

| Suggest : ย SELL on Rally Area : 1.16800 โ 1.17000 Target : 1) 1.16200 2) 1.15600 SL : 1.17600 Alternatif : - Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.16600 - Switch to BUY jika tembus 1.17800 |


| Suggest : ย SELL on Rally Area : 1.34000โ 1.34200 Target : 1) 1.33400 2) 1.32800 SL : 1.34800 Alternatif : - Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.33700 - Switch to BUY jika tembus 1.35000 |


| Suggest : ย SELL on Rally Area : 159.600 โ 159.800 Target : 1) 159.000 ย 2) 158.400 SL : 160.400 Alternatif : - Pertahankan/Follow SELL jika tembus 159.500 - Switch to BUY jika tembus 160.500 - Waspada zona 160-161 rawan intervensi! |


| Suggest : SELL on Rally Area : 47800 - 47820 Target : 1) 47700 2) 47600 SL : 47920 Alternatif : Follow SELL jika tembus 47500 Alternative SELL : 47898-48098 Switch to BUY jika tembus 48200 Cermati perkembangan geopolitik! |
| Suggest : SELL on Rally Area : 25100.00 โ 25120.00 Target : 1) 24900.00 2) 24800.00 SL : 25220.00 Alternatif : Pertahankan SELL jika tembus 24900 Switch to BUY jika tembus 25200 Cermati perkembangan geopolitik! |
| Suggest : SELL on Rally Area : 6810.00 โ 6830.00 Target : 1) 6780.00 2) 6750.00 SL : 6860.00 Alternatif : Pertahankan/follow SELL jika tembus 6770 Switch to BUY jika tembus 6860 Waspada perkembangan geopolitik! |
| Suggest : SELL on Rally Area : 56800 - 56820 Target : 1) 56700 2) 56600 SL : 56920 Alternatif : Follow SELL jika tembus 56100 Switch to BUY jika tembus 57300 Alternative SELL : 56900-57200 Tetap waspada dengan potensi โintervensi aktualโ yen |
| Suggest : SELL on Rally Area : 25750 - 25770 Target : 1) 25650 2) 25550 SL : 25870 Alternatif : Follow/Pertahankan SELL jika tembus 25600 Switch to BUY jika tembus 25900 |
Research & Analysis PT Agrodana Futures
Disclaimer: Artikel ini berupa pandangan Agrodana Research, Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan atau menjual market tertentu. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
| Suggest : BUY on Dip Area : 102.60 โ 102.80 Target : 1) 103.80 2) 104.80 SL : 101.60 Alternatif : Follow BUY jika tembus 108.00 Switch to SELL jika tembus 100.50 SELL juga potensial jika tidak tembus 105.80-108.00 Waspada eskalasi geopolitik pasca gagalnya kesepakatan! |



| Suggest : SELL on Rally (updates!) Area : 4720.00 โ 4722.00 Target : 1) 4714.00 2) 4706.00 SL : 4728.00 (ideal 3-5 points di atas 4728) Alternatif : Pertahankan/follow SELL jika tembus 4700 (updates!) Switch to BUY jika tembus 4730 (updates!) Opsi buy : 4601-4629 (orange), 4521-4569, 4400-4420 |
Disclaimer: Artikel ini berupa pandangan Agrodana Research, Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan atau menjual market tertentu. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
Research & Analysis PT Agrodana Futures

Imbal hasil Treasury AS 10 tahun ditutup turun, dan dolar juga ditutup melemah. Ini membuktikan faktor geopolitik kemungkinan masih mendominasi sentimen pasar sehingga emas cenderung bertahan di atas 4750 hingga penutupan.
Di sisi lain, data PCE dirilis dengan angka yang stabil di 2.8% y/y, tidak semenakutkan yang dikhawatirkan. Tapi GDP dirilis turun ke 0.5%, lebih rendah dari ekspektasi 0.7%, sekaligus menandakan penurunan dibanding Q3 4.4%. Kondisi ini memberikan ruang untuk Fed untuk tidak buru-buru menaikkan suku bunga meskipun inflasi relatif tinggi.
Pasca umumkan gencatan senjata 2 minggu, Trump menyatakan dirinya optimis akan tercapai kesepakatan damai dengan Iran. Tapi Trump menyoroti pernyataan yang berbeda dari pihak Iran di dalam pertemuan dibanding saat bicara ke media. Trump mengklaim bahwa mereka (Iran) saat ini jauh lebih masuk akal. Trump mengklaim Iran sudah ditaklukkan, dan tidak memiliki Angkatan bersenjata.
Di sisi lain, Israel menyerang Lebanon sehingga membuat Iran memutuskan menutup kembali Selat Hormuz karena menganggap Israel melanggar gencatan senjata. Meski AS dan Israel tidak mengakui Lebanon masuk dalam bagian negosiasi dengan Iran, tapi Trump segera menelpon Netanyahu dan meminta Israel hentikan operasi di Lebanon. Hal ini dilakukan karena Iran mengancam tidak akan ada negosiasi jika Israel terus melakukan serangan karena salah satu poin dari 10 poin proposal Iran adalah agar AS dan Israel menghentikan perang di semua lini, termasuk di Lebanon.
Ada kabar bahwa Netanyahu tidak suka AS melakukan gencatan senjata dan berniat akan tetap melanjutkan agresinya untuk mencapai tujuan. Kondisi ini bisa menjadi gangguan terhadap ekspektasi kesepakatan damai jika Trump kembali mengikuti saran Israel.

Akhir pekan, trader perlu extra waspada! Hal ini dikarenakan pertemuan AS dan Iran di hari Sabtu belum tentu berjalan mulus, apalagi AS tetap siagakan pasukan di Iran dan Iran selalu menekankan bahwa mereka tidak mau ditekan. Yang dicari Iran adalah kesepakatan damai permanen, sehingga meminta jaminan bahwa AS dan Israel tidak melakukan serangan kembali di masa depan.
Dengan ancaman bahwa Iran akan meninggalkan tempat perundingan seandainya Israel gagal mencapai gencatan senjata dengan Lebanon, maka risiko geopolitik tetap tinggi di akhir pekan. Apalagi Trump mengancam akan siap menyerang Iran jika gagal mencapai kesepakatan damai, dan Iran tidak segera membuka Selat Hormuz.
Di sisi lain, market akan fokus lebih dulu dengan CPI yang dirilis nanti malam. Setelah PCE dipastikan lolos dan tidak mendorong pada tindakan pengetatan kebijakan Fed, pasar belum bisa bernafas lega karena CPI kali ini diperkirakan sudah memperhitungkan kenaikan harga energi sejak perang Iran dimulai.
CPI utama diperkirakan melonjak dari 2.4% menjadi 3.4% y/y. Jika data dirilis sesuai atau bahkan lebih kuat, maka emas berpotensi menghadapi tekanan turun di sesi NY nanti malam. Jika data dirilis lebih rendah dari ekspektasi, maka emas berpeluang kembali menguji zona 4800 atau bahkan lanjutkan kenaikan.
Agenda lain yang juga perlu dipastikan adalah gencatan senjata Israel โ Lebanon. Lebanon juga menginginkan kesepakatan damai yang permanen. Ini menjadi penting karena jika gagal terwujud, maka pertemuan AS-Iran berpotensi tertunda, atau bahkan lebih parah jika kesepakatan gencatan senjata AS-Iran pun berumur jauh lebih ringkas dari kesepakatan 2 minggu.
Note : Tetap waspada dengan volatilitas besar pada market yang sewaktu-waktu bisa tiba-tiba berubah!ย
Candlestick daily ditutup bullish dengan range pergerakan yang relatif terbatas. Level low tercatat di 4698, dan high di 4801. Kondisi ini sesuai dugaan kami kemarin (diulas di video technical analysis 9 Apr 2026, di channel youtube @AgrodanaFuturesOfficial) bahwa penurunan di hari Rabu hanya sekedar menutupi gap yang sempat terjadi di hari Rabu pagi sehingga keputusan buy kemarin tepat.
MA 100 saat ini di 4678 menjadi support psikologis terdekat. Jika ditembus, maka peluang menguji kembali support 4624 dan 4554 dalam jangka pendek. Sebaliknya, resistance akan berada di 4809 dan 4855 yang menjadi area psikologis. Bullish kemungkinan tidak berjalan mudah karena berhadapan dengan 2 risk event di akhir pekan, yaitu CPI dan pertemuan AS dan Iran di akhir pekan sehingga trader wajib waspada!

Per jam 13.00 WIB, harga berada di 4761.27 dengan high 4779.70, dan low 4738.15. Jika Anda melihat rekomendasi sebelumnya di website Technical Analysis Commodity (Gold, Crude Oil) 10 April 2026, strategi buy pagi tadi masih menunggu area 4709-4711 yang sampai saat ini belum disentuh. Skenario alternatif buy on breakout jika tembus 4780 juga belum valid karena high di sesi Asia masih tertahan di 4779.70.
Secara struktural, kami masih melihat bias bullish yang cukup terbuka. Tapi di sisi lain, kami juga melihat ancaman yang berisiko menekan emas terkait data ekonomi yang dirilis nanti malam.
Skenario bullish mengharapkan tidak ada penurunan lebih rendah dari zona orange 4703-4725 sehingga terbuka peluang membentuk double bottom, dengan neckline di 4801 (high tadi malam). Jika berjalan sesuai ekspektasi, maka dorongan naik berikutnya berpotensi melirik zona hijau kisaran 4885-4925 sekaligus dianggap target wave 5 yang merupakan bagian dari wave (3).
Alternatif lain, sama halnya dengan kemarin, kami masih melihat beberapa zona yang dianggap potensial di kisaran 4610-4615 dan 4520-4540 juga sebagai area alternatif untuk buy jika tekanan lebih dulu terjadi sebelum dan mendekati data ekonomi.
Sell disarankan hanya jika dalam jangka pendek terjadi penembusan di bawah 4640 atau dengan kata lain double bottom tidak memenuhi syarat dan gagal. Tekanan lebih besar jika data CPI ternyata dirilis โlebih baik dari ekspektasiโ.
Untuk malam hari sebaiknya Anda fokus perhatikan catatan kami di grafik H4!
Trading Strategy:ย
Opsi BUY on Dip (update jam 13.00 WIB)
Entry: 4709.00 โ 4711.00
(atau cek di artikel untuk opsi lainnya)
Target/Reward :ย 4723.00 ($12 - $14)ย
(Alternatif Follow BUY jika tembus 4780, target terdekat 4790, terjauh 4805, sesuaikan stop loss dengan risk management masing-masing)
Stop Loss: 4703.00 ($6 - $8)
(ideal 3-5 poin di bawah 4700.00)
Risk Reward: 1: 2ย
Opsi SELL jika support ditembus
Entry : 4640.00 โ 4642.00ย
(atau cek di artikel untuk area alternatif )
Target/Reward: 4628.00 ($12 - $14)
Stop Loss: 4648.00 ($6 - $8)
(ideal SL 3-5 poin di atas 4648)
Risk Reward: 1: 2
Disclaimer: Artikel ini berupa pandangan Agrodana Research, Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan atau menjual market tertentu. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
Research & Analysis PT Agrodana Futures
Company Name: Advanced Micro Devices Inc
Ticker & Market: $AMD - NASDAQ
Sector & Industry: Technology - Semiconductor
Headquarters: Santa Clara, California, USA
Market Cap: $378.0B
Previous Close: $236.61 (9 April 2026)
Wall Street Analyst Consensus (April 2026 Update)
Morgan Stanley (Target: $255 - $260 | Hold)
Goldman Sachs (Target: $210 - $240 | Hold)
JPMorgan (Target: N/A | Hold)
Semakin memantapkan posisinya sebagai salah satu pemain utama di era kecerdasan buatan (AI) berkat lonjakan permintaan terhadap chip berkinerja tinggi, AMD kini telah berhasil merebut lebih dari 40% pangsa pasar untuk prosesor server, sebuah pencapaian yang memberikan keleluasaan bagi AMD untuk meningkatkan margin keuntungannya. Optimisme pasar juga semakin menguat dengan potensi masuknya kontrak bernilai raksasa dari pelanggan besar seperti Microsoft, yang akan melengkapi kemitraan kuat mereka dengan OpenAI dan Meta. Fundamental bisnis yang sangat kokoh dan valuasi harga yang masih tergolong wajar dibandingkan potensi pertumbuhannya, membuat banyak institusi Wall Street tetap percaya diri merekomendasikan AMD sebagai pilihan investasi jangka panjang yang menjanjikan.
Selain kekuatan bisnis inti, laju saham AMD saat ini juga mendapat dorongan positif dari meredanya ketegangan geopolitik global. Gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran berhasil menurunkan harga minyak dunia, yang pada akhirnya meredakan ancaman inflasi dan menciptakan kondisi ekonomi yang sangat ideal bagi pertumbuhan perusahaan teknologi. Meskipun prospeknya sangat cerah, investor tetap perlu mengelola risiko dengan bijak. Jika konflik global kembali memanas atau jika laporan keuntungan AMD pada kuartal mendatang meleset dari ekspektasi pasar yang sudah terlanjur tinggi, harga saham ini akan rentan mengalami penurunan dalam jangka pendek.
Berdasarkan data konsensus dari 40 analis Wall Street dalam 12 bulan terakhir, saham AMD mencatatkan peringkat yang solid pada kategori "Moderate Buy" (didukung oleh 30 peringkat Buy, 1 Strong Buy, dan 9 Hold). Keyakinan pasar ini divalidasi oleh rata-rata target harga 12 bulan ke depan yang dipatok pada level $290.19, mengimplikasikan potensi apresiasi (upside) sebesar 22.63% dari level harga saat ini di $236.64.




Keterangan :
| Skenario Nasabah Intraday / Jangka Pendek (Swing Trade) Fokus pada pemanfaatan momentum dorongan beli yang kuat saat ini, dengan mengincar konfirmasi penembusan (breakout) ke atas level MA 60 harian. Suggest: Buy on Breakout / Follow the Trend Area Entry: Pantau pergerakan di kisaran 215.00 โ 218.00 (Buy jika harga stabil berada di atas MA 60). Alternatif Buy on Dip dapat dilakukan di area 208.50 โ 211.00 (memanfaatkan koreksi intraday menuju area MA 20) jika penembusan awal gagal. Target: 1) 225.00 (Area resisten psikologis terdekat) 2) 235.00 (Target ekstensi jangka pendek). Stop Loss (SL): 207.00 (Cut loss ketat untuk mengamankan modal jika harga kembali tertekan dan ditutup di bawah MA 20 harian). Alternatif: Switch to Sell sangat spekulatif hanya jika harga mengalami rejection (penolakan) yang masif saat menyentuh area 215.00 dan berbalik turun menembus 208.00. |
| Skenario Jangka Panjang (3 Bulan ke Atas) Didukung oleh sentimen makro pemangkasan suku bunga (Risk-On) dan fundamental kontrak raksasa AI, koreksi wajar atau konsolidasi di area ini adalah peluang emas untuk memperbesar porsi kepemilikan sebelum harga melesat lebih jauh. Suggest: Strong Accumulate (Akumulasi Beli Bertahap) Area Akumulasi: 208.00 โ 215.00 (Manfaatkan area persilangan MA 10 dan MA 20 sebagai zona akumulasi yang sangat aman). Target Investasi: Target horizon menengah menembus kembali ke ekuilibrium psikologis di level 250.00. Untuk horizon 12 bulan, target menyelaraskan dengan rata-rata konsensus Wall Street di $290.19. Katalis Penahan (Risk Limit): Investor disarankan untuk meninjau ulang portofolionya hanya jika muncul perubahan fundamental drastis di sektor semikonduktor, atau jika secara teknikal harga breakdown dan ditutup di bawah level pertahanan major MA 200 harian (198.94). |
Disclaimer: Artikel ini berupa pandangan Agrodana Research, Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan atau menjual market tertentu. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
Research & Analysis PT Agrodana Futures

Selasa pagi 7 April 2026 Waktu Indonesia Barat (WIB), pasar keuangan global bereaksi terhadap perubahan besar dalam volatilitas geopolitik. Ketegangan meningkat ketika tenggat waktu kampanye pengeboman besar-besaran AS terhadap Iran tinggal kurang dari dua jam lagi. Namun upaya Pakistan meyakinkan kedua belah pihak untuk maju ke meja diplomasi mendapat persetujuan AS, dan divalidasi Iran, yang menghasilkan kesepakatan gencatan senjata kemanusiaan selama dua minggu. Pasar langsung merespons kabar baik ini: indeks Wall Street dibuka dengan lonjakan signifikan, sementara harga minyak mentah langsung turun 13% dari level tertinggi sepanjang masa di kisaran $114โ$126 per barel, kembali ke kisaran $92โ$96 per barel.
Perubahan geopolitik ini membuat psikologi pelaku pasar dengan cepat beralih ke mode Risk-On. Likuiditas yang sebelumnya tertahan di instrumen safe haven seperti emas dan obligasi kini mulai berotasi kembali ke pasar saham. Bagi nasabah dan investor CFD (Contract for Difference), dua minggu kedepan membuka jendela peluang taktis yang sangat menjanjikan. Namun, mengingat sentimen ini sangat dinamis dan bergantung pada hasil negosiasi lanjutan di Islamabad, pemilihan aset secara cermat menjadi hal yang sangat krusial. Memanfaatkan minat pasar yang kembali bergairah, berikut adalah lima saham AS teratas dengan struktur fundamental terkuat yang siap memanfaatkan rotasi sektor yang sedang berlangsung.

Next Earnings (Laporan Keuangan): 22 April 2026
Next Dividend Ex-Date: N/A (Boeing tidak membagikan dividen)
52-Week Range: $137.40 โ $254.35
Previous Close Price: $220.07 (9 April 2026)
Rabu malam WIB atau Rabu pagi waktu AS, saham Boeing melompat sebanyak 4,37% atau $9,18 dari harga penutupan Selasa 7 April waktu AS di level $210,09 ke level $219.27 di pembukaan market 8 April. lompatan ini merupakan respon langsung gencatan senjata antara AS-Israel dan Iran selama dua minggu.
Boeing adalah salah satu perusahaan yang paling langsung merasakan efek dari pembukaan kembali Selat Hormuz. Logikanya sederhana: ketika harga avtur meroket akibat blokade minyak, maskapai penerbangan di seluruh dunia meradang. Pesawat yang harusnya dipesan ditunda. Pesawat yang sudah dipesan bisa dibatalkan. Dengan turunnya harga minyak, seluruh ancaman itu seketika berkurang.
Boeing sedang dalam proses pemulihan yang panjang. Setelah bertahun-tahun dihantam krisis 737 MAX, pandemi, dan masalah produksi, laporan keuangan 2025 akhirnya menunjukkan cahaya: pendapatan USD 89,46 miliar (tertinggi sejak 2018) dan EPS yang kembali ke wilayah positif. Backlog pesanan senilai USD 682 miliar menjadi jaminan bahwa permintaan jangka panjang masih sangat besar. Angka ini mencerminkan permintaan yang sangat besar terhadap pesawat buatan Boeing di masa depan.

Next Earnings (Laporan Keuangan): 30 April 2026
Next Dividend Ex-Date: 21 May 2026 ($0.91)
52-Week Range: $165.29 - $258.60
Previous Close Price: $233.38 (9 April 2026)
Sebagai raksasa e-commerce, salah satu beban operasional terbesar Amazon adalah biaya pengiriman dan logistik global. Ketika ancaman perang mereda dan harga minyak mentah anjlok hingga 13%, biaya bahan bakar untuk pesawat kargo, kapal, dan truk pengiriman mereka otomatis menyusut drastis. Hal ini akan memperlebar margin keuntungan (profit margin) perusahaan di kuartal tersebut.
Amazon memiliki dua cerita yang berjalan bersamaan. Pertama, bisnis e-commerce dan logistik mereka langsung diuntungkan oleh turunnya harga minyak: biaya pengiriman lebih murah, margin ritel membaik, dan konsumen punya lebih banyak uang untuk dibelanjakan. Kedua, dan lebih penting dalam jangka panjang: AWS (Amazon Web Services) sedang tumbuh dengan kecepatan yang jarang terlihat bahkan untuk ukuran perusahaan sebesar Amazon.
Pada akhir 2025, bisnis cloud Amazon (AWS) mencetak rekor pertumbuhan tercepat dalam tiga tahun terakhir sebesar 24%. Tingginya kebutuhan teknologi AI dari berbagai perusahaan membuat keuntungan Amazon di sektor ini meroket tajam. CEO Andy Jassy bahkan sangat optimis pendapatan AWS bisa menembus USD 600 miliar per tahun pada 2036, sebuah target yang sangat mungkin tercapai melihat tren pesat saat ini.
Memang, harga saham Amazon sempat turun 21% karena investor khawatir dengan rencana perusahaan mengeluarkan modal raksasa sebesar USD 200 miliar di tahun 2026. Namun, penurunan harga ini justru menjadi "diskon" yang menarik. Secara grafik teknikal, pergerakan saham Amazon masih sangat sehat dan memiliki ruang yang luas untuk terus naik. Walaupun berdasarkan perhitungan dasar harganya saat ini terlihat agak mahal (tidak ada Margin of Safety), hal tersebut sangat wajar di tengah kondisi pasar yang sedang optimis. Saat ini, investor rela membayar lebih mahal untuk potensi keuntungan raksasa Amazon di masa depan.

Next Earnings (Laporan Keuangan): 30 April 2026
Next Dividend Ex-Date: N/A (Airbnb tidak membagikan dividen)
52-Week Range: $105.39 - $143.88
Previous Close Price: $129.17 (9 April 2026)
Industri pariwisata adalah sektor yang paling rentan terhadap perang. Gencatan senjata ini memberikan dua suntikan energi bagi Airbnb: pertama, kembalinya rasa aman bagi warga global untuk melakukan perjalanan internasional lintas negara. Kedua, penurunan harga minyak membuat harga tiket pesawat menjadi lebih terjangkau, yang pada akhirnya mendorong lonjakan pemesanan (booking) penginapan di platform Airbnb.
Airbnb adalah saham yang paling langsung mencerminkan sentimen psikologis pasar terhadap perdamaian. Ketika ancaman perang menghantui berita selama berminggu-minggu, orang-orang menunda rencana liburan internasional. Pemesanan melambat. Harga saham ikut tertekan. Sekarang, dengan cerita yang berbalik, pemesanan musim panas 2026 berpeluang mengalami lonjakan.
Dari sisi fundamental, Airbnb sebenarnya sangat sehat. Margin kotor mereka mencapai 82,5%, luar biasa untuk perusahaan di industri manapun. Revenue tumbuh sekitar 10% per tahun, dan manajemen baru saja mengelola neraca dengan sangat baik: menerbitkan obligasi USD 2,5 miliar untuk melunasi utang konversi yang jatuh tempo, sehingga DER (Debt to Equity Ratio) tetap terjaga di angka yang sangat rendah.
Yang menarik secara teknikal adalah kemerosotan yang terjadi akibat ketakutan perang. Harga ABNB sempat terperosok di bawah semua garis MA (Moving Average) harian, mendorong RSI mendekati zona jenuh jual.

Next Earnings (Laporan Keuangan): 27 May 2026
Next Dividend Ex-Date: N/A (Last dividend: $0.01)
52-Week Range: $95.04 - $212.19
Previous Close Price: $183.88 (9 April 2026)
Meskipun NVIDIA tidak berhubungan langsung dengan minyak atau perang Timur Tengah, saham ini sangat diuntungkan oleh psikologi pasar. Saat ancaman perang terjadi, investor ketakutan dan menarik uangnya dari saham teknologi untuk disimpan di aset aman (emas/obligasi). Ketika gencatan senjata diumumkan, dana raksasa tersebut keluar dari aset aman dan dipompa kembali ke saham-saham berisiko dan memiliki pertumbuhan tinggi (growth stocks) yang memimpin pasar, di mana NVIDIA sebagai raja AI adalah tujuan investasi utamanya.
NVIDIA bukan sekadar perusahaan chip, mereka adalah infrastruktur dari ledakan kecerdasan buatan global. Setiap kali perusahaan teknologi besar membangun pusat data AI, GPU NVIDIA adalah komponen yang tidak bisa diganti. Itulah sebabnya, meskipun pasar sempat bergejolak akibat ancaman perang, permintaan terhadap produk NVIDIA tidak pernah benar-benar goyah.
Di kuartal keempat FY2026, segmen Data Center NVIDIA saja menghasilkan USD 62,3 miliar, naik 75% dari tahun sebelumnya. Platform arsitektur baru mereka, Blackwell, sudah mulai berproduksi penuh, dan generasi penerusnya, Rubin, sudah di depan pintu. Ini bukan tren sesaat; ini adalah siklus investasi yang panjang.

Next Earnings (Laporan Keuangan): 13 April 2026
Next Dividend Ex-Date: N/A (Last dividend: $4.50)
52-Week Range: $447.11 - $984.70
Previous Close Price: $901.93 (9 April 2026)
Sebagai bank investasi raksasa, Goldman Sachs mencetak uang dari pergerakan uang kliennya. Ketidakpastian geopolitik biasanya membuat perusahaan-perusahaan menunda rencana bisnis mereka. Namun, dengan kembalinya stabilitas keamanan dan mode Risk-On, aktivitas di Wall Street kembali bergairah. Perusahaan kembali melakukan aksi korporasi seperti merger, akuisisi, dan penawaran saham perdana (IPO), dimana Goldman Sachs akan meraup keuntungan besar dari biaya jasa penasihat dan komisi transaksi (investment banking fees).
Bisnis Goldman Sachs tidak bergantung pada harga minyak atau chip semikonduktor. Bahan bakarnya adalah kepercayaan diri korporasi, dan kepercayaan diri itu baru saja kembali. Ketika ancaman perang melayang di atas pasar selama berminggu-minggu, banyak perusahaan yang menunda rencana IPO, merger, dan akuisisi mereka. Sekarang, dengan jendela perdamaian terbuka, semuanya berpeluang dieksekusi kembali.
Goldman Sachs adalah pemimpin global dalam aktivitas M&A dan leveraged loan. Mereka sudah memproyeksikan 2026 sebagai tahun 'Super Siklus Inovasi' โ di mana gelombang restrukturisasi perusahaan yang ingin beradaptasi dengan AI dan relaksasi regulasi permodalan akan mendorong ledakan transaksi korporasi. Estimasi EPS untuk Q1 2026 sudah di atas USD 16 per saham, dan jika angka aktual melampaui estimasi saat rilis 14 April, reaksi positif pasar bisa sangat signifikan.
Gencatan senjata AS-Iran adalah katalis yang langka. Sebuah perubahan narasi geopolitik yang terjadi dalam hitungan jam dan langsung menggerakkan triliunan dolar aset global. Namun jendela ini tidak akan terbuka selamanya.
Disclaimer: Artikel ini berupa pandangan Agrodana Research, Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan atau menjual market tertentu. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
Research & Analysis PT Agrodana Futures




