logo agrodana futures official
Buka Akun

Weekly Market Wrap: Top 5 Gainers & Losers 29 Juni - 3 Juli 2026

top5 neon

TOP GAINERS

TOP LOSERS

Pekan 29 Juni sampai 3 Juli 2026 menunjukkan bahwa pasar saham sering bergerak bukan karena laporan keuangan, melainkan karena berita yang muncul tiba-tiba di tengah pekan. Di jajaran penguat, IBM, Adobe, dan Apple naik ditopang kombinasi investasi strategis, aksi beli insider, dan dukungan tokoh publik seperti Jim Cramer. Di sisi lain, AT&T dan Verizon sama-sama ambruk bukan karena masalah bisnis mereka sendiri, melainkan karena ancaman baru dari SpaceX yang berencana masuk lebih dalam ke pasar telekomunikasi lewat Starlink. Sementara itu Caterpillar dan Qualcomm menjadi contoh bagaimana satu berita spesifik, mulai dari short position Michael Burry sampai bantahan Elon Musk di media sosial, bisa memicu pergerakan tajam dalam hitungan hari.

1. Adobe Inc. (#ADBE) ย +12.33%

logo adobe 1280x300

Next Earnings (Laporan Keuangan): 10 September 2026
Last Dividend Ex-Date: 24 Maret 2005
52-Week Range: $190.12 - $386.60
Weekly Range: $201.13 - $222.05
Previous Close Price: $219.59 (3 Juli 2026)

Adobe melonjak setelah direktur perusahaan David Ricks membeli 10.000 saham senilai sekitar $1,95 juta, menaikkan kepemilikannya sebesar 130 persen. Aksi beli insider sebesar ini biasanya dibaca pasar sebagai sinyal kuat bahwa orang dalam perusahaan yakin sahamnya undervalued. Kepercayaan ini diperkuat analis Richard Windsor yang menyebut aksi jual saham software AI belakangan ini sudah berlebihan, dengan Adobe sebagai salah satu contoh saham yang harganya terlalu murah dibanding fundamentalnya. Akuisisi Topaz Labs untuk memperkuat kemampuan AI di bidang editing video dan gambar turut menambah optimisme, meski beberapa analis seperti Phillip Securities tetap berhati hati dan memangkas target harga karena melihat tantangan pertumbuhan jangka panjang.

2. Apple Inc. (#AAPL) +12.17%

logo apple 1280x300

Next Earnings (Laporan Keuangan): 30 Juli 2026
Last Dividend Ex-Date: 11 Mei 2026 ($0.27)
52-Week Range: $201.50 - $317.40
Weekly Range: $279.85 - $309.47
Previous Close Price: $308.49 (3 Juli 2026)

Apple naik tajam di tengah sektor teknologi yang justru melemah 2,71 persen pekan ini. Pendorong utamanya adalah pernyataan Jim Cramer di acara Mad Money yang menyoroti potensi Apple dan mendesak regulator mendukung rantai pasoknya, sebuah dukungan publik yang langsung mendongkrak minat investor. Apple juga tercatat menjadi salah satu saham paling banyak dicari investor pekan ini, tanda minat beli yang sedang tinggi. Konsensus EPS untuk kuartal mendatang diperkirakan $1,88, naik 19,8 persen dari tahun lalu, memberi dasar fundamental yang mendukung optimisme tersebut, meski kelangkaan chip memori global sempat menjadi kekhawatiran soal kenaikan biaya komponen di seluruh industri elektronik konsumen.

3. International Business Machines Corporation (#IBM) +11.71%

logo ibm 1280x300

Next Earnings (Laporan Keuangan): 22 Juli 2026
Last Dividend Ex-Date: 8 Mei 2026 ($1.69)
52-Week Range: $212.34 - $332.46
Weekly Range: $269.11 - $294.56
Previous Close Price: $289.26 (3 Juli 2026)

IBM kembali menjadi salah satu saham terkuat pekan ini setelah menegaskan komitmen investasi lebih dari $10 miliar untuk riset dan manufaktur kuantum di Amerika. Investor merespons positif di tengah sektor teknologi yang tertekan 2,71 persen, menandakan IBM dipandang sebagai pengecualian yang punya katalis nyata. Dari sisi kinerja, pendapatan tumbuh 6 persen dengan segmen software naik 8 persen dan infrastruktur naik 12 persen, menunjukkan bisnis inti IBM tetap solid. Kerja sama dengan Stagwell untuk menyelaraskan strategi brand global turut memperkuat citra IBM sebagai pemain serius di era AI dan komputasi kuantum, bukan sekadar perusahaan teknologi lawas.

4. Mastercard Incorporated (#MA) +10.17%

logo mastercard 1280x300

Next Earnings (Laporan Keuangan): 30 Juli 2026
Next Dividend Ex-Date: 9 Juli 2026 ($0.87)
52-Week Range: $464.52 - $601.77
Weekly Range: $501.97 - $539.29
Previous Close Price: $538.27 (3 Juli 2026)

Mastercard naik signifikan setelah UBS mempertahankan target harga optimis $640 dan menyoroti peluncuran Agent Pay for Machines, layanan pembayaran otomatis untuk transaksi antar mesin yang dinilai bisa jadi sumber pertumbuhan baru. Kemitraan dengan ZEN.COM untuk memperluas fitur Click to Pay juga menambah momentum positif di tengah S&P 500 yang justru melemah tipis. Rasio P/E Mastercard turun ke 28,57 kali, level yang oleh sebagian investor dianggap lebih menarik dibanding sebelumnya. Satu hal yang perlu dicatat, dari sembilan transaksi insider senilai $14,7 juta awal Juli, tiga di antaranya adalah aksi jual senilai $11,1 juta atau sekitar 75 persen dari total nilai transaksi, sinyal yang sebaiknya tetap diperhatikan meski tidak mengubah arah tren mingguan.

5. NIKE, Inc. (#NKE) +7.67%

logo nike 1280x300

Next Earnings (Laporan Keuangan): 29 September 2026
Last Dividend Ex-Date: 1 Juni 2026 ($0.41)
52-Week Range: $40.00 - $80.17
Weekly Range: $40.18 - $45.10
Previous Close Price: $44.18 (3 Juli 2026)

Nike naik setelah lembaga riset 24/7 Wall St memproyeksikan potensi rebound hingga 25 persen, didukung laporan EPS kuartal terakhir sebesar $0,72 yang melampaui ekspektasi. Perlu digarisbawahi, sebagian besar EPS ini berasal dari pemulihan tarif senilai $986 juta yang sifatnya satu kali, bukan perbaikan operasional yang berkelanjutan. Program buyback saham turut menopang sentimen positif pekan ini. Di balik kenaikan tersebut, tantangan nyata masih ada: saham Nike masih turun 30 persen sepanjang tahun berjalan, pendapatan dari China anjlok 17 persen, dan perusahaan menghadapi gugatan merek dagang dari 7-Eleven terkait desain Air Max 95 yang akan diluncurkan

1. ย QUALCOMM Incorporated (#QCOM) -12.56%

logo qualcomm 1280x300

Next Earnings (Laporan Keuangan): 29 Juli 2026
Last Dividend Ex-Date: 4 Juni 2026 ($0.92)
52-Week Range: $121.99 - $259.92
Weekly Range: $172.14 - $193.72
Previous Close Price: $176.36 (3 Juli 2026)

Qualcomm tertekan setelah laporan Wall Street Journal yang menyebut SpaceX sedang menjajaki perangkat AI berbasis chip Snapdragon milik Qualcomm langsung dibantah keras oleh Elon Musk lewat platform X, yang menyebut laporan itu sepenuhnya tidak benar. Bantahan ini membuat harga saham bergejolak tajam dalam beberapa sesi setelah sempat naik akibat spekulasi awal. Volatilitas ini menambah beban di atas tekanan fundamental yang sudah ada sejak laporan kuartal terakhir, di mana pendapatan turun 2,2 persen secara tahunan, panduan kinerja ke depan melemah, dan sejumlah analis melakukan revisi turun proyeksi laba akibat kekhawatiran inventori dan persaingan ketat di pasar smartphone.

2. AT&T Inc. (#T) -8.32%

logo at&t 1280x300

Next Earnings (Laporan Keuangan): 22 Juli 2026
Last Dividend Ex-Date: 10 Juli 2026 ($0.2775)
52-Week Range: $19.89 - $29.79
Weekly Range: $19.90 - $22.10
Previous Close Price: $20.60 (3 Juli 2026)

AT&T mencatat pekan terburuknya sejak 2022 setelah kekhawatiran investor terhadap ancaman SpaceX lewat layanan internet satelit Starlink kembali menguat. Analis Oppenheimer, Timothy Horan, menurunkan rating AT&T menjadi Perform karena menilai industri telekomunikasi meremehkan risiko masuknya satelit ke pasar wireless. Tekanan bertambah setelah muncul kabar SpaceX sedang menjajaki kemitraan dengan Charter Communications untuk layanan mobile langsung ke konsumen, yang berpotensi membuka jangkauan Starlink ke jutaan rumah tangga. AT&T sendiri sudah menegaskan satelit hanya cocok untuk wilayah pedesaan yang minim opsi lain, namun pernyataan ini belum cukup meredakan kekhawatiran pasar.ย 

3. Verizon Communications Inc. (#VZ) ย -7.79%

logo verizon 1280x300

Next Earnings (Laporan Keuangan): 24 Juli 2026
Last Dividend Ex-Date: 10 Juli 2026 ($0.7075)
52-Week Range: $38.39 - $51.68
Weekly Range: $40.77 - $45.00
Previous Close Price: $42.60 (3 Juli 2026)

Verizon ikut ambruk dalam pekan terburuknya sejak Oktober 2025, terseret sentimen negatif yang sama dengan AT&T terkait ancaman ekspansi SpaceX ke pasar wireless. CEO Verizon, Daniel Schulman, sempat menegaskan bahwa layanan satelit hanya bersifat pelengkap bagi 95 persen pelanggan mereka, namun pernyataan ini tidak cukup untuk menahan tekanan jual. Kekhawatiran pasar juga tertuju pada lelang spektrum upper C-Band yang dijadwalkan tahun depan, yang menurut sejumlah analis bisa menelan biaya puluhan miliar dolar bagi operator telekomunikasi untuk mempertahankan posisinya. Selama ancaman SpaceX ini belum mereda, tekanan terhadap sektor telekomunikasi kemungkinan masih akan berlanjut.

4. Oracle Corporation (#ORCL) ย -6.52%

logo oracle 1280x300

Next Earnings (Laporan Keuangan): 9 September 2026
Next Dividend Ex-Date: 10 Juli 2026 ($0.50)
52-Week Range: $134.57 - $345.72
Weekly Range: $138.83 - $154.48
Previous Close Price: $140.46 (3 Juli 2026)

Oracle tertekan akibat kekhawatiran investor terhadap besarnya belanja modal untuk infrastruktur AI dan dampaknya terhadap arus kas perusahaan. Persaingan dari Cisco yang sahamnya sudah naik 46 persen sepanjang tahun turut menambah tekanan sentimen. Padahal dari sisi bisnis, Oracle memproyeksikan pertumbuhan pendapatan cloud sebesar 58 hingga 64 persen, angka yang cukup kuat, namun pasar lebih fokus pada margin kotor yang turun ke 65,82 persen dari 69,66 persen pada kuartal sebelumnya sebagai tanda tekanan profitabilitas di tengah ekspansi agresif tersebut.

5. Caterpillar Inc. (#CAT) ย -4.27%

logo caterpillar 1280x300

Next Earnings (Laporan Keuangan): 4 Agustus 2026
Next Dividend Ex-Date: 20 Juli 2026 ($1.63)
52-Week Range: $388.09 - $1,073.46
Weekly Range: $947.25 - $1073.05
Previous Close Price: $963.65 (3 Juli 2026)

Caterpillar jatuh tajam setelah investor kondang Michael Burry mengumumkan telah membuka short position pertamanya terhadap saham ini tepat sehari setelah harga mencetak rekor tertinggi sepanjang masa di $1.064,90. Burry menilai rasio harga terhadap penjualan Caterpillar sudah berada di level tertinggi dalam 30 tahun terakhir, dan mengaitkannya dengan kekhawatiran lebih besar soal gelembung valuasi di saham saham yang terhubung dengan tema AI. Di sisi lain, analis Freedom Broker menilai kenaikan Caterpillar bukan sekadar hype AI, melainkan didorong permintaan nyata terhadap sistem pembangkit listrik untuk pusat data yang sedang menjamur. Terlepas dari perdebatan itu, saham Caterpillar tetap turun tajam begitu berita short position ini menyebar ke pasar.


Pekan 29 Juni sampai 3 Juli 2026 menegaskan bahwa risiko pasar tidak selalu datang dari laporan keuangan kuartalan. AT&T dan Verizon membuktikan bagaimana ancaman kompetitif dari pemain baru seperti SpaceX bisa menghantam satu sektor secara bersamaan, sementara Caterpillar dan Qualcomm menunjukkan betapa cepatnya satu berita spesifik, baik dari investor kenamaan maupun tokoh publik seperti Elon Musk, bisa mengubah arah harga dalam hitungan hari. Pekan depan, perhatian pasar kemungkinan masih akan tertuju pada perkembangan lebih lanjut soal rencana SpaceX di pasar telekomunikasi serta arah kebijakan suku bunga The Fed yang tetap menjadi penentu sentimen besar Wall Street.

Semua saham yang disebutkan dalam artikel ini tersedia untuk diperdagangkan sebagai CFD di Agrodana Futures.


cfd saham us 1920x1080 (1)

Masih ragu dan memiliki pertanyaan lainnya ?

Kantor Pusat
Menara Batavia Lt. 3A
Jl. K.H. Mas Mansyur No.Kav. 126,
Karet Tengsin, Kec. Tanah Abang,
Kota Jakarta Pusat 10220
Telp: 021 - 57902535
Berlangganan Newsletter Agrodana:
Ikuti Kami
facebook agrodanayoutube agrodanainstagram agrodana
agrodana iosagrodana android
Berizin & Diawasi Oleh:
bappebti whitebi whiteojk white
Agrodana Futures adalah perusahaan Pialang berizin dan diawasi oleh Bappebti, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), dan merupakan anggota dari Bursa ICDX dan JFX dan Kliring House ICH dan KBI. Kami menerima klien Warga Negara Indonesia dan Asing yang memegang Kartu Izin Tinggal Terbatas di Indonesia kecuali warga negara Amerika Serikat, Kanada, Uni Eropa, Australia, Jepang, Iran dan Korea Utara. Transaksi ini memiliki leverage dan tingkat risiko yang tinggi terhadap modal, dan tidak selalu cocok untuk semua orang, pelajari dan pahami risikonya sebelum memulai transaksi.

Copyright @2025 Agrodana Futures
Waspada Penipuan
/ Kebijakan Privasi / Pengaduan Nasabah
Ikuti Kami
alt=""alt=""alt=""
Kantor Pusat
Menara Batavia Lt 3A
Jl. K.H. Mas Mansyur No.Kav. 126, Karet Tengsin, Kec. Tanah Abang, Kota Jakarta Pusat 10220
Telp: 021 - 57902535
Email:  [email protected]Whatsapp: +6281-988-3777
Berlangganan Newsletter Agrodana :
Berizin & Diawasi Oleh:
bappebti whitebi whiteojk white
Agrodana Futures adalah perusahaan Pialang berizin dan diawasi oleh Bappebti, Otoritas Jasa Keuangan dan Bank Indonesia, dan merupakan anggota dari Bursa ICDX dan JFX dan Kliring House ICH dan KBI. Kami menerima klien Warga Negara Indonesia dan Asing yang memegang Kartu Izin Tinggal Terbatas di Indonesia kecuali warga negara Amerika Serikat, Kanada, Uni Eropa, Australia, Jepang, Iran dan Korea Utara. Transaksi ini memiliki leverage dan tingkat risiko yang tinggi terhadap modal, dan tidak selalu cocok untuk semua orang, pelajari dan pahami risikonya sebelum memulai transaksi.

Copyright @2025 Agrodana Futures
Waspada Penipuan / Kebijakan Privasi / Pengaduan Nasabah
Whatsapp Non Klien
crossmenuchevron-down