Imbal hasil Treasury AS 10 tahun ditutup menguat, sedangkan dolar ditutup turun. Pagi ini keduanya dibuka gap up, sehingga membuat emas tergelincir di sesi Asia, beberapa jam sebelum data inflasi AS dirilis.
Data existing home sales bulan April dirilis 4.02M, lebih rendah dari ekspektasi 4.05M. Tapi emas hampir tidak bergeming dan cenderung merespon terbatas. Investor kelihatannya jauh lebih khawatir dengan ketidakpastian geopolitik daripada data perumahan. Tapi inflasi AS malam nanti kemungkinan akan menjadi data yang paling disorot.
Dolar relatif stabil di hari Selasa pagi seiring memburuknya sentiment terkait konflik AS-Iran. Kondisi ini nyaris tanpa perubahan yang signifikan dalam 1 minggu terakhir, dan cenderung stagnan atau โjalan di tempatโ. Trump bahkan menyebut bahwa gencatan senjata berpotensi terancam bubar dan mengibaratkan seperti pasien yang โtergantung pada alat bantu hidupโ.
Trump mengatakan kecewa dengan balasan Iran dan menyebutnya โsama sekali tidak bisa diterimaโ dan tidak pantas. AS menuntut dihentikannya program nuklir Iran, sementara Iran lebih fokus pada penghentian operasi militer, pencabutan sanksi, jaminan terhadap serangan di masa depan, dan pelestarian aspek-aspek program nuklirnya daripada menyetujui pembatasan yang lebih ketat yang diinginkan AS.
CNN melaporkan bahwa Trump kini lebih serius mempertimbangkan untuk kembali melakukan operasi militer besar-besaran. Hal ini dikarenakan dia frustasi dengan penutupan Selat Hormuz terus menerus dan kurangnya kemajuan yang signifikan dalam negosiasi nuklir.
Trump diagendakan akan melakukan pertemuan dengan keamanan nasionalnya di Gedung Putih, hari Senin waktu setempat untuk meninjau beberapa opsi, meskipun di sisi lain keputusan besar sepertinya tidak akan terjadi sebelum keberangkatannya ke China. Trump dijadwalkan bertolak ke China 13 Mei untuk melakukan pertemuan dengan Xi Jinping 14-15 Mei 2026.
Selain geopolitik yang masih rumit, pasar juga dihadapkan oleh data inflasi AS yang akan dirilis nanti malam. Sesuai dengan ulasan kami kemarin di live streaming di channel youtube @AgrodanaFuturesOfficial, bahwa 2 hari pertama awal pekan ini adalah tantangan yang cukup besar bagi pergerakan emas. Sejak perang pertama kali terjadi 28 Februari 2026, harga minyak mengalami lonjakan sehingga berpengaruh pada inflasi.
Dan perang sudah berjalan memasuki bulan ke-3 dengan tidak ada tanda-tanda penyelesaian yang terlihat jelas saat ini, meskipun kedua pihak sepakat melakukan gencatan senjata sejak 8 April 2026. Inflasi diperkirakan tetap tinggi selama Selat Hormuz tetap ditutup.
Data akan dirilis di jam 19.30 WIB, di mana perkiraan untuk CPI utama turun dari 0.9% ke 0.6% m/m dan basis tahunan naik dari 3.3% ke 3.7% y/y. Sedangkan data core CPI diperkirakan naik tipis dari 0.2% ke 0.3% m/m, dan basis tahunan naik dari 2.6% ke 2.7% y/y. WSJ merilis pandangan beberapa bank yang memperkirakan inflasi utama akan berada di 0.56% (=0.6%) m/m dan 3.7% y/y, dan core CPI di 0.36% (=0.4%) m/m dan 2.7% y/y.
Fed butuh bukti inflasi terus naik untuk mempertimbangkan apakah kenaikan suku bunga harus dilakukan atau tidak. Di sisi lain, mayoritas pejabat Fed di FOMC April masih mempertahankan opsi pelonggaran moneter, sehingga data yang relatif lebih lunak juga akan memperkuat alasan kenapa suku bunga masih bisa turun.
Pasar kemungkinan tidak hanya akan melihat basis tahunan (y/y) dan membandingkannya dengan data bulan sebelumnya, baik data utama maupun data inti. Pasar diperkirakan juga akan mempertimbangkan data bulanan (m/m) sehingga perlu waspada jika CPI y/y naik, sedangkan CPI m/m turun, maka ada kesempatan untuk emas merespon dengan penurunan terbatas, diikuti kenaikan.
Note : Tetap waspada dengan volatilitas besar pada market yang sewaktu-waktu bisa tiba-tiba berubah!
Candlestick daily ditutup bullish setelah tekanan turun sebelumnya terhenti di 4648, diikuti rebound di malam hari sampai sentuh 4748. Secara teknis, bullish cenderung mendominasi, tapi MA100 saat ini di 4786 akan menjadi resistance penting lainnya yang harus ditaklukkan sebelum mendapatkan kenaikan yang lebih kuat. Jika berhasil tembus, maka selangkah lebih lanjut menuju 4809, dan resistance kuat lainnya di kisaran 4891, high 17 Apr 2026.
Zona 4648 dan 4624 akan menjadi support terjauh sekaligus psikologis untuk beberapa waktu ke depan. Artinya, selama tidak ada penurunan di bawah zona tersebut, maka peluang penurunan relatif terbatas. Sedangkan support terdekat untuk akan berada di kisaran 4690-4720. Pasar akan cenderung tidak terlalu agresif hingga jelang data CPI AS nanti malam, sementara geopolitik juga berada di sisi ketidakpastian.

H4 penurunan relatif lebih singkat dari yang diperkirakan, tapi zona support saat itu MA200 dan zona orange berhasil menahan sehingga harga lanjut dengan rebound ke zona 4748, dan pagi ini berlanjut ke 4773. Secara umum, bias bullish diperkirakan relatif lebih kuat dibanding sebelumnya. Namun, tantangan tidak semudah itu. Dengan posisi harga saat ini tergelincir kembali ke 4726, maka mencerminkan betapa kuatnya resistance di zona 4764-4772 tersebut sehingga kenaikan saat ini terhenti sementara waktu di 4773.
Kami mencari koreksi turun terbatas. Kali ini MA200 di 4675 dan juga zona di antara 4680-4708 sebagai target potensial koreksi turun tersebut. Jika sesuai ekspektasi, maka demand berpotensi muncul di area tersebut dan mendorong harga kembali menguji 4772, bahkan membuka peluang untuk tembus.
Kami melihat ruang terbuka yang belum tertutup sepenuhnya saat terjadi gap 20 April yang lalu. Penutupan Jumat, 17 April saat itu 4846 setelah sentuh level terendah 4844, sedangkan kenaikan tertinggi setelah gap down hanya sempat sentuh 4832 per 21 April. Dengan demikian area di antara 4832-4846 adalah zona yang diperkirakan akan coba untuk dicapai. Jika CPI AS nanti malam relatif lebih rendah dari perkiraan (ekspektasi 3.7% y/y, core CPI exp 2.7% y/y), atau minimal data CPI m/m sesuai ekspektasi turun ke 0.6%, maka secara teori emas punya peluang untuk lanjutkan kenaikan ke zona tersebut.
Zona orange 4628-4657 juga menjadi zona alternatif lain yang bisa dipertimbangkan untuk buy. Tapi tekanan turun akan lebih dominan jika harga tembus 4628, sehingga buyer perlu pasang stop loss ketat di zona ini untuk antisipasi penembusan.
Dan jika support yang dimaksud ditembus, maka trader bisa ubah strategi menjadi sell saat konfirm tembus 4620-4623, dengan proyeksi target kisaran 4600 yang terdekat, atau 4567-4575 terjauh. Ini bisa terwujud jika data CPI AS โmelebihi ekspektasiโ.

Per jam 10.50 WIB, harga berada di 4721.91 dengan high 4773.44, dan low 4719.25. Jika Anda melihat rekomendasi sebelumnya di website Technical Analysis Commodity (Gold, Crude Oil) 12 Mei 2026 | PT. Agrodana Futures, strategi utama adalah buy on dip, dan sejauh ini belum disentuh di zona 4710-4712. Namun, harga sedang turun sesuai ekspektasi pasca sentuh level tertinggi 4773.
Profit taking diperkirakan dominan dalam beberapa waktu kedepan karena pasar menantikan rilis data CPI AS nanti malam sehingga tidak ingin berspekulasi terlalu dini. Di sisi lain, penurunan juga secara teknis menunjukkan bahwa zona merah 4759-4772 masih terlalu kuat sehingga tidak terlalu mudah untuk langsung tembus.
Secara perhitungan, kita sedang melihat proses dari kenaikan wave (3), tapi diperkirakan bertahap sehingga penurunan saat ini dianggap sebagai koreksi turun yang terbatas. Zona orange 4730-4738 meleset dari perkiraan, harga saat ini sedang berada di bawah zona tersebut. Dengan demikian, alternatif lain melirik zona coklat di kisaran 4677-4699, atau zona FR 23.6% kisaran 4701-4705.
Jika sesuai ekspektasi, maka kenaikan perlahan dimulai bertahap sampai akhirnya peluang tembus zona merah, dan lanjutkan kenaikan terdekat ke ZFE 61.8% 4810, atau terjauh 4891-4911 jika CPI dirilis lebih rendah dari ekspektasi, dan situasi geopolitik tetap dingin (tidak ada perang/tindakan militer antara AS-Iran).
Sebaliknya, sell disarankan hanya jika terjadi penurunan di bawah 4660. Itu pun dengan catatan perlu memperhatikan beberapa catatan : 1) target kemungkinan terbatas, dengan zona 4630-4646 adalah target terdekat, dan 4615 target terjauh; atau 2) tekanan lebih kuat jika tembus 4600, dengan peluang terdekat 4585 dan terjauh 4560-4570. Sedangkan tekanan lebih lanjut diperkirakan baru terjadi hanya jika terjadi penurunan di bawah 4550 dan dipicu oleh eskalasi geopolitik dan juga inflasi yang โjauh lebih besar dari ekspektasiโ.
Untuk malam hari sebaiknya Anda fokus perhatikan catatan kami di grafik H4!
Opsi BUY on Dip
Entry: 4710.00 โ 4712.00
(atau cek di artikel untuk opsi lainnya)
Target/Reward : 47322.00 ($20 - $22)
(Alternatif Follow BUY jika tembus 4775, target terdekat 4785, terjauh 4800, sesuaikan stop loss dengan risk management masing-masing)
Stop Loss: 4700.00 ($10 - $12)
(ideal 7-8 poin di bawah 4700.00)
Risk Reward: 1: 2
Opsi SELL jika support ditembus
Entry : 4658.00 โ 4660.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif )
Target/Reward: 4638.00 ($20 - $22)
Stop Loss: 4670.00 ($10 - $12)
(ideal SL 7-8 poin di atas 4668)
Risk Reward: 1: 2
Copyright ยฉ 2026 Agrodana Futures
Disclaimer:
Artikel ini berupa pandangan Agrodana Research, Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan atau menjual market tertentu. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
Research & Analysis Agrodana Futures
Keterangan :
| Suggest : SELL on Rally Area : 98.50 โ 98.70 Target : 1) 97.00 2) 95.50 SL : 100.20 Alternatif : Follow SELL jika tembus 97.80 Switch to BUY jika tembus 103.50 Alternatif SELL: jika area 101-103 tidak tembus Waspadai geopolitik! |



Keterangan :
| Suggest : BUY on Dip Area : 4710.00 โ 4712.00 Target : 1) 4722.00 2) 4732.00 SL : 4700.00 (ideal 7-8 points di bawah 4700) Alternatif : Pertahankan/follow BUY jika tembus 4775 Switch to SELL jika tembus 4660 Opsi buy : 4730-4738 (orange), 4677-4699 (coklat), 4618-4630 |
Copyright ยฉ 2026 Agrodana Futures
Disclaimer:
Artikel ini berupa pandangan Agrodana Research, Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan atau menjual market tertentu. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
Research & Analysis Agrodana Futures


Imbal hasil Treasury AS 10 tahun dan dolar ditutup turun secara keseluruhan di sesi perdagangan hari Jumat, meskipun saat itu data NFP dirilis lebih baik dari ekspektasi, dan pasar mengantisipasi ketegangan AS dan Iran berlanjut di akhir pekan karena Iran sampai akhir pekan belum memberikan respon terhadap 14-poin proposal AS. Bahkan emas secara keseluruhan tetap ditutup naik, meskipun terjadi penurunan setelah sentuh 4749.
Laporan non-farm payrolls dirilis 115K, lebih tinggi dari ekspektasi 62K. Laporan sebelumnya direvisi naik dari 178K ke 185K, dengan revisi 2 bulan -16K. Data ini menunjukkan data tenaga kerja Mei dalam posisi yang tetap kuat. Meski demikian, data tidak berhasil membuat emas tertekan. Kalaupun terjadi, hanya relatif terbatas, karena di sisi lain pasar saat itu menatap optimis terhadap geopolitik daripada laporan ketenagakerjaan.
Pasar tenaga kerja AS untuk bulan Mei tercatat dalam kondisi yang kuat. Jumlah data tenaga kerja non pertanian di bulan April naik 115K, sedangkan data bulan Februari direvisi turun sebesar 23K menjadi -156K, dan data bulan Maret direvisi naik sebesar 7K menjadi +185K. Dengan demikian kondisi total data dua bulan sebelumnya menjadi 16K lebih rendah dibanding laporan sebelumnya. Angka rata-rata 3 bulan sekarang berada di 48K.
Data upah sedikit menenangkan bagi Fed. Angka upah rata-rata per jam naik 0.2% m/m dan 3.6% y/y, tapi kedua data dirilis lebih rendah dari perkiraan. Dengan cakupan pasar tenaga kerja yang menyempit, laju PHK di sektor pemerintah federal semakin cepat, kelonggaran pasar tenaga kerja perlahan-lahan meningkat. Data bulan April bukan lagi dianggap sebagai periode lesu,, tapi sebagai konfirmasi bahwa pemulihan pasca Maret hanya dianggap anomali.
Dalam konteks kebijakan moneter, laporan tenaga kerja yang kuat untuk kedua kalinya berturut-turut memberi tantangan bagi Kevin Warsh yang akan menjabat sebagai Ketua Fed menggantikan Powell beberapa hari ke depan, untuk meyakinkan public tentang perlunya pemangkasan suku bunga tahun ini. Warsh akan menghadapi voting parlemen minggu ini, dan kemungkinan besar menggantikan Powell di saat masa jabatan Powell berakhir 15 Mei mendatang.
Geopolitik diawali dengan penolakan Iran terhadap permintaan AS untuk menyerahkan uranium yang sudah diperkaya ke AS sebagai bagian dari kesepakatan damai. Kondisi ini menimbulkan reaksi marah dari Trump sehingga emas dibuka gap down pagi ini karena kekhawatiran kekecewaan Trump bisa menyebabkan kembali tersendatnya diplomasi keduanya.
Iran mengirim kembali usulan ke AS melalui mediator Pakistan. Dalam teks negosiasi yang diajukan Iran, Iran menekankan perlunya pencabutan sanksi AS sebagai syarat dari kesepakatan, menyerukan dihentikannya blokade laut terhadap Iran setelah penandatanganan kesepakatan awal, juga mencakup tuntutan dihentikannya segera perang dan jaminan tidak adanya serangan militer baru ke Iran. Tidak hanya itu, poin tambahan menekankan perlunya gencatan senjata di semua front aktif seperti Lebanon. Iran memberi waktu 30 hari untuk mencabut sanksi OFAC AS terkait penjualan minyak Iran.
Sayangnya Trump mengatakan usulan Iran tersebut terlalu mengada-ngada, sehingga pasar melihat konflik tidak akan selesai dalam waktu dekat. Namun, sedikit menenangkan bahwa keduanya tidak mencabut kesepakatan gencatan senjata sehingga pasar mungkin menanggapi masih ada sisi positif dan harapan dari diplomasi keduanya.
Selain perkembangan geopolitik, dengan tema utama menunggu apakah akan terjadi pertemuan AS-Iran, dan juga apakah gencatan senjata tetap diberlakukan atau tidak, pasar juga akan menunggu data inflasi CPI AS yang akan dirilis hari Selasa, PPI di hari Rabu dan retail sales di hari Kamis.Di pertengahan pekan (Rabu/Kamis dinihari) akan ada testimoni dari Powell jelang pergantian ketua Fed yang diharapkan Jumat, dan akhirnya Kevin Warsh akan menandai peralihan kepemimpinan dari Powell ke Warsh di hari Jumat.
Inflasi kemungkinan akan menjadi ujian berikutnya di minggu ini setelah Iran tolak proposal Trump. Laporan utama diperkirakan naik dari 3.3% menjadi 3.7% y/y, tapi cenderung turun untuk basis bulanan 0.9% ke 0.6% m/m. Sedangkan core CPI diharapkan turun dari 2.7% y/y. Data yang melunak berpeluang mendukung emas kembali naik. Sedangkan data yang tinggi akan membuat emas turun karena inflasi yang tinggi memicu kekhawatiran Fed akan mulai menaikkan suku bunga.
Sedangkan peralihan kepemimpinan ketua Fed dari Powell ke Warsh kemungkinan akan membuat pasar juga bergejolak. Warsh dituntut Trump harus menurunkan suku bunga, sedangkan kondisi inflasi tidak memenuhi syarat untuk melakukan pemangkasan dalam waktu dekat, terlebih di tengah perang yang masih berkecamuk, terutama gangguan pasokan minyak akibat penutupan Selat Hormuz.
Note : Tetap waspada dengan volatilitas besar pada market yang sewaktu-waktu bisa tiba-tiba berubah!
Candlestick daily ditutup shooting star, meski tail atas tidak terlalu panjang seperti shooting star umumnya. Tapi harga tetap bertahan di bawah MA100 daily 4778 dengan high terakhir di hari Jumat hanya sempat sentuh 4749, beberapa poin lebih rendah dibanding high Kamis 4764. Secara teori, ini menandakan bahwa peluang koreksi turun bisa terjadi.
Tekanan turun lebih disebabkan oleh penolakan Iran atas proposal AS perihal penyerahan uranium ke AS sebagai bagian dari syarat berakhirnya perang dari sisi AS. Hal itu membuat pasar khawatir diplomasi kembali tertunda, atau bahkan menuju eskalasi geopolitik. Support area 4610-4624 kembali terancam, dan jika eskalasi terus meningkat, maka peluang tekanan bisa berlanjut mengancam zona 4546 (low 6 Mei 2026). Sebaliknya, jika diplomasi tetap terbuka, dan kedua pihak tetap dalam kesepakatan gencatan senjata, maka penurunan diperkirakan relatif terbatas. Namun, kenaikan minimal perlu kembali di atas zona 4720, dan baru akan lebih kuat jika berhasil tembus 4772.

H4 kenaikan tertahan di 4749 lalu turun saat penutupan, dan lanjut turun dibantu gap down pagi ini. Secara teknis, kita melihat peluang double top dari sisi H4 dengan neckline di zona 4679-4681. Saat artikel ditulis, penurunan terhambat di 4670, cukup dekat dengan MA200 yang saat ini berada di 4665. Jika MA200 tetap bertahan, maka peluang rebound kemungkinan dimulai di zona MA200 tersebut.
Secara teknis, zona orange di kisaran 4628-4657 maupun zona biru 4565-4625 adalah zona koreksi turun yang diharapkan sehingga demand yang lebih kuat diharapkan di salah satu zona tersebut. Ini dengan catatan bahwa AS dan Iran tetap pertahankan kesepakatan gencatan senjata, meskipun Iran menolak untuk serahkan uranium ke AS sehingga tekanan turun diperkirakan relatif terbatas.
Tapi jika situasi geopolitik memburuk, maka zona orange maupun biru berpeluang ditembus, sehingga tekanan turun diperkirakan berlanjut ke zona hijau 4420-4499. Ini dianggap skenario yang ekstrim untuk saat ini. Skenario paling ekstrim adalah jika tindakan militer pecah sehingga kesepakatan gencatan senjata sudah tidak berlaku lagi. Dalam situasi seperti demikian, tekanan bahkan bisa berlanjut lebih tajam di bawah 4420, dengan area 4260 sebagai peluang target dari penurunan paling ekstrim tersebut.
Saat ini kami menganggap penurunan adalah bagian dari koreksi turun yang normal setelah kenaikan berturut-turut dalam 1 minggu terakhir sehingga profit taking perlu dilakukan. Dan asumsi bahwa AS dan Iran masih tetap berkomunikasi membahas diplomasi, dan kesepakatan gencatan senjata tetap dijalankan untuk meredam kemungkinan terjadinya tindakan militer dari kedua belah pihak.
Ini berarti, jangka pendek sell karena double top di grafik H4 dominan jika neckline 4679-4681 ditembus, dengan peluang area orange maupun biru sebagai potensi target yang diincar. Dan buy bisa dipertimbangkan di salah satu zona orange ataupun biru karena kesepakatan gencatan senjata masih berlaku di antara AS-Iran.

Per jam 11.10 WIB, harga berada di 4677.72 dengan high 4705.47, dan low 4670.30. Jika Anda melihat rekomendasi sebelumnya di website Technical Analysis Commodity (Gold, Crude Oil) 11 Mei 2026 | PT. Agrodana Futures, strategi utama adalah buy on dip, tapi menunggu kisaran 4620-4622 yang dianggap sebagai target potensial dari pola yang dicurigai membentuk head & shoulders pada H1.
Sedangkan strategi sell juga tetap terbuka selama tidak terjadi kenaikan di atas 4710, sehingga saat ini dengan swing high yang terjadi di 4705 dan turun ke 4670 menandakan bahwa seller sedang mendominasi, dan diperkirakan tetap dominan beberapa waktu ke depan, terutama โselama tidak ada kenaikan di atas 4710โ, dan posisi rsi yang belum oversold.
Jika sesuai perhitungan, maka pola head & shoulders ini juga mendukung untuk koreksi wave ABC yang nantinya diakumulasikan sebagai koreksi wave (2). Dan secara teknis, penurunan ini akan menjadi peluang untuk kembali lakukan buy. Secara teori, koreksi wave (2) biasanya minimal 38.2% dari panjang wave (1). Itu berarti minimal di 4662 (FR 38.2%, dari Fibonacci retracement yang ditarik dari bottom 4500 ke puncak 4763). Atau koreksi terjauh untuk wave (2) di maksimal 61.8% (4601). Dengan demikian opsi buy bisa memanfaatkan salah satu zona tersebut.
Di sisi lain, jika rsi mulai oversold, maka trader juga bisa pertimbangkan sebagai titik jenuh sell sehingga disarankan segera keluar. Tapi buyer butuh konfirmasi dengan cara menunggu reversal bullish candle sehingga mendapat konfirmasi bahwa harga akan segera berbalik naik. Pola ini yang kami tunggu sehingga buy on dip bisa valid.
Untuk malam hari sebaiknya Anda fokus perhatikan catatan kami di grafik H4!
Opsi BUY on Dip
Entry: 4620.00 โ 4622.00
(atau cek di artikel untuk opsi lainnya)
Target/Reward : 4642.00 ($20 - $22)
(Alternatif Follow BUY jika tembus 4710, target terdekat 4670, terjauh 4650, sesuaikan stop loss dengan risk management masing-masing)
Stop Loss: 4610.00 ($10 - $12)
(ideal 7-8 poin di bawah 4612.00)
Risk Reward: 1: 2
Opsi BUY jika support ditembus
Entry : 4552.00 โ 4554.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif )
Target/Reward: 4574.00 ($20 - $22)
Stop Loss: 4542.00 ($10 - $12)
(ideal SL 7-8 poin di bawah 4540)
Risk Reward: 1: 2
Copyright ยฉ 2026 Agrodana Futures
Disclaimer:
Artikel ini berupa pandangan Agrodana Research, Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan atau menjual market tertentu. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
Research & Analysis Agrodana Futures
Keterangan :
| Suggest : BUY on Dip Area : 97.40 โ 97.60 Target : 1) 99.10 2) 100.60 SL : 95.90 Alternatif : Follow BUY jika tembus 99.30 Switch to SELL jika tembus 95.70 Alternatif SELL: jika area 101-103 tidak tembus Waspadai geopolitik! |



Keterangan :
| Suggest : BUY on Dip Area : 4620.00 โ 4622.00 Target : 1) 4632.00 2) 4642.00 SL : 4610.00 (ideal 7-8 points di bawah 4612) Alternatif : Pertahankan/follow BUY jika tembus 4710 Short term SELL selama belum tembus 4710 Opsi buy : 4638-4651 (orange), 4628-4638 (coklat), 4555-4565 |
Copyright ยฉ 2026 Agrodana Futures
Disclaimer:
Artikel ini berupa pandangan Agrodana Research, Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan atau menjual market tertentu. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
Research & Analysis Agrodana Futures


TOP GAINERS
| 1. Advanced Micro Devices, Inc. (AMD) +27.82% |
| 2. Intel Corp (INTC) +27.20% |
| 3. QUALCOMM Incorporated (QCOM) +11.32% |
| 4. Oracle Corporation (ORCL) +10.40% |
| 5. Tesla, Inc. (TSLA) +10.25% |
TOP LOSERS
| 1. Wells Fargo & Company (WFC) -5.95% |
| 2. Comcast Corporation (CMCSA) -5.78% |
| 3. Abbott Laboratories (ABT) -5.76% |
| 4. Exxon Mobil Corporation (XOM) -5.56% |
| 5. Netflix, Inc. (NFLX) -4.79% |
Kebangkitan Semikonduktor dan Rotasi Besar Wall Street
Pekan ini, Wall Street menutup perdagangan dengan sebuah narasi yang akan lama dikenang oleh para pelaku pasar: rotasi modal berskala masif yang memindahkan miliaran dolar dari sektor-sektor yang dianggap "usang" menuju infrastruktur kecerdasan buatan (AI) yang tengah mendidih. Indeks S&P 500 mencatat kenaikan moderat 0,83%, tetapi angka itu sama sekali tidak menggambarkan drama sesungguhnya yang terjadi di balik pergerakan pasar. Sebab, di bawah permukaan ketenangan indeks tersebut, terjadi perpindahan dana yang luar biasa: sektor semikonduktor melonjak 3,44% dalam sehari, sementara saham-saham energi dan keuangan tradisional tertinggal jauh di belakang.
Katalis utama yang menyulut seluruh pergerakan ini bukan satu, melainkan rentetan berita besar yang datang bertubi-tubi. Laporan keuangan AMD yang memukau, kabar perjanjian manufaktur chip antara Apple dan Intel, hingga upgrade target harga Qualcomm oleh Argus, semuanya meledak hampir bersamaan dan menciptakan efek domino yang menyapu seluruh sektor teknologi. Ditambah dengan meredanya sebagian ketegangan dagang antara Amerika Serikat dan China yang turut memompa selera risiko (risk-on) investor secara global, kondisi tersebut menjadi resep sempurna bagi chip stocks untuk terbang tinggi. Di sisi berlawanan, saham-saham perbankan seperti Wells Fargo, raksasa media seperti Comcast, dan emiten energi seperti Exxon Mobil harus rela menjadi korban dari arus keluar dana yang dialihkan ke sektor yang lebih seksi. Pekan ini bukan sekadar soal saham naik atau turun. Ini adalah pernyataan tegas dari pasar tentang ke mana arah modal dunia akan mengalir dalam beberapa tahun ke depan.

Next Earnings (Laporan Keuangan): 4 Agustus 2026
Last Dividend Ex-Date: 27 April 1995
52-Week Range: $106.98 - $456.29
Weekly Range: $338.75 - $456.28
Previous Close Price: $455.17 (8 Mei 2026)
Saham AMD meledak ke posisi puncak daftar pemenang pekan ini setelah perusahaan merilis laporan keuangan kuartal pertama (Q1 2026) yang jauh melampaui ekspektasi Wall Street, dipimpin oleh lonjakan signifikan pada penjualan chip server CPU dan GPU khusus kecerdasan buatan (AI). Yang benar-benar membakar optimisme investor adalah pernyataan langsung dari CEO Lisa Su, yang memproyeksikan pertumbuhan bisnis server CPU sebesar 70% secara tahunan di kuartal kedua, sekaligus merevisi naik proyeksi pertumbuhan jangka panjang perusahaan dari 18% menjadi 35% per tahun. Momentum ini semakin kencang karena diperkuat oleh reli besar-besaran di seluruh sektor semikonduktor, membuat AMD tampil sebagai salah satu saham dengan kenaikan paling agresif di Wall Street sepanjang minggu ini.

Next Earnings (Laporan Keuangan): 23 Juli 2026
Last Dividend Ex-Date: 7 Agustus 2024
52-Week Range: $18.97 - $130.63
Weekly Range: $95.60 - $130.63
Previous Close Price: $124.84 (8 Mei 2026)
Intel (INTC) menjadi bintang kejutan minggu ini setelah Wall Street Journal melaporkan bahwa Apple dan Intel telah mencapai kesepakatan awal di mana Intel akan memproduksi sejumlah chip untuk perangkat Apple. Berita ini adalah suntikan kepercayaan diri yang masif bagi investor karena membuktikan bahwa strategi Intel untuk bangkit kembali sebagai perusahaan manufaktur chip kelas dunia mulai menunjukkan hasil nyata. Intel bahkan mencetak rekor intraday empat hari berturut-turut dalam sepekan ini, melanjutkan lonjakan yang sudah dimulai sejak bulan April lalu di mana sahamnya naik hingga 100% dalam sebulan, sebuah pencapaian terbaik dalam sejarah perusahaan.

Last Earnings (Laporan Keuangan): 29 April 2026
Next Dividend Ex-Date: 4 Juni 2026
52-Week Range: $21.99 - $228.06
Weekly Range: $164.71 - $228.06
Previous Close Price: $219.08 (8 Mei 2026)
Qualcomm (QCOM) melesat signifikan pekan ini didorong oleh dua katalis sekaligus: hasil laporan keuangan fiskal kuartal kedua (Q2 FY2026) yang melampaui target meskipun pendapatan dari segmen ponsel turun 13%, serta keputusan lembaga riset Argus yang secara resmi menaikkan target harga saham Qualcomm dari $180 menjadi $225. Argus secara khusus menyoroti pertumbuhan pesat Qualcomm di luar bisnis ponselnya, terutama dari segmen otomotif yang kini telah melampaui $5 miliar pendapatan tahunan dan rencana ekspansi agresif ke pasar chip AI untuk pusat data. Langkah strategis Qualcomm yang berhasil mendiversifikasi bisnisnya inilah yang membuat pasar bereaksi sangat positif.

Next Earnings (Laporan Keuangan): 10 Juni 2026
Last Dividend Ex-Date: 9 April 2026 ($0.50)
52-Week Range: $134.57 - $345.72
Weekly Range: $177.44 - $200.19
Previous Close Price: $195.89 (8 Mei 2026)
Oracle (ORCL) ikut terseret dalam gelombang besar reli sektor teknologi minggu ini yang dipicu oleh euforia kecerdasan buatan, dengan sahamnya mencatat kenaikan sekitar 14% dalam sepekan. Investor semakin yakin dengan posisi Oracle sebagai salah satu pemain infrastruktur AI dan cloud yang serius, didukung oleh deretan analis dengan target harga ambisius, mulai dari $229 (Cantor Fitzgerald) hingga $400 (Guggenheim). Meskipun perusahaan sempat dibayangi sentimen negatif akibat kabar pemutusan hubungan kerja massal sebanyak 20.000 hingga 30.000 karyawan, pasar memilih untuk fokus pada narasi besar pertumbuhan AI dan pusat data Oracle yang dinilai jauh lebih kuat.

Next Earnings (Laporan Keuangan): 22 Juli 2026
Next Dividend Ex-Date: N/A (Tesla tidak membagikan dividen)
52-Week Range: $273.21 - $498.83
Weekly Range: $384.71 - $431.04
Previous Close Price: $428.04 (8 Mei 2026)
Tesla (TSLA) memimpin kenaikan di sektor kendaraan listrik pekan ini setelah mengumumkan perolehan pesanan komersial terbesar dalam sejarah bisnis truk listriknya, yakni kontrak senilai $100 juta untuk pengiriman 370 unit Tesla Semi dari perusahaan logistik WattEV. Pesanan berskala raksasa ini menjadi bukti nyata bahwa pasar truk listrik komersial mulai bergerak serius, dan Tesla berada di posisi terdepan untuk memenangkan segmen tersebut. Di tengah berbagai tekanan yang menghimpit Tesla belakangan ini, termasuk berbagai tantangan hukum yang melibatkan Elon Musk, berita kontrak besar ini menjadi angin segar yang langsung disambut antusias oleh para pelaku pasar.

Next Earnings (Laporan Keuangan): 14 Juli 2026
Last Dividend Ex-Date: 8 Mei 2026
52-Week Range: $71.90 - $97.76
Weekly Range: $75.55 - $81.53
Previous Close Price: $75.65 (8 Mei 2026)
Wells Fargo (WFC) menjadi saham yang paling tertekan di antara kelompok perbankan pekan ini, dengan harga yang kini telah anjlok sekitar 15% sejak awal tahun 2026. Kekhawatiran utama investor berpusat pada pertanyaan apakah bank ini mampu mempertahankan pembayaran dividennya di tengah kondisi pasar yang penuh ketidakpastian dan lingkungan suku bunga yang masih tinggi, meskipun secara teknis rasio pembayaran dividen mereka masih tergolong konservatif di angka 27%. Kondisi ini diperparah oleh kinerja sektor keuangan secara keseluruhan yang tertinggal dari pasar lebih luas, membuat investor memilih untuk mengurangi eksposur mereka terhadap saham-saham perbankan tradisional.

Next Earnings (Laporan Keuangan): 30 Juli 2026
Last Dividend Ex-Date: 1 April 2026 ($0.33)
52-Week Range: $24.13 - $34.36
Weekly Range: $25.36 - $27.23
Previous Close Price: $25.43 (8 Mei 2026)
Comcast (CMCSA) terus mendapat tekanan jual pekan ini seiring meningkatnya kekhawatiran investor atas ketatnya persaingan di bisnis inti broadband mereka, terutama dari T-Mobile yang semakin agresif merebut pelanggan internet rumahan. Kondisi ini semakin diperburuk oleh proyeksi laba per saham (EPS) untuk kuartal berjalan yang diperkirakan turun 20,8% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, sebuah sinyal jelas bahwa pertumbuhan bisnis Comcast sedang mengalami perlambatan yang cukup serius. Meski banyak analis menilai valuasi Comcast saat ini sudah sangat murah, pasar tampaknya belum melihat katalis nyata yang cukup kuat untuk membalik arah penurunan saham ini dalam waktu dekat.

Next Earnings (Laporan Keuangan): 16 Juli 2026
Last Dividend Ex-Date: 15 April 2026 ($0.63)
52-Week Range: $283.47 - $341.75
Weekly Range: $84.08 - $139.06
Previous Close Price: $84.26 (8 Mei 2026)
Abbott Laboratories (ABT) mengalami tekanan jual yang cukup berat pekan ini karena sahamnya sudah diperdagangkan di sekitar level terendah dalam 52 minggu terakhir, mencerminkan kekhawatiran investor terhadap penurunan margin operasional perusahaan yang signifikan dari 16,3% menjadi hanya 12% pada kuartal pertama 2026. Meskipun pendapatan Abbott secara keseluruhan masih tumbuh 7,8% secara tahunan menjadi $11,16 miliar, penyempitan margin ini menjadi sinyal bahwa biaya operasional sedang membebani profitabilitas perusahaan, terutama di segmen nutrisi dan perangkat diabetes mereka. Uniknya, di tengah tekanan harga ini, pihak internal perusahaan (insider) justru tercatat melakukan pembelian saham, yang oleh sebagian analis dimaknai sebagai keyakinan bahwa penurunan ini bersifat sementara.

Last Earnings (Laporan Keuangan): 1 Mei 2026
Last Dividend Ex-Date: 12 Februari 2026 ($1.03 per kuartal)
52-Week Range: $101.19 - $176.41
Weekly Range: $143.93 - $155.38
Previous Close Price: $144.45 (8 Mei 2026)
Exxon Mobil (XOM) tergerus bersama hampir seluruh saham energi pekan ini seiring melemahnya harga minyak mentah global yang menjadi "bahan bakar" utama keuntungan perusahaan-perusahaan di sektor ini. Investor juga mencatat adanya gangguan operasional akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang menciptakan ketidakpastian terhadap keberlangsungan jalur suplai Exxon. Meskipun lembaga riset Argus baru saja menaikkan target harga XOM menjadi $169 dengan alasan prospek produksi yang lebih kuat dari aset-aset di Permian Basin dan Guyana, penurunan harga minyak yang berlangsung bersamaan dengan reli pasar yang dipimpin sektor teknologi membuat investor beramai-ramai mengalihkan dananya keluar dari saham-saham energi.

Next Earnings (Laporan Keuangan): 16 Juli 2026
Next Dividend Ex-Date: N/A (Netflix tidak membagikan dividen)
52-Week Range: $75.01 - $134.12
Weekly Range: $86.61 - $92.26
Previous Close Price: $87.42 (8 Mei 2026)
Netflix (NFLX) mengakhiri pekan di zona merah setelah perusahaan merilis panduan bisnis untuk kuartal kedua (Q2 2026) yang dinilai terlalu berhati-hati oleh pasar, memicu kekhawatiran tentang kemampuan Netflix mempertahankan laju pertumbuhannya di tengah meningkatnya biaya produksi konten dan persaingan yang semakin ketat. Kondisi ini semakin diperburuk setelah lembaga riset Erste Group secara resmi menurunkan peringkat saham Netflix dari "Buy" menjadi "Hold" dengan alasan valuasi yang sudah terlampau tinggi dibandingkan prospek pertumbuhannya ke depan. Meskipun Netflix berhasil mencatat pendapatan Q1 sebesar $12,25 miliar atau tumbuh 16,2% secara tahunan dan mengumumkan program pembelian kembali saham senilai $25 miliar, pasar tampaknya memilih untuk terlebih dahulu melihat bukti nyata dari eksekusi strategi monetisasi baru mereka sebelum kembali mengakumulasi saham ini.
Pekan ini membuktikan bahwa rotasi sektoral bisa bergerak sangat cepat dan sangat brutal. Mereka yang sudah lebih dulu memposisikan diri di saham-saham semikonduktor menikmati keuntungan puluhan persen hanya dalam hitungan hari, sementara yang terlambat membaca arah pergerakan modal terpaksa hanya bisa menyaksikan dari pinggir lapangan. Namun kenaikan sebesar 27% dalam sepekan juga membawa peringatan tersendiri, karena euforia yang datang terlalu cepat seringkali diikuti oleh koreksi yang sama cepatnya.
Memasuki pekan depan, ada beberapa hal yang wajib masuk radar pemantauan trader CFD: perkembangan negosiasi dagang AS-China (14-15 Mei) yang masih sangat dinamis, jadwal rilis laporan keuangan emiten-emiten besar berikutnya, serta data ekonomi Amerika Serikat yang berpotensi menggerakkan ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan suku bunga The Fed (CPI, PPI | 12-13 Mei). Peluang selalu ada, baik ketika pasar sedang naik maupun turun. Yang membedakan trader sukses dari yang lainnya bukan hanya kemampuan menangkap momentum, tetapi juga kedisiplinan untuk tidak terbawa arus di saat pasar sedang bergerak paling liar.
Semua saham yang disebutkan dalam artikel ini tersedia untuk diperdagangkan sebagai CFD di Agrodana Futures.
Copyright ยฉ 2026 Agrodana Futures
Disclaimer:
Artikel ini berupa pandangan Agrodana Research, Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan atau menjual market tertentu. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
Research & Analysis Agrodana Futures

Company Name: Meta Platforms, Inc.
Ticker & Market: $META - NASDAQ
Sector & Industry: Technology - Communication Equipment
Headquarters: Menlo Park, California, USA
Market Cap: $1.55T
Previous Close: $616.46 (7 Mei 2026)
Wall Street Analyst Consensus (May 2026 Update)
Morgan Stanley (Target: $775| Overweight)
Goldman Sachs (Target: $830 | Buy)
JP Morgan (Target: $725 | Neutral)
Meta sedang membangun asisten AI pribadi yang bisa mengerjakan tugas harian pengguna secara mandiri, mulai dari mencari produk hingga berbelanja langsung di Instagram. Investasi ini memang besar, tapi mesin iklan Facebook dan Instagram tetap menghasilkan arus kas yang lebih dari cukup untuk menanggungnya.
Dari sisi valuasi, saham META kini diperdagangkan di sekitar $612, diskon ~17% dari nilai wajar estimasi analis di $743, sementara Goldman Sachs memasang target hingga $830. Secara teknikal ada pelemahan jangka pendek setelah gagal menembus $620, namun tren besar jangka panjang masih kokoh. Koreksi seperti ini lazim terjadi dan bisa menjadi peluang akumulasi.
Konsensus 47 analis Wall Street menempatkan META di kategori Moderate Buy (34 Buy, 4 Strong Buy, 9 Hold), dengan rata-rata target harga 12 bulan ke depan di $840,31. Mengimplikasikan potensi upside sekitar 37% dari level saat ini.

Saham Meta Platform (META) tersedia untuk diperdagangkan sebagai CFD di Agrodana Futures.


Keterangan :
| Skenario Intraday / Jangka Pendek (Swing Trade) Fokus pada pemanfaatan peluang pantulan teknikal (rebound) dari area support psikologis terdekat, atau menunggu konfirmasi penembusan resisten EMA sebelum mengambil posisi beli yang agresif. Suggest: Buy on Dip Area Entry: Pantau pergerakan turun di kisaran 600.00 hingga 605.00 untuk eksekusi Buy on Dip. Alternatif Buy on Breakout: Disarankan (lebih aman) jika harga mampu melewati level 635.06 (High 13 April). Target: 1) 625.00 (cluster harga 9 - 13 April). 2) 635.06 (High 13 April). Stop Loss (SL): 595.00 (Cut loss ketat untuk mengamankan modal jika level psikologis 600.00 gagal menahan harga dan jebol ke bawah). Alternatif: Switch to Sell dapat dilakukan jika kenaikan gagal tembus resistance $634 (EMA 50 daily) dan mengalami rejection yang kuat, dengan target penurunan kembali menuju 610.00. |
| Skenario Jangka Panjang (3 Bulan ke Atas) Didukung oleh masifnya investasi di sektor kecerdasan buatan (AI) dan fundamental arus kas yang sangat kuat, fase koreksi di bawah EMA ini dapat dipandang sebagai momentum diskon bagi institusi untuk masuk kembali ke pasar dengan harga yang jauh lebih murah. Suggest: Accumulate on Weakness (Akumulasi Beli Saat Melemah) Area Akumulasi: Manfaatkan rentang harga 580.00 hingga 610.00 sebagai zona akumulasi bertahap yang sangat ideal. Target Investasi: Target horizon menengah adalah pemulihan struktur harga kembali menembus level 700.00. Untuk horizon 12 bulan, target diselaraskan dengan rata-rata konsensus Wall Street di level 775.00 hingga 830.00. Katalis Penahan (Risk Limit): Investor disarankan meninjau ulang portofolionya jika terjadi salah satu dari kondisi berikut: (1) lonjakan Capex AI yang gagal dimonetisasi dan benturan regulasi privasi data yang membatasi Llama (AI milik Meta); (2) krisis energi akibat ketegangan Selat Hormuz yang menyebabkan inflasi tetap tinggi dan kebijakan The Fed โhigher for longerโ; (3) eskalasi geopolitik yang memicu pemangkasan anggaran iklan digital oleh klien korporat; atau (4) harga breakdown dan ditutup di bawah level krusial $550. |
Copyright ยฉ 2026 Agrodana Futures
Disclaimer:
Artikel ini berupa pandangan Agrodana Research, Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan atau menjual market tertentu. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
Research & Analysis Agrodana Futures




