TOP GAINERS
| 1. Intel Corp. (INTC) +17.25% |
| 2. QUALCOMM Incorporated (QCOM) +11.32% |
| 3. Alphabet Inc. (GOOG) +12.47% |
| 4. Eli Lilly and Company (LLY) +9.27% |
| 5. Starbucks Corporation (SBUX) +7.25% |
TOP LOSERS
| 1. Meta Platforms, Inc. (META) -9.81% |
| 2. NVIDIA Corporation (NVDA) -5.83% |
| 3. McDonald's Corporation (MCD) -3.75% |
| 4. The Home Depot, Inc. (HD) -3.72% |
| 5. Pfizer Inc. (PFE) -2.36% |
Satu pekan kemarin (27 April - 1 Mei) Wall Street seolah mengadakan dua pesta di gedung yang sama, tapi di ruangan yang berbeda. Di satu ruangan, euforia Big Tech earnings meledak: Intel masih menikmati ekor panjang dari kejutan Q1 minggu sebelumnya, Alphabet membuktikan bahwa AI Cloud bukan sekadar narasi dengan membukukan revenue Google Cloud sebesar $20 miliar untuk pertama kalinya, dan Qualcomm diam-diam merilis angka yang mengingatkan pasar mengapa chip itu tetap krusial di luar data center. Eli Lilly dan Starbucks masing-masing menghadirkan kejutan yang tidak kecil, menambah keramaian di sisi hijau.
Di ruangan seberang, Meta membukukan pertumbuhan revenue tercepat sejak 2021, tapi pasar memilih memberikan punishment rencana belanja capex yang melonjak hingga $145 miliar.Nvidia terseret isu persaingan dari chip in-house Amazon dan Google. McDonald's, Home Depot, dan Pfizer tidak punya berita buruk. Tapi tidak punya berita buruk pun sudah cukup menjadi alasan untuk ditinggalkan, ketika semua uang sedang berlari ke arah yang sama: earnings yang sudah terbukti, AI yang sudah menghasilkan, dan angka yang sudah bicara.

Next Earnings (Laporan Keuangan): 23 Juli 2026
Last Dividend Ex-Date: 7 Agustus 2024
52-Week Range: $18.97 - $100.45
Weekly Range: $80.95 - $100.49
Previous Close Price: $99.71 (1 Mei 2026)
Minggu ini Intel bukan lagi underdog, melainkan momentum trade yang belum selesai. Setelah membukukan EPS Q1 sebesar $0,29 versus estimasi $0,0 yang menjadi kejutan terbesar dalam sejarah modern Intel, aliran beli masih terus masuk selama sepekan penuh. Tigress Financial menaikkan target harga menjadi $118 pada 30 April, sementara Freedom Broker mengupgrade saham ini ke Buy dengan target $100 pada 28 April, menambah deretan panjang analis yang mulai merevisi ulang pandangan mereka terhadap perusahaan yang setahun lalu dianggap sekarat.
Intel juga mengumumkan penerbitan obligasi senilai $6,5 miliar untuk membiayai rencana pembelian kembali kepemilikan penuh fasilitas fabrikasi Fab 34 di Irlandia senilai $14,2 miliar. Sinyal bahwa manajemen serius membangun infrastruktur jangka panjang, bukan sekadar mengejar sentimen pasar sesaat. Secara kumulatif dalam sebulan terakhir, saham Intel sudah naik lebih dari 125%, dan pasar kini mulai mengajukan pertanyaan yang berbeda: bukan lagi "apakah Intel bisa bertahan", tapi "seberapa jauh Intel masih bisa naik".

Last Earnings (Laporan Keuangan): 29 April 2026
Next Dividend Ex-Date: 4 Juni 2026
52-Week Range: $121.99 - $205.95
Weekly Range: $145.21 - $186.93
Previous Close Price: $177.09 (1 Mei 2026)
Qualcomm melaporkan pendapatan Q2 senilai $10,6 miliar dengan non-GAAP (Generally Accepted Accounting Principles)ย EPS $2,6, tepat di batas atas panduan manajemen sendiri dan pasar menyambut dengan kenaikan dua digit yang mencerminkan ekspektasi yang sudah lama tertahan. Segmen Automotive mencetak rekor baru dengan pendapatan tahunan melampaui $5 miliar untuk pertama kalinya, dan manajemen memproyeksikan run rate di atas $6 miliar pada akhir tahun ini, didorong oleh platform Snapdragon Digital Chassis generasi keempat yang merambah sistem infotainment, konektivitas, dan ADAS sekaligus.
Di sisi modal, Qualcomm menyelesaikan $5,4 miliar buyback di paruh pertama fiskal 2026 dan mengumumkan otorisasi baru senilai $20 miliar, angka yang sulit diabaikan oleh investor yang mencari kombinasi valuasi murah dan komitmen pengembalian modal. Satu-satunya catatan yang sedikit mengganjal adalah guidance Q3 yang lebih konservatif, dengan proyeksi revenue $9,2 - $10,0 miliar akibat tekanan pasokan memori yang masih berlanjut. Namun pasar memilih berpegang pada rekam jejak Qualcomm dalam melampaui guidancenya sendiri dan itu terasa seperti panduan yang lebih jujur.

Next Earnings (Laporan Keuangan): 23 Juli 2026
Next Dividend Ex-Date: 8 Juni 2026
52-Week Range: $149.49 - $383.39
Weekly Range: $340.78 - $383.39
Previous Close Price: $383.39 (1 Mei 2026)
Alphabet melaporkan Q1 2026 dengan total pendapatan $109,9 miliar, naik 22% YoY dan menandai kuartal pertumbuhan double-digit ke-11 berturut-turut, sementara laba per saham melonjak 82% menjadi $5,11. Tapi angka yang paling membuat pasar bersemangat bukan berasal dari Search.
Google Cloud membukukan pendapatan $20,03 miliar, melonjak 63% YoY, dengan backlog yang hampir menggandakan diri menjadi $460 miliar dari kuartal ke kuartal. Ini bukan pertumbuhan biasa, ini adalah konfirmasi bahwa Alphabet tidak sekadar bertahan di era AI, melainkan sedang memimpin bagian yang paling berharga darinya. Waymo bahkan melampaui 500.000 perjalanan otonom penuh per minggu, menambah dimensi lain pada cerita perusahaan yang selama ini sering dianggap terlalu terdiversifikasi.
Dewan Direktur menaikkan dividen kuartalan 5% menjadi $0,22 per saham, gestur kecil yang menyiratkan keyakinan besar bahwa arus kas yang deras ini bukan siklus, melainkan tren.

Last Earnings (Laporan Keuangan): 30 April 2026
Last Dividend Ex-Date: 13 Februari 2026 ($1.73)
52-Week Range: $623.78 - $1133.95
Weekly Range: $850.45 - $984.50
Previous Close Price: $963.76 (1 Mei 2026)
Eli Lilly melaporkan Q1 2026 dengan pendapatan $19,8 miliar, naik 56% YoY, jauh di atas estimasi analis sebesar $17,62 miliar, sementara EPS adjusted $8,55 menggilas konsensus $6,66 dengan selisih yang tidak bisa diabaikan. Mounjaro membukukan pendapatan global $8,66 miliar dengan pertumbuhan 125%, melampaui ekspektasi Wall Street sebesar $7,26 miliar. Zepbound tumbuh 79% menjadi $4,1 miliar.
Di tengah laporan yang sudah luar biasa itu, Lilly menambahkan satu katalis ekstra: persetujuan FDA untuk Foundayo, pil GLP-1 oral pertama di dunia yang bisa dikonsumsi kapan saja tanpa batasan makanan dan minuman, membuka segmen pengguna yang selama ini enggan menggunakan suntikan. Manajemen menaikkan panduan pendapatan FY2026 menjadi $82 - $85 miliar (naik dari $80 - $83 miliar), dengan proyeksi EPS adjusted $35,50 - $37,00.
Bagi investor yang meragukan daya tahan Lilly setelah tekanan harga GLP-1 di pasar AS, laporan ini memberikan jawaban yang tegas: volume mengalahkan harga, dan Lilly masih jauh dari titik jenuh.

Next Earnings (Laporan Keuangan): 28 Juli 2026
Next Dividend Ex-Date: 15 Mei 2026
52-Week Range: $77.99 - $107.52
Weekly Range: $96.45 - $107.64
Previous Close Price: $106.00 (1 Mei 2026)
CEO Brian Niccol menyebut Q2 ini sebagai tonggak penting, momen pertama dalam lebih dari dua tahun Starbucks membukukan pertumbuhan di sisi atas dan bawah laporan keuangan secara bersamaan. Revenue konsolidasi Q2 mencapai $9,5 miliar, naik 9% YoY, dengan global comparable sales tumbuh 6,2%, sementara EPS $0,50 naik 22% YoY.
Yang lebih meyakinkan: seluruh 10 pasar internasional teratas, termasuk China, mencatatkan comparable sales positif untuk pertama kalinya dalam sembilan kuartal, sinyal bahwa turnaround Niccol bukan sekadar kisah Amerika. Manajemen menaikkan panduan pertumbuhan same-store sales global menjadi minimal 5% untuk FY2026 (naik dari proyeksi sebelumnya 3%), dan merevisi EPS guidance ke $2,25 - $2,45.
Starbucks memang masih menanggung utang besar dan margin yang tipis dibandingkan valuasinya. Tapi ketika seorang CEO yang baru bergabung belum genap dua tahun sudah berhasil membalikkan tren secara menyeluruh, pasar cenderung memberi hadiah lebih dulu dan bertanya belakangan.

Next Earnings (Laporan Keuangan): 22 Juli 2026
Next Dividend Ex-Date: 8 Mei 2026
52-Week Range: $520.26 - $796.25
Weekly Range: $600.00 - $682.52
Previous Close Price: $608.81 (1 Mei 2026)
Meta melaporkan Q1 2026 dengan revenue $56,31 miliar, naik 33% YoY, menjadi pertumbuhan kuartalan tercepat sejak 2021 dengan EPS adjusted $7,31 mengalahkan konsensus $6,79. Di atas kertas, laporan ini hampir sempurna.
Yang membuat pasar bereaksi sebaliknya bukan angkanya, melainkan rencana yang datang bersama angka itu. Meta merevisi panduan capex 2026 menjadi $125 - $145 miliar, naik dari proyeksi sebelumnya $115 - $135 miliar, dengan alasan kenaikan harga komponen dan biaya data center tambahan untuk mendukung kapasitas masa depan. Satu detail kecil yang memperburuk sentimen: Daily Active People hanya mencapai 3,56 miliar, di bawah proyeksi 3,62 miliar, sebagian karena gangguan internet di Iran dan pembatasan WhatsApp di Rusia.
Bagi investor yang sudah was-was dengan banjir belanja infrastruktur AI tanpa garis waktu monetisasi yang jelas, laporan ini terasa seperti konfirmasi atas kekhawatiran mereka, bukan bantahan.

Next Earnings (Laporan Keuangan): 23 Juli 2026
Last Dividend Ex-Date: 27 Februari 2026 ($1.19)
52-Week Range: $10.82 - $216.83
Weekly Range: $197.07 - $216.76
Previous Close Price: $198.47 (1 Mei 2026)
Pekan ini NVDA tersandung bukan karena bisnis intinya goyah, tapi karena ekosistem di sekelilingnya mulai bergerak. Amazon dalam earnings call-nya menyebutkan bahwa bisnis chip in-house mereka tumbuh pesat, sementara Alphabet mengumumkan rencana untuk menjual Tensor Processing Unit (TPU) miliknya kepada pelanggan tertentu yang akan memasang chip tersebut di data center mereka sendiri. Kedua berita itu muncul hampir bersamaan, dan pasar menafsirkannya sebagai pertanda bahwa hyperscaler terbesar sedang merintis jalur alternatif dari Nvidia.
Selain itu, pengetatan pengawasan terhadap penyelundupan chip di China telah mendorong harga server B300 Nvidia mendekati $1 juta per unit, mengurangi keterjangkauan dan berpotensi mendorong pelanggan China untuk mencari alternatif lokal.
Yang ironis: semua hyperscaler yang disebut sebagai "ancaman" itu masih merupakan pelanggan terbesar Nvidia, dan konsensus analis masih memasang rating Strong Buy dengan target rata-rata $266. Tapi pasar sedang menimbang skenario, bukan kepastian, dan ketidakpastian itu cukup mahal untuk dibeli pekan ini.

Last Earnings (Laporan Keuangan): 23 April 2026
Last Dividend Ex-Date: 1 April 2026 ($0.33)
52-Week Range: $283.47 - $341.75
Weekly Range: $286.39 - $298.37
Previous Close Price: $286.85 (1 Mei 2026)
McDonald's tidak punya berita buruk pekan ini, dan justru itulah bagian dari masalahnya. Earnings Q1 baru dijadwalkan pada 7 Mei 2026, dengan proyeksi EPS $2,75 dan pendapatan $6,48 miliar, sehingga tidak ada katalis segar yang bisa menggerakkan saham ini ke atas.
Di tengah minggu di mana hampir semua perhatian dan uang bergerak ke arah Big Tech earnings, saham konsumer seperti McDonald's menjadi target pengurangan posisi untuk dirotasikan ke arah yang lebih panas. Tidak ada yang salah secara fundamental dengan McDonald's, valuasinya masih wajar dan model franchise-nya masih salah satu yang paling defensif di pasar. Tapi dalam minggu yang dipenuhi earnings beat dari teknologi, menjadi saham tanpa katalis adalah alasan yang cukup untuk masuk ke daftar losers.

Next Earnings (Laporan Keuangan): 19 Mei 2026
Last Dividend Ex-Date: 12 Maret 2026 ($2.33)
52-Week Range: $315.31 - 426.75
Weekly Range: $318.95 - $337.29
Previous Close Price: $323.32 (1 Mei 2026)
Mitra merek Home Depot, Wren Kitchens, mengajukan kebangkrutan Chapter 7 pada 29 April 2026, dan berita itu langsung menekan saham yang memang sudah dalam tekanan struktural lebih lama dari itu. Investor masih mencerna data fiskal 2025 yang menunjukkan pertumbuhan comparable sales hanya 0,3%, sementara manajemen sendiri mengakui bahwa permintaan untuk proyek besar tertahan oleh ketidakpastian konsumen dan tekanan di sektor perumahan.
Earnings Q1 2026 baru akan dirilis 19 Mei, dengan proyeksi EPS $3,42 yang justru mencerminkan penurunan 3,93% YoY. Strategi Home Depot kini bertumpu pada dominasi rantai pasok dan segmen Pro, dengan akuisisi SIMPL Automation di 2026 yang ditujukan untuk mempercepat fulfillment melalui teknologi AI di gudang. Itu adalah taruhan jangka panjang yang masuk akal, tapi pasar sedang tidak sabar pekan ini.

Next Earnings (Laporan Keuangan): 5 Mei 2026
Next Dividend Ex-Date: 8 Mei 2026
52-Week Range: $21.97 - $28.75
Weekly Range: $26.21 - $27.41
Previous Close Price: $26.37 (1 Mei 2026)
Saham Pfizer ditutup di $26,48 pada akhir pekan, turun sekitar 3% dalam tujuh hari terakhir. Untuk memahami mengapa, cukup lihat apa yang terjadi persis di sebelah lain sektor kesehatan: Eli Lilly baru saja membukukan earnings beat terbesar tahun ini. Kontras itu melukai Pfizer lebih dari angka mana pun.
Earnings Q1 Pfizer dijadwalkan pada 5 Mei 2026, dengan konsensus memproyeksikan EPS $0,74, mencerminkan penurunan 19,57% YoY. Angka yang tidak memberi banyak ruang untuk optimisme. Di latar belakang masih ada bayangan patent cliff: sejumlah produk utama akan kehilangan perlindungan paten dalam beberapa tahun ke depan, sementara pendapatan dari produk COVID terus menyusut.
Akuisisi Metsera senilai $10 miliar untuk masuk kembali ke segmen obesitas adalah langkah yang berani. Tapi di pekan di mana Lilly sudah memiliki dua obat GLP-1 yang masing-masing mencetak miliaran dolar, baru memasuki arena itu terasa seperti terlambat satu ronde.
Jika ada satu tema yang menghubungkan semua pergerakan pekan ini, temanya adalah verifikasi. Setelah minggu sebelumnya diwarnai kejutan Intel yang bersifat single-event, pekan ini pasar membutuhkan konfirmasi yang lebih luas dan Big Tech memberikannya.
Alphabet membuktikan bahwa AI Cloud sudah menghasilkan, bukan sekadar narasi. Eli Lilly membuktikan bahwa GLP-1 masih jauh dari jenuh. Starbucks membuktikan bahwa turnaround yang baik memang membutuhkan waktu, tapi hasilnya bisa tiba sekaligus. Qualcomm dan Intel membuktikan bahwa era agentic AI tidak hanya tentang GPU, tapi tentang seluruh ekosistem komputasi.
Di sisi sebaliknya, Meta membuktikan bahwa earnings beat tidak cukup jika belanja masa depan dianggap terlalu berani. Nvidia, McDonald's, Home Depot, dan Pfizer membuktikan bahwa dalam pasar yang berselera tinggi seperti ini, tidak punya katalis baru sama buruknya dengan punya berita buruk.
Pekan depan, pasar akan mulai mencerna hasil yang sudah masuk sambil menunggu rilis berikutnya, termasuk laporan Pfizer dan McDonald's, dua nama yang masih belum membuktikan apa-apa.
Copyright ยฉ 2026 Agrodana Futures
Disclaimer:
Artikel ini berupa pandangan Agrodana Research, Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan atau menjual market tertentu. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
Research & Analysis Agrodana Futures

Keterangan :
| Suggest : SELL on Rally Area : 108.00 โ 108.20 Target : 1) 106.50 2) 105.00 SL : 109.70 Alternatif : Follow SELL jika tembus 103.50 Switch to BUY jika tembus 110.50 Alternatif SELL: jika 113-115 tidak tembus Waspada geopolitik akhir pekan! |



Keterangan :
| Suggest : BUY on Dip Area : 4581.00 โ 4583.00 Target : 1) 4593.00 2) 4603.00 SL : 4571.00 (ideal 7-8 points di atas 4570) Alternatif : Pertahankan/follow BUY jika tembus 4646 Switch to SELL jika tembus 4540 Opsi buy : 4569-4585 (pink), 4540-4557 (orange), breakout 4666 |
Copyright ยฉ 2026 Agrodana Futures
Disclaimer:
Artikel ini berupa pandangan Agrodana Research, Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan atau menjual market tertentu. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
Research & Analysis Agrodana Futures


Company Name: NVIDIA Corporation (NVDA)
Ticker & Market: $NVDA - NASDAQ
Sector & Industry: Technology - Semiconductor
Headquarters: Santa Clara, California, USA
Market Cap: $5.26T
Previous Close: $209.05 (29 April 2026)
Wall Street Analyst Consensus (April 2026 Update)
Morgan Stanley (Target: $260 | Overweight)
Goldman Sachs (Target: $260 | Buy)
JPMorgan (Target: $265 | Overweight)
Market cap $5,2 triliun. Saham di all-time high. Jensen Huang bilang permintaan komputasi "tidak akan pernah cukup." Tapi JP Morgan mulai angkat tangan pelan-pelan.
Kalau ada satu saham yang paling banyak mengubah wajah pasar global dalam dua tahun terakhir, itu adalah NVIDIA (NVDA). Senin kemarin, saham chipmaker terbesar dunia ini kembali mencetak rekor tertinggi sepanjang masa, menembus level $216 dan melampaui puncak 52 minggu sebelumnya di $212,17. Market cap-nya kini berdiri megah di $5,2 triliun, menjadikan NVIDIA salah satu perusahaan paling bernilai yang ada di muka bumi.
Pertanyaannya sekarang: apakah ini masih awal dari rally yang lebih besar, atau NVIDIA sudah terlalu jauh berlari?
Angka-angka Menakjubkan Dibalik Performa Buas
Tidak ada cara untuk membahas NVIDIA tanpa membahas angka-angkanya terlebih dahulu.
NVIDIA di kuartal terakhir (Q4 2026) mencetak free cash flow $34,9 miliar, hanya dalam 3 bulan. Dengan gross margin 75,2%, artinya dari setiap $1 penjualan, mereka dapat $0,75 keuntungan kotor. Ini bukti NVIDIA bukan cuma besar, tapi juga sangat efisien dan menguasai pasar.
CEO Jensen Huang tidak main-main. Di GPU Technology Conference bulan Maret, ia menyebut NVIDIA akan meraup setidaknya $1 triliun dari penjualan chip Blackwell dan Vera Rubin hingga akhir 2027. "Bahkan kami akan kekurangan stok," katanya. "Saya yakin permintaan komputasi akan jauh melampaui itu."
Dinamika Ekosistem dan Rotasi Modal
Dinamika ekosistem semikonduktor menunjukkan bahwa reli NVIDIA bukanlah fenomena tunggal, melainkan bagian dari tren luas yang tercermin dari kenaikan 9% pada Philadelphia Semiconductor Index (SOXX). Meskipun sempat tertinggal dengan kenaikan hanya 12% YTD hingga awal April karena investor berotasi ke saham infrastruktur seperti Vertiv dan Micro, lonjakan pendapatan TSMC sebesar 35% mengkonfirmasi percepatan permintaan chip AI. Hal ini memicu kembalinya aliran modal ke NVIDIA sebagai pemimpin rantai pasokan, mengukuhkan posisinya sebagai tulang punggung infrastruktur AI global.

Skeptisisme Strategis dan Risiko Sentimen
Namun, di balik optimisme ini, muncul skeptisisme strategis. JP Morgan memperingatkan bahwa reli eksplosif seperti 2025 sulit terulang karena valuasi yang sudah tinggi, sementara sentimen ritel yang rendah (32/100) dan peluang hanya 32% bagi NVIDIA untuk bertahan di atas $220 pada akhir April mencerminkan keraguan pasar. Meski mayoritas analis masih mempertahankan peringkat "Strong Buy" dengan target $268 yang didukung revisi naik EPS menjelang peluncuran arsitektur Blackwell, celah antara ambisi $1 triliun Jensen Huang dan proyeksi konservatif $855 miliar menimbulkan pertanyaan tentang keberlanjutan pertumbuhan di tengah risiko pasokan dan geopolitik.
Konsensus Wall Street dan Proyeksi Masa Depan
Mayoritas analis Wall Street masih mempertahankan peringkat "Strong Buy" dengan target harga rata-rata di kisaran $268, didorong oleh revisi naik estimasi laba per saham (EPS) menjelang rilis arsitektur Blackwell. Meski demikian, terdapat celah lebar antara ambisi pendapatan $1 triliun dari Jensen Huang dengan estimasi konsensus yang lebih konservatif di angka $855 miliar untuk dua tahun ke depan. Fokus pasar kini bergeser pada kemampuan NVIDIA menjaga margin di tengah keterbatasan pasokan dan potensi risiko geopolitik yang dapat memangkas pendapatan dari pasar tertentu.
Dari 42 analis yang memberi rating NVIDIA dalam 3 bulan terakhir: 40 merekomendasikan Buy, 1 Hold, 1 Sell. Rating konsensus: Strong Buy.
Target harga rata-rata berada diย $274,38, setara potensi kenaikanย +31,25%ย dari harga terakhirย $209,05. Target tertinggi menyebut angkaย $380, sementara target terendah diย $220.
Tanggal krusial berikutnya adalahย 20 Mei 2026ย dimana NVIDIA melaporkan hasil Q1 FY27. Komentar hyperscaler soal belanja capex, sell-through chip Blackwell, dan nasib segmen China akan menentukan arah pergerakan berikutnya.
Peluang untuk Trader: CFD Saham AS di Agrodana Futures
Banyak orang yang melihat pergerakan NVIDIA dan berpikir: "Sayang, saya tidak bisa beli saham AS dari Indonesia."
Jawabannya: BISA!
Lewat Agrodana Futures, anda bisa trading saham AS langsung dari Indonesia tanpa harus buka rekening di luar negeri, termasuk NVIDIA.
Saham Nvidia (NVDA) tersedia untuk diperdagangkan sebagai CFD di Agrodana Futures.


Keterangan :
| SKENARIO INTRADAY / JANGKA PENDEK (SWING TRADE) Fokus strategi memanfaatkan momentum dorongan beli yang kuat saat ini, dengan mengincar konfirmasi breakout ke atas level resistance dinamis $220.48. Dengan RSI masih di zona 65, ada ruang yang cukup untuk akumulasi harga lebih lanjut sebelum terjadi konsolidasi. Suggest: BUY ON BREAKOUT / FOLLOW THE TREND Area Entry: Pantau pergerakan di kisaran $215.00 - $218.00. Buy jika harga stabil berada di atas level $216.00 (recent high) dengan volume yang kuat. Konfirmasi: Harus ditutup di atas $216 untuk validasi breakout. Alternatif Entry (Buy on Dip): $208.50 โ $211.00 - Manfaatkan koreksi intraday menuju area EMA 20 ($197.90) jika penembusan awal gagal. Ini adalah zona akumulasi yang aman dengan risk-reward yang baik. Target: 1): $220.00 (sedikit dibawah R2 Weekly) 2): $235.00 (+12.4% dari entry $209.05) Stop Loss (SL): $207.00 (Cut loss ketat untuk mengamankan modal jika harga kembali tertekan dan ditutup di bawah EMA 20 harian). Alternatif: Switch to Sell sangat spekulatif hanya jika harga mengalami rejection (penolakan) yang masif saat menyentuh area $220.00 dan berbalik turun menembus $208.00 dengan volume tinggi. |
| SKENARIO JANGKA PANJANG (3 BULAN KE ATAS) Didukung oleh sentimen makro fundamental kontrak raksasa AI (Blackwell, Vera Rubin), FCF (Free Cash Flow) $34.9B dalam 3 bulan terakhir, gross margin 75.2% (dominasi pasar yang jelas), konsensus Wall Street: 40 dari 42 analis merekomendasikan "Buy", target harga rata-rata: $274.38 (+31.25% dari $209.05) Suggest: Strong Accumulate (Akumulasi Beli Bertahap) Area Akumulasi: $205.32 (S1 Weekly) - $211.00 (Pivot Weekly) Ini adalah area akumulasi yang kuat berdasarkan struktur teknikal. Target Investasi: Target menengah di level $250.00. Untuk 12 bulan, target menyelaraskan dengan rata-rata konsensus Wall Street di $274.38. Katalis Penahan (Risk Limit): Investor disarankan untuk meninjau ulang portofolionya jika muncul perubahan fundamental drastis seperti: Penurunan signifikan terhadap FCF atau Gross Margin. Kehilangan kontrak besar Hyperscaler (Google, Amazon, Microsoft, Meta, dll.). Perubahan regulasi yang merugikan industri semikonduktor. Tanggal krusial 20 Mei 2026 juga wajib menjadi perhatian karena laporan laba perusahaan Q1 FY27 (komentar terkait Capex, penjualan Blackwell, EPS, proyeksi/guidance). |
Copyright ยฉ 2026 Agrodana Futures
Disclaimer:
Artikel ini berupa pandangan Agrodana Research, Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan atau menjual market tertentu. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
Research & Analysis Agrodana Futures

Imbal hasil Treasury AS 10 tahun ditutup naik dan dolar ikut menguat karena pasar menangkap sinyal hawkish hold yang diumumkan Fed tadi malam. Hawkish hold berarti suku bunga dipertahankan tetap di 3.50%-3.75% (sesuai ekspektasi) dan pernyataan Powell atau bank sentral yang cenderung hawkish sehingga usd dan USD Treasury Yield berhasil menguat. Kondisi ini yang menyebabkan emas tertekan sejak sesi Asia kemarin, sampai pengumuman FOMC.
Data durable goods sebelum FOMC dirilis lebih baik dari ekspektasi. Laporan dirilis menguat dari -1.2% ke 0.8%, lebih baik dari ekspektasi 0.4%. Kondisi ini juga ikut membebani emas di sesi NY sebelum berhadapan dengan pengumuman Fed di pertengahan malam.
Perbedaan Pandangan Terbesar dalam Sejarah Fed
Selain pertemuan tadi malam sebagai pertemuan Powell terakhir sebagai ketua Federal Reserve, voting peserta FOMC juga menarik perhatian. Voting menunjukkan hasil 8 vs 4, di mana 4 orang tersebut menunjukkan perbedaan pandangan dari kebanyakan peserta FOMC. Rinciannya sebagai berikut : 1 orang mendukung penurunan suku bunga, 3 orang sisanya mendukung suku bunga ditahan tapi menolak memasukkan bias pelonggaran ke dalam pernyataan sikap Fed.
Stephan Miran menjadi satu-satunya yang mendukung penurunan suku bunga. Sedangkan Beth Hammack, Neel Kashkari dan Lorie Logan meskipun mendukung untuk mempertahankan suku bunga, tapi ketiganya menentang sinyal pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat. Hal itu membuat pasar menganggap keputusan tersebut cenderung hawkish.
Meski demikian, secara keseluruhan komite masih cenderung dovish dengan 8 orang anggota mendukung dipertahankannya bias pelonggaran moneter, yang berarti arah kebijakan masih mengarah pada pemangkasan suku bunga pada akhirnya, meskipun waktunya masih belum pasti.
Pertanyaan investor tentang posisi Powell setelah selesaikan jabatan sebagai ketua Fed kini terjawab. Powell mengatakan rapat kemarin adalah rapat terakhir sebagai Ketua Fed, tapi dia akan bertahan di Fed dalam peran yang lebih rendah tingkatannya, yaitu sebagai Gubernur Fed. Powell menyebut alasannya terutama karena gugatan hukum yang melibatkan lembaga tersebut masih terus berlanjut, dan sekaligus menjaga Fed tetap independent.
Kondisi ini membuat Kevin Warsh menghadapi tantangan saat memimpin rapat FOMC bulan Juni nanti. Warsh harus menghadapi kemungkinan desakan penurunan suku bunga dari Presiden Trump, tapi di sisi lain juga harus menghadapi perbedaan pendapat yang tajam di antara para Gubernur Fed. Kelihatannya Trump harus kembali menempatkan orang tambahan seperti Miran untuk memperkuat pengaruhnya di Dewan Gubernur untuk mendukung bias dovish ke depan.
Pada pernyataannya tadi malam, Powell menyebut bahwa inflasi masih menjadi masalah, terutama karena harga energi yang bergerak tinggi yang dipengaruhi oleh perang Iran. Core PCE terlihat di 3.2% y/y dan PCE utama di 3.5%. Sedangkan pasar tenaga kerja cenderung mendingin, tapi stabil. Permintaan tenaga kerja cenderung melunak, pertumbuhan tenaga kerja melambat, tapi pasar tenaga kerja tidak melemah tajam.
Dengan menyebut inflasi sebagai bagian dari masalah, ini berarti investor akan tertuju pada PCE yang akan dirilis nanti malam bersama data pertumbuhan ekonomi GDP. Pertimbangan Fed selanjutnya akan tergantung pada data 1-2 bulan ke depan sehingga data PCE dan GDP nanti malam termasuk dalam hitungan.
Data yang lemah akan membuat Fed tidak terburu-buru menggeser kebijakan dari longgar ke ketat, dan itu berarti peluang pemangkasan masih terdukung. Kondisi ini berarti juga pelemahan untuk dolar, dan positif untuk emas.
Data yang lebih baik/kuat akan membuat Fed kemungkinan perlahan mempertimbangkan pergeseran kebijakan, sehingga memperkecil peluang pemangkasan suku bunga. Kondisi ini berarti juga dolar relatif menguat, dan negatif untuk emas.
Note : Tetap waspada dengan volatilitas besar pada market yang sewaktu-waktu bisa tiba-tiba berubah!
Candlestick daily ditutup bearish dengan penurunan berlanjut sentuh 4510 sebelum akhirnya rebound di pagi ini setelah pidato Powell tadi malam. Area support 4480-4500 sejauh ini berjalan efektif sehingga tekanan turun yang terjadi sejak sesi Asia kemarin tertahan di 4510. Meski demikian, tekanan turun diperkirakan masih membayangi dengan peluang zona support lainnya di kisaran 4420-4450 kemungkinan perlu diwaspadai.
Dalam tekanan yang ekstrim, zona 4359 akan menjadi area incaran berikutnya jika 4420 ditembus. Sebaliknya, rebound perlu mencermati resistance terdekat 4576-4610. Jika area ini tembus, maka ada peluang untuk rebound lebih lanjut ke 4624 atau paling jauh 4700. Data GDP dan PCE akan menjadi risk event berikutnya yang perlu dicermati!

H4 menunjukkan tekanan turun berhasil dekati zona hijau 4420-4499, area yang ditandai sejak 2 minggu terakhir. Tekananan turun sejak sesi Asia kemarin berhasil berlanjut sampai saat Fed umumkan suku bunga dipertahankan tetap dan pernyataan sikap yang cenderung hawkish. Level terendah terhenti di 4510, sedikit di bawah high 30 Maret 2026.
Secara teknis, rsi saat itu juga mulai di posisi oversold sehingga mendukung rebound. Dan rebound terjadi bertahap sejak pidato Powell, meski sempat kembali turun, tapi penurunan kedua tertahan di 4518 sebelum akhirnya ditutup rebound 4543. Rebound selanjutnya di sesi Asia sejauh ini masih terhambat di 4582.
Secara teknis, rsi yang oversold juga ikut membantu rebound teknikal tersebut. Sesuai ulasan di video teknikal @AgrodanaFuturesOfficial maupun artikel kemarin, bahwa jika tekanan sudah terjadi sebelum pidato Powell dan rsi mulai sentuh posisi oversold, maka tidak dianjurkan untuk lanjut sell karena dikhawatirkan market sudah mengantisipasi sikap hawkish Fed dan membuat reaksi pasar cenderung terbatas.
Meski demikian, kami tetap perhitungkan potensi turun bisa kembali terjadi mengingat pernyataan Powell yang menyebut tentang PCE yang menjadi indikator sensitif lainnya bisa membuat Fed mempertimbangkan pergeseran kebijakan jika inflasi terus naik. Tekanan di bawah 4510 kemungkinan kembali membayangi emas ke zona hijau yang terendah di 4420. Sedangkan resistance 4600 tetap gagal ditembus sehingga membuat tekanan kembali dominan.
Sementara buy on dip disarankan dengan perhitungan bahwa penurunan sudah mulai jenuh (oversold), sikap hawkish Fed sudah diantisipasi sebelumnya (market discount) dan target dari rising wedge sebelumnya dianggap selesai. Dan secara teknis, Fibonacci Retracement biasanya menunjukkan area rebound kuat di kisaran FR 38.2%, 50% maupun golden zone antara 50% dan 61.8%.
Jika data GDP dan PCE dirilis lebih kuat dari ekspektasi, maka waspadai penurunan di malam hari merespon data ekonomi. Sebaliknya, jika data GDP dan PCE dirilis lebih lemah dari ekspektasi, maka peluang rebound teknis kemungkinan berlanjut.

Per jam 10.30 WIB, harga berada di 4558.00 dengan high 4582.37, dan low 4539.36. Jika Anda melihat rekomendasi sebelumnya di website Technical Analysis Commodity (Gold, Crude Oil) 30 April 2026 | PT. Agrodana Futures, saat ini strategi utama buy di zona 4516 belum berhasil disentuh. Tapi strategi alternatif untuk buy saat tembus 4576 sudah lebih dulu terjadi, dan sempat naik hingga 4582. Sayangnya memang belum genap sentuh TP 1 alternatif yang diharapkan di 4586, tapi secara teknis cukup berhasil memastikan breakout.
Meski demikian, strategi buy belum kami ubah. Zona 4516-4518 dianggap zona potensial dengan asumsi bahwa swing low yang mungkin terjadi dalam waktu dekat diperkirakan tertahan di zona low tadi malam 4510 atau sedikit lebih tinggi, lalu diikuti rebound kembali.
Saat artikel ditulis, kenaikan terhenti dekat zona merah 4580-4598 dan turun hingga 4557. Secara teknis, kondisi ini wajar, dan jangka pendek penurunan kembali membayangi. Kita masih punya waktu untuk memanfaatkan rebound teknikal sampai maksimal sore hari atau sebelum data GDP dan PCE dirilis di jam 19.30 WIB.
Secara perhitungan, seharusnya penurunan saat ini tidak lebih rendah dari 4533-4550 sehingga buy bisa dipertimbangkan di zona ini, atau tetap menunggu zona kisaran 4510 (low tadi malam) atau 4518 (area high 30 Mar 2026). Skenario alternatif buy di zona 4486-4498 juga bisa dipertimbangkan.
Sebaliknya, jika dalam 1-2 jam ke depan kenaikan tetap gagal naik di atas 4586-4600, maka trader bisa pertimbangkan sell di dekat zona tersebut (asumsi terjadi swing high kembali menguji zona resistance) atau jika strategi buy alternatif di zona biru 4486-4498 juga berujung gagal dan harga tembus support 4480. Ini berarti alternatif sell dipertimbangkan jika tembus support 4475, dengan potensi target terdekat 4450-4460, atau terjauh 4420 yang dianggap cukup potensial untuk dikejar di tengah gelombang ketidakpastian geopolitik yang juga membayangi, selain dari sisi data ekonomi AS.
Saat data ekonomi dirilis, trader bisa pertimbangkan ubah strategi kembali yang disesuaikan dengan hasil data ekonomi. Data yang lebih kuat, berarti emas tetap dalam tekanan, peluang sell lebih utama. Data yang lebih lemah, berarti emas potensi rebound, peluang buy lebih utama.
Untuk malam hari sebaiknya Anda fokus perhatikan catatan kami di grafik H4!
Opsi BUY on Dip
Entry: 4516.00 โ 4518.00
(atau cek di artikel untuk opsi lainnya)
Target/Reward : 4538.00 ($20 - $22)
(Alternatif Follow BUY jika tembus 4576, target terdekat 4586, terjauh 4600, sesuaikan stop loss dengan risk management masing-masing)
Stop Loss: 4506.00 ($10 - $12)
(ideal 7-8 poin di bawah 4505.00)
Risk Reward: 1: 2
Opsi SELL jika support ditembus
(Jika Trump pilih opsi militer)
Entry : 4475.00 โ 4475.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif )
Target/Reward: 4455.00 ($20 - $22)
Stop Loss: 4485.00 ($10 - $12)
(ideal SL 7-8 poin di atas 4484)
Risk Reward: 1: 2
Copyright ยฉ 2026 Agrodana Futures
Disclaimer:
Artikel ini berupa pandangan Agrodana Research, Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan atau menjual market tertentu. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
Research & Analysis Agrodana Futures
Keterangan :
| Suggest : BUY on Dip Area : 104.80 โ 105.00 Target : 1) 106.50 2) 108.00 SL : 103.30 Alternatif : Follow BUY jika tembus 109.00 Switch to SELL jika tembus 101.75 Alternatif SELL: jika 113-115 tidak tembus Pantau geopolitik AS-Iran! |



Keterangan :
| Suggest : BUY on Dip Area : 4516.00 โ 4518.00 Target : 1) 4528.00 2) 4538.00 SL : 4506.00 (ideal 7-8 points di atas 4505) Alternatif : Pertahankan/follow BUY jika tembus 4576 Switch to SELL jika tembus 4500 Opsi buy : 4486-4498 (biru), 4390-4420 |
Copyright ยฉ 2026 Agrodana Futures
Disclaimer:
Artikel ini berupa pandangan Agrodana Research, Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan atau menjual market tertentu. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
Research & Analysis Agrodana Futures


Imbal hasil Treasury AS 10 tahun ditutup naik dan dolar sedikit menguat setelah tekanan 2 hari sebelumnya. Pasar menunggu pidato Powell di pertemuan terakhirnya sebagai ketua Fed. Tekanan turun pada emas terjadi setelah pasar tidak mendapatkan kejelasan dari diplomasi yang dilakukan AS-Iran sehingga memutuskan mengalihkan perhatiannya ke FOMC meeting.
Data CB Consumer confidence di jam 21.00 WIB juga sedikit berpengaruh pada emas yang saat itu mulai turun sebelum data dirilis. Angka kepercayaan konsumen naik dari 92.2 menjadi 92.8, lebih tinggi daripada ekspektasi 89.0.
Tekanan tadi malam lebih disebabkan oleh fokus market yang beralih pada Fed. Kondisi ini disebabkan tidak/belum adanya kejelasan dari jalur diplomasi antara AS dan Iran setelah proposal terbaru Iran diajukan. Trump dikabarkan tidak suka dengan proposal baru Iran yang mencantumkan pembahasan nuklir di fase terakhir diplomasi. Market melihat situasi tersebut sebagai petunjuk bahwa diplomasi kemungkinan belum akan terjadi dalam waktu dekat.
CNN melaporkan bahwa Iran sedang merevisi proposal tersebut. Dikabarkan bahwa Menteri Luar Negeri Iran Araghchi akan berdiskusi dengan para pemimpin tinggi Iran sepulang dari kunjungannya ke Rusia. Rumor bahkan menyebut kemungkinan kunjungan Araghchi tersebut adalah bagian dari rencana untuk mengalihkan uranium dari Iran ke Rusia. Beberapa waktu lalu Iran menyangkal akan menyerahkan uranium yang sudah diperkaya ke AS sehingga besar kemungkinan Iran mencari alternatif untuk mengalihkan uranium tersebut ke negara yang dianggap bisa dipercaya dan sahabat.
Di sisi lain, cara Iran dan AS berkomunikasi menunjukkan bahwa saat ini Trump tidak terlalu menginginkan tindakan militer sebagai respon. Bahkan tidak ada penolakan dari proposal terbaru Iran, meski sampai saat ini tidak disukai Trump. Tapi hal ini menjadi poin positif bagi diplomasi, yang berarti kekhawatiran atas tindakan militer dalam waktu dekat sepertinya relatif kecil.
Kabar lain yang juga memicu tekanan turun adalah bahwa Trump memerintahkan para penasihat untuk bersiap menghadapi blokade jangka panjang terhadap Iran. Strategi ini lebih dikedepankan daripada memilih serangan udara, meskipun tidak setuju dengan proposal Iran. (setidaknya market relatif tenang, dan kemungkinan tidak akan melihat serangan militer dalam waktu dekat). Peluang emas untuk rebound cukup terbuka, tapi blokade membuat harga minyak diperkirakan tetap tinggi sehingga menghambat kenaikan emas beberapa waktu ke depan.
Faktor lainnya adalah market mengantisipasi kemungkinan sikap hawkish Fed, termasuk pidato Powell nanti malam. Kondisi ini sering terjadi mendekati pengumuman suku bunga Fed. Emas bergerak lebih dulu merespon isu yang akan terjadi sebelum isu itu dikonfirmasi. Isu saat ini adalah bahwa Fed tidak akan menurunkan suku bunga dalam waktu dekat, dan inflasi menjadi concern utama karena kenaikan harga energi imbas perang Iran.
Kami sedikit mengabaikan data durable goods malam ini. Perhatian sepenuhnya tertuju pada pidato Powell di pertemuan terakhirnya sebagai ketua Fed nanti malam. Presscon akan dilakukan di jam 01.30 WIB. Sedangkan di jam 01.00 WIB suku bunga diperkirakan secara luas akan dipertahankan tetap sehingga tidak menjadi penggerak market utama.
Fokus akan tertuju pada pandangan Powell dan Fed secara umum tentang kenaikan inflasi akibat kenaikan harga energi imbas dari perang. Sebagai pembanding, FOMC Maret 2026 Fed tahan suku bunga 3.50-3.75%, dot plot tetap menunjukkan peluang 1 kali pemangkasan suku bunga di 2026 dan 1 kali kenaikan di 2027 (bukan 2026!). Jika tidak ada perubahan, maka market cenderung bersikap netral (peluang harga bergerak sideway selama pengumuman pertama).
Sedangkan pembanding untuk pidato Powell, di FOMC Maret Powell menyebut bahwa konflik militer menyebabkan kenaikan harga energi, tapi dampak terhadap inflasi dan pertumbuhan masih belum jelas. Kenaikan harga energi dianggap sebagai risiko jangka pendek terhadap inflasi dan konsumsi.
ย Jika pernyataan terbaru tidak menyinggung tentang peluang kenaikan suku bunga, atau bahkan menekankan kembali dampak perang terhadap inflasi bersifat sementara dan Fed tetap membuka peluang pemangkasan jika data kembali reda, atau bahkan menekankan tentang situasi pasar tenaga kerja yang longgar atau pertumbuhan ekonomi yang melambat, maka ini dianggap dovish, emas berpeluang naik kembali.ย
Note : Tetap waspada dengan volatilitas besar pada market yang sewaktu-waktu bisa tiba-tiba berubah!
Candlestick daily ditutup bearish dan penurunan sempat sentuh level terendah 4555, selisih 1 poin dari level terendah 2 April 2026 di 4554. Secara umum peluang turun mendominasi untuk beberapa waktu ke depan. Tapi secara zona, kemungkinan penurunan mulai memasuki fase krusial di mana area support daily 4420-4580 kemungkinan bisa saja menahan tekanan lebih lanjut dan mendorong harga naik bertahap.
Dalam jangka pendek, zona 4554-4555, zona 4480-4500 dan juga 4420 dianggap zona potensial untuk peluang tekanan lebih lanjut. Tapi jika Powell tidak se-hawkish yang dikhawatirkan, dan juga AS-Iran sepakat bertemu, maka penurunan kemungkinan mulai terbatas. Namun, bullish di sisi lain harus menghadapi beberapa lapis resistance sejak 4624, 4672, 4701 untuk minimal kembali ke fase kenaikannya.

H4 menunjukkan bahwa descending triangle menjadi pemenangnya dibandingkan peluang double bottom saat itu karena kenaikan gagal berlanjut di atas 4701, dan di malam hari harga menekan di bawah support 4644. Bahkan penurunan berlanjut sampai di bawah zona pink 4607-4686 di mana level terbawah dari zona tersebut 4607 berhasil ditembus.
Kabar baiknya adalah bahwa penurunan masih tertahan di zona support 4545-4567 yang merupakan target rising wedge yang ditandai juga sebagai target support/demand saat itu. Sampai saat ini, zona tersebut relatif efektif menahan penurunan dan membuat emas kembali naik ke zona 4600-an.
Secara teknis, zona pink di 4607-4686 kini menjadi resistance, dan zona orange yang saat ini berada di kisaran 4642-4669 menjadi bagian dari resistance tersebut yang juga diperkirakan sebagai area supply untuk beberapa waktu ke depan. Meski penurunan tertahan di 4555, tapi peluang bullish butuh konfirmasi lebih lanjut dari penembusan kembali resistance zona pink maupun orange. Selama tidak berhasil tembus, maka kenaikan hanya dianggap rebound terbatas dan tekanan turun sementara waktu mendominasi.
Karena pasar masih harus menunggu pidato Powell nanti malam, maka tekanan turun diperkirakan masih dominan karena pasar mengantisipasi sikap hawkish Fed nanti malam. Itu berarti zona orange ataupun pink dipertimbangkan sebagai zona sell dengan target 4554-4555 atau maksimal zona hijau kisaran 4420-4499.
Sedangkan strategi buy bisa dipertimbangkan di zona 4555-4560 atau menunggu zona hijau yang diperkirakan sebagai support yang lebih kuat. Ini dengan asumsi bahwa market โsudah mengantisipasiโ sikap hawkish Fed sehingga tekanan turun di malam hari saat pengumuman relatif berkurang. Kondisi ini memungkinkan harga tidak lagi tertekan banyak, tapi bersiap untuk rebound/naik.
Sebaliknya, tekanan berpotensi lanjut lebih dalam, bahkan membuka peluang tembus di bawah 4400 jika Fed cenderung lebih hawkish dari sebelumnya. Dalam hal ini, trader bisa pertahankan atau lanjutkan sell.
Tapi yang perlu diingat adalah bahwa pasca FOMC Meeting nanti malam (Kamis dinihari), pasar akan berhadapan dengan GDP dan PCE beberapa jam setelah FOMC, dan itu berarti situasi bisa berubah cepat karena market akan sensitif pada data ekonomi.

Per jam 10.30 WIB, harga berada di 4597.00 dengan high 4610.00, dan low 4576.16. Jika Anda melihat rekomendasi sebelumnya di website Technical Analysis Commodity (Gold, Crude Oil) 29 April 2026 | PT. Agrodana Futures, saat ini strategi utama sell di zona 4636 belum mampu disentuh. Tapi strategi alternatif untuk sell saat tembus 4585 sudah lebih dulu aktif, dan harga sempat turun ke 4576, selisih 1 poin dari TP1 4575.
Meski demikian, kami belum merubah strategi sell kami untuk beberapa jam ke depan, dengan catatan tidak terjadi kenaikan besar di atas resistance 4669/4671, area paling tinggi dari resistance zona coklat saat ini 4644-4671. Zona coklat saat ini berubah fungsi menjadi resistance setelah tekanan di malam hari berhasil tembus support tersebut.
Secara perhitungan, tekanan turun kemungkinan mulai berkurang, didukung oleh rsi yang sempat sentuh zona oversold tadi malam. Dengan menggunakan Fibonacci retracement (FR), maka peluang sell bisa dilakukan di kisaran FR 38.2% 4610, atau FR 50% 4628, atau yang dianggap Golden Zone, yaitu area di antara FR 50% - 61.8%, ini berarti kisaran 4628-4645. Atau idealnya zona coklat 4644-4671 sebagai patokan bahwa tekanan bearish masih dominan untuk beberapa waktu ke depan.
Sebaliknya, jika market mulai mengantisipasi sikap hawkish Fed sejak tadi malam dan berlanjut pagi ini sampai dekati sesi NY ataupun jelang pengumuman Fed, maka trader perlu waspada! Jika sudah diantisipasi, maka dikhawatirkan efek tekanan turun mulai relatif terbatas sehingga berpeluang rebound atau kontradiktif saat pengumuman. Jika ini yang terjadi, maka buy on dip lebih disarankan daripada kembali mengincar sell.
Secara teknis, zona orange 4545-4608 maupun zona biru 4489-4498, atau paling jauh 4351-4390 bisa dipertimbangkan sebagai zona buy dengan catatan : 1) Market sudah mengantisipasi sepenuhnya sikap hawkish Fed; atau 2) Fed tidak lebih hawkish dibanding pernyataan sebelumnya (pertemuan Maret 2026).
Di sisi lain, perkembangan geopolitik juga akan dipertimbangkan selain FOMC! Jika AS tiba-tiba melunak, dan Iran sepakat untuk adakan pertemuan (syarat minimal), atau bahkan terjadi kesepakatan damai (syarat paling bagus, tapi saat ini tidak mungkin), maka pernyataan Powell maupun sikap bank sentral cenderung diabaikan sehingga peluang rebound sangat terbuka. Switch to BUY segera jika kondisi ini dipenuhi!
Untuk malam hari sebaiknya Anda fokus perhatikan catatan kami di grafik H4!
Opsi SELL on Rally
Entry: 4636.00 โ 4638.00
(atau cek di artikel untuk opsi lainnya)
Target/Reward : 4616.00 ($20 - $22)
(Alternatif Follow SELL jika tembus 4585, target terdekat 4575, terjauh 4560, sesuaikan stop loss dengan risk management masing-masing)
Stop Loss: 4648.00 ($10 - $12)
(ideal 7-8 poin di ataas 4645.00)
Risk Reward: 1: 2
Opsi BUY jika support tidak ditembus
Entry : 4388.00 โ 4390.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif )
Target/Reward: 4410.00 ($20 - $22)
Stop Loss: 4378.00 ($10 - $12)
(ideal SL 7-8 poin di bawah 4378)
Risk Reward: 1: 2
Copyright ยฉ 2026 Agrodana Futures
Disclaimer:
Artikel ini berupa pandangan Agrodana Research, Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan atau menjual market tertentu. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
Research & Analysis Agrodana Futures



