Earnings Calendar
| TANGGAL | NAMA SAHAM |
| Senin, 27 April 2026 | Verizon |
| Selasa, 28 April 2026 | Coca Cola, Starbucks, Visa |
| Rabu, 29 April 2026 | Amazon |
Setelah melewati badai volatilitas dari sektor teknologi dan manufaktur, fokus para pelaku pasar di Wall Street kini beralih pada satu pertanyaan fundamental yang krusial: seberapa kuat daya beli konsumen global saat ini? Memasuki paruh awal pekan (27โ28 April), panggung laporan keuangan akan didominasi oleh barisan blue-chip yang menjadi denyut nadi konsumsi dan arus transaksi masyarakat dunia.
Rentetan rilis ini akan dibuka pada hari Senin oleh Verizon (VZ), yang akan memberikan gambaran mengenai stabilitas layanan esensial di tengah dinamika ekonomi. Sorotan kemudian menajam pada hari Selasa melalui Coca-Cola (KO) dan Starbucks (SBUX); dua raksasa ini bukan sekadar perusahaan minuman, melainkan barometer utama untuk mengukur pergeseran selera dan ketahanan anggaran diskresioner (discretionary spending) konsumen di berbagai benua. Momentum ini akan memuncak saat Visa (V) merilis kinerjanya di hari yang sama setelah market tutup, bertindak sebagai muara pembuktian volume transaksi ritel dan perjalanan lintas batas secara riil. Hingga akhirnya Raksasa Online Ritel Amazon (AMZN) menutup hari Rabu 29 April.
Bagi para trader CFD, keempat laporan ini bukan sekadar deretan angka laba rugi, melainkan leading indicator untuk memetakan arah inflasi dan rotasi sektor. Sebelum lonjakan volume transaksi menciptakan peluang momentum, mari kita bedah satu per satu peta kekuatan fundamental dari keempat emiten pilar konsumsi ini.

Company Name: Verizon Communications Inc. (VZ)
Ticker & Market: $VZ - NYSE
Sector & Industry: Communication Services - Telecom Services
Headquarters: New York City, New York, USA
Market Cap: US$194.58B
Trailing P/E (valuasi berdasarkan laba 12 bulan terakhir): 11.47
Forward P/E (valuasi berdasarkan proyeksi laba 12 bulan ke depan): 9.46
P/E Growth Ratio (5yr expected): 1.15
Membuka panggung volatilitas di hari Senin 27 April, raksasa telekomunikasi Verizon (VZ) membawa narasi efisiensi di tengah bayang-bayang disrupsi teknologi. Perusahaan baru-baru ini menjadi sorotan tajam setelah CEO Dan Schulman menyuarakan peringatan keras bahwa adopsi AI dapat memicu lonjakan angka pengangguran hingga 20% - 30%, sebuah pernyataan yang menempatkan VZ di pusat perdebatan makroekonomi AS. Secara fundamental, mesin kas perusahaan sebenarnya masih berputar sangat stabil. VZ sukses mencetak margin laba 12,43% dengan arus kas bebas (Levered Free Cash Flow) yang masif mencapai $17,24 miliar. Tren valuasi pun secara teknis berpihak pada mereka; dengan angka *Forward P/E* di level 9.46, saham VZ saat ini dihargai dengan diskon yang cukup dalam (sekitar 60% di bawah estimasi nilai wajarnya) dibandingkan rata-rata industrinya.
Namun, di balik tebalnya bantalan kas tersebut, pergerakan saham VZ saat ini sedang diuji oleh beban neraca dan sentimen kehati-hatian dari Wall Street. Melihat metrik keuangannya, rasio utang terhadap ekuitas (Debt/Equity) VZ yang bengkak di level 174,78% menjadi beban berat yang membatasi agresivitas perusahaan. Keraguan pasar semakin membesar setelah melihat revisi estimasi laba; metrik prediksi kejutan laba (Earnings ESP) dari Zacks menunjukkan angka negatif -2,19%, yang mengindikasikan bahwa para analis kini cenderung bersikap pesimistis dan memproyeksikan Verizon berpotensi meleset dari konsensus ekspektasi EPS di $1.22.
Sikap pesimistis dari para analis ini anehnya sejalan dengan momentum teknikal sahamnya yang mulai kehabisan tenaga. Dalam 30 hari terakhir, harga saham VZ terus tertekan dengan penurunan mencapai 6,9%. Dengan posisi saham di $46.55 (tertahan di bawah target harga rata-rata Wall Street di $51.58) rilis laporan keuangan pekan depan akan menjadi momen pembuktian yang sangat menegangkan. Laba kuartalan, proyeksi pendapatan, serta panduan bisnis (guidance) terkait efisiensi operasional bertenaga AI harus tampil meyakinkan untuk menepis keraguan pasar; jika gagal, kombinasi utang yang tinggi dan proyeksi ekonomi yang suram dari CEO mereka bisa memicu tekanan jual yang membuka celah koreksi teknikal lebih dalam.

Company Name: The Coca-Cola Company (KO)
Ticker & Market: $KO - NYSE
Sector & Industry: Consumer Staples - Beverages (Non-Alcoholic)
Headquarters: Atlanta, Georgia, USA
Market Cap: US$326.00B
Trailing P/E (valuasi berdasarkan laba 12 bulan terakhir): 24.91
Forward P/E (valuasi berdasarkan proyeksi laba 12 bulan ke depan): 23.42
P/E Growth Ratio (5yr expected): 3.90
Mengambil panggung pada hari Kamis 23 April, raksasa media dan telekomunikasi Comcast hadir dengan membawa narasi bisnis yang sedang berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, model bisnis lama mereka di sektor TV kabel terus tergerus oleh masifnya tren peralihan penonton ke layanan streaming (cord-cutting). Namun, Comcast masih memiliki pondasi yang sangat solid melalui layanan internet broadband berkecepatan tinggi (Xfinity). Kekuatan mesin operasional ini terbukti mampu mengalahkan estimasi analis pada kuartal lalu dengan mencetak Laba Per Saham (EPS) $0.84. Untuk perusahaan beraset padat seperti Comcast, kemampuan mencetak tingkat EBITDA yang sehat menjadi indikator krusial bahwa arus kas mereka tetap tangguh. Ditambah dengan komitmen dividen yang memberikan imbal hasil (yield) 4,7%, saham Comcast menawarkan pelindung nilai yang menarik bagi investor.
Meski dibekali benteng kas yang kuat, pelaku pasar dihadapkan pada realitas tantangan transisi bisnis yang mahal. Valuasi saham saat ini, yang tercermin dari angka Trailing P/E 5.20 dan bergeser ke Forward P/E 7.65, menunjukkan bahwa pasar sedang menekan ekspektasi pertumbuhan Comcast. Investor bersikap skeptis terhadap besarnya beban modal yang harus terus dibakar perusahaan untuk membesarkan platform streaming Peacock demi bertahan melawan dominasi Netflix dan Disney.Keraguan ini makin dipertegas oleh pergerakan arus modal institusional. Firma besar seperti Cambiar Investors tercatat telah memangkas lebih dari 32% kepemilikan sahamnya. Sentimen ini kian terbebani oleh langkah sang CEO, Michael Cavanagh, yang merealisasikan aksi ambil untung senilai $1,89 juta di tengah ketidakpastian ini. Dengan konsensus analis yang mayoritas menahan diri di peringkat "Hold", rilis laporan keuangan pekan depan tidak hanya tentang seberapa besar laba yang didapat, melainkan pembuktian apakah Comcast mampu menyeimbangkan beban ekspansi streaming tanpa mengorbankan margin bisnis intinya.

Company Name: Starbucks Corporation (SBUX)
Ticker & Market: $BUX - NASDAQ
Sector & Industry: Consumer Discretionary - Restaurants
Headquarters: Seattle, Washington, USA
Market Cap: US$113.93B
Trailing P/E (valuasi berdasarkan laba 12 bulan terakhir): 83.33
Forward P/E (valuasi berdasarkan proyeksi laba 12 bulan ke depan): 44.05
P/E Growth Ratio (5yr expected): 1.72
Menemani Coca-Cola di hari Selasa (28 April), jaringan kedai kopi global Starbucks (SBUX) bersiap merilis kinerjanya di tengah situasi pasar yang penuh teka-teki. Pergerakan saham SBUX belakangan ini mendapat suntikan adrenalin dari dinamika geopolitik. Pengumuman gencatan senjata yang memicu pembukaan kembali Selat Hormuz telah menyeret turun harga minyak mentah secara drastis. Bagi SBUX, anjloknya harga energi adalah katalis ganda: tidak hanya memangkas beban logistik rantai pasok mereka, namun juga membebaskan anggaran bahan bakar konsumen, yang secara teori akan dialihkan kembali menjadi pembelian kopi latte dan frappuccino. Sentimen positif ini bahkan mendorong Zacks untuk menyematkan peringkat "Buy" pada sahamnya, didorong oleh revisi naik pada proyeksi Laba per Saham (EPS) kuartal ini di angka $0.43 (tumbuh nyaris 5% secara tahunan).
Namun, bagi trader yang berfokus pada data fundamental, saham ini menyimpan risiko koreksi yang tidak bisa diabaikan. Tantangan terbesar SBUX saat ini adalah membenarkan valuasinya yang sangat premium. Saham SBUX saat ini diperdagangkan dengan Forward P/E di atas angka 44, angka yang membengkak luar biasa mahal dibandingkan rata-rata industri restoran yang hanya berada di level 19.3. Lebih jauh lagi, metrik PEG Ratio memicu sinyal kehati-hatian. Meskipun ekspektasi pertumbuhan 5 tahun ke depan berada di level 1.72 (Yahoo Finance), metrik PEG jangka pendek dari Zacks.com justru membengkak di angka 2.26 (jauh di atas rata-rata industri 1.94), mengonfirmasi bahwa harga saham SBUX bergerak terlalu cepat dibandingkan laju proyeksi laba terdekatnya.
Pekerjaan rumah terbesar manajemen di laporan keuangan kali ini adalah menjawab rentetan kekecewaan pasar pada kuartal sebelumnya. Pada rilis Q1 lalu, SBUX secara mengejutkan gagal memenuhi ekspektasi Wall Street setelah hanya mencetak EPS sebesar $0.56 (meleset dari konsensus $0.59). Walaupun secara headline mereka membukukan pendapatan $9.92 miliar, metrik krusial di baliknya justru membunyikan alarm bahaya: volume transaksi di Amerika Utara anjlok 4%. Pertumbuhan laba belakangan ini lebih banyak diselamatkan oleh pembukaan gerai baru dan kenaikan harga menu, bukan dari peningkatan jumlah pelanggan organik di gerai yang sudah ada (same-store sales). Dengan valuasi yang sudah sangat ditarik (priced for perfection), manajemen harus mampu membuktikan bahwa penurunan harga minyak benar-benar sudah dikonversi menjadi antrian pelanggan di kasir. Jika volume transaksi kembali mengecewakan, gap valuasi yang terlalu lebar ini bisa memicu aksi ambil untung massal dari institusi.

Company Name: Visa Inc. (V)
Ticker & Market: $V - NYSE
Sector & Industry: Financials - Credit Services
Headquarters: San Francisco, California, USA
Market Cap: US$609.70B
Trailing P/E (valuasi berdasarkan laba 12 bulan terakhir): 29.77
Forward P/E (valuasi berdasarkan proyeksi laba 12 bulan ke depan): 24.63
P/E Growth Ratio (5yr expected): 1.73
Menutup panggung volatilitas di paruh pertama pekan depan pada hari Selasa (28 April), raksasa jaringan pembayaran global Visa (V) hadir dengan anomali yang sangat menggiurkan bagi para trader single stock CFD. Secara operasional, Visa adalah mesin pencetak uang dengan parit ekonomi (economic moat) yang nyaris tak tertembus. Metrik profitabilitasnya sangat fenomenal: margin laba bersih menyentuh 50,23%, disokong oleh tingkat pengembalian ekuitas (ROE) yang masif di angka 53,95%. Dengan arus kas bebas mencapai $22,03 miliar, fundamental Visa tampak kebal terhadap guncangan makroekonomi apa pun. Namun anehnya, pergerakan harganya justru sedang dihukum keras oleh pasar. Sepanjang tahun ini, saham Visa tergelincir turun sekitar 10%, berkinerja jauh di bawah indeks S&P 500.
Penurunan harga yang terus terjadi dalam enam bulan terakhir ini pada akhirnya menciptakan celah valuasi yang sangat langka. Visa saat ini diperdagangkan pada Forward P/E 24,63x, sebuah diskon yang sangat signifikan jika dibandingkan dengan rata-rata historis 5 tahunannya yang biasa melayang di kisaran 30x hingga 32x. Bahkan, harga penutupan terakhirnya di kisaran $313 tertahan jauh di bawah target harga terendah dari konsensus analis Wall Street ($340), dengan lembaga sekelas Bank of America (BofA) berani memproyeksikan potensi kenaikan hingga $410. Sentimen kebangkitan ini sangat mungkin dipicu oleh manuver terbaru manajemen yang baru saja merilis Intelligent Commerce Connect, sebuah platform pembayaran terintegrasi AI yang mempertegas dominasi mereka di era digital.
Rilis laporan keuangan kuartal ini akan menjadi titik penentu arah (inflection point) yang krusial. Pada kuartal sebelumnya (Q1), Visa sukses membungkam keraguan dengan mencetak rekor EPS $3.17 dan meraup pendapatan $10,90 miliar, mengalahkan semua estimasi analis. Untuk meredam tekanan jual yang membayangi tren teknikalnya, Visa harus kembali mencetak earnings beat yang meyakinkan. Jika manajemen mampu memberikan panduan volume transaksi konsumen global yang solid (membuktikan bahwa inflasi tidak membunuh minat belanja lintas negara) valuasi yang terdiskon ini bisa menjadi landasan fundamental yang sangat kuat untuk memicu pantulan teknikal (technical rebound) agresif yang sudah ditunggu-tunggu oleh para trader momentum.

Company Name: Caterpillar Inc. (CAT)
Ticker & Market: $CAT - NYSE
Sector & Industry: Consumer Cyclical - Internet Retail
Headquarters: Seattle, Washington, USA
Market Cap: US$2.69T
Trailing P/E (valuasi berdasarkan laba 12 bulan terakhir): 34.85
Forward P/E (valuasi berdasarkan proyeksi laba 12 bulan ke depan): 30.77
P/E Growth Ratio (5yr expected): 1.81
Amazon terus memperkuat posisinya sebagai pemimpin infrastruktur cloud global melalui Amazon Web Services (AWS), yang kini menguasai sekitar 31% pangsa pasar. Menjelang laporan keuangan kuartal pertama pada 29 April, sentimen positif didorong oleh langkah agresif perusahaan dalam perlombaan AI. Amazon baru-baru ini memperluas kemitraannya dengan Anthropic melalui investasi tambahan sebesar $5 miliar, yang mengamankan komitmen Anthropic untuk menghabiskan lebih dari $100 miliar pada teknologi AWS selama dekade mendatang. Selain itu, investasi strategis pada OpenAI dan pengembangan cip akselerator AI Trainium mempertegas komitmen Amazon untuk mendominasi ekosistem AI generatif. Analis memproyeksikan pertumbuhan pendapatan AWS dapat mencapai 28% hingga 29% secara tahunan, melampaui ekspektasi awal.
Di sisi lain, ambisi besar ini datang dengan harga yang sangat mahal. CEO Andy Jassy telah mengkonfirmasi rencana belanja modal (capex) raksasa sebesar $200 miliar pada tahun 2026, sebuah langkah yang memicu kekhawatiran di kalangan investor terkait tekanan pada margin keuntungan dan arus kas bebas (free cash flow). Pada tahun sebelumnya, arus kas bebas Amazon sempat anjlok drastis akibat tingginya pengeluaran untuk infrastruktur AI. Risiko tambahan muncul dari persaingan ketat dengan Microsoft Azure dan Google Cloud, serta potensi pelemahan pada bisnis ritel inti akibat kompetisi dari peritel luring dan platform e-commerce global lainnya. Jika pertumbuhan pendapatan AI gagal mengimbangi lonjakan biaya investasi ini, saham AMZN dapat menghadapi tekanan jual yang signifikan.
Rilisnya data-data laporan keuangan kuartal I ini pada akhirnya bukan sekadar ajang pembuktian kinerja masa lalu, melainkan ujian nyata bagi ketangguhan daya beli konsumen global di tengah tekanan makroekonomi. Dari ancaman gelombang pengangguran AI yang membayangi Verizon, dilema batas kenaikan harga pada Coca-Cola, beban valuasi premium yang menguji Starbucks, hingga anomali mispricing fundamental pada raksasa Visa; setiap emiten membawa narasi volatilitas yang siap mengaduk ulang selera risiko Wall Street.
Bagi para trader CFD single stock, rentetan rilis ini menghadirkan peluang yang sangat dinamis. Perlu diingat bahwa reaksi harga pasca-rilis seringkali tidak hanya didikte oleh pencapaian laba (EPS) yang mengalahkan ekspektasi, melainkan oleh nada panduan bisnis (forward guidance) yang disampaikan manajemen terkait proyeksi sisa tahun ini. Tetaplah disiplin dengan manajemen risiko di tengah pelebaran spread dan fluktuasi harga yang tajam, manfaatkan momentum dari setiap kejutan data, dan bersiaplah menangkap peluang dari pergeseran aliran dana (sector rotation) yang menanti di depan mata.
Copyright ยฉ 2026 Agrodana Futures
Disclaimer:
Artikel ini berupa pandangan Agrodana Research, Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan atau menjual market tertentu. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
Research & Analysis Agrodana Futures

Keterangan :
| Suggest : BUY on Dip Area : 89.40 โ 89.60 Target : 1) 91.50 2) 92.60 SL : 87.80 Alternatif : Follow BUY jika tembus 93.60 Switch to SELL jika tembus 84.00 Alternatif SELL: 101-104 Pantau geopolitik AS-Iran! |



Keterangan :
| Suggest : BUY on Dip Area : 4688.00 โ 4690.00 Target : 1) 4700.00 2) 4710.00 SL : 4678.00 (ideal 7-8 points di bawah 4677) Alternatif : Pertahankan/follow BUY jika tembus 4749 Switch to SELL jika tembus 4668 Opsi buy : 4644-4671 (coklat), 4554-4608 (orange) |
Copyright ยฉ 2026 Agrodana Futures
Disclaimer:
Artikel ini berupa pandangan Agrodana Research, Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan atau menjual market tertentu. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
Research & Analysis Agrodana Futures


Imbal hasil Treasury AS 10 tahun ditutup naik, dan dolar pun ditutup menguat di sesi perdagangan hari Selasa. Hal itu membuat emas sulit naik lebih lanjut sehingga tertekan sampai zona 4668 di malam hari.
Data retail sales AS dirilis lebih baik dari ekspektasi. Data ini sempat memberi dampak tekanan juga pada emas, meskipun dampaknya relatif terbatas di malam itu. Sedangkan gagalnya diplomasi karena tidak responsifnya Iran pada rencana pertemuan putaran kedua di Pakistan kemarin membuat pasar dilanda kecemasan perang akan berlanjut karena deadline gencatan senjata yang semakin dekat.
Drama geopolitik terus berlanjut sampai detik terakhir memasuki periode deadline gencatan senjata. Saat itu diawali dengan harapan besar bahwa ada tanda-tanda pertemuan AS-Iran akhirnya digelar di Pakistan. JD Vance dan para negosiator AS dikirim ke Pakistan. Tapi kemudian setelah Trump tampil di CNBC mulai muncul keraguan.
Alih-alih terbang ke Islamabad, ibukota Pakistan, Vance ternyata terbang ke Washington, membuat kekhawatiran memuncak dan di detik-detik akhir pergantian hari dikonfirmasi oleh laporan media Iran bahwa pembicaraan dibatalkan. Tidak lama kemudian media AS mengkonfirmasi pembatalan tersebut. Trump akhirnya secara sepihak memutuskan memperpanjang gencatan senjata setelah sebelumnya sempat menolak. FYI, gencatan senjata yang disepakati 2 minggu berakhir di Selasa jam 19.50 ET (atau sekitar Rabu, 06.50 WIB). Trump mengumumkan untuk memperpanjang gencatan senjata tanpa batas waktu, dan memberi kesempatan untuk Iran menyodorkan proposal barunya untuk mencapai kesepakatan.
Dengan gencatan senjata terbaru yang diumumkan Trump, pasar pun bernafas lega karena rencana pengeboman tidak jadi diwujudkan setelah ancaman sebelumnya. Ini merupakan kelima kalinya Trump memperpanjang batas waktu yang ditetapkannya sendiri sambil menebar ancaman akan mengebom infrastruktur Iran.
Di sisi lain, gencatan senjata ini tidak begitu saja diterima Iran. Iran menuduh gencatan senjata terbaru adalah akal-akalan Trump untuk memberi waktu menyusun strategi serangan dadakan ke Iran di tengah diplomasi. Hal ini yang dilakukan AS di 2 pertemuan terdahulu (Juni 2025 dan Februari 2026) padahal kedua kubu hampir mencapai kesepakatan, tapi AS justru tetap menyerang selisih 2 hari dari pertemuan. Kondisi ini yang membuat Iran sulit percaya kembali kepada AS, terutama pemerintahan saat ini yang berkuasa.
Tidak ada data ekonomi malam nanti dari AS yang signifikan menggerakkan market. Hal ini praktis akan membuat pasar kembali menanti perkembangan geopolitik ke depan. Pasar butuh kepastian dari reaksi atau respon Iran terhadap gencatan senjata terbaru.
Jika proposal terbaru diluncurkan, dan pertemuan baru dijadwalkan kembali, maka geopolitik cenderung reda. Emas berpotensi pulih dan bertahap kembali mendekati zona 4832-4846, dan bisa lebih tinggi jika kedua pihak mencapai kesepakatan.
Sebaliknya, jika belum ada pertanda reaksi dari Iran untuk pertemuan perundingan terbaru, maka geopolitik berisiko meningkat. Hal ini bisa membuat emas kembali ditekan turun. Level terendah kemarin di 4668 kemungkinan sebagai proyeksi target utama.
Di sisi lain, ada harapan dari rencana pertemuan Israel-Lebanon di Washington di hari Kamis. Keduanya dikabarkan sepakat untuk membahas perpanjangan gencatan senjata selama 10 hari. Hal ini akan menjadi dukungan positif untuk Iran yang memang mensyaratkan dihentikannya perang Israel-Lebanon. Mungkin saja Iran memantau lebih dulu situasi tersebut sebelum memutuskan diplomasi berikutnya dengan AS.
Note : Tetap waspada dengan volatilitas besar pada market yang sewaktu-waktu bisa tiba-tiba berubah!
Candlestick daily ditutup bearish setelah gagal lanjutkan kenaikan di atas 4832, dan penurunan di malam hari tertekan sampai 4668. Tapi secara teknis, MA 100 Daily saat ini di 4730 menjadi area support yang menentukan apakah tekanan tersebut akan berlanjut atau tidak. Bahkan penutupan tadi malam pun berhasil rebound ke 4720 sehingga penurunan ke 4668 dianggap false breakout.
Kondisi ini membuat emas berada di fase tengah, tidak dalam situasi tekanan serius, tapi juga belum kembali ke zona bullish yang terlalu kuat. Dengan kata lain kenaikan saat ini labil dan sewaktu-waktu bisa kembali ditekan, meski secara umum tekanan diyakini relatif terbatas. Low kemarin 4668 sebagai support daily saat ini, dan area 4809 merupakan resistance terdekat untuk emas kembali ke jalur kenaikan. Perpanjangan gencatan senjata tanpa batas waktu oleh AS sedikit meredakan ketegangan, tapi dinilai rapuh.

H4 menunjukkan tekanan tembus zona orange 4746-4776 yang sebelumnya bertindak sebagai support. Kini area tersebut berperan sebagai resistance. Itu berarti kenaikan pagi ini di sesi Asia sampai saat artikel ditulis cenderung pullback yang normal, retest zona orange sebagai resistance baru. Secara teori, seller masih dominan untuk jangka pendek selama zona orange tidak atau belum ditembus.
Di sisi lain, rebound yang terjadi di pagi hari juga didukung rsi yang mulai oversold, dan juga pengumuman perpanjangan gencatan senjata. Zona pink 4607-4686 dianggap efektif setelah penurunan semalam tertahan di 4668. Secara umum, zona pink dan orange saat ini menjadi area di mana harga akan bergerak sideways di dalam kedua zona sehingga jangka pendek kami masih pertahankan strategi sell selama zona orange belum ditembus, tapi juga incar buy di dekat zona pink selama zona pink tidak ditembus.
Jika perhitungan kami benar, maka secara teknis kita masih akan melihat tekanan minimal kembali ke zona 4700 atau menguji kembali low tadi malam 4668 (kemungkinan masuk zona pink kembali). Dengan demikian sell di zona orange 4746-4776 tetap berlaku, kecuali harga tembus di atas 4776.
Sementara skenario bullish terbagi dalam 2 ekspektasi skenario : 1) potensi membentuk double bottom di zona pink (neckline berarti di zona orange atau pantulan tertinggi terakhir sebelum menguji kembali zona pink), atau 2) setelah rising wedge selesaikan target penurunan (estimasi terdekat tepat di zona FR 38.2% 4567, atau terjauh yang paling ekstrim di zona hijau 4420-4499).
Jika salah satu syarat terpenuhi (skenario bullish 1 atau 2), maka trader bisa kembali pertimbangkan buy di zona pink 4607-4686 atau 4554-4567, atau zona penurunan yang dianggap paling jauh/ekstrim zona hijau 4420-4499).

Per jam 10.45 WIB, harga berada di 4759.66 dengan high 4764.97, dan low 4715.68. Jika Anda melihat rekomendasi sebelumnya di website Technical Analysis Commodity (Gold, Crude Oil) 22 April 2026 | PT. Agrodana Futures, strategi sell masih dipertahankan. Meski sempat naik sampai sentuh 4764.97, tapi secara umum resistance zona merah 4746-4759 belum resmi ditembus sehingga masih layak untuk pertahankan skenario sell.
Jika dalam 1-2 jam ke depan didapati 2 candle berturut-turut tetap di zona merah (juga tidak lewat dari 4765), maka strategi sell tetap berlaku. Ekspektasi penurunan terdekat 4735-4740 atau terjauh 4707-4710. Dan jika tekanan masih berlanjut, maka tetap pertahankan SELL dengan zona penurunan paling jauh diharapkan tertahan di kisaran 4676 atau low tadi malam 4668.
Dari pola pergerakannya, ada 2 skenario yang diharapkan saat ini (sesuai dengan gambar di atas!). Pertama, skenario koreksi wave ABC selesai, sehingga hitungan wave C adalah terakhir turun tadi malam di 4668. Ini dianggap sebagai wave 2. Dengan demikian buy akan lebih dominan sehingga kenaikan kemungkinan berpeluang lanjut tembus di atas 4770. Ini juga berarti swing low terdekat diharapkan tertahan di 4730 atau maksimum tidak break low dari low saat ini 4715.
Kedua, koreksi belum selesai, kenaikan saat artikel ditulis ke zona merah dihitung sebagai D, sehingga peluang turun terakhir diharapkan sebagai E dengan potensi double bottom (berarti maksimum low 4668) atau potensi penurunan E lebih jauh hingga zona orange.
Kedua skenario tersebut mendukung strategi buy, hanya perbedaannya skenario 1 menganggap penurunan sudah relatif berkurang sehingga zona 4707-4715 atau minimal 4730 sebagai zona buy. Sedangkan skenario 2 menganggap penurunan masih bisa terjadi dengan minimal retest 4668 (asumsi double bottom, berarti buy di zona ini atau mendekati zona 4668), atau paling jauh ke FR 38.2% 4566 yang juga berada di zona orange.
Untuk malam hari sebaiknya Anda fokus perhatikan catatan kami di grafik H4!
Opsi SELL on Rally
Entry: 4755.00 โ 4757.00 (update jam 10.57 WIB)
(atau cek di artikel untuk opsi lainnya)
Target/Reward : 4735.00 ($20 - $22)
(Alternatif Follow SELL jika tembus 4737, target terdekat 4725, terjauh 4700, sesuaikan stop loss dengan risk management masing-masing)
Stop Loss: 4767.00 ($10 - $12)
(ideal 7-8 poin di atas 4763.00)
Risk Reward: 1: 2
Opsi BUY jika support tidak ditembus
Entry : 4665.00 โ 4667.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif )
Target/Reward: 4687.00 ($20 - $22)
Stop Loss: 4655.00 ($10 - $12)
(ideal SL 7-8 poin di bawah 4655)
Risk Reward: 1: 2
Copyright ยฉ 2026 Agrodana Futures
Disclaimer:
Artikel ini berupa pandangan Agrodana Research, Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan atau menjual market tertentu. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
Research & Analysis Agrodana Futures
Keterangan :
| Suggest : BUY on Dip Area : 89.20 โ 89.40 Target : 1) 90.40 2) 91.40 SL : 88.20 Alternatif : Follow BUY jika tembus 92.00 Switch to SELL jika tembus 84.00 Alternatif SELL: 101-104 Pantau geopolitik AS-Iran! |



Keterangan :
| Suggest : SELL on Rally Area : 4746.00 โ 4748.00 Target : 1) 4736.00 2) 4726.00 SL : 4758.00 (ideal 7-8 points di atas 4756) Alternatif : Pertahankan/follow SELL jika tembus 4737 Switch to BUY jika tembus 4768 Opsi buy : 4644-4671 (coklat), 4554-4608 (orange) |
Copyright ยฉ 2026 Agrodana Futures
Disclaimer:
Artikel ini berupa pandangan Agrodana Research, Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan atau menjual market tertentu. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
Research & Analysis Agrodana Futures


Imbal hasil Treasury AS 10 tahun ditutup turun, dan dolar pun kembali melemah. Kondisi ini secara umum memberi keuntungan bagi emas sehingga tetap di jalur kenaikan sampai penutupan sesi perdagangan Senin.
Satu-satunya yang bisa disimpulkan dalam sesi NY tadi malam adalah bahwa situasi di Iran tidak menjadi lebih buruk dari yang dikhawatirkan, meskipun di sisi lain masih banyak pertanyaan terbuka terkait kelanjutan diplomasi AS dan Iran, termasuk juga nasib gencatan senjata yang akan habis waktu di 22 April.
Setidaknya ada 3 pertanyaan utama yang mengganggu market saat ini sehingga sulit mendapatkan dorongan maupun tekanan bagi emas untuk lanjutkan pergerakan. Beberapa pertanyaan tersebut mengarah ke: apakah Iran benar-benar akan menghadiri pertemuan di Pakistan? Apakah akan ada kesepakatan? Apakah Selat Hormuz akan dibuka sebelum diplomasi berlangsung?
Wakil Presiden AS JD Vance dikabarkan sudah dalam perjalanan menuju Pakistan dan diperkirakan berangkat di hari Selasa. Itu berarti pertemuan baru akan terjadi di hari Selasa atau Rabu waktu setempat. Vance kembali mewakili AS dan memimpin delegasi AS. Sedangkan pihak Iran sendiri masih belum dipastikan, meskipun mereka menyambut positif terkait upaya Panglima Angkatan Darat Pakistan yang mencoba membujuk Trump untuk hentikan blokade karena dikhawatirkan menjadi kendala utama kenapa pertemuan putaran 2 di Pakistan sulit diwujudkan. Tapi Pakistan mengatakan mengutip pejabat Iran bahwa kemungkinan mereka akan hadir untuk lanjutkan diplomasi.
Terkait kesepakatan, Trump terus melontarkan beberapa cuitan dengan berbagai retorika, termasuk mengklaim bahwa kesepakatan yang dilakukan dengan pemerintahannya adalah kesepakatan yang lebih baik daripada JCPOA (Joint Comprehensive Plan of Action = Rencana Aksi Komprehensif Bersama).
Sementara terkait Selat Hormuz, ini tampaknya menjadi titik krusial sampai saat ini. Jika kedua belah pihak menghentikan blokade sebelum pembicaraan, maka hal tersebut akan menjadi pertanda positif.
Di malam nanti, investor akan lebih dulu mencermati data retail sales AS di jam 19.30 WIB. Data diperkirakan naik dari 0.6% menjadi 1.4% m/m, dan core retail sales diperkirakan naik dari 0.5% menjadi 1.3% m/m. Data yang lebih baik dari ekspektasi akan memicu koreksi turun bagi emas. Sebaliknya, data yang lebih lemah berpeluang membuat emas kembali naik.
Namun, karena geopolitik belum stabil, maka ada kemungkinan respon market terhadap data ekonomi relatif terbatas karena pasar terfokus pada perkembangan geopolitik. Untuk geopolitik, kami tetap mencermati beberapa potensi risiko yang bisa terjadi, termasuk beberapa skenario yang sudah kami tampilkan 3 hari terakhir.
Risiko geopolitik tetap sensitif sampai hari Rabu saat deadline 22 April berakhir. Beberapa skenario yang diperkirakan bisa membuat market volatile, sebagai berikut:
Skenario 1 akan membuat emas berbalik turun dengan cepat, dan turun tajam kemungkinan berlanjut bahkan menjelang akhir pekan karena kekhawatiran eskalasi geopolitik di akhir pekan kembali terbuka. Segera ubah strategi menjadi SELL jika ini terjadi!
Skenario 2 maupun 3 cenderung di sisi aman, dan emas masih berpeluang naik. Tapi skenario paling bullish adalah skenario 3 yang akan mendorong emas naik lebih lanjut, bahkan sangat terbuka untuk mengakhiri akhir pekan ini di atas 4850, bahkan tembus zona 5000-an. Sedangkan skenario 2 hanya akan membuka peluang kenaikan ke 4900-an, tapi kemungkinan tidak sekuat skenario 3.
Note : Tetap waspada dengan volatilitas besar pada market yang sewaktu-waktu bisa tiba-tiba berubah!
Candlestick daily ditutup bullish, meski belum sampai menutupi gap sepenuhnya di 4846. Bahkan pagi ini kenaikan baru sampai 4832 dan diikuti penurunan hingga di bawah 4800. Retail Sales dan perkembangan geopolitik menjadi pemicu utama hari ini, dengan fokus utama diperkirakan cenderung ke arah geopolitik.
MA100 daily di 4726 kemungkinan support psikologis. Selama zona ini tidak ditembus, maka buyer kemungkinan tetap dominan, terutama jika didukung oleh kesepakatan AS-Iran. Kenaikan diharapkan mulai bertahap mendekati atau bahkan tutupi gap di 4846 tersebut untuk membuka jalur kenaikan yang kuat. Sebaliknya, jika tidak ada kesepakatan AS-Iran, maka MA100 daily rentan ditembus, dan proyeksi tekanan berlanjut ke support 4624 yang merupakan FR 61.8% Daily.

H4 menunjukkan kenaikan terhambat sementara di 4832 per pagi ini di sesi Asia, dan saat artikel ditulis sedang menguji kembali MA200 yang hari ini berada di 4804. Swing low tercatat saat artikel ditulis 4798 dengan terendah di 4793. Secara struktural, bullish tetap dominan, tapi dalam jangka pendek diperkirakan terjadi koreksi turun, meskipun penurunan tersebut diharapkan terbatas.
Secara area, zona orange di kisaran 4746-4776 adalah zona support terdekat, sekaligus juga support dari rising wedge di H4. Jika dalam 1-2 jam ke depan harga berhasil bertahan di zona orange ataupun dekat MA200, maka strategi buy tetap dipertahankan sesuai plan awal pagi ini. Potensi kenaikan berikutnya diharapkan bertahap mulai menutup gap yang tersisa, di mana closing price Jumat di 4846 sebagai target utama. Dan jika berhasil tembus 4846, maka bullish cenderung menjadi lebih kuat.
Sebaliknya, trader juga perlu waspada penurunan lebih lanjut, terutama jika support rising wedge di 4760, atau pemicu penurunan jika zona orange ditembus (itu berarti tembus di bawah 4746), maka bearish akan mendominasi sementara waktu. Trader bisa pertimbangkan ubah strategi menjadi sell lebih dulu, minimal sampai data ekonomi retail sales dirilis, atau kepastian dari pertemuan AS-Iran.
Jika AS-Iran tetap batal bertemu, dan deadline gencatan senjata tidak diperpanjang, maka tekanan diperkirakan berlanjut, dan sell bisa dipertahankan minimal ke zona pink 4607-4686, atau paling jauh zona hijau kisaran 4420-4499.
Sebaliknya, jika ternyata Iran dan AS jadi bertemu, dan kemungkinan terbuka untuk mencapai kesepakatan (asumsi tanpa ada perpanjangan gencatan senjata), maka hentikan posisi sell, pertimbangkan kembali buy, karena penurunan diperkirakan mulai terbatas jika pertemuan mengarah ke kesepakatan.

Per jam 11.05 WIB, harga berada di 4792.87 dengan high 4814.34, dan low 4737.25. Jika Anda melihat rekomendasi sebelumnya di website Technical Analysis Commodity (Gold, Crude Oil) 21 April 2026 | PT. Agrodana Futures, strategi buy dipertahankan di zona 4783-4785 karena rising wedge kecil yang terdeteksi pagi tadi baru saja konfirm terjadi penurunan di bawah 4800. Secara teori, area buy yang lebih ideal (lower risk) berada di zona merah 4746-4759 atau dekat trendline support 4745. Dengan demikian, alternatifnya trader bisa menunggu penurunan sampai mendekati atau sentuh zona merah tersebut untuk mendapat zona demand yang dianggap lebih baik.
Tapi jika zona merah tembus, maka jangka pendek bisa ubah strategi menjadi sell saat konfirm tembus low kemarin 4737 dengan potensi target terdekat 4725 atau kisaran 4715. Sedangkan tekanan paling jauh yang diperkirakan cukup potensial kemungkinan berada di zona coklat kisaran 4644-4671. Dan skenario terburuk, jika geopolitik memanas karena Iran dan AS batal bertemu dan gagal menemukan kesepakatan, maka zona orange di kisaran 4554-4608 sebagai zona paling potensial jika terjadi tekanan ekstrim yang cepat.
Di sisi lain, buyer bisa kembali muncul dan pertimbangkan saat harga sudah sentuh zona coklat ataupun skenario terjauh zona orange. Ini dengan pertimbangan bahwa situasi mungkin tidak akan lebih buruk dari sebelumnya, saat awal perang 29 Feb 2026 sehingga tekanan ekstrim kemungkinan mulai terbatas.
Market saat ini memperkirakan pertemuan AS dan Iran tetap terjadi, dan meskipun Trump tidak memperpanjang gencatan senjata, tapi kedua pihak diperkirakan sama-sama menginginkan kesepakatan sehingga tekanan turun berpotensi mulai terbatas. Itu berarti penurunan belum tentu terlalu jauh hingga zona orange, melainkan maksimum zona coklat, atau terdekat zona merah. Dan secara teknis, baik zona merah maupun coklat merupakan area yang diperkirakan sebagai demand yang cukup baik.
Untuk malam hari sebaiknya Anda fokus perhatikan catatan kami di grafik H4!
Opsi BUY on Dip
Entry: 4783.00 โ 4785.00
(atau cek di artikel untuk opsi lainnya)
Target/Reward : 4805.00 ($20 - $22)
(Alternatif Follow BUY jika tembus 4838, target terdekat 4848, terjauh 4860, sesuaikan stop loss dengan risk management masing-masing)
Stop Loss: 4773.00 ($10 - $12)
(ideal 7-8 poin di bawah 4770.00)
Risk Reward: 1: 2
Opsi SELL jika support ditembus
Entry : 4735.00 โ 4737.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif )
Target/Reward: 4715.00 ($20 - $22)
Stop Loss: 4747.00 ($10 - $12)
(ideal SL 7-8 poin di atas 4745)
Risk Reward: 1: 2
Copyright ยฉ 2026 Agrodana Futures
Disclaimer:
Artikel ini berupa pandangan Agrodana Research, Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan atau menjual market tertentu. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
Research & Analysis Agrodana Futures
Keterangan :
| Suggest : BUY on Dip Area : 85.20 โ 85.40 Target : 1) 86.40 2) 87.40 SL : 84.20 Alternatif : Follow BUY jika tembus 88.70 Switch to SELL jika tembus 80.00 Alternatif BUY: 80.55-84.68 Pantau geopolitik AS-Iran! |



Keterangan :
| Suggest : BUY on Dip Area : 4783.00 โ 4785.00 Target : 1) 4795.00 2) 4805.00 SL : 4773.00 (ideal 7-8 points di bawah 4770) Alternatif : Pertahankan/follow BUY jika tembus 4838 Switch to SELL jika tembus 4737 Opsi buy : 4746-4759 (merah), 4644-4671 (coklat), 4554-4608 (orange) |
Copyright ยฉ 2026 Agrodana Futures
Disclaimer:
Artikel ini berupa pandangan Agrodana Research, Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan atau menjual market tertentu. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
Research & Analysis Agrodana Futures





