TOP GAINERS
| 1. AT&T Inc. (#T) +11.71% |
| 2. Honeywell International Inc. (#HON) +8.39% |
| 3. Verizon Communications Inc. (#VZ) +7.17%ย |
| 4. ExxonMobil Corporation (#XOM) +7.10% |
| 5. Chevron Corporation (#CVX) +4.57% |
TOP LOSERS
| 1. Tesla Inc. (#TSLA) -17.96% |
| 2. Uber Technologies, Inc. (#UBER) -8.82% |
| 3. Alphabet Inc. (#GOOG) -8.82% |
| 4. American Express (#AXP) -8.09% |
| 5. Meta Platforms, Inc. (#META) -7.26% |
Wall Street mencatat perbedaan performa yang tajam antar sektor menjelang akhir pekan. Sektor komunikasi dan energi tampil sebagai motor penggerak positif, ditopang laporan keuangan kuartal dua yang solid dari raksasa telekomunikasi dan kenaikan harga minyak akibat ketegangan geopolitik. Di sisi lain, sejumlah nama besar teknologi dan konsumen justru tertekan, mulai dari kekecewaan investor atas capex Tesla yang membengkak, ketidakpastian kemitraan Uber dan Waymo, hingga kekhawatiran atas keputusan Meta keluar dari komitmen energi bersih. Kombinasi sentimen berlawanan ini membuat volatilitas intraday cukup tinggi dan menjadi perhatian khusus bagi trader CFD yang mencari peluang di tengah divergensi sektor.

Last Earnings (Laporan Keuangan): 22 Juli 2026
Last Dividend Ex-Date: 10 Juli 2026 ($0.2775)
52-Week Range: $19.89 - $29.79
Weekly Range: $21.54 - $24.18
Previous Close Price: $24.15 (24 Juli 2026)
AT&T (T) memimpin penguatan dengan lonjakan 11.71% setelah laporan Q2 menunjukkan pendapatan $31.56 miliar dan laba bersih $4.63 miliar, disertai penambahan lebih dari 1 juta pelanggan baru. Manajemen juga menaikkan target buyback saham menjadi $10 miliar, sinyal kepercayaan diri terhadap arus kas ke depan. Meski begitu, pandangan analis masih terpecah, dengan target harga Citigroup di $31.5 versus Wells Fargo yang jauh lebih konservatif di $20, mencerminkan keraguan soal tekanan harga di tengah persaingan ketat industri telekomunikasi.

Next Earnings (Laporan Keuangan): 22 Oktober 2026
Next Dividend Ex-Date: 14 Agustus 2026 ($0.70)
52-Week Range: $195.87 - $260.28
Weekly Range: $223.52 - $250.51
Previous Close Price: $243.17 (24 Juli 2026)
Honeywell (HON) tercatat naik 8.39% setelah mencetak pertumbuhan organik 4% dan EPS disesuaikan $1.95 yang melampaui estimasi pasar, sekaligus menaikkan panduan kinerja penuh tahun ini ke kisaran 3-4%. Fokus perusahaan pada otomasi bangunan pasca spin-off unit aerospace turut menjadi sentimen positif. Namun perlu dicatat margin operasi justru menyusut ke 13.68% dari 14.10% kuartal sebelumnya, sehingga sebagian analis seperti Bank of America Securities memilih rating Underperform dengan target lebih rendah di $205.

Last Earnings (Laporan Keuangan): 24 Juli 2026
Last Dividend Ex-Date: 10 Juli 2026 ($0.7075)
52-Week Range: $38.39 - $51.68
Weekly Range: $42.89 - $46.45
Previous Close Price: $45.45 (24 Juli 2026)
Verizon (VZ) melonjak 7.17% ditopang kesepakatan dark-fiber senilai $1 miliar dengan Google untuk infrastruktur AI, sekaligus kenaikan panduan kinerja tahun penuh. Pendapatan Q2 tercatat $34.3 miliar dengan penambahan 184 ribu pelanggan postpaid dan 348 ribu pelanggan broadband, menandakan perbaikan akuisisi pelanggan. Program efisiensi biaya senilai $9 miliar turut mendukung optimisme, meski rasio debt-to-equity yang naik ke 1.65 tetap jadi catatan risiko bagi investor konservatif.

Next Earnings (Laporan Keuangan): 31 Juli 2026
Last Dividend Ex-Date: 15 Mei 2026 ($1.03)
52-Week Range: $105.53 - $176.41
Weekly Range: $146.38 - $158.77
Previous Close Price: $156.99 (24 Juli 2026)
Exxon Mobil (XOM) naik 7.10% di tengah ekspektasi lonjakan EPS 131.1% secara tahunan menjelang laporan keuangan akhir Juli. Eskalasi konflik di Timur Tengah mendorong harga Brent crude menembus $100 per barel, memberi angin segar bagi margin sektor energi. Analis kompak optimistis dengan rentang target dari $158 oleh Piper Sandler hingga $182 oleh Barclays, meski volatilitas geopolitik tetap jadi variabel yang sulit diprediksi arahnya.

Next Earnings (Laporan Keuangan): 31 Juli 2026
Last Dividend Ex-Date: 19 Mei 2026 ($1.78)
52-Week Range: $146.49 - $214.71
Weekly Range: $186.18 - $197.76
Previous Close Price: $194.70 (24 Juli 2026)
Chevron (CVX) menguat 4.57% seiring ekspektasi kenaikan EPS 227.1% secara tahunan yang akan diumumkan akhir Juli. Sentimen kenaikan harga minyak turut menopang optimisme pasar terhadap kinerja upstream perusahaan. Yang perlu diwaspadai, rasio payout dividen sudah berada di level 122.11%, mengindikasikan pembayaran dividen saat ini berpotensi tidak berkelanjutan jika arus kas tidak segera membaik.

Next Earnings (Laporan Keuangan): 21 Oktober 2026
Last Dividend Ex-Date: N/A (Tesla tidak membagika dividen)
52-Week Range: $297.82 - $498.83
Weekly Range: $306.33 - $383.91
Previous Close Price: $313.04 (24 Juli 2026)
Tesla (TSLA) anjlok 17.96% setelah laporan Q2 mengecewakan, dengan EPS hanya $0.33 jauh di bawah ekspektasi $0.50, sementara belanja modal melonjak 142% dan menyeret free cash flow ke wilayah negatif. Sorotan tambahan datang dari isu keselamatan usai studi menunjukkan mobil otonom Waymo mencatat kecelakaan 68% lebih sedikit dibanding pengemudi manusia, memicu pertanyaan senator AS terhadap klaim keselamatan Tesla. Piper Sandler memangkas target harga dari $500 ke $450 meski tetap mempertahankan rating overweight.

Next Earnings (Laporan Keuangan): 5 Agustus 2026
Last Dividend Ex-Date: N/A (Uber tidak membagikan dividen)
52-Week Range: $65.56 - $101.99
Weekly Range: $65.55 - $73.44
Previous Close Price: $65.93 (24 Juli 2026)
Uber (UBER) tercatat turun 8.82% menyusul laporan bahwa kemitraan robotaxi dengan Waymo terancam berakhir, dengan kemungkinan Waymo beroperasi mandiri pada 2028. Perusahaan juga tengah melakukan restrukturisasi dengan memangkas 10% tenaga kerja customer service untuk efisiensi berbasis AI. Di sisi lain, Uber baru saja memenangkan injunksi sementara atas regulasi New York City soal deaktivasi driver, memberi sedikit ruang bernapas dari sisi legal.

Last Earnings (Laporan Keuangan): 22 Juli 2026
Next Dividend Ex-Date: 4 September 2026 ($0.22)
52-Week Range: $1188.70 - $404.47
Weekly Range: $314.92 - $359.52
Previous Close Price: $319.26 (24 Juli 2026)
Alphabet (GOOG) anjlok lebih dari 6% pasca laporan Q2 Rabu malam, meski Google Cloud tumbuh 82% jadi hampir $25 miliar dan backlog naik $50 miliar ke atas $500 miliar. Pemicunya adalah capex yang dinaikkan jadi $195-205 miliar plus free cash flow negatif pertama kalinya sepanjang sejarah perusahaan, memaksa Alphabet terbitkan saham baru $85 miliar. JPMorgan dan Bank of America tetap lihat ini peluang beli, tapi Bernstein menilai pasar sedang sangat sensitif terhadap narasi capex.

Last Earnings (Laporan Keuangan): 24 Juli 2026
Last Dividend Ex-Date: 2 Juli 2026
52-Week Range: $288.34 - $387.49
Weekly Range: $318.24 - $356.13
Previous Close Price: $326.20 (24 Juli 2026)
American Express (AXP) tergelincir 8.09% meski laba bersih Q2 tercatat $3.11 miliar dengan EPS $4.53 di atas ekspektasi. Penyebab utama koreksi adalah pendapatan yang meleset dari estimasi pasar serta kenaikan beban operasional 12% akibat biaya akuisisi dan retensi nasabah. Dari sisi valuasi, sejumlah analis menilai saham ini undervalued sekitar 13% dengan estimasi nilai intrinsik di kisaran $374.94 sampai $409.54.

Next Earnings (Laporan Keuangan): 29 Juli 2026
Last Dividend Ex-Date: 15 Juni 2026 ($0.5250)
52-Week Range: $520.26 - $796.25
Weekly Range: $593.93 - $653.33
Previous Close Price: $595.21 (24 Juli 2026)
Meta Platforms (META) turun 7.26% setelah mengumumkan keluar dari komitmen energi bersih RE100 dan memilih membangun 10 pembangkit gas untuk mendukung data center di Louisiana, memicu kekhawatiran investor soal komitmen keberlanjutan perusahaan. Di sisi operasional, margin tetap sehat di 41.21% dengan rasio debt-to-equity rendah 0.36. Aktivitas insider juga tercatat agresif, dengan penjualan saham senilai $946,816 oleh salah satu eksekutif pada pertengahan bulan ini.
Pergerakan pekan ini menegaskan pasar sedang melakukan seleksi ketat antara fundamental kuat dan risiko struktural jangka pendek. Sektor telekomunikasi dan energi menunjukkan momentum solid berkat laporan keuangan dan sentimen geopolitik, sementara sejumlah nama teknologi besar tertekan oleh kekhawatiran belanja modal AI yang terus membengkak, seperti terlihat pada kasus Alphabet, Meta, dan sejumlah hyperscaler lain. Trader disarankan mencermati arah capex guidance di laporan keuangan mendatang, karena pasar kini jauh lebih sensitif terhadap ongkos investasi AI dibanding pertumbuhan pendapatan itu sendiri.
Semua saham yang disebutkan dalam artikel ini tersedia untuk diperdagangkan sebagai CFD di Agrodana Futures.
Copyright ยฉ 2026 Agrodana Futures
Disclaimer:
Artikel ini berupa pandangan Agrodana Research, Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan atau menjual market tertentu. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
Research & Analysis Agrodana Futures




