US Treasury Yield 10-tahun ditutup hanging man untuk kedua kalinya secara beruntun. Tapi dolar justru tetap menguat sehingga menimbulkan asumsi bahwa saat ini pasar relatif memilih USD sebagai safe haven, sedangkan emas relatif terbebani oleh penurunan di pasar saham sehingga harus melikuidasi untuk menutupi kerugian di pasar saham.
Di sisi lain, pasar pun diperkirakan mulai mengantisipasi efek data PCE AS yang baru akan dirilis besok malam. Investor kelihatannya belum berani berspekulasi jauh terkait hal tersebut, mengingat sikap Fed yang hawkish minggu lalu lebih menekankan kekhawatiran pada inflasi yang tetap tinggi. Sedangkan situasi AS dan Iran sejauh ini bisa dikatakan relatif lebih dingin, meskipun tidak ditemukan perkembangan lebih lanjut dari diplomasi kedua negara.
Pasar โPrice Inโ 2-3 Kali Kenaikan Suku Bunga Fed
Setelah Kevin Warsh memberi isyarat hawkish di pertemuan perdananya minggu lalu, pasar menjadikan hal itu sebagai narasi utama, bahwa Fed saat ini sedang berfokus pada pengendalian inflasi. Narasi itu membuat pasar mulai memperhitungkan 2-3 kali kenaikan suku bunga Fed yang bisa terjadi di September hingga Desember 2026. Emas cenderung negatif di lingkungan suku bunga tinggi karena investor cenderung memilih aset yang memberikan imbal hasil daripada emas.
Di sisi lain, hal ini mungkin saja akan diredam jika data inflasi PCE besok malam menunjukkan angka yang relatif lunak. Core PCE diperkirakan naik dari 0.2% ke 0.3% m/m, sedangkan core PCE basis tahunan diperkirakan naik dari 3.3% ke 3.4% y/y, dan PCE utama naik dari 3.8% menjadi 4.0% y/y. Angka yang lebih panas akan membuat pasar semakin memperhitungkan kenaikan suku bunga Fed yang lebih cepat sehingga akan menekan emas. Sebaliknya, angka yang lebih rendah akan menjadi angin segar yang meredam kekhawatiran kenaikan suku bunga tersebut, sehingga emas punya harapan untuk rebound.
UBS Perkirakan Disinflasi Akan Kembali
Di sisi lain, UBS menilai bahwa ekspektasi pasar terhadap 2 kali kenaikan suku bunga Fed sampai April terlalu agresif. Mereka justru memperkirakan periode penahanan suku bunga yang lebih lama sebelum akhirnya pemangkasan suku bunga di 2027 kembali muncul karena disinflasi akibat tarif dan melemahnya pertumbuhan kembali berlanjut.
UBS meyakini bahwa probabilitas untuk kenaikan suku bunga Fed dalam waktu dekat relatif rendah, dan memperkirakan akan ada periode penundaan yang cukup lama sebelum beralih ke suku bunga yang lebih rendah di tahun 2027.
Alasan UBS sederhana. Bank tersebut melihat munculnya disinflasi pada barang-barang inti dalam data CPI bulan Mei, dengan dampak tarif yang mulai mereda di kategori-kategori yang sensitive pada harga sehingga mereka menilai hal itu bisa menurunkan tren inflasi sekitar 0.8 persentase selama 1 tahun ke depan.
UBS juga memperkirakan kondisi pertumbuhan AS yang melemah akan muncul kembali di paruh kedua 2026, didorong oleh berkurangnya dukungan fiskal dan pertumbuhan pendapatan riil yang lemah sehingga membebani konsumsi rumah tangga. Hal ini bisa menjadi hambatan untuk pengetatan kebijakan moneter lebih lanjut.
Fokus Malam Ini
Pasar akan mencermati lebih dulu data new home sales di malam nanti jam 21.00 WIB. Data yang lemah akan memberikan kesempatan untuk emas rebound di malam hari. Sebaliknya data yang lebih tinggi akan membuat emas kembali tertekan, dan sangat mungkin berlanjut di bawah 4000.
Tapi, pasar kemungkinan akan menahan diri untuk tidak terlalu agresif sampai data PCE dirilis hari Kamis. Pasar akan mencermati data ini sebagai penekanan dari Warsh sebelum memutuskan perubahan suku bunga ke depan.
Di sisi geopolitik, pasar akan terus memantau perkembangan lebih lanjut MoU AS dan Iran, termasuk apakah Israel akan tunduk pada Trump untuk hentikan perang dan menerima MoU tersebut.
Note : Tetap waspada dengan volatilitas besar pada market yang sewaktu-waktu bisa tiba-tiba berubah!
Candlestick daily ditutup bearish, kenaikan kembali gagal setelah tertahan di 4198. Pagi ini bahkan penurunan sudah menjangkau 4050, cukup dekat dengan support 4023 (low 11 Jun 2026). Juga dekat dengan support psikologis 4000. Di sisi lain, jika 4000 ditembus, maka zona berikutnya yang mungkin dituju adalah 3998 (low 18 Nov 2025) dan 3886 (low 28 Okt 2025).
Sedangkan kenaikan minimal butuh penutupan di atas 4220 untuk membuka peluang rebound, sekaligus potensi double bottom (jika 4023 tidak ditembus). Tapi neckline untuk pola tersebut cukup jauh di kisaran 4382

Zona 4023 dan support psikologsi 4000 terancam. Bahkan bukan hanya disentuh, tapi juga ditembus jika tekanan tidak berkurang. Jika dalam 3-4 jam ke depan harga tetap berada di bawah 4100, maka fokus kita adalah tetap pertahankan sell dengan potensi terdekat 4000-4020. Dan bukan tidak mungkin kita akan segera melihat harga di bawah 4000 jika tekanan berlanjut di malam hari dengan zona 3975 (target bearish flag H1) dan 3886 (low 28 Okt 2025).
Sebaliknya, jika support psikologis bertahan di 4000, atau dengan kata lain sempat tembus di bawah 4000 (asumsi 3975) diikuti rebound cepat, maka dengan asumsi RSI oversol di malam hari kemungkinan terbuka untuk terjadinya rebound. Tapi trader perlu memastikan reversal candle lebih dulu untuk mendukung buy on dip tersebut.
3975 dan 3886 diperkirakan area demand yang lebih baik sehingga diharapkan penurunan akan diikuti rebound bertahap dari zona tersebut.

Per jam 11.20 WIB, harga berada di 4062.40 dengan high 4115.13, dan low 4050.50. Jika Anda melihat rekomendasi sebelumnya di website Technical Analysis Commodity (Gold, Crude Oil) 24 Juni 2026 | PT. Agrodana Futures, strategi utama kami tetap mengincar sell di di zona 4168-4170 idealnya, karena mengasumsikan pullback akan terjadi untuk retest resistance kisaran 4168-4198. Tapi ternyata hal itu batal terjadi setelah double bottom di zona 4091 dan 4081 gagal karena harga tembus support 4080.
Meski demikian, strategi cadangan kami untuk sell saat tembus 4080/4081 berhasil dengan TP1 di 4070 dan TP2 4060, keduanya langsung disentuh. Saat ini harga sedikit rebound dari zona terendah 4050 ke 4066. Namun, kenaikan belum terlihat sebagai indikasi bullish reversal yang kuat, setidaknya untuk saat ini dan beberapa waktu ke depan.
Jika dalam 1-2 jam ke depanharga tetap di bawah 4100, maka sell bisa dipertimbangkan kembali di 4070-4090, dengan stop loss di atas 4100 (asumsi tembus 4115 adalah momentum untuk rebound lebih tinggi ke 4140 atau 4160an).
Untuk identifikasi buy on weakness, Trader perlu memastikan lebih dulu, diutamakan harus didukung oleh support 4000-4020 tidak ditembus (atau minimum zona kuning 4023-4047 tidak tembus), didukung oleh rsi yang oversold, dan tekanan turun mulai berkurang. Asumsi kami ini baru akan terjadi sore atau malam hari. Sedangkan di sesi Asia, tekanan diperkirakan masih relatif kuat.
Jika dalam 1-2 jam ke depan harga tidak turun di bawah 4000, maka trader bisa mulai pertimbangkan buy on dip, dengan asumsi pantulan diharapkan terjadi cepat setelah 4000 atau bahkan tembus di bawah 4000 lebih dulu. Lalu, indikasi kedua adalah rsi oversold (usahakan di bawah 20%) untuk memastikan kondisi oversold yang sangat kuat sehingga dorongan rebound pun efektif. Dan indikasi ketiga adalah reversal candle. Pastikan candle membentuk long lower shadow (menandakan rejection kuat di zona support psikologis), atau hammer, atau jauh lebih baik membentuk bullish engulfing (2 candle terakhir : bearish โ long bullish).
Untuk malam hari sebaiknya Anda fokus perhatikan catatan kami di grafik H4!
Opsi SELL on Rally
Entry: 4168.00 โ 4170.00
(atau cek di artikel untuk opsi lainnya)
Target/Reward : 4145.00 ($20 - $22)
((Alternatif Follow SELL jika tembus 4023 (update), target terdekat 4013, terjauh 4003, sesuaikan stop loss dengan risk management masing-masing)
Stop Loss: 4180.00 ($10 - $12)
(ideal 7-8 poin di atas 4180.00)
Risk Reward: 1: 2
Opsi BUY jika support tidak ditembus
Entry : 3980.00 โ 3982.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif )
Target/Reward: 4002.00 ($20 - $22)
Stop Loss: 3970.00 ($10 - $12)
(ideal SL 7-8 poin di bawah 3968)
Risk Reward: 1: 2
Copyright ยฉ 2026 Agrodana Futures
Disclaimer:
Artikel ini berupa pandangan Agrodana Research, Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan atau menjual market tertentu. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
Research & Analysis Agrodana Futures
Keterangan :
| Suggest : SELL on Rally Area : 75.80 โ 76.00 Target : 1) 74.30 2) 72.80 SL : 77.50 Alternatif : Follow SELL jika tembus 72.30 Switch to BUY jika tembus 78.00 Alternative sell : 81-84 Fokus perkembangan MoU AS-Iran! |



Keterangan :
| Suggest : SELL on Rally Area : 4168.00โ 4170.00 Target : 1) 4155.00 2) 4145.00 SL : 4180.00 (ideal 7-8 points di atas 4180) Alternatif : Pertahankan/Follow SELL jika tembus 4023 (updated!) Switch to BUY jika tembus 4115, target terdekat 4125, terjauh 4135 (updated!) Opsi buy : 4023-4047 (kuning), 3975 (bearish flag target), 3908 (FE261.8%), 3860-3880 |
Copyright ยฉ 2026 Agrodana Futures
Disclaimer:
Artikel ini berupa pandangan Agrodana Research, Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan atau menjual market tertentu. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
Research & Analysis Agrodana Futures


US Treasury Yield 10-tahun ditutup rebound setelah di awal pembukaan sempat turun. Tapi posisi candle sebetulnya lebih cenderung menunjukkan hanging man yang biasanya secara teori menandakan akan terjadinya penurunan. Sedangkan dolar di sisi lain tetap menguat di sesi perdagangan hari Senin sehingga emas mengalami kesulitan untuk lanjutkan kenaikannya untuk saat ini.
Di laur geopolitik, pasar mencermati pernyataan Austan Goolsbee, Presiden Fed Chicago. Goolsbee langsung menetapkan pandangannya sejak awal, dengan mengakui bahwa inflasi AS saat ini bergerak ke arah yang salah dan sektor jasa menurutnya yang menjadi komponen paling mengkhawatirkan. Tapi di sisi lain, Goolsbee juga bersikap hati-hati dengan tetap membuka peluang untuk hasil yang lebih positif jika dampak tarif terbukti bersifat sementara dan situasi di Timur Tengah stabil.
Fed dalam kondisi โwait and seeโ saat ini, tapi cara penyampaian Kevin Warsh yang cukup hawkish menarik perhatian pelaku pasar. Goolsbee mendukung langkah Kevin Warsh untuk tidak memberi forward guidance yang justru membuat spekulasi suku bunga sering terjadi, dan menggambarkan pendekatan saat ini โless-is-moreโ yang menurutnya secara umum meyakinkan.
Goolsbee menambahkan bahwa pertanyaan utama bagi para pembuat kebijakan saat ini adalah apakah lonjakan inflasi saat ini terbukti bersifat persisten atau sementara (transitory), dan bahwa Fed membutuhkan bukti konkret sebelum menarik kesimpulan dalam kedua skenario. Pandangan Goolsbee memiliki bobot dalam debat internal Fed, meskipun berada di tahun di mana dia tidak memiliki hak suara.
Fokus Minggu Ini
Data PMI manufaktur dan services di jam 20.45 WIB akan menjadi penggerak utama dari sisi data. Kedua data berada di atas 50, yang menandakan ekspansi. Jika data dirilis lebih baik, maka dollar akan lanjut menguat, sehingga menekan emas. Jika data dirilis lebih lemah, maka dolar berpotensi melemah, dan emas memiliki ruang untuk rebound/naik.
Selebihnya pasar kemungkinan akan menahan diri untuk tidak terlalu agresif sampai data PCE dirilis hari Kamis. Pasar juga akan mencermati data ini sebagai penekanan dari Warsh sebelum memutuskan perubahan suku bunga ke depan.
Di sisi geopolitik, pasar akan terus memantau perkembangan lebih lanjut MoU AS dan Iran, termasuk apakah Israel akan tunduk pada Trump untuk hentikan perang dan menerima MoU tersebut.
Note : Tetap waspada dengan volatilitas besar pada market yang sewaktu-waktu bisa tiba-tiba berubah!
Candlestick daily ditutup bullish setelah tekanan sebelumnya terhenti di 4136. Tapi sayangnya kenaikan tersebut juga belum mampu menunjukkan kenaikan di atas 4277 yang diharapkan. Level tertinggi terhenti di 4220, dan pagi ini harga kembali turun hingga 4130, lebih rendah dari low kemarin. Secara teknis, ini menandakan bahwa tekanan bearish yang masih belum berkurang.
Zona 4000-4023 terancam diuji jika penurunan berlanjut di bawah 4070. Skenario terburuk, emas berpotensi tembus di bawah 4000 untuk pertama kalinya sejak November 2025, dengan zona 3998 (low 18 Nov 2025) dan 3886 (low 28 Okt 2025) menjadi target potensial. Sementara kenaikan memerlukan upaya untuk tembus di atas 4220 setidaknya untuk bisa membuka jalur pendakian ke 4277 dan 4300-an. Dan untuk saat ini kemungkinan hal itu relatif kecil potensinya mengingat pasar masih harus menunggu PCE di hari Kamis.

Di H4 terlihat harga berbalik turun setelah gagal lanjutkan kenaikan di atas zona pink 4240-4276 karena kenaikan terhambat di 4220. Saat artikel ditulis, posisi harga sudah mendekati zona kuning 4095-4131 dengan level terendah sementara tercatat di 4130.94. Kondisi ini masih sesuai dengan ekspektasi kami sejak kemarin dan pagi tadi yang mengharapkan akan ada penurunan setidaknya untuk menguji kembali zona kuning, atau bahkan tembus jika tekanan masih berlanjut.
Ada 2 kemungkinan setelah harga sentuh atau mendekati zona kuning 4095-4131, yaitu : rebound sebagai double bottom (neckline potensial di 4220), atau lanjut tembus dan turun ke zona 4000-4023 yang merupakan support psikologis saat ini. Double bottom akan mendukung rebound dan potensi buy jangka pendek, tapi validasi baru diperoleh jika harga mampu tembus di atas 4220 (neckline). Sebaliknya, jika tembus 4095-4131 maka pola ini tidak valid, dan cenderung beralih ke potensi kedua โtembus dan lanjut turun ke zona 4000-4023).
Jika dalam 3-4 jam ke depan harga tetap berada di bawah 4150, sebaiknya pertahankan strategi sell dengan peluang terdekat 4070 dan terjauh 4000-4023.
Dalam posisi ini zona 4000 kemungkinan menjadi zona support psikologis yang diharapkan akan relatif lebih kuat sehingga demand bisa saja menahan penurunan tersebut. Artinya, jika trader mencari level buy, maka area 4000 adalah area yang lebih disarankan. Zona ini nantinya bisa juga membentuk pola double bottom yang lebih besar range nya dibanding zona double bottom sebelumnya di zona kuning.
Meski demikian, posisi buy belum tentu aman sepenuhnya sehingga zona 4000 pun riskan untuk penembusan. Sangat disarankan menggunakan stop loss untuk antisipasi penurunan yang masih dominan. Alternatif lainnya, buyer kemungkinan akan kembali mempertimbangkan di kisaran 3975-3990 atau kisaran 3886-3900.

Per jam 10.50 WIB, harga berada di 4137.40 dengan high 4198.19, dan low 4130.94. Jika Anda melihat rekomendasi sebelumnya di website Technical Analysis Commodity (Gold, Crude Oil) 23 Juni 2026, strategi utama kami mengincar sell di zona 4200-4202, hampir disentuh saat harga sempat rebound ke 4198 pagi tadi. Tapi kabar baiknya adalah strategi alternatif untuk sell saat tembus 4168 teraktivasi, dan sudah selesai sentuh TP 2 di kisaran 4145 (cek kolom keterangan di website!).
Proyeksi selanjutnya akan bergantung apakah zona 4121 yang merupakan bagian dari zona orange 4107-4131 ditembus atau tidak. Jika dalam 1-2 jam ke depan harga tetap di bawah 4200 (tidak ada break high diatas 4198), maka trader bisa pertimbangkan kembali sell saat harga rebound ke zona 4168-4178 dengan potensi target yang sama di set maksimal di 4145, atau terdekat 4155.
Atau, alternatif lainnya, jika 4121 ditembus, trader bisa kembali lanjutkan sell (follow sell) dengan potensi target maksimal 4100, atau terdekat 4110. Ini dilakukan untuk mengantisipasi jika ternyata penurunan tetap berakhir di zona orange yang terendah 4107 (asumsi tail sentuh 4100-4103 lalu rebound).
Secara teknis, kita sedang melihat proses dari tervalidasinya pola yang dicurigai sebagai bearish flag (dibahas di live streaming kemarin di youtube Agrodana Futures Official). Sejak support flag di 4168 ditembus, maka penurunan berlanjut, dengan proyeksi optimal target diperkirakan di kisaran 3975-3990, tapi juga mempertimbangkan 2 zona support lainnya yang ada di 4070 dan 4000-4000 yang bisa saja menahan penurunan tersebut sehingga exit strategi bisa disesuaikan.
Dan di malam hari waspada karena pembalikan naik bisa saja terjadi mengingat posisi rsi yang saat ini di 33% sangat mungkin di malam hari sudah mulai memasuki zona oversold (di bawah 20% lebih disarankan) sehingga mendukung rebound. Jika ini terjadi, maka pastikan dari candlestick muncul reversal candle di salah satu support untuk mendukung posisi buy on dip/weakness.
Untuk malam hari sebaiknya Anda fokus perhatikan catatan kami di grafik H4!
Opsi SELL on Rally
Entry: 4168.00 โ 4170.00
(atau cek di artikel untuk opsi lainnya)
Target/Reward : 4145.00 ($20 - $22)
(Alternatif Follow SELL jika tembus 4121 (update), target terdekat 4110, terjauh 4100, sesuaikan stop loss dengan risk management masing-masing)
Stop Loss: 480.00 ($10 - $12)
(ideal 7-8 poin di atas 4180.00)
Risk Reward: 1: 2
Opsi BUY jika support tidak ditembus
Entry : 3980.00 โ 3982.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif )
Target/Reward: 4002.00 ($20 - $22)
Stop Loss: 3970.00 ($10 - $12)
(ideal SL 7-8 poin di bawah 3968)
Risk Reward: 1: 2
Copyright ยฉ 2026 Agrodana Futures
Disclaimer:
Artikel ini berupa pandangan Agrodana Research, Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan atau menjual market tertentu. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
Research & Analysis Agrodana Futures
Keterangan :
| Suggest : SELL on Rally Area : 81.30 โ 81.50 Target : 1) 79.80 2) 78.30 SL : 83.00 Alternatif : Follow SELL jika tembus 73.20 Switch to BUY jika tembus 84.00 Alternative sell : 81-84 Fokus rencana penjadwalan ulang diplomasi AS-Iran yang tertunda! |



Keterangan :
| Suggest : SELL on Rally (update) Area : 4168.00โ 4170.00 Target : 1) 4155.00 2) 4145.00 SL : 4180.00 (ideal 7-8 points di atas 4180) Alternatif : Pertahankan/Follow SELL jika tembus 4121 (updated!) Switch to buy jika tembus 4230 Opsi buy : 4107-4131 (orange), 4023-4047 (kuning), 3908 (FE261.8%), 3860-3880 |
Copyright ยฉ 2026 Agrodana Futures
Disclaimer:
Artikel ini berupa pandangan Agrodana Research, Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan atau menjual market tertentu. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
Research & Analysis Agrodana Futures


TOP GAINERS
| 1. ย Intel Corporation (#INTC) +14.08% |
| 2. QUALCOMM Incorporated (#QCOM) +12.16% |
| 3. Caterpillar Inc. (#CAT) +8.41% |
| 4. Airbnb, Inc. (#ABNB) +7.50% |
| 5. Advanced Micro Devices, Inc. (#AMD) +7.42% |
TOP LOSERS
| 1. International Business Machines Corporation (#IBM) -10.47% |
| 2. Salesforce, Inc. (#CRM) -7.87% |
| 3. Comcast Corporation (#CMCSA) -6.30% |
| 4. Chevron Corporation (#CVX) -6.14% |
| 5. Eli Lilly and Company (#LLY) -5.51% |
Pekan 15 - 19 Juni di Wall Street kembali menyoroti betapa kuatnya pengaruh narasi kecerdasan buatan (AI) dan dinamika sektor teknologi, namun dengan penyebaran sentimen yang mulai terpecah. Di satu sisi, produsen cip dan infrastruktur perangkat keras panen sentimen positif berkat kabar kemitraan strategis dan kuatnya permintaan pasar. Di sisi lain, beberapa raksasa perangkat lunak dan sektor energi justru mendapat tekanan jual akibat kekhawatiran seputar valuasi, retensi talenta, hingga fluktuasi harga komoditas. Pasar saat ini bergerak sangat cermat, memberikan penghargaan tinggi pada perusahaan dengan kejelasan katalis pertumbuhan, dan langsung menghukum emiten yang dibayangi ketidakpastian jangka pendek.

Next Earnings (Laporan Keuangan): 23 Juli 2026
Last Dividend Ex-Date: 7 Agustus 2024
52-Week Range: $18.97 - $135.52
Weekly Range: $117.04 - $135.52
Previous Close Price: $133.96 (19 Juni 2026)
Saham Intel melonjak tajam memimpin deretan gainers pekan lalu, didorong oleh pengumuman dari Presiden Trump mengenai potensi kemitraan manufaktur cip dengan Apple. Kabar strategis ini, ditambah dengan sentimen positif atas kemajuan teknologi cip 18A-P milik Intel yang diklaim memiliki peningkatan performa 9%, berhasil mendongkrak optimisme investor secara masif. Apresiasi dari pengamat pasar mengenai penyelesaian masalah di unit manufaktur (foundry) juga semakin memperkuat keyakinan bahwa Intel siap mengkapitalisasi tingginya permintaan pasar.

Next Earnings (Laporan Keuangan): 29 Juli 2026
Last Dividend Ex-Date: 4 Juni 2026 ($0.92)
52-Week Range: $121.99 - $259.92
Weekly Range: $212.62 - $231.08
Previous Close Price: $226.40 (19 Juni 2026)
Qualcomm mencatatkan kenaikan impresif sejalan dengan menguatnya sektor semikonduktor secara keseluruhan. Peluncuran platform Snapdragon C yang menargetkan pasar laptop kelas pemula (entry-level) berhasil memicu ketertarikan investor terhadap potensi ekspansi perusahaan di luar cip ponsel pintar. Meskipun sejumlah analis memberi peringatan mengenai potensi valuasi yang sudah terlampau tinggi dan proyeksi penurunan pendapatan kuartalan, momentum positif dari tingginya permintaan perangkat keras AI di pasar masih menjadi pendorong utama aksi beli saham ini.

Next Earnings (Laporan Keuangan): 4 Agustus 2026
Next Dividend Ex-Date: 20 Juli 2026 ($1.63)
52-Week Range: 357.73 - $994.49
Weekly Range: $927.95 - $993.98
Previous Close Price: $981.24 (19 Juni 2026)
Meski lebih dikenal sebagai perusahaan alat berat konvensional, Caterpillar sukses menarik minat beli pekan lalu berkat posisinya yang tak terduga diuntungkan oleh tren teknologi. Pertumbuhan saham ini ditopang oleh rekor antrian pesanan (backlog) senilai $63 miliar, yang pertumbuhannya ikut didorong oleh tingginya permintaan infrastruktur pembangunan pusat data (data center). Walaupun ada peringatan analis mengenai valuasi yang mahal, momentum harga yang kuat menunjukkan bahwa investor sangat mengapresiasi efisiensi dan posisi dominan Caterpillar di sektor industri.

Next Earnings (Laporan Keuangan): 5 Agustus 2026
Last Dividend Ex-Date: N/A - (AirBnb tidak membagikan dividen)
52-Week Range: $110.81 - $147.25
Weekly Range: $135.85 - $143.81
Previous Close Price: $142.06 (19 Juni 2026)
Jelang rilis laporan keuangan terbarunya, saham Airbnb bergerak positif didorong oleh antisipasi investor terhadap kuatnya pertumbuhan perusahaan, dengan proyeksi laba per saham (EPS) yang diperkirakan naik lebih dari 15%. Walaupun perusahaan saat ini sedang dihadapkan pada tantangan pengetatan regulasi sewa jangka pendek di tingkat pemerintahan kota, sentimen pemesanan yang kuat membuat pasar tetap optimis. Kenaikan harga ini mencerminkan keyakinan investor terhadap dominasi model bisnis Airbnb meskipun valuasinya dinilai cukup premium.

Next Earnings (Laporan Keuangan): 4 Agustus 2026
Last Dividend Ex-Date: 27 April 1995
52-Week Range: $126.82 - $558.37
Weekly Range: $507.38 - $558.37
Previous Close Price: $536.80 (19 Juni 2026)
Saham AMD terus menunjukkan keperkasaannya dengan merespons positif laporan pendapatan dari mitra manufaktur utamanya, TSMC, yang mencetak lonjakan pendapatan tahunan sebesar 41%. Selain sentimen dari TSMC, langkah AMD mengamankan kemitraan dengan Rackspace Technology untuk membangun komputasi AI berkapasitas 30 megawatt semakin memperkokoh posisi perusahaan di pasar cip AI. Kuatnya minat beli ini sukses menutupi kekhawatiran sebagian pihak mengenai tingginya rasio harga saham terhadap laba (P/E) yang kini berada di angka 169 kali.

Next Earnings (Laporan Keuangan): 22 Juli 2026
Last Dividend Ex-Date: 8 Mei 2026 ($1.69)
52-Week Range: $212.34 - $332.46
Weekly Range: $243.66 - $276.66
Previous Close Price: $249.73 (19 Juni 2026)
IBM memimpin pelemahan pekan kemarin setelah mengalami rentetan aksi jual akibat perdebatan pasar mengenai valuasi sahamnya. Walaupun perusahaan memiliki fundamental yang cukup solid, meluncurkan alat keamanan siber baru, dan mencatat pertumbuhan pendapatan hampir 10% di kuartal pertama, banyak investor memilih untuk mengamankan keuntungan (profit taking). Penurunan tajam ini lebih mencerminkan sikap kehati-hatian pelaku pasar terhadap harga sahamnya saat ini, meski prospek jangka panjang IBM di ranah hybrid cloud dan AI masih dipandang cerah.

Next Earnings (Laporan Keuangan): 2 September 2026
Last Dividend Ex-Date: 11 Juni 2026 ($0.44)
52-Week Range: $149.75 - $276.80
Weekly Range: $149.75 - $169.75
Previous Close Price: $151.76 (19 Juni 2026)
Raksasa perangkat lunak Salesforce harus melewati pekan yang berat setelah keputusannya mengakuisisi perusahaan AI, Fin, senilai $3,6 miliar memicu kekhawatiran investor terkait potensi tertekannya marjin keuntungan operasional. Sentimen negatif ini semakin diperburuk oleh kabar hilangnya hampir 100 karyawan bertalenta mereka yang dibajak oleh perusahaan pesaing seperti OpenAI dan Anthropic. Kondisi tersebut membuat pasar memfokuskan perhatian pada tingginya risiko retensi talenta dan ketatnya persaingan integrasi AI di ranah layanan perangkat lunak.

Next Earnings (Laporan Keuangan): 23 Juli 2026
Next Dividend Ex-Date: 1 Juli 2026 ($0.33)
52-Week Range: $22.40 - $34.36
Weekly Range: $22.40 - $24.70
Previous Close Price: $22.49 (19 Juni 2026)
Berbeda dengan indeks saham yang mayoritas menguat, Comcast justru tertekan oleh lesunya tren pelanggan layanan internet broadband domestik mereka yang memicu keraguan pasar terhadap kemampuan perusahaan mencetak arus kas bebas. Meskipun Comcast mencoba berekspansi dengan meluncurkan layanan keamanan siber untuk bisnis kecil dengan tarif berlangganan bulanan, sentimen pasar menjelang rilis laporan laba rugi yang diprediksi mencatatkan penurunan pendapatan, membuat investor bersikap defensif dan melepas kepemilikan saham mereka.

Next Earnings (Laporan Keuangan): 31 Juli 2026
Last Dividend Ex-Date: 19 Mei 2026 ($1.78)
52-Week Range: $142.40 - $214.71
Weekly Range: $172.24 - $181.73
Previous Close Price: $173.70 (19 Juni 2026)
Pergerakan harga Chevron terseret oleh sentimen negatif yang melanda sektor energi secara luas akibat meredanya ketegangan geopolitik (khususnya di Selat Hormuz) yang berisiko menstabilkan dan menekan harga minyak dunia. Menariknya, koreksi harga saham ini terjadi justru pada saat Chevron mengumumkan langkah strategis mengakuisisi 70% hak partisipasi di Blok 10 Yunani untuk memperluas eksplorasi laut dalam. Pasar tampaknya lebih bereaksi pada ketakutan terhadap dinamika harga komoditas energi jangka pendek dibandingkan prospek ekspansi perusahaan.

Next Earnings (Laporan Keuangan): 5 Agustus 2026
Last Dividend Ex-Date: 15 Mei 2026 ($1.73)
52-Week Range: $623.78 - $1182.73
Weekly Range: $1087.84 - $1145.86
Previous Close Price: $1100.76 (19 Juni 2026)
Saham perusahaan farmasi Eli Lilly mengalami pelemahan seiring dengan munculnya kekhawatiran investor mengenai potensi kebijakan pengetatan harga obat-obatan jelang rilis laporan kuartal kedua mereka. Ketergantungan besar perusahaan pada kesuksesan obat penurun berat badan (GLP-1), yang menyumbang 65% dari pendapatan kuartal pertama mereka, membuat saham ini sangat sensitif terhadap isu regulasi. Meskipun perusahaan baru saja menaikkan target pedoman pendapatan tahunannya, koreksi harga ini adalah murni langkah antisipasi pasar terhadap risiko kebijakan di sektor kesehatan.
Dinamika pasar pekan ketiga bulan Juni ini memberikan pandangan yang jelas bahwa sentimen makroekonomi tidak selalu direspons secara seragam oleh semua lini bisnis. Emiten pembuat perangkat keras seperti Intel dan AMD mendapatkan limpahan dana yang sangat besar berkat permintaan utilitas kecerdasan buatan, sementara perusahaan besar di sektor perangkat lunak dan energi seperti Salesforce dan Chevron justru dihukum pasar karena kekhawatiran efisiensi biaya dan isu operasional. Ke depannya, pergerakan indeks akan sangat bergantung pada seberapa transparan emiten dalam menjaga stabilitas arus kas di tengah agresifnya tren belanja inovasi teknologi.
Semua saham yang disebutkan dalam artikel ini tersedia untuk diperdagangkan sebagai CFD di Agrodana Futures.
Copyright ยฉ 2026 Agrodana Futures
Disclaimer:
Artikel ini berupa pandangan Agrodana Research, Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan atau menjual market tertentu. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
Research & Analysis Agrodana Futures

Pasar obligasi AS kembali aktif setelah libur di hari Jumat untuk perayaan Juneteenth Holiday. Posisi US Treasury Yield 10-tahun pagi ini dibuka gap up, tapi mengarah ke bawah. Meski demikian, kondisi ini belum menunjukkan situasi yang sudah aman untuk emas, karena kenaikan imbal hasil Treasury masih bisa terjadi. Dolar di sisi lain ditutup melemah di hari Jumat. Namun, dengan kondisi pertemuan AS dan Iran belum jelas kapan kembali dijadwalkan, sampai artikel ditulis hari ini belum ada indikasi kesepakatan apa pun, meskipun kedua delegasi dikabarkan kembali bertemu di Swiss di akhir pekan kemarin.
Sebelumnya sempat dikabarkan bahwa Israel dan Hizbullah sudah sepakat untuk melakukan gencatan senjata di hari Jumat sore waktu setempat. Dan pasar sempat merespon positif saat itu. Tapi hal itu tidak bertahan lama karena pertempuran di Lebanon Selatan dikabarkan terus berlanjut tanpa henti. Laporan menyebut bahwa Iran tidak puas, dan Trump dalam wawancaranya dengan NBC mengatakan bahwa Israel perlu memberi kesempatan untuk gencatan senjata tersebut mulai berdampak.
Iran memutuskan untuk membekukan komitmennya dalam MoU dan menunda pembicaraan dengan AS di Jenewa sampai gencatan senjata di Lebanon betul-betul terwujud. Israel di satu sisi masih terus melanjutkan serangannya sehingga memicu tanggapan Iran bahwa Sekutu AS tersebut sudah melanggar klausul pertama MoU tersebut, yaitu hentikan perang di seluruh front, termasuk Lebanon.
Berita ini mendominasi sepanjang hari Jumat tentang rapuhnya proses perdamaian AS-Iran secara mendadak, hanya sekitar 2 hari pasca penandatanganan MoU secara digital oleh kedua pihak. Iran menegaskan mereka tidak akan melaksanakan kewajibannya sendiri sampai AS memastikan kepatuhan di front Lebanon. Batalnya perjalanan JD Vance ke Swiss pertama kali dilaporkan CNN dan kemudian dikonfirmasi oleh Gedung Putih.
Pejabat AS mengatakan ke media Al Jazeera, saat ini para negosiator sudah mengadakan pembicaraan mendalam tentang semua aspek perjanjian nuklir, termasuk mekanisme pencegahan eskalasi dan menjaga agar Selat Hormuz tetap terbuka sepenuhnya. Sumber-sumber media di Timur Tengah juga menyebut bahwa Iran, AS dan pihak-pihak yang berperan sebagai mediator akan merilis pernyataan bersama. Hal ini sekaligus membantah berita yang menyebut bahwa delegasi Iran keluar dari tempat pertemuan. Mereka masih berada di resor Burgenstock, dan ketua delegasi sedang meninjau draft pernyataan bersama para mediator.
Fokus Minggu Ini
Tidak ada data ekonomi AS malam nanti, tapi Christopher Waller akan memberikan pernyataannya setelah FOMC Meeting minggu lalu yang hawkish. Sedangkan besok AS akan memulai dengan data PMI services dan manufaktur, dilanjutkan dengan new home sales di hari Rabu, dan puncak data berada di hari Kamis dengan core PCE sebagai fokus utama, diikuti GDP, Durable goods dan initial jobless claims. Dan hari Jumat akan ditutup oleh pernyataan dari John Williams dan Neel Kashkari.
Pasar akan tertuju sepenuhnya ke data core PCE setelah FOMC kemarin memperbarui proyeksi mereka tentang inflasi PCE yang diperkirakan akan tetap tinggi sampai akhir tahun 2026. Pasar juga akan mencermati data ini sebagai penekanan dari Warsh sebelum memutuskan perubahan suku bunga ke depan.
Di sisi geopolitik, pasar akan terus memantau perkembangan lebih lanjut MoU AS dan Iran, termasuk apakah Israel akan tunduk pada Trump untuk hentikan perang dan menerima MoU tersebut.
Note : Tetap waspada dengan volatilitas besar pada market yang sewaktu-waktu bisa tiba-tiba berubah!
Candlestick daily ditutup bearish untuk ketiga kalinya secara beruntun, dengan level terendah tertahan di 4121, dan berhasil ditutup rebound di zona 4155. Meski demikian, kondisi ini menunjukkan bahwa tekanan turun diperkirakan masih dominan dengan area support 4023 yang berpotensi terancam di penurunan berikutnya. Tapi hal ini bisa diminimalisir jika harga mampu rebound dan ditutup minimal di atas high kemarin 4213.
Batalnya pertemuan AS dan Iran di hari Jumat disebabkan serangan Israel ke Lebanon yang berlanjut, membuat pasar khawatir kesepakatan damai AS dan Iran kembali rapuh. Jika tekanan berlanjut dan membuat geopolitik kembali panas, maka emas terancam tembus di bawah 4000 untuk pertama kalinya sejak 18 Nov 2025, dengan area 3998 (low 18 Nov 2025) dan 3886 (low 28 Okt 2025).

Di H4 terlihat harga berhasil rebound dari level terendah 4121 di hari Jumat. Ini menandakan zona kuning 4095-4131 cukup efektif untuk sementara waktu menahan tekanan turun yang terjadi sejak Jumat. Namun, di sisi lain, juga kenaikan saat ini masih tertahan di bawah zona pink 4240-4276 yang kemungkinan akan berperan sebagai resistance kuat beberapa waktu ke depan. Bahkan level tertinggi di pagi ini tercatat tertahan di 4220, diikuti penurunan kembali ke zona 4180.
Jika dalam 3-4 jam ke depan harga tetap berada di bawah zona pink 4240-4276, maka trader perlu mewaspadai retest zona kuning ke depan. Dan jika tidak ada kabar baik dari perkembangan diplomasi AS dan Iran dalam waktu dekat, maka tekanan berpeluang tembus zona kuning dan berlanjut hingga menguji zona 4023 sekaligus level support psikologis 4000.
Ini berarti trader lebih disarankan untuk tetap pertahankan sell untuk beberapa waktu ke depan, dengan zona pink adalah resistance sekaligus zona supply yang diharapkan cukup efektif menahan kenaikan, dan 4000-4023 sebagai potensi target yang mungkin dicapai, jika support 4095-4131 (zona kuning ditembus). Dengan kata lain, alternatif sell lebih kuat jika tembus 4095.
Di sisi lain, kami juga mempertimbangkan zona 4000-4023 sebagai zona demand yang mungkin akan mendorong harga kembali rebound. Jika ini terjadi, maka pola double bottom mungkin menahan penurunan untuk beberapa waktu ke depan. Ini dengan asumsi bahwa ketegangan yang ada saat ini tidak sampai membatalkan MoU AS dan Iran sehingga tekanan lebih lanjut relatif berkurang.

Per jam 10.20 WIB, harga berada di 4180.05 dengan high 4220.35, dan low 4136.51. Jika Anda melihat rekomendasi sebelumnya di website Technical Analysis Commodity (Gold, Crude Oil) 22 Juni 2026 | PT. Agrodana Futures, strategi utama kami mengincar sell di zona 4230-4232, sampai saat ini belum tersentuh. Strategi alternatif untuk sell saat tembus 4136 juga belum terjadi. Saat ini harga tertahan di kisaran 4180-4220, namun mengindikasikan kenaikan di pagi hari tadi yang cenderung singkat dan masih relatif terbatas.
Jika dalam 1-2 jam ke depan harga tetap di bawah 4200 (tidak ada break high diatas 4220), maka trader bisa pertimbangkan mulai sell saat harga tembus di bawah 4168 (abaikan area sell alternatif 4136 jika ini sudah dilakukan!), dengan potensi target terdekat 4155, dan terjauh 4145.
Berikutnya, tekanan turun akan bergantung pada efektivitas zona orange 4107-4131. Jika risiko geopolitik tetap tinggi, maka tekanan diperkirakan tembus di bawah 4107, sehingga trader bisa kembali lanjutkan sell dengan potensi target berikutnya kisaran 4070 atau terjauh 4020-4023.
Sebaliknya, jika risiko geopolitik mereda, maka bisa saja zona orange 4107-4131 tidak ditembus. Dalam kondisi ini, trader bisa pertimbangkan kembali buy untuk memanfaatkan potensi rebound seperti yang terjadi di hari Jumat malam.
Meski demikian, zona buy alternatif yang diperkirakan cukup kuat kemungkinan berada minimal di zona kuning 4027-4047 atau zona psikologis 4000-4020, dan area paling ekstrim di kisaran 3886-3900 (jika terjadi gelombang tekanan yang lebih besar)
Untuk malam hari sebaiknya Anda fokus perhatikan catatan kami di grafik H4!
Opsi SELL on Rally
Entry: 4230.00 โ 4232.00
(atau cek di artikel untuk opsi lainnya)
Target/Reward : 4210.00 ($20 - $22)
(Alternatif Follow SELL jika tembus 4168 (update), target terdekat 4155, terjauh 4145, sesuaikan stop loss dengan risk management masing-masing)
Stop Loss: 4242.00 ($10 - $12)
(ideal 7-8 poin di atas 4245.00)
Risk Reward: 1: 2
Opsi BUY jika support tidak ditembus
Entry : 3980.00 โ 3982.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif )
Target/Reward: 4002.00 ($20 - $22)
Stop Loss: 3970.00 ($10 - $12)
(ideal SL 7-8 poin di bawah 3968)
Risk Reward: 1: 2
Copyright ยฉ 2026 Agrodana Futures
Disclaimer:
Artikel ini berupa pandangan Agrodana Research, Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan atau menjual market tertentu. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
Research & Analysis Agrodana Futures



