Imbal hasil Treasury AS 10 tahun lanjut rebound, dan kali ini diikuti dengan USD yang juga menguat. Kondisi ini kurang menguntungkan bagi emas yang akhirnya menyerah dengan penutupan di bawah 4800. Premi risiko geopolitik sepertinya lebih cenderung membebani saat ini karena simpang siurnya informasi terkait diplomasi AS dan Iran, meskipun diakui beberapa poin sudah mencapai kesepakatan tertentu. Poin yang paling mendasar, yaitu senjata nuklir Iran justru masih berbeda pandangan sehingga akan sulit untuk dipenuhi.
Di sisi lain, data ekonomi yang muncul tadi malam cenderung memberikan hasil yang kuat. Sebelumnya, Empire Fed menunjukkan angka yang kuat, tadi malam angka dari Philadelphia Fed juga dirilis lebih kuat. Kondisi ini cenderung diabaikan karena pasar sedang berfokus dengan tarif dan perang.
Headline tentang geopolitik terus bergulir, dan informasi yang muncul cenderung beragam. Tanda-tanda awal redanya ketegangan juga diimbangi dengan risiko yang masih mengancam terhadap rute-rute pelayaran utama.
Trump mengumumkan kesepakatan gencatan senjata Israel dan Lebanon yang resmi berlaku tadi malam sampai 10 hari ke depan. Hal ini sempat direspon positif oleh pasar karena memang bagian dari 10 poin yang diajukan Iran sebagai syarat untuk diplomasi AS-Iran. Namun, keputusan Israel untuk tetap mempertahankan pasukannya di Lebanon Selatan mendapat protes dari Iran. Iran menegaskan Israel harusnya menarik penuh pasukan dari Lebanon Selatan sebagai bagian dari kesepakatan gencatan senjata.
Perkembangan lainnya yang perlu dikonfirmasi terkait penutupan Selat Bab al-Mandab mulai tengah hari ini. Jika benar, maka hal ini akan berisiko memicu eskalasi baru bagi perdagangan global dan aliran energi setelah Selat Hormuz. Tapi sejauh ini pasar mengabaikannya karena kurangnya validasi dari Iran.
Sedangkan terkait AS-Iran, serangkaian pernyataan optimis dari Presiden Trump membuat ekspektasi perdamaian semakin kuat. Trump menyebut konflik bisa segera berakhir dan menyoroti kemungkinan dialog antara AS dan Iran di akhir pekan (jadwal semula Kamis, mundur ke akhir pekan). Narasi optimis tersebut sudah mendukung pasar dalam 3 hari terakhir.
Tapi satu hal yang menjadi pertanyaan dasar adalah terkait senjata nuklir yang diklaim Trump bahwa Iran setuju untuk menghentikan. Masalahnya Iran berkali-kali mengatakan bahwa mereka hanya akan mempertimbangkan menghentikan selama 5 tahun, sedangkan AS meminta 20 tahun. Kondisi ini yang diragukan pasar akan mudah mencapai kesepakatan mengingat keduanya masih berbeda pandangan terkait hak Iran dengan senjata nuklirnya, sedangkan AS dengan larangan kepemilikan senjata nuklir untuk Iran.
Tidak ada data ekonomi malam nanti, hanya ada Presiden Fed San Francisco Mary Daly yang berbicara di jam 22.30 WIB. Jika hanya pengulangan seperti di hari Selasa, maka pernyataannya cenderung diabaikan. Ini berarti fokus utama tetap pada pertemuan AS dan Iran yang akan terjadi di akhir pekan.
Beberapa skenario yang diperkirakan bisa membuat market volatile, sebagai berikut:
Skenario 1 akan membuat emas berbalik turun dengan cepat, dan turun tajam kemungkinan berlanjut bahkan menjelang akhir pekan karena kekhawatiran eskalasi geopolitik di akhir pekan kembali terbuka. Segera ubah strategi menjadi SELL jika ini terjadi!
Skenario 2 maupun 3 cenderung di sisi aman, dan emas masih berpeluang naik. Tapi skenario paling bullish adalah skenario 3 yang akan mendorong emas naik lebih lanjut, bahkan sangat terbuka untuk mengakhiri akhir pekan ini di atas 4850, bahkan tembus zona 5000-an. Sedangkan skenario 2 hanya akan membuka peluang kenaikan ke 4900-an, tapi kemungkinan tidak sekuat skenario 3.
Note : Tetap waspada dengan volatilitas besar pada market yang sewaktu-waktu bisa tiba-tiba berubah!
Candlestick daily ditutup doji, cenderung mengindikasikan kenaikan yang kurang kuat sehingga tekanan cenderung membebani. Meski demikian, faktor fundamental akhir pekan menjadi penentunya apakah penurunan akan lebih lanjut atau justru hanya menguji support psikologis 4712 (MA 100 Daily). Jika MA 100 ditembus, dan tekanan terus menguat, maka proyeksi berikutnya adalah 4600-4624.
Sedangkan di sisi kenaikan, area 4833, 4844 dan 4855 akan menjadi zona resistance kuat yang perlu ditembus untuk membuat tren kenaikan kembali mendominasi. Investor diperkirakan masih berhati-hati memasuki akhir pekan di mana pertemuan AS dan Iran cenderung masih tidak menentu, meskipun Trump mengklaim bahwa Iran sudah sepakat menghentikan senjata nuklirnya.

H4 menunjukkan pergerakan yang relatif sideways karena meskipun gagal naik di atas 4844, atau gagal tembus MA 200 saat itu, penurunan juga masih tidak banyak berkutik di zona orange 4751-4803. Ini merupakan yang kedua kalinya secara beruntun emas gagal lanjutkan kenaikan di atas MA 200. Yang pertama kali saat sentuh 4871, dan kedua kali saat hanya sentuh 4838. Keduanya berakhir dengan penutupan di bawah MA 200. Ini berarti ada kecenderungan emas kemungkinan akan menguji zona support yang lebih rendah lebih dulu sebelum kembali ke jalur kenaikannya.
Jika sesuai perhitungan, ditambah dengan kekhawatiran pasar terhadap premi risiko geopolitik di akhir pekan, maka peluang turun diperkirakan lebih dominan untuk hari ini. Dengan asumsi profit taking sekaligus menjaga kemungkinan terburuk tidak tercapai kesepakatan, zona 4750 kemungkinan ditembus. Dan jika itu terjadi, maka proyeksi berikutnya berada di zona pink kisaran 4607-4686.
Pull-up atau retest resistance kemungkinan bisa terjadi lebih dulu. Jika dalam 1-2 jam kedepan zona orange tetap bertahan, maka peluang retest MA 200 yang saat ini ada di 4829 bisa terjadi lebih dulu, dan jika MA200 tidak ditembus, maka tekanan turun akan lebih kuat sehingga akhirnya tembus zona orange, atau dengan kata lain tembus 4750. Skenario sell jangka pendek diasumsikan di zona 4800-4830.
Sebaliknya, jika MA 200 ditembus, maka kenaikan diperkirakan berlanjut hingga kisaran 4844 atau area 4855-4870. Trader bisa pertimbangkan buy saat MA 200 konfirm ditembus. Tapi karena situasi geopolitik yang cenderung tidak menentu, terutama masuk akhir pekan, maka tidak disarankan mempertahankan buy terlalu lama, atau sampai overnight. Secara teknis, resistance 4855-4870 kemungkinan juga menjadi area supply sehingga tekanan turun bisa kembali terjadi.
Area yang kami pertimbangkan untuk alternatif buy jauh lebih aman atau lower risk akan berada minimum di zona pink 4607-4686, atau jauh lebih optimal jika bisa di zona hijau 4420-4499 karena zona ini dianggap koreksi turun yang optimal dari pola yang dicurigai membentuk rising wedge, sekaligus Golden Zone dari Fibonacci retracement (FR) 50%-61.8%.

Per jam 11.05 WIB, harga berada di 4793.12 dengan high 4801.10, dan low 4767.68. Jika Anda melihat rekomendasi sebelumnya di website Technical Analysis Commodity (Gold, Crude Oil) 17 April 2026, strategi sell di 4811-4813 dipertahankan karena sejauh ini belum disentuh. Tapi alternatif sell on breakout 4785 cukup berhasil hingga lewati TP 1 @4775, tapi belum sentuh TP 2 @4750 karena level terendah tertahan di 4767 dan diikuti rebound.
Peluang sell untuk saat ini diperkirakan masih dominan karena jangka pendek kami mendeteksi tekanan dari pola descending triangle. Pantulan ke atas diharapkan tertahan di resistance triangle 4825 (area 4829 adalah MA 200 di H4 yang juga diperhitungkan sebagai resistance kuat). Ini berarti zona sell akan berada di sepanjang 4800-4829. Sementara target terdekat dari penurunan kemungkinan 4750 dan 4700-4725 (area support trendline).
Jika dalam 1-2 jam kedepan kondisi tidak berubah banyak, dan harga tetap di bawah 4825-4829, maka strategi sell tetap diutamakan. Dan jika 4750 ditembus, maka lanjut pertahankan sell minimum sampai dekat atau sentuh zona trendline support.
Di sisi lain, jika pertemuan AS-Iran di akhir pekan ini mengarah ke kesepakatan damai atau minimum perpanjangan gencatan senjata, maka proyeksi penurunan diperkirakan tetap terbatas dengan zona 4700-4725 sebagai area terjauh (geser beberapa poin ke 4675-4680 sebagai kemungkinan tail/shadow dari penurunan cepat yang mungkin terjadi sebelum berakhir di atas 4700). Ini berarti trader bisa pertimbangkan buy di zona tersebut.
Tapi, jika sampai memasuki sesi NY malam nanti tidak ada pertanda validasi dari Iran tentang sepakat dengan penghentian nuklir seperti yang diklaim Trump (diasumsikan kemungkinan kesepakatan damai sangat minim), dan atau tidak ada perpanjangan gencatan senjata, maka tekanan diperkirakan berlanjut, dan zona coklat 4554-4608 adalah proyeksi yang paling mungkin dari penurunan selanjutnya. Bahkan risiko terjauh tekanan bisa juga sentuh zona orange 4350-4420 (zona ini diperkirakan zona big buy/demand).
Ubah strategi hanya jika syarat untuk bullish terpenuhi, baik secara teknis maupun fundamental yang terfokus pada kesepakatan damai ataupun perpanjangan masa gencatan senjata!
Untuk malam hari sebaiknya Anda fokus perhatikan catatan kami di grafik H4!
Opsi SELL on Rally (update jam 11.15 WIB)
Entry: 4811.00 โ 4813.00
(atau cek di artikel untuk opsi lainnya)
Target/Reward :ย 4799.00 ($12 - $14)ย
(Alternatif Follow SELL jika tembus 4785, target terdekat 4775, terjauh 4750, sesuaikan stop loss dengan risk management masing-masing)
Stop Loss: 4819.00 ($6 - $8)
(ideal 3-5 poin di atas 4819.00)
Risk Reward: 1: 2ย
Opsi BUY jika support tidak ditembus
Entry : 4555.00 โ 4557.00ย
(atau cek di artikel untuk area alternatif )
Target/Reward: 4569.00 ($12 - $14)
Stop Loss: 4549.00 ($6 - $8)
(ideal SL 3-5 poin di bawah 4547)
Risk Reward: 1: 2
Copyright ยฉ 2026 Agrodana Futures
Disclaimer:
Artikel ini berupa pandangan Agrodana Research, Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan atau menjual market tertentu. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
Research & Analysis Agrodana Futures
Keterangan :
| Suggest : SELL on Rally Area : 48850 - 48870 Target : 1) 48750 2) 48650 SL : 48970 Alternatif : Follow SELL jika tembus 48780 Switch to BUY jika tembus 49050 Fokus diplomasi AS-Iran dan waspada risiko akhir pekan! |
Keterangan :
| Suggest : SELL on Rally Area : 26500.00 โ 26520.00 Target : 1) 26400.00 2) 26300.00 SL : 26620.00 Alternatif : Pertahankan SELL jika tembus 26450 Switch to BUY jika tembus 26570 Fokus diplomasi AS-Iran dan waspada risiko akhir pekan! |
Keterangan :
| Suggest : SELL on Rally Area : 7080.00 โ 7090.00 Target : 1) 7050.00 2) 7020.00 SL : 7120.00 Alternatif : Pertahankan/follow SELL jika tembus 7040 Switch to BUY jika tembus 7130 Fokus pertemuan AS-Iran dan waspada risiko akhir pekan! |
Keterangan :
| Suggest : SELL on Rally Area : 59150 - 59170 Target : 1) 59050 2) 58950 SL : 59270 Alternatif : Follow SELL jika tembus 58950 Switch to BUY jika tembus 59500 Tetap waspada dengan potensi โintervensi aktualโ yen |
Keterangan :
| Suggest : SELL on Rally Area : 26250 - 26270 Target : 1) 26150 2) 26050 SL : 26370 Alternatif : Follow/Pertahankan SELL jika tembus 26100 Switch to BUY jika tembus 26400 atau jika gagal tembus support 25500 |
Copyright ยฉ 2026 Agrodana Futures
Disclaimer:
Artikel ini berupa pandangan Agrodana Research, Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan atau menjual market tertentu. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
Research & Analysis Agrodana Futures
Keterangan :
| Suggest : BUY on Dip Area : 88.50 โ 88.70 Target : 1) 89.70 2) 90.70 SL : 87.50 Alternatif : Follow BUY jika tembus 98.50 Switch to SELL jika tembus 84.50 Alternatif BUY: 84.98-86.44 Fokus pertemuan AS-Iran akhir pekan! |



Keterangan :
| Suggest : SELL on Rally Area : 4811.00 โ 4813.00 Target : 1) 4805.00 2) 4799.00 SL : 4819.00 (ideal 3-5 points di atas 4819) Alternatif : Pertahankan/follow SELL jika tembus 4785 Switch to BUY jika tembus 4829 (MA200 H4) Opsi buy : 4710-4725 (trendline), 4554-4608 (coklat), 4350-4420 (orange) |
Copyright ยฉ 2026 Agrodana Futures
Disclaimer:
Artikel ini berupa pandangan Agrodana Research, Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan atau menjual market tertentu. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
Research & Analysis Agrodana Futures


Imbal hasil Treasury AS 10 tahun mengalami rebound di sesi perdagangan hari Rabu, tapi dollar tetap dalam posisi lemah. Kondisi ini ikut menghambat emas yang terpaksa terhenti di 4871, dan rebound di malam hari pun belum mampu untuk melewati zona 4871 kembali. Namun, kondisi ini tidak menggagalkan bias bullish yang sampai saat ini terlihat masih cukup kuat.
Jelang pertemuan AS-Iran di Pakistan hari Kamis, situasi cenderung lebih konstruktif di pasar sepanjang sesi NY, dengan kabar-kabar seputar geopolitik cenderung memunculkan optimisme hati-hati, meskipun risiko mendasar tetap tinggi. Kemungkinan kondisi ini yang membuat pasar cenderung tidak bertindak terlalu agresif, sambil melakukan beberapa profit taking pasca kenaikan impresif sejak hari Senin di pekan ini.
Trump kembali memberi pernyataan yang mengobarkan optimisme. Kali ini postingan Trump tentang kemungkinan gencatan senjata Israel-Lebanon dengan memuji Israel, dan mengatakan bahwa hal itu akan terjadi besok (hari ini).
Financial Times melaporkan bahwa gencatan senjata antara Israel dan Lebanon kemungkinan akan segera terwujud, mengutip pernyataan dari pejabat Lebanon.
Di waktu yang bersamaan, laporan dari Fox mengatakan Iran mungkin menggunakan satelit China untuk memantau pangkalan-pangkalan AS sehingga menambah keruwetan di pasar yang berpotensi memicu eskalasi dalam konflik Timur Tengah, dengan implikasi terhadap hubungan AS-China. Tapi Beijing membantah terlibat.
Kabar lain dari Iran menyebut bahwa Iran mengusulkan pembukaan kembali sebagian Selat Hormuz bagi kapal-kapal melalui perairan Oman, dan menekankan tergantung kesepakatan dengan AS. Usulan tersebut menandakan berkurangnya gangguan pasokan, tapi akan bergantung dari negosiasi dengan AS. Meski demikian, lalu lintas pelayaran belum pulih sepenuhnya dengan volume yang masih jauh di bawah tingkat sebelum perang. Ada ratusan kapal dan sekitar 20,000 awak kapal yang masih tertahan.
Data ekonomi seperti initial jobless claims dan Philadelphia Fed Manufacture index malam nanti mungkin bisa sedikit diabaikan. Meski harga akan bergerak sesuai respon data, tapi diperkirakan reaksi pasar cenderung terbatas karena fokus utama tertuju pada pertemuan AS-Iran yang dijadwalkan hari ini di Pakistan. Kemungkinan imbasnya akan terasa hingga akhir pekan mendatang karena minggu ini juga menjadi minggu terakhir dari gencatan senjata yang disepakati 8 April yang lalu untuk 2 minggu, terhitung deadline di 22 April 2026.
Sempat beredar kabar tentang kemungkinan perpanjangan masa gencatan senjata sampai 2 minggu lebih lanjut, tapi kedua pihak membantah sehingga pasar akan diwarnai kecemasan jika ternyata kesepakatan dari diplomasi tersebut tidak menghasilkan kesepakatan yang diharapkan, termasuk potensi perdamaian di Timur Tengah.
Beberapa skenario yang diperkirakan bisa membuat market volatile, sebagai berikut:
Skenario 1 akan membuat emas berbalik turun dengan cepat, dan turun tajam kemungkinan berlanjut bahkan menjelang akhir pekan karena kekhawatiran eskalasi geopolitik di akhir pekan kembali terbuka. Segera ubah strategi menjadi SELL jika ini terjadi!
Skenario 2 maupun 3 cenderung di sisi aman, dan emas masih berpeluang naik. Tapi skenario paling bullish adalah skenario 3 yang akan mendorong emas naik lebih lanjut, bahkan sangat terbuka untuk mengakhiri akhir pekan ini di atas 4850, bahkan tembus zona 5000-an. Sedangkan skenario 2 hanya akan membuka peluang kenaikan ke 4900-an, tapi kemungkinan tidak sekuat skenario 3.
Note : Tetap waspada dengan volatilitas besar pada market yang sewaktu-waktu bisa tiba-tiba berubah!
Candlestick daily ditutup bearish, kenaikan tertahan di 4871, masih dalam zona resistance yang ditandai di 4855-4870 sehingga bullish masih harus berjuang keras untuk bisa tembus zona tersebut. Di sisi lain, level terendah tetap bertahan di 4786 sampai penutupan, nyaris tidak pernah sentuh kembali level tersebut. Dan di malam hari beberapa kali harga sempat rebound sampai 4816 dan tertinggi ke 4830.
Meski demikian, kami tidak melihat adanya perubahan signifikan terhadap sentimen market dan struktural. Saat ini bias bullish masih cukup kuat, sehingga tidak diharapkan terjadi penurunan ekstrim di bawah support 4750 yang dianggap support terdekat. Pasar masih menunggu hasil pertemuan AS-Iran yang diagendakan hari ini. Hanya ketidaksepakatan dan tidak adanya perpanjangan gencatan senjata yang diperkirakan berpotensi mengubah bias bullish menjadi bearish secara signifikan!

H4 masih sesuai skenario yang diharapkan. Terlihat penurunan pun tetap bertahan di zona orange yang ditandai di kisaran 4751-4803, dan sesuai ulasan di video teknikal analisis di youtube @AgrodanaFuturesOfficial kemarin, bahwa penurunan di berapapun tetap sebagai peluang buy juga terpenuhi. Namun, bullish belum bisa bernafas lega. MA 200 H4 kini di 4844 akan menjadi penghambat jika kembali gagal tembus, tapi sekaligus juga membuka peluang untuk kenaikan yang lebih tinggi jika berhasil ditembus.
Perhatikan 3 candle terakhir di zona orange! Bearish candle โ doji-bullish candle, ketiganya membentuk formasi yang disebut sebagai morning star doji. Biasanya pola ini memberi indikasi kenaikan yang lebih kuat. Apalagi jika muncul di zona support yang kebetulan zona orange ditandai sebagai support terdekat sejak 2 hari terakhir. Artinya, peluang naik secara teori cenderung lebih terbuka. Tapi, syarat mutlak dari pola morning star adalah tembus resistance dari candle bearish di 4830. Meski sempat spike (naik cepat) sampai 4837 pagi ini, tapi penentunya datang dari candle berikutnya yang saat artikel ditulis sedang bergerak di 4825.
Jika dalam 1-2 jam ke depan harga secara bertahap berhasil konsisten naik di atas 4830 (tetap bertahan di atas 4830), maka peluang kenaikan itu semakin terbuka. Tapi trigger atau pemicu kenaikan yang lebih kuat adalah tembus di atas MA 200, dan itu berarti harus tembus 4844. Jika kedua syarat terpenuhi, trader bisa lanjutkan posisi buy terdekat sampai 4855, atau peluang lebih lanjut ke zona ungu kisaran 4898-4977.
Karena market sedang dalam mode โwait and seeโ hasil pertemuan AS-Iran terbaru di Pakistan hari ini, maka headline โkesepakatan tercapaiโ atau โdeadline gencatan senjata diperpanjangโ akan mendukung kenaikan lebih lanjut, bahkan tembus zona 5000-an dalam waktu dekat.
Sebaliknya, jika MA 200 gagal ditembus, lalu diikuti tekanan turun sampai 4750, trader perlu waspada dengan potensi reversal bearish jangka pendek! Penurunan berpotensi berlanjut jika tembus 4750. Dan peluang tekanan diperkirakan berlanjut melirik zona pink kisaran 4607-4686. Pada kondisi ini, trader bisa pertimbangkan ubah strategi menjadi sell, tapi dengan catatan hanya untuk jangka pendek sehingga target relatif terbatas, dan zona pink diperkirakan akan kembali diincar sebagai zona buy.
Tapi pada kondisi geopolitik di mana โtidak tercapai kesepakatanโ dan โgencatan senjata tidak diperpanjangโ, maka trader bisa lanjut pertahankan sell tersebut sampai kisaran terdekat 4554-4567, atau paling ekstrim zona hijau 4420-4499. Kondisi ini akan menimbulkan keresahan market karena eskalasi geopolitik dikhawatirkan meningkat di akhir pekan.

Per jam 11.05 WIB, harga berada di 4826.10 dengan high 4837.64, dan low 4791.23. Jika Anda melihat rekomendasi sebelumnya di website Technical Analysis Commodity (Gold, Crude Oil) 16 April 2026, strategi buy di 4811-4813 berhasil sentuh TP 2 di 4825, dan sampai artikel ini ditulis harga masih bertahan di zona 4824-4826. Asumsi double bottom juga dipertahankan karena masih tetap terbuka selama tidak ada penurunan di bawah zona merah 4786-4798.
Level terendah sejak pembukaan pagi tadi tetap bertahan di 4791, diikuti kenaikan sampai 4837, dan saat itu terkoreksi turun dengan cepat hingga 4811.31 sehingga zona buy yang diharapkan pada strategi pagi tadi disentuh.
Skenario bullish berlanjut jika 1-2 jam ke depan harga berhasil naik di atas 4830 dan stabil di atas 4830. Jika ini yang terjadi, lanjutkan pertahankan strategi buy, dengan potensi terdekat 4845 dan 4855 sebagai zona paling potensial, atau 4870 (dekat high kemarin) yang juga cukup terbuka.
Tapi, jika dalam 1-2 jam ke depan harga gagal tembus 4830, lalu kembali turun di bawah 4820, maka sebaiknya hindari buy di zona yang sama (4811-4813). Sebaiknya turunkan zona buy ke zona merah kisaran 4786-4798 yang dianggap sebagai support terdekat, sekaligus peluang untuk membentuk triple bottom.
Sedangkan zona orange 4746-4759 bisa dipertimbangkan sebagai zona buy lebih ideal jika 4786 ditembus. Namun, zona ini diperkirakan baru tersentuh jika kondisi geopolitik kembali tidak stabil, dan pertemuan AS-Iran dikhawatirkan gagal memenuhi ekspektasi Trump yang optimis bisa mencapai kesepakatan.
Ubah strategi menjadi sell hanya jika terjadi penurunan di bawah 4740, dan jika didukung dengan gagalnya kesepakatan AS-Iran dari pertemuan hari ini, dan tidak adanya perpanjangan gencatan senjata. Kondisi ini akan memicu penurunan lebih lanjut ke 4700 ataupun terjauh 4640. Tapi jika syarat-syarat bearish tidak terpenuhi, maka utamakan strategi buy on dip!
Untuk malam hari sebaiknya Anda fokus perhatikan catatan kami di grafik H4!
Trading Strategy:ย
Opsi BUY on Dip (update jam 11.15 WIB)
Entry: 4811.00 โ 4813.00
(atau cek di artikel untuk opsi lainnya)
Target/Reward :ย 4825.00 ($12 - $14)ย
(Alternatif Follow BUY jika tembus 4835, target terdekat 4845, terjauh 4875, sesuaikan stop loss dengan risk management masing-masing)
Stop Loss: 4805.00 ($6 - $8)
(ideal 3-5 poin di bawah 4804.00)
Risk Reward: 1: 2ย
Opsi BUY jika support tidak ditembus
Entry : 4755.00 โ 4757.00ย
(atau cek di artikel untuk area alternatif )
Target/Reward: 4769.00 ($12 - $14)
Stop Loss: 4749.00 ($6 - $8)
(ideal SL 3-5 poin di bawah 4747)
Risk Reward: 1: 2
Copyright ยฉ 2026 Agrodana Futures
Disclaimer:
Artikel ini berupa pandangan Agrodana Research, Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan atau menjual market tertentu. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
Research & Analysis Agrodana Futures
Earnings Calendar
| TANGGAL | NAMA SAHAM |
| Kamis, 23 April 2026 | American Express, Comcast, Honeywell, IBM, Tesla |
| Jumat, 24 April 2026 | Intel, Procter & Gamble |
Memasuki paruh kedua pekan kedua laporan keuangan kuartal pertama (Q1), pusat perhatian Wall Street kini bergeser dari sektor industri manufaktur menuju barisan raksasa teknologi dan layanan konsumen yang lebih volatil. Setelah diuji oleh kinerja emiten alat berat dan kedirgantaraan di awal pekan, pasar kini bersiap membedah kesehatan daya beli masyarakat serta arah inovasi teknologi global. Bagi para trader CFD, periode ini sangat krusial karena melibatkan saham-saham kategori growth stocks yang pergerakan harganya sangat sensitif terhadap setiap detail proyeksi laba masa depan.
Panggung utama pada hari Kamis 23 April akan langsung dipanaskan oleh laporan kinerja Tesla (TSLA) dan IBM yang menjadi kompas bagi sektor teknologi, bersamaan dengan American Express (AXP), Comcast (CMCSA), serta Honeywell (HON). Momentumnya kemudian akan ditutup pada hari Jumat 24 April melalui pembuktian efisiensi dari Intel (INTC) serta raksasa barang konsumsi Procter & Gamble (PG). Sebelum lonjakan volatilitas ini menciptakan peluang profit, mari kita bedah satu per satu peta kekuatan fundamental dari deretan emiten blue-chip penutup pekan depan.

Company Name: American Express Company (AXP)
Ticker & Market: $AXP - NYSE
Sector & Industry: Financials - Credit Services
Headquarters: New York City, New York, USA
Market Cap: US$222.07B
Trailing P/E (valuasi berdasarkan laba 12 bulan terakhir): $21.05
Forward P/E (valuasi berdasarkan proyeksi laba 12 bulan ke depan): $18.48
P/E Growth Ratio (5yr expected): $1.66
Membuka panggung volatilitas di hari Kamis 23 April, raksasa layanan keuangan American Express (AXP) membawa narasi ekspansi komersial yang sangat agresif. Perusahaan baru saja merilis Graphite Business Cash Unlimited Card yang dibekali integrasi perangkat lunak manajemen pengeluaran berbasis AI, menandai peluncuran lini produk bisnis terbesarnya dalam sejarah Amex baru-baru ini. Secara fundamental, mesin kas perusahaan masih berputar sangat kencang. AXP sukses mencatatkan lonjakan pendapatan 10,5% secara tahunan (year-over-year) dan bahkan memberikan sinyal optimisme dengan menaikkan dividen kuartalannya menjadi $0.95 per saham. Tren makroekonomi juga berpihak pada mereka; kuatnya gairah belanja konsumen di sektor perjalanan udara baru-baru ini menjadi katalis pendorong transaksi kartu kredit AXP.
Namun, di balik agresivitas bisnis tersebut, pergerakan saham AXP saat ini sedang diuji oleh sentimen kehati-hatian dari Wall Street. Melihat metrik valuasinya, angka PEG Ratio di level 1.66 menunjukkan bahwa saham AXP saat ini dihargai dengan angka yang cukup premium dibandingkan proyeksi pertumbuhannya. Keraguan pasar semakin membesar setelah lembaga keuangan raksasa seperti JPMorgan memangkas tajam target harga AXP dari $375 menjadi $325 dan menurunkan peringkatnya menjadi netral.
Sikap pesimistis dari para analis ini anehnya sejalan dengan manuver pihak internal perusahaan (insider selling). Dalam tiga bulan terakhir, jajaran eksekutif Amex tercatat merealisasikan aksi ambil untung dengan melepas kepemilikan saham senilai lebih dari $26,1 juta. Dengan konsensus analis yang kini mayoritas menahan diri di peringkat "Hold" pada rata-rata target harga $351.20, rilis laporan keuangan pekan depan akan menjadi momen pembuktian yang sangat menegangkan. Laba dan panduan bisnis AXP harus tampil sempurna untuk menepis keraguan pasar; jika tidak, tekanan jual dari institusi bisa memicu koreksi teknikal yang cukup dalam.

Company Name: Comcast Corporation (CMCSA)
Ticker & Market: $CMCSA - NASDAQ
Sector & Industry: Communication Services - Telecom Services
Headquarters: Philadelphia, Pennsylvania, USA
Market Cap: US$100.92B
Trailing P/E (valuasi berdasarkan laba 12 bulan terakhir): $5.20
Forward P/E (valuasi berdasarkan proyeksi laba 12 bulan ke depan): $7.65
EBITDA (Pendapatan sebelum Bunga, Pajak, Depresiasi, dan Amortisasi): $4.10
Mengambil panggung pada hari Kamis 23 April, raksasa media dan telekomunikasi Comcast hadir dengan membawa narasi bisnis yang sedang berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, model bisnis lama mereka di sektor TV kabel terus tergerus oleh masifnya tren peralihan penonton ke layanan streaming (cord-cutting). Namun, Comcast masih memiliki pondasi yang sangat solid melalui layanan internet broadband berkecepatan tinggi (Xfinity). Kekuatan mesin operasional ini terbukti mampu mengalahkan estimasi analis pada kuartal lalu dengan mencetak Laba Per Saham (EPS) $0.84. Untuk perusahaan beraset padat seperti Comcast, kemampuan mencetak tingkat EBITDA yang sehat menjadi indikator krusial bahwa arus kas mereka tetap tangguh. Ditambah dengan komitmen dividen yang memberikan imbal hasil (yield) 4,7%, saham Comcast menawarkan pelindung nilai yang menarik bagi investor.
Meski dibekali benteng kas yang kuat, pelaku pasar dihadapkan pada realitas tantangan transisi bisnis yang mahal. Valuasi saham saat ini, yang tercermin dari angka Trailing P/E 5.20 dan bergeser ke Forward P/E 7.65, menunjukkan bahwa pasar sedang menekan ekspektasi pertumbuhan Comcast. Investor bersikap skeptis terhadap besarnya beban modal yang harus terus dibakar perusahaan untuk membesarkan platform streaming Peacock demi bertahan melawan dominasi Netflix dan Disney.Keraguan ini makin dipertegas oleh pergerakan arus modal institusional. Firma besar seperti Cambiar Investors tercatat telah memangkas lebih dari 32% kepemilikan sahamnya. Sentimen ini kian terbebani oleh langkah sang CEO, Michael Cavanagh, yang merealisasikan aksi ambil untung senilai $1,89 juta di tengah ketidakpastian ini. Dengan konsensus analis yang mayoritas menahan diri di peringkat "Hold", rilis laporan keuangan pekan depan tidak hanya tentang seberapa besar laba yang didapat, melainkan pembuktian apakah Comcast mampu menyeimbangkan beban ekspansi streaming tanpa mengorbankan margin bisnis intinya.

Company Name: Honeywell International Inc (#HON)
Ticker & Market: $HON - NASDAQ
Sector & Industry: Industrials - Conglomerates
Headquarters: Charlotte, North Carolina, USA
Market Cap: US$148.05B
Trailing P/E (valuasi berdasarkan laba 12 bulan terakhir): $33.67
Forward P/E (valuasi berdasarkan proyeksi laba 12 bulan ke depan): $22.08
P/E Growth Ratio (5yr expected): $2.12
Turut meramaikan rilis laporan keuangan di hari Kamis, raksasa konglomerasi industri Honeywell (HON) hadir dengan pondasi bisnis yang sangat kokoh. Lini bisnis mereka yang terdiversifikasi mulai dari otomatisasi bangunan hingga material kinerja tinggi memberikan perlindungan yang sangat baik terhadap siklus ekonomi. Namun, motor penggerak utama mereka saat ini ada pada segmen kedirgantaraan (aerospace). Seiring pulihnya industri penerbangan global, permintaan akan komponen mesin, sistem avionik, dan layanan pemeliharaan prediktif Honeywell melonjak tajam. Kekuatan operasional ini tercermin jelas dari rekam jejak mereka yang impresif; Honeywell secara konsisten berhasil mengalahkan estimasi laba Wall Street dalam dua kuartal terakhir dengan rata-rata kejutan positif (earnings surprise) sebesar 6,26%.
Meski dibekali fundamental bisnis yang tahan banting, saham HON tidak bisa dibilang murah. Angka Trailing P/E yang berada di level 33.67 dipadukan dengan PEG Ratio 2.12 menunjukkan bahwa saham ini dihargai dengan angka premium oleh pasar. Kabar baiknya, ekspektasi laba ke depan terlihat sangat menjanjikan, terindikasi dari Forward P/E yang turun signifikan ke level 22.08.
Menjelang rilis kuartal ini, sentimen analis cenderung positif. Indikator kuantitatif seperti Earnings ESP (Expected Surprise Prediction) dari Zacks berada di angka +0.64%, yang sering kali menjadi sinyal kuat bahwa perusahaan bersiap kembali merilis laba di atas konsensus. Meskipun demikian, investor tetap harus memantau potensi risiko dari hambatan rantai pasokan di sektor penerbangan yang bisa menekan margin jangka pendek. Jika Honeywell mampu membuktikan efisiensinya dalam menavigasi biaya logistik dan inflasi di rilis hari Kamis depan, saham ini berpotensi melanjutkan tren positifnya sebagai aset defensif sekaligus saham pertumbuhan (growth) di portofolio para pelaku pasar.

Company Name: International Business Machines Corporation (IBM)
Ticker & Market: $IBM - NYSE
Sector & Industry: Information Technology Services - Telecom Services
Headquarters: Armonk, New York, USA
Market Cap: US$223.17B
Trailing P/E (valuasi berdasarkan laba 12 bulan terakhir): $21.35
Forward P/E (valuasi berdasarkan proyeksi laba 12 bulan ke depan): $19.23
P/E Growth Ratio (5yr expected): $2.22Company Name: International Business Machines
Melanjutkan parade laporan keuangan di hari Kamis, International Business Machines (IBM) tampil dengan pijakan fundamental yang sangat meyakinkan. Perusahaan ini terus memperkuat taringnya di arena kecerdasan buatan (AI) kelas enterprise, dan baru-baru ini diakui sebagai salah satu pemimpin dalam pasar platform evaluasi model AI, bersanding dengan raksasa seperti AWS, Google, dan Microsoft. Optimisme pasar juga didorong oleh penutupan awal akuisisi Confluent yang diproyeksikan langsung menyumbang tambahan pendapatan sekitar $50 juta pada kuartal pertama ini. Berkaca pada kuartal sebelumnya di mana IBM sukses melampaui estimasi dengan EPS $4.52 dan lonjakan pendapatan 12,2%, kepercayaan pasar kini semakin tebal. Hal ini terlihat jelas dari akumulasi saham secara masif oleh institusi raksasa seperti Vanguard dan State Street, yang juga diikuti oleh aksi beli dari jajaran direktur internal perusahaan.
Namun, laju saham IBM bukannya tanpa hambatan. Secara valuasi, saham ini diperdagangkan pada Trailing P/E 21.35 dengan metrik PEG Ratio di level 2.22. Angka PEG di atas 2 ini mengindikasikan bahwa harga saham IBM saat ini tergolong premium jika disandingkan dengan ekspektasi laju pertumbuhannya. Hal ini memicu kehati-hatian yang cukup kentara di kalangan analis. Firma riset Needham baru-baru ini memangkas target harganya menjadi $290, mengutip tekanan geopolitik dan hambatan nilai tukar mata uang asing (currency headwinds) yang berpotensi membebani segmen perangkat lunak dan layanan. Morgan Stanley juga mempertahankan peringkat "Hold" dengan alasan terbatasnya ruang untuk apresiasi valuasi lanjutan.
Selain hambatan makroekonomi, IBM juga menghadapi kerikil sentimen tata kelola (ESG) menyusul kesepakatan denda $17 juta dengan Departemen Kehakiman AS (DOJ) terkait penyelidikan praktik DEI perusahaan. Meskipun nilainya sangat kecil untuk ukuran neraca IBM, sorotan media memberikan beban reputasi tersendiri. Oleh karena itu, pada rilis laporan keuangannya nanti, IBM memikul tugas berat: mereka harus membuktikan bahwa monetisasi dari adopsi AI terbukti mampu menambal seluruh tekanan makroekonomi dan membenarkan valuasi premiumnya di mata investor.

Company Name: Tesla, Inc. (TSLA)
Ticker & Market: $TSLA - NASDAQ
Sector & Industry: Consumer Discretionary - Auto Manufacturers
Headquarters: Austin, Texas, USA
Market Cap: US$1.37T
Trailing P/E (valuasi berdasarkan laba 12 bulan terakhir): $337.22
Forward P/E (valuasi berdasarkan proyeksi laba 12 bulan ke depan): $172.41
P/E Growth Ratio (5yr expected): $4.97
Mengambil panggung utama pada hari Kamis 23 April, Tesla (TSLA) membawa dinamika pergerakan harga yang paling unik di Wall Street. Jika kita hanya melihat fundamental bisnis otomotifnya, Tesla sedang berada dalam tekanan berat; angka pengiriman mobil kuartal pertama (Q1 deliveries) meleset dari ekspektasi dengan hanya mencapai kisaran 358 ribu unit di tengah melemahnya permintaan di China. Namun, daya tarik Tesla tidak pernah sekadar tentang berjualan mobil. Saham ini bergerak kuat berdasarkan narasi masa depan yang dibangun oleh Elon Musk. Sinyal positif terkait persetujuan regulasi Full Self-Driving (FSD) di Eropa, serta rumor kebangkitan proyek mobil listrik murah "Model Q", menjadi katalis kuat yang menahan harga sahamnya. Narasi inilah yang membuat institusi raksasa seperti Massachusetts Financial Services (MFS), Vanguard, dan State Street tetap percaya diri mengakumulasi saham TSLA pada kuartal terakhir.
Bagi para trader dan investor, tantangan terbesar Tesla saat ini adalah mengukur kelayakan valuasinya yang sangat ekstrem. Dengan angka Trailing P/E menembus 337.22 dan PEG Ratio di level 4.97, harga saham TSLA saat ini telah memasukkan seluruh ekspektasi kesempurnaan eksekusi teknologi otonom di masa depan. Menariknya, di saat valuasi bertahan di level setinggi ini, kalangan internal perusahaan justru menunjukkan sinyal kewaspadaan. Jajaran eksekutif, termasuk CFO Vaibhav Taneja dan Direktur Kathleen Wilson-Thompson, tercatat telah merealisasikan aksi jual (insider selling) senilai lebih dari $20,8 juta sepanjang kuartal lalu.
Oleh karena itu, pada rilis laporan keuangan hari Kamis 23 April nanti, pandangan pasar akan terbelah. Investor tidak akan terlalu memusingkan margin kotor penjualan mobil, melainkan menunggu cerita baru dari sang CEO. Fokus utama akan tertuju pada kejelasan peta jalan inovasi Robotaxi, peluncuran Optimus, dan panduan belanja modal (CapEx) raksasa untuk infrastruktur AI mereka. Bagi para trader, TSLA akan menyajikan volatilitas luar biasa, mengingat pergerakan sahamnya sangat bergantung pada kemampuan manajemen dalam menjaga "iman" para investor di tengah panasnya sentimen geopolitik global saat ini.

Company Name: Intel Corp (INTC)
Ticker & Market: $INTC - NASDAQ
Sector & Industry: Technology - Semiconductors
Headquarters: Santa Clara, California, USA
Market Cap: US$327.27B
Trailing P/E (valuasi berdasarkan laba 12 bulan terakhir): $904.17
Forward P/E (valuasi berdasarkan proyeksi laba 12 bulan ke depan): $128.21
EBITDA (Pendapatan sebelum Bunga, Pajak, Depresiasi, dan Amortisasi): $23.44
Menjelang penutupan pekan di hari Jumat, sorotan tajam akan mengarah pada kebangkitan dramatis raksasa semikonduktor, Intel (INTC). Perusahaan ini baru saja mencetak sejarah pergerakan harganya dengan reli meroket hingga 58% dalam sembilan hari perdagangan beruntun. Euforia ini tidak datang dari ruang hampa; pasar sedang merayakan narasi "Fabs Over Figures" (Fokus pada Fabrikasi). Intel secara agresif bertransformasi menjadi pabrik chip (Foundry) untuk perusahaan raksasa lain. Mulai dari kemitraan strategis dengan Google untuk CPU Xeon 6, potensi suntikan dana dari Nvidia, hingga keterlibatan Intel dalam mega-proyek "Terafab" bersama entitas milik Elon Musk (SpaceX, Tesla, xAI). Langkah strategis ini memposisikan Intel sebagai alternatif utama pabrikan chip di tanah AS untuk menyaingi dominasi TSMC.
Namun, layaknya roket yang melesat terlalu cepat, tarikan gravitasi tak bisa dihindari. Rantai kemenangan sembilan hari Intel baru saja terputus oleh aksi ambil untung (profit taking) yang menekan harganya turun 2,2%. Bagi trader CFD, volatilitas ini adalah arena unjuk gigi. Jika kita membedah valuasinya, saham INTC saat ini dihargai dengan sangat ekstrem. Angka Trailing P/E yang menyentuh level 904.17 dan Forward P/E di 128.21 menunjukkan bahwa harga saham saat ini sepenuhnya didorong oleh ekspektasi dan sentimen masa depan, bukan laba riil saat ini.
Di sisi lain, untuk menopang ambisi foundry tersebut, Intel dihadapkan pada realitas kebutuhan modal dan risiko eksekusi yang tinggi. Dengan rasio EBITDA yang berada di level 23.44x, konsensus analis Wall Street mayoritas masih merapatkan barisan pada peringkat "Hold", menyoroti besarnya beban modal yang harus dipikul perusahaan. Rilis laporan keuangan hari Jumat nanti akan menjadi ujian krusial; Intel dituntut untuk memberikan panduan yang kuat bahwa rentetan kemitraan fantastis tersebut dapat mengamankan arus kas jangka panjang mereka. Jika panduan bisnisnya terdengar pesimistis, hal itu berpotensi memicu gelombang aksi jual lanjutan dari investor yang ingin mengamankan keuntungan luar biasa mereka.

Company Name: The Procter & Gamble Company (PG)
Ticker & Market: $PG - NYSE
Sector & Industry: Consumer Staples - Household & Personal Products
Headquarters: Cincinnati, Ohio, USA
Market Cap: US$335.54B
Trailing P/E (valuasi berdasarkan laba 12 bulan terakhir): $21.39
Forward P/E (valuasi berdasarkan proyeksi laba 12 bulan ke depan): $19.68
P/E Growth Ratio (5yr expected): $3.94
Menutup pekan yang penuh volatilitas di hari Jumat 24 April, panggung Wall Street beralih ke sektor defensif sejati dengan hadirnya raksasa barang konsumsi, Procter & Gamble (PG). Di tengah fluktuasi saham-saham teknologi, PG bertindak sebagai jangkar stabilitas melalui komitmen pengembalian modal yang masif senilai $15 Miliar kepada pemegang saham (kombinasi dividen dan buyback), ditopang oleh imbal hasil (yield) dividen sebesar 2,9%. Secara operasional, mesin pertumbuhan internasional PG sedang berakselerasi kuat, terutama di Amerika Latin dan China. Untuk menambal pelemahan di pasar domestik AS, manajemen tengah mengeksekusi peluncuran produk inovatif berskala nasional, seperti peluncuran ulang Olay dan Tide evo. Fundamental profitabilitas mereka juga tetap solid, terbukti dari Laba Per Saham (EPS) kuartal lalu yang menyentuh $1.88 berkat program efisiensi margin yang disiplin.
Namun, predikatnya sebagai saham defensif kelas atas tidak membuat PG kebal dari koreksi. Saham PG saat ini bergerak tertekan akibat melemahnya permintaan konsumen di kawasan Amerika Utara. Valuasinya pun menjadi sorotan; meskipun metrik Forward P/E berada di angka 19.68 yang tergolong wajar, rasio PEG di angka 3.94 mengindikasikan bahwa laju pertumbuhan labanya dinilai terlalu lambat untuk membenarkan harga saat ini. Kondisi ini memicu gelombang pemangkasan target harga dari berbagai institusi raksasa, mulai dari Barclays, Piper Sandler, hingga Goldman Sachs.
Skeptisisme pasar ini kian diperberat oleh masifnya aksi ambil untung dari pihak internal perusahaan (insider selling). Dalam 90 hari terakhir, jajaran eksekutifโtermasuk Chairman Jon R. Moellerโtercatat telah melepas lebih dari 348 ribu lembar saham dengan nilai total menembus $55,4 juta. Oleh karena itu, rilis laporan pendapatan pekan depan akan menjadi titik pembuktian yang sangat kritikal bagi manajemen PG. Pasar menanti bukti nyata apakah inovasi produk baru mereka benar-benar mampu menghentikan penurunan pangsa pasar di AS. Jika hasilnya mengecewakan, saham pelindung nilai ini berpotensi melanjutkan tren penurunannya.
Pekan kedua dari musim rilis laporan keuangan kuartal pertama ini menegaskan satu pelajaran penting bagi para pelaku pasar: fundamental masa lalu tidak lagi cukup untuk menopang harga yang sudah terlampau mahal. Mulai dari ekspansi agresif American Express, ancaman Value Trap pada Comcast dan hambatan makro IBM, hingga volatilitas narasi masa depan Tesla dan taruhan raksasa Intel di sektor foundry. Kesemua emiten ini menghadapi tantangan yang sama: Wall Street tidak lagi memberikan toleransi pada janji manis tanpa eksekusi nyata.
Bagi para trader CFD, deretan laporan keuangan di hari Kamis dan Jumat pekan depan ini menyajikan ladang volatilitas yang sangat subur. Saham-saham ini berada di titik kritis antara mempertahankan valuasi premiumnya atau terkoreksi tajam menyesuaikan realitas. Pastikan Anda disiplin dalam menerapkan manajemen risiko, cermati setiap panduan bisnis (forward guidance) yang dirilis, dan manfaatkan setiap lonjakan harga dengan objektif. Selamat bertransaksi!
Copyright ยฉ 2026 Agrodana Futures
Disclaimer:
Artikel ini berupa pandangan Agrodana Research, Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan atau menjual market tertentu. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
Research & Analysis Agrodana Futures

Keterangan :
| Suggest : BUY on Dip Area : 48650 - 48670 Target : 1) 48770 2) 48870 SL : 48550 Alternatif : Follow BUY jika tembus 48900 Alternative BUY : 48340-48540 Switch to SELL jika tembus 48000 Fokus diplomasi AS-Iran! |
Keterangan :
| Suggest : BUY on Dip Area : 26180.00 โ 26200.00 Target : 1) 26300.00 2) 26400.00 SL : 26080.00 Alternatif : Pertahankan BUY jika tembus 26450 Switch to SELL jika tembus 25600 Fokus diplomasi AS-Iran! |
Keterangan :
| Suggest : BUY on Dip Area : 6980.00 โ 7000.00 Target : 1) 7030.00 2) 7060.00 SL : 6950.00 Alternatif : Pertahankan/follow BUY jika tembus 7090 Switch to SELL jika tembus 6950 Fokus pertemuan AS-Iran! |
Keterangan :
| Suggest : BUY on Dip Area : 58950 - 58970 Target : 1) 59070 2) 59170 SL : 58850 Alternatif : Follow BUY jika tembus 59200 Switch to SELL jika tembus 58500 Alternative BUY: 57910-58310 Tetap waspada dengan potensi โintervensi aktualโ yen |
Keterangan :
| Suggest : BUY on Dip Area : 25950 - 25970 Target : 1) 26070 2) 26170 SL : 25850 Alternatif : Follow/Pertahankan BUY jika tembus 26250 Alternative buy : 25858-26090 Switch to SELL jika tembus 25500 |
Copyright ยฉ 2026 Agrodana Futures
Disclaimer:
Artikel ini berupa pandangan Agrodana Research, Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan atau menjual market tertentu. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
Research & Analysis Agrodana Futures



