi perluasan izin pasar dan kemudahan akses bagi konsumen ini membuat prospek pendapatan Eli Lilly ke depan semakin tak terbendung.

5. Abbott Laboratories (#ABT) +7.74%

logo abbott 1280x300

Next Earnings (Laporan Keuangan): 16 Juli 2026
Last Dividend Ex-Date: 15 Juli 2026 ($0.63)
52-Week Range: $81.97 - $137.49
Weekly Range: $87.17 - $95.23
Previous Close Price: $93.99 (26 Juni 2026)

Sempat tertinggal sepanjang tahun ini, saham Abbott akhirnya memantul naik (rebound) menjelang rilis laporan keuangannya. Optimisme ini didorong oleh kuatnya penjualan perangkat pemonitor gula darah (FreeStyle Libre CGM) yang mencetak $2 miliar, serta kemitraan strategis baru untuk mengembangkan alat tes darah pendeteksi Alzheimer. Investor mulai memborong saham ini karena valuasinya dianggap sudah sangat murah dan operasionalnya terbukti tangguh melawan tekanan kompetitor.

1. ย Oracle Corporation (#ORCL) -17.87%

logo oracle 1280x300

Next Earnings (Laporan Keuangan): 9 September 2026
Next Dividend Ex-Date: 10 Juli 2026 ($0.50)
52-Week Range: $121.99 - $259.92
Weekly Range: $148.33 - $184.58
Previous Close Price: $148.65 (26 Juni 2026)

Meskipun layanan cloud Oracle sebenarnya tumbuh fantastis hingga 93%, saham ini justru dihukum pasar akibat membengkaknya beban utang dan lonjakan belanja modal hingga 162%. Pemicu utama kepanikan investor pekan ini adalah kabar tertundanya penawaran saham perdana (IPO) OpenAI hingga tahun 2027. Hal ini memunculkan ketakutan besar bahwa investasi infrastruktur pusat data AI milik Oracle yang bernilai triliunan rupiah akan lambat menghasilkan uang (monetisasi) dalam waktu dekat.

2. QUALCOMM Incorporated (#QCOM) -13.38%

logo qualcomm 1280x300

Next Earnings (Laporan Keuangan): 29 Juli 2026
Last Dividend Ex-Date: 4 Juni 2026 ($0.92)
52-Week Range: $121.99 - $259.92
Weekly Range: $186.15 - $233.63
Previous Close Price: $189.00 (26 Juni 2026)

Qualcomm terseret jatuh oleh gelombang aksi jual di sektor semikonduktor yang dipicu oleh ketakutan akan meroketnya harga komponen memori. Meskipun perusahaan sedang gencar mengubah fokus bisnisnya menuju cip pusat data AI dengan target penjualan $15 miliar di masa depan, perlambatan pertumbuhan pendapatan kuartalan dan adanya aksi jual saham bernilai besar oleh petinggi perusahaan (CFO) membuat ritel dan institusi memilih untuk segera mengamankan keuntungan mereka.

3. NVIDIA Corporation (#NVDA)ย -10.05%

logo nvidia 1280x300

Next Earnings (Laporan Keuangan): 26 Agustus 2026
Last Dividend Ex-Date: 4 Juni 2026 ($0.25)
52-Week Range: $151.49 - $236.54
Weekly Range: $191.44 - $213.91
Previous Close Price: $192.13 (26 Juni 2026)

Raja cip AI ini akhirnya mengalami koreksi tajam menyusul peringatan keras dari investor veteran mengenai potensi "pecahnya gelembung" (bubble) valuasi saham AI di pasar. Selain faktor psikologis tersebut, Nvidia kini menghadapi tekanan persaingan nyata; margin kotor mereka yang sebesar 75% baru saja disalip oleh Micron yang mencetak 84,9%. Kekhawatiran bahwa dominasi absolut Nvidia mulai mendapat perlawanan sengit dari kompetitor membuat saham ini kehilangan pijakannya pekan ini.

4. NIKE, Inc. (#NKE) ย -8.23%

logo nike 1280x300

Next Earnings (Laporan Keuangan): 30 Juni 2026
Last Dividend Ex-Date: 1 Juni 2026 ($0.41)
52-Week Range: $40.00 - $80.17
Weekly Range: $40.26 - $44.98
Previous Close Price: $40.88 (26 Juni 2026)

Jelang perilisan laporan keuangan kuartalannya, Nike sudah mendapat hukuman dari pasar akibat ekspektasi yang sangat pesimis. Perusahaan peralatan olahraga ini tengah dihantam badai masalah: mulai dari melemahnya permintaan konsumen, hilangnya daya tawar harga, hingga transisi kepemimpinan yang memicu ketidakpastian strategi. Penurunan beruntun pada estimasi laba membuat saham Nike terus ditinggalkan oleh investor yang mencari pertumbuhan lebih pasti.

5. The Goldman Sachs Group, Inc. (#GS) ย -8.14%

logo goldman sachs 1280x300

Next Earnings (Laporan Keuangan): 14 Juli 2026
Last Dividend Ex-Date: 1 Juni 2026 ($4.50)
52-Week Range: $685.39 - $1,125.00
Weekly Range: $1011.93 - $1109.89
Previous Close Price: $1016.77 (26 Juni 2026)

Kekecewaan pemegang saham menjadi penyebab utama anjloknya saham bank investasi raksasa ini. Pasca-lolos uji ketahanan (stress test) oleh The Fed, Goldman Sachs memang mengumumkan kenaikan dividen 11%, namun perusahaan memutuskan untuk tidak melakukan program pembelian kembali saham (buyback). Keputusan ini sangat kontras dan terlihat pelit di mata investor jika dibandingkan dengan kompetitornya, JPMorgan, yang agresif memanjakan pemegang sahamnya dengan program buyback senilai $50 miliar.


Koreksi tajam di sektor teknologi pekan ini menjadi pengingat penting bahwa ekspektasi dan narasi sehebat apa pun memiliki batas valuasinya. Ketika saham-saham seperti Oracle, Nvidia, dan Qualcomm mulai terbebani oleh tingginya ekspektasi pasar dan membengkaknya biaya infrastruktur AI, aliran modal dengan cerdas langsung berotasi mencari perusahaan yang menawarkan imbal hasil nyata dan inovasi yang sudah bisa dikomersialkan, seperti yang ditunjukkan oleh deretan emiten di sektor kesehatan. Bagi para trader dan investor, momen rotasi sektor seperti ini selalu membuka peluang emas, baik untuk memanfaatkan pantulan (rebound) saham defensif maupun peluang short-selling pada saham yang sudah kelebihan valuasi.

Semua saham yang disebutkan dalam artikel ini tersedia untuk diperdagangkan sebagai CFD di Agrodana Futures.


cfd saham us 1920x1080 (1)

Masih ragu dan memiliki pertanyaan lainnya ?

Kantor Pusat
Menara Batavia Lt. 3A
Jl. K.H. Mas Mansyur No.Kav. 126,
Karet Tengsin, Kec. Tanah Abang,
Kota Jakarta Pusat 10220
Telp: 021 - 57902535
Berlangganan Newsletter Agrodana:
Ikuti Kami
facebook agrodanayoutube agrodanainstagram agrodana
agrodana iosagrodana android
Berizin & Diawasi Oleh:
bappebti whitebi whiteojk white
Agrodana Futures adalah perusahaan Pialang berizin dan diawasi oleh Bappebti, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), dan merupakan anggota dari Bursa ICDX dan JFX dan Kliring House ICH dan KBI. Kami menerima klien Warga Negara Indonesia dan Asing yang memegang Kartu Izin Tinggal Terbatas di Indonesia kecuali warga negara Amerika Serikat, Kanada, Uni Eropa, Australia, Jepang, Iran dan Korea Utara. Transaksi ini memiliki leverage dan tingkat risiko yang tinggi terhadap modal, dan tidak selalu cocok untuk semua orang, pelajari dan pahami risikonya sebelum memulai transaksi.

Copyright @2025 Agrodana Futures
Waspada Penipuan
/ Kebijakan Privasi / Pengaduan Nasabah
Ikuti Kami
alt=""alt=""alt=""
Kantor Pusat
Menara Batavia Lt 3A
Jl. K.H. Mas Mansyur No.Kav. 126, Karet Tengsin, Kec. Tanah Abang, Kota Jakarta Pusat 10220
Telp: 021 - 57902535
Email:  [email protected]Whatsapp: +6281-988-3777
Berlangganan Newsletter Agrodana :
Berizin & Diawasi Oleh:
bappebti whitebi whiteojk white
Agrodana Futures adalah perusahaan Pialang berizin dan diawasi oleh Bappebti, Otoritas Jasa Keuangan dan Bank Indonesia, dan merupakan anggota dari Bursa ICDX dan JFX dan Kliring House ICH dan KBI. Kami menerima klien Warga Negara Indonesia dan Asing yang memegang Kartu Izin Tinggal Terbatas di Indonesia kecuali warga negara Amerika Serikat, Kanada, Uni Eropa, Australia, Jepang, Iran dan Korea Utara. Transaksi ini memiliki leverage dan tingkat risiko yang tinggi terhadap modal, dan tidak selalu cocok untuk semua orang, pelajari dan pahami risikonya sebelum memulai transaksi.

Copyright @2025 Agrodana Futures
Waspada Penipuan / Kebijakan Privasi / Pengaduan Nasabah
Whatsapp Non Klien
crossmenuchevron-down