logo agrodana futures official
Buka Akun

TOP GAINERS

TOP LOSERS

Pekan 18-22 Mei 2026 diwarnai oleh dua narasi besar yang menarik perhatian pasar secara bersamaan. Di satu sisi, gelombang investasi pemerintah Amerika di teknologi masa depan mendorong sejumlah saham teknologi melesat ke level tertinggi dalam beberapa bulan terakhir. Di sisi lain, sejumlah perusahaan besar harus menghadapi kenyataan bahwa rencana bisnis mereka belum cukup meyakinkan di mata investor. Hasilnya, pasar kembali memilah dengan sangat selektif: saham dengan katalis nyata melesat, sementara yang dibayangi ketidakpastian mendapat tekanan cukup signifikan.

1. International Business Machines (IBM) ย +15.95%

logo ibm 1280x300

Next Earnings (Laporan Keuangan): 22 Juli 2026
Last Dividend Ex-Date: 8 Mei 2026 ($1.69)
52-Week Range: $212.34 - $324.90
Weekly Range: $216.49 - $263.84
Previous Close Price: $253.80 (22 Mei 2026)

IBM menjadi saham dengan kenaikan paling mencolok pekan ini, dan pemicunya sangat konkret. Pemerintah Amerika mengumumkan investasi senilai $2 miliar untuk pengembangan teknologi komputasi kuantum, dan IBM sendiri berkomitmen menambahkan $1 miliar untuk membangun pabrik chip kuantum. Bagi pasar, ini adalah sinyal serius bahwa IBM bukan sekadar perusahaan teknologi lama yang hidup dari warisan masa lalu, melainkan kandidat pemain utama di era komputasi berikutnya. Analis dari Wedbush langsung menyebut investasi pemerintah ini sebagai katalis pertumbuhan baru bagi IBM. Perlu dicatat, sebagian analis masih skeptis dan memperkirakan manfaat komersial besarnya baru akan terasa sekitar tahun 2030, namun untuk saat ini, optimisme pasar jelas lebih mendominasi.

2. QUALCOMM Incorporated (QCOM) +14.87%

logo qualcomm 1280x300

Next Earnings (Laporan Keuangan): 29 Juli 2026
Next Dividend Ex-Date: 4 Juni 2026
52-Week Range: $121.99 - $247.90
Weekly Range: $191.09 - $242.96
Previous Close Price: $238.27 (22 Mei 2026)

Qualcomm mencetak kenaikan besar setelah melaporkan hasil keuangan kuartal kedua yang melampaui ekspektasi pasar: total pendapatan $10,6 miliar, dengan penjualan di segmen otomotif yang memecahkan rekor sepanjang masa senilai $1,33 miliar atau tumbuh 38% dibanding tahun lalu. Ini adalah kuartal keempat berturut-turut Qualcomm berhasil melampaui estimasi analis Wall Street. Yang semakin menambah semangat investor adalah pengumuman pembelian kembali saham senilai $20 miliar, sebuah tanda kepercayaan diri dari manajemen bahwa bisnis mereka dalam kondisi prima. Analis dari Benchmark memasang target harga $225, sementara TD Cowen berada di $200. Dua angka itu sebenarnya berada di bawah harga pasar saat ini di $238, yang menandakan sebagian analis menilai kenaikan minggu ini sudah melampaui valuasi wajar mereka. Sementara itu, konsensus target dari mayoritas analis berada di kisaran $268, yang masih memberi ruang kenaikan sekitar 13% dari harga penutupan pekan ini.

3. Merck & Co., Inc. (MRK) +10.07%

logo merck 1280x300

Last Earnings (Laporan Keuangan): 4 Agustus 2026
Last Dividend Ex-Date: 16 Maret 2026 ($0.85)
52-Week Range: $75.40 - $125.14
Weekly Range: $110.99 - $122.71
Previous Close Price: $122.55 (22 Mei 2026)

Merck melonjak lebih dari 10% didorong oleh kabar positif dari Eropa: badan pengawas kesehatan Uni Eropa memberikan rekomendasi positif untuk obat kanker andalan mereka, Keytruda, dalam kombinasi dengan Padcev untuk pengobatan kanker kandung kemih. Ini membuka jalan bagi persetujuan resmi yang bisa memperluas jangkauan pasar Merck secara signifikan di benua Eropa. Di tengah euforia ini, ada satu catatan yang tidak bisa diabaikan: penjualan vaksin Gardasil mereka turun 22% menjadi $1,07 miliar di kuartal pertama akibat permintaan yang lemah, dan manajemen sendiri tidak memproyeksikan pemulihan untuk sepanjang tahun 2026. Namun pasar pekan ini memilih untuk merayakan Keytruda terlebih dahulu, dan itu cukup untuk mendorong saham Merck naik tajam.

4. Advanced Micro Devices, Inc. (AMD) +7.60%

logo amd 1280x300

Next Earnings (Laporan Keuangan): 4 Agustus 2026
Last Dividend Ex-Date: 27 April 1995
52-Week Range: $107.67 - $469.22
Weekly Range: $393.49 - $477.27
Previous Close Price: $467.89 (22 Mei 2026)

AMD mencatat kenaikan solid setelah mengumumkan komitmen investasi lebih dari $10 miliar di Taiwan untuk memperkuat infrastruktur kecerdasan buatan mereka, termasuk pengembangan teknologi pengemasan chip generasi berikutnya. Nilai perusahaan di bursa kini melampaui $750 miliar, dan CEO Lisa Su secara terbuka memproyeksikan pertumbuhan pasar prosesor sebesar 35% per tahun. Benchmark baru-baru ini menaikkan rekomendasi dengan target di $485. Di balik semua kabar positif ini, ada satu hal yang patut dicermati: ada aksi jual saham dari pihak internal perusahaan senilai sekitar $13,4 juta dalam rentang 8-15 Mei. Jumlahnya relatif kecil dibandingkan total nilai perusahaan, namun investor yang jeli biasanya selalu memperhatikan sinyal semacam ini.

5. GE Aerospace (GE) +6.91%

logo ge aerospace 1280x300

Next Earnings (Laporan Keuangan): 16 Juli 2026
Last Dividend Ex-Date: 9 Maret 2026 ($0.47)
52-Week Range: $232.24 - $348.48
Weekly Range: $282.18 - $304.68
Previous Close Price: $302.65 (22 Mei 2026)

GE Aerospace menutup pekan dengan kenaikan hampir 7%, ditopang oleh kombinasi laporan keuangan yang kuat dan kontrak baru dari militer Amerika. Dalam kuartal pertama 2026, GE mencatat lonjakan pesanan sebesar 87% menjadi $23 miliar, dengan pesanan dari segmen komersial naik 93%. Pendapatan tumbuh 29% menjadi $11,61 miliar dengan margin keuntungan operasional hampir 20%. Di pertengahan pekan, harga saham sempat bergoyang akibat kekhawatiran soal harga minyak dan kenaikan imbal hasil obligasi Amerika, namun berhasil ditutup positif setelah pengumuman kontrak dengan Angkatan Udara AS untuk pengembangan mesin jet generasi baru GE426.

1. Walmart Inc. (WMT) -8.43%

walmart logo 1280x300

Next Earnings (Laporan Keuangan): 20 Agustus 2026
Last Dividend Ex-Date: 21 Agustus 2026
52-Week Range: $93.43 - $135.16
Weekly Range: $118.92 - $135.22
Previous Close Price: $120.38 (22 Mei 2026)

Menjadi saham yang paling dalam koreksinya di antara para Losers pekan ini, hal tersebut terasa agak ironis bagi Walmart. Bisnis Walmart sebenarnya masih berjalan baik: pangsa pasar mereka tumbuh dan bisnis belanja online terus menanjak. Masalahnya datang dari pemangkasan panduan keuangan ke depan oleh manajemen, yang disebabkan oleh naiknya biaya bahan bakar yang mulai menekan keuntungan. Ada satu data dari CFO Walmart yang menarik perhatian pasar: para pelanggan mereka kini mengisi bahan bakar kendaraan dengan kurang dari 10 galon per kunjungan, sesuatu yang tidak pernah terjadi sejak 2022. Angka kecil itu mencerminkan tekanan nyata yang dirasakan konsumen Amerika saat ini. Meski begitu, analis dari JPMorgan justru melihat penurunan ini sebagai peluang beli, dengan keyakinan bahwa Walmart tetap akan menjadi pemenang jangka panjang di industri ritel.

2. Nvidia Corporation (NVDA) -5.36%

logo nvidia 1280x300

Last Earnings (Laporan Keuangan): 20 Mei 2026
Last Dividend Ex-Date: 11 Maret 2026 ($0.01)
52-Week Range: $132.92 - 236.54
Weekly Range: $214.84 - $227.56
Previous Close Price: $215.22 (22 Mei 2026)

Penurunan Nvidia pekan ini terasa paradoks mengingat laporan keuangan mereka yang baru dirilis pada 20 Mei sangat kuat: pendapatan $81,6 miliar dengan pertumbuhan 92% di segmen pusat data. Namun koreksi setelah kenaikan besar adalah hal yang sangat lumrah di pasar saham. Yang menambah tekanan adalah pengumuman kesepakatan Nvidia dengan Corning senilai $3,2 miliar untuk kebutuhan optik pusat data AI, yang memunculkan kekhawatiran investor soal kemampuan keuangan Corning untuk memenuhi komitmen tersebut. Kemitraan Nvidia dengan Uber untuk pengembangan teknologi kendaraan tanpa pengemudi tetap menjadi cerita menarik untuk jangka panjang, namun untuk pekan ini, investor lebih memilih mengunci keuntungan setelah periode kenaikan yang cukup panjang.

3. ย Uber Technologies, Inc. (UBER)ย -3.68%

logo uber 1280x300

Next Earnings (Laporan Keuangan): 4 Agustus 2026
Next Dividend Ex-Date: N/A (Uber tidak membagikan dividen)
52-Week Range: $68.46 - $101.99
Weekly Range: $71.29 - $76.00
Previous Close Price: $71.84 (22 Mei 2026)

Uber mendapat tekanan dari berita rencana pengambilalihan penuh terhadap Delivery Hero, sebuah platform pengiriman makanan besar yang beroperasi di berbagai negara. Bagi investor, rencana ini memunculkan dua kekhawatiran sekaligus: risiko dari sisi regulasi, dan besarnya dana yang harus dikeluarkan Uber untuk mewujudkannya. Di saat yang sama, Uber juga tengah berkomitmen menginvestasikan $10 miliar untuk kendaraan otonom. Ketika sebuah perusahaan terlihat mengejar begitu banyak ambisi besar secara bersamaan, wajar jika sebagian investor memilih bersabar dan menunggu kejelasan arah. Bisnis Uber sendiri sebenarnya masih tumbuh solid dengan peningkatan total nilai pemesanan sebesar 25% di kuartal pertama, namun berita akuisisi ini lebih mendominasi sentimen pasar pekan ini.

4. Starbucks Corporation (SBUX) ย -3.67%

logo starbucks 1280x300

Next Earnings (Laporan Keuangan): 28 Juli 2026
Last Dividend Ex-Date: 15 Mei 2026 ($0.62)
52-Week Range: $77.99 - $108.88
Weekly Range: $102.40 - $108.15
Previous Close Price: $103.11 (22 Mei 2026)

Starbucks menghadapi pekan yang cukup berat, bukan karena bisnisnya kolaps, melainkan karena serangkaian berita yang menciptakan kesan bahwa operasional perusahaan sedang dalam masa transisi yang penuh tantangan. Yang paling mengejutkan adalah pengumuman bahwa mereka telah menghentikan penggunaan alat manajemen inventaris berbasis AI setelah sembilan bulan berjalan, karena sistem tersebut terlalu sering salah menghitung stok produk dan mendapat banyak keluhan dari karyawan. Perusahaan kembali ke cara manual. Bersamaan dengan itu, mereka juga mengumumkan pemangkasan 300 posisi sebagai bagian dari rencana penghematan biaya senilai $2 miliar. Meski pendapatan kuartal ini masih tumbuh hampir 6%, laba per saham turun tajam lebih dari 52%, mengindikasikan tekanan profitabilitas yang belum sepenuhnya teratasi.

5. Alphabet Inc. (GOOG) ย -3.75%

google logo 1280x300

Next Earnings (Laporan Keuangan): 23 Juli 2026
Next Dividend Ex-Date: 8 Juni 2026
52-Week Range: $149.49 - $383.39
Weekly Range: $378.25 - $404.50
Previous Close Price: $379.42 (22 Mei 2026)

Alphabet, perusahaan induk Google, menutup pekan sebagai salah satu saham yang terkoreksi, meski secara fundamental bisnis mereka masih dalam kondisi sangat sehat: margin keuntungan operasional di atas 32% dan rasio utang yang sangat rendah di angka 0,16. Tekanan utama datang dari kekhawatiran investor atas besarnya pengeluaran modal perusahaan, termasuk investasi $15 miliar untuk pusat data berbasis AI di Missouri. Di mata sebagian investor, pengeluaran besar semacam ini memang diperlukan untuk bersaing di era AI, namun pertanyaan soal kapan investasi tersebut akan mulai menghasilkan keuntungan nyata belum terjawab dengan jelas. Dari sisi valuasi, koreksi ini sebenarnya membuat saham Alphabet semakin menarik: rasio harga terhadap laba turun dari 28,58 kali menjadi 21,71 kali hanya dalam satu kuartal.


Pekan 18-22 Mei 2026 kembali membuktikan bahwa di pasar saham, yang paling sering menentukan arah harga bukan seberapa bagus kinerja bisnis sebuah perusahaan hari ini, melainkan seberapa jauh hasilnya berbeda dari apa yang sudah diperkirakan pasar sebelumnya. IBM dan Qualcomm melonjak karena ada katalis konkret yang melampaui ekspektasi. Walmart dan Nvidia terkoreksi bukan karena bisnis mereka bermasalah, melainkan karena ada celah antara harapan pasar dan kenyataan yang disampaikan manajemen. Pekan depan, perhatian pelaku pasar akan tertuju pada perkembangan negosiasi dagang AS dan sinyal terbaru dari The Fed soal arah suku bunga. Dua faktor itu masih akan menjadi penentu utama sentimen Wall Street dalam waktu dekat

Semua saham yang disebutkan dalam artikel ini tersedia untuk diperdagangkan sebagai CFD di Agrodana Futures.


cfd saham us 1920x1080 (1)

Ex-Date Dividend

Earnings Calendar

Setelah gelombang laporan keuangan raksasa teknologi dan energi yang membuat indeks bergerak heboh minggu lalu, Wall Street sekarang memasuki momen krusial di awal Mei. Fokus pasar bergeser dari belanja infrastruktur besar-besaran (CapEx) ke ujian sesungguhnya: kondisi dompet konsumen global, pemulihan perjalanan, dan ketangguhan sektor-sektor vital.

Pembuka panggung hari Selasa (5 Mei), pertarungan di dunia chip dan AI bakal panas lagi lewat kinerja AMD, bersama raksasa obat-obatan Pfizer (PFE) yang masih cari pijakan setelah pandemi. Sorotan kemudian pindah ke Rabu dan Kamis, di mana denyut ekonomi riil bakal terukur dari perusahaan transportasi dan konsumen seperti Disney (DIS), Uber (UBER), Airbnb (ABNB), plus McDonaldโ€™s (MCD). Mereka ini bakal kasih gambaran jelas soal tren liburan, seberapa sering orang jalan-jalan, dan daya beli kelas menengah di tengah inflasi yang masih ngintip.

Yang menarik, gejolak minggu ini tidak hanya dari kejutan laba-rugi. Penutup pekan Jumat (8 Mei), pasar bakal diramaikan ex-dividend date dari raksasa seperti Walmart (WMT), Pfizer (PFE), dan IBM. Ini sering membuat dana institusi berpindah-pindah dan harga saham berayun karena strategi rebut dividen.

Buat trader CFD saham tunggal, campuran fundamental konsumsi yang bikin emosi plus penyesuaian ex-dividend ini jadi ladang peluang strategi campur. Lonjakan pesanan tiket atau perubahan margin perusahaan langsung bikin gap harga di bursa. Kita kupas kekuatan fundamental dan pemicu teknikal dari saham-saham penggerak ini sebelum bikin rencana entry-exit.

Pfizer Inc. (#PFE)

logo pfizer 1280x300

Company Name : Pfizer Inc.
Ticker & Market : $PFE - NYSE
Sector & Industry : Healthcare - Drug Manufacturers (General)
Headquarters : New York City, New York, USA
Market Cap : US$149.77B
Trailing P/E (valuasi berdasarkan laba 12 bulan terakhir): 19.36
Forward P/E (valuasi berdasarkan proyeksi laba 12 bulan ke depan): 8.98
P/E Growth Ratio (5yr expected): 13.77

Pfizer (PFE) bersiap menghadapi volatilitas ganda pada pekan pertama Mei 2026, diawali dengan rilis laporan keuangan pada Selasa (5 Mei) yang diproyeksikan mencatat penurunan EPS sebesar 19,6% menjadi $0,74 di tengah masa transisi pasca-pandemi yang menantang. Dengan valuasi Forward P/E di angka 8,98x, fokus utama analis tertuju pada kualitas penjualan lini spesialis serta peta jalan akuisisi manajemen guna memitigasi tren revisi turun pada kinerja produk utama seperti Eliquis. Selain faktor fundamental, daya tarik PFE diperkuat oleh momentum ex-dividend date pada Jumat (8 Mei) dengan pembayaran dividen sebesar $0,43 per saham (imbal hasil 6,53%), yang didukung oleh arus kas operasional yang tetap solid meskipun payout ratio nominal terlihat membengkak. Perpaduan antara risiko laporan kinerja dan dinamika teknikal dari strategi dividend capture ini menciptakan arena peluang dua arah yang ideal bagi para trader CFD di tengah evaluasi ulang pasar terhadap sektor kesehatan.


1. IBM (#IBM)

logo ibm 1280x300

Company Name : International Business Machines
Ticker & Market : $IBM - NYSE
Sector & Industry : Technology - Information Technology Services
Headquarters : Armonk, New York, USA
Market Cap : US$218.24B
Trailing P/E (valuasi berdasarkan laba 12 bulan terakhir): 20.55
Forward P/E (valuasi berdasarkan proyeksi laba 12 bulan ke depan): 18.80
P/E Growth Ratio (5yr expected): 2.17

Raksasa teknologi senior International Business Machines (IBM) menawarkan skenario trading yang sangat memikat melalui katalis Ex-Dividend Date untuk pembayaran kuartalan sebesar $1,69 per saham. Di tengah tren pelemahan sahamnya yang terkoreksi sekitar 20,3% sepanjang tahun ini hingga ke kisaran $232,20, IBM kini memancarkan sinyal undervalued yang sangat kuat; sahamnya diperdagangkan dengan Forward P/E yang cukup rasional di 18,80x dan dinilai memiliki diskon valuasi hingga 23,1% di bawah estimasi nilai wajarnya pada level $302. Bagi para pemburu imbal hasil, IBM adalah benteng pertahanan yang solid karena menawarkan dividend yield 2,89% dengan rekam jejak kenaikan dividen fantastis selama 30 tahun berturut-turut, di mana beban pembayarannya tergolong sangat aman karena hanya menguras 39,19% dari total arus kas (cash flow) perusahaan. Kombinasi antara bisnis hybrid cloud dan AI yang stabil, status harga yang sedang terdiskon, serta momentum perburuan dividen institusional di hari Jumat ini menciptakan setup strategi dividend capture yang sempurna bagi para trader CFD untuk memanen volatilitas sebelum pasar berakhir pekan.


2. WALMART (#WMT)

walmart logo 1280x300

Company Name : Walmart Inc.
Ticker & Market : $WMT - NYSE
Sector & Industry : Consumer Staples - Discount Stores
Headquarters : Bentonville, Arkansas, USA
Market Cap : US$1.05T
Trailing P/E (valuasi berdasarkan laba 12 bulan terakhir): 48.21
Forward P/E (valuasi berdasarkan proyeksi laba 12 bulan ke depan): 44.44
P/E Growth Ratio (5yr expected): 4.90

Melengkapi pesta trading di penghujung pekan pada hari Jumat (8 Mei), raksasa ritel bernilai kapitalisasi pasar $1,05 triliun, Walmart (WMT), akan menjadi sorotan utama melalui momentum Ex-Dividend Date untuk pembayaran kuartalan sebesar $0,2475 per saham. Sebagai sebuah saham bergelar Dividend King, Walmart memiliki rekam jejak fantastis dalam menaikkan dividen selama 53 tahun berturut-turut di tengah berbagai hantaman resesi maupun konflik geopolitik. Meskipun dividend yield tahunannya terlihat moderat di angka 0,75%, tingkat keamanan pembayarannya sangatlah tangguh karena hanya menyedot 36,13% dari laba dan 22,31% dari total arus kas perusahaan. Di balik valuasinya yang kini diperdagangkan cukup premium pada Forward P/E 44,44x, perusahaan terus menggenjot fundamentalnya melalui ekspansi e-commerce, layanan berlangganan Walmart+, dan otomatisasi rantai pasok bertenaga AI yang diproyeksikan mampu mendorong pertumbuhan EPS (CAGR) hingga 10%. Kombinasi antara status defensif absolut dan rotasi dana institusi menjelang batas waktu perburuan dividen ini menghadirkan setup taktis yang sangat ideal bagi para trader CFD untuk menangkap peluang volatilitas sebelum pasar berakhir pekan.


1. AMD (#AMD)

logo amd 1280x300

Company Name: Advanced Micro Devices, Inc.
Ticker & Market: $AMD - NASDAQ
Sector & Industry: Technology - Semiconductors
Headquarters: Santa Clara, California, USA
Market Cap: US$587.80B
Trailing P/E (valuasi berdasarkan laba 12 bulan terakhir): 138.14
Forward P/E (valuasi berdasarkan proyeksi laba 12 bulan ke depan): 53.76
P/E Growth Ratio (5yr expected): 1.07

Bergeser dari sektor kesehatan, panggung hari Selasa (5 Mei) akan diambil alih oleh Advanced Micro Devices (AMD) yang bersiap merilis kinerjanya setelah penutupan bursa dengan beban ekspektasi yang sangat tinggi. Secara performa harga, saham AMD telah meroket gila-gilaan hingga 68,4% sejak awal tahun 2026, didorong oleh sentimen pesanan cip AI dari TSMC, kemitraan infrastruktur dengan pemerintah Prancis, hingga revisi target harga dari Susquehanna menjadi $375. Namun, bagi trader CFD single stock, euforia yang mengerek valuasi AMD ke level premium Forward P/E 53,76x ini adalah alarm volatilitas yang menuntut perusahaan untuk tampil tanpa cela (priced for perfection). Meskipun konsensus analis mematok ekspektasi EPS Q1 di level $0,97 dengan target pendapatan $9,5 miliar hingga $10,1 miliar, pasar tidak akan puas dengan angka yang sekadar "sesuai target" setelah rekor spektakuler di kuartal sebelumnya (EPS $1,53); jika panduan belanja modal klien hyperscaler menunjukkan perlambatan atau prospek Q2 konservatif, valuasi super-mahal ini siap memicu aksi ambil untung (profit taking) yang brutal dan menciptakan celah koreksi yang signifikan.

2. Disney (#DIS)

logo disney 1280x300

Company Name: The Walt Disney Company
Ticker & Market: $DIS - NYSE
Sector & Industry: Communication Services - Entertainment
Headquarters: Burbank, California, USA
Market Cap: US$182.61B
Trailing P/E (valuasi berdasarkan laba 12 bulan terakhir): 15.55
Forward P/E (valuasi berdasarkan proyeksi laba 12 bulan ke depan): 19.38
P/E Growth Ratio (5yr expected): 2.93

Menggeser fokus ke sektor hiburan pada hari Rabu (6 Mei), The Walt Disney Company (DIS) hadir membawa narasi transisi bisnis yang penuh gejolak di tengah terbelahnya sentimen Wall Street. Di satu sisi, Disney memiliki rekam jejak fundamental yang solid setelah kuartal lalu sukses mengalahkan ekspektasi dengan EPS $1,63, memicu upgrade dari Raymond James berkat kekuatan ekosistem taman hiburan dan konten mereka. Namun, di balik proyeksi konsensus EPS $1,67 untuk rilis kali ini, sejumlah lembaga seperti BofA dan Barclays justru memangkas target harga (dengan estimasi nilai wajar turun ke $128,25) akibat meruncingnya ketidakpastian struktural; mulai dari manuver efisiensi brutal lewat PHK 1.000 karyawan (termasuk di divisi Marvel), pengawasan regulasi FCC atas lisensi siaran ABC, hingga pengumuman suksesi CEO kepada Josh Dโ€™Amaro pada Maret 2026. Bagi para trader CFD, laporan keuangan dengan valuasi Forward P/E 19,38x ini akan menjadi arena volatilitas yang tajam; manajemen dituntut untuk membuktikan bahwa dipertahankannya jaringan ESPN dan pemotongan biaya masif ini benar-benar mampu mempercepat target profitabilitas streaming Disney+, di mana panduan bisnis yang mengecewakan siap memicu aksi jual yang agresif.

3. UBER (#UBER)

logo uber 1280x300

Company Name: Uber Technologies, Inc.
Ticker & Market: $UBER - NYSE
Sector & Industry: Technology - Software (Application)
Headquarters: Spring, Texas, USA
Market Cap: US$153.01B
Trailing P/E (valuasi berdasarkan laba 12 bulan terakhir): 15.88
Forward P/E (valuasi berdasarkan proyeksi laba 12 bulan ke depan): 22.42
P/E Growth Ratio (5yr expected): 4.51

Mendampingi Disney di hari Rabu (6 Mei), raksasa mobilitas global Uber Technologies (UBER) bersiap membuktikan ketangguhan model bisnis "Super-App" mereka sebelum bel bursa berbunyi. Secara operasional, mesin pertumbuhan Uber sebenarnya sedang sangat panas; metrik pengguna aktif bulanan (MAPCs) sukses melonjak 18% menembus 202 juta, pemesanan kotor (Gross Bookings) naik 22% menjadi $54 miliar, dan layanan keanggotaan Uber One melesat tajam mencapai 46 juta pengguna. Bahkan, valuasi sahamnya saat ini tergolong sangat rasional, bertengger di level Forward P/E 22,42x. Namun, bagi para trader CFD, memori akan rilis kuartal lalu (Q4) masih menjadi pengganjal psikologis, di mana Uber meleset dari ekspektasi Laba per Saham (EPS) dengan mencetak $0,71 berbanding estimasi $0,79. Untuk rilis Q1 ini, konsensus analis kembali memberikan beban berat dengan mematok ekspektasi EPS rata-rata di level $0,78, sebuah angka yang menantang karena berada di atas panduan internal manajemen sendiri ($0,65 - $0,72). Jika Uber mampu melewati ekspektasi ini, didukung oleh pesatnya pertumbuhan segmen pengantaran (Delivery) dan posisi strategis mereka sebagai lapis infrastruktur utama untuk ekosistem kendaraan otonom (AV), saham UBER siap menghapus keraguan pasar dan memicu lonjakan momentum yang sangat agresif.

4. McDonaldโ€™s (#MCD)

logo mcd 1280x300

Company Name: McDonald's Corporation
Ticker & Market: $MCD - NYSE
Sector & Industry: Consumer Discretionary - Restaurant
Headquarters: Chicago, Illinois, USA
Market Cap: US$203.75B
Trailing P/E (valuasi berdasarkan laba 12 bulan terakhir): 23.99
Forward P/E (valuasi berdasarkan proyeksi laba 12 bulan ke depan): 21.60
P/E Growth Ratio (5yr expected): 2.57

Memasuki hari Kamis (7 Mei) sebelum pasar buka, raksasa makanan cepat saji McDonald's (MCD) akan tampil sebagai jangkar defensif dan barometer ketahanan daya beli konsumen. Di balik valuasinya yang cukup stabil dengan Forward P/E di kisaran 21,60x, daya tarik sejati MCD tidak terletak pada dapur mereka, melainkan pada model bisnis hibrida waralaba dan real estat yang kebal resesi. Perusahaan secara konsisten meraup arus kas dari royalti dan uang sewa yang diprioritaskan sebelum profitabilitas operasional gerai, sebuah fondasi yang sukses mendanai pertumbuhan dividen mereka selama 50 tahun berturut-turut. Setelah kuartal lalu sukses memamerkan otot fundamentalnya dengan mencetak Laba per Saham (EPS) $3,12 dan pendapatan $7,01 miliar yang melampaui estimasi pasar, konsensus analis kini mematok ekspektasi EPS Q1 di level $2,80. Bagi trader CFD, laporan kali ini adalah ajang pembuktian; jika manajemen berhasil mengkonfirmasi adanya fenomena trading-down, yakni konsumen yang beralih dari restoran mahal ke opsi terjangkau MCD, saham ini siap mengkonfirmasi statusnya sebagai safe haven favorit institusi dan memicu momentum reli pelarian ke aset aman (flight to safety).

4. Airbnb (#ABNB)

logo airbnb 1280x300

Company Name: Airbnb, Inc.
Ticker & Market: $ABNB - NASDAQ
Sector & Industry: Consumer Discretionary - Travel Services
Headquarters: San Francisco, California, USA
Market Cap: US$84.22B
Trailing P/E (valuasi berdasarkan laba 12 bulan terakhir): 35.15
Forward P/E (valuasi berdasarkan proyeksi laba 12 bulan ke depan): 27.40
P/E Growth Ratio (5yr expected): 1.33

Menutup panggung pelaporan di hari Kamis (7 Mei), raksasa layanan perjalanan Airbnb (ABNB) akan menghadapi ujian yang disebut-sebut sebagai momen penentuan (make or break) untuk keseluruhan arah kinerjanya di tahun 2026. Meskipun diperdagangkan dengan valuasi Forward P/E di level 27,40x, bayang-bayang kekecewaan dari rilis kuartal lalu (Q4) masih melekat kuat setelah mereka meleset dari konsensus dengan mencetak EPS $0,56 berbanding estimasi $0,66. Tekanan ini diperparah oleh anjloknya margin operasi secara tajam dari 17% menjadi 10% secara tahunan akibat membengkaknya beban penjualan dan pemasaran. Mengingat "buah gantung rendah" (low-hanging fruit) dari lonjakan pasca-pandemi telah habis terserap pasar yang mulai jenuh, manajemen kini dipaksa membakar lebih banyak modal untuk mendorong efisiensi platform, mulai dari fitur "buy now pay later" hingga menguji coba layanan pinggiran seperti pesan-antar bahan makanan dan penjemputan bandara. Bagi para trader CFD, rilis Q1 ini adalah arena pertempuran ekspektasi; alih-alih hanya melihat angka laba, pasar akan mengawasi ketat metrik pendapatan diterima di muka (unearned fees) sebagai proksi mutlak kekuatan pemesanan liburan musim panas mendatang. Jika metrik ini melunak di tengah narasi memburuknya daya beli konsumen AS, kombinasi antara melambatnya pemesanan dan penyusutan margin ini berpotensi besar memicu aksi jual teknikal yang tajam.


Pekan pertama Mei 2026 di Wall Street ditandai oleh volatilitas tinggi yang dipicu oleh rilis laporan laba perusahaan pertumbuhan seperti AMD, Uber, dan Airbnb, serta strategi perburuan dividen pada saham defensif seperti Pfizer, IBM, dan Walmart. Fokus pasar saat ini melampaui estimasi EPS, beralih pada kualitas pertumbuhan dan panduan masa depan guna merespons valuasi tinggi di sektor AI. Bagi para praktisi pasar terutama trader CFD Single Stock, kondisi ini memerlukan adaptasi cepat terhadap celah harga dan potensi aksi sell the news, sehingga manajemen risiko yang disiplin serta objektivitas dalam menilai ekspektasi menjadi kunci untuk menangkap peluang di tengah fluktuasi pasar global.

Semua saham yang disebutkan dalam artikel ini tersedia untuk diperdagangkan sebagai CFD di Agrodana Futures.


cfd saham us 1920x1080 (1)

Masih ragu dan memiliki pertanyaan lainnya ?

Kantor Pusat
Menara Batavia Lt. 3A
Jl. K.H. Mas Mansyur No.Kav. 126,
Karet Tengsin, Kec. Tanah Abang,
Kota Jakarta Pusat 10220
Telp: 021 - 57902535
Berlangganan Newsletter Agrodana:
Ikuti Kami
facebook agrodanayoutube agrodanainstagram agrodana
agrodana iosagrodana android
Berizin & Diawasi Oleh:
bappebti whitebi whiteojk white
Agrodana Futures adalah perusahaan Pialang berizin dan diawasi oleh Bappebti, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), dan merupakan anggota dari Bursa ICDX dan JFX dan Kliring House ICH dan KBI. Kami menerima klien Warga Negara Indonesia dan Asing yang memegang Kartu Izin Tinggal Terbatas di Indonesia kecuali warga negara Amerika Serikat, Kanada, Uni Eropa, Australia, Jepang, Iran dan Korea Utara. Transaksi ini memiliki leverage dan tingkat risiko yang tinggi terhadap modal, dan tidak selalu cocok untuk semua orang, pelajari dan pahami risikonya sebelum memulai transaksi.

Copyright @2025 Agrodana Futures
Waspada Penipuan
/ Kebijakan Privasi / Pengaduan Nasabah
Ikuti Kami
alt=""alt=""alt=""
Kantor Pusat
Menara Batavia Lt 3A
Jl. K.H. Mas Mansyur No.Kav. 126, Karet Tengsin, Kec. Tanah Abang, Kota Jakarta Pusat 10220
Telp: 021 - 57902535
Email:  [email protected]Whatsapp: +6281-988-3777
Berlangganan Newsletter Agrodana :
Berizin & Diawasi Oleh:
bappebti whitebi whiteojk white
Agrodana Futures adalah perusahaan Pialang berizin dan diawasi oleh Bappebti, Otoritas Jasa Keuangan dan Bank Indonesia, dan merupakan anggota dari Bursa ICDX dan JFX dan Kliring House ICH dan KBI. Kami menerima klien Warga Negara Indonesia dan Asing yang memegang Kartu Izin Tinggal Terbatas di Indonesia kecuali warga negara Amerika Serikat, Kanada, Uni Eropa, Australia, Jepang, Iran dan Korea Utara. Transaksi ini memiliki leverage dan tingkat risiko yang tinggi terhadap modal, dan tidak selalu cocok untuk semua orang, pelajari dan pahami risikonya sebelum memulai transaksi.

Copyright @2025 Agrodana Futures
Waspada Penipuan / Kebijakan Privasi / Pengaduan Nasabah
Whatsapp Non Klien
crossmenuchevron-down