Company Name: Advanced Micro Devices Inc
Ticker & Market: $AMD - NASDAQ
Sector & Industry: Technology - Semiconductor
Headquarters: Santa Clara, California, USA
Market Cap: $378.0B
Previous Close: $236.61 (9 April 2026)
Wall Street Analyst Consensus (April 2026 Update)
Morgan Stanley (Target: $255 - $260 | Hold)
Goldman Sachs (Target: $210 - $240 | Hold)
JPMorgan (Target: N/A | Hold)
Semakin memantapkan posisinya sebagai salah satu pemain utama di era kecerdasan buatan (AI) berkat lonjakan permintaan terhadap chip berkinerja tinggi, AMD kini telah berhasil merebut lebih dari 40% pangsa pasar untuk prosesor server, sebuah pencapaian yang memberikan keleluasaan bagi AMD untuk meningkatkan margin keuntungannya. Optimisme pasar juga semakin menguat dengan potensi masuknya kontrak bernilai raksasa dari pelanggan besar seperti Microsoft, yang akan melengkapi kemitraan kuat mereka dengan OpenAI dan Meta. Fundamental bisnis yang sangat kokoh dan valuasi harga yang masih tergolong wajar dibandingkan potensi pertumbuhannya, membuat banyak institusi Wall Street tetap percaya diri merekomendasikan AMD sebagai pilihan investasi jangka panjang yang menjanjikan.
Selain kekuatan bisnis inti, laju saham AMD saat ini juga mendapat dorongan positif dari meredanya ketegangan geopolitik global. Gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran berhasil menurunkan harga minyak dunia, yang pada akhirnya meredakan ancaman inflasi dan menciptakan kondisi ekonomi yang sangat ideal bagi pertumbuhan perusahaan teknologi. Meskipun prospeknya sangat cerah, investor tetap perlu mengelola risiko dengan bijak. Jika konflik global kembali memanas atau jika laporan keuntungan AMD pada kuartal mendatang meleset dari ekspektasi pasar yang sudah terlanjur tinggi, harga saham ini akan rentan mengalami penurunan dalam jangka pendek.
Berdasarkan data konsensus dari 40 analis Wall Street dalam 12 bulan terakhir, saham AMD mencatatkan peringkat yang solid pada kategori "Moderate Buy" (didukung oleh 30 peringkat Buy, 1 Strong Buy, dan 9 Hold). Keyakinan pasar ini divalidasi oleh rata-rata target harga 12 bulan ke depan yang dipatok pada level $290.19, mengimplikasikan potensi apresiasi (upside) sebesar 22.63% dari level harga saat ini di $236.64.




Keterangan :
| Skenario Nasabah Intraday / Jangka Pendek (Swing Trade) Fokus pada pemanfaatan momentum dorongan beli yang kuat saat ini, dengan mengincar konfirmasi penembusan (breakout) ke atas level MA 60 harian. Suggest: Buy on Breakout / Follow the Trend Area Entry: Pantau pergerakan di kisaran 215.00 โ 218.00 (Buy jika harga stabil berada di atas MA 60). Alternatif Buy on Dip dapat dilakukan di area 208.50 โ 211.00 (memanfaatkan koreksi intraday menuju area MA 20) jika penembusan awal gagal. Target: 1) 225.00 (Area resisten psikologis terdekat) 2) 235.00 (Target ekstensi jangka pendek). Stop Loss (SL): 207.00 (Cut loss ketat untuk mengamankan modal jika harga kembali tertekan dan ditutup di bawah MA 20 harian). Alternatif: Switch to Sell sangat spekulatif hanya jika harga mengalami rejection (penolakan) yang masif saat menyentuh area 215.00 dan berbalik turun menembus 208.00. |
| Skenario Jangka Panjang (3 Bulan ke Atas) Didukung oleh sentimen makro pemangkasan suku bunga (Risk-On) dan fundamental kontrak raksasa AI, koreksi wajar atau konsolidasi di area ini adalah peluang emas untuk memperbesar porsi kepemilikan sebelum harga melesat lebih jauh. Suggest: Strong Accumulate (Akumulasi Beli Bertahap) Area Akumulasi: 208.00 โ 215.00 (Manfaatkan area persilangan MA 10 dan MA 20 sebagai zona akumulasi yang sangat aman). Target Investasi: Target horizon menengah menembus kembali ke ekuilibrium psikologis di level 250.00. Untuk horizon 12 bulan, target menyelaraskan dengan rata-rata konsensus Wall Street di $290.19. Katalis Penahan (Risk Limit): Investor disarankan untuk meninjau ulang portofolionya hanya jika muncul perubahan fundamental drastis di sektor semikonduktor, atau jika secara teknikal harga breakdown dan ditutup di bawah level pertahanan major MA 200 harian (198.94). |
Disclaimer: Artikel ini berupa pandangan Agrodana Research, Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan atau menjual market tertentu. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
Research & Analysis PT Agrodana Futures

Selasa pagi 7 April 2026 Waktu Indonesia Barat (WIB), pasar keuangan global bereaksi terhadap perubahan besar dalam volatilitas geopolitik. Ketegangan meningkat ketika tenggat waktu kampanye pengeboman besar-besaran AS terhadap Iran tinggal kurang dari dua jam lagi. Namun upaya Pakistan meyakinkan kedua belah pihak untuk maju ke meja diplomasi mendapat persetujuan AS, dan divalidasi Iran, yang menghasilkan kesepakatan gencatan senjata kemanusiaan selama dua minggu. Pasar langsung merespons kabar baik ini: indeks Wall Street dibuka dengan lonjakan signifikan, sementara harga minyak mentah langsung turun 13% dari level tertinggi sepanjang masa di kisaran $114โ$126 per barel, kembali ke kisaran $92โ$96 per barel.
Perubahan geopolitik ini membuat psikologi pelaku pasar dengan cepat beralih ke mode Risk-On. Likuiditas yang sebelumnya tertahan di instrumen safe haven seperti emas dan obligasi kini mulai berotasi kembali ke pasar saham. Bagi nasabah dan investor CFD (Contract for Difference), dua minggu kedepan membuka jendela peluang taktis yang sangat menjanjikan. Namun, mengingat sentimen ini sangat dinamis dan bergantung pada hasil negosiasi lanjutan di Islamabad, pemilihan aset secara cermat menjadi hal yang sangat krusial. Memanfaatkan minat pasar yang kembali bergairah, berikut adalah lima saham AS teratas dengan struktur fundamental terkuat yang siap memanfaatkan rotasi sektor yang sedang berlangsung.

Next Earnings (Laporan Keuangan): 22 April 2026
Next Dividend Ex-Date: N/A (Boeing tidak membagikan dividen)
52-Week Range: $137.40 โ $254.35
Previous Close Price: $220.07 (9 April 2026)
Rabu malam WIB atau Rabu pagi waktu AS, saham Boeing melompat sebanyak 4,37% atau $9,18 dari harga penutupan Selasa 7 April waktu AS di level $210,09 ke level $219.27 di pembukaan market 8 April. lompatan ini merupakan respon langsung gencatan senjata antara AS-Israel dan Iran selama dua minggu.
Boeing adalah salah satu perusahaan yang paling langsung merasakan efek dari pembukaan kembali Selat Hormuz. Logikanya sederhana: ketika harga avtur meroket akibat blokade minyak, maskapai penerbangan di seluruh dunia meradang. Pesawat yang harusnya dipesan ditunda. Pesawat yang sudah dipesan bisa dibatalkan. Dengan turunnya harga minyak, seluruh ancaman itu seketika berkurang.
Boeing sedang dalam proses pemulihan yang panjang. Setelah bertahun-tahun dihantam krisis 737 MAX, pandemi, dan masalah produksi, laporan keuangan 2025 akhirnya menunjukkan cahaya: pendapatan USD 89,46 miliar (tertinggi sejak 2018) dan EPS yang kembali ke wilayah positif. Backlog pesanan senilai USD 682 miliar menjadi jaminan bahwa permintaan jangka panjang masih sangat besar. Angka ini mencerminkan permintaan yang sangat besar terhadap pesawat buatan Boeing di masa depan.

Next Earnings (Laporan Keuangan): 30 April 2026
Next Dividend Ex-Date: 21 May 2026 ($0.91)
52-Week Range: $165.29 - $258.60
Previous Close Price: $233.38 (9 April 2026)
Sebagai raksasa e-commerce, salah satu beban operasional terbesar Amazon adalah biaya pengiriman dan logistik global. Ketika ancaman perang mereda dan harga minyak mentah anjlok hingga 13%, biaya bahan bakar untuk pesawat kargo, kapal, dan truk pengiriman mereka otomatis menyusut drastis. Hal ini akan memperlebar margin keuntungan (profit margin) perusahaan di kuartal tersebut.
Amazon memiliki dua cerita yang berjalan bersamaan. Pertama, bisnis e-commerce dan logistik mereka langsung diuntungkan oleh turunnya harga minyak: biaya pengiriman lebih murah, margin ritel membaik, dan konsumen punya lebih banyak uang untuk dibelanjakan. Kedua, dan lebih penting dalam jangka panjang: AWS (Amazon Web Services) sedang tumbuh dengan kecepatan yang jarang terlihat bahkan untuk ukuran perusahaan sebesar Amazon.
Pada akhir 2025, bisnis cloud Amazon (AWS) mencetak rekor pertumbuhan tercepat dalam tiga tahun terakhir sebesar 24%. Tingginya kebutuhan teknologi AI dari berbagai perusahaan membuat keuntungan Amazon di sektor ini meroket tajam. CEO Andy Jassy bahkan sangat optimis pendapatan AWS bisa menembus USD 600 miliar per tahun pada 2036, sebuah target yang sangat mungkin tercapai melihat tren pesat saat ini.
Memang, harga saham Amazon sempat turun 21% karena investor khawatir dengan rencana perusahaan mengeluarkan modal raksasa sebesar USD 200 miliar di tahun 2026. Namun, penurunan harga ini justru menjadi "diskon" yang menarik. Secara grafik teknikal, pergerakan saham Amazon masih sangat sehat dan memiliki ruang yang luas untuk terus naik. Walaupun berdasarkan perhitungan dasar harganya saat ini terlihat agak mahal (tidak ada Margin of Safety), hal tersebut sangat wajar di tengah kondisi pasar yang sedang optimis. Saat ini, investor rela membayar lebih mahal untuk potensi keuntungan raksasa Amazon di masa depan.

Next Earnings (Laporan Keuangan): 30 April 2026
Next Dividend Ex-Date: N/A (Airbnb tidak membagikan dividen)
52-Week Range: $105.39 - $143.88
Previous Close Price: $129.17 (9 April 2026)
Industri pariwisata adalah sektor yang paling rentan terhadap perang. Gencatan senjata ini memberikan dua suntikan energi bagi Airbnb: pertama, kembalinya rasa aman bagi warga global untuk melakukan perjalanan internasional lintas negara. Kedua, penurunan harga minyak membuat harga tiket pesawat menjadi lebih terjangkau, yang pada akhirnya mendorong lonjakan pemesanan (booking) penginapan di platform Airbnb.
Airbnb adalah saham yang paling langsung mencerminkan sentimen psikologis pasar terhadap perdamaian. Ketika ancaman perang menghantui berita selama berminggu-minggu, orang-orang menunda rencana liburan internasional. Pemesanan melambat. Harga saham ikut tertekan. Sekarang, dengan cerita yang berbalik, pemesanan musim panas 2026 berpeluang mengalami lonjakan.
Dari sisi fundamental, Airbnb sebenarnya sangat sehat. Margin kotor mereka mencapai 82,5%, luar biasa untuk perusahaan di industri manapun. Revenue tumbuh sekitar 10% per tahun, dan manajemen baru saja mengelola neraca dengan sangat baik: menerbitkan obligasi USD 2,5 miliar untuk melunasi utang konversi yang jatuh tempo, sehingga DER (Debt to Equity Ratio) tetap terjaga di angka yang sangat rendah.
Yang menarik secara teknikal adalah kemerosotan yang terjadi akibat ketakutan perang. Harga ABNB sempat terperosok di bawah semua garis MA (Moving Average) harian, mendorong RSI mendekati zona jenuh jual.

Next Earnings (Laporan Keuangan): 27 May 2026
Next Dividend Ex-Date: N/A (Last dividend: $0.01)
52-Week Range: $95.04 - $212.19
Previous Close Price: $183.88 (9 April 2026)
Meskipun NVIDIA tidak berhubungan langsung dengan minyak atau perang Timur Tengah, saham ini sangat diuntungkan oleh psikologi pasar. Saat ancaman perang terjadi, investor ketakutan dan menarik uangnya dari saham teknologi untuk disimpan di aset aman (emas/obligasi). Ketika gencatan senjata diumumkan, dana raksasa tersebut keluar dari aset aman dan dipompa kembali ke saham-saham berisiko dan memiliki pertumbuhan tinggi (growth stocks) yang memimpin pasar, di mana NVIDIA sebagai raja AI adalah tujuan investasi utamanya.
NVIDIA bukan sekadar perusahaan chip, mereka adalah infrastruktur dari ledakan kecerdasan buatan global. Setiap kali perusahaan teknologi besar membangun pusat data AI, GPU NVIDIA adalah komponen yang tidak bisa diganti. Itulah sebabnya, meskipun pasar sempat bergejolak akibat ancaman perang, permintaan terhadap produk NVIDIA tidak pernah benar-benar goyah.
Di kuartal keempat FY2026, segmen Data Center NVIDIA saja menghasilkan USD 62,3 miliar, naik 75% dari tahun sebelumnya. Platform arsitektur baru mereka, Blackwell, sudah mulai berproduksi penuh, dan generasi penerusnya, Rubin, sudah di depan pintu. Ini bukan tren sesaat; ini adalah siklus investasi yang panjang.

Next Earnings (Laporan Keuangan): 13 April 2026
Next Dividend Ex-Date: N/A (Last dividend: $4.50)
52-Week Range: $447.11 - $984.70
Previous Close Price: $901.93 (9 April 2026)
Sebagai bank investasi raksasa, Goldman Sachs mencetak uang dari pergerakan uang kliennya. Ketidakpastian geopolitik biasanya membuat perusahaan-perusahaan menunda rencana bisnis mereka. Namun, dengan kembalinya stabilitas keamanan dan mode Risk-On, aktivitas di Wall Street kembali bergairah. Perusahaan kembali melakukan aksi korporasi seperti merger, akuisisi, dan penawaran saham perdana (IPO), dimana Goldman Sachs akan meraup keuntungan besar dari biaya jasa penasihat dan komisi transaksi (investment banking fees).
Bisnis Goldman Sachs tidak bergantung pada harga minyak atau chip semikonduktor. Bahan bakarnya adalah kepercayaan diri korporasi, dan kepercayaan diri itu baru saja kembali. Ketika ancaman perang melayang di atas pasar selama berminggu-minggu, banyak perusahaan yang menunda rencana IPO, merger, dan akuisisi mereka. Sekarang, dengan jendela perdamaian terbuka, semuanya berpeluang dieksekusi kembali.
Goldman Sachs adalah pemimpin global dalam aktivitas M&A dan leveraged loan. Mereka sudah memproyeksikan 2026 sebagai tahun 'Super Siklus Inovasi' โ di mana gelombang restrukturisasi perusahaan yang ingin beradaptasi dengan AI dan relaksasi regulasi permodalan akan mendorong ledakan transaksi korporasi. Estimasi EPS untuk Q1 2026 sudah di atas USD 16 per saham, dan jika angka aktual melampaui estimasi saat rilis 14 April, reaksi positif pasar bisa sangat signifikan.
Gencatan senjata AS-Iran adalah katalis yang langka. Sebuah perubahan narasi geopolitik yang terjadi dalam hitungan jam dan langsung menggerakkan triliunan dolar aset global. Namun jendela ini tidak akan terbuka selamanya.
Disclaimer: Artikel ini berupa pandangan Agrodana Research, Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan atau menjual market tertentu. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
Research & Analysis PT Agrodana Futures



| Suggest : BUY on Dip Area : 48230 - 48250 Target : 1) 48350 2) 48450 SL : 48130 Alternatif : Follow BUY jika tembus 48420 Alternative buy : 47640-47800, 47200-47300 Switch to SELL jika tembus 48000 Fokus CPI dan waspada geopolitik akhir pekan! |
| Suggest : BUY on Dip Area : 25190.00 โ 25210.00 Target : 1) 25310.00 2) 25410.00 SL : 25090.00 Alternatif : Pertahankan BUY jika tembus 25300 Switch to SELL jika tembus 24900 Fokus CPI dan waspada risiko geopolitik akhir pekan! |
| Suggest : BUY on Dip Area : 6820.00 โ 6840.00 Target : 1) 6870.00 2) 6900.00 SL : 6790.00 Alternatif : Pertahankan/follow BUY jika tembus 6880 Switch to SELL jika tembus 6750 Fokus CPI dan waspada risiko geopolitik akhir pekan! |
| Suggest : BUY on Dip Area : 56600 - 56620 Target : 1) 56720 2) 56820 SL : 56500 Alternatif : Follow BUY jika tembus 57000 Switch to SELL jika tembus 56100 Alternative buy : 55388, 55740 Tetap waspada dengan potensi โintervensi aktualโ yen juga risiko geopolitik akhir pekan! |
| Suggest : BUY on Dip Area : 25750 - 25770 Target : 1) 25870 2) 25970 SL : 25650 Alternatif : Follow/Pertahankan BUY jika tembus 26080 Alternatif buy : 25200-25400 Switch to SELL jika tembus 25200 |
Research & Analysis PT Agrodana Futures
Disclaimer: Artikel ini berupa pandangan Agrodana Research, Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan atau menjual market tertentu. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
| Suggest : SELL on Rally Area : 100.00 โ 100.20 Target : 1) 99.00 2) 98.00 SL : 101.20 Alternatif : Alternative SELL @102-104, Switch to BUY jika tembus 105 Waspadai pertemuan AS-Iran dan geopolitik akhir pekan! |



| Suggest : BUY on Dip Area : 4709.00 โ 4711.00 Target : 1) 4717.00 2) 4723.00 SL : 4703.00 (ideal 3-5 points di bawah 4700) Alternatif : Pertahankan/follow BUY jika tembus 4780 Switch to SELL jika tembus 4640 Opsi buy : 4706-4726 (orange), 4657-4686, 4610-4615, 4529-4561, 4400-4420 |
Disclaimer: Artikel ini berupa pandangan Agrodana Research, Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan atau menjual market tertentu. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
Research & Analysis PT Agrodana Futures

Imbal hasil Treasury AS 10 tahun ditutup naik setelah sebelumnya dibuka gap down saat gencatan senjata diumumkan. Sedangkan dolar juga sempat naik, tapi tetap ditutup melemah. Secara struktural, tidak ada yang berubah. Kenaikan tersebut disebabkan technical rebound dan menutupi gap yang sempat terjadi di pagi hari. Demikian juga dengan emas yang turun ke 4700, yang juga ditafsirkan technical correction untuk menutupi gap yang terjadi pagi itu.
Gencatan Senjata Yang Rapuh
Pengumuman gencatan senjata selama 2 minggu mendapat respon dengan gelombang pemulihan yang kuat. Sentimen risiko saat itu recover, ditandai dengan melonjaknya harga saham dan turunnya harga minyak bersama imbal hasil Treasury, serta melemahnya dolar AS karena pasar mengurangi kekhawatiran mereka terhadap eskalasi risiko geopolitik dalam waktu dekat.
Tapi, gencatan senjata yang permanen kemungkinan masih jauh dari kata mulus. AS tetapkan 15 poin proposal, sedangkan Iran dengan 10 poin proposal. Di sisi lain Israel terus melakukan strategi yang jauh lebih agresif, termasuk serangan berkelanjutan terhadap Hizbullah di Lebanon. Hal ini yang membuat Iran meradang dan menuding Israel melanggar kesepakatan gencatan senjata.
Trump dan Netanyahu mengatakan bahwa Lebanon tidak menjadi bagian dari kesepakatan gencatan senjata, sementara Iran justru mencantumkan Lebanon di dalam 10 poin yang diakui Trump sudah diterima dan dijadikan landasan untuk negosiasi. Tindakan Israel menyerang Lebanon membuat Iran langsung memerintahkan penutupan Selat Hormuz sehingga harga minyak kembali rebound ke $97 per barel, dan emas turun ke $4700/oz.
Kondisi ini membuat pasar meragukan kelanggengan gencatan senjata. Tapi AS dan Iran diagendakan akan melakukan pertemuan di Pakistan, 10 April, untuk membahas negosiasi lebih lanjut.

AS akan merilis data inflasi PCE, GDP dan initial jobless claims malam nanti. Fokus tertuju pada data Core PCE yang diperkirakan turun tipis dari 3.1% ke 3.0% y/y dan stabil di 0.4% m/m. Ada kekhawatiran tentang harga energi yang melonjak sejak perang Iran hingga memicu kekhawatiran inflasi PCE melonjak lebih tinggi.
Data yang jauh lebih tinggi dari ekspektasi berpotensi membuat emas kembali tertekan sehingga kemungkinan mengancam hingga zona 4600-an. Sebaliknya, data yang lebih lemah dari ekspektasi berpotensi membuat emas kembali naik, dan membuka peluang untuk kembali dekati 4800-an.
Terlepas dari naik-turunnya gencatan senjata, pasar masih harus tunggu pertemuan dua delegasi kedua negara di Pakistan 10 Apr besok, dan juga data CPI yang baru dirilis di akhir pekan sehingga kami memperkirakan emas mungkin bergerak cenderung relatif stabil (range terbatas).
Note : Tetap waspada dengan volatilitas besar pada market yang sewaktu-waktu bisa tiba-tiba berubah!
Candlestick daily ditutup shooting star, setelah kenaikan mengalami rejection kuat di 4855, menandakan zona resistance tersebut masih cukup kuat, dan memberi indikasi peluang adanya koreksi hari ini. Support terdekat MA 100 ada di 4670, dan jika tidak ditembus, maka peluang rebound kembali. Tapi jika ditembus, maka peluang turun diperkirakan kembali lirik zona 4624 dan zona 4420-4580.
Sebaliknya, kenaikan kemungkinan harus menghadapi beberapa resistance penting. Area 4850-4855 tetap menjadi resistance utama yang perlu ditembus untuk membuka peluang kenaikan yang lebih kuat. Jika berhasil, maka kemungkinan berlanjut ke zona 4900 dan 4973-5037. Data PCE AS nanti malam kemungkinan menjadi rintangan serius, terutama jika dirilis melonjak melebihi ekspektasi.

Di H4 terlihat meskipun terjadi penurunan, tapi secara struktural belum mengubah bias bullish sama sekali. Hal ini dikarenakan penurunan masih berada di zona support yang ditandai, zona orange 4657-4718, dan jika zona tersebut bertahan, maka demand berpeluang kembali mendorong harga hingga dekati kembali 4800.
Ekspektasi skenario tidak berubah, dan cenderung mirip dengan kemarin. Dengan gap yang terjadi pagi kemarin langsung berhasil ditutup (open 8 Apr 4744, close 7 Apr 4705), maka bisa mempertimbangkan zona 4705-4744 sebagai area buy, atau terwakilkan dengan zona orange 4657-4718 yang dianggap ideal (lower risk). Rebound lebih kuat jika berhasil tembus 4738-4740, dengan zona 4786-4800 sebagai proyeksi potensial.
Dan jika data ekonomi AS nanti malam mengejutkan lebih lemah, maka bisa diharapkan kenaikan lebih lanjut menguji atau bahkan tembus 4855. Jika ini yang terjadi, trader bisa pertahankan strategi buy.
Sebaliknya, skenario bearish kemungkinan dominan jika tembus 46000, dengan peluang terdekat kisaran 4520-4540. Bahkan jika data ekonomi AS jauh lebih kuat dari perkiraan, maka emas bisa lanjutkan koreksi hingga zona pink kisaran 4420-4499.

Per jam 12.20 WIB, harga berada di 4721.65 dengan high 4733.13, dan low 4698.48. Jika Anda melihat rekomendasi sebelumnya di website Technical Analysis Commodity (Gold, Crude Oil) 8 April 2026, strategi buy pagi tadi masih menunggu area 4660 dan sampai saat ini belum disentuh. Skenario kali ini masih pertahankan skenario di hari kemarin, 8 Apr 2026, tapi dengan area buy yang lebih rendah.
Sebagai catatan, zona orange kisaran 4691-4706 adalah zona support yang dianggap potensi demand. Itu sebabnya harga terus bertahan dan rebound beberapa kali ke kisaran 4725-4733. Jika 1 jam ke depan tidak tembus 4691, maka anda bisa tetap pertimbangkan zona orange sebagai zona buy.
Sedangkan area 4660 yang disarankan hari ini didapat dari zona swing low terakhir dua hari lalu 7 Apr di 4657-4686 sebelum akhirnya tembus 4855 di tanggal 8 Apr kemarin.
Alternatif lain, zona yang dianggap potensial berikutnya berada di kisaran 4610-4615 dan 4520-4540 di mana kami mengasumsikan data PCE nanti malam relatif terkendali, atau tidak terlalu panas seperti yang dikhawatirkan pasar sehingga tekanan turun diperkirakan tidak terlalu tajam.
Sementara itu, sell kemungkinan lebih kuat hanya jika terjadi penurunan di bawah 4600, dengan target potensial 4520-4540 sebagai proyeksi yang paling mungkin, mengingat rsi sudah cukup dekat dengan zona oversold sehingga dianggap tekanan turun sudah mulai terbatas. Tapi jika data PCE secara mengejutkan melonjak hingga 3.4%, maka peluang tekanan turun berpotensi menekan lebih lanjut dan potensi 4420 maupun terjauh 4350 bisa saja dicapai.
Untuk malam hari sebaiknya Anda fokus perhatikan catatan kami di grafik H4!
Trading Strategy:ย
Opsi BUY on Dip (update jam 12.30 WIB)
Entry: 4660.00 โ 4662.00
(atau cek di artikel untuk opsi lainnya)
Target/Reward :ย 4674.00 ($12 - $14)ย
(Alternatif Follow BUY jika tembus 4738, target terdekat 4750, terjauh 4770, sesuaikan stop loss dengan risk management masing-masing)
Stop Loss: 4654.00 ($6 - $8)
(ideal 3-5 poin di bawah 4654.00)
Risk Reward: 1: 2ย
Opsi SELL jika support ditembus
Entry : 4600.00 โ 4602.00ย
(atau cek di artikel untuk area alternatif )
Target/Reward: 4588.00 ($12 - $14)
Stop Loss: 4608.00 ($6 - $8)
(ideal SL 3-5 poin di atas 4608)
Risk Reward: 1: 2
Disclaimer: Artikel ini berupa pandangan Agrodana Research, Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan atau menjual market tertentu. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
Research & Analysis PT Agrodana Futures



