logo agrodana futures official
Buka Akun

Earnings Calendar

  • Notes: BMO: Before Market Opens, AMC: After Market Close

Wall Street memasuki musim laporan keuangan Q2 2026 dengan dominasi Big Banks di dua pekan pertama Juli. Berbeda dari periode sebelumnya yang didominasi kejutan sektor teknologi, panggung kali ini sepenuhnya dikuasai oleh sektor konsumer dan finansial. Pembuka sesi jatuh pada Rabu 9 Juli ketika PepsiCo (PEP) merilis laporan kuartalan yang akan berfungsi sebagai cermin pertama kondisi daya beli konsumen AS, sebelum pasar beralih ke ujian yang lebih besar di pertengahan bulan: empat raksasa perbankan JPMorgan Chase (JPM), Goldman Sachs (GS), Bank of America (BAC), dan Wells Fargo (WFC) yang semuanya melaporkan kinerja mereka dalam rentang waktu berdekatan. Bagi para trader CFD single stock, konfigurasi ini menciptakan ladang volatilitas berlapis yang sangat jarang terbentuk dalam satu pekan perdagangan: satu laporan yang mengecewakan dari salah satu bank besar berpotensi memicu tekanan jual yang merembet ke seluruh sektor finansial, sementara kejutan positif pada angka kunci seperti net interest income atau guidance bisa membuka peluang reli sektoral yang agresif dan menciptakan momentum di kedua arah pasar.

PepsiCo, Inc. (#PEP)

logo pepsi 1280x300

Company Name : PepsiCo, Inc.
Ticker & Market : $PEP - NYSE
Sector & Industry : Consumer Staples - Non-Alcoholic Beverages
Headquarters : Purchase, New York, USA
Market Cap : US$193.25B
Trailing P/E (valuasi berdasarkan laba 12 bulan terakhir) : 22.20
Forward P/E (valuasi berdasarkan proyeksi laba 12 bulan ke depan) : 16.45
P/E Growth Ratio (5yr expected) : 1.52

Membuka musim laporan keuangan Juli pada Rabu 9 Juli, PepsiCo (PEP) datang dengan beban tekanan yang tidak ringan. Bank of America telah lebih dulu memangkas estimasi EPS Q2 menjadi $2,18 dan menurunkan target harga dari $173 menjadi $164 sambil mempertahankan rating Neutral, sementara Jefferies mengikuti dengan target $162 dan rating Hold, keduanya sepakat bahwa luka terdalam berasal dari segmen PepsiCo Foods North America (PFNA). Data NielsenIQ mengonfirmasi kekhawatiran tersebut secara konkret: pertumbuhan penjualan ritel PFNA terkontraksi dari +0,6% di Q1 menjadi -1,0% di Q2, dengan tekanan yang merata di hampir seluruh merek andalan mulai dari Lay's, Doritos, Tostitos, Cheetos, hingga Ruffles, sementara divisi minuman menghadapi dilema serupa karena Pepsi terus kehilangan pangsa pasar dan Mountain Dew tercatat underperform di kategorinya. Di sisi yang berlawanan, PepsiCo justru mengencangkan mesin pemasaran dengan serangkaian kampanye besar: kolaborasi Gordon Ramsay untuk Doritos Loaded di gelaran Formula 1, bundel heritage can Mountain Dew di TikTok Shop, hingga sweepstakes cruise Alaska bersama Captain D's. Ironinya, analis menilai serangan marketing yang mahal ini tidak cukup kuat untuk membalikkan tren negatif PFNA dalam waktu dekat, dan justru berpotensi menekan margin lebih lanjut jika konversi penjualan tidak mengikuti. Dengan proyeksi pertumbuhan organik full-year yang dipangkas ke 3,0% dan pasar berharap manajemen mengkonfirmasi kembali panduan tahunan mereka, laporan 9 Juli akan menjadi penentu apakah pemulihan PFNA benar-benar dimulai di paruh kedua 2026, atau terus mundur menjadi harapan yang tidak kunjung tiba.

Bank of America (#BAC)

logo bofa 1280x300

Company Name : Bank of America Corporation
Ticker & Market : $BAC - NYSE
Sector & Industry : Financials - Diversified Banks
Headquarters : Charlotte, North Carolina, USA
Market Cap : US$410.75B
Trailing P/E (valuasi berdasarkan laba 12 bulan terakhir) : 14.36
Forward P/E (valuasi berdasarkan proyeksi laba 12 bulan ke depan) : 13.02
P/E Growth Ratio (5yr expected) : 1.03

Di antara empat raksasa perbankan yang bersiap merilis kinerja di pertengahan Juli, Bank of America (BAC) tampil dengan proposisi nilai yang paling menarik dari sisi valuasi. Diperdagangkan di kisaran $57,88 dan diestimasi masih berada sekitar 18,1% di bawah nilai wajarnya, BAC menawarkan kombinasi antara diskon harga yang signifikan dengan Forward P/E yang sangat rendah di 13,02x, menjadikannya big bank paling "murah" secara valuasi relatif di antara sesama pemain utama sektor ini. Hasil Q1 2026 pun cukup meyakinkan dengan ROE 10,64% dan net margin 27,56% yang mencerminkan profitabilitas yang terus membaik. BAC juga menggencarkan langkah-langkah strategis yang memperluas potensi fee income ke depan: peluncuran solusi pembayaran lintas batas secara real-time untuk klien korporat melalui platform SWIFT dan CashPro yang mengincar lonjakan transaksi P2P dan B2C global, serta status sebagai bank resmi FIFA World Cup 2026 yang membuka jalur akuisisi nasabah baru dalam skala sangat masif. Kepercayaan analis pun mulai menguat, ditandai dengan Truist yang menaikkan target harga ke $64 dari $61 berdasarkan optimisme terhadap pertumbuhan trading dan ekspansi solusi pembayaran baru. Satu hal yang tetap perlu dicermati adalah aksi penjualan saham oleh CEO Brian T. Moynihan dalam dua transaksi senilai lebih dari $1,9 juta, sebuah pola yang tidak selalu menjadi sinyal negatif definitif, namun tetap layak untuk dipantau di tengah narasi pemulihan sektor yang sedang dibangun manajemen.

Goldman Sachs (#GS)

logo goldman sachs 1280x300

Company Name : The Goldman Sachs Group, Inc.
Ticker & Market : $GS - NYSE
Sector & Industry : Financials - Capital Markets
Headquarters : New York City, New York, USA
Market Cap : US$300.79B
Trailing P/E (valuasi berdasarkan laba 12 bulan terakhir) : 18.62
Forward P/E (valuasi berdasarkan proyeksi laba 12 bulan ke depan) : 17.33
P/E Growth Ratio (5yr expected) : 1.58

Goldman Sachs (GS) memasuki musim laporan Q2 dengan warisan kinerja Q1 yang sangat solid, di mana perusahaan mencetak EPS $17,55 yang melampaui estimasi konsensus $15,92 secara signifikan, diiringi pendapatan $17,23 miliar yang tumbuh 14,4% secara tahunan. Kepercayaan diri manajemen terhadap kesehatan neraca sendiri dikomunikasikan secara tegas lewat keputusan menaikkan dividen kuartalan sebesar 11% menjadi $5,00 per saham, sebuah sinyal kuat yang tidak lazim dilakukan oleh perusahaan yang merasa kondisi modalnya tidak cukup nyaman. Namun di balik narasi bullish ini, terdapat satu sinyal yang menuntut kecermatan lebih: antara awal hingga pertengahan Mei 2026, para insider Goldman Sachs tercatat melakukan 11 transaksi penjualan saham dengan total nilai melampaui $20 juta, di mana penjualan terbesar dilakukan oleh Chief Accounting Officer yang melepas sekitar 8.166 saham senilai hampir $7,6 juta. Aksi jual internal yang masif ini kontras dengan posisi publik manajemen yang sangat optimistis, termasuk proyeksi bullish terhadap saham AI seperti Klaviyo dan Braze yang diproyeksikan berpotensi naik 60% dalam setahun ke depan. Dengan Trailing P/E di 18,62x dan Forward P/E di 17,33x yang menempatkan GS pada valuasi lebih premium dibandingkan bank diversified lainnya di daftar ini, laporan Q2 akan menjadi pembuktian kritis: apakah momentum luar biasa dari lini trading dan advisory di Q1 mencerminkan akselerasi struktural yang berkelanjutan, atau sekadar kilatan siklikal yang tidak akan terulang di kuartal berikutnya.

JPMorgan (#JPM)

jp morgan logo 1280x300

Company Name : JPMorgan Chase & Co.
Ticker & Market : $JPM - NYSE
Sector & Industry : Financials - Diversified Banks
Headquarters : New York City, New York, USA
Market Cap : US881.69B
Trailing P/E (valuasi berdasarkan laba 12 bulan terakhir) : 15.75
Forward P/E (valuasi berdasarkan proyeksi laba 12 bulan ke depan) : 15.02
P/E Growth Ratio (5yr expected) : 1.75

Sebagai bank terbesar di Amerika Serikat sekaligus penentu nada awal bagi seluruh sektor perbankan, laporan Q2 JPMorgan Chase (JPM) akan menjadi katalis paling dinantikan di musim pelaporan kali ini. Fokus analis tertuju pada tiga variabel utama: ketangguhan net interest income (NII) di tengah lingkungan suku bunga tinggi yang diperpanjang, kontribusi fee-based income dari lini trading dan investment banking yang selama ini menjadi mesin pendapatan pelengkap JPM, serta sinyal manajemen tentang kesehatan kredit konsumer yang menjadi ujian paling nyata atas kondisi ekonomi riil AS. JPM sendiri telah meletakkan fondasi narasi positif dengan memproyeksikan potensi pemulihan di sektor konsumer, terutama di segmen barang mewah dan perjalanan yang didorong oleh meningkatnya kepercayaan konsumen, seiring komitmen sosial senilai hampir $40 juta melalui American Dream Initiative yang menargetkan penciptaan sekitar 6.000 lapangan kerja baru. Di luar angka-angka keuangan, perubahan kepemimpinan yang baru ditetapkan dengan penunjukan Doug Petno dan Troy Rohrbaugh sebagai co-presiden sementara Jamie Dimon memperpanjang masa jabatannya akan menjadi sorotan tersendiri, karena menandai babak transisi kepemimpinan yang krusial di institusi yang mengelola aset bernilai triliunan dolar ini. Bagi trader CFD, laporan JPM yang melampaui estimasi akan berperan sebagai pemantik reli sektoral yang agresif, sementara panduan konservatif atau peringatan kualitas kredit berpotensi memicu gelombang tekanan jual yang merembet ke saham bank lain di hari perdagangan berikutnya.

Wells Fargo (#WFC)

logo wells fargo 1280x300

Company Name : Wells Fargo & Company
Ticker & Market : $WFC - NYSE
Sector & Industry : Financials - Diversified Banks
Headquarters : San Francisco, California, USA
Market Cap : US256.63B
Trailing P/E (valuasi berdasarkan laba 12 bulan terakhir) : 12.96
Forward P/E (valuasi berdasarkan proyeksi laba 12 bulan ke depan) : 11.92
P/E Growth Ratio (5yr expected) : 1.49

Menutup parade laporan big banks pada Senin 14 Juli, Wells Fargo (WFC) datang dengan amunisi fundamental paling konkret di antara sesama bank yang melaporkan kinerja di pekan ini. Hanya beberapa hari sebelum rilis, WFC berhasil melewati uji tekanan Federal Reserve 2026 dengan stress capital buffer yang tidak berubah di angka 2,5%, konfirmasi resmi dari regulator bahwa kesehatan neraca bank ini cukup kuat untuk menghadapi skenario ekonomi paling buruk sekalipun. Kekuatan modal ini langsung ditindaklanjuti dengan pengumuman rencana kenaikan dividen kuartalan sebesar 11% menjadi $0,50 per saham (tertunda persetujuan dewan direksi pada Juli), sebuah langkah yang secara tegas mengkomunikasikan kepercayaan diri manajemen kepada pasar. Konsensus analis untuk laporan Q2 ini juga terukur dengan cukup optimistis: estimasi EPS di $1,74, yang jika tercapai akan mencerminkan pertumbuhan 12,99% secara tahunan dan mengkonfirmasi bahwa jalur pemulihan profitabilitas WFC pasca-pembatasan aset regulatori sedang berjalan pada koridor yang benar. Dengan Trailing P/E di 12,96x dan Forward P/E di 11,92x yang menempatkannya sebagai big bank dengan valuasi paling rendah di daftar ini, WFC menawarkan bantalan downside yang relatif lebih tebal. Bagi trader CFD, kombinasi antara koreksi harga terbaru (-1,04% ke kisaran $83,86), valuasi yang kompetitif, dan momentum rencana kenaikan dividen menciptakan setup taktis yang layak dicermati dengan seksama menjelang dan sesaat setelah rilis laporan.


Dua pekan pembuka Juli 2026 menempatkan lima emiten kelas satu di bawah tekanan pembuktian yang tidak main-main. PepsiCo membuka babak ini sebagai barometer daya beli konsumen AS, dan hasilnya akan membentuk ekspektasi pasar untuk seluruh sektor consumer staples. Setelahnya, parade laporan dari JPMorgan, Goldman Sachs, Bank of America, dan Wells Fargo akan menggambar peta besar kesehatan sektor keuangan global di tengah era suku bunga tinggi yang diperpanjang. Bagi para trader CFD di Agrodana Futures, musim laporan ini adalah medan di mana kesiapan analisis jauh lebih menentukan dari sekadar momentum pasar sesaat: satu laporan yang mengecewakan dari salah satu pemain utama berpotensi memicu tekanan jual yang merembet melampaui sektornya, sementara kejutan positif pada angka kunci seperti NII, trading revenue, atau panduan ke depan bisa membuka peluang reli yang sangat agresif. Disiplin, kecepatan membaca data real-time, dan perencanaan level entry-exit yang matang akan menjadi penentu siapa yang berhasil memanen volatilitas pekan paling padat musim ini.

Semua saham yang disebutkan dalam artikel ini tersedia untuk diperdagangkan sebagai CFD di Agrodana Futures.


cfd saham us 1920x1080 (1)

TOP GAINERS

TOP LOSERS

Rotasi Modal Agresif Menekan Sektor Teknologi, Finansial Jadi Pelabuhan

Pasar saham pekan ini diwarnai oleh rotasi modal yang tajam pasca rilis laporan pekerjaan bulan Mei yang jauh lebih kuat dari perkiraan, dengan penambahan 172.000 pekerjaan. Data ini kembali memicu kekhawatiran Wall Street akan suku bunga acuan yang tinggi dan berkepanjangan, sehingga memicu aksi jual secara masif pada saham-saham sektor teknologi (growth stocks). Sebaliknya, aliran dana bergeser drastis mencari keamanan dan valuasi yang lebih menarik pada sektor finansial dan perawatan kesehatan, yang terbukti berhasil menunjukkan resiliensi luar biasa di tengah gejolak makroekonomi saat ini.

1. Wells Fargo & Company (WFC) ย +6.23%

logo wells fargo 1280x300

Next Earnings (Laporan Keuangan): 14 Juli 2026
Last Dividend Ex-Date: 8 Mei 2026 ($0.45)
52-Week Range: $71.93 - $97.76
Weekly Range: $76.97 - $82.52
Previous Close Price: $82.00 (5 Juni 2026)

Saham WFC memimpin penguatan sektor finansial berkat optimisme kuat dari pandangan positif CEO Charlie Scharf serta katalis pencabutan batas aset regulasi. WFC dinilai memiliki daya tarik valuasi yang sangat kuat dengan diskon intrinsik mencapai 37% dari nilai wajarnya, serta proyeksi pertumbuhan pendapatan menjelang rilis kinerja kuartalan pada pertengahan Juli 2026 yang diantisipasi akan mencapai $21,65 miliar.

2. Abbott Laboratories (ABT) +6.15%

logo abbott 1280x300

Next Earnings (Laporan Keuangan): 16 Juli 2026
Last Dividend Ex-Date: 15 April 2026 ($0.63)
52-Week Range: $81.97 - $139.06
Weekly Range: $85.52 - $92.81
Previous Close Price: $91.09 (5 Juni 2026)

Di tengah pasar yang fluktuatif, ABT menunjukkan posisi defensif yang solid berkat inovasi di sektor teknologi perawatan diabetes, khususnya melalui peluncuran sensor Libre Duo. Ekspansi kemitraan strategis dengan MiniMed dan proyeksi pertumbuhan jangka panjang di pasar perangkat pemantauan jantung berhasil menarik minat investor untuk masuk, memanfaatkan posisi saham yang dinilai masih undervalued.

3. Bank of America (BAC) +5.46%

logo bofa 1280x300

Next Earnings (Laporan Keuangan): 14 Juli 2026
Last Dividend Ex-Date: 5 Juni 2026 ($0.28)
52-Week Range: $43.66 - $57.55
Weekly Range: $51.15 - $54.39
Previous Close Price: $53.86 (5 Juni 2026)

Momentum positif BAC didorong oleh langkah inovatif perusahaan dalam meluncurkan solusi pembayaran real-time lintas batas bagi klien korporat. Valuasi yang sangat atraktif dengan P/B rasio di 1.27x dan P/E di 11.56x memberikan bantalan kuat bagi saham ini dari tekanan pasar, ditambah adanya perombakan kepemimpinan yang memperkuat penetrasi mereka di pasar lokal.

4. Caterpillar (CAT) +5.06%

logo caterpillar 1280x300

Next Earnings (Laporan Keuangan): 4 Agustus 2026
Last Dividend Ex-Date: 20 April 2026ย ($1.51)
52-Week Range: $345.85 - $936.71
Weekly Range: $853.06 - $946.55
Previous Close Price: $903.75 (5 Juni 2026)

Performa hijau Caterpillar ditopang oleh fundamental kuartal pertama yang impresif, di mana perusahaan mencetak pendapatan $17,4 miliar, naik 22% secara tahunan dan rekor backlog pesanan sebesar $63 miliar. Permintaan dari sektor infrastruktur dan energi yang tetap tinggi memicu keyakinan kuat dari investor akan potensi pendapatan di masa depan, meskipun sempat muncul kekhawatiran minor terkait tarif.

5. JP Morgan (JPM) +4.98%

jp morgan logo 1280x300

Next Earnings (Laporan Keuangan): 14 Juli 2026
Next Dividend Ex-Date: 6 Juli 2026 ($1.50)
52-Week Range: $260.31 - $337.25
Weekly Range: $295.24 - $313.83
Previous Close Price: $312.54 (22 Mei 2026)

Saham JPM menguat seiring dorongan sentimen media yang menyebutnya sebagai "bank terbaik di dunia", mempertegas posisi dominannya di sektor keuangan. Proyeksi laba yang optimistis menjelang kuartal berikutnya, dipadukan dengan langkah inisiatif visioner perusahaan dalam membangun jaringan deposit yang ditokenisasi (tokenized deposit network), membuat JPM menjadi pilihan utama investasi blue-chip minggu ini.

1. International Business Machines (IBM) -11.68%

logo ibm 1280x300

Next Earnings (Laporan Keuangan): 22 Juli 2026
Last Dividend Ex-Date: 8 Mei 2026 ($1.69)
52-Week Range: $212.34 - $332.51
Weekly Range: $281.87 - $332.51
Previous Close Price: $284.86 (5 Juni 2026)

IBM menjadi salah satu korban utama dari aksi jual sektor teknologi yang dipicu oleh sentimen makro, meski fundamental bisnisnya baru saja mencatat lonjakan laba kuartal pertama sebesar 94,34%. Kondisi pasar yang memprioritaskan keamanan jangka pendek membuat investor mengabaikan sejenak katalis positif yang dimiliki IBM, termasuk integrasi kemitraan AI dan komputasi kuantum bersama Google Cloud.

2. Microsoft, Inc. (MSFT) -9.53%

Microsoft

Next Earnings (Laporan Keuangan): 29 Juli 2026
Last Dividend Ex-Date: 21 Mei 2026 ($0.91)
52-Week Range: $356.28 - $555.45
Weekly Range: $414.42 - $466.39
Previous Close Price: $416.76 (5 Juni 2026)

MSFT terseret arus pelemahan sektor teknologi secara luas di tengah bayang-bayang ketatnya pengawasan regulasi terhadap beban kerja AI di masa depan. Selain tekanan dari laporan ketenagakerjaan yang kuat, sentimen negatif minggu ini juga diperparah oleh mundurnya anggota dewan Reid Hoffman yang memicu keraguan pasar atas arah strategis perusahaan di tengah fokus mendalam mereka terhadap kecerdasan buatan.

3. ย Intel Corporation (INTC)ย -9.31%

logo intel 1280x300

Next Earnings (Laporan Keuangan): 23 Juli 2026
Next Dividend Ex-Date: 7 Agustus 2024
52-Week Range: $18.97 - $132.75
Weekly Range: $98.33 - $117.46
Previous Close Price: $98.98 (5 Juni 2026)

Tekanan beruntun dari sentimen makroekonomi dan panduan kinerja yang mengecewakan dari Broadcom memicu efek domino aksi jual tajam pada industri semikonduktor yang langsung memukul INTC. Lompatan valuasi EV/EBITDA yang melonjak menjadi 23,73x dipadukan dengan tantangan margin operasi yang masih negatif (-9,39%) membuat investor lebih memilih untuk melakukan penghindaran risiko pada saham ini.

4. Honeywell (HON) ย -9.00%

honeywell 1280x300

Next Earnings (Laporan Keuangan): 23 Juli 2026
Last Dividend Ex-Date: 15 Mei 2026 ($1.19)
52-Week Range: $186.76 - $248.18
Weekly Range: $231.15 - $239.32
Previous Close Price: $214.00 (5 Juni 2026)

Koreksi signifikan saham HON terjadi setelah jajaran direksi menetapkan tanggal pencatatan (record date) untuk spin-off divisi Honeywell Aerospace pada 29 Juni 2026. Meskipun analis seperti Goldman Sachs baru saja menaikkan target harganya menjadi $276, aksi korporasi yang disertai rencana reverse stock split 1-banding-2 memicu ketidakpastian jangka pendek sehingga investor memilih melakukan aksi ambil untung.

5. Tesla Inc. (TSLA) ย -7.85%

logo tesla 1280x300

Next Earnings (Laporan Keuangan): 22 Juli 2026
Next Dividend Ex-Date: N/A | (Tesla tidak membagikan dividen)
52-Week Range: $273.21 - $498.83
Weekly Range: $388.38 - $433.42
Previous Close Price: $390.73 (5 Juni 2026)

Penundaan demo generasi terbaru Roadster ke bulan Agustus menjadi katalis negatif utama yang memicu tekanan jual tajam pada TSLA, menutupi langkah upgrade target harga dari JPMorgan. Tekanan ini semakin diperparah oleh kekhawatiran pasar terhadap tren penurunan pendapatan dalam dua kuartal berturut-turut serta risiko potensial hilangnya kredit pajak kendaraan listrik (EV) di pasar Amerika Serikat.


Secara keseluruhan, pergerakan Wall Street sepanjang minggu ini sangat didominasi oleh pergeseran arus modal yang dipicu oleh rilis data ketenagakerjaan yang melampaui ekspektasi. Kuatnya data tersebut memicu kekhawatiran akan tingginya suku bunga, yang secara langsung menekan saham-saham berorientasi pertumbuhan di sektor teknologi dan semikonduktor, tercermin dari koreksi tajam pada IBM, Microsoft, dan Intel. Di sisi lain, tekanan ini justru membawa berkah bagi sektor finansial dan perawatan kesehatan. Emiten-emiten dengan valuasi atraktif dan fundamental solid seperti Wells Fargo, Bank of America, hingga Abbott Laboratories berhasil unjuk gigi dan menjadi penopang utama, membuktikan resiliensinya di tengah volatilitas makroekonomi yang sedang berlangsung.

Semua saham yang disebutkan dalam artikel ini tersedia untuk diperdagangkan sebagai CFD di Agrodana Futures.


cfd saham us 1920x1080 (1)

Masih ragu dan memiliki pertanyaan lainnya ?

Kantor Pusat
Menara Batavia Lt. 3A
Jl. K.H. Mas Mansyur No.Kav. 126,
Karet Tengsin, Kec. Tanah Abang,
Kota Jakarta Pusat 10220
Telp: 021 - 57902535
Berlangganan Newsletter Agrodana:
Ikuti Kami
facebook agrodanayoutube agrodanainstagram agrodana
agrodana iosagrodana android
Berizin & Diawasi Oleh:
bappebti whitebi whiteojk white
Agrodana Futures adalah perusahaan Pialang berizin dan diawasi oleh Bappebti, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), dan merupakan anggota dari Bursa ICDX dan JFX dan Kliring House ICH dan KBI. Kami menerima klien Warga Negara Indonesia dan Asing yang memegang Kartu Izin Tinggal Terbatas di Indonesia kecuali warga negara Amerika Serikat, Kanada, Uni Eropa, Australia, Jepang, Iran dan Korea Utara. Transaksi ini memiliki leverage dan tingkat risiko yang tinggi terhadap modal, dan tidak selalu cocok untuk semua orang, pelajari dan pahami risikonya sebelum memulai transaksi.

Copyright @2025 Agrodana Futures
Waspada Penipuan
/ Kebijakan Privasi / Pengaduan Nasabah
Ikuti Kami
alt=""alt=""alt=""
Kantor Pusat
Menara Batavia Lt 3A
Jl. K.H. Mas Mansyur No.Kav. 126, Karet Tengsin, Kec. Tanah Abang, Kota Jakarta Pusat 10220
Telp: 021 - 57902535
Email:  [email protected]Whatsapp: +6281-988-3777
Berlangganan Newsletter Agrodana :
Berizin & Diawasi Oleh:
bappebti whitebi whiteojk white
Agrodana Futures adalah perusahaan Pialang berizin dan diawasi oleh Bappebti, Otoritas Jasa Keuangan dan Bank Indonesia, dan merupakan anggota dari Bursa ICDX dan JFX dan Kliring House ICH dan KBI. Kami menerima klien Warga Negara Indonesia dan Asing yang memegang Kartu Izin Tinggal Terbatas di Indonesia kecuali warga negara Amerika Serikat, Kanada, Uni Eropa, Australia, Jepang, Iran dan Korea Utara. Transaksi ini memiliki leverage dan tingkat risiko yang tinggi terhadap modal, dan tidak selalu cocok untuk semua orang, pelajari dan pahami risikonya sebelum memulai transaksi.

Copyright @2025 Agrodana Futures
Waspada Penipuan / Kebijakan Privasi / Pengaduan Nasabah
Whatsapp Non Klien
crossmenuchevron-down