TOP GAINERS
| 1. Oracle Corporation (#ORCL)ย +24.56% |
| 2. Tesla, Inc. (#TSLA)ย +14.78% |
| 3. Advanced Micro Devices, Inc. (#AMD)ย +13.54% |
| 4. Microsoft Corporation (#MSFT)ย +13.54% |
| 5. Airbnb, Inc. (#ABNB)ย +13.54% |
TOP LOSERS
| 1. Netflix, Inc. (#NFLX)ย -5.52% |
| 2. Exxon Mobil Corporation (#XOM)ย -4.91% |
| 3. Chevron Corporation (#CVX)ย -3.78% |
| 4. Wells Fargo & Company (#WFC)ย -3.78% |
| 5. Abbott Laboratories (#ABT)ย -2.7% |
Pekan kemarin, bursa saham ibarat timbangan raksasa. Di satu sisi, harapan akan terciptanya perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran membuat saham-saham perusahaan teknologi (seperti Microsoft dan Tesla) melonjak gembira setelah sempat lesu di awal tahun. Namun di sisi lain timbangan, saham-saham perusahaan minyak raksasa seperti Exxon dan Chevron justru terjun bebas. Kenapa? Karena selama ini harga saham mereka 'menumpang' pada ketakutan pasar akan perang. Ketika aroma damai mulai tercium, harga minyak dunia pun merosot tajam, membawa serta keuntungan perusahaan-perusahaan tersebut.

Next Earnings (Laporan Keuangan): 10 Juni 2026
Last Dividend Ex-Date: 9 April 2026 ($0.50 per kuartal)
52-Week Range: $121.24 - $345.72
Weekly Range: $140.04 - $184.55
Previous Close Price: $175.01 (17 April 2026)
September 2025, Oracle memiliki kontrak backlog (nilai total pesanan pelanggan yang belum terselesaikan) yang sangat besar (sekitar $450 - $550 miliar) dan separuhnya adalah dari OpenAI. Saham ORCL sempat naik 60% ke level harga tertinggi $328 - $346, ketika kerjasama pembangunan data center AI dengan OpenAI, Meta, Nvidia, dll. Terjalin saat itu.
Kemudian di awal Februari 2026, saham sempat turun hingga hampir 58 - 60% dari level tersebut (harga turun ke kisaran $136 - $160) karena Kekhawatiran โAI bubbleโ dan risiko jika OpenAI kesulitan bayar (OpenAI masih merugi sampai sekarang).
Kenaikan minggu ini telah membantu mempersempit penurunan tersebut menjadi sekitar 46%, dengan beberapa kesepakatan baru, produk AI, dan upaya untuk memangkas biaya membantu meredakan beberapa kekhawatiran yang telah membebani saham tersebut.
ORCL sendiri sempat melejit hampir 13% dalam satu hari pada Senin, 13 April karena rebound sektor software & tech secara keseluruhan, serta pengumuman AI-powered offerings di Customer Edge Summit. Oracle menyoroti kemampuan AI baru mereka, terutama untuk sektor utilitas (listrik & gas). Salah satu highlightnya adalah program AI Oracle (melalui platform Opower) yang membantu pelanggan residensial menghemat $369 juta pada tagihan listrik dan gas sepanjang tahun 2025. Pengumuman ini memperkuat persepsi bahwa AI bukan hanya ancaman, melainkan juga peluang bisnis nyata yang sudah memberikan hasil terukur.
Walaupun ORCL ditutup merah di hari Jumat 17 April, secara performance mingguan ORCL tetap mengalami lonjakan spektakuler sekitar 24 - 25%. Saham ini berhasil rebound tajam sejak awal pekan, terutama setelah pengumuman AI untuk sektor utilitas dan perluasan kerjasama infrastruktur data center.

Next Earnings (Laporan Keuangan): 22 April 2026
Dividend Ex-Date: N/A (Tesla tidak membagikan dividen)
52-Week Range: $222.79 - $498.83
Weekly Range: $348.41 - $409.13
Previous Close Price: $400.42 (17 April 2026)
Pada Kamis malam, Reuters melaporkan bahwa Tesla berencana merekrut insinyur chip (chip engineer) di Taiwan untuk mempercepat pembangunan pabrik chip AI sendiri yang disebut Terafab. Hal ini menjadi penting karena mayoritas talenta berpengalaman di bidang fabrikasi chip canggih (advanced chipmaking) berada di Taiwan, dan sebagian besar berasal dari TSMC (atau perusahaan dalam ekosistem TSMC), perusahaan pembuat chip kontrak terbesar di dunia yang berbasis di sana.
Pengumuman ini muncul setelah saham Tesla melonjak sepanjang minggu ini, didorong optimisme di sektor chip. Pada Rabu pagi 15 April waktu setempat, CEO Elon Musk mengklaim bahwa tim desain chip Tesla telah berhasil โtaping outโ AI5, tahap akhir proses desain chip generasi berikutnya. Chip AI5 ini dirancang untuk mendukung kendaraan listrik masa depan, klaster pelatihan AI skala besar, serta robot Optimus. Saham TSLA mengalami lonjakan signifikan setelah mengalami delapan minggu berturut-turut mengalami penurunan.
Meski beberapa analis menilai lonjakan tersebut masih bersifat teknikal dan sentiment-driven (karena desain chip belum masuk tahap produksi massal), momentum positif ini berhasil membawa Tesla berpotensi mengakhiri losing streak delapan minggunya dan ditutup lebih tinggi di akhir pekan ini. Selain itu, pasar juga mulai menantikan laporan keuangan kuartal pertama Tesla yang akan dirilis pada 22 April 2026, di mana investor berharap mendapat update lebih lanjut mengenai kemajuan FSD, rencana peluncuran Robotaxi di kota-kota baru, serta produksi Cybercab.

Next Earnings (Laporan Keuangan): 5 Mei 2026
Last Dividend Ex-Date: 27 April 1995
52-Week Range: $83.75 - $280.05
Weekly Range: $242.08 - $280.10
Previous Close Price: $278.23 (17 April 2026)
Pada Kamis 16 April lalu, analis Bernstein (Bernstein Research) meningkatkan target harga saham AMD dari $235 menjadi $265, sambil menyatakan bahwa mereka semakin โwarmingโ kepada perusahaan ini. Alasannya, AMD diuntungkan oleh kekuatan bisnis server CPU (terutama EPYC), termasuk kesepakatan baru dengan Meta untuk infrastruktur AI, meski rating tetap dijaga di level Market Perform.
AMD dan perusahaan chip AI lainnya diuntungkan dari sinyal bullish yang dikirim TSMC lewat laporan laba mereka 16 April lalu. Berita bagus dari hasil laporan keuangan Q1 TSMC tersebut berhasil mendorong kenaikan saham AMD sebesar 3.6% dalam sehari dan total kenaikan mingguan sebesar 15.53%.
2 poin penting yang juga turut mendorong lonjakan performa saham AMD adalah inference (penyimpulan) dan agentic AI (AI yang bisa bertindak secara mandiri). GPU flagship mendatang AMD, MI450, diharapkan menjadi lompatan besar bagi perusahaan, khususnya di bidang inference. AMD menggunakan desain chiplet yang memungkinkan kapasitas memori jauh lebih besar. Hal ini tidak hanya menekan biaya, tetapi juga meningkatkan performa inference secara signifikan. Dari segi agentic AI, ROCm (Radeon Open Compute), platform software open-source milik AMD, merupakan jawaban langsung dari CUDA, closed-source software platform milik Nvidia. Keunggulan utama ROCm adalah sifatnya yang fully open-source (dari driver sampai library) membuatnya bisa dimodifikasi, transparan, dan tidak bergantung vendor tunggal.
AMD juga memiliki peluang sangat besar di segmen data center CPU. Server rack yang ditujukan untuk agentic AI memerlukan rasio CPU-to-GPU yang jauh lebih tinggi, karena CPU dibutuhkan untuk menangani logika sequential dan interaksi dunia nyata yang kompleks. AMD adalah pemimpin di area ini dan sedang mengembangkan CPU berperforma tinggi khusus untuk kebutuhan agentic AI.

Next Earnings (Laporan Keuangan): 29 April 2026
Next Dividend Ex-Date: 21 Mei 2026
52-Week Range: $420.69 - $431.58
Weekly Range: $371.10 - $431.64
Previous Close Price: $422.76 (17 April 2026)
Sebenarnya selain Tesla, Microsoft adalah salah satu dari dua saham Magnificent Seven dengan performa terburuk sepanjang 2026, keduanya turun lebih dari 20% sejak awal tahun. Tapi justru itulah yang membuatnya menarik minggu ini. CEO Satya Nadella mengatakan bahwa bisnis AI perusahaan sudah "lebih besar daripada beberapa waralaba terbesar kamiโ.
Dengan fundamental yang sangat kuat dan peluang pertumbuhan jangka panjang yang menjanjikan di bidang AI, saham Microsoft (MSFT) tetap menjadi salah satu saham teknologi unggulan terbaik untuk dimiliki investor.
Saat ini, saham Microsoft diperdagangkan pada sekitar 24โ26 kali laba per saham (trailing P/E), yang relatif sejalan dengan rata-rata valuasi pasar secara keseluruhan. Valuasi ini jauh lebih menarik dibandingkan level premium yang biasanya dibayar untuk Microsoft di tahun-tahun sebelumnya. Stellantis dan Microsoft menandatangani kemitraan strategis 5 tahun untuk mempercepat transformasi digital Stellantis melalui AI, cybersecurity, dan engineering. Selain rebound teknikal & relief rally di sektor tech, kerjasama dengan Stellantis ini memberi katalis tambahan karena menunjukkan Azure dan AI Microsoft terus mendapatkan adopsi di industri otomotif skala besar.
Baru-baru ini Louisbourg Investments meningkatkan kepemilikan saham Microsoft sebesar 5% pada kuartal keempat menjadi 33.247 saham (sekitar $16,08 juta), menjadikan MSFT sebagai kepemilikan terbesar kedua perusahaan tersebut dengan sekitar 3% dari portofolionya. Microsoft kini diperdagangkan di valuasi terendah dalam hampir satu dekade berdasarkan trailing earnings, kesempatan langka yang menurut analis tidak akan datang sering. The Motley Fool Dengan Azure terus tumbuh dan earnings dijadwalkan 29 April 2026, pasar mulai melihat ulang saham ini sebagai deep value play di tengah rally risk-on. Motley Fool bahkan menyebut prediksi: "MSFT stock will soar after April 29."

Next Earnings (Laporan Keuangan): 30 April 2026
Next Dividend Ex-Date: N/A (Airbnb tidak membagikan dividen)
52-Week Range: $105.39 - $143.88
Weekly Range: $124.84 - $143.27
Previous Close Price: $141.57 (17 April 2026)
Laporan terbaru Airbnb memberi sinyal yang campuran tapi cenderung sehat: pendapatan tumbuh kuat, panduan pendapatan ke depan juga lebih baik dari perkiraan, tetapi laba per saham sempat meleset karena investasi dan biaya yang lebih tinggi.
Pertumbuhan nights booked dan experiences booked masih mendukung kenaikan pendapatan tanpa harus menaikkan biaya akuisisi pelanggan terlalu besar. Airbnb juga menampilkan margin EBITDA yang sehat dan free cash flow yang kuat, menjadikan model bisnisnya masih termasuk efisien. Selain itu, ekspansi produk seperti airport pickup, experiences, dan kemitraan layanan lain menunjukkan strategi untuk membuat pengguna lebih sering memakai aplikasi.
Secara fundamental, Airbnb menunjukkan potensi kuat dengan free cash flow margin 37,7%, dan earnings yang dijadwalkan 7 Mei 2026 diproyeksikan mencatatkan kenaikan EPS 25% year-over-year. Yahoo Finance Di lingkungan risk-on seperti minggu ini, saham consumer discretionary dengan pertumbuhan solid seperti ABNB menjadi sasaran favorit perputaran modal.
Saham Airbnb melompat di tengah membaiknya sentimen pasar, setelah Meta memperluas kemitraannya dengan Broadcom untuk chip AI, dan laporan rencana akuisisi Globalstar oleh Amazon memberikan sinyal bullish bagi industri internet secara luas. Lompatan saham bukan karena Airbnb mempunyai hubungan kerjasama langsung terkait teknologi apapun baik dengan Broadcom, Amazon ataupun Meta, melainkan karena pasar sedang masuk mode risk-on. Kabar kerjasama Meta - Broadcom memperkuat keyakinan bahwa belanja AI masih besar, sehingga investor lebih berani masuk ke saham teknologi secara umum. Airbnb sering diperlakukan sebagai saham platform internet/travel tech, jadi ketika sektor internet membaik, ABNB bisa ikut terdorong walau tidak ada berita khusus tentang perusahaan Airbnb sendiri.

Next Earnings (Laporan Keuangan): 16 Juli 2026
Next Dividend Ex-Date: N/A (Netflix tidak membagikan dividen)
52-Week Range: $75.01 - $134.12
Weekly Range: $95.05 - $108.91
Previous Close Price: $97.27 (17 April 2026)
Saham Netflix turun 9.7% di penutupan hari jumat kemarin karena pasar lebih fokus ke panduan kuartal 2 yang lebih lemah dari ekspektasi daripada hasil kuartal 1 yang sebenarnya bagus. Ironisnya, hal ini terjadi justru setelah Netflix melaporkan kinerja kuartal pertama yang sangat fantastis: mencetak pendapatan $12,25 miliar, jauh melampaui ekspektasi analis Wall Street. Pendapatan dan EPS Q1 melampaui perkiraan, tetapi proyeksi revenue, EPS, dan operating income untuk Q2 berada di bawah konsensus, sehingga investor membaca adanya perlambatan momentum.
Di pasar saham, ekspektasi masa depan seringkali lebih memengaruhi harga daripada kesuksesan di masa lalu. Netflix memproyeksikan pendapatan dan keuntungan untuk kuartal kedua nanti berada di bawah harapan pasar. Hal ini langsung memicu kekhawatiran investor mengenai melambatnya momentum pertumbuhan perusahaan. Netflix juga baru saja memutuskan menaikkan harga paket langganannya. Meski kurang menyenangkan bagi pelanggan, analis pasar melihat ini sebagai bentuk kepercayaan diri Netflix yang sangat tinggi terhadap kekuatan konten mereka.

Next Earnings (Laporan Keuangan): 1 Mei 2026
Last Dividend Ex-Date: 12 Februari 2026 ($1.03 per kuartal)
52-Week Range: $101.19 - $176.41
Weekly Range: $141.98 - $154.68
Previous Close Price: $146.51 (17 April 2026)
Menurut catatan dari Morgan Stanley pada 17 April, sektor energi (eksplorasi dan produksi) saat ini sedang "mengembalikan seluruh keuntungan yang mereka dapatkan di bulan Maret", dimana itu berarti banyak investor yang sudah untung bulan lalu memutuskan untuk menjual sahamnya secara bersamaan (profit taking) menjelang rilis laporan keuangan kuartal pertama perusahaan.
Meskipun saat ini ada ketegangan geopolitik di Selat Hormuz akibat konflik Iran, pasar merasa harga saham XOM sudah terlalu mahal. Beberapa analis (seperti BNP Paribas dan TD Cowen) menilai bahwa risiko pasokan dan tingginya harga minyak akibat perang sudah sepenuhnya tercermin dalam harga saham saat ini. Karena investor merasa tidak ada lagi "kejutan harga" ke atas, mereka memilih menarik dananya.
Secara spesifik, tepat pada hari Rabu (17 April), Morgan Stanley memangkas rekomendasi target harga untuk Exxon Mobil dari $172 turun menjadi $171. Penurunan target dari institusi besar ini seringkali memicu kepanikan kecil di kalangan investor ritel sehingga mereka ikut-ikutan menjual sahamnya. Ada juga berita bahwa pemerintah AS berencana menangguhkan "Jones Act" selama 30 hari. Kebijakan ini akan mengizinkan kapal tanker asing untuk mengangkut bahan bakar antar pelabuhan di Amerika Serikat. Hal ini merusak status quo pengiriman barang dan memengaruhi kondisi harga jual produsen energi domestik seperti Exxon Mobil.

Next Earnings (Laporan Keuangan): 1 Mei 2026
Last Dividend Ex-Date: 17 Februari 2026 ($1.78 per kuartal)
52-Week Range: $132.33 - $214.71
Weekly Range: $177.74 - $192.67
Previous Close Price: $183.99 (17 April 2026)
Reli sektor energi yang sebelumnya didorong oleh "premi perang" di Timur Tengah kini tampaknya sudah berakhir, di mana investor yang sempat menikmati rekor harga saham tertinggi pada Chevron (CVX) memutuskan untuk melakukan aksi ambil untung (profit taking) secara masif. Berakhirnya ketegangan geopolitik setelah Menteri Luar Negeri Iran mengumumkan pembukaan kembali Selat Hormuz membuat harga minyak mentah dunia (WTI) langsung anjlok lebih dari 10% ke level $84,68 per barel. Karena investor menyadari bahwa ancaman kelangkaan pasokan sudah hilang dan tidak ada lagi "premi ketakutan" yang bisa mendorong harga minyak lebih tinggi, mereka memilih untuk segera menarik dananya dari sektor ini.
Secara spesifik, pengumuman dibukanya kembali jalur perdagangan vital tersebut pada hari Jumat memicu kepanikan di kalangan investor ritel sehingga mereka ikut-ikutan melepas sahamnya. Situasi ini diperparah oleh berita bahwa pemerintah AS secara mendadak memberikan pelonggaran (waiver) sanksi selama satu bulan yang mengizinkan pembelian minyak Rusia yang sudah berada di laut. Kebijakan ini secara instan membanjiri pasar global dengan tambahan pasokan minyak, yang pada akhirnya memberikan tekanan ganda pada penurunan harga minyak dunia dan mengancam potensi pendapatan produsen energi raksasa seperti Chevron.

Next Earnings (Laporan Keuangan): 14 Juli 2026
Last Dividend Ex-Date: 6 Februari 2026 ($0.45 per kuartal)
52-Week Range: $63.40 - $97.76
Weekly Range: $80.14 - $86.71
Previous Close Price: $81.45 (17 April 2026)
Harapan tinggi investor terhadap raksasa perbankan menjelang rilis laporan keuangan kuartal pertama kini tampaknya harus pupus, di mana pemegang saham Wells Fargo (WFC) memutuskan untuk melakukan aksi jual masif yang membuat sahamnya anjlok 5%. Rilis kinerja pada hari Selasa menunjukkan bahwa bank ini gagal memenuhi ekspektasi Wall Street, dengan Pendapatan Bunga Bersih (NII) yang hanya tercatat $12,1 miliar (di bawah estimasi $12,3 miliar) dan total pendapatan yang juga meleset dari target. Karena investor menyadari bahwa margin keuntungan bank ternyata menipis di tengah suku bunga yang masih tinggi, mereka memilih untuk segera menarik dananya dari saham ini.
Secara spesifik, rilis kinerja yang berada di bawah ekspektasi tersebut memicu kepanikan di kalangan investor ritel sehingga mereka ikut-ikutan melepas sahamnya, sama sekali mengabaikan sentimen positif dari berhasil ditutupnya sanksi pengawasan (consent order) terakhir perusahaan oleh regulator. Situasi ini diperparah oleh peringatan langsung dari manajemen bahwa konflik Timur Tengah telah membuat pengeluaran konsumen untuk bensin melonjak 25% hingga 30%. Sentimen ini secara instan memicu ketakutan akan melemahnya daya beli masyarakat dalam beberapa bulan ke depan, yang pada akhirnya memberikan tekanan ganda pada prospek bisnis Wells Fargo mengingat lebih dari 40% pendapatan mereka sangat bergantung pada kesehatan finansial konsumen.

Next Earnings (Laporan Keuangan): 16 Juli 2026
Last Dividend Ex-Date: 15 April 2026 ($0.63 per kuartal)
52-Week Range: $93.92 - $139.06
Weekly Range: $93.87 - $102.43
Previous Close Price: $96.89 (17 April 2026)
Meskipun baru saja mencetak kinerja yang cukup memuaskan dengan meraup pendapatan sebesar $11,2 miliar di kuartal pertama, sedikit di atas estimasi analis, pemegang saham Abbott Laboratories (ABT) justru merespons dengan kekecewaan dan langsung melepas sahamnya hingga anjlok 6% pada hari Kamis. Penurunan ini didorong oleh kenyataan pahit bahwa manajemen perusahaan terpaksa memangkas target keuntungan (EPS) mereka untuk tahun 2026, turun signifikan dari estimasi awal $5,55 - $5,80 menjadi hanya $5,38 - $5,58 per saham. Investor menyadari bahwa penurunan target laba ini merupakan imbas langsung dari aksi akuisisi raksasa senilai kurang lebih $21 miliar terhadap perusahaan diagnostik kanker Exact Sciences.
Secara spesifik, penutupan kesepakatan akuisisi yang ternyata terjadi lebih cepat dari jadwal memaksa Abbott untuk menanggung utang lebih awal dari yang direncanakan. Hal ini secara instan memicu kekhawatiran karena akuisisi tersebut mengakibatkan efek dilusi saham sekitar $0,20 per lembar, yang berarti porsi keuntungan bagi para pemegang saham ritel saat ini menjadi "terencerkan" (berkurang). Situasi ini diperparah oleh melambatnya permintaan di segmen diagnostik virus pernapasan (turun 10%) dan tantangan volume penjualan pada segmen nutrisi, yang pada akhirnya memberikan tekanan ganda pada Abbott. Investor tampaknya lebih memilih untuk segera mengamankan dana mereka di tengah ketidakpastian proses integrasi ini, mengabaikan fakta bahwa akuisisi tersebut sebenarnya dirancang untuk memperkuat bisnis diagnostik kanker mereka di masa depan.
Pekan lalu sejatinya adalah cerminan sempurna dari pasar yang sedang belajar membaca ulang peta risiko globalnya. Reli tajam di kubu teknologi yang dipimpin Oracle, Tesla, AMD, Microsoft, dan Airbnb bukan semata-mata karena fundamental yang tiba-tiba berubah dalam seminggu, melainkan karena pasar sedang melepaskan tekanan yang selama ini menghimpit valuasi mereka. Sementara di sisi berlawanan, kejatuhan sektor energi dan beberapa saham defensif mengingatkan kita bahwa "premi ketakutan" yang menopang harga bisa menguap secepat berita damai itu sendiri muncul.
Copyright ยฉ 2026 Agrodana Futures
Disclaimer:
Artikel ini berupa pandangan Agrodana Research, Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan atau menjual market tertentu. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
Research & Analysis Agrodana Futures

Keterangan :
| Suggest : BUY on Dip Area : 85.00 โ 85.20 Target : 1) 86.20 2) 87.20 SL : 84.00 Alternatif : Follow BUY jika tembus 89.20 Switch to SELL jika tembus 80.00 Alternatif BUY: 80.55-84.68 Pantau geopolitik AS-Iran! |



Keterangan :
| Suggest : BUY on Dip (updates) Area : 4770.00 โ 4772.00 Target : 1) 4782.00 2) 4792.00 SL : 4760.00 (ideal 7-8 points di bawah 4758) Alternatif : Pertahankan/follow BUY jika tembus 4815 (updates) Switch to SELL jika tembus 4710 Opsi buy : 4710-4725 (trendline), 4554-4608 (coklat), 4350-4377 (orange) |
Copyright ยฉ 2026 Agrodana Futures
Disclaimer:
Artikel ini berupa pandangan Agrodana Research, Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan atau menjual market tertentu. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
Research & Analysis Agrodana Futures


Imbal hasil Treasury AS 10 tahun lanjut rebound, dan kali ini diikuti dengan USD yang juga menguat.ย Kondisi ini kurang menguntungkan bagi emas yang akhirnya menyerah dengan penutupan di bawah $4800.ย Premi risiko geopolitik sepertinya lebih cenderung membebani saat ini karena simpang siurnya informasi terkait diplomasi AS dan Iran, meskipun diakui beberapa poin sudah mencapai kesepakatan tertentu.ย Poin yang paling mendasar, yaitu senjata nuklir Iran justru masih berbeda pandangan sehingga akan sulit untuk dipenuhi.
Headline tentang geopolitik terus bergulir, dan informasi yang muncul cenderung beragam. Tanda-tanda awal redanya ketegangan juga diimbangi dengan risiko yang masih mengancam terhadap rute-rute pelayaran utama.
Copyright ยฉ 2026 Agrodana Futures
Disclaimer:
Artikel ini berupa pandangan Agrodana Research, Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan atau menjual market tertentu. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
Research & Analysis Agrodana Futures
Imbal hasil Treasury AS 10 tahun lanjut rebound, dan kali ini diikuti dengan USD yang juga menguat. Kondisi ini kurang menguntungkan bagi emas yang akhirnya menyerah dengan penutupan di bawah 4800. Premi risiko geopolitik sepertinya lebih cenderung membebani saat ini karena simpang siurnya informasi terkait diplomasi AS dan Iran, meskipun diakui beberapa poin sudah mencapai kesepakatan tertentu. Poin yang paling mendasar, yaitu senjata nuklir Iran justru masih berbeda pandangan sehingga akan sulit untuk dipenuhi.
Di sisi lain, data ekonomi yang muncul tadi malam cenderung memberikan hasil yang kuat. Sebelumnya, Empire Fed menunjukkan angka yang kuat, tadi malam angka dari Philadelphia Fed juga dirilis lebih kuat. Kondisi ini cenderung diabaikan karena pasar sedang berfokus dengan tarif dan perang.
Headline tentang geopolitik terus bergulir, dan informasi yang muncul cenderung beragam. Tanda-tanda awal redanya ketegangan juga diimbangi dengan risiko yang masih mengancam terhadap rute-rute pelayaran utama.
Trump mengumumkan kesepakatan gencatan senjata Israel dan Lebanon yang resmi berlaku tadi malam sampai 10 hari ke depan. Hal ini sempat direspon positif oleh pasar karena memang bagian dari 10 poin yang diajukan Iran sebagai syarat untuk diplomasi AS-Iran. Namun, keputusan Israel untuk tetap mempertahankan pasukannya di Lebanon Selatan mendapat protes dari Iran. Iran menegaskan Israel harusnya menarik penuh pasukan dari Lebanon Selatan sebagai bagian dari kesepakatan gencatan senjata.
Perkembangan lainnya yang perlu dikonfirmasi terkait penutupan Selat Bab al-Mandab mulai tengah hari ini. Jika benar, maka hal ini akan berisiko memicu eskalasi baru bagi perdagangan global dan aliran energi setelah Selat Hormuz. Tapi sejauh ini pasar mengabaikannya karena kurangnya validasi dari Iran.
Sedangkan terkait AS-Iran, serangkaian pernyataan optimis dari Presiden Trump membuat ekspektasi perdamaian semakin kuat. Trump menyebut konflik bisa segera berakhir dan menyoroti kemungkinan dialog antara AS dan Iran di akhir pekan (jadwal semula Kamis, mundur ke akhir pekan). Narasi optimis tersebut sudah mendukung pasar dalam 3 hari terakhir.
Tapi satu hal yang menjadi pertanyaan dasar adalah terkait senjata nuklir yang diklaim Trump bahwa Iran setuju untuk menghentikan. Masalahnya Iran berkali-kali mengatakan bahwa mereka hanya akan mempertimbangkan menghentikan selama 5 tahun, sedangkan AS meminta 20 tahun. Kondisi ini yang diragukan pasar akan mudah mencapai kesepakatan mengingat keduanya masih berbeda pandangan terkait hak Iran dengan senjata nuklirnya, sedangkan AS dengan larangan kepemilikan senjata nuklir untuk Iran.
Tidak ada data ekonomi malam nanti, hanya ada Presiden Fed San Francisco Mary Daly yang berbicara di jam 22.30 WIB. Jika hanya pengulangan seperti di hari Selasa, maka pernyataannya cenderung diabaikan. Ini berarti fokus utama tetap pada pertemuan AS dan Iran yang akan terjadi di akhir pekan.
Beberapa skenario yang diperkirakan bisa membuat market volatile, sebagai berikut:
Skenario 1 akan membuat emas berbalik turun dengan cepat, dan turun tajam kemungkinan berlanjut bahkan menjelang akhir pekan karena kekhawatiran eskalasi geopolitik di akhir pekan kembali terbuka. Segera ubah strategi menjadi SELL jika ini terjadi!
Skenario 2 maupun 3 cenderung di sisi aman, dan emas masih berpeluang naik. Tapi skenario paling bullish adalah skenario 3 yang akan mendorong emas naik lebih lanjut, bahkan sangat terbuka untuk mengakhiri akhir pekan ini di atas 4850, bahkan tembus zona 5000-an. Sedangkan skenario 2 hanya akan membuka peluang kenaikan ke 4900-an, tapi kemungkinan tidak sekuat skenario 3.
Note : Tetap waspada dengan volatilitas besar pada market yang sewaktu-waktu bisa tiba-tiba berubah!
Candlestick daily ditutup doji, cenderung mengindikasikan kenaikan yang kurang kuat sehingga tekanan cenderung membebani. Meski demikian, faktor fundamental akhir pekan menjadi penentunya apakah penurunan akan lebih lanjut atau justru hanya menguji support psikologis 4712 (MA 100 Daily). Jika MA 100 ditembus, dan tekanan terus menguat, maka proyeksi berikutnya adalah 4600-4624.
Sedangkan di sisi kenaikan, area 4833, 4844 dan 4855 akan menjadi zona resistance kuat yang perlu ditembus untuk membuat tren kenaikan kembali mendominasi. Investor diperkirakan masih berhati-hati memasuki akhir pekan di mana pertemuan AS dan Iran cenderung masih tidak menentu, meskipun Trump mengklaim bahwa Iran sudah sepakat menghentikan senjata nuklirnya.

H4 menunjukkan pergerakan yang relatif sideways karena meskipun gagal naik di atas 4844, atau gagal tembus MA 200 saat itu, penurunan juga masih tidak banyak berkutik di zona orange 4751-4803. Ini merupakan yang kedua kalinya secara beruntun emas gagal lanjutkan kenaikan di atas MA 200. Yang pertama kali saat sentuh 4871, dan kedua kali saat hanya sentuh 4838. Keduanya berakhir dengan penutupan di bawah MA 200. Ini berarti ada kecenderungan emas kemungkinan akan menguji zona support yang lebih rendah lebih dulu sebelum kembali ke jalur kenaikannya.
Jika sesuai perhitungan, ditambah dengan kekhawatiran pasar terhadap premi risiko geopolitik di akhir pekan, maka peluang turun diperkirakan lebih dominan untuk hari ini. Dengan asumsi profit taking sekaligus menjaga kemungkinan terburuk tidak tercapai kesepakatan, zona 4750 kemungkinan ditembus. Dan jika itu terjadi, maka proyeksi berikutnya berada di zona pink kisaran 4607-4686.
Pull-up atau retest resistance kemungkinan bisa terjadi lebih dulu. Jika dalam 1-2 jam kedepan zona orange tetap bertahan, maka peluang retest MA 200 yang saat ini ada di 4829 bisa terjadi lebih dulu, dan jika MA200 tidak ditembus, maka tekanan turun akan lebih kuat sehingga akhirnya tembus zona orange, atau dengan kata lain tembus 4750. Skenario sell jangka pendek diasumsikan di zona 4800-4830.
Sebaliknya, jika MA 200 ditembus, maka kenaikan diperkirakan berlanjut hingga kisaran 4844 atau area 4855-4870. Trader bisa pertimbangkan buy saat MA 200 konfirm ditembus. Tapi karena situasi geopolitik yang cenderung tidak menentu, terutama masuk akhir pekan, maka tidak disarankan mempertahankan buy terlalu lama, atau sampai overnight. Secara teknis, resistance 4855-4870 kemungkinan juga menjadi area supply sehingga tekanan turun bisa kembali terjadi.
Area yang kami pertimbangkan untuk alternatif buy jauh lebih aman atau lower risk akan berada minimum di zona pink 4607-4686, atau jauh lebih optimal jika bisa di zona hijau 4420-4499 karena zona ini dianggap koreksi turun yang optimal dari pola yang dicurigai membentuk rising wedge, sekaligus Golden Zone dari Fibonacci retracement (FR) 50%-61.8%.

Per jam 11.05 WIB, harga berada di 4793.12 dengan high 4801.10, dan low 4767.68. Jika Anda melihat rekomendasi sebelumnya di website Technical Analysis Commodity (Gold, Crude Oil) 17 April 2026, strategi sell di 4811-4813 dipertahankan karena sejauh ini belum disentuh. Tapi alternatif sell on breakout 4785 cukup berhasil hingga lewati TP 1 @4775, tapi belum sentuh TP 2 @4750 karena level terendah tertahan di 4767 dan diikuti rebound.
Peluang sell untuk saat ini diperkirakan masih dominan karena jangka pendek kami mendeteksi tekanan dari pola descending triangle. Pantulan ke atas diharapkan tertahan di resistance triangle 4825 (area 4829 adalah MA 200 di H4 yang juga diperhitungkan sebagai resistance kuat). Ini berarti zona sell akan berada di sepanjang 4800-4829. Sementara target terdekat dari penurunan kemungkinan 4750 dan 4700-4725 (area support trendline).
Jika dalam 1-2 jam kedepan kondisi tidak berubah banyak, dan harga tetap di bawah 4825-4829, maka strategi sell tetap diutamakan. Dan jika 4750 ditembus, maka lanjut pertahankan sell minimum sampai dekat atau sentuh zona trendline support.
Di sisi lain, jika pertemuan AS-Iran di akhir pekan ini mengarah ke kesepakatan damai atau minimum perpanjangan gencatan senjata, maka proyeksi penurunan diperkirakan tetap terbatas dengan zona 4700-4725 sebagai area terjauh (geser beberapa poin ke 4675-4680 sebagai kemungkinan tail/shadow dari penurunan cepat yang mungkin terjadi sebelum berakhir di atas 4700). Ini berarti trader bisa pertimbangkan buy di zona tersebut.
Tapi, jika sampai memasuki sesi NY malam nanti tidak ada pertanda validasi dari Iran tentang sepakat dengan penghentian nuklir seperti yang diklaim Trump (diasumsikan kemungkinan kesepakatan damai sangat minim), dan atau tidak ada perpanjangan gencatan senjata, maka tekanan diperkirakan berlanjut, dan zona coklat 4554-4608 adalah proyeksi yang paling mungkin dari penurunan selanjutnya. Bahkan risiko terjauh tekanan bisa juga sentuh zona orange 4350-4420 (zona ini diperkirakan zona big buy/demand).
Ubah strategi hanya jika syarat untuk bullish terpenuhi, baik secara teknis maupun fundamental yang terfokus pada kesepakatan damai ataupun perpanjangan masa gencatan senjata!
Untuk malam hari sebaiknya Anda fokus perhatikan catatan kami di grafik H4!
Opsi SELL on Rally (update jam 11.15 WIB)
Entry: 4811.00 โ 4813.00
(atau cek di artikel untuk opsi lainnya)
Target/Reward :ย 4799.00 ($12 - $14)ย
(Alternatif Follow SELL jika tembus 4785, target terdekat 4775, terjauh 4750, sesuaikan stop loss dengan risk management masing-masing)
Stop Loss: 4819.00 ($6 - $8)
(ideal 3-5 poin di atas 4819.00)
Risk Reward: 1: 2ย
Opsi BUY jika support tidak ditembus
Entry : 4555.00 โ 4557.00ย
(atau cek di artikel untuk area alternatif )
Target/Reward: 4569.00 ($12 - $14)
Stop Loss: 4549.00 ($6 - $8)
(ideal SL 3-5 poin di bawah 4547)
Risk Reward: 1: 2
Copyright ยฉ 2026 Agrodana Futures
Disclaimer:
Artikel ini berupa pandangan Agrodana Research, Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan atau menjual market tertentu. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
Research & Analysis Agrodana Futures
Keterangan :
| Suggest : SELL on Rally Area : 48850 - 48870 Target : 1) 48750 2) 48650 SL : 48970 Alternatif : Follow SELL jika tembus 48780 Switch to BUY jika tembus 49050 Fokus diplomasi AS-Iran dan waspada risiko akhir pekan! |
Keterangan :
| Suggest : SELL on Rally Area : 26500.00 โ 26520.00 Target : 1) 26400.00 2) 26300.00 SL : 26620.00 Alternatif : Pertahankan SELL jika tembus 26450 Switch to BUY jika tembus 26570 Fokus diplomasi AS-Iran dan waspada risiko akhir pekan! |
Keterangan :
| Suggest : SELL on Rally Area : 7080.00 โ 7090.00 Target : 1) 7050.00 2) 7020.00 SL : 7120.00 Alternatif : Pertahankan/follow SELL jika tembus 7040 Switch to BUY jika tembus 7130 Fokus pertemuan AS-Iran dan waspada risiko akhir pekan! |
Keterangan :
| Suggest : SELL on Rally Area : 59150 - 59170 Target : 1) 59050 2) 58950 SL : 59270 Alternatif : Follow SELL jika tembus 58950 Switch to BUY jika tembus 59500 Tetap waspada dengan potensi โintervensi aktualโ yen |
Keterangan :
| Suggest : SELL on Rally Area : 26250 - 26270 Target : 1) 26150 2) 26050 SL : 26370 Alternatif : Follow/Pertahankan SELL jika tembus 26100 Switch to BUY jika tembus 26400 atau jika gagal tembus support 25500 |
Copyright ยฉ 2026 Agrodana Futures
Disclaimer:
Artikel ini berupa pandangan Agrodana Research, Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan atau menjual market tertentu. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
Research & Analysis Agrodana Futures
Keterangan :
| Suggest : BUY on Dip Area : 88.50 โ 88.70 Target : 1) 89.70 2) 90.70 SL : 87.50 Alternatif : Follow BUY jika tembus 98.50 Switch to SELL jika tembus 84.50 Alternatif BUY: 84.98-86.44 Fokus pertemuan AS-Iran akhir pekan! |



Keterangan :
| Suggest : SELL on Rally Area : 4811.00 โ 4813.00 Target : 1) 4805.00 2) 4799.00 SL : 4819.00 (ideal 3-5 points di atas 4819) Alternatif : Pertahankan/follow SELL jika tembus 4785 Switch to BUY jika tembus 4829 (MA200 H4) Opsi buy : 4710-4725 (trendline), 4554-4608 (coklat), 4350-4420 (orange) |
Copyright ยฉ 2026 Agrodana Futures
Disclaimer:
Artikel ini berupa pandangan Agrodana Research, Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan atau menjual market tertentu. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
Research & Analysis Agrodana Futures





