TOP GAINERS
| 1. Intel Corporation (INTC) +19.76% |
| 2. Amazon.com, Inc. (AMZN) +13.14% |
| 3. Advanced Micro Devices, Inc. (AMD) +12.63% |
| 4. Caterpillar Inc. (CAT) +9.69% |
| 5. GE Aerospace (GE) +9.64 |
TOP LOSERS
| 1. Salesforce, Inc. (CRM) -11.23% |
| 2. Adobe Inc. (ADBE) -6.63% |
| 3. International Business Machines (IBM) -6.6% |
| 4. Verizon Communications (VZ) -6.3% |
| 5. AT&T Inc. (T) -6.3% |
Minggu pertama April ini, pasar saham AS mencerminkan dengan jelas bagaimana satu perubahan geopolitik bisa membalik arah arus likuiditas secara masif. Gencatan senjata AS-Iran yang mengejutkan pasar memicu gelombang rotasi sektor yang tajam: modal mengalir deras keluar dari instrumen defensif dan masuk ke saham-saham siklikal serta teknologi yang selama ini tertekan oleh ketidakpastian. Di balik deretan angka hijau dan merah ini, ada cerita yang jauh lebih dalam dari sekadar pergerakan harga. Ada narasi tentang siapa yang diuntungkan ketika dunia memilih damai, dan siapa yang kehilangan daya tariknya begitu rasa takut mereda.

Next Earnings (Laporan Keuangan): 23 April 2026
Last Dividend Ex-Date: 7 Agustus 2024
52-Week Range: $18.25 - $63.39
Weekly Range: $52.12 - $62.42
Previous Close Price: $62.42 (10 April 2026)
Intel bukan sekadar saham yang ikut naik bersama euforia pasar minggu ini. Lonjakan 19.76% yang membawanya dari $52.12 ke $62.42 adalah puncak dari serangkaian katalis yang telah menumpuk selama berbulan-bulan. Bahkan menyentuh level tertinggi dalam lima tahun.
Segalanya dimulai pada awal April, ketika Intel mengumumkan pembelian kembali saham senilai USD 14,2 miliar atas fasilitas produksi Fab 34 di Irlandia dari mitra Apollo Global Management. Langkah ini bukan sekadar transaksi keuangan biasa, ini adalah pernyataan kepercayaan diri bahwa Intel siap mengelola penuh pabrik chip tercanggihnya tanpa ketergantungan pihak luar. Analis UBS langsung bereaksi: perusahaan tidak akan membeli kembali aset sebesar itu kalau tidak punya keyakinan penuh bahwa pelanggan foundry baru sudah mengantre.
Namun katalis terbesar datang beberapa hari kemudian, ketika Intel mengumumkan kemitraan strategis dengan proyek Terafab milik Elon Musk, sebuah usaha gabungan yang melibatkan Tesla, SpaceX, dan xAI untuk memproduksi chip AI dan robotika dalam skala masif menggunakan node 18A Intel. Pasar merespons dengan lonjakan 11% dalam satu sesi. Ini bukan lagi Intel yang terseok-seok. Ini adalah Intel yang kembali relevan di jantung infrastruktur AI global.
Pelengkap dari narasi kebangkitan ini adalah kemitraan multi tahun dengan Google untuk pengembangan infrastruktur AI dan cloud, termasuk ekspansi besar penggunaan prosesor Intel Xeon di seluruh Google Cloud. Node manufaktur 18A Intel (teknologi produksi chip paling canggih yang pernah dikembangkan di Amerika Serikat) kini sudah masuk fase produksi massal di Arizona dan Oregon, dengan pengiriman komersial prosesor Panther Lake yang menjadi bukti nyata kemampuan tersebut.
Gencatan senjata AS-Iran menjadi katalis terakhir yang menyempurnakan gambaran ini. Dengan mode risk-on yang aktif, saham teknologi pertumbuhan seperti Intel yang selama ini tertahan oleh ketidakpastian geopolitik dan sentimen negatif berbulan-bulan, mendapat dorongan besar dari arus modal yang masuk kembali ke sektor semikonduktor.

Next Earnings (Laporan Keuangan): 30 April 2026
Next Dividend Ex-Date: N/A (Amazon tidak membagikan dividen)
52-Week Range: $165.29 - $258.60
Weekly Range: $210.64 - $238.33
Previous Close Price: $238.33 (10 April 2026)
Amazon merayakan minggu ini dengan dua cerita yang berjalan bersamaan, dan keduanya sama-sama kuat.
Cerita pertama: fisik dan logistik. Dengan harga minyak mentah anjlok 13% dari level tertinggi sepanjang masa akibat gencatan senjata, biaya bahan bakar armada pengiriman Amazon seperti pesawat kargo, kapal kontainer, dan truk langsung menyusut drastis. Sebagai raksasa e-commerce dengan jaringan logistik terbesar di dunia, setiap satu dolar penurunan biaya energi langsung berdampak pada pelebaran margin keuntungan. Konsumen juga memiliki lebih banyak uang di kantong ketika harga bensin turun dan uang itu sebagian besar mengalir ke platform belanja Amazon.
Cerita kedua: digital dan cloud. AWS (Amazon Web Services) mencatat pertumbuhan tercepat dalam tiga tahun terakhir sebesar 24% pada akhir 2025, didorong oleh kebutuhan infrastruktur AI yang tidak pernah surut dari para klien korporat. CEO Andy Jassy memproyeksikan pendapatan AWS bisa menembus USD 600 miliar per tahun pada 2036. Sebuah angka yang terdengar ambisius, namun semakin masuk akal melihat laju pertumbuhannya saat ini.
Harga saham Amazon yang sempat turun 21% akibat kekhawatiran rencana belanja modal raksasa USD 200 miliar di 2026 kini justru dibaca pasar sebagai diskon yang menarik. Dengan mode risk-on yang menyala, dana yang sebelumnya bersembunyi di obligasi dan emas bergerak agresif masuk ke saham-saham dengan fundamental terkuat, dan Amazon adalah salah satu yang paling jelas memenuhi kriteria itu.

Next Earnings (Laporan Keuangan): 5 Mei 2026
Last Dividend Ex-Date: 27 April 1995
52-Week Range: $83.75 - $267.08
Weekly Range: $225.32 - $245.04
Previous Close Price: $245.04 (10 April 2026)
AMD melanjutkan perjalanannya menjadi kekuatan kedua yang semakin tidak bisa diabaikan di pasar chip AI global. Kenaikan 12.63% minggu ini bukan kebetulan, ini adalah konfirmasi dari serangkaian perkembangan fundamental yang telah mengubah cara pandang Wall Street terhadap perusahaan ini.
Analis Citi baru-baru ini menegaskan bahwa lonjakan permintaan chip yang didorong oleh "Agentic AI" yaitu sistem AI yang mampu bertindak secara otonom, sedang memperbesar kue pasar secara signifikan. Posisi AMD di pasar CPU server kini telah menembus 40% pangsa pasar, sebuah tonggak yang memberikan fondasi kuat untuk pertumbuhan pendapatan dan kekuatan penetapan harga ke depan.
Kemitraan AMD dengan Meta Platforms yang mencakup penyediaan kapasitas komputasi AI skala besar sebesar 6 gigawatt menempatkan AMD langsung di inti ekspansi infrastruktur AI hyperscaler terbesar dunia. Sementara itu, GPU seri MI350 AMD yang dibangun di atas arsitektur CDNA 4 di node 3nm TSMC sudah dalam pengiriman volume, sementara generasi penerus MI450 dan platform Helios rack-scale tengah dalam jalur untuk diluncurkan di semester kedua 2026.
Dalam konteks gencatan senjata ini, AMD diuntungkan dari dua sisi: pertama, sebagai growth stock teknologi yang langsung mendapat aliran dana dari rotasi risk-on; dan kedua, sebagai alternatif kuat dari NVIDIA yang tidak bisa memenuhi seluruh permintaan GPU dari para hyperscaler memaksa mereka beralih ke AMD sebagai pemasok kedua yang nilainya terus meningkat.

Next Earnings (Laporan Keuangan): 30 April 2026
Next Dividend Ex-Date: 20 April 2026 ($1.51)
52-Week Range: $282.46 - $797.85
Weekly Range: $720.45 - $790.26
Previous Close Price: $790.26 (10 April 2026)
Satu tahun yang lalu, tidak ada yang membeli Caterpillar dengan harapan mendapat eksposur ke industri AI. Namun begitulah cerita yang kini tertulis: CAT telah bertransformasi menjadi "pemain AI tidak sengaja" yang paling mengejutkan di pasar saham AS.
Kenaikan 9.69% minggu ini didorong oleh dua hal yang terjadi hampir bersamaan. Pertama, pengumuman dividen kuartalan sebesar USD 1,51 per saham menandakan sebuah sinyal stabilitas arus kas yang langsung disambut positif oleh investor institusional. Kedua, dan jauh lebih penting secara struktural: pasar terus mencerna laporan keuangan Q4 2025 yang luar biasa, di mana Caterpillar membukukan EPS USD 5,16 (melampaui estimasi USD 4,67) dan pendapatan USD 19,13 miliar (melampaui estimasi USD 17,81 miliar) dengan pertumbuhan 17,9% secara tahunan.
Di balik angka-angka itu, ada kenyataan yang semakin tidak bisa diabaikan: segmen Power & Energy kini menjadi mesin pertumbuhan terbesar Caterpillar. Penjualan pembangkit listrik di segmen ini melonjak 44% secara tahunan di Q4 2025, didorong sepenuhnya oleh permintaan generator dan turbin gas dari pusat data AI. Empat pesanan generator set di atas 1 gigawatt sekaligus, termasuk satu pesanan senilai 2 gigawatt untuk sebuah kampus komputasi, mencerminkan skala kebutuhan yang belum pernah ada sebelumnya dalam sejarah perusahaan.
Backlog (portofolio pesanan belum tereksekusi) Caterpillar mencapai rekor USD 51 miliar, naik 71% secara tahunan, dengan 62% di antaranya akan dikonversi menjadi pendapatan dalam 12 bulan ke depan. Ini bukan spekulasi, ini adalah kontrak tertulis yang sudah di tangan.
Gencatan senjata AS-Iran memperkuat narasi ini: dengan harga minyak yang turun, proyek konstruksi dan infrastruktur di seluruh dunia mendapat nafas lega untuk kembali berjalan, dan Caterpillar adalah yang pertama kebagian pesanan alat berat mereka.

Next Earnings (Laporan Keuangan): 21 April 2026
Next Dividend Ex-Date: 27 April 2026 ($0.47)
52-Week Range: $176.02 - $348.48
Weekly Range: $280.86 - $307.95
Previous Close Price: $307.95 (10 April 2026)
GE Aerospace melanjutkan perjalanan comeback-nya yang sungguh memukau โ dari reruntuhan konglomerasi raksasa General Electric yang sempat nyaris bangkrut, kini menjadi pemimpin global dalam mesin jet komersial dan pertahanan yang sahamnya telah meroket hampir 80% dalam satu tahun terakhir.
Kenaikan 9,91% minggu ini menjadi perpanjangan alami dari laporan keuangan Q4 2025 yang sangat kuat: pendapatan USD 42,3 miliar (tumbuh 21% secara tahunan), arus kas bebas USD 7,7 miliar (lebih dari dua kali lipat tahun sebelumnya), dan backlog pesanan sebesar USD 190 miliar yang tumbuh hampir USD 20 miliar dalam setahun. Manajemen juga memberikan panduan 2026 yang melampaui ekspektasi konsensus: EPS USD 7,10โ7,40 dengan target laba operasional USD 9,85โ10,25 miliar.
Konteks gencatan senjata menjadi katalis tersendiri bagi GE. Dengan Selat Hormuz kembali dibuka dan harga minyak turun drastis, maskapai penerbangan di seluruh dunia mendapat angin segar: avtur murah berarti biaya operasional turun, profitabilitas membaik, dan pesanan mesin baru yang sempat ditunda bisa kembali dilanjutkan. GE Aerospace adalah penyedia mesin untuk sekitar 75% pesawat narrow-body di seluruh dunia melalui usaha patungan CFM International โ menjadikannya semacam "jalan tol" di langit global.
Investasi USD 1 miliar di manufaktur AS yang diumumkan pada Maret 2026, kontrak pertahanan senilai USD 1,4 miliar, serta program buyback saham USD 15 miliar menjadi tiga pilar kepercayaan diri manajemen yang tidak bisa diabaikan oleh pasar.
[Baca Juga: 5 Saham AS Pilihan di Tengah Gencatan Senjata AS-Iran]

Next Earnings (Laporan Keuangan): 27 Mei 2026
Last Dividend Ex-Date: 9 April 2026 ($0.44)
52-Week Range: $163.52 - $296.05
Weekly Range: $185.62 - $164.77
Previous Close Price: $164.77 (10 April 2026)
Salesforce adalah korban terbesar dari rotasi minggu ini, dan penurunan 11,23% yang membawa harganya dari $185,62 ke $164,77 adalah cerminan dari sebuah ironi yang menyakitkan: saham yang selama ini dipeluk investor sebagai safe haven di tengah ketidakpastian kini dilepas justru ketika ketidakpastian itu mereda.
Kasus CRM adalah gambaran sempurna dari apa yang para analis sebut sebagai 'SaaSpocalypse'. Singkatnya, banyak saham perusahaan SaaS yang valuasinya sedang dikoreksi pasar akibat kekhawatiran akan disrupsi AI. Untuk mengatasi ini, Salesforce sebenarnya mengandalkan Agentforce, sebuah platform AI yang digadang-gadang menjadi mesin pertumbuhan baru mereka. Namun, tingkat adopsinya saat ini belum cukup untuk meyakinkan investor. Di sisi lain, para klien juga menunda ekspansi kontrak mereka karena tingginya biaya untuk mengimplementasikan teknologi AI tersebut.
Yang terjadi minggu ini adalah akselerasi dari tren yang sudah berjalan sepanjang 2026: begitu risk-on menyala dan dana yang "bersembunyi" di saham defensif mulai bergerak, Salesforce yang sudah turun lebih dari 40% dari 52-week high USD 296.05, menjadi salah satu yang pertama dilepas. Investor memilih untuk berotasi ke saham-saham dengan eksposur langsung ke penurunan harga minyak dan pemulihan ekonomi pasca-konflik.

Next Earnings (Laporan Keuangan): 11 Juni 2026
Last Dividend Ex-Date: 24 Maret 2005
52-Week Range: $224.13 - $422.95
Weekly Range: $241.19 - $225.21
Previous Close Price: $225.21 (10 April 2026)
Adobe menghadapi tahun 2026 dengan beban yang jauh lebih berat dari sekadar tekanan pasar biasa. Penurunan 6,63 minggu ini hanyalah episode terbaru dari penurunan saham yang mencapai lebih dari 26% sejak awal tahun, sebuah penurunan yang mencerminkan kegelisahan mendalam Wall Street tentang masa depan bisnis perangkat lunak kreatif di era kecerdasan buatan generatif.
Pertanyaannya sederhana namun mematikan: jika AI generatif semakin pintar membuat gambar, video, dan desain profesional, siapa yang masih akan membayar untuk Photoshop dan Premiere? Goldman Sachs menjawab pertanyaan itu dengan memberikan rating Jual pada saham Adobe, sebuah sikap langka yang langsung mengguncang sentimen pasar. HSBC memotong target harganya dari USD 388 menjadi USD 302.
Tekanan kompetitif datang dari segala arah: Microsoft dengan Copilot, OpenAI dengan generator gambar dan video, Midjourney, Canva, hingga model AI open-source yang semakin mudah diakses secara gratis. Platform AI internal Adobe, Firefly, memang sudah hadir โ namun pasar mempertanyakan apakah itu cukup untuk mempertahankan pricing power yang selama ini menjadi kekuatan utama Adobe.
Dalam konteks rotasi minggu ini, Adobe kehilangan daya tarik dari dua sisi: sebagai saham defensif yang dilepas karena risk-on, dan sebagai saham dengan narasi pertumbuhan yang dipertanyakan karena tekanan AI.

Next Earnings (Laporan Keuangan): 22 April 2026
Last Dividend Ex-Date: 10 Februari 2026
52-Week Range: $220.72 - $324.90
Weekly Range: $247.16 - $230.64
Previous Close Price: $230.64 (10 April 2026)
IBM menghadapi tekanan berlapis minggu ini. Dalam dua sesi berturut-turut, saham ini kehilangan hampir 7%, penurunan kumulatif yang mencerminkan kombinasi antara sentimen negatif analis, kekhawatiran menjelang laporan keuangan Q1 2026 pada 22 April, dan efek berlanjut dari narasi disrupsi AI yang menghantui segmen konsultasi teknologinya.
Katalis paling konkret adalah pemotongan target harga oleh Stifel Nicolaus dari USD 340 menjadi USD 290, dengan alasan headwinds kurs mata uang dan ketidakpastian geopolitik. JPMorgan sebelumnya juga telah memangkas targetnya dari USD 317 ke USD 283. Dengan harga saham yang sudah jauh di bawah moving average 200 hari di USD 277,20, IBM sedang berada dalam tekanan teknikal yang serius.
Yang menjadi beban lebih dalam bagi IBM adalah narasi yang mengakar sejak awal 2026: pengumuman bahwa Claude Code dari Anthropic mampu memodernisasi kode COBOL sebuah bahasa pemrograman lawas yang menjadi tulang punggung sistem perbankan dan pemerintahan global, dan selama ini adalah ladang bisnis utama layanan konsultasi IBM. Kabar itu memukul saham IBM dalam satu sesi dan menanamkan kekhawatiran jangka panjang: jika AI bisa menggantikan jasa konsultan yang dikirim IBM ke bank-bank besar, ke mana pertumbuhan IBM akan datang?
Akuisisi Confluent seharga USD 11 miliar untuk membangun arsitektur data real-time bagi agen AI adalah langkah strategis yang masuk akal namun pasar menuntut bukti eksekusi, bukan hanya visi, sebelum mau kembali membeli IBM secara agresif.

Next Earnings (Laporan Keuangan): 27 April 2026
Last Dividend Ex-Date: 10 April 2026 ($0.7075)
52-Week Range: $38.39 - $51.68
Weekly Range: $49.19 - $46.09
Previous Close Price: $46.09 (10 April 2026)
Verizon adalah tipikal saham yang menjadi "korban perdamaian." Selama berminggu-minggu ketegangan geopolitik, investor konservatif menyukai VZ: imbal hasil dividen 5,34% yang stabil, bisnis yang tidak sensitif terhadap siklus ekonomi, dan sifat defensifnya yang menjadi tempat berlindung di tengah badai. Namun begitu badai mereda dan mode risk-on aktif, uang itu pergi, mencari saham dengan potensi kenaikan yang lebih besar.
Tekanan pada VZ tidak berhenti di situ. Minggu ini, Motley Fool menerbitkan analisis tentang ancaman baru yang datang dari SpaceX: perusahaan Elon Musk itu baru saja mendaftar untuk berpartisipasi dalam lelang spektrum nirkabel AWS-3 FCC yang dimulai pada Juni. Jika SpaceX berhasil mendapatkan spektrum itu, Starlink akan memiliki kemampuan untuk bersaing langsung dengan jaringan darat Verizon di pasar telekomunikasi AS, sebuah ancaman eksistensial yang selama ini hanya dianggap sebagai kemungkinan jauh, namun kini semakin nyata.
Di atas itu semua, DBS Bank menurunkan peringkat VZ dari moderate buy menjadi hold, sinyal bahwa bahkan analis yang sebelumnya optimis pun mulai mempertanyakan apakah valuasi saat ini sudah memperhitungkan semua risiko yang ada.

Next Earnings (Laporan Keuangan): 22 April 2026
Last Dividend Ex-Date: 10 April 2026 ($0.2775)
52-Week Range: $22.95 - $29.79
Weekly Range: $28.32 - $26.53
Previous Close Price: $26.53 (10 April 2026)
AT&T mengalami nasib yang sama dengan Verizon: dilepas oleh investor yang bermigrasi dari saham defensif ke saham pertumbuhan seiring meredanya ketegangan geopolitik. Penurunan 6,4% dari $28,27 ke $26,46 adalah konsekuensi langsung dari rotasi sektor yang terjadi begitu gencatan senjata diumumkan.
Menariknya, secara fundamental AT&T sebenarnya sedang dalam kondisi yang jauh lebih sehat dibanding beberapa tahun lalu. Perusahaan aktif melakukan deleveraging atau mengurangi utang dengan rasio net debt-to-EBITDA (Earnings Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization) yang ditargetkan turun ke sekitar 3x pada akhir 2026. Target arus kas bebas sebesar USD 18 miliar atau lebih di 2026, dengan komitmen pengembalian modal kepada pemegang saham senilai USD 45 miliar antara 2026 hingga 2028, adalah angka-angka yang seharusnya menarik bagi investor dividen.
Namun dalam minggu ini, "seharusnya menarik" saja tidak cukup. Ketika pasar berada dalam mode risk-on penuh, saham dengan imbal hasil dividen yang bagus tapi pertumbuhan terbatas menjadi yang pertama dijual. Ancaman dari SpaceX yang juga membayangi AT&T sama seperti yang mengancam Verizon, turut menambah beban sentimen terhadap seluruh sektor telekomunikasi.
Minggu ini adalah pelajaran tentang bagaimana sentimen pasar bisa bergerak lebih cepat dari fundamental. Gencatan senjata AS-Iran tidak mengubah bisnis Intel, Boeing, atau Caterpillar secara instan, namun ia mengubah cara pandang investor terhadap risiko, dan perubahan persepsi itu cukup untuk menggerakkan miliaran dolar dalam hitungan jam. Di sisi lain, saham-saham yang selama ini menjadi tempat berlindung (telepon, perangkat lunak perusahaan, infrastruktur IT) menanggung beban dari uang yang pergi mencari kenaikan yang lebih besar.
Pertanyaan yang tersisa: apakah dua minggu gencatan senjata ini akan cukup untuk menjaga momentum risk-on tetap hidup? Atau kita akan melihat pembalikan arah begitu negosiasi di Islamabad menemui jalan buntu?
Jendela ini memang tidak akan terbuka selamanya.
Copyright ยฉ 2026 Agrodana Futures
Disclaimer:
Artikel ini berupa pandangan Agrodana Research, Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan atau menjual market tertentu. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
Research & Analysis Agrodana Futures

Imbal hasil Treasury AS 10 tahun ditutup naik, tapi dolar tetap ditutup melemah. Tapi pagi ini keduanya dibuka gap up setelah tidak tercapai kesepakatan di akhir pekan kemarin sehingga pasar cemas akan terjadinya eskalasi geopolitik. Hal itu membuat emas dibuka gap down pagi ini di kisaran 4658 (close Jumat 4745).
Di sisi lain, data CPI AS dirilis melonjak dari 2.4% bulan sebelumnya menjadi 3.3% y/y. Kabar baiknya adalah bahwa pasar tidak terkejut dengan lonjakan tersebut sehingga dampak pasar saat itu relatif terbatas.
Setelah pertemuan 21 jam, kedua negara tidak mencapai kesepakatan yang diharapkan. Kondisi ini membuat pasar khawatir dengan hubungan kedua negara pasca pengumuman gencatan senjata sebelumnya 2 hari sebelum pertemuan. Wakil Presiden AS JD Vance mengatakan hal itu menjadi berita buruk bagi Iran yang terancam kembali diserang oleh AS.
Beberapa poin dalam pembahasan diakui kedua pihak sudah mencapai kesepakatan. Hanya 2 poin yang sulit ditemukan kesepakatan, yaitu pengayaan uranium Iran dan pembukaan Selat Hormuz. Iran tetap bersikukuh AS harus mengakui kedaulatan Iran atas pengelolaan Selat Hormuz. Sedangkan AS menginginkan Iran membuka jalur pasokan Selat Hormuz tanpa mengenakan biaya terhadap semua kapal tanker yang melintas. Tentang uranium, Iran mengatakan hal itu sebagai hak untuk Iran mempertahankan diri dari semua serangan. Termasuk dari AS dan Israel. Tapi AS tetap menekankan tidak mengizinkan Iran untuk memperkaya uranium yang dikhawatirkan kembali memproduksi senjata nuklir.
Trump dikabarkan memerintahkan armada militer AS untuk memblokade Selat Hormuz untuk semua kapal tanker, tanpa melihat asal negara. Hal ini memicu kekhawatiran gangguan pasukan minyak sehingga akhirnya membuat harga minyak kembali melonjak pagi ini dan emas dibuka gap down.
Tapi Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) mengklarifikasi. Blokade akan dilakukan mulai 13 April jam 10.00 ET (sekitar jam 21.00 WIB). Blokade hanya berlaku bagi kapal-kapal yang masuk atau keluar dari Pelabuhan dan wilayah pesisir Iran, dan berlaku untuk semua bendera kapal. Sedangkan lalu lintas melalui Selat Hormuz menuju Pelabuhan di luar Iran tidak akan dihambat, sehingga langkah ini tidfak dianggap penutupan total jalur air tersebut.
Narasi ini juga masih berubah-ubah. Ada kabar yang menyebut bahwa Trump memerintahkan blokade di Selat Hormuz adalah untuk membersihkan ranjau laut yang ditanam di sepanjang Selat Hormuz. Namun, meski ada klarifikasi, ketegangan tetap tinggi. Militer Iran memperingatkan bahwa setiap pendekatan kapal perang AS ke Selat Hormuz akan dianggap pelanggaran gencatan senjata sehingga berisiko menimbulkan ketegangan lebih lanjut.

Data ekonomi minggu ini relatif lebih ringan dibanding minggu lalu. Data PPI mungkin menjadi salah satu yang menggerakkan sentimen selain existing home sales. Pasar tetap sensitif pada data ekonomi sehingga data yang relatif lebih kuat, berpotensi membuat tekanan pada emas.
Di sisi lain, pasar akan memantau perkembangan geopolitik. Kunci utama ada pada keberlanjutan gencatan senjata. Selama gencatan senjata tidak dilanggar, maka tetap berlaku sesuai agenda 2 minggu (terhitung sejak diumumkan 8 April 2026). Kondisi ini setidaknya menjaga eskalasi geopolitik tidak terjadi dalam waktu dekat.
Terkait gagalnya kesepakatan akhir pekan kemarin, Iran sudah menyatakan bahwa mereka tidak optimis akan tercapai kesepakatan dari 1 pertemuan. Namun, kedua pihak dikatakan masih tetap terbuka untuk diplomasi. Bahkan kabar menyebut, diplomasi putaran berikutnya diharapkan dalam 2-3 hari ke depan. Hal ini yang bisa trader manfaatkan untuk mencari peluang minggu ini.
Dengan inflasi inti yang masih relatif lebih stabil karena tidak memperhitungkan kenaikan harga energi dan makanan, lalu diplomasi masih bisa terjadi putaran berikutnya, dan juga gencatan senjata yang masih berlaku, maka peluang emas untuk naik secara umum masih terbuka. Kondisi ini diperkirakan akan mirip dengan apa yang terjadi sepanjang minggu lalu pasca kejutan data NFP dan tekanan geopolitik sebelum pengumuman gencatan senjata 2 minggu. Dengan kata lain, kemungkinan tekanan turun untuk emas relatif terbatas selama tidak ada konflik geopolitik yang membatalkan gencatan senjata yang disepakati minggu lalu.
Note : Tetap waspada dengan volatilitas besar pada market yang sewaktu-waktu bisa tiba-tiba berubah!
Candlestick daily ditutup bearish setelah kenaikan gagal berlanjut di atas 4800 (high tertahan di 4795 dan ditutup di 4745) karena pasar mengantisipasi pertemuan diplomasi AS dan Iran di Pakistan, hari Sabtu, 11 April 2026. Dengan hasil tanpa kesepakatan, pasar khawatir eskalasi geopolitik kembali membebani sentimen sehingga pagi ini dibuka gap down di 4658. MA 100 saat ini di 4684 sedang diuji. Sejauh ini harga sejak pembukaan memang berhasil naik di atas 4684 (run saat artikel ditulis di 4712), tapi belum dianggap valid tembus karena candle daily baru akan terlihat setelah penutupan harian. Di sisi lain, bullish akan kembali kuat jika berhasil naik di atas 4730, dengan target potensial resistance 4755 dan 4855. Sedangkan penurunan akan lebih dominan jika tembus support 4620, dengan potensi target kisaran 4554 atau paling ekstrim 4482

Di H4 terlihat gap yang tercipta pagi ini berada di zona orange kisaran 4657-4718. Secara teori, belum menunjukkan perubahan tren yang signifikan. Bahkan penurunan yang terbantu oleh gap pagi ini bisa diartikan sebagai retest support dan jika harga berhasil tetap bertahan di atas zona ini (atau minimal tetap di zona orange), maka peluang penurunan cenderung terbatas, sehingga buyer kemungkinan kembali mengincar zona tersebut dan kembali ke jalur kenaikan utama.
Jika itu yang terjadi (tetap bertahan di zona orange), maka skenario koreksi turun tetap terbatas, dan buy bisa dipertimbangkan di kisaran zona orange 4657-4685 atau paling dekat zona 4700-4718 (masih bagian dari range zona orange yang ditandai(. Alternatif bisa juga menganggap zona 4600-4620 jika terjadi penurunan kembali di malam hari dengan anggapan bahwa tidak ada eskalasai geopolitik sama sekali, meskipun AS dijadwalkan mulai menutup jalur Selat Hormuz per jam 10AM waktu Washington (sekitar 21.00 WIB).
Jangka pendek, selama area kenaikan tetap belum tembus 4730, maka seller kemungkinan dominan. Dan tekanan turun akan lebih kuat jika support 4600 ditembus, dan gencatan senjata AS-Iran yang seharusnya berlaku 2 minggu gagal total dengan eskalasi geopolitik.
Selama gencatan senjata tidak gagal total (berhenti di tengah jalan), maka eskalasi geopolitik kemungkinan kecil terjadi, sehingga dengan demikian tekanan pada emas relatif terbatas. Trader bisa pertimbangkan strategi buy di kisaran zona orange (zona terdekat) atau 4600 yang dianggap penurunan paling ekstrim, atau alternatif follow buy jika resistance 4730 ditembus . Tapi Sell disarankan jika gencatan senjata berhenti ย dengan potensi target kisaran zona pink 4420-4499.

Per jam 11.50 WIB, harga berada di 4722.55 dengan high 4728.05, dan low 4644.62. Jika Anda melihat rekomendasi sebelumnya di website Technical Analysis Commodity (Gold, Crude Oil) 13 April 2026,strategi sell pagi tadi gagal dikarenakan harga naik sampai 4728. Tapi skenario sell masih bisa dilakukan selama area 4730 tidak ditembus. Dengan demikian, strategi terbaru bisa lakukan sell di kisaran 4720-4722 dengan stop loss 4728 atau di atas 4728 (asumsi tembus 4730 tren justru berubah kembali ke bullish dan menandai koreksi turun sudah terwakili dengan gap pagi ini).
Di malam hari, kami mewaspadai jika penutupan Selat Hormuz oleh AS membuat eskalasi geopolitik menguat kemballi dan membuat gencatan senjata 2 minggu gagal total. Jika ini yang terjadi, maka SELL tetap disarankan, dengan potensi target kisaran 4650 atau 4600 (zona orange). Dan jika eskalasi berlanjut, maka zona coklat 4529-4561 bisa saja tercapai.
Tapi, jika kekhawatiran tersebut tidak terbukti (penutupan Selat Hormuz oleh AS tidak menggagalkan gencatan senjata), maka strategi buy cenderung disarankan, dengan area 4700-4710 dianggap tidak ditembus atau zona buy bisa juga pertimbangkan kisaran 4671-4693.Alternatif lainnya, jika tidak terjadi sama sekali swing low kembali di malam hari, maka penembusan zona 4730 adalah pemicu kenaikan, dan buyer bisa melirik zona 4745 sebagai target terdekat (penutupan Jumat), atau kisaran 4780 sebagai target potensial terjauh.
Untuk malam hari sebaiknya Anda fokus perhatikan catatan kami di grafik H4!
Trading Strategy:
Opsi SELL on Rally (update jam 12.00 WIB)
Entry: 4720.00 โ 4722.00
(atau cek di artikel untuk opsi lainnya)
Target/Reward :ย 4706.00 ($12 - $14)ย
(Alternatif Follow SELL jika tembus 4700, target terdekat 4690, terjauh 4680,
sesuaikan stop loss dengan risk management masing-masing)
Stop Loss: 4728.00 ($6 - $8)
(ideal 3-5 poin di atas 4728.00)
Risk Reward: 1: 2ย
ย
ย
Opsi BUY jika support tidak ditembus
Entry : 4610.00 โ 4612.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif )
Target/Reward: 4624.00 ($12 - $14)
Stop Loss: 4604.00 ($6 - $8)
(ideal SL 3-5 poin di bawah 4600)
Risk Reward: 1: 2
Disclaimer: Artikel ini berupa pandangan Agrodana Research, Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan atau menjual market tertentu. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
Research & Analysis PT Agrodana Futures


| Suggest : ย SELL on Rally Area : 1.16800 โ 1.17000 Target : 1) 1.16200 2) 1.15600 SL : 1.17600 Alternatif : - Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.16600 - Switch to BUY jika tembus 1.17800 |


| Suggest : ย SELL on Rally Area : 1.34000โ 1.34200 Target : 1) 1.33400 2) 1.32800 SL : 1.34800 Alternatif : - Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.33700 - Switch to BUY jika tembus 1.35000 |


| Suggest : ย SELL on Rally Area : 159.600 โ 159.800 Target : 1) 159.000 ย 2) 158.400 SL : 160.400 Alternatif : - Pertahankan/Follow SELL jika tembus 159.500 - Switch to BUY jika tembus 160.500 - Waspada zona 160-161 rawan intervensi! |


| Suggest : SELL on Rally Area : 47800 - 47820 Target : 1) 47700 2) 47600 SL : 47920 Alternatif : Follow SELL jika tembus 47500 Alternative SELL : 47898-48098 Switch to BUY jika tembus 48200 Cermati perkembangan geopolitik! |
| Suggest : SELL on Rally Area : 25100.00 โ 25120.00 Target : 1) 24900.00 2) 24800.00 SL : 25220.00 Alternatif : Pertahankan SELL jika tembus 24900 Switch to BUY jika tembus 25200 Cermati perkembangan geopolitik! |
| Suggest : SELL on Rally Area : 6810.00 โ 6830.00 Target : 1) 6780.00 2) 6750.00 SL : 6860.00 Alternatif : Pertahankan/follow SELL jika tembus 6770 Switch to BUY jika tembus 6860 Waspada perkembangan geopolitik! |
| Suggest : SELL on Rally Area : 56800 - 56820 Target : 1) 56700 2) 56600 SL : 56920 Alternatif : Follow SELL jika tembus 56100 Switch to BUY jika tembus 57300 Alternative SELL : 56900-57200 Tetap waspada dengan potensi โintervensi aktualโ yen |
| Suggest : SELL on Rally Area : 25750 - 25770 Target : 1) 25650 2) 25550 SL : 25870 Alternatif : Follow/Pertahankan SELL jika tembus 25600 Switch to BUY jika tembus 25900 |
Research & Analysis PT Agrodana Futures
Disclaimer: Artikel ini berupa pandangan Agrodana Research, Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan atau menjual market tertentu. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
| Suggest : BUY on Dip Area : 102.60 โ 102.80 Target : 1) 103.80 2) 104.80 SL : 101.60 Alternatif : Follow BUY jika tembus 108.00 Switch to SELL jika tembus 100.50 SELL juga potensial jika tidak tembus 105.80-108.00 Waspada eskalasi geopolitik pasca gagalnya kesepakatan! |



| Suggest : SELL on Rally (updates!) Area : 4720.00 โ 4722.00 Target : 1) 4714.00 2) 4706.00 SL : 4728.00 (ideal 3-5 points di atas 4728) Alternatif : Pertahankan/follow SELL jika tembus 4700 (updates!) Switch to BUY jika tembus 4730 (updates!) Opsi buy : 4601-4629 (orange), 4521-4569, 4400-4420 |
Disclaimer: Artikel ini berupa pandangan Agrodana Research, Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan atau menjual market tertentu. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
Research & Analysis PT Agrodana Futures

Imbal hasil Treasury AS 10 tahun ditutup turun, dan dolar juga ditutup melemah. Ini membuktikan faktor geopolitik kemungkinan masih mendominasi sentimen pasar sehingga emas cenderung bertahan di atas 4750 hingga penutupan.
Di sisi lain, data PCE dirilis dengan angka yang stabil di 2.8% y/y, tidak semenakutkan yang dikhawatirkan. Tapi GDP dirilis turun ke 0.5%, lebih rendah dari ekspektasi 0.7%, sekaligus menandakan penurunan dibanding Q3 4.4%. Kondisi ini memberikan ruang untuk Fed untuk tidak buru-buru menaikkan suku bunga meskipun inflasi relatif tinggi.
Pasca umumkan gencatan senjata 2 minggu, Trump menyatakan dirinya optimis akan tercapai kesepakatan damai dengan Iran. Tapi Trump menyoroti pernyataan yang berbeda dari pihak Iran di dalam pertemuan dibanding saat bicara ke media. Trump mengklaim bahwa mereka (Iran) saat ini jauh lebih masuk akal. Trump mengklaim Iran sudah ditaklukkan, dan tidak memiliki Angkatan bersenjata.
Di sisi lain, Israel menyerang Lebanon sehingga membuat Iran memutuskan menutup kembali Selat Hormuz karena menganggap Israel melanggar gencatan senjata. Meski AS dan Israel tidak mengakui Lebanon masuk dalam bagian negosiasi dengan Iran, tapi Trump segera menelpon Netanyahu dan meminta Israel hentikan operasi di Lebanon. Hal ini dilakukan karena Iran mengancam tidak akan ada negosiasi jika Israel terus melakukan serangan karena salah satu poin dari 10 poin proposal Iran adalah agar AS dan Israel menghentikan perang di semua lini, termasuk di Lebanon.
Ada kabar bahwa Netanyahu tidak suka AS melakukan gencatan senjata dan berniat akan tetap melanjutkan agresinya untuk mencapai tujuan. Kondisi ini bisa menjadi gangguan terhadap ekspektasi kesepakatan damai jika Trump kembali mengikuti saran Israel.

Akhir pekan, trader perlu extra waspada! Hal ini dikarenakan pertemuan AS dan Iran di hari Sabtu belum tentu berjalan mulus, apalagi AS tetap siagakan pasukan di Iran dan Iran selalu menekankan bahwa mereka tidak mau ditekan. Yang dicari Iran adalah kesepakatan damai permanen, sehingga meminta jaminan bahwa AS dan Israel tidak melakukan serangan kembali di masa depan.
Dengan ancaman bahwa Iran akan meninggalkan tempat perundingan seandainya Israel gagal mencapai gencatan senjata dengan Lebanon, maka risiko geopolitik tetap tinggi di akhir pekan. Apalagi Trump mengancam akan siap menyerang Iran jika gagal mencapai kesepakatan damai, dan Iran tidak segera membuka Selat Hormuz.
Di sisi lain, market akan fokus lebih dulu dengan CPI yang dirilis nanti malam. Setelah PCE dipastikan lolos dan tidak mendorong pada tindakan pengetatan kebijakan Fed, pasar belum bisa bernafas lega karena CPI kali ini diperkirakan sudah memperhitungkan kenaikan harga energi sejak perang Iran dimulai.
CPI utama diperkirakan melonjak dari 2.4% menjadi 3.4% y/y. Jika data dirilis sesuai atau bahkan lebih kuat, maka emas berpotensi menghadapi tekanan turun di sesi NY nanti malam. Jika data dirilis lebih rendah dari ekspektasi, maka emas berpeluang kembali menguji zona 4800 atau bahkan lanjutkan kenaikan.
Agenda lain yang juga perlu dipastikan adalah gencatan senjata Israel โ Lebanon. Lebanon juga menginginkan kesepakatan damai yang permanen. Ini menjadi penting karena jika gagal terwujud, maka pertemuan AS-Iran berpotensi tertunda, atau bahkan lebih parah jika kesepakatan gencatan senjata AS-Iran pun berumur jauh lebih ringkas dari kesepakatan 2 minggu.
Note : Tetap waspada dengan volatilitas besar pada market yang sewaktu-waktu bisa tiba-tiba berubah!ย
Candlestick daily ditutup bullish dengan range pergerakan yang relatif terbatas. Level low tercatat di 4698, dan high di 4801. Kondisi ini sesuai dugaan kami kemarin (diulas di video technical analysis 9 Apr 2026, di channel youtube @AgrodanaFuturesOfficial) bahwa penurunan di hari Rabu hanya sekedar menutupi gap yang sempat terjadi di hari Rabu pagi sehingga keputusan buy kemarin tepat.
MA 100 saat ini di 4678 menjadi support psikologis terdekat. Jika ditembus, maka peluang menguji kembali support 4624 dan 4554 dalam jangka pendek. Sebaliknya, resistance akan berada di 4809 dan 4855 yang menjadi area psikologis. Bullish kemungkinan tidak berjalan mudah karena berhadapan dengan 2 risk event di akhir pekan, yaitu CPI dan pertemuan AS dan Iran di akhir pekan sehingga trader wajib waspada!

Per jam 13.00 WIB, harga berada di 4761.27 dengan high 4779.70, dan low 4738.15. Jika Anda melihat rekomendasi sebelumnya di website Technical Analysis Commodity (Gold, Crude Oil) 10 April 2026, strategi buy pagi tadi masih menunggu area 4709-4711 yang sampai saat ini belum disentuh. Skenario alternatif buy on breakout jika tembus 4780 juga belum valid karena high di sesi Asia masih tertahan di 4779.70.
Secara struktural, kami masih melihat bias bullish yang cukup terbuka. Tapi di sisi lain, kami juga melihat ancaman yang berisiko menekan emas terkait data ekonomi yang dirilis nanti malam.
Skenario bullish mengharapkan tidak ada penurunan lebih rendah dari zona orange 4703-4725 sehingga terbuka peluang membentuk double bottom, dengan neckline di 4801 (high tadi malam). Jika berjalan sesuai ekspektasi, maka dorongan naik berikutnya berpotensi melirik zona hijau kisaran 4885-4925 sekaligus dianggap target wave 5 yang merupakan bagian dari wave (3).
Alternatif lain, sama halnya dengan kemarin, kami masih melihat beberapa zona yang dianggap potensial di kisaran 4610-4615 dan 4520-4540 juga sebagai area alternatif untuk buy jika tekanan lebih dulu terjadi sebelum dan mendekati data ekonomi.
Sell disarankan hanya jika dalam jangka pendek terjadi penembusan di bawah 4640 atau dengan kata lain double bottom tidak memenuhi syarat dan gagal. Tekanan lebih besar jika data CPI ternyata dirilis โlebih baik dari ekspektasiโ.
Untuk malam hari sebaiknya Anda fokus perhatikan catatan kami di grafik H4!
Trading Strategy:ย
Opsi BUY on Dip (update jam 13.00 WIB)
Entry: 4709.00 โ 4711.00
(atau cek di artikel untuk opsi lainnya)
Target/Reward :ย 4723.00 ($12 - $14)ย
(Alternatif Follow BUY jika tembus 4780, target terdekat 4790, terjauh 4805, sesuaikan stop loss dengan risk management masing-masing)
Stop Loss: 4703.00 ($6 - $8)
(ideal 3-5 poin di bawah 4700.00)
Risk Reward: 1: 2ย
Opsi SELL jika support ditembus
Entry : 4640.00 โ 4642.00ย
(atau cek di artikel untuk area alternatif )
Target/Reward: 4628.00 ($12 - $14)
Stop Loss: 4648.00 ($6 - $8)
(ideal SL 3-5 poin di atas 4648)
Risk Reward: 1: 2
Disclaimer: Artikel ini berupa pandangan Agrodana Research, Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan atau menjual market tertentu. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
Research & Analysis PT Agrodana Futures



